Jumat, 18 September 2020

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 73 – Armada Aliansi

 Chapter 73 – Armada Aliansi



—-Arakawa Shuichi POV —-

"Sudah waktunya." (Luis)

Luis yang sedang memeriksa waktu mengatakan itu dengan suara tenang. Claire, yang baru-baru ini bertindak sebagai ajudan Kouki, dan Ellis yang bertanggung jawab atas pengumpulan informasi serta ajudan Miki, berdiri di sampingnya. Ngomong-ngomong, kami sudah lama tidak bekerja bersama. Kapan terakhir kali kami bekerja bersama… Ketika aku memikirkan hal-hal seperti itu, aku mengambil mikrofon dan membuat pengumuman.

"Kita akan segera memasuki garis pertahanan musuh, bersiap melakukan perlawanan." (Shuichi)

Aku hanya mengucapkan kata-kata itu, mematikan mikrofon dan menyalakan rokok. Ellis yang berdiri di samping Luis berkata, "Hanya itu yang ingin kau katakan?" sementara terlihat kecewa, Luis hanya diam melihat ke luar. Getaran kapal memberi tahu kami, bahwa kecepatan meningkat.

Menurut rencana awal kami, kapal andalan gabungan dari 4 angkatan laut, yaitu Noah, Russia, Merkava dan Ursna adalah 'Pyotr-Class Nuclear Missile Cruiser' yang dimiliki oleh AL Rusia. Namun, karena kerja sama Kon, para penyihir Merkava dan Ursna dapat menggunakan sihir di dunia ini. Karena itu, kapal utama kami diubah menjadi Improved Iceberg-Type power suit carrier - Mermaid '. Menurut Departemen Teknik, kapal ini dapat bertahan terhadap serangan rudal dan serangan laser yang kemungkinan besar dimiliki musuh. Selain itu, di atas semua ini──
<TLN: 'Pyotr-Class Nuclear Missile Cruiser' mengacu pada 'Battlecruiser Rusia, Pyotr Velikiy'. Ini adalah battlecruiser kelas Kirov keempat dari Angkatan Laut Rusia>

"Gaya pendorong kita adalah cumi-cumi ..." (Shuichi)

“Kapten, Miki-san akan marah lagi. Mereka bukan cumi-cumi, mereka adalah Kraken. Karena kerjasama mereka, kapal besar ini bisa bergerak dengan kecepatan 80 knot “ (Ellis)
<TLN: 80 Knot sekitar 150 km/jam>

"Aku tahu. Berkat mereka, Mermaid yang memiliki panjang total 700 meter ini bisa bergerak 150 kilometer per jam. Namun, apakah kau merasa nyaman saat bergerak dengan kecepatan seperti itu tanpa mendengar suara mesin?.“ (Shuichi)

“Ma ~ Aku bisa memahaminya tapi berkat tidak ada suara mesin, torpedo dari kapal selam musuh bisa dengan mudah dinetralkan kecuali yang menggunakan sistemkabel. Aku sangat berterima kasih kepada mereka."(Ellis)

"Dan jika ada torpedo bersistem kabel mendekat, itu akan ditangkap oleh tentakel Kraken dan dimakan ..." (Claire)

“Eh. Sejujurnya, aku tidak ingin menjadi musuh mereka.“ (Shuichi)

Di G-88, aku terkejut mengetahui bahwa Kraken membeli torpedo dan itu adalah snack favorit mereka setelah pertempuran latihan. Miki sangat senang karena kami mendapatkan sejumlah besar logam langka yang digunakan Kraken untuk ditukar dengan torpedo.

“Kami mendapat transmisi dari kapal yang memiliki Gerbang Transfer. Naga memulai perpindahan mereka ke dunia ini dan akan segera melakukan patroli penerbangan di atas armada." (Operator)

Ketika operator di anjungan mengatakan itu, lingkaran sihir muncul di sisi kiri kapal dan 5 naga keluar. Saat ini, tidak ada senjata yang dapat secara efektif menembak jatuh naga terbang.

Namun, ada beberapa pengecualian. Ada satu orang yang bermain dengan naga dan melakukan latihan pertempuran. Mereka melakukan pertempuran dilangit dan ketika si bodoh memukul wajah naga dengan pilebunkernya, naga itu pingsan dan kalah. Mereka hanya bermain-main karena itulah dia bisa mengalahkannya tapi jika naga itu serius, dia bisa terbang dengan kecepatan maksimum Mach 5 dan mampu menembakkan api plasma yang bisa melelehkan armor dari power suit.
<TLN: Pile bungker itu semacam ini https://www.pinterest.com/pin/334955291035520466/>  
<EDN: mach 5 itu sekitar 6174 Km per jam>

“Luis, Bagaimana kita bisa mengalahkan naga?” (Shuichi)

“Bukankah Kouki-kun mampu mengalahkannya di latihan pertempuran terakhir?” (Luis)

“Idiot, mereka hanya bermain-main. Ceritanya berbeda ketika naga itu serius.“ (Shuichi)

“Itu benar… Mungkin jika kita memiliki pesawat yang dilengkapi dengan Senjata Imajiner yang sedang kita kembangkan──” (Luis)

“Sonar mendeteksi torpedo!” (Operator)

Sial, torpedo!? Aku tanpa sadar melihat ke arah Luis kemudian menunggu informasi lebih lanjut dari operator.

“Beberapa Kraken pengawal meninggalkan armada… Kraken ke-18 dan ke-3 sedang menuju ke torpedo── torpedo tersebut sekarang hilang dari sonar.” (Operator)

Sepertinya mereka telah memakan torpedo favorit mereka. Namun, mengapa 2 dari mereka pergi ke sana? Dalam keadaan normal, hanya 1 yang akan menangani torpedo. Aku meminta salah satu Penyihir Ursna untuk menghubungi Kraken khususnya Kraken ke-18 dan ke-3.

“Kapal selam terdeteksi di Sonar! Sepertinya dia dengan cepat mencoba melarikan diri! Kraken ke-3 mulai mengejarnya. Eh, tidak… mungkin.” (Operator)

"Apa yang salah?" (Shuichi)

“Kecepatan Kraken ke-3 lebih dari 240 knot.” (Operator)
<TLN: 240 Knot itu sekitar 400 km/jam>

“400 km per jam !?” (Shuichi)

Tentu saja, Kau tidak bisa menyebut kecepatan grom torpedo lambat, kecepatan itu bahkan bukan lelucon… Jika aku ingat dengan benar, kecepatan tertinggi torpedo selama latihan adalah 210 knot. Bagaimanapun kau memikirkannya, 240 knot terlalu cepat.

“Shuichi-sama, menurut Kraken yang kita hubungi sebelumnya, air laut disekitar sini dingin dan ringan sehingga mereka bisa berenang lebih cepat.” (Penyihir Ursna)

Seorang Penyihir Ursna menjawab pertanyaan di pikiranku tentang mengapa kecepatan mereka meningkat.

"Aku mengerti maksudnya dingin tapi apa yang kau maksud dengan ringan?" (Shuichi)

“Ya, mungkin itu adalah konsentrasi sihir. Di dunia ini, hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada sihir sehingga sihir di atmosfer tidak mengganggu sihir mereka sendiri." (Penyihir Ursna)

"Begitu, jadi mirip seperti gaya gerak tanpa gesekan ..." (Shuichi)

“Kehancuran pada bagian kapal selam terdeteksi. Sepertinya hanya poros baling-baling yang hancur, seperti rencana awal." (Operator)

Yosh, Pertama-tama kita perlu melumpuhkan pergerakan 1 kapal selam mereka. Kraken melakukan pekerjaannya dengan baik, mudah untuk menenggelamkan mereka tetapi lebih baik melumpuhkan mereka dengan komunikasi yang masih utuh. Pihak lain akan merasa takut dan bingung tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Mereka bahkan tidak tahu bahwa cumi-cumi besar yang menghancurkan poros baling-baling mereka.

“Yoshi! Itu bagus! Jika kita bisa membersihkan semua kapal selam di daerah ini sesuai dengan rencana──” (Shuichi)

“Kami mendapatkan respons di radar anti-serangan udara kami. Rudal berkecepatan tinggi mendekati armada. Sepertinya itu rudal jelajah!" (Operator)

"Berapa banyak?" (Shuichi)

“30!” (Operator)

“Siapkan pertahanan anti-udara kita! Ras naga juga dipersilakan untuk membantu." (Shuichi)

Apakah mereka menyerang melalui udara tepat setelah serangan mereka melalui laut? Secara teori, metode serangan semacam ini luar biasa tetapi orang yang disebut Miki dan Kouki sebagai jenius akan benar-benar melakukan serangan semacam itu. Serangan ini seperti yang tertulis di buku pelatihan.

“Naga mendekati titik intersepsi.” (Operator)

“Kapten, sesuatu yang aneh sedang terjadi. Apa yang terjadi saat ini seperti yang tertulis di buku pelatihan.” (Luis)

Luis sepertinya memikirkan hal yang sama denganku. Namun, tidak ada lagi yang bisa kami lakukan. Ini tidak seperti kita bisa mengubah strategi kita saat ini. Ada regu untuk operasi darat yang sudah bersiaga di Gerbang Transfer Base Hakone.

“Rudal Jelajah telah berakselerasi kembali! Itu melewati ras naga! Dan juga, sepertinya misil itu semakin tinggi! Rudal akan berada di atas armada dalam 60 detik." (Operator)

“Perhatian semua kapal! Segera setelah misil berada dalam jangkauan, mulai tembak jatuh misil itu." (Shuichi)

Rudal jelajah percepatan dua tahap. Ma ~ bahkan jika beberapa dari mereka berhasil lolos, itu tidak akan menjadi masalah selama tidak mengenai bagian penting kapal. Kita harus lebih waspada terhadap kapal selam yang bisa menyerang kita dan menyebabkan kebingungan pada operasi pendaratan kita, aku harus menyampaikan ini kepada operator.

"Untuk saat ini, peringatkan semua kapal untuk berhati-hati terhadap kapal selam karena mereka mungkin mencoba menyerang lagi." (Shuichi)

"Dimengerti." (Operator)

“30 detik sebelum kita melakukan kontak dengan rudal! I-Ini ... Rudalnya terbagi menjadi beberapa bagian! Banyak dari mereka jatuh dari ketinggian. Jumlah mereka tidak bisa diukur! " (Operator)

Rudal Cluster? Ini akan menjadi salah satu rudal terbaik 100 tahun yang lalu tetapi sekarang tidak berguna melawan kapal militer saat ini. Apa yang mereka coba lakukan?

“Dampak serangan dalam 3, 2, 1, sekarang!” (Operator)

Pada saat yang sama hitungan mundur itu selesai, rudal menghantam kami tapi ini bukan rudal cluster, ini──

“Alarm, Missile Salvo dan semua sistem notifikasi dan deteksi mati ... Tidak, kami juga menerima pesan yang sama dari kapal lain. Semua sistem deteksi kapal mati!" (Operator)
<TLN: Missile Salvo itu sebuah misil yang digunakan untuk mencegat misil lain di udara, mungkin kalian bisa lihat https://en.wikipedia.org/wiki/Iron_Dome>

"Mereka baru saja menggunakan amunisi pengacau (semacam EMP), penggantian sistem deteksi kapal selam dan mengaktifkan kembali radar Anti-serangan udara." (Operator)

Kami sudah mengharapkan situasi ini, kami berasumsi bahwa musuh akan menggunakan serangan EMP tetapi tidak berharap sebesar itu. Lebih dari itu…

“Sistem kita mendeteksi suara baling-baling kapal selam… jumlahnya tidak diketahui.” (Operator)

“Shuichi-sama, kami mendapat pesan dari Kraken. Kami tidak dapat melihat mereka tetapi kami telah memastikan keberadaan kapal selam. Jumlahnya lebih dari 40 tetapi semuanya tampaknya berusaha menjauh dari armada. Apa yang harus kita lakukan?" (Luis)

Karena mereka pergi menjauh, apakah mereka mencoba untuk mundur? Bagaimanapun juga, karena mereka tidak dapat melihatnya, kemungkinan mereka menggunakan Stealth Camouflage di bawah air. Stealth Camouflage di dalam air… Tidak mungkin, apakah ini strategi mereka? Namun, mata-mata yang menyusup──

“Tolong beritahu Kraken untuk tidak mengejar mereka. Untuk saat ini, mari pertahankan situasi saat ini. Tidak masalah jika musuh mundur. Luis, hubungi Miki di Base Hakone “(Shuichi)

“Dimengerti.” (Luis)

"Dimengerti." (Operator)

Setidaknya, tidak ada kerusakan pada armada sehingga tidak ada masalah. Namun, kita harus mempertimbangkan apa yang musuh pikirkan. Kalau begitu, kita harus meminta nasehat dari Miki dan Kouki disini──
 

Author Note: 
Pendiri New world, Dr. Sandra Zelenskaya adalah seorang jenius kelas monster sejati yang melampaui Miki di dunia ini. Dia adalah wanita cantik Rusia yang bisa meramalkan masa depan.

Nantikan perkembangan cerita kedepannya!

bla bla bla bla bla bla


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Zatfley

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 162. Filorial dan Dragon

 Chapter 162. Filorial dan Dragon


Aku meninggalkan para budak, lalu berjalan menuju gudang desa mengikuti Ksatria Wanita di belakangnya. Disana aku melihat Rat sedang menyilangkan tangannya dengan ekspresi gelisah di wajahnya. Sebaliknya, Taniko menampakkan wajah ceria dengan mata yang berbinar. Keduanya sedang berdiri menungguku disana.

"Ada apa kau memanggilku?"
"Pertama, lihatlah ke dalam gudang yang sudah aku rapikan."

Aku membuka pintu gudang lalu melihat isinya. Di dalam gudang ada.... berbagai macam zirah dan material. Disana juga ada banyak telur monster. Hmm? Sebelumnya disini tidak ada apa-apa.

"Apa? Jangan bilang kau menggunakan uangku untuk membeli semua barang ini tanpa izin?"
"Tidak, ini semua adalah kiriman untukmu, Iwatani-dono. Mereka meninggalkan semua ini disekitar desa."
"Apa?"

Di dalam gudang, aku melihat ada kotak kayu yang sudah terbuka. Pada kotak-kotak kayu tersebut ada sebuah kalimat yang bertuliskan [Kepada Hero Perisai-sama, tolong berikanlah semua hadiah ini kepada budak-budak yang malang] dengan tulisan tangan yang jelek sekali.

"Apa maksudnya ini?"
"Sepertinya ada yang memberikan sumbangan. Di dalamnya terdapat beberapa zirah, obat-obatan, perhiasan, dan perkakas yang cukup langka."
"Alasan Rat dan Taniko ada disini karena telur monster yang ada disini bukankan? Siapa yang mengirim kotak-kotak ini?"
"....Aku mendapatkannya dari Ratu saat ingin memberikan laporanku kepadanya. Mereka mengirimkannya secara rahasia. Melihat dari tulisan dan tinta yang dipakainya, kemungkinan besar mereka adalah orang dari Silvelt atau Shieldfreeden."
"Apa akan baik-baik saja jika aku yang menerima semua ini?"
"Semua barang ini tidak mungkin dapat dilacak. Bahkan inskripsi pada zirahnya sudah dihancurkan. Kita tidak dapat mencari tahu siapa pengirim dan penempanya juga."

Hmm... pasti orang yang mengirim semua barang ini suatu saat akan meminta balas budinya padaku. Tidak penting siapa yang mengirimnya. Karena, jika aku menerima hadiah seperti ini, itu menandakan bahwa negara yang mengirimkan barang tersebut masih sangat menghormati Para Hero.
Pada zaman dahulu, ada seorang editor dewa manga yang kesal akibat kenakalan dari anak dari dewa manga tersebut, hingga akhirnya dia melempar anaknya tersebut ke dalam kolam taman. Setelah itu, si editor itu menyatakan telah melakukan itu, bahkan sampai membanggakan dirinya atas perlakuan itu. Kebenarannya masih belum bisa dipastikan, namun aku bisa menganggap kemungkinan seperti itu sedang terjadi saat ini.
Sudah tidak penting lagi siapa yang menyumbang ini. Pengirim ini hanya ingin menjadikan barang yang dikirimkan ini sebagai suatu hal yang bisa dibanggakan banyak orang, seperti aku ini adalah yang membantu Hero Perisai.

"Mereka mengirimkan barang yang penuh dengan masalah."
"Benar. Telur apa saja itu?"
"Bermacam-macam, dari yang mudah ditemukan seperti Usapil hingga monster langka lainya."

Jadi telur-telurnya sudah diperiksa jenisnya.
Tapi Rat bertingkah aneh, tidak, dia sedang marah sekarang.

"Dan yang menjadi masalah adalah.... telur yang dibelakang itu, yang ukurannya besar."

Terdapat sebuah telur yang besar di sudut gudang. Telur apa itu? Apakah itu monster yang sama seperti Reiki?

"Jadi apa itu?"
"Itu adalah Telur Hiryuu. Mereka biasanya jinak, dapat diandalkan, dan sangatlah mahal."

Huh, mereka mengirim benda yang sangat merepotkan. Aku tidak tahu kenapa, tapi kelihatannya Rat sangat membenci Dragon.

"Akan ada Dragon di desa ini.... Luar biasa!"

Taniko kelihatannya sangat semangat. Ada apa dengannya? Kenapa berbanding terbalik dengan Rat?

"Apa yang sebaiknya kita lakukan? Pengirimnya tidak diketahui, jadi kita akan mencoba untuk mengembalikannya?"
"Padahal kita mendapatkan hadiah. Aku tidak menyangka kita akan kerepotan seperti ini."

Kerepotan seperti ini terjadi karena hadiah yang sangat mahal. Ditambah lagi ada kemungkinan orang yang mengirim ini hanya ingin memanfaatkan aku saja.
Dengan pengembaliannya yang tidak mungkin, jadi sekarang aku hanya bisa menerimanya. Kita harus bersiap-siap, jika sesuatu yang buruk terjadi karena semua barang ini.
Jika hadiah ini pemberian dari Silvelt, kemungkinan besar mereka memberikannya karena ingin berterima kasih kepada Hero Perisai yang merupakan dewa di negaranya.

"Untuk sekarang, kita terima saja hadiahnya. Namun, jika suatu saat nanti ada seseorang yang memintanya kembali, kita abaikan saja mereka. Ngomong-ngomong, apa kita bisa memelihara Hiryuu ini? Bagaimana dengan pendaftaran majikannya?"
"Kita membutuhkan segel monster level tinggi. Pengirimnya juga memberikan peralatan yang dibutuhkan untuk memasang segelnya. Jadi..... jika Count menginginkannya, maka dengan terpaksa aku akan melakukannya."
"Kenapa kau sangat membenci Dragon?"
"Ah, mungkin aku belum memberitahu Count alasan dibalik aku membenci Dragon."

Ketika aku memberikan jawaban dengan mengangguk pada Rat, dia menatap Taniko dan mulai berbicara.

"Ketika Dragon sudah berlevel tinggi, mereka akan mulai memanas. Lalu mereka akan kehilangan kendali atas dirinya sendiri."
<EDN: Memanas disini maksudnya birahi tinggi ya :v>

"Tunggu, apa?"
"Kau tidak tahu? Kebanyakan Dragon akan mulai mencemari wilayah dia tinggal. Oleh karena itu, tempat tinggal Dragon biasanya sangatlah berbahaya."
"Benarkah?"

Satu-satunya Dragon yang kutahu hanya.... Dragon yang sudah dikalahkan oleh Ren. Tepatnya Dragon itu berada di Desa Timur. Disana terdapat semacam kutukan Dragon yang sudah mati, dan menyebabkan wabah penyakit. Tentu saja itu adalah wilayah yang tercemar.

"Dragon, itu ya. Ketika mereka kehilangan kendali atas dirinya, mereka akan mulai mengawini monster lainnya jika tidak ada Dragon lain yang sedang memanas. Itu sebabnya wilayah yang menjadi tempat tinggal Dragon, banyak sekali monster yang 'mirip' Dragon disana."
"Ini adalah informasi yang sangat mengerikan."

Banyak game bergenre fantasi yang memiliki ras Half-Dragon, apakah ini sebabnya?

"Dimana Dragon tinggal, mereka akan mengambil wilayah lain dijadikan tempat tinggalnya. Walau mereka tidak akan meninggalkan tempat itu, aku tetap membencinya karena mereka akan merusak ekosistem disana. Meskipun, Hiryuu adalah Dragon berdarah campuran dengan beberapa monster lemah tetapi aku tetap khawatir."

Hmm.... Jadi begitu.

"Masalah utamanya adalah Dragon berdarah murni, karena mereka memiliki keinginan yang kuat untuk kawin. Bahkan manusia pun akan dikawini oleh mereka."

Seperitnya ini adalah spesies yang merepotkan. Hm? Kenapa Taniko menatap kesal ke arah kami.

"Mereka juga memiliki kehormatan!"

Kenapa kau sangat marah? Dia bertingkah seolah-olah kita membicarakan orang yang dia kenal saja. Setiap saat kita membicarakan monster, pasti gadis ini langsung ikut campur. Sekarang pekerjaannya adalah mengelola monster bersama dengan Rat.

"Buktinya sudah ada Ras Dragon Demi-Human. Mereka adalah Dragonewts."

Kurasa aku pernah mendengar Ras Dragon Demi-Human sebelumnya.

"Tentu saja, meskipun Dragon tidak seperti itu, ras mereka masih akan tetap bertahan, dan juga mereka cukup baik. Tapi, satu-satunya yang dapat bertahan dari hasrat Dragon adalah Filorial."
"Benarkah?"
"Iya, Filorial sering sekali berperang dengan Dragon."

.....Filo muncul di pikiranku.
Burung gendut yang banyak makan itu tidak terlihat seperti ras tingkat tinggi bagiku.

"Dan karena di dalam telur itu terdapat Dragon, kau membencinya?"
"Iyaa. Kurasa Segel Monster itu memiliki pilihan untuk mengendalikan hasrat seksual monsternya. Jadi, pastikan kau memeriksa opsi tersebut dan mengaktifkannya. Jika tidak populasi monster disekitar sini akan tercemar."

Perasaan apa ini?
Dalam game berburu yang pernah aku mainkan, aku diharuskan untuk memburu sepasang Dragon. Dari jumlah anak yang mereka miliki, aku selalu penasaran kenapa mereka tidak memusnahkan seluruh umat manusia dan Demi-Human.

"Lord Dragon Emperor tidak akan memperbolehkan perlakuan seperti itu terjadi!"

Taniko menyela. Nama monster yang disebutnya cukup luar biasa. Kenapa dia memiliki banyak sekali pengetahuan seputar tingkah laku monster? Apa dia awalnya dibesarkan dengan pendidikan seperti itu? Aku tidak peduli dengan informasi itu.

"Benar sekali. Dia adalah Raja Dragon yang ada dalam legenda. Dia adalah Dragon yang berperang dengan Ratu Filorial."
"Apa ada legenda seperti itu?"
"Itu hanya legenda. Keberadaan keduanya masih belum bisa dipercaya."

.....Oh tidak, aku pernah bertemu dengan salah satunya. Tapi percakapan ini akan semakin berantakan jika aku memberitahunya.
Itu berarti legendanya seperti ini, Raja Dragon yang mengancam banyak sekali nyawa manusia dan Demi-Human, maka Ratu Filorial akan menghentikannya dengan cara membunuh si Dragon itu. Atau mungkin ada cerita lain yang menyebabkan mereka harus terus berperang. Apa itu yang menyebabkan adanya perbedaan pemimpin?

"Tapi... Jika dragon memiliki keinginan kawan yang kuat, kenapa aku belum pernah bertemu dengan mereka sekalipun?"
"Mereka biasanya tinggal di tempat tersembunyi. Apakah Count pernah pergi berburu ditempat-tempat seperti itu?"

Aku biasanya hanya melewati jalan biasa untuk berjualan.... Aku bahkan belum pernah masuk kedalam gua atau melewati puncak gunung. Ohh.... Mungkin karena itu....

"Jadi, karena itu."
"Mereka biasanya selalu berada di wilayahnya. Jika kau belum pernah mencoba pergi ke wilayahnya, maka kau mungkin tidak bertemu dengan mereka."
"Begitu... Baiklah, aku akan membesarkannya. Karena, aku memiliki pendirian untuk memanfaatkan semua milikku seefektif mungkin."
"Pastikan kau bersikap tegas kepadanya. Aku tidak ingin jika tempat ini menjadi Dragon Harem."
"Iya, Iya."

Selama ada segel monster, kurasa aku masih bisa mengaturnya. Jika suatu saat terjadi hal yang buruk, aku akan menjadikannya makanan Filo. Taniko langsung memelototiku, seakan dia bisa membaca pikiranku.

"Jangan sampai kau jatuh cinta kepada seekor Dragon."
"Ti-Tidak akan!"

Apa dia mengerti apa yang sedang aku bicarakan?

"Tolong hentikan pembicaraan cabul ini."

Rat mengatakan itu setelah menghela napas.
Ksatria Wanita.... Menatap kami dengan tatapan takjub.

"Melatih seekor Hiryuu itu sangat sulit. Orang yang berhasil melakukannya akan dipanggil Ksatria Naga."
"Ah, aku ingat pernah melihatnya ketika sedang bertarung dengan Reiki. Jadi itu mereka ya."

Meskipun mereka tidak benar-benar membantu. Kebanyakan dari mereka terjatuh dan mulai berteriak ketakutan setelah menerima serangan dari familiar Reiki.

"Kau memiliki risiko tinggi untuk jatuh. Dan Hiryuu tidak terlalu kuat."
"Begitu ya, kalau begitu akan mudah untuk mengaturnya."
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika Count membesarkannya. Kemungkinan akan menjadi seperti Filolialmu."
"Hmm... Kau benar. Sebaiknya aku berhati-hati."

Sudah diputuskan kami akan tetap membesarkan telur Hiryuu. Sepertinya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk telur itu menetas. Aku harus mengikatnya dengan darahku agar segelnya menjadi lebih kuat.
Rat kembali ke labnya dengan ekspresi kecewa di wajahnya.
Penelitian terhadap Bio Plant dilanjutkan. Dan sepertinya Rat sudah hampir menyelesaikan prototipe tanaman yang dapat menumbuhkan obat-obatan. Meskipun untuk sekarang hanya bisa menghasilkan obat-obatan yang mudah ditemukan seperti di pinggir jalan, tetap saja ini adalah perkembangan.


"Kenapa aku harus menggendong telurnya ke mana-mana!"

Entah kenapa, aku diharuskan untuk tetap menjaga agar telur Hiryuu tetap hangat. Setelah Kiel melihatku, dia langsung tertawa.

"Kau harus melakukan itu agar Dragon tersebut menganggapmu sebagai orang tua. Jika kau tidak melakukannya, maka dia tidak akan menuruti perintahmu. Jadi bersabarlah!"

Rat memberikan penjelasan itu dengan terlihat kesal. Apakah Hiryuu benar-benar sulit untuk dipelihara? Aku mulai menyesali keputusanku.

"Apa itu benar?"
"Iya! Aku adalah seorang ilmuwan monster, jadi percayalah."
"Karena kau yang mengatakannya, jadi aku tidak mempercayainya...."
"Apa maksudmu?"
"Baiklah. Aku tidak berkata apapun."

Ini merepotkan.

"AHAHAHA! Naofumi, apa yang kau lakukan?"

Melty muncul sambil mengendarai Filo. Dia menunjukkan jarinya kearahku dan mulai tertawa.

"Diamlah. Putri Kedua!"
"Kau berjanji untuk tidak memanggilku 'Putri Kedua'. Ingat?!"
"Kalau begitu jangan tertawa, bodoh!"
"Bodoh!? Siapa yang kau panggil bodoh!?"

Ah, benar sekali, setelah bermain dengan Filo dia mulai menunjukkan sifat aslinya. Bahkan dia sudah lupa tujuan awalnya kemari.

"Um... Naofumi-sama... kau terlihat keren."

Raphtalia mencoba menghiburku. Aku tidak butuh simpatimu yang menambah rasa sakitku.

"Sial... Bersiaplah untuk berdagang! Sekarang hanya aku, Raphtalia, dan Filo saja yang pergi."

Aku tidak dapat terlihat seperti ini oleh seluruh penduduk desa. Aku harus menyembunyikannya. Berarti aku harus pergi ke suatu tempat.

"Kau mencoba melarikan diri~!"
"Diamlah."

Melty terlalu berisik.

"Kau harus tetap seperti ini selama dua atau tiga hari. Setelah itu, seharusnya telur ini akan menetas."
"Arrgghhh."
"Jika kau butuh bantuanku, aku ada di desa sebelah, kau dapat menyerahkannya padaku. Jika tidak kau akan meninggalkan tanggung jawabmu mengurus telur itu, kan?"
".....?"

Melty tidak segan-segan menyindirku. Aku sudah tidak tahan.
Dalam keadaanku saat ini, aku tidak bisa orang kota melihatku. Walau ada kemungkinan  mereka hanya mengira aku sedang menetaskan telur Hiryuu saja. Untuk berdagang saat ini... Aku harus bersembunyi di dalam kereta saja.

"Goushijin-sama, untuk apa kau mengerami telur itu?"
"Aku harus melakukannya karena ini adalah telur Hiryuu."
"Hmm... biar Firo saja yang menghangatkannya?"

Oh iya, Filo adalah seekor burung. Jadi badannya cukup hangat. Haruskah aku meninggalkannya kepada Filo?

"Tidak boleh."
"TIDAKK!"

Setelah mendengar suara Rat, Filo langsung kabur. Apa Filo masih trauma karena kejadian waktu itu?

"Seperti yang kukatakan sebelumnya. Filorial dan Dragon tidak bisa akur. Kau tidak dapat membiarkan dia menghangatkan telur ini."
"...Aku mengerti..."

Kukira aku dapat membuatnya membawa telur ini.... Bagaimana jika aku memberikannya pada Raphtalia?

"Count? Ini adalah Dragonmu, bukan? Kau tidak dapat memberikannya ke orang lain!"
"Sialan!"

Bagaimana bisa dia membaca pikiranku? Ah sudahlah. Aku akan bersembunyi di dalam kereta dan pergi. Dan begitulah, aku pergi berdagang untuk menghindari masalah.


Aku mengenakan jubah dalam perjalanan ini untuk menyembunyikan telur yang memalukan ini dipunggungku.

"Sudah lama sekali kita bertiga kita tidak pergi berdagang sendirian."
"Kalau di ingat-ingat. Kau benar."

Sudah lama sekali sejak aku pergi berdagang hanya bersama Raphtalia dan Filo. Sekarang kita selalu dikelilingi oleh Kiel dan penduduk desa lainnya. Sebelum kejadian Reiki, kita ke mana-mana selalu bertiga. Aku tidak menyadari kejadian itu sudah berlalu sejak lama.

"Seekor Hiryuu. aku penasaran dia akan seperti apa nantinya."
"Aku tidak tahu."
"Firo akan tetap menarik kereta."
"Tentu saja."

Sepertinya Filo memiliki harga diri yang aneh. Tapi aku tidak yakin jika Hiryuu bisa menarik kereta karena geraknya terbang.

"Firo akan selalu menjadi kaki Goushijin-sama!"
"Mungkin..."

Kemampuan untuk terbang sangatlah menguntungkan. Jika ternyata dia lebih efisien dibanding dengan Filo yang berjalan di tanah. Maka aku akan menggunakannya. 
Tetapi, menurut Rat, Hiryuu hanya dapat mengangkut beban yang terbatas. Hanya satu orang yang dapat mengendarainya. Aku hanya akan menggunakannya jika situasi darurat dan mengharuskanku pergi sendiri.

"Mu..."
"Filo, jika kau berjalan lihatlah kedepan."
"Tapi Goushijin-sama bilang...."
"Tenang saja. Jika Filo bekerja dengan keras, Naofumi-sama akan lebih bergantung padamu."
"....Benarkah?"
"Mungkin..."
"Naofumi-sama, tolong diamlah sebentar."

Kurasa menjahili Filo ada batasnya. Mungkin Dragon ini akan menjadi saingan Filo. Dia terlalu sombong dengan kekuatan kakinya.

"Filo akan bekerja keras!"
"Iya, Mari kita bekerja keras bersama."
"Iya!"
"Baiklah, aku mau mempersiapkan obat-obatan yang akan kita jual."

Aku juga harus memikirkan pekerjaan yang cocok untuk para budak nantinya.
Dan... Hari pertama kami berdagang berlalu tanpa ada masalah sama sekali.


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Chopin
EDITOR: Isekai-Chan
Proofreader: Bajatsu

Kamis, 17 September 2020

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 34. Dwarf Spirit

Chapter 34. Dwarf Spirit


Setelah aku mendapatkan kapak Dragonfire Tail buatan Gottlieb, aku segera kembali ke kastil untuk memulai persiapan.

Aku akan memasukkan kapak dan janggut Gottlieb ke dalam botol Klein untuk melakukan Soul Summoning.

Menurut Eve, kami memiliki peluang tiga puluh persen untuk bisa memanggil Gottlieb.

“Aku tidak peduli apakah aku hanya memiliki kesempatan tiga puluh atau sepuluh persen. Selama ada kemungkinan berhasil, aku akan melakukannya.”

Aku ingin minum dengan Dwarf itu lagi. Jadi aku memasukkan jenggot dan kapak ke dalam botol Klein. Pada saat yang sama, aku memasukkan sihir ke dalamnya.

Hingga saat ini, aku mengharapkan tentara atau insinyur sambil membayangkan kemampuan yang aku butuhkan, tetapi kali ini, aku memiliki gambaran yang jelas tentang wajah Gottlieb saat aku mengisi botol Klein dengan sihir.

Apa yang terjadi selanjutnya hampir sama seperti ketika aku memanggil Hijikata.

Aura mistis menyelimuti botol Klein kemudian asap mulai naik dan perlahan asap itu mulai terbentuk. Aku melihat seorang pria tua, pria gemuk.

Dia adalah seorang Dwarf. Aku berhasil. Tapi kemudian aku menyadari sesuatu. Ya, orang yang berhasil kupanggil adalah Gottlieb. Dia sama gemuknya dan memiliki janggut yang bagus.

Tapi, ada yang tidak beres. Dan kemudian aku menyadari bahwa itu karena sesuatu di bawah pinggangnya. Gottlieb yang dihidupkan kembali tidak memiliki kaki.

"Apa artinya ini?" Tanyaku padanya. Tapi dia tampak sama bingungnya denganku.

“Aku tidak bisa menjawab itu. Aku juga terkejut melihat diriku berada di sini.”

Gottlieb sepertinya tidak memiliki ingatan apa pun setelah ledakan di tambang. Dia tidak tahu bahwa dia sedang dipanggil.

"Hmm."

Saat kami berdiri di sana keheranan, Eve menjelaskannya kepada kami.

"Astaroth-sama. Pemimpin Dwarf yang anda panggil ini tidak memiliki kaki dan juga badannya terlihat samar-samar. Apakah mungkin dia adalah hantu?"

"Hantu?"

"Sudah kubilang, aku juga tidak tahu."

Aku mencoba menyentuhnya. Tetapi tanganku tidak menembus tubuhnya.

“Tapi mungkin saja itu karena pengaruh kekuatan anda? Saya akan memanggil Hijikata sebentar.”

Ketika Eve kembali bersamanya, aku memerintahkan Hijikata untuk menyentuh Gottlieb. Hijikata terlihat sangat kesal, ketika dia mengulurkan tangannya, itu menembus melewati Gottlieb.

Hijikata terlihat terkejut sekarang.

“Baiklah. Itu sangat aneh.”

Dan dengan begitu, aku dan Gottlieb akhirnya memahaminya. Bahwa Gottlieb yang dibangkitkan adalah hantu.

"Apa artinya ini?"

Aku bertanya pada Eve. Tapi dia juga bingung.

“… Jika saya harus mengatakannya, bisa berarti kalau Soul Summoning yang anda lakukan itu setengah gagal. Gottlieb adalah Pahlawan, tapi mungkin tidak cukup heroik.”

“Aku bisa menerima penjelasan itu, nona muda. Tetapi aku bukan Pahlawan.”

“Apakah itu berarti dia tidak dipanggil sebagai Pahlawan, tapi monster biasa?”

Aku yakin begitu.

Dan untuk menguji teori ini, aku menggunakan ‘Analysis.'

Beberapa saat kemudian, status Gottlieb muncul di hadapanku.

Nama: Gottlieb
Rarity: Legendary Rare ☆☆☆☆☆
Ras : Dwarf Wraith
Job: Chief, Engineer
Kekuatan Bertempur: 0
Skill: Architect, Blacksmith, Mine Explorer, Axe User, Commander, City Planning, Weapon Designer

Begitu aku melihat statusnya, aku merasa gembira dan kecewa secara bersamaan.

Aku kecewa karena dia bukan Pahlawan. Fakta bahwa aku bisa melihat statusnya adalah buktinya, tapi aku senang karena dia adalah Legendary Rare.

Mungkin karena dia adalah hantu, dia tidak memiliki kemampuan bertarungnya, tapi itu tidak penting. Yang aku inginkan adalah kemampuannya sebagai administrator.

Aku ingin bantuannya sebagai arsitek untuk merancang kotaku. Dia terlihat sangat sedih karena dia tidak bisa lagi bertarung, tetapi aku tahu bahwa pengetahuan dan pengalamannya akan berguna.

Dan lebih dari segalanya, aku senang bisa bertemu kembali dengan seorang teman, walau dia adalah hantu. Jadi aku sangat senang bisa bersamanya lagi.

Gottlieb merasakan hal yang sama, dan meskipun dia hanya di sini sebagai roh, dia senang bisa berguna bagiku.

Selain itu, dia bisa menyaksikan jalan yang akan dilalui rakyatnya. Dia sudah sangat cemas tentang kondisi kehidupan mereka.

Aku sendiri ingat masalah ini, jadi kami berusaha mengatasinya.

“Sekarang aku akan mengumpulkan Dwarf arsitek. Mereka berkata pandai membangun gedung, tapi tidak pandai merencanakan kota.”

“Ya, aku selalu bertanggung jawab atas semua itu. Ah, baiklah. Ini adalah kesalahanku sendiri karena tidak melatih penerusku sendiri.”

“Namun, ini belum terlambat.”

"Memang. Aku bisa meneruskan pengetahuanku ke mereka sekarang. Ya, bawalah para Dwarf itu padaku.”

Aku menoleh ke Eve dan dia tersenyum padaku.

“Saya sudah memanggil mereka.” Katanya.

Dia sungguh pelayan yang brilian. Dia seperti Gottlieb, karena aku tidak akan menukarnya dengan orang lain.

Dia kemudian membawakan minuman untuk semua orang dan teh untukku, yang kami minum saat Gottlieb mulai membicarakan perencanaan kota. Saat aku mendengarkan, aku melihat bahwa ide-idenya selaras dengan idealismeku sendiri.

Yang aku inginkan bukanlah kota dengan pertahanan yang kuat, tetapi kota bisnis.

Daripada berkonsentrasi pada tembok pertahanan, aku ingin kota itu menjadi kota di mana pedagang asing dapat bepergian dengan bebas dan warganya dapat hidup nyaman secara ekonomi. Pajak akan digunakan untuk memperkuat pasukanku dan aku akan bekerja sama dengan Raja Iblis lainnya.

Untuk alasan ini, Gottlieb berpendapat bahwa distrik baru harus berbentuk kotak. Bagaimanapun juga, sepertinya itu akan berubah menjadi jenis kota yang awalnya aku gambarkan.

Namun, detailnya sendiri membutuhkan skill profesional, dan sistem pembuangan limbah serta sistem air publik yang sangat efisien semuanya berada di bawah pimpinan Gottlieb.

Selama konsepnya dan cita-citaku sama, aku tidak peduli detailnya. Sisanya aku serahkan pada Gottlieb dan Dwarf arsitek.

Aku tahu mereka akan membangun kota sebaik mungkin. Itulah yang kupikirkan, dan aku tidak salah. Karena mereka menyelesaikan rencana kota hanya dalam satu malam, dan selesai membangunnya dalam waktu tiga bulan.


Note: 
kek biasanya ajalah yak klo ada miss translate bisa kasih tau kami lewat komen di bawah atau DM kami ke FP



PREVIOUS CHAPTER       TOC        NEXT CHAPTER


TL: Tasha Godspell
EDITOR: Isekai-Chan

Rabu, 16 September 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 161. Kunjungan Tuan Putri

Chapter 161. Kunjungan Tuan Putri


Dengan kecepatan Filo saat ini, kita dapat mencapai desa dalam 4 hari atau lebih.
Selama perjalanan, kami bertemu dengan beberapa monster, monster tersebut dapat kami kalahkan dengan mudah bahkan kami menjadinya sebagai bahan makan. Perjalanan kami berjalan dengan lancar.
Para budak yang baru pertama kali memakan masakanku selalu memiliki reaksi yang sama. Apakah masakanku sangat enak?
Akan tetapi, Fohl terlihat kesal saat Atla memuji masakanku.
Ini merupakan malam ketiganya.

“Tuan Naofumi… um… maaf, bisakah kau mengganti perbanku?”
“Biar aku yang melakukannya!”
“Sebaiknya aku saja yang melakukannya. Aku juga harus menberi obat oles lagi padanya.”
“Sial…”

Obat-obatan tersebut sepertinya bekerja dengan baik lalu kulitnya  Atla mulai membaik. Tapi, dia mengeluh gatal-gatal jadi aku harus mengganti perbannya.

“…Hmm? Kulitmu yang sebelumnya terluka, sekarang sudah terlihat lebih baik.”
“Be,benar.”

Ketika Fohl menatap adiknya dengan takjub, dia seperti kehilangan jiwanya.
Dia terlihat senang sekali. Yaaa, ini benar-benar sebuah keajaiban untuk Atla bisa sembuh. 
Kemudian, aku melepas perban yang menutupi wajah dan langsung memeriksanya.

“Wow….”

Saat melihat kondisinya, Raphtalia mengeluarkan suara tanpa sengaja. Tidak biasanya dia seperti ini. Raphtalia biasanya selalu tenang dan memperhatikan dengan seksama tanpa mengeluarkan suara yang dapat menghancurkan ketenangannya. Mungkin, memang harus seperti itu.
Ekspresi Fohl yang penuh luka itu terlihat menjadi bersih. Saat aku melihat kearah Atla, aku juga terkejut saat melihat wajahnya.
<EDN: Bayangkan wajah yang jadi mulus ketika lihat orang yang disukai>
Meskipun dia telah menjadi budak, namun rambutnya masih terlihat mengkilap dan meskipun terlihat pucat namun kulitnya masihlah lembut.
Aku jadi penasaran dengan umurnya… Kakaknya telihat seperti berumur 12 atau 13, jadi seharusnya dia lebih muda dari itu….
Matanya terlihat fokus dan sangatlah indah. Aku baru saja tahu bahwa ketika orang buta yang membukakan matanya akan terlihat seperti ini.
Pedagang Budak itu mengatakan hal buruk mengenainya, namun sebenarnya dia itu bisa menjual budak ini dengan maksud yang lain, benarkan?
Namun, itu bisa terjadi ketika penyakit kulitnya telah sembuh.

“Aku merasa lebih baik. Tuan Naofumi, terima kasih banyak…. Karena sudah mengobatiku dengan baik.”
“Hmm…”

Aku kehabisan kata-kata. Raphtalia dan Filo, wajah mereka bisa dianggap lumayan cantik. Tapi Atla, sepertinya dia lebih cantik dari mereka.
Dia memiliki penampilan seorang anak kecil, dan sangatlah mirip seperti sebuah boneka....
Fohl terlihat menjatuhkan air matanya.

“Ohhh… Atla, kau menjadi sangat cantik.”

Fohl! Apa-apaan kau ini! Kau ini seperti seorang ayah yang sedang melihat putri kesayangannya berada di panggung pelaminan!

“Sepertinya pengobatannya berjalan lancar. Mulai sekarang kau tidak perlu menggunakan obat oles lagi.”
“Benarkah?”

Atla yang tidak bisa melihat mulai menyentuh wajahnya sendiri.

“Bagian yang kasar sudah tidak kasar lagi.”
“Sepertinya begitu.”
“Ini semua berkatmu, Tuan Naofumi. Terima kasih banyak.”

Atla membungkukkan kepalanya.

“Tidak apa.”

Beberapa budak mengintip dari celah dalam kereta dan berbisik. Aku dapat mendengar mereka mengatakan ‘cantik’.
Dia belum benar-benar sembuh sekarang, tapi tidak lama lagi dia akan sembuh total. Seperti yang kuharapkan dari Obat Yggdrassil. Hasilnya sangat luar biasa.

“Baiklah, Fohl. Sekarang kau sudah mengerti semua ini?”
“….Iya.”

Karena perkataanku padanya, Fohl mulai kembali ke kenyataan dan mengganguk dengan terpaksa.
Aku sudah menyembuhkan adiknya. Jadi aku akan membuatnya bekerja dengan sangat keras.

“Tuan Naofumi.”
“Ada apa?”
“Tolong beritahu kami… Apa yang menunggu kami di desa yang sedang kita tuju? Dan juga Raphtalia-san, Tolong beritahu kami.”

Saat sedang dalam perjalanan seperti ini, aku biasanya mengolah bahan dari monster, membuat obat-obatan, dan belajar mantra sihir. Tapi, sekarang aku sedang tidak melakukan hal-hal tersebut.
Hmm… akan aku beritahu mereka.

“Hari-hari dimana aku memerintah mereka untuk berkerja penuh dengan sik----”
“Naofumi-sama!”

Raphtalia berisik sekali.
Padahal aku hanya ingin sedikit menakuti mereka.
Raphtalia sangat membenci lelucon buruk seperti ini.
Mungkin, karena dulu aku pernah menakutinya.

“Tsk! Hmm….”

Aku dan Raphtalia menjelaskan keadaan desa dan apa yang menjadi tujuan kami dimasa depan.
Setelah melihat keadaan Atla saat ini, kurasa kemampuanku membuat obat-obatan sudah semakin lebih baik.


Keesokan harinya.

“Kita Sampai~”

Para budak menyambut Filo di depan Desa. Filo memutuskan untuk bermain dengan mereka.

“Ah, Selamat datang~ Sepertinya aku sampai lebih dahulu.”

…..Bagaimana bisa Sadina sampai lebih dulu?
Sullit dipercaya, dia tidak mungkin lebih cepat dari Filo. 

“Kau cepat sekali.”
“Hmph…. Jika Firo serius, kita bisa saja sampai lebih awal!”
“Kenapa kau tiba-tiba kesal, Filo.”

Filo menatap Sadina dengan pandangan iri sambil bergumam. 
Apakah ini harga dirinya sebagai hewan tunggangan?
Itu tidak penting…. Bahkan Sadina tidak menanggapinya.
Meskipun, akhir-akhir ini Firo lebih sering menarik kereta yang berisi budak sakit dan masih belum berpengalaman dalam perjalanan.
Akan merepotkan jika dia menarik kereta dengan serius.

“Onii-sama, apa kau baik baik saja?”
“I-Iya… Aku bai--Ugh.”

Tidak dapat dipercaya, Atla tidak mabuk kendaraan.
Yaa, aku harus mengingatkan Filo nanti, untuk harus berjalan pelan-pelan ketika ada orang sakit di dalam kereta.

“Jadi ini… Desamu, Tuan Naofumi.”

Atla sedang mengamati desa, padahal dia tidak dapat melihat.

“Apa kau sekarang sudah bisa melihat lagi?”
“Tidak, namun aku bisa merasakan auranya…”

Hmm, Dia sering sekali berbicara seperti itu.
Luar biasa, jika dia tidak merasa terganggu dengan kebutaannya.
Tapi, aura…

“Bagus sekali kau telah kembali. Aku mulai tidak sabar lagi menunggu karena banyak sekali berita yang harus aku laporkan.”

Ksatria Wanita datang menghampiriku, bersama Melty.
Melty terlihat sangat marah sampai muncul asap dari kepalanya.
Mungkin, dia melakukan sesuatu dengan histeris.

"Kenapa kau pergi, padahal aku sudah bilang pada Filo kalau aku ingin berkunjung ke tempatmu, Naofumi!"
"Ah, karena kau membicarakannya. Aku baru ingat."

Dia sangat marah.
Padahal aku benar-benar lupa mengenai kunjungannya kemari.

"Saat aku datang ke desa, Naofumi sudah pergi dan Filo-chan juga tidak ada disini. Jadi tidak ada alasan lagi untukku berada disini!"
"Maaf. Jadi, kapan kau akan pulang?"
"Padahal aku sudah menunggu sangat lama disini. Bukankah kau sudah keterlaluan untuk menanyakan itu?"
"Itu karena kau adalah seorang putri."
"Memangnya kenapa jika aku seorang putri!"

Aneh saja jika calon Ratu selanjutnya dari kerajaan manusia datang mengunjungi desa Demi-Human.

"Aku mendapatkan perintah dari Ibunda."
"Ah, jadi seperti itu."

Sepertinya Ratu masih merencanakan agar aku menikah dengan Melty.
Yaa, di posisinya sekarang memiliki menantu Hero Perisai sangatlah menguntungkan.

"Jadi, berapa lama kau akan tinggal disini?"
"Selamanya! Aku diperintahkan oleh Ibunda agar membantu mengurus wilayahmu, Naofumi! Untuk belajar mengelola desa atau kota untuk masa depan.... Aku dipaksa melakukan pekerjaan yang sangat merepotkan."
"Orang tuamu sangatlah aneh. Terutama dkepalanya."

Ayah dan Ibunya, keduanya sama-sama aneh.
Dia lebih berkuasa dibanding kakaknya, tapi diumurnya yang sekarang, belajar cara mengelola wilayah sangatlah sulit. Bukankah ini berlebihan.
Aku tidak bisa berkata banyak, karena menggunakan pertumbuhan pesat dari Demi-Human untuk mempekerjaan mereka semaksimal mungkin.

"Diamlah! Aku sudah tahu."
"Ya sudah, kalau begitu pergilah bermain dengan Filo."
"Kenapa! Apa kau tidak mendengarkanku?"

Aku mendengar dan sudah menyimpulkannya, tapi.... sudah begini saja.
Melty mungkin akan semakin marah jika aku terus berdebat dengannya. Jadi aku berencana untuk menghindari itu.

"Hei Filo, Pergilah bermain dengan Mel-chan."
"Okay~"
"Tung.... Firo-ch—Aku belum..... selesai berbicara dengan Naofumi----"

Kemudian, Melty yang memberontak dibawa pergi jauh oleh Filo.
Dengan begini situasinya akan lebih tenang.
Seperti dugaanku, Filo sangatlah tepat saat berhadapan dengan Melty.

"Iwatani-dono, bisakah kau memperlakukan Putri Melty sedikit lebih baik?"
"Seperti itulah hubungan pertemanan kami. Tenanglah, dia itu orang yang kuat."
"Benarkah? Dia terlihat sangat kecewa saat mengetahui Iwatani-dono tidak ada disini."
"Itu karena Filo tidak ada disini. Mereka adalah sahabat baik."
"Kupikir tidak seperti itu... Kurasa itu karena kegigihan Putri Melty, dia masih berada disini."
"Apa maksudmu?"
"Lupakan saja. Ada informasi yang lebih penting."
"Apa wanita dan bocah itu akhirnya membuat masalah?"

Yang kumaksud adalah Rat dan Taniko.
Setiap kali aku meninggalkan desa dalam waktu yang lama, pasti ada saja sesuatu yang terjadi.

"Tidak, mereka tidak membuat masalah."
"Benarkah?"
"Mereka terlihat senang saat bermain-main dengan monster."
"Mereka seharusnya bekerja, bukan malah bermain!"

Makna dari mereka tidak membuat masalah itu salah!
Apa maskudnya dengan mereka bermain-main?!
Sial... Meskipun mereka tidak membuat masalah, tetapi sama saja jika tidak bekerja.

"Jadi? Apa masalahnya?"
"Ya, ini bisa dibilang ada hubungannya dengan wanita itu, jadi ikutlah denganku menuju gudang sebentar."
"Ada apa disana?"
"Ikut saja denganku."
"Baiklah kalau begitu, tunggulah sebentar."

Setelah aku memastikan para budak turun dari kereta, Aku memanggil para budak yang ada di desa untuk datang.
Kemudian aku memberi isyarat kepada Imiya untuk datang kemari. Apakah dia sedang membuat lubang?

"Imiya. Aku membawa beberapa orang yang mungkin kau kenal."
"Eh? Ah, Paman!"
"Oh, Ternyata itu benar-benar kau, Imiya. Nampaknya kau sudah besar."

Imiya dan Lumo lainnya berkumpul dengan gembira.

"Terima kasih banyak! Hero Perisai-sama!"
"Eh? Dia adalah Hero Perisai-sama!?"

Coba kuingat kembali.... Aku belum memberitahunya.
Keluarga Imiya membungkukkan kepalanya.
Perasaan mereka mulai berubah menjadi lebih menghargaiku. Tetapi, ada pula yang tidak terlalu peduli.

"Aku ingin agar kalian mengerjakan sebuah pekerjaan yang mementingkan ketelitian yang tinggi. Bisa kalian lakukan?"
"Kami berhutang nyawa kepadamu. Kami akan melakukannya."
".....Apa kampung halaman kalian berada di Silvelt?"
"Bukan... Legenda Hero Shield-sama sangatlah terkenal dan kami  juga telah mendengar rumornya. Terlebih lagi, kau telah mempersatukan kami dengan Imiya."
"Aku tidak tahu apakah tempat ini akan cukup untuk kalian, tapi aku ingin agar kalian tinggal disini dengan nyaman. Oleh karena itu, aku ingin kalian bekerja dengan baik."
"Baik!"

Aku akan menjelaskan pekerjaan mereka yang lebih spesifik nanti saja.
Sekarang aku ingin agar mereka beradaptasi tinggal disini terlebih dahulu.

"Sekarang, kalian para budak baru perkenalkanlah diri kalian dan berbaurlah dengan budak-budak lainnya."

Mereka semua mulai memperkenalkan diri dan berinteraksi. Desa ini mulai menjadi lebih hidup.

"Um, dimana tempat kami akan tinggal itu dimana?"

Salah satu dari budak ras aquatic menanyakannya.
Tentu saja mereka akan kesulitan jika tinggal di desa atau didalam camping plant.

"Kalian bisa tinggal di dekat laut bersama Sadina."
"Ah, Baik..."

Beastmen yang tampak seperti lumba-lumba dan gurita menganggukkan kepalanya.
Ah, kurasa mereka terkejut setelah mengetahui bahwa diriku adalah Hero Perisai.

"Kalian nampaknya cukup kuat. Kalian akan segera mendapatkan pekerjaan, tapi aku ingin menaikkan level kalian terlebih dahulu agar dapat menjaga diri kalian sendiri."
"Aku mengerti."

Beastmen yang seperti gurita melambaikan tangannya dan berjalan ke arah laut.
Sedangkan yang mirip lumba-lumba.... Aku tidak terlalu memperhatikannya, tetapi jika aku bandingkan dengan Sadina dia nampaknya lebih pendek. Dan bulat.
Apa ini karena usianya? Ini seperti Raphtalia saat dia masih kecil. Sebaiknya aku tidak perlu menanyakan jenis kelami mereka. Akan menjadi hal buruk jika ternyata dia adalah wanita saat kupikir dia adalah laki-laki.
Terlalu banyak wanita adalah hal buruk, jadi akan menjadi lebih baik jika aku tidak mengetahuinya.

"Lalu, Fohl dan Atla....."

Kakak beradik itu.... Fohl sedang menggendong Atla dan memperkenalkan dirinya kepada Kiel dan yang lainnya.
Fohl nampaknya terlihat tidak nyaman, sedangkan Atla sangat senang berbicara dengan teman-teman barunya.
.....Seberapa jauh Filo dan Melty pergi?
Apa yang harus aku lakukan jika mereka tidak memperkenalkan diri mereka disini?

"Maaf membuatmu menunggu."
"Tidak apa. Setelah melihat Iwatani-dono tadi, aku menjadi lebih termotivasi."
"Kenapa?"
"Karena perkataan dan perlakuanmu untuk desa ini, semua orang sangat tertarik untuk terus berkembang."
"Begitu..."

Aku hanya memikirkan yang lebih efisien saja....

"Sangat jarang sekali ada orang seperti itu. Iwatani-dono benar-benar seorang Pahlawan."
"Tidak perlu memujiku. Aku hanya melakukan ini untuk keuntunganku sendiri. Dan juga mereka bekerja karena keinginan mereka sendiri."
"Fufu... Karena itu Raphtalia selalu cemburu."
"Huh?"

Aku tidak mengerti apa yang dia katakan.
Apa Raphtalia pernah bercerita sesuatu kepadanya?

"Jadi apa yang ingin kau laporkan?"
"Seperti yang kukatakan sebelumnya, mari kita pergi ke gudang. Rat juga sudah menunggu disana."
"Huh?"

Kenapa Rat juga ada disana?
Kemudian aku berjalan kearah gudang bersama Ksatria Wanita.




TL: Chopin
EDITOR: Isekai-Chan
Proofreader: Bajatsu

Selasa, 15 September 2020

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 72 – Awal dari Peperangan

Chapter 72 – Awal dari Peperangan


—-Arakawa Kouki POV —-

Sepuluh menit sebelum jarum jam yang tergantung di dinding menandakan tepat tengah malam, pusat komando Base Hakone yang terletak di bawah tanah memiliki suasana yang tegang. Itu sangatlah wajar. Dalam 10 menit, Noah akan memulai operasi militer resmi pertamanya.

Sasarannya adalah Markas Besar New world, yang terletak di Antartika. Federasi Rusia bekerja sama dengan Pasukan Aliansi kami termasuk Kerajaan Merkava dan Kekaisaran Ursna akan memulai serangan. Tiga hari lalu, ibu berbicara dengan PBB dan dia mengajukan sanksi terhadap New world. Dia juga melakukan siaran propaganda di Noah Channel………

“Oh, aku menang?” (Anggota Chernobog)

“Kau lagi! Bagaimana Kau bisa terus menang seperti itu?” (Anggota Chernobog)

“Ah, kau hanya orang lemah.” (Anggota Chernobog)

“Apa katamu?” (Anggota Chernobog)

Ini lagi… Baru-baru ini, anggota Chernobog yang belajar cara bermain Mahjong untuk menghabiskan waktu saling bertarung. Jujur saja, aku tidak berani menghentikan mereka berkelahi apalagi setengah dari mereka memiliki penampilan yang berbeda karena beberapa modifikasi. Mungkinkah mereka bersiaga di sini sambil bermain mahjong karena mereka tidak juga tidak akan mengerti apa-apa bahkan jika mereka bergabung dalam rapat strategi? Aku menghela nafas dan memanggil Kapten yang diam-diam berdiri di sampingku dengan tangan terlipat.

“Kapten, apakah tidak ada yang bisa kita lakukan?” (Kouki)

“Komandan-dono, itu penting untuk menghilangkan stres. Namun, Ma ~ Kurasa mereka berlebihan kali ini ……” (Yurya)

Kapten berpikir sejenak sambil melihat anggota yang bertarung satu sama lain. Dia mengeluarkan pistol dari sarung yang dia kenakan di sisi tubuhnya dan kemudian diam-diam mulai menghitung dengan suara serius.

“5, 4, 3, 2, 1―” (Yurya)

Para anggota yang melihat sosok Kapten segera menyingkirkan meja Mahjong dan memberi hormat. Ma ~ Mungkin, Kapten benar-benar berniat menembak ketika hitungannya mencapai 0. Dalam wujud mereka saat ini, itu tidak akan berakibat fatal selama mereka tidak ditembak di kepala.

“Terima kasih banyak. Aku rasa aku tidak perlu bertanya tapi bagaimana persiapan unitnya?” (Kouki)

“Semuanya sudah siap. Namun, itu tetap akan bergantung pada hasil Armada Angkatan Laut kita karena kita akan ambil bagian dalam operasi darat. Apakah mungkin bagi Noah untuk mengalahkan Armada Kapal Selam New world?” (Yurya)

“Aku pikir ini akan menjadi pertarungan yang sulit. Itu tergantung pada Armada Noah yang akan berperang bersama Kraken untuk melakukan yang terbaik.” (Kouki)

Pada awal operasi, Armada Noah akan menyerbu ke garis Pertahanan New world di perairan. Kami berharap armada kapal selam musuh menyerang pada saat yang sama dan kami berencana untuk melenyapkan mereka dengan bantuan Kraken. Setelah menguasai laut, kami memiliki gerbang transfer sederhana yang kami kembangkan yang akan kami gunakan untuk mendatangkan pasukan darat kami.

“Dan juga, satu hal lagi… tentang masalah yang aku diskusikan kemarin?” (Kouki)

“Tidak ada masalah dengan itu karena 'KAMI' adalah unitmu. Setelah kami memasuki fasilitas musuh, kami akan mengirimkan informasi palsu kepada Noah untuk membingungkan semua orang. Tapi, apakah kau benar-benar yakin tentang ini?” (Yurya)

“Karena itulah aku memiliki senjata rahasia. Meski begitu, apakah kau benar-benar yakin tentang apa yang kau minta dariku sebagai imbalan untuk ini?” (Kouki)

“Umu (anggukan tegas), itu lebih dari cukup.” (Yurya)

Ketika Kapten membawaku ke kamarnya, aku meminta bantuannya. Kapten terlihat tidak senang, tapi dia berjanji untuk bekerja sama. Sebagai gantinya, mereka meminta sesuatu kepadaku, sebagai Komandan Chernobog──

“Kebebasan untuk menikah… Mengapa Kau membutuhkan izin untuk melakukan itu? Apakah kau menemukan seorang pria baik di G-88?” (Kouki)

“Ada beberapa yang kelihatannya seperti itu tapi aku sendiri yang sebenarnya ingin menikah. Setelah semua pertempuran ini selesai, aku diminta oleh anton untuk menjadi pendamping hidupnya.” (Yurya)
“Eh?” (Kouki)

“Dia adalah orang yang baik. Bahkan aku, ingin bersama seseorang yang aku suka.” (Yurya)

Begitukah, jadi inilah jawaban atas misteri kenapa Anton-san rela mempertaruhkan nyawanya demi Kapten Yurya. Dan juga, jika aku membiarkan situasi seperti ini, Kapten mungkin akan mati. Tidak, dia benar-benar akan mati. Ini mirip dengan kalimat “Aku akan menikahimu setelah pertempuran ini selesai” dan “Aku tidak akan pernah mati dalam pertarungan ini”. Sebuah ‘Death Flag’. Masalahnya adalah bagaimana kita menghindarinya…

“Kapten, larang keras Anton-san meninggalkan Base Hakone sampai operasi selesai. Tidak peduli alasannya, dia tidak boleh pergi sama sekali. Jika perlu, aku akan mengeluarkan perintah tertulis sebagai komandan. Dalam skenario terburuk, Kau dapat memenjarakannya di gudang.“ (Kouki)

“Roger, tapi mengapa kita perlu melakukan itu?” (Yurya)

Kapten bertanya padaku dengan wajah ragu tapi aku mengabaikannya. Untuk saat ini, kita dapat menghindari situasi di mana Anton-san terjebak dalam sesuatu yang dapat menyebabkan kematiannya. Lebih tepatnya, situasi mereka sebenarnya terbalik! Ini akan menjadi situasi di mana karakter utama mati karena dia mencoba untuk melindungi wanitanya tetapi mengapa sang wanita yang berada di medan perang !? Pertama-tama, mengapa protagonis mencoba menyelamatkan sang wanita? Kita dapat menghidupkan kembali protagonis dengan meminta wanita merapalkan mantra kebangkitan tetapi karena Anton-san dan dia bukan penduduk G-88, itu ditolak ... Bagaimana dengan jimat?

“Kapten, Anton-san merokok kan? Mohon pinjam korek api minyaknya dan taruh di saku dadamu. Dan juga, aku memerintahkanmu untuk memakai rompi anti peluru.“ (Kouki)

“……Aku mengerti. Di masa depan yang sudah berulang kali kau alami, aku yang bermimpi menikahi anton telah 'mati'.“ (Yurya)

Tidak, itu cukup buruk bahwa dia salah paham tetapi dia benar-benar salah tentang itu. Namun, situasi ini sebenarnya nyaman…. Aku harus membuat ekspresi serius di sini.

“Pastikan untuk menghindari itu, karena itu ikuti instruksiku.” (Kouki)

“Baiklah, Komandan-dono. Aku akan bertemu Anton-san sebentar tapi aku akan segera kembali.” (Yurya)

Aku melihat jam setelah dia meninggalkan ruangan dan hanya tersisa 20 detik sebelum tengah malam. Layar utama Pusat Komando Noah menunjukkan armada Noah yang berlayar di laut. Layar lain menampilkan radar dan tampilan setiap kapal. Dan untuk kapal utama, Macho bergabung bersama Merkava dan Penyihir Ursna yang membawa permata sihir buatan Kon untuk menyimpan Energi Sihir.

Tidak apa-apa, aku yakin semuanya akan berjalan sesuai rencana. Aku melihat ke bawah dan menarik napas dalam-dalam dan ketika aku mengangkat wajah, jam menunjukkan tengah malam──
 

Author Note: 
Aku akan menghindari Death Flag Kapten Yurya dengan sekuat tenaga (`· ω ·))




TL: Isekai-Chan
EDITOR: Zatfley