Sabtu, 28 Maret 2020

Maou-sama, Retry! Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 8. Kota Di Dunia Paralel

Chapter 8. Kota Di Dunia Paralel


—Holy Light Kingdom: Kota Dagang, Yahoo.

"Penamaan negara ini tak masuk akal dalam berbagai hal."(Maou-sama)
<EDN : Welp, siapa juga yang mau namain kota pake nama email :v>

"Benarkah?"(Aku-chan)

Kerumunan orang yang datang dan pergi tentu saja merupakan keaktifan yang sesuai di kota perdagangan. Kota ini tidak memiliki sesuatu yang dapat disebut sebagai produk khusus, tetapi berada dalam posisi geografis di mana banyak rute perdagangan bersinggungan, sehingga mengumpulkan banyak barang dari tempat yang berbeda.

Ada orang-orang dengan lilitan sorban dikepalanya, prajurit berotot, wanita mengenakan pakaian seperti penari yang sangat terbuka, seorang wanita tua di sudut jalan membuat ramalan keberuntungan mencurigakan, dan bahkan ada pedagang menunggangi kadal besar.

"Sangat mengesankan mereka bisa menaiki itu ..."(Maou-sama)

"Itu disebut Kadal Pasir, dan mereka jinak, kau tahu."(Aku-chan)

Aku-chan berbicara dengan gembira.

Dia biasanya yang terkejut, jadi dia pasti senang bisa mengajari Maou sesuatu. Tapi yah, Aku-chan juga tidak memiliki pengetahuan tentang kota. Satu-satunya saat dia meninggalkan desa adalah ketika orang tuanya masih hidup, dan itu sudah lama sekali.

Melihat jalan utama, ada banyak kios di jalan, dan karena setiap atapnya berwarna-warni, rasanya seolah-olah ada semacam festival yang sedang berlangsung. Ada banyak daerah miskin di tempat-tempat terpencil di Holy Light Kingdom, dan sebaliknya, ada juga tempat-tempat yang sangat makmur.

(Jadi ini yang disebut 'kesenjangan sosial', ya ...)(Maou-sama)

Tersirat pikiran seperti itu dalam benak Maou. Memang benar perbedaan kualitas di negara ini sangat buruk. Dan ini tidak hanya mempengaruhi daerah tersebut, tetapi orang-orang secara individu.

Keturunan orang-orang yang berperang melawan Raja Iblis bersama dengan Cherub menjadi bangsawan, dan mereka sekarang berdiri di puncak populasi, menikmati kehidupan mewah.

Berkat agama yang memuja Cherub, negara ini berhasil dipersatukan, tetapi di dalamnya terdapat jumlah konfrontasi yang sangat tinggi. Ada orang yang berteriak tentang menghilangkan sistem kebangsawanan, dan ada juga orang lain yang telah putus asa terhadap masyarakat ini dan akhirnya bergabung dengan sisi penyembah Iblis.

Semua perselisihan internal ini mungkin berkat posisinya yang jauh dari wilayah ras iblis.

Negeri di mana ras iblis sering terlihat, mereka tidak akan memiliki 'kemewahan' itu.

"Kita memiliki uang, jadi bagaimana kalau membeli sesuatu?"(Maou-sama)

"Itu adalah uang dari Gadis Suci..."(Aku-chan)

“Apakah ada Gadis Suci yang mencoba membunuh orang secara tiba-tiba ... Lagipula dia terlihat menikmati tamparan itu, benar-benar gadis yang mesum."(Maou-sama)

Maou mendekati kios jalanan dan melihat barang-barang yang dijual.

Sepertinya beberapa jenis daging sedang dipanggang, dan ada sedikit aroma seperti merica.

Tepat pada saat itu, perut Maou berbunyi.

Dia hanya makan << roti kering >> yang disimpan di base. Aku-chan memakannya dengan bahagia, tetapi untuk Maou, itu hanyalah siksaan.

"Berapa harganya?"(Maou-sama)

"3 tusuk sate untuk 5 koin tembaga."(Pemilik Toko)

"Aku-chan, koin tembaga yang mana?"(Maou-sama)

"Yang ini! W-Wow ... bahkan ada koin tembaga besar. Eh ?! Mungkinkah ini koin perak yang dikabarkan itu?!"(Aku-chan)

Dengan Aku-chan yang terkaget-kaget, Maou meraih koin tembaga, yang berukuran kecil tapi tercetak dengan indah, tanpa peduli dan memberikannya kepada penjaga kios.

Meskipun itu adalah uang orang lain, dia tidak ragu-ragu menggunakannya.

“Aku-chan, ini bagianmu. Makanlah sepuasmu."(Maou-sama)

"Uhm, ini adalah kedua kalinya aku mengatakan ini, tetapi ... ini adalah uang milik Gadis Suci..."(Aku-chan)

Apa yang Maou katakan tidak salah. Apa pun alasannya, dia tiba-tiba mencoba membunuhnya, jadi dia tidak punya hak untuk mengeluh jika dia malah terbunuh.

Tetapi dalam kasus ini, fakta bahwa lawannya adalah Gadis Suci terlalu luar biasa dalam banyak arti.

"Jika ini adalah eroge, itu akan memiliki judul seperti << Gadis Suci yang Ditangkap - Aku Benci Membuat Anak Bersamamu! >> dan akan langsung menuju rute budak seks, kau tahu? Berpikir seperti itu, aku terharu sampai menangis oleh kebaikanku sendiri. ”(Maou-sama)

"Apa itu erouge?"(Aku-chan)
<TLN : Jangan googling itu ... Siapa yang bercanda, sebagian besar pasti tahu>

"Oi oi, kau ... itu pakaian yang jarang terlihat disini. Pasti kau orang luar, bukan? Negara ini tidak mengizinkan budak, kau tahu? Kau tidak bisa mengatakan itu bahkan sebagai lelucon. ”(Pemilik Toko)

Pemilik toko memotong karena cara bicara Maou.

Ada perbedaan yang mengerikan dalam kualitas hidup Holy Light Kingdom tetapi budak tidak diizinkan sedikit pun. Jika kau melanggar hukum ini, tidak peduli seberapa tinggi posisimu, kau akan segera diadili.

"Kau berbicara seolah-olah negara-negara luar memang memiliki budak."(Maou-sama)

"Bagaimanapun, utara dan timur ... mereka tidak beradab di sana."(Pemilik Toko)

(Tidak beradab, ya ... Kupikir petinggi di negara ini banyak juga yang tidak beradab.)(Maou-sama)

Maou memikirkan hal ini tetapi tidak mengatakannya, dan malah memakan salah satu tusuk sate itu.

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

—Penginapan 'Google it'.

"Benar-benar ada banyak nama yang tidak masuk akal."(Maou-sama)
<EDN : Oke, emang author kampret>

"Apakah begitu? Kupikir itu lucu. ”(Aku-chan)

Namanya sendiri aneh, tetapi dikatakan sebagai penginapan paling mewah di kota Yahoo ini.

Rakyat jelata tidak akan bisa melewati batasan itu.

Maou mendekati konter dan berbicara dengan pemilik penginapan. Meskipun ini adalah kota pertamanya, ia membuat postur yang berani. —Kau bahkan bisa menyebutnya keberanian omong kosong.

Dia telah menyimpang sepenuhnya.

"Pemilik penginapan, beri aku kamar terbaik yang kau miliki."(Maou-sama)

Kata-kata Maou membuat pemilik penginapan mengerutkan alisnya sejenak, tetapi ketika dia melihat penampilannya, dia memikirkannya kembali.

Itu adalah pakaian yang tidak dikenal, tetapi di mata penjaga penginapan yang telah terlatih dalam bisnis layanan pelanggan, dia bisa melihat sekilas bahwa pakaian-pakaiannya terbuat dari kain berkualitas tinggi.

"Kamar terbaik seharga 1 emas ..."(Pemilik Penginapan)

"Eeeh ?! Kita tidak bisa, Maou-sama! ” (Aku-chan)

"M-Maou?"(Pemilik Penginapan)

Itu adalah harga tinggi yang membuat Aku-chan berteriak, tetapi pemilik penginapan itu mengirimkan pandangan ragu pada mereka ketika kata 'Maou' diucapkan.

“T-Tidak, namaku Ma Ou, kau tahu. Memang terkadang membingungkan sehingga menggangguku. ”(Maou-sama)

"B-Begitukah ..." (Pemilik Penginapan)

Pemilik penginapan itu membuat ekspresi ragu, tetapi dia tidak mencoba untuk melanjutkan topik pembicaraan. Dia terlihat dari negara luar, dan ada kebiasaan yang berbeda tergantung negara itu.

Dengan penjaga penginapan itu di hadapan mereka, Maou dan Aku memulai pembicaraan dengan [Berbisik].

<< Aku-chan sudah kubilang jangan panggil aku Maou di depan umum! Panggil aku Onii-san !! >>(Maou-sama)

<< Eeeh ... Aku merasa itu terlalu berlebihan ... >> (Aku-chan)

<< Lalu, sesuatu seperti Aniki, Onii-chan, Senpai, ada banyak hal yang bisa dipilih, kau tahu. >>(Maou-sama)

<< B-Bagaimana dengan P-Papa ...? >>(Aku-chan)

<< Jangan bercanda! Aku baru lulus dari sarjana!! >>(Maou-sama)

Fakta bahwa dia menggunakan kata ‘baru lulus sarjana’ itu sudah cukup bagi pria ini untuk kehilangan kualifikasi untuk disebut Onii-san.

“J-Jadi, satu emas, kan? Ini seharusnya cukup. "(Maou-sama)

Maou mengeluarkan koin emas dari dalam tas kulit dan memberikannya kepada pemilik penginapan.

Maou menutup mulut Aku-chan dan Aku-chan menggerak-gerakkan tangannya, tetapi penjaga penginapan yang menerima uang itu membimbing keduanya ke kamar mereka dengan ekspresi senang.

  ■■ □□ ■■ □□ 

"... Pemandangan yang bagus."(Maou-sama)

Memasuki ruangan kelas tertinggi, Maou melihat pemandangan dari jendela dengan aura keagungan.

Di dalam, dia terkejut dengan kamar mewah, tapi karena dia bersama Aku-chan, dia harus terlihat sebagai pria yang keren.

"Luar Biasa ... Ini seperti rumah para bangsawan!"(Aku-chan)

"Hmph ... Pada waktunya aku akan membuat istana yang cocok untukku."(Maou-sama)

Kata-kata Maou berlebihan, tetapi efek apa yang akan terjadi di dunia ini ketika dia benar-benar berhasil melakukannya? Dia belum berpikir sejauh itu. Tidak, orang ini bahkan tidak berpikir sama sekali tentang memikul tanggung jawab untuk sesuatu yang tidak jelas seperti 'dunia'.

Siapa yang akan berpikir tentang dampaknya terhadap seluruh dunia ketika mengambil setiap tindakan dalam hidup mereka? Setiap orang bekerja demi diri mereka sendiri, makan demi diri mereka sendiri, tidur demi diri mereka sendiri. Dengan cara yang sama seperti itu, pria ini berusaha mendapatkan kembali semua Haknya demi dirinya sendiri.

Hasil dari itu mungkin membuat banyak pertumpahan darah, tetapi ia mungkin membawa keselamatan.

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan pada saat ini ...

“Oh iya, memanggilku Maou-sama akan membuat orang lain takut. Apakah tidak ada nama lain yang pas untuk memanggilku? "(Maou-sama)

"K-Kunai-sama ... mungkin?"(Aku-chan)

"Hmm, jangan itu."(Maou-sama)

Dia pria yang mengerikan.

Laki-laki semacam ini merasa sangat sulit untuk memutuskan tempat makan di luar atau tempat kencan.

"... Bukankah Onii-chan bagus?"(Maou-sama)
<EDN : Kebelet banget dipanggil onii-chan :v>

"Tidak."(Aku-chan)

Maou sedang berusaha keras di sini, tapi Aku-chan memotongnya dengan cepat.

Aku-chan pasti juga sudah lebih dewasa dibandingkan dengan saat pertama kali mereka bertemu. Pada tingkat ini, tidak diragukan lagi dia bisa menjadi rem yang bagus untuk Maou yang cepat menjadi liar.

"Ngomong-ngomong, daging tadi sangat lezat!"(Aku-chan)

"Hm? Yah begitulah."(Maou-sama)

Kata-kata polos Aku-chan membuat Maou ragu untuk berbicara.

Menurut pendapat Maou, daging itu pastinya bukan daging yang akan dia beri label lezat. Darah tidak dikeringkan dengan benar, dagingnya keras, dan bau binatang buas masih tersisa.

Mungkin itulah sebabnya mereka dengan paksa menyembunyikan aroma itu dengan hal-hal seperti lada.

Karena hal-hal seperti ini, Maou dengan sengaja datang ke penginapan kelas tertinggi. Tidak diragukan lagi dia ingin setidaknya makan makanan yang layak.

"T-Tapi aku juga suka 'roti kering'. Rasanya manis dan membawa kebahagiaan bagiku. ”(Aku-chan)

"Kebahagiaan, ya ..."(Maou-sama)

Ekspresi Aku-chan mengendur, dan melihat ini, ekspresi Maou menjadi gelap untuk sesaat.

Itu pada dasarnya adalah ransum darurat.

Memang benar bahwa dalam pengaturan permainan, Kekaisaran Besar juga menunjukkan kepincangan mereka dalam ransum darurat, jadi mereka memang merancang berbagai hal untuk itu, tetapi menurut pendapat Maou, itu tidak bisa disebut makanan.

"Kalau begitu, mari kita pergi untuk 'kebahagiaan' kita berikutnya dan makan malam yang mewah hari ini."(Maou-sama)

Mendengar ini, Aku-chan berjalan ke arah Maou dengan gembira dan meraih tangannya.

Maou mengarahkan pandangannya ke kaki kanan Aku-chan yang menyakitkan untuk sesaat, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengangkat tubuh Aku-chan dan menempatkannya di bahunya.

"Sebelum itu, mari kita lakukan sesuatu tentang pakaianmu. Aku tidak tahu bagaimana cara kerjanya di dunia ini, tetapi saat makan malam, pakaianmu juga penting. ”(Maou-sama)

"Pakaian?"(Aku-chan)

Di kepala Maou, dia sudah lupa sepenuhnya bahwa itu adalah uang dari Gadis Suci. Dia sudah menggunakannya seakan-akan itu adalah uangnya.

Tidak ada rasa bersalah di matanya.

Jika Own Goal melihatnya, dia akan berteriak 'pria itu adalah bandit sejati'.

Dan dengan cara ini, Maou-sama dan Aku-chan mulai berbelanja....

□ □ ■ ■ □ ■ ■ □ □ □ □ ■ ■ □ ■ ■ □ □

Sebagian dari data sekarang tersedia.

[Magic]

Mengontrol apa yang didefinisikan sebagai 'elemen' di dunia ini, dan mengaktifkannya.

Empat elemen dasar: Earth, Water, Fire dan Wind. Yang tidak biasa adalah: Light dan Dark. Total ada enam.

Di antara mereka ada elemen lebih tinggi yang hanya dapat digunakan oleh orang yang telah melewati dinding penghalang. Yang berbakat dapat menggabungkan elemen, dan bahkan ada orang yang mampu mengendalikan elemen gabungan itu.

Tergantung pada jumlah huruf dalam mantra, ada sihir tingkat pertama sampai kesepuluh, tetapi bahkan di luar batas, Raja Iblis memiliki batas sihir sampai tingkat keenam.

Ngomong-ngomong, apa yang digunakan Luna adalah 'Gold'. Versi yang lebih tinggi dari elemen cahaya adalah elemen suci. 'Gold' yang dia gunakan terpisah dari cahaya, dan kau bahkan bisa menyebutnya sebagai elemen asli.

Tidak mati setelah menerima serangan itu pasti karena ia memiliki keterampilan khusus.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan
Proofreader: LLENN

Jumat, 27 Maret 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 107. Pulau Cal Mira Berakhir

Chapter 107. Pulau Cal Mira Berakhir


Sehari kemudian.
Setelah mengalahkan monster yang bernama Karma Pengu, sekarang aku sedang melihat isi dropnya.
..... Pengū Kigurumi?
Apa ini?
Aku mengeluarkannya dari storage.

“I-ini apa?”
“Itu seperti kostum binatang.”
“Itu seperti baju tidur.”

Ini sebuah Kostum Penguin seperti kostum santa. Entah dimana Aku pernah melihat yang seperti ini.
Sebaiknya, Aku mengecek statusnya.

Pengū Kigurumi

Perlindungan Bertambah, Resistensi Benturan (Kecil)
Resistensi Air (Tinggi)
Resistensi Gelap (Kecil)
Penyembuhan HP (Lemah)
Kekuatan Mantra Sihir (Sedang)
Perbaikan Secara Otomatis
Peningkatan Waktu Menyelam
Penyesuaian Ukuran Tubuh
Skill Keterampilan (Kecil)
Perubahan Ras – Monster (Ketika digunakan)

Hmm.... kemampuannya cukup berguna juga. Status standarnya tidak sebagus dari Barbarian Armor +1.
Peningkatan Waktu Menyelam...... Memangnya bisa berenang menggunakan ini?

“Ini sepertinya adalah peralatan langka, Raphtalia coba kau—“
“Tidak MAU! Walaupun Aku bisa bertarung dengan itu Aku tetap tidak mau.”

Sudah ku duga.
Aku juga tidak mau memakainya.

“Kalau begitu, Firo mau memakainya.”
“Huh. Bukannya kau benci pakaian?”
“Ini terlihat menyenangkan!”

Dan, ketika Filo menggunakan Pengū Kigurumi, tubuhnya langsung menjadi besar.
....? Apa ini yang dimaksud dari Penyesuaian Ukuran Tubuh? Ini akan sangat berguna!

“Firo yang pakai ya.”

Sambil mengatakan itu, Filo memakai Pengū Kigurumi.
Sekarang Filo sudah terlihat seperti seekor pinguin. Entah mengapa tas santa muncul di Pengū Kigurumi.

“Hmm... sepertinya baju ini tidak terasa kaku?”
“Begitukah?”
“Ah, tapi seperti ada yang menahan seranganku.”
“Coba kau lepas.”

Apa ini efek dari Perubahan Ras? Karena rasnya berubah menjadi bukan ras Filolial, sehingga dia tidak mendapat bonus dari Filolial Shield Series dariku.
Sepertinya kita tidak bisa menggunakannya...
Jika monster menggunakannya maka tidak ada efeknya..... ini peralatan yang aneh juga.

“Jadi, Aku ingin menggunakannya ketika tidur di penginapan.”
“Ya, mungkin itu kegunaan dari peralatan itu.”

Peralatan terbaik untuk digunakan ketika tidur.

“....Bagaimana jika aku menggunakan zirah milik Naofumi-sama, lalu Naofumi-sama menggunakan peralatan itu, dengan begitu tidak ada yang terbuang.”
“Raphtalia.... kau ingin Aku menggunakan ini?”

Ya, jika kau bandingkan dengan statusnya, maka ini yang terbaik. Karena ini sudah melampaui Barbarian Armor ku.
....
Karena perisai ini, Aku bisa menahan semua serangan dari monster disini. Tapi Aku mulai khawatir dengan peralatan Raphtalia.

“....Baiklah.”
“Bagaimana kita tentukan yang menggunakannya dengan lotre. Dari penjelasan Filo, seranganmu akan terganggu oleh itu.”
“Aku mengerti.”

Entah mengapa, kita berdua seperti tidak mau menggunakannya karena penampilannya yang agak aneh.
Dan hasilnya...

“Goshujin-sama, terlihat imut!”
“Sial! Ketika di penginapan akan kulepas ini.”

Aku tidak bisa membiarkan petualang lain melihatku dalam keadaan seperti ini! Sama seperti Filo, penampilanku sekarang seperti penguin.
Ini hanya kostum binatang.
Walaupun begitu, setelah Raphtalia mengenakan zirahku, perlindungannya langsung bertambah. Dan kita berburu Karma Pengū Familiar dan Karma Pengū dengan mudah.
Pastinya Aku tidak bisa membiarkan Hero lain melihatku dengan keadaan seperti ini!
Ya, walaupun wajahku tertutupi oleh perisai, tapi Aku tidak bisa memastikan itu tidak terlihat.

“Oh iya, apa monsternya sudah dikuliti?”
“Belum.”

Aku terlalu fokus pada drop, jadi Aku lupa untuk menguliti dan menyerap monsternya.
Sekarang, Aku sedang menguliti lalu menyerap Karma Pengū yang baru saja dikalahkan.
Terus, apa yang harus Aku lakukan dengan sisanya?
Filo yang mulai kelaparan mulai memakannya..... ini bukan pemandangan yang baik.

“Jangan makan terlalu banyak.”

Menyalakan api disini cukup menyusahkan, ketika kembali ke penginapan makanan sudah siap di santap, jadi Aku sedang tidak ingin memasak.

“Ya~”

Ya ampun.
Baiklah, setelah mengalahkan Familiarnya..... Aku membelakangi bangkai Karma Pengū.

“Pe~tsu―”

Paku!

“Hmm? Apa kau mendengar suara aneh?”
“Benar juga ya. Apa itu cuma imajinasi?.”
“Iya?”

Nyam nyam nyam, Filo menjawab itu sambil makan.
Aku kira suara itu berasal dari Filo, tapi...

“Mungkin hanya imajinasiku saja?”

Mungkin Karma Pengū Familiar yang berada di sekitar sini sedang menangis.
Suaranya terdengar seperti itu.

“Gefu~”
“Filo, makan yang benar.”
“Iya~”

Di hari itu, kita bisa menaikkan level dengan baik. Itu sedikit anti-klimaks.
Dari kemarin kita tidak bisa melakukannya.
Tetapi kita menaikkannya sedikit demi sedikit, Aku mulai mengerti mengapa mereka merasa kalau ini seperti game.
Dan begitulah hari ini terlewati.
Oh iya, sepertinya Aku sudah membuka Karma Pengū Familiar Shield dan Karma Pengū Shield secara bersamaan.

Karma Pengū Shield (Awakened) 0/25 C
Kemampuan Terbuka
..... 
Bonus Pemakaian: 
Skill Menyelam 2
Resistensi Air (Kecil)
Skill Memancing 3
Koreksi Status Peckle Terkunci (Sedang)
Efek Spesial: Waktu Penyelaman Bertambah
Keahlian: 0

Karma Pengū Familiar Shield (Awakened) 0/10 C
Kemampuan Terbuka
..... 
Bonus Pemakaian: 
Skill Menyelam 1
Skill Memancing 2
Koreksi Status Peckle Terkunci (Kecil)
Keahlian: 0

Sepertinya..... ini sebuah perisai yang memiliki skill baru dan Koreksi Status.
Ini seperti Chimera Viper yang memiliki status tinggi..... Aku tidak mengerti cara kerjanya.
Lalu Peckle itu apa? Bukannya ini ada penjelasannya juga?
Aku jadi mengingat Kigurumi.
Lagi pula..... orang yang memakainya akan mendapatkan bonus yang banyak.

“Raphtalia.....”
“K-kenapa Naofumi-sama melihatku seperti itu? Aku tidak akan memakainya, tidak akan—“

Dari gelas kertas lotre, Aku mendapatkan kertas yang berisi nama Raphtalia.

“Hari ini, kau harus memakainya.”

Filo.... itu ya. Aku bersyukur dia terlahir menjadi Filolial.
Ngomong-ngomong, ini adalah yang kita ketahui setelah memakainya, yaitu bila kau memakai Kigurumi ini, maka kau bisa menyelam di laut dengan waktu yang lama. Tapi itu bukan suatu masalah yang besar untuk kami.
Lalu.... Filo telah berhasil memakai Pengū Kigurumi tanpa masalah.
Sepertinya dia sangat bersenang-senang bermain dengan itu.

Sekali lagi, sebuah hari berlalu dengan menaikkan level. Dan sekarang, matahari sedang terbenam yang menjadi pertanda event aktivasi terakhir akan segera selesai.
Bonus EXP berkurang sedikit demi sedikit, dan pada akhirnya berakhir bersama hilangnya cahaya merah.....

“Rasanya, hari ini sangat berharga.”
“Benar... sekali”

Raphtalia menjawabnya dengan wajah galau.
Ya, bukanya Aku tidak memahaminya.
Sebentar lagi kita akan menaiki kapal untuk kembali menuju pulau utama.....
Dan inilah hasil dari menaikkan level di pulau ini.

Aku : Level 73
Raphtalia : Level 75
Filo : Level 74

Hampir saja, kita menaikkan level sampai batasnya. Aku telah diberitahu bahwa bonusnya tidak akan efisien bila sudah berada di level 80, dan ketika di level 70 itu sudah terasa tidak berguna.
Motoyasu memanggilku dari kapal.

“Sepertinya kau bertambah kuat? Bukankah itu bagus.”
“Ya.”

Filo yang masih merasa belum puas berenang, dia menjawabnya sambil mengapung disebelah kapal.

“Filo, ia tidak bertanya padamu.”
“Eh?”
“Biar ku lanjutkan, levelku sudah bertambah 30 dari yang sebelumnya.”
“Itu memang benar.... tapi Aku berharap bisa lebih tinggi lagi.”
“Mau bagaimana lagi.”
“Lagian.... monsternya terlalu lemah...”
“Ah... benar juga.”

Ketika kita sudah berlevel 70, bos Series Karma sudah bukan masalah lagi. Yang mana itu membuat kita bisa membunuhnya hanya dengan sekali serang.
Baik Filo dan Raphtalia, status keduanya terlihat sangat bagus....
Aku juga sudah mencoba berbagai cara penguatan untuk meningkatkan perisaiku menjadi lebih baik.
Ngomong-ngomong, Aku memiliki bonus kemampuan perisai yang masih terkunci.
Menaikkan level dengan baik di pulau ini sangatlah berguna. Tetapi, itu bukan sebuah kekuatan yang mudah didapatkan. Aku yakin Raphtalia dan Filo menyadari ini.

Rupanya.... maksud dari kekuatan level dan kekuatan fisik memiliki makna yang berbeda.
Hal ini tidak bisa diduga dari reaksi refleks atau reaksi pemikiran untuk melawan musuh yang lebih kuat.
Itu lah yang tidak menguntungkan.
Dari game online yang aku mainkan, terdapat banyak player yang menaikkan level ketika ada event besar saja.
Lalu mereka tidak tahu kalau tidak seimbangnya skill dan level merupakan suatu hal yang sangat berbahaya.
Agar hal seperti itu tidak terjadi, kita harus terus berlatih.

“Oya? Ternyata ada Hero Perisai-sama?”
“.... Ternyata kau”

Penjual penipu memanggilku dari kapal yang sebentar lagi akan berlayar, dan kapalnya berada disebelah kapal kami.
Itu sebuah kapal pengangkut. Yang berisikan banyak peti tersusun.

“Bagaimana? Waktu aktifnya sudah berakhir, apa bisnismu berakhir?”
“Bisnisku berakhir? Lelucon macam apa itu. Sekarang Aku sedang bersama orang itu untuk terus berbisnis di level yang lebih tinggi.”
“Begitu ya....”

Bisnis macam apa yang akan ia lakukan? Aku mencium bau busuk.

“Ini rahasia ya. Ini merupakan kelanjutan dari rumor itu.”

Penjual penipu menjelaskannya.
Sepertinya karena rumor EXP yang bertambah akibat penggunaan aksesori yang ia jual di Cal Mira sudah tersebar luas.
Tetapi, rumor adalah rumor, terkadang ada informasi yang berkurang. Seharunya, aksesori itu hanya bekerja di pulau ini saja, tapi orang-orang bilang bahwa itu bekerja dimana saja, dan sudah ada banyak pengakuan dari banyak orang.

“Bukannya orang itu berpikir dulu sebelum memutuskan ini?”
“Kenapa dibahas sekarang? Itu kan bukan masalah. Permata Miraca sangat laku loh.”

Ngomong-ngomong, ini permata yang mudah hancur, jadi, ketika itu terjadi tugas permata itu berakhir. Ketika itu terjadi maka konsumen harus membeli yang baru lagi.
Sepertinya..... yang sudah Aku katakan pada penjual penipu sudah tidak bisa ditarik lagi. Itu membuatku khawatir.

“Aku akan bekerja keras! Sampai nanti, Hero Perisai-sama!”

Ternyata, barang bawaannya sudah dinaikkan semua. Jadi kapalnya yang berlayar duluan.

“Ya, lupakan dan hiraukan saja.”

Aku hanya memberitahukan jalan yang benar untuknya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Baiklah, ayo kita menaiki kapal kita juga.”
“Iya.”
“Berlayar~”

Setelah menunggu, akhirnya kapal kita berlayar.


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan

Rabu, 25 Maret 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 106. Hari-hari di Pulau Cal Mira

Chapter 106. Hari-hari di Pulau Cal Mira


Untuk saat ini..... kita sedang bepergian dengan kapal.
Sepertinya Filo sudah menguasai cara berenang sepenuhnya. Terlihat dari cara berenangnya yang seperti seekor pinguin.

“Goshujin-sama.”

Selagi mengambang, Filo mengambil alih kendali kapal yang kunaiki.
.... Aku punya firasat buruk.

“Biar Firo yang mengendalikan kapal ini.”
“Huh?”

Selagi memikirkan itu, Aku memegangi sisi kapal dengan satu tangan.
Oh, Aku mengerti apa yang ingin dia lakukan.

“Semoga saja Raphtalia tidak muntah.”
“Kalau naik kapal bukan masalah!”

Syukurlah.
Sambil mengangguk, Aku melepaskan kendali kapal.

“Go~!”

Filo dengan hebatnya berenang selagi menarik kapal ini dengan sangat cepat.

“Wa, wa, wa ā ā!”

Selagi kapal ditarik dengan cepat, terdengar suara aneh.
Ya, tidak ada salahnya untuk terkejut.

“Ini seperti kapal Duffy.”

Apa itu?
Jika kuingat baik-baik, Duffy itu monster seperti lumba-lumba.
Entah bagaimana, Aku bisa membayangkan itu.
Kapal yang sedang ditarik melewati lautan luas ini oleh sekawanan Duffy..... Aku membayangkan hal seperti itu.
Walaupun Filo itu sendirian, dia masih bisa membawa kita dengan efisien.
Oh iya, apa Filo tahu arah yang kita tuju? .... Disini terdapat banyak jalan.

“Pulau yang mana?”
“Yang sebelah sana.”

Setelah melihat pulau yang dituju, bukanya mengarahkan kami kesana, Filo malah mengubah arah renangnya sambil menyelam.
Orang ini mudah sekali beradaptasi.

“Goshujin-sama~, jika ada waktu bermain dengan Firo lagi, maka ayo kita menyelam kesana, disana itu sangat indah loh.”
“Bisa mati lemas aku.”

Seberapa lama dan seberapa cepat dia bisa menyelam dilaut?
Aku tidak mau itu terjadi. Datang ke dunia lain, hanya untuk mati karena tenggelam.

“Onee-chan bisa menyelam lebih lama, jadi Firo tidak akan kalah darinya.”
“Sungguh?”
“Be-benar....Berenang merupakan keahlianku.”

Ya, jika dia tidak bisa berenang, mana mungkin orang tuanya mendorongnya ke laut, demi menjauhkannya dari monster yang muncul dari gelombang.

“Bagaimana bila Aku memancing ikan untuk makan nanti?”
“Boleh saja...... tapi itu sudah sering disediakan oleh penginapan.”
“....Benar juga ya.”

Aku mulai bosan dengan hidangan lautan. Ya, karena tidak ada yang memasak sashimi, jadi hidangannya terlihat ala Meuniere semua.
<TLN: https://en.wikipedia.org/wiki/Sole_meuni%C3%A8re>

“Apa ini aman untuk dimakan langsung?”
“Tidak tahu....”
“Apa ini enak?”
“Biar Filo yang memakan ini dan kita lihat apa yang terjadi.”

Masalahnya adalah setelah Filo memakan itu, dia baik-baik saja, bukan berarti itu aman untuk kita juga.

“Nanti aku akan membuatkan makanan dari duniaku.”
“Hore~!”
“Aku akan menantikannya.”
“.... Mungkin aku akan memasak makanan yang berasal dari daerah Timur.”

Buku resep makanan akan menjadi suatu hal yang akan Aku cari nanti. Kebetulan, perisai ku memiliki skill memasak juga.
Dengan begitu, sambil mengobrol, kita sampai ditempat yang kita tuju dengan cepat.
Ya, bila kita lihat dari awal, kita membutuhkan waktu yang banyak untuk sampai kesini.

“Me-mengejutkan sekali.”

Ketika turun dari kapal, Aku tidak bisa menegakkan kaki ku dengan baik, karena kapal ini sedikit bergoyang.
Bila menaiki kapal yang sudah kau ketahui sangat cepat maka sudah dipastikan kau akan sangat terkejut.
Kecepatan Filo sangat cepat.

Setelah sampai dipulau sana, kita melaju dengan semangat menuju wilayah berburu.
Sebagai hasilnya, EXP poin yang diberikan oleh monster terus bertambah setiap saat. Tentunya itu tidak termasuk dari efek Miraca Bracelet.
Jika digunakan dari awal, maka EXP poin yang diperoleh akan sangat banyak.
Baiklah, karena level Raphtalia cukup rendah, jadi dia yang menggunakan Bracelet itu pertama.

“Sudah lama sekali kita tidak berburu bersama Naofumi-sama.”
“Kalau diingat-ingat, benar juga.”

Karena suatu hal, pertarungan melawan paus agung dan perjalanan yang menyulitkan, dengan menaiki kereta sampai pelabuhan untuk pergi ke Pulau Cal Mira, bukan berarti adanya Filo itu hanya untuk bertarung saja.
Walaupun begitu, Aku tidak mengira itu sudah berlalu cukup lama.
Oh iya.... ketika kita hidup sebagai buronan, kita harus memburu monster untuk mendapatkan makanan.

“Mulai sekarang, ayo kita menaikkan level bersama di sini. Ayo kita berjuang.”
“Iya!”
“Ayo~!”

Karena kita mengobrol dan bekerja sama sambil menaikkan level, kita melihat lebih banyak orang menaikkan level di Pulau Cal Mira dari hari sebelumnya.
Seperti yang kita duga, para petualang tidak begitu tertarik untuk menuju daerah tengah pulau.
Ya, batas normal level mereka adalah 40. Kecuali mereka itu petualang terpilih maka itu akan berbahaya.
Bukan berarti kita tidak berpapasan dengan mereka....


Hanya saja.... bagaimana Aku menyebutkannya, bagi mereka yang terlalu serakah akan menjadi tulang....
Aku teringatkan oleh peraturan bertahan hidup di hutan rimba.
Sudah berapa banyak petualang yang mati dipulau ini?
Agar kita tidak menjadi seperti mereka, akhirnya kita tidak terlalu mendekati mereka....

“Tei!”
“Taaaaa!”

Hanya dengan sekali tebas monster terbagi dua oleh pedangnya Raphtalia, dan monster yang sedang ditendangi oleh Filo menjadi gumpalan daging.
..... Pembenaran, Raphtalia dan Filo masih terlalu mudah untuk mengalahkan mereka.
Ditambah lagi, karena Aku bertambah kuat, aku bisa secara efisien dan aman melindungi mereka dari serangan monster berjumlah banyak.
Oh iya, ada skill Shield Bash.

“Shield Bash!”

Aku memfokuskan pandanganku pada musuh, membacakan skill itu untuk membuatnya mengenai perisaiku. Oleh karena itu, monsternya mengenai perisai.
Aku melihat Yellow Beetle yang menabrakku.... dan Aku mendengar dentuman yang bagus.
Namun, ini tidak menghasilkan damage yang banyak.
Tetapi.... pergerakannya terhenti.
Sepertinya monster itu terkena stun selama 3 detik.
Skill menyetrum atau Stun ini mempengaruhi status menjadi tidak normal.
Walaupun begitu, masalahnya aku tidak bisa memberikan damage sedikitpun....

“Serangga~”

Terdengar suara seperti lalat lewat.
..... Ketika pergerakan yellow beetle terhenti, itu mengakibatkan peluang besar muncul, kemudian Filo menghabisinya dengan memakannya.
Waktu cooldownnya 5 detik. Sangat mudah digunakan. Dan tidak menguras banyak SP juga.
Karena kita menuju daerah tengah pulau, level monsternya mulai bertambah, dan Raphtalia mulai sedikit kesulitan.

“Apa kau baik-baik saja?”
“Bukan masalah!”
“Mereka ini lemah~!”

Yang Aku maksud dari kesulitan yaitu, sekarang menjadi dua kali tebas dari yang sebelumnya satu kali tebas.
Hari ini, di pulau yang kita kunjungi ada Karma Dog Familiar, tetapi bila menuju ke tengah, monster itu baru muncul.
Hampir seperti bola bundar.... Seekor anjing raksasa dengan tubuh hitam, dan memiliki sepasang sayap yang melebar muncul dari magic seperti lensa itu.
Jenis anjing ini..... seperti Golden Retriever? Monster ini terlihat cukup cacat. Tetapi, bukan berarti monster ini tidak ganas.
Aku memastikan nama yang tercantum adalah Karma Dog.
Apa monster ini merupakan bos pulau ini?
Sangat aneh bila orang yang memanggil Karma dog Familiar karena Familiarnya.

“Zweit Aura!”

Aku menggunakan sihir dukungan pada Raphtalia dan Filo yang sedang menghadapi Karma Dog.
Karma Dog mencoba menggigitku dengan taringnya yang besar.

“Hmm.”

Karma Dog mengunci lenganku dengan mulutnya, selama Aku mencoba untuk menahannya.
Dengan suara dentuman yang keras, Aku menghentikan pergerakan Karma Dog.

“Shield Bash!”

Aku menggunakan serangan Shield Bash pada Karma Dog.
Jika Raphtalia dan Filo berhasil mengambil keuntungan dari celah ini maka itu hal yang bagus.
Ternyata, yang terjadi itu sebaliknya, Karma Dog tidak mengalami status tidak normal, apa monster ini berhasil menahannya?
Dalam sekejap, Aku merasakan kekuatan gigitannya berkurang, namun itu kembali dalam waktu yang singkat juga.
Walau gerakannya cukup cepat, namun berkat Aku yang menahannya, kita bisa melawannya dengan selamat.
Setelah mengalahkannya, kita bisa merasakan EXP yang mengalir, dan itu cukup baik untuk kita yang tertinggal.

Dengan begitu, kehidupan kita dipulau berlanjut dengan melakukan hal yang sama.
Di hari selanjutnya kita mengalahkan seekor Karma Squirrel. Tentu saja, berserta dengan Familiarnya.
Kemarin malamnya Aku mengecek skill yang terdapat di perisai yang telah Aku buka.
Aku cukup beruntung karena telah mendapatkan Highten Reaction yang dapat memberitahuku bila ada monster di sekitarku.
Untuk pertama kalinya Aku menggunakannya di wilayah berburu.

“Highten Reaction!”

Aku memiringkan kepalaku, dan melihat kesana kemari, karena tidak terjadi apapun. Kemudian Filo mengedipkan matanya berkali-kali.

“Goshujin-sama, ada sesuatu yang aneh bertebaran di sekitarmu.”

Jadi efeknya berada pada diriku.
Awalnya Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi Aku langsung mengerti.
Itu menyebabkan monster di sekitar terpancing ke arahku.
Tentu saja, itu termasuk monster yang sedang dilawan oleh petualang lain.

Jarak efektifnya sekitar 15 meter.
Pada akhirnya, Aku harus meminta maaf kepada para petualang karena sudah menyusahkan mereka dan mengembalikan monster mereka, dan mereka sepertinya sudah tahu kalau aku itu Hero Perisai.
Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikannya, tapi ada orang keras kepala yang pastinya memiliki masalah denganku.
Tetap saja, Highten Reaction tidak berefek pada monster yang cerdas.

Hal yang sama terjadi Karma Rabbit, dan Aku menyerapnya pada perisai.
Ah, dan ini memiliki hal yang menarik yaitu item langka yang bagus. Tentunya, ketika monster terkalahkan akan dikuliti sebelum diserap. Aku heran apa yang membuat prinsip ini terjadi? Ini seperti retakan dimensi yang muncul entah dari mana.
Kemudian, muncul bijih dari sebuah drop dan itu bernama Bijih Oracle. Setelah melihat bijih tersebut, sepertinya ini bijih yang Aku butuhkan untuk menguatkan senjata.
Oleh karena itu Aku mulai mengumpulkannya.

Karena senjata yang bernama Cakar Karma Dog muncul dari drop, Aku mengeluarkannya dan memberikannya pada Filo agar digunakan olehnya.
.... Akan tetapi, ukurannya tidak cukup. Sembari mengalahkan Karma Dog yang lain, akhirnya drop yang berukuran besar tiba dan kita mengakhirinya tanpa masalah.
Sudah banyak ukuran yang muncul..... apa kita tidak bisa melakukan sesuatu?

“Goshujin-sama~ Cakar ini sangat mengerikan~”
“Jangan khawatir. Itu bukan kutukan kok.”
“Benar~.... tapi ketika menendang, ada sesuatu yang hitam menyebar dan membuat monsternya tidak enak. Monster yang sebelumnya lebih lembut~....”

Hmm..... Aku merasa aneh dengan senjata yang beratribut kegelapan. Apa kau mau senjata yang lain untuk membuat makananmu lebih lezat?

“Bagaimana denganmu, Raphtalia?”

Pedang Karma Rabbit yang Raphtalia gunakan berasal dari drop seekor Karma Dog.

“Entah kenapa, tubuhku terasa lebih ringan, rasanya cukup aneh.”

Drop yang berasal dari bos monster merupakan hal yang sangat menarik sebelum sampai didunia lain, tetapi, kenyataannya tidak terlihat menarik.
Aku harus menanyakan ini kepada pak tua penjual senjata untuk menempakan senjata yang bahannya terbuat dari bos Karma ini.
Ya, ini seharusnya bukan masalah karena kekuatannya cukup bagus.
Blood Clean Coating yang tidak terpasang menjadi sebuah masalah, karena senjatanya tidak akan bisa digunakan dalam waktu yang lama.
Ketika di penginapan, Aku bisa menggunakan Perisai Batu Asahan, dan masih banyak perisai yang belum Aku buka. Jadi ayo utamakan itu saja.
Untuk Coating-nya Aku bisa meminta pak tua itu memasangkannya.... karena itu sangat diperlukan untuk persiapan gelombang selanjutnya juga.

Mau yang manapun juga itu terlalu anti-klimaks.
Selama level kita bertambah, maka rasa krisis juga akan bertambah.

Untuk sekarang, Aku membuka perisai yang belum kubuka, dengan mengumpulkan monster baru dan memikirkan masalah yang bisa diatasi oleh perisai itu. Aku tidak bisa melakukan semua itu tanpa berhati-hati....
Ya, haruskah Aku melihat daerah monster yang belum diketahui setelah melawan gelombang....?
Dengan dukungan keuangan dari ratu, maka itu bukan masalah.

Intinya, baik itu Raphtalia dan Filo, kita mulai memperkuat diri kita masing-masing.




TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan

Selasa, 24 Maret 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 11 : Chapter 14 - Permintaan Resmi

Volume 11
Chapter 14 - Permintaan Resmi


Setelah kami kembali ke desa, S'yne pergi ke sebuah sudut rumah dan mulai menjahit. Mungkin tebakan terbaik adalah menganggap vassal weaponnya sebagai satu set alat jahit. Dari kelihatannya, dia sepertinya sedang membuat boneka. Apa yang dia rencanakan?

Sudah jelas bahwa sekarang kita harus benar-benar fokus menemukan Motoyasu, Ren, dan Itsuki. Aku tidak bisa membayangkan ketiganya akan menang melawan musuh yang kita hadapi sebelumnya. Motoyasu telah menyergap Filo berulang kali, tetapi bahkan dia belum muncul hampir seminggu ini. Aku selalu waspada mengawasi penyerang baru dari dunia lain sejak pertemuan kami dengan pria itu. S’yne juga tampaknya selalu mengawasi sekeliling desa. Kesimpulannya. . . tidak tahu kapan mereka akan muncul itu membuatku takut. Aku tidak menyukainya.

Selain itu . . . bandit-bandit yang berkeliaran di wilayahku juga menjadi masalah. Sepertinya aku tidak melakukan apa pun selama seminggu terakhir. Aku sibuk dengan segala hal, mulai dari melatih Keel dan para budak lainnya berkeliling menjual barang-barang dagangan kami untuk menghasilkan uang. Aku tidak bisa hanya duduk dan melihatnya sepanjang waktu.

"Hmm?"

Aku sedang berjalan, memikirkan bagaimana menangani semua masalah ini ketika aku bertemu dengan dua orang yang kukenal. Salah satunya adalah seorang gadis yang selalu gugup dan mengeluarkan aura kemalangan, dan yang lainnya adalah seorang wanita keras kepala dalam satu set armor biasa. Dengan kata lain, itu adalah Rishia dan Eclair.

"Kami kembali," kata Rishia.

"Salam, Tuan Iwatani."

Aku mendengar bahwa mereka pergi ke suatu tempat baru-baru ini untuk melakukan pelatihan yang lebih serius dengan wanita tua itu.

"Hei. Apakah kalian berdua telah menyelesaikan pelatihan? "

"Belum. Aku disuruh kembali untuk membantumu sekarang, ”jawab Rishia.

"Aku juga."

Membantuku? Tentang apa?

"Apakah Kau menyadari hasil dari pelatihanmu?"

“Kupikir Rishia dan aku seharusnya kembali untuk mendapatkan pengalaman dalam pertempuran yang sebenarnya. Pelatihan kami mungkin akan berlanjut setelah itu. "

Jadi wanita tua itu mengirim mereka kepadaku untuk membuat mereka mendapatkan pengalaman dalam pertempuran sebenarnya sebelum melanjutkan. Itu masuk akal, tetapi wanita tua itu tidak ragu-ragu membuatku kerepotan. Masalah sebenarnya adalah Eclair. Apa yang dia pikirkan tentang pekerjaannya? Dia seharusnya menjadi wakil gubernur, tetapi setiap kali dia memiliki waktu luang, dia kabur untuk berlatih dengan wanita tua itu. Sangat buruk bahkan Melty pun mengeluh. Kurasa dia bermaksud membiarkanku dan Melty mengurus semua tugasnya.

"Tapi aku hanya benar-benar mempelajari gaya Hengen Muso pada tingkat dasar," kata Eclair.

"Aku sedang mempelajari gaya itu secara keseluruhan."

"Tingkat tinggi?" Aku bertanya.

"Siapa pun dapat mempelajari gaya Hengen Muso pada tingkat dasar, tetapi hanya mereka yang memiliki bakat khusus yang dapat menguasainya di tingkat yang lebih dalam."

"Hmm. . . "

Aku menatap Eclair.

"Ada apa, Tuan Iwatani?"

“Apakah itu benar-benar tidak masalah? Aku khawatir jika Kau hanya mempelajarinya setengah jalan, kemampuanmu akan biasa-biasa saja. "

"Ha! Kau pikir aku ini siapa? Aku adalah orang yang terus berlatih dengan Master ketika Rishia kehabisan energi dan pingsan! ”

"Tapi kau membandingkan dirimu dengan Rishia. . . "

"Fehhh. . . "

Rishia mungkin menjadi lebih kuat pada tingkat tertentu, tapi aku yakin dia masih tidak memiliki stamina — dari sudut pandang statistik yang belum sempurna.

“Gaya ini menekankan pola gerakan fundamental, aliran sihir dan sumber kehidupan di atas skill atau teknik. Menguasai hal itu sulit, ”Eclair menjelaskan.

Wanita tua itu sangat kuat, jadi aku memercayai kemampuannya, tetapi aku tidak benar-benar memahami gayanya dengan baik. Kau bisa menggunakan Life Force Water untuk membantumu lebih mudah memahaminya.

"Aku sudah terbiasa dengan itu," kata Rishia.

"Oh? Apakah itu berarti Kau telah membuka kunci ‘mode’ yang hanya bisa Kau gunakan melawan Kyo sebelumnya? "

“M. . . mungkin. Aku mulai dapat membuat ulang sesuatu yang terasa mirip dengan itu. "

"Dan itu membuatmu bersemangat, kan?"

Rishia memiliki ekspresi bingung di wajahnya. Apakah mode kebangkitannya sudah menjadi hal yang normal atau semacamnya? Apakah dia salah satu karakter yang terus meningkatkan kekuatannya hingga ke tingkatan yang konyol? Mungkin dia bisa membuatku dalam satu pukulan sekarang. Aku tahu manga di mana sesuatu seperti itu terjadi. Itu akan memalukan jika benar-benar terjadi.

“Bagaimana denganmu, Raphtalia? Kau belum dapat berlatih dengan baik karena selalu bepergian denganku, kan? "

Raphtalia menatapku dengan ekspresi bermasalah di wajahnya.

"Umm. . . Aku sudah mengatakan ini sebelumnya ketika kita berlatih dengan Glass, tapi aku sudah bisa menggunakan gaya itu sampai tingkat tertentu. Aku tidak bisa menggunakan teknik yang sama seperti Eclair dan Rishia karena vassal weapon. "

"Oh? Wanita tua itu memang menyebutkan kalau gaya tersebut dapat meningkatkan skill atau semacamnya. ”

"Itu benar. Memfokuskan kekuatanmu dapat membuatnya lebih efektif. "

Jadi kurasa Raphtalia sudah bisa melakukan hal serupa. Aku juga mengingat sesuatu. Kurasa Filo sudah bisa melakukannya juga. Itulah yang dikatakan Raphtalia dan Glass kepadaku.

"Tapi aku mungkin harus meluangkan waktu berlatih dengan serius," katanya.

"Saat ini, kita tidak bisa memastikan kapan serangan lain terjadi. Tetapi tentu saja, kita tidak akan bisa melakukan sesuatu jika kita terlalu sibuk mengawasi sekitar" jawabku.

Mengirim Raphtalia untuk berlatih mungkin bisa menjadi pilihan, tetapi itu bukan salah satu yang bisa kupilih dalam situasi kita saat ini. Aku benar-benar perlu meluangkan waktu melatih diriku juga, tapi. . . Aku tidak punya waktu.

"Apa yang dikatakan wanita tua itu?" Aku bertanya.

"Dia mengatakan bahwa Raphtalia masih harus banyak belajar karena dia adalah temanmu yang paling terpercaya," jawab Rishia.

"Aku mengerti . . . "

Memiliki Raphtalia di sekitarku adalah bantuan yang besar. Kami juga bersama, yang memudahkan koordinasi satu sama lain. Tetap saja, menghabiskan waktu untuk berlatih bukanlah ide yang buruk. Untuknya, dan untukku juga. Kami harus waspada terhadap serangan, jadi aku harus mempertimbangkan baik-baik waktunya.

"Apa yang kau rencanakan sekarang, Tuan Iwatani?"

“Kita tidak bisa hanya terkurung di sini mengawasi punggung kita selamanya. Monster berbahaya juga sudah mulai muncul di dekat desa, jadi aku berpikir untuk mengurusnya. Melty memintaku untuk melakukan sesuatu tentang bandit yang sedang berkeliaran di daerah tersebut, sehingga kita dapat melakukan perburuan bandit juga. "

"Ah."

"Ada apa dengan tanggapan itu? Seharusnya kau menyadari kedua hal itu adalah pekerjaanmu, bukan? "

"Ugh. . . "

Kena dia dan Eclair terdiam. Baiklah . . . Aku juga sudah berpikir untuk menaikkan levelku sendiri, dan pembersihan monster berkala dapat memberiku exp. Statistikku mungkin menurun, tetapi tidak berarti aku tidak bisa menaikkan levelku.

"Aku. . . Aku akan pergi denganmu, kalau begitu. Rishia juga akan pergi, tentu saja. "

"Sempurna. Kau dapat menunjukkan kepadaku seberapa banyak peningkatanmu. "

Jadi . . aku, Raphtalia, Rishia, Eclair, dan. . . Filo untuk transportasi. Kita seharusnya bisa menghadapi hampir semua musuh dengan ini. Jika kita akhirnya dikalahkan entah bagaimana, akan aman untuk menganggap kita tidak memiliki kesempatan untuk menang dari awal. Dan juga, S'yne mungkin akan bertindak jika terjadi sesuatu. Dia masih memiliki salah satu pin penandanya yang menempel di armorku.

"Dan juga. . . Atla. "

"Ya, ada apa?"

Atla muncul begitu aku memanggilnya. Dia begitu cepat sehingga membuatku penasaran apakah dia baru saja bersembunyi di suatu tempat sambil menungguku memanggilnya. Aku tidak menyangka dia dulunya adalah gadis yang sakit-sakitan. . .

"Apa?!"

Fohl memelototiku dengan ekspresi kesal di wajahnya. Keduanya sebenarnya cukup aktif di sini. Mereka masih jauh dari kenaikan kelas, tetapi aku ingin melihat apa yang bisa mereka lakukan. Tapi apa yang terjadi dengan jawaban Fohl? Yang aku lakukan hanyalah memanggil nama Atla dan itulah respons yang aku dapatkan.

"Kita akan leveling dan aku ingin kalian berdua ikut membantu."

"Dimengerti. Aku sudah tak sabar untuk menemanimu, Tuan Naofumi. "

"Atla! Kau tidak harus— "

"Diamlah, kak."

Fohl akan membuat keributan, tetapi Atla memberinya pukulan tajam ke dada dengan jarinya.

“Guh. . . "

Hanya itu yang diperlukan untuk membuat Fohl memegangi perutnya dan terjatuh ke tanah. Hah? Sepertinya Atla lebih kuat dari kakaknya.


Lagipula, apa itu? Dia pasti telah mengenai titik vital atau semacamnya.

"Tuan. Iwatani, menurut master, tidak perlu mengajarkan Nona Atla gaya Hengen Muso. Sepertinya, kondisi buta-nya telah meningkatkan kemampuannya dalam gaya itu sendiri.” Eclair menjelaskan.

Kurasa itu berarti wanita tua itu sudah melihat budak baru di desa. Dia seperti penasihat pertempuranku, jadi dia tetap tinggal di desa. Menilai apakah seseorang memiliki bakat untuk gaya seharusnya menjadi spesialisasi miliknya. Ini terjadi sebelum aku membeli Atla, tetapi aku ingat dia menyebutkan bahwa Filo dan Sadeena sangat mahir.

Jadi, Atla juga mahir, ya? Bahkan lebih dari kakaknya yang lincah, Fohl? Tapi setelah aku memikirkannya, dia dapat menjalani kehidupan sehari-harinya secara normal, meskipun buta. Jadi dia pasti dapat merasakan sumber kehidupan lebih baik. Dia mungkin lebih berharga dibandingkan kakaknya.

"Umm. . . Aku rasa dia akan baik-baik saja. Aku mengandalkanmu, Atla. Baiklah, mari kita pergi. "

"Tuan. Iwatani, di mana para bandit itu muncul? ”

"Sepertinya mereka berkumpul di daerah pegunungan akhir-akhir ini dan membangun benteng di sana."

Aku membuka peta dan menunjukkan Eclair lokasi para bandit. Itu adalah lokasi utama untuk penyergapan.

"Heh heh. . . Mereka sangat baik untuk berkumpul di satu tempat menyambut kita, bukan?”

“Kenapa kau terlihat sangat bersemangat, Tuan Iwatani? Aku belum pernah melihatmu tersenyum seperti itu sebelumnya. "

Eclair tampak agak takut. Apakah ekspresiku benar-benar aneh? Bandit sangat handal dalam menimbun semua jenis barang berharga. Mereka target sempurna untuk dirampok. Plus, ini adalah permintaan resmi, jadi akan ada hadiah. Sekali mendayung dua tiga pulau terlewati.

"Tuan. Naofumi sepertinya menikmati perburuan bandit, ”kata Raphtalia.

“Bagaimanapun juga, ini adalah bisnis yang menggiurkan. Dan kita bisa menjadikan wilayah itu tempat yang lebih aman pada saat bersamaan. ”

Eclair menatapku curiga. Terserahlah. Seseorang yang memprioritaskan pelatihan dibandingkan mengatur wilayah tidak memiliki hak untuk berbicara.

"Rupanya ada ketua bandit baru akhir-akhir ini, dan kita akan membuang-buang waktu kecuali kita menangkapnya."

Bandit-bandit baru ini sepertinya terorganisir dengan baik, dan itu merepotkan. Aku menangkap beberapa bandit kemarin ketika kami keluar menjual beberapa barang dan aku mendengar mereka berbisik tentang itu.

"Ketua?"

“Menurut beberapa bandit yang kami tangkap, pria itu baru-baru ini menjadi bos dari sekelompok bandit di dekatnya. Mereka bilang dia benar-benar agresif. "

Para budak telah disergap saat pergi berdagang tetapi berhasil membalikkan posisi mereka menjadi yang menyerang. Sungguh menyenangkan mengetahui bahwa mereka telah menjadi jauh lebih kuat.

"Dan orang ini kabur meskipun bersikap agresif?" tanya Eclair.

"Itu masalahnya. Aku tidak tahu semua detailnya, tetapi tampaknya bosnya tidak mempercayai siapapun dan jarang muncul. Tapi dia juga seharusnya cukup kuat untuk melawan bahkan para petualang terkuat satu per satu tanpa masalah. "

"Itu tidak masuk akal. . . "

Aku tidak bisa berkomentar tentang hal itu. Jelas tidak terdengar seperti bos. Kau bisa membuatnya terdengar bagus dengan memanggilnya ahli strategi, tetapi Kau juga bisa mengatakan dia bersikap picik. Apa pun itu, dia adalah musuh yang benar-benar menjengkelkan, dan itulah sebabnya kami harus serius melawannya.

“Bandit melakukan persis seperti yang dikatakan bos. Dia menargetkan mereka yang pergi berkelompok dan bandit menyebabkan gangguan. Mereka memaksa anggota kelompok itu untuk berpisah dalam kebingungan, dan kemudian bos menanganinya sendiri, satu per satu. Itu strategi mereka. "

Tetap saja. . . mengapa mereka menggunakan taktik yang merepotkan seperti itu? Sulit untuk mengatakan apa yang sebenarnya mereka incar.

"Itulah sebabnya bahkan jika mereka berhasil menangkap bawahannya, mereka tidak dapat menangkap bosnya. Tugas kita adalah menangkap bos itu. "

"Hmph. Bandit yang merepotkan. ”

Aku juga tidak bisa berdebat dengan itu. Mereka jelas merepotkan. Selama bos masih hidup, dia selalu bisa mendapatkan lebih banyak bawahan. Dan jika mereka menggunakan taktik rumit seperti itu, mereka mungkin akan memiliki lebih dari satu tempat persembunyian juga. Tapi itu berarti lebih banyak keuntungan dari perburuan bandit ini juga.

"Bagaimanapun, rencana kita sekarang adalah pergi ke tempat para bandit telah muncul dan melakukan perburuan monster di sana."

"Baik."

"Aku mengerti."

"Dimengerti."

Saat itu, Raph-chan datang mendekat.

"Rafu!"

"Oh? Hei, Raph-chan! "

Sudah terlalu lama sejak aku terakhir mengelus-elus Raph-chan. Dia bertugas menurunkan tingkat stres para budak, jadi dia tidak menghabiskan waktu bersamaku belakangan ini. Raph-chan menjaga jarak ketika Raphtalia ada, mungkin mencoba membuat Raphtalia bahagia. Raph-chan yang menahan diri itu membuatnya sangat imut.

"Rafuu!"

"Ya, kau menjadi gadis kecil yang baik, bukan ?!"

"Tuan. Naofumi? Mengapa Kau terlihat sangat enjoy? "

"Karena memang begitu."

Raph-chan sangat imut. Dia benar-benar yang terbaik. Aku tidak punya banyak waktu untuk bermain dengannya belakangan ini, jadi jika aku memiliki kesempatan untuk mengelusnya, aku tidak akan melewatkannya.

Raphtalia menghela nafas.

"Kau ingin ikut bandit berburu bersama kami, Raph-chan?"

"Rafuuu!"

Oh Sepertinya dia juga ingin ikut. Kurasa aku akan membawanya. Aku mulai benar-benar menantikan perburuan ini.

"Tuan. Iwatani. . . "

Eclair menghela nafas.

"Jangan menyerah, Raphtalia."

Eclair tampaknya berusaha menyemangati Raphtalia karena suatu alasan. Apa terjadi sesuatu?

"Rafu?"

"Baiklah! Filo sudah ada di kota dengan Melty, jadi seseorang tolong jemput dia. Kita akan membersihkan beberapa monster dan berburu beberapa bandit! "

Aku memberi perintah dan semua orang dengan cepat mulai membuat persiapan.


“Kau bergerak jauh lebih baik. Aku bahkan nyaris tidak mengenalimu. ”

Rishia memimpin dan langsung menuju ke arah monster. Itu pasti hasil dari pelatihan wanita tua itu. Siapa pun yang tahu Rishia sebelum ini mungkin akan berpikir mereka melihat semacam ilusi. Sebenarnya, itulah yang aku rasakan.

Dia menggunakan pedang pendek — Pekkul Rapier — sebagai senjata utamanya bersama dengan cambuk dan pisau lempar dengan tali yang melekat padanya. Dia akan melempar pisau sambil menggunakan cambuk untuk menghabisi monster pada saat yang bersamaan. Segera setelah pisau mencapai sasaran, dia akan menarik monster itu dan menusuknya dengan Pekkul Rapier. Tusukan terakhir itu adalah serangan Hengen Muso yang dikenal sebagai Bound Thrust atau semacmnya. Nama skillnya agak sederhana. Itu terdengar seperti sesuatu yang dibuat oleh seorang otaku remaja yang terjebak di dunia fantasi kecil mereka sendiri. Namun, aku terkesan.

Ditambah lagi, dia cepat. Bahkan sebelumnya, Rishia menjadi sangat kuat ketika dia terlalu emosional, tetapi dia telah melampaui itu dan menjadi lebih kuat sekarang, sejauh yang aku tahu. Dia benar-benar pandai melempar benda dan mengenai targetnya juga. Jika ditambah beberapa penetrasi pertahanan atau semacamnya, dia akan sulit dikalahkan.

Aku benar-benar harus mulai berlatih dengan serius. Aku akan meletakkannya di list setelah menjalin hubungan damai dengan L'Arc dan Glass, tetapi. . . mengingat jenis musuh yang akan kita hadapi mulai sekarang, mungkin tidak ada salahnya untuk berlatih lebih.

Ngomong-ngomong, Rishia berada di level 70 sekarang. Sepertinya dia akan mencapai level berikutnya lebih cepat daripada dia naik dari 69 menjadi 70, tapi dia masih memiliki jalan panjang. Aku pikir dia mungkin mengalami semacam kebangkitan ketika dia mencapai level 70, tetapi tidak ada perubahan besar ketika itu terjadi. Meski begitu, dia jauh lebih kuat daripada statistiknya. Aku benar-benar terkejut, jujur. Ini hanya dugaan, tapi aku bertaruh jika Itsuki melihat Rishia sekarang, dia akan memintanya untuk kembali. Meskipun, dia adalah orang yang sangat angkuh, jadi dia mungkin tidak akan mengatakannya.

"Benarkah? Aku tidak merasa jauh berbeda. . . "

Jadi dia tidak menyadari perbedaannya. Aku rasa bahkan jika dia menjadi lebih kuat, fundamentalnya tetap sama. Ketika aku merenungkan pemikiran itu, aku perhatikan Eclair menebas monster. Itu adalah serangan yang cukup mengesankan, meskipun tidak seagresif Rishia. Dia pasti menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

"Itu luar biasa, Eclair."

Raphtalia memuji Eclair, jelas terkesan.

"Aku masih tidak bisa membandingkan denganmu, Raphtalia, tapi aku selangkah lebih maju dalam hal gaya Hengen Muso. Sebaiknya kau segera menyusul. ”

"Aku pasti akan melakukannya."

Sepertinya Raphtalia dan Eclair telah menjadi teman. Sepenuhnya mengabaikan percakapan mereka, Atla datang dan memanggilku.

"Lihat ini, Tuan Naofumi."

"Baik."

Sekarang untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukan Atla. Aku penasaran apakah dia lebih kuat dari kakaknya.

"Atla! Ini monsterku— "

"Kau menghalangi jalanku, kak."

"Oof!"

Atla menusuk Fohl. Dia jatuh ke tanah dan Atla naik lalu berdiri di atasnya. Monster babi hutan yang sangat besar yang disebut razorback sedang meluncur ke arah mereka, tetapi Atla menghentikan serangannya dengan hanya menggunakan satu tangan. Yang dia lakukan adalah meletakkan satu jari di ujung hidung razorback. Razorback tampaknya mencoba untuk maju dengan sekuat tenaga, tetapi dia tidak bergerak sedikit pun. Hah? Apakah dia memiliki kekuatan manusia super atau semacamnya.

"Maafkan aku."

 Jab!

Atla melompat ke razorback dan menusukkan jarinya ke dahi. Hanya itu yang dia lakukan, tetapi. . . Mata razorback berputar lalu mulutnya mulai berbusa dan jatuh. Hah? Apakah monster itu sudah mati?

 Menerima 70 EXP

Aku mendapatkan exp. Itu seperti semacam teknik pembunuhan atau semacamnya. Untuk beberapa alasan, sepertinya itu akan memberikan lebih banyak damage daripada mengalahkan monster itu secara normal. Apakah dia mencungkil otaknya atau semacamnya? Sepertinya dia tidak melakukan apa-apa selain menusuknya.

"Aku berhasil!"

"B. . . bagus . . "

Jenius adalah hal yang menakutkan. Atla tampaknya seribu tahun lebih kuat dari Rishia atau Eclair. Dan dengan tangan kosong ?! Aku baru sadar bahwa aku tidak memberi Atla senjata. Tidak, tunggu, aku yakin sudah memberikannya bersama budak-budak lainnya. Aku rasa dia tidak menggunakannya.

Monster-monster di sini. . . sekitar level 40, rata-rata. Itu seperti permainan anak-anak dengan grup ini. Aku menusuk Fohl, yang masih berbaring di tanah dengan Atla berdiri di atasnya. Aku merasa agak kasihan dengan dirinya yang menyedihkan itu.

"Yah!"

Filo dalam bentuk ratu filolialnya melompat-lompat dan menendang monster ke kiri dan kanan. Seperti biasa, jelas dia tahu bagaimana menangani dirinya sendiri dalam pertempuran.

Ngomong-ngomong, kami menghabisi para monster tanpa perlu menggunakan perisai. Seharusnya aku melakukan sesuatu, tapi aku merasa tidak berguna. Semua orang menjadi sangat kuat. . . Aku mulai merasa agak terasingkan.

"Tuan. Naofumi, apa ada yang salah? ” tanya Raphtalia.

"Tidak."

“Raphtalia, bawakan kami beberapa monster lagi sehingga Tuan Iwatani memiliki sesuatu untuk dilakukan. Kalau tidak, Sadeena sepertinya akan mencuri dia darimu! ” Eclair menyindir.

"Dimengerti!"

“Aku tidak meminta siapa pun untuk mengkhawatirkanku! Dan mengapa kau mengangguk begitu kuat, Raphtalia ?! ”

Apa yang dibicarakan Eclair ?! Dan kenapa aku harus berakhir dengan pemabuk itu ?!

"Oh, terserahlah. Jika seperti itu, sebaiknya aku gunakan ini. Hate Reaction! "

Aku hanya akan menggunakan Hate Reaction untuk menarik monster terdekat kepada kami saat kami berjalan ke lokasi dengan monster yang sedikit lebih kuat. Kami masuk lebih dalam ke pegunungan, dan tak lama kemudian kami mulai melihat beberapa monster dengan karakteristik seperti naga.

Ah, itu mengingatkanku. . . Naga tinggal di daerah yang sangat terpencil. Kurasa kami telah meninggalkan area di mana bandit-bandit itu bersembunyi. Tapi itu tidak masalah karena ini adalah kesempatan untuk melihat seberapa jauh kami bisa melangkah. Selain itu, aku bisa menyerap bahan ke dalam perisaiku untuk mendapatkan beberapa peningkatan status. Atau setidaknya itulah yang aku bayangkan, tetapi untuk beberapa alasan aku tidak bisa membuka perisai yang berhubungan dengan naga. Demon Dragon Shield juga terlihat sangat lambat.

"Tuan. Iwatani! "

"Tuan. Naofumi! Kau dibutuhkan! "

"Akhirnya giliranku, ya?"

Akhirnya ada monster yang membutuhkan bantuanku untuk melawannya. Aku menahannya, dan yang lain menyerangnya. Selain itu, monster yang lain lemah, dan semua orang pergi membersihkan mereka sendiri. Kami semua naik level setelah beberapa saat, tetapi pertumbuhan satu orang sangat luar biasa. Begitu levelnya berubah dari 70 menjadi 71, semua statistiknya menembus batas.

Namanya: Rishia Ivyred.

Apakah itu karena pelatihannya? Tidak, aku cukup yakin meningkatkan kebugaran fisik tidak akan memengaruhi status sihir, sehingga seharusnya tidak menyebabkan peningkatan statistik yang tiba-tiba. Karena kami tidak bertemu dengan bandit mana pun pada hari itu dan berakhir dengan bertarung melawan monster sepanjang waktu, Rishia berhasil mencapai level 72 dan statistiknya melonjak sekitar tiga puluh persen atau lebih. Statistiknya sudah mencapai sekitar setengah dari apa yang Raphtalia miliki sebelum terpilih oleh vassal weapon.

Itu mungkin tidak tampak banyak karena statistik Rishia hanya sepertiga dari itu. Tetapi jika Rishia terus meningkat pada kecepatan ini, dia seharusnya bisa mengejar ketinggalan di mana Raphtalia berada pada saat dia mencapai level 75. Sepertinya kebangkitan kemampuan Rishia dimulai ketika dia mencapai level 71. Kurasa aku akhirnya bisa benar-benar menantikan dia membuat sebuah kontribusi signifikan di garis depan pertempuran.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan