Jumat, 31 Juli 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 143. Permasalahan Monster

Chapter 143. Permasalahan Monster


Ketika aku ingin naik ke dalam kereta untuk kembali ke desa, Shadow muncul dihadapanku.

"Sudah lama tidak bertemu degojaru."
"Meskipun kau berkata seperti itu, sebenarnya kau selalu mengawasiku, kan?"
"Iya, kau bisa menganggapnya begitu, degojaruga."

Seperti dugaanku, dia pasti melakukan itu.

"Perihal mengenai percobaanmu untuk menangkap Hero Tombak, akan segera aku laporkan hasilnya kepada Ratu degojaru."
"Benar juga. Sejujurnya, aku belum mengetahui cara untuk menangkapnya karena dia bisa menggunakan skill teleportasi. Apa kita bisa mengenakan kalung yang digunakan oleh Sampah kepadanya?"

Jika kalung tersebut bisa membuatnya tidak bisa berbicara, mungkin juga kita dapat membuatnya tidak bisa menggunakan skill tersebut.

"Memang benar, kalung tersebut dapat mencegah seseorang berbicara degojaru, tapi efeknya tidak bertahan lama degojaruyo."

Oh, jadi ada kelemahannya. Kecuali, kita menggunakan segel seperti kontrak budak, karena ada kemungkinan dia akan menghancurkannya.
Kurasa Sampah tidak menghancurkan kalungnya, karna dia tidak ingin membuat Ratu marah...

"Kalau begitu, aku permisi dulu degojaru."

Shadow menghilang. Sepertinya permasalahan ini cukup darurat dan harus segera diselesaikan.
Dalam game yang pernah kumainkan, ada beberapa tempat dan skill yang dapat menahan pengiriman pesan dan teleportasi, apakah hal tersebut ada di dunia ini?
Aku tidak begitu yakin dengan mantra sihir, menangkapnya akan sangat merepotkan.
Tapi, karena aku belum pernah melihat dia menggunakannya pada saat pertarungan, pasti itu skill yang memerlukan waktu banyak untuk penggunaannya.

Sepertinya kita harus menunda rencana penangkapan ini sampai Ratu mendapatkan rencana yang efektif dalam penangkapannya.
Akan lebih merepotkan lagi kalau dia pergi ke negara lain dan mengasingkan diri disana.


Saat sampai didesa, aku melihat para budak baru sudah mulai beradaptasi dengan kehidupan disini. Mereka semua mulai terlihat lebih bahagia saat bekerja.

"Ah, kau sudah kembali."

Ksatria Wanita datang menyambut kedatangan kami.
Aku berbicara dengannya setelah memberikan tugas kepada para budak melalui Raphtalia dan Filo.

"Kudengar rencanamu gagal."
"Beritanya cepat sekali tersebar.... Ya, dia kabur menggunakan Skill Teleportasi."
"Para Hero memiliki beberapa skill yang sangat berguna. Apakah Iwatani-dono memilikinya juga?"
"Jika aku mempunyai perisai yang cocok dengan persyaratannya, mungkin aku dapat menggunakannya... Tapi aku belum mengetahui cara mencegah skill tersebut...."

Pekerjaan ini akan sangat sulit. Aku tidak tahu apapun tentang skill itu.
Jika aku sedang dikejar, tentu aku akan menggunakan skill tersebut tanpa berpikir dua kali.

“Saat ini, kita hanya bisa membiarkannya saja....”

Aku merasa kesal karena tidak bisa melanjutkan penyelidikan itu, tapi sekarang aku sedang kesulitan dalam persiapan melawan gelombang.

"Apa yang dilakukan Rishia?"

Jika dia menyebarkan agama Itsuki, aku harus memecatnya.

"Dia sedang melatih para budak dengan penuh semangat."
"Begitu..."
"Ngomong-ngomong, apakah Iwatani-dono akan memperbaiki kota yang merupakan tempat tinggal dari penguasa tempat ini?”
"Ah, kota itu."
<EDN: Penguasa ini bisa dimaksudkan ke rumah para bangsawan>

Setelah gelombang pertama terjadi, semua kota di sekitarnya menjadi kota mati. Kota yang dibicarakan oleh Ksatria Wanita adalah kota di sebelah desa ini.
Kerusakannya lebih parah daripada desa Raphtalia. Bangunan dan tembok kota yang kokoh, semuanya telah hancur. Dan rumah milik penguasa tersebut telah terbakar habis. Kerusakan kota tersebut sangat parah.

"Ratu bertanya kepadaku, apakah kau akan merekonstruksi kota tersebut atau tidak."
"Aku masih membutuhkan tempat untuk para budak dan orang-orang tinggal. Jika kau memiliki waktu, kau dapat merekonstruksi wilayah tersebut."
"Aku sudah menduga kau akan mengatakan itu, jadi aku sudah menyebarkan pengumuman. Jika ada orang yang ingin berimigrasi kesini."
"Imigrasi kesini?"
"Karena keberhasilan Iwatani-dono, ada beberapa orang yang ingin tinggal bersamamu."
"Hmm... mereka orang yang cukup cepat percaya padaku."
"Aku sudah merangkum datanya disini."

Ksatria Wanita memberikanku data yang berisi nama dari orang-orang yang ingin berimigrasi ke daerahku.
....Cukup banyak orang yang berasal dari Desa Ryuuto. Dan ada juga orang yang berasal dari desa yang dihancurkan Reiki.

"Ya, bukankah ini bagus?"
"Kurasa kau harus pergi dan berbicara dengan mereka secara langsung."
"Hmm..."

Aku iseng mengelus leher Filolial yang beristirahat di dekatku.

"Kueee..."

Bukankah Filolial seharusnya berbunyi [Guaa].
Cara mengurus Filo itu seperti apa. Apa karena menjadi anak buah Ratu Filolial, dia menjadi begini?
Atau memang ini adalah kepribadiannya yang memang berbeda?
Setelah mengelus Filolial. Aku menyadari Filo menatapku dengan cemburu.

"Kenapa Goushujin-sama mengelus-elus dia?"
“Hmm? Aku tidak memiliki motif apapun."
"Kalau begitu elus Firo juga."

Filo mendatangiku sambil mengancam.
Akan merepotkan berurusan dengannya...
Huh, aku mulai mengeluskan tanganku dibawah paruh Filo. Bulunya lebih tebal dari Filolial biasa.

"Oh, iya."
"Hm?"
"Kenapa Filolial ini berbunyi [Kuee], bukannya [Guaa]?"
"Dia adalah pengikut Filo, jadi aku sedikit bermain-main dengannya."

Bermain-main.... Apakah dia juga bisa memodifikasi objek sepertiku?

"....Secara spesifik, apa yang kau lakukan?"
"Firo memberinya makan sampai perutnya penuh."

Kalau itu, aku sangat tidak peduli.

"Firo juga.... mengajarinya berenang... Dia sedikit lebih kuat dari pada Filolial lain, dan dapat menarik kereta dengan baik. Tapi dia cepat lapar."

Jadi, ini spesies baru dari Filolial?

"Jika Goushujin-sama mau, aku dapat lebih mempermainkannya."
"...Aku akan pikirkan dulu."

Jadi penggunaan tenaganya lebih boros dari Filolial lain... itu akan menjadi masalah. Aku penasaran, apa Filo bisa membuat modifikasi lain seperti yang aku lakukan dengan Bio Plant.

"KUEEEeEE." 
<TLN : suara Filolial dengan huruf kecil adalah Filolial yang berbeda yang ini.>

Filolial yang lain mulai menggosokkan kepalanya kepadaku. Filo mengikutinya.
Namanya siapa ya.
Kurasa aku pernah mendengar namanya dari para budak...

"Dan agar tidak bingung membedakannya dengan Filolial lain, Firo membuatnya bersuara [KUE]. Jadi Goushujin-sama bisa mengetahuinya meskipun dia tidak berbicara."

Apakah itu seperti sebuah sinyal yang hanya dapat didengar oleh telinga manusia?
Kurasa di duniaku juga ada hewan seperti itu.
Meskipun aku tidak tahu jenis hewan tersebut.

"Lalu kenapa bunyinya tidak [Gua]?"
"Itu suara untuk pengikut Fitoria."

Ohh, Begitu...

"Aku penasaran, jika terjadi sesuatu kepadamu. Apa dia akan berubah menjadi Raja atau Ratu?"
"Firo akan baik-baik saja!"

Filo mulai cemberut.
Apa dia tidak menduganya? Ya, seharusnya dia sudah memikirkan kematiannya sendiri. 

"Bukan begitu, kita membicarakannya sekarang untuk berjaga-jaga saja."
"Boo...."

Filo mengembungkan pipinya.

"Um, jika Goushujin-sama memintanya... maka mungkin dia akan melakukannya."
"Begitu..."

Jadi pengikut Filo akan mengambil alih kekuasaannya jika terjadi sesuatu padanya.
Sebenarnya bukan itu yang ingin kucari tahu.
Aku ingin mengetahui apakah dia akan berubah menjadi seperti Ratu Filolial.

"KUE!?KUEEEEE!?"

Bulu-bulu Filolial mendadak mulai berdiri.

"Goushujin-sama. Apa yang kau pikirkan!?"

Sepertinya refleksnya lumayan cepat. Kurasa aku harus berhenti sampai sini. 
Bulu-bulunya mulai turun dengan sangat cepat.

"Boo..."

Filo menginjak-injak tanah.

"Goushujin-sama, kenapa akhir-akhir ini menjadi sangat kejam kepada Firo?"
"Tidak, aku tidak kejam kepadamu. Menurutku suara [Kue] lebih baik dari pada kau yang terus menerus berbicara. Jika kau mulai bersuara [Kue] dan berhenti membicarakan banyak hal. Mungkin aku akan lebih memanjakanmu."
"Tidak!"

Aku tidak mengerti, kenapa dia sangat ingin berbicara.
Jadi, hanya pengikut Filo yang bersuara [Kue].

"Hei... Apa barusan aku mendengar informasi yang sangat penting?"

Ksatria Wanita mulai berbicara dengan wajah polos.

"Benarkah?"
"Kau tahu, Filolial adalah hewan yang masih misterius."
"Mereka adalah Burung Suci, kan?"
"Beberapa orang memanggilnya seperti itu... Tetapi, aku masih belum yakin apa itu benar."

Aku harus mulai memikirkan hal tersebut, Ksatria Wanita mulai berbicara sendiri.
Aku mulai terbiasa Filo menjadi seperti ini. Tapi, Filolial biasa sering dianggap seperti kuda.

"Baiklah. Kembali ke topik pembahasan. Apakah kau bersedia merekonstruksi kota sebelah?"
"Ya, aku percaya itu akan menjadi aset yang sangat penting. Aku adalah Count disini, jadi sebaiknya baik kau mengawasi semua kegiatan rekonstruksi disana."
"Sepertinya akan merepotkan, tapi kurasa aku harus melakukannya."

Aku juga harus mengawasi rekonstruksi disini.
...Oh, Iya. Aku ingat ada sesuatu yang menggangguku.

"Hei, Filo."
"Ada apa~?"
"Caterpiland tidak melakukan apapun, kan. Mereka tidak mempunyai struktur kepemimpinan seperti Filolial?"
"Aku tidak tahu?"

Caterpiland juga mulai tumbuh dengan sangat aneh...
Walaupun levelnya 25, mereka lebih besar dari Caterpiland biasanya.
Mereka hanyalah ulat yang besar saja, para budak menggunakan tiga Caterpiland untuk menjaga tanaman Bio Plant yang tumbuhnya melewati batas.
....Tunggu dulu.

Satu. Dua. Tiga!?

Jumlahnya bertambah satu!

"Ayo mengakulah! Siapa yang menambahkan Caterpiland tanpa seizinku!?"

Para budak mulai panik, dan mencoba untuk menyembunyikan Caterpiland tersebut dibelakang mereka. Caterpiland yang mereka coba sembunyikan adalah yang terbesar.

"Sudah terlambat untuk menyembunyikannya!"

Kapan monster itu muncul?

"Sial, dia mengetahuinya!"
"Kenapa kau pikir aku tidak akan mengetahuinya!"

Aku bisa melihat Statistiknya terdaftar sebagai budakku. Berarti monster tersebut ada dibawah kendaliku.
Seorang gadis dari kelompok budak mencoba untuk menyembunyikan monster, tapi aku masih dapat melihatnya dengan jelas. Di belakangnya adalah ladang Bio Plant.
Kurasa aku pernah melihat adegan seperti ini sebelumnya.

"Tidak ada! Disini tidak ada apa-apa!"
"Ukuran nya sangat besar! Kenapa kau masih mencoba menyembunyikannya!?”

Aku bisa melihatnya dengan jelas. Dari lembah mana gadis ini berasal?
Caterpiland di belakangnya lebih besar dari Caterpiland lain yang pernah kulihat.

"Sekarang, jelaskan!"

Para budak menundukkan pandangan mereka.

"Sekarang jelaskan kepadaku, apa yang terjadi disini."
"Begini, sebenarnya kita tidak bermaksud membuat Bubba Perisai marah..."

Kiel maju kedepan si Gadis itu.
Kau terlibat juga.

"Bagaimana caramu mendaftarkannya menjadi budakku?"
"Kami mencampurkannya adukkan pendaftarannya ketika budak baru datang."
"Kalian itu..."
“Kami memintanya kepada orang yang menjual budak.”
“Pedagang Budak!”

Kapan dia memiliki kesempatan untuk mendaftarkannya! Aku tidak pernah sadar kalau dia melakukan pendaftaran budak kepadaku.
Apakah saat dia sedang makan, lalu diam-diam mendaftarkannya kepadaku?

"Kenapa Pedagang Budak melakukannya..."
"Ini adalah telur pertama yang kita temukan bersama-sama!"
"Apa?"

Sepertinya beginilah kejadiannya.
Saat semuanya pergi untuk menaikkan level, mereka melewati sarang monster. Kemudian mereka membawa pulang telur tersebut sebagai sebuah kenang-kenangan.
Saat mereka membawa pulang, tidak ada yang tahu bagaimana cara membesarkan monster tersebut.

"Raphtalia, apa kau tahu ini?"
"Aku tidak tahu."
"Jika kami memberitahu Raphtalia-chan, pasti dia akan memberitahukannya kepadamu, Bubba."
“Jadi kau ya...”

Memiliki telur monster liar adalah hal yang sangat berbahaya, jadi mereka semua mulai khawatir dan bingung. Kebetulan Pedagang Budak datang.
Jadi mereka semua mengumpulkan semua uang yang mereka punya, dari hasil penjualan, untuk meminta Pedagang Budak mendaftarkannya.
Kemudian Pedagang Budak mengalihkan perhatianku, sementara asistennya diam-diam mendaftarkan telur tersebut. Semua budak bekerja sama untuk membesarkannya, dan....
inilah yang terjadi.
Jadi begitu. Aku telah mengawasi level Caterpiland agar mereka tidak menjadi terlalu besar dan mudah diatur. Itulah kenapa monster ini, memiliki ukuran yang sangat besar.
Ini 1/5 lebih besar dari biasanya. Dan levelnya juga cukup tinggi.

"Aku mohon, jangan bunuh dia!"
"Hei, kau si peniru Tani. Berisik tahu."
"Bubba, Apa maksudmu dengan Tani?"

Astaga, dasar budak-budak ini telah melakukan banyak hal tanpa persetujuanku.
Namun, aku tidak mengalami kerugian apapun, tapi akan menjadi masalah jika mereka menjadi terbiasa dengan hal-hal seperti ini. Si budak ini mencoba menyembunyikan Caterpiland dengan lagak menirukan kalimat yang dikatakan oleh putri Tani.

"Jika kalian bertindak seenaknya sendiri, maka akan menjadi masalah untukku! Jika kau ingin membesarkannya, seharusnya kau memberitahukannya kepadaku."

Aku juga sudah meminta Pedagang Budak untuk membeli beberapa monster. Jika seperti ini, maka akan dapat menghemat pengeluaranku.

"Jika ingin mengurusnya, urus dengan baik. Jika aku melihat kau menelantarkannya. Akan langsung aku jual."
"Y-Ya!"

Masalah mulai muncul satu per satu.

"Apa kubilang! Bubba Perisai akan membiarkan kita merawatnya."
"Tapi Kiel-chan bilang kalau Kak Perisai akan menjualnya. Kau bilang dia mata duitan, dan akan langsung menjual saat melihatnya. Itulah kenapa kita mencoba menyembunyikannya..."
"Jangan panggil aku dengan Kiel–chan!"
"....."

Budak-budak ini...
Tunggu, aku menyadari sesuatu. Mereka mengatakan 'Telur pertama”....

"Telurnya bukan cuma satu, kan?"
"Umm... Iya..."
"Iya! katamu?"

Para budak memiringkan kepala mereka.
Sial, kepalaku mulai sakit melihat kelakuan mereka....
Aku tidak menyadarinya kalau anak-anak ini cukup mahir dalam menemukan sarang monster. Aku masuk kedalam rumah dimana para budak tinggal. Dan saat aku melihat dibawah lantai, ada banyak sekali telur monster disana.

"Saat kami mempunyai lebih banyak uang, kami berencana untuk membawanya ke Pedagang Budak..."
"Ini ada banyak sekali... jika mereka menetas tanpa didaftarkan, apa yang akan kalian lakukan!?"

Tentu saja itu akan menjadi sebuah bencana.
Tidak juga, melawan monster yang baru menetas tidak akan menjadi masalah yang sulit...

"Iya, tapi..."
"Huh... Ya sudah, sekarang ayo kita cari tahu ini terlur monster apa."

Tunggu sebentar, ada beberapa telur monster liar juga disana? Yah mungkin wajar karena ini ditemukan di alam liar.
Kurasa aku bisa membuat makanan berbahan dasar telur sekarang. Tapi, jika aku mengatakannya, mereka pasti marah kepadaku.

"Apa semuanya telur Caterpiland?"
"Kemungkinan tidak, kami mendapatkannya dari tempat-tempat yang berbeda."
"Baiklah."

Mereka mulai banyak membuat masalah. Kuharap monster-monster ini tidak membutuhkan banyak uang untuk dirawat. Kurasa aku dapat membatalkan pesanan telur monster kepada Pedagang Budak.


Note:
Referensi dari putri Tani itu berasal dari Anime Nausicaa of the Valley of the Wind.
Sebagai pembeda WN dan LN, kami memutuskan untuk menggunakan panggilan Jepangnya, yaitu Taniko, untuk budak ini. Nama aslinya nanti disebut di cahpter yang akan datang. Kalau artinya mungkin kalian sudah pada tahu, bagi belum tahu artinya Gadis Lembah.
Sedikit tambahan, kalau di LN karakternya yang muncul sudah banyak.




TL: Chopin
EDITOR: Bajatsu
PROOFREADER: Isekai-Chan

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 59 – Kerjasama

Chapter 59 – Kerjasama


—-Arakawa Kouki POV —-

[Aku ingin bertindak sebagai umpan untuk memancing keluar dan menghancurkan New World. Bagaimanapun juga, untuk melakukan ini aku perlu kerjasama penuh darimu kapten.](Kouki)

Mendengar kata-kataku itu, Kapten melihatku dengan sebuah ekspresi yang mencerminkan bahwa dia mendengar sesuatu yang konyol, akan tetapi, aku tidak berhenti hanya disitu.

[Pertama-tama, kita perlu mendapatkan persenjataan, amunisi dan kebutuhan supply yang lain sampai tingkatan tertentu dalam rangka untuk memerangi mereka. Aku ingin meminta pada Kapten untuk entah bagaimana caranya mengurus hal ini... Serp adalah unit rahasia, kan? Itu berarti persediaan senjata milik kalian tidak datang melalui jalur komersil. Apa kau tahu beberapa penjual senjata di pasar gelap?](Kouki)

[... Ma~a memang ada sih. Selama kau bisa membayarnya, mereka pasti akan menyediakan barang-barang yang kau inginkan tapi mustahil untuk mendapatkan powersuit tipe militer karena regulasi dari perjanjian internasional.](Yurya)

Sudah kuduga. Dalam film dan novel di duniaku sebelumnya, penjual senjata sering kali punya koneksi dengan agensi pemerintahan. Sepertinya hal-hal seperti itu tidak sepenuhnya fiksi belaka. Sekarang masalah persenjataan sudah tidak ada lagi, selanjutnya adalah──

[Yang kedua, kita perlu memutuskan dimana kita bisa dengan efektif menggunakan senjata-senjata itu untuk melawan mereka. Kita akan memprovokasi New World. Kemungkinan besar, Dr. Sandra akan mengabaikannya akan tetapi semua orang selain dirinya akan memiliki tanggapan lain. Kebanyakan dari pendukung finansialnya mungkin juga bukan orang-orang yang memiliki keyakinan yang sama. Mereka pasti mengharapkan hasil tertentu, kelemahan itulah yang akan kita gunakan.](Kouki)

Mungkin saja tidak, pastinya mereka akan datang kemari untuk membunuhku dalam keadaan marah-marah. Para fanatik yang ada disekitar Doktor menganggapnya sebagai dewa dan para pendukung finansialnya akan mendesaknya untuk mendapatkan hasil setelah kegagalan yang dialaminya secara berturut-turut. Organisasi resmi seperti Noah memiliki kemampuan untuk mengatasinya akan tetapi untuk New World yang mana tetap bersatu dikarenakan karisma Dr. Sandra, tidak akan bisa melakukannya.

Aku pasti akan membalas kembali mereka karena mencoba untuk menyakiti Alice, Anton-san dan semua orang yang penting bagiku!! Aku akan menarik mereka keluar dari persembunyiannya bahkan jika mereka tidak mau menunjukkan wujud mereka.

[Hmm, bagaimana caramu untuk melawan mereka? Apa kau sudah punya tempat dimana kau akan melakukan perlawanan?](Yurya)

[Karena yang mau aku lakukan adalah pertempuran besar di perkotaan, aku mempertimbangkan kota Moskow lama sebagai tempat yang potensial.](Kouki)

Lebih dari 40 tahun yang lalu, ibukota Rusia dipindahkan ke sebuah kota baru berjarak 20 kilometer di timur Moskow lama. Pemerintahan kehabisan dana untuk memelihara kota lama jadi mereka berpindah dan meninggalkannya sebagai sebuah peninggalan sejarah. Tidak akan ada yang komplain bahkan jika kota lama dihancurkan pada saat pertempuran...mungkin. Lagipula, semua orang dilarang untuk memasuki area demi menjaga supaya kelompok kriminal tidak memakainya sebagai persembunyian mereka dan memastikan tidak adanya korban di pihak penduduk sipil pada saat pertempuran terjadi. Jika sebuah kelompok bersenjata tiba-tiba memasuki sebuah perkotaan, penduduk sipil yang berada disana pasti akan melarikan diri.

[.... Aku mengerti, kau bisa menggunakan subway dan saluran air sebagai jalur perpindahan untuk taktik perang. Kau benar-benar memikirkan ini dengan matang, ya?](Yurya)

Tidak, aku tidak memikirkannya sampai sejauh itu Kapten. Aku hanya mencoba untuk menghindari adanya penduduk sipil yang terjebak dalam huru-hara ini. Orang yang akan memikirkan tentang strategi kita bukanlah aku melainkan kau Kapten.

Ma~ aku pikir itu baik-baik saja. Jika dia mau mempertimbangkan proposalku dikarenakan kesalahpahaman ini maka aku tidak perlu susah-susah membenarkannya, malahan, berdasarkan apa yang dikatakannya, Kapten kemungkinan besar akan setuju pada strategi ini karena mereka adalah spesialis dalam pertempuran gerilya tidak seperti Macho.

[Yang ketiga, kita akan meminta dukungan Pemerintah Rusia. Ada dua alasan kenapa kita perlu melakukan ini. Pertama adalah karena jika kita membiarkan situasi berlanjut seperti ini, Presiden Shumsky akan dipaksa untuk mengundurkan diri dari jabatannya setelah insiden ini. Ini akan membuat kontrak yang ditandatangani oleh Noah dan Rusia menjadi tidak sah dan itu akan mengganggu perkembangan di masa depan. Alasan yang satunya lagi adalah demi Kapten dan orang-orangmu.](Kouki)

[Demi kami?](Yurya)

[Ya, jika kau hanya tiba-tiba pergi tanpa berkata apapun, Kapten dan para bawahannya akan dikenal sebagai prajurit yang mengkhianati negara mereka sendiri. Bahkan jika itu bukan merupakan suatu fakta, hanya orang-orang tertentu yang ada di atas yang akan mengetahui kebenaran tentang Serp, akan tetapi semua orang yang lain tidak akan mengetahui hal tersebut.

Jadi kenapa kita tidak meninggalkan negara ini sebagai pahlawan yang mencoba untuk menyelamatkan Rusia dari genggaman organisasi teroris. Kau bertarung disisi gelap dunia selama ini tapi jika kalian bertarung dengan harkat dan martabat sebelum kalian meninggalkan negara ini, kau akan membuat orang-orang yang ada di atas yang mengkhianatimu menyesali perbuatan yang mereka lakukan.](Kouki)

[Pahlawan, kah.... Apa yang sebenarnya mau kau coba lakukan?](Yurya)

Yoshi! Kita akan segera kehabisan waktu 10 menit yang dijanjikan tapi sepertinya aku berhasil membuatnya tertarik. Hanya sedikit lagi, maka aku akan bisa melarikan diri dari Rusia bersama Anton-san dan semua anggota Serp. Aku perlu mengingat-ingat saat dimana aku membawakan pidato di G-88 sebagai representatif Noah──


—- Captain Yurya POV —-


Penjelasan Arakawa berakhir. Tentu, mempertimbangkan pengaruh yang dimiliki dirinya dan Ibunya jika semuanya berjalan sesuai rencana, maka kita akan bisa meninggalkan negara kita sebagai pahlawan, akan tetapi, aku masih memiliki keraguan didalam pikiranku....

[Arakawa, untuk alasan apa kau melakukannya sampai sejauh ini? Keuntungan apa yang akan kau dapatkan dari melakukan hal ini?](Yurya)

[Ma~ ini hanyalah untuk kepuasan diriku sendiri. Aku merasa senang jika ada seseorang yang bergantung padaku dan aku ingin memenuhi harapan mereka. Hanya itu saja cukup bagiku.](Kouki)

[Dan kau pikir aku akan mempercayai seseorang yang mengeluarkan alasan meragukan seperti itu?](Yurya)

[Kalau begitu, maukah kau membuat kontrak denganku? Aku berjanji bahwa Kapten dan orang-orangmu akan diberikan perlindungan di Jepang dan kau bebas melanjutkan hidupmu di masa depan. Sebagai gantinya, kau harus menyediakan bantuan untuk menjadi tentara bayaran sampai kita menghancurkan New World.](Kouki)

Masa depan... Itu merupakan sesuatu yang kami inginkan tapi tidak dapat kita miliki, dia memberikan kita sesuatu yang kami inginkan untuk waktu yang lama. Aku melihat pada Joseph yang berdiri dipojokan ruangan. Tangannya terlipat rapat dan sepertinya sedang memikirkan tentang itu. Aku ingin mendengar opini-opini dari anak buahku, kupikir aku harus memanggil mereka yang saat ini sedang menunggu di ruangan sebelah.

[Kalian semua! Kemarilah!!!](Yurya)

Pintu terbuka dan para bawahanku yang menunggu diruangan lain mulai masuk kemari. Arakawa yang melihat ini terkejut untuk pertama kalinya. Sambil merasakan sedikit senang atas reaksinya, aku bertanya pada para bawahanku.

[Kalian mendengarkan percakapannya, kan? Bagaimana menurut kalian?](Yurya)

[Bukankah itu tawaran yang bagus? Masih ada kemungkinan bahwa kita akan terbunuh bahkan jika kita pergi ke Jepang. Aku pikir satu-satunya harapan yang kita punya adalah percaya dengan yang dikatakan Arakawa.](Bawahan 1)

[Aku pikir juga begitu, aku tidak tahu kalau kita bisa mempercayainya atau tidak tapi dia adalah satu-satunya harapan yang kita punya.](Bawahan 2)

Begitu ya, lalu mari kita pertaruhkan semuanya pada Arakawa. Aku masih tidak bisa mempercayainya... Tapi jika dia sampai rela membentuk kontrak maka aku akan menghargainya seperti yang dilakukan para klien yang lain.

[Joseph! Kita akan berpindah ke kota Moskow lama! Achim, bawa dua orang bersamamu dan kumpulkan yang lainnya yang masih berada di kota. Kau di izinkan untuk melakukan perlawanan pada musuh jika diperlukan. Sisanya buat daftar perlengkapan. Laksanakan!](Yurya)

Di sudut mataku, para bawahanku mengikuti perintahku dan segera pergi saat aku mengarahkan pandanganku pada Arakawa. Saat dia menyadari mataku melihat padanya, dia tersenyum.

[Aku tahu seorang penjual senjata dimana kita bisa membeli perlengkapan kita, namanya adalah Vladimir Striarov. Apa kau punya uang?](Yurya)

[Jika ia menerima dollar maka aku punya, akan tetapi sebuah mesin sertifikat khusus diperlukan pada saat pembayaran.](Kouki)

[Aku mengerti, mari bersiap secepatnya. Kita tidak punya uang sepeserpun jadi kaulah yang harus membayar semuanya. Dan juga, kita perlu untuk mendiskusikan lebih lanjut strategi dan rencana kita. Kitalah yang akan melakukan semua pekerjaan fisik sampai bertarung, yang perlu kau lakukan hanyalah bersiap-siap untuk itu.... Menurutmu kau bisa melakukannya?](Yurya)

[Yes!](Kouki)

Hmm, kau cuma anak kecil yang tidak tahu apapun mengenai perang. Jika kau tidak melarikan diri seperti yang dilakukan oleh babi-babi itu saat peperangan berlangsung, maka aku akan mempercayaimu. Tidak, jika kau benar-benar tidak akan melarikan diri maka lebih baik kalau aku bekerja untukmu. Jangan kecewakan aku──

—- Arakawa Kouki POV —-

Aku berhasil mendapatkan kerjasama Kapten dan kita memutuskan untuk membuat bekas stasiun kereta Moskow sebagai markas utama kita. Satu-satunya pekerjaan yang telah kulakukan sampai saat ini adalah memasukkan password-ku pada sebuah terminal untuk mentransfer uang. Aku mengira-ngira apa yang akan terjadi selanjutnya. Setelah 3 jam berlalu setelah mengumpulkan sisa anggota yang ada di seluruh kota, si botak yang dipanggil Joseph-san membawa kembali sejumlah besar persenjataan ke stasiun kereta.

Aku hanya melihat sekilas daftar perlengkapan pada saat melakukan pembayaran tapi jika kuingat-ingat lagi, selain senjata api ada juga helikopter tempur dan kendaraan transportasi. Aku pikir musuh kami, New World, pasti akan memakai powersuit tapi bisakah kita melawan mereka menggunakan persenjataan seperti ini?

Meskipun senjata-senjata ini merupakan peninggalan generasi lama, aku ingin tahu darimana mereka mendapatkannya. Aku ingin menanyakannya pada kapten tapi aku tidak bisa menemukan waktu ya pas.

[Arakawa, kita sudah siap. Kau hanya perlu berpikir tentang peryataanmu tadi dan mengikuti rencana sebagaimana mestinya setelah itu kita hanya perlu untuk mengkontak Noah.](Yurya)

Disaat yang lainnya pergi, aku menunggu sendirian disebuah ruangan sambil minum teh manis dari Rusia dan memakan beberapa pirozhki. Kapten tiba-tiba memasuki ruangan dan melemparkan sebuah terminal baru kepadaku. Begitu ya, mereka tidak berniat untuk memberikanku satupun penjelasan sampai aku mengirimkan permintaan perlindungan pada Ibu. Itu artinya, kita harus menghubungi Noah melalui saluran reguler.
<TLN: Pirozhki adalah semacam manisan lembut asal Rusia dan Ukraina yang terdiri dari bermacam-macam ukuran yang dipanggang ataupun digoreng dengan isian yang bervariasi>

[Aku mengerti. Aku akan mulai menghubungi mereka.](Kouki)

Aku mengoperasikan terminal dan menghubungi Noah menggunakan saluran reguler. Seorang operator yang bertugas dibuat panik ketika dia melihat wajahku tapi aku minta maaf karena tidak mempunyai banyak waktu untuk menjelaskannya saat ini.... Aku menghiraukan operator itu dan memintanya untuk menghubungkanku pada Ibu. Aku mendengar suara argumen dari sisi lain layar untuk beberapa saat tapi kemudian wajah ibu yang kelelahan tertampilkan di layar.

[Kouki! Syukurlah kau aman. Siapa orang-orang yang bersenjata itu? Jangan bilang mereka adalah anggota New World?](Miki)

[Aa~ memang benar bahwa mereka hampir terlihat seperti teroris dari generasi lama karena mereka mengenakan Balaclava (penutup wajah).](Kouki)

Ibu terlihat sangat khawatir tapi itu tidak bisa dihindari. Dari sisi manapun kau melihat Kapten dan yang lainnya, mereka terlihat sama seperti Gerilyawan Afghanistan di tahun 2000-an jadi tidak ada yang bisa kuperbuat mengenai itu jika dia berpikir bahwa mereka adalah musuh. Aku menjawab ibuku dengan nada serius agar aku bisa menghilangkan kekhawatiran yang dimilikinya secepat mungkin.

[Mereka adalah mantan rekan Anton-san. Mereka adalah orang-orang dari Chernobog. Ma~ beberapa dari mereka juga termasuk unit mata-mata. Mereka saat ini bekerjasama denganku, dan kami saat ini berada di Moskow lama](Kouki)

[Tunggu, Kou-chan! Kau berada di saluran reguler, kau tahu bahwa ada kemungkinan New World mendengarkan percakapan ini?](Miki)

Tentu saja aku tahu tapi itulah tujuannya, seharusnya ibu tenang saja. Untuk melanjutkan alur percakapan, aku menghiraukan ibuku yang benar-benar dilanda kepanikan. Mau bagaimana lagi jika ibu seperti itu, kita harus melanjutkan percakapan.

Aku meminta kapten yang duduk disebelah sambil menyilangkan tangannya untuk menunjukkan peta. Aku melihat pada layar dan berbicara dalam nada kasar.

[Kepada Dr. Sandra Zelenskaya, aku yakin kau menonton video ini. Kau pasti frustasi ketika aku melarikan diri dari hotel kan? Namun, aku akan memberimu kesempatan sekali lagi. Aku saat ini ada di kota Moskow lama, aku tidak tahu apakah kau ingin menangkap atau membunuhku, tapi apapun itu, kau perlu bertemu denganku untuk melakukannya.

Namun, aku pikir itu bodoh untuk menyisihkan waktuku untuk seorang peneliti bodoh yang percaya pada okultisme seperti reinkarnasi atau jiwa. Itu sebabnya aku hanya akan menunggu di sini dan membiarkanmu atau orang-orangmu datang ke sini. Sebagai gantinya, aku ingin kau melepaskan 3 orang yang kau tangkap di hotel. Mereka adalah Anton Volkkievich, Yakov Tarkovsky dan Yuri Pamfilova. Jika 3 orang itu sudah mati maka percakapan ini tidak akan berlaku dan aku akan segera meninggalkan tempat ini. Jika mereka masih hidup, lepaskan mereka di dekat Bechet Pond di kota tua.


Waktu pembebasan mereka adalah waktu dimana aku akan mencoba untuk meninggalkan tempat ini, itu juga kesempatanmu untuk mencoba menangkapku. Aku akan menunggu balasanmu dalam waktu kurang dari 2 jam, bagaimana Kau akan menghubungiku ... coba pikirkan caranya sendiri, bahkan jika Kau bodoh, aku cukup yakin kau dapat memikirkan sesuatu, bukan? Itu saja.](Kouki)

Aku secepatnya memutuskan komunikasi setelah aku menyampaikan pesan yang ingin ku sampaikan. Aku mengirimkan dokumen mengenai rencana kami ke alamat email pribadi ibu, aku harap dia memperhatikannya. Dokumen itu termasuk permintaanku mengenai perlindungan kepada kapten dan para bawahannya, itu juga berisi dalih yang dapat digunakan untuk menggerakkan Militer Rusia dan membuat mereka melakukan apa yang kuingin Militer Rusia lakukan.

Selain dari itu, satu-satunya masalah yang tersisa adalah kapan Dr. Sandra akan memberikan balasannya. Aku butuh berkonsultasi pada Kapten──


Author Note: 
Kapten! Arakawa sudah memiliki pengalaman dalam peperangan antar ras. yah, yang satu ini sedikit pendek tapi karena ini sudah bagus maka aku akan mengakhirinya sampai disini dulu! Kita akhirnya kembali ke timeline saat ini (・∀・)




TL: Conscriptra2
EDITOR: Zatfley

Kamis, 30 Juli 2020

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 26. Kota Bawah Tanah yang Luas di Tambang

Chapter 26. Kota Bawah Tanah yang Luas di Tambang


Pemimpin para Dwarf Gottlieb, membimbing kami menuju tempat perlindungan. Kami melewati pintu tersembunyi, pintu masuk rahasia dan berbagai macam lubang baik vertikal maupun horizontal. Ada banyak jebakan dan mayat monster yang terbunuh oleh perangkap di sepanjang jalan.

“Tambang ini sudah seperti halaman belakang kami sendiri. Aku ragu ada Raja Iblis yang bisa menaklukkan kami di tambang ini.” Bual Gottlieb sambil mengelus janggutnya yang besar. Tetapi sesaat kemudian dia melanjutkan,

“Tapi, benteng yang kuat seperti ini akan percuma jika tidak memiliki suplai makanan. Necromancer yang bekerja di bawah Eligos menyadari hal ini. Dan mereka telah berusaha membuat kita tetap terkurung dibawah sini sampai suplai makanan kami habis. "

"Necromancer?"

"Seorang bawahan dari Raja Iblis Eligos. Sharltar, sang Necromancer. Dialah yang memimpin serangan ke wilayah kami." katanya getir.

“Awalnya, dia mengatakan ingin bernegosiasi. Dia menawarkan bahwa dia akan membeli bijih kami dengan harga dua kali lipat dari harga yang dibayarkan manusia. Pada awalnya kami sangat senang mendengar ini, tetapi ketika aku bertemu dengannya lagi untuk berdagang, pedangnya diarahkan kepadaku. "

"Sungguh tindakan pengecut."

Aku bukanlah orang yang sentimental, tetapi aku bukanlah seseorang yang kejam atau tidak tahu malu. Walaupun kadang menipu orang lain itu perlu, tetapi metode seperti itu tidak akan bermanfaat dalam jangka panjang.

Menguasai wilayah para Dwarf dengan menipu dan kekerasan hanya akan menjadi penaklukan yang berumur pendek. Mereka pasti akan memberontak, melarikan diri atau membubarkan diri. Tentu saja, sosok Sharltar ini mungkin tipe orang yang ingin membasmi seluruh Dwarf. Tetapi tindakan kekerasan seperti itu akan diketahui oleh orang lain.

Begitu tersiar kabar mengenai metode Iblis Lord Eligos yang kejam dan pengecut, ras-ras yang bukan dari ras Iblis pasti ingin menjauh darinya.

Makanan, bijih, dan senjata sering dijual oleh manusia. Hanya Raja Iblis bodoh yang akan berpikir bahwa dia dapat terus bertarung tanpa mengisi persediaannya.

Jadi aku menganggap Eligos ini sebagai Raja Iblis yang bodoh. Dalam jangka panjang, dia bukan Raja Iblis yang perlu kutakuti. Tapi bagaimana dengan sekarang?

Wilayah para Dwarf telah diserang, dan penduduknya yang menolak bekerja sama diubah menjadi zombie. Banyak bijih telah diambil juga. Akan lebih baik untuk mengasumsikan bahwa pasukannya telah diperkuat. Apa cara terbaik untuk mengalahkan Raja Iblis seperti itu?

Ini adalah permasalahan yang cukup membingungkan. Aku memikirkan tentang hal tersebut, dan ketika aku masih berpikir, kami tiba di tujuan.

Itu jauh lebih besar dari yang kubayangkan. Dan yang mengejutkan, pengungsian ini lebih seperti kota. "Yang kau liat disini adalah kota bawah tanah tempat nenek moyang kami dulu tinggal. Sekarang adalah rumah para penambang."

"Aku mengerti. Tapi di sini cukup gelap.”

"Kita para Dwarf dapat melihat dengan baik dalam gelap." Kata Gottlieb.

Meskipun dia menyalakan beberapa lentera begitu kami sampai di alun-alun kota, karena dia tahu itu sulit bagi kami. Aku menatap lampu-lampu lentera. Itu bukan sihir, tapi api sungguhan.

"Tapi bagaimana cara kerjanya?" Tanya Jeanne. Aku menjawab menggantikan Gottlieb.

“Kemungkinan itu menggunakan gas yang muncul dari dasar tambang ini. Jadi kurasa itu adalah sejenis lampu gas. Apakah itu benar, Gottlieb? " Tanyaku. Dia tampak sedikit terkejut, tetapi dia tetap menjawab," Iya. "

"Kau tidak hanya kuat, tapi juga memiliki pengetahuan yang cukup luas sepertinya. "

"Aku hanya belajar sedikit pada saat kehidupan masa laluku."

Gas sering ditemukan di bawah tanah, dan orang-orang lebih sering menggunakannya untuk menyalakan lampu daripada membuangnya. Manusia bahkan akan menarik pipa yang mengarah ke permukaan, tetapi itu jelas tidak perlu bagi para Dwarf.

“Biasanya gas naik tanpa henti, tetapi entah mengapa itu sudah berhenti untuk saat ini. Kami tidak tahu kapan pasukan Eligos menemukannya. "

“Tidak perlu khawatir sekarang, pak tua. Aku dan Raja Iblis ada di sini.” Kata Jeanne dengan senyum percaya diri.

Itu memang menghibur, tapi kami tidak akan menang jika kami bertarung dengan cara biasa. Jadi aku menjelaskan ide-ideku kepada Gottlieb.

"Gottlieb. Izinkan aku memberi tahumu tentang rencanaku. Ini bukan strategi yang biasanya digunakan, dan aku takut satu kesalahan saja dapat menyebabkan konsekuensi yang serius. Apakah kau mengerti?"

“Kami akan mati kelaparan jika kami tidak melakukan apa-apa. Aku lebih suka mati pada saat berjuang daripada tidak melakukan apapun.”

Dwarf lain telah berkumpul di sekitar lampu lentera sekarang, dan mereka tampak lemah. Tubuh kekar mereka tampak kurus dan otot-otot mereka berkurang.

Tetapi lebih dari segalanya, ada juga kehidupan yang baru lahir. Dwarf kecil ini menderita. Karena ibu mereka kekurangan gizi, mereka bahkan tidak bisa memberi makan anak-anak mereka.

"Jika ini terus berlanjut, kami tidak akan bertahan lama" katanya. Suara Gottlieb mengungkapkan rasa sakit yang luar biasa.

Jeanne pasti merasa kasihan pada mereka. Dia mulai membagikan daging kering yang kami miliki. Bahkan Eve yang seorang Iblis mempunyai hati. Dia membagikan beberapa kue yang dia bawa untuk bekal kami.

Ketika dia kembali sambil membungkuk dia berkata

"Maafkan saya, master. Saya telah membagikan makanan milik anda. "

“Tidak apa-apa, aku tidak mau makan apa pun di sini. Kita tidak kelaparan, dan siapa juga di antara kita yang benci melihat senyum anak-anak? "

Anak-anak para Dwarf memiliki janggut tipis, tetapi masih terlihat cukup menawan ketika memakan kue yang mereka terima.

Ada sesuatu yang berharga pada anak-anak, terlepas dari dari ras mana mereka berasal. Selain itu, meskipun mereka kelaparan, anak-anak itu membagikan kue yang kami berikan secara adil tanpa ribut. Bahkan ada seorang kakak yang memberikan seluruh porsinya kepada adik perempuannya.

Sulit untuk tetap diam setelah melihat pemandangan seperti itu dan itu membuatku ingin segera mengeluarkan mereka dari situasi ini. Jadi, aku meminta Gottlieb dan para Dwarf lainnya untuk segera berkumpul.

Kami perlu membahas stratgi. Kapan pun para Dwarf berkumpul, pasti akan ada minuman keras yang akan dituangkan. Karena para Dwarf menikmati minuman mereka, apapun situasi mereka. Bahkan jika mereka mati besok... Tidak, mungkin itu karena mereka akan mati besok. Itu gaya hidup mereka. Itu bukan gayaku atau sesuatu yang bisa aku tiru begitu saja, tetapi aku bisa sedikit meniru mereka. Jadi aku bertanya kepada Eve yang sedang menuangkan teh untuk Jeanne, karena dia tidak bisa minum alkohol.

"Dibandingkan gula, tambahkan sedikit minuman keras ke dalam tehku."

Eve selalu siap untuk perintah mendadak seperti itu.

"Baiklah, Astaroth-sama."

Para Dwarf menuangkan sebagian Rum mereka ke cangkirku. Aroma teh hitam dan Rum yang digabungkan untuk menciptakan aroma yang sulit untuk dijelaskan.

Tapi pendapatku, itu adalah hal yang paling menyenangkan untuk diminum setelah pertempuran yang mengerikan dan perjalanan melalui labirin yang berlika-liku dan gelap. Satu-satunya harapanku adalah bahwa aku dapat mencicipi minuman yang lezat lagi begitu kami mengusir pasukan Eligos.


Note:
Haiiiiii~ Apa kabar kalian semua, jangan lupa komen di bawah yak (React aja gk papa dah ;-;). klo ada yang salah translate/kelewat jgn lupa komen dibawah (ato gk join server discord Isekaichan abis itu tag ane. Lebih cepet respond lewat discord ane :3) . dah yak bye bye aing mo thăm ngàn batu lgi. 




PREVIOUS CHAPTER       TOC        NEXT CHAPTER


TL: Tasha Godspell
EDITOR: Isekai-Chan

Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai Light Novel Bahasa Indonesia Volume 5 Chapter 3. Demon Lord Malapetaka Mulai Bergerak

Volume 5
Chapter 3. Demon Lord Malapetaka Mulai Bergerak


Hari itu di Kreuz, Dancing Ocelot menyambut satu pelanggan. Dia adalah seorang wanita muda dengan tubuh ramping, mengenakan pakaian bepergian. Dari lehernya, ada sebuah jimat dengan desain kuda bersayap menggantung di dadanya; itu sama dengan desain bendera yang tergantung di luar Ocelot.

Wanita itu Sylvia, yang sekarang telah resmi menjadi priestess dari Akhdar.

Bukan hanya pemiliknya, Kenneth, yang menyambut Sylvia. Kelompok pengunjung tetap juga berkumpul, dimulai dengan Sylvester.

“Kurasa sudah tidak salah lagi penyebab menghilangnya Latina ada hubungannya dengan rumah lamanya.” Dengan kecerdasan yang terlihat di mata birunya dan tidak goyah sama sekali saat melihat pria-pria yang tampak kasar ada di depannya, Sylvia mengungkapkan pendapatnya. “Aku sudah bertanya pada Rudy, dan dia bilang itu pasti penyebabnya. Tepat sebelum dia hilang, Latina melakukan kontak dengan satu traveler iblis. Sepertinya dia kenal dengan traveler itu.”
“Kalau tidak salah ingat, Latina datang dari Vassilios.”
“Untuk berjaga-jaga, kita juga harus melihat permukiman iblis di daerah lain juga. Karena, wanita kecil itu tidak tahu banyak tentang iblis pada umumnya, apalagi rumahnya yang dulu.”

Kenneth membuka peta. Dengan peta dihadapan mereka, mereka mulai bertukar informasi.

Tempat paling terkenal di mana ras iblis tinggal adalah negara yang diperintah oleh Demon Lord Pertama, Vassilios. Bila ras iblis yang nomaden maka akan ada dibawah pimpinan oleh Demon Lord Keenam dan terakhir di pemukiman Demon lord Ketiga, yang hidup berdampingan dengan merfolk (duyung), diketahui sangat besar wilayahnya. Permukiman yang lebih kecil juga tersebar di seluruh dunia, termasuk ada yang bersebelahan dengan Laband.

“Ada hal lain yang membuatku khawatir. Itu untuk memastikannya aku perlu jawaban dari Rudy, aku minta dia selidiki sesuatu, jadi... jadi aku ingin sedikit waktu untuk memeriksanya.”

Mendengar itu, Kenneth mengangguk, seperti teringat sesuatu. 

“Aku juga khawatiran yang mungkin sama, aku dengar suatu rumor ... Aku akan kumpulkan dulu informasinya.”

Bagi priestess Akhdar seperti Sylvia, kurangnya informasi saat ini harus diperjuangkan. Bagi seorang murid Akhdar, sesuatu yang menyulitkan bukanlah alasan untuk menyerah. Sebaliknya, itu hanya membuatnya semakin bernilai untuk dikejar.

Dengan membandingkan informasi, mereka dapat menemukan petunjuk yang terbukti penting untuk menemukan Latina yang sedang hilang. Setiap kali seseorang berkomentar, mereka menulis catatan dalam huruf-huruf kecil di peta lebar. Setelah komentar semua orang diungkapkan, Kenneth mengangkat tangan kanannya ke alis seolah-olah memijat kerutan yang terbentuk di sana dan berkata, “Aku tidak tahu di mana Dale sekarang, tapi aku yakin dia menyebabkan banyak masalah.” Dia mengatakan itu karena ketika Dale pergi, aura berbahaya keluar dari tubuhnya.

Ada banyak hal yang ingin dia tanyakan pada Dale, tetapi sejak dia pergi dari Ocelot, Dale tidak mengirimkan satu surat pun. Dan bahkan seluruh pelanggan tetap di Ocelot, hampir mustahil untuk menghubungi seseorang tanpa mengetahui lokasi mereka.

“Kau juga bisa menggunakan koneksiku. Jika ada tempat-tempat yang sulit dikunjungi sendirian, Nona Sylvia, aku dapat berbicara dengan petualang sana untuk bertindak sebagai penjagamu.”  Sylvester berkata itu karena  dia mempunyai beberapa aset di luar kekayaan pribadinya yang dapat digunakan.

Dale dan pasangan pemilik Ocelot bukan satu-satunya yang telah mengawasi Latina tumbuh dewasa. Termasuk Sylvester, sejumlah orang yang bisa disebut selebriti di Kreuz juga mengawasinya. Di kota terkemuka negara Laband ini, ada banyak orang yang dapat diklasifikasikan sebagai orang kaya. Bahkan mengumpulkan jumlah kecil dari setiap individu dalam kelompok itu akan menghasilkan jumlah yang cukup besar. Dan jika itu bukan dalam bentuk sumbangan uang, ada banyak petualang yang bersedia menerima permintaan tanpa memikirkan keuntungan bagi mereka sendiri, jika itu demi Latina.

Ketulusan dan kebaikannya membuatnya disebut sebagai ‘Putri Peri Platinum’ dan telah memberinya tempat yang dekat dengan hati banyak petualang Kreuz. Dia benar-benar dicintai oleh banyak orang.

“Bagaimanapun hasilnya, aku harus memeriksa Vassilios secara langsung,” kata Sylvia, sebelum pergi dalam perjalanannya. Dia mulai mengambil tindakan, melakukan apa yang dia bisa.

Setelah itu, Sylvia secara berkala mengirim informasi kembali ke Ocelot. Hari demi hari, unsur-unsur yang lebih berbahaya mulai bercampur dengan informasi lain yang berkumpul di Ocelot sebagai basis operasi untuk para petualang.

Demon Lord Malapetaka telah aktif di berbagai tempat di seluruh dunia. Sampai sekarang, mereka telah mengikuti prinsip mereka sendiri untuk melakukan tindakan yang cukup keji sehingga mereka dapat disebut sebagai bencana bagi dunia. Tetapi tindakan itu dilakukan dalam periode yang begitu lama sehingga ‘bencana alam’ ini dilupakan dari waktu ke waktu.

Namun, mereka tiba-tiba mulai bergerak.

Menyegel Demon lord Kedelapan telah melepaskan Demon lord Malapetaka. Demon lord Kedelapan adalah pengekang mutlak pada mereka yang diciptakan oleh para dewa tujuh warna. Namun, mereka, para demon lord telah melenyapkan Demon Lord Kedelapan dengan kekuatan mereka sendiri.

Bahkan para dewa tidak memiliki kekuatan untuk menyangkal mereka. Fakta itu menyebabkan Para Demon Lord merasa lebih kuat. Demon lord Malapetaka sekarang merasa bebas untuk menggunakan kekuasaan dan kekuatan yang mereka miliki. Mereka merasa dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan.

Dan sebagai hasilnya, seolah sedang bermain-main, demon lord yang bersenang-senang dengan membawa kehancuran, terlahir di dunia ini.

Demon Lord Kedua, juga dikenal sebagai Demon Lord Pembantai, telah menenggelamkan sebuah kota menjadi lautan darah dalam satu malam. Demon lord menjijikkan yang bersenang-senang saat membunuh dan membawa kematian kepada orang lain, dia telah menuai banyak kehidupan dengan kedua tangannya sendiri.

Dalam serangan mereka, pasukan yang dipimpin oleh Demon lord Ketujuh menginvasi banyak orang, menghancurkan mereka sepenuhnya. Bagi demon lord ketujuh yang menyukai perang, alasan tidak diperlukan. Dia juga tidak peduli dengan hasilnya. Pasukannya sendiri menginvasi sebuah negara dan mengubah perbatasannya adalah hal sepele bagi demon lord.

Bahkan negara besar seperti Laband menghadapi bencana di tangan Demon lord Malapetaka: Demon Lord Keempat menggerogoti bagian dari wilayah mereka.

Suatu hari, tanpa pemberitahuan sebelumnya, Demon lord Keempat datang ke sudut Laband dan mulai menyebarkan elemen sihir yang begitu tebal sehingga kekuatan para pengikutnya tidak bisa dibandingkan. Sesuai dengan nama lain demon lord tersebut, penyakit itu membawa kematian bagi semua makhluk hidup, baik itu manusia maupun binatang.

Biasanya, ancaman ini akan mencapai semua jalan menuju pusat negara. Elemen sihir tidak bisa dilihat, membuat bencana yang benar-benar mengerikan bisa menyebar dalam sekejap mata. Fakta bahwa kerusakan itu hanya terbatas pada satu area saja merupakan hasil dari kerja keras para bangsawan dan keunggulan orang yang memerintah tanah itu.

Tanah itu adalah wilayah keluarga bangsawan Laband, rumah Eldstedt. Putra tertua dari perdana menteri, Duke, terus memberikan perintah demi wilayah dan rakyatnya sampai akhir, bahkan ketika terserang oleh elemen sihir itu sendiri. Karena dia bukan manusia biasa, dia berhasil menahan ancaman Demon lord Keempat, bahkan jika itu hanya sementara.

Tetapi meskipun Laband adalah negara besar, jika mereka menjadi mangsa serangan lebih lanjut, mereka akan menderita pukulan yang begitu besar, itu akan membahayakan eksistensi mereka. Namun bagi demon lord, menghancurkan suatu negara bukanlah sesuatu yang istimewa.

Oleh karena itu, mereka perlu melenyapkan Demon lord Keempat segera. Dengan mempertaruhkan segalanya, bangsa Laband membentuk pasukan penaklukan untuk mengusir musibah ini.

Demon lord ini telah muncul di hadapan mereka seperti inkarnasi dari keputusasaan. Ancaman itu membuat rakyat jatuh ke dalam kekacauan dan merampas semangat juang tentara yang melindungi bangsa mereka.

Karena alasan itulah mereka mencari seorang pahlawan. Seseorang yang mengenakan armor platinum berkilau, didampingi mythical beast yang juga mengenakan atribut serupa. Dia benar-benar seperti pahlawan. Kehadirannya membawa sukacita dan kelegaan bagi semua orang. Tidak perlu ada alasan untuk itu. Mereka menyematkan doa-doa agar demon lord dapat dikalahkan dengan keberadaan seorang pahlawan.

Mereka tidak mempertimbangkan apa arti keinginan itu bagi orang yang bersangkutan, juga tidak mempertimbangkan apa yang dipikirkan oleh pemuda yang disebut pahlawan.

Di tengah sorak-sorai, pahlawan melambaikan tangan sebagai tanggapan dan melihat ke belakang sejenak pada bendera yang berkibar di belakangnya.

Kota terbesar kedua di Laband, Kreuz. Pembicaraan pembentukan pasukan sukarela di sana dengan para petualang pada intinya berasal dari tuan wilayah tersebut, sang duke. Bagi orang luar, kelompok ini tidak terlihat seperti pasukan sukarela, tetapi bagi mereka yang melihat lambang yang mereka kibarkan dan mengetahui artinya, tujuan mereka sudah jelas.

Desainnya adalah peri dengan sayap tipis dengan rambut platinum panjang di belakangnya. Tidak mungkin salah menebak siapa yang tergambar di sana.

Dale ingin simbol pada benderanya memiliki makna baginya. Dia tidak tertarik pada keinginan banyak orang yang bahkan tidak mengenal wajahnya. Tetapi untuk mempersatukan mereka, penting memiliki keinginan untuk berada pada satu bendera yang sama.

Di antara kerumunan yang bersorak di ibu kota, hampir tidak ada yang tahu asal usul lambang tersebut. Oleh karena itu, orang-orang tidak tahu alasan dikibarkannya atau makna pada lambang ini yang diciptakan oleh seorang penjahit perempuan yang tinggal di Kreuz, mereka kemudian menyebutnya sebagai ‘lambang pahlawan’.

Pahlawan Platinum dan kelompok kecilnya berisikan priest berpangkat tinggi yang mampu menahan malfungsi elemen sihir diantar pergi oleh sorakan yang penuh dengan kecemburuan dan harapan. Setelah itu, desas-desus menyebar bahwa lambang yang dikabarkan oleh sang pahlawan adalah sosok kekasihnya.

Ketika keadaan dunia memburuk, perlu untuk merubah suasana yang suram ini. Kisah seorang pahlawan yang berjuang demi kekasihnya, seperti yang berasal dari dongeng, menjadikan topik diskusi tersebut sangat digemari. Jadi, mereka yang berkuasa sengaja membocorkan kisah yang menyentuh ini, termasuk kebenarannya.

Sebelum ada yang mengetahuinya, itu telah menjadi syair kepahlawanan terbaru di negara Laband, yang dikenal oleh semua orang sebagai ‘Kisah Pahlawan dan Putri Peri’.


Wilayah kekuasaan Eldstedt berada jauh di selatan ibu kota. Untuk mempercepat pergerakan, pasukan menggunakan Hiryuu, tetapi itu hanya sampai ke perbatasan Eldstedt.

Elemen sihir Demon lord Keempat dapat berpengaruh pada magical beast, dan Hiryuu adalah aset penting bagi negara, jadi mereka tidak bisa mengorbankannya. Mereka dipaksa berjalan dengan istirahat minimal untuk mengejar ketertinggalan waktu, tetapi mereka adalah pasukan elite, sehingga kecepatan mereka tidak melambat.

Pada saat yang sama, tidak ada jaminan mythical beast tidak akan terkena oleh elemen sihir. Jadi, Hagel akhirnya menunggu di samping Hiryuu untuk menunggu pasukan tersebut kembali.

Dale, yang berfungsi sebagai landasan dan simbol unit, duduk di tengah perkemahan, menatap api unggun. Walaupun dia bisa menuju ke tempat Demon lord Keempat tanpa istirahat, tetapi itu tidak berlaku untuk pasukannya. Dan dia masih menyembunyikan fakta bahwa dia adalah demon sekarang, jadi dia berpura-pura perlu beristirahat.

Cahaya merah menyala dari api unggun tercermin pada armor platinum yang dia kenakan. Bukan mantel hitam-magical beast yang biasanya, dia mengenakan armor yang bersinar ini karena dia tahu dia perlu berpakaian seperti itu agar lebih sesuai memenuhi peran “pahlawan”. Namun, bukan berarti dia hanya menggunakan armor untuk mencerminkan sosok pahlawan belaka. Itu adalah armor indah yang dibuat menggunakan teknik-teknik desa asalnya, jadi dia mempercayai tingkat pertahanannya. Warna platinum tidak dipilih hanya untuk penampilan, dan dia merasakan itu adalah pesan dari desanya. Karena zirahnya yang bersinar, dia mendapat julukan ‘Pahlawan Platinum’ dan karena dia memang pahlawan yang berjuang demi ‘putri platinum’ itu, dia tidak berusaha menyangkalnya.

Seorang pria muda duduk di seberangnya.

“Bagaimana?”
“Itu hanya binatang biasa,” jawab Dale dengan dingin menjawab pertanyaan singkat tersebut.
“Ini masalah yang serius, kita tidak bisa mengirim pengintai.”
“Berkat pengetahuan kita sebelumnya, kita tahu bahwa Demon lord Keempat telah bertindak secara independen, tanpa membawa pengikut. Kita beruntung dia bukan tipe orang yang suka pakai perangkap atau jebakan.”

Saat menanggapi, Dale menatap pendekar pedang berambut hitam dan menebak alasan kenapa dia bisa tahu itu, berdasarkan sedikit isyarat dan suara.

”... Semua informasi itu berasal dari kakakmu, bukan?”
“Sebagai seorang bangsawan yang melindungi negaranya, kakak melaksanakan tugasnya dengan baik.”

Saat pendekat pedang itu melihat ke bawah dengan mata biru es, Dale hampir tidak bisa menangkap informasi apa pun dari ekspresi pendekat pedang di tengah kegelapan yang hanya diterangi oleh cahaya api unggun. Sulit untuk merasakan seberapa besar emosi di balik responsnya.

“Kau tak punya perlindungan ilahi, mengapa kau ikut kita?”
“Karena kematian kakakku, sekarang ada kemungkinan aku jadi penerus negara. Sedangkan aku, tidak dapat dukungan dari ibuku. Jadi aku perlu pencapaian yang besar,” pendekar pedang, Gregor, merespons dengan dingin, hampir tidak menunjukkan emosi ketika dia berbicara.

“Mudah untuk dikatakan, tetapi jika elemen sihir mengenaimu, itu semua hanya akan menghilang dalam sekejap.”
“Aku diberi jimat ini, jimat dari kuil Niili. Namun jika elemen sihir mempengaruhiku, maka itu memang takdirku.”

Melihat jimat yang tergantung di leher Gregor, Dale tertawa kecil.

“Dari Rose? Dia mungkin priestess, tapi dia tetap manusia. Wajar saja dia ingin membuat jimat untuk seseorang yang lebih penting baginya, dia pastinya akan akan mengerahkan segala usaha untuk membuat itu.”
“Kedengarannya kata-kata itu berasal dari pengalaman pribadi.”
“Yah begitulah.”

Melihat dia mengobrol dengan tenang, sekilas Dale tampak sangat santai. Gregor menganggap priest yang menyertai mereka pasti mengira begitu. Tetapi sebagai temannya dan seseorang yang sudah lama mengenalnya dan lebih baik daripada kebanyakan orang, Gregor tidak nyaman dengan keadaan Dale saat ini. Dia memang mengeluarkan lelucon dan tersenyum, tetapi meskipun begitu, Dale tidak membiarkan penjagaannya turun. Itu adalah sisi berbahaya dirinya, seperti dulu, yang telah memudar sejak dia bertemu Latina.

Pasti begitu... dia sudah menjadi sosok yang sangat penting baginya.

Dale tidak membicarakan detailnya. Namun, Gregor sudah dengar berita Latina menghilang. Ayahnya, Duke Eldstedt, tampaknya telah memperoleh informasi lebih detail, tetapi tampaknya dia belum bisa membaginya dengan Gregor. Dengan hanya sedikit informasi yang diberikan ayahnya, Gregor dengan tenang membuat keputusan.

Karena tindakan Demon lord Keempat, putra tertua yang merupakan keluarganya telah kehilangan nyawa, membuat rumah Eldstedt jatuh dalam keadaan buruk. Tetapi sebagai bangsawan yang memimpin negara, mereka dari keluarga duke tahu bahwa sekarang bukan saatnya untuk berduka atas kematian putra tertua. Kerusakan pada wilayah mereka sangat parah, dan jika ini terus berlanjut, negara itu sendiri terancam punah. Karena mereka memiliki ibu yang berbeda, Gregor telah diasingkan dari kakaknya, tetapi bukan berarti dia tidak punya rasa sedih atas kematiannya. Namun, untuk saat ini, dia perlu menjalankan perannya sebagai anggota keluarga duke.

Ketika putra sulung lahir, kakak Gregor yang kedua telah menikah dengan keluarga count dari pinggiran Laband. Count di perbatasan memegang peran penting dalam hal pertahanan nasional dan diperintahkan untuk melindungi perbatasan. Karena keadaan dunia saat ini begitu kacau oleh pergerakan demon lord, tidak masuk akal untuk memanggil putra kedua itu kembali. Sekarang seorang demon lord telah memecah kekuatan Laband sebagai sebuah bangsa, ketegangan antara itu dan negara-negara yang berbatasan dengannya sangat tinggi. Demon lord bukan satu-satunya yang perlu mereka lawan. Maka, putra kedua perlu mendukung count di perbatasan.

Gregor mengerti bahwa apa yang diharapkan darinya adalah agar dia bersikap sebagai pahlawan, berdiri di samping temannya yang merupakan pahlawan sungguhan. Melenyapkan demon lord adalah persyaratan minimal.

Di atas itu semua, tatapan ayahnya dan yang lainnya telah terpaku dengan gagasan itu. Mereka menginginkan seorang pahlawan yang mudah diterima dan berfungsi sebagai simbol persatuan, jika mereka berhasil melewati kekacauan ini, rekonstruksi masih memungkinkan.

Sejujurnya, Gregor tidak merasa secara alami cocok untuk peran seperti itu. Tapi kemudian, dia memikirkan temannya. Dibanding dengan Dale, yang harus berperan sebagai pahlawan, perannya sendiri tidak ada artinya sama sekali.

Seorang pahlawan, ya...? Aku merasa bahwa dia cukup jauh dari sosok pahlawan atau bangsawan saat ini...

Ada aura berbahaya di mata Dale yang suram.

Dia seperti dirinya yang dulu... atau begitulah yang kupikirkan, tapi itu juga tidak benar, pikir Gregor, mengoreksi dirinya sendiri.

Dia yang sekarang, hampir seperti dirinya yang dulu, namun lebih mengerikan. Sebelumnya, Dale menderita karena kesenjangan antara tindakannya dan apa yang ada di dalam hatinya, tetapi sekarang sepertinya dia tidak akan keberatan menukar jiwanya jika tujuannya bisa tercapai.

Kemungkinan besar, itu semua demi Latina. Demi dirinya, Dale menahan perasaannya dan tetap menjadi dirinya sendiri.

Dimana dia...? 

Begitu Gregor menghela nafas, matanya melihat jimat yang tergantung di lehernya.

Dia dengan lembut, dan hati-hati menyentuhnya, untuk Gregor, jimat tersebut hampir seperti perwujudan dari dirinya. Rose adalah priestess Niili peringkat tinggi, tetapi unitnya tidak menemani mereka dalam pertempuran ini. Sebagai gantinya, dia membuat jimat ini sendiri dan memberikannya kepadanya agar itu bisa melindungi Gregor menggantikan dirinya.

Dengan dirinya yang bukan priest, Gregor hanya mendengar ini secara tidak langsung, tapi rupanya saat membuat jimat Quirmizi, dewa tanah dan panen, tanaman yang dianggap berkah dari bumi digunakan. Demikian pula, ketika berhubungan dengan dewa yang mengatur hidup dan mati, Niili, darah, yang dianggap sebagai bagian dari kehidupan seseorang, digunakan sebagai perantara. Selanjutnya, Rose juga menggunakan seikat rambutnya yang menjadi simbolnya, dengan ciri khas mana yang ditampilkan dengan jelas. Dia benar-benar mengirim sebagian dirinya didalam jimat tersebut dan mengisinya dengan doanya.

Selama dia memiliki jimat ini dari Rose, Gregor tidak merasa takut, bahkan terhadap Demon lord Keempat itu sendiri. Dan untuk melindunginya, dia tidak punya niat untuk mundur selangkah pun.

Tolong, jika memungkinkan, biarkan dia segera kembali, Gregor berdoa, menginginkan kekasih teman baiknya kembali dengan selamat.

Gregor tidak tahu apa yang akan dirinya lakukan jika kehilangan Rose. Akan mudah membayangkan dirinya menjadi gila, tetapi dia tahu Rose tidak akan pernah memaafkannya jika dia bertindak seperti itu. Jadi dia harus tetap menjadi dirinya sendiri dan terus berduka.

Gregor bisa memahami sedikit kegilaan yang mendorong Dale, dan itulah sebabnya dia khawatir dengan temannya.

Tidak ada satu pun bintang yang bisa dilihat di langit malam yang sangat mendung. Melihat temannya yang hanya duduk di sana melihat kobaran api unggun, Gregor berpikir seolah-olah langit di atas adalah cermin yang memantulkan perasaan Dale, dan dia menghela nafas lagi.

Rumah Eldstedt terletak di kota paling makmur di wilayah mereka, dan Demon lord Keempat saat ini berada di hutan di luar kota itu. Gregor jarang membiarkan emosinya muncul di wajahnya, tetapi ketika mereka berjalan melalui pemandangan kota yang benar-benar berubah, kesedihan dalam ekspresinya terlihat jelas.

“Gregor?”
“Tidak apa. Reruntuhan yang tertulis dalam laporan kakakku tepat berada disana. Ayo.”

Tidak mungkin untuk mengirim regu pengintai ke sana dengan elemen sihir berkonsentrasi tinggi ini. Orang-orang yang bergerak maju sekarang hanyalah Dale, Gregor, dan tentara priest, terutama magic user yang terampil dan memiliki perlindungan ilahi tingkat tinggi. Alasan lain mengapa Gregor menemani mereka meski ada bahaya adalah karena tidak ada pengintai, dan dia satu-satunya yang cukup akrab dengan wilayah tersebut untuk menunjukkan jalan kepada mereka.

“Apakah ada jebakan atau semacamnya di reruntuhan?”
“Itu tidak akan menjadi masalah. Aku sudah pernah ke sini saat masih kecil, aku sudah pernah menjelajah wilayah ini berkali-kali. Aku tahu semuanya.”

Gregor berjalan maju, memimpin party, baik Dale maupun orang lain tidak dapat melihat ekspresinya. Dia ingat orang yang telah menempuh jalan ini di sampingnya sewaktu dia masih kecil adalah kakaknya, menyebabkan rasa sakit yang masih baru karena kehilangan seseorang yang dekat dengannya.

Hutan itu sunyi senyap. Mereka segera menyadari alasan di balik itu.

“Wabah, tak salah lagi...?”

Ada mayat-mayat hewan busuk yang berserakan. Itu telah menjadi hutan tanpa kehidupan, yang merupakan alasan keheningan tersebut. Itu memberi kesan aneh, mayat-mayat itu berserakan di tanah tanpa ada serangga yang mengerumuni mereka. Itu adalah fenomena yang hanya terjadi karena elemen sihir demon lord itu terlalu kuat.

Itu sangat mematikan, tetapi karena terlalu kuat, sehingga kemampuan infeksinya terbatas. Karena saudara Gregor menyadari hal itu dengan begitu cepat, dia berhasil menyegelnya, meskipun hanya sementara.

Salah satu warrior priest mengangkat stafnya. Sebagai tanggapan, priest lain yang mengangkat stafnya sampai sekarang menurunkan miliknya. Sejak memasuki wilayah itu, mereka terus menerus mengeluarkan sihir pertahanan secara bergantian. Bagaimanapun juga, kekuatan demon lord terlalu kuat jika hanya bergantung pada perlindungan ilahi mereka sendiri.

Dibandingkan dengan pintu masuk yang runtuh, bagian dalam reruntuhan tidak terlalu rusak. Berdasarkan arsitekturnya, tampaknya itu semacam istana kuno. Beberapa patung raja kuno kehilangan sebagian besar kepalanya, mudah membayangkan apa yang terjadi di sini dulu. Gregor berjalan tanpa ragu. Dia siap berbelok, menuju ke tangga, dan menunjukkan jebakan dengan cahaya perangkat sihirnya.

“Depan sana, dulunya ada bagian tersembunyi. Masih ada jebakan yang tersisa untuk mengusir penyusup.”
“Begitu.”
“... Demon lord tidak akan terjatuh dalam hal-hal seperti itu, kan?”
“Jika dia memicu jebakan itu, itu tidak akan bisa menyebabkan luka fatal. Ceritanya akan berbeda jika seorang pahlawan terlibat,” Dale menjawab pertanyaan Gregor.

Udara lembab di koridor gelap itu sangat busuk, membuatnya tidak enak bahkan untuk bernapas sekalipun. Dinding polos yang diterangi oleh perangkat sihir entah kenapa terlihat suram. Tapi mungkin perasaan itu wajar saja, mengingat apa yang ada di depan.

Gregor membuka pintu tersembunyi di ujung koridor, membuat bidang penglihatan mereka tiba-tiba menjadi cerah. Bahkan di tengah kegelapan Dale merasa sedang naik, jadi dia tahu bahwa koridor ini akan mengarah ke luar.

“... Apa jalannya tidak terhubung dari luar?”
“Dulu, kakakku merusak jalan penghubungnya. Tidak mustahil untuk mengambil rute itu jika kau mau, tetapi mengingat elemen sihir disekitar sini, kita tidak bisa melakukannya.”

Pemandangan hutan, dengan sinar matahari yang lembut melewati pepohonan, namun memiliki aura aneh berkebalikan dengan pemandangan itu, membuatnya hampir terlihat seperti neraka.

Di tengah hutan itu ada seorang wanita berambut hitam. Yah, orang yang melihatnya mungkin hampir ingin menambahkan ‘apa yang seperti’ pada pernyataan sebelumnya, pakaian sosok tersebut begitu kotor sehingga tidak mungkin untuk melihat warna aslinya, tidak memiliki penampilan yang biasanya dimiliki oleh seorang wanita, sosok tersebut malah tampak seperti semacam manusia kurus kering, yang hanya tersisa kulit dan tulang. Tidak ada kilau di rambut hitamnya yang panjang, dan tidak ada tanda-tanda dia merawatnya, dia hanya membiarkannya tumbuh bebas. Rambut yang panjang dan acak-acakan membuat sulit untuk melihat wajahnya, hanya menambah penampilannya yang kusam secara keseluruhan dan menimbulkan rasa jijik. Namun, pupil berwarna merah, tanpa emosi, sedang menatap mereka yang telah menyusup ke wilayahnya.

Wanita itu jelas cacat.

Demon lord dilahirkan dari ras iblis, sehingga mereka memiliki penampilan luar seperti ras tersebut. Prasangka itu hanya membuat penampilannya yang aneh semakin menonjol. Wanita itu hanya memiliki satu tanduk. Namun, yang satu lagi tidak rusak, seperti milik penjahat. Di sisi yang lain, dia memiliki tanduk putih yang bengkok, tetapi di sisi lain ada sesuatu seperti benjolan hitam kecil.

“Cacat dari lahir...”

Dale dan yang lainnya adalah manusia, jadi mereka tidak menganggap tanduk sebagai hal yang sakral, seperti yang dilakukan ras iblis, tetapi meski begitu mereka masih menganggap penampilan wanita itu pertanda buruk. Itu bukan karena penampilan fisiknya. Penampilan tersebut menambah kesan penuh dengan kebencian dan mengerikan.

“Jadi, kau datang untuk mengejekku,” kata wanita itu. Suaranya memiliki nada yang tidak menyenangkan, membuat semua orang yang mendengarnya merasa cemas.

Sebelum wanita itu melangkah ke arah mereka, Dale berteriak memperingatkan.

“Dia itu demon lord!”

Kata-kata singkat itu sudah cukup.

Gregor, di depan yang lain, menghunuskan pedang panjang scarletnya dan menutup celah di antara dirinya dan Demon lord Keempat. Dale mengikutinya sambil menghunuskan pedangnya.

“Aku tidak ingin mati.”

Dihadapkan dengan mana yang begitu tebal, terasa seperti terdorong oleh sesuatu, Gregor berhenti di jalurnya. Rapalan priest berhasil tepat waktu, dan penghalang yang terbuat dari cahaya menyebar di depan mereka. Segera setelah itu, Demon lord Keempat dengan rambut hitamnya yang acak-acakan melepaskan mana, sebuah wabah yang menggerogoti semua makhluk hidup. Angin yang terbuat dari elemen sihir berhembus melawan penghalang.

Demon lord Keempat tertawa puas. Apa pun yang hidup tidak dapat melakukan apa pun untuk melawan kekuatannya. Dia seperti penjelmaan penyakit. Tidak mungkin manusia biasa bisa melakukan apa pun terhadapnya.

Tidak mungkin mereka bisa keluar dari sini tanpa terluka jika penghalang mereka hancur. Setelah melirik Gregor, yang kebingungan bagaimana harus bertindak selanjutnya, Dale maju selangkah. Tangan kirinya terasa sakit. Dia merasakan hangat samar-samar dari dalam.

“Jangan mendekat.”

Demon lord mengayunkan tangannya, seolah memukul dirinya. Dengan kekuatannya yang luar biasa dan absolut untuk mengarahkan mana-nya sendiri, dia mengarahkannya pada pria yang cukup sombong untuk mendekatinya.

Atau setidaknya, begitulah seharusnya.

“Kenapa?”

Tidak bisa mengerti apa yang sedang terjadi. Dia benar-benar tercengang, Demon lord Keempat menatap tangannya sendiri.

“Kenapa, kenapa, kenapa?”

Seperti mainan yang rusak, demon lord terus mengulangi pertanyaan itu. Dia mengayunkan tangannya ke bawah berulang kali. Dia benar-benar tidak bisa memahami apa yang terjadi.

Sejak dia menjadi Demon lord Keempat, dia dapat menggunakan kekuatannya secara alami, tapi sekarang itu tidak lagi berfungsi. Mana-nya terhalang oleh sesuatu, dan tidak bisa digunakan sesuka hatinya.

Karena ini adalah pertama kalinya dia menghadapi antitesisnya sebagai demon lord, seorang pahlawan, dia tidak menyadari kemampuan mereka. Sampai sekarang, dia telah mengalahkan banyak orang tanpa kesulitan sama sekali, jadi dia bahkan tidak pernah berpikir perlu semacam cara untuk berurusan dengan seseorang ketika kekuatannya dilawan.

Demon lord Keempat hanya memiliki minat pada dirinya sendiri. Tidak ada apa pun yang diinginkannya, dan dia tidak membutuhkan orang lain. Dia hanya menciptakan pengikut dengan kemauannya sendiri, karena mereka adalah orang-orang seperti dia dulu: mereka yang menderita penyakit mematikan, dilemparkan ke dalam keputusasaan. Itulah kondisinya sebelum menjadi Demon lord Keempat. Kerinduannya akan kehidupan telah membuatnya menjadi penyakit mematikan itu sendiri. Dengan menjadi apa yang pernah jadi suatu keputusasaannya, Demon lord Keempat telah lahir.

Walaupun dia takut dengan penyakit mematikan lebih dari orang lain, dia tidak ragu untuk menyebarkannya. Karena dia begitu gila, sehingga dia bisa menjadi demon lord.

Demon lord Keempat tidak tertarik pada apa pun kecuali dirinya sendiri dan tidak mencoba memahami orang-orang di sekitarnya, bahkan subjek “pahlawan” jatuh di luar minatnya.

Pahlawan membalikkan takdir yang diberikan kepada demon lord oleh para dewa, takdir untuk tetap menjadi demon lord. Tapi itu tidak masalah. Masih belum ada yang bisa dilakukan manusia biasa padanya, ketika dia adalah penjelmaan dari penyakit itu sendiri.

Dia kebingungan, wanita yang menyebut dirinya Demon lord Kelima memberi tahu tentang Demon lord Kedelapan yang akan menghancurkan mereka, tetapi mereka berhasil dengan mudah menanganinya. Tidak perlu takut apa pun.

Namun, entah bagaimana dia sekarang terpojokkan, dan dia benar-benar tidak mengerti mengapa.

Demon lord menyiapkan sihirnya, yang sudah lama tidak ia gunakan, dan melepaskan itu kepada manusia di depannya.

Dale dengan santai menangkis bola api yang datang ke arahnya. Pedangnya merupakan pedang normal daripada perangkat sihir, tapi masih tidak sulit untuk menangkis sihir yang telah diluncurkan secara sembarang.

Api menghantam penghalang di belakangnya dan meledak. Demon lord kemudian selesai dengan rapalan kedua. Tanpa sedikit pun kebingungan, Dale sekali lagi berurusan dengan sihir yang ditembakkan kearahnya.

Melihat Dale, Gregor merasakan bahwa ‘mana’ Demon lord Keempat tidak berpengaruh padanya, dan dia mengambil langkah maju untuk menutupi gerakan temannya.

“Aku tidak ingin mati, aku tidak...”

Dalam sekejap, Gregor menutup celah antara dirinya dan Demon lord Keempat, yang dengan menyedihkan meratapi keinginannya untuk hidup. Dengan sekali tebasan bilah, Demon lord Keempat runtuh, matanya menatap ke angkasa.

Setelah mengkonfirmasi kematian demon lord, pasukan melemparkan sihir Api pada mayat tersebut. Mereka tidak tertarik mengambil kepalanya. Dalam semua kemungkinan, sepertinya mayat tubuh demon lord penyakit ini akan cukup untuk membawa bencana. Mereka perlu membakarnya sampai tidak ada yang tersisa kecuali abu.

Sambil menatap asap yang membumbung tinggi, Gregor bergumam sambil mendesah, tampak bingung.

”... Tadi itu berjalan lebih cepat dari yang aku duga.”
“Begitukah?” Dale merespons dari sisi Gregor.

Dia melihat tangan kirinya sendiri. Sensasi hangat yang dia rasakan belum mereda. Dia tidak bisa melihat kulitnya dari balik sarung tangannya, tetapi dia berpikir bahwa “namanya” mungkin sedang terlihat saat ini.

Gregor telah mampu menjatuhkan Demon lord Keempat karena dia berada dalam jangkauan efek kemampuan Dale sebagai pahlawan. Dale memiliki kemampuan untuk bertarung sendiri, tetapi dalam sejarah ada pahlawan yang tidak mampu melakukan itu. Jadi, pahlawan seperti itu telah bertarung melawan demon lord dengan membiarkan sekutu mereka yang terampil dalam pertempuran memimpin.

Namun, bukan itu yang ditanyakan Gregor.

“Sepertinya kekuatan elemen sihirnya tiba-tiba melemah... Apakah itu berkat kekuatanmu juga?”
“...Benar. Itu adalah ‘kekuatanku’.”

Api mereda, meninggalkan apa yang tampak seperti arang dalam bentuk seseorang. Tidak akan mudah untuk membersihkan elemen sihir yang telah menginfeksi tanah, tetapi dengan ini, wabah tidak akan menyebar.

“... Kemampuan untuk menggerogoti kekuatan demon lord, ya...?”
“Tadi kau bilang apa?”
“... Tidak, bukan apa-apa,” jawab Dale terus terang, mengalihkan pandangan dari tangan kirinya.

Kemungkinan besar, bukan hanya kekuatannya sebagai pahlawan. Sebagai satu-satunya pengikut Demon lord Kedelapan, mungkin dia diberikan kekuatan yang serupa dengan milik Latina: kemampuan untuk menggerogoti kekuatan yang dulunya dimiliki oleh demon lord untuk bertahan.

Jika itu akan membantunya mendapatkan Latina kembali, maka Dale akan gunakan kekuatan apa saja dan seluruh kemampuan yang ia miliki.

Mengepalkan tangan kirinya dengan erat, Dale menuju reruntuhan sekali lagi, tanpa berbalik untuk melihat ke belakang.


Note:
Huft, entah kenapa ini chapter yang melelahkan. Mungkin karena banyak misteri ya, jadi mimin harus ekstra hati-hati saat nerjemahinnya. 

Bagi yang gak paham soal demon lord malapetaka dan demon lord kedelapan, Demon Lord Kedelapan itu adalah Latina, sedangkan Demon Lord Malapetaka itu sendiri mungkin semacam istilah untuk menyebutkan para demon lord lain yang bertindak sewenang-wenang. Atau mungkin untuk menyebut si Dale itu sendiri, mimin juga masih belum terlalu paham chapter ini. Jika dikemudian hari ada penjelasan mengenai Demon Lord Malapetaka itu sendiri, nanti akan mimin update chapter ini.




TL: Haze
EDITOR: Isekai-Chan
PROOFREADER: Bajatsu