Tampilkan postingan dengan label Chapter7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chapter7. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2018

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 7 Intermission 5: Penderitaan Orang yang Terkirim

Chapter 7 Intermission 5: Penderitaan Orang yang Terkirim


Aku pikir aku dapat melakukan apa saja sendirian.

Siapa yang membuatkanku makanan, siapa yang memberikanku game dan telepon, aku tidak mengapresiasi hal seperti itu, kupikir itu adalah hal yang wajar diberikan.

Aku heran, apa itu sebabnya ?

Aku berbeda dengan teman kelas disekitarku. Aku berpikir seperti itu tanpa sebuah dasar. Tentu saja, aku merasa bahwa mengeluarkan tenaga itu tidak keren, jadi aku tidak melakukan apapun selain meningkatkan skill gaming ku. Mengoceh di papan pengumuman dengan identitas anonim juga merupakan keahlianku.

Mungkin karena tidak ada yang mau bergaul dengan orang seperti itu, jauh dari teman, keluargaku sendiri bahkan memberi jarak dengan ku. Anehnya, aku tidak dibuli.

Karena alasan seperti itu, aku mulai bermain galge yang penuh harapan, dan masuk kedalam hal-hal dimana protagonist tak tertandingi atau ter-renkarnasi.
Khususnya renkarnasi plot, aku menyiapkan berbagai pengetahuan dari internet dan bersiap untuk suatu hari nanti ketika aku dipanggil. Setelah meng-copy informasi yang telah didapatkan, aku menulisnya di notebook. Karena listrik mungkin tidak ada di dunia dimana aku di pindahkan nanti. Aku memenuhi notebook dengan banyak sekali pengetahuan dan dengan tulisan yang berantakan.

Datang sekarang, putri dari dunia lain. Aku siap di panggil kapan saja.

Mulut adalah sumber dari ketidak-beruntungan. Kata-kata itu kembali lagi pada hari itu.

◇

Tiba-tiba menjadi gelap, dan aku terdapat dalam ruangan yang terbuat dari bata.
Oy, oy, dimana ini ?

Tidak. Tentu aku tahu, tentunya.

Ruangannya gelap, dan cahaya dari lilin berkelip. Itu bukan cahaya dari magic. Oops, aku seharusnya tidak boleh melupakan cara renkarnasi favoitku. Pertama, aku harus mengamati [Orang]. Aku dengan panik melihat ke arah muka setiap orang yang ada disini. Siapa sekutuku, siapa yang menyetujui pemanggilan, dan yang menentangnya. Mengamati mereka. Untuk sekarang, hanya itu yang bisa aku lakukan. Itulah mengapa aku mengamati.

Ada tiga orang wanita yang mengenakan pakaian seperti yang dikenakan miko, dan enam orang yang terlihat seperti tentara. Orang lainnya terlihat seperti pejabat pria tua, dan seorang pria berkacamata yang tampan, dia pasti musuh. Sudah pasti.
Ack, seekor weasel berdiri tegak dan berbicara mengenai sesuatu. Beastman seharusnya hanya telinga dan ekornya saja yang berbeda. Aku tidak masalah dengan tangan dan kaki.

‘Pengamatan orang’ ku terpaksa berhenti.

“●●●●、●●●. ●●●●●●●●●”

Ketika orang itu berbicara, gaya keren ku langsung menghilang.

Oh, geezuz!

Kepalaku menjadi kosong, aku tidak bisa berpikir apapun. Aku hanya dapat menatap ke arah wanita itu dengan sepenuh hati. Ini mungkin sesuatu seperti serangan magic atau serangan pikiran.

Tapi, bagaimanapun.

Untuk sekarang, menatapnya adalah keadilan.

Wanita yang terlihat seperti maid memberiku sesuatu.
Kau, minggir, pergi. Lihat, kau menutupi rambutnya. Dia mendorong sesuatu di lenganku, tapi selama dia tidak menghalangi pandanganku, itu tak apa.

“Apa kau paham apa yang aku katakan ?”

Aku paham, tapi lalu kenapa ?
Apa ada artinya untuk menikmati kecantikannya.

“Apa yang harus kita lakukan yang mulia. Cincin penerjemahnya mungkin tidak bekerja.”
“Wah, itu masalah. Apa yang harus kita lakukan ?”

Wajah penuh masalah milik wanita itu juga sangat cantik.
Aku ingin melihat lebih banyak ekspresi di mukanya.

“Yang mulia, hasil dari batu Yamato yang dia sentuh tadi sudah keluar.”
“Dan hasilnya ?”
“Dia seperti yang dua sebelumnya. Dia memiliki skill [Burying] yang tidak biasa, tapi tidak ada unique skill.”
“Apa itu sesuai dengan yang diinginkan kerajaan ?”
“Sayang sekali….”
“Begitu.”

Aku mendengar sesuatu yang aneh. Apa apaan dengan “…yang dua sebelumya…”. Apa aku yang ketiga ? aku tidak seharusnya berkata, “ini mungkin karena aku adalah yang ketiga” kan ? dan lagi, apa yang diinginkan kerajaan ? ada apa dengan ucapan itu ketika kau pergi dan diculik oleh orang tanpa permisi.

Sama seperti yang anak muda biasanya bereaksi, aku juga mendidih karena rasa marah untuk sesaat.
Bagaimanapun, itu tersiram air dingin karena keberadaan tentara penjaga.
Pedang yang berada di pinggangnya dan tombaknya terlihat nyata.

Jika aku ingin menyerang, sekarang bukanlah saatnya.
Ini adalah investigasi yang tersusun. Ini bukanlah karena aku takut dengan pedang para tentara. Ini juga bukan karena tatapan para tentara yang mengatakan mereka akan membunuhku jika aku bergerak. Ini adalah hasil dari investigasi yang keren. Aku pergi dengan tenang. Tenang.

Aku tetap menatap wanita berambut ungu. Dia sangat cantik, itu sulit untuk hidup. Aku bertanya-tanya berapa umurnya ? dia terlihat seperti anak SMA, tapi dia mungkin lebih tua kan ? aku ingin mengatakan kepadanya bahwa twin-tailnya sangat cocok dengan pita yang kecil, tapi tatapan para tentara sangat menakutkan. Rasanya seperti mereka akan membunuhku karena ketidaksopanan tanpa peringatan.

◇

Pada akhirnya, sang penculik memperlakukanku seperti udara, dan pelayan yang dikawal oleh dua penjaga mengantarku ke ruangan kecil berukuran tiga tatami. Ruangan itu hanya diterangi dengan sebuah lilin yang berada pada tempat lilin.

“Orang yang bertanggung jawab atas pelatihan mu akan datang besok pagi, tunggu disini. Aku akan bawakan sesuatu untuk dimakan, jadi tenang saja, oke ?”

Seorang pelayan yang berumur sekitar 20 tahun berbicara kepadaku dan merendahkanku lalu pergi.

Yang datang mungkin adalah roti hitam dan sup ringan yang asin kan ?
Aku ingin melihat dia membawakan masakan istana kekaisaran.

Ketika aku melihat makanan yang dibawakan pelayan, aku menyesali kutukan yang aku ucapkan di pikiranku tadi.

Jangan bercanda denganku fantasy.

Apa apan makan malam hanya dengan satu kentang ! ditambah lagi ini mentah ! kau membunuh perutku !

Karena aku masih merasakan adanya penjaga di luar sana, aku menelan keluhanku. Pelayan itu sepertinya salah paham.

“Ara ? apa kau selapar itu ? aku akan menyiapkan yang lainnya untuk sarapan besok, jadi kau bisa makan semuanya. Kau tidak perlu menahannya.”

Perempuan itu mengatakannya tanpa sarkasme, meletakan kendi air di samping meja. Oy, oy, tidak ada gelas disini.

Aku tidak terlalu lapar hingga ingin memakan kentang mentah, jadi aku minum air langsung dari kendi untuk memuaskan tenggorokanku.
Mulutku rindu akan sesuatu. Jadi aku masukan permen yang selalu aku bawa di sakuku. Hal lain yang aku bawa adalah pisau swiss army, tiga permen adalah yang terpenting, dan notebook yang isinya adalah cheat tentang administrasi.

Setelah mendapat beberapa persediaan gula, aku dapat memikirkan ini dengan sedikit lebih hati-hati.

Pertama, periksa jika ada cheat yang menghuni tubuhku.

Dengan melakukan push-up. Aku jatuh sebelum hitungan kesepuluh seperti biasa. Aku tidak memiliki cheat penguat tubuh.

Aku keluarkan pisau tentara swiss, membayangkan goblin dan mengayunkan pisau. Aku merasa hampa saat melakukannya, aku tidak memiliki cheat swordman ataupun seni bela diri.

Setidaknya harus ada magic, karena aku telah disummon. Harapan terakhirku, aku mencoba cheat magic. Bayangkan. Aku membayangkan api dan meletakan tanganku di atas meja.

Ini dingin. Jantungku menjadi dingin.

Ini adalah dunia tanpa magickah. Aku memutuskan itu.

Itu artinya, aku berdiam seperti yang biasa aku lakukan. Magic summon, lakukan pekerjaanmu.

Fuhn, tidak ada kata maaf dari tuhan, dan aku mulai dengan samar-samar memperhatikan. Kenyataan berbeda dengan bayangan. Aku boleh putus asa untuk sejenak kan ? aku sedikit lelah. Aku ngantuk.

◇

Saat aku menyadari beberapa hal tertentu, aku segera bangun.
Itu benar, ini adalah dunia dalam mode sulit. Ini mungkin bahkan adalah dunia yang sangat sulit. Masih terlalu awal untuk istirahat.

Aku menginvestigasi informasi yang aku dapat.

Aku di summon. Pemanggilnya mungkin adalah perempuan itu.

Mereka memanggil si cantik violet twin-tail dengan sebutan yang mulia, dia mungkin adalah bangsawan.

Siapa “dua orang sebelumnya” yang dikatakan si kacamata hitam itu. Apa mereka orang yang dipanggil sepertiku?

Aku mengingat kembali tatapan dari para tentara. Mereka jelas waspada terhadapku. Itu artinya, dua orang yang dipanggil sebelumnya telah melakukan hal yang buruk. Mereka tidak memeluk si cantik kan.

Tidak hal yang mereka khawatirkan bukan itu.

Itu benar, [Skill]. Tidak salah lagi mereka mengatakan itu. Mereka mengatakan aku memilki skill. Kali tidak salah [Burying] kan ? benar-benar seperti ku, keringat akan keluar dari mataku.

Bagaimana aku menggunakannya ?
Aku membaca Burying di dalam hatiku. Entah bagaimana aku merasakan hawa keberadaanku menjadi tipis. Tunggu, bukankah ini seperti biasanya.

Saat sedikit sedih, aku keluar ruangan.
Aku kira aka nada penjaga, tapi tidak ada seorangpun diluar ruangan.

Jika aku tidak berperilaku seperti anak kecil dan pergi menjelajah kastil ini, masa depanku mungkin akan sedikit berbeda.

Bagaimanapun, tidak ada kata JIKA di kenyataan. Kau hanya dapat memilih sekali.

Dan kemudian aku mendengarnya.

Aku mendengarnya.

Dua orang yang di panggil sebelumku dianggap tidak cocok untuk menjadi hero dan dieksekusi. Para pelayan dan tentara membicarakan itu tanpa rasa bersalah.

Itu omong kosong !

Setelah kau menculiknya. Jika mereka tidak diperlukan, maka kirimlah kembali ke dunia asal mereka.

◇

Tidak bisa kembali ke ruanganku, aku berkeliling kastil dan bertemu dengan gadis.
Aku mencoba menutup mulutnya dengan cepat, tapi aku malah mendapatkan jepitan dari gerakan pertahanannya.

Dia kuat, dengan tampangnya yang halus. Kenapa aku menggunakan kalimat sopan.
<TLN : pertamakalinya mengatakan kalimat dengan sopan>

“Tetap diam. Para penjaga akan datang jika kau berisik. Kau adalah orang dari dunia lain yang dipanggil oleh Yuriko-sama hari ini kan ?”

Gadis itu bernama Menea, putri dari kerajaan ini. Aku diberi tahu bahwa Yuriko adalah si cantik violet twin-tail, adalah bibinya. Selamanya 17 tahun kah. Aku paham.

Sebagai imbalan beberapa informasi, aku mendapatkan informasi darinya.
Aku seharusnya tidak mendengarnya. Tidak ada metode untuk kembali ke dunia asalku. Mereka memanggil lalu meninggalkannya huhh.

Ketika kita berbicara tentang nasib dari kedua orang yang di panggil seblum ku, dia menjadi kecewa. Sepertinya dia menghabiskan beberapa waktunya dengan kedua orang itu di kota di luar kastil.

Aku putus asa untuk mendapatkan simpatinya, dan bertanya bagaimana cara keluar dari kastil. Sudah sejak ujian SMP saat terakhir kali aku bekerja keras seperti ini.

Aku memiliki buah dan perhiasan cincin untuk ditukarkan uang kepadanya. Karena dia tidak terlihat terlibat langsung dengan kasus penculikan, aku inginn membayar kebaikannya, jadi aku berikan dia dua lembar dari notebook cheat administrasi. Aku mengingat isi dari kedua halaman itu. Jangan meremehkan siswa dengan waktu luang.

◇

Aku menyalakan obor yang aku dapat dari Menea menggunakan korek.
Meskipun aku pernah dicurigai merokok oleh guruku, dan ditanyai polisi yang sedang patrol dan hal keraguan lainnya tentang ini, aku tetap membawanya.

Aku akan menggunakan [Burying] hingga aku sampai di kota saat malam.

Fufufu, aku akan mendaftar pada serikat petualang di kota, dan memulai cerita sukses ku dari sana. Mimpi dunia lain, ayo.

Aku tidak mendengar suara serangga.

Aku tahu
Ini bukanlah mode mudah. Ini adalah mode gila sulit dunia lain yang nyata. Tentu saja, ada monster juga.

Bagaimanapun, benar-benar ampuni aku dari serangan mantis seukuran manusia.

Dengan putus asa aku berlari, tapi aku tidak pernah berpikir berlari di gunung pada malam hari akan terasa sesulit ini. Aku bahkan tidak bisa berlari untuk beberapa meter lagi dan aku tertangkap. Tangan kiriku digigit dalam sekali teguk. Ini lebih terasa panas daripada sakit. Aku berpikir apakah adrenalin ku dipompa hingga berton-ton, aku tidak merasakan sakit.

Ah, game over kah.
Walaupun aku ingin menyerang balik, aku menjatuhkan oborku entah dimana.

Monster itu dengan nikmatnya memakan lengan kiriku yang sudah robek dariku. Meskipun begitu aku ingin berlari, monster itu menjepitku dengan kakinya yang diletakan diatas perutku, aku tidak bisa bergerak. Ah, aku mengeluarkan darah terlalu banyak.

Kesadaranku mulai hilang.
Aku mendengar keributan di akhir. Aku tidak paham apa yang mereka katakan. Oh ya, aku meletakan cincin penerjemah di jari tangan kiriku.

Hal terakhir yang aku lihat adalah kulit coklat tua dengan telinga yang panjang.
Itu datang, dark elf.

Aku berpikir bahwa hidup ku adalah kusoge, tapi aku melihat sesuatu yang bagus diakhir.
Aku menginginkan kehidupan bagus dengan dark elf yang melayaniku.
<TLN : kusoge = game sampah>

Aku ingin menjadi kesatria hitam saat aku terlahir kembali….




TL: LoliLover
EDITOR: Isekai-Chan

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 7 Intermission 4: Pochi dan Buku Bergambar

Chapter 7 Intermission 4: Pochi dan Buku Bergambar


Hal favoritku adalah master dan daging nano desu.

"Ara? Pochi membenciku ya."

Tidak nodesu. Aku suka Arisa juga nano desu.

"Pochi membenci Tama ~?"
"Begitukah, aku di bawah daging ya."

Tama dan Liza juga, tolong tunggu nodesu.

"Aku mengerti ~ Pochi-chan suka daging lebih dari semua orang ya. Sangat disayangkan ~ meskipun aku sudah memanggang steak yang lezat."
"Aku menyesal."
"Kejam."

Au, Lulu juga, bukan seperti nodesu itu. Nana dan Mia juga, tolong tunggu nodesu.
Tapi, dagingnya itu lezat nodesu. Begitu nikmatnya, daging membuatku senang nano desu.

"Kemudian, Pochi tidak membutuhkan kita benar. Selamat tinggal Pochi."

Bukan seperti nodesu itu. Tunggu nano desu.

◇

"Tolong jangan pergi ~, nano desu!"
"Uwah, aku terkejut. Apa yang salah Pochi. Apakah kau melihat mimpi yang aneh?"

Ketika aku melihat sekeliling dengan gelisah, Tama tidur di atas pangkuan master.
Apakah ini perkemahan?

Aku tertidur ketika aku berada di tugas jaga malam desu.

"Semua orang menindasku nodesu."
"Itu hanya mimpi. Semua orang suka Pochi, jadi tidak apa-apa."

Master dengan lembut memeluk Pochi dan mengelus kepala dan punggungku. Rasanya senang nodesu. Aku hampir tidur karena merasa terlalu enak nodesu.

Swoosh! Aku berpose untuk membuatku bersemangat dan membangunkan diriku nodesu. Aku adalah aib seorang budak jika aku meninggalkan tugas jaga malam untuk tidur nodesu. Aku dapat melihat bahwa Tama tidur di pangkuan master, tetapi Tama pasti hanya berpura-pura tidur nodesu. Dia pasti begitu, nano desu.

"Aku tidak akan merasa ngantuk nodesu."
"Tidak apa-apa tidur kalau kau ngantuk, kau tahu?"
"Aku baik-baik saja nano desu."

Namun, [Aspalegus Meat Roll] yang baru saja kita makan terlalu lezat, ini tidak baik nodesu. Kebahagiaan dengan perut kenyang--

Ha!? kritis berbahaya nodesu. Aku hampir tertidur tanpa sadar nodesu.
Arisa telah mengatakan ini, perut kenyang adalah musuh yang paling kuat dari mengantuk, katanya.

Sudah waktunya membaca pada waktu seperti ini nano desu.

"Master, aku ingin kau membacakan buku bergambar, tolong nodesu."
"Nn? Buku bergambar yang dibeli Arisa dari toko bekas ya? Bukankah Pochi sudah bisa membaca sekarang?"

Ini dan itu adalah hal-hal yang berbeda nodesu. Sangat penting bagi master untuk membacanya untukku nano desu.

"Kalau begitu, mari kita baca bersama."
"Ya, nano desu!"


■ ――――――――

Zamaa~n dahulu kala.
Tujuh dewa datang ke sini bersama dengan pohon-pohon dunia dari dunia para dewa.

Para dewa menanam pohon-pohon dunia di bumi, dan mengajari semua orang pengetahuan dan kata-kata.

Dan kemudian, semua orang hidup bersama dalam kebahagiaan, bahagia selamanya.

―――――――― ■


"Bukan nodesu, ceritanya tidak seperti itu nodesu."

Master tidak serius nano desu. Aku harus protes dengan tegas di sini nano desu.
Meskipun Pochi memukul master dengan lembut, master hanya tertawa tanpa mengeluh bahwa itu sakit nodesu.
Master hari ini jahat nano desu.

"Aku menyerah, aku menyerah ~ aku akan membacanya dengan benar, jadi maafkan aku."
"Menjadi jahat itu tidak baik nano desu. Yang berikutnya adalah kesempatan terakhir nano desu."
"Dimengerti. Aku akan membacanya dengan baik."


■ ――――――――

Orang-orang hidup dengan damai dan makmur di sekitar delapan pohon dunia.
Namun, entah sejak kapan. Ada sembilan dewa di dunia.

Dewa kedelapan adalah Dragon gods.
Dragon god telah ada di dunia sebelum ketujuh dewa datang bersama dengan pohon dunia.
Dragon god tukang tidur, dia tidur bahkan sampai dunia benar-benar berubah.

Dragon god sangat terkejut ketika akhirnya terbangun, tapi karena dia adalah dewa bodoh yang tidak mempermasalahkan hal-hal kecil, ia menyetujui tujuh dewa yang ramah dan bergaul dengan mereka.

Namun, dewa ke sembilan berbeda.

―――――――― ■


"Master, mengapa ia menggunakan [Hashira] daripada [Hito] nano desu?"
<TLN: Ini tidak mungkin diterjemahkan dalam bahasa Inggris, bahasa Jepang menggunakan kata-kata untuk menghitung objek. Dalam hal ini buku ini menggunakan [Hashira] untuk menghitung dewa, dan [Hito] untuk menghitung orang. Satou-sensei akan menjelaskan selanjutnya.>
"Kurasa? Kita belajar melakukannya seperti itu. Burung menggunakan [Hane], tikus menggunakan [Hiki] kan? Penghitung yang berbeda digunakan untuk objek yang berbeda."

Seperti yang diharapkan dari master nano desu. Aku tidak begitu mengerti, tapi aku merasa telah memahami nodesu.

"Terima kasih nano desu. Silakan lanjutkan bacanya nodesu."

Ketika aku mendorong buku gambar untuk master, dia berkata [Ow, ow] dan tertawa. Ketika aku melihat senyum master, aku merasa senang nodesu.


■ ――――――――

Dewa kesembilan adalah Demon god yang telah melakukan perjalanan dari dunia lain.
Demon god benar-benar dimanjakan, tidak tahan untuk tidak menjadi yang terbaik, dan selalu mencoba untuk bertarung dengan dewa-dewa lainnya.

Tidak bisa dihindari bahwa Demon god menjadi iri ketika melihat dewa-dewa lainnya dikelilingi oleh berbagai orang dan binatang mistis.
Demon god menciptakan demon untuk membuat mereka memuja dirinya sendiri. Demon dan penciptanya, Demon gods, menindas ras-ras lain di sekitarnya.

Dewa-dewa yang bermasalah memprotes para demon dan Demon god untuk tidak bertindak kasar, tetapi mereka benar-benar diabaikan.

Sayang sekali begitu sedih, dan kemudian, dunia hancur.

―――――――― ■


"Mou, master jahat nodesu. Tidak membaca buku bergambar dengan benar, nakal, nano desu."

Meskipun aku memarahi master, dia tertawa.
Apakah dia benar-benar menyesalinya desu?

"Aku menyesal, aku akan membacanya dengan benar kali ini."
"Kau harus benar-benar nano desu. Ayo kita lakukan janji pinky nodesu."

Kami menghubungkan jari kelingking kami dan membuat janji pinky nodesu.
Jari Master ramping dan indah nodesu.

Aku akan membanggakannya kepada Arisa nanti nodesu.


■ ――――――――

Suatu hari, sebuah tragedi terjadi.
Demon-demon yang sudah liar meletakkan tangan mereka pada dragon dan Dragon god yang sedang tidur. Dragon-dragon yang tidur nyenyaknya terganggu mengamuk, setiap demon dibakar oleh nafas dragon.
Dan sayangnya, pada saat yang sama, ras-ras lain juga dibakar bersama.

Demon god juga dikejar oleh Dragon god, tetapi Demon god yang cepat melarikan diri terus menghindari Dragon god selama 100 tahun, dan akhirnya, Dragon gods lelah dan kembali ke dragon valley.

Para dewa berkata kepada Dragon god bahwa itu terlalu berlebihan, tetapi Dragon god yang setengah tertidur mengayunkan ekornya sekali dan meniup dewa-dewa ke luar pegunungan.

Sejak saat itu, demon tidak pernah mendekati dragon, dan menindas yang lebih lemah secara diam-diam.

Yang terlemah dan paling ditindas, umat manusia, meminta dewi muda atas kekuatannya untuk bertarung melawan demon.

Dewi muda itu sangat bermasalah.
Itu karena dewi muda tidak memiliki kekuatan untuk bertarung. Dewi muda yang bermasalah itu berkonsultasi dengan dewa-dewa lain, tetapi setiap dari mereka hanya mengangguk-anggukkan kepala sambil uh-huh tanpa berusaha melakukan apa pun.

Dewi muda itu pergi untuk berkonsultasi dengan yang terkuat, Dragon god. Tentu saja, dia tidak bisa meminjam kekuatan dragon. Jika dia melakukan itu, kerusakannya akan lebih besar daripada membiarkan demon menjadi liar.

Pada mulanya Dragon god itu tidak mau membantu, tetapi karena ia menyukai mainan manusia dan minuman keras yang dibawa oleh dewi muda itu, Dragon god mengajarkan satu magic kepadanya.

Itu adalah magic untuk memanggil seorang hero.

Itu adalah magic harapan.

―――――――― ■


"Pochi juga ingin disummon nodesu! Dan kemudian aku akan menjadi hero nodesu!"
"Itu benar, jika itu Pochi, dia akan menjadi hero suatu hari nanti."

Muu, master menjawab dengan sembarangan nodesu.
Pochi tahu nodesu.

Tidak bagus desu. Benar-benar tidak baik nodesu.

Master telah menutup ceritanya dan buku bergambar nodesu.

Tidak nano desu!
Setelah ini, itu akan menjadi bagian tentang kisah heroik pahlawan nano desu.
Aku protes dengan menempel di leher master, dan melihat wajah master, tetapi master tidak melihat ke sini nodesu. Master? Pochi ada di sini nano desu.

"Selamat pagi, master."
"Selamat pagi, Lulu. Liza dan Nana lelah dari pelatihan khusus kemarin, jadi biarkan mereka tetap tidur, aku akan membantumu dengan sarapan hari ini. Pochi, apakah kau memiliki permintaan?"

Makan dari master!
Itulah keajaiban nano desu.

Aku tidak harus berpikir untuk meminta sesuatu nodesu.

"Daging!"

Ketika aku berbicara dengan sangat bersemangat, master tertawa nodesu.

Hari ini juga hari yang sangat bagus nano desu!




TL: Yukichan
EDITOR: Isekai-Chan

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 7 Intermission 3: Rahasia Pochi

Chapter 7 Intermission 3: Rahasia Pochi


Pochi tidak akan lupa.

Hari itu, hari dimana aku diberi nama.

◇

"Putri, kami datang untuk mengawalmu kembali."

Dua pria dogkin yang mengenakan pakaian perak berdiri saat aku sedang mandi di bawah sinar bulan. Pria berambut panjang yang tampan itu berbicara padaku.

"Aku tidak punya niat untuk meninggalkan planet ini."
"Namun, Tuan Putri!"
"Tolong tunggu, Dober. Pertama, mari kita dengar sang putri."
"Namun, Shiva!"

Pria berambut panjang itu menghentikan pria berambut merah yang menekanku.

"Tolong beritahu kami alasanmu. Apakah planet buas ini lebih penting daripada planet rumahmu?"
"Aku punya teman-teman penting di sini. Dan juga, demi anak di perutku, aku tidak bisa meninggalkan planet ini."

Dia menepuk perut yang terlihat tidak mencolok saat dia duduk di kursi.

"Itu tidak mungkin, miko dari Ra Anubis hebat untuk melakukan sesuatu seperti memiliki anak dengan makhluk buas!"
"Aku, apakah itu putri sejati?"

Aku mengangguk pada keduanya yang panik.

◇

Pochi tidak akan lupa.

Rasa daging kering pertama yang aku makan. Kebahagiaan festival daging panggang bersama dengan semua orang.

Sama sekali tidak pernah lupa.

◇

"Apakah kau akan tidak peduli apa pun yang terjadi?"
"Ya, aku bukan miko dari Ra Anubis tapi Pochi Pendragon nano desu."

Ya, tempat ini penting, bersama dengan orang itu.
Selama ada dua pedang holy magic yang telah dia tempa, aku tidak bisa membiarkan sesuatu seperti demon lord untuk terus melakukan apa yang diinginkannya.

"Kita juga akan pergi bersama, oke?"
"Satu untuk semua ~?"

Karina dan Tama berdiri di jalanku ketika aku akan pergi.
Kami bertukar high five seperti yang kami lakukan di medan perang sejak lama.

Sekarang, mari kita naiki kapal pohon dunia yang Mia siapkan dan mulai menuju neraka!

Liza, tolong awasi kami dari bintang di angkasa. Kami pasti akan menghadapi lawanmu.

◇

"Hou? Aku sudah mati di dalamnya ya?"
"Au, jangan lihat nodesu. Dilarang nano desu."

Liza melihat kisah tertulis yang aku tulis bersama dengan Arisa nodesu.

"Bahkan Pochi tidak ingin kau mati nodesu. Tapi, tapi, Arisa."
"Begitukah, Pochi menyalahkan Arisa."
"Au, au, aku bukan nodesu, bukan nodesu ~"

Ketika kami berdebat tentang siapa yang akan mati, kami melakukannya dengan tidak sengaja, nodesu. Aku merenungkannya, jadi tolong maafkan aku nodesu.
Aku sudah mempersiapkan diri untuk daging yang hilang saat makan malam nanti, tapi Liza dengan benar mengatakannya seperti nodesu biasa.

Liza lembut setelah semuanya nodesu.

Ketika cerita berikutnya membutuhkan pembunuhan, aku akan memiliki Arisa sebagai korban nodesu. Arisa pasti akan memaafkanku sambil tertawa nodesu. benarkan desu?




TL: Yukichan
EDITOR: Isekai-Chan

Kamis, 05 Juli 2018

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 7 Intermission 2: Bencana Zena Squad

Chapter 7 Intermission 2: Bencana Zena Squad


<TLN : Chapter ini ada 2 timeline alternative, tanda ◇  artinya ganti timeline>
“Zena, kumpulan monster datang. Ada 50-60 tipe yang dapat terbang. Ada juga yang datang dari tanah, ada 3 yang berukuran besar, 10 yang berukuran sedang, dan banyak yang berukuran kecil – sekitar 400. Kebanyakan dari mereka adalah tipe serangga.”

Rio kembali dari pengintaiannya membawa jumlah yang menurunkan harapan. Selanjutnya, itu hanyalah sebagian kecil dari pasukan musuh.

Kita, 24 orang pilihan dari kota labirin Seiryuu, adalah inti dari unit sayap kiri yang dibuat dengan mendadak dan terdiri dari 300 orang termasuk penduduk, peternak, dan budak. Mereka semua merasa takut. Itu umum, mereka dipaksa bertarung melawan monster yang tidak biasa mereka lawan sambil menggunakan peralatan yang tidak layak.

“Dengar aku, semuanya harus bertahan ! jangan hanya berpikir untuk mengalahkan musuh dan menjadi hero ! memiliki banyak keberuntungan itu bagus, kita memiliki elite yang pernah melawan demon kelas atas dan dragon asli, bukan wyvern. Tidak perlu khawatir dengan monster kecil atau demon kelas menengah.”

Wakil ketua, sir Rilo mendorong sekutu. Dia sedikit sombong, tapi muka suram terlihat berkurang, itu bagus.

Aku tidak pernah membayangkan kita akan terlibat dalam pertarungan ini ketika kita berangkat dari kota Seiryuu.

◇

“Kita melakukannya dengan baik kah ~, Zena-chi.”
“Itu benar, Lilio.”
“Lilio-san, tidak apa saat kau sedang sendiri, tapi panggil dia dengan kapten pasukan zena saat bekerja.”
“Ho~I, Iona terlalu kaku”

Iona-san memarahi Lilio.
Tapi, itu memalukan untuk dipanggil kapten pasukan zena secara formal.

Ini sudah setengah bulan sejak kita dipilih menjadi pasukan labirin – singkatan dari pasukan pelatihan terpilih kota labirin selbira – setelah beberapa kerja keras.
Kita seharusnya diberangkatkan saat awal musim semi, tapi karena keinginan dari Earl-sama, keberangkatan dipercepat dan pasukan telah diberangkatkan. Kapten dan wakil kapten mungkin telah memutuskan untuk melakukan serangan mendadak ketika mereka dengar musim untuk pemberangkatan telah berubah karena salju akan turun telat tahun ini.
Pasukan labirin yang terpilih terdiri dari dua pasukan kesatria masing masing terdiri dari empat kesatria dan kesatria junior, tiga magician dengan satu tentara magic, dua pelindung, satu pengintai, dan satu teknisi. Selain itu, ada dua pejabat sipil, dan empat pelayan.

Total semuanya ada 30 anggota, delapan penunggang kuda, dan lima kereta, mungkin karena itu terkadang pencuri dapat ditemukan di lembah-lembah, dan ada serangan monster tingkat menengah, tapi mereka bukanlah lawan yang seimbang dengan kita yang sudah di latih di kota labirin bawah tanah seiryuu.

“Ngomong-ngomong, Zena-chi.”
“Ya?”

Aku menjawab dengan hati-hati, kapanpun Lilio tanya seperti ini, itu pasti selalu bukan hal yang bagus. Aku menerima bekal yang diberikan oleh Iona. Isinya adalah roti hitam yang di panggang hingga menjadi keras se-keras batu, dan sup kacang. Jika mengesampingkan rasanya, aku senang dengan sup yang hangat. Magician rodrill, yang diperintahkan membuat api unggun merasa tidak senang, tapi saat ini, aku iri dengan seseorang yang bisa menggunakan magic api.

“Jika terus seperti ini, apa kita akan dapat menyusulnya ?”

Aku berusaha menenangkan pikiranku, tapi aku tidak bisa menghentikan reaksi terkejut-ku. Apa yang harus aku lakukan ? jika aku menjawab dengan “menyusul siapa ?” dia akan lebih menusuk. Aku entah bagaimana tidak ingin menjawab dengan “kita masih sangat jauh”

“Menyusul siapa ?”

Ketika aku sedang tidak bisa menjawab pertanyaan, Ruu bertanya. Bahkan Iona-san jadi terdiam, mou, Ruu.
Lihat, Lilio menahan ketawanya sambil terenyum mengerikan.

“Tentu saja anak laki-laki itu.”

Lilio memanggil Satou-san dengan sebutan anak laki-laki. Dia terlihat lebih muda dibanding kita dari penampilannya, tapi Lilio yang memiliki muka bayi seharusnya tidak memanggilnya anak laki-laki. Itu terdengar seperti panggilan spesial, aku merasa tidak nyaman dengan itu. apa ini cemburu ?

“Anak laki-laki ?”
“Ini tentang pacar Zena-san”

Iona menjawab pertanyaan Ruu.

Tidak bukan, dia belum menjadi pacarku.

Cerita percintaan merupakan kesenangan Iona-san, jadi sepertinya dia tidak dapat menahannya.
Bagaimanapun, tolong hentikan candaan tentangku. Ini menyakitkan, membuatku sakit hati, dan membuatku merasa tidak yakin.

Perjalanan berlanjut dengan suasana yang damai seperti ini, tapi tiba-tiba saja berubah.

 ◇

“Kita akan menggunakan ranjau untuk musuh dari darat, dan melawan yang terbang. Ktia tidak akan menggunakan panah untuk ini. Zena, dan Norina, jatuhkan mereka dengan magic wind, lalu pasukan kesatria akan menyerbunya secara bersamaan. Aku meninggalkan komando pada wakil kapten Rilo. Bunuh walaupun hanya satu dengan seluruh kekuatanmu.
Zena, dan Norina, setelah menggunakan magic, segera isi kembali MP-mu di tempat. Dua pasukan konsentrasi dalam mempertahankan mereka berdua. Jangan terpikat dan terpecah walaupun karena suatu kesalahan.”

Kapten Derio memberitahu strategi lagi.
Sepertinya barisan depan pasukan monster akan bertabrakan dengan unit baron-sama. Kita dapat melihat awan kabut diantara semak dan pohon dari sini.

“Mulai chanting”

Perintah wakil kapten Rilo sejak keberangkatan kapten Derio. Suaranya sangat keras, tipe laki-laki.
Norina dan aku memulai chant magic. Aku merapalkan [Fallen Hammer], dan Norina merapalkan [Turbulance]. Turbulance menjatuhkan monster yang terbang ke tanah, itu adalah taktik untuk memenangkan pertarungan dengan wyvern.
Masalahnya adalah terlalu banyak musuh. Tidak seperti Turbulance, area Fallen Hammer lebih sempit. Itu hanya dapat menjatuhkan 10 monster. Aku mengatur sudut tongkatku agar magic yang di keluarkan tepat berada di tengah pasukan musuh.

“…■ Turbulance”
“…■■■   ■■■ Fallen Hammer”

Aku mengeluarkan magic, sedikit terlambat dari Norina. Bagus, ini seperti yang direncanakan. Kita sukses menjatuhkan sekitar 40 Tusk Dragonflies ke tanah. Tepat setelah, kapten dan pasukannya menyerbu Tusk Dragonflies dari berbagai sisi menggunakan formasi berbentuk wajik. Lalu pergi ketika Tusk Dragonflies kembali terbang, mereka lambat jika di bawah, mereka menjadi korban serangan tombak dan kuku kuda.

“Semua unit, Serbu !”

Dengan perintah wakil kapten Rilo, semua unit kecuali aku dan Norina menyerbu. Dengan tujuan untuk memulihkan MP kami, kita mulai bermediasi di tempat. Dengan teknik pernafasan spesial yang diajarkan di tentara, MP pulih lebih cepat. Di sisi lain, kita totalitas tanpa pertahanan ketika kita sedang bermediasi, jadi penjaga sangat diperlukan.
Crossbow Lilio dan Greatsword Iona mencegat beberapa Tusk Dragonflies dan Glutton Dragonflies yang telat. Karena aku sedang memulihkan diri di belakang Greatshield milik Ruu, aku tidak bisa melihat aktifitas mereka.

Sepertinya hanya kita yang bertarung dengan relatif lembut. Pertama, sayap kanan runtuh, dan jika ini berlanjut, bagian tengah juga akan runtuh.
Saat ini, kita telah sibuk memukul mundur musuh, jadi kita tidak dapat memahami situasi para sekutu. Karena itu, ketika para sekutu mulai mundur, kita tertinggal. Sedikit demi sedikit, kita terjebak dengan penjagaan bagian belakang.

Aku secara tidak sadar meletakan tanganku di bagian dada dari armor kulitku.
Syal yang dilipat ada disitu, jimat terpenting milikku.

 ◇

“Apa ada sesuatu ?”

Seharusnya masih ada waktu sampai istirahat, tapi kereta telah berhenti. Lilio yang telah pergi kedepan untuk memeriksa apa yang terjadi telah kembali, kita mendengarkan situasinya.

“Kita bertemu dengan pasukan dari earl Lesseu.”
“Karena kita berada di territorial earl Lesseu, ini tidak aneh jika kita bertemu mereka kan ?”
“Masalahnya, seseorang yang mengatakan dirinya earl adalah seorang anak laki-laki.”
“Bukan kah seharusnya seorang earl haruslah seorang yang dewasa?”
“Dan lebih buruknya lagi, mereka terlihat seperti sisa-sisa tentara yang telah kalah.”

Ketika kita berbicara dengan asiknya, kapten memanggil kita.
Kapten membertahu bahwa kota Lesseu telah hancur. Itu adalah serangan dari demon yang membawa monster bersamanya.

“Sepertinya demonnya memiliki level 40, kelas menengah. Katanya terdapat 200 monster terbang, dan 1200 monster tanah yang demon itu bawa.”
“Seberapa kuat mereka ?”
“Kebanyakan dari monster lebih kuat dari rata-rata tentara, tapi ada satu yang sangat kuat tercampur di dalamnya. Detail dari demon masih belum jelas, tapi sepertinya itu adalah demon berkepala kuda yang kuat dengan magic api. Sepertinya tentara permanen kota Lesseu telah dimusnahkan dengan serangan kejutan oleh demon seorang diri.”

Aku memiliki kepercayaan diri kita dapat melawan demon kelas rendah walaupun kita tidak bisa menang, tapi jika kelas menengah, aku tidak berpikir kita akan memiliki kesempatan untuk menang dengan pasukan kita yang sekarang. Tidak termasuk kapten Derio dan wakil kapten yang memiliki level 20-an, semuanya saat ini memiliki level 10-an. Tidak ada magician dengan spesialis magic pengeboman seperti yang ada di kota seryuu. Hanya ada tiga tentara magic, termasuk aku, disini. Kapasitas magic kami rendah, jadi kami tidak bisa melakukan sesuatu yang mencolok.

“Earl Lesseu yang baru meminta kita untuk ikut serta dalam penaklukan demon berdasarkan dalih [Blue Convenant]. Kita tidak bisa membiarkan ini. Yang bukan pejuang harus mengungsi dengan kereta di desa terdekat. Itu mungkin lebih aman dari pada di kota.”

[Blue Convenant] yang dibicarakan kapten adalah perjanjian yang sangat lama yang sudah turun temurun diantara para bangsawan sejak pendiri kerajaan Shiga. Perjanjiannya berisi tentang seluruh pasukan yang harus bersatu dalam menghadapi serangan demon. Ini jarang sekali dikeluarkan, jika aku tidak salah, terakhir kali terjadi pada teriotri Marquis Muno 20 tahun lalu, sebelum aku lahir.

Sama seperti ini, kita masuk kedalam pasukan dadakan di kota kedua dari teritori earl Lesseu. Seluruh pasukan terdiri dari 800 tentara biasa, dan 2000 militia. Walaupun begitu ini dua kali lebih banyak dari jumlah monster, militia hanyalah sasaran empuk, tentunya ini akan menjadi pertarungan yang sulit.

Ini akan berakhir jika demon menyerang secara langsung, tapi jika kita menggunakan dinding kota dan membuatnya menjadi perang pengepungan, maka masih ada kesempatan untuk menang. Untungnya, ada magic tool untuk komunikasi darurat di kota ini, jadi informasi seharusnya sudah sampai di kota tetangga.

Kita hanya harus menunggu bala bantuan sekarang.

Semuanya berpikiran demikian.
Esok harinya, earl Lesseu yang muda memutuskan untuk ikut bertarung dengan monster. Kapten telah berusaha untuk mengubah pemikirannya, tapi tidak berhasil.

Satou-san. Aku mungkin tidak bisa menepati janji ku untuk mengirim surat.

 ◇

“Zena-chi, apa kau masih hidup ?”
“Ya, Ruu sudah melindungiku.”
“Hey, Lilio. Apa kau hanya khawatir dengan Zena.”
“Ruu menggunakan armor paling kuat disini. Dan juga, tidak mungkin bagi Iona untuk mati.”

Ingatanku tidak jelas. Kita seharusnya sedang bertarung dengan monster dari belakang.

“Aku senang jika kau mempercayaiku. Petir yang tadi pasti adalah magic kelas menengah yang ditembakan oleh demon. Kita pasti sudah mati jika tidak ada magic pertahanan Zena-chi.”

Semuanya gelap gulita tertutup debu.
Entah bagaimana kita dapat lolos dari kematian, tapi suara langkah kaki monster mendekat. Jika kita bergerak, demon yang berada di langit pasti akan menembaki kita tanpa ampun dengan magic.

Saat itu.

Langit terbelah, dan itu muncul.

Riak yang terlihat seperti saat ikan muncul ke permukaan air, keudian itu muncul di awan. Kapal perak yang cantik. Itu kapal kan ?

“Aku yang hebat telah tiba!”

Pendekar pedang yang menggunakan armor biru berdiri di ujung kapal tanpa penjagaan. Bahkan Lilio yang banyak bicara tidak bisa mengikuti perkembangan ini, dia tidak bisa menutup mulutnya.

Itu adalah pertemuan dengan hero dari Saga Empire, sir Hayato.

Orang itu memegang kekuatan yang luar biasa yang memusnahkan demon kelas menengah dengan satu ayunan dari pedang sucinya, Arondight. Bahkan banyak monster yang dihancurkan oleh kapalnya – penjelajah dimensi Jules Verne—tebakar oleh beam kapal.

Kita selamat.
Jika keajaiban ini tidak terjadi, kita akan mati di area pertempuran seperti yang lainnya.

Aku ingin menjadi kuat.

Setidaknya, di level yang sama dengan demon. Juga demi teman kita yang gugur, kita akan menjadi kuat.

Selanjutnya, kita akan berdiri disamping orang yang akan membuat keajaiban.




TL: LoliLover
EDITOR: Isekai-Chan

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 7 Intermission 1: Kemurungan Zajir

Chapter 7 Intermission 1: Kemurungan Zajir


“Kau bodoh, letakan kembali jika kau ingin menggunakan Phase Hammer!”

Pukulan master mengaum lagi hari ini.
Sudah 30 tahun aku berada dalam asuhan master, tapi aku masih belum bisa menggunakan Phase Hammer yang dapat membuat dia puas. Bahkan diantara orang kepercayaan master, hanya ada dua yang dapat menggunakan Great Hammer yaitu aku dan Garir. Setelah itu, aku hanya harus dapat menggunakannya dengan benar. Aku akan menunjukan bahwa aku akan melakukannya dalam 10, tidak, dalam 5 tahun. Lalu, suatu hari aku akan membangun keluarga (shotai) dengan jojori.

“Zajir-san, ada apa dengan identitas asli  (shoutai)?”
“Jojori kah, tidak ada, hanya hal sepele.”
“Begitu ? kita ada tamu untuk kakek, apa dia sedang berada di aula ?”
“Ya, sekarang suasana hatinya sedang buruk, jadi berhati-hatilah”
“Aku mengerti, terimakasih”

Dia hari ini terlihat cantik.
Dia menjawab dengan baik meskipun aku berlaku kasar. Benar-benar perempuan yang baik.

◇

Tamu yang disebutkan Jojori adalah Kozou(anak kecil) dari ras manusia. Aku tidak begitu tahu mengenai usia manusia, tapi kemungkinan dia sudah memasuki usia dewasa.
Bagaimanapun, master mengatakan kepada anak itu untuk mencoba dan membuat pedang. Dan lagi, tidak menggunakan iron, tapi menggunakan mithril ? Sungguh sia-sia.
<TLN : mithril itu nama logam>

Ada Mithril yang tidak terpakai bekas kegagalan sibodoh Rodar, mungkin aku bawakan saja yang itu. Amatir mungkin tidak akan mengetahui perbedaannya.

“Gunakan ini”
“Baik, terimakasih banyak. Ini adalah pertama kalinya aku menggunakan mitrhil dalam menempa, aku sedikit gugup.”

Sepertinya dia memiliki pengalaman dalam menempa pedang dari iron, dia tidak begitu amatir, tapi semua yang disini adalah prajurit yang terlatih, bahkan di kursi yang paling rendah, Rodar, dia telah membuat pedang selama 50 tahun. Ini akan memalukan jika membandingkannya dengan mereka. Master telah melakukan hal yang tidak baik.

Gerakan anak itu yang lembut dalam meletakan api kedalam tungku pembakaran sedikit menarik perhatianku. Apa benar anak ini amatir ?

Keraguan itu berubah menjadi keyakinan ketika aku melihatnya memegang palu.

Itu adalah sikap yang kokoh.

Dia terlihat seperti master.

Kesan itu tidaklah salah.
Anak itu terlihat bingung setelah dia memukul dengan palunya. Apa dia menyadari bahwa itu sedikit berbeda ? dia dapat mengetahui mithril yang gagal walaupun ini adalah pertama kalinya. Tinju master jatuh kepadaku karena masalah mitrhil, tapi itu tidak masalah. Jika aku memberinya mithril yang terbaik, pedang seperti apa yang nanti akan dia buat ? sudah lama sekali sejak terakhir kali jatungku bersemangat.

Aku berlari ke tungku perbaikan mitrhil sebelum master dan yang lainnya.
Aku telah mempercayakannya kepada Rodar. Kali ini, aku sendiri yang akan menyiapkan mithril terbaik.

“Kalian semua ! Ayo bersemangat !”

Aku menggerakan mereka dengan kata yang kasar tapi orang yang berjaga di tungku perbaikan masih tergeletak di lantai.

“Zajir-san, hari ini, para gnome tidak ada disini. Karena itu tidak ada MP yang cukup.”

“Semangat! Jika kau menggunakan semangatmu, semuanya dapat terselesaikan”
“Tolong jangan katakan hal yang aneh. Kalau begitu, Zajir-san tolong tuangkan MP-mu dengan semangat!”

Ganza juga sedang pergi untuk rapat dengan para gnome kah. Itulah alasan mengapa mithril yang dihasilkan hari ini begitu buruk. Ini bukan karena kecerobohan Rodar dalam pengawasan. Aku akan mentraktirnya minuman keras nanti.
Aku mencoba untuk menuangkan MP-ku, tapi ini bukan lah hal yang dapat dilakukan oleh orang yang tidak memiliki pengalaman. Aku hanya bisa menuangkan sebanyak 0,5%. Sepertinya aku buruk dalam meletakan magic kedalam magic tool.

“Hanya perlu memasukan MP kedalamnya kan.”

Sepertinya anak ini di minta master untuk memasukkan MP. Melihat dari tongkat pendek yang berada di pinggangnya, sepertinya dia bisa menggunakan magic, tapi tungku ini biasanya dipenuhi dengan MP dari 10 gnome. Ini bukanlah hal yang dapat dilakukan oleh 1 orang, aku baru saja mengalaminya.

Belum lagi, dia menyelesaikannya sendirian.
Kepala regu perbaikan terkejut hingga dagunya terlihat miring, tapi aku tidak bisa bilang jika aku tidak tahu perasaannya.

Master memeriksa mithril yang telah selesai dengan alat pemeriksa. Aku tahu hanya dengan melihat. Itu adalah kelas atas. Sebagai tambahan, itu sangat baik. Ini adalah pertamakalinya aku melihat master menggunakan alat pemeriksa.

◇

Dengan perintah master, aku membawa Great Hammer yang dibuat dari campuran mtihril dari gudang. Ini jauh lebih berat dari pada Phase Hammer yang biasanya. Tidak dipercaya, master meminta anak itu untuk mengayunkan palu ini.
Meminta seseorang selain dwarf untuk mengayunkan Great Hammer ?
Garir dan aku menyatakan pendapat kami kepada master, tapi yang kami dapat hanyalah pukulan. Aku tidak dapat melawan pilihan master.

Anak itu yang diminta master untuk mengayunkan Great Hammer menjadi tercengang ketika di berada di depan Great Hammer.

Tidak heran. Itu bukanlah sesuatu yang dapat diangkat oleh anak manusia. ketika aku memperlihatkan kepadanya bagaimana aku mengangkatnya dengan tangan satu, dia terlihat sangat terkejut. Anak itu mengagumi ku, membuat ku tertawa. Kita sedang didepan Jojori. Katakan lagi.

“Oops… berat. Ini sangat berat. Aku tidak bisa menstabilkan tubuhku yang bergoyang.”

Ketika aku lihat kembali, anak itu sedang mengangkat dan berlatih mengayunkan Great Hammer.

Bodoh, berat itu bukanlah sesuatu yang dapat dihadapi ras manusia—itu lah yang seharusnya terjadi……
Dia bergoyang, tapi dia tetap dapat mengangkatnya. Garir dan aku dapat mengangkatnya setelah kami mendapatkan skill kekuatan yang sangat kuat (Herculean Strength), tapi walaupun untuk ras dwarf yang berada di ruangan ini, hanya setengahnya yang dapat melakukannya. Siapa sebenarnya dia.

“Zajir, pergi panggil Ganza”

Master berteriak sambil menggenggam pot obat rahasia di satu tangan. Ketika aku membertahu master jika Ganza sedang berada di rumah dan tidak ada disini, sambil marah master berteriak dengan suara marah yang memenuhi ruangan ini.
Aku hampir diminta untuk pergi ke kota tempat para gnome, tapi tidak jadi karena anak itu dapat melakukan compounding. Anak yang serba bisa.

Lalu, Ganza menanyakan namanya yang dapat melakukan compounding, tapi karena aku selalu memanggilnya anak itu(Kozou), aku bilang, “tidak tahu” kepada Ganza, dan dia menjadi sangat kecewa. Dia pasti merasa tidak senang karena alat compoundingnya di gunakan oleh orang lain. Dia terdiam saat aku berkata akan memberi tahu master jika dia memiliki complain.

◇

Aku membakar mataku melihat master dan anak itu yang sedang menempa. Mereka dapat dikatakan keberadaan kembar, mereka menyelaraskan nafas mereka. Tidak dapat dipercaya, anak itu mengayunkan Great Hammer semalam penuh tanpa menggumam. Aku tidak bisa membiarkan ras manusia menyentuh Great Hammer, tapi aku biarkan jika orang itu adalah anak ini. Rekan kerja ku juga memiliki pendapat yang sama.

Pedang Elf.

Pedang yang diayunkan anak itu sangat indah.
Aku akan membuat pedang yang melebihi itu suatu saat nanti. Itu tidak bisa aku capai untuk aku yang sekarang, tapi aku akan membuktikan aku akan dapat mencapainya setelah puluhan tahun.

Pasti.

◇

Kemudian, minuman keras yang diberikan anak itu kepada master telah datang.
Dia mengirimnya menggunakan tong, dia tahu benar tentang dwarf. dia memang peminum kelas berat yang mengalahkan aku dan master dalam pertandingan kemarin. Aku ingin minum bersamanya kembali suatu saat nanti.

“Yo Zajir, apa Dohar-shi ada ?”

Aku mendengar suara pria yang lembut dan sopan. Itu adalah Glahar eksentrik yang membuka toko magic di kota atas tanah.

“Senang, tidak ada alasan untukmu untuk tidak menggunakan panggilan hormat kepadaku. Panggil aku Zajir-sama”
“Wah wah, Zajir-san. Jangan berkata seperti itu kepada teman masa kecilmu walaupun hanya candaan”

Jojori yang cantik memperlihatkan wajahnya dari belakang Glahar. Teman masa kecil adalah cerita dari 30 tahun yang lalu. Itu adalah hal dari beberapa puluh tahun yang lalu.

“Jojori, itu seperti anak kecil yang hanya ingin dimuliakan.”
“Baik, aku terima tantangan itu!”

Aku menggulung lengan bajuku dan bersiap untuk memukul Glahar, tapi Jojori menghentikanku menggunakan tubuhnya. Kenapa, apa kau ada di pihak Glahar. Dia memanggilku dengan “-san” tapi tidak denganku.

“Glahar, kau jangan berbicara dengan kata-kata yang memancing amarah. Tolong lebih akur.”
“Aku tahu itu, Jojori.”

Meskipun dia dimarahi oleh Jojori, ketika aku melihat mukanya merah seperti gurita, aku jadi ingin memukulnya lagi.

“Tunggu Zajir-san, tolong jangan gunakan kekerasan.”

Sialan, tanpa disengaja aku memukulnya.
Pertengkaranku dengan Glahar berlanjut hingga master selesai makan.

“Kegaduhan apa ini. Jika kau ingin membuat keributan lakukan diluar”
“Ara, Kakek.”
“M- maafkan aku master.”

Fufun, Glahar, dia telah terkena pukulan sangat banyak hingga tidak dapat berbicara. Rasakan itu.

“Kita hanya bermain-main”

Aku sedikit sulit untuk berbicara hari ini. Mungkin nanti akan turun hujan.

◇

Terimakasih kepada jojori-san yang memanggil Don Haan bersaudara untuk merawat kami, kami berdua dapat berbicara sekarang.
Glahar yang jarang datang ke bawah tanah telah datang untuk mengajak kami – yang terkejut termasuk aku – untuk minum minuman keras bersama. Dia harusnya berkata seperti ini dari awal. Orang yang membawa minuman keras bukanlah orang jahat.

“Minuman keras Light Green ini sangan enak.”
“Minuman keras Crimson ini juga manis dan mudah untuk diminum.”

Kita tidak bisa hanya menggunakan pemberian dari Glahar, jadi kita mengambil tong yang diberikan oleh anak itu(kozou) kepada master.
Seperti yang aku duga, sepertinya minuman keras yang dibawa Glahar juga berasal dari anak itu(kozou).

Kenapa ?

“Beberapa tong berisi minuman keras datang bersamaan surat terimakasih. Di dalam surat, bersamaan dengan terimakasih, dia berkata dia terbebas dari kematian karena barang yang dia beli dariku. Aku membuka toko selama 20 tahun dan ini adalah pertama kalinya aku mendapat rasa terimakasih sebesar ini.”

Aku mendengar bahwa Glahar terpaksa membeli barang tidak berguna ketika dia pergi ke kota ras manusia, tapi sepertinya dia melakukan kerja yang bagus.

“Glahar, jangan lupakan perasaan ini. Jika kau lakukan itu, kau akan menjadi pedagang magic dwarf yang terbaik.”
“Itu benar Glahar, Gnome yang terbaik adalah Han dan aku.”
“Itu benar, Glahar. Mengincar untuk menjadi yang terbaik diantara para dwarf. setahuku kau selalu menjadi yang kedua terbaik di kota.”

Meskipun begitu master secara spesial memberikan kata mutiara kepada Glahar. Don Han bersaudara melanjutkannya. Sepertinya master mempercayainya, tapi aku tidak akan menyerahkan Jojori. Sambil bersaing untuk mendapatkan pandangan Jojori dari sebrang, kita menelan minuman keras.

Minuman keras yang enak dengan wanita yang baik, dan rival(teman) yang baik, itu hal bagus.
Lain kali, aku ingin melakukan perjamuan bersama dengan anak itu(kozou)




TL: LoliLover
EDITOR: Isekai-Chan