Sabtu, 28 Januari 2023

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 93. Tiga Hari

Chapter 93. Tiga Hari 


Moral tentara Ashtaroth tinggi.

Pertama, kami harus bergegas menuju kastil Decarbia untuk mengusir pasukan Zagam, yang telah mengepungnya.

Sebagian besar pasukanku adalah infanteri, tetapi karena mereka terlatih dengan baik, hanya butuh beberapa hari untuk mencapai kastil Decarbia.

Itu mengingatkanku pada sesuatu yang pernah dikatakan Napoleon.

“Napoleon, seorang jenius perang, pernah berkata bahwa pasukan yang kuat adalah pasukan yang banyak berjalan. Berjalan ke mana-mana, melalui medan yang berbahaya dan melalui tempat-tempat yang bahkan musuh tidak akan lalu. Itulah rahasia kekuatan mereka.”

Dengan kata lain, kemampuan para prajurit untuk bergerak bersama itu penting.

“Dalam hal itu, pasukan ksatria/ kavaleri Jochi bisa menjadi masalah. Tapi mereka bukan orang-orang yang mengepung kastil, bukan?”

Aku bertanya pada Eve dan dia mengangguk.

“Saat ini, yang mengelilingi kastil Decarbia adalah pasukan utama Zagam. Kebanyakan dari mereka adalah monster yang lambat dalam berjalan.”

"Dan di mana Jochi?"

“Dia pasti berpikir bahwa jatuhnya kastil Decarbia hanyalah masalah waktu. Jadi dia saat ini sedang menginvasi tanah Raja Iblis di selatan. Kecepatannya luar biasa.”

“Yah, dia adalah Pahlawan benua utama. Dia bergerak seperti api.”

Toshizou menyela.

“Namun, bukankah itu bodoh? Tentara Zagam akan lebih lemah sekarang. Yah, itu hal yang baik untuk kita.”

“Ada resiko, tapi dia pasti sangat percaya diri. Mungkin dia percaya dia bisa kembali tepat waktu jika pasukan Zagam dalam masalah.”

"Sama seperti teori tentara berjalan?"

"Ya. Walaupun dalam kasus kali ini, mereka harus berlari.”

Di dunia tanpa mobil, tidak ada makhluk yang lebih berharga dibandingkan kuda.

Di dunia lain itu juga hampir sama. Sebelum mereka memiliki mobil, kudalah hewan yang paling dihargai. Jumlah kuda yang dimiliki suatu negara adalah simbol kekuatan mereka. Jaman seperti itu telah berlangsung untuk waktu yang sangat lama.

Dan setiap negara takut pada suku yang menyerbu dengan menunggang kuda.

Dan sekarang, negaraku yang terancam oleh mereka. Namun, aku punya rencana.

Dan aku akan menerapkannya sekarang.

“Besok, kita akan tiba di kastil Decarbia. Di sana, kita akan mengalahkan Raja Iblis Zagam, yang sedang mengepung kastil.”

"Berapa lama bala bantuannya akan tiba?"

"Seharusnya sekitar tiga hari."

"Tiga hari…"

“Semuanya akan baik-baik saja jika kita bisa mengalahkannya dalam tiga hari. Jika tidak, kita akan terjepit oleh pasukan penunggang kuda Jochi. Kita pasti akan kalah jika itu terjadi.”

Tentu saja, aku memastikan bahwa hanya perwira tinggiku yang mendengar kata 'kekalahan'.

Mereka semua menelan ludah dan menatapku dengan serius.

"Jadi, kita harus menyelesaikan ini dalam tiga hari."

“Pasukan utama Raja Iblis Zagam sangat kuat. Dia punya tiga ratus pasukan. Tapi kita punya lima ratus pasukan. Kita memiliki keuntungan dalam hal jumlah, selama bala bantuan tidak datang.”

“Pada saat seperti itu, akan lebih baik untuk menargetkan pimpinan musuh. Jika kita bisa membunuh pemimpinnya, yang lain akan mundur.”

"Apa maksudmu kau akan mengirim kami untuk misi bunuh diri?" Toshizou bergumam, jadi aku mengoreksinya.

“Aku tidak akan mengatakan itu. Tidak ada yang akan mati atau bahkan berada dalam bahaya sebesar itu. Aku berjanji kepadamu, kelompok itu akan kembali hidup-hidup.”

"Oh, kau sungguh murah hati."

"Yah, aku sendiri akan menjadi bagian dari grup itu, jadi itu wajar."

Setelah mendengar ini, Toshizou terkejut.

"Kau akan ikut menyerbu?"

"Iya."

"Konyol. Jika kau mati, seluruh pertempuran ini akan berakhir.”

"Hasilnya akan sama jika semua orang mati kecuali aku." kataku datar.

"Namun…" Toshizou tidak yakin, begitu juga Eve.

Dia menundukkan kepalanya dan memintaku untuk mempertimbangkan kembali.

Bahkan Jeanne mengerutkan alisnya dan berkata, 'Jangan!'

Meskipun ketiganya menentang, aku tidak berniat mengubah pikiranku. Namun, orang lain bergabung dengan ketidaksetujuan mereka.

Itu adalah pelayan goblin yang memegang kendali kudaku. Sangat jarang mendengarnya berbicara.

“Raja Iblis menjadi bagian dari serangan spesial? Itu tidak boleh. Upaya pembunuhan seperti itu harus diserahkan kepada ninja.”

Dia tidak berbicara dalam bahasa goblin tetapi masih fasih. Walaupun suaranya tidak serak seperti kebanyakan goblin.

Barulah aku menyadari bahwa dia bukanlah pelayan yang biasanya bersamaku. Dia melepas kulitnya dan menatapku.

"Hal-hal ini harus diserahkan kepada para profesional, Raja Iblis."

“Ah, Fuma Kotaro. Sejak kapan kau di sini?”

"Kami para ninja berada di sisimu saat anda membutuhkan kami." Katanya.

"Dengan kata lain, disaat-saat seperti ini?"

“Ya, tepat sekali. Biarkan dunia tahu apa yang bisa kami lakukan.”

"…Baiklah."

Aku memutuskan untuk menyerah dan membiarkan si pembunuh melakukan pekerjaannya.

Kotaro hendak memanggil bawahannya dan pergi, tapi ada satu hal yang ingin kutanyakan padanya, jadi aku menghentikannya.

“Fuma Kotaro. Tentang informasi yang aku minta…”

“Ah, itu. Aku telah mendapatkannya.”

"Informasi?" tanya Eve.

“Informasi yang akan mempengaruhi hasil dari pertempuran ini. Aku ingin mendengar tentang waktu ketika lengan kanan Raja Iblis Zagam terpotong.”

"Apa informasi itu akan berguna?"

"Itu akan berguna. Yah, aku akan membuatnya berguna. Jika seperti yang aku bayangkan. Jadi, bagaimana?” 

Kotaro menjawab.

“Itu seperti yang anda katakan. Jochi adalah pria yang tenang, tetapi dia berubah saat ayahnya dihina. Dan saat itulah dia memotong lengan Zagam.”

"Aku mengerti. Jadi seperti yang dikatakan buku-buku sejarah.”

"Apa maksudmu?"

“Dia sangat terobsesi dengan ayahnya. Aku bermaksud memanfaatkan ini.” Kataku. Dan kemudian aku memisahkan pasukanku menjadi tiga kelompok.

Fuma Kotaro akan memimpin tim pembunuh untuk menangani Zagam.

Kemudian akan ada kelompok yang akan menarik perhatian tentara yang mengepung kastil Decarbia.

Dan kemudian akan ada kelompok untuk menghadapi Jochi pada saat kedatangannya.

Aku tidak suka membagi pasukan yang sudah kecil, tetapi rencanaku mengharuskan hal itu terjadi.




TL: Isekai-Chan
Proof-reader: Arklame Aster

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 92. Pasukan Raja Iblis Berangkat!

Chapter 92. Pasukan Raja Iblis Berangkat! 


Semuanya berkumpul di ruang dewan perang di kastil Ashtaroth.

Pelayanku, Eve.

Wakil kapten Shinsengumi, Toshizou Hijikata.

Maid of Orleans, Jeanne d'Arc.

Dwarf Chief, Gottlieb.

Dan werewolf yang telah kembali dari kastil Eligo, Bradenboro.

Biasanya, Fuma Kotaro juga ada di sini, karena dia adalah kepala tim intelijen. Namun, dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dia sudah membawa Hanzo bersamanya dan mulai membuat persiapan di medan perang.

Jadi, bisa dibilang, perang sudah dimulai.

Eve telah memasang peta area di papan tulis.

Dia memberi kami laporan terperinci tentang situasi saat ini.

Mulutnya terbuka saat dia menggerakkan penunjuknya.

Dia mengingatkanku pada seorang guru sekolah.

“Seperti yang kalian semua ketahui, Raja Iblis Zagam telah memanggil Pahlawan (Eiyuu) dari dunia lain. Setelah memberinya kekuasaan penuh atas pasukannya, Pahlawan ini telah menaklukkan daerah sekitarnya dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.”

“Dan siapa nama Pahlawan ini?”

Toshizou bertanya sambil mengangkat kakinya ke atas meja.

“Dia adalah Pahlawan dari negara yang dikenal sebagai Mongolia. Dia adalah putra raja Ghengis Khan. Seorang pria yang menciptakan kerajaan terbesar yang pernah ada di Eurasia…”

“Aku tahu tentang Ghengis Khan. Mereka mengatakan bahwa ketika Minamoto Yoshitsune dikalahkan oleh kakak laki-lakinya, dia melarikan diri dan menjadi raja benua lain.”
<EDN: minamoto yoshitsune aka ushiwakamaru kalo di FGO, ada web yang mbahas apa yang diomongin hijikata : http://www.asios.org/yoshitsune_en.html#>

"Cerita rakyat." Kataku.

“Beberapa orang dari negaramu mungkin percaya itu, tetapi itu tidak sepenuhnya benar, jadi berhati-hatilah. Tidak baik membuat klaim konyol seperti itu.”

Rupanya, rumor bahwa pahlawan Ghengis Khan sebenarnya adalah Minamoto Yoshitsune telah menyebar sebelum perang sebagai cara untuk membenarkan invasi.

Bahkan setelah perang, ada beberapa orang bodoh yang terus mempercayainya.

Tidak pasti kapan Ghengis Khan lahir, tetapi nama ayah dan ibunya diketahui. Tidak diragukan lagi bahwa dia adalah Pahlawan yang dilahirkan oleh orang-orang benua itu.

“Sekarang, mari kembali ke topik utama. Putra Pahlawan ini, Jochi, yang menjadi musuh kita sekarang.”

“Bagaimana dengan Raja Iblis Zagam?”

“Aku tidak bermaksud kasar, tapi dia hanya musuh kelas tiga. Tidak perlu takut padanya.”

"Jadi, seberapa berbahayanya Jochi?"

"Ya. Dia mungkin tidak mencapai prestasi sebanyak ayahnya, tetapi dia juga tidak mempermalukan serigala biru.”

Jochi adalah putra tertua dari pahlawan besar.

Dia adalah anak sah yang lahir dari istri pertama Ghengis Khan.

Dia memiliki saudara laki-laki dari ibu yang sama, Chagatai, Ogedai, dan Tolui.

Mereka semua adalah jendral-jendral yang membanggakan dan berkontribusi pada prestasi ayah mereka.

Dan di antara mereka, pekerjaan Jochi sangat luar biasa. Dia terjebak di sisi ayahnya sejak dia masih muda dan membantunya menyatukan dataran Mongolia.

Baik ketika mereka menyerang suku lain atau bagian barat Asia Tengah, dia selalu berada di garis depan dan menunjukkan keberaniannya.

Karena prestasinya, Jochi diberi wilayah yang luas di sebelah barat Asia, dan memerintah sebagian besar kerajaan Mongolia.

Majelis yang dia buat nantinya akan disebut Kipchack Han, dan akan merepotkan banyak siswa yang memutuskan untuk belajar sejarah. Tapi itu cerita lain.

Intinya, satu-satunya hal yang penting sekarang adalah dia menciptakan negara besar di Asia Tengah.

“Dan Pahlawan hebat inilah yang memimpin semua prajurit. Dia lebih berbahaya daripada Raja Iblis itu sendiri.”

"Memang. Saat Jochi mendapatkan kendali, wilayah baru kita mulai menyusut. ”

“Itu sangat cepat. Dari awal pasukan Zagam memiliki banyak ksatria berkuda. Jadi itu sangat cocok dengan Jochi.”

‘Untuk bagian itu ...' Sambung Eve ketika dia mulai membaca laporan itu.

“Zagam menggunakan banyak material untuk memanggil sejumlah besar kuda. Dan dia juga telah memanggil centaurus.”

"Aku mengerti. Jadi dia membuat pasukan yang hanya terdiri dari penunggang kuda.”

“Sepertinya begitu.”

“Tentara Mongolia tidak sebesar itu. Tapi mereka menggunakan kuda untuk meningkatkan mobilitas dan selalu tetap berdekatan satu sama lain. Mereka juga pandai memanah saat menunggang kuda. Itulah yang membawa kemenangan mereka.”

“Faktanya, wilayah yang telah diambil alih Zagam, semuanya adalah desa dan kota yang terletak di dataran rendah.”

“Tentara Mongolia tidak ahli dalam pengepungan. Terutama karena mereka mengandalkan kekuatan kuda.”

“Itulah sebabnya kastil Kongming dan Decarbia lolos dari invasi sampai sekarang.”

"Aku ingin segera pergi dan membantunya..." Kataku. Tapi Toshizou tiba-tiba meninggikan suaranya. Dia tampaknya sedikit ragu.

“Ah, ahli strategi jenius kita. Bukankah dia trauma perang? Apakah dia akan baik-baik saja?”

"Seharusnya. Ini adalah medan pertempuran yang dia takuti. Namun mempertahan istananya adalah hal yang berbeda. Atau setidaknya, itulah yang dikatakan Fuma Kotaro kepadaku.”

“Dan apa yang Fuma Kotaro lakukan sekarang? Aku tidak melihatnya di sini.”

“Dia sedang mengumpulkan informasi. Dialah yang memberi tahu kita tentang Centaur.”

“Dan aku yakin kita semua bersyukur untuk itu. Tapi itu tidak cukup untuk mengetahui berapa banyak jumlahnya. Kita perlu tahu kelemahan mereka.”

“Mereka memang memiliki kelemahan. Menurut Fuma Kotaro, Jochi memotong salah satu lengan Zagam dan membunuh anak buahnya.”

"Apa? Benarkah? Dengan kata lain, Jochi tidak sepenuhnya mengikuti Zagam?”

“Yah, sepertinya Pahlawan bisa memilih siapa yang mereka layani. Mungkin ada sesuatu yang bisa kita lakukan dengan itu.”

"Itu benar. Tetap saja, pria bernama Jochi ini terlihat gila. Aku belum pernah mendengar seseorang memotong tangan orang yang memanggilnya.”

“…”

Aku terdiam karena teringat saat pertama kali aku bertemu Toshizou.

Dia segera mengarahkan pedangnya ke arahku dan mengujiku.

Jadi dia tampak sedikit munafik. Tapi aku memutuskan untuk melepaskannya.

Aku melirik ke arah Eve. Dia sepertinya memikirkan hal yang sama, dan aku bisa melihat senyumnya.

Aku tertawa kecil dan kemudian memberitahu yang lain jam berapa kita akan berangkat.

Ketika aku pergi ke tempat tentara Ashtaroth menunggu, aku memberikan pidato singkat untuk meningkatkan moral para prajurit.

“Kita akan maju untuk melawan Raja Iblis yang pasukannya sebagian besar terdiri dari kavaleri. Sebagian besar pasukan ini adalah infanteri, tetapi kita memiliki cara untuk menghadapi mereka.”

Dan dengan begitu, aku memperkenalkan pasukan troll-ku.

Mereka semua membawa tombak yang panjangnya lima meter.

Setelah melihat ini, monster dan prajurit manusia semuanya tampak percaya diri dan berkata, 'mereka akan mampu menahan serangan kavaleri.'

Para komandan senang dengan ini, tetapi Gottlieb sendiri yang terlihat bermasalah.

“Tombak panjang akan kuat melawan serangan kavaleri, tetapi tidak cocok untuk melawan kavaleri yang menggunakan busur. Mereka akan diserang dari jauh.”

Aku berbisik kembali padanya.

“Aku mengerti kekhawatiranmu, Gottlieb. Namun, jangan khawatir. Aku punya rencana."

Namun, Gottlieb tidak memintaku untuk menjelaskan lebih lanjut.

Aku kecewa, karena dia adalah satu-satunya orang yang ingin aku ceritakan.

Aku bertanya mengapa dia tidak tertarik. Gottlieb merengut saat dia menjawab.

“Yah, kau adalah ahli strategi terhebat di sini. Aku yakin kau akan berhasil. Aku hanya perlu melihat saat kau melakukannya.”

Dia menambahkan bahwa dia dan pengrajin lainnya menantikan untuk minum saat mereka melihatku memimpin medan perang.

Yah, tidak ada yang bisa dilakukan jika dia menantikannya.

Kurasa aku hanya perlu menunjukkan sesuatu kepada Gottlieb yang akan selalu dia ingat.

Dengan begitu, aku mengumumkan keberangkatan kami.

Para komandan, kapten, dan tentara semuanya berteriak dan bersorak sorai.

Aku bisa merasakan suara mereka bergema di dalam intiku. Aku tidak takut dengan Jochi.

Itulah yang kupikirkan.




TL: Isekai-Chan
Proof-reader: Arklame Aster

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 91. Pagi Hari Milik Saint, Maid, dan Raja Iblis

Chapter 91. Pagi Hari Milik Saint, Maid, dan Raja Iblis 


Raja Iblis Ashta terbangun lebih siang hari ini.

Biasanya, aku akan memulai hari dengan mendengarkan laporan dari administrator kota atau komandan militer.

Segunung dokumen akan menungguku, dan tidak ada waktu untuk disia-siakan dengan berbaring di tempat tidur.

Namun, itu biasanya.

Karena kami akan berangkat ke medan pertempuran hari ini, baik Gottlieb maupun Eve tidak mengirimiku apa pun.

Mungkin mereka ingin aku beristirahat dan menyimpan energiku.

Aku berterima kasih atas pertimbangan mereka.

Berkat mereka, aku bisa tidur sampai jam 9 pagi.

Itu tiga jam lebih lama dari biasanya, jadi tidur lagi akan berlebihan. Saat aku sedang memikirkannya, Eve datang untuk membangunkanku.

“Selamat pagi, Master.”

Dia berkata sambil membungkuk penuh hormat.

Suaranya selalu indah.

Dia menyuruhku untuk tetap berada dikasur, lalu meletakkan meja kecil di tempat tidurku dan meletakkan sarapanku di atasnya.

Ada roti yang baru dipanggang, telur goreng, bacon, salad, dan sup krim kerang.

Melihatnya saja sudah menggugah selera makanku.

Suara perut yang keroncongan bisa terdengar.

Eve mendengar ini dan berkata,

“Anda pasti sangat lapar.” Dan dia tersenyum.

Tapi aku menatapnya aneh.

Aku agak lapar, tapi tidak selapar itu. Lagipula, perutku tidak pernah keroncongan seperti itu.

Berpikir ada sesuatu yang aneh, aku membuka selimutku kembali.

Apa yang aku lihat, adalah Saint Jeanne yang tertidur, terlihat sangat nyaman.

Dia bergumam dalam tidurnya tentang tidak bisa makan lagi. Namun, yang digigitnya adalah seprai.

Aku tidak ingin dia sakit, jadi aku menjauh darinya dan menatap Eve.

"Aku ingin tahu bagaimana dia bisa menyelinap ke sini?" Dia juga tampak bingung.

"Keamanan di ruangan ini seharusnya sempurna."

Eve telah memastikan bahwa hanya beberapa orang terpilih yang bisa memasuki tempat ini, untuk mencegah para pembunuh.

Itu adalah cerita yang berbeda jika kau memiliki sihir yang hebat. Tapi Jeane tidak menggunakan sihir, dan tidak ada jejak penghalang yang rusak.

Mungkin aku melucutinya sendiri tadi malam, ketika aku sedang tidur.

Aku bisa saja memiliki mimpi yang menyebabkanku melakukannya tanpa menyadarinya.

Ketika aku mengatakan ini kepada Eve, dia tertawa kecil dan berkata,

“Yah, kurasa bahkan seorang perfeksionis sepertimu terkadang membuat kesalahan.”

Lalu dia mulai menyeret Jeanne keluar, tapi aku menghentikannya.

“Dia sepertinya sangat nyaman sekarang. Aku lebih suka tidak mengganggunya.” 

Alis Eve menyempit.

Kurang ajar baginya untuk tidur di ranjang yang sama dengan masternya, dia bersikeras. Namun, aku membujuknya untuk membiarkannya kali ini.

Dalam kasus Jeanne, dia lebih seperti seekor anjing yang kebetulan menemukan tempat kosong untuk tidur.

Aku tahu karena aku dulu punya anjing di kehidupan masa laluku.

Anjing sangat mudah kesepian. Dan mereka sering menyelinap ke tempat tidur tuannya.

Eve puas dengan penjelasan ini.

“Yah, saya juga akan membawakan sarapan untuk Jeanne…”

Tapi kemudian dia berhenti.

"Tidak, saya akan membawakanmu sepiring makanan lagi."

Ketika aku menoleh ke samping, aku melihat bahwa Jeanne sudah bangun dan sedang memakan sarapanku.

Dia mengunyah dengan sangat lahap sehingga sulit dipercaya bahwa dia baru saja bangun.

Dia bahkan membuat komentar tentang masakannya.

"Pelayan. Pastikan untuk memasak bacon  lebih lama agar teksturnya lebih renyah lain kali.”

Aku harus menenangkan Eve setelah itu. Tapi dia segera pergi ke dapur untuk membawakanku makanan lagi.

Begitu Eve pergi, Jeanne mulai makan lebih cepat, dan piringnya bersih dalam lima menit.

"Hmm. Aku kenyang.”

Ucapnya sambil mengelus perutnya.

“Ini cara yang bagus untuk terbangun. Dan aku berada di ranjang yang sama dengan Raja Iblis.”

"Orang-orang berpikir bahwa Saint akan menjadi orang terakhir yang merangkak ke kamar pria di malam hari tanpa izin."

“Aku sudah memiliki izin. Itu adalah kehendak Dewa bahwa aku datang. ” Jelasnya.

“Dewa, ya?”

Dia mengangguk.

“Saat aku berbaring dikasur di malam hari, aku merasakan kehadiran Dewa di bantalku. Dia begitu dekat sehingga aku bisa merasakan dia bernafas. Dan dia kemudian berbicara kepada aku. 'Jeanne. Pergi ke kamar Raja Iblis. Dan berikan ini padanya.'"

Dan kemudian Jeanne mengeluarkan benda semacam kayu dari gaun tidurnya.

Itu adalah salib kayu.

"Kau akan memberikan ini padaku?"

"Ya. Aku membuatnya sendiri."

"Aku berterimakasih. Namun, aku adalah Raja Iblis.”

“Apakah Raja Iblis tidak menyukai salib?”

“Yah, aku bukan vampir, jadi aku tidak akan menerima damage dari ini …”

Tetap saja, sepertinya itu bukan jenis hiasan yang harus kupakai.

Saat aku ragu apakah aku harus menerimanya atau tidak, Eve kembali.

Dia terlihat sangat marah.

“Kau tidak hanya menyerbu kamar tidur Master, tapi sekarang kau mencoba memaksakan hadiah padanya. Aku tidak akan memaafkanmu untuk ini. Ini tidak adil."

Katanya dengan nada marah saat dia juga menaiki tempat tidur.

“Seberapa sering aku harus menahan diri setiap pagi, aku ragu Saint uniselluler (bersel tunggal)  ini bisa memahaminya sama sekali.”
<TLN: Owah, maid yg lagi marah.>
<EDN : saint disamain sama bakteri >

Jika Hijikata masuk pada saat ini, dia mungkin akan bersiul dan membuat semacam komentar pujian. Untungnya, tidak ada orang di sekitar untuk menyaksikan kejadian ini.

Namun, itu tidak berarti bahwa keadaan ini dapat dibiarkan seperti ini.

Itu adalah hari dimana kami akan menuju medan pertempuran. Ada banyak yang harus dilakukan.

Aku menjelaskan ini kepada mereka, tetapi mereka terlalu emosi satu sama lain.

Setelah itu, mereka berdebat tentang siapa yang boleh tidur di kamarku dan sarapan bersamaku.

"Kau sudah melakukan lebih dari cukup, Jeanne."

“Dan seseorang tidak akan bosan tidur dengan Raja Iblis.”

“…Kau anak kecil yang licik…”

"Aku ingin menyuapinya."

“Tidak, itu hak-ku sebagai orang yang menyiapkan makanan.”

Keduanya tidak akan mundur.

Dan kemudian percakapan beralih ke salib.

“Lagipula, aku tidak percaya kau bahkan akan mencoba memberikan itu kepada Raja Iblis.”

"Tapi Dewa menyuruhku."

“Hanya Dewa Iblis yang layak untuk Raja Iblis. Ini bukan tempat untukmu, dasar orang suci.”
<TLN: Lol, biasanya kebalik>

"Hanya ada satu Dewa di dunia ini!"

Aku tidak ingin mereka memulai perang agama di sini. Jadi aku bergerak untuk menghentikan mereka, tetapi kemudian Eve menoleh ke arah aku dan berkata,

“Sebenarnya, hari ini menandai bulan ketiga kita dilahirkan ke dunia ini. Jadi saya sudah menyiapkan hadiah untukmu.”

Ia mengeluarkan sebuah buku dari sakunya.

Itu memiliki cover yang didekorasi dengan indah.

"Apa ini?"

"Ini novel terbaru dari penulis yang menurutmu menarik."

“Ah, yang baru dirilis, ya?”

"Ya. Saya entah bagaimana berhasil mendapatkannya.”

Aku ingin membacanya, tetapi ketika aku mengulurkan tangan, Jeanne mendorong tangan Eve.

“Itu tidak boleh! Dewa mengatakan kepada aku bahwa dia hanya harus menerima satu hadiah hari ini. Kau dapat menyimpan hadiahmu setelah pertempuran. ”

Eve hampir tidak bisa menahan penghinaan dan serangan fisik lebih lama lagi. Tangannya bergerak ke belatinya.

Eve adalah iblis, jadi sangat mungkin mereka bisa saling menyakiti. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi.

Dan jadi aku membuat saran.

"Eve. Jeanne. Kalian harus menghentikan pertengkaran ini.”

"Tidak!"

"Tidak."

Aura membunuh bertebaran ke sekeliling, dan bahkan aku merasa sulit untuk memadamkannya. Tapi itu tidak mustahil.

Jadi aku mengusulkan saran.

“Jadi, Eve menyiapkan hadiah untukku untuk memperingati kelahiranku, dan Jeanne membawa hadiah karena pesan dari dewa.”

"Ya."

"Benar."

"Dan aku harus memilih satu."

Mereka mengangguk.

Pada pilihan ini, jelas bahwa memilih buku akan mengarah ke rute Eve, dan salib akan mengarah ke rute Jeanne.

Aku mungkin tidak akan menjadi orang yang paling tidak bahagia di dunia terlepas dari keputusanku, tetapi aku belum ingin membuat keputusan final. Itu bisa menunggu saat aku menjadi Raja Iblis Hebat.

Jadi aku memilih cara yang akan memuaskan mereka berdua.

Pernah ada seorang biksu di Jepang yang hidup selama era Muromachi. Ikkyu Sojun. Aku akan menyelesaikannya dengan cara yang mungkin dia gunakan.

Pertama, aku mematahkan salib Jeanne menjadi dua.

Setelah melihat ini, dia terlihat seperti sedang menyaksikan akhir dunia, tapi aku menjelaskannya padanya.

“Aku adalah Raja Iblis. Aku tidak bisa memakai benda suci. Namun, jika itu hanya ukiran kayu yang Kau buat, itu akan menjadi cerita yang berbeda.

Jadi aku menggunakan sihir angin untuk mengubah bentuknya menjadi jenis anjing yang disukai Jeanne.

Kemudian aku melakukan hal yang sama dengan separuh lainnya dan mengembalikannya padanya.

“Oh, itu sangat imut.”

Dia berkata dengan gembira.

Walaupun itu hanya setengah, dia senang telah menerima sesuatu sebagai balasannya.

Tidak, dia sangat senang dengan itu.

Eve tampak berlinang air mata saat melihat ini.

Jadi aku melanjutkan dengan merobek bukunya menjadi dua.

Aku menerima setengah dan meletakkan sisanya di samping tempat tidurku.

“Aku akan berperang. Tidak akan ada banyak waktu untuk membaca buku. Jadi aku akan membaca setengahnya setelah pertempuran berakhir dan aku pulang dengan selamat. Sebut saja takhayul.”

Ekspresi Eve menjadi cerah karenanya.

“Aku tidak sabar untuk segera kembali sehingga aku bisa membacanya.”

"Ada plot twist besar di bagian kedua."

Dia tertawa.

"Aku berharap untuk mencari tahu apa itu."

Balasku. Lalu aku menyelesaikan sarapanku dan menuju ruang dewan perang.

Karena aku ingin waktu sendiri, aku menyuruh yang lain pergi.

Pagiku terlalu sulit.

Aku adalah Raja Iblis yang lebih menyukai kedamaian dan ketenangan.

Saat aku memikirkan hal-hal seperti itu, aku teringat mimpi yang aku alami.

“Kau akan segera bangun. Dan kemudian pelayan manismu dan Saint pirang akan datang dan mengunjungimu. Merekalah yang akan menyelamatkanmu. Pilih salah satu hadiah yang mereka berikan, dan…”

Kata-kata yang dia katakan masih samar-samar dalam ingatanku.

Namun, aku tidak memilih 'salah satu' dari mereka.

Tapi aku memilih 'satu' hal.

Aku tidak tahu seperti apa hasilnya, tetapi aku ragu semuanya akan berjalan seperti yang telah direncanakan Dewi.

Aku harus memutuskan nasibku sendiri.

Dengan tekad baru ini, aku memanggil Eve dengan membunyikan bel. Dan kemudian menyuruhnya untuk membawa para pemimpin kastil Ashtaroth.




TL: Isekai-Chan
Proof-reader: Arklame Aster

Kamis, 26 Januari 2023

Tensei Shitara ken Deshita Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 : Bonus Story - Makan Malam Pertamaku Dengan Fran

Volume 1
 Bonus Story - Makan Malam Pertamaku Dengan Fran 



 


Itu saat setelah makan malam, Fran kembali membongkar bangkai monster. Aku mengatakan kepadanya untuk meninggalkannya sampai besok, tetapi dia tampaknya sudah terbiasa dan menikmati dirinya sendiri. Kupikir dia agak gila karena menikmati apa yang secara efektif merupakan sebuah otopsi, tapi mungkin itu adalah hobi di antara anak-anak di dunia yang dihuni monster berbahaya.

Santai saja.

"Oke."

Aku mengambil bangkai monster dari Pocket Dimension-ku untuk dikerjakan Fran. Dia mulai terbiasa menggunakan Share Skill kami. Dia menghilangkan baunya dengan Cleansing Magic, sambil mencuci pisaunya hingga bersih dengan mantra air sesekali.

Aku juga harus membongkar bangkai monsterku sendiri. Sebaik pembongkar monster seperti Fran, beberapa bangkai tidak mungkin dia bongkar. Itu semua masalah alat. Sebagai contoh, misalnya, Tyrant Saber-Tooth yang telah kubaringkan di depanku: Meskipun tubuhnya sepanjang sepuluh meter, bulu dan kulitnya keras dan sulit ditembus. Butuh seluruh kekuatan Fran untuk memasukkan ujung pisau bongkar kecilnya satu inci ke dalamnya. Saat itulah aku tahu aku harus berbuat sesuatu.

Meskipun, makhluk itu besar. Aku terus membongkar dan membongkar, dan rasanya seperti tidak ada akhir yang terlihat. Tapi aku tetap melakukannya karena Fran perlu makan, dan kami bisa menggunakan daging Saber-Tooth. Kembali ke Bumi, daging karnivora akan memiliki bau yang membuat kamu tidak menyukainya. Aturan itu sedikit berbeda di sini, di mana memaksimalkan skill Cooking memungkinkanku untuk menilai apakah suatu produk layak untuk dimakan. Ternyata, daging monster bisa digunakan untuk membuat makanan lezat yang cukup enak.

Tyrant Saber-Tooth adalah salah satu monster yang cocok untuk memasak. Aku harus membuang bagian yang sulit, tapi, meski begitu, kucing raksasa itu menghasilkan banyak daging yang bisa dimakan.

Disassembly juga memberiku kemampuan untuk menilai bahan yang dibongkar. Itu membuatku kagum betapa kuatnya Keterampilan di dunia ini. Cukup gunakan beberapa dan kamu menghasilkan keajaiban secara instan. Disassembly memberitahuku bulu dan tulang Saber-Tooth bisa digunakan untuk membuat equipment. Taring dan surai sangat berharga.

Aku meluangkan waktu untuk membongkar di sekitar area tersebut untuk meminimalkan kerusakan. Membesarkan Fran akan membutuhkan uang, dan ini adalah tiket emasnya. Aku harus ekstra hati-hati dengannya.

Aku mulai terbiasa melakukan gerakan halus dengan pedangku, sesuatu yang tidak perlu kulakukan di dataran. Aku terkejut bahwa aku dapat dengan rapi memisahkan kulit dari daging hingga jarak satu milimeter. Butuh waktu hampir satu jam, tetapi aku akhirnya selesai. Aku melihat ke arah Fran, yang masih mengerjakan bangkainya. Dia bekerja keras, keringat menetes di dahinya.

Fran, kamu bisa membiarkannya sampai besok jika kamu lelah.

"Sedikit lagi." 

Baiklah.

Jika dia ingin melakukannya, yah, aku bukan orang yang menghentikannya. Aku masih perlu membuatkannya makan malam. Kami mengambil berbagai peralatan masak dari pedagang budak, antara lain panci, wajan, talenan, dan mangkuk. Aku meletakkan semuanya sambil mencoba memikirkan apa yang bisa kumasak dengan mereka.

Untuk bumbu, kami memiliki garam, merica, dan mock-miso. Mock-miso adalah cairan pencernaan dari sesuatu yang terlihat seperti tanaman kantong semar. Aman digunakan sebagai bumbu selama kamu memasaknya. Rasanya seperti persilangan antara miso dan shoyu, hanya saja kurang asin. Betapa dunia yang luar biasa tempatku tinggal. Aku juga bisa menggunakan tepung yang kami ambil dari gerobak dan beberapa tumbuhan liar yang kami petik di sepanjang jalan.

Kami juga memiliki sisa daging Crush Boar dan Rock Bison sisa kemarin. Bisakah kita membuat sesuatu dengan mereka? Fran makan dalam porsi banyak dengan tubuh sekecil itu, jadi aku ragu itu akan cukup. Haruskah aku memotongnya menjadi kecil-kecil?

Tidak, aku harus menggunakan daging Saber-Tooth yang kubongkar tadi. Aku akan mencampurkan Crush Boar yang mirip babi, Rock Bison yang mirip daging sapi, dan steak Saber-Tooth yang juicy untuk membuat burger yang lezat.

Aku melanjutkan untuk mencincang ketiga daging dan menambahkan garam dan merica ke dalam campuran. Selanjutnya, aku memasukkan beberapa tanaman seperti kucai yang dipotong dadu ke dalam campuran. Aku kemudian menguleni campuran dengan Telekinesis sampai semuanya digabungkan dan dibentuk menjadi patty. Daging itu sendiri cukup bagus; daging tiga kali lipat pasti tiga kali lebih baik.

Aku membungkus roti dengan lemak caul Rock Bison dan memanaskan wajanku di atas kompor darurat yang terbuat dari Earth Magic dan Fire Magic. Apakah itu terlalu besar? Bukan berarti Fran keberatan; dia pasti akan ngiler melihatnya. Aku menggunakan lemak babi Crush Boar sebagai minyak goreng. Aku menyalakan api untuk menyalakan wajan lalu mematikannya agar tidak gosong.

Itu terlihat bagus.

Aku meletakkan patty raksasa di atas piring dan mulai membuat saus. Aku menambahkan mock-miso, stroberi, dan anggur yang dihancurkan ke dalam jus masakan untuk membuat kuah yang sedikit tajam.

Tanpa saus itu akan tetap enak, tapi aku ingin membuatnya lebih ringan karena ini adalah makan malam. Aku mengambil sisa tepung dan membuat krep tipis darinya. Aku menambahkannya dengan beberapa bumbu dan Tortilla Hamburgerku (atau semacamnya) sudah siap.

Fra—

"Aku disini!"

Nah, ada yang antusias. Fran sudah berada di belakangku sebelum aku bisa berkata, 

"Aku mau!"

Dia menatap Tortilla Hamburger dengan kagum.

Cuci ta-

"Sudah!"

Dia mengangkat tangannya seolah ingin menunjukkan padaku. Dia sudah menunggu ini.

Makan malam disajikan.

“Terima kasih atas makanannya.”

Fran menggigit besar burgernya, dan tidak butuh waktu lama sebelum dia melahap semuanya. Dia memiliki nafsu makan yang besar dan sehat. Aku senang aku memasaknya untuknya, tapi sepertinya aku meremehkan nafsu makannya.

Dia menatapku dengan penuh harap. "tambah?"

Ehhh, tunggu…

Aku tidak berpikir dia akan menginginkannya lagi. Baiklah.

Aku membuat steak dari Tyrant Saber-Tooth kali ini. Melihatnya menikmati makanannya sangat menyenangkan sehingga aku merasa mendapatkan tambahan juga. Ketika kami pertama kali bertemu, dia begitu pendiam karena hidupnya sebagai budak, tetapi sekarang dia terbuka dan cukup egois untuk meminta tambah. Dia mendapatkan kembali keinginannya untuk melakukan hal-hal sendiri lagi. Dia bisa meminta beberapa makanan lagi sekarang, dan aku yakin itu sama seperti ketika dia mengatakan ingin terus membongkar sebelumnya. Itu membuatku sangat bahagia sehingga aku bisa berkeliling perkemahan.

Tidak mengira aku akan melihat hari ketika aku menganggap keegoisan sebagai suatu kebajikan.

Aku mendapat kehormatan menjadi penerima kepercayaan Fran. Aku bersumpah aku tidak akan pernah mengkhianatinya. 




TL: Hantu
EDITOR: Zatfley

Tensei Shitara ken Deshita Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 : Epilog

Volume 1
 Epilog 



 


Fran tertidur. Dia belum minum apa pun, tetapi hari ini adalah serangkaian pertempuran yang sulit. Daemon itu kuat, dan sejujurnya kupikir kami akan kalah. Untuk berpikir bahwa aku benar-benar bertarung melawan Daemon dan menang… Aku, orang yang memiliki pekerjaan rata-rata beberapa bulan yang lalu, membunuh Daemon dalam bentuk Magic Sword. Bisakah kamu mempercayainya?

Sudah beberapa bulan sejak aku terlahir kembali sebagai pedang. Waktu berlalu begitu cepat saat kau keluar membunuh monster. Aku melawan Goblin, lalu Lesser Wyvern, Slime, SaberTooth, dan Hobgoblin.

Jika aku datang ke dunia ini sebagai manusia, goblin pertama yang kulihat akan membunuhku. Aku awalnya terkejut dengan fakta bahwa aku adalah pedang, tetapi sekarang aku pikir itu bukan hal yang buruk. Dengan sihir dan kemampuanku, aku adalah kekuatan yang hanya ada di buku cerita di Bumi.

Kemudian aku bertemu Fran. Aku tidak percaya ini baru lima hari sejak kami bertemu satu sama lain. Kami telah tumbuh sangat dekat dalam waktu yang singkat. Aku menyelamatkannya dari perbudakan dan dia menyelamatkanku dari Magical Forest. Dia menjadi seorang petualang, bertemu banyak orang yang menarik, melawan seluruh gerombolan goblin, dan menaklukkan dungeon hobgoblin sendirian. Untuk melengkapi semua ini, dia bertarung sampai mati dengan Daemon dan Dungeon Master-nya. Setelah semua itu, tidak heran kami begitu dekat.

Aneh bagiku untuk mengatakan ini sebagai pedang, tetapi aku benar-benar merasa lebih hidup dalam lima hari itu daripada yang pernah kualami dalam kehidupanku sebelumnya.

"Hmm…"

Fran?

Dia berbalik dalam tidurnya. Aku menggunakan Telekinesis untuk mengubah posisi selimutnya.

Dia terlihat sangat polos saat tertidur. Tidak, aku bukan seorang lolicon. Fran memang lucu, jangan salah paham. Dengan rambut hitam, kulit putih, dan telinganya yang lembut, sulit untuk tidak menganggapnya imut.

Tapi aku merawatnya seperti orang tua. Aku tidak yakin apakah ini adalah sifat kebapakanku yang akhirnya terbangun atau apakah ini yang dirasakan semua pedang terhadap penggunanya. Melihat wajahnya yang damai membuatku semakin ingin melindunginya.

Lima hari…

Ini baru lima hari, tapi aku bahkan tidak ingin berpikir untuk meninggalkan Fran sendirian. Jika seseorang menawarkan untuk mengirimku kembali ke Bumi, aku akan menolak. Itulah kesimpulan yang kudapatkan setelah dilahirkan kembali beberapa bulan yang lalu dan bertemu dengan Fran lima hari yang lalu.

Dunia fantasi ini…

Aku melihat keluar jendela ke arah langit malam. Bulan sabit perak raksasa itu dikelilingi oleh empat bola bulan. Semakin aku melihatnya, semakin aku menggali fakta bahwa dunia fantasi ini adalah kenyataanku sekarang.

Semoga kita bisa bekerja keras sambil menikmatinya.

Kita akan lihat apa yang ditawarkan dunia ini kepada kita…





TL: Hantu
EDITOR: Zatfley

Tensei Shitara ken Deshita Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 : Chapter 4 - Dungeon Pertama Kami

Volume 1
 Chapter 4 - Dungeon Pertama Kami



 

 

 

 

Hari Penyerbuan Hobgoblin sudah dekat.

Kami berada di tempat Garrus untuk mengambil sarungku.

“Ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Lihatlah ini." 

Oooh! Jadi ini sarungku?

Sarungnya terbuat dari kulit gelap dengan pewarnaan yang elegan. Beberapa orang akan mengatakan itu polos, tapi kupikir hasil karya Garrus membuat sarungnya terlihat mewah.

"Shishou."

Benar. Ayo coba…

Fran mengangkat sarungnya di depannya dan perlahan mendorongku masuk. Aku mencapai ujung pedangku dengan letupan yang memuaskan.

Ooh…

Rasanya sangat nyaman. Hampir senyaman alas lamaku. Alasnya adalah semacam sarung stasioner.

Aah…

Mau tak mau aku membuat suara yang akan kukeluarkan saat memasuki pemandian air panas. Perasaan itu benar-benar menyenangkan. Aku tidak pernah tahu pedangku ingin terbungkus dalam sarungnya. Aku sangat menghargai pengerjaan Garrus karena ukurannya akurat hingga ke inci-nya. Rasanya seperti tidur di tempat tidur empuk yang menggulung dirinya sendiri ke tubuhmu. Aku puas tinggal di sarung nyamanku selamanya.

Kamu sangat hebat, Garrus. Kupikir ini adalah karya besarmu.

"Hahaha, aku senang kamu menyukainya."

“Kamu terlihat senang, Shishou.”

Tentu saja! Ini sarung yang bagus, tentu saja.

“Itu juga bukan sarung biasa.” Garrus menyeringai nakal dan meletakkan tangannya di sarungnya. “Rasanya tidak benar untuk memberikan sarung biasa pada enchanted sword, jadi aku melengkapi yang ini dengan sedikit fungsi.” 

Betulkah? Kamu yang terbaik, Andre!

“Andre? Siapa itu?"

Maaf, aku sedikit bersemangat.

Fungsi di sarungnya? Aku tidak bisa melihatnya dari tempatku sekarang.

"Kamu lihat gerendel logam ini?"

"Ya."

"Jika kamu menekannya di sini—" 

Sarung pedang itu patah.

"Itu terbelah di tengah."

"Betul sekali. Ini adalah mekanisme sederhana yang memungkinkan kamu menghunus diri sendiri tanpa wanita kecil itu harus meraihmu.”

Aku mengerti. Itu sangat berguna. Menyarungkan diri sendiri juga sama mudahnya.

Aku memanipulasi gerendel dengan Telekinesis dan sarungnya kembali ke bentuk aslinya.

Nyaman.

“Iya kan? Percayalah padaku, membuat mekanisme bekerja sambil mempertahankan integritas sarungnya sangat menyebalkan!”

Sarung pedang Garrus adalah yang terbaik. Aku jelas mengharapkan ini dari pandai besi selevel dirinya.

Terima kasih untuk perlengkapannya, Garrus.

"Tentu saja. Sekarang pergilah ke sana dan serang mereka! Oh, dan bawa kembali beberapa bahan bagus, jika kalian menemukannya. Aku agak ragu karena ini adalah dungeon yang baru terbentuk dan sebagainya, tetapi kamu tidak pernah tahu.”

"Dungeon yang baru terbentuk?"

“Aku yakin itu masih baru terbentuk. Kamu tidak tahu tentang ini?”

Fran menggelengkan kepalanya. Aku juga tidak tahu bagaimana dungeon terbentuk.

“Dungeon bermunculan di mana-mana sebagai cobaan bagi umat manusia yang diciptakan oleh Chaos God.” 

Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan.

“Chaos God? Bukan Dark God?”

“Kurasa kau juga tidak jelas tentang perbedaan itu. Biar kujelaskan.” 

Maka Garrus memulai ceritanya tentang mitologi dunia.

“Sederhananya, dunia kita diciptakan oleh delapan puluh delapan dewa. Yang terkuat di antara mereka disebut The Ten.”

The Ten adalah dewa matahari, dewa bulan perak, dewa samudra, dewa bumi, dewa api, dewa badai, dewa hutan, dan dewa binatang buas. Mereka menciptakan dunia dan kehidupan yang menghuninya.

Dewa orang mati menciptakan Roda Besar Reinkarnasi, dan di atasnya dunia dibangun.

Tujuh puluh delapan anak para dewa memperanakkan banyak hal di dunia yang telah dibangun oleh orang tua mereka, sehingga dunia berkembang.

“Anak-anak dewa?”

"Betul sekali. Yang paling terkenal adalah Smith God dan Sword God. Ada Dewa Kegelapan—jangan tertukar dengan Dark God—dan Dewa Memasak.”

(EDN: God of Darkness, dewa kegelapan, Dark God, dewa gelap? mungkin God of Darkness itu anaknya Dark God?)

Akhirnya, ada Dewa Kekacauan, yang melemparkan dunia ke dalam kekacauan. Tetapi Garrus menyatakan bahwa kejahatan diperlukan untuk menjaga keseimbangan di dunia. Tanpa kekacauan, stagnasi akan segera menyusul. Dunia perlu dijaga agar tetap tumbuh.

Kami memahami fakta itu secara langsung. Ujian diperlukan untuk tumbuh lebih kuat, seperti yang dilakukan Fran tempo hari dengan para goblin. Dewa Kekacauan adalah dewa yang baik, meskipun itu sulit untuk dibayangkan.

"Bagaimana dengan Dark God?"

“Dark God dulunya adalah Dewa Perang. Dia berusaha untuk mengambil alih dunia dengan menyalahgunakan kekuasaannya, sehingga dewa-dewa lain harus turun tangan dan menghentikannya. Dikatakan jenazahnya begitu penuh dengan kebencian sehingga jenazahnya mengutuk makhluk di sekitarnya. Begitulah cara terlahirnya Demonkind. ”

"Aku mengerti."

“Orang-orang mengatakan bahwa Dewa Kekacauan menciptakan dungeon sebagai ujian bagi orang-orang. Di dalamnya ada pelayan Chaos God yang disebut Dungeon Masters. Seluruh tujuan hidup mereka adalah menyebarkan kekacauan.”

Dungeon Master, tentu saja. Aku bertanya-tanya apakah mereka memiliki magic crystal di dalamnya. Mereka pasti akan memiliki banyak keterampilan yang berguna.

“Ada hipotesis bahwa dungeon dibuat dari permata yang disebut Inti. Inti itu akan mengunci organisme pertama yang dilihatnya dan mengubah makhluk itu menjadi Dungeon Master.”

"Jadi ada yang lemah dan yang kuat?"

"Ya. Tingkat kesulitan dungeon ditentukan oleh Dungeon Master-nya. Semakin lemah suatu makhluk, semakin mudah dungeon itu untuk ditaklukkan.”

"Apakah ada Dungeon Master yang aneh?"

“Yah, kami punya dragon, orc, wolves, dan cockatrices. Apa saja bisa menjadi Dungeon Master selama masih hidup.”

"Bahkan manusia?"

"Tentu. Kami telah memiliki beberapa penampakan Dungeon Masters Humanoid yang dikonfirmasi di masa lalu.”

Dungeon buatan manusia terdengar berbahaya.

“Aku akui kita semua membutuhkan cobaan untuk tumbuh lebih kuat, tetapi kadang-kadang aku merasa itu sedikit berlebihan.”

Orang-orang yang tinggal di dekat dungeon akan mati, dan mungkin tidak ada cukup petualang yang mau menceburkan diri untuk menjelajahi mereka.

“Ngomong-ngomong… monster langka berkeliaran di dungeon. Mereka akan membuat makanan yang layak untuk setiap petualang.”

Dungeon tidak semuanya buruk tentu saja. Beberapa petualang melihat mereka sebagai jalan untuk menjadi kaya dengan cepat. Tidak mengherankan, karena biasanya berisi timbunan harta karun. 

“Belum lagi perlengkapan sihir yang bisa kamu temukan di beberapa peti harta karun itu.”

Aku tidak bisa membayangkan sihir macam apa yang akan kami temukan di sana. Aku tidak sabar untuk kesana!

"Jika mereka menemukan senjata yang cukup kuat untuk membuat peperangan di dungeon itu, mereka akan membuat kami bangkrut dari bisnis pandai besi," keluh Garrus tua. “Sepertinya aku tidak perlu khawatir tentang itu dengan dungeon ini. Semakin tua dungeon, semakin kuat barang yang kamu temukan di dalamnya. ”

"Oke."

Kami telah menyia-nyiakan cukup banyak waktu sekarang. Kami bergegas ke guild untuk menghadiri pengarahan penyerbuan, setelah itu kami akan pergi ke dungeon bersama-sama.

"Pagi, Nel."

“Oh, selamat pagi, Fran!” Nell membalas sapaan Fran dengan suara riang. Dia anehnya ramah untuk beberapa alasan. Fran memberitahuku bahwa mereka bertemu di pemandian malam itu dan akur. Aku bisa membayangkan Nell bercerita tentang harinya di tempat kerja dan Fran diam-diam mengangguk. Tetap saja, aku senang melihat Fran berteman ketika dia begitu pendiam hampir sepanjang waktu.

"Semoga beruntung di luar sana, Frannie."

"Baiklah."

“Aku tahu Donadrond ikut denganmu tapi hati-hati di luar sana. Petualang tingkat tinggi kami yang biasa tidak ada di sini hari ini. Kami harus mengirimkan pasukan cadangan kami.” 

"Petualang tingkat tinggi?"

"Ya. Kami memiliki banyak petualang Rank A hingga C, tetapi mereka sedang menyelidiki gangguan di Demon Wolf Garden. Mereka akan dapat menangani situasi seperti ini dalam sekejap, tetapi kamu tahu situasinya… Rank A khususnya berada di dimensi lain. Dia akan bisa mengurus dungeon yang lemah dalam waktu singkat.”

"Dia (She)?"

"Betul sekali. Amanda, petualang Rank A dan ace dari Guild of Alessa.”

Menarik. Mencapai Rank A sudah cukup sulit, tapi untuk berpikir seorang wanita bisa melakukannya... Aku ingin bertemu dengannya suatu hari nanti.

"Belum lagi Knight Brigade mengabaikan permintaan bantuan kami."

"Diabaikan?"

"Kamu mendengarku. Diabaikan!”

"Tapi mereka Knight Brigade."

"Benar?! Apa gunanya mereka jika mereka tidak mau membantu kami dalam meruntuhkan dungeon!”

Begitu banyak harapanku dari ksatria yang murni dan bijaksana...

“Letnan mereka adalah yang terburuk! Dia adalah putra seorang bangsawan dan dia sangat kotor, pelit, dan jahat seperti yang mereka pikirkan. Kupikir dia memiliki dendam terhadap petualang. Aku tidak akan terkejut jika dia mengesampingkan otoritas Kapten Ksatria dalam kasus ini.” Nell semakin marah dengan bangsawan brengsek itu. Wajahnya berkerut dengan niat membunuh, dan gumaman rendahnya terdengar seperti mantra kutukan. Dia tiba-tiba menyadari Fran masih di sana dan kembali tersenyum ceria.

“Ahahaha. Ya ampun… Kepanikan pasti menghampiriku. Lupakan apa yang baru saja kukatakan. Ya?" 

"Baiklah."

"Terima kasih. Kamu juga harus berhati-hati tentang dia. Dia tidak akan menghalangi penyerbuan kita hari ini, tapi pada akhirnya kau harus berurusan dengannya.”

"Okay."

Petualang lain telah masuk ke aula guild saat kami berbicara dengan Nell.

Aku tidak tahu kita memiliki begitu banyak anggota.

Ada lebih dari lima puluh dari mereka. Aku belum pernah melihat begitu banyak petualang di satu tempat sejak aku tiba di sini.

"Mereka tidak sekuat itu."

Donadrond yang terkuat dari kelompok itu.

Petualang Rank C juga bertindak sebagai instruktur bagi para pemula. Ada Rank C lain yang bercampur, tetapi tidak ada yang keberatan dengan kepemimpinan Donadrond.

"Apa yang dilakukan seorang anak di sini?"

Namun, seseorang keberatan dengan kehadiran Fran. Dia sangat menonjol di ruangan yang dipenuhi petualang tangguh, jadi aku berharap salah satu dari mereka akan mengganggu gadis kecil (Fran) di ruangan itu.

"Menurutmu apa yang kamu lakukan dengan pedang itu?"

Seorang pria muda bertubuh pendek menghadang kami. Wajahnya sangat kekanak-kanakan sehingga aku bertanya-tanya apa yang dilakukan anak seperti dirinya di sana. Armor-nya masih dalam kondisi sempurna, membuat fakta bahwa dia anggota baru semakin jelas. Dia tampak seperti Rank G, tapi semua orang di sini pasti Rank F ke atas.

Aku ragu dia akan melawan para goblin. Tentu, statistiknya sedikit lebih baik daripada goblin, tetapi perbedaannya sangat kecil. Dia mungkin naik peringkat dengan melakukan misi pengiriman di kota. Sword Mastery 1 nya adalah hasil karena dia belum pernah berada dalam pertempuran nyata. Guild pasti putus asa jika mereka membiarkan petualang seperti dia berpartisipasi.

"Aku akan memusnahkan goblin bersamanya."

“Nasib Alessa bergantung pada penyerbuan ini! Anak-anak sepertimu hanya akan menghalangi, jadi pulanglah! Apa yang dipikirkan guild?”

Anak laki-laki itu terlihat sangat kesal. Fran mempertahankan ketenangannya dan mengabaikannya.

"Apa kau mendengarku?"

"Apa?"

"Ayolah. Kamu tidak seharusnya berada di sini. Ini bukan permainan.”

Fakta bahwa melawan hobgoblin dalam pertempuran mungkin membuat bocah itu takut. Tentu saja—karena mereka jauh lebih kuat daripada dia. Karena itu, dia mencoba menyembunyikan fakta ini dengan menyerang siapa saja yang tampak lebih lemah darinya.

Para petualang di sekitarnya bereaksi terhadap pemandangan itu dengan cara yang berbeda. Beberapa berpikir itu lucu dan menonton, sementara beberapa mengabaikan kami sama sekali, dan yang lain berharap bocah itu tutup mulut. Argumennya, jika kamu bisa menyebutnya begitu, pasti terlihat seperti pertengkaran di halaman sekolah.

"Hm."

"Sialan, berhenti bergerak!"

Fran menghindari upaya anak laki-laki itu untuk menyeretnya keluar dari aula dengan gerakan cepat. Aku berpikir untuk menyuruhnya memberi anak itu pelajaran, tapi sepertinya tidak ada petualang yang keberatan. Banyak dari mereka yang mungkin kesal, tetapi rekan-rekan mereka menahan mereka.

"Hei, berhenti!"

"Apa-"

"Apakah itu-"

Desas-desus tentang pencapaian Fran melawan Donadrond dan gerombolan goblin telah beredar di sekitar guild. Sayangnya, tidak semua orang memahami pentingnya informasi—seperti anak laki-laki ini, misalnya, dan para petualang yang mulai meneriaki kami untuk berhenti.

“Diamlah, dasar bocah! Kalian berdua menghalangi, jadi keluarlah! Masih ada waktu untukmu melakukan misi pengiriman!”

“A-aku bukan pengantar barang! Aku seorang petualang Rank F!”

“Kamu baru naik dari Rank G! Kamu sama lemahnya!”

“Aku masih Rank F. Aku memiliki hak untuk berpartisipasi dalam serangan ini!

"Aku juga Rank F."

"Apa?"

Pria itu tampak terkejut dan memandang rendah Fran. Dia tidak menyangka dia menjadi petualang yang sah.

“Gyahaha! Jika bajingan sepertimu adalah Rank F, itu berarti kami Rank S!”

“Apakah kamu yakin mereka Rank F? Mereka akan mempromosikan siapa pun saat ini.”

“Apa yang kamu harapkan dari sekelompok Dungeon Scavenger*?”

(EDN: pemulung dungeon, itu loh level kecil yg ikut raid cuman buat dapet hadiahnya)

Aku mengerti dari nada mereka bahwa mereka mengejek para petualang secara umum, tapi aku tidak tahu apakah Dungeon Scavenger dimaksudkan untuk menghina. Mempertimbangkan tentara bayaran adalah hyena di medan perang, kurasa perlu seseorang untuk mengetahuinya.

“Aku hanya mengambil pekerjaan ini untuk membantuku sampai pekerjaan berikutnya, tetapi jika mudah untuk naik peringkat, mungkin aku akan terus melakukannya!”

Orang-orang ini juga mantan tentara bayaran. Dari apa yang kudengar, telah terjadi perang dengan negara tetangga yang berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Banyak tentara bayaran kehilangan pekerjaan ketika itu terjadi.

Aku melihat statistik mereka dan memastikan bahwa mereka tidak terlalu tinggi. Orang-orang ini penuh dengan udara panas.

"Hehehe. Ada sesuatu yang bagus di belakangmu di sana.”

"Oh? Itu terlihat seperti pedang yang sangat indah.”

"Berikan sini."

Aku sangat tersanjung mereka telah melihat spesimen yang sangat bagus seperti aku, dan aku benar-benar berharap salah satu dari mereka akan mengulurkan tangannya. Aku tidak berharap mereka tidak memiliki kesadaran akan bahaya yang akan datang.

Bocah yang berkelahi dengan Fran telah melarikan diri, bulu kuduknya berdiri tegak. Itu adalah reaksi yang baik terhadap reaksi jelas Fran yang mengeluarkan aura membunuh.

Di sisi lain, tentara kelas tiga masih mengulurkan tangan mereka dengan ekspresi kotor di wajah mereka.

“Hm—”

"Cukup!"

Donadrond melangkah di antara Fran dan tentara tepat saat dia akan melakukan langkah pertamanya. Dia memberi mereka semua pukulan yang bagus.

“Kau pikir apa yang kau lakukan? Kita akan segera pergi!”

"K-kami tidak..." Orang-orang itu meringkuk saat kehadiran Donadrond yang mengintimidasi menimpa mereka.

“Jangan berpikir kamu bisa berbicara sendiri tentang yang satu ini. Aku melihat setiap bagian dari apa yang terjadi. Jika kamu membunuh cukup banyak goblin di luar sana, aku akan berpikir untuk melepaskan kalian!”

Fran kehilangan minat pada ketiga pria itu dan mundur, menghilangkan niatnya untuk membunuh. Lebih baik kita bersembunyi sepanjang sisa hari ini.

Bocah itu mengeluh kepada Donadrond tentang Fran.

"Tuan Donadrond, kamu menyelamatkan gadis itu dan dia bahkan tidak berterima kasih!"

“Hah! Kenapa dia? Bukan dia yang coba kuselamatkan.”

"Apa?"

"Kita tidak bisa kehilangan tenaga kerja sebelum pertempuran besar."

"T-tuan?"

Menurut Donadrond, seberapa berbahayakah Fran? Dia tidak akan mulai memotong orang yang ada di sisinya hanya karena mereka membuatnya kesal. Setidaknya, aku tidak berpikir dia akan melakukannya. Selain itu, selalu ada Healing Magic.

Kemudian, mereka mungkin trauma dengan pengalaman itu…

"Hm?"

Tidak. Mari kita hancurkan para goblin itu.

"Tentu saja."

Donadrond mengumpulkan para petualang untuk pengarahan. Itu hanya nama saja, karena para petualang hanya berkumpul di sekitar Donadrond tanpa urutan yang sebenarnya.

Dia melanjutkan untuk menjelaskan mekanisme dungeon. Dia mulai dengan menjelaskan peran kami dan strategi pertempuran umum.

“Aku akan memberimu dasar-dasar cara kerja dungeon karena ini akan menjadi pertama kalinya bagi sebagian besar dari kalian. Untuk para veteran, anggap itu sebagai pengingat.”

Ada banyak petualang peringkat rendah di sini, termasuk kami. Tak satu pun dari kami yang pernah menginjakkan kaki di dungeon, jadi setidaknya aku berterima kasih atas pelajaran dasar itu.

Sebagai permulaan, kami diberitahu untuk tidak menghancurkan inti dungeon agar kami dapat menggunakannya lagi di masa mendatang. Dungeon Core adalah jantung dari dungeon — hancurkan, dan dungeon mati bersamanya. Itu termasuk semua yang ada di dungeon, dari monster normal hingga Dungeon Masters. Namun, Core dilindungi oleh penghalang yang kuat, jadi hanya serangan yang sangat kuat yang dapat menghancurkannya sejak awal.

Dungeon Core terhubung ke Dungeon Master. Membunuh Dungeon Master akan mengakibatkan Core tidak aktif. Selain itu, hasilnya sama dengan menghancurkan Core, jadi monster di dalam dungeon juga akan mati.

Injeksi mana ke dalam Core yang tidak aktif akan memungkinkan manusia menggunakan dungeon untuk waktu yang terbatas. Item dan monster akan mulai mengisi dungeon lagi, yang merupakan penggunaan utama dungeon sejak awal. Itulah mengapa sangat penting bagi kami untuk hanya membunuh Dungeon Master sambil membiarkan Core tetap utuh. Guild kemudian akan mempertahankan dungeon dengan memusnahkan populasi monsternya dan membunuh Dungeon Master setiap kali muncul.

“Namun, kali ini kami bekerja dalam keadaan khusus. Jika keadaan memburuk, kalian diizinkan untuk menghancurkan Inti Dungeon. Ingat saja kita di sini untuk merebut dungeon.”

 

Dua jam telah berlalu sejak para petualang meninggalkan kota Alessa.

"Para goblin datang!" teriak penjaga itu. Para guild sedang membangun perkemahan sederhana dengan bahan-bahan yang mereka bawa. Para goblin langsung bergegas dan keluar dari mulut dungeon. Kami, yang sedang berpatroli, bergegas kembali, dan tak lama kemudian kami sampai disana.

"Shishou, lihat."

Mereka belum selesai membangun markas. Ini pertarungan habis-habisan.

Para petualang terjebak dalam pertempuran sengit dengan para hobgoblin. Aku bahkan tidak bisa melancarkan serangan api tanpa menimbulkan korban di pihak kami. Para petualang semuanya berkumpul di sekitar Donadrond untuk mempertahankan diri.

"Ayo pergi."

Ya. Kita harus memusnahkan para hobgoblin di sini sebelum menuju ke dungeon. Aku tidak akan bisa tidur di malam hari jika para petualang dimusnahkan.

"Tapi Shishou, kamu tidak tidur." 

Itu hanya kiasan!

Fran menarikku dan menyerbu ke depan. Kami harus menyelamatkan para pemula sebelum mereka dibantai. Fran menebas setiap goblin yang menghalangi jalannya. Mereka tidak bisa melihat kami karena kami datang dari belakang mereka.

"Lemah."

Hobgoblin tidak terlalu tangguh jika mereka sendiri.

Hobgoblin yang baru saja kami bunuh memiliki status sebagai berikut:

Nama: Pendekar Pedang Hobgoblin

Ras: Iblis

LV: 8

HP: 69; Magic: 28; Strength: 39; Agility: 25 

Skills: Intimidate 1; Evasion 1; Sword Arts 1; Sword Mastery 3; Command 1; Explosiveness 2; Cooperation 2; Manipulasi Roh

Dia lebih lemah dari Raja Goblin yang aku kalahkan beberapa waktu lalu. Namun, mereka ini memiliki skill Cooperation, yang membuat mereka jauh lebih berbahaya dalam jumlah besar.

Tentara bayaran yang telah mengganggu Fran sebelum serangan itu tergeletak tak bergerak di tanah. Goresan yang tak terhitung jumlahnya di baju besi mereka adalah indikasi yang jelas bahwa mereka tidak bisa diselamatkan. Itulah yang terjadi ketika kamu dengan ceroboh melawan musuh tanpa koordinasi yang baik.

Fran tidak pernah memperhatikan mayat-mayat itu. Aku tidak akan terkejut jika dia sudah melupakan wajah mereka sekarang.

"Haa!"

Hancurkan mereka!

Fran menebasku ke udara dan meluncurkan Aura Blade yang tak terlihat ke arah para Hobgoblin yang tidak sadar pada kehadiran Fran, membunuh seluruh pasukan mereka. Para petualang berterima kasih padanya, suara mereka penuh dengan kebingungan dan kekaguman.

"T-terima kasih!"

"Gadis kecil yang manis itu kuat!"

"Hah? Siapa yang kamu bicarakan?" Anak laki-laki yang kami ajak bertengkar sebelumnya ada di antara mereka. “T-tidak mungkin!”

Dia benar-benar melakukan pertarungan yang layak. Terkejut melihat Fran begitu hebat sehingga dia hampir terbunuh oleh sisa-sisa goblin yang tidak terkena serangan Fran. Untungnya, seorang petualang yang lebih tua menyelamatkannya.

Sebagian besar petualang Rank C dan D berada dekat dengan pintu masuk gua, menyebabkan kurangnya petualang yang kuat di markas. Para hobgoblin memahami ini dan mulai mengeroyok Fran karena dia adalah ancaman terbesar mereka.

"Tangkapan besar."

Mereka mengabaikan para pemula dan mendatangi kita.

Aku menahan penyerapan magic crystal. Orang-orang akan mulai berbicara jika mereka melihat semua hobgoblin yang dibunuh Fran kehilangan magic crystal mereka. Aku memutuskan untuk menyerap magic crystal dari monster yang keterampilannya kuinginkan. Itu seharusnya tidak menimbulkan kecurigaan.

Mereka seharusnya baik-baik saja sekarang. Kamu ingin pergi ke dungeon?

"Ya."

Tidak ada yang bisa melihatku menyerap magic crystal di dungeon. Selain itu, kami dapat menyembunyikan bukti dengan menyimpan mayat di Pocket Dimension.

Hobgoblin berkerumun di pintu masuk gua saat Fran tiba di sana.

“Kurasa infonya benar.”

Dungeon datang dalam berbagai variasi, Jenis Gua menjadi salah satunya. Mereka tidak dikenal memiliki banyak jebakan, tetapi mereka memiliki banyak struktur aneh seperti sarang semut sebagai gantinya.

Salah satu penyihir telah mengirim familiar mereka untuk mengintai gua terlebih dahulu, dan mereka tidak menemukan jebakan di dalamnya. Mempertimbangkan populasi goblin, jebakan akan membuat mereka sulit untuk bergerak. Itu juga tidak memiliki ruang perangkap.

Ruang jebakan dilengkapi dengan medan kekuatan khusus yang mencegah pergerakan atau penyembuhan. Jika kamu mengalami nasib sial saat berjalan ke salah satunya, itu bisa menjadi akhir darimu. Untungnya, para penyihir pengintai telah memastikan bahwa tidak ada hal seperti itu di dungeon ini.

Itu adalah berita bagus bagi kami. Kami bebas mengamuk tanpa mengkhawatirkan jebakan.

Ayo pergi!

"Ya."

Woo hoo!

Fran melompati dinding daging yang menjulang tinggi tempat para petualang berkerumun di depan gua. Donadrond tidak bisa mempercayai matanya ketika dia melihatnya melompat ke udara. Atau mungkin dia sedang melihat roknya… Sebaiknya dia tidak melakukannya.

“Apakah dia menggunakan Air Hop?! Itu adalah skill Sky Knight!”

Uhh, mungkin kita seharusnya tidak melakukan itu…

Sky Knight? Kedengarannya seperti Class lanjutan bagiku.

Sky Knight… Nama itu sendiri memberitahuku bahwa itu kuat, tapi seberapa kuat? Kami harus menahan manuver udara kami mulai sekarang.

“Sudah terlambat untuk itu, Shishou.”

Ya… Itu benar, bukan?

Fran benar. Situasi ini pasti akan terjadi lagi, jadi tidak ada gunanya menyembunyikannya. Kami mungkin juga menggunakannya untuk keperluan kami.

“Kita harus membunuh goblin sekarang.” 

Benar. Kamu benar sekali.

“Gunakan sihirmu, Shishou. Aku akan mengurus mereka yang kabur.” 

Oke.

Fran menggunakan Float untuk lebih meningkatkan ketinggiannya. Saat kami sudah cukup tinggi, aku menghujani Tri Explosion pada musuh kami. Ledakan itu menghempaskan sebagian besar hobgoblin yang menutupi pintu masuk. Ledakannya tidak sehebat yang kugunakan di Donadrond, tapi cukup untuk membunuh hobgoblin yang lebih lemah.

Fran mendarat dan mulai mengayun ke arah mereka yang mencoba kabur.

"Sonic Wave!"

Sword Art Level 5, aku melepaskan gelombang kejut ke arah gerombolan hobgoblin dan menghempaskan mereka.

"Sekarang adalah kesempatan kita."

"Tunggu! Berbahaya bagi siapa pun yang lebih rendah dari Rank D untuk memasuki dungeon!”

Kami tahu itu, itulah sebabnya kami menyerbu ke depan, sehingga tidak ada yang menghalangi kami. Untung para hobgoblin menyibukkan Donadrond dan krunya.

"Sial! Ikuti dia!"

"Ya sir! Aku tidak tahu apakah aku akan bisa tidur di malam hari jika gadis kecil itu meninggal di sana. Maksudku, dia melakukannya sendiri, tapi—”

"Bukan itu yang aku bicarakan, bodoh!"

"Sir?!"

"Jika kita tidak mengejarnya, tidak akan ada yang tersisa untuk kita bunuh!"

"Sir, kamu bercanda ..."

“Apakah kamu melihat Air Hop yang dia gunakan? Lebih baik kau lupakan penampilannya, nak. Dia veteran yang memakai tubuh gadis kecil!”

Kebijakan guild tentang hadiah serangan adalah sebagai berikut: Guild akan mengumpulkan material dari monster yang jatuh dan menjualnya. Mereka kemudian akan membagikan uang itu secara merata kepada para petualang yang berpartisipasi, setelah biaya dan keuntungan tentunya.

Namun, bahan apa pun yang dimasukkan petualang ke dalam tas barangnya adalah milik petualang tersebut. Semakin banyak monster yang dibunuh oleh seorang petualang, semakin banyak uang yang dia dapat. Insentif ini bekerja dengan cukup baik. Namun, itu datang dengan risiko seorang petualang meninggalkan posisi mereka, seperti yang kami lakukan sekarang dengan menyerbu langsung ke dungeon.

"Shishou."

Ya Tuhan… LIHAT SEMUA EXP INI!

Dungeon itu adalah prasmanan para hobgoblin.

"Urus mereka."

Oooh, kamu bisa mengandalkanku! FLARE BLAST!

Flame Magic Tingkat 1, mantera itu menembakkan sinar api yang terkonsentrasi pada target. Area efeknya tidak terlalu besar, tetapi kapasitas destruktifnya jauh lebih kuat daripada sihir api biasa.

Mantra itu mendesing sebelum meledakkan sinarnya. Itu menembus beberapa hobgoblin, sementara sisanya terhempas oleh ledakan itu. Itu sangat efektif di dalam gua. Fran menyerbu melalui gerombolan hobgoblin dan terus maju.

Kami memiliki sisa uang untuk Return Feather, jadi mari kita lihat seberapa jauh kita bisa melangkah!


"Haa!"

"Aaah!"

Fire Javelin!

Aku menggunakan mantra yang lebih cepat dilemparkan untuk menjaga agar hobgoblin tetap berada di jauh didepan. Fran menebas mereka yang cukup beruntung untuk mendekat. Kami memiliki sinergi yang hebat.

Namun, kami tidak menyimpan semua sisa-sisa goblin untuk diri kami sendiri. Kami meninggalkan beberapa untuk anggota guild yang pada akhirnya akan berhasil melewati sini. Tidak perlu serakah dan mendapat pendapat buruk dari mereka. Selain itu, aku tidak ingin mencapai batas penyimpanan untuk Pocket Dimension milikku karena itu akan mengganggu.

Tapi kami memastikan untuk menyimpan mayat monster yang magic crystal-nya telah kuserap. Jika monster itu memiliki skill yang berguna, aku akan menyerap magic crystal-nya, lalu dengan cepat menyimpannya di Pocket Dimension untuk menyembunyikan buktinya.

Kami memprioritaskan mengalahkan High Hobgoblin berkulit hitam pada saat kami bertemu dengan mereka. Mereka memiliki keterampilan yang kurang lebih sama dengan hobgoblin biasa, tetapi aku mendapatkan lebih banyak magic crystal dari mereka. Mereka seperti suguhan bonus.

Memilih musuh saat melawan mereka terbukti menjadi latihan yang bagus untuk skill Split Thinking karena sekarang aku bisa merapalkan dua mantra sekaligus. Melemparkan dua mantra pada saat yang sama membutuhkan konsentrasi yang sangat besar, jadi aku harus berlatih untuk mendapatkan hasil maksimal dari keterampilan yang kuat ini.

Ha ha ha! Fire Javelin!

Sepuluh tombak api menembus gerombolan hobgoblin.

“Itu luar biasa, Shishou.”

Kamu juga bisa melakukannya, dengan sedikit latihan.

"Kepalaku sakit saat melakukannya."

Split Thinking yang terlalu sering menyebabkan sakit kepala, sepertinya. Itu membuat tekanan luar biasa pada otak seseorang.

Benarkah? Aku tidak merasakannya. Oh, tunggu, kurasa aku tidak punya.

Aku tidak bisa merasakan sakit, jadi sakit kepala tidak berpengaruh padaku, dan aku mendapatkan keterampilan yang luar biasa dari Split Thinking karena itu. Memiliki skill Mage juga membantu.

"Aku akan menembak menggunakan mantra yang lebih lemah saat aku bertarung." 

Dan aku akan mencoba menggunakan dua mantra berbeda di lain waktu.

"Semoga beruntung."

Baiklah.

Kami tidak kekurangan target sekarang, itu sudah pasti.

Tidak ada yang menghentikan serangan Fran ke jantung dungeon. Aku menggunakan Echolocation untuk mendapatkan gambar wilayah ini, tetapi gambarnya kurang detail karena hanya di Level 1. Kami melengkapi informasi dengan menggunakan Presence Sense, Tremor Sense, dan Thermal Vision untuk mengetahui jumlah hobgoblin yang tersisa .

"Shishou, ada tangga di sini." 

Kurasa ada lantai dua.

Lantai dua tampak mirip dengan lantai pertama, satu-satunya perbedaan adalah kepadatan populasi hobgoblin yang lebih besar.

Bagus. Mereka mempermudahku untuk memanen skill.

"Boneka latihan yang bagus."

Fran sudah dalam mode pertempuran. Dia mungkin mulai melihat para hobgoblin tidak lebih dari sekadar penghasil EXP berjalan. Di beberapa titik dalam penyerbuan kami, para hobgoblin mulai berlari begitu mereka melihatnya. Berita menyebar dengan cepat di gua goblin. Namun, tidak ada gunanya, karena dia mengejar dan memotong semuanya dari belakang.

Aku bertanya-tanya seberapa jauh gua ini terbentuk. Lantai dua tampak lebih luas daripada yang pertama.

Ada celah di depan.

"Ya. Aku memancing banyak keributan.” 

Apakah itu bos?

Kami mendekat lebih dekat sampai kami tiba di tempat yang tampak seperti aula. Ada ubin di lantai, bukan tanah, dan interiornya berubah secara signifikan dari gua alami. Kami dengan hati-hati mengintip ke dalam.

Disana ada laki-laki besar dan perempuan besar ...

Ruangan itu dipenuhi hampir lima puluh hobgoblin. Di tengah mereka semua adalah dua penguasa goblin: Goblin King dan Goblin Queen.

Mereka mengingatkanku pada Goblin King yang telah kubunuh di Wolf Garden. Para goblin akan berkerumun di sekitar pemimpin mereka jika terjadi invasi. Kami harus mengalahkan King dan Queen selama penyerbuan ini.

Goblin Rulers tidak jauh berbeda dengan kerabat mereka. Statistik mereka lebih tinggi, dan mereka memiliki lebih banyak keterampilan, tetapi hanya itu saja. Mereka sekuat monster Area 3 di Wolf Garden. Jika kita tidak ceroboh, kita seharusnya bisa mengalahkan mereka dalam waktu singkat.

Ayo pergi, Fran.

"Ya!"

Kita akan mulai dengan mengurangi jumlah mereka.

Kami melepaskan mantra kami sebelum mereka bisa melihat kami.

Fire Blast!

"Fire Blast."

Dan satu lagi! Fire Blast!

Kami menggunakan mantra kami untuk membuka jalan menuju King dan Queen. Fran menerjang ke depan dan menari melewati para hobgoblin yang terkejut.

Teruskan! Hancurkan mereka!

Atau begitulah yang kupikir... 

Hah?

"Mereka mati?"

Kami mencapai tengah ruangan setelah menyeberangi lautan hobgoblin untuk menemukan sisa-sisa king dan Queen yang terbakar. Gangguan kami ternyata menjadi pukulan langsung.

Kurasa... kita menang?

Hobgoblin yang masih hidup berhamburan untuk menyelamatkan hidup mereka. Pertempuran telah berakhir sebelum dimulai.

Apakah itu berarti quest selesai?

Tapi masih ada lagi gua.

Atau tidak…

"Masih ada lagi di depan."

Ya. Kita belum melihat Dungeon Master.

Baik King maupun Queen bukanlah Dungeon Master. Jika itu salah satu dari mereka, semua monster yang tersisa akan mati bersama mereka.

"Ayo lanjutkan." 

Ya!

 

Kami bergegas ke ujung lantai dua di mana kami menemukan sebuah pintu menunggu kami. Pintunya terbuat dari logam dan tingginya tiga meter.

"Pintu besar."

Apakah ini Ruang Bos?

Aura intimidasi terpancar dari pintu, bahkan membuat kami enggan membukanya. Pasti ada sesuatu di balik itu.

Siapkan Return Feather untuk berjaga-jaga.

"Oke."

Aku mendorong pintu terbuka dengan Telekinesis dan itu membuat suara berderit yang berat. Ada celah lebar di depan kami, tapi apa tidak ada apa-apa di sini...? Tidak, aku bisa merasakan kehadiran monster kecil. Mungkin jenis serangga.

Tetap waspada.

"Tentu saja."

Tiba-tiba, pintu dibanting menutup. Kami harus mengalahkan bos sebelum kami bisa pergi.

Kupikir seharusnya tidak ada jebakan di sini.

"Apakah kita terkunci?"

Tenang saja, Fran.

"Aku tahu. Aku hanya harus membunuh semua yang terlihat. Tidak masalah."

Aku harus mengandalkannya: Dia memiliki saraf baja.

"Suara apa itu?" 

Sesuatu akan datang.

Suara dengung itu berasal dari monster ladybug bercangkang biru. Tanduknya tumbuh dari kepalanya dan seukuran bola bisbol. Di belakangnya ada makhluk-makhluk yang tampak seperti isopoda raksasa, yang dibuat menjadi gerombolan yang menjijikkan.

Nama: Army Beetle Leader

Ras: Insect

LV: 5

HP: 8; Magic: 18; Strength: 4; Agility: 22 

Skills: Wind Magic 1; Summon Minion 5; Command 1; Cooperation 1; Acid Fang

 

Nama: Army Beetle

Ras: Insect

LV: 2

HP: 6; Magic: 5; Strength: 3; Agility: 20 

Skills: Harden 1; Acid Fang

 

Nama: Army Beetle Medic

Ras: Insect

LV: 4

HP: 10; Magic: 10; Strength: 1; Agility: 20 

Skills: Healing Magic 2; Acid Fang

 

Nama: Army Beetle Shooter

Ras: Insect

LV: 4

HP: 3; Magic: 11; Strength: 2; Agility: 20 

Skills: Wind Magic 3; Acid Fang

Mereka lemah tapi banyak. Jumlah mereka pasti lebih dari seratus. Leader bahkan memiliki keterampilan summon. Jika kami tidak membunuhnya dengan cepat, mereka akan dengan mudah mengalahkan kami dengan kekuatan jumlah yang besar.

"Ini terlihat menyenangkan."

Fran sudah dalam perjalanan untuk menjadi Blood Knight. Dia menerjang, menikmati pertarungan dengan serangga menjijikkan itu seolah-olah itu adalah tarian. Aku menggunakan Telekinesis untuk memperlambat serangga. Aku bisa menahannya karena ukurannya cukup kecil. Jika mereka lebih besar, akan jauh lebih mudah untuk meledakkan mereka semua dengan mantra yang ditempatkan dengan baik.

"Haaa!" Fran menembus magic crystal mereka saat aku menarik mereka ke arahnya. Aku belum pernah melihat monster ini sebelumnya, jadi aku memutuskan untuk menyimpan sekitar setengah dari material yang kami peroleh.

Para Shooter benar-benar menjengkelkan dengan Wind Magic mereka. Untungnya, mereka hanya memiliki jumlah sihir yang terbatas berkat nilai Magic-nya yang rendah. Mereka lebih seperti gangguan daripada ancaman.

Para Leader terus memanggil serangga demi serangga yang terbukti menguntungkan kami. Kami dapat menaikkan level Wind Magic, Harden, Summon Minion, dan Cooperation sambil mendapatkan magic crystal pada saat yang bersamaan.

 

Tiga puluh menit kemudian…

Aku merasakan kehadiran seseorang dari balik pintu.

"Sial! Terkunci!"

Kurasa Donadrond ada di sini.

Yah, waktunya untuk mengakhiri ini.

“Selamat tinggal, EXP bonus…”

Aku tahu. Aku akan merindukannya juga.

“Itu menyenangkan…”

Sudah waktunya untuk pemusnahan. Kami meluncurkan mantra api dan Art Sword satu demi satu. Tidak lebih dari lima menit untuk memusnahkan dua ratus serangga aneh yang telah muncul. Wind Magic kami sekarang berada di Level 7 sebagai bukti berapa banyak serangga yang telah kami bunuh.

Huh, pintunya tidak terbuka.

Pintu tetap tertutup sementara Donadrond terus menggedornya. Namun, sebuah pintu di sisi berlawanan dari ruangan itu terbuka.

"Mana yang sangat kuat."

Ini adalah… monster Rank C… Tidak, mungkin lebih tinggi.

Gluttonous Slimelord memiliki mana terbesar yang pernah kutemui sampai sekarang. Apa pun yang ada di balik pintu ini jelas melebihinya.

Ini adalah dungeon baru. Jenis monster apa yang bisa menghasilkan mana seperti itu?

"Aku semakin bersemangat."

Tunggu. Apa pun itu, benda ini akan menjadi ancaman serius. Ayo siapkan dirimu sebelum kita masuk ke sana.

Aku memberi Fran Regen untuk memberinya penyembuhan terus-menerus, bersama dengan mantra Resist All untuk meningkatkan daya tahannya terhadap apapun. Aku juga memberinya beberapa buff untuk meningkatkan stat, hanya untuk keamanannya.

Dan kita sudah siap. Ayo pergi.

"Ya!"

 

Apa yang menunggu kami di luar pintu adalah sebuah ruangan berperabotan lengkap yang tidak terlihat seperti gua yang telah kami jelajahi.

“Halo, dan selamat datang! Kamu adalah tamu pertama kami sejak pembukaan dungeon ini! Masuk, masuk!”

Seorang pria yang tampak mencurigakan melayang di tengah ruangan. Kulitnya hitam seperti tar, dan dia memiliki sayap dan tanduk. Dia tampak mengintimidasi, untuk sedikitnya. Namun sikap ceria iblis itu mengurangi rasa takutnya.

Mari lakukan Identify…

Nama: Daemon

Ras: Lesser Demon

LV: 30

HP: 1,900; Magic: 2,409; Strength: 720; Agility: 675 

Skills: Dig 3; Dark Magic 4; Intimidate 4; Transport 2; Fear 4; Sword Arts 5; 

Sword Mastery 5; Abnormal Status Resistance 7; Earth Magic 7; Climb 1; Poison Magic 7; Mana Barrier 6; 

Black Magic 10; Cooking 1; Dark Up; Dark Immunity; Night Vision; Mana 

Regeneration; Insubordination; Tough Hide; Magic Up (Small); Strength Up (Small) 

Extra Skill: Skill Taker 6 

Title: Devil Count 

Equipment: Enchanted Steel Longsword

Detail: Monster unik di lingkungan Dungeon. Biasanya dipanggil oleh Dungeon Masters. Subjek setia Chaos God, dia sangat kuat. Telah diberikan kekuatan tambahan oleh Dungeon Master yang memanggilnya.

Lokasi Magic Crystal: Jantung

Demon…

Dia kuat. Aku belum pernah melihat stat melebihi 1.000 sebelumnya.

Dark Magic: Bentuk lanjutan dari Black Magic. Memanipulasi kegelapan, bayangan, racun, dan kematian.

Fear: Menimbulkan status Fear pada siapa saja yang melihat wujudnya.

Mana Barrier: Sebuah penghalang yang menyerap serangan fisik dan magis dengan imbalan mana.

Skill Taker: Mencuri skill yang memenuhi persyaratannya.

Bahkan skill-nya tidak bisa diremehkan.

Hati-hati, Fran. Dia akan membunuhmu jika lengah!

"Aku tahu!"

Aku kenyang dengan mana dari prasmanan magic crystal goblin dan kumbang tentara sebelumnya. Aku bisa menggunakan semua keterampilan dan mantraku dengan sembrono. Meski begitu, aku tahu ini akan menjadi pertarungan yang sulit. Demon itu sangat mengintimidasi. Aku sudah menyiapkan Return Feather untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat.

"Ha ha! Sungguh gadis kecil yang termotivasi! Luar biasa! Aku tidak perlu menahanmu karena kamu sudah sejauh ini!”

"Berhenti bicara dan bunuh dia, Daemon!"

Hah? Apakah itu goblin di sisi lain ruangan? Tampaknya berbeda dari goblin yang kami temui sejauh ini. Itu bisa berbicara...

Nama: Rare Goblin

Ras: Iblis

LV: 11

HP: 25; Magic: 131; Strength: 12; Agility: 13 

Skills: Dig 2; Summon Minion 5; Staff Mastery 2; Mind Reading 2; Trainer 2; Vigor 1 

Title: Dungeon Master 

Equipment: Oak Staff; Leather Rope; Bracelet of Sacrifice

Dia lemah, tapi dia pasti Dungeon Master. Apakah benda bercahaya di dinding di belakangnya itu Dungeon Core? Sepertinya kami telah mencapai ruang terakhir dari dungeon itu.

Aku tidak bisa melupakan betapa lemahnya dia. Apakah dia benar-benar memanggil demon itu? Aku bisa mengerti jika dia memanggil goblin lain atau Army Beetle, karena mereka lebih lemah darinya. Tapi demon? Apakah itu karena dia adalah seorang Dungeon Master? Akan lebih masuk akal jika dia memiliki keterampilan Demonology atau sesuatu yang lain, tetapi Identify menunjukkan dia tidak memilikinya.

Aku juga merasa kasihan dengan fakta bahwa dia tidak memiliki keterampilan apa pun untuk memanipulasi dungeon, karena Core bertanggung jawab atas Penciptaan Dungeon.

“Diam! Aku akan mengurus penyusup, jadi jangan menghalangiku!”

"Sial. Kupikir aku beruntung setelah menggunakan semua Goddess Point ku untuk memanggil Daemon yang sangat kuat, tapi dia malah banyak bicara padaku! Dan sekarang dia ingin bermain menjadi Melee Class padahal dia jelas-jelas adalah seorang penyihir!”

Itu aneh, tapi terima kasih atas penjelasannya. Skill Insubordinasi menjelaskan mengapa iblis tidak begitu saja menuruti perintah pemanggilnya.

"Bagaimana penyusup ini melewati penjaga elit kita ?!"

“Mereka mungkin dibunuh. Mereka hanya goblin, kau tahu.”

“Kamu pikir ras goblin yang unggul akan kalah dari sekelompok manusia ?!”

"Itulah yang kuisyaratkan, ya."

"Diam! Bunuh saja mereka!”

“Kau tidak perlu memberitahuku. Sepertinya aku sedang dalam pertarungan yang menyenangkan.” Daemon menghunus pedangnya. “Dia tidak akan diam sampai aku membunuhmu. Siap?" 

Dia menerjang ke arah Fran.

“Raaah!”

"Haa!"

Pedang mereka bentrok.

“Hah! Pedang yang sangat bagus! Aku tidak menyangka akan bertahan selama ini!”

Nama: Enchanted Steel Longsword

Attack: 561+450; MP: 56; Durability: 1000 

Mana Conductivity: C 

Skill: Returning Shadow

Konduktivitas Mana pedangnya sangat mengesankan; itu mendorong kekuatan serangan pedang lebih dari 1.000. Skill Returning Shadow membuatnya pedangnya selalu kembali ke tangannya, bahkan jika dia melemparkannya. Untung aku meningkatkan kekuatan Attack kami menjadi lebih dari 500 sebelum pertarungan. Jika tidak, aku mungkin telah retak selama bentrokan pertama kami. “Kamu memiliki ilmu pedang yang luar biasa! Tapi bagaimana dengan ini?”

"Hah?"

Dia menghilang pada saat berikutnya sebelum muncul kembali di belakang Fran. 

"Ah!"

Apa…?

Oh tidak!

Dia memotong lengan kiri Fran hingga bersih. Ada darah di mana-mana, dan dia hampir kehabisan darah. Aku dengan cepat menyambungkan kembali lengan Fran yang diamputasi ke pangkalnya dengan Telekinesis dan merapalkan Greater Heal secepat mungkin. Recovery Magic 1 memiliki kemampuan untuk memasang kembali anggota tubuh, jadi amputasi tidak menjadi masalah.

"Oh? Kamu memiliki Telekinesis dan Healing Magic ?! Hah! Itu gila! Kamu Spellsword?” Demon itu tertawa saat kami menatapnya dalam diam.

Apa itu tadi?

Dia telah menghilang dan muncul kembali di belakangnya lagi.

Fran, kamu baik-baik saja?!

"Aku... baik-baik saja!"

"Lihatlah, gadis kecil!" Iblis itu menghilang sekali lagi dan menebas dari belakang kami.

"Ngh!" Fran mengantisipasi serangan diam-diam itu tetapi nyaris tidak bisa diblokir tepat waktu.

"Itu bagus! Kamu cepat belajar!” 

Dia menghilang, itu sudah jelas.

Tapi bagaimana dia melakukannya? Teleportasi? Dia tidak memiliki hal seperti itu dalam keahliannya.

Yang berarti Black Magic atau Shadow Magic…

"Raagh!"

"Ha!"

Aku benar. Bayangannya terisi dengan mana saat dia menghilang, lalu dia muncul kembali dari bayangan Fran. Mantra itu memungkinkannya untuk bergerak di antara bayangan. Sekarang setelah kami tahu apa yang sedang kami hadapi, kami dapat merumuskan sebuah counter. Seharusnya cukup mudah mengingat seberapa mudah diprediksi polanya.

“Haha—gah!”

“Kamu semakin ceroboh.

“Ugh… Kerja bagus! Kamu melihat trikku, eh?

Sial. Aku terlewat. Bilahku, diisi dengan Vibrofang dan Advanced Poison Fang, tapi itu hanya menyerempet iblis itu.

“Apa ini? aku keracunan? Aku tidak berpikir ada yang bisa melewati Status Resistance milikku… Mengesankan!

Ocehannya menyebalkan!

Racun itu hanya mempengaruhi resistensinya. Perlawanannya terlalu tinggi untuk memiliki efek yang signifikan.

Fran, incar titik lemahnya.

"Ya."

Dia masih meremehkan kami, itu keuntungan besar kami. Dia juga tidak tahu tentang kekuatanku. Aku harus berbaring dan tidak melakukan serangan besar; Aku benar-benar hanya bertugas mendukung. 

"Haaa!"

“Hyahaha!”

Pedang mereka beradu lagi, dan aku menangkap sesuatu yang bersinar dari sudut mataku. Hobgoblin keluar dari sumber cahaya, totalnya ada empat.

“Pergilah, bawahanku! Bunuh para penyusup!”

Itu adalah Dungeon Master. Mengganggu hobgoblin sekarang akan sangat berbahaya. Namun, para hobgoblin hanya memandang Fran dan demon itu, tidak yakin harus berbuat apa.

"Apa yang sedang kalian lakukan?! Pergi!"

Perintah Dungeon Master memaksa para hobgoblin untuk berbaris ke medan perang.

"Jangan ikut campur!"

Demon itu menebas dua di antaranya dengan pedangnya, sementara Fran menebas salah satunya.

“A-apa yang kamu lakukan ?! Mereka ada di pihakmu!”

"Aku tidak akan membiarkan para idiot ini merusak kesenanganku!"

Dia menerbangkan hobgoblin yang tersisa dengan bola energi gelap. Dungeon Master tampak menyedihkan saat dia gemetar karena marah dan terhina.

Pertempuran Fran dan demon berlanjut. Suara pedang mereka yang beradu terdengar di ruangan lebih keras dari sebelumnya. Fran jelas adalah pendekar pedang yang lebih baik, tetapi iblis itu menepis sebagian besar serangannya dan mengayunkan pedangnya untuk menunjukkan kekuatan. Kecepatan gesit berbenturan dengan kekuatan kasar, menciptakan jalan buntu yang aneh.

Tapi Fran jelas berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Yang harus dilakukan demon itu hanyalah mendaratkan satu pukulan untuk membunuhnya.

“Aku bersenang-senang! Kami seimbang, itu sudah jelas!” Demon itu melepaskan pedangnya dari pedangku dan melompat mundur. Apa yang dia rencanakan? “Tapi kita harus menyelesaikannya! Aku akan mulai dengan mengambil kekuatanmu!” 

"Hah?"

Tidak! Dia menggunakan Skill Ekstranya!

"Ha ha ha! Ini sudah berakhir! Skill Taker!”

Setan itu tertawa dan mendorong tangannya ke depan.

Urgh! Dia mendapatkan kita!

Demon itu belum menggunakan keterampilan mencuri keterampilannya sejauh ini, jadi aku tidak tahu bentuk apa yang akan diambilnya. Kupikir dia perlu berada dalam jarak dekat, atau itu memiliki waktu pemantraan yang lama. Skill-nya terlalu kuat untuk tidak memiliki persyaratan yang rumit. Aku tidak pernah berharap itu bisa digunakan dari kejauhan!

Keterampilan itu tampaknya berhasil, dilihat dari kerasnya bualannya. Apakah dia mencuri kemampuan tempur Fran? Dia lebih baik tidak mencuri Sword Mastery atau Sword Arts. Aku sudah memaksimalkannya dan aku harus mempelajarinya kembali jika dia melakukannya! Lebih buruk lagi, Fran tidak akan bisa bertarung jika dia kehilangan Sword Mastery!

Bersiaplah untuk menggunakan Return Feather jika perlu!

"Baik!"

Kami terus memusatkan mata kami pada demon untuk perubahan perilaku sekecil apa pun. Tapi iblis itu berdiri diam dengan tangan terulur. Sepertinya tidak ada yang terjadi pada Fran.


“…”

Hah?

Jadi… Fran, bagaimana perasaanmu?

"Tidak ada apa-apa?"

"Sialan, gagal!"

Aku tidak tahu bagaimana itu gagal tetapi itu bagus. Apakah Fran dan aku merupakan kasus khusus? Aku menyediakan sebagian besar keahliannya, artinya sebagian besar keahliannya berasal dari perlengkapannya. Mungkin itu sebabnya Skill Taker tidak efektif melawannya. Jika ada, dia seharusnya memberikan Skill Taker padaku.

“Aku gagal mengambil skill-mu, jadi ambillah ini dariku! Dark Bolt!”

Demon itu mendapatkan kembali postur tubuhnya dan menembakkan Dark Magic ke arah kami. Itu berbentuk pusaran yang berputar-putar yang meninggalkan celah di tanah, seperti bor. Statistiknya lebih cocok untuk pertarungan sihir jarak jauh, jadi dia menjadi serius sekarang.

"Ha!"

Itu benar-benar meleset dari Fran.

"Rasakan ini!"

"Oops."

"Sial!"

Mantra itu sangat merusak namun dapat dengan mudah diprediksi, terutama untuk seseorang seperti Fran yang telah berhadapan langsung dengan beberapa gerombolan goblin sekarang. Untuk semua kekuatannya, iblis itu tidak memiliki pengalaman tempur. Itu bisa dimengerti karena Dungeon Master baru saja memanggilnya.

"Dark Spear!"

Fire Wall!

"Dark Blast!"

"Terlalu mudah."

"Apa?!"

Aku mengharapkan mantra licik dari buku mantra Dark Magic, tetapi iblis itu memilih untuk membunuh kami dengan satu pukulan sebagai gantinya. Fran masih dirugikan karena perbedaan kekuatan. Dia nyaris tidak bisa menebasnya, sementara hanya satu pukulan darinya yang diperlukan untuk membunuhnya.

Fran menjadi lebih pendiam dari biasanya. Dia tahu dia harus fokus untuk menjatuhkan ancaman ini.

Haruskah kami melarikan diri? Tidak, masih terlalu dini untuk berhenti. Memang, kami telah melakukan cukup banyak untuk memangkas populasi goblin untuk menghentikan mereka menyerang kota. Rank C dan D akan mengurus pembersihan. Tapi apa yang harus kami lakukan tentang Demon ini? Itu adalah satu-satunya hal yang berdiri di antara kami dan merebut dungeon. Bahkan jika kami melarikan diri, aku ingin memberikan kerusakan yang cukup untuk memberi Donadrond waktu yang lebih mudah. 

"Black Bomb!"

"Tidak."

"Aaargh!"

Frustrasi, Demon itu mulai membumbui seluruh ruangan dengan mantra. Dungeon Master menjerit dan terjun mencari perlindungan untuk menyelamatkan hidupnya. Untung kami satu-satunya yang ada di ruangan itu, jika tidak, ledakan mantra mungkin telah membuat beberapa monster kelas atas gelisah. Kami hanya memiliki Dungeon Master yang perlu dikhawatirkan, dan dia tidak terlalu menjadi masalah.

Tunggu sebentar…

Aku baru saja mendapat ide.

Orang ini hanyalah monster biasa.

Aku ingat ceramah Donadrond tentang mekanisme dungeon, khususnya tentang bagaimana Dungeon Master terhubung ke Inti. Membunuh Dungeon Master akan memiliki efek yang sama dengan menghancurkan Core, salah satunya adalah pemusnahan semua monster yang hidup di dalam dungeon.

Yang artinya jika kita membunuh goblin itu, demon ini akan mati bersamanya.

"Fire Arrow."

“Ap—hei! Itu tidak adil!"

Demon itu bergegas melindungi Dungeon Master dari mantra Fran.

Perhitunganku benar. Dungeon Master memiliki Bracelet of Sacrifice padanya, tapi itu hanya berarti kami harus membunuhnya dua kali. Dungeon Master tidak bisa mengendalikan iblis itu, tetapi iblis itu tetap melindunginya karena keinginannya untuk bertahan hidup.

"Heh."

"Kamu bajingan, aku akan menghabisimu karena ini!" 

Fire Javelin!

"Apa-apaan? Aku bahkan tidak mendengar mantranya!” 

Itu karena aku yang melakukan casting.

"Fire Arrow."

Tri Explosion.

“Fire Arrow."

Flare Blast!

Satu mantra ledakan demi mantra menutupi tubuh iblis itu.

"Urgh!"

"Aieee!"

Dungeon Master tidak sekarat, meski terjebak dalam ledakan itu. Demon itu tidak mampu untuk pindah dari sisi Dungeon Master, membuatnya menjadi karung tinju yang menyedihkan.

"Kamu orang bodoh! Sudah kubilang kita seharusnya menggunakan ruangan lain sebagai medan perang kita!”

“Di-diam! Ruangan ini tidak akan berdaya tanpamu di sini!”

Syukurlah Dungeon Master itu idiot. Kami mengurangi nyawa iblis itu, meskipun Mana Barrier-nya terbukti tangguh. Kami akan menjadi yang pertama kehabisan mana pada tingkat ini.

Fran, perubahan rencana.

"Oke."

Aku melanjutkan rentetan mantra casting saat Fran melantunkan mantra mantra angin yang baru saja dia pelajari: Wind Magic Level 4, Sonic Shot. Sederhananya, itu memungkinkan pengguna untuk meluncurkan proyektil dengan kecepatan tinggi dengan kekuatan angin. Kamu juga bisa memanipulasi sudut serangannya sedikit.

“Aku siap." 

Lakukanlah.

"Ha!"

Fran melepaskan mantranya dan melemparkanku ke udara.

Woo hoo!

Aku berakselerasi dengan bantuan Sonic Shot. Aku berbelok ke arah kanan iblis itu dan langsung menuju Dungeon Master.

“Apakah itu Wind Magic?! Pintar, tapi aku tidak akan membiarkanmu!”

Iblis itu tidak bisa bergerak sejak Fran terus mengincar Dungeon Master dengan mantranya. Tetap saja, dia mengulurkan tangan kanannya untuk mengusirku. Aku cepat, dan demon tidak memiliki masalah untuk melihat seranganku. Namun, dia gagal dalam upayanya untuk membelokkanku.

"Ap—gah!"

Aku mengikuti jalur angin sebelum menggunakan Telekinesis untuk berbelok tajam. Sudah lama sejak Telekinetic Catapult terakhirku. Aku menikam iblis tak berdaya itu tepat di dadanya dan langsung menembusnya. Aku memperkuat pedangku dengan mana yang tersisa dan siap untuk terbang kalau-kalau serangan itu tidak berhasil.

“Gah…”

Itu berhasil…

Aku tiba-tiba menyadari bahwa dia berhasil meletakkan tangan kirinya di antara aku dan tubuhnya. Jika aku tidak mengisi pedangku dengan mana yang cukup, ini akan menjadi akhir dari diriku. Demon itu menantang sampai akhir.

“Huck…”

Aku telah sepenuhnya memotong Magic Crystal-nya dan menyerapnya.

“Gaaah…”

Demon itu meraung sebelum jatuh ke tanah, mati.

Anda telah memperoleh 40 EP.

Bagus! Seperti yang kuharapkan dari Magic Crystal Iblis. Penghitung Magic Crystal-ku berada di 2699/2800 sebelumnya, dan sekarang menjadi 3199/3600, menandai peningkatan 500 Magic Crystal.

"B-bagaimana kamu ...?"

Dungeon Master menyaksikan dengan kaget. Dia baru saja melihat demonnya yang luar biasa kuat dibunuh oleh seorang gadis kecil, jadi aku bisa sedikit bersimpati padanya. Tetap saja, duduk tak berdaya dalam panasnya pertempuran adalah praktik yang buruk.

"Ha!"

"Gaaah!"

Fran tidak membuang waktu untuk mengeluarkan Aura Blade untuk memotong lengan kanan Dungeon Master. Lengan itu jatuh ke lantai, Brace of Sacrifice bersamanya. Saat Dungeon Master berteriak kesakitan, Fran tanpa ampun memenggal kepalanya. Dia mungkin seorang Dungeon Master, tapi dia tetaplah seorang goblin. Dia bukan tandingan kekuatan Aura Blade Fran. Dungeon Core yang bersinar terang tiba-tiba meredup.

Dan itu saja.

Apakah sesuatu seharusnya terjadi sekarang…?

"Shishou, apakah kita menang?"

Kurasa begitu, ya…

Aku mengharapkan sesuatu yang teatrikal terjadi ketika kami membunuh Dungeon Master, mungkin gempa bumi atau semacamnya. Tetapi tidak ada yang terjadi. Kami telah membunuh Dungeon Master, kan?

Ngomong-ngomong, kami harus mencoba meninggalkan tempat itu. Semua monster yang tersisa seharusnya sudah mati sekarang.

Oh, apakah tubuh Daemon itu masih disana?

Aku berharap tubuh Daemon berubah menjadi pasir dan lega melihatnya masih utuh. Itu akan membuang-buang bahan. Namun, kami memutuskan untuk tidak mengambil mayat Daemon. Kami bisa saja menggunakan bahan-bahannya, tapi aku merasa kasihan pada Guild karena mendahului mereka. Akan sulit untuk menyembunyikan mayat karena sistem Dungeon Core.

Siapa pun dapat menggunakan Core yang tidak aktif. Menyentuhnya akan mengungkapkan daftar monster yang telah menghuni dungeon sebelum pemusnahan Dungeon Master. Daemon akan masuk dalam daftar monster jika ada yang ingin menggunakan kembali Dungeon, jadi, meskipun aku ingin mengambil bahan-bahan dari tubuh Daemon, kami akan ketahuan bagaimanapun caranya. Tidak perlu lagi menimbulkan kebencian yang tidak perlu.

Kami akan sedikit memodifikasi tubuh Daemon sebelum membiarkan Guild memilikinya. Aku meledakkan dadanya dengan Explosion dan meninggalkan lubang besar di tempat seharusnya kristalnya berada. Jika ada yang bertanya, Fran hanya bisa mengatakan, “Aku tidak sengaja menghancurkan magic crystal-nya dalam pertarungan. Mayat adalah satu-satunya yang tersisa.” Fran bisa mengatakan dia mengambil magic crystal itu untuk dirinya sendiri, tapi aku yakin beberapa petualang akan mengeluh karena dia mengambil terlalu banyak. Kami tidak membutuhkan semua itu. Beberapa dari mereka tidak akan membelinya apa pun yang terjadi. 

Cobalah untuk membuktikan sebaliknya.

Kami menyimpan pedang itu. Kita mungkin bisa menjualnya. Alternatifnya, kita bisa memecahnya menjadi bahan. Kami mengambil Bracelet of Sacrifice dari lengan Dungeon Master yang terlepas juga. Ini mungkin akan berguna.

"Kita menang."

Fran mengepalkan tinjunya ke udara untuk menunjukkan kemenangan. Kami bermain kotor, tapi dia tampak senang dia tetap menang.

Fran telah naik level!

Fran telah naik level!

Fran telah…

Fran naik delapan level dari satu pertarungan itu!

Aku khawatir dia tidak akan mendapatkan EXP sejak aku memberikan pukulan mematikan pada Daemon, tapi itu masih dihitung karena dia adalah Pemilikku. Itu juga mungkin bukan pertama kalinya seseorang membunuh monster dengan senjata lempar. Kami berhasil menang karena Dungeon Master sangat lemah. Fran memperoleh total tiga belas level sejak dia menaklukkan dungeon. Benar-benar rezeki nomplok!

Pintu bergemuruh, menandakan bahwa segel itu sekarang rusak.

"Gadis kecil! Bicaralah jika kamu masih hidup!

"Apa-apaan! Itu adalah Daemon!”

"Apakah kamu serius?"

 

Setelah merebut dungeon, kami sedang dalam perjalanan kembali ke kota. Para petualang tampak kelelahan seperti karena pertarungan. Kami kehilangan sepuluh petualang hari ini, tetapi beruntung situasinya tidak berubah menjadi malapetaka bagi kota.

Anggota guild senang kami telah membunuh Dungeon Master ketika kami melakukannya, karena itu menyebabkan semua monster dungeon mati. Mereka bahkan lebih bahagia karena kami tidak memonopoli sisa-sisa Daemon; itu masalah besar. Bahan daemon memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan monster dengan tingkat ancaman yang sama karena mereka hanya muncul di dungeon. EXP yang kamu dapatkan dari mereka juga berada di level yang berbeda. Mereka menghasilkan banyak uang, asalkan kamu tidak terbunuh dalam pertarungan.

Donadrond menguliahi kami selama sekitar satu jam ketika dia menemukan kami. Gambar seorang juara guild yang memarahi gadis binatang yang tidak bersalah sama lucunya dengan perasaan menyedihkannya. Fran pasti akan merajuk padaku jika aku tertawa, jadi aku berhasil menjaga ketenanganku. Ceramah akan berlangsung lebih lama jika anak laki-laki yang berdebat dengan Fran tidak turun tangan. Dia selamat, tidak seperti tentara bayaran, dan membayar kembali untuk menyelamatkan hidupnya.

Dia anak yang baik.

"Kau tidak akan membodohiku semudah itu."

Ya?

“Kamu tidak dimarahi. Tidak adil." 

Yah, yah.

"Aku menanggung bebannya."

Aku bilang aku minta maaf. 

"Kalau begitu aku ingin daging sapi."

 Oke. 

"Sapi panggang." 

Tentu.

“Steak kebab.” 

Baiklah.

Fran menjadi sangat rakus sejak dia mencicipi masakan Bumi. Dia bisa mendapatkan sebanyak yang dia inginkan selama dia berhenti cemberut. Itu akan menjadi perayaan yang menyenangkan, karena dia membunuh monster yang berada di atas kelas beratnya. Aku siap memasak apa pun yang dia inginkan.

Sebelum kami mencapai kota, aku harus melihat statistikku... Berikut ini adalah statistikku sebelum penyerbuan:

Attack: 392; MP: 1650/1650; Durability: 1450/1450

Evolution: [Rank 7; Magic Crystals: 2699/2800; Skill Capacity: 62; Free EP: 9]

Dan ini setelah penyerbuan:

Nama: Shishou

Pengguna: Fran

Ras: Intelligent Sword

Attack: 434; MP: 2050/2050; Durability: 1850/1850 

Evolution: [Rank 8; Magic Crystals: 3199/3600; Skill Capacity: 70; Free EP: 49] 

Skills: Identify 7; High Speed Self-Repair; Telekinesis; Telekinesis Up (Small); Telepathy; Attack Up (Small); User Status Up (Medium); User Recovery Rate Up (Small); MP Up (Small); Skill Capacity Up (Medium); Identity Protection; Bestiary; Skill Sharing; Mage

Banyak dari keterampilanku juga telah naik level. Hobgoblin dan Beetle Army memiliki banyak keterampilan yang bisa kuambil. Wind Magic yang baru kudapatkan beberapa jam yang lalu sudah berada di Level 7, naik enam level dalam satu hari. Sword Art naik dari 7 ke 8, dan Sword Mastery sekarang di 9 dengan Abnormal Status Resistance di 3 dan Earth Magic di 5. Daftarnya berlanjut.

Aku mendapat banyak keterampilan baru dari dungeon juga. Yang tampaknya sangat berguna adalah: Dark Magic 1; Mana Barrier 1; Black Magic 2; Trap Sense 1; Dark Up; Dark Resistance; Mana Regeneration; dan Insubordinasi. Mana Regeneration secara khusus akan memungkinkanku untuk memulihkan manaku hanya dengan menggunakannya. Ada skill ekstra, Skill Taker.

Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dengan 49 EP yang kumiliki, karena aku ingin memperkuat semuanya. Aku bisa meningkatkan Sword Art, Sword Mastery, dan beberapa Sihir… Aku memiliki Dark Up sekarang, jadi mungkin aku harus menginvestasikan poinku dalam Dark Magic… Summon Minion terlihat menyenangkan… Lalu ada Regen Instan dan Resistensi Status Abnormal yang telah kulupakan sebelumnya. Atau mungkin aku harus menggunakan semuanya ke Skill Taker? Ada Keterampilan yang bagus yang perlu dikhawatirkan sekarang.

Juga, Fran sekarang berada di Level 25. Dia telah memperoleh delapan level dari membunuh Daemon sejak dia menyedot semua EXP alih-alih membaginya dengan sebuah party.

Nama: Fran

Umur: 12

Ras: Beastman; Suku Kucing Hitam

Class: Spellsword

Status: Kontrak

LV: 25

HP: 193; Magic: 127; Strength: 140; Agility: 146 

Skills: Goblin Killer; Calm Mind; Expert Carver; Determination; Sense of Direction; Night Vision 

[NEW] Insect Killer; Demon Killer 

Titles: Veteran; Disassembly Expert; Healing Mage; Skill Collector; Fire Mage; Master Chef 

[NEW] Insect Killer; Big Fish Eater; Dungeon Raider; Demon Killer

Insect Killer: Bunuh 300 jenis serangga dalam satu pertempuran. Membuka skill Insect Killer.

Big Fish Eater: Kalahkan musuh yang berada di atas kelas Anda. Hp +20; Semua Statistik +5; sedikit meningkatkan laju pertumbuhan.

Dungeon Raider: Bunuh Dungeon Master atau hancurkan Dungeon Core. Meningkatkan nyawa dan regenerasi mana saat berada di dalam dungeon.

Demon Killer: Bunuh demon. Membuka skill Demon Killer.

Big Fish Eater? Ini adalah gelar lain yang tidak terkunci. Itu sekuat gelar Veteran yang semakin meningkatkan statistik Fran. Dia mungkin bisa mengalahkan Donadrond sekarang. Menakutkan seberapa cepat Fran tumbuh! Meskipun, harus diakui, sebagian adalah kesalahanku.

Fran punya ambisi, tapi aku ragu dia akan menjadi sombong. Tetap saja, aku merasa dia ingin segera pergi ke wilayah yang lebih berbahaya. Aku sebaiknya mendukungnya sebanyak yang kubisa!

Untuk itu, kami mengadakan pertemuan darurat untuk membahas keterampilan mana yang harus ditingkatkan.

Menurutmu apa yang harus kita tingkatkan, Fran?

"Sword Art dan Sword Mastery." 

Itulah yang kupikirkan.

Menggunakan sihir secara efektif itu sulit. Tapi dia bisa mengubah gelombang pertempuran selama dia memiliki pedangnya. Pedangnya adalah aku, yang dengan bangga memiliki Mana Conductivity dan MP yang tinggi.

Apa kau yakin tentang ini?

"Ya."

Baiklah.

Aku menghabiskan 6 EP untuk menaikkan Sword Arts dan Sword Mastery ke Level 10.

Sword Art sekarang Level 10. Anda telah membuka Blade Art.

Sword Mastery sekarang Level 10. Anda telah membuka Blade Mastery.

Sword Arts dan Sword Mastery sekarang berada di Level 10. Anda telah membuka Elemental Sword.

Sword Mastery dan Sword Art sudah cukup jelas, tapi Elemental Sword? Keahlian itu menggunakan sihir untuk menerapkan elemen pada pedang. Kami harus menggunakannya untuk melihat cara kerjanya.

Sekarang saatnya untuk Skill Taker:

Skill Taker 1: Pilih skill Level 1 dengan Skill Rarity 1 atau lebih rendah untuk dicuri. Memiliki peluang sukses 50%. Hanya dapat digunakan sekali per target. Cooldown: 1 hari. Jangkauan efektif adalah tingkat keterampilan dalam meter.

Skill Rarity—itu baru. Identify hanya mengungkapkan level keterampilan hingga saat ini.

Aku akan dapat mengumpulkan lebih banyak keterampilan dengan ini. Mencuri keterampilan target juga berguna, dan aku akhirnya bisa mendapatkan sesuatu dari makhluk yang tidak menjatuhkan magic crystal—humanoid—sekarang. Aku bisa mengambil keterampilan mereka sebagai gantinya.

Tetapi tingkat keberhasilan 50 persen tidak terlalu bisa diandalkan. Ini mungkin tidak sepadan dengan usaha dalam panasnya pertempuran. Aku merenungkannya sampai aku ingat aku bisa berkonsultasi dengan Fran. Apa yang akan dia pikirkan tentang ini?

Hei, jadi tentang Skill Taker—

Aku menjelaskan inti dari cara kerjanya.

"Kedengarannya bagus." 

Kau pikir begitu?

“Itu adalah Extra Keterampilan. Itu membuatnya sangat kuat.”

Oke. Aku akan menaikkan levelnya.

Aku mengikuti petunjuknya dan menaikkannya ke Level 2.

Skill Taker 2: Pilih skill Level 2 dengan Kelangkaan 2 atau lebih rendah untuk dicuri. Memiliki peluang sukses 60%. Hanya dapat digunakan sekali per target. Cooldown: 2 hari. Jangkauan efektif adalah tingkat keterampilan dalam meter.

Enam puluh persen di Level 2? Baiklah, mari kita lihat seberapa jauh kita bisa melakukannya, Skill Taker! Butuh 3 EP untuk setiap level Extra Skill. Poin ku kini tersisa 16 EP, tapi aku tidak menyesal.

Skill Taker 10: Pilih skill Level 10 dengan Kelangkaan 10 atau lebih rendah untuk dicuri. Memiliki peluang sukses 100%. Hanya dapat digunakan sekali per target. Cooldown: 18 hari. Jangkauan efektif adalah tingkat keterampilan dalam meter.

Aku harus menunggu delapan belas hari di antara setiap penggunaan Skill Taker. Aku perlu memikirkan bagaimana aku akan membuatnya layak. Kami memiliki dua upaya antara Fran dan aku, jadi kurasa kami bisa lebih santai dalam menggunakannya. Satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah mencari keterampilan Rarity 10. Apakah mereka akan muncul di Identify jika aku menaikkan levelnya? Skill ini akan overpower jika benar-benar membutuhkan Skill Ekstra dan Unik.

Aku tidak sabar untuk menggunakannya. Namun tidak sekarang, karena aku dikelilingi oleh anggota guild ku. Mungkin bandit akan datang dan menyerang kami; bukannya ada bandit yang cukup bodoh untuk menyerang begitu banyak petualang sekaligus.

 

Perjalanan kembali ke guild lancar, tapi guild itu sendiri dipenuhi dengan keceriaan. Wajah para petualang berseri-seri dengan kegembiraan karena menang dan dibayar. 

"Ikutlah denganku, nona muda."

"Oke."

Donadrond memimpin Fran ke kantor Guildmaster. Para petualang yang kami lewati tidak terkejut melihat ini; mereka tahu dia telah berkontribusi paling banyak selama penyerbuan. Ada desas-desus tentang kemampuan Fran yang beredar di sekitar guild, tetapi sekarang ada bukti kuat untuk mengubah bahkan para skeptis yang paling meragukan sekalipun.

"Bagus. Dia pasti mendapat bonus.”

“Dia memang membalikkan keadaan untuk kita. Awalnya memang tidak dapat dipercaya.”

"Dia menyelamatkan hidupku!"

"Bagaimana dia begitu kuat pada usia itu?"

“Dia monster. Benar-benar monster.”

"Aku Bertanya-tanya apakah dia akan bergabung dengan party kita."

"Ya Tuhan, Fran sangat imut."

Lima puluh persen bersyukur, empat puluh persen cemburu, sepuluh persen takut. Pria terakhir itu? Dia membuatku takut.

“Halo, Fran. Kami sudah menunggumu.”

"Hai."

“Pertama, terima kasih. Kamu menghindari apa yang bisa menjadi bencana bagi kota. Dan untuk berpikir ada Daemon di dungeon itu… Itu akan membunuh lebih banyak anggota kami jika kami menjalankan rencana awal kami.” GM memberi kami senyum lugas. Tidak seperti Donadrond, kami tidak bisa lengah di sekitarnya. Dia sepertinya mencurigai kami melakukan kecurangan.

“Kamu ceroboh untuk menyerang ke depan seperti yang kamu lakukan. Namun, itu akhirnya menyelamatkan kami, jadi aku akan membiarkannya kali ini.”

Dia memutuskan untuk tidak mengambil tindakan hukuman terhadapnya setelah mempertimbangkan banyak faktor.

"Aku sudah melihat mayat Daemon yang kamu bawa." Donadrond pasti sudah menunjukkannya.

“Itu adalah monster Rank B. Apa kau benar-benar membunuh benda itu sendiri?” 

"Ya."

"Jika demikian, itu akan membuatmu menjadi petualang Rank A."

Aku senang atas pujian itu, tapi quest Rank A terkenal berbahaya. 

"Aku beruntung."

"Apa maksudmu?"

Kami ingin menunda promosi kami untuk saat ini. Jadi, kami mengatakan yang sebenarnya padanya.

"Aku mengerti. Jadi kamu mengalihkan perhatiannya dengan menyerang Dungeon Master dan membunuh Daemon saat penjaganya turun…”

"Dungeon Master itu bodoh."

“Aku masih merasa aneh bahwa itu tidak langsung mati. Tapi, beralih ke soal Bangkai daemon…”



"Ya?"

“Kami telah menentukan penyebab kematian adalah sebuah pedang menembus dada nya. Sekarang, menurutmu berapa banyak orang yang bisa menembus penghalang mana iblis?”

"Aku tidak tahu."

“Tentu saja kamu tidak… Tidak masalah. Sekarang, pertanyaanku yang sebenarnya.” GM menghela nafas sebelum melihat tepat ke arahnya. "Apa yang terjadi dengan inti kristal Daemon?" 

"Itu hilang."

“Kamu harus mengerti… bahwa inti iblis memiliki nilai yang sangat tinggi. Bahkan pemerintah menginginkannya.”

"Benar."

"Kamu benar-benar tidak memilikinya?"

"Itu tidak ada lagi di dunia ini."

 Karena aku menyerapnya.

“Oh, baiklah. Aku percaya kamu."

Secara teknis kami tidak berbohong, jadi kurasa kami jelas ...

... atau begitulah yang kupikirkan.

"Tunggu! Apa kau benar-benar akan membiarkannya lolos begitu saja?!”

Pintu terbanting terbuka saat penyusup menerobos masuk ke kantor Guildmaster. Penyusupnya adalah seorang pria gemuk yang tampak tidak sehat yang entah bagaimana masih bisa masuk ke dalam baju zirah peraknya.

Siapa ini? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Aku hampir tidak menyadari kehadirannya, meskipun dia harus berterima kasih pada peralatannya untuk itu.

Nama: August Allsand

Umur: 29

Ras: Manusia

Class: Fighter

Keadaan: Biasa

LV: 30

HP: 108; Magic: 99; Strength: 52; Agility: 45 

Skills: Acting 1; Singing 1; Riding 1; Deception 1; Royal Etiquette 4; Sword Mastery 1; Calculation 1; Sociable 2; Poison Resistance 1; Poison Knowledge 2; Herbology 2 

Unique Skill: Essence of Falsehood 5 

Title: Viscount; Lieutenant of the Knight Brigade 

Equipment: Mithril Longsword; Silver Plate Mail; Red Lion Cloak; Ring of Presence Concealment

Pria gendut itu mengecewakan. Dia Level 30, tapi statistiknya serendah Rank E. Koleksi skill-nya sangat menyedihkan. Dia mungkin bisa bergaul dengan menjadi seorang bangsawan. Dan Sword Mastery nya berada di Level 1? Bukankah dia Letnan Ksatria!

"Biarkan dia lolos dengan apa, Sir August?"

“Kau mengatakannya sendiri. Magic Crystal Daemon? Kamu akan membiarkan gadis itu keluar dari sini dengan membawa magic crystal demon?!”

"Aku mengerti. Kamu harus memahami bahwa guild mengizinkan para petualang untuk menyimpan materi apa pun yang bisa mereka kumpulkan untuk diri mereka sendiri. Jika ada magic crystal yang tersisa untuk disimpan gadis itu, maka itu adalah haknya. Lebih jauh lagi, dia bisa mengambil bahan Daemon secara utuh pada saat Donadrond menemukannya, namun dia memilih untuk berbagi rampasannya dengan Guild. Dia sangat murah hati.”

"Omong kosong. Dia bisa menyimpan semua materi hobgoblin untuk semua yang kupedulikan. Tapi bahan berkualitas tinggi seperti daemon adalah masalah yang sama sekali berbeda. Dia tidak bisa memilikinya!”

Materinya jauh lebih berharga daripada yang kukira. Apakah dia akan mencoba dan mengambilnya kembali sekarang?

“Gadis itu melakukan tindakan pembangkangan dengan meninggalkan jabatannya dan bertindak sendiri! Dia memutuskan rantai komando! Apa menurutmu dia masih berhak mengklaim hadiahnya setelah melakukan kejahatan seperti itu?!”

"Astaga. Jika kami mengambil tindakan hukuman untuk penyimpangan sekecil apa pun dari perintah yang diucapkan, kami harus mencambuk seluruh guild. Aku tidak berpikir aku pernah melihat seorang petualang yang tidak 'bertindak sendiri' dalam situasi seperti itu. Jika kamu kebetulan mengenalnya, aku ingin menjabat tangannya.”

“Kurasa itu yang paling bisa kuharapkan dari kelas bawah.”

"Aku khawatir anggota kami yang kasar berada di kelas yang berbeda dari kalian para ksatria cantik." GM tersenyum, tapi dia tidak terhibur. Aku takut dia akan mulai melantunkan mantra membunuh setiap saat. Bak berisi lemak babi itu sepertinya tidak menyadarinya, dan aku bertanya-tanya seberapa tebal kulitnya sehingga tidak menyadari niat membunuh yang begitu jelas.

“Hmph. Biarkan aku membantumu. Aku ingin kamu tahu bahwa gadis itu berbohong kepadamu.”

Astaga. Apakah ini Unique Skill-nya?

Essence of Falsehood: Melihat melalui kebohongan target. Membuat orang lain sulit mengetahui kebohongan Pengguna. Memudahkan orang lain untuk percaya pada kebohongan Pengguna.

Skill yang sempurna untuk penipu, diktator, dan pemimpin sekte. Keterampilan itu sangat kuat, tapi entah bagaimana letnan ksatria daerah ini yang memilikinya. Aku menyesali pemborosan potensinya. Ngomong-ngomong, keterampilan hanya sekuat penggunanya, dan dia tampaknya bertekad untuk menemukan kami. Namun pernyataan berikutnya, membuatku bingung.

“Dia bilang dia menghancurkan magic crystal tadi, tapi itu bohong! Dia pasti menyembunyikannya di suatu tempat.”

Uh, tidak, bagian itu benar. Kami benar-benar menghancurkannya.

"Bahkan jika itu benar, dia masih memiliki hak untuk itu."

“Yah, dia harus dicabut haknya karena memberikan kesaksian palsu! Siapa yang tahu apa lagi yang dia sembunyikan.”

"Itu benar-benar hancur."

"Dia berbohong lagi."

Apa yang orang ini katakan? Dia memiliki Essence of Falsehood, jadi dia harus tahu dia mengatakan yang sebenarnya. Tunggu… Itu dia. Pria itu terkenal karena memiliki Essence of Falsehood, dan menggunakannya secara berlebihan. Jadi, ketika dia menuduh seseorang berbohong saat ini, orang mengira itu fitnah belaka.

Namun, saat ini, sepertinya dia sedang mencoba menjebak Fran. 

"Hah?"

Fran, diam saja sebentar.

"Oke."

Sekarang giliranmu, bocah gendut.

“Kami tidak berada di pengadilan hukum. Aku hanya berbicara dengannya secara pribadi. Apakah melanggar hukum ketika anggota guild saling berbagi lelucon?”

GM menantang. Dia sangat membenci August sehingga dia benar-benar melindungi kami. Aku mencintaimu, GM. Lakukan itu!

“Dia berbohong kepada seorang bangsawan. Itu sendiri adalah kejahatan.”

“Aku ulangi, dia membuat lelucon yang baik hati. Aku belum diberi tahu tentang undang-undang baru yang melarang lelucon ini.”

"Aku tidak peduli! Aku tidak percaya padanya. Dari mana asalnya? Apa kau sudah menanyakan itu padanya? Bagaimana jika dia mata-mata dari kerajaan lain? Aku minta barang-barangnya disita! Lakukan itu, dan aku akan mengabaikan hal kecil ini terhadap namaku!”

Apa yang dia bicarakan tadi? Sita barang-barangnya? Aku ingin melihat kamu mencobanya, dasar bajingan!

"Apa yang sedang kamu bicarakan?"

“Kalian para petualang lalai menghubungi Brigade Ksatria dan melakukan penyerbuan sendiri. Kalian pasti ingin menyimpan semua barang untuk diri kalian sendiri. Petualang kotor! Beri kami materi Daemon dan aku akan memaafkanmu.”

"Permisi. Kami memastikan untuk menghubungi Brigade sebelum penyerbuan. Kami bahkan menghubungi Knight Brigade pada hari penyerbuan itu.”

“Hmph! Lebih banyak kebohongan! Pokoknya, beri kami setengah dari hadiah hari ini, semua materi Daemon, dan barang milik gadis itu.”

“Setengah dari hadiah dan semua bahan Daemon? Brigade Ksatria tidak memiliki hak atas semua itu ketika kamu bahkan tidak ikut serta dalam pertempuran.”

“Kamu tidak menghubungi kami! Aku tahu betapa rakusnya kalian para petualang. Saat kamu keluar menyerbu sarang goblin untuk mencari harta karun, kami melindungi kota!”

“Heh. Omong kosong karena mengabaikan permintaan kami untuk bergabung dalam penyerbuan. ”

"Apa itu tadi?"

"Tidak."

Jadi begitulah. Para ksatria dengan mudah mengabaikan permintaan bantuan guild karena mereka takut pada para hobgoblin. Sekarang mereka menginginkan hadiah karena mengetahui bencana telah dihindari. Dia sama kotornya dengan mereka.

“Aku akan mulai dengan mengambil pedangmu. Apa kau juga mencurinya? Berikan itu.”

Bajingan gemuk itu mendekati kami.

"Haruskah aku memotongnya?"

Tunggu, mari kita lihat bagaimana hasilnya.

Aku sangat ingin melepaskan pria itu sendiri.

“Brigade Knight tidak memiliki otoritas atas Guild. Kamu mengharapkan kami untuk menyerahkan setengah dari hadiah yang dipertaruhkan oleh anggota guild kami?”

"Aku hanya mengambil apa yang menjadi hakku."

Ya Tuhan, orang ini penuh dengan itu. Bahkan GM mengeluarkan niat membunuh pada saat ini. Dia memasang senyum santun dan aku bertanya-tanya bagaimana dia menahan diri untuk tidak membunuh pria itu. Itu sangat mengesankan.

“Tandatangani kontrak ini. Kamu hanya perlu membubuhkan tanda tanganmu di sini dan kami dapat mulai mengumpulkan materi kami.”

“Apakah anggota Brigade lainnya sudah diberitahu? Apakah Kapten mengetahui hal ini?” 

"Tentu... Tentu saja."

"Maka kamu tidak keberatan jika aku menjadwalkan pertemuan."

“Eh, tidak perlu untuk itu …”

"Itu hak kita untuk memutuskan."

Angin bertiup ke arah yang berbeda sekarang.

"Apakah kamu keberatan dengan konferensi sipil?"

“Beraninya kau menyindir bahwa aku berbohong? I-ini tidak bisa diterima! Aku pergi!"

Tepat sasaran. Sikap bangsawan gendut itu mengkhianati niatnya. Dia mencoba menggelapkan material dalam jumlah besar dengan datang ke sini tanpa memberi tahu Kapten Knight.

Mari kita coba.

Apa, kamu bertanya? Skill Taker, tentu saja. Dia memiliki Unique Skill yang menarik, jadi waktunya tepat.

Aku akan mencobanya dulu.

Aku menargetkan Skill Unique. Keterampilan ini tidak mungkin digunakan tanpa Identify. Bahkan Daemon sendiri tidak memiliki Identify, setelah aku memikirkannya. Dungeon Master berkata dia beruntung; itukah sebabnya dia memiliki skill yang aneh? Skill awal muncul secara acak, tentu saja, tetapi apakah Dungeon Master lupa memberikan Identify pada Daemon? Itu adalah sebuah kemungkinan.

"Ini belum berakhir!"

Oh, tidak bisa membiarkan sasaranku pergi.

Ini dia—Skill Taker!

Itu berhasil, meskipun aku masih membenci fakta bahwa tidak ada indikasi keterampilan itu bekerja. Aku langsung mengambil Essence of Falsehood 5 darinya. Sekarang aku mengerti teror sebenarnya dari keterampilan ini. Itu mengambil semua tingkat keterampilan langsung dari target. Kamu bisa langsung menjadi kuat jika kamu mengambil keterampilan tingkat tinggi. Namun, itu terdaftar dengan keahlianku sendiri, yang berarti aku tidak bisa membaginya dengan Fran. Kebalikannya juga sama, jadi kami harus berkoordinasi lain kali.

"Skill Taker."

Fran mengambil giliran saat pria gendut itu pergi, dan itu berhasil juga. Dia mengambil skill tertinggi yang tersisa, yaitu Royal Etiquette 4. Hehehe. Kalau saja aku bisa melihat raut wajahnya ketika dia menyadari dia kehilangan dua keterampilan terbaiknya!

"Shishou, kita berhasil."

Ya. Kita mendapat barang bagus juga.

"Bisakah aku menebasnya sekarang?"

Mengapa kamu sangat ingin menebasnya?

"Aku benci dia."

Gadis kecilku menjadi semakin berbahaya dari hari ke hari. Aku ragu Royal Etiquette akan membantu sikapnya.

"Maaf kau harus melihatnya."

"Siapa itu?"

“Letnan Brigade Knight Alessa, yang juga merupakan putra seorang bangsawan. Benar-benar kasar. Dia hanya ditempatkan di sana karena uang keluarganya, yang membuatnya sulit untuk dihadapi. Dia dipromosikan tahun lalu, dan dia terus berusaha naik sejak saat itu. Seluruh kota membencinya. Aku akan mengatakan ini adalah pertama kalinya dia mencoba sesuatu yang tidak masuk akal dengan guild.”

"Kita harus mengajukan keluhan."

“Ke Brigade? Aku khawatir itu tidak akan berhasil. Mereka berada di bawah kendali keluarganya. Tidak heran, mengingat betapa buruknya mereka membesarkan putra mereka. Dia juga memiliki keterampilan yang disebut Essence of Falsehood yang memungkinkan dia untuk melihat kebohongan orang, tetapi itu benar-benar sia-sia baginya.”

“Dia lemah, tapi dia menjadi Letnan. Apakah uang yang kamu butuhkan?”

“Bicaralah dengan pemerintah. Dia mungkin lemah, tapi dia berada pada level yang cukup baik. Rupanya, para bangsawan membentuk party dengan ksatria sewaan yang kemudian membunuh monster untuk mereka. Dengan begitu mereka bisa naik level tanpa mengangkat satu jari pun.”

Benar-benar power levelling* ya. Itu menjelaskan kurangnya keterampilan bertarungnya. Dia adalah seorang ksatria Level 30 dengan pengalaman tempur nol.

(EDN: buat yg sering main warcraft pasti tau. yah intinya nyewa orang lain buat bantu leveling)

"Aku akan membunuhnya lain kali."

“Tolong jangan. Dan jangan khawatir, Letnan mungkin kasar tapi Kapten sendiri adalah orang yang baik. Aku akan berbicara dengannya tentang hal ini.”

"Baiklah."

"Terima kasih. Kamu tahu, jika kamu melakukan sesuatu pada pria itu, guild akan disalahkan karenanya. ”

Agak egois, tapi itu masuk akal. Aku tidak berpikir kami akan pernah berteman baik dengan Guildmaster, tetapi hubungan saling menguntungkan ini juga berhasil.

“Sekali lagi, terima kasih atas material Daemon. Kamu telah memberikan layanan yang sangat besar kepada Guild.” 

"Tidak masalah."

"Jadi, apakah kamu yakin tidak membawa kristal itu?" 

Oh, ayolah, GM!

"Aku bercanda."

"Hampir saja."

"Mengapa?"

"Aku akan memotongmu."

“Heh, karena itu aku takut denganmu… Hati-hati jika kamu ketemu orang itu lagi. Dia dikenal menipu orang dengan keahliannya.”

"Aku akan baik-baik saja."

"Yah, jika kamu berkata begitu."

"Bisakah aku pergi sekarang?"

"Ya. Terima kasih atas waktumu. Oh, dan satu hal lagi.”

"Hm?"

"Pergi ke resepsionis untuk kenaikan Rank-mu."

"Lagi?"

"Ya. Kamu melawan dan membunuh Daemon sendirian. Akan konyol untuk menahanmu di Rank F jujur saja. Kamu akan dipromosikan ke Rank D selanjutnya.”

"Bukan E?"

“Kamu akan berada di Rank C jika itu terserah padaku. Namun cabang lain tidak menyetujuinya.” 

Tentu saja. Seorang petualang pemula yang membunuh Daemon Rank B sendirian? Novel petualangan macam apa ini? Dipromosikan ke Rank D sudah lebih dari cukup.

"Oke. Aku akan pergi ke resepsionis.”

"Silakan lakukan. Kamu dapat mengambil uang hadiahmu saat kamu melakukannya. Dengan bonusmu juga.” 

"Tentu."

Para petualang lain bersorak kegirangan saat mendengar promosi Fran. Itu adalah promosi tercepat dalam sejarah guild, dari pemula menjadi Rank D hanya dalam tiga hari. Mereka bertaruh apakah dia akan mendapatkan promosi, dan ada poin bonus jika dia melewatkan satu peringkat. Kerumunan meraung ketika dia melakukannya.

"Ha ha! Kamu membuatku kaya raya, nona kecil!

"Sial! Aku kalah!"

“Wahahaha!”

"Bagaimana dengan minuman?"

"Dia di bawah umur, tolol!"

"Aku akan mengambilnya."

"Ya? Itu keren!"

"Kami akan mentraktirmu jus apel untuk sekarang!"

Fran secara resmi Rank D, seorang petualang menengah yang solid. Aku bertanya-tanya apakah aku harus mengungkapkan diriku kepada para petualang. Kami mungkin mengalami situasi seperti ini di masa depan, dan tidak akan aneh bagi Rank D untuk memiliki Magic Sword. Dia bisa memberi tahu mereka bahwa aku adalah Magic Sword yang menjadi lebih kuat dengan menyerap Magic Crystal. Itu akan membuat banyak hal lebih mudah baginya.

Tapi bagian tentang menjadi Intelligent Weapon… aku harus berbicara dengan Garrus tentang itu. Sebagian besar anggota guild kami menganggap Fran menyembunyikan Magic Crystal Daemon, jadi itu tidak akan menjadi masalah. Ceritanya hanya berubah dari "Aku mengambil Magic Crystal" menjadi "pedangku memakannya".

Untung kami tidak serakah dengan bangkai Daemon. Semua orang mendapat bonus karena itu. Kami harus mentraktir aula untuk minum hari ini juga. Tidak ada cara yang lebih cepat untuk membangun hubungan selain segelas bir.

"Hari ini aku traktir."

"Apa?! Kami tidak bisa membiarkan gadis kecil sepertimu memperlakukan kami!”

"Tidak masalah. Aku mendapat bonusku.”

"Kamu kaya!"

"Aku tidak kaya."

"Ha ha ha! Kamu adalah sesuatu yang lain, gadis kecil!”

"Ya! Saatnya mengganti kerugianku dengan minuman!”

“Bwahahaha!”

Kami menghabiskan 100.000G untuk minuman hari itu…




TL: Hantu
EDITOR: Zatfley