Selasa, 21 Januari 2020

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-48. Bala Bantuan

Chapter 17-48. Bala Bantuan


Satou di sini. Bahkan tanpa pepatah negara barat, bala bantuan yang dapat diandalkan, bergegas menyelamatkan protagonis dari kesulitan adalah salah satu momen untuk dinikmati dalam sebuah cerita. Ada kalanya mereka tidak bisa diandalkan -.



『Kami datang untuk membantu -』

Tiga pria yang dibalut cahaya oranye, biru dan kuning - dewa Heraruon, Garleon, dan Zaikuon - bergegas masuk ke ruangan itu.

Yah, aku tidak mengharapkan kelompok ini.

Aku sudah tahu dari titik-titik yang ditampilkan pada Peta ku bahwa itu bukan para gadis atau musuh, tetapi aku tidak pernah membayangkan bahwa itu adalah mereka.

『Parion!』
『Di mana kau, Parion!』

Begitu ya, tujuan mereka menyelamatkan Parion.
Mereka mengenakan armor yang mencolok, namun tampaknya mereka tidak ingin bertarung dengan Demon god.

『Dilarang terlalu jauh. Karion juga berkata begitu. 』
『Aku tidak mengatakannya. Tapi, aku setuju. Kau akan digerogoti oleh ketidakmurnian jika Kau terlalu jauh. 』

Dewi-dewi yang dibalut cahaya biru nila dan ungu terang - Urion dan Karion - muncul bersama dengan suara cerewet mereka.
Aku pikir Dewa Tenion akan datang juga, tapi aku tidak merasakan kehadirannya.
Sepertinya dia menjadi tim menunggu dirumah saat ini.

"—Sangat berisik."

Demon god perlahan berdiri dari singgasananya.
Bahkan Demon god tidak mampu untuk tetap duduk melawan tujuh dewa, tampaknya.

『MATILAAAAAH』
『Jangan pergi sendiri, Zaikuon! Tidak ada pilihan, bantu dia Garleon! 』

Para dewa pria sampai ke dalam kamar Demon God dalam sekejap.
Armor mereka bersinar terang dengan warna pribadi mereka.

--Geh.

Aku berada tepat di antara Demon god dan para dewa pria ini.

『Tahan, kalian bertiga!』
『Satou akan terseret dalam seranganmu!』
『Siapa yang peduli! 』
『Pengorbanan kecil untuk tujuan besar.』
『Mati seperti pion.』

Karion dan Urion mencoba menghentikan mereka, tetapi para dewa pria tidak mengindahkan mereka dan terus maju.

Aku mengerti bahwa mereka sepenuhnya bermaksud membunuhku bersama dengan Demon god.
Demon god sendiri telah mulai mengumpulkan cahaya ungu gelap kehitaman dalam upaya untuk menangkis mereka.

--Oh sial.

Pergerakan dewa pria dan Demon god terlalu berat untuk ditanggung oleh level 1 saat ini.
Aku bisa pergi ke suatu tempat yang aman dengan Unit Arrangement berbasis penglihatan, tetapi menilai dari besarnya keilahian yang mereka miliki, bahkan gelombang kejut saja kemungkinan akan membuat luka fatal bagiku.

Faktanya, penghalang yang aku buat menggunakan Primeval Magic semakin rusak saat aku sedang berpikir. Penghalangnya akan kembali kebentuk semula dengan cepat, tetapi kerusakan yang disebabkan oleh badai cahaya berwarna primer lebih cepat.

Saat aku kehilangan ketenangan, Divine Dancing Armor yang melayang di dekat Demon God tertangkap di hadapanku.

--Itu.

Menggunakan bantuan Primeval Magic, aku meretas Divine Dancing Armor Demon God untuk menjadikannya milikku dan nyaris tidak berhasil melindungi diriku dari tumbukan cahaya berwarna primer.

Tepat ketika kupikir aku berhasil selamat, hantaman keilahian yang sangat besar antara para dewa dan Demon god melewati titik kritis dan meledak.
Aku entah bagaimana berhasil menghindariya dengan menyiapkan beberapa penghalang Primeval Magic dan Divine Dancing Armor, tapi aku tetap saja terhempas ke dinding.

Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku, kemungkinan karena serangan yang aku terima.

Cahaya tersebut membakar mataku tadi, tapi penglihatanku kembali setelah beberapa saat.

Bentrokan sengit terjadi antara Demon god dan dewa pria plus dewa Urion di tengah ruangan.
Dewa Karion fokus mendukung mereka di belakang.

Para dewa berhasil dipojokkan oleh Demon god yang dalam kondisi tidak optimal.

Sebagian karena para dewa telah membuat banyak gerakan yang berfokus pada kekuatan kasar saja, tetapi sebagian besar karena kinerja tinggi Divine Sword.
Itu memecah penghalang vermilion milik dewa Karion dalam satu tebasan, senjata dan armor dewa hancur menjadi berkeping-keping ketika digunakan untuk memblokirnya.

Tentu saja para dewa juga menyadari bahaya pertarungan jarak dekat dan mencoba untuk keluar dari jangkauan Divine Sword, tetapi mereka akan ditarik kembali oleh Dimension Blade dan dipaksa untuk terlibat dalam pertarungan jarak dekat setiap kali itu terjadi.

Mati rasa yang menyerang tubuhku tidak menghilang, aku mengambil Elixir dari Storageku.

"--Uoo"

Tanganku tidak bisa memegang dengan baik karena mati rasa dan menjatuhkan botol elixir.
Magic Hand akan membereskan ini, tapi aku tidak bisa menggunakannya sekarang.

Aku minum isi dari Elixir melalui Storage.

--Itu tidak membuatku pulih?

Rupanya, mati rasa ini bukan hanya karena memar.
Aku mengawasi pertarungan di belakang Divine Dancing Armor yang aku rebut saat merawat mati rasa yang kuderita dengan Primeval Magic.

Pertarungan antara Demon god dan para dewa ini benar-benar menunjukkan pentingnya Otoritas dan senjata, meskipun para dewa memiliki kekuatan berkali-kali lipat, Demon god akan menjungkirbalikkannya dengan Otoritasnya dan bahkan mengubahnya menjadi sebuah serangannya.
Bilah Divine Sword akhirnya mengenai para dewa, warna cahaya pribadi masing-masing dewa tersebar kesekitar, namun itu bukan darah.
Meskipun satu tebasan Divine Sword tidak cukup untuk membunuh dewa-dewa ini, cahaya yang menerangi mereka akan melemah dengan setiap tebasan.
Tujuh dewa pasti akan kalah jika ini terus berlanjut.

Aku masih belum mengerti.

Mengapa Demon god tidak menggunakan Divine Sword <<PERISH>>?



"MASTEEEEEEEEEEEEEER!"

Suara Arisa bergema di kamar Demon God.

Sepertinya golden armor telah tiba.

『Arisa, sebelah sini.』

Aku mengatakannya kepada para gadis melalui Familiar Link karena bahkan [Paladin Domain] Nana tidak akan cukup untuk melindungi mereka dari bentrokan para dewa ini.

"MASTEEEEEEEEEEEEER!"

Arisa berteleportasi bersama semua orang ke sebelahku.

"Oh, syukurlah! Kehadiran Master tiba-tiba meledak dan tersebar kemana-mana, jadi aku memikirkan kemungkinan yang terburuk!"

Arisa menempel di dadaku sambil menangis.
Sepertinya dia merasakan kematianku dari Familiar Link.

"Maaf, maaf, level dan skillku dirampas oleh Demon god. Aku jadi sedikit melemah."
"Geh, kau level 1!"

Aku tidak ingin membuatnya cemas lagi, jadi aku memutuskan untuk tidak memberi tahu dia tentang kematianku.

"Mwu? Tidak pulih."

Mia memberikan magic penyembuhan padaku, tetapi lukaku tidak pulih seperti halnya dengan Elixir.

『Itu karena penggunaan Keilahian yang berlebihan.』

Suara Dewa Karion terdengar di kepalaku.
Rasanya seperti Familiar Link.

"--Keilahian?"

Tapi aku manusia?

『Primeval Magic adalah mukjizat yang diwujudkan melalui keilahian. Tubuh manusiamu terlalu banyak menggunakannya. 』

God Karion berbicara seolah dia memperingatkanku.

Yah, aku akan mati dalam pertarungan antara dewa dan demon god sebelumnya jika aku tidak menggunakannya.

『Karion! Lindungi aku lebih baik! 』
『Zaikuon terlalu jauh ke depan. Kau harus berkoordinasi lebih baik dengan yang lain. 』

Fokus God Karion bergeser dariku.

Sesaat kemudian, lengan kanan dan kedua kaki Zaikuon terpotong lalu dia jatuh ke lantai.
Zaikuon yang maju sendiri keluar dari pertempuran terlebih dahulu.

Tepat setelah itu, Garleon kehilangan tangan kanannya, Heraruon dan Urion terluka di sekujur tubuhnya sebelum jatuh juga.
Karion mencoba melindungi mereka dengan tumpukan penghalang, namun penghalang itu sudah hampir hancur oleh Divine Sword.

Aku memaksa tubuhku untuk bergerak dan memeriksa kondisinya.

"Aku akan baik-baik saja."

Perhatian Demon God sepenuhnya terfokus kepada para dewa.
Aku seharusnya bisa menemukan celah sekarang.

"Kau belum bisa bergerak, Master. Maksudku, kau bahkan tidak punya senjata."
"Aku punya ini."

Aku mengambil Holy Magic Sword, Pendragon, dari Storage milikku.
Pedang yang kembali dengan sendirinya ketika aku menyajikannya sebagai persembahan khusus.

"Aku bisa merasakan kekuatan luar biasa, tapi itu bukan tandingan pedang hitam itu, kan?"
"Ya, aku juga tidak bisa memenangkannya dalam kondisi saat ini. Tapi aku punya rencana."

Selain itu, tujuanku bukan mengalahkan Demon god, tetapi untuk membasmi ketidakmurnian darinya.
Itulah yang diinginkan Kagura juga.

"Nyu!"

Mata Tama terbuka lebar karena terkejut.

Yang terlihat adalah--.



『Bagus, Parion!』

Heraruon berteriak.

Sabit yang melindungi gadis-gadis kecil ungu di penghalang muncul dari balik dada Demon God.
Tidak, itu menembus dadanya.

『Apa yang kau lakukan Parion.』

Orang yang menyerang Demon god dengan sabit itu adalah dewi dengan wajah 'poyayan', Parion.

『Membunuh dewa.』
『Kau, pengkhianat?』
『Pengkhianat? Aku tidak begitu mengerti. 』

Tubuh Demon God hancur dan berubah menjadi kabut ungu gelap yang kemudian tersedot ke dalam sabit.
Akhir yang mengecewakan.

『Kerja bagus, Parion. 』
『Kau pasti membebaskan diri dari penjara Demon god sendiri.』
『Sekarang Inti Demon god telah hancur berkeping-keping, ia tidak dapat dihidupkan kembali.』

Para dewa memuji tindakan Parion satu demi satu.

Dewa Parion mengambil Divine Sword Demon God yang tergeletak dan berjalan menuju tujuh dewa tanpa menanggapi mereka.

『Parion, aku yang hebat ini, dewa terkuat, akan menjaga pedang berbahaya itu.』

Dewa Parion berjalan menuju Zaikuon yang mengulurkan lengannya, dan -.

Menikamnya dengan Divine Sword.

Zaikuon lenyap menjadi partikel cahaya kuning dengan ekspresi 'kenapa' di wajahnya.
Cahaya tersebut tersedot ke dalam Divine Sword.

『Selanjutnya.』

Dewa Parion berpindah ke depan dewa Heraruon untuk membunuhnya.
Namun, cahaya merah terang menghalangi tindakannya.

『Minggir.』
『Kenapa?』
『Karena, tidak bisa dibunuh?』

Dewa Parion memiringkan kepalanya dengan wajah 'poyayan' atas pertanyaan dewa Karion.

『Ey』
『Parion!』

Tepat ketika dewa Parion menghancurkan penghalang hijau dengan sabitnya, dewa Garleon melompat ke arahnya.

『--Foresight.』
<TLN : Pengelihatan masa depan>

Saat Divine Sword memblokir pedang biru dewa Garleon, percikan api hitam dan biru bertebaran kemana-mana.

『--Strongest Blade (Tidak ada yang tidak dapat dipotong)』

Sabit yang dibalut cahaya biru menebas leher dewa Garleon.
Itu adalah Unique Skill yang sering digunakan Hero Meiko.

『- Unrivaled Mobility (Tidak ada yang bisa mengenai).』

Parion menghindari cahaya oranye yang Heraruon tembakkan tanpa bergerak.

『--Kuat.』
『Sudah diperkuat.』

Mendengar kata-kata Karion, dewa Parion dengan bangga membusungkan dadanya seperti anak kecil.
Sepertinya dia telah memberikan para hero Unique skill - Otoritas agar itu semakin kuat.

Dewa Parion mencoba menusuk jantung dewa Garleon tanpa kepala dengan Divine Sword.

『Aku tidak akan membiarkanmu.』

Dewa Karion mengerahkan penghalang berwarna ungu.

『- Strongest Lance (Tidak ada yang tidak bisa ditembus)』

Divine Sword yang dibalut cahaya biru menembus penghalang dan jantung dewa Garleon.

Itu adalah Unique skill yang digunakan hero Hayato.
Sepertinya dewa Parion mampu menggunakan semua Unique skill yang digunakan oleh para hero.

『Garleon!』

Inti Dewa-nya tampaknya hancur, dewa Garleon berubah menjadi partikel cahaya biru sebelum disedot ke dalam Divine Sword.

『Tiga dewa tersisa.』

Dewa Parion mengalihkan pandangannya ke sasaran berikutnya.
Penghalang dewa Karion memblokirnya, tapi itu langsung dihancurkan oleh Divine Sword dan sabit.

『Dengan ini, aku akan menjadi lebih kuat.』

Dewa Parion mengangkat Divine Sword ke atas.

--Aku tidak akan membiarkanmu.

Aku bergerak tepat di depan Dewa Parion dengan Unit Arrangement, dan memblokir serangannya dengan pedang berwarna pelangi.


※ Author break dulu minggu depan, chapter berikutnya direncanakan untuk terbit pada 3/2 atau 4/2

Note :
Hehehe, dewa pria udah modar :v apakah satou bakal menambahkan para dewi ke haremnya?



PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 89. Kelahiran Perlombaan Olahraga Pulau Cal Mira

Chapter 89. Kelahiran Perlombaan Olahraga Pulau Cal Mira


Setelah mendengarkan cerita Raphtalia, itu memakan waktu hingga sore hari, dan waktu untuk pergi keluar telah terlewatkan.

Jika kita pergi sekarang, itu akan menjadi pertarungan malam hari di suatu pulau.
Aku memilih untuk tidak bertarung di malam hari secara berlebihan,  padahal waktu itu sangat berharga. Tapi itu cukup berbahaya...
Berbelanja di pasar akan menjadi pilihan, tapi... kemarin Aku sudah pergi kesana.
Dari awal Aku selalu membuat obat dan aksesoris, atau mempelajari mantra sihir, tapi aku sudah kehabisan bahan. Setelah kembali Aku akan diajari oleh seseorang yang telah disiapkan oleh ratu.
Kita memiliki waktu luang dan sedang bosan.

Oleh karena itu kita memutuskan untuk bermain dipantai sampai senja tiba.

“Wahoi~!”

Filo sedang bermain di laut.
Dia bersenang-senang di air dan mencoba menyelam di lautan seperti burung air.
Kurasa bukan seperti itu.
Aku rasa dia sedang latihan renang.
Sekilas dia terlihat tenggelam.
Maksudku, bisakah kau menenggelamkan diri?... mengambang selagi kedua kakinya berada diatas permukaan air. Kelakuannya itu sangat konyol.
Gayanya mengingatkanku pada orang yang terbunuh disuatu tempat dengan posisi yang sama. Apaan namanya?
Desa yang dihuni oleh anjing, Aku tidak bisa mengingatnya dengan detail.
Sudah 4 bulan terpisah dari pengetahuan otaku, dan dari awal aku hanya bisa mereferensikannya dari anime yang bergenre misteri.


“Level kita tidak naik sedikitpun. Itu salahmu Raphtalia.”
“Ehh... Mau bagaimana lagi. Jika pergi dimalam hari... itu juga menyusahkan karena kita harus kembali ketika pagi tiba.”
“Pertukaran anggota party itu yang bermasalah.”
“Itu benar... Aku harap waktu bergerak lebih cepat dari biasanya, mungkin sekarang bisa lebih menyenangkan.”
“Benar juga.”

Agar kita bisa bermain di pantai kita meminjam baju renang dari penginapan.
Yang bisa Aku bilang, pantai negeri tropis itu indah.
Sungguh, Aku baru pertama kali melihat ini, rasanya seperti datang ke Hawaii atau Guam.

“Kalau diperhatikan, banyak orang-orang yang bermain di pantai sama seperti kita.”
“Iya, Benar...”
“Raphtalia, apa kau membawa bola?”
“Aku menyimpannya dikamar penginapan...”
“Begitu ya.... seharusnya ada tempat yang meminjamkan bola.”

Entah kenapa walaupun Aku melihat sekitar, tidak ada toko yang menyediakan barang rekreasi.
Ada tempat beristirahat yang sering digunakan dipinggir pantai, tapi tidak ada mainan yang bisa dimainkan di pantai.
Karena disini panas, ada toko yang menjual makanan dan minuman dingin.
Tetapi, tidak ada toko yang menjual barang permainan.
.... Tidak ada papan selancar juga.
Untuk orang seperti Motoyasu, berselancar bukan hanya menjadi hobi mereka. Itu dia.
Selagi berpikir dan melihat sekitar, Aku melihat Motoyasu.
Sepertinya ia sudah baikkan, dan sekarang ia sedang menemani Bitch.
Ia tidak mempelajari kesalahannya. Ini akan sangat menyebalkan untuk berbicara dengannya karena ada Bitch disebelahnya, Aku tidak merasa nyaman.

“Apa yang sedang kau pikirkan?”
“Setelah melewati penderitaan akhirnya kita bermain di pantai. Aku rasa bermain bola voli di pantai akan sangat menyenangkan.”
“Di pantai ada latihan untuk tubuh bagian bawah dan kita harus mempertahankan bola untuk terus melayang di udara! Akan ku ambil dulu ya!”

Setelah mendengar saranku Raphtalia lari dengan sendirinya.
... Sepertinya Aku terlalu membesarkan otak ototnya.
Ini tidak bukan salah pelatihan juga sih...
Pondasi kehidupan Raphtalia itu sudah salah... Mungkin itu kesalahanku.

“Apa yang dilakukan Onee-chan?”
“Dia pergi untuk mengambil bola.”
“Hmm. Main bola?”
“Sepertinya begitu.”
“Firo sedang bosan. Jadi mau main lagi.”
“Oh. Berjuanglah.”
“Iyaa!”

Sambil menggambar garis lapang bola voli.... Raphtalia datang membawa bola.
Bola itu dibuat untuk anak-anak yang terbuat dari balloon, dan Raphtalia menjaga bola itu dari dulu.
Pelatihan di pantai untuk memperkuat tubuh bagian bawah, yah....

“Raphtalia, bisa kesini sebentar?”
“Apa? Baiklah.”

Aku memperhatikan tangan atas Raphtalia dengan seksama.
Dia sudah sering latihan, dan statusnya bertambah sedikit demi sedikit, tapi kenapa ototnya tidak terlihat begitu jelas.

“Ada apa?”
“Raphtalia, apa kau menggunakan sihir untuk menyembunyikan wujud aslimu?”

Raphtalia itu setengah rakun, hebat dalam mantra ilusi, dan berbakat dalam sihir cahaya dan kegelapan.
Itu berarti, ada kemungkinan dia memalsukan penampilannya.

“Kenapa aku harus melakukan hal yang tidak berguna seperti itu?”
“.... Raphtalia, tetap menjadi dirimu yang sesungguhnya.”
“Apa....? Aku mengerti.”

Raphtalia memiliki motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya.

Setelah itu, Aku menjelaskan dasar peraturan bermain bola voli.
Aku tidak menjelaskan secara keseluruhan, Aku hanya menjelaskan, untuk tidak menjatuhkan bola, cara memegang bola dengan benar, dan cara mengoper bola ke rekan satu tim.

“Baiklah Aku mulai! Tei!”
“Apa itu--!”

Raphtalia dan Filo memulai pertandingan bola voli di pantai dengan sengit.
Dari awal pertandingan mereka sudah mulai rush dan spike (smash), dan itu sudah melampaui pertandingan biasa dan menjadi pertarungan yang luar biasa.
Gerakan mereka berdua sangat cepat. Seperti sedang melihat wire action.
Ketika Aku melihat sekitar, Aku melihat orang-orang mulai berkumpul dan meniru gerakan mereka dengan senang.
Ya, itu karena tidak banyak orang bermain dengan bola, ada yang menggantikan bola dengan menggulung pakaian juga....
Mereka yang meniru penyerangan dan pertahanan Raphtalia dan Filo seperti sedang bermain bola voli juga.

“Apa Naofumi-sama tidak mau mencobanya.”

Raphtalia yang sedang melakukan smash menanyakan itu kepadaku.

“Tidak... Aku tidak bisa melakukannya.”
“?”

Apa Aku mengatakan hal yang aneh? Sepertinya Raphtalia dan Filo bermain bola voli itu dengan sangat santai.
Permainan tingkat dunia.
Aku tidak bisa mengikuti kekuatan fisik mereka.

“Melihatnya saja sudah membuatku senang.”
“Benarkah? Ini akan lebih menyenangkan bila Goshujin-sama ikut bermain.”
“Ini lebih mendekati pertarungan daripada permainan.”

Inikah efek dari Kenaikan Kelas, mereka menjadi manusia super.
Jika Aku menemani mereka maka Aku harus serius, dan itu sangat melelahkan. Dan Aku sedang dalam masa penyembuhan.

“Oh benar juga. Kalian coba main tangkap bendera dengan orang sekitar kalian.”

Ketika Aku mengatakan itu, mata Filo langsung bersinar. Permainan bola voli di pantai telah terganggu, dia langsung lari kepadaku.

“Apa itu? Bagaimana cara bermainnya!?”

Uh....

“Intinya, pertama-tama tusukkan tongkat kedalam tanah.”
“Ya!”

Aku mengambil tongkat dan menancapkannya di tanah.

“Kemudian.”

Berjalan sekitar 20 meter dari tongkat itu dan berbalik.

“Baiklah, Raphtalia dan Filo, cepat kemari.”
“Iya.”
“Iya~!”

Mereka berdua dengan cepat berjalan kepadaku.

“Jadi, kalian berdua saling membelakangi tongkat tadi dan berbaring di tanah.”
“Seperti ini?”
“Kaya gini?”

Mereka berdua berbaring sesuai dengan instruksiku.

“Jika Aku bilang Siap, dan Don! Maka setelah Aku mengatakan itu, cepat bangun dan lari ambil tongkat yang Aku tancapkan di tanah, orang yang mengambil tongkat itu akan menjadi pemenangnya. Tetapi, kau tidak boleh mengganggu lawanmu.”
“Itu terdengar menyenangkan.”
“Iya!”
“Sekarang kita latihan dulu.”

Para penonton berkumpul. Sepertinya para petualang sangat senang untuk melihat pertandingan ini.
Mungkin karena ini dunia lain? Disini tidak ada banyak permainan yang bisa dilakukan beramai-ramai.

“Siap....”

Mereka berdua menunggu Aku mengucapkan itu.

“Don! Mulai------!”

Dengan singkat, Aku terkubur oleh butiran pasir, yang tak lama kemudian menjadi gunungan pasir.
Raphtalia dan Filo adalah pelakunya. Dengan serentak mereka menendangi pasir pantai, hanya untuk mengamankan kemenangan mereka.
Ngomong-ngomong, sepertinya yang menang itu Filo.
Aku tidak yakin karena Aku terkubur oleh pasir pantai.

“Ini kemenangan Firo!”
“Selanjutnya Aku tidak akan kalah!”
“Sekuat apa kalian menendangi pasir pantai! harus ada batasannya!”

Setelah apa yang sedang kita mainkan waktu itu... telah dilanjutkan dan menjadi pertandingan utama.
Dengan demikian, Aku tidak tahu apa ini semacam prototipe dunia ini.

Raphtalia dan Filo bermain di pantai sampai hari itu berakhir.
Ada beberapa petualang yang ikut bermain juga, bola voli di pantai dan tangkap bendera pantai berakhir dengan sukses.
Ya, itu bagus untuk menghabiskan waktu.
Tampaknya Raphtalia puas dengan hasil latihan fisiknya.


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan

Senin, 20 Januari 2020

Isekaichan 2 Year Anniversary

Isekaichan 2 Year Anniversary


HALLO MINNA!

Apa kabarnya?
Hari ini ada yang ulang tahun loh, yep bener banget. Isekaichan sedang berulangtahun yang kedua hari ini~


Gak kerasa udah satu tahun mimin bikin postingan kayak gini dulu, ditahun kedua ini banyak tantangan tersendiri bagi kami. Mulai dari delay, update kemaleman, atau mencoba bikin platform sosial media baru (a.k.a discord) yang sepi kayak kuburan :'v

Dua tahun perjalanan isekaichan tidaklah mudah, tiap hari harus ketemu chapter untuk ngejer target update disela-sela kesibukan para mimin. Bahkan mimin sempet mikir, apa udahan aja ya? Capek gini terus... Tapi melihat komentar dan antusiasme kalian membuat kita bersemangat lagi. "Oh, ternyata ada juga yang nungguin hasil kerja keras kami." "Oh, ternyata gak sia-sia begadang buat nyelesain chapter." Komentar kalian itu ibarat penyemangat buat para mimin.

Hal yang bermula dari keisengan mimin Isekai-Chan yang males baca ulang novel favoritnya. Berakhir menjadi sesuatu yang 'besar'. Menjadi suatu tempat yang berharga bagi mimin Isekai-Chan sendiri. Berinteraksi dengan para mimin kampr*t, dengan para reader. Membuat suatu pengalaman unik tersendiri.

Dan gak kerasa, mimin di isekaichan sudah semakin bertambah. Berawal dari mimin Isekai-Chan, Rakuha, Mobius. Lalu bergabunglah mimin Yuki-chan, lalu mimin Haze yang pendiem tapi sekalinya ngomong jleb. Terus ada mimin Ryuu sang masokis kita. Ada mimin Conscriptra2 yang kalo kalian mau tanya novel apapun pasti dia tau :v, Mimin kuaci yang pendiem tapi tiba-tiba bisa ngasih chapter satu volume sendiri. Ada mimin Nate yang pekerja keras dan rajin menabung :v, Mimin Fujiwara-sama yang pemalu gak pernah muncul di grup admin x'D, Ada dua sejoli ampas tukang bikin ribut, si mimin Tasha sama Shindo(l). Lalu ada mimin Poo yang diam-diam ternyata mesum (hehe), Ada mimin bajatsu yang progressnya cepet gila, dan terakhir ada mimin Acedia si manusia yang ingin menyebarkan kemalasan (katanya). Ada 15 Admin disini saling berkolaborasi, menyelesaikan chapter satu persatu. Walaupun di tahun ini banyak mimin yang sedang cuti, atau mungkin sibuk ujian~ Tapi itu tidak mengubah prestasi yang telah mimin-mimin berikan bagi isekaichan. 

Walaupun sekarang fraksi mimin isekaichan terpecah jadi dua (lolicon dan oneesan) kalian yg mana guys? tapi ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri bisa bekerja bersama kalian semua. Dan menjadi sebuah prestasi tersendiri mendapatkan komen dan antusias kalian.

Tentunya kami bukan apa-apa tanpa dukungan kalian semua, tanpa komentar kalian semua. Mungkin isekaichan bisa jadi tidak bisa merayakan ulang tahunnya yang kedua. Tapi takdir berkata lain, isekaichan bisa bertahan sampai titik ini. Kami berhasil menyelesaikan hampir 1000 chapter selama 2 tahun ini (gak kerasa anj*r, kok bisa sebanyak itu ya :v). Dan hampir menyentuh angka 1 JUTA view. Terimakasih atas kepercayaan dan dukungan kalian semua sehingga isekaichan bisa sampai ke titik ini.

Kami akan selalu berusaha memperbaiki kemampuan kami dan meningkatkan kinerja isekaichan. Dan pasti didepan sana masih banyak rintangan menghadang, Namun satu hal yang pasti. Selama novel isekai masih ada, Isekaichan akan tetap ada. Karena kita disini adalah tempat bagi pecinta isekai~ Jadi jangan bosen-bosen buat dukung kami ya, dan terus nantikan hasil karya isekaichan berikutnya~

Oh iya, untuk menyambut ulang tahun ini. Isekaichan mengadakan Giveaway yang bisa diikuti di laman facebook dibawah ini. Jangan sampai ketinggalan ya, banyak hadiah yang menarik~



Jadi, apa yang kalian harapkan dan ucapan yang ingin kalian sampaikan kepada isekaichan kedepannya? Tuliskan dikolom komentar ya, kami tunggu~

Perjuangan kami akan terus berlanjut, dan sampai jumpa di Anniversary ke 3 Isekaichan~


SEE YOU ALL!!
HAPPY 2ND ANNIVERSARY FOR ISEKAICHAN

I Became Hero’s Bride! Novel Bahasa Indonesia Chapter 29 – Hati yang Terhubung

Chapter 29 – Hati yang Terhubung



Wajahnya tersembunyi. Tapi Minwoo bisa tahu identitas wanita yang berpakaian mencurigakan itu begitu dia melihatnya. Clarice. Tapi mengapa dia ada di sini? Tapi sebelum dia bisa mengatakan apa pun, Clarice sudah melarikan diri. Dia lari dari kerumunan dan menghilang ke dalam gang.

Minwoo melotot pada Orleia. Orleia menggelengkan kepalanya dengan ekspresi kaget.

"Ini bukan ulahku! Aku juga tidak tahu kenapa Clee ada di sini! ”

Apakah itu kebenaran atau bukan, Orleia bukanlah hal yang penting saat ini. Minwoo segera melompat dari panggung dan mengejar Clarice. Orleia, yang tiba-tiba menjadi wanita yang ditinggalkan oleh tunangannya, hanya bisa menatap Minwoo dengan bodoh yang mengejar Clarice, menghilang ke dalam bayang-bayang gang.

Apa. Yang. Sedang terjadi.

Dia sangat terpana sehingga tidak ada suara yang keluar. Orleia melepaskan penyamarannya, menatap Senyun dan Ericia yang mendekatinya dan berkata dengan dingin.

"Apalagi ini, kalian akan menjelaskan kepadaku, kan?"

***

Langit yang terlihat dari lorong perlahan-lahan mulai gelap. Itu adalah warna dingin yang membekukan hatinya juga. Setelah melepas penyamarannya, Clarice membungkuk dengan punggung menyandar ke dinding gang. Wajahnya yang berkeringat terasa dingin karena udara awal musim gugur yang segar. Tapi hanya itu. Hatinya masih terasa pengap seolah-olah itu terbungkus erat dengan benang tak kasat mata, yang masih belum ia jawab.

Cemburu- Pada kenyataan bahwa ia cemburu pada Orleia, dan kekacauan identitas gendernya yang goyah mengguncang bahu lemah Clarice ketika ia membenamkan wajahnya ke lutut. 'Sesuatu' yang tidak jelas mulai muncul ke permukaan. Dia ingin mengalihkan pandangan darinya. Dia ingin menerimanya perlahan-lahan.

Karena dia belum memiliki keberanian untuk menghadapi 'emosi' yang telah dia sembunyikan untuk Hero-nim entah sejak kapan,.

"Hei, nona ~"

Clarice berbalik kearah suara-suara yang datang dari atas kepalanya. Meskipun dia tidak bisa melihat wajah mereka karena cahaya yang redup, dia bisa tahu dari gaya rambut mereka yang unik. Mohawk, buzzcut dan Pompador (A.N: eyy mereka kembali :v). Trio yang tampak liar dari setiap incinya, membuat senyum kotor di wajah mereka saat mereka memandang rendah padanya.

Sementara itu, trio yang menghadap Clarice bertukar pandangan sebelum mereka mulai bergumam sendiri. A ..., Sangat cantik! Payudaranya juga besar! Kenapa dia menundukkan kepalanya seperti itu? Hei, bukankah dia terlihat mirip dengan seseorang? Siapa? Putri Clarice. Kau bodoh Mengapa sang putri ada di sini? Setelah perdebatan panjang, mereka sampai pada suatu kesimpulan. Bahwa mereka akan mengubur wajah mereka di ‘lembah-lembah’ itu bahkan jika mereka mati.

Hai. Clarice secara naluriah menutupi payudaranya. Dia bisa mendengar semuanya. Melihat reaksi imut itu, Si Mohawk mencibir dan memberi isyarat.

"Nonaaa ~ kami muda-mudi yang berbaik hati ~ Ikutlah dengan kami. Ini tidak akan berakhir menyenangkan jika kau berkata tidak! "

Karena Clarice berpikir itu sudah sangat tidak menyenangkan, ketakutan, dia berteriak.

"A-aku seorang (mantan) pria!"
"Ha?"

Pria?

"Serius?"
"Iya. Aku seorang (mantan) pria. "
“…………”

Waktu habis. Ketiganya kembali berdebat. Apakah gadis itu bodoh? Oi, payudaranya terlalu luar biasa. Itu bisa jadi seorang pemula cross-dresser yang menaruh terlalu banyak bantalan di dalam bra. Tapi suaranya seperti wanita. Setelah perdebatan panjang, mereka sampai pada kesimpulan. Bahkan jika itu seorang lelaki, dia benar-benar cantik sehingga itu masih 'mungkin'.

Dan tepat ketika ketiganya hendak meletakkan tangan mereka pada Clarice tanpa sedikit pun keraguan.

"Tunggu !!!"

Teriakan tergesa-gesa menghentikan ketiganya. Bagaimana dia di sini. Dengan mata bimbang, Clarice menoleh untuk melihat Minwoo berdiri di jalan masuk gang. Menyadari Minwoo, Si Pompador menunjuk padanya.

"Kau hyung yang menyelamatkan kita saat itu? Kenapa hyung ada di sini lagi ... Apakah kau kenal wanita ini? ”
<TLN : Hyung = kakak>

Minwoo dan Clarice saling bertukar pandang. Saling kenal? Tidak. Hubungan mereka lebih dari sekadar saling mengenal. Keduanya menjawab pada saat bersamaan.

"Tunanganku!"
"Tidak ada apa pun di antara kita!"

?

??

???

“Ap, apa ?! Bagaimana bisa tidak ada apa-apa di antara kita ?! ”
"Eh? t, tapi ... "

Clarice terhenti dan menghindari tatapannya. Ya Tuhan. Minwoo merasakan goresan besar di hatinya pada reaksi itu. Apakah dia benar-benar membencinya karena Orleia. Itu tidak mungkin. Mereka secara blak-blakan berkata menjadi pasangan yang bertunangan tepat di depannya sehingga tidak mungkin dia tidak akan membencinya sekarang.

“H, hyung. Tetaplah kuat. Kami akan mendukungmu. "
"Ya! Lakukan yang terbaik!"
"Kita akan dengan tenang keluar dari panggung!"

Trio itu dapat membaca suasananya dan pergi dari sana seperti yang mereka katakan. Mengesampingkan tentang identitas mereka, Minwoo mendekati Clarice. Dia ingin bertanya mengapa dia ada di sini dan juga sangat ingin menjelaskan tentang Orleia, tetapi apa yang keluar dari mulutnya hanyalah pertanyaan kecil yang paling menarik.

"Apakah... Apakah kau sangat membenciku?"
"Eh?"
"Kau bilang, tidak ada apa-apa di antara kita ..."
“…………”

Clarice kaget dan menatap Minwoo. Ah. Dia seharusnya tidak mengatakan itu. Wajah Minwoo memerah kemerahan karena malu tingkat dua.

"……Tidak. Bukan itu yang aku maksudkan saat mengatakan itu. ”

Clarice dengan muram melihat ke bawah dan menjawab. Saat itulah Minwoo menyadari bahwa reaksi Clarice agak tidak aktif.

"Sebaliknya. Aku mengatakan itu karena aku pikir Hero-nim tidak akan menyukainya. "

Sepertinya itu akan menjadi cerita yang panjang. Minwoo duduk di samping Clarice dan dengan tenang bertanya.

"Kenapa kau pikir aku tidak menyukainya?"
"Itu ... Aku awalnya adalah laki-laki. Ditambah lagi, pernikahan ini sepenuhnya salahku. ”

Clarice menjelaskan kebenaran bahwa jika dia tidak meminta Hero-nim untuk tetap di kerajaan, semua ini tidak akan terjadi. Wajah Minwoo mengeras saat dia berpikir. Apakah itu yang ada di pikirannya. Kalau begitu, hanya ada satu hal yang bisa dia katakan.

"Kau tahu. Aku tidak masalah dengan hal itu. "
"Eh?"
"Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Jika orang tersebut, aku, tidak masalah dengan itu, lalu apa masalahnya?"

Minwoo melihat mata Clarice yang tertegun dan tersenyum.

"Karena, aku bisa tinggal di sisi Clarice."
"Hero-nim …… .."

Clarice tidak bisa mengatakan apa-apa. Perasaannya tiba-tiba meluap. Hampir tidak menghentikannya keluar dari tenggorokannya, akhirnya Clarice berkata.

"Tapi, kau masih ingin tetap menikahiku, yang awalnya laki-laki?"

Mm. Minwoo berhenti untuk berpikir. Haruskah dia mengatakan ini. Tetapi ketika Clarice mulai terkulai lagi karena ragu-ragu, pikirannya mengalir deras saat dia berkata dengan cepat.

"Aku tidak masalah dengan seorang pria selama itu adalah Clarice!" 
<TLN: ( ͡☉ ͜ʖ ͡☉) >

Pengakuan yang menggetarkan. Bahkan orang yang berkata itu sendiri terkejut-dan meragukan telinganya sendiri. Dafuq, apa yang baru saja dia katakan. Oh tidak. Sekarang hanya membayangkan tatapan jijik Clarice yang ditujukan padanya membuatnya hanya ingin mati di sana dan-

"Aku, aku juga! Bahkan sebagai laki-laki... Jika itu Hero-nim maka aku, aku tidak keberatan... " 
<TLN: (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵) >

Pengakuan yang menggetarkan. Bahkan orang yang berkata itu sendiri terkejut-dan meragukan telinganya. Dafuq, apa yang baru saja dia katakan. Oh tidak. Tiba-tiba Hero-nim menjadi kaku seperti batu dan dia tidak bergerak.

Tapi susu sudah tumpah. Clarice melompat dan menghadap Minwoo dengan wajah merah cerahnya. Hatinya berdebar seperti orang gila dan dia sangat gemetar sehingga dia hanya ingin melompat dan menjatuhkan diri. Tapi dia tidak melakukannya.

"Aku akan memiliki, menjaga, dan menghargaimu selama sisa hidupku."
"Aku tidak ingin kehilangan orang penting bagiku untuk kedua kalinya."
"Apa kau baik baik saja? Apakah kau terluka? "
"Karena itu aku bisa tinggal di samping sisi Clarice."

Hero-nim selalu menghargai orang idiot seperti dia yang sederhana dan tulus. Sekarang dia ingin jujur dengan perasaannya sendiri.

Pada saat ini, Clarice akhirnya bisa menghadapinya.

Perasaannya sendiri untuk hero.

“Hero-nim! Dengarkan. Dari, dari dulu sekali aku–! ”

Bang !!!

Kembang api raksasa tiba-tiba memakan kata-kata terakhir Clarice. Mereka berdua menatap langit pada saat bersamaan. Kembang api dari segala bentuk dan warna berubah menjadi bintang yang menerangi langit malam. Dengan pertunjukan itu, Minwoo berkata dengan suara yang jauh.

"Sepertinya api unggun sudah dimulai."
"Api unggun?"

Clarice berbalik ke Minwoo. Wajah Minwoo diterangi segala macam warna oleh kembang api. Mungkin itu karena cahaya merah, tapi wajah Minwoo tampak lebih merah dari biasanya. Seolah merasa agak malu, Minwoo mengusap lehernya dan bertanya.

"Tapi, eh, apa yang kau katakan?"
"Eh? Ah ... Itu .... "

Wow. Serius. Bagaimana bisa kembang api menyala pada saat-saat seperti itu. Meratap dan berpikir keras, Clarice hanya bisa gelisah sambil memainkan jarinya sebelum akhirnya dia berkata.

"Sebelum itu, semua orang menunggu, jadi ayo pergi!"

Bahkan jika Orleia memanggilnya pengecut, dia tidak akan menjawab. Mendengar kata-kata Clarice, Minwoo akhirnya ingat Orleia yang ditinggalkannya.

"Benar. Sepertinya aku akan mendapatkan omelan lagi dari Orleia. "

Orleia. Untuk sesaat, sesuatu melintas di benak Clarice. Akan baik-baik saja. Jadi siapa yang bilang aku tidak bisa. Dia tidak lagi duduk mengisap ibu jarinya. Ketika Minwoo hendak meninggalkan gang, Clarice menarik-narik lengan bajunya dengan malu-malu.

"Hero-nim, bisakah ... Bisakah kita, mengaitkan lengan?"

Dengan wajah bodoh, Minwoo dengan bodoh bertanya balik.

"……..Apa?"

Kembang api merah menerangi langit malam sekali lagi.

***

Jalan kembali ke alun-alun kota. Clarice memberi tahu Minwoo tentang rencana gelap Orleia, dan bagaimana dia, bersama dengan Senyun dan Ericia, telah membuntuti mereka sampai sekarang. Minwoo menggosok pantatnya dan bergidik.

"Sial. Jadi itu rencananya ... "

Pedang suci atau tidak, tidak ada ampun jika dia menangkapnya. Kaki Clarice berhenti. Perhatiannya tertuju pada sebuah kios jalanan. Itu adalah warung jalan yang sama yang Minwoo kunjungi dengan Orleia pagi itu.

"Ingin mencobanya?"
"Ya?"

Clarice berbalik menghadap Minwoo. Karena lengan mereka saling terkait, wajah mereka sangat berdekatan. Tanpa bisa mengatakan siapa yang pertama, keduanya memalingkan wajah, kedua pipinya merah padam. Kedua hati mereka berdegup kencang sehingga mereka berpikir yang lain bisa mendengarnya. Tapi tak satu pun dari mereka melepaskan tangan satu sama lain.

"Ya ~ Selamat data..."

Pedagang itu terdiam saat melihat Clarice. S, sungguh cantik! Dan payudaranya besar! Tapi seperti seorang profesional, dia tenang dan menerima pesanan mereka. Anehnya, pria di sampingnya yang tampan sepertinya tampak familiar. Hampir seolah-olah dia melihatnya pagi itu...

"Iya. Mataku berpesta hari ini. Pasangan yang sangat berseri-seri di sini, di kiosku! ”

Mendengar kata-katanya, Clarice dan Minwoo berpaling satu sama lain, sebelum berbalik malu-malu. Itu adalah reaksi dari pasangan yang baru saja bertemu. Penjual itu yakin bahwa kefamiliarannya adalah kesalahan. Anak laki-laki yang dia lihat di pagi hari memiliki wajah dingin dan mendorong pacarnya pergi tidak peduli berapa banyak dia menempel padanya. Tidak mungkin itu orang yang sama dengan anak lelaki bahagia ini. Ya.

………..Karena jika itu adalah orang yang sama maka dia akan menjadi bajingan terbesar di masa ini yang berganti dua kecantikan yang luar biasa dalam hitungan jam.

"Kami bukan pasangan."

Suara Clarice yang ceria dan ceria membawa vendor keluar dari pikirannya. Wow. Bahkan suaranya indah.

Clarice menyandarkan wajahnya di bahu Minwoo dan tersenyum malu-malu.

"Kami, bertunangan satu sama lain."

Dhuk. Minwoo, penjual, dan orang-orang di sekitarnya yang semuanya menatap Clarice membeku seketika.

Ketika kedua orang itu pergi setelah beberapa obrolan, penjual, yang tidak bisa mengalihkan pandangannya ke tubuh rampingnya Clarice, memiliki pemikiran yang sangat aneh.

"Sekarang setelah aku memikirkannya, wanita itu, agak mengingatkanku pada sang putri."

Terutama payudaranya.

***

Alun-alun tempat api unggun dipenuhi pria dan wanita yang berpasangan dan menari, seperti pesta dansa. Kekasih yang penuh kasih sayang, pria dan wanita yang matanya baru saja bertemu, anak-anak perempuan dan ayah mereka, anak-anak lelaki dan ibu-ibu mereka yang sudah lanjut usia, cara hati mereka terhubung semuanya berbeda, tetapi masing-masing dari mereka menikmati diri mereka sendiri.

"Cantiknya…"

Clarice bergumam, memperhatikan orang-orang menari dengan senyum di bibirnya.

Ini adalah festival merayakan pernikahan bangsawan. Sebuah festival yang merayakan cinta yang menantang peluang untuk menciptakan pasangan. Karena itu, untuk menyesuaikan tema, tempat itu juga menjadi tempat bagi pria dan wanita untuk berkumpul. Jadi, Mereka meminta orang yang sudah lama mereka sukai untuk menari, atau bertukar kata-kata cinta saat mereka menari.

Karena ini adalah cara terbaik untuk merayakan pernikahan sang putri.

"Menurutmu, apakah semua orang memberkati pernikahan kita?"

Minwoo tanpa berkata-kata memegang tangan Clarice. Kehangatan di mana tubuh mereka bertemu menyebar melalui mereka berdua.

"Clarice."
"Iya."

Dunia penuh dengan suara kembang api, suara api unggun, dan orang-orang yang menari. Tiba-tiba, pikir Minwoo.

"Apakah kau ingin berdansa denganku?"

Clarice tersenyum lembut. Sama seperti saat itu.

"Kurasa bukan aku yang memulainya kali ini?"

Tangan mereka saling bertemu dengan lembut.

Pada saat ini, hati mereka terhubung menjadi satu.

***

"Ha. Ini adalah kekalahan telak bagiku. "

Orleia tertawa tak terkendali. Apalagi acara yang paling dinantikannya telah dicuri tepat di bawah hidungnya, dia bahkan sudah memastikannya tepat di depannya seolah-olah untuk pamer. Tapi tanpa diduga, hati Orleia tenang. Karena dia merasakan kesenjangan di antara mereka yang begitu jelas dan tak terkalahkan sehingga dia bahkan tidak bisa marah.

Dia tidak bisa membuat senyum penuh kasih sayang seperti itu. Saat ini, Orleia yakin. Satu-satunya yang bisa membuatnya Bahagia adalah Clarice. Yang seharusnya di sisi pemberani bukanlah dia, tapi Clarice. Sialan...

Tidak, mungkin dia sudah tahu itu sejak awal. Ketenangan dalam hatinya ini adalah buktinya. Mungkin, karena kesombongan, dia sengaja menghindari menghadapi kebenaran dan mencoba untuk mendapatkannya dengan segala cara.

“Itu brilian. Aku tidak tahu kekasihku bisa menari dengan baik? "

Tepuk tepuk tepuk. Setelah selesai, Orleia muncul di depan mereka berdua, bertepuk tangan untuk mereka. Suasana manis berubah secara instan seolah-olah air dingin ditumpahkan pada mereka. Orleia merasakan kepuasan yang aneh saat itu. Dia seharusnya diizinkan setidaknya untuk melakukan ini.

“Kenapa kau cemberut seperti itu? Aku hanya di sini untuk memberi kabar baik, kekasihku. "
"Kabar baik?"

Iya. Meskipun itu berita yang sangat buruk bagiku. Tanpa kata-kata, Orleia mengeluarkan pedang suci. Terkejut, Minwoo menarik Clarice di belakangnya dan mengawasinya dengan waspada. Jadi dia akan menuju ke sana pada akhirnya. Itu adalah pikirannya seakan itu wajar saja.

Tapi tindakan Orleia selanjutnya adalah milyaran tahun cahaya melampaui apa yang bisa dibayangkan Minwoo.

"Eiit."

Orleia menghempaskan pedang suci itu di atas lututnya. Crack! Dengan suara yang tajam, pedang suci itu pecah menjadi dua.

"" Eh ??? ""

Melihat keduanya dengan bodoh bertanya padanya, Orleia tertawa kecil.

"Sekarang. Kau bebas. Jadi kekasihku, lihat seberapa baik kau melakukannya tanpaku. Bahkan jika kau kembali kepadaku memohon dan menangis, aku tiiiiiiiiiiiiiiiii ~ dak akan menerimamu kembali. "

Hmph. Orleia berbalik dan pergi. Dia akan pergi. Jika Clarice tidak memanggilnya.

"Tunggu."

Orleia merengut ketika dia berbalik.

"Apa?"

Dia akan pergi dengan tenang juga....

"Orleia. Kau bertanya kepadaku sebelumnya. Apakah aku tidak malu menghadapi Hero-nim. Jawaban itu, aku akan memberitahumu sekarang. ”

Orleia mencibir saat dia berkata dengan sarkastis.

"Ho, jadi apa jawaban... BUGH!!!!"

... dia tidak bisa mengatakan kata-kata sarkasme. Karena dengan 'bunyi gedebuk!' Dan suara hantaman yang setidaknya ada tiga gigi melayang bersama suara tersebut, Orleia melakukan putaran 360 di udara dan terjatuh ke tanah.

"?! ??!? !!!"
“Ini jawabanku. ‘Pergilah, jalang. '"

Clarice meludahinya dengan kejam ke arah wajah yang berbau darah. Pukulan sebelumnya adalah pukulan ke wajah yang menggunakan momentum payudara Kekuatan Rahim. Sepertinya dia punya sesuatu yang lain untuk disyukuri dari Ericia. Saat Orleia bangkit kembali, dia meludahkan air liur yang berlumuran darah.

Wow. Menjijikan. Dia benar-benar kehilangan tiga gigi. Karena tidak bisa menahan rasa ngerinya, Orleia menunjuk ‘apa yang dulunya’ giginya dan berteriak.

“K, ke, kekasihku! Lihat! Ini perbuatan Clee GEDEBUGH? !!!!! "

... dia tidak bisa berteriak. Karena dengan bunyi gedebuk! Dan suara hantaman yang setidaknya ada enam gigi bersamanya, Orleia melakukan putaran 540 yang menakjubkan di udara dan ambruk.

Ah, sekarang tanganku mulai sakit. Sambil menggerakkan tangannya yang bengkak, dia meludah dengan kejam.

"Dan itu untuk saat kau hampir memperkosaku."
"Hii, hiiik ... !!"

Orleia mundur dengan panik untuk menghindari serangan Clarice. Karena mulutnya hancur hingga ia bahkan tidak bisa meminjam kekuatan Mitohi. Orleia mengirimi tatapan memohon kepada kekasihnya. Selamatkan aku kekasihku! Anak ini sudah gila !!

Mungkin permohonannya mencapai pria itu, Minwoo meletakkan tangan di bahu Clarice.

"Cukup."
"Hero-nim ..."

Clarice menggigit bibirnya dan menatap Orleia, sebelum dia melangkah mundur. Wah. Dia selamat. Saat Orleia menghela nafas lega, Minwoo meludah dengan kejam.

"Karena sekarang giliranku sekarang."

Ha? Orleia membuat suara tercengang. .....dan dia tidak bisa menghindar.

Hari itu, ketika Orleia membayar harga untuk ejekan yang dia buat, dia menjadi sangat sadar akan satu kebenaran tertentu.

Pedang suci bukan hanya bukti pertunangan, tetapi juga yang menjaga lehernya tetap utuh.

Note:
Akhirnya arc Gadis Suci selesai juga. Bagaimana? Kalian kasihan sama Orleia atau puas?


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: MobiusAnomalous
EDITOR: Isekai-Chan

Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai Light Novel Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 5. Pria Muda Tiba di Desa Kelahirannya

Volume 2
Chapter 5. Pria Muda Tiba di Desa Kelahirannya


Dale memacu kuda dengan kecepatan penuh melalui jalur pegunungan berhutan. Ternyata, penyerang mereka tidak mengira kuda kecil dapat berlari secepat itu dengan dua orang yang menungganginya, bahkan jika salah satunya adalah seorang anak. Itu sebabnya manuver tak terduga ini terbukti berhasil.

Setelah menerobos musuh sekitarnya, Dale berputar dan menembakkan panah mana untuk menjauhkan mereka.

"Dale!"

“Ini berbahaya, tetap menunduk! Pastikan sihirnya tidak terputus! << Gravity Reduction >>”

Memeriksa belakang mereka, ia merasakan beberapa penyerang handal yang menyembunyikan kehadiran mereka di hutan. Bahkan dengan keahlian Dale, ia tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa ia sudah melacak mereka semua.

“Sialan!” kata Dale, menangkis serangan panah dengan longsword di tangan kanannya. Dia tidak mengurangi kecepatannya untuk memastikan panah tersebut telah mendarat ke tanah. Lagipula dia mampu mengurusi pengejar mereka karena Latina yang menangani sihirnya. Selain sihir kontrol gravitasi untuk meringankan beban kuda, Latina kadang-kadang juga menggunakan sihir penyembuhan, yang memungkinkan binatang itu berlari dalam kecepatan penuh sepanjang jalur pegunungan dengan mereka diatas punggungnya.

“Aku rasa mereka akan segera datang, tapi aku tidak mau itu menjadi kenyataan!”

"Dale!"

"Aku mengerti!"

Mendengar peringatan Latina ini, Dale segera menyentakkan kemudi kuda agar kudanya melompat. Dia merasa kebingungan dengan para penyerang yang mengejar mereka. Mereka kemungkinan besar sudah membuat perangkap atau jebakan. Sebuah senyum tipis melintas di wajah Dale, dan ia harus menahan diri dari berteriak, “Layani dengan baik!”

Dale tidak yakin apakah ia akan menyadari perangkap itu jika Latina tidak bersamanya. Dia memiliki ahli dalam hal observasi, namun ia tidak memiliki kemampuan khusus seperti Latina. Dia menginstruksikan Latina untuk memberitahu dia segera jika dia merasakan tempat yang terasa berbeda. Itu tidak masalah jika dia salah, tapi kali ini jelas sukses besar.

Setelah lereng berakhir, jalan datar terlihat, dan dikejahuan terlihat tebing bebatuan. Tidak ada apa-apa selain batu di kiri dan kanan jalan, tapi ada celah di satu tempat: terowongan tepat didepan mereka. Jika mereka bisa melaluinya, mereka akan bebas.

“Aku tidak akan tertipu!” Kata Dale kepada dirinya sendiri. Dia membuat kudanya berhenti mendadak. tubuh Latina melayang ke udara karena gaya dorong, tetapi Dale menggunakan tubuhnya sendiri untuk menghentikan Latina agar tidak terjatuh.

Sama seperti yang ia harapkan, Sedetik kemudian bebatuan jatuh dan memblokir terowongan tepat didepan mereka.

“Apakah kau idiot ?! Serius!”

Ia mendesak kuda agar berjalan kembali dan mulai melantunkan mantra menuju jalan yang disegel.

“Oh Kau yang menjadi milik bumi, dengan namaku, aku memerintahkanmu untuk menggeser sesuai keinginanku.<< Ground Transfiguration >>”

Daripada serangan, ini hanya menggeser tanah. Tapi itu sudah cukup. Rintangan dihadapan mereka hancur berkeping-keping, diiringi oleh awan debu. Dale menutupi Latina dengan menarik mantelnya.

Awan juga akan memblokir pandangan sang penyerang.

Dale dan Latina menyelinap melalui terowongan, dan pemandangan terlihat didepan mereka.

Pada saat itu juga, Dale berteriak, “... Nenek tua sialan! Bukankah sudah kubilang aku tidak datang sendirian kali ini, bukan ?!”

Wanita yang lebih tua yang berdiri didepan terowongan membuat ekspresi bersalah saat ia menatap Dale. “Hei, Kau tidak boleh memanggil nenekmu ‘sialan’”

“Dan kau juga, Bu! Apakah Kau serius ingin membunuh anakmu setelah melihatku untuk pertama kalinya setelah sekian lama ?!”

“Tentu saja tidak ... Aku hanya memblokir pintu masukmu sedikit, kan?”

“Jika waktumu salah sedikit saja, maka itu tidak akan berakhir dengan 'hanya'!”

“Ara, ara ... itu bukan masalah yang besar kan ...”

"Benar. Kita selalu melakukan ini ...”

“Dan kau, Ayah! Kau tidak seharusnya menembaki kita!”Dale mengkritik penuh amarah, berbalik ke arah suara pria itu ia mendengar.

“Kau menembaki kami juga, kan ...?” Jawab suara tenang acuh tak acuh dan tanpa sedikit rasa bersalah. “Kami sudah memastikan untuk melepas ujung panahnya, kau tahu ...”

“Kau seharusnya tidak menembak! Itu masih sakit bahkan tanpa ujung panah, tapi Kau masih mencoba untuk menembak kami!”

“Terserahlah.” Bahkan tidak ada penyesalan dalam ekspresi atau suara pria itu.

Ketika mereka berdebat seperti itu, para pengejar yang tersisa akhirnya berhasil menyusul.

“Kau mengerikan, Dale. Kami tertutupi debu.”

“Sungguh, ada cara yang lebih baik untuk menyambut kepulanganmu setelah sekian lama ...”

“Aku mengerikan ?! Aku?!"

Mereka semua adalah saudara sepupu Dale dan teman masa kecilnya.

“Maksudku, itu perintah kepala desa.”

"Ya."

Begitulah cara mereka menanggapi kritik Dale.

“Kau tampak bekerja sangat keras, mengingat kami selalu melakukan ini ...” kata ayah Dale. Kemudian tatapannya berhenti pada gadis muda yang sedang dipeluk dale, dan ia menegang. Tindakannya persis seperti anaknya, tapi sekarang tidak ada yang mengatakannya.

Mata Latina telah memandangi di sekitar, dan sekarang dia menatap Dale, masih jelas terkejut.

“Dale ... kau tidak akur dengan keluargamu?”

“Tidak, Latina, itu ...”

Sementara Dale mencari kata-kata yang tepat, keterkejutan yang dimulai dari ayahnya menyebar kepada yang lain.

“Seorang gadis ?!” mereka semua berteriak sekaligus, menyebabkan Latina melompat terkejut.

“Wah ?!” Dia nyaris saja terjatuh dari kuda.

“Yah ... Nenek bilang kau akan membawa seseorang bersamamu, tapi kita semua pikir itu adalah salah satu rekan-rekan petualangmu, seperti biasa,” kata ibu Dale dengan penuh senyuman. Dia tampak gelisah, tetapi seperti dia juga berusaha untuk menghindari masalah saat ia melambaikan tangannya bolak-balik untuk sesaat.

“Um ... Um ... Aku Latina. Senang bertemu denganmu! Latina akan tinggal dengan kalian untuk sementara waktu, mohon bantuannya.”

“Oh ara, kau sangat imut. Maaf menakut-nakutimu seperti itu.”

“Sungguh ... bagaimana jika tadi Latina terluka?”

“Kau harus melindunginya ...”

“Tolong renungi kesalahan kalian!”

Dale sedang berjalan bersama orang tuanya. Dia turun dari kuda dan menarik kendalinya, sementara Latina tetap diatas. Gadis muda yang sopan itu rupanya ragu-ragu untuk memperkenalkan dirinya dari posisi itu. Meskipun orang tua Dale tampaknya tidak keberatan sama sekali. Semua orang pergi untuk membersihkan berbagai perangkap yang mereka siapkan untuk Dale. Setelah mengatakan mereka akan datang menemuinya lagi nanti, mereka lalu pergi. Desa ini mungkin jauh dari peradaban, tapi itu bukan berarti pengunjung dari luar tidak akan pernah datang, sehingga akan terlalu berbahaya untuk meninggalkan hal-hal seperti itu di sana.

Jalan raya berakhir di terowongan yang mereka melewati, yang merupakan satu-satunya jalan masuk dan keluar dari desa. Terowongan, dibuat dengan menggunakan sihir bumi pada bebatuan yang tebal, cukup besar bahkan kereta besar bisa dengan mudah melewatinya. Dan tempat ini, adalah desa kelahiran Dale.

Meskipun akses terbatas, desa itu sendiri cukup besar. Desa ini terlihat lebih indah dari sekian banyak desa yang mereka kunjungi di sejauh perjalanan mereka. Ada jalan yang membentang dari ujung jalan raya menuju pusat desa, dengan dikelilingi bangunan di kiri dan kanannya. Jika dilihat lagi, ada ladang didataran miring yang mengelilingi desa. Dan seluruh desa ini dikelilingi oleh pegunungan.

“Itu rumahku.”

"Besar..."

“Yah, secara teknis itu adalah kediaman kepala desa ... meskipun, bangunannya sudah cukup tua.”

Latina menatap dengan mulut terbuka lebar pada rumah tua di tengah-tengah desa, yang terasa lebih besar dari bangunan lainnya. Daripada disebut tua seperti kata Dale, rasanya seperti sebuah bangunan yang penuh dengan sejarah.

“Mengapa rumahnya berbeda dari tempat lain?”

“Hmm ...”

Latina menanyakan hal ini karena tidak ada satupun bangunan di desa dengan atap merah. Latina telah terbiasa untuk berpikir bahwa atap rumah itu merah, jadi itu terasa aneh baginya. Berkebalikan dengan yang ada di negara ini, bangunannya tidak mencolok sama sekali dan seperti berbaur dengan pegunungan yang hijau. Memang terkesan monoton, tetapi jika Kau melihatnya lebih dekat, masing-masing bangunan memiliki logam di pintu masuk yang dihiasi dengan bunga tunggal.

“Itu karena desa kami memuja Quirmizi.”

“Dale, bukankah kau mengajari Latina bahwa Quirmizi adalah dewa panen, sehingga ada kuil kecil dan semacamnya dimana-mana?”

"Ya. Bagaimana aku harus mengatakannya ...? Seperti bagaimana Laband terutama memuja Ahmar, desa ini melakukan hal yang sama untuk Quirmizi.”

“Lagipula, ada banyak orang di desa kami memiliki perlindungan ilahi dari Quirmizi,” ibu Dale menambahkan sambil tertawa. “Dan sekitar setengah dari orang di sini bisa menggunakan sihir, meskipun itu sebagian besar beratribut humi.” Sekarang dia memiliki senyum di wajahnya.

“Selamat datang di desa 'klan yang dicintai oleh bumi!”

Desa ini tidak memiliki nama. Penduduk desa pernah memberikan nama dulu, mereka menggunakan “Tislow,” tapi itu bukan milik desa itu sendiri. Sebaliknya, Tislow adalah nama klan yang tinggal di sana.

“Jadi orang-orang di desa kami tidak memiliki nama belakang. Semua orang memiliki nama belakang Tislow, sehingga tidak akan ada gunanya di sini.”

“Hmm? Tapi Dale, Kau selalu memperkenalkan diri sebagai 'Dale Reki,' kan?”

“Benar, itulah nama dari peranku di desa. Dan itu terdengar bagus, jadi aku menggunakannya sebagai nama terakhirku di luar desa, juga. Aku 'Reki' adalah title untuk 'seseorang yang pergi keluar dan bertarung.' Aku tidak tahu secara spesifik, tapi aku diberitahu bahwa dalam bahasa lama klan, seperti itulah artinya.”

Dale mengatakan semua hal ini kepada Latina di sebuah ruangan yang biasanya digunakan Dale dirumah. furnitur lama sudah menghilang dan itu sudah dibuat menjadi ruang tamu, tapi Dale sekarang menggunakannya kembali. Latina telah menaruh barang bawaannya, meletakkan pisaunya, dan kemudian duduk mendengarkan apa yang dikatakan Dale. Dia terus berbicara sementara ia tetap membongkar barang bawaannya.

“Ternyata, klan kami akhirnya datang ke sini dari tempat lainyang sangat jauh dahulu kala. Mereka menetap di pegunungan ini, membuka lahan, dan membuat desa. Seperti namanya 'klan yang dicintai oleh bumi’, itu berarti kami selalu memiliki banyak orang dengan perlindungan ilahi Quirmizi dan kemampuan untuk menggunakan sihir bumi. Berkebun dan bertani selalu menjadi keahlian khusus bagi kita.”

sihir bumi itu sangat berguna untuk pekerjaan seperti ini, serta konstruksi dan terutama membuat pondasi, dan dengan banyak orang yang bisa menggunakan sihir tersebut, secara alami membuat pekerjaan tersebut lebih mudah. Selanjutnya, meskipun berada jauh di dalam pegunungan terpencil, mereka tidak perlu khawatir tentang tenaga konstruksi berkat banyaknya pengguna sihir. Dan karena klan Tislow memiliki begitu banyak pengguna sihir, mereka juga memiliki sesuatu yang special menyangkut sihir skala besar.

Efek perlindungan ilahi Quirmizi, dewa bumi untuk panen yang berlimpah, juga besar. Meskipun tidak berlaku untuk semua orang dengan perlindungan ilahi Quirmizi ini, beberapa perlindungan ilahi tersebut memiliki efek yang besar pada produksi tanaman. Dan ada juga mereka yang memiliki kekuatan untuk menyuburkan tanah. Dan, selama mereka tidak gagal panen, mereka secara konsisten bisa menuai hasil panen yang melimpah.

Sepintas, tanah di pegunungan ini memang bagus, tapi ini adalah tempat yang mudah bagi mereka untuk memiliki pengaruh yang besar berkat perlindungan ilahi mereka. Untuk klan mereka, tidak ada tempat yang lebih baik untuk tinggal selain disini.

“Dengan begitu, kebiasaan klan kita berbeda dari Laband dalam banyak hal. Melepas sepatu kami ketika masuk ke dalam rumah, misalnya.”

“Ah ...” kata Latina memahaminya. Dia sudah hidup bersama dengan Dale, jadi dia sudah terbiasa untuk melakukannya. Karpet yang tebal dan lembut di lantai juga cukup mirip dengan yang di ruang Dale di Kreuz, sehingga tidak aneh untuk Latina sama sekali.

Setelah selesai mengurusi barang bawaan mereka, Dale dan Latina meninggalkan ruangan lalu menyusuri lorong di mana kayu pada Lorong tersebut dipoles dengan begitu indah sehingga Kau bisa melihat cerminan dirimu pada permukaannya.

“Dan karena ini jauh di dalam pegunungan, jadi banyak salju di musim dingin. Yah, bagaimanapun, tampaknya klanku sudah memutuskan untuk menetap di sini. Dan awalnya kami mulai melepas sepatu kami di rumah kami karena sepatu kami akan selalu penuh dengan kotoran dan lumpur.”

Dale memimpin jalan, jejaknya bergema di aula. Latina mengenakan sandal bulu yang hangat, jadi suara langkah kakinya hampir tak terdengar sama sekali. Dale berdiam sebentar di depan ruangan tujuan mereka. Tanpa ketukan, ia tiba-tiba membuka pintu dengan keras.

Ruangan itu tidak mewah, tapi Kau bisa mengatakan bahwa itu ruangan yang nyaman. Menghadap ke selatan agar mendapatkan banyak cahaya matahari yang begitu berharga di pegunungan bersalju, dan ruangan itu dilengkapi dengan perapian tua tapi terawat dengan baik. Karpet di lantai memiliki desain tenunan kompleks. Dindingnya dihiasi dengan bulu indah dan tanduk, piala dari perburuan yang dilakukan oleh generasi klan. Dan di tengah ruangan duduk seorang wanita tua sedang merokok pipa.

“Jadi, apa yang Kau inginkan, Kau nenek tua?”

“Oh, bukankah itu cucuku yang bodoh dan pengecut?”

Pemilik ruangan, seorang wanita tua duduk dengan cara yang bermartabat, cukup kecil. Bahkan, jika Kau menempatkan dia di samping Latina, Kau mungkin dapat mengatakan bahwa gadis muda itu benar-benar tinggi. Namun, ketika Kau duduk dan menghadapnya, kewibawaannya terasa sangat besar. Dikombinasikan dengan kepribadian yang berani, tidak mungkin untuk memikirkan dirinya “kecil.” Wanita tua ini memiliki hawa seperti pejuang pemberani.

Dia menghembuskan asap yang banyak dari pipa rokok seakan mencoba memprovokasi Dale.

“Kau ...!” Katanya, mengepalkan tinjunya. Latina terkejut saat dia melihat wanita tua, lalu memandang Dale dengan matanya yang besar.

“Dia mirip denganmu, Dale ...”

“Latina ?!”

Dale yang kaget karena pernyataan tiba-tiba itu, dan Latina berjalan ke wanita tua.

"Senang bertemu denganmu. Aku Latina. Dale telah menyelamatkan Latina, dan sekarang kita hidup bersama. Latina berterima kasih karena telah membiarkan dia untuk menerima semua kebaikan ini,”katanya, sambil membungkug di tengah-tengah perkenalannya. Itu mungkin bukan sikap yang tepat, tapi itu penuh ketulusan dan memberikan kesan yang baik pada gadis muda.

“Hmm ...”

“Apakah Kau nenek Dale?”

“Itu benar ... Kau tampaknya lebih sopan dibandingkan cucu idiotku itu, gadis muda.”

“Dale benar-benar baik kepada Latina, dan dia mengajarkannya banyak. Dia bukan 'idiot,'”kata Latina yang tidak berkedip sedikit pun terhadap intimidasi nenek tua itu dan bahkan menggembungkan pipinya. “Latina berpikir bahwa Kau tidak harus mengatakan hal-hal buruk tentang Dale, bahkan jika Kau adalah neneknya.”

Setelah mengatakan itu, dia berbalik. “Dan Dale, Kau seharusnya tidak mengatakan hal-hal buruk tentang nenekmu.”

Gadis muda memberi ceramah pada kedua belah pihak yang terlibat.

Nenek dan cucu menatap satu sama lain, Latina yang sedang merajuk ada diantara mereka.

“Bahkan saat kau marah tampak sangat imut, Latina!”

"Ya."

“Latina menggemaskan, bukan?”

“Di mana Kau menemukan gadis ini?”

“Aku menyelamatkannya.”

“Kau terkadang melakukan sesuatu yang baik.”

Latina telah menyadarinya sejak awal. Mereka benar-benar sama, yang justru itulah alasan mereka akhirnya begitu sering berkelahi, dan mereka mungkin memiliki sekitar titik didih yang sama ketika berhubungan dengan hal-hal yang imut.

“Apakah Kau ingin permen, gadis muda?” Tanya wanita tua. Dia mengeluarkan permen berwarna merah dari laci disampingnya dan memberi isyarat Latina lebih dekat.

“Jangan menyuap dia dengan makanan!” Dale berteriak, mencoba untuk menghentikannya.

"Permen?"

Dale tahu jika ia membiarkan neneknya untuk “menyerang” seperti ini bahkan sekali, Latina pasti akan jatuh ketangannya. Dia tahu apa yang diharapkan setelah itu, juga.

“Aku bilang tidak! Latina adalah anakku!”Kata Dale, memegang Latina dari belakang. Dia tampak seperti kucing dengan bulu yang berdiri karena berusaha melindungi anak kucingnya.

“Apa yang kau katakan? Kau bahkan tidak punya istri,”jawab neneknya sambil tertawa mencemooh.

“Hmm?” Latina memiringkan kepalanya, merasakan pergeseran dalam suasana hati mereka.

“Kemari, 'aah.'”

"Ah?"

“Latina!”

Gadis kecil yang lugu membuka mulutnya saat dia diberitahu, dan permen itu terbang masuk ke dalam mulutnya. Itu lemparan yang akurat, yang tidak bisa dilakukan wanita seusia nenek Dale, dan dia tak memedulikan upaya Dale untuk menghalanginya. Sebagai buntut dari pertempuran ini, pipi Latina ini menggembung seperti tupai.

"Apa rasanya enak?"

“Enak,” kata Latina dengan anggukan.

“Latina, jangan memakan permen dari orang asing!”

"Hah?! nenek Dale adalah 'orang asing' ?!”

“Tidak usah kau hiraukan. Dia hanya anak kecil nakal.”

"Hah?"

“Jangan dengarkan apa kata wanita tua ini!”



"Hah? Hah?"

“Kau juga menuruti perkataanku saat masih kecil!”

“Dan kau lihat sekarang adalah hasil dari itu.” Dia berbalik ke Latina. "Apa kau mengerti?"

"Tidak juga. Apakah Kau dan nenekmu akur?”Tanya Latina, tidak mampu memahami hubungan antara nenek dan cucu.

"Kurang lebih."

"Ya."

Keduanya menjawab dengan ekspresi yang sama.

“Hmm ...” Latina berhenti dan berpikir sejenak. “Jadi ... tidak ada masalahkan ...?” Katanya pada dirinya sendiri, sambil mengemut permen besar dalam mulutnya.

Senyuman muncul di wajahnya sekali lagi, wanita tua duduk di depan cucunya Dale dan mulai menghirup asap dari pipanya dengan gembira. Namanya yang sebenarnya adalah Wendelgard, tapi semua orang hanya memanggilnya Nenek Wen.

“Yah, Kau terlihat lebih baik daripada kedatanganmu yang terakhir kali.”

“Apakah aku seburuk itu ...?”

Nenek Wen terus mengisap pipanya, lalu menghadap cucunya. "Ya. Randolph dan yang lain berencana untuk menamparmu agar mengembalikan kesadaranmu, dan itu terdengar menarik, jadi aku biarkan mereka.”

"Ayah..."

Randolph adalah nama ayah Dale.

Rupanya, serangan itu bukan hanya perintah neneknya, tetapi juga hasil dari perbuatan orang lain. Dale mengeluarkan satu desahan panjang.

“Yah, kalian selalu melakukan hal semacam 'lelucon' ... tapi kali ini Latina bersamaku, jadi aku tidak ingin mengambil risiko sedikit pun dia terluka.”

“Apa, kau bahkan tidak bisa melindungi dia dengan benar?”

“Aku telah melindunginya.”

Latina duduk tepat di antara mereka, mendengarkan mereka berbicara sambil mengemut permen. Pertama pipi kanannya akan bengkak, kemudian kembali ke normal, dan kemudian yang kiri akan membengkak. Sesekali suara permen bergulir diantara bibir dan lidahnya terdengar. Dia mencoba untuk menjadi tenang dan berperilaku baik, namun berakhir tidak sengaja menegaskan kehadirannya.

“... Latina.”

“Hmm?”

“Apakah permen itu lezat?”

“Ya,” jawabnya dengan senyum penuh kepuasan.

"Itu bagus."

Selama dia bahagia, Dale tidak punya keluhan.

Melihat cucunya seperti ini, Nenek Wen menghisap kembali pipanya, sambil melihat mereka.

Saat mereka berjalan menyusuri lorong setelah meninggalkan ruang Nenek Wen, Latina bertanya, “Kau akrab dengan keluargamu kan, Dale?”

"Ya."

“Lalu kenapa kau berkelahi?”

“Hmm ... Itu tidak benar-benar berkelahi. Itu lebih seperti ... mereka memastikanku melakukan peranku dengan baik,”jawab Dale dengan senyum tegang. “Terakhir kali aku kembali sebelum aku bertemu denganmu. Diriku sedang dalam kondisi buruk, sehingga mereka khawatir, kurasa.”

"Hah?"

“Maksudku, aku senang karena aku bertemu denganmu, Latina,” Dale menjawab, mengelus kepala Latina yang sedang miring karena kebingungan. Dia tidak ingin membicarakan masa lalunya yang kelam.

Bahkan keluargaku bisa menyadari betapa buruknya diriku saat itu ...

Dia hanya bisa memberikan senyum kecut ketika ia berpikir kembali cara dia saat itu. Hari-hari tenang yang ia habiskan bersama Latina benar-benar tak tergantikan dan membantu untuk menyembuhkannya. Itu benar-benar bisa diperdebatkan siapa yang telah menyelamatkan siapa.


“Namun, aku masih benar-benar berpikir kau akan kabur.”

“Yang lebih penting lagi, apakah Kau selalu berjalan-jalan dengan gadis muda seperti itu?”

“Hmm?”

“Aku hanya tidak ingin melakukan sesuatu yang mengerikan seperti meninggalkan dia sendirian di tempat yang dia tidak kenali.”

"Tetapi tetap saja..."

Dale telah membawa Latina ke ruang tamu. Meja rendah di tengah yang setiap sisinya dihiasi dengan ukiran rumit. Ada perapian, dan di sepanjang dinding terdapat rak yang diatasnya dipenuhi dengan piring hias, serta logam seperti benda-benda seni dan ukiran. Ayah Dale, Randolph berdiri didepan rak tersebut, menyeruput teh sambil membaca sekilas surat. Dia membacanya di sini daripada di kamar pribadinya, yang menjadi ruang kerjanya juga, sehingga pasti itu adalah surat pribadi.

Nenek Wendelgard, kepala kepala klan dan desa, sudah mulai berumur, sehingga Randolph menangani sebagian besar pekerjaan yang terkait dengan posisinya.

Dale duduk bersebrangan dengan ayahnya. Sesaat kemudian, Latina duduk dekat dengannya. Akan terlihat bahwa Latina tidak sepenuhnya nyaman duduk di tengah ruangan besar, jadi dia menyembunyikan dirinya di balik Dale. Kepalanya melirik dari balik punggung Dale sesekali, lalu bersembunyi kembali. Dia tidak bermaksud untuk bersembunyi, tetapi karena pandangannya tertuju pada sekeliling ruangan, Latina tampak bersembunyi dari posisi Randolph. Cara dia terkejut melihat segala hal itu mengingatkannya pada hewan kecil. Dan anak laki-laki itu, yang ia tidak temua dalam beberapa waktu, dengan lembut mengawasi pergerakan menawan gadis muda. Itu bukan hal yang buruk, tapi ia melihat dengan penuh kasih pada gadis muda itu,

Sebagai orang tua, Randolph ingin bertanya apa yang telah terjadi.

“Aku membawa Latina ketika aku sedang bekerja, setelah ayahnya meninggal, dan aku sudah merawatnya sejak saat itu. Aku sudah menuliskannya dalam beberapa surat, kan?”Dale mengatakan, merajuk sedikit dan terlihat kesal dengan tatapan Randolph yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu.

“Ya, tetapi ...”

“Jika Latina mengganggu, dia akan kembali ke ruangan. Apakah itu lebih baik?”kata Latina, memotong percakapan Dale dan Randolph.

Dale langsung bereaksi. “Kau tidak pernah mengganggu, Latina!”

“Kau ...” Randolph kehilangan kata-kata.

Melihat ayah Dale seperti itu, Latina tampaknya bingung. “Dale selalu baik kepada Latina seperti ini.”

“Dia tidak pernah bertindak egois, jadi aku harus memanjakannya.”

"Aku mengerti. Jadi Kau super lembut pada dirinya,”kata Randolph sambil menghela napas, tampak seperti kelelahan.

“Um, Ayah Dale...” Melihat jeda dalam percakapan, Latina melangkah maju sedikit, memiringkan kepala sedikit ketika dia menatap Randolph.

"Ada apa?"

“Bagaimana Latina harus memanggilmu? Dia bahkan tidak tahu namamu.”

Menghadapinya secara langsung, ia merasa bahwa gadis muda dengan rambut platinum yang bergoyang dan mata besar abu-abunya yang menatap lurus ke arahnya, luar biasa imut. Dia berpikir Latina memang imut ketika ia pertama kali melihatnya, tapi jika dia melihatnya dari dekat seperti ini, ia berpikir walaupun dia masih sangat muda, tidak akan aneh untuk memanggilnya cantik. Dia tidak bisa merasakan sedikitpun niat buruk dibalik ekspresinya, yang membuatnya bahkan lebih menarik.

Randolph tidak bisa berkata-kata untuk sementara waktu sambil menatap gadis muda, dan terkena kejutan lain ketika ia menyadari sesuatu yang harus dia katakan selanjutnya. Dia mengambil napas dalam-dalam.

“Hmm?” Latina memiringkan kepalanya dengan anggun saat ia menatapnya.

“Kami tidak pernah memiliki seorang putri, jadi ...”

"Ayah..."

“Hmm?”

“Bisakah Kau bertanya kepadaku pertanyaan itu sekali lagi?”

"Hah? Bagaimana Latina harus memanggilmu?”

“Aku tidak keberatan kau memanggilku ‘Papa’ ...”

“Ayah ...” Dale mulai.

“Kupikir aku mengerti sedikit perasaanmu.”

ayah dan anak itu tampaknya sealiran dalam keanehan mereka.

“Ah, itu benar, ngomong-ngomong tentang ‘putri’,” kata Randolph, melihat Dale. “Putri kepala desa dibawah bukit akan menikahi keluarga kita.”

"Menikah?"

"Benar. Kami mempercepat jadwal sehingga kami bisa menyelesaikannya saat Kau di sini. Kita akan segera menyelenggarakan upacaranya.”

“Putri kepala desa dibawah bukit ... Ah, maksudmu Frida? Apakah itu tidak masalah?”

"Tidak ada masalah. Ini sudah diselesaikan. Sisi lain juga menginginkannya. Lagipula lebih baik mengandalkan kami daripada penguasa daerah lain yang jauh dan tak dikenal.”

“Yah, itu memang benar, bahkan jika Kau meminta bantuan dari penguasa daerah lain karena hasil panen yang buruk atau monster atau penyakit, permintaanmu akan terus tertunda ... Tapi jika mereka bertanya kami, kami bisa membantu, setidaknya sampai batas tertentu.”

“Terima kasih atas  ‘pekerjaanmu’, masalah kita dengan penguasa daerah juga telah diselesaikan, jadi kita seharusnya tidak memiliki masalah untuk sementara waktu.”

“Aku mengerti,” kata Dale dengan senyum tertanam dengan emosi yang kompleks. “Jadi aku sudah memenuhi tugasku sebagai bagian dari keluarga kepala klan, ya ...?”

Saat ia melihat anaknya, Randolph mendekatkan cangkir teh ke mulutnya untuk menyembunyikan ekspresi melunak-nya. “Sudah tidak apa-apa sekarang.”

Dale tidak merespon pernyataan ini baik untuk menyembunyikan rasa malunya dan karena ayah dan anak mengerti satu sama lain dengan cukup baik tanpa perlu mengungkapkannya ke dalam kata-kata.

“Pernikahan, ya ...? Aku rasa Yorck sudah mengalahkanku. Dia pasti kesulitan, ya? Lagipula dia masih punya pekerjaan...”

“Huh ?!” Latina tiba-tiba berteriak kaget setelah mendengarkan diam-diam pembicaraan Dale. Terkejut dengan teriakan itu, Dale memandangi Latina yang sudah benar-benar pucat.

“Apa yang salah, Latina? Apakah Kau merasa sakit?”

“Tidak, Latina baik-baik saja. Dale, siapa Yorck?”

“Hmm? Ah, benar, dia belum kembali, jadi aku belum memperkenalkannya kepadamu. Dia adalah adikku.”

“Adik Dale? Dan dia akan menikah?”

"Ya. Kita akan bisa melihat upacaranya sementara kita di sini. Kita harus mendapatkan gaun yang bagus, juga!”kata Dale, yang tampaknya baru memutuskan hal ini.

“Latina mengerti ....” gumam Latina, wajahnya hidup kembali, dan tenang seperti biasa. Dia sejenak berpikir bahwa Dale akan menikah.

“Latina ingin melihat pengantin wanita,” katanya sambil tersenyum. Tidak ada sedikitpun suram di wajahnya.

Randolph memiliki dua putra dan tidak memiliki anak perempuan. Karena keduanya belum menikah, dia tidak punya cucu dan ia tidak tahu sama sekali apa yang membuat seorang gadis muda tertarik seperti Latina. Dia sudah terbiasa hidup di daerah perkotaan yang ramai, sehingga dia merasa bosan di daerah terpencil seperti ini, kan?

Randolph berdiri dan penuh semangat keluar dari ruang tamu.

“Hmm?”

“Latina, kau mau minum teh?”

"Ya. Dale, Latina akan membuatnya.”

"Begitukah? Lalu aku akan menyerahkannya kepadamu.”

Setelah Randolph pergi, Latina mulai mempersiapkan teh. Karena Latina adalah orang serba bisa yang lebih baik dalam hal memasak dari Dale sekarang, lebih efisien jika Latina yang membuat teh, dan rasanya akan lebih enak juga.

“Ini bukan seperti teh dari Kreuz.”

“Itu lebih seperti teh herbal. Apakah ini sangat berbeda bagimu? Seharusnya ada daun teh yang normal juga, apakah kita perlu menggantinya?”

“Tidak, ini akan terasa enak, juga.”

Randolph kembali saat mereka sedang menikmati teh berwarna hijau muda, yang berbeda dari apa yang biasanya ditemukan di Kreuz. Dia membawa beberapa kotak kecil di tangannya.

"Ayah?"

“Gadis-gadis menyukai hal-hal seperti ini, kan?”

“Hmm?”

Latina memiringkan kepalanya kebingungan, melihat kotak-kota yang berada dihadapannya. Membuka kotak yang dibawa Randolph, ia berteriak, “Wow, mereka begitu cantik!”

“Ini semua adalah perangkat sihir ... Lagipula ini adalah mata pencaharian desa kami.”

Di dalam kotak itu terdapat aksesoris rumit yang dihiasi dengan batu permata. Kotaknya yang bagus dan desainnya saja sudah cukup untuk membuatnya terlihat cantik. Menambahkan perhiasan besar, dengan berbagai variasi ukuran yang mencerminkan cahaya pada seluruh sudutnya, potongan perhiasan itu tampak lebih cantik.

“Ini adalah perangkat sihir?”

"Benar. Membuat perangkat sihir adalah sumber pendapatan utama desa kami, dan ketika berhubungan dalam pembuatan logan yang kompleks, keterampilan kami sudah terkenal. Hal-hal seperti ini dan senjata dengan berbagai macam fungsi, seperti sarung tanganku adalah spesialisasi kami.”

“Wow ...” Latina bergumam, mengambil salah satu aksesoris dan menyinarinya dengan cahaya. Dia terpesona oleh kilauan permata; ia mungkin masih muda, tapi dia tetap seorang gadis. Aksesori perangkat sihir adalah salah satu produk terlaris desa dan diimbuhi dengan sihir perlindungan. Mereka sangat berguna bagi bangsawan, yang tidak bisa keluar mengenakan armor.

"Kau menyukainya? Jika kau menyukainya, ambillah salah satu.”

Ini pasti bukan item yang akan dipilih oleh seorang anak sendiri.

Menyadari hal itu, Latina menolak. “Tidak, Latina senang hanya dengan melihatnya. Mereka benar-benar cantik.” Dia sangat menyadari bahwa walinya sesekali akan memanjakannya sampai tingkat yang menakjubkan. Mengembalikan ketenangannya, Latina menempatkan aksesori dengan permata hijau kembali ke dalam kotak dan kemudian mengambil dan menatap kotak merah.

“Kulit seperti mantelku biasanya tidak dijual ke luar. Teknik pembuatannya sama, tetapi mereka hanya dibuat untuk digunakan oleh penduduk desa.”

“Kami berada di pegunungan, sehingga lebih cepat untuk membuat sesuatu sendiri.”

“Hmm ...”

Ada banyak binatang sihir dan hewan lainnya di sekeliling desa, sehingga Tislow tidak pernah kekurangan kulit. Mereka menggunakannya ketika mereka membuat peralatan berburu dan bahkan untuk pakaian sehari-hari mereka. hal seperti itu akan dianggap tempat lain cukup mewah, tetapi karena mereka memiliki bahan-bahannya, masuk akal untuk menggunakan peralatan yang sangat fungsional tersebut. Alasan bahwa Dale begitu siap memanjakan Latina dengan perangkat sihir mahal adalah karena ia punya banyak uang, tetapi mungkin juga karena ia berasal dari desa ini, di mana mereka tidak dipandang sebagai sesuatu yang istimewa.

“Aku sudah menghubungi mereka terlebih dahulu, tapi itu akan memakan waktu bagi mereka untuk melakukan pengukuran dan menempatkan sentuhan akhir pada mantel. Kami begitu jauh di pedalaman gunung yang mungkin akan membosankan bagimu.”

“Tidak, Latina tidak sabar untuk melihatnya. Disini ada banyak hal yang tidak ada di Kreuz.”

"Aku mengerti. Yah, aku harus pergi ‘menyapa’ beberapa orang besok, jadi aku akan mengantarmu berkeliling desa.”

"Baik."

Randolph membuat ekspresi kompleks dengan sedikit takjub bercampur saat ia melihat Dale dan Latina membuat percakapan santai ini. Dia takjub betapa anaknya memanjakan gadis muda ini. Itu tidak dapat dihindari bahwa orang tua akan menjadi seperti itu, tapi melihat Dale sekarang, tampaknya jelas bahwa anak Randolph sudah kembali ke dirinya yang dulu lagi, yang membuat Randolph merasa lega.

Misi Dale di dunia luar telah mempertaruhkan hidupnya pada pekerjaan berbahaya yang melibatkan demon dan demon lord, yang petualang normal tidak akan pernah menyentuhnya. Melakukan pekerjaan tersebut berulang-ulang telah mempengaruhinya, jadi tentu saja ayahnya khawatir. Randolph juga menyadari bahwa anaknya telah menjauhi orang lain sampai dia sendirian untuk menumpulkan rasa sakit.

Jadi, dia bisa dengan sungguh-sungguh merasa bersyukur dan memberikan kasih sayang untuk gadis ini, ya? Sebagai ayah Dale, Randolph perlu berterimakasih pada Latina karena telah menyelamatkan anaknya.

“Ayah, apakah Master Cornelio masih mengajar?”

"Hah? Putrinya Clarissa telah mengambil bertugas mengajar anak-anak di sekitar desa akhir-akhir ini, tapi dia masih hidup dan aktif.”

“Aku mengerti ... Maka Kau harus belajar di bawah dia sementara kita di sini, Latina. Dia sehaursnya bisa mengajarkanmu sedikit dari sudut pandang yang berbeda dari para pendeta Asfarian di kota.”

“Ada sekolah di sini?” Tanya Latina, memiringkan kepalanya. Dia telah mendengar bahwa tidak ada sekolah Asfarian di desa-desa yang mereka singgahi di perjalanan mereka. Meskipun Laband adalah negara yang kuat, tak ada sekolah di pemukiman kecil seperti ini. Jadi Tislow cukup tidak biasa.

“Master Cornelio adalah pendeta Asfar, sehingga Kau secara teknis dapat menyebutnya sekolah,” kata Dale. “Aku akan memperkenalkanmu kepada dia besok.”

“Mengerti,” Latina menjawab, mengakhiri percakapan mereka.

Meskipun rumah itu luas, bau makan malam yang sedang di masak di dapur tercium hingga ke ruang tamu, dan ketika Latina menyadarinya, ia gelisah. Dale tahu apa yang sedang terjadi, sehingga ia hanya melihatnya sambil tersenyum, tapi Randolph tampak cemas.

"Apa yang salah?"

"Hah? Um, um ...”

Latina itu bingung dengan pertanyaan Randolph. Dia menarik-narik lengan Dale dan menatapnya seolah bertanya apa yang harus dilakukannya.

"Dale..."

“Istirahatlah hari ini. Aku akan menanyakannya pada ibuku nanti,”kata Dale, sambil mengelus kepalanya. “Latina bisa tidak tenang kecuali dia bekerja. Saat di Kreuz, dia selalu membantu Kenneth di Ocelot. Aku membiarkan dia menangani memasak saat perjalanan ke sini juga,”Dale menjelaskan kepada ayahnya dengan senyuman bangga.

"Aku mengerti..."

“Dia tidak suka diperlakukan sebagai tamu, jadi biarkan dia membantu, oke?”

“Dia pekerja keras. Sangat mengagumkan.”Kata Randolph dengan senyum lembut. Latina menjadi tenang dan melepaskan lengan Dale.

Pintu ke ruang tamu terbuka sementara ayah dan anak sedang melihat Latina yang masih cemas seakan mengagumi hewan kecil. Tidak ada kebiasaan mengetuk di Tislow. Ketika ingin masuk ke kantor atau ruangan pribadi, orang akan berbicara sebelum masuk, tapi itu dianggap tidak perlu ketika masuk ke ruang bersama seperti ruang tamu. Semua orang di desa tidak masalah dengan ini karena mereka adalah bagian dari klan yang sama.

Bahkan sekilas, itu jelas bahwa pemuda yang membuka pintu itu cukup mirip dengan Dale. Dia bahkan tidak terlihat terlalu berbeda dalam hal usia. Dia mengusap rambutnya yang dipotong lebih pendek dari Dale, dan ketika ia melepas jaket kulitnya, tubuh kekarnya yang tidak kalah dengan Dale terlihat, seorang petualang terkenal karena keterampilannya.

“Yorck.”

“Oh, kau kembali, kakak? Apakah Kau sampai hari ini?”

“Lihat, itu reaksi yang normal. Ayah dan yang lain suka mengerjaiku.”

“Oh, mereka melakukan itu lagi? Kau pasti kesulitan, kak”kata Yorck, melihat kearah Latina, yang berada di samping Dale. “Apakah itu gadis iblis yang kau cari-cari?”

"Ya. Latina, ini adalah adikku, Yorck.”

Latina berdiri tegak dan membungkuk. "Senang bertemu denganmu. Aku Latina. Dia akan mengandalkan kebaikanmu untuk sementara waktu.”

Yorck tampak sedikit terkejut saat ia melihat Latina dan kemudian saudaranya.

"Benar-benar kejutan. Dia benar-benar sopan, mengingat Kau yang mengurusinya.”

“Jadi Kau menganggapku seperti itu juga, ya?” Kata Dale, merajuk. Ternyata untuk keluarganya, kesan dirinya yang kekanak-kanakan saat ia meninggalkan desa tetap melekat kuat dalam pikiran mereka. Yang mungkin sebagian karena rumor dia menjadi seorang petualang tingkat pertama yang namanya sendiri sudah sangat dikenal tidak sampai kesini dari Kreuz dan ibukota, tapi terlepas dari itu, keluarganya tidak melihatnya dirinya seperti itu sama sekali.

"Senang bertemu denganmu juga. Kau selalu harus membantu kakakku, kan? Maaf merepotkanmu.”

"Hah?"

“Yorck ...”

Latina tidak menduganya. “Um, um, Dale selalu sangat baik kepada Latina.”

“Dia pasti sangat teliti untuk seseorang yang begitu muda, kak ...”

"Kau..."

“Aku setidaknya setengah bercanda.”

Latina memiringkan kepalanya, berusaha mencoba untuk memahami seluruh percakapan mereka. Dia akhirnya mengangguk ketika mereka selesai. “Dale, keluargamu aneh!”

“Latina ...”

Dale hanya bisa menundukkan kepalanya karena malu, kecewa. Dia tidak bisa menemukan alasan untuk menyangkalnya.


Tak lama kemudian, ibu Dale, Magda, mengumumkan bahwa makan malam sudah siap. Latina mengeluarkan teriakan “Woooow!” Saat melihat makanan yang disajikan.

“Aku tidak bisa menyajikan semuanya hari ini, jadi kita akan mengadakan pesta penyambutan besok,” kata Magda, meskipun sudah ada banyak makanan lezat di atas meja. Ada juga cukup banyak bahan dan hidangan yang Latina belum pernah terlihat sebelumnya, jadi dia, tentu saja, gembira.

“Kita harus memanggil Nenek ...”

“Kalau begitu, Latina akan pergi memanggilnya!” Kata Latina, riang mengangkat tangannya dan kemudian bergegas pergi ke kamar Nenek Wen. Sandalnya membuat suara lembut saat ia pergi. Dia benar-benar ingin melakukan apapun yang dia bisa untuk membantu, bahkan jika itu sesuatu yang kecil.

Dale seharusnya percaya pada feeling buruknya saat itu. indra tingkat pertama nya bekerja sepanjang waktu, dan ia bisa mengetahui bahkan sesuatu yang samar.

Dan firasat buruk itu akhirnya terbukti.

Selama makan malam dan setelah, Latina tidak pernah meninggalkan sisi Nenek Wen.


Sementara Dale mengakrabkan diri dengan keluarganya setelah sekian lama, kelopak mata Latina mulai memberat. Rasa lega setelah mencapai tujuan mereka, perjalanan itu kemungkinan membuatnya kelelahan.

“Apakah kau ingin kembali ke kamar sendiri, Latina?”

"Ya. Latina baik-baik saja. Dia akan pergi tidur duluan, jadi selamat malam.”

Setelah membungkuk, Latina meninggalkan ruang tamu.

Setelah itu, beberapa waktu berlalu sementara mereka membahas keuangan dan kondisi klan. Sudah cukup larut malam saat Dale akhirnya kembali ke kamar. Disamping kamar lamanya terdapat kamar untuk tamu. Dia membuka pintu dan mendengar dengkuran yang sudah biasa ia dengar.

“Hmm, yah, ini bukan kamarku lagi ...” gumamnya, melihat Latina dengan gembira dan secara alami tersenyum. Dia bermaksud untuk menggunakan ruangan ini karena dulu ini adalah kamarnya, tapi ia tidak berniat membangunkan Latina yang tertidur lelap. Dia memutuskan untuk menggunakan ruangan lain, menutup pintu perlahan agar tidak membuat suara.

Pada saat itu, ia beranggapan bahwa itu adalah keputusan yang tepat.



Dale tiba-tiba terbangun di tengah malam. Saat ia berbaring dalam kegelapan, ia bertanya-tanya mengapa dia terbangun. Bahkan jika ia biasa tiba-tiba terbangun karena pekerjaannya, itu bukan sesuatu yang terjadi secara acak.

Dia merasa seperti seseorang memanggilnya.

“Latina ?!”

Dia melompat dari tempat tidur dan melesat keluar dari ruangan. Sangat cepat setelah ia melesat melewati lorong, ia langsung membuka pintu ke kamar sebelah. Bergegas dalam, matanya langsung tertuju pada tempat tidur yang kosong, dan dia berubah pucat. Namun, ia tetap berusaha tenang, dan dia merasakan suatu hawa kehadiran di sudut ruangan. Selimut dari barang-barang mereka yang seharusnya dikemas memiliki benjolan di bawahnya.

“Latina?” Dale memanggil, dan benjolan itu gemetar sedikit.

"Dale...?"

"Ada apa?"

Kepala Latina ini mengintip dari selimut. "Dale!"

Latina terbang keluar dari selimut dan memeluknya. Dia mendorong wajah penuh air matanya dalam pelukan Dale yang kebingungan.

“Kau menangis? Mengapa?"

“Ketika Latina ... bangun ... Kau tidak ada di sana. Dia ... takut. Tapi dia ... tidak tahu di mana Kau berada,”Latina kata sedikit demi sedikit, kata-katanya terpisah karena isak tangis kecil. “Kau pergi ... jadi Latina takut.”

“Maaf,” Dale meminta maaf dengan suara lembut, mengacak-acak rambut Latina. Latina tidak tahu Dale berada di kamar sebelah, dan saat mereka tiba, mereka membongkar barang bawaan mereka di ruangan ini. Lahir dan dibesarkan di rumah ini, Dale kenal baik dengan tata letaknya, tetapi karena ini adalah pertama kalinya Latina kesini, itu adalah tempat baru baginya.

Tentu saja dia akan gelisah. Dia melupakan sesuatu benar-benar jelas.

Aku terlalu santai karena ini adalah pertama kalinya aku pulang kerumah lagi setelah sekian lama ...

“Itu menakutkan, ya? Maafkan aku."

Latina mengangguk kecil, masih memeluk Dale seolah tidak ingin melepaskannya.

Ketika ia melihat bahu Latina yang ramping gemetar, ia berusaha menghibur gadis muda dan berkata, “Ayo, kita kembali ke tempat tidur. Kau kedinginan, kan? Aku akan berada di sisimu sampai Kau tertidur, jadi tenanglah.”

Musim di daerah pegunungan Tislow lebih telat dibandingkan dengan Kreuz, dan itu lebih dingin di sana secara keseluruhan. Ini larut malam, dan begitu dingin hingga sulit untuk menganggapnya sebagai awal musim semi.

“Latina tidak ingin kau pergi, Dale,” kata Latina, menggelengkan kepala dan menangis. Dia memeluknya lebih erat dari sebelumnya. “Latina ingin bersama ... dia tidak ingin kau pergi ... dia tidak ingin sendirian ...”

Latina... memohon padaku ...

Dia mungkin sudah sering memanjakan Latina, tapi dia tidak pernah membuat permintaan egois; namun saat ini, dia menangis dan memohon padanya.

“Kurasa aku tidak punya pilihan ...”

Hanya butuh beberapa saat untuk Dale menyerah. Itu adalah apa yang Kau sebut “keputusan cepat.”



Keesokan paginya, ibu Dale terdiam membeku.

Beberapa saat kemudian saat sarapan, dia menyatakan kepada anaknya, “Aku tahu bahwa setiap orang memiliki fetish masing-masing, tapi tetap saja, aku pikir Latina masih terlalu muda.”

“Aku bahkan tidak akan bertanya apa yang Kau pikirkan tentangku, Ibu, tapi itu benar-benar salah!”

“Aku pernah mendengar bahwa orang-orang di kota sering telat menikah, jadi aku pikir itulah mengapa Kau belum menemukan pasangan. Tetapi untuk berpikir bahwa anakku adalah lolico-- “

“Bisa tolong hentikan itu? Latina dapat mendengarmu.”

Ketika Magda pergi untuk memberitahu mereka bahwa sarapan telah siap, dia menemukan gadis muda tidur di kasur yang sama dengan anaknya. Pertama, dia menemukan salah satu kamar tamu kosong, yang membuatnya memiliki pemikiran aneh, dan ketika ia membuka pintu kamar yang lain, itu adalah pemandangan yang ditunggu-nya. Anaknya yang sudah dewasa, tidur dengan lengannya memeluk seorang gadis kecil, dan itu jelas sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Dia tahu Dale memanjakan Latina, tapi dia tidak tahu itu sudah sejauh ini. Sebagai ibunya, sudah tugasnya untuk menanyakan alasannya.

Setelah dia menjatuhkan bom itu, Magda menatap anaknya yang sedang duduk. Randolph, yang telah menyaksikan percapakan ini saat makan, meneguk teh dan kemudian mengangguk tegas.

“Aku mengerti ... Jadi Kau memiliki fetish semacam itu, ya?”

“Jangan mengatakannya dengan ekspresi serius, Ayah.”

Lalu Latina dengan sedih berbicara. “Dale ... Ini semua karena Latina egois. Dia menyesal ...”

"Lihat? Latina menganggapnya seius!”

"Ara ara. Dia benar-benar gadis yang baik.”

"Benar."

“Orang tuaku hanya menggodaku, Latina. Kau tidak perlu khawatir.”

Setelah mengatakan itu, Dale menghadap orang tuanya sekali lagi. “Aku sudah pernah meninggalkan Latina sebelumnya, sehingga bukan seperti dia tidak bisa tidur sendiri. Tapi dia sendirian di tempat yang asing saat ini, jadi dia gugup. Aku melakukan itu untuk membuatnya tenang dan merasa lebih rileks.”

“Yah, kau masih muda, Latina. Dan disini sangat gelap di malam hari, jadi tentu saja itu menakutkan,”kata Magda sambil tersenyum, menatap Latina dengan ekspresi yang sama sekali berbeda dari yang ia buat terhadap anaknya.

“Benar,” Randolph mengangguk setuju.

“Kau bangun di tempat yang asing, sehingga tidak mengherankan kau takut. anak kita benar-benar tidak becus.”

"Ya."

"Kalian..."

“Mengapa kau merujuk kepada orang tuamu sebagai 'kalian'?” jawab Randolph ketus.

“Melakukan hal seperti ini di pagi hari ... aku lelah ...”

“Dale, kau baik-baik saja? Latina menyesal dia egois.”



“Kau benar-benar satu-satunya yang dapat membuatku merasa lebih baik, Latina!” Dale berseru, dibanjir emosi dari lubuk hatinya.



Setelah sarapan, Dale meninggalkan rumah sambil berpegangan tangan dengan Latina, yang masih tampak sedih.

Udara segar mengaliri Tislow pagi ini, tapi itu lebih menyegarkan daripada dingin. Sudah masuk musim semi pada desa disepanjang perjalanan mereka, namun Tislow masih seperti awal musim. Cabang-cabang pohon memiliki daun hijau kekuningan, dan hanya ada kuncup bunga yang menyertainya. Bunga-bunga liar di sisi jalan semua berwarna terang lembut. Seolah-olah mereka semua menunggu untuk bermekaran secara Bersama-sama.

Tanah ini diberkati oleh roh bumi, sehingga desa ini benar-benar dipenuhi dengan pemandangan seperti itu. Daripada jubah yang ia kenakan dalam perjalanan, Latina sekarang mengenakan semacam syal di bahunya. Itu berwarna merah muda dan terbuat dari kain yang tebal, jadi itu cukup hangat. Dia juga dihiasi oleh bros bunga, yang Nenek Wen telah ambil dari suatu tempat di rumahnya. “Cara Dia bertindak terlalu cepat ...” Dale bergumam pada dirinya sendiri, benar-benar mengabaikan tindakannya sendiri di masa lalu.

“Warna itu cocok denganmu, Latina.”

"Dale?"

“Ini adalah warna musim semi, dan itu sangat imut. Nenek membuat pilihan yang baik.”

Memahami apa yang ia katakan, Latina tersenyum malu-malu. "Ini hangat."

“Itu bagus,” kata Dale sambil menyeringai, dan senyum Latina mengalahkan senyumannya. Dia berpegangan tangan sedikit erat pada Dale, dan Dale melakukan hal yang sama juga.

Setelah meninggalkan rumah, mereka pergi mengelilingi desa searah jarum jam. Tidak jauh dari perkebunan, Dale berhenti di depan deretan bangunan yang tampak serupa dan menunjuk salah satunya.

“Ini adalah pabrik desa. Ada banyak hal berbahaya di sana, jadi jangan pergi bermain kesana sendiri.”

"Baik."

Ini adalah fasilitas yang penduduk desa gunakan untuk memproduksi perangkat sihir. Karena ada sejumlah besar rahasia klan rahasia yang terlibat dalam prosesnya, bahkan anak-anak muda seperti Latina tidak akan diizinkan untuk masuk dengan mudah.

“Di sini adalah kantor, jadi jika Kau memiliki urusan bisnis Kau bisa mengurusnya di sini, kemudian pergi ke sana. Disampingnya adalah kurir pengiriman. Kau dapat mengirim surat dari sana.”

Bangunan yang Dale tunjuk memiliki bendera hijau lumut dengan lambang surat dan sayap di atasnya. Gadis muda itu terkejut.

“Bisa mengirim surat di sini?”

“Itu karena desa kami mendapat pesanan untuk perangkat sihir dari seluruh penjuru negeri, dan kami membutuhkannya untuk berkomunikasi dengan Laband, juga.”

Sementara Dale mengatakan itu, ia membawa Latina ke kantor. Dia adalah bagian dari keluarga kepala, dan sebagai anak tertua dari kepala desa, Randolph, ia harus menyapa orang di seluruh desa. Tidak ingin membuat Latina canggung, ia pikir itu penting untuk memperkenalkan dirinya kepada penduduk desa juga.

Setelah selesai memberikan salamnya di bengkel, mereka melewati jalan kecil antara rumah-rumah di seluruh desa. Melihatnya dari dekat memberikan kesempatan untuk melihat rumah-rumah dengan lebih baik, yang mana semua rumah memiliki kebun, beberapa memiliki kebun sayur kecil dan taman bunga.

“Ada banyak bunga di Tislow.”

"Sungguh? Yah, semuanya menanamnya di sini, karena Kau perlu mengurusnya setiap hari ...”

“Untuk apa?”

“Untuk persembahan Quirmizi di pintu masuk.”

"Hah..."

Menengadah sambil membahas ini, Pandangan Latina secara bertahap melihat ladang di kejauhan. Ada banyak lading di dataran miring yang mengelilingi desa. Pemandangan ini tergolong baru untuk Latina.

“Itu adalah ladang? Mereka tampak seperti tangga ... Menakjubkan!”

"Menurutmu?"

Selain ladang bertingkat, yang paling menarik mata adalah saluran air yang mengalir di seluruh desa. Air dingin murni mengalir tanpa hambatan melewati samping rumah masing-masing menuju kea rah ladang. Air mengalir dari mata air di pegunungan ke pusat desa. Bahwa mereka memiliki akses ke air tersebut untuk kehidupan sehari-hari mereka karena berkat roh tanah juga. Desa tidak hanya meminjam kekuatan tanah, tetapi air juga, yang diperlukan untuk mempertahankan hidup.

Dan ketika keduanya melewati desa, para warga desa akan terkejut melihat Dale, dan baru memanggilnya ketika mereka menyadari siapa orang itu. Dale akan berhenti dan menyapa mereka. Sementara itu, Latina akan bersembunyi di balik punggung Dale, sedikit takut dengan orang asing. Dia menempel erat dengannya dan mengintip sedikit dari balik Dale sehingga cukup untuk membuat pemandangan menggemaskan, dan itu membuat Dale menyesal bahwa ia tidak memiliki mata di belakang kepalanya. Lagipula, tepat di belakangnya adalah titik buta terbesarnya. Latina secara tidak langsung menyiksanya, bertindak imut ketika mereka sedekat ini, tetapi dia tidak bisa melihatnya. Yah, dia itu imut, sehingga ia bisa memaafkannya untuk apa pun.

Setelah melewati rumah-rumah, mereka tiba di pintu masuk desa, yang telah mereka lalui kemarin.

“Terowongan ini adalah satu-satunya jalan masuk dan keluar dari desa, setidaknya secara resmi.”

Ada rute melalui pegunungan mengelilingi desa. Itu dikelola oleh keluarga kepala klan dan dimaksudkan untuk digunakan dalam keadaan darurat. Bahkan di dalam klan, hanya beberapa orang yang tahu keberadaannya.

Jalan utama desa adalah jalan lebar yang terhubung dengan jalan raya. Itu akan membawamu melintasi desa, menuju pegunungan.

“Rumah Master Cornelio kearah sini, jadi pastikan untuk memperhatikan.”

“Sekolah Asfarian?”

“Dia membuka bagian dari rumahnya sendiri untuk umum, sehingga Kau dapat menyebutnya begitu.”

Setengah jalan di sana, jalan miring berubah menjadi tangga, di ujung jalan berdiri satu rumah. Itu sedikit lebih besar dari rumah lain di desa, mungkin karena juga bertindak sebagai sekolah. Tapi selain itu, tidak ada perbedaan besar dari rumah-rumah lainnya; bahkan memiliki dekorasi bunga di pintu masuk.

“Ini adalah sekolah?”

“Secara teknis, ya.”

Latina memiringkan kepalanya, bingung; itu adalah rumah pribadi biasa, tidak peduli bagaimana dia memandangnya. Tapi Dale, tidak terlalu memperhatikan bangunannya, mendekati pintu dan membukanya bahkan tanpa mengetuk, mengejutkan Latina.

“Apakah master di dalam?”

“D-Dale ?! Apakah tidak masalah untuk masuk ke rumah seseorang tanpa izin seperti ini?”

Melihat Latina kebingungan, Dale akhirnya menyadari apa yang telah dia khawatirkan.

"Ah. Orang-orang tidak perlu mengetuk pintu di desa kami, dan tidak ada rumah-rumah yang di kunci, sehingga biasanya Kau hanya perlu datang dan memanggilnya.”

“Hmm ... itu berbeda dengan Kreuz.”

“Yah, aku lahir di desa ini, jadi aku juga terkejut ketika aku pertama kali berada di Kreuz.”

“Latina terkejut ketika ia pertama kali tiba di Kreuz, juga. Ada begitu banyak orang!”

Sementara mereka sedang mendiskusikan hal ini, seorang wanita dengan rambut coklat pirang yang diikat ponytail muncul dari dalam rumah. Saat ia dengan tenang mendekati pintu, dia melihat siapa orang itu dan berkata, “Oh, itu kau, Dale?”

"Ya. Lama tidak bertemu, Clarissa.”

“Jadi Kau sudah kembali, ya?”

“Aku baru balik kemarin. Apakah master didalam?”

"Dia didalam. Silakan masuk, dan gadis cantik di sampingmu harus masuk juga.”

“Ah, senang bertemumu. Latina permisi.”

Gadis muda ini, Clarissa, melakukan hal-hal kecepatan sendiri dan tampak menjadi beberapa tahun lebih tua dari Dale. mata cokelat gelap memiliki cahaya lembut kepada mereka, seolah-olah mereka mencerminkan kepribadiannya.

“Apakah Kau memiliki urusan dengan ayahku?”

“Kita akan berada di sini untuk sementara waktu, jadi aku berpikir aku akan meminta master untuk mengajari gadis ini, Latina.”

"Hah? Kau memilih Ayah dibandingkan aku?”

Sementara Dale menghempaskan sepatunya ke samping, Latina duduk dengan benar, membuka sepatunya, dan meletakkannya dengan rapi. Saat Dale menunggunya selesai, Dale terus bercakap-cakap dengan teman masa kecil-nya.

“Tidak ada apapun pendeta seperti Master di kota.”

"Itu benar. Aku tidak bisa menyangkalnya.” Clarissa tersenyum saat ia menyuruh Latina masuk kedalam. “Apakah kau keberatan jika aku memanggilmu Latina?”

"Tidak apa-apa!"

Latina gugup menanggapi Clarissa, tetapi berusaha mempertahankan ekspresi tenangnya.

“Jadi kau datang dengan Dale?”

"Benar. Latina tinggal bersama-sama dengan Dale di Kreuz.”

"Astaga. Bagaimana kau bisa menemukan seorang gadis cantik seperti ini, Dale?”

“Aku tidak akan menyangkal bahwa Latina imut,” Dale jawab, serius, dan Clarissa hanya tersenyum ke arahnya.

“Dia benar-benar imut.”

Tidak ada orang yang dapat menghentikan percakapan konyol ini.

Clarissa memimpin mereka ke sebuah ruangan yang tampak seperti perpustakaan, dengan berbagai rak yang berisi koleksi buku; itu pemandangan yang luar biasa. Terkejut, Latina tampak melihat ke sekeliling ruangan. Sulit untuk membayangkan bahwa semua ini milik satu orang. Sekolah Asfarian di Kreuz kemungkinan memiliki koleksi lebih besar, tapi itu sebuah fasilitas di salah satu kota utama di Laband, sehingga tidak masuk akal untuk membandingkannya.

Disebelah rak buku, Latina melihat jendela besar, dan di depan itu terdapat meja yang sama besar. Sementara buku-buku itu tersusun rapih di dalam rak, di atas meja terdapat sebuah gunungan dokumen. Namun, segala sesuatunya terlihat seimbang entah bagaimana. Terkubur di tengah-tengah tumpukan dokumen ini, terdapat seorang lelaki tua yang sedang sibuk bekerja.

“Master Cornelio,” Dale memanggil, dan orang tersebut akhirnya melihat dia, mengangkat kepalanya. Rambutnya putih, dan mata di balik kacamata bulatnya mengingatkan pada Clarissa. Wajahnya keriputnya bergerak, menunjukkan keterkejutannya.

“Yah, itukah kau, Dale?”

“Sudah lama tidak bertemu,” kata Dale, sambil membungkukkan kepalanya. Pria itu adalah Cornelio Cacace, satu-satunya pendeta Asfar yang tinggal di Tislow. Dia tersenyum lembut, seperti putrinya. Itu jelas bahwa mereka saling berhubungan.

“Tampaknya Kau telah membuat namamu terkenal di kota.”

Diminta oleh Cornelio, Dale duduk di sofa dengan sebuah meja pendek, dan Latina duduk di sampingnya. Ini adalah furnitur langka di desa ini, dan itu tidak bisa dilihat dari pintu masuk.

“Aku terkejut Kau mengetahuinya, Master.”

“Aku punya banyak sumber.”

Sementara kedua membahas tentang kota dan ibukota, Latina tetap sedikit gugup. Yang berakhir berkat Clarissa, yang membawa keluar teko dan kue.

“Wow!” Keluar teriakan kekaguman Latina, sebelum ia menyadari bahwa dia bertindak tidak sopan. Dia tampaknya shock dan menyadari bahwa semua orang menatapnya dengan tatapan terpesona, yang membuatnya menunduk kebawah karena malu. Itu hanya membuat orang dewasa di sekelilingnya lebih tersenyum.

“Dia sangat imut. Aku berharap anak-anak di sekitar desa ini berperilaku baik seperti dirinya...”kata Clarissa sambil menyiapkan teh. Melihat Latina langsung terpikat oleh hidangan gula, dia meletakkan didepan gadis muda, di mana ia bisa melihat lebih jelas. Di atas gula kubus ada berbagai bunga hias.

“Wow ... ada bunga pada gula ... Ini sangat imut ...”

Kaulah yang imut, Latina. Tampaknya Dale bahkan mampu menahan diri untuk tidak bergumam hal itu keras-keras di depan mantan gurunya.

“Bagaimana Kau membuat ini?”

“Oh, akan aku mengajarmu kapan-kapan? Kau punya waktu, kan?”Kata Clarissa, menjatuhkan kubus gula ke dalam teh. Bunga hias naik ke permukaan. Itu hanya membuat Latina semakin terpikat. Pipinya sedikit memerah saat ia menatap ke dalam cangkir teh dan tampak senang saat ia menggenggam kedua tangannya lalu bergumam, “Wow. Sangat menakjubkan ... sangat imut ...”

“Kaulah yang imut, Latina ...” Dale mengatakannya, ia tidak bisa menahan diri lagi.

Setelah meminum tehnya dan membasahi tenggorokannya, Cornelio memulai percakapan baru. “Ngomong-ngomong, aku mendengar Kau tampaknya menyebabkan beberapa kekacauan di kota.”

“Huh?” Dale menanggapi pergeseran percakapan gurunya, tetapi ekspresi Cornelio tidak berubah.

“Apakah itu terkait dengan gadis ini? Aku mendengar seorang anak Iblis terlibat ...”

Menyadari apa yang ia bicarakan, Dale hanya bisa memberikan senyuman tegang.

“Kau benar-benar memiliki telinga yang tajam, Master. Darimana kau mengetahuinya?”

“Kuil itu seperti komunitas kecil. sehingga skandal bisa menyebar jauh dan luas, dan itu bukan sesuatu yang dapat Kau menyembunyikan.”

Cornelio terus berbicara, dengan tenang menikmati aroma teh. “Tentu saja, karakteristik mereka yang terlibat juga tersebar. Dan aku tahu itu adalah kau.”

“Maaf membuat masalah ...”

“Tidak, aku tidak bermaksud untuk mengkritik tindakanmu. Terkadang baik untuk menghiraukan pendapat dari dunia luar sesekali.”

Dale bersyukur mendengar Cornelio mengatakan bahwa itu tidakm asalah. Dia bahkan tidak memiliki penyesalan sedikitpun atas apa yang telah dilakukannya, tapi dia masih malu untuk memikirkan bahwa mantan gurunya mengetahui tindakan tersebut. Dale tidak akan merasa takut sedikit pun dengan pendeta Asfarian di Kreuz, tapi itu tidak terjadi ketika berhubungan dengan gurunya. Dia mungkin melayani Dewa yang berbeda, tapi dia adalah seorang pendeta yang patut dihormati.

“Ada sedikit pendeta Asfarian yang menjelajahi dunia luar sepertimu, bukan, Master?”

"Itu tidak benar. Orang-orang yang melayani Asfar terbagi menjadi dua kelompok: mereka yang mengurung diri mereka di Kuil dan mengabdikan diri untuk studi mereka, dan mereka yang pergi keluar dan mencari ilmu baru,” kata Cornelio, sambil menyeruput teh. “Yah, orang-orang berpikiran sempit yang tidak tahu melakukan sesuatu selain belajar, ketika mereka diusir keluar ke dunia mereka bahkan tidak tahu bagaimana caranya untuk bertahan hidup. Bahkan jika Kau tidak melakukannya dengan kedua tanganmu sendiri, itu merupakan vonis kejam yang mengerikan.”

Meskipun kata-katanya, Cornelio tampak agak geli. Dia biasanya orang baik dan lembut, tetapi pada saat yang sama, ia juga bisa tegas terhadap orang lain. Ia terutama marah ketika berhubungan dengan skandal yang disebabkan oleh sesama pendeta Asfarian.

Mereka yang mengabdi pada Asfar cenderung terpecah menjadi mereka yang mencari informasi sendiri dan orang-orang yang menghabiskan hidup mereka belajar di kuil-kuil. Yang terakhir hanya tahu dunia yang sempit di dalam dinding kuil, dan karena banyak dari mereka mengabdikan diri untuk studi mereka dari usia yang sangat muda, mereka tidak tahu apa-apa dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka bisa hidup, asalkan masih berada di dalam kuil. Oleh karena itu, selain kehilangan berkat dari lahir atas perlindungan ilahi, itu juga sebuah pertanyaan besar bagi mereka yang diusir dari Kuil apakah mereka bahkan bisa bertahan di dunia luar. Lagipula mereka sudah menjalani kehidupan tanpa kesulitan apapun. Dan bahkan jika mereka telah bekerja sebagai Guru, mereka masih menghadapi kesulitan besar, karena tidak ada yang tertarik mempekerjakan seseorang yang sudah menyebabkan skandal yang cukup untuk membuatnya diasingkan dari kuil.

"Dale?"

“Master Cornelio ... Aku tidak hanya datang untuk menyapa hari ini. Aku ingin bertanya apakah Kau bisa mengajarkan gadis ini sementara kami tinggal di sini,”katanya, tampak serius sambil membungkuk terhadap Guru lamanya, tidak ingin Latina khawatir karena menyadari percakapan mereka. Tidak hanya dia tidak ingin Latina mengingat “kejadian itu,” ia juga tidak mengatakan bahwa ia telah menggunakan otoritasnya sendiri untuk membalas dendam kepada pelaku. Latina adalah anak baik, bahkan jika itu adalah seseorang yang telah menyakitinya, dia akan sangat sedih mengetahui bahwa dia adalah alasan seseorang dirugikan. Dale tidak ingin itu terjadi.

Menjaga ketenangan Latina adalah hal yang utama bagi Dale.

Menjadi anak pintar, Latina merasakan bahwa Dale tidak berniat menceritakan segalanya. Dia tidak senang dengan fakta itu, tapi dia patuh menutup mulutnya dan menunduk ke bawah.

“Clarissa adalah yang terbaik di desa jika berhubungan dengan kue dan teh, sehingga Kau seharusnya meminta dia mengajarmu. Meskipun masakannya tidak terlalu baik.”

“Hei, itu kejam.”

“Jika masakanmu sudah membaik, maka aku akan minta maaf.”

“Mrrr ....”

“Latina mungkin lebih baik daripada Kau dalam hal memasak, Clarissa.”

"Hah?"

Mendengar dia tiba-tiba membanggakan tentangnya, Latina menatapnya heran. “Tapi Dale, Latina masih harus banyak belajar, kan?”

“Lihat, lihat! Dia tahu bagaimana caranya untuk rendah diri, meskipun dia begitu muda! Dia bukan hanya imut, dia juga benar-benar anak yang hebat, kan ?! Aku tidak malus ama sekali menunjukkannya pada master! Dan dia itu cerdas, jadi aku yakin belajar hal-hal baru di bawah bimbingan master akan menjadi manfaat besar bagi dirinya. Aku tahu aku memaksa, tapi bisakah kau menolongku, Master?”

Kata-katanya sendiri mungkin perlu dipertanyakan, tapi ekspresi dan sikapnya seperti orang tua sesungguhnya. Selama beberapa tahun terakhir ini, ia terbiasa untuk menjadi ayahnya.

Melihat Dale seperti ini, Cornelio tersenyum. Sebagai Master, ia senang bisa melihat bagaimana muridnya telah tumbuh. Selama dia senang, maka dia tidak bisa berharap untuk sesuatu yang lebih.



Setelah meninggalkan rumah Cacace, Dale dan Latina berkeliling desa untuk menyelesaikan perkenalan mereka. Untuk beberapa alasan, Latina akhirnya memegang tumpukan barang di lengannya pada saat mereka selesai.

“Mengapa semua orang memberikan banyak hal ke Latina ...?”

“Karena kau sangat imut.”

“Hmm?”

Latina memiringkan kepalanya, mungkin tidak menyadari pesona dirinya sendiri. Dia cukup imut untuk menonjol bahkan di kota besar seperti Kreuz. Di sebuah desa seperti ini, kecantikan seperti miliknya adalah sesuatu yang mereka belum pernah terlihat sebelumnya. Dia juga sangat sopan, jadi dia sangat mudah untuk disukai.

Selain itu, dia selalu tampak bahagia ketika dia makan. Tentu saja orang akan ingin mencoba untuk memberikannya makanan. Lebih dari satu atau dua orang yang punya ide serupa, sehingga di mana pun keduanya pergi, seseorang akan memberikan permen Latina atau buah sebagai hadiah.

“Yah, kita tidak perlu khawatir tentang makanan ringanmu untuk sementara waktu ...”

“Apakah itu tidak masalah untuk menerima begitu banyak ...?”

"Tidak apa-apa."

Ketika mereka berbicara, pasangan tersebut selesai mengitari desa dan kemudian pergi ke belakang rumah Dale.

Jalan yang diperpanjang sampai ke pegunungan mungkin kecil, tetapi juga dengan hati-hati tetap dirawat. Mereka berjalan santai, dengan sinar matahari melalui pepohonan. Sesaat kemudian, mereka mendengar suara air.

Ketika mereka sampai di ujung jalan, Latina mengerti mengapa ia bisa mendengar suara dari begitu jauh: itu berasal dari air terjun. Tempat tersebut berbentu setengah lingkaran, aliran tipis mata air jatuh ke bawah dari batuan dasar. Volume airnya sendiri tidak besar, tetapi banyak air terjun kecil yang menambahkan cukup besar air yang mengalir ke dasarnya, membuat pemandangan yang cukup misterius.

“Wow ...” kata Latina terkagum-kagum, dan Dale tersenyum puas.

Dale menggenggam tangan Latina saat mereka mendekati sisi cekungan air terjun, karena basah, permukaan berbatu mudah untuk membuatmu tergelincir.

“Menakjubkan! Ini sangat cantik!”

Mendekatinya, Latina dengan senang hati menaruh tangannya di dalam air, kemudian melompat kaget menyadari betapa dinginnya ait tersebut. Ini semua berasal dari mata air, sehingga tidak hangat, terlepas dari musim apapun.

“Ini dingin!” Meski begitu, Latina tampak gembira, dan sekali lagi memasukkan kedua tangannya ke dalam air jernih. "Ini begitu indah! Ini seperti sebuah kuil!”

Dale sedikit terkejut mendengar Latina mengatakan itu. Ada sebuah kuil kecil Quirmizi di sisi air terjun, tapi itu kuil sederhana. Namun, Latina dengan mudah mengatakan bahwa ini adalah tempat dengan kekuatan para dewa.

"Kau bisa mengetauinya? Kau tidak memiliki perlindungan ilahi, kan?”

“Ya, Latina tidak memilikinya. Dia hanya berpikir rasanya mirip dengan kuil. Dia benar-benar merasa seperti disini tampak lebih seperti sebuah kuil daripada yang ada di Kreuz.”

“Kuil di kota-kota dibuat untuk orang-orang, bagi mereka untuk menyembah para dewa. kekuatan para dewa tidak begitu kuat di tempat-tempat seperti itu, tidak seperti disini.”

"Huh..."

“Itu luar biasa, Latina, bahwa kau dapat merasakannya juga ...” kata Dale sambil tersenyum. “Kau benar-benar dicintai oleh para dewa, juga ...”

Dan kemudian, ia menambahkan, “Kau juga terlalu imut!”

Ini benar-benar hancur suasana.

Kata-katanya harus dipertanyakan seperti biasanya.


Note :
Hehe, akhirnya setelah beberapa bulan gak update~ insyaallah untuk uchi musume bakal di update secara rutin 2 minggu sekali.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan