Kamis, 13 Agustus 2020

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 28. Tikus Got dan Pemantik

Chapter 28. Tikus Got dan Pemantik


Aku menjadikan seekor tikus liar sebagai familiarku dan memberinya nama Mitsuki. Ada kemungkinan seseorang akan mengeluh tentang nama ini, tetapi itu tidak masalah bagi ku.
<EDN: Mimin masih belum paham, kemungkinan ini ada semacam joke kanji>

Lagipula, arti dari nama yang kuberikan adalah 'bulan yang indah', tidak ada yang lain. Aku memberinya kekuatan sihir serta kecerdasan dan mengirimnya ke permukaan.

Menurut apa yang dikatakan para Dwarf, Sharltar telah menjadikan kota di atas permukaan sebagai markasnya, di sanalah dia menyiksa para Dwarf yang ditawan dan mengubah mereka yang mati menjadi zombie.

Mengerikan untuk dipikirkan, tapi itulah kebenarannya. Ada sebuah bangunan besar. Sebuah bangunan yang kemungkinan besar adalah rumah seorang kepala suku. Dan dari dalamnya, terdengar tangisan pedih seorang Dwarf.

Aku mengintip ke dalam dan menyaksikan penyiksaan yang sangat kejam hingga aku hampir muntah. Laki-laki atau perempuan, tidak ada bedanya bagi Sharltar. Bahkan anak-anak hanyalah objek eksperimen bagi dirinya.

Dia memasukkan roh-roh jahat ke dalam tubuh para Dwarf, mengubah mereka menjadi zombie. Dia menggunakan tangisan dan jeritan kesakitan yang keluar dari para tahanan yang disiksa dan menciptakan permata terkutuk.

Sejujurnya, sulit bagiku untuk melihatnya. Aku berharap bisa melepaskan kepalanya saat itu juga, tapi aku tidak bisa melakukan hal itu dengan tubuh Mitsuki.

Aku menahan dorongan itu dan melihat pria bernama Sharltar ini. Pria yang akan segera kubunuh. Aku memperhatikan wajahnya dengan baik agar aku bisa mencegahnya melarikan diri. Aku melihat wajahnya dari jauh. Wajahnya penuh kelicikan, seperti yang kuduga. Bibirnya yang bengkok dan matanya yang sipit. Kulitnya yang gelap. Dia mengingatkanku pada dark elf, tapi dia jelas manusia. Ini adalah kejutan.

Aku bergumam, lalu Eve bertanya,

“Ada apa, Master?”

“Orang yang akan kita lawan ini memiliki sifat seperti iblis. Tapi dia adalah manusia."

“Banyak Raja Iblis memiliki manusia sebagai bawahannya.”

"Benar. Bahkan aku punya beberapa manusia di antaranya.”

Terlintas dalam pikiranku Hijikata Toshizou dan Jeanne d'Arc. Namun, mereka bukanlah orang yang akan bertindak sekejam ini. Apakah Sharltar benar-benar manusia?

Untuk itu, Eve memberiku jawaban yang jelas.

“Manusia… ini berlaku untuk semua monster, tapi manusia terkadang akan bertindak seperti iblis. Ini tidak ada hubungannya dengan ras. Itu berarti Sharltar adalah kejahatan murni. "

"Memang."

Aku teringat masa lalu. Perang adalah siklus tanpa akhir di duniaku. Hal yang sama juga berlaku di planet bernama Bumi yang telah kuteliti.

Setiap kali manusia bertarung satu sama lain. Mereka terus menerus membunuh. Tiga Kerajaan. Cao Cao. Pembantaian di Xu Zhou oleh pahlawan di zaman peperangan. Pembantaian oleh Tentara Salib. Pembersihan agama yang dilakukan Oda Nobunaga setelah reformasi. 
<EDN: Beberapa perang bersejarah, mungkin kalian bisa cek detailnya di google>

Jika kau benar-benar memikirkannya, hanya ada sedikit tahun yang penuh kedamaian dibandingkan dengan masa-masa perang.

Dan juga dunia ini penuh dengan kekacauan. Tidak mengherankan jika suatu saat muncul orang berdarah dingin seperti itu. Dan mungkin itu juga adalah takdirku, sebagai Raja Iblis yang merupakan mantan manusia, untuk membunuh manusia jahat ini.

Dengan mengingat hal itu, aku memberi perintah pada Eve.

“Kita akan bergerak lebih awal dari yang direncanakan. Terowongannya memang belum selesai, tapi kita bisa mengirim umpan untuk memancing Sharltar ke sini. Aku akan menyesuaikan beberapa hal sehingga terowongan akan selesai saat mereka mencapai bagian gua yang kosong."

“Apakah itu mungkin?”

“Aku percaya dengan kemampuan para Dwarf dan Gottlieb.”

Pria pendiam dan jujur itu berjanji akan menyelesaikannya dalam waktu tiga puluh jam. Aku yakin dia akan menepati janjinya.

"Saya mengerti. Saya akan memberitahu Jeanne tentang ini dan menyuruh tentara Dwarf untuk berangkat."

'Namun,' kata Eve sambil melanjutkan.

“Ini adalah pertempuran yang bisa mengakibatkan kematianmu jika ada satu hal saja yang salah perhitungan. Saya memang tidak percaya kalau hal itu bisa terjadi, tetapi bolehkan saya meminta master untuk memberiku sebuah jimat.”

“Kita seperti kekasih sebelum perang.”

Aku terkekeh dan kemudian menyerahkan dua batu padanya.

"Apa ini?"

"Batu api."

“Apakah menurut anda saya tidak bisa menyalakan sesuatu dengan sihir?”

"Bukan itu kumaksud. Ini adalah semacam tradisi di negara Jepang di dunia lain. Jika seorang wanita memukul batu ini dua kali maka dipercaya akan memberikan keberuntungan kepada pria yang ajan pergi berperang. "

“Tradisi yang menarik.”

"Toshizou memberitahuku tentang itu."

"Baiklah, saya akan memukulnya dua kali." Katanya.

Klik! Klik!

Dan dia memukul batu api dua kali. Itu adalah suara yang menyenangkan. Aku merasa seolah-olah itu akan menangkal bencana apa pun. Aku memberinya perintah.

“Aku akan kembali dalam beberapa jam. Aku berharap bisa meminum secangkir teh terbaik buatanmu."

"Saya mengerti. Air di sini kebanyakan memiliki rasa yang keras. Saya harus mencari air yang sedikit lembut untuk membuat teh. "

"Terima kasih."

Aku menyentuh kepalanya dengan ringan lalu pergi, karena aku mendengar Jeanne berteriak dari kejauhan.

“Heeey! Raja Iblis! Kita harus berangkat! Bagaimana kita bisa menang tanpa jenderal kita?”

Kami memiliki jumlah yang jauh lebih rendah dalam pertarungan ini.

Jeanne dan aku harus melakukan banyak hal agar pasukan umpan melakukan apa yang harus mereka lakukan. Banyak yang akan bergantung pada kemampuanku sebagai seorang komandan dan seorang petarung. Namun, Eve tidak memiliki keraguan mengenai salah satu dari mereka.

“Saya tahu anda akan mengalahkan Sharltar, master. Ini bukanlah ramalan, itu adalah fakta yang sudah pasti akan terjadi."

Pada saat Eve mengatakan hal itu ekspresi di wajahnya terlihat menghibur dan mempesona.


Note: 
ya seperti biasa nya mohon koreksi jika ada kesalahan dalam terjemahan ane. Bisa lewat komen di bawah atau langsung ngomong aja di discord Isekaichan (yang udah sepi kayak kuburan). 


PREVIOUS CHAPTER       TOC        NEXT CHAPTER


TL: Tasha Godspell
EDITOR: Isekai-Chan

Rabu, 12 Agustus 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 151. Camping Plant

Chapter 151. Camping Plant


"Eksperimennya berjalan lancar."
"Iya. Hanya butuh 2 hari untuk mencapai kemajuan seperti ini, apa mungkin aku Jenius?"
"Naofumi-sama."

Sudah 2 hari semenjak Rat tinggal di dalam desa. Sekarang, Raphtalia sedang menatapku dengan wajah serius.
Sepertinya aku terlalu semangat bereksperimen, mungkin saja.
Aku sedang mencoba memodifikasi Bio Plant dengan bantuan Rat. Oleh karena itu, banyak dari orang-orang di desa yang sedang melihat eksperimen kami.
Memiliki seorang spesialis sangatlah membantu.

Sekarang Rat sudah resmi menjadi budakku. Aku memasang kontrak budak dengan peraturan dilarang berbohong.
Hukumannya adalah memberikan tingkat kesakitan yang sangat tinggi. Jika dia melakukan satu kebohongan saja, kemungkinan akan langsung mati.
Aku tidak boleh ceroboh. Meskipun sekarang dia terlihat nyaman dan menyukai penelitiannya disini.

Sekarang pekerjaan kerasnya akan dimulai.
Pertama, aku memodifikasi Bio Plant agar menjadi monster biasa yang dapat dikendalikan, dan mendaftarkannya menjadi budakku. Lalu menyerahkan itu kepada Rat.
Setelah itu, Rat membuat semacam mesin yang rumit dan mulai menjalankan eksperimennya lebih jauh lagi.
Meskipun pada awalnya aku khawatir kalau Bio Plant ini tidak mempan dengan segel budak bisa, seperti Filo. Tapi kali ini itu berjalan lancar.
Saat kami menanam benihnya, Bio Plant mulai tumbuh dan bergerak menuruti perintahku.

Kami merancang Bio Plant yang bisa menjadi rumah dalam satu hari.
Kami akan segera mendapatkan beberapa budak baru, jadi akan lebih baik jika kita mempercepat proses pembangunan.
Itulah kenapa kami sangat bersemangat dalam menjalankan proyek ini.
Eksperimennya berjalan dengan baik. Tidak ada masalah sama sekali, dan Bio Plant tumbuh dengan bentuk menyerupai rumah.

Karya ini diberi nama oleh Rat 'Camping Plant'.
Aku tidak terlalu peduli, jadi aku membiarkan dia yang memberikan nama.

Bunga-bunga tumbuh diatas atap rumah, selama kita memberikan desain yang spesifik, Bio Plant dapat berubah menjadi bentuk apapun.
Bunga-bunga tersebut menyerap cahaya matahari pada siang hari, dan pada malam hari dia mengeluarkan cahaya sihir yang dapat menyinari bagian dalam rumah.
Para budak sangat mudah beradaptasi, jadi mereka sudah siap untuk tinggal di rumah yang terlihat berbahaya itu.

Pada awalnya aku akan menggunakan bangunan itu sebagai gudang, tapi Kiel dengan semangat menganggap bangunan itu sebagai rumahnya. Yaa terserahlah.
Apa kau ingin rumah impianmu dapat diciptakan dengan mudah?

Rumah ini dapat langsung dihancurkan menggunakan herbisida dan dapat langsung dibangun kembali.
Ini membuatnya sangat mudah untuk dikendalikan.
Lalu.... Raphtalia sekarang sedang menanyaiku karena bertambahnya rumah hijau dalam desanya.

"Maafkan aku."
"Tentang apa?"
"Desamu sekarang terlihat seperti tempat tinggal penyihir jahat."
"Yaa... Kita tidak dapat berbuat apapun tentang hal ini... Aku mengerti. Aku hanya berpikir jika kau terlalu mudah mempercayai Rat-san."
"Kurasa dia yang terlalu mudah mempercayaiku."

Dia selalu menatapku setiap kali aku sedang memodifikasi tanaman.
Kurasa metode memodifikasi milik Rat sama dengan milikku, Tapi sepertinya metode modifikasi miliknya sangatlah berbeda. Kurasa dia menyebutnya ground-breaking.
Meskipun dia menjelaskannya tetap saja ada hal yang tidak dapat dilakukan oleh perisaiku. Jadi aku tidak terlalu memikirkan hal tersebut.
Aku hanya bisa membuat modifikasi dasarnya saja, untuk bagian detailnya biar Rat yang mengerjakannya.

Penelitian selanjutnya adalah membuat agar tanaman ini dapat menghasilkan obat-obatan.
Namun sepertinya ini akan lebih sulit.
Sampai sekarang masih belum ada perkembangan.

Oh iya, prototipe tanaman yang kami gunakan untuk membuat rumah-rumah itu adalah tanaman karnivora.

Aku sudah memberi peringatan kepada Rat agar tidak ada yang boleh masuk. Tapi, Filo dan Taniko mendadak masuk kedalam dan mereka langsung dimakan. Raphtalia dan para budak langsung memotong tanaman itu untuk menyelamatkan mereka.
Sejak saat itu, Penduduk desa selalu melihatku dengan tatapan curiga.

Aku juga memerintahkan Rat untuk mengecek telur-telur monster yang sudah dikumpulkan oleh para budak saat berburu.
Saat dia memeriksa telur-telur tersebut aku selalu mengawasinya. Aku menjelaskan kemampuan Perisai Penjinak Monster, yaitu Koreksi Pertumbuhan. Dan dia langsung memeriksa perisaiku dengan penuh semangat.
Aku mencoba untuk meningkatkan Perisai Penjinak Monster menjadi Awakened, tetapi aku tidak mendapatkan statistik apapun.
Padahal aku mengharapkan suatu Skill yang dapat membuat monsterku lebih pintar atau lebih kuat lagi.

"Kudengar monster Hero Perisai memiliki kekuatan yang lebih tinggi. Jadi perisai ini penyebabnya?"
"Mungkin. Dan aku yakin, Hero lain juga bisa mendapatkan kemampuan yang sama."

Pada awalnya aku belum mendapatkannya. Tetapi, yang lain juga bisa membuka Seri Pengguna Budak dan Seri Penjinak Monster, karena sama-sama senjata legendaris.
Dan mereka juga bisa mendapatkan senjata legendaris yang dapat memodifikasi tanaman seperti Bio Plant.
Meskipun, tanaman seperti itu sangat sulit untuk ditemui.
Aku hanya pernah melihatnya di kota tempat Bio Plant mengamuk dan di desa ini.

"Aku hanya pernah mendengar rumor dan dari legenda saja. Tapi aku belum pernah mendengar hal seperti itu dari Hero lain.”
"Begitu."

Sejujurnya, aku juga tidak mengetahui hal tersebut karena kita tidak begitu akur.
Dari kabar yang aku dengar, Ketujuh Hero Bintang yang berada di Faubrey adalah orang baik.
Kegiatanku memodifikasi monster menentang ajaran gereja. Pasti mereka tidak akan pernah melakukan kegiatan seperti ini.
Aku tidak ingin membuat Rat terlibat dalam banyak masalah nantinya, dan aku juga tidak peduli seperti apa sifat Ketujuh Hero Bintang itu.
.....Jika melihat desa ini secara objektif, berapa banyak peraturan yang kami langgar?

Sekarang, pasokan makanan kita sudah cukup stabil. Untuk rasanya juga sudah mulai enak, Rat dapat membuat berbagai macam variasi tanaman.
Aku memberikan tanggung jawab melatih monster kepada para budak, dan pendapatan dari penjualanku juga sudah mulai meningkat.
Sekarang semua budak sudah diatas level 30, jadi aku tidak terlalu khawatir jika mereka bertarung.
Hanya dalam beberapa hari, kami sudah membuat proses yang signifikan.

"Benih ini sangatlah luar biasa. Aku dapat membuat labku sendiri dengan mudah."

Laboratorium milik Rat.... Bangunan besar yang terbuat dari Camping Plant.
Sejak awal datang kemari, dia sudah membawa peralatan labnya, dan setelah selesai, labnya dapat langsung digunakan.
Dari dalam bangunan, aku dapat mendengar suara teriakan monster. Ini mengingatkanku dengan film Sci-Fi.
Sekarang aku jadi ragu untuk mendirikan beberapa toko disini. Terutama melihat keadaannya.

Ngomong-ngomong, Taniko dan Rat sekarang saling bersaing. Taniko percaya bahwa monster dapat semakin kuat melalui pengalaman bertarung, sementara Rat meyakini monster dapat menjadi kuat melalui modifikasi. Opini mereka saling berseberangan.

Karena perbedaan ideologi, mereka berdua sering sekali berdebat. Terlihat sekali jika mereka saling membenci satu sama lain. Hingga akhirnya, mereka bisa setuju pada satu opini.
Namun, pendidikan Taniko sangat kurang. Jadi yang sering terjadi, Rat hanya bermain-main dengannya.

"Kalau begitu aku akan melakukan penelitian terhadap Bio Plant sampai merasa bosan. Setelah itu, kau setuju untuk membantuku bukan?”
"Iya, aku juga tertarik melakukan Modifikasi Monster."

Jika kita memiliki monster yang dapat bertarung melawan gelombang, maka akan menjadi lebih mudah melawan gelombang.
Aku harus mengumpulkan lebih banyak kekuatan, jadi memodifikasi monster akan menjadi aset yang sangat berharga.
Dari kejadian Reiki, aku belajar bahwa memiliki banyak rekan saat bertarung sangatlah penting.
Jika mereka kuat maka akan sangat membantu.

Sepertinya ada salah satu telur monster Balloon dalam tumpukan telur.
Tidak... Itu bukanlah telur. Itu adalah monster Balloon yang sedang berhibernasi, sepertinya para budak mengira itu adalah telur dan membawanya ke desa.

Menurut Rat, monster Balloon biasanya terbang. Mereka terpisah dari monster yang lebih besar bernama Balloon Legios. Balloon Legios bisa terbang bebas di langit.
Jika kau melihat benda aneh terbang, mungkin itu adalah Balloon Legios.
Balloon Legios sangat jarang berada di daratan, beberapa Monster Balloon melahirkan saat berada di daratan.
Dan mereka menjadi independen saat berpisah dengan Balloon Legios.

Setelah Balloon tersebut bangun, aku dengan cepat memberikannya segel monster. Dan sekarang dia sudah dibawah kendaliku.
Setelah Balloon naik level, dia menjadi lebih besar. Aku mengikatnya keatas kereta dan memasangkannya spanduk iklan.
Nanti pada saat perjalanan, dia bisa menaikkan level karena monster lemah yang Filo tabrak. Itu bisa terjadi karena kereta dan spanduk itu terhubung.

Spanduk tersebut bertuliskan, Pedagang Keliling Hero Perisai.
<EDN: Harusnya Naofumi jualan makanan, langsung habis di kota sebelah.>
Ngomong-ngomong, namanya menjadi Ad Balloon.
<EDN: Kita butuh iklan, tapi nanti ganggu pembaca jadi tidak bisa.>
Lelucon macam apa ini?

Sepertinya Ad Balloon pernah dirawat oleh manusia.
Aku sedikit khawatir dengan Monster besar berbentuk balon...
Taniko telah menaiki Monster Balloon dan mengendarainya sambil merentangkan tangannya ke atas. Serius? Dari lembah mana dia berasalh?
Monster ini sangat lambat diudara, tapi aku dapat menggunakannya untuk menjaga desa.
Aku memegang monster Balloon tersebut. 
Aku berhutang budi kepada mereka karena telah membantuku melawan Motoyasu.

"Sekarang kau adalah Test Subject #1"
"Garu!"
"Diamlah."

Mungkin karena efek dari perisai? Sepertinya monster ini memiliki tingkat kecerdasan diatas Balloon lainnya.

".....Sekarang, aku akan pergi untuk berdagang keliling."
"Aku mengerti."
"Kalau begitu aku akan melanjutkan penelitianku. Jika kau membutuhkanku, kau dapat mencariku di dalam lab. Count."

Count.... Iya benar, Aku sudah memiliki jabatan sekarang.
Aku hampir melupakannya.

"Hmm? Kudengar jabatanmu Count. Apa aku salah?"
"Tidak, kau benar."
"Jika kau butuh sesuatu, datang saja."
"Iya, iya. Oh, dan ingat jika aku tidak ada disini bukan berarti kau dapat melakukan apapun sesukamu."
"Aku tahu. Aku tidak akan berbuat bodoh."
"Baguslah."

Sambil menunggu Filo datang untuk menarik kereta, aku berpikir cara agar Bio Plant dapat menghasilkan obat-obatan. Aku naik kedalam kereta dan pergi ke desa tetangga.


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Chopin
EDITOR: Bajatsu
PROOFREADER: Isekai-Chan

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 150. Diskriminasi yang Menguntungkan

Chapter 150. Diskriminasi yang Menguntungkan


"Jadi begitu...."

Dia ingin membuat monster yang kuat.
Keinginan yang simpel dan kekanak-kanakan.
Dunia ini memiliki modifikasi seperti dalam dunia game, jadi aku mengerti kenapa dia sangat senang bereksperimen.
Tapi, harus aku akui bereksperimen terhadap makhluk hidup sangatlah tidak baik. Pastinya itu yang membuat orang-orang Faubrey keberatan.

"Untuk tujuan itu, aku berkeliling negeri untuk meneliti berbagai jenis monster. Dan telah mempelajari dan mendalami berbagai macam ilmu pengetahuan dan ilmu sihir. Tapi orang-orang itu... Mereka berkata bahwa tindakanku menentang ciptaan dan keinginan dari dewa, dan tindakanku disebut pekerjaan iblis. Merepotkan sekali pada saat mereka mencoba membunuh monster percobaan buatanku."
"Jadi... singkatnya, kau mempelajari cara meningkatkan kekuatan monster melalui metode Alkemis. Apa aku bisa menyebutmu sebagai pengendali monster?"
"Hmm... Bisa jadi."

Kukira dia akan menyangkalnya, tapi sepertinya dia tidak masalah jika aku menyebutnya seperti itu.
Awalnya, kukira dia adalah Ilmuan gila yang hanya ingin bereksperimen dengan monster. Tapi, sepertinya dia bukan orang seperti itu.
Apakah dia adalah tipe orang yang akan sangat antusias jika menyangkut hal-hal seperti penelitian?

"Apa aku boleh menanyakan ini berdasarkan akal sehat? Ksatria Wanita, aku ingin kau ikut mendengarkan ini."
"Aku juga?"

Ksatria Wanita yang sudah siap menyerang dengan pedangnya tersebut melihat kami dengan kebingungan.
Filo sudah kabur beberapa saat yang lalu, dan Raphtalia juga sudah mengeluarkan pedangnya dan siap untuk menyerang.
Sebenarnya yang terkuat di antara mereka adalah Filo. Tetapi dia malah melarikan diri karena takut kepada Rat.
Mereka berdua sekarang dalam posisi bersiaga, mungkin Karena Rat dapat membuat Filo lari ketakutan.
Tentu saja, itu akan membuat siapapun merasa terancam.
Karena perisaiku memiliki penahan racun, Tingkat Pertahanan alamiku tidaklah begitu tinggi.
Lain kali, aku harus lebih berhati-hati.

"Karena akan merasa aneh jika aku bertanya kepadamu saja."
"Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan?"
"Hmm... Monster yang kuat.... Apa kau dapat meningkatkan monster-monsterku menjadi lebih kuat lagi? Contohnya, menggabungkan Caterpilland dan Dune?"
"Menurut pihak gereja itu merupakan hal yang dilarang. Karena mereka hanya dapat dikembangbiakkan sesuai dengan jenisnya."
"Kalau begitu Rat, bagaimana cara penelitianmu."
"Ya,  penelitianku bisa dibilang begitu."

....Dari sekian banyak game yang aku mainkan, menggabungkan monster adalah hal yang wajar dilakukan.
Apa pengguna monster di dunia ini hanya mengembangbiakkan dengan biasa-biasa saja? Dibanding untuk membuat monster yang kuat, mereka hanya memperbanyak jumlahnya untuk tujuan dijual dan dijadikan pekerja.
....tunggu dulu, dari perkataannya. Apa memungkinkan untuk mengawinkan silangkan monster? Itu terdengar tidak wajar.
Itu tidak ada bedanya dengan menyebut setiap ras bisa menghasilkan keturunan dari ras yang berbeda.

"Apa kita bisa mendapat telur dengan mengawinkan silangkan monster?"
"Iya, itu mungkin terjadi. Sama seperti Demi-Human. Jika Demi-Human Serigala dengan Demi-Human Zveil bisa memiliki anak, maka anak itu akan menjadi keturunan campuran. Monster juga ada didalam kategori yang sama, mereka dapat kawin dan mendapatkan anak-anak dengan ciri ras kedua orang tuanya. Aku pernah melakukan penelitian, bahwa....."
"Tidak, aku tidak terlalu peduli dengan penelitianmu."

Aku tidak pernah membayangkan jika ras yang berbeda dari Demi-Human melakukan kawin silang.
Tapi, aku pernah mendengar kalau manusia dan Demi-Human menikah mereka masih bisa mendapatkan seorang anak.
Jadi hal seperti itu juga berlaku kepada monster?
.... Bagaimana cara kerja ekologi di dunia ini?

"Pada dasarnya, kau sedang mencoba untuk meneliti tentang itu."
"Aku ingin mencari tahu apa yang membuat monster itu kuat, membuat tipe baru dengan kemampuan yang lebih hebat, dan membantu dalam bertarung."

Rat memajukan tangannya kearahku. Entah kenapa, mata Taniko bersinar.
Dia sangat senang dengan monster, apa dia menerima penelitian Rat?

"Biarkan dia bergabung."
"Siapa yang memutuskan monster adalah sesuatu yang jahat dan mengancam makhluk hidup? Aku ingin merubah logika dan persepsi tersebut. Saat ini, kita membunuh monster untuk meningkatkan kekuatan. Apa monster juga membunuh manusia untuk meningkatkan kekuatan mereka? Jika itu yang terjadi maka mereka tidak bedanya dengan kita."
"Apa itu benar?"
"Membunuh orang lain juga memberimu EXP, tapi itu tidak pernah dilakukan karena menentang nilai-nilai moralitas kita sebagai manusia."

Hmm... Jadi begitu.
Dunia ini cukup kejam.

"Kita semua diciptakan di dunia ini dengan setara, tapi kenapa monster selalu dianggap jahat? Itu karena mereka lemah."

Meskipun aku menganggap dirinya agak gila, tapi setidaknya dia berbicara dengan penuh percaya diri.
Tapi, ada kemungkinan dia hanya mengatakan hal-hal yang akan membuat dirinya diuntungkan.

"Lihatlah Filolial, mereka sangatlah terkenal. Ratu mereka menikmati daging dari naga. Mereka dipanggil pembawa pesan dari Dewa padahal mereka hanyalah monster. Aku ingin membuat monster yang terkenal dan memiliki reputasi yang baik seperti itu. Monster yang dapat menolong orang-orang."

Aku tidak dapat menyangkalnya. Filo memakan sedikit daging naga meskipun itu sudah membusuk.
Aku pikir Filolial biasa tidak mungkin dapat menjadi sekuat itu... Tapi, karena legenda mereka, Filolial lebih banyak mendapat kehormatan.
Legenda seperti Fitoria yang bahkan lebih kuat dari Filo.
Dia sudah dipastikan lebih kuat dari pada Filo.

"Bukan berarti aku tidak mengeti cara berpikirmu."

Aku memainkan banyak game yang didalamnya terdapat fitur untuk membuat monster menjadi lebih kuat.
Semua yang dikatakan olehnya mungkin terdengar bisa saja jika dilihat dari sudut pandang dunia lain. Dan dia mencoba untuk menerapkannya sendiri.
Tapi, bisa saja dia berbohong.

"Jadi setelah melihat monster desa ini, kau ingin melanjutkan penelitianmu disini?"
"Iya."
"Aku benci pembohong. Jika kau ingin meneliti monster desa ini, maka aku akan menjadikanmu budak, untuk mencegah kebohongan. Apa kau masih ingin melanjutkannya?"
"Tentu saja, jika itu yang diperlukan. Bahkan aku akan memberikan harga diriku sebagai manusia dengan senang hati."

Dengan cepat Rat menyetujui itu.
Tetapi... apa-apaan dengan perkataannya itu.
Aku tidak ingin budakku memberikan harga dirinya atau apapun.

"Jika itu harus dilakukan, demi penelitian ini, aku akan melakukannya."
"Hmm...."

Jika aku membiarkannya tinggal disini, mungkin monster-monsterku akan menjadi lebih kuat.
Ini bukanlah perjanjian yang buruk.
Jika aku memberikan kontrak budak kepadanya, maka jika terjadi masalah. Aku dapat dengan cepat membereskannya.

"Aku memperkerjakan monster, layaknya budak kau tahu. Kau tidak akan diperlakukan berbeda dengan mereka."
"Aku melihat Manusia dan Demi-Human disini. Aku tidak butuh dikasihani dan diberikan perlakuan istimewa."

Mu.... Perlakuan istimewa itu sama dengan diskriminasi. Itu pemikiran yang bagus.
Diluar negeri, aku yakin wanita juga mulai membenci perlakuan istimewa seperti itu. Karena secara tidak langsung itu termasuk ke dalam diskriminasi.
Di kereta Jepang terdapat gerbong yang dikhususkan untuk wanita. Banyak yang menolaknya karena tidak ingin ada perbedaan gender.
Mungkin ini hal yang sama seperti itu.

"Aku tidak suka saat orang-orang hanya melindungi satu jenis monster. Filolial lebih pintar dari monster-monster lain, tapi kenapa ada peraturan bahwa mengonsumsi mereka adalah Tindakan terlarang? Dan saat Naga muncul, kita harus langsung membunuhnya. Itu sangat tidak adil!"
"Hmm....."
"Aku tidak menyuruhmu untuk melarang memelihara monster. Faktanya, aku malah mendukungmu. Aku membenci orang yang berpikiran monster itu sebaiknya dimusnahkan. Monster adalah makhluk hidup, dan mereka dapat membantu untuk melawan gelombang. ada sebuah teori yang menyatakan bahwa monster bukan dilahirkan dari gelombang. Mereka juga dapat disebut senjata yang kuat. Sama seperti Hero, entah untuk tujuan yang baik ataupun buruk. Aku membenci diskriminasi. Semua makhluk hidup di dunia ini harus dapat saling membantu."

Taniko sekarang melihat Rat dengan sangat terharu.
Mungkin ideologi Rat membuat dia sangat tertarik, atau mungkin ada sesuatu yang membuatnya merasa aneh.

"Aku mengerti tujuanmu. Kau ingin membuat monster kuat yang efektif untuk melawan gelombang."
"Iya! Tapi Ketujuh Hero Bintang sialan itu! Hampir membunuhku karena aku disebut penyebar ajaran baru!”
"Baiklah. Kalau begitu...."

Aku memperlihatkan benih Bio Plant kepada Rat.

"Benih ini sebenarnya adalah tanaman, tapi jika memodifikasinya dengan tujuan buruk maka ini akan berubah menjadi monster. Tapi jika dengan tujuan baik, dan memiliki kemampuan untuk melakukan modifikasi. Kau dapat membuat tanaman yang menghasilkan banyak makanan dan obat-obatan. Bagaimana menurutmu?"
"Apa yang kau bicarakan? Itu tidak ada hubungannya dengan penelitianku. Tapi, coba berikan itu padaku agar bisa aku teliti. Aku pernah melakukan beberapa penelitian terhadap biji-bijian sebelumnya. Tapi, mereka membusuk dengan sangat cepat saat aku sedang menelitinya."

Hmm.... Sepertinya dia juga bisa membantuku karena tujuannya hampir sama denganku.
Mungkin, suatu saat nanti dia akan menjadi masalah. Tapi, selama aku memiliki kekuatan yang bernama ‘kontrak budak' maka aku dapat mengendalikannya dengan mudah.

"Aku memperbolehkanmu melakukan penelitianmu disini, jika kau mau menjadi budakku. Dan juga penduduk di desa ini akan membantumu."
"Aku mengerti. Jika Hero Perisai hanya mempercayai budaknya, maka aku akan menjadi budakmu agar bisa mendapatkan kepercayaanmu."

Aku dan Rat saling berjabat tangan.

“Mulai saat ini aku mengandalkanmu. Aku akan menjadi budak agar bisa dipercaya olehmu. Sebagai gantinya, aku mendapat izin meneliti disini.”
“Aku tidak memaafkan pembohong. Tapi selama kau mengetahuinya, maka itu bukan masalah.”

Dan sejak saat itu, Rat si Alkemis mulai tinggal di desaku.

"Aku ingin memastikannya kembali, apa aku boleh meneliti Filolial itu? Aku ingin menambahkan mata satu pada bagian perutnya agar dapat meningkatkan refleksnya. Dan mungkin beberapa tentakel untuk meningkatkan pergerakan khusus, boleh tidak?"
"TIDAK!"

Aku mendengar Filo berteriak dari kejauhan. Sepertinya, sekarang akan semakin banyak orang yang Filo benci.

"Dia menolaknya, jadi kau harus menyerah."
"Sayang sekali."
"Kenapa tadi kau memberi obat bius kepada Filolialku?"
"Kau tidak tahu? Filolial adalah monster yang masih belum diketahui asal usulnya. Jika aku tidak memberikannya obat bius, aku tidak dapat memeriksanya."

Apa memang begitu cara kerjanya? Ya, menurutku lebih gila lagi jika kau langsung memeriksa hewan buas tanpa memberinya obat bius. Hewan itu bisa saja langsung menyerangmu atau melarikan diri.

"Beruntungnya, Filolialmu sedang dalam kondisi yang baik. Dia memiliki banyak sekali energi. Kau pasti sangat kerepotan olehnya?"

Tepat sekali.
Sejak lahir Filo sudah memiliki banyak sekali energi, sampai membuatku kerepotan.
Aku tidak pernah melihatnya sakit.
Mungkin aku bisa menempatkannya untuk meneliti penyakit yang ada pada hewan.

Ngomong-ngomong. Dia adalah orang yang sangat sulit dimengerti. Ideologinya mengalami banyak sekali kontradiksi.
Diskriminasi adalah hal yang buruk, tapi membuat monster yang kuat agar dapat digunakan sebagai senjata adalah hal baik. Dia ingin memodifikasi monster agar menjadi lebih kuat. Jadi dia menyukai monster atau malah membencinya?
Terserahlah, lagipula sepertinya sekarang penelitianku akan menjadi lebih mudah.




TL: Chopin
EDITOR: Bajatsu
PROOFREADER: Isekai-Chan

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 149. Alkemis

Chapter 149. Alkemis


Setelah selesai berbicara dengan Pak tua, aku langsung bergegas menuju gerbang kota karena waktu berkumpul dengan yang lain sudah dekat.
Ketika sampai, Filo dan budak lainnya sudah sampai terlebih dahulu.

" "Selamat Datang~" "
"Iya, apa semuanya sudah berkumpul?"

Sebaiknya aku menghitung mereka.
Rupanya, semua orang sudah berkumpul.

"Hei, Goushijin-sama~"
"Ada apa?"

Filo menghampiriku sambil bertanya.
Melty.....dia tidak ada disini.

"Kenapa anak kecil yang terlihat lezat itu berada disebelahmu?”
"Hii!?"

Imiya mengeluarkan suara takut.
Dengan wujud manusianya Filo memiliki tinggi yang sama, tapi.... dia berkata lezat. Mungkin dia berpikir untuk memakannya.
Tetapi, para budak yang sudah mengetahui wujud Filo sebenarnya mulai menjaga jarak dan saling berbisik.

"Jadi Filo-chan benar-benar...."
"Iya benar."
"Dia sangat rakus atau...."

Filo mulai merasa gelisah, karena melihat para budak sedang membicarakannya.

"A-Apa? Bukan~!"

Hm, aku melihat kejadian yang sangat langka. Filo sangat jarang sekali kebingungan.

"Dengar ya Filo... gadis itu mungkin terlihat sedikit berbeda dari kita, tapi dia masih bisa dibilang manusia."
"Dan kau telah berkata kalau dia 'kelihatannya lezat’... Akhirnya kau menunjukkan sifat aslimu.”
"Fuee!?"

Filo memelototi Imiya, dan mulai mengendusnya.

"Tidak~! Jangan menjauhi Firo!"

Aku mulai membayangkan jika Filo mendekati Imiya dengan wujud monsternya. Maka kejadian ini akan seperti burung hantu yang sedang memangsa seekor tikus.
Mungkin semuanya juga membayangkan hal yang sama denganku.

"Aku tidak akan memakanmu! Aku tidak akan memakanmu, jadi jangan takut!"

Filo mencoba untuk menenangkan Imiya, Tapi dia masih sangat ketakutan.
Hingga Imiya memelukku dengan erat.
Hal yang bagus jika dia terikat denganku tapi.... Tapi kenapa aku merasa aneh.

"Goushijin-sama, tolong aku!"
"Meskipun kau berkata seperti itu...  bukannya akan lebih baik jika kau menjadi perwujudan dari ketakutan itu sendiri?"
"TIDAKKKKKKK!"

Ah, berisik sekali dia.

"Aku hanya bercanda. Imiya, kau tidak perlu takut padanya. Filo adalah anak yang baik, dia sangat senang bermain dengan anak-anak. Mungkin, dia terlihat seperti gadis kecil tapi, wujudnya yang sebenarnya adalah...."

......Dia bukan seekor Filorial biasa... Bagaimana caraku menjelaskannya?

"Wu-Wujud sebenarnya dia itu apa?"

Imiya bertanya lagi, kali ini dia lebih takut dari sebelumnya.

"Naofumi-sama, jika kau menjelaskannya kalimat selanjutnya. Maka dia akan semakin ketakutan."
"Tidakkk!"

Filo bahkan berteriak lebih kencang dari sebelumnya.

"Maaf. Aku mencari kata-kata yang cocok untuk menjelaskannya... jadi, Filo lebih dikenal sebagai Burung Suci dinegara ini, jadi tenang saja."

Sambil gemetar dan rasa takut mendalam, Imiya melihat Filo.
Filo membalasnya dengan senyuman.
Namun, itu malah membuat Imiya semakin takut. Oleh karena itu, Imiya bersembunyi dibelakangku.

"Goushijin-sama~!"
"Kau harus baik agar dia tidak takut denganmu. Tunjukkanlah kebaikanmu Filo."
"Hmm... Aku mengerti."

Entah kenapa, kejadian ini malah menjadi semakin rumit. Sepertinya, Filo sangat tidak suka bila dia dibenci oleh teman-temannya.
Meskipun, itu karena kesalahannya sendiri....

"Mulai sekarang jangan asal bicara jika melihat seseorang itu enak dimakan."
"Iya..."

Setidaknya, hari ini Filo belajar sesuatu. Atau harus kubilang, dia telah tumbuh dewasa sedikit, karena Filo lebih memilih teman-temannya dibandingkan makanan.

"Kembali ke topik pembicaraan. Seharusnya kalian sudah mendengar ini dari Kiel?"
"Aku ingin memberi mereka kejutan, jadi aku tetap diam."

Kiel sialan.....

"Kalau begitu, akan kuperkenalkan."

Aku memajukan Imiya yang bersembunyi dibelakangku.

"Mulai sekarang dia akan tinggal bersama kita. Ayo, perkenalkan dirimu."

Imiya memperkenalkan diri dengan perasaan malu dan takut.

"Namaku Imiya Leuthurn Reelthela Teleti Kuwariz. Mohon kerja samanya."
"”"Panjang sekali namanya!"”"

Tentu saja mereka akan berpikir seperti itu. Raphtalia dan Kiel tidak bereaksi apapun saat di restoran. Kukira itu adalah hal yang wajar dunia ini.

"Kau perempuan ya, Imiya-chan? Senang bertemu denganmu."
"Iyaa...."

Bagus. Sepertinya dia dapat cepat beradaptasi disini.

"Kita akan kembali ke desa sekarang. Kalian tidak lupa sesuatu kan?"
"Semua aman."
"Ya."
"Iyaa."

Setelah aku memeriksa semuanya, kita berjalan bersama ke arah kereta.
Kemudian, Filo berubah menjadi wujud monsternya untuk menarik kereta.

"Wah!"

Imiya mengeluarkan suara terkejut.

"I-Ini?"
"Iya. Ini adalah Filo dalam wujud monsternya. Sangat sulit untuk dijelaskan, bukan?"
"Iyaa...."

Filo sambil tersenyum berjalan kearah Imiya. Imiya meregangkan tangannya seakan ingin mengelus Filo. 

"Kemudian mulutnya akan terbuka dan.... AMMM!"

Salah satu budak mencoba untuk menakuti Imiya.
Imiya bergegas menarik kembali tangannya.

"Muu~..."

Filo yang sangat kesal menatap budak yang menjahilinya.
Meskipun, biasanya Filo yang sering jahil....
Filo adalah, bagaimana caraku menjelaskannya. Biasanya dia lah yang sering menyebabkan masalah, jadi jarang aku melihatnya dijahili seperti ini.
Ya, dia adalah omnivora jadi bisa memakan apapun.

Ini tidak pernah menjadi masalah sewaktu Filo masih kecil, tapi sekarang dia sudah besar. Dan dia juga dapat memakan apapun.... Mungkin ini hanya imajinasiku saja?
...Ah, mungkin ini karena aku sering menggunakannya sebagai alat untuk menakut-nakuti.

"Sekarang, semuanya naik ke dalam kereta. Dan beristirahatlah dengan tenang."
"Jika ada yang mabuk kendaraan bilang ya."
"Iya."

Kita tidak perlu terburu-buru sekarang, jadi kita akan pergi dengan kecepatan yang biasa saja.
Aku perlu memastikan kalau semua budak telah naik, kemudian memerintahkan Filo untuk berangkat.

"Ah, Goushijin-sama."
"Ada apa?"
"Mel-chan akan datang untuk bermain nanti."
"Baiklah."

Jadi Melty akan berkunjung ke desa, jika ada banyak orang berisik di dalam desa memikirkannya saja sudah membuatku sakit kepala.
Asalkan saat bermain dengan Filo dia tetap tenang, itu tidak masalah.


Keesokan harinya dipagi hari.
Dalam perjalanan kami berkemah satu malam, dan akhirnya sampai di desa. Kami sedikit mengubah rencana. Karena Filo akan kelelahan dan ia tertidur sesampainya di desa.

"Ah, Kak Perisai. Selamat datang kembali."

Taniko datang untuk menyambut kami. Sangat jarang sekali dia melakukannya.
Dia selalu menjaga jarak denganku, karena kita sering kali berdebat masalah monster. Tapi kali ini dia sendiri yang mendekatiku.

"Kak, ada orang asing yang datang dan tidak mau segera pulang. Tolong bantu kak!"
"Huh?"

Taniku mengetuk pintu salah satu bangunan yang biasa digunakan para prajurit untuk istirahat. Dia melakukannya untuk memanggil Ksatria Wanita.
Ksatria Wanita keluar dengan wajah kesulitan.

"Tunggu sebentar, ini bukan hal yang darurat, jadi biar aku yang mengurusnya sendiri."
"Tapi, sewaktu-waktu dia dapat melarikan diri!"
"Aku tahu ini berbahaya tapi, kita belum mendapatkan izin untuk menangkapnya. Kita juga tidak dapat menangkapnya tanpa alasan yang jelas, oleh karena itu kita harus mendengar pendapat Kepala Desa."
"Ada masalah apa disini?"
"Jadi begini, ada pengunjung yang datang, lalu dia ingin segera bertemu dengan Iwatani-dono."
"Huh... siapa dia?"
"Seorang Alkemis yang menyebabkan banyak masalah di Faubrey."

......Apa?
Apa dia yang Ratu dan Pedagang Budak bicarakan agar aku harus selalu waspada padanya? Dan sekarang dia sudah sampai di desaku?

"Dia berkali-kali mengatakan ingin memeriksa monster yang diurus oleh Iwatani-dono—“
"Oh-....Jadi ini Burung Suci yang sering dibicarakan orang-orang."

Sebelum aku menyadarinya, datang seorang wanita dan mulai memeriksa tubuh Filo.

"Goushijin-sama~!"

Filo menjerit ketakutan.

"Oh, dia juga bisa mengerti bahasa manusia, sepertinya dia ini merupakan spesies Ratu Filorial yang pernah kudengar dari legenda."

Rambutnya berwarna pirang, dia memiliki rambut yang panjang dan kulit berwarna kecokelatan. Dari penampilannya menurutku dia adalah manusia.
Dia terlihat berumur 20-an.
Sesuatu yang mencolok pasti terlihat, dan sesuatu yang tersembunyi akan tetap tersembunyi. Dia seperti tante hot berkulit gelap yang mengenakan jas lab berwarna putih.

"Bulu-bulunya cukup tebal. Aku penasaran seperti apa organ dalamnya."

Alkemis yang aneh? Dia membuka mulut Filo dengan paksa dan menarik lidahnya. Filo menolaknya, tapi dia dapat dengan mudah membuat Filo diam. Filo yang sangat kuat itu dapat dengan mudah dijinakkan, yang dilakukannya seperti mengambil permen dari bayi.
Bahkan dia memasukkan kepalanya kedalam mulut Filo.....

"Uhh!"

Filo memberontak dan memuntahkan Alkemis itu keluar dari mulutnya.

"Memberontak bukanlah pilihan terbaik. Mungkin aku harus melakukan sesuatu."

Sebelum dia terjatuh, dia mengambil suntikan yang asalnya masih belum diketahui dan mengarahkannya ke tubuh Filo.
Filo tidak dapat menghindarinya, dalam sekejap suntikan itu menancap dimulut Filo.
Gesit sekali dia.

"Funyaa...."

Filo jatuh ke atas tanah dan lumpuh.

"A-Aku tidak dapat menggunakan kekuatanku....."
"H-Hei...."
"Tunggu sebentar ya, sekarang aku sedang dalam pemeriksaan."
"Tidak. Aku adalah pemiliknya, kau tidak dapat melakukan hal-hal seperti ini sesukamu."
"Oh...."

Setelah aku mendengar perkataan tersebut, Alkemis itu mulai tertarik untuk berbicara denganku

“Jadi kau, Hero Perisai-sama itu?"
"Iya... Siapa kau?"
"Aku adalah Ratotile Anthreya. Temanku memanggilku Rat."
"Ohh begitu. Namaku Iwatani Naofumi, panggil aku Naofumi."
"Naofumi-san. Senang bertemu denganmu."

Rat menjawab sambil menunjuk tubuh Filo yang berada diatas tanah.



"Jadi, apa aku diperbolehkan untuk memeriksa dia?"

Dia mengambil kesempatan untuk mendapatkan izin dariku.
Melihat dari tingkah lakunya, jika aku menolaknya dia pasti tetap akan memaksa.
Tapi, asal-usul dan tubuh Filo sendiri masih sebuah misteri.

"Go-Goushijin-sama! Tolong~!"

Hmm.... Jika aku memperbolehkannya untuk memeriksa Filo, maka kita semua akan mendapatkan penjelasan tentang Ratu Filorial. Tapi, itu akan membuat Filo merasa ketakutan.

"Wow, dia dapat menjatuhkan Filo-chan dengan mudah."
"Luar biasa. Obat yang kugunakan itu dapat membuat orang langsung tertidur, tapi dia masih bisa bertahan dan berbicara dengan jelas."
"Jadi kau memberinya obat."
"Aku harus melakukannya. Jika tidak, dia akan terus memberontak.”
"Lain kali.... jangan dilakukan itu lagi."
"Oh, sayang sekali."
"Ugh..."

Filo mulai membaik dan dia dapat berdiri kembali.

"Ohh, sepertinya akan sulit untuk memeriksamu, jika tanpa menggunakan obat yang lebih kuat."
"Tidakkk!"

Filo melarikan diri.
Dalam waktu dekat, dia tidak akan kembali.

"Jadi, kau orang yang ingin bertemu denganku?"
"Iya, benar sekali."
"Apa maumu?"
"Aku ingin melihat berbagai macam hal. Contohnya, tanaman yang berasal dari suatu desa dan monster di desa ini."
"Huh..."
"Kau tahu, ini sangat menarik perhatianku. Aku ingin bermain-main dengan mereka."
"Bermain-main, katamu...."

Apa yang diinginkan wanita ini? 
Dia sepertinya mengetahui asal-usul dari Bio Plant. Jadi, mungkin tidak apa membiarkan dirinya melakukan penelitian.
Apa dia seorang profesor? Setidaknya dia bisa disebut berpendidikan. Kemungkinan besar dia sangat pintar.
Sejujurnya, aku tidak begitu pintar dalam belajar. Jadi aku menyadari, perkembangan Bio Plant dan Para Monster masih belum maksimal.
Walaupun begitu, aku tidak bisa membiarkan dia bertindak seenaknya sendiri.

"Aku juga sudah mendengar rumor tentangmu. Kudengar kau adalah Alkemis yang menyebabkan banyak masalah di Faubrey."
"Masalah? Tidak. Mereka hanya seenaknya berkata seperti itu, karena mereka sama sekali tidak mengerti tentang penelitianku. Jadi mereka membuat kebohongan dan melampiaskan beberapa kesalahan kepadaku. Sehingga, aku diusir dari sana."
"Ya ya."

Dia seperti karakter Ilmuan gila. Dia sangat mendalami karakternya.
Dia dengan mudah menjatuhkan Filo, kemampuannya perlu mendapat apresiasi.
Tapi, dia mungkin memiliki potensi untuk membantuku dalam berperang.

"Orang-orang itu, mereka menyebut penelitianku adalah hal yang tabu dan akan menakuti dewa, kemudian mereka semua membakar habis semua penelitianku. Menurutku yang mereka maksud dewa adalah Keempat Hero Suci dan Ketujuh Hero Bintang?"
"Jadi, kau kemari hanya untuk meminta persetujuan dari Keempat Hero Suci saat ini?"
"Tidak. Lagi pula perkataan mereka mengenai Hero itu sudah membuatku kesal. Mereka hanya ingin menghambat penelitianku saja!"
"....Siapa yang kau bicarakan. Kenapa kau kemari?"
"Aku datang untuk meneliti Monster Reiki. Kebetulan, aku lewat sini dan berkunjung sebentar."
"Pergilah ke kastil Melromarc "
"Aku sudah kesana. Ketertarikanku berpindah."

Rat menggenggam kedua tangannya dengan antusias, dan mencoba untuk memegang tanganku juga.
Aku membalas dengan menarik tanganku.

"Jangan sentuh aku. Aku membenci wanita sepertimu."
"Baiklah aku tidak akan melakukannya, jadi biarkan aku bermain-main dengan monstermu."
"Tidak boleh!"

Taniko mendadak berteriak tidak terima.
Jika sedang membahas monster, entah kenapa gadis ini menjadi sangat agresif.

"Tunggu dulu.... Aku ingin mengetahui apa tujuan dari penelitianmu terlebih dahulu."

Bergantung dari situasinya, memilikinya mungkin akan menjadi hal yang baik.
Dia adalah spesialis monster. Dia akan sangat berguna disini.
Mungkin, aku terlalu berharap tinggi terhadap dirinya, tapi dia dapat mengurus para monster dan Bio Plant disini. 
Meskipun begitu, itu tergantung dari tujuannya datang kemari.
Jika tujuannya adalah membalas dendam kepada Faubrey atau mencoba untuk menghancurkan dunia dengan monster ciptaannya. Maka aku akan langsung mengusirnya jika memikirkan hal bodoh yang tidak masuk akal.

"Tujuanku? Tentu saja untuk menciptakan monster yang sangat luar biasa."




TL: Chopin
EDITOR: Bajatsu
PROOFREADER: Isekai-Chan

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 148. Ciptaan Gagal

Chapter 148. Ciptaan Gagal


"Ah!"

Ketika aku sedang makan bersama dengan Budak Lumo dan Raphtalia, terdengar suara yang cukup keras diluar restoran.

"Bubba sedang makan!"

Saat melihat keluar, Kiel sedang menunjuk kepadaku sambil berjalan masuk ke dalam restoran.

"Tidak adil! Aku juga ingin makan."
"Kau masih berani bilang begitu sambil memakan sate ditanganmu.”

Aku sudah memberi mereka sedikit uang karena mereka telah melakukan Kenaikan Kelas.
Selama mereka masih memiliki uang, seharusnya mereka bisa membeli banyak makanan disini.
Kenapa, mereka harus berkata seperti itu.

"Apa salahnya-"
"Kiel-chan, jangan bersikap egois."
"Jangan panggil aku dengan ‘chan!"

Menyebalkan, mereka mulai berbicara seperti ini lagi.

"Hm? Siapa anak ini?"
"Ee...."

Aku melirik ke arah Budak Lumo, dan dia langsung menunduk.
Dia tidak malu... Dia terlihat takut terhadap orang asing.

"Dia budak baru."
"Begitu... Meskipun Bubba Perisai terlihat menakutkan, sebenarnya dia suka memanjakan orang, jadi jangan khawatir."
"Kau...."

Berani sekali dia berkata seperti itu di depanku.

"Siapa namamu?"
"..... Imiya Leuthurn Reelthela Teleti Kuwariz."

Panjang sekali! Sulit bagiku untuk mengingatnya.

"Jadi Imiya. Apa kau laki-laki?"
"Bukan....”

Lagi-lagi, perempuan. Kukira dia laki-laki.
Sepertinya ini akan mulai merepotkan.

"Tapi, kau tidak bisa dimanja berlebihan. Aku dan Raphtalia-chan tidak akan membiarkanmu."
"I-iya."
"Tempat dimana kau akan tinggal mengharuskanmu untuk bekerja keras. Kau harus terus berkembang. Jadi, mari kita bekerja sama."

Kiel menjelaskannya dengan wajah polos kemudian tersenyum kearah Imiya.
Itu adalah perkenalan yang baik.

"Bubba. Aku juga mau makan."
"Tidak, beli sendiri."

Dan pada akhirnya, dia hanya ingin bermain-main denganku. Bocah sialan.

"Jadi, mana budak yang lain?"

Meskipun pertama kali aku mendekati Kiel dengan makanan. Sekarang, setiap kali kita bertemu, dia selalu meminta makan kepadaku. Aku sudah muak.

"Mereka pergi berbelanja, menggunakan uang yang Bubba berikan. Mereka membeli beberapa barang seperti suvenir."

Apa yang aku lakukan disini.
Seharusnya aku mengurus pembangunan desa, tapi malah menjadi seperti kakak yang baik.

"Baiklah. Ketika malam tiba kita akan berkumpul di gerbang kota. Jangan sampai terlambat."
"Aku sudah tahu."

Kemudian Kiel pergi untuk menyampaikan ini kepada mereka, sebelum pergi dia berkata.

"Oh iya, teman yang Filo bawa sedikit sombong. Tapi dia sepertinya menarik."

Melty... Dia bermain dengan sembunyi-sembunyi lagi.
Aku penasaran, apakah dinegara ini ada sistem pendidikan.
Perasaan Imiya sepertinya sudah membaik, dia terlihat lebih ceria sekarang.
Dia sama seperti Raphtalia sewaktu kecil.

"Jika kalian sudah selesai makan. Kita akan pergi ke Toko Senjata."
"Iya."

Imiya dengan lahap memakan paket makan siang anak-anak.
Sepertinya dia sangat cocok dengan Firo.


Setelah kami selesai makan, kami langsung menuju Toko Senjata.

"Oh, bukankah itu kau, nak. Sudah lama tidak kemari."
"Sudah sekitar dua minggu berlalu ya."
"Iya, mungkin sudah selama itu."
"Aku kemari ingin membicarakan tentang perisai yang aku pesan... tapi untuk uangnya..."

Sangat sulit mengatakan ini. Aku tidak punya uang, bolehkah aku menyalinnya.

"Oh, tentang hal itu, aku juga ingin membicarakannya denganmu."

Pak tua terlihat kesulitan untuk menjelaskannya. Suasana disekitar mulai berat.

"Itu belum selesai."
"Begitu... Tidak apa."
"Sebenarnya. Aku sudah mendapatkan material yang diperlukan dari kerajaan. Tapi material itu sulit untuk diolah."
"Oh...."
"Jika untuk membuat senjata, aku memiliki banyak ide dan teknik, karena aku hanya perlu memasukkannya ke dalam cetakan dan dengan menajamkan sisinya, itu akan menjadi senjata.”

Hmm... sepertinya sulit untuk membuat yang aku inginkan...?
Aku tidak pernah belanja di toko lain, jadi aku tidak begitu mengerti cara pembuatannya, tapi dari penjelasannya, ini mungkin cukup sulit.
Aku ingat kalau pedang dan tombak lebih mudah dibuat.
Ada pedang yang desainnya sangat mirip dengan tempurung kura-kura.

"Meskipun, aku tidak dapat menyebutnya senjata. Tidak butuh banyak kemampuan untuk membuat benda seperti itu, bahkan pandai besi dengan kualitas rendah sekalipun dapat menjualnya di pasaran."
"Kenapa kau terlihat sangat kesal? "
"Yaa, mungkin itu karena tergantung dari cara pandai besi itu membuatnya, jadi aku sedikit kesal saja. Tapi, jika dalam pembuatan armor, aku tidak bisa berdiam diri."
"Benarkah?"
"Ya. Ngomong-ngomong, material yang dibawa kemarin tidak memiliki kecocokan dengan Air Wake. Jadi aku tidak bisa menambahkan efek tersebut."

Air Wake adalah efek penggunaan untuk membuat armor yang berat menjadi lebih ringan.
Aku jadi mengingat efek spesial dari perisai, yaitu Gravity Field.
Skill ini memengaruhi medan gravitasi di area sekitar. Aku dapat menggunakan ini karena telah membuka semua Seri Perisai Reiki, dengan skill itu aku dapat membuat benda melayang dan juga menjatuhkannya dari udara.
Efek dari perubahan medan gravitasi sangatlah luar biasa, bahkan Filo berkata dia kesulitan untuk melompat.
Aku mengerti kenapa Air Wake tidak cocok dengan material Reiki, karena material itu memang memiliki efek penguatan yang sedikit.
"Material ini sangat berat. Aku dapat berimprovisasi jika membuat pedang atau tombak. Tapi membuat zirah pasti sangat sulit."

Cangkang Reiki hanya dapat digunakan untuk menahan serangan... Tetapi, itu sangat berat.

"Aku dapat membuatnya lebih tipis agar ringan, tapi... Status pertahanannya akan menurun sangat drastis."
"Baiklah, kalau begitu."

Materialnya cukup sulit untuk diolah. Belum lagi, ini belum begitu sempurna.

"Aku sudah membuat dua prototipe, lihatlah."

Pak tua memanduku masuk ke dalam toko, lalu aku melihat ke arah dua protipe tersebut.

"Ini?"
"Iya."
"Apa aku boleh memegangnya?"
"Silakan."

Yang pertama adalah perisai yang terbuat dari cangkang Reiki, masalahnya adalah ini terlalu besar dan tebal.
Aku mencoba mengangkatnya, tapi ternyata ini sangat berat. Aku memiliki kekuatan untuk menahan kaki dari Reiki tapi.... Apa karena perisai yang gunakan waktu itu memiliki suatu kekuatan sihir?

Aku dapat mengangkatnya, tapi akan sulit untuk bertarung dengan benda ini.
Aku tidak bisa mengayunkannya sama sekali.
Menurunkannya saja sudah membuat suara yang berisik.

Dan, ada suatu hal yang menjadi masalah adalah.
Aku tidak bisa mengaktifkan Weapon Copy pada perisai ini.
Berarti dari awal ini memang bukan perisai. Agar lebih mudah dipahami, ini adalah tembok.
Tapi, ada perasaan aneh saat aku memegangnya.

"Bagaimana?"
"Sepertinya ini bukan sebuah perisai."
"Ah, berarti ini gagal total."
"Satunya lagi?"
"Ini dia."

Dia memberikan perisai tipis, dan semi-transparan yang terbuat dari tempurung Reiki. Penampilannya sangat indah.
Aku memegangnya untuk beberapa saat. Beratnya cukup nyaman, aku juga dapat mengayunkannya dengan mudah.
Tapi..? walaupun berbentuk perisai, kenapa masih tidak dianggap perisai.
“Sepertinya kau masih belum memahami perisai ini, nak.”
“Maksudmu?”
“Perisai itu dibuat seringan mungkin. Bayaran dari keringanan itu membuatnya tidak memiliki pertahanan. Sekali pakai langsung hancur.”

.....Wow, ini adalah perisai sekali pakai. Atau aku dapat menyebutnya...

"Ini sebuah piring ya?"
"Aku tidak bisa menyangkal perkataanmu. Saat pertama kali aku membuatnya, aku ingin menangis melihat benda yang mirip dijual di Toko Suvenir."
"Ini juga lebih berat dari kelihatannya."
"Benar sekali. Lagi pula ini karena materialnya cukup sulit diolah."
"Perbedaan keduanya sangat drastis, yang satu super-tipis yang satunya lagi super-tebal. Apa kau bisa membuat sesuatu yang berada ditengah-tengah?"
"Akan mencobanya. Tapi karena ketebalan material ini sangat aneh, beratnya tidak berubah sama sekali."
"Huh?"
"Jika aku membuat piring tersebut lebih tipis lagi, beratnya akan tetap sama. Tapi jika ukurannya berbeda, beratnya juga berbeda. Contohnya aku membuat perisai kecil, tapi pastinya itu akan menjadi berat."

....Ini sangat sulit untuk dimanfaatkan.
Bahkan bahan Reiki sendiri mengandung gaya Gravitasinya sendiri.

"Sulit sekali ya."
"Iya. Tapi aku memiliki intuisi yang mengatakan ini akan menjadi hal yang luar biasa. Jadi tunggu sampai aku membuatnya, nak."
"....Aku mengerti. Oh, iya. Ini tentang perisai itu."

Aku menjelaskan kepada Pak tua tentang benda yang dapat meningkatkan kekuatan material dari Reiki. Mungkin dia akan terbantu dengan ini.

"Begitu.... Sepertinya ini akan menjadi hal yang menarik. Hasilnya mungkin akan lebih baik dari pada menggunakan bahan-bahan itu."
"Ketika aku sudah menerimanya, akan kukirimkan kesini."
"Baiklah. Aku akan menunggunya."

Setelah selesai berbicara, kami berdua keluar dari dalam toko.
Raphtalia dan Imiya nampaknya sedang menunggu kami.

"Oh, sekarang kau membawa budak Beastmen."
"Iya, dia ini berasal dari ras yang cukup terampil. Jadi aku tertarik dengannya."
"Oh, jadi dia yang akan kau jadikan muridku?"
"Aku belum memutuskannya. Nanti aku akan membawanya kemari setelah mengumpulkan lebih banyak dan membesarkan mereka."
"Baiklah. Aku akan menunggunya, karena ini adalah permintaan darimu, nak."
"Ini tidak akan lama. Jadi tunggu saja."
"Aku itu cukup disiplin."
"Kau dapat membuat mereka bekerja dengan keras. Tapi tolong jangan diskriminasi ya."
"Aku tidak akan melakukan hal tersebut."

Meskipun dia sepertinya tidak berasal dari negara ini dan aku tidak pernah melihat Pak tua melakukan diskriminasi atau berbuat buruk kepada ras lainnya.
Itulah yang membuatku yakin dengan jawabannya.

"Beastmen sangat berbahaya jika mereka menjadi musuh, tetapi saat menjadi rekan. Maka mereka sangat dapat diandalkan. Untuk anak itu, aku menyarankan dia menggunakan Rapier."
"Ngomong-ngomong, apa kau sudah menyelesaikan pedang untuk Rishia?"
"Sudah. aku meningkatkan senjatanya setelah mendapat uang dari kerajaan. Lihatlah ini."

Pak tua mengambil senjata dari balik mejanya

Pekkle Rapier [Kualitas : Bagus]
Efek Penggunaan: [Meningkatkan Kelincahan] [Peningkatan Mantra Sihir] [Blood Clean Grease]

Jika dibandingkan dengan pedang Raphtalia, Efek Penggunaannya cukup sedikit.
Mungkin ini karena sebenarnya adalah sebuah tombak. Dan kemampuannya dapat menurun akibat dari penempaan saat membuatnya.

"Kalau begitu, akan kubawa."
"Baiklah. Datanglah kapanpun kau mau."
"Aku akan datang saat aku memiliki uang. Aku tidak ingin terus berhutang."
"Hahaha, saat kau memiliki pemikiran seperti itu. Itu membuatku semangat bekerja, nak."

Pak tua membalasnya dengan sedikit candaan.
Dia membuatku tenang dengan perkataannya.

"Dan itu juga karena bantuanmu, sekarang pendapatan tokoku meningkat."
"Ah, Jadi karena waktu itu."
"Iya. Sekarang aku jadi lebih sibuk dari sebelumnya."

Barang-barang yang digantung dalam tokonya mulai menipis.
Dia kesulitan dengan bagian produksi karena banyaknya pembeli yang datang.

"Untuk sementara, aku berjualan dengan sisa dari barang sebelumnya"
"Aku sedikit iri."
"Oh iya, aku dengar Apoteker diculik oleh Nenek Sihir. Apa kau melakukan sesuatu padanya?"
"Benarkah.... Nenek Sihir, berhasil juga kau."

Paman keras kepala itu berhasil diculik dengan mudah.
Dengan begitu, para budak dapat belajar membuat obat darinya.

"Aku mendengar sesuatu yang tidak ingin kudengar...."
"Selanjutnya...."
"Nak. Kumohon jangan culik aku."
"Hahaha."
"Jangan menyembunyikan niatmu yang sesungguhnya dengan tertawa."

Kuharap Pak tua mau datang dan bekerja di wilayahku.
Saat aku menatapnya, dia langsung memalingkan wajahnya.

"Umm... Apa yang sedang mereka bicarakan?"
"Shhht... Mereka sedang dalam pembicaraan yang serius. Kita tunggu saja sampai selesai."
"Ba-baiklah."

Raphtalia dan Imiya mendengar pembicaraan kecilku dengan Pak tua.
<EDN: Kata diculik itu biar agak menakutkan saja, kata aslinya diajak paksa.>




TL: Chopin
EDITOR: Bajatsu
PROOFREADER: Isekai-Chan