Selasa, 25 Februari 2020

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-51. Penjaga Dunia (1)

Chapter 17-51. Penjaga Dunia (1)


Satou di sini. Konsep dewa ada di dunia manapun, tetapi aku merasa seperti ada tren di mana dewa pencipta - dewa yang menciptakan dunia kemudian akan mempercayakan sisanya kepada anak-anaknya atau dewa bawahannya.
Sangat bagus jika Kau bisa membuat lalu melupakan sisanya, sebagai seorang programmer yang selalu dibutuhkan saat melakukan debugging, aku agak merindukannya.



"--Kau mengalahkannya."

Arisa bergumam.

"Kau bisa tahu?"
"Un, entah bagaimana. Dan informasi jika master tidak lagi menjadi manusia juga telah ditransmisikan kepadaku."

Sepertinya dia tahu melalui Familiar Link bahwa aku telah mencapai status keilahian.

"Level master juga telah kembali."
"Kalau dipikir-pikir itu--."

Sistem Skill dan Title telah dipulihkan sebelum kusadari.

Namun, aku tidak melihat Kagura yang dihidupkan kembali.
Kalau aku tidak salah, dia berkata 『- Aku akan dihidupkan kembali sendiri. Sinyal untuk itu adalah ketika Unique Skill terakhirmu diaktifkan, Ichirou. 』, Tapi karena dia tidak mengatakan 'Segera', kurasa aku hanya bisa menunggu sekarang.

Dia bahkan mungkin merencanakan waktu terbaik untuk kemunculannya sekarang.

"Gogogogogo ~?"

Tepat setelah Tama mengatakan itu, Neraka mulai hancur lebih cepat.
Aku sekarang bisa merasakannya. Tempat ini sedang dalam kehancuran total setelah kehilangan tuannya.

Aku mengambil Divine Sword dan Godreaping Scythe god yang digunakan oleh Parion, bersama dengan dua pedang pelangiku yang patah ke Storage dan melarikan diri ke dunia manusia bersama-sama dengan pesawat ruang angkasa kecil.



Sebuah pesawat ruang angkasa kecil mengambang dengan tenang di atas langit dunia manusia.

"Kita kembali ke dunia kita."

Lulu menggumamkan kata itu dengan jelas ketika dia menatap langit, semua orang menghela nafas lega sekaligus. Aku melaporkan kepada Aze-san tercintaku yang menunggu di Solitary Island Palace bahwa kami telah menyelesaikan masalah dengan Demon God. Aku tergoda untuk melamarnya sekarang, tetapi aku harus menahan diri. Harus bertahan sampai kita bertatap muka.

Aku melihat telinga Tama berkedut di sudut penglihatanku.

"Nyu ~"
"Satou."

Aku mengikuti pandangan Tama dan Mia untuk disambut dengan Sera yang dibalut cahaya zamrud.

"..."

Dia menatapku dengan ekspresi sangat sedih di wajahnya.

"Tenion-sama, kan?"
"... Pilar."

Dewa Tenion berbicara melalui tubuh Sera.

"Dunia ini akan hancur sekarang karena telah kehilangan pilarnya."

Yah, itu tidak terdengar menyenangkan.

"H-hancur?"

Lady Karina berteriak kaget mendengar Dewa Tenion.

"Oh, tidak ~?"
"Pochi tidak benar-benar mengerti, tapi itu pasti benar-benar buruk nanodesu!"
"Liza, tahu ~?"
"Itu berarti dunia akan menghilang."
"Oh ya ampun ~"
"Bahaya nanodesu!"

Tama dan Pochi gelisah.

Gadis-gadis lain tampaknya sangat terkejut oleh perkataan dewa Tenion.

"Ini akan baik-baik saja."

Aku harus membereskan kesalahpahaman.

"Apa maksudmu baik-baik saja! Dengan kau dan aku menjadi satu-satunya dewa yang tersisa, dunia ini tidak akan bertahan! Bahkan jika kita bisa menahannya, itu tidak akan bertahan lebih dari 100 tahun paling lama. Jika kita setidaknya bisa mendapatkan bantuan dari Dragon god-sama itu akan berbeda, tetapi dewa itu tidak tertarik untuk mempertahankan dunia ini. "

Yup, aku tahu.

Kagura memang gadis semacam itu.

Tapi tidak perlu khawatir.

"Dengan kata lain, semuanya akan baik-baik saja selama kita memiliki ketujuh dewa, kan?"
"Itulah sebabnya, kita tidak bisa--"
"Oh, pasti bisa."

Aku memanggil Demon Lord Shizuka kesini dengan Unit Arrangement.

"Maaf sudah memanggilmu tanpa peringatan. Keberatan untuk membantuku?"
"Eh? Tidak, aku tidak keberatan?"

Setelah mendapatkan persetujuan Shizuka, aku mengambil [God Fragment] dari ke empat gadis - Liza, Nana, Mia, Zena-san.
Cahaya hijau, merah, nila, dan oranye menyala di sekitarku.
Tidak seperti [Demon God Fragment], mereka semua sangat tenang.

"Hikaru, apa kau tidak masalah?"
"Un, tentu saja."

Unique Skill yang diterima Hikaru selama pemanggilannya, [Friendshio (Akrab dengan semua orang)], larut menjadi partikel cahaya biru.

"Apakah kau bermaksud untuk menghidupkan kembali para dewa dari fragmen mereka?"
"Ya, itu rencananya."
"Berapa ribu tahun yang akan diperlukan! Kau dan aku bisa menunggu, tetapi tidak dengan dunia ini. Butuh paling lambat 100 tahun tidak peduli seberapa keras kita berusaha!"

Jarang melihat Dewa Tenion berteriak histeris seperti ini.

"Oh itu tidak akan memakan waktu lama - <<Storage>>."

Aku menyimpan fragmen tersebut di Storageku.
Penyimpananku tidak dapat menyimpan makhluk hidup pada awalnya, tetapi sekarang setelah Otoritasku sebagai Administrator telah dibebaskan, hal itu dapat dilakukan tanpa masalah.

"Selanjutnya – Unit Creation『 Heraruon 』."

Seorang anak laki-laki yang dibalut cahaya berwarna oranye muncul di depanku.
Dia agak muda, tapi ini adalah batasan dari satu buah fragmen.

Tampaknya Otoritasnya juga sangat lemah, tetapi ia seharusnya memiliki Keilahian yang cukup untuk mempertahankan penghalang.

"Unit Creation『 Garleon 』『 Urion 』『 Zaikuon 』『 Karion 』."

Anak laki-laki dan perempuan dibalut cahaya masing-masing terbentuk.
Karena aku tidak memiliki fragmen dewa Zaikuon, aku mencoba membuatnya keluar dari Sacred Treasure [Zaikukan] yang aku miliki di storageku, ternyata berhasil. Sacred Treasure pasti dibuat menggunakan sejumlah kecil fragmen.

Dan terakhir--.

"—Unit Creation『 Parion 』."

Seorang gadis kecil berpakaian biru muncul.
Wajahnya yang linglung mengamati sekeliling ruangan, kemudian berbalik dan mengangguk padaku setelah dia melihat lima dewa anak laki-laki dan perempuan.

"Apakah kalian tahu siapa aku?"
"" "YA, DEWA PENCIPTA-SAMA." ""

Siapa itu dewa pencipta.

Ego mereka tampaknya telah diatur ulang, tetapi aku yakin mereka pada akhirnya akan tumbuh sendiri.

"Misi kalian adalah membantu dewa Tenion melindungi dunia ini dan mengawasi orang-orang di sini. Tolong beri mereka bantuanmu sebelum atau setelah bencana besar di luar kendali mereka."
"" "YA, DEWA PENCIPTA -SAMA." ""

Maksudku, jika membiarkan semuanya diurus oleh para dewa akan menghambat perkembangan umat manusia.

"Ini seharusnya tidak masalah bukan, Tenion-sama?"
"Y-ya. Tidak ada masalah, Dewa Pencipta-sama."

Seperti yang aku katakan, siapa itu Dewa Pencipta.

Aku melihat bahwa Dewa Tenion pasti lelah.

"... Ya ampun."

Aku melihat para gadis, meminta bantuan.

Semua orang menatapku dengan caranya sendiri.
Di antara mereka, Tama yang sedang asik berguling-guling di karpet, tiba-tiba telinganya berkedut.

"Nyu ~?"

Matanya tertuju pada langit.

--BAHAYA.

Semua monitor pesawat ruang angkasa kecil itu memerah bersama dengan peringatan itu.

『Satou! Aku mendapat panggilan dari Saze of Beriunan, satelit peringatan dini mereka telah mendeteksi Makhluk Aneh mendekat dengan cepat !! 』

Aze-san yang kebingungan melaporkan dari Solitary Island Palace.

Tampaknya Makhluk Aneh itu telah masuk ketika penghalang yang menyembunyikan planet kita melemah ketika banyak dewa mati.

"I-itu mereka ... Lupakan 100 tahun, dunia akan berakhir hari ini."

Dewa Tenion bersikap pesimis, tapi aku punya lebih banyak masalah mendesak untuk diurus sekarang.

『Terima kasih atas laporannya. Kita juga telah mendeteksi mereka. Memulai pemusnahan. 』
『Terima kasih, Satou. Tolong jangan sampai terluka-- 』
"Kau bisa memusnahkan mereka ?!"

Dewa Tenion berteriak, memotong suara Aze-san yang kucintai.

"Ya tentu saja."

Untuk diriku yang sekarang, itu sangatlah mudah.



"Ayo kita lakukan."

Aku memindahkan pesawat ruang angkasa kecil ke orbit satelit.

Karena kapal ini kecil, aku menciptakan kembali pesawat ruang angkasa besar yang tenggelam di Neraka menggunakan Unit Creation dan menempatkan semua orang di dalamnya.

『Satou, satelit peringatan dini semuanya telah dilenyapkan. Kami telah kehilangan kontak dengan tidak hanya baris pertama terluar, tetapi juga baris kedua dan ketiga. 』

Saze-san dari Klan Beriunan menghubungi kami.

『Satou, [Burgtom Eye] yang berada di baris ketiga semuanya telah dihancurkan. Musuh tidak hanya terdiri dari Ubur-ubur dan Dark Grey. Visual tidak jelas karena mereka terlalu jauh, tetapi kami telah mendeteksi Silver dan Black Spheres juga. 』

Kali ini Keze-san dari Klan Burainan.

Aku memindahkan pesawat ruang angkasa kami ke titik relay yang terletak di antara garis ketiga dan planet ini.

"Peringatan ~?"
"Ada musuh dekat nanodesu!"
"Lulu, siapkan manuver pertahanan. Tina, bantu dia."

Mereka menembak jatuh monster Dark Grey yang mendekat dengan meriam laser.

Menilai dari apa yang aku lihat di Petaku, ada cukup banyak monster di sekitar kita.
Ada banyak monster Silver dan Dark Grey, bahkan ada beberapa Black Octopus yang membuatku kerepotan di luar orbit planet.

"I-ini akan sulit."
"Kita kalah jumlah, jadi aku melaporkan."
"Tidak apa-apa. Kita punya bala bantuan."
"Bala bantuan?"

Titik-titik cahaya ditampilkan pada radar dek kapal di belakang Arisa yang kebingungan sambil memiringkan kepalanya.

"Bala bantuan tiba ~?"
"Light Ship."

Mia memasang gambar yang tertangkap teleskop kapal di monitor utama.
Itu adalah formasi Light Ship dengan para elf yang mengendalikannya.

Sebuah light ship yang memimpin armada kapal tersebut terhubung dengan kapal ruang angkasa kita, Aze-san yang mengendarai kapal itu datang ke sini melalui koridor yang menghubungkan kapal.

"Jules Verne juga ada di sana!"

Sepertinya lady Ringrande dan Hero Saga Empire juga ikut kemari.

"Disana juga!"

Zena-san menunjuk sosok dragon yang meluncur di luar angkasa.

"Itu Heiron nanodesu!"
"Dan dia bersama dengan Takashi-chan dan Bibi Ancient Dragon."
"Heiron dan yang lainnya juga ada disini ya - itu melegakan."
"'Juga ada disini', apakah kau mengatakan dragon-dragon itu bukan bala bantuan yang kau bicarakan, Master?"
"Ya, yang kumaksud adalah--"

Unit Creation – Dragon God Akon Kagura.

Sebuah objek raksasa berwarna pelangi terwujud di sebelah kapal luar angkasa kami.

Aku terpesona oleh sosok cantik itu untuk sementara waktu ketika rainbow dragon tersebut melolong sesekali seolah menyadarkanku kembali.

"Apakah aku terlalu cepat?"
"Tidak sama sekali. Aku sudah mengharapkan hasil ini."

Seorang gadis kecil dengan rambut berwarna pelangi - Kagura muncul di kapal.
Dia terwujud pada saat yang bersamaan dengan Dragon God yang melayang di luar.

"S-siapa?"
"Putri Tachibana. Apakah kau tidak mengenali diriku?"

Kagura memanggil Arisa dengan nama aslinya sebelum bereinkarnasi.

Dia berbicara dengan nada seperti dalam drama entah bagaimana.

"Siapa - tunggu, kau Mi-chan?"
"Benar. Dewa pelindung dari kuil yang kau tinggali selama tahun-tahun awalmu—"
"--Ame-no-Mizuhana-Hime-sama!"

Hikaru memeluk tubuh kecil Kagura.

『Umu, Miko dari Takatsuki, kau juga tampak sehat-sehat saja.』

Kagura menerima pelukan Hikaru tanpa tersentak dan dengan lembut mengelus rambutnya.

"Kenapa anda berada di sini?"
『Itulah bentuk yang aku ambil di dunia ini.』

Kagura mengalihkan pandangannya ke rainbow dragon di luar jendela.

"--Dragon God Akon Kagura-sama."
"Benar, putri klan pemuja dragon. Aku Akon Kagura. Aku akan memberimu kehormatan untuk memanggilku Kagura karena telah melayani Ichirou."
"Aku tidak layak mendapat kehormatan seperti itu."

Liza dengan bangga jatuh bersujud pada kata-kata Kagura.

"Kagura ~?"
"Itu rambut pelangi yang cantik nanodesu!"
"Umu, kalian berdua memiliki bulu yang bagus."
"Nihehe ~?"
"Jangan ragu untuk mengelus bulu Pochi lebih banyak nodesuyo?"

Tama dan Pochi sama sekali tidak terpengaruh.

"Dragon God-sama, kita saat ini sedang diserang oleh Mahkluk Luar."
"Tenion ya. Jangan khawatir. Serahkan tempat ini padaku."
"Baiklah, kalau begitu aku akan melindungi daratan bersama para dewa lainnya."
"Umu."

Kagura menatapku.
Aku bisa menebak apa yang akan dia lakukan, jadi aku mengangguk untuk memberinya persetujuanku.

Kagura tersenyum, dia tampak agak mirip dengan Arisa.

『Ayo maju, keluargaku!』

Ketika Kagura memerintahkan dengan kedua tangannya terbuka lebar, cahaya berwarna pelangi memenuhi langit yang kosong, dragon-dragon dari berbagai warna mulai muncul satu demi satu.

Platinum, Emas, Silver Heavenly dragon.

Crimson, jasper, blue ocean, earthen yellow dragon kuno.

Putih, biru, merah, hijau, biru – dan berbagai macam warna dari ancient dragon lainnya.

Semua dragon yang dimusnahkan oleh Meteor Showerku di Dragon Valley telah muncul, mereka dengan senang hati terbang di sekitar untuk menyambut Dragon God (Akon Kagura) sebelum membentuk barisan.

Pemandangan ribuan dragon yang terbentuk secara sistematis menjadi satu formasi cukup spektakuler untuk dilihat.

"Ayo kita lakukan, Ichirou."

Kagura mengulurkan tangannya padaku.

Aku meraih tangannya dan berpindah ke kepala rainbow dragon.

『Kita juga tidak akan kalah!』
『Ya Arisa.』

Setelah mencapai tingkat keilahian, aku dapat bergerak di ruang angkasa dengan normal, dan aku juga bisa menonton dan mendengarkan Arisa dan para gadis.

Begitu ya - para dewa ada di mana-mana ya.



"Ini salam pembuka."

Kagura berbicara, kemudian api berwarna pelangi keluar dari mulut Dragon God Akon Kagura.
Sesaat kemudian, semburan api seperti laser yang membakar pasukan makhluk aneh dengan sekejap, menciptakan lubang selebar beberapa kilometer tepat di tengah barisan musuh.
Kekuatan penghancurnya bukanlah lelucon, tetapi sangat cocok dengan wujud gadis terkuat ini.

『... Jadi ini adalah napas Dragon God-sama.』
『Ini seperti aku sedang melihat Colony Beam atau Wave Motion Gun.』

Seperti biasa, Arisa berbicara tentang referensi dari beberapa karya anime lama.

『Musuh, datang ~?』
『Satou-san, musuh menyerang dari luar jangkauan serangan Dragon God-sama.』

Tama bergumam, diikuti oleh laporan Zena-san.
Segerombolan Makhluk Silver yang bergerak cepat menyerang kami.

"Pergilah! Familiarku!"

Saat Kagura mengayunkan lengannya, para dragon yang mengikutinya mengepakkan sayap mereka dan pergi untuk mencegat makhluk-makhluk itu.
Rupanya dragon menggunakan eter yang mengalir di ruang angkasa sebagai pengganti angin.

『Baiklah, kita juga akan menyerang!』

Dengan perintah Arisa, Lulu dan puteri Sistina menembakkan laser jarak pendek.
Sera bertanggung jawab mengatur penghalang dan pertahanan, Nana menangani sisi kapal. Core Two ada di dalam kompartemen sub-kontrol sebagai co-pilot.

『Hero Dog Pochi, Dragon Steed Lyuryu, capatult launch nanodesu!』

--LYURYURYUUU.

Pochi yang mengendarai white dragon melesat dari ketapel besar.

Pochi dan mengenakan golden armor yang dibalut Exosuit-nya, medan perang ini terlalu sulit untuk Lyuryu dragon yang merupakkan lesser dragon.
Ada satu hal yang bisa aku lakukan untuk membantu -.

"Kau harus mengikuti keinginanmu, Ichirou."
"--Aku mengerti."

Aku sedikit ragu, tetapi dengan Kagura yang meyakinkanku, aku mulai bertindak.

Otoritas Administrator - Evolusi Ras: Lesser Dragon => True Dragon.

Tubuh Lyuryu terbungkus cahaya pelangi sebelum ukurannya membesar dua kali lipat.
Karena info Petaku menunjukkan rasnya sebagai [True Dragon], evolusi itu berjalan tanpa hambatan.

--Dan ada tambahan.

Tubuh Lyuryu bersinar, itu cocok dengan Pochi yang mengendarai tubuhnya.
Karena Lyuryu sudah memakai golden armor untuk dragon, ini bukan masalah besar.

Pochi dan Lyuryu bertempur dengan makhluk Silver yang mendekat dengan kecepatan hampir 1 persen dari kecepatan cahaya 
Pochi melepaskan serangan pamungkasnya sambil berteriak, "Nanodesu!"

『[Black Spear] Liza, siap!』
『Dan Tama juga ~?』

Mengikuti Pochi, Liza mengenakan large exosuitnya, dan Tama yang duduk di bahu Liza juga meluncur keluar dari ketapel.
Black Dragon Heiron datang terbang dari belakang, membiarkan Liza dan Tama menaiki punggungnya sebelum melesat pergi untuk membantu Pochi.

『Kelompok Pochi mengalahkan Dark Grey kedua mereka. Dark Grey - 2 hancur, 7 mengalami luka serius.』
『Silver - 1 hancur, 3 luka kecil. Liza telah membunuh satu Silver, jadi aku laporkan. 』
『Itulah Liza-san kami!』

Gadis-gadis itu tampaknya masih sempat merayakan kemenangan mereka di sela-sela kesibukan penyerangan dan pertahanan mereka.

Sedangkan untukku, aku telah menyebarkan benang ilahi melintasi ruang angkasa dengan memanfaatkan eter yang mengalir untuk mengalahkan mereka.
Aku telah menggunakan [All Map Exploartion] setiap kali benang tersebut mencapai wilayah baru yang belum dijelajahi, tapi aku masih belum melihat [Bos]-nya.
Kagura mungkin akan memberitahuku jika aku bertanya, tapi aku tidak ingin bergantung padanya jadi aku akan mencari dengan kekuatanku sendiri.

『- Makhluk aneh besar di depan. Itu adalah tipe yang tidak dikenal! 』
『Menaburkan banyak kilauan, hati-hati.』
『Aircraft Carrier! Mia, lepaskan void sky spiritmu! 』
<TLN : Disini, arisa menyebutkan aircraft carrier karena ada monster besar yang membawa monster-monster kecil, layaknya aircraft carrier>
『Nn.』
『Arisa, aku akan mengerahkan golem void sky-ku.』
『Golem besar tanpa kaki, huh aku sudah tidak paham lagi!』

Putri Sistina meluncurkan golem tipe Full-Vernier melalui ketapel kapal ruang angkasa satu demi satu.
Kemudian kapal perusak Mia, ‘Nautilus IV’ membawa para golem untuk melenyapkan makhluk kecil tersebut.

『Kami di sini untuk membantu, Satou!』
『Void Sky Spiritku tidak akan kalah!』

High Elf yang mengendarai Light Ship dan Nautilus β yang menembakkan laser dan telah dimodifikasi agar lebih mudah dikendalikan, juga membantu menghancurkan makhluk yang lebih kecil.
Karena berbahaya, aku meminta Light Ship untuk bergabung dengan pesawat ruang angkasa kami untuk membentuk armada dan membantu menembak musuh dari jauh.

『Kami akan membantu memusnahkan musuh kecil - oh tidak. Arisa-chan, sekelompok Dark Grey bergegas ke sini untuk menghancurkan unit pencegat kami. 』
『Itu buruk. Spirit Mia tidak akan cukup - bisakah kita meminta bantuan kelompok Liza-san ?? 』

『Arisa-chan, kita juga akan membantu!』
『Ya, serahkan saja musuh itu kepada kami desuwa!』

Sebuah pesawat tempur besar diluncurkan dari ketapel.
Raka yang berinteraksi langsung dengan pesawat itu membantu mengendalikan pesawat anti-gravitasi itu.

Pesawat tempur bergabung dengan Nautilus untuk memusnahkan makhluk Dark Grey yang memburu golem sambil mengarahkan semua makhluk kecil yang ia bawa dalam gerakan akrobatiknya.
Makhluk besar yang telah melewati garis pertahanan berhasil mengepung pesawat karena terlalu fokus pada makhluk Dark Grey.

『Hati-hati, Zena-tan!』
『Tidak masalah--』

Fungsi bantuan spell yang dipasang pada pesawat itu memicu magic wind Zena-san di ruang angkasa.

『--Tempest.』

Dengan pesawat di tengahnya, eter yang mengalir di ruang angkasa berubah menjadi badai yang juga memunculkan tornado dan fenomena pelepasan listrik, memusnahkan makhluk kecil sekaligus.
Hanya monster yang membawa makhluk kecil tersebut yang tersisa setelah kehancuran yang disebabkan oleh Tempest.

『--Kita memiliki visual yang jelas!』
『Karina-dono, sekarang adalah kesempatan kita!』
『Ya, Raka-san!』

Kanopi pesawat tempur kokpit terbuka saat bergerak dengan kecepatan penuh.

『Full Throttle Boost! Ultra Great Spinning Karina KIIIIIIIIIIIIIIIIII --- 』

Naluri penamaan yang mengerikan ini pasti dipengaruhi oleh Arisa.
Lady Karina terbang tegak lurus ke arah monster yang membawa makhluk kecil tersebut dengan kecepatan super tinggi sambil berputar seperti bor.

『Astral Thrust.』

Magic wind Zena-san mempercepat Lady Karina lebih jauh.

『--IIIIIIIIIIIIIIIIICK!』

Lady Karina menembus dek monster tipe pembawa monster dengan kecepatan melebihi kecepatan suara.

Percikan api beterbangan di mana-mana saat dek monster pengangkut hancur ketika lady Karina menghilang kedalam tubuh monster tersebut sebelum menerobos sisi lain makhluk itu setelah jeda sedikit.
Makhluk tersebut terbelah menjadi dua dan binasa.

Tepat sebelum lady Karina tertelan dalam ledakan, Zena-san datang dan membawa lady Karina ke dalam pesawat tempur.

Kami hampir selesai berurusan dengan musuh kecil.

Hal buruk yang sangat besar akan segera mendekat.

『-- Black Octopus akan datang!』


Note :
Woah, satou udah jadi dewa pencipta :v dan pertempuran sci-fi dibalut magic dan dewa bakal berlanjut~ Mimin malah gak sabar pengen liat satou ngelamar Aze-tan x’D


※ Chapter berikutnya direncanakan untuk update pada 2/3 atau 3/3


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 11 : Chapter 6 - Buah Dari Pelatihan

Volume 11
Chapter 6 - Buah Dari Pelatihan


Setelah itu, kami segera menuju jam pasir naga dan bertukar salam dengan para prajurit di pintu masuk. Mereka pasti sudah menerima perintah ratu, karena persiapan untuk upacara sudah selesai.

"Oke, kau duluan, Sadeena."

"Baik! Aku tidak akan mengecewakanmu! "

Hmm? Ada orang-orang yang membantu upacara seperti ketika kami naik kelas, tapi kali ini mereka membawa tandu. Rasanya aneh, jadi aku bertanya kepada seorang tentara di dekatnya tentang hal itu.

“Reset sering kali berakibat buruk. Mungkin perlu beberapa hari untuk pulih sepenuhnya. "

Aku kira itu masuk akal. Aku merasa lamban ketika statistikku tiba-tiba turun. Tetapi levelku belum berubah. Aku hanya bisa membayangkan betapa terbatasnya tubuhku jika tiba-tiba kembali ke level 1.

"Reaksinya berbeda-beda, tentu saja."

Para prajurit memulai upacara. Jam pasir naga mulai bersinar ketika kekuatan membanjiri lingkaran sihir di lantai. Itu tampak seperti ketika kami melakukan kenaikan kelas.

“Wanita yang berdiri di sini, di depan kita telah memilih untuk melepaskan kekuatannya sendiri untuk memilih jalan baru. Kekuatan dunia! Beri dia kesempatan untuk menemukan jalan itu! ”

Sadeena berdiri di tengah lingkaran sihir dan melambai padaku.

“Lihat, Naofumi kecil! Inilah saat kelahiranku kembali! "

Dia tampak agak terlalu santai. Beberapa saat kemudian, sesuatu keluar dari Sadeena dan kemudian menyebar ke segala arah.

“Upacara sudah selesai. Bagaimana perasaanmu?" tanya salah seorang prajurit.

"Tubuhku terasa cukup berat, tapi aku masih bisa bergerak."

Sadeena berjalan dengan susah payah ke tempat aku berdiri. Aku kira itu berarti dia cukup tangguh.

"Kau selanjutnya, Fohl."

"Pergilah, Kak! Lakukan seperti yang dikatakan Tuan Naofumi! ”

"A . . . Atla! Baik! Aku pergi!"

Aku mulai merasa sedikit kasihan pada Fohl. Dan setelah dia menyelesaikan upacara reset level, dia sepertinya tidak kesulitan berjalan seperti Sadeena.

“Kalian baru saja mereset ulang levelmu, tetapi tampaknya kalian bisa bergerak dengan baik. Apakah kalian tidak perlu tandu? " Aku bertanya.

"Maukah kau menggendongku jika aku tidak bisa bergerak, Naofumi kecil?"

"Aku tidak lemah!" teriak Fohl.

"Kalian berdua tidak normal," kataku.

Aku berpikir untuk memberi Fohl pukulan cepat ke lengannya untuk melihat apakah dia benar-benar baik-baik saja. . . tapi Atla bergerak lebih cepat.

"Aduh!"

Ya, dia jelas lebih lemah.

"Ha ha ha! Itu geli! ”

Aku mencobanya pada Sadeena juga, tetapi dia bereaksi sama seperti biasanya. Dia sepertinya baik-baik saja. Mungkin dampaknya akan diminimalkan jika orang itu dalam kondisi fisik yang baik. Keduanya sehat secara fisik. Berolahraga dan melatih tubuhmu jelas tampaknya masuk dalam kategori yang berbeda dari naik level. Kurasa itu yang membuat mereka merasa baik-baik saja, tidak seperti buff stat. Keduanya disiplin dalam hal semacam itu. Raphtalia memastikan untuk menjaga fisiknya juga. Statistik seseorang akan berkurang karena reset level, tetapi hasil latihan fisik mereka akan tetap ada. Selain itu . . . efek khusus dari perisaiku mungkin sedikit membantu.

Jadi dengan kata lain, orang-orang yang membutuhkan tandu mungkin adalah orang-orang yang kebanyakan menggunakan sihir, atau orang-orang yang telah dibantu naik level oleh seseorang yang lebih kuat. Misalnya, beberapa anak manja dari keluarga bangsawan dapat membayar seorang petualang untuk menaikkan levelnya. Hal semacam itu efektif hingga titik tertentu. Ini pada dasarnya adalah apa yang aku lakukan dengan para budak di desa, jadi itu tidak selalu hal yang buruk. Masalahnya adalah begitu seseorang mencapai level tinggi seperti itu, satu-satunya cara untuk lebih meningkatkan kekuatannya adalah dengan mendapatkan melatih tubuhnya atau berlatih dengan seseorang seperti wanita tua itu.

Pahlawan tidak memiliki batas level, tampaknya, tetapi bahkan aku mungkin seharusnya melakukan semacam pelatihan. Hal-hal seperti level dan statistik adalah norma di dunia ini, jadi tidak terpikirkan bahwa melatih dan mengasah skill sihirmu setiap hari dapat meningkatkan semacam batasan juga. Itu berarti orang-orang seperti Fohl dan Sadeena, yang telah berlatih keras sejak mereka masih kecil, mungkin bisa menjadi jauh lebih kuat. Aku tidak tahu bagaimana itu benar-benar bekerja dan aku tidak berencana bertahan di dunia ini selamanya, jadi aku hanya melakukan pelatihanku sampai gelombang dikalahkan dan tidak khawatir tentang hal itu. Lagipula, level dan statistikku tidak akan berarti apa-apa ketika aku kembali ke duniaku sendiri.

Hal yang sama berlaku untuk perisai ini. Perisai bodoh ini yang tidak bisa kulepas apa pun yang terjadi. Mengubahnya menjadi Perisai Buku adalah langkah terbaik yang bisa aku lakukan untuk menyembunyikannya. Jika benda bodoh ini mengikutiku kembali ke duniaku sendiri, tidak mungkin itu bisa dianggap apa pun selain kutukan. Seorang pria dewasa yang berjalan-jalan membawa buku aneh sepanjang waktu akan menjadi bahan tertawaan.

Lebih baik tidak memikirkan hal itu. Tidak ada gunanya mengkhawatirkan sesuatu yang bahkan mungkin tidak terjadi. Bahkan jika perisai itu benar-benar mengikutiku kembali, itu hanya sesuatu yang aku harus tangani ketika saatnya tiba.

"Baiklah, ayo cepat kembali ke desa dan bersiap-siap untuk pergi."

Kami menggunakan skill portalku untuk kembali ke desa.

“Sadeena, Fohl, dan Atla, aku ingin kalian bertiga pergi dan naikkan level kalian. Aku akan pergi dengan yang lain. Seseorang panggilkan Filo kesini. ”

"Baiklah! Aku tidak akan mengecewakanmu, Naofumi kecil! "

Sadeena pergi sendiri ke laut, untuk alasan apa pun. Serius? Apakah dia akan baik-baik saja sendirian?

“Kau tidak harus memberitahuku! Ayo, Atla. Ayo pergi. Kau bisa menonton saja. "

"Tidak mungkin! Tuan Naofumi! Aku ingin pergi bersamamu!"

“Maaf, tapi kau harus tetap disini dan menaikkan levelmu. Kau harus bisa melindungi dirimu sendiri setidaknya. "

Kami akan mencoba memancing Motoyasu. Jika ada yang salah dan dia harus bertarung, Atla mungkin tidak bisa keluar hanya dengan satu atau dua goresan. Aku tidak bisa membawanya bersama kami.

“Jika aku naik level dan melampaui kakakku, maka aku bisa memiliki Tuan Naofumi untuk diriku sendiri. Aku akan melakukan yang terbaik!"

"Apa yang kau bicarakan?" Aku bertanya.

"Ayolah! Berhentilah bertindak konyol! ” Bentak Raphtalia.

Kan? Meskipun. . . Raphtalia lebih banyak berbicara kepadaku ketika dia mengatakan itu. Tapi Atla benar-benar tangguh secara mental. Apa yang terjadi dengan peran gadis muda yang sakit-sakitan itu? Ngomong-ngomong, aku memanggil Fohl, Atla, dan budak-budak lainnya lalu memasukkan mereka ke dalam kereta Bawahan Filo # 1 dan mengirim mereka pergi tepat ketika Filo berlari kesini.

"Master! Kau memanggil? ”

"Ya. Aku harus pergi ke suatu tempat. Bisakah kau ikut dengan kami sekarang? ”

"Ya!"

Aku akan membawa. . . Raphtalia dan Filo seharusnya cukup, kurasa. Rishia sibuk berlatih di bawah bimbingan wanita tua itu dengan Eclair. Tidak ada hal buruk yang bisa terjadi jika dia menguasai gaya Hengen Muso. Selain itu, Rishia membuat Motoyasu tidak nyaman. Membawanya mungkin hanya akan membuat segalanya lebih rumit, jadi aku akan meninggalkannya.

“Baiklah, kita hanya akan pergi bertiga. Ini tidak seperti kita akan menjual apa pun, jadi mungkin kita harus menaiki punggung Filo. "

"Keretaaaa!" bentak Filo.

"Oke, ya. Baik."

“Aku akhirnya bisa menarik keretaku sendiri! Keretaku sendiri! "

Sejak aku lebih sering menggunakan skill portalku, sebagian besar kereta yang kami tumpangi adalah sewaan. Filo tidak memiliki banyak kesempatan untuk menarik keretanya sendiri akhir-akhir ini. Saat berjualan adalah satu-satunya waktu dia menggunakannya. Naik kereta tidak masalah kurasa.

"Dalam perjalanan pulang . . . mungkin kita akan menjual satu atau dua hal. "

Baiklah, kita harus bergegas dan pergi ke tempat teman Motoyasu. Raphtalia dan aku masuk ke kereta Filo dan kami pergi menuju ke sana.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Senin, 24 Februari 2020

I Became Hero’s Bride! Novel Bahasa Indonesia Chapter 34 – Aku Merasa Kasihan Kepadamu, yang Tidak Mengerti Keajaiban Cinta

Chapter 34 – Aku Merasa Kasihan Kepadamu, yang Tidak Mengerti Keajaiban Cinta


Saat ini, Miwoo menghadapi bahaya terbesar yang pernah ia hadapi dalam hidupnya. Berkat Orleia yang telah mengklaim kepemilikan atas dirinya, dia menghindari nasib menjadi ladang benih goblin, tetapi masalahnya adalah Orleia sendiri. Sederhananya, pilihan antara ladang benih goblin atau lubang yang ditusuk. Tidak ada yang terlalu menarik. Akhir kisah bodoh macam apa ini?

Tetapi terjebak dalam ikatan kura-kura dan bahkan tidak mampu mengangkat satu jari pun, yang bisa dilakukan Minwoo hanyalah menyaksikan tiga orang memukuli habis-habisan Orkar dan berdoa agar Clarice bisa membawa bala bantuan sebelum Orkar tumbang.

Tak kusangka Orkar, yang pernah mengancam kesucian Clarice sekarang adalah garis pertahanan terakhir yang melindungi dirinya. Sungguh, ironis. Jika dia tahu ini akan terjadi, dia akan mengasihaninya sedikit saat itu.

Lalu……

"Hidebu !!!!"

Mengeluarkan teriakan yang aneh, Orkar akhirnya runtuh.

"Hoo. Untuk kapal selam yang terlalu besar, dia tidak ulet."

Orleia mengeluarkan d.i.l.d.o yang dia tikam ke p.a.n.t.a.t Orkar sambil mengeluh. Tidak peduli berapa banyak dia ditikam oleh benda itu ke dalam dirinya, tekadnya yang keras membuatnya berdiri lagi dan lagi, membuat mereka bekerja lebih keras dari yang mereka semua harapkan. Yah, pada akhirnya tidak terlalu sulit bagi mereka. Sekarang yang tersisa hanyalah... 'Hadiah'. Dengan putus asa menahan tawanya, Orleia menoleh ke arah Minwoo.
<TLN: wtf astaga ngakak ya ampun>

"Apakah kau sudah lama menunggu? Kekasihku ♪"

Ah sial. Pikiran Minwoo menjadi kosong. Dia melenggang ke arahnya sambil melambaikan d.i.l.d.o raksasa itu. Ah. Tolong. Bantu aku Mitohi-nim! Setidaknya tidak bisakah kau mencuci benda itu terlebih dulu?!

"Belum saatnya, Gadis Suci."

Orleia membeku. Setelah waktu bahagia terganggu, Orleia memelototi Biella. Dengan senyum mengejek di wajahnya, Biella menatap lurus ke satu arah. Bukan hanya Biella. Eri yang melamun tentang melatih bawahan masa depannya, Senyun yang ngiler ketika bermimpi tentang masa depannya yang berwarna putih dengan unni-nya, semua garis pandang mereka bertemu pada titik yang sama.

Itu tidak mungkin.

Tatapan Orleia mengikuti mereka. Biella tertawa kecil seolah dia merasa geli.

"Kesenangan itu, sepertinya kau harus menunggu sedikit lebih lama."

Clarice berdiri di sana. Tidak ada bala bantuan, tidak ada pengawal, hanya dia sendiri.

"Unni!"

"Yang mulia!"

"Clee!"

Mereka semua berseru seolah-olah mereka terkejut. Clarice memegang momen singkat di dalam hatinya untuk Orkar yang telah berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, dan menatap Minwoo yang tidak bisa menyembunyikan kengeriannya.

"Clarice ?!"

"Hero-nim. Aku di sini untuk menyelamatkanmu."

Ha! Biella mendengus. Clarice menatap Biella dengan mata yang tidak menunjukkan sedikit pun keraguan. Dia bertanya apa yang lucu.

"Selamatkan dia? Sendiri? Kyahahaha! Itu lelucon di antara lelucon! Kau benar-benar serius?"

"Aku serius. Aku akan mengalahkanmu dan menyelamatkan hero."

"A, apa ...?"

Ekspresi Biella berkerut. Bukannya mengemis untuk hidupnya, dia benar-benar datang untuk bertarung? Apakah dia waras? Tapi dia menghadapi Clarice tepat di depan matanya, dan dia hanya bisa mengakui keteguhan hatinya yang membara di dalam dirinya.

Clarice benar-benar ada di sini untuk melawannya.

Ekspresi Biella mengeras saat dia menunjuk ke trio.

"Ini adalah perintah raja iblis! Beri sang putri ingusan itu pelajaran tentang hidup!"

"Tunggu! Kau serius ?!"

Senyun membantah. Baginya itu adalah respons alami. Ya tentu saja dia serius, kata Biella ketika dia mulai mengulangi perintahnya.

"Apakah kau takut?"

Jika Clarice tidak mengatakan itu.

"……Apa yang baru saja kau katakan?"

"Aku bertanya apakah kau takut."

Clarice menyeringai, dengan satu sudut mulutnya tampak melengkung ke atas. Dalam sekejap, ruang dansa terdiam. Udara pembunuh menyelimuti semua orang di ruangan itu, cukup untuk membuat semua penonton menelan ludah secara refleks. Biella menyipitkan matanya, seolah dia geli.

"Kenapa Biella ini takut pada orang sepertimu?"

"Apakah kau tidak takut? Kau selalu membuat pengikutmu melakukan pekerjaan kotor untukmu karena kau takut melakukannya sendiri."

Clarice bisa merasakan keringat dingin mengalir di tulang punggungnya. Tetapi jika dia mundur di sini, apalagi mengulur waktu, kematiannya pasti tidak akan indah. Menahan pandangannya yang semakin menyempit, dia menghadap Biella seangkuh mungkin.

"Kau akan menggunakan goblin untuk menodai Hero-nim. Sama dengan Orkar. Bahkan denganku, kau akan menggunakan tiga orang untuk menjatuhkanku."

"Ha! Dan kau menyebut Biella ini pengecut hanya untuk itu ?!"

"Tidak hanya itu. Ketika kau menculikku, kau menggunakan Orkar untuk menodaiku, dan orang-orang yang melecehkan anak laki-laki yang kau culik selalu pengikutmu, tidak pernah kau sendiri yang melakukanya. Kau hanya melihatnya dari jauh."

"Huh! Biella tidak mau mengotori tangannya-"

"Dan cinta pertamamu?"

Biella menegang. Wajahnya perlahan berubah menjadi semakin putih dan putih. Pukulan kritis. Clarice melanjutkan.

"Apakah kau tidak ingin mengotori tanganmu ketika kau menculik cinta pertamamu juga?"

"A, apa... Bagaimana kau bisa...?"

"Bukankah itu aneh? Biasanya ketika kau sangat mencintai seseorang bahkan sampai menculik mereka, kau tidak akan membuat orang lain yang memperkosanya. Jika kau bisa, kau akan melakukannya sendiri. Karena itu setidaknya kau bisa memiliki tubuhnya."

"I, itu !!"

Mata Biella bergetar. Bagaimana?! Bagaimana j.a.l.a.n.g ini tahu apa yang terjadi ?! Kekacauan dan ketidakpastian berputar-putar, membuat kepalanya berantakan. Biella akhirnya menemukan kalimat balasannya. Tapi Clarice tidak membiarkannya mengatakannya. Dia terus memojokkannya.

"Kau takut, bukan?"

"…… !!"

"Ketika orang yang kau cintai menolakmu, itu meninggalkan bekas luka di hatimu. Jadi, bahkan ketika kau menculik cinta pertamamu, kau tidak bisa meletakkan tanganmu padanya. Karena kau tahu betul bahwa bahkan jika kau melakukannya, kau tidak akan pernah mendapatkan cintanya, karena jika dia marah, tidak, benci dan langsung mengatakannya ke wajahmu, hatimu akan hancur berkeping-keping. Jadi itu sebabnya kau menggunakan pengikutmu. Karena kau terlalu takut menghadapi cintamu.

"Jadi, ketika kau melihat pengikutmu melecehkan cinta pertamamu, kau akan merasa puas. Berbeda dengan dirimu yang tidak memiliki keberanian untuk mendekati cinta pertamamu, pengikutmu, yang bisa dan secara kasar akan merusak cinta pertamamu, lebih dari kepuasanmu untuk mendapatkan kesenanganmu dari mereka. "

"H, hentikan!"

Itu adalah jeritan. Kata-kata Clarice dan ingatan dari masa itu, tanpa ampun menusuk hatinya.

"Kau tahu betul bahwa kau bukanlah suatu eksistensi yang bisa dicintai. Kau tahu betul bahwa kau akan mudah dibenci. Jadi kau secara paksa menculik dan menahan pria itu, dan selalu ada pengikutmu yang memperkosanya, tidak pernah dirimu sendiri. Karena itu mereka akan membenci bawahanmu. Karena kau ingin 'memiliki' cinta, tetapi takut dibenci. "

"Apa yang kau tahu tentang itu, kau j.a.l.a.n.g?!"

Tidak seperti kata-kata pahitnya, suaranya penuh dengan isak tangis. Dalam hati, Clarice sangat terkejut. Itu bekerja jauh lebih baik dari yang dia duga. Dari apa yang dia dengar dari turis tentang kehidupan dan waktu serta tindakannya sejauh ini, itu adalah kesimpulan yang diambilnya setelah beberapa pemikiran yang bagus, tetapi anehnya itu semua ternyata benar.

……Dia mulai merasa kasihan padanya.

Clarice meniru Orleia dan menyeringai sebisa mungkin dengan lembut dan sombong.

"Tidak apa-apa untuk menangis jika kau mau. Kau bisa melarikan diri jika kau mau. Karena itu adalah dirimu yang memalukan."

"Apa?!"

"Apakah kau benar-benar berpikir orang-orang tidak akan tahu jika kau menyamarkannya di balik cara bicara yang tidak matang itu, tindakan remaja dan delusi kekanak-kanakan? Pengecut ini..."

"Uu, uuuu, uuuuuu, Tidak, Biella bukan pengecut ...!"

Setelah didorong ke batas kemampuannya, Biella mulai menangis. Clarice memaku paku terakhir jauh di dalam peti mati.

"Aku berbeda darimu. Tidak seperti dirimu, aku bukan pengecut yang lari dari cinta."

Mata Biella langsung terbuka lebar. Hero. Itu dia. Untuk menyelamatkan hero yang dicintainya, Clarice kembali. Dia berbeda dengannya. Bukan pengecut seperti dirinya...

Pada saat itu, dunia berubah merah.

"Kuk ?!"

"Clarice ?!"

"Unni !!"

Dalam sekejap mata, Biella melingkarkan tangannya di tenggorokan Clarice.

"Aku, bukan, pengecut !!"

Biella mengangkat Clarice di lehernya dan melemparkannya dengan keras. Tubuh Clarice terjatuh dan memantul sebelum dia menabrak dinding dengan suara keras. Seluruh tubuhnya sakit. Napasnya tidak teratur. Dia bahkan tidak bisa berdiri.

Tiba-tiba Biella tepat di depan matanya saat dia mengangkat kakinya tinggi-tinggi.

"Bisakah seorang pengecut! Menginjakmu! Seperti ini ?!"

"Bisakah seorang pengecut! Berdiri! Di atasmu! Seperti ini !!!"

Dia bahkan tidak bisa berteriak. Organ internalnya terasa seperti diaduk dan dihancurkan. Clarice membungkuk dan mati-matian menahan rasa sakit.

"J.a.l.a.n.g ini?!"

Senyun dengan marah memanggil bola api. Tapi di bawah kakinya, aura hitam segera melonjak dan mengikatnya. Bukan hanya Senyun. Ericia, Orleia, mereka juga, anggota tubuh mereka diikat oleh aura hitam.

"Enyahlah para p.e.n.g.g.a.n.g.g.u!!"

Dengan teriakannya mereka bertiga dihempaskan ke dinding. Setelah puas dengan kondisi memalukan mereka, Biella menarik Clarice ke atas dengan rambutnya. Memelototi mata Clarice yang berkaca-kaca, dia menggeram seperti monster.

"Persiapkan dirimu. Untukmu, yang berani memfitnahku, aku tidak akan pernah membiarkanmu mati dengan anggun."

Pada saat itu senyum kecil muncul di wajah Clarice. Tetapi setelah terjebak dalam kemarahannya, Biella tidak melihatnya, dan mengangkat tinjunya.

Pukulan yang panjang dan menyakitkan. Seolah ingin membuktikan bahwa dia tidak akan membiarkan Clarice mati dengan mudah, dia cukup mengendalikan kekuatannya sehingga Clarice tidak akan hancur. Meskipun dia bisa membunuhnya dengan meremukkan lehernya, dia membiarkan Clarice merasakan s.i.k.s.a.a.n dengan hanya sebagian kecil dari kekuatannya.

Tapi-

"Apa. Apa yang, kau j.a.l.a.n.g... ?!"

Tidak peduli seberapa besar kerusakan tubuhnya, Clarice bertahan, dan berdiri lagi. Biella, menghadapnya, tanpa sadar mundur selangkah.

"Kenapa kau menatapku dengan mata itu ?!"

Mata Biella bertanya-tanya haruskah dia memisahkan kepalanya dari tubuhnya dengan kedua tangan ini. Tetapi dia tidak bisa. Seolah melakukan itu ... Akan sama dengan mengakui dia pengecut.

"Hentikan! Clarice! Kenapa kau masih berdiri ?!"

Teriak Minwoo, tidak bisa melihatnya lagi. Dia tersiksa. Dia ingin berlari dan merobek Biella satu demi satu. Kenapa dia berdiri melawannya seperti itu?

"Karena aku datang untuk menyelamatkanmu, Hero-nim ..."

"Apa?!"

Clarice membuka mulutnya, dan yang keluar adalah suara pelan seperti bara api yang sekarat. Ketika dia mencoba mengambil langkah menuju Minwoo, kakinya menyerah untuk berdiri. Tapi dia masih belum menyerah. Clarice berdiri sekali lagi, dan mengatakan perasaannya yang sebenarnya, perasaan itu, jika dia tidak mengatakannya sekarang, dia mungkin tidak akan pernah mendapat kesempatan lain untuk mengatakannya.

"Karena, aku cinta Hero-nim. Aku tidak bisa menyerahkan pria yang kucintai pada orang seperti dia. Pahlawanku yang selalu menyelamatkanku! Aku ingin menyelamatkanmu kali ini !!"

"……Kau."

Mata Minwoo berkedip. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi Biella lebih cepat.

"Urk!"

"Cukup dengan sinetronmu itu."

Biella meraih Clarice di tenggorokannya dan mengangkat kepalanya. Dia tidak bisa mendengarkan mereka. Jika dia melakukannya maka dia akan menjadi gila seperti orang-orang bodoh itu. Biella memutuskan untuk menghabisi Clarice. Dalam situasi hidup dan mati di mana Clarice perlahan tapi pasti dicekik sampai mati, dia nyaris tidak berhasil mengatakannya.

"Aku, kasihan, padamu..."

"Apa?"

Biella sangat kaget semua kekuatan meninggalkan tangannya. Kasihan? Aku? Clarice menatap mata Biella dengan sedih dan berkata.

"Aku merasa kasihan padamu, yang tidak tahu keajaiban cinta." 
<TLN: referensi anime wedding peach>

"b.e.r.a.n.i.n.y.a j.a.l.a.n.g ini?!"

Itu yang kau maksud dengan kasihan ?! Dalam amarahnya, Biella membanting Clarice jauh ke lantai. Itu cukup kuat untuk membuat orang-orang di sekitar terkejut dan menghembuskan nafas!

Haa. Haa. Biella dengan kikuk berdiri sejenak untuk menenangkan napasnya yang tidak teratur, sebelum dia mulai tertawa terbahak-bahak.

"Ha. Haha. Kyahahahahaha !! Siapa yang menyedihkan sekarang?! dasar j.a.l.a.n.g!!"

Perbedaan kekuatan yang luar biasa ini. Tidak peduli seberapa banyak Clarice membuka mulutnya, ini bukanlah apa-apa. Meninggalkan tubuhnya ke perasaan yang terbaik!, Biella berteriak.

"Clarice! Hero yang dengan tegas kau nyatakan sangat dicintaimu ini bahkan tidak bisa menggerakkan jarinya, terperangkap olehku! Sage? Ksatria wanita? Gadis Suci? Mereka semua juga terjebak di dinding tanpa melakukan apa pun selain mengisap jempol mereka! Sekarang aku telah membuktikan bahwa tidak ada orang yang bisa mengalahkan Biella! Dasar gadis bodoh! Aku akan menginjak-injakmu! Tunduk di hadapan kebijaksanaan dan kekuatan Biella !! "

Dan tepat ketika Biella mengangkat kakinya untuk menginjak Clarice.

"Ap, apa... aku tidak bisa bergerak ?!"

Biella akhirnya menyadari ada sesuatu yang 'salah' mengelilingi tubuhnya. Perasaan di mana kekuatannya memudar dari tangan dan kakinya. Perasaan semua kekuatannya terkuras darinya. Itu tidak asing.

Saat itu juga. Dari pintu, terdengar suara dingin.

"- Aku telah melantukan segelnya."

"?!"

Biella akhirnya mengerti. Bagaimana Clarice tahu masa lalunya. Kenapa dia datang sendirian untuk menghadapinya. Alasan mengapa dia begitu agresif mengejeknya untuk membuatnya marah.

"Suara ini t, turis ?!"

Dia bisa tahu bahkan jika dia tidak berbalik. Karena dia adalah orang yang pertama kali membuka segelnya, bagaimana mungkin dia! Andai saja dia bukan seorang wanita, dia akan tetap di sisinya dan menjadi teman terbaik.

Turis melepas jubah tembus pandang yang dipakainya dan berjalan di depan Biella. Sebelum memasuki ruang dansa, Clarice telah menyuruhnya untuk melantunkan segel tersebut. Melihat grimoire di tangannya, Biella menyadari bahwa apa yang dia pikirkan benar, dan putus asa.

sial.

Aku sudah pernah.

"Bagaimana rasanya? Disegel tanpa peringatan saat kau mabuk akan kegembiraanmu sendiri ?!"

Turis itu membuka grimoire dan menyatakan perang.

"Sekarang! Aku bahkan tidak perlu sedetik pun !! Untuk menyegelmu !!!"

Itu adalah awal dari balas dendam.


Note:
Daaaaaaaaan satu chapter lagi menuju ke ending. Nggak kerasa udah di akhir cerita aja.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: MobiusAnomalous
EDITOR: Isekai-Chan

Minggu, 23 Februari 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 11 : Chapter 5 - Sampah dan Hakuko

Volume 11
Chapter 5 - Sampah dan Hakuko


Keesokan paginya, aku akhirnya membuat sarapan, karena para budak di desa bersikeras memintanya. Budak divisi memasak mengurus semua persiapannya, jadi yang harus aku lakukan hanyalah memasak makanan.

"Baiklah, aku akan membuat apa yang kalian minta."

"Yay!"

Mereka semua bersorak. Sheesh. . . Ini pasti maksud orang-orang ketika mereka berbicara tentang anak-anak yang hanya terlihat dewasa. Raphtalia sudah jauh lebih dewasa pada saat dia seukuran mereka.

“Oh, Naofumi kecil! Semuanya terlihat sangat lezat! ”

"Ya terserah. Kau sebaiknya tidak minum sepagi ini. "

"Aku tidak akan!"

Hmm? Sadeena dan aku bukan satu-satunya yang menyebabkan keributan. Suara itu. . . Ah, itu Fohl dan Atla.

"Ini masakan Tuan Naofumi! Aku akan menjilat piringnya sampai bersih! "

"Atla! Tidak! Kau memiliki perilaku yang lebih baik dari itu! "

Aku bahkan tidak akan pergi ke sana. Aku pergi untuk meletakkan makanan di piring para budak yang mereka letakkan di nampan dan dibawa kembali ke tempat duduk mereka. Itu mengingatkanku pada makan siang di SD. Ada cukup banyak budak sekarang. Itu berarti lebih banyak yang membantu, tentu saja, tetapi berpikir bahwa tiga panci besar makanan akan lenyap dalam sekali makan. . .

"Hah? Kau siapa?"

Ada seorang gadis berdiri di barisan depan, menunggu diriku untuk melayaninya. Dia benar-benar bertingkah seolah berada di tempat yang seharusnya, tetapi aku tidak mengenalinya sama sekali. Dia terlihat berusia . . . 15 tahun, mungkin? Dia adalah manusia, sejauh yang aku tahu. Dia tampak mengantuk, seolah dia baru setengah sadar. Mata dan rambutnya berwarna perak. Dia memiliki kulit putih pucat, dan sesuatu tentang dirinya membuatnya terlihat tampak lembut. Menjadi manusia yang dikelilingi oleh semua budak demi-human membuatnya semakin mencolok. Ada tentara dari kastil di sini juga, tetapi dia tidak berpakaian seperti seorang prajurit.

"Siapa gadis itu?"

Para budak menatap gadis yang tidak dikenal dan berbisik.

"Raphtalia, apakah kau tahu siapa ini?" Aku bertanya.

"Tidak. Dia tampaknya bukan seorang prajurit, ”jawabnya.

"Oh?" kata Sadeena dengan heran.

"Rafu?"

Filo berlari masuk.

"Master! Aku kembali!"

"Hei, Filo. Apakah kau akan makan juga? "

"Ya! Aku makan di tempat Mel-chan, tapi aku akan makan lagi! "



Sungguh seperti babi.

"Hah? Itu gadis badut, "kata Filo.

"Ya," jawab gadis yang tidak dikenal itu.

Gadis badut? Apa aku kenal gadis badut? Atau apakah itu teman Filo? Filo lebih sering keluar sendiri untuk membantu menjual barang-barang lainnya. Dia pasti bertemu gadis ini saat itu.

“Apa terjadi sesuatu? Apa yang kau lakukan, disiniii? ” Filo bertanya pada gadis itu.

"Apakah dia temanmu, Filo?"

"Kau pernah bertemu dengannya sebelumnya juga, Master."

Aku mencoba memikirkan seseorang yang dikenal Filo, dan aku mengenalnya juga, tampaknya gadis bermata mengantuk ini menungguku untuk memberinya makan.

“Aku ing ——— sarapan. . . " kata gadis itu.

Hah? Yang bisa aku dengar adalah suara statis di tengah-tengah kalimatnya. Tunggu. Bukankah pernah ada orang seperti itu sebelumnya? Aku bisa merasakan keringat dingin mengalir dipunggungku.

"Kau siapa? Filo sepertinya mengenalmu, tetapi aku tidak. Jawab aku."

"Hah?" dia menjawab, bingung.

Gadis yang tidak dikenal itu mengeluarkan gunting dan menunjukkannya kepadaku. Umm, tidak. Itu tidak membuatku ingat apa-apa. Kemudian, tepat di depan mataku, dia mengubah gunting menjadi bola benang. Lalu dia mengeluarkan topeng yang sudah kukenal dan menunjukkannya kepadaku.

"Pasti ingat ——— ini."

"Kau?!"

Benar. Dia menunjukkan kepadaku peralatan yang sama yang telah digunakan oleh Murder Pierrot — orang aneh yang kami lawan dengan Sadeena beberapa hari sebelumnya di coliseum bawah tanah! Murder Pierrot di coliseum mengenakan topeng dan pakaian aneh, jadi aku tidak mengenalinya. Tapi hanya ada satu orang di dunia yang terdengar seperti badai pasir ketika dia berbicara!

“Murder Pierrot ?! Apa yang kau lakukan di desaku ?! ”

"Aku berjalan?"

"Aku tidak bertanya bagaimana kau sampai ke sini! Dan mengapa Kau menganggapnya sebagai pertanyaan ?! ”

Apakah dia berusaha melucu? Aku berharap dia akan berhenti mengeluarkan suara statis juga.

"Umm. . . "

Murder Pierrot menyingkirkan topeng dan bola benang yang biasa digunakannya untuk mengidentifikasi dirinya dan mengulurkan nampannya kepadaku, seolah meminta makanan.

"Terlepas dari apa yang terlihat, aku tidak hanya membagikan makanan secara gratis."

"Oh. . . "

Dia memasukkan tangannya ke sakunya, mengeluarkan sesuatu, dan. . . menempatkannya di tanganku. Itu dua keping perak. Umm, aku tidak berusaha meminta uang. Tetapi dua perak lebih dari yang aku harapkan. Tiga puluh tembaga sudah cukup untuk mendapatkan makanan yang cukup enak di dunia ini. Dua perak akan mendapatkan makanan set yang benar-benar lezat — sesuatu seperti belut panggang yang mewah disajikan di atas nasi panas di restoran mewah jika kita berada di Jepang. Aku akan bermain-main dengan leluconnya dan mengatakan sesuatu yang pintar, tetapi dia hanya berdiri di sana menatapku, benar-benar serius.

"Oh, baiklah. Masa bodo."

Kami tidak akan bergerak jika terus seperti ini. Aku memutuskan untuk memberinya makan dan kemudian kita bisa berbicara nanti. Aku menaruh beberapa makanan di atas piring dan menyerahkannya kepada Murder Pierrot. Dia duduk dan mulai makan seolah semuanya benar-benar normal.

"Ara, ara, ara. . . "

Sadeena duduk di sebelah Murder Pierrot dengan penuh semangat dan memulai percakapan, meskipun Murder Pierrot tidak menanggapinya. Itu benar-benar lebih seperti Sadeena yang berbicara sendiri.

"Ngomong-ngomong, siapa dia?" tanya Raphtalia.

"Siapa yang tahu? Aku akan bertanya nanti, tetapi kita perlu memberi makan budak sekarang. "

Sepertinya dia tidak akan menimbulkan masalah, dan aku bisa mengatakan bahwa Sadeena berjaga-jaga kalau-kalau dia melakukannya. Para budak memang tampak ingin tahu, tetapi dengan semua budak baru dan segala sesuatu yang terjadi, mereka tidak benar-benar tampak terganggu oleh kehadirannya. Tetapi mengapa dia datang ke desa ini?

Aku selesai menyajikan makanan untuk para budak dan duduk untuk makan sarapanku sendiri.

“Naofumi kecil, gadis itu memberi tahu aku bahwa kontraknya sebelumnya diputus, jadi dia tidak terikat pada majikan mana pun saat ini. Dia bilang dia datang untuk mencari tahu apakah dia bisa bekerja untukmu. ”

Melawan kami di coliseum adalah murni bisnis, kurasa. Lari di tengah pertempuran sepertinya tidak akan baik untuk bisnis, tapi aku kira hal semacam itu mungkin biasa untuk tentara bayaran.

"Aku tidak butuh tentara bayaran."

Aku sudah bekerja melatih para budak untuk bertarung, dan aku tidak punya keinginan untuk mempekerjakan orang aneh seperti dia.

"Benarkah? Kalau begitu mari kita berteman, ”jawab gadis itu.

"Kau sadar sepertinya kau tidak benar-benar mendengarkan apa yang aku katakan, kan?"

"Umm, mengapa kau ingin berteman dengan Tuan Naofumi?" tanya Raphtalia, memilih kata-katanya dengan hati-hati.

“. . . "

Murder Pierrot terdiam.

"Di coliseum, kau memberitahuku, 'Kau harus bekerja lebih keras, atau kau akan mati.' Lagi pula, apa artinya itu?" Aku bertanya.

"——Berusaha membantu."

Aku mendengar suara statis lagi. Apa itu tadi? Rasanya seperti berbicara dengan seseorang di ponsel dengan sinyal yang sangat buruk.

"Apa yang terjadi, Tuan Naofumi?"

Atla datang berjalan dengan Fohl membuntuti di belakang. Jika mereka sudah selesai makan, mereka seharusnya bergegas bersiap-siap untuk keluar. Kami pergi ke kastil hari ini untuk mengatur ulang level kakaknya.

"Tidak apa-apa. Perempuan ini . . . Kami bertarung melawannya dalam sebuah turnamen di coliseum Zeltoble dan sekarang dia di sini meminta untuk berteman. "

"Oh benarkah?"

Atla berbalik menghadapi Murder Pierrot.

“Aku merasakan kekuatan sementara yang berada di ambang batas menghilang, bersama dengan kekuatan terpisah dan tidak ternoda. Dia sepertinya bukan orang jahat, Tuan Naofumi. "

“Tetap saja. . . "

Aku merasakan hal yang sama ketika dia memberikan kesannya terhadapku. "Indera" Atla terlalu berlebihan untukku. Aku tidak yakin bagaimana harus menanggapinya.

"Apakah kau menolak untuk memberi tahu kami mengapa?" Aku bertanya.

Murder Pierrot menggelengkan kepalanya dengan tegas.

“Aku ingin tinggal —— desa sampai —— gelombang. Aku ingin membantumu. "

Aku belum menyadari betapa frustrasinya mencoba untuk melakukan percakapan ketika Kau hanya bisa mendapatkan inti dari apa yang dikatakan orang lain. Ini sangat menjengkelkan.

"Izinkan aku menanyakan hal ini kepadamu. Siapa kau sebenarnya Dan ada apa dengan senjatamu? "

Murder Pierrot berdiri di sana berpikir sejenak dan kemudian mulai membuka dan menutup mulutnya, tetapi. . .

"——Dan —— di——"

Selain dari kata-kata yang paling sederhana, semua yang bisa aku dengar adalah suara statis. Aku tidak tahu apa yang dia katakan. Ada apa dengan gadis ini?

“Juga, tentang pertarungan kita di coliseum. . . Menilai dari apa yang aku dapat tahu dari apa yang Kau katakan, Kau. . . pemegang senjata bawahan atau senjata tujuh bintang, kan? ”

Aku tidak bodoh. Bukannya aku hanya berpikir senjatanya aneh. Berubah bentuk berulang kali, dan tampaknya memiliki kekuatan misterius yang bisa membatasi lawan. Kekuatan semacam itu hampir dipastikan adalah milik senjata bawahan. Dan satu-satunya pilihan lain, tidak ada satupun dari pahlawan tujuh bintang yang memiliki senjata seperti miliknya, menurut sang ratu.

"Aku menduga kau mencoba memperingatkan kita bahwa kita bisa terbunuh dengan menyerang pemegang senjata bawahan jika kita tidak menjadi lebih kuat—"

Ketika aku mengatakan itu, Murder Pierrot mulai menganggukkan kepalanya dengan tegas. Jadi aku benar. Dan juga, itu berarti dia bisa mengerti apa yang aku katakan. Aku bertaruh— dia mungkin menyelinap ke dunia ini untuk mencoba membunuh para pahlawan suci seperti yang telah dilakukan oleh Glass dan yang lainnya, tetapi sekarang dia tidak bisa kembali ke rumah karena penghalang Roh Kura-kura. Sesuatu semacam itu.

“Kau sepertinya mendapat kesan bahwa kita lemah, tapi aku sudah menggunakan metode peningkatan kekuatan dari keempat pahlawan suci. Aku hanya dalam kondisi lemah karena kutukan sekarang. "

Murder Pierrot menggelengkan kepalanya. Bocah kecil itu jelas tidak puas dengan penjelasanku.

"--tidak cukup. Kau --- harus lebih--"

"Ya baiklah. Masa bodo. Aku mungkin tidak bisa menjelaskannya dengan baik, tetapi aku tahu apa itu gelombang. Aku tahu bahwa pemegang senjata bawahan lainnya mencoba menyelamatkan dunia mereka dengan membunuh para pahlawan suci. ”

Murder Pierrot menggelengkan kepalanya lagi.

“—— hancurkan dunia lain —— bahkan —— tidak akan——”

‘Badai pasir’-nya semakin parah. Itu hampir tidak bisa didengar sekarang. Ada apa dengannya? Apakah dia membuka seri kutukan yang membuatnya tidak mungkin melakukan percakapan atau semacamnya?

"Aku minta maaf, tapi aku tidak bisa mendengar apa yang kau katakan."

Murder Pierrot terdiam.

"Apa yang harus kita lakukan, Tuan Naofumi?" tanya Raphtalia.

"Kita tidak bisa percaya padanya. Dia bisa saja berpura-pura menjadi sekutu dan akhirnya mengkhianati kita ketika kita tidak mengawasinya. ”

Yang aku tahu, dia berpura-pura menjadi gelandangan untuk mendekati dan menunggu kesempatan untuk mencoba membunuhku. Bahkan jika dia telah mengungkapkan identitasnya sendiri, aku masih tidak bisa mempercayainya.

“. . . "

Murder Pierrot hanya terus menatapku diam-diam. Perasaan apa ini? Sesuatu tentang matanya mengingatkanku pada Raphtalia atau Filo. Memang benar aku tidak mendeteksi permusuhan apa pun. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda motif tersembunyi. Meski begitu, aku masih tidak bisa mempercayainya, dan jika dia tidak punya niat untuk bertarung maka tidak ada alasan baginya untuk datang kepadaku. Dia bisa menunggu sampai gelombang berikutnya dan kemudian kembali melalui celah.

"Jika itu uang - akomodasi - aku akan membayar."

Hmm. . . Jadi dia menawar agar bisa tetap berada disini dan bahkan membayar ruangan dan akomodasinya sendiri. Itu tentu kondisi yang menguntungkan. Aku tahu bahwa ketika sesuatu terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, biasanya itu terjadi. Namun tawaran itu masih sulit ditolak. Tapi ya, dia mungkin akan mencoba membunuhku saat aku tertidur atau semacamnya.

"Aku cukup pintar untuk tahu tidak ada yang namanya makan siang gratis. Jika Kau mengerti kata-kataku, maka Kau pasti paham jika aku mengatakan kepadamu untuk keluar dari desaku. "

"Baik."

Murder Pierrot melihat ke bawah dengan sedih. Dia selesai makan dan kemudian berdiri. Sesuatu tentang dia mengingatkan aku pada Glass, setelah kami menyelesaikan perdebatan kami.

Kemungkinan lain yang bisa aku pikirkan adalah bahwa dia hanya ingin menjadi lebih kuat dan datang ke dunia ini untuk mencari bahan untuk menguatkan senjatanya seperti yang telah dilakukan L'Arc dan Therese. Itu tidak seperti pergi ke dunia lain berarti dia berusaha membunuh para pahlawan. Lagipula L'Arc telah menyebutkan bahwa kemampuan dan peningkatan stat yang diperoleh di dunia lain dapat dibagi di antara dunia. Dan pada kenyataannya, aku mempertahankan kenaikan statku meskipun berakhir kembali di level 1 ketika aku pertama kali tiba di dunia Kizuna.

Murder Pierrot mungkin tidak bermaksud membunuh pahlawan suci mana pun. Dia mungkin saja terjebak di dunia ini dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, kekuatan di ambang batas menghilang yang disebutkan Atla memang membuatku sedikit penasaran.

“. . . "

Murder Pierrot mulai berjalan menjauh dengan langkah yang sangat lambat sambil berhenti untuk menoleh ke arahku setiap beberapa langkah, seperti sedang berusaha mengulur waktu. Apakah dia berharap aku akan menghentikannya? Aku hanya berdiri diam, memelototinya, dan dia terus melakukan hal yang sama berulang kali. Dia akan berbalik dan mulai berjalan lagi, lalu berhenti dan melihat ke belakang lagi.

"Umm. . . Tuan Naofumi. . . "

"Abaikan dia. Dia hanya berharap bahwa aku akan menghentikannya. "

"Jika kau bisa mengatakan itu yang dia inginkan, lalu mengapa tidak menghentikannya, Naofumi kecil? Kau menyadari betapa kuatnya dia, bukan? ”

“Cukup kuat sehingga dia mungkin bisa membunuhku saat aku tidur. Aku tidak bisa percaya padanya. "

“Aww. . . Itu sangat buruk. "

Murder Pierrot berhenti dan melihat ke belakang lagi.

"Aku tidak akan menghentikanmu, jadi menyerah saja."

Ini agak canggung. Mempertimbangkan apa yang akan terjadi, mungkin ide yang bagus untuk membuatnya tetap berada disini. Kami selalu bisa membunuhnya jika dia mencoba sesuatu. Tapi itu bukan kesempatan yang bisa aku ambil dalam kondisiku saat ini. Murder Pierrot terus berjalan perlahan sambil melirik ke arahku setiap saat, sampai ke ujung desa.

"Keluar!"

Begitu dia akhirnya meninggalkan desa, aku mulai membersihkan ruang makan. Rupanya ada sesuatu yang mengganggu Raphtalia.

"Umm. . . Bagaimana Murder Pierrot sampai di sini? "

"Dia bilang dia berjalan, tapi dia mungkin menggunakan semacam portal."

"Bukankah itu berarti dia pernah ke sini sebelumnya?"

Itu pertanyaan yang bagus. Aku seharusnya bertanya padanya. Sebenarnya. . . Aku terlalu fokus untuk mengusirnya sehingga aku bahkan tidak berpikir untuk mencari tahu apa yang dia ketahui tentang bertarung melawan pahlawan lain. Sekarang aku menyesal tidak bertanya lebih banyak padanya sementara dia masih tertarik menjadi teman.

"Haruskah kita mengejarnya?" tanya Raphtalia.

"Itu seperti jatuh dalam perangkap musuh. Kami membiarkannya pergi tanpa terluka karena dia tampaknya tidak tertarik bertarung. Tapi aku tidak siap untuk membiarkan pertahananku turun. "

Mungkin tidak tampak seperti itu, tetapi aku memiliki banyak kekurangan saat ini. Itu tidak akan mengejutkan jika dia ingin membunuhku. Jujur, aku agak khawatir tentang apa yang akan terjadi jika dia bertemu salah satu dari ketiga pahlawan lainnya. Kami perlu menemukan mereka dan membawanya ke tempat yang aman secepat mungkin. Mereka mungkin akan mati jika mereka dipaksa untuk bertarung melawan seseorang seperti Murder Pierrot.


Kami sudah selesai makan, jadi sudah waktunya untuk menyelesaikan urusan hari ini.

"Kurasa kita akan mulai dengan menuju ke kastil Melromarc. Sudah lama tidak kesana. Raphtalia, Fohl, dan Sadeena. . . Kau ikut denganku. Kita akan melakukan reset level yang kita bicarakan kemarin. "

"Aku juga ingin pergi, Tuan Naofumi."

"Oke, kau juga ikut, Atla."

Mungkin ide yang baik untuk mengajak Atla bersama kami. Fohl mungkin akan mulai menimbulkan masalah jika aku mencoba meninggalkannya. Filo kembali bermain dengan Melty lagi setelah selesai makan. Raph-chan telah berinisiatif sendiri untuk membantu Rishia dan penduduk desa dengan apa pun yang mereka lakukan. Aku akan lebih dari senang untuk membawa Raph-chan, tapi sudah lah.

"Portal Shield!"

Aku menggunakan skill portalku untuk memindahkan kami ke kastil Melromarc. Ketika kami tiba, Sadeena melihat ke atas dan mengomentari pegunungan di atas punggung Roh Kura-kura, yang terlihat dari kastil.

"Wow . . . Sudah lama sejak aku datang ke sini. Hal-hal gila tampaknya terjadi di luar gerbang kota benteng.”

"Jadi, kau pernah ke sini sebelumnya?"

"Aku adalah warga negara Melromarc, kau tahu."

Sadeena masih melihat pegunungan Roh Kura-kura saat dia menjawab. Adapun untuk sisa Roh Kura-kura. . . Oh Melihatnya dari dekat, aku bisa melihat bahwa banyak pohon telah ditebang. Reklamasi tanah berjalan dengan baik. Manusia benar-benar kuat. Bencana telah melanda, tetapi semua orang bekerja keras untuk bangkit kembali.

"Kemana sekarang?" tanya Sadeena.

"Kita akan bicara dengan ratu terlebih dahulu. Kami tidak memberi tahu siapa pun bahwa kami akan datang, jadi mereka mungkin perlu waktu untuk melakukan persiapan. "

Masuk akal untuk menemui ratu. Tidak seperti kenaikan kelas, level reset mungkin relatif tidak umum.

"Ke dalam kastil, kalau begitu? Aku telah melihat kastil Melromarc dari luar seperti ini berkali-kali, tetapi aku tidak pernah benar-benar memasukinya. "

Aku kira itu akan jarang bagi demi-human atau therianthrope untuk melihat bagian dalam sebuah kastil di negara supermasi manusia.

"Ya, itu tidak mengejutkanku. Meskipun, kita berada di halamannya sekarang. ”

"Aku sudah sering ke sini, tapi ukuran kastil tidak pernah gagal membuatku takjub," kata Raphtalia.

“Ukurannya hampir sama dengan kastil L'Arc. Tapi ini bukan tempat yang sangat bagus untuk demi-human."

"Kau benar. Aku berhubungan baik dengan beberapa orang di sini, tetapi masih terasa tidak nyaman. "

"Aku bisa membayangkannya," jawab Sadeena.

Beberapa prajurit kastil memperhatikan kami dan memberi hormat, tetapi mereka tampak sedikit bingung ketika mereka melihat Sadeena. Dia dalam bentuk therianthrope, yang normal baginya, tapi kurasa itu masuk akal bahwa kita akan mendapatkan beberapa tatapan kebingungan. Tapi sekali lagi, mereka telah mengundang semua petualangan ke perayaan setelah kami mengalahkan gelombang terakhir. Hmm. . . Sebenarnya, aku belum benar-benar melihat banyak demi-human di sana. Aku rasa menjadi demi-human di negara ini sulit dalam banyak hal. Aku mulai lupa itu. Hanya ratu yang tidak membeda-bedakan. Rasisme sudah mengakar dalam diri warga.

"Baiklah. Aku ingin tahu di mana sang ratu sekarang. ”

Dia mungkin sedang menatap dokumen di kantornya, seperti biasa. Aku bertanya kepada pelayan kastil di mana ratu berada. Rupanya dia sudah diberitahu tentang kedatangan kami dan pergi untuk menemui kami. Kita bisa menunggunya datang, kalau begitu. Bersantai di halaman kastil tidak terdengar buruk bagiku.

"Kita akan menunggu di sini," aku mengumumkan.

"Baik. Atla, bukankah kau lelah berdiri? Apakah Kau ingin duduk? "

"Aku baik-baik saja, Kak."

 Jatuh! Sepertinya ada sesuatu yang jatuh di belakang kami. Aku berbalik dan melihat Sampah menatap kami dengan mulut terbuka seperti orang bodoh.

"Itu. . . "

Jadi dia masih ada, ya? Yang lebih penting . . . kenapa dia setengah telanjang? Dia tidak mengenakan apa pun kecuali celana dalam dan jubah. Aku kira sedang mengenakan pakaian kaisar. . . raja yang baru.

“Ada apa dengan penampilan barumu itu? Semacam hukuman? Atau Kau kalah taruhan? ”

Senyum merayap di wajahku. Mengapa mereka tidak mengundangku untuk ikut bersenang-senang? Dia bahkan memiliki catatan yang menempel di punggungnya yang berbunyi, “Aku mengelilingi kastil sebagai hukuman. Jangan membantu aku dengan cara apa pun, apa pun yang aku katakan. " Catatan itu ditandatangani oleh ratu di bagian bawahnya. Apa yang telah dia lakukan kali ini?

"Perisai akhirnya menunjukkan warna aslinya!"

Dia menunjuk ke arahku dan mulai berteriak.

"Kemarilah! Kalian semua! Serang Perisai! Kita harus menghapus Demon Shield dari muka bumi! "

Sampah mengambil catatan itu dan mulai berlari ke arah kami. Beberapa penjaga kastil di dekatnya memblokir jalannya meskipun jelas-jelas tercengang, dan kemudian menahannya.

"Lepaskan! Perisai! Perisai telah menyusup ke kastil bersama dengan hakuko itu! Bajingan! Menyingkirlah dari jalanku! Atau aku tidak bisa membunuh Perisai! "

Aku pernah mendengar bahwa ada sejarah buruk antara Sampah dan hakuko, tapi dia menunjukkan kemarahan yang mengejutkan bahkan untuknya. Dan kalimat terakhirnya hampir identik dengan kutipan yang terkenal dengan otaku di Jepang.

"Hah?"

Atla berbalik.

"Err. . . "

Sampah telah menghentakkan kakinya dengan keras, tetapi ia mulai kehilangan tenaga dan kemudian berhenti sepenuhnya. Lalu . . . Apa yang sedang terjadi? Dia hanya berdiri di sana dengan ekspresi yang sangat aneh di wajahnya. Aku tidak tahu apakah dia ingin tersenyum atau menangis.

"Hah? Kakak? Kenapa kalian ada dua? ”

Atla bolak-balik memandangi antara Fohl dan Sampah.

"Apa yang kau bicarakan, Atla?"

Bagaimana bisa Atla salah mengira Sampah dengan Fohl, dari semua orang? Dan ketika mereka berdua ada di depannya? Aku kira mereka memiliki kecenderungan yang agak menyebalkan, tetapi sebaliknya mereka tidak bisa dianggap sama. Maksudku, usia dan bentuk fisik mereka. . . umm, tidak relevan karena Atla buta, kurasa.

“. . . "

Sampah mendapatkan kembali ketenangannya, berbalik, dan berjalan terhuyung-huyung ke arah dari mana dia datang, seolah-olah dia kehilangan keinginan untuk menghadapi kita.

"Hei!" Aku berteriak.

Seolah-olah Sampah tidak bisa mendengarkanku sama sekali. Apa yang sedang terjadi?

"Apa yang terjadi? Dia tampak seperti cangkang kosong, ”kata Raphtalia.

"Dia tampak sangat terkejut ketika melihat Atla kecil," komentar Sadeena.

"Ya."

Apakah dia melihat sesuatu yang tidak menyenangkan di wajah Atla atau semacamnya?

"Ada apa dengan keributan ini?" tanya sang ratu.

Setelah mendengar semua teriakan itu, dia akhirnya muncul beberapa menit kemudian. Aku memberi tahu dia tentang bagaimana Sampah mulai mengoceh ketika dia melihat Fohl, lalu terdiam berdiri dan pergi begitu dia melihat wajah Atla.

"Aku mengerti . . . Jadi itulah yang terjadi. "

"Ada yang tahu apa yang terjadi? Aku belum pernah melihat Sampah bertindak seperti itu sebelumnya. "

"Nona Atla, bukan? Biarkan aku melihat wajahmu. "

"Tentu saja."

Atla melangkah maju sehingga sang ratu bisa melihatnya dengan lebih baik.

"Ah, sekarang aku mengerti."

"Kau mengerti?"

"Ceritanya panjang, tapi aku akan dengan senang hati menjelaskan jika Kau punya waktu."

"Hmm. . . Aku memiliki urusan yang harus diselesaikan, tetapi aku ingin tahu setelah melihat Sampah seperti itu. "

"Jangan khawatir. Aku akan meringkasnya. "

Sang ratu mulai menjelaskan mengapa Sampah menjadi tenang ketika dia melihat Atla.

“Lüge — Pahlawan Tongkat — memiliki adik perempuan yang jauh lebih muda dari dirinya yang buta. Namanya adalah Lucia. ”

Kenapa dia berusaha tidak memanggilnya Sampah? Aku kira itu tidak masalah. Tapi . . adik perempuan?

"Ada sejumlah masalah yang membuat kelahiran Lüge agak rumit."

"Oh ya?"

"Iya. Nama lengkapnya adalah Lüge Lansarz Faubrey. Ia dilahirkan sebagai pewaris ketiga belas dari tahta Faubrey. ”

“Faubrey adalah negara paling kuat di dunia ini, kan? Dan dia adalah pangeran? "

"Pangeran termuda, tapi ya. Namun, ada sebuah insiden yang mendorongnya untuk melepaskan haknya dari takhta. Insiden itu adalah pembunuhan orang tuanya dan semua orang yang dia cintai oleh hakuko.”

Kedengarannya seperti kehidupan Sampah seperti neraka roller coaster. Tapi sekarang aku mengerti mengapa dia begitu membenci Fohl — seorang hakuko — begitu banyak.

"Untungnya, Lüge dan adik perempuannya pergi pada saat itu, itulah sebabnya mereka tidak terbunuh dalam insiden itu. Namun, karena alasan politik, Faubrey tidak berupaya meminta pertanggungjawaban Siltvelt. Akibatnya, Lüge memiliki kebencian yang intens untuk Faubrey dan Siltvelt. Dia mengubah nama belakangnya dan pindah ke Melromarc, negara yang bermusuhan dengan demi-human. "

Sang ratu menggeser topik pembicaraan sesaat sebelum mempelajari detail berdarah dari perselisihan pribadi Sampah.

“Lüge menyembunyikan fakta bahwa ia adalah seorang bangsawan dan membuat rekam jejak yang mengesankan bagi dirinya sendiri sebagai seorang prajurit dan perwira militer Melromarc pada saat negara itu terus-menerus berperang. Dia akhirnya dipilih untuk menggunakan tongkat tujuh bintang dan kemudian membuat namanya terkenal sebagai pahlawan. "

Itu adalah kisah kesuksesan yang sempurna. Aku mulai merasa agak cemburu. Tapi kemudian . . . ekspresi kesusahan muncul di wajah ratu.

"Ketika aku masih muda, kepintaran dan kekuatannya itulah yang mencuri hatiku."

"Aku tidak tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan cinta. Kembali ke penjelasannya. "

“Ketika segala sesuatunya mulai berjalan, adik perempuan Lüge yang buta, yang sangat dia sayangi, diserang oleh seorang hakuko dan. . . diduga meninggal karena sisa pembantaian berdarah yang ditinggalkan. Tetapi tubuhnya tidak pernah ditemukan. Lebih dari sebelumnya, Lüge dipenuhi keinginan untuk membalas dendam, memaksanya untuk menggulingkan raja Siltvelt, yang merupakan seorang hakuko. ”

"Dan? Apa hubungannya dengan reaksinya sebelumnya? ”

Aku sudah punya ide bagus tentang apa jawabannya. Kemungkinan besar—

"Seperti dugaanmu, Atla mirip dengan adik perempuan Lüge tercinta, Lucia."

"Aku tahu itu."

"Iya."

Ini hanya dugaan, tetapi kemungkinan tersebut muncul dipikiranku. Adik perempuan tercinta Sampah tidak benar-benar mati. Sebagai gantinya, dia dibawa kembali ke Siltvelt sebagai mainan dan diperkosa oleh hakuko, yang merupakan cara Fohl dan Atla dilahirkan. Tetapi ada beberapa masalah dengan teori itu. Misalnya, mengapa mereka tidak menggunakannya sebagai sandera? Mungkin adik perempuan dan hakuko diam-diam jatuh cinta, seperti semacam drama atau semacamnya.

Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi fakta bahwa Atla mengira Sampah mirip dengan Fohl mungkin berarti ada semacam ikatan darah yang dia rasakan. Sekarang ketika aku berpikir tentang hal itu, aku ingat Fohl menyebutkan telah memiliki sejumlah besar uang yang dihabiskan untuk perawatan Atla.

“Semuanya sepertinya sedikit. . . terlalu nyaman untuk menjadi kenyataan, ”kata Raphtalia.

"Oh? Bagaimana dengan bagaimana Kau dan Naofumi kecil bertemu? Apakah itu tampaknya tidak terlalu nyaman untuk menjadi kenyataan? Menurutku memang seperti itu, ”sela Sadeena.

"Yah. . . Aku kira begitu, tapi tetap saja. . . "

Oh ayolah. Tentunya Raphtalia dan aku yang bertemu tidak ada hubungannya dengan takdir atau semacamnya. Sadeena baru saja menghubungkanku dengan takdir karena aku tidak bisa mabuk alkohol dunia ini.

"Fohl. Atla. Apakah kalian berdua demi-human? " Aku bertanya.

"Siapa yang tahu? Aku masih terlalu muda untuk mengingat apa pun sebelum orang tua kami meninggal. Kakak akan tahu lebih banyak, aku pikir. "

“Yang aku tahu adalah bahwa kakek kami seharusnya orang yang sangat mengesankan. Kami diberitahu untuk tidak pernah menyebutkan nama belakang kami, dan orang tua kami meninggal dalam suatu perang ketika aku masih muda, jadi aku tidak terlalu ingat banyak. Meskipun aku cukup yakin mereka kaya. Kami juga memiliki pelayan dan pembantu. ”

"Apakah salah seorang pelayan lari dengan semua uang itu atau semacamnya?"

Dunia ini penuh dengan orang-orang rendahan. Mereka pasti menjadi korban salah satu dari orang-orang itu dan itulah sebabnya mereka berakhir sebagai budak.

"Tidak ada yang seperti itu. Setelah kami tidak mampu membayar untuk perawatan Atla lagi, kami membagi aset keluarga di antara para pelayan dan mengucapkan selamat tinggal. "

Jadi mereka bangkrut oleh biaya medis Atla. Dan mereka bahkan memiliki pelayan yang setia. Mereka beruntung.

"Kakekmu, katamu?"

Sang ratu menatap Fohl dengan tajam.

"Nasib bekerja dengan cara yang misterius," akhirnya dia berkata.

"Apa artinya?" tanya Fohl.

"Nama belakangmu . . . adalah Fayon, aku rasa. "

"Ya. . . Kami diberitahu untuk tidak pernah menyebutkannya, tapi hanya itu. Bagaimana kau tahu?"

Sang ratu mengangguk seolah semuanya akhirnya masuk akal.

"Kau harus tetap berada di sisi Pahlawan Perisai. Kakek almarhummu pasti akan senang. "

"Masa bodo!"

Ya . . Fohl adalah anak nakal pemberontak. Tidak mungkin dia ingin tinggal bersamaku lebih lama daripada dia.

"Bagaimana kau tahu tentang kakekku?"

"Aku tahu karena pria yang menyebabkan keributan sebelumnya adalah orang yang membunuhnya."

"Ap. . . apa?!"

Ah, sekarang masuk akal. Fohl dan Atla adalah cucu dari musuh Sampah yang paling dibenci, dan di atas semua itu, ia menyadari bahwa Atla adalah anak yatim dari adik perempuannya yang berharga. Tidak heran dia tampak seperti itu.

"Apakah kau tahu banyak tentang kakekmu?"

“Semua orang memberi tahuku bahwa dia adalah pria yang sangat mengesankan. Apakah dia raja Siltvelt? ”

"Hanya itu yang mereka katakan? Mungkin aku sudah terlalu banyak bicara, kalau begitu. "

“. . . "

Fohl sepertinya tidak yakin harus berpikir apa. Aku bisa melihat bagaimana mungkin dia terganggu untuk mencari tahu tentang hal-hal tidak diberitahu orangtuanya. Namun, sang ratu terlalu dramatis. Tentunya dia ingin tahu lebih banyak tentang akarnya. Itulah yang aku pikirkan, tapi sepertinya Fohl atau Atla tidak punya niat untuk meminta rincian lebih lanjut kepada sang ratu.

“. . . "

Fohl tampaknya tenggelam dalam pikirannya.

“Itu tidak penting! Loyalitasku terletak pada Tuan Naofumi! ”

Atla jelas tidak tertarik.

“Maafkan aku atas masalah ini, Tuan Iwatani. Bagaimana kabarnya? "

Ratu mengubah topik pembicaraan.

"Kurasa segalanya berjalan baik,"

"Kurasa Kau mengacu pada wilayah itu. Aku sudah banyak mendengarnya. Kau datang pada waktu yang tepat. ”

"Apakah terjadi sesuatu?"

"Biarkan kami menangani urusanmu terlebih dahulu. Apa yang membawamu ke sini hari ini? "

"Oh ya. Aku ingin mengatur ulang level beberapa budakku sehingga aku bisa menaikkan level mereka dari awal. ”

Aku memberi tahu ratu mengapa kami datang dan dia dengan senang hati menurutinya.

"Dimengerti. Aku akan memastikan bahwa persiapan akan dimulai. Mereka akan selesai pada saat kau dan rekanmu mencapai jam pasir naga. ”

"Terima kasih. Sekarang, apa berita yang Kau sebutkan sebelumnya? "

Ratu membuka kipas lipatnya dan menutup mulutnya sebelum berbicara.

"Ada penampakan para pahlawan suci di dekat Melromarc baru-baru ini dan kami sudah bisa menentukan di mana salah satu dari para pahlawan itu kemungkinan akan muncul dalam beberapa hari mendatang."

"Apa? Serius? "

Ratu mengangguk.

"Iya. Kami berpikir bahwa Pahlawan Tombak — Tuan. Kitamura — akan muncul. ”

Motoyasu, ya? Motoyasu adalah yang terakhir dari ketiga orang itu yang ingin aku lihat, tapi ini bukan waktunya untuk pilih-pilih.

"Kami berhasil menemukan salah satu teman Pahlawan Tombak."

Mereka menemukan salah satu teman Motoyasu? Menilai dari kata-kata ratu, dia tidak berbicara tentang Bitch. Itu berarti salah satu dari dua gadis yang berlarian bersamanya. Aku hanya memanggil mereka Wanita 1 dan Wanita 2. Aku kira itu mungkin tidak menjelaskan yang aku maksud, tetapi aku tidak tahu nama mereka dan aku hampir tidak pernah berbicara dengan salah satu dari mereka. Mencoba mengingat apa pun tentang mereka itu merepotkan. Yang aku ingat adalah bahwa mereka berdua tampak sangat menjengkelkan.

"Maksudmu mayat?"

"Tidak. Seorang anggota kaum bangsawan Melromarc, yang juga seorang ayah, telah menyatakan keprihatinan tentang putrinya yang hilang. Tetapi kemudian ketika dia kembali ke rumah suatu hari dia menemukannya membantu ibunya menjalankan bisnis keluarga, seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Apa apaan?! Putrinya yang hilang baru saja muncul dan bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi? Itu terdengar seperti semacam lelucon.

"Dan anak perempuan itu adalah salah satu dari dua gadis lain di party Pahlawan Tombak?" tanya Raphtalia.

"Jika dia adalah salah satu teman Motoyasu dan itu bukan Bitch, maka itu pasti dia," jawab aku.

"Oh? Apakah itu temanmu? ” gurau Sadeena.

"Sial, tidak," aku membentak.

"Bitch itu nama yang mengerikan," kata Fohl.

"Heh heh heh. . . "

Komentar Fohl membuatku tersenyum. Itu adalah salah satu prestasi terbesarku.

"Itu tidak perlu dibanggakan, Tuan Naofumi," tegur Raphtalia.

"Ini pencapaian yang luar biasa, Tuan Naofumi. Aku yakin dia pantas mendapatkan namanya. "

"Atla. . . Aku tidak mengatakan bahwa Kau salah, tetapi cara Kau memandangnya perlu dipertanyakan. . . "

Raphtalia selalu begitu serius. Aku melanjutkan pembicaraanku dengan ratu.

"Apakah kau tidak membawanya ke tahanan?"

"Kami memang menanyainya. Aku berharap kau akan bertemu dengannya dan mencoba meyakinkannya untuk membantu memancing Pahlawan Tombak agar tidak bersembunyi. ”

Sekarang masuk akal. Sang ratu percaya bahwa Motoyasu mungkin mencoba melihat gadis itu. Itu sedikit pertaruhan, tetapi jika itu berarti ada kemungkinan menangkap Motoyasu, maka itu patut dicoba.

"Dan menurutmu dia akan bekerja sama? Dia bisa mengkhianati kita dan membocorkan detailnya ke Motoyasu. ”

“Aku sudah punya shadow mengawasinya. Dia tampaknya sepenuhnya patuh sejauh ini. ”

"Hmm. . . "

Jadi dia pada dasarnya mencoba untuk melindungi dirinya sendiri dalam sebuah tawaran pembelaan. Masuk akal. Gadis-gadis yang berlarian dengan Motoyasu semuanya tampak seperti sampah.

"Baik. Setelah kami menyelesaikan reset level, kami akan kembali ke desa dan kemudian pergi untuk bertemu dengannya. "

"Aku akan menunjukkan lokasinya padanya."

Ratu membuka peta dan menunjukkan kepada kami di mana kami bisa menemukan rekan Motoyasu.

“Baiklah, mari kita selesaikan reset level ini dan kembali ke desa. Kita memiliki misi penting sekarang, ” aku mengumumkan.

"Semoga semuanya berhasil," kata Raphtalia.

"Kedengarannya seperti harapan buatku, tapi terserahlah."

Aku tidak bisa berhenti bersikap ragu.




TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan