Selasa, 26 Mei 2020

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 42 – Sisi Ursna

Chapter 42 – Sisi Ursna


—-Arakawa Shuichi POV —-

"Kapten, ini buruk. Musuh telah menembus pertahanan sayap kiri Arachne-neesan"

"Bantu mereka menggunakan senapan mesin! Apakah musuh menggunakan Naga Tanah? Jika peluru karet tidak berfungsi, aku memberikan izin untuk menggunakan peluru besi tumpul. Selama tidak ada yang mati, kau bisa menggunakan semuanya"

Pertempuran antara Kerajaan Ragire dan Kekaisaran Ursna dimulai awal pagi ini, Ursna mendominasi pada awalnya namun pasukan utama Ursna melintasi perbatasan untuk mengejar unit pengintai musuh. Akibatnya, mereka dikepung oleh pasukan utama musuh dan disergap oleh musuh yang menyerang mereka dari sisi lain bukit.

Sangat beruntung bahwa Unit Power Suit kami berhasil menyelamatkan pasukan Ursna tepat waktu, tetapi tidak ada waktu untuk membangun kembali garis pertahanan, yang bisa kami lakukan adalah perlahan-lahan mundur dan menghalangi pergerakan musuh.

"Kapten ... Kita tidak bisa terus seperti ini, aku pikir kita harus benar-benar mundur dan mengatur kembali pasukan"

Ajudanku saat ini, Luis, memberiku nasihat sambil membuat wajah putus asa. Namun, kami tidak mampu melakukan itu sekarang.

"Noah mungkin bisa melakukan itu dengan cepat tetapi bagaimana dengan Ursna? Aku tidak berpikir mereka bisa mengikuti pergerakan cepat kita dan jika kita benar-benar mundur sekarang, sayap kiri pasukan kita akan runtuh── minggir! "

Aku menembaki seorang prajurit dari Kerajaan yang mendekati Luis menggunakan senapanku. Prajurit yang ditembak oleh peluru karet dengan tegangan arus tinggi, membuatnya pingsan. Jadi tidak perlu khawatir prajurit itu akan bangun dalam waktu dekat.

Aku bangkit dari tempatku dan memeriksa pria itu. Dia ditembak dari jarak yang sangat dekat sehingga beberapa tulangnya patah. Aku pikir dia tidak akan bisa melanjutkan pertempuran tetapi dia seharusnya bersyukur bahwa dia tidak mati.

"Luis, mari kita menyerah pada garis pertahanan ini dan secara bertahap mundur ke depan garis ketiga yang dibuat oleh Centipede Tim Militer kita. Mari kita gunakan claymore di sini untuk menghentikan pergerakan musuh bahkan jika hanya sebentar ... dan juga, mari kita tarik tubuh prajurit Kerajaan di sana, lepaskan pin dari granat stun dan letakkan dibawah tubuhnya. Ini jebakan licik tetapi seharusnya bekerja "

"Roger"

Setelah aku melihat Luis mengerjakan apa yang telah kita bahas, aku menghubungi Flying Destroyer, Ortho, yang terbang di atas langit untuk memeriksa situasi saat ini.

"Ortho, bisakah kau mendengarku? Sayap kanan mundur ke garis ketiga. Bagaimana kabar pasukan Ursna?"

"Saat ini, Pasukan Ursna tidak terorganisir dalam pertempuran defensif mereka karena sayap kiri rusak. Kami terus memberikan tembakan dukungan tetapi hanya tinggal masalah waktu bagi sayap kiri untuk benar-benar runtuh"

Sialan kami bukan satu-satunya yang mengalami kesulitan. Kita dapat memperoleh waktu bagi Pasukan Ursna untuk mundur dengan meminta Ortho menembakkan Bom Napalm ke garis depan musuh ... Aku tidak berpikir bahwa bertarung tanpa membunuh begitu sulit. Aku membuat keputusan setelah membakar rokok yang aku nyalakan menggunakan korek api yang aku dapatkan sebagai hadiah ulang tahun dari Kouki sebelumnya.

"Ortho, aku akan bertanggung jawab penuh. Jatuhkan Bom Gas Air Mata di sayap kiri dan formasi tengah. Kita juga tidak bisa bertahan, kita harus menghentikan pergerakan musuh bahkan jika itu berarti mengenai mereka bersama dengan sekutu kita"

"Roger ...... Kami akan menembakkan Bom Gas Air Mata setelah 30 detik"

Setelah memutuskan komunikasi dengan Ortho, aku membuka saluran kali ini untuk semua bawahanku yang tersebar di seluruh medan perang dan berteriak ke mikrofon.

"Semua pasukan, turunkan pelindung dari exoskeletonmu! Ortho akan segera mulai menjatuhkan bom Gas Air Mata tanpa pandang bulu"

Sambil mendengarkan jawaban anak buahku, aku juga menurunkan pelindung exoskeleton dan berbaring di tanah sebagai persiapan untuk pendaratan bom gas air mata. Melihat ke langit, aku melihat Ortho berputar-putar dan mengarahkan senjata utama mereka kesini. Disaat berikutnya, senjata utama Ortho terbungkus oleh api karena menembakkan bom. Medan perang ditutupi asap putih bersama dengan suara ledakan di mana bom gas air mata telah mendarat.



"Maaf mengganggumu saat makan, aku sudah memastikan jumlah yang terluka"

"Ou"

Setelah menerima dukungan udara dari Ortho dengan Bom gas air mata, kedua pasukan jatuh ke dalam kekacauan. Kami mundur dengan pasukan Ursna dan mengatur kembali pasukan. Pasukan Utama terkejut dengan kekuatan bom gas air mata dan mundur dari medan perang juga. Ini menyebabkan gencatan senjata tidak resmi di antara kami sampai malam.

Kami menggunakan gencatan senjata secara efektif untuk menilai situasi dan mendata yang terluka, tampaknya pemeriksaan baru saja berakhir. Aku melihat informasi yang ditampilkan di terminal yang dibagikan oleh Luis.

"Lebih dari setengah pasukan Ursna tidak bisa bertarung ... setidaknya tidak ada yang mati"

Di layar, lebih dari 80.000 dari 150.000 Pasukan Kerajaan Ursna terdaftar sebagai orang dengan cedera serius dan jika kita masukkan mereka yang cedera ringan, jumlahnya akan melebihi 100.000 ... Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Pasukan Ursna sudah dimusnahkan. Kami berada dalam situasi putus asa, apakah ada cara untuk pasukan mereka yang tersisa dan 500 tentara dari Noah untuk mengalahkan Kerajaan yang masih diperkuat dengan 200.000 tentara.

"Apakah ada kabar baik?"

Aku bertanya sambil mengembalikan terminal ke Luis, Luis menjawab sambil menyalakan sebatang rokok.

"Armada putramu berhasil menduduki Asti hanya dalam 5 menit, setelah itu pasukan Miki-san menerobos barisan Kekaisaran Rinkudorubu dan sedang bergerak"

Jadi dalam pertempuran ini, Kouki dan Miki baik-baik saja meskipun amatir sementara para profesional terhambat ... ini memalukan. Aku membuang kaleng sup daging sapi dingin yang sudah selesai aku makan dan bertanya pada bawahanku yang juga makan dengan wajah lelah.

"Matahari akan segera terbenam. Apakah ada yang punya ide bagus? Kita membutuhkan rencana agar 40.000 tentara dapat bisa mengalahkan 200.000 musuh”

“Kita bisa meledakkan mereka menggunakan senjata nuklir. Tidak ada perjanjian genjatan senjata nuklir di dunia ini. Kita bisa meminta Miki-san untuk meledakkannya. Masalah terpecahkan”

Semua orang menertawakan lelucon Jonathan. Aku juga tersenyum dan mengulangi pertanyaanku kepada para idiot ini.

"Baiklah baiklah. Aku akan ulangi pertanyaanku. Adakah yang punya rencana ajaib, yang memungkinkan 40.000 prajurit mengalahkan 200.000 prajurit tanpa ada yang satupun yang mati?”

Ketika aku memperbaiki pertanyaanku, orang-orang yang tertawa tiba-tiba terdiam dan hanya suara kunyahan makanan yang dapat terdengar di tenda. Ini buruk ... hilangnya senyum mereka adalah bukti bahwa semangat mereka sangat rendah.

Ini mirip ketika kita bertempur di Afghanistan dulu, kesalahan kecil terjadi berulang kali dan pasukan terpojokkan hingga ke tepi jurang kehancuran. Aku sedang memikirkan cara untuk meningkatkan moral pasukan ketika tiba-tiba pintu tenda terbuka dan sekelompok wanita cantik masuk.

“Wa~i! Kami dari Ras Peri, kami lemah dan tidak bisa berpartisipasi dalam perang tetapi kami bisa membawakanmu makanan hangat! Apa ada yang mau sup? ”

"Woooooooooo !!"

Saat itu juga, orang-orang bodoh yang makan sambil terdiam ketika melihat ras peri langsung menjadi bersemangat dan meminta piring untuk mendapatkan makanan hangat. Aku sudah lupa betapa sederhananya orang-orang ini. Mereka dapat mengisi semangat mereka kembali hanya dengan dukungan wanita cantik.

Dan di sini aku mencoba dengan serius mempertimbangkan cara meningkatkan moral mereka sebelumnya. Aku menatap para idiot sambil menyalakan rokok dan melihat kepala Coat yang mengintip dari pintu masuk tenda. Dia dengan cepat melihat ke dalam dan mengangguk puas sebelum pergi. Aku buru-buru mengejarnya dan bertanya.

"Coat, tunggu. Apakah Kau yang memanggil para peri? "

"Ya, bukan hanya ras peri tetapi semua ras cantik dari Pasukan Ursna. Aku meminta mereka untuk mengunjungi setiap tenda. Karena moral mereka rendah, mereka akan bersemangat kembali dengan neesan indah di sekitar mereka. Ngomong-ngomong, Yang Mulia Victoria berkata 'No Touch' jadi pastikan untuk menepati janji itu”

Setelah mengatakan itu, Coat berjalan pergi sambil mengatakan "Aku juga akan memeriksa bagaimana kondisi tenda-tenda lainnya." Awalnya, itu adalah peranku tetapi aku tidak tahu bagaimana cara melakukannya ketika Claire tidak ada. Jika Kouki ada di sini, ia dapat melakukan hal yang lebih baik dalam situasi ini ... Tidak, jika itu Kouki, ia tidak akan kalah dalam pertempuran.

Aku kembali ke tenda sambil memikirkan hal-hal seperti itu dalam pikiranku, para lelaki yang sekarang antusias bertukar gagasan satu sama lain.

"Bagaimana kalau membiarkan Pasukan Ursna menyerang unit utama musuh dari samping sementara kita menekan bagian depan?"

"Itu tidak mungkin. Mereka tahu bahwa kita tidak 'membunuh' siapa pun dan Kerajaan hanya akan menghancurkan kita menggunakan serangan gelombang manusia ”

"Kalau begitu, bagaimana dengan serangan malam? Begitu matahari terbenam, peralatan modern kita akan memberi kita keuntungan. Jika kita mengambil alih sejumlah kecil kamp musuh selama waktu itu, pertempuran akan menguntungkan kita.”

Hmm ... Serangan malam. Jika kita menyerang musuh di malam hari dengan menggunakan peralatan penglihatan malam maka ada peluang untuk menang tetapi mobilitas kita tidak cukup agar rencana itu berhasil. Jika kita menggunakan suit, kita harus bekerja sama dengan Pasukan Ursna untuk menyeimbangkan taktik kita melawan kebisingan. Aku menarik bawahanku yang mengusulkan ide serangan malam itu dan mengambil Tabel Komposisi Ras dari saku dadaku yang aku dapatkan dari Ratu Victoria.


—- Di Dalam Siren, Claire POV —-


Setelah pertempuran, di CIC Siren yang hanya memiliki tingkat cahaya minimum, hanya beberapa personel yang bertugas. Aku melihat jam yang terpasang di pergelangan tanganku dan menyadari bahwa sekarang sudah jam 19:00. Matahari mulai terbenam, pasukan utara tempatku berasal dan Tentara Penyelamat Kerajaan yang dikomandoi Miki-san sudah menyelesaikan pertempuran besar mereka.

Sementara itu, Special Power Suit Brigade— unitku dulu yang dikirim ke Kekaisaran Ursna. Mereka masih melawan pasukan Kerajaan dan sedang dalam posisi sulit.

"HQ, bisakah kau mendengarku? Bagaimana situasi pertempuran Unit Hantu? "

“Saat ini, pertempuran dihentikan sementara. Dalam laporan terbaru yang kami terima, Pasukan Ursna dimusnahkan dan Unit Hantu berusaha untuk mengalahkan Tentara Kerajaan sendirian ”

Hatiku menegang ketika mendengar informasi itu. Bisakah anggota unit dengan aman menerobos pasukan Kerajaan? Aku bertanya-tanya apakah manajemen informasi dan pemeriksaan moral dilakukan dengan benar dalam situasi di mana aku maupun Elise tidak hadir.

Sambil mengkhawatirkan hal itu, aku mendengarkan Pasukan Ursna yang melapor melalui komunikasi nirkabel. Sekarang setelah aku memikirkannya, aku belum pernah mendengar komunikasi nirkabel dari mereka selama 2 jam terakhir.

Mungkin, mereka sedang beristirahat atau mengatur ulang pasukan ... Aku merasa kesepian karena pasukan yang selalu bertempur bersamaku, sekarang berada di tempat yang jauh. Aku tidak mengeluh ditugaskan dalam Siren tetapi aku berharap mereka tidak keberatan karena aku mengeluarkan banyak desahan.

"Kon!"

"Eh !?"

Aku dengan terkejut melihat ke belakang ketika Kon-chan tiba-tiba mengeluarkan suara saat aku memilah informasi yang dikirim oleh Pasukan Ursna dari markas besar ke terminalku. Setelah aku berbalik, Kon-chan menulis surat di kartu komunikasi yang tergantung di leher.

"Apakah kau khawatir tentang ayah?"

"Y-ya, aku tidak bisa tidak khawatir ketika mereka bertarung ditempat yang jauh"

Menanggapi jawabanku, Kon-chan menggoyang-goyangkan ekornya yang imut sambil berpikir sebentar, kemudian menulis surat lagi dan menunjukkannya kepadaku.

"Aku punya ide. Ada alat transportasi untukku yang dibuat ibu sebelumnya, bisakah Kau mengirimku ke medan perang Ursna menggunakannya?”

Apa yang Kau rencanakan? Jujur, bahkan jika Kon-chan pergi ke sana untuk menyelamatkan mereka, aku tidak berpikir bahwa akan ada perubahan di medan perang. Namun, di suatu tempat di hatiku ada harapan pada anak ini. Menghadapi Kon-chan, aku memutuskan untuk menggunakan alat transportasi yang ditujukan untuk Kon menggunakan otoritasku.

"Aku memberi perintah menggunakan terminalku untuk menyiapkan alat transportasi, bisakah kau membantu semua orang di unitku?"

Kon-chan membusungkan dada kecilnya dan kemudian memegang kertas di mulutnya sambil menggenggamku. Isi yang tertulis di kertas menghangatkan hati.

"Serahkan padaku! Aku akan menunjukkan kepada master betapa menakjubkannya aku. Semua orang mengatakan master luar biasa tapi aku juga naga yang luar biasa! ”

Aku dengan lembut membelai kepala Kon-chan yang begitu teguh meski memiliki tubuh kecil. Kami mulai berjalan menuju dek belakang Siren di mana alat transportasi sedang dipersiapkan.


"Aku rasa oksigennya cukup, apakah Kau kesulitan bernafas?"

"Kon!"

Aku memasukkan Kon-chan ke alat transportasi dan membiarkan Kon mengenakan helm khusus di kepalanya sambil memeriksa apakah Kon bisa bernafas dengan benar. Sepertinya tidak ada masalah khusus berdasarkan jawaban Kon-chan saat ekornya bergoyang.

Meskipun disebut perangkat transportasi, mekanisme perangkat itu sendiri tidak jauh berbeda dari rudal jelajah. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa, ada area di hulu ledak di mana tabung gas oksigen dimasukkan dan agar Kon-chan tetap di tengah. Perangkat itu dirancang tanpa konsep pendaratan. Setelah perangkat berada sekitar 100 meter di atas target, rudal tersebut akan menghancurkan diri dan Kon-chan diterjunkan, jatuh ke tanah tanpa parasut.

Desain ini berasal dari usulan Kon-chan yang ingin menyederhanakan perangkat dan juga Kon-chan mengatakan "Aku akan baik-baik saja meskipun aku jatuh ke tanah, meskipun akan sedikit sakit jika berada di atas 1.000 meter".

“Kon-chan, maukah kau menyerahkan ini kepada kapten untukku? Ini adalah bagan organisasi pasukan, aku pikir ini bisa bermanfaat untuknya”

“Kon, Kon”

Aku membelai Kon-chan yang dengan hati-hati memeluk kertas yang kuberikan di dadanya. Aku kemudian menutup palka dan mengencangkan bautnya. Lalu aku fokus pada perangkat peluncuran yang letaknya tidak jauh dari situ. Hitungan mundur dimulai sehingga Kon, yang berada di dalam perangkat mendengarkan melalui lubang suara, bersiap menghadapi kejutan peluncuran.

"5 detik sebelum peluncuran, 4, 3, 2, 1, luncurkan!"

Manusia tidak akan bisa mentolerir kecepatan Alat Transportasi yang dipercepat hingga mach 12 hanya dalam hitungan detik. Perangkat yang terbang ke sisi lain cakrawala dengan cepat menghilang dari pandanganku. Setelah mengkonfirmasi bahwa alat transportasi terbang dengan baik di terminal, aku mengirim pesan kepada kapten yang bertarung di Medan pertempuran Ursna.

"Kapten, bisakah kau mendengarku? Ini Claire. Kon-chan sedang menuju ke sana sebagai bala bantuan, Kon-chan juga memegang bagan unit organisasi pasukan kita, tolong manfaatkan itu ”

Setelah mengirimkan pesanku kepada kapten, aku berharap pada "3 bulan" yang mengambang di langit malam untuk naga kecil imut yang mengendarai rudal untuk menyelamatkan teman pasukanku──


—-Arakawa Shuichi POV —-


"Kau ingin aku meminjamkan pasukan dari ras Ant dan Arachne?"

"Ya, kerja sama dari dua ras ini sangat diperlukan untuk membuat strategi serangan malam berhasil"

Setelah kami mengerjakan rincian strategi serangan malam, aku datang ke Tenda Pasukan Ursna di mana Ratu Victoria tinggal untuk meminta kerjasama mereka. Aku kagum ketika seorang prajurit centaur yang bertugas menjaga tenda terkejut pada kunjunganku yang tiba-tiba tetapi cukup cepat untuk mengizinkanku masuk ke dalam tenda sehingga kita dapat melakukan pertemuan strategi tanpa membuang waktu.

“Aku tidak keberatan, tapi apa peran mereka? Pasukan Noah jauh lebih baik, baik dalam peralatan ataupun kekuatan”

“Tidak, mereka memiliki keterampilan khusus yang tidak kita miliki. Kami ingin agar ras semut menggendong kami dan membawa kami ke kamp musuh. Apakah ada orang di antara Ras Semut yang memiliki gigitan kuat dan armor tebal di tubuhnya? "

"Apakah maksudmu Semut Api? Hanya ada puluhan dari mereka di medan perang ini ”

Jadi memang ada... Semut Api kemungkinan besar adalah ras yang mirip dengan 'Dinoponera' di Bumi yang Kouki ajarkan padaku. Ia memiliki gigitan kuat yang bisa membuat pria pingsan kesakitan. Aku percaya bahwa kekuatan versi yang lebih besar dari semut ini sebanding dengan tank.

“Lalu ada Arachne Race, apakah ada orang di antara mereka yang dapat menghasilkan benang yang kuat? Aku ingin meminta mereka untuk menetralisir musuh dengan membuat musuh terjerat dibenang mereka. Aku rasa tubuh mereka seharusnya berwarna kuning dengan pola bintik-bintik hitam ... "

“Apa maksudmu Ratu Arachnes. Hanya ada dua dari mereka dilapangan, apakah itu cukup ?? ”

"Tidak masalah"

Yosh! Tampaknya ada juga 'Joro Spider' dalam ras mereka. Di Bumi, ia adalah spesies yang memangsa burung dengan membuat sarang besar menggunakan jaringnya. Aku mengatakan kepadanya Ratu Victoria bahwa kita akan memulai pengarahan strategi dalam dua jam dan meminta untuk mengumpulkan ras semut dan arachne di Kamp Noah lalu meninggalkan Tenda Utama Pasukan Ursna. 

Ketika aku mengoperasikan terminalku untuk mengumpulkan bawahanku dan menjelaskan rincian strategi, sebuah komunikasi datang dari Claire.

"Kapten, bisakah kau mendengarku? Ini Claire. Kon-chan sedang menuju ke sana sebagai bala bantuan, Kon-chan juga memegang bagan unit organisasi pasukan kita, tolong manfaatkan itu”

Tunggu, apa yang dikatakan Claire barusan? Kenapa Kon datang kemari!

“Claire, bagaimana Kon akan datang ke sini? Aku tahu Kon itu pandai tapi Kon hanya bisa menggunakan sihir untuk mengubah batu menjadi logam, tidak ada yang bisa dilakukan Kon di sini ”

“Kon-chan punya ide jadi aku memasukkan naga itu ke dalam rudal alat transportasi di Siren dan meluncurkannya ke lokasimu. Selain itu, Kon-chan adalah hewan peliharaan Kouki. Aku cukup yakin ada sesuatu yang bisa dilakukan Kon-chan ”

Muu ... Jika Kau mengatakannya seperti itu, aku tidak bisa menyangkalnya. Karena Kouki membesarkan Kon dengan hati-hati, mungkin ada beberapa keterampilan khusus yang dimiliki selain dari pembuatan logam. Pada situasi saat ini, aku akan menyambut siapa pun dengan tangan terbuka karena kita tidak memiliki kekuatan yang cukup tetapi itu masih mempengaruhi kesombonganku sebagai seorang profesional jika naga kecil kita mengkhawatirkanku.

"Sebuah rudal akan tiba di sana dalam beberapa menit. Kon-chan akan langsung turun dari langit ke tanah, jadi tolong pulihkan dia.”

"Dimengerti"

Aku mengkonfirmasi titik kedatangan rudal yang dikirim oleh Claire ke terminalku dan meninggalkan tentara kekaisaran untuk sementara waktu. Aku membawa Si Idiot A dan Idiot B yang baru-baru ini tidak terlihat, dan menuju ke titik di mana Kon akan tiba.

Sambil menunggu di titik kedatangan, aku melihat bola api terbang dari barat ke sini ini. Tidak diragukan lagi bahwa itu adalah rudal yang dikendarai Kon. Aku menggunakan kacamata night vision dan melihat ke langit, rudal pecah di atasku dan Kon melompat dari dalamnya.

"Baiklah ... baiklah, mungkin sedikit lebih jauh?"

Aku bergumam pada diriku sendiri ketika aku mencoba menangkap Kon dengan cara yang sama seperti menangkap bola bisbol. Melihat melalui kacamata night visionku, Kon tampaknya mengkonfirmasi penampilanku dan dengan terampil meluncur ke arahku menggunakan sayap kecil di punggungnya. Kon membulatkan dirinya saat mendarat di lenganku. Setelah melihat sekeliling, Kon menatapku.

"Kon!"

Sepertinya Kon mengatakan "Lama tidak bertemu!", Aku hanya bisa tersenyum. Setelah memegang kertas yang menurutku Kon tulis dalam rudal untukku, Kon melompat ke tanah dan melihat ke langit. Aku membaca isi surat kabar tersebut sambil meragukan apa yang sedang dilakukan Kon.

"Aku datang untuk membantumu. Aku punya ide, jadi bisakah Kau menyerahkannya kepadaku? Dan juga, di bagian belakang kertas ini adalah Bagan Unit Organisasi yang dibuat Claire-san ”

Kon punya ide ya. Ma ~ a, kurasa bahkan jika Kon melakukan sesuatu, situasinya tidak akan menjadi lebih buruk daripada sekarang. Memutuskan tentang itu, aku memberi tahu Kon "Aku serahkan padamu" dan ekor Kon bergetar sebagai balasan sambil masih menatap langit.

Sambil duduk dan melihat Bagan Organisasi yang dibuat Claire, Kon tiba-tiba mengangkat auman keras ke arah langit.

"Gurraaa ~ aaa ~ aaaa !!!"

Aku kaget dengan suara keras itu dan ketika aku melihat ke arah Kon, dia dengan ramah menggerakkan ekornya sambil berjalan ke arahku. Kon menunjukkan kartu dari lehernya.

"Tolong angkat aku"

Seperti tertulis di kartu, aku mengangkat Kon yang masih menatap langit utara dan tidak bergerak. Aku juga melihat ke sana tetapi hanya ada bintang yang berkedip. Tidak ada apa-apa. Kami tunggu 1 menit, tidak ada perubahan di langit. Kami menunggu 5 menit lagi ... masih tidak ada. Aku mencoba berbicara dengan Kon yang aku pegang di tanganku setelah 10 menit tetapi kata-kataku tidak keluar karena langit tiba-tiba berubah. Sesuatu yang mirip dengan 'lingkaran sihir' yang digunakan oleh orang-orang Ursna muncul di langit utara.

"Kapten ... Apa itu?"

Idiot A mengajukan pertanyaan, walaupun kau bertanya padaku, bagaimana aku tahu! Kon yang ada di lenganku menggerakkan ekornya dengan keras seolah-olah merasa senang dengan apa yang terjadi. Apa yang sedang terjadi? Sambil memikirkan hal-hal seperti itu, lebih banyak lingkaran sihir muncul di langit, dengan cepat bertambah jumlahnya sehingga memenuhi langit utara.

"Naga? Kapten, seekor naga muncul dari lingkaran sihir. Apakah ini sungguhan? Apakah naga akan keluar dari semua lingkaran sihir itu?”

Idiot B berteriak, tapi ... apakah itu yang akan terjadi? Jumlah lingkaran sihir di depan mataku telah melampaui beberapa ratus. Di antara mereka, seekor naga hitam yang muncul dari lingkaran sihir terbesar terbang perlahan ke lokasi kami dan mendarat di depan kami. Naga hitam menurunkan kepalanya ke tanah, seolah-olah menunjukkan sikap hormat, dan berbicara kepada Kon yang aku pegang di lenganku.

"Suatu kehormatan bertemu dengan Engkau. Menanggapi panggilan Naga Kuno-sama, Ras Naga telah melakukan perjalanan ke lokasi ini ”

“Kon! Kon Konkon, Kon? ”

"Ha! Aku tidak layak dengan kata-kata seperti itu. Jika itu kehendakmu, maka kami akan memberikan kekuatan kami kepada orang-orang dari aliansi ”

Naga Hitam yang berbicara dengan Kon mengangkat kepalanya dan berbicara padaku sambil menatap lurus ke arahku kali ini.

"Manusia, sesuai keinginan Kon-sama, Ras Naga akan membantumu. Apa yang Kau ingin kami lakukan? "

Sementara Naga di depanku berbicara kepadaku, banyak naga lain dari langit mendarat satu per satu di dekat kami. Aku tidak bisa mengikuti perkembangan situasi abnormal ini. Sebuah kertas dengan kata-kata baru tertulis di atasnya oleh Kon menggunakan ekornya.

"Sa ~ saatnya untuk melawan!"

Aku tersadar kembali ketika aku melihat kertas itu. Aku mengelus Kon yang secara bertahap mulai menyerupai Kouki dalam melakukan sesuatu. Aku memberi tahu bawahanku melalui radio bahwa kami akan memulai operasi serangan malam hari.


—— Seorang prajurit Kerajaan Ragire POV—-


Aku sedang makan ketika tiba-tiba aku mendengar keributan di luar tenda, aku bertanya apa yang terjadi pada seorang pemanah yang juga berlari di dekatnya.

"Oi ~ apa yang terjadi? Kenapa kau begitu terburu-buru?"

“Bodoh! Kau, apakah Kau tidak melihat langit utara? Pasukan naga besar muncul ”

Apakah Kau bilang naga? Kadal-kadal itu hidup di tempat-tempat dengan konsentrasi sihir yang kuat seperti benua utara. Tidak ada alasan bagi mereka untuk mengunjungi tempat ini, mereka mungkin salah mengira wyvern sebagai naga.

Aku terkekeh pada pemanah yang tidak tahu apa-apa itu dan memutuskan untuk kembali ke tenda agar aku bisa makan sisa makan malamku ketika tiba-tiba seekor 'Naga' turun dari langit.

"Guu ~ ruu-ruu"

Naga di hadapanku mengancam sambil menatapku dan memukul tanah dengan ekornya. Tanah berubah bentuk dengan setiap serangan dan serangan itu menghantam armor di dekatnya, menghancurkannya dan dengan beberapa bagian berguling ke kakiku.

"Uwaaaaaaa"

Aku akan dibunuh! Merasa bahwa hidupku dalam bahaya, aku berlari dengan kekuatan penuh menuju ke arah di mana seharusnya ada ksatria yang sedang mendirikan tenda. Tidak apa-apa ... Heavy Knight yang dipimpin oleh Irudo-shogun akan dengan mudah memusnahkan naga seperti itu. Aku berlari mati-matian sambil melompati pagar Kamp Heavy Knight tetapi aku semakin merasa 'putus asa' ketika aku melihat para ksatria sudah dikalahkan dan berbaring di tengah-tengah kamp.

"Bjingan, apakah kau di sini untuk menantangku? Sangat menyusahkan untuk tidak membunuh kalian ”

"Tidak mungkin ... Kenapa Marvellous ada di sini?"

Hanya ada satu Naga Hitam di dunia ini. ‘Dark Ruler Marvelous’ yang memerintah semua naga dan diklasifikasikan sebagai Naga Kelas SSS. Naga, yang bahkan para pahlawan tidak dapat kalahkan, berdiri tepat di depanku— Aku berdiri membeku dan membasahi celanaku, ketika seekor naga putih mendarat di sebelahnya.

“Sayang, aku sudah selesai menekan manusia di sana. Kon-sama memujiku dan berkata 'Good Job'. Ngomong-ngomong, siapa manusia kotor ini?” 

"Aku tidak tahu, aku pikir dia adalah pria pemberani yang mencoba menantangku, tetapi dia baru saja mengencingi dirinya setelah aku memelototinya. Para ksatria yang jatuh di sana jauh lebih menantang daripada ini”

Naga Putih yang menyebut Marvelous sebagai sayang tanpa ragu, pasangannya, 'White Queen Ririn'. Naga kelas SS, dengan catatan dalam sejarah di mana sebuah negara hancur total karena mereka membuatnya marah.

Kita sudah tamat ... Kerajaan akan binasa, tidak ada cara untuk bertahan hidup ketika bertarung melawan monster seperti itu. Aku siap untuk mati sambil merasakan perbedaan besar dalam kekuatan kami ketika Marvelous melihatku seolah melihat sampah dan berbicara.

"Manusia, aku akan mengampunimu jadi kembali ke negaramu dan laporkan apa yang terjadi di sini. Katakan kepada mereka, ‘Ras Naga akan mendukung Aliansi'. Cepat! Aku akan memakanmu jika kau lambat”

"Hii ~ ii !?"

Aku mulai berlari seperti orang gila ketika diburu oleh Marvelous, aku membantu pemanah di didekatku yang juga ketakutan sepertiku. Bersama-sama, kami menunggang kuda dengan kecepatan tinggi dan kembali ke benteng di garis depan tempat Korps Pertahanan ditempatkan.


Tengah malam, para pemimpin Kekaisaran Rinkudorubu dan Kerajaan Ragire merasa putus asa setelah mendengarkan laporan ‘Kekalahan Prajurit’ mereka. Terutama laporan yang mereka dengar dari dua Tentara Ragire, itu menyebabkan kebingungan besar.

Keesokan paginya, informasi tentang Ras Naga yang secara resmi mengumumkan permusuhan mereka terhadap Union, termasuk rumor tentang ‘Dark Ruler Marvelous’ dan 'White Queen Ririn' menyebar seperti api liar dari tentara kastil kepada warganya. Kedua negara didorong ke situasi di mana mereka tidak bisa mengabaikan warganya yang menyerukan gencatan senjata.

Sementara itu, dua negara yaitu Kerajaan Capus dan Kerajaan Rikuru yang masih berperang sedang membuat rencana bagaimana cara mengalahkan Aliansi─


Author Note:
Kali ini adalah cerita medan pertempuran ursna. Ras Dragon menjawab panggilan Kon!

Deruta-sama mengajariku tentang keindahan "Dinoponera" dan "Joro Spider", serangga ini tak disangka-sangka merupakan bentuk kehidupan yang menakjubkan.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 12 : Chapter 10 - Pemurnian

Volume 12
Chapter 10 - Pemurnian


Raphtalia mendarat lalu membersihkan lumpur dari katananya dan menyarungkannya kembali.

“Kau MVP hari ini, Atla,” kataku.

Dia hanya berlatih tanding dengan diriku dan Raphtalia, namun dia berhasil mencapai hasil seperti ini. Dia lulus, pasti. Di sisi lain... Aku memandang Fohl. Tidak kusangka aku mengharapkan lebih banyak darinya ketika aku membeli keduanya.

“Ke..kenapa kau menatapku seperti itu?! Sial! Atla! Aku bersumpah aku akan menjadi lebih kuat! Lihatlah saja nanti!” Fohl berteriak.

“Tolong berusahalah,” jawab Atla.

Dia memberi kakaknya kata-kata dukungan, tetapi jelas dia tidak memiliki niat menyemangatinya.

“Umm, terima kasih, Atla,” kata Raphtalia.

“Semua yang kulakukan adalah untuk Tuan Naofumi.” 

Itu persis seperti respons yang aku harapkan dari Atla.

Syukurlah. Kurasa aku masih bisa menangani kekacauan ini. Yah, aku masih perlu bicara dengan Gaelion nanti.

“Kwa?”

Gaelion terbang ke arah Wyndia dan mulai menjilati wajahnya. Apakah dia sudah kembali normal? Atau ayahnya yang melakukan itu?

“Gaelion, kau baik-baik saja?” Tanya Wyndia.

“Kwa!”

“Kembalikan apa yang kau curi!”

Filo berdiri dan mulai berteriak pada Gaelion.

“Tenang, Filo. kau masih belum sepenuhnya pulih,” kata Melty. 

Dia mencoba menenangkan Filo.

“Kwa!”

Gaelion menatap Filo untuk sesaat, tapi kemudian memandangi Naga Murka. 

“Kupikir dia mengatakan apa yang kau cari ada di sana,” kata Wyndia.

“Apakah bayi naga kecil ini benar-benar Gaelion?” Tanya Raphtalia.

“Iya. Dia berusaha terlalu keras dan berakhir seperti ini, kupikir.” 

“Kembalikan expku!”

Sekarang Filo berteriak pada mayat Naga Murka yang mencair. Akhir-akhir ini dia benar-benar bernasib buruk. Rasanya keberuntungannya menurun sejak kami pergi ke dunia Kizuna. Mereka membuat pertunjukan aneh darinya di sana. Motoyasu menempel padanya setelah itu. Lalu dia mencuri kereta kesayangannya. Dan sekarang dia melemah setelah dipaksa menjadi pengorbanan untuk Naga Iblis. Mungkin aku harus memberinya makanan yang benar- benar enak.

“Baiklah, sekarang...”

Aku melihat batu inti naga iblis yang ditunjuk Atla. Tanpa ragu, inti itulah yang menjadi kekuatan Naga Murka. Benda itu ada di perisaiku dan katana Raphtalia juga. Menyerapnya kembali ke perisaiku akan berbahaya, tetapi membiarkannya tergeletak disini akan jauh lebih berbahaya. Aku hanya harus menyimpannya di suatu tempat dengan sangat hati-hati. Aku bisa menggunakannya sebagai inti armor atau semacamnya.

Filo masih berteriak, namun tiba-tiba mayat Naga Murka berubah menjadi cahaya hitam, yang kemudian kembali ke perisaiku. Beberapa cahaya juga menyelimuti Filo dan kemudian menghilang. Begitu sebagian besar tampaknya sudah kembali ke perisaiku, tiba-tiba aku mendengar suara yang sangat tidak menyenangkan.

“Akan selalu ada amarah di hatimu. Aku akan mundur... kali ini.”

Kurasa kita mungkin tidak sepenuhnya mengalahkannya. Aku hanya harus berharap bahwa tidak ada waktu berikutnya. Aku akan melakukan yang terbaik untuk menghindari penggunaan Shield of Wrath mulai sekarang. Itu adalah kekuatan terliar dari perisai, kekuatan yang tidak bisa di percaya. Jika aku menggunakannya lagi, kemungkinan aku akhirnya akan kehilangan kendali diriku sendiri.

“Kwa!”

Gaelion melompat ke atas bahuku dan mulai membuat keributan. 

“Heeeey! Tuan seharusnya bermain denganku!” Teriak Filo.

“Aku tidak punya waktu untuk bermain-main dengan hewan peliharaan saat ini! Ayo kita pulang.”

“Tapiiii...”

“Bagaimana kondisi tubuhmu, Filo?”

“Tubuhku terasa lebih baik. Tapi Gaelion tidak mengembalikan banyak hal dari apa yang dia curi.”

Aku memeriksa statusnya. Dia level 41 sekarang. Itu turun drastis. Gaelion, di sisi lain Sekaran berlevel 60, meskipun telah melarikan diri dari kutukan Naga Iblis. Mereka bertukar level.

“Kembalikan!” Teriak Filo. 

“Kwa!”

Gaelion melompat dari bahuku. Dia dan Filo mulai saling melotot.

“Kwa! Kwa kwa!”

“Kurasa Gaelion mengatakan dia tidak tahu apa yang kau bicarakan. Dia bilang dirinya adalah favorit pahlawan Perisai,” kata Wyndia.

“Boo!”

Gaelion melakukan serangan pembuka. Dia menampar pipi Filo dengan ekornya yang mungil dan tertawa.

“Kembalikan! Kembalikan! Kembalikan!” 

“Kwa! Kwa! Kwa!”

“Rafu?”

Gaelion dan Filo mulai bertukar pukulan. Raph-chan berdiri di antara mereka dengan ekspresi jijik di wajahnya. Ini semua adalah kesalahan Gaelion sejak awal, dan dia sepertinya tidak merasa bersalah sama sekali. Dalam hal itu…

“Cukup, cukup. kita hanya perlu memberikan Gaelion kepada Filo, tubuh, dan semuanya. Mungkin dia bisa mendapatkan kembali poin expnya jika dia memakannya,” kataku.

Aku meraih Gaelion, memaksa Filo untuk berubah menjadi bentuk ratu filolialnya, lalu kemudian membuka mulutnya dan memasukkan Gaelion ke dalamnya.

“Kwaaa?!” 

“Hentikan itu!”

“Apa yang kau pikirkan, Naofumi?!” 

Wyndia dan Melty ikut campur. 

“Boo! Berhentilah mencoba membuatku memakan hal-hal aneh, Master! ”

“Tapi kau suka makan. Memakan naga mungkin membuatmu merasa lebih baik.” 

“Tidak! Naga itu tidak enaaaak!”

Jadi si rakus kecil ini mengeluh? Dia tampaknya membutuhkan diet. 

“Filo, berhenti pilih-pilih makanan.”

“Tidaaaak!”

“Bukan itu masalahnya di sini! Pikirkan tentang apa yang kau katakan, Naofumi!” Teriak Melty.

“Tuan. Naofumi, jangan memaksa Filo untuk mengambil kebiasaan makan yang aneh,” kata Raphtalia.

“Tidak enaaak!”

“Berhentilah mencoba membuat Filo melakukan hal-hal aneh!” Seru Melty. 

Dia memeluk Filo dan kemudian mulai memelototi Wyndia.

“Kekacauan ini adalah kesalahannya! Kita harus menyingkirkannya!” Katanya.

“Dia kembali normal sekarang,” jawab Wyndia.

Ya ampun. Sungguh merepotkan. Aku membutuhkan hal untuk lari dari kenyataan. Aku memeluk Raph-chan lalu mulai membelai dia di depan Filo dan Gaelion.

“Boo!”

“Kwaaaa!”

Filo dan Gaelion menatap Raph-chan dengan iri di mata mereka, tapi itu bukan masalahku.

“Apa yang kau coba lakukan?!” bentak Raphtalia.

“Keduanya menyebabkan masalah! Raph-chan sopan, manis, dan tidak egois. Dia yang terbaik!”

“Rafu!”

Raph-chan melambaikan tangannya pada Raphtalia. Untuk beberapa alasan, Raphtalia memandang Raph-chan dengan pandangan yang sama di matanya seperti yang dimiliki Filo.

“Kau tahu, aku merasa kasihan padamu, Naofumi,” kata Ren. 

Terus terang, dari awal ini adalah salahnya.

“Kau bajingan. Kau sebaiknya tidak mencoba untuk mengatakan ini adalah semua quest yang dipicu karena membiarkan mayat naga itu membusuk. Itu hanya akan membuat marah semua orang yang terjerat dalam kekacauan ini.”

“Aku... aku tidak akan mengulanginya!”

Ren menggelengkan kepalanya dengan keras. Tapi aku benar-benar bisa membayangkan dia mengatakan itu. Bahwa itu adalah quest dengan bos langka dan mengalahkan bos itu akan membuatmu mendapatkan senjata epic... Sesuatu seperti itu.

“Sudahlah, kita akan pulang!” Aku berteriak.

“Hal-hal pasti selalu mengasyikkan bersamamu, Naofumi kecil!”

Sadeena terkekeh. Hal-hal semacam ini bukan lelucon. Huuuh.

“Filo, ayo pulang.” 

“Baik!”

“Kwa!”

Gaelion merangkak di antara kedua kakiku.

“Aku tidak bisa berjalan jika kau disitu! Jangan menghalangi!” 

“Kwaaaa!”

Gaelion mulai bersinar terang dan kemudian tiba-tiba membesar seperti ukuran sesaat sebelum menelan inti naga iblis. Tidak, dia sedikit lebih besar. Panjangnya sekitar empat meter. Dengan diriku berada di punggungnya, dia menggunakan ekor dan lengannya untuk meraih Wyndia, Sadeena, Rat, lalu Atla, dan kemudian terbang. Tepat sebelum melayang terbang, Raph-chan melompat ke kepalanya dan bergelantungan pada tanduknya.

“Apa?! Boooo! ”

Filo berteriak kecewa. 

“Tuan. Naofumi!”

Raphtalia tampak terpesona. Aku juga tidak tahu harus berkata apa! Aku tidak tahu dia bisa berubah.

“Kwa!”

“Boo!”

Gaelion mengepakkan sayapnya dengan keras dan terbang ke udara.

“Kakak! Wanita berpedang! Kita harus bergegas dan mengejar mereka! Membawa Master adalah pekerjaanku!”

Filo tidak akan membiarkan Gaelion menang. Dia berlari membawa anggota party yang tersisa untuk bergegas mengejarku.

“Kau terlihat nyaman di sana. Itu mengingatkanku saat menaiki kapal Ethnobalt saat di dunia lain,” kata Raphtalia.

“A... Atla!”

Fohl memiliki ekspresi khawatir di wajahnya. Tapi tanpa kereta, Aku yakin tidak mungkin dia bisa menyusul kami.

“Kau tidak pernah istirahat, kan, Tuan Iwatani?” Tanya Eclair sambil menatap kami. 

“Astaga... Si kecil ini memang suka memaksa,” kata Rat.

“Rat, tahukah kau bahwa naga bisa berubah seperti ini?” Tanyaku padanya.

“Aku pernah membaca tentang hal itu, tetapi kemungkinannya sangat langka, tetapi aku belum pernah mendengar kasus yang melampaui apa yang bisa dilakukan filolial.”

Dari atas udara, aku melihat ke area di bawah kami. Kuperhatikan bahwa warna gelap busuk telah memudar dari tanah.

“Apakah kau juga menyadarinya, Count? Gaelion menyedot pembusukan dari daerah sekitarnya saat dia mengamuk. Ini adalah hasilnya,” kata Rat.

Jadi itulah yang terjadi. Aku penasaran apakah daerah ini akhirnya benar-benar damai. Terpikir oleh diriku bahwa aku mungkin bisa menggunakan Portal Shield sekarang. Aku mencobanya.

“Portal Shield!”

Bagus. Tampaknya bisa digunakan, sejauh yang kutahu. Sebuah pesan peringatan muncul untuk memberi tahu diriku bahwa jika aku mendaftarkan lokasi ini, itu akan membuat diriku diteleport ke tanah. Aku memilih untuk melanjutkan dengan teleport dan memfokuskan kesadaranku pada daerah sekitarnya. Raphtalia dan yang lainnya berada di luar jangkauan. Mungkin tidak baik meninggalkan mereka.

“Tinggalkan Master di sini!”

Oh? Filo berlari mengejar kami dengan cepat. Dia tampak lebih cepat daripada seharusnya setelah kehilangan begitu banyak level. Aku memeriksa statusnya lagi hanya untuk memastikan. Hah? Statistiknya yang dikurangi oleh kutukan itu telah kembali normal seperti biasa. Ah, tidak heran! Karena itulah dia sepertinya tidak terlalu lemah.

Tetapi mengapa Filo satu-satunya yang efek kutukan terhapus? Mungkin Naga Iblis telah melenyapkan sisa-sisa All Sacrifice Aura yang cukup kuat. Itu adalah sumber kutukan, jadi konsekuensinya akan tersedot dengannya. Aku sangat iri. Itu berarti Filo tidak lagi dikutuk. Jika dia menaikkan level kembali, dia akan lebih cepat dan lebih kuat dari sebelumnya. Yah kurasa itu bagus.

“Kwa!”

“Gaelion, kau sedang dalam perjalanan untuk menjadi naga yang baik. Pertahankan, dan suatu hari nanti kau akan sama hebatnya dengan ayahku.”

“Ayahmu bersembunyi di depan matamu, kau tahu.”

“Apa yang sedang Kau bicarakan? Ayahku... sudah mati.” 

Wyndia menepis perkataanku. Dia tidak percaya padaku.

Aku meminta Gaelion menurunkan kami di dekat desa timur. Aku memindahkan semua orang kembali ke desa dari sana. Kukira tidak perlu menyebutkan bahwa penduduk desa timur senang bahwa gunung tersebut telah kembali ke keadaan awal yang indah.

“Kau benar-benar hebat, Pahlawan Perisai!”

Itu yang mereka katakan. Aku telah menipu mereka. Tapi jujur saja, dari apa yang dikatakan Wyndia dan Gaelion, penduduk desa hanya mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan. Kupikir penduduk desa timur jauh lebih sedikit sekarang.

“Master naik ke punggungku!” Teriak Filo. 

“Kwaaa!”

Pertempuran sengit antara Filo dan Gaelion segera dimulai kembali ketika kami sampai di desa. Gaelion telah berubah kembali menjadi bentuk bayinya lagi.

“Oh, terserahlah. Tidak ada bedanya siapa yang aku kendarai.” 

”Tentu Adaa!”

Filo benar-benar keras kepala. Aku menghela nafas.

“Terserahlah. Aku akan bermain denganmu beberapa hari ke depan, jadi tenanglah.” 

“Yaaaay! Tetapi Master seharusnya— “

“Kau akan kehilangan waktu bermainmu jika terus mendorong masalah ini.” 

“Kwa...”

“Kaulah yang menyebabkan kekacauan itu, jadi kau dihukum. Tapi aku mungkin akan membiarkanmu bergabung dengan aku dan Filo untuk waktu bermain ekstra jika aku tidak sibuk, jadi berperilaku baik lah.” 

Gaelion terhuyung-huyung menuju ke arah Wyndia dan mulai menangis.

“Kwaaa!”

“Mengapa kau baik terhadap burung itu, tetapi kau menggertak Gaelion?” Bentak Wyndia.

“Apakah itu sulit dimengerti? Dia harus dihukum.”

“Yah, Tuan Naofumi ada benarnya juga. Itu bukan insiden kecil,” kata Raphtalia. 

“Rafu!”

Raphtalia dan Raph-chan keduanya mengangguk serempak.

Hiks…

Gaelion berpegangan pada Wyndia dan menangis, tetapi aku melihatnya mencuri pandang padaku. Itu mengingatkan diriku pada seorang pengganggu yang berlinang air mata setiap kali orangtua muncul. Itu hanya membuatku jengkel.

“Sikap itu membuatmu mendapat lebih banyak hukuman.” 

“Kwaaaa...”

Sekarang dia benar-benar menangis. 

“Ha! Itulah yang kau dapatkan!” 

“Filo!”

Melty dan aku sama-sama berteriak kepada Filo. Dia memalingkan muka dan mulai bersiul. Sheesh... Yang ini bertindak seperti bocah nakal juga.

”Intinya, Filo, kutukanmu sudah hilang sekarang, jadi aku ingin kau pergi dan menaikkan level.”

“Okaay! Aku akan pergi dengan Mel-chan dan kita akan menaikkan level bersama! Jadi kau bisa bermain denganku nanti, master!”

Aku tidak tahu mengapa dia menyeret Melty ke dalam masalah ini, tapi dia tampak bersemangat. Oh Melty tidak terlihat terlalu antusias.

Melty angkat bicara. “Dengar, Filo. Aku tidak punya waktu untuk itu. Aku punya banyak pekerjaan yang harus kuurus di kota tempat Eclair beroperasi.”

“Tapiii, Mel-chan! Kau mengatakan kau terlalu lemah dan ingin menaikkan level!”

“Maksudku bukan saat ini juga!”

“Tapi, Mel-chan! Ketika warga kota menjadi malas dan mengatakan bahwa mereka akan melakukan sesuatu pada hari berikutnya, Kau marah pada mereka! Kau berkata, ‘Jika Kau bisa melakukannya besok, maka Kau bisa melakukannya sekarang!’”

“Aku punya hal lain yang harus dilakukan!”

“Tapiii, Mel-chan! Sebelumnya, kau berkata, ‘Kau tidak akan pernah mencapai tempat lain dalam hidupmu jika Kau tidak melakukan hal-hal yang ingin Kau lakukan hanya karena Kau sibuk!’”

Oh~. Filo dalam mode tapi-tapi-tapi. Ketika dia seperti ini, dia akan terus seperti ini sampai dia berhasil atau orang lain menolak untuk merespons lagi. Namun, siapa yang tahu kapan Filo akan mendapatkan kesempatan lain untuk menaikkan level jika dia tidak pergi sekarang.

Aku memandang asisten yang datang untuk menjemput Melty dan memberi tahunya dengan gerakan mata. Kami berbicara dengan pelan sehingga Melty tidak bisa mendengarkan kami. Asisten itu khawatir tentang level Melty yang terlalu rendah. Dia adalah pekerja keras, jadi kemampuan sihirnya jauh di atas levelnya. Tetapi terlepas dari itu, banyak dari atasan ingin dia menaikkan levelnya sebelum dia ditugaskan untuk mengelola negara. Sungguh, fakta bahwa seorang anak menghabiskan begitu banyak waktu untuk urusan publik mungkin juga bukan hal yang baik.

“Rafu!”

Raph-chan memanggil dari atas kepala Filo. Dia berdiri dengan kaki belakangnya dan menempelkan tangan ke dadanya, seolah berkata, “Serahkan padaku!” 

“Baiklah kalau begitu. Aku akan tenang jika kau bersama mereka, Raph-chan,” kataku.

“Apa yang membuatmu tenang dari hal itu?” Bentak Raphtalia.

Aku sedih melihat Raph-chan pergi, tetapi Melty dan Filo seharusnya baik-baik saja jika dia pergi bersama mereka. Aku yakin dia akan membuatnya lebih menyenangkan. Sudah waktunya bagi Melty dan Filo untuk menyadari betapa imutnya Raph-chan.

“Eclair.”

“Ada apa, Tuan Iwatani?”

“Kau terlalu mengandalkan Melty. Melty akan menaikkan level sekarang. Kau adalah gubernur kota, jadi aku memerintahkanmu untuk mengurus pekerjaanmu sendiri saat dia pergi.”

“T... Tuan Iwatani ?!”

“Aku juga tidak ingin mendengar keluhan darimu, Ren. Melty telah mengurus semua tugas yang telah ditunda Eclair.”

“B... baiklah. Tapi aku bisa membantunya sedikit, kan?” Kurasa jika dia benar-benar ingin membantu, itu baik-baik saja.

“Tuan. Naofumi, apa yang kau coba lakukan?” Tanya Raphtalia.

“Ini adalah kesempatan bagus untuk mengatasi masalah Melty melakukan semua pekerjaan Eclair untuknya,” jawab diriku.

Raphtalia menghela nafas.

“Yah, memang benar bahwa Melty bekerja terlalu keras untuk usianya,” katanya.

Melty harus keluar mulai bermain dari sekarang dan juga Filo akan menjaganya, aku yakin.

“Sudah diputuskan. Izinkan diriku untuk membuat proklamasi. Melty, Yang Mulia Putri Kedua, telah memulai perjalanan pertumbuhan dirinya dengan burung kesayangannya!”

“Apa yang terjadi, bubba?” Tanya Keel.

Aku membuat pengumuman di depan Keel dan penduduk desa lainnya. Keel tampak lelah. Dia menguap sepanjang waktu.

“N... Naofumi? Kau panggil aku apa?” Gerutu Melty.

“Itu hanya gelar resmimu. Eclair, Kau memberi tahu penghuni kotamu hal yang sama.” 

“Di... mengerti.”

“Jadi itu sudah cukup. Filo, bawa Melty dan pergi menaikkan level.” 

“Yaaaay!”

“Tunggu sebentar, Naofumi! Kau tidak bisa memutuskan sesuatu seperti itu sendiri!” Melty mengeluh.

“Tidak apa-apa, Melty,” jawabku. 

“Ada apa?!”

“Aku tidak memutuskan sendiri. Asistenmu juga menyetujuinya. Lalu Eclair akan mengurus pekerjaanmu. Pergilah bermain dengan Filo dan bersenang- senanglah.”

“Berhentilah main-main!” Teriak Melty.

“Yang tersisa adalah memutuskan apakah aku akan menggunakan efek peningkatan budak padamu atau tidak. Aku cukup yakin ratu akan memberi kita lampu hijau (persetujuan).”

Sang ratu rupanya ingin aku menikahi Melty, jadi dia mungkin akan membiarkanku melakukan apa pun yang kuinginkan padanya. Aku hanya perlu Melty untuk menyetujuinya.

“Tidak, terima kasih!”

“Oh? Itu sangat disayangkan. Baik. Pergilah!” 

“Kami akan kembali, Master!”

“Tunggu, Filo! Aku tidak pernah setuju untuk—“

Sebelum Melty selesai berbicara, Filo meraih kerah Melty dengan paruhnya dan melemparkannya ke punggungnya. Dengan Melty di punggungnya, Filo mengepakkan sayapnya dan pergi berlari sambil berteriak, “Sekarang kita pergi!”

“Naofumi! Aku tidak akan melupakan ini!” Suara Melty menghilang saat dia semakin jauh.

“Melty, Yang Mulia Putri Kedua, kami sangat menantikan perkembanganmu!”

Aku membuat gerakan memberi hormat yang berlebihan. Dengan wajah penuh kedengkian, Melty dengan tidak sengaja merobek aksesori pakaiannya dan melemparkannya ke arahku. Tentu saja, karena dia mengendarai punggung Filo dan Filo berlari menjauh, itu tidak benar-benar mengejutkan diriku. Itu hanya jatuh di tanah. Gadis itu selalu berteriak histeris. Apakah aku benar-benar membuatnya kesal? Secara keseluruhan, dia tidak seburuk itu.

“Rafu!”

Raph-chan duduk di atas kepala Filo dan melambai padaku. Aku mengandalkan dia untuk mengawasi dua orang bodoh tak berguna itu.

“Nah, sekarang sudah pagi. Aku lelah…”

“Aku yakin Melty juga lelah. Kita baru saja bertarung beberapa jam yang lalu,” kata Raphtalia.

“Filo bersemangat, jadi mereka akan baik-baik saja. Maaf, tapi aku tidak punya waktu atau energi untuk mengkhawatirkan mereka berdua sekarang. Raph-chan adalah cerita yang berbeda, tentu saja.”

Aku memutuskan untuk membatalkan pelatihanku untuk hari itu. Aku hanya akan membuat sarapan untuk para budak dan lalu tidur siang. Aku benar-benar kelelahan.

“Baiklah, semuanya. Setelah Kalian selesai sarapan, aku ingin kalian semua mulai bekerja.” Lalu kemudian, entah dari mana, S'yne tiba-tiba muncul di desa.

“Telah terjadi sesuatu---?”

Oh, ya... Aku benar-benar lupa tentang dia.

Dan begitulah, semuanya kembali normal.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Senin, 25 Mei 2020

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 16. Kematian Sang Raja Singa

Chapter 16. Kematian Sang Raja Singa


Pertarungan antara wakil kapten Shinsengumi, Hijikata Toshizou dengan Raja Singa, Sabnac adalah suatu peristiwa yang menakjubkan.

Mereka berdua memiliki senjata dan keterampilan yang berbeda.

Toshizou memiliki Izuminokami Kanesada.

Salah satu pedang Jepang terbaik.

Pedang yang dibuat oleh pengrajin dari zaman Kamakura yang digunakan di Minonokuni adalah yang paling terkenal, tetapi pedang Hijikata dibuat di era Bakumatsu di Aizu.

Tentu saja, itu tidak seberharga pedang dari era Kamakura, tetapi ketajamannya tidak kalah sama sekali.

Dan pedang dari era Bakumatsu mungkin telah menebas lebih banyak orang daripada pedang dari era Kamakura.

Bagaimanapun juga, pria bernama Hijikata Toshizou ini telah membunuh banyak orang dengan pedangnya.

Para Ronin tak bertuan banyak berkeliaran selama era itu dan sebagai anjing Sacchou yang nantinya akan disebut tentara pemerintah baru. Dan dengan pedang ini dia telah membunuh banyak dari mereka.

Tapi pedang besar Raja Iblis Sabnac sebanding dengan itu.

Pedang besarnya dibuat oleh seorang pembuat pedang yang tinggal di sebuah suku di wilayah terjauh Glorieus.

Dikatakan bahwa darah orang yang berdosa digunakan untuk memperkuat baja dan diperkuat dengan sihir yang kuat, membuatnya jauh lebih ringan daripada kebanyakan pedang besar. Namun fakta bahwa itu memberikan kekuatan penuh walaupun bentuknya sangat besar, membuatnya dikenali sebagai item cheat.

Dalam hal persenjataan, sulit untuk mengatakan bahwa pertarungan ini tidak seimbang.

Satu-satunya yang menentukan pertarungan ini adalah keterampilan mereka sebagai petarung, tetapi dalam hal ini mereka juga hampir seimbang.

Pedang Hijikata Toshizou dan Sabnac saling berbenturan.

Percikan api terbang ke udara dan dentang keras menggema.

Itu adalah jenis pemandangan menakutkan yang menyerupai lukisan religius.

Ada kesan aneh seperti mimpi dalam pertempuran yang terjadi antara samurai asing dan Raja Iblis asli ini.

Mereka begitu seimbang dalam hal kekuatan, dan mereka tidak pernah membiarkan celah terbuka satu sama lain.

Hampir merupakan suatu kehormatan untuk dapat menonton pertarungan mereka.

Itu adalah perasaan jujurku, tetapi momen ini tidak akan berlangsung selamanya.

Mereka tampaknya seimbang secara keseluruhan, tetapi ada sedikit perbedaan.

Itu sangat kecil, sangat kecil hingga nyaris tidak ada seorangpun yang menyadarinya. Tapi ketika itu terjadi dalam pertempuran antara petarung yang hebat, celah kecil itu cenderung perlahan melebar.

Hijikata Toshizou menang.

Raja Iblis Sabnac terdorong mundur ke dinding.

"GGGRAWWGHH!"

Sang Singa meraung. Dengan sekali tebasan, Toshizou memotong lengannya.

Itu adalah pertumpahan darah pertama sejak duel ini dimulai.

Tidak ada yang lebih memalukan bagi Raja Singa selain kejadian ini.

Dia tidak menerima serangan sama sekali sejak pertempuran ini dimulai.

Tidak, dia bahkan tidak menerima serangan selama bertahun-tahun.

Tidak akan seburuk itu jika dia melawan sesama Raja Iblis, tetapi seorang Pahlawan? Dan juga orang yang berukuran kecil. Itu sangat memalukan.

Rasa malu itu berubah menjadi kemarahan.

Duel adalah tentang harga dirimu sebagai seorang petarung. Itulah yang dipikirkan Sabnac.

Itu adalah pertarungan pedang melawan pedang, dan tidak ada lagi yang bisa masuk ke dalamnya.

Dia percaya akan hal itu, tapi dia tidak bisa lagi mematuhi aturan ini.

Dia akan kehilangan kepercayaan dari bawahannya. Mereka akan membunuhnya bahkan jika dia selamat dari pertempuran ini.

Untuk menghindari itu, dia tidak hanya harus membunuh orang Timur ini tetapi juga Raja Iblis Ashtaroth.

Kemudian Sabnac mengeluarkan bola kristal dari sakunya.

Bola kristal ini juga memiliki sihir yang tersegel di dalamnya. Kristal yang dia gunakan sebelumnya hanya mengandung sihir sederhana ‘Farsight’. Tapi bola kristal yang ini berbeda.

Yang satu ini memiliki Majin yang disegel di dalamnya.

Monster api yang disebut Ifrit.

Jika dia mengeluarkannya, petarung kecil ini akan berubah menjadi debu dengan satu serangan.

Kemudian Sabnac melempar bola kristal ke tanah tanpa berpikir dua kali.

Bola kristal itu hancur didekat kaki Toshizou. Suhu di daerah itu naik tiba-tiba.

Lingkaran sihir api muncul di sekeliling kaki mereka dan monster dengan tubuh yang diselimuti api mulai muncul.

Monster itu meraih tubuh Toshizou dan berusaha membakarnya.

Toshizhou mengerang tetapi tidak berteriak.

Dia berani dan harga dirinya terlalu kuat.

Bahkan ketika lawannya melakukan trik pengecut, dia tidak mengutuknya atau meminta bantuanku.

Tapi dia mungkin akan mati jika keadaan terus seperti ini.

Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi.

Nyawanya sangat berharga untukku, jadi aku tidak akan membiarkan raja kucing menghabisi dia.

Bukan iblis yang harus mati hari ini, tapi si kucing.

Jadi aku memanggil roh air untuk melawan Ifrit.

Itu adalah Undine.

Seorang wanita dengan kulit cantik mengalir keluar dari botol yang kupegang dan menyerang Ifrit.

Rambutnya yang terurai berubah menjadi sungai dan memadamkan api Ifrit.

Ifrit biasanya memiliki peringkat lebih tinggi, tetapi karena ada perbedaan dalam pemanggilan melalui bola kristal dan dipanggil oleh Raja Iblis secara langsung yang menutupi kelemahan Undine.

Dan tidak butuh waktu lama bagi Ifrit untuk kembali ke dunia roh.

Menyebabkan Toshizou lolos dari kematian untuk saat ini, tetapi pertempuran itu belum berakhir.

Sabnac tidak akan mundur, dia mengayunkan pedang besarnya ke atas pria yang lemah itu.

Aku menggunakan 'Teleportasi' untuk berpindah di antara mereka, dan memblokir pedang besar Sabnac dengan tangan yang kuperkuat dengan sihir.

Clangg!

Terdengar suara yang bergema.

Sabnac tampak terkejut. Dia tidak akan pernah bermimpi bahwa aku bisa menghalanginya dengan tanganku.

"B-bagaimana kau bisa memblokir pedangku dengan tanganmu ?!"

"Aku sudah memperhatikan caramu mengayunkan pedang. Memang kekuatannya besar, tetapi gerakanmu selalu sama. Aku yakin aku bisa dengan mudah melakukan trik seperti ini dengan sihir.”

"Bajingan! Dasar penyihir kelas tiga !! ”

"Tingkat ketiga, huh. Kau tidak salah. Sekarang, Raja Kucing, apa yang akan kau lakukan sekarang? Sekarang kau akan dikalahkan oleh penyihir kelas tiga? Kelas empat? Kelas lima? ”

“Mengalahkanku? Dasar bodoh. Tubuhku lebih kuat dari baja.”

“Asal kau tahu baja bisa dilelehkan dan dipatahkan. Kau memanggil Ifrit dengan bola kristalmu, tetapi sihirku lebih kuat dari Ifrit yang kau panggil. "

"Pembohong!"

"Kalau begitu kurasa kau bisa mengalaminya sendiri."

Aku mulai melantunkan mantra.

"Bara dari bintang-bintang yang tidur di bawah bumi! Bangkit dari tidur nyenyakmu!

Bakar api penghakiman!

Bakar api kebencian!”

Dan aku mengeluarkan ‘Hell Fire.’

Itu benar-benar hanya sihir tingkat menengah, tapi itu bisa jauh lebih kuat tergantung pada siapa yang menggunakannya. Dengan kekuatan yang cukup, itu bisa menyamai kekuatan magma dari gunung berapi.

Raja kucing yang tubuhnya kuat seperti baja dapat meleleh dengan api itu.

Dan memang, Raja Iblis Sabnac menjerit ketika sihirku menghantamnya.

Dia melolong.

"GGGWAAAGHHHH !!!!"

Teriakan kematian singa.

Sabnac berlari seperti bola api selama beberapa detik, tetapi dia tidak punya cara untuk memadamkan api dari tubuhnya, dan dia akhirnya berhenti bergerak.

Api neraka terus membakarnya tanpa ampun.

Butuh waktu tiga puluh menit untuk api yang menutupi tubuh besar Sabnac akhirnya berkurang.

Dia sekarang hanyalah abu, kepala singa dan tubuh bajanya tidak terlihat.

Dengan kata lain, aku telah mengalahkan Raja Iblis Sabnac.

Yang berarti aku telah memenangkan pertarungan pertamaku melawan Raja Iblis.

Hijikata Toshizou adalah yang pertama kali mengucapkannya.

Dia telah berjuang sampai akhir, bahkan dengan luka bakarnya, dan harus dirawat oleh Werewolf. Tetapi ketika itu selesai, dia menggunakan pedangnya sebagai tongkat dan mendatangiku.

"Aku tidak yakin raja macam apa yang menyela duel, tetapi kesalahan itu terjadi karena diriku. Kau telah menyelamatkanku. Terima kasih."

"Kau pasti bisa menang jika dia tidak curang."

“Aku tidak yakin itu. Aku merasa seperti berada di atas angin dalam ilmu pedang, tetapi dia memiliki kekuatan dan tubuh yang cukup kuat.”

"Kau terlalu rendah hati."

“Mungkin kita memiliki kesamaan dalam hal itu. Aku terkejut melihat kekuatan mengerikan di dalam dirimu. Aku bahkan mulai ragu apakah aku perlu datang dan melawannya? "

"Aku tidak akan mengatakan itu. Selain itu, aku lebih suka jika orang-orangku bisa berjuang untukku."

"Tapi, kami adalah pasukan kecil. Kami mungkin harus mengandalkan kekuatanmu untuk sementara waktu. "

"Memang. Aku berdoa agar hari dimana aku bisa menyerahkan segalanya kepada bawahanku segera datang. Aku lebih suka bersembunyi dalam kastilku dan menyusun rencana di sana.”

"Jadi kau ingin menjadi ahli strategi."

"Tidak, aku hanya bersikap realistis."

Kataku, dan menjabat tangan Toshizou.

Itu untuk memuji hasil pertempurannya yang mengagumkan, tetapi dunianya tidak memiliki kebiasaan berjabat tangan.

Tapi dia mengerti arti di baliknya dan menerimanya.

Tangan kasar yang kuat.

Persahabatan yang kuat sering lahir dari jabat tangan yang kuat.

Padahal, aku tidak yakin persahabatan akan benar-benar tumbuh di antara kami.

Tapi ada satu hal yang kutahu.

Anggur yang kami minum bersama setelah itu rasanya sangat enak.

Minum anggur dengan seorang pria yang bisa membuatmu kembali ke medan perang. Dan makan makanan enak juga. Rasanya seperti kemewahan terbesar yang ditawarkan dunia ini.


Note: 
Jangan lupa klo mau masukin saran tentang terjemahan kami bisa hubungi kami lewat PM FB atau Server discord. Kami juga membuka donasi buat yang mau donasi kok :v


PREVIOUS CHAPTER       TOC        NEXT CHAPTER


TL: Tasha
EDITOR: Isekai-Chan