Sabtu, 04 April 2020

Maou-sama, Retry! Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 9. Gadis Muda Iblis

Chapter 9. Gadis Muda Iblis


—Toko pakaian populer: Fashion Check.

Penjaga toko mengarahkan tatapan tajam pada dua orang yang memasuki toko dan melihatnya dengan sekejap dari atas ke bawah.

Rambut hitam dan pakaian asing, dia benar-benar seseorang dari negara luar.

Meski begitu, kota ini sangat terbuka untuk orang asing. Ini adalah kota perdagangan yang makmur, jadi ini wajar. Dari segi karakter, kota ini cerah.

Tapi penjaga toko mengerutkan alisnya ... pada anak yang ada di punggungnya.

Dia mengenakan pakaian lusuh yang merupakan salah satu langkah menjadi pengemis. Dibandingkan dengan pria di depannya, ketidakseimbangan itu sangat sulit untuk diabaikan.

(Seorang budak?)

Bahkan jika dia orang asing, perbudakan itu sebuah kejahatan.

Biasanya, aturan minimum yang disyaratkan adalah bahwa mereka akan dibuat tetap tinggal di luar kota, dipercayakan kepada orang lain, atau membuatnya sedemikian rupa sehingga tidak jelas bahwa dia adalah budak.

Pakaian pelanggan ini luar biasa bagus, tapi mungkin dia tidak tahu tentang persyaratan itu?

"Selamat datang. Apa yang kau cari hari ini?”(Penjaga Toko)

Pria itu berbicara dengan senyum bisnis yang cerah.

Tidak ada pilihan selain mendapatkan informasi itu dalam percakapan dan tunjukkan padanya jika itu masalahnya. Akan menjadi masalah baginya juga jika tidak ada yang memperingatinya.

"Maaf merepotkan, tapi tolong siapkan pakaian yang akan terlihat bagus untuk anak ini."(Maou-sama)

"Untuk seorang Bu— maksudku untuk dia, tuan pelanggan?"(Penjaga Toko)

"Ya? Benar."(Maou-sama)

Siapkan pakaian untuk budak?

Mungkin dia menikmati permainan seperti itu? Beli pakaian bagus dan kemudian robek dengan paksa ... Tidak, tidak perlu memikirkannya secara mendalam tentang hal itu.

Bisnis adalah bisnis. Jika dia akan membayar uang, tidak perlu memikirkan itu. Berikutnya adalah untuk mengkonfirmasi bahwa anak ini bukan budak.

“Aku buruk dalam memilih pakaian, kau tahu. Aku akan menyerahkannya padamu, tuan."(Maou-sama)

Sambil mengatakan ini, pria itu mengeluarkan tas kulit.

Dari penampilannya, sepertinya cukup berat. Dia tanpa sadar menelan ludah.

Mungkinkah pelanggan ini dapat membayar 1 emas? Perasaan kotor semacam itu muncul dalam dirinya.

“Ini koin emas besar. Bawakan aku pakaian seharga koin ini."(Maou-sama)

Penjaga toko kagum dengan apa yang dikeluarkan pria itu tanpa ragu-ragu.

Hanya dengan membawanya keluar, kilau itu sudah cukup untuk mencerahkan bagian dalam toko ... koin emas besar.

“Tung-?! T-Tuan Pelanggan, a-apa kau menyuruhku memilih dengan mempertimbangkan biaya itu?"(Penjaga Toko)

"Ya? Apakah itu tidak cukup?"(Maou-sama)

"Sama sekali tidak! Aku akan mempersiapkannya dalam sekejap, tepat dalam sekejap!"(Penjaga Toko)

Berpikir bahwa dia harus mengawal gadis muda kelas tinggi ini yang melihat sekeliling dengan rasa ingin tahu, dia memanggil semua karyawan. Untuk berjaga-jaga, dia memberi perintah untuk memanggil personel yang ada di hari libur mereka juga, dan pada saat yang sama, memerintahkan untuk menyiapkan minuman.

Ini mungkin saat-saat dimana otaknya berpikir paling cepat sepanjang hidupnya.

"Aku ingin merokok, bisakah kau memberiku asbak?"(Maou-sama)

"Tangan ini! Silakan gunakan tangan ini sebagai asbakmu!"(Penjaga Toko)

"Itu menakutkan! Aku tidak meminta itu. Bawakan aku asbak normal dan sesuatu yang bisa kududuki."(Maou-sama)

"Punggung ini! Silakan duduk di punggungku ini !!! "(Penjaga Toko)

"Itu menakutkan! Ada apa dengan toko ini ?!"(Maou-sama)

Pada saat keduanya mengulangi percakapan aneh itu, Aku-chan dikawal oleh para pegawai, dan dikelilingi oleh banyak pakaian yang belum pernah dilihatnya.

■ ■ □□ ■■ □□   

Toko itu menjadi sangat ramai.

Bahkan membawa karyawan yang sedang libur, lima asisten buru-buru berlarian.

Mereka terfokus pada Aku-chan, membuatnya memakai banyak hal seperti pakaian, aksesoris, topi, dan itu berubah menjadi keributan besar.

Mau bagaimana lagi ... karena Maou-sama telah mengeluarkan koin emas besar.

Tidak termasuk koin suci Lambda yang ditinggalkan Cherub dan jumlah mereka terbatas, koin emas besar adalah yang tertinggi. Koin emas besar adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat kecuali dari orang-orang perusahaan besar yang mewakili suatu negara.

Penjaga toko sedang berbelanja di sini, mengatakan bahwa dia akan memberikan 1 koin perak bonus kepada orang yang membawakan pakaian yang aku-chan suka. Api berkobar di mata para karyawan.

Tidak tahu tentang semua ini, Maou-sama sedang melihat ke luar jendela, dan pipinya mengendur melihat jalan yang ramai dan jalan utama.

Sepertinya dia tidak membenci keramaian.

Itu adalah sosok seseorang yang sungguh-sungguh merasakan kenyataan bahwa dia telah datang ke dunia lain. Setelah beberapa saat, tirai yang tertutup di punggungnya terbuka dan Aku-chan muncul.

"U-Uhm ... apakah itu cocok untukku?"(Aku-chan)

"Y-Ya ..."(Maou-sama)

Maou-sama menghela nafas pada sosok Aku-chan dengan gaun putih.

Maou-sama yang asal-asalan memasuki toko, bahkan tanpa mengetahui jenis kelamin Aku-chan.

Dan yang keluar adalah ... putri kecil.

“Bagaimana, tuan pelanggan? Jika itu tidak menarik perhatianmu, kami dapat membawa sesuatu yang lain."(Penjaga-Toko)

"B-Benar ... aku akan mengambil semua yang cocok untuknya."(Maou-sama)

Maou yang kebingungan sedang menjatuhkan abu di lantai, tetapi kegelisahan penjaga toko lebih besar.

"S-Semuanya, Tuan Pelanggan?"(Penjaga-Toko)

Sepertinya Aku-chan ingin mengatakan sesuatu tentang itu, tetapi penjaga toko itu jauh lebih cepat darinya.

"Semua orang! Cepat bawa pakaian terbaik untuk gadis muda ini!!"(Penjaga Toko)

"""Iya!!"""(Karyawan Toko)

Dan dengan cara ini, banyak hal seperti pakaian, pakaian dalam, dan sepatu dibeli satu demi satu. Karena apa pun yang dilihat Maou-sama, dia berkata: 'kelihatannya bagus'.

Memang benar apa pun yang Aku-chan kenakan, kelihatannya cukup bagus.

Tidak hanya imut, tapi pakaian anak laki-laki juga sangat cocok dengannya, jadi bisa dibilang dia memiliki wajah yang cukup unik.

Apa yang dibeli sedang dikirim ke penginapan satu demi satu, dan itu bahkan membuat pemilik penginapan mengarahkan matanya padanya.

Tapi kita berbicara tentang VIP yang menginap di kamar kelas tertinggi. Dia mengangguk tanpa masalah dan secara refleks memompa penampilan terbaiknya untuk menyambut pelanggan yang hebat.

Dan dengan cara ini, Maou-sama dan Aku-chan dengan cepat dikabarkan sebagai 'bangsawan negara asing', atau 'orang utara yang sangat kaya', dan lingkungan disekitar mereka menjadi lebih ribut.

Jika Maou-sama mendengarnya, dia akan tertawa terbahak-bahak; jika Aku-chan mendengarnya, dia akan pingsan.

■■ □□ ■■ □□  

Selesai belanja, keduanya muncul di restoran penginapan Google It.

Maou-sama tidak dalam setelan biasanya; dia mengenakan kemeja putih di atas tuksedo hitam. Dia memiliki saputangan di saku dadanya, dan dia tampak seperti pria yang sangat keren. Aku-chan mengenakan gaun putih yang dia kenakan pada awalnya, dan telah menjadi gadis cantik yang mencuri pandangan banyak orang.

Para tamu penginapan memandangi mereka berdua, bukan dengan tatapan mesum, dan merupakan topik pembicaraan mereka.

“Itu bukan pakaian yang biasanya dilihat. Apakah itu selera dari utara?(Tamu Penginapan)

"Aku telah melihat pakaian serupa dari pasukan milik City-State."(Tamu Penginapan)

"Apakah mereka itu ayah dan anak?"(Tamu Penginapan)

"Tidak, rasanya tidak seperti itu."(Tamu Penginapan)

"Rumor mengatakan bahwa mereka adalah bangsawan dari beberapa negara kecil."(Tamu Penginapan)

“Orang kaya yang luar biasa telah muncul. Apakah mungkin dia sedang memeriksa area dan menyiapkan pondasi untuk bisnisnya? "(Tamu Penginapan)

"Aku dengar dia menggunakan koin emas besar hanya untuk membeli pakaian untuk gadis itu."(Tamu Penginapan)

"Sepertinya dia benar-benar menyayanginya."(Tamu Penginapan)

Dalam suasana di mana masing-masing dari mereka mengatakan apa pun yang mereka inginkan, keduanya mencapai meja, dan membuka menu.

Maou-sama dengan setengah hati memesan apa pun, dan menyuruh pelayan untuk membawakan anggur terbaik yang dia miliki. Dengan sikap acuh tak acuhnya, dia berhasil memesan sesuatu.

Melihat sosoknya itu, kesalahpahaman itu berlanjut lebih jauh, dan orang itu sendiri bahkan tidak mau tahu tentang suasana ini dan benar-benar bertindak sesuai keinginannya sendiri.

"Hal pertama yang dia lakukan adalah memesan anggur terbaik, ya."(Tamu Penginapan)

"Dia mungkin pemilik tambang, bukan pedagang."(Tamu Penginapan)

Dengan suara-suara itu di latar belakang, Maou menyalakan tembakau perlahan-lahan.

Di dunia ini, hal-hal seperti cerutu adalah barang perdagangan dan itu adalah barang kelas tinggi yang akan mendapatkan harga yang cukup tinggi hanya untuk sebuah cerutu.

Tembakau yang dimilikinya adalah tembakau yang belum pernah mereka lihat sebelumnya dan itu saja sudah cukup untuk mengumpulkan mata.

Di ruang di mana semua orang diam-diam memperhatikan mereka, dia menyeruput anggur yang dibawa, dan mengatakan satu kata: 'Tidak bagus'. Apa sih yang biasanya dia minum?

Selain itu, tidak mengerti apa yang dia pikirkan, dia memesan sekali lagi tapi kali ini bir paling murah, dan ketika dia meminumnya, dia tersenyum.

“Ya, seperti yang diharapkan, inilah yang cocok untuk seorang pegawai kantoran. Minuman pertama pasti ini."(Maou-sama)

Pegawai kantoran adalah kata yang belum pernah mereka dengar sebelumnya, tetapi itu pasti kata yang berasal dari daerahnya; itu yang ditafsirkan oleh para tamu di kepala mereka atas kemauan sendiri.

Lagipula, ada sekitar 10 negara di utara yang bersaing dan mempertahankan tanah mereka dan bahkan ada pasukan City-State di timur laut.

Untuk Holy Light Kingdom, negara-negara asing masih tidak beradab dan dalam masa yang bergejolak.

■■ □□ ■■ □□  

(Bertingkah keren tidak menghasilkan sesuatu yang baik ...)

Aku minum bir lagi, memotong daging yang disajikan, dan menaruhnya di mulutku. Daging yang ini cukup enak. Ini berbeda dengan daging yang kumakan pada hari itu.

Aku sebenarnya ingin makan dan minum hal-hal yang dibuat oleh Grand Empire, tetapi aku harus menghindari menggunakan SP sebanyak mungkin.

"Ini benar-benar seperti mimpi ..."(Aku-chan)

"... Hm?"(Maou-sama)

Melihat ke depan, kulihat Aku-chan belum menyentuh makanan itu.

Gaun putih murni, dan tiara di kepalanya; dia tampak seperti putri dari suatu negara.

"Terima kasih banyak. Melakukan sebanyak ini, untuk orang sepertiku...."(Aku-chan)

"Jangan pedulikan itu. Lebih penting lagi, makanlah selagi masih panas. ”(Maou-sama)

"Aku selalu memikirkannya."(Aku-chan)

Tatapan Aku-chan yang kuat membuatku menghentikan tanganku.  

Matanya yang berbeda warna, merah dan biru membuatku kagum. Hanya dengan melihat itu membuatku merasakan suasana misteri dan mengalihkan pandanganku.

"Kenapa... kau bersikap baik padaku?"(Aku-chan)

"... Tapi niatku bukan untuk bersikap baik."(Maou-sama)

Dan pada kenyataannya, itu bukan niatku.

Apa yang kulakukan adalah membunuh monster, membakar desa, dan mencuri uang dari Gadis Suci setelah memukulnya (Pantadnya awikwok) ; setelah dijabarkan seperti ini, itu tampak mengerikan.

Hanya dengan mengingat kembali hal-hal yang telah kulakukan membuatku ingin memuntahkan birku. Bahkan jika itu adalah pembelaan diri yang benar, tidak ada yang salah jika aku disebut kasar.

"Aku tidak tahu bagaimana mengembalikan hutang budi ini."(Aku-chan)

“Tidak perlu. Pertama-tama, Aku tidak menaruh hutang budi padamu."(Maou-sama)

Mengatakan ini, aku memakan daging satu demi satu gigitan.

Daging dingin dan bir yang hangat adalah hal yang paling kubenci-terutama bir hangat. Mampu mengubah minuman kesayanganku menjadi selera yang paling menjijikkan sudah cukup untuk membuatku merasakan betapa sulitnya hidup ini.

“Maou-sama, tolong tanya aku apa saja. Aku akan melakukan apapun dengan kekuatanku."(Aku-chan)

"Hm? Baru saja, kau bilang kau akan melakukan apa saja, kan?"(Maou-sama)

Bersamaan dengan kata-kata itu diucapkan, sebuah suara besar bergema di pintu masuk restoran. Tidak hanya itu, pintu pun ditendang terbuka.

"-Aku telah menemukanmu!! Maou!"(Luna)

Yang berdiri di sana adalah Gadis Suci - yang kupukul kemarin -dengan wajah merah cerah. Napasnya kasar, dan sepertinya dia sedang bersemangat.

Jadi, aku hanya punya satu hal untuk dikatakan kembali padanya.

"Kau lagi? Aku tidak ingat memesan seorang penguntit."(Maou-sama)

Tirai terbuka untuk pertempuran kedua melawan Gadis Suci ...


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Sky_
EDITOR: Isekai-Chan
Proofreader: LLENN

Jumat, 03 April 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 109. Alasan Penolakan

Chapter 109. Alasan Penolakan


Motoyasu menceritakan semua hal yang terjadi pada Rishia dengan wajah pucat.

“Awalnya Aku cuma penasaran saja apa yang membuatnya menangis karena Aku mulai khawatir jadi Aku menanyakannya.... tapi, maaf.... Aku.... tidak bisa menangani hal seperti itu.... tapi Aku tidak mau membiarkannya begitu saja. Oleh karena itu, bisakah kau menanganinya?”

Aku tidak mengira Motoyasu akan menjelaskan semuanya sampai bagian akhir.
Kalau Aku ingat kembali, Motoyasu itu terbunuh dan dikirimkan ke dunia ini karena kepopularitasannya.
Itulah yang menyebabkannya tidak bisa menangani gadis kelam seperti ini.

Gadis seperti ini muncul dalam game-game romance, ini gadis bertipe yandere, kan?
Dalam duniaku, gadis bertipe seperti dalam game itu benar adanya.
Game itu menjadi terkenal karena akhir yang mengerikan.
Sepertinya yang dikatakan oleh Rishia menyebabkan trauma, atau ingatan mengerikan muncul kembali. Dan itu membuatnya berhenti ditengah jalan.
<TLN : https://id.wikipedia.org/wiki/Yandere>

Tapi itu bukan masalah utamanya!

Dari cerita tadi, Rishia tidak bersalah.
Atau lebih tepatnya, Rishia lah yang disalahkan.
Aku sangat benci tuduhan palsu! Tak akan ku maafkan mereka!
Itulah yang menyebabkan Aku menuju kamar Itsuki dengan dendam pribadiku.

“Ketika Aku bilang tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi, dia malah mengadukan ini kepada hero lain...... Apa kau pikir dengan begitu dia bisa kembali ke tempatku?”
“Rishia tidak mengatakan apapun kepadaku. Dia mengatakan semua pada Si Penggoda Wanita, Motoyasu menceritakannya padaku.”
“Yang ku katakan itu sudah pasti. Rishia-san lah yang berbohong. Sepertinya dia melupakan hutang yang dia miliki, bahkan sampai dia mencoba untuk memanfaatkanku. Dengan begitu hal ini lah yang pasti terjadi.”
“Kau tidak meragukan dia itu berbohong atau tidak?”
“Ya ampun..... Memangnya kau tahu, diantara rekanku ada yang berbohong? Tidak tahu kan. Yang patut dicurigai itu Rishia-san, dia masih baru di partyku. Aku akan tetap mempercayai perkataan rekanku.”

Orang ini..... mengatakan omong kosong belaka, karena ia menganggap Aku tidak mengetahui apapun.
Aku sudah mengumpulkan semua informasi sebelum Aku menemuinya.
Kau pikir Aku yang sering menerima tuduhan palsu akan datang ke sini tanpa membawa bukti apapun? Mungkinkah Aku datang ke sini karena menduga-duga saja?
Pelakunya bukan Rishia, dan Aku sudah tahu siapa pelaku dibalik semua ini.
Walaupun... kebanyakan informasi yang Aku dapat berasal dari Shadow.

Pelakunya berasal dari anggota party-nya Itsuki.
Shadow sudah memberi tahu akar masalah yang terjadi pada Itsuki, tapi Itsuki masih tetap memilih untuk mempercayai perkataan rekannya daripada perkataan Shadow.
Padahal Shadow sudah memberi tahu isi percakapan biang keroknya.
Aku sudah sampai sejauh ini, sudah waktunya Aku melakukan serangan balik.

“Apapun yang kau katakan, ada saksi matanya! Dan saksinya itu orang yang tidak mengenal kita, mana mungkin saksi itu berkata bohong. Dan yang janggal itu, ketika rekanmu melihat pelakunya, kenapa mereka tidak menangkapnya langsung!”
“Ternyata kau sudah menyelidiki sampai sejauh ini.... apa boleh buat. Ini semua untuk kebaikannya. Mereka itu hanya ingin memberikan hal yang terbaik kepadanya. Mereka berusaha untuk menjauhkan Rishia-san dari hal yang jahat, dan untuk melakukan itu kita harus mengeluarkannya.”
“Tunggu. Apa yang sedang kau bicarakan?.”
“Rishia-san menyebut anggota partyku itu seperti penjahat, setelah itu dia meninggalkan partyku. Dia sama sekali tidak mempercayai rekannya.”
“.....?”

Apa yang ia maksud?
Aku tidak mengerti apa yang dikatakannya.
Mungkinkah ini sebuah konspirasi? Apa sebuah tuduhan palsu dibuat untuk mengeluarkannya dari party saja?

“Ya sudah. Rishia-san tidak cocok untuk bertarung. Kita semua sudah mendiskusikan ini dan keputusan terbaik untuk memulangkannya ke kampung halamannya dengan begitu dia bisa hidup tenang.”
“Iya, semua itu untuk kebaikan Rishia.”

Si Zirah menuju kemari untuk memastikan perkataan Itsuki, tapi Aku tidak mengerti arah dari percakapan ini.
Bukankah itu berati Rishia sudah dituduh tanpa alasan yang jelas?
Coba saja kau kembalikan dia ke kampung halamannya. Memangnya kau tahu apa yang harus dikatakan.

Itu berarti.
Yang Itsuki ketahui, masalah dengan Rishia sudah selesai. Akan tetapi, Rishia yang dibiarkan begitu saja, sedang dalam masalah.
Jadi Itsuki dan rekannya sepakat untuk memaksa dia keluar dengan memberikan tuduhan palsu.
Itu lah kejahatan yang sebenarnya.
Saling mempercayai rekan? Omong kosong.
Apa mungkin kau terpaksa untuk memberikan keputusan terburuk yang mungkin menjadi kebiasaanmu.

Ini bukan game!

Dalam game kau bisa mengeluarkannya dari party hanya dengan menekan tombol.
Kalau tidak salah ia memainkan game console.
Apa ia menganggap Anggota Party-nya adalah NPC?

Aku merasa kasihan melihat Rishia yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
Sekarang juga, Rishia terlihat sedang menahan air matanya, sambil melihat Itsuki diam-diam.

“Sejujurnya, dalam party-ku, Rishia-san adalah orang yang sulit menyeimbangkan kekuatannya.... daripada membuatnya dalam bahaya, akan lebih untuk membiarkannya hidup dengan tenang.”
“Kau hanya menghindari masalah utamanya! Kau tidak memikirkan perasaannya!”
“Mana mungkin, sebuah pertarungan bisa dimenangkan oleh perasaan belaka!”
“Lalu kenapa kau tidak memberitahu alasannya sebelum mengeluarkannya.”
“Baiklah akan Aku katakan yang sebenarnya. Dia itu tidak memiliki kekuatan yang berguna. Aku kira dia akan bertambah kuat seiring berjalannya waktu, tapi jika dia tidak bisa menaikkan skill nya, maka yang terbaik hanya lah mengembalikannya ke kampung halamannya!”

Ah. Omong kosong.
Yang berarti, kalian hanya ingin tidak dipandang buruk oleh orang lain, kan.

“Terus kenapa kau tidak mengatakannya dengan jujur? Apa kau takut menjadi seorang penjahat?”
“Mana mungkin! Kenapa kau selalu memiliki pemikiran pendek.”
“Untuk dirimu sendiri, kau sampai menjebak orang lain untuk membersihkan namamu sendiri, itulah yang ingin kau katakan, benar, kan.”
“Dari kemampuan dia yang sebenarnya, akan sulit untuknya melanjutkan perjalanan ini. Kita sampai meneteskan air mata untuk mendoakan kebaikannya.”
“Itu hanya pemikiranmu saja! Apa yang kau pikirkan tentang kehidupan orang lain?!”

Dari sudut pandangku, dia itu sangat berpotensi dalam menggunakan mantra sihir.
Akan tetapi, karena dirimu, dia memaksakan diri untuk mengayunkan pedang bahkan sampai memilih kenaikan kelas yang sesuai dengan cara bertarungmu.
Dan kau masih mau meninggalkannya dalam keadaan seperti ini. Lalu kau membenarkan perbuatanmu dengan alasan yang tepat.
Yang benar saja!

Dia akan mengerti bila kau memberi tahunya.
Pada akhirnya, kau hanya ingin tidak dipandang sebagai penjahat saja.

Bukankah hal yang sama ini pernah menimpaku juga?
Sebelum Aku memutuskan apapun, kejadian sudah berakhir. Sepertinya Itsuki sangat percaya diri bahwa masalah ini sudah selesai.

“Kebetulan sekali. Rishia, Aku tidak bisa melanjutkan ini denganmu. Sebenarnya, kau itu lemah.”

Pada akhirnya ia menjadi seperti ini.
Untuk meyakinkan keadaannya tidak semak memburuk, ia memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.
Dan karena ia merasa sudah dipojokkan, akhirnya ia memutuskan untuk menjadikan Rishia sebagai pelakunya.

Keadilan macam apa itu? Dasar orang munafik rendahan.
Bahkan Penjual Aksesori Palsu dan Pedagang Budak lebih baik dari ini.
Setidaknya mereka tahu dimana kesalahan mereka berada.
Katakanlah pada waktu yang tepat.
Ada juga yang mengatakannya sesuai dengan suasana hatinya saat itu juga.

“Itsu—“

Perkataan Itsuki membuat Rishia terdiam, sampai membuatnya lari tanpa mengatakan apapun.

“Rishia!?”
“Dia hanya mencari simpati saja. Cepat pergilah.”
“Orang-orang sepertimu...... apa mau mengulang tuduhan palsu lagi?”
“Sejak kapan Aku melakukan tuduhan palsu!”
“Aku tidak akan membiarkanmu melupakannya! Ingatkah kasus Bitch dan kasus peniru itu?”
“Masalah yang menyangkut Bitch-san tidak ada hubungannya denganku.”

Apa maksudmu dengan ‘tidak ada hubungannya denganku’?
Tidak ada perkataan maaf bagi orang yang biasa menganggap dirinya adil.

“Kita masih belum memutuskan bahwa si Peniru itu bukan dirimu.”
“Kau masih belum menyadarinya? Pelakunya sudah temukan tahu.”
“Apa!? Jangan asal ngomong!”
“Jangan bilang kau tidak mengetahuinya.”
“Jangan meremehkan kami. Jika kau tahu siapa pelakunya, maka sebutkan siapa.”

Ha~a.... kukira, pelakunya adalah dia.... dengan begitu sindikat yang mengancam Ratu akan diberhentikan, kemudian ia merasa akan mendapatkan hadiah atas pencapaiannya, namun kenyataannya berbeda.
Padahal kau bersih keras mengatakan bahwa Akulah pelakunya.

“Pelakunya Gereja Tiga Hero.”
“Apa yang kau katakan? Apa kau waras?”
“Itsuki, sebenarnya kau tidak pintar?”
“Gu-! Kenapa kau malah berpikiran seperti itu?”

Aku tidak menganggap diriku ini pintar
 Aku itu sangat bodoh.
Jika Aku pintar, maka Aku tidak akan tertipu oleh rayuan Bitch.
Nilaiku itu kebanyakan rata-rata, dan orang tuaku sudah menyerah untuk menyekolahkanku.
Walau seperti itu, aku masih mengetahui siapa pelakunya dibandingkan dengan ia yang tidak mengetahuinya.

“Paus agung yang mengambilnya. Senjata berwujud busur.”
“Ah...”

Akhirnya ia menyadarinya. Ia terlihat terkejut.
Secara pribadi Paus agung, ia membenci Hero Busur. Itu sudah cukup untuk dijadikan motif kejahatannya.
Ngomong-ngomong, di hari pertama Aku bertemu dengan Paus agung, Itsuki mendatangiku sambil menuduhku.
Tepat di depan gereja.
Jika dipikirkan kembali, bodoh sekali ya, dia ini.

“Ma, masalah ini dengan itu berbeda ya.”
“Itsuki, kau itu....!”

Mau sampai kapan kau menjadi egois? Apa kau pernah memikirkan perasaan orang lain.
Aku merasakan kemarahan meluap dari diriku.
Darah yang mendidih sampai kepala ini masih belum mendingin sedikitpun.
Aku merasakan hal yang sama ketika Aku dituduh oleh Bitch, tapi ini terasa berbeda.
Ini itu....

“Begitu ya, kukira kau itu memiliki jiwa keadilan yang tinggi, tapi kau itu seorang Hero yang dipenuhi oleh masalah, namun kau itu orangnya cukup rajin. Seharusnya itu bagian terbaiknya. Tapi, kau mengecewakanku.”

Aku meninggalkan kamar dengan tatap seram.
Aku pernah mendengar hal seperti ini.
Kebalikan dari cinta itu bukan benci. Melainkan Acuh.
Acuh juga bisa menjadi kebalikan dari benci.
Menurutku, Itsuki itu sudah tidak tertarik akan suatu hal.
Tidak ada guna memarahi orang yang sudah tidak tertarik akan suatu hal.

“Hah, kau itu tidak memilik hak untuk mengatakan hal seperti itu kepadaku! Mulai sekarang jangan mendekatiku lagi!”

Sebelum Itsuki pergi, ia meneriakiku dengan keras dari yang sebelumnya.
Ah. Aku mengerti.
Dari sifatnya, itu seperti anak kecil yang sangat ingin di puji. Ia sangat membenci perkataan orang yang bisa menjatuhkannya. Mungkin hal seperti itu akan membuatnya trauma.

“Peduli amat, Aku sudah tidak akan menemani orang egois sepertimu. Ku harap kau tidak mengecewakan ekspektasiku yang lain.”
“Sudah pergilah!”

Aku berjalan sambil menghiraukan Itsuki yang sedang menarik busurnya.

“Kau bisa seberani ini hanya kali ini saja.”

Mana ku tahu.


Aku kembali ke dek kapal untuk mengecek keadaan Rishia.... Ke mana dia.
Jangan-jangan....
Ketika Aku lari menuju pinggir kapal, Aku melihat Filo yang melompat ke laut, lalu dia kembali ke dek kapal lagi.
Di punggungnya terdapat Rishia yang basah kuyup.

“Onee-chan ini, tiba-tiba terjatuh, lalu dia tenggelam begitu saja, jadi Firo bantu dia naik ke kapal lagi.”
“Menenggelamkan diri....”

Kesedihan yang berlebih ini sampai membuatnya bunuh diri...... jahat sekali.
Aku sedikit mengerti kelemahan Motoyasu dalam mengatasi masalah seperti ini.
Walaupun orang yang kau cintai mengatakan hal buruk mengenaimu, kau tidak perlu bunuh diri.

“Pintar sekali, Filo.”
“Hore~”

Aku mengelus kepala Filo.
Jika Filo tidak ada disana, maka akhir ceritanya akan berakhir dengan buruk.
Jika hal seperti itu terjadi, Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Itu karena Aku sudah memutuskannya.

“Baiklah, Rishia.”
“Uhuk! Uhuk!”

Aku menepuk punggung Rishia yang sedang batuk, bercampur air laut yang keluar dari mulutnya.

“Jika kau tenggelam disini, satu-satunya nyawa milikmu akan hilang. Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan nyawa yang diselamatkan itu?”
“.....Biarkan aku mati. Itsuki-sama sudah membuangku begitu saja, sudah tidak ada gunanya Aku hidup lagi.”
“Orang yang memutuskan itu bukan orang lain selain dirimu sendiri.”
“Kalau begitu, biarkan Aku mati....”
“Kalau kau berpikiran begitu, itu boleh saja....Tapi, tidak akan kumaafkan.”

Sudah kuduga, menyimpan amarah ini tidak akan membuatku tenang.

“Apa kau menerima tuduhan palsu ini? Apa kau tidak ingin membalas mereka?”
“Tapi, kan!”
“Apa kau tidak mau Itsuki mengatakan. “Kumohon, kembalilah. Aku sangat membutuhkanmu!”?”
“Ak-aku sangat tahu bahwa diriku ini lemah....”
“Siapa yang bilang kau itu lemah? Itu kan hanya Itsuki saja. Bukan berarti kau itu akan terus menjadi lemah.”

Sebenarnya, Aku itu disebut lemah, Hero lain juga merendahkanku.
Itulah yang menyebabkan Aku tidak bisa melepaskannya begitu saja.

“.....Benarkah?..... Aku bisa menjadi kuat?”
“Aku janji, suatu saat Itsuki akan menganggapmu kuat.”

Akan kubuat dia berpikir, ‘seharusnya Aku tidak mengeluarkannya waktu itu’.

“Dengar, Rishia. Sampai kau menemukan cara untuk menjadi kuat, aku akan membantumu. Tidak, akan kubuat kau menjadi kuat.”

Ini itu terlalu kejam.
Dia telah di fitnah, disebut lemah, dan telah direndahkan juga. Aku melihat diriku dalam Rishia. Akan kupastikan dia menjadi kuat dan membuat Itsuki menyesal.

“Ikutlah denganku!”
Aku mengulurkan lenganku kepada Rishia. Walaupun ragu-ragu, dia mengapainya.


“Hatiku itu hanya milik Itsuki-sama.”
“Ah, terserah. Aku tidak memintamu untuk mempercayaiku. Yang perlu kau lakukan hanya memikirkan dirimu saja.”

Bukan berarti, Aku melakukannya karena Rishia itu seorang wanita.
Demi kepentingan dirinya, ia dengan mudahnya mengeluarkan Rishia. Tak akan ku maafkan itu.
Ini juga karena ada kesamaan antara Aku dan Rishia.
Itulah yang menyebabkan Aku yakin akan perbuatanku ini.

“Akan kubuat kau menjadi kuat. Apapun caranya.”


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan 

Rabu, 01 April 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 108. Tuduhan Palsu, Lagi

Chapter 108. Tuduhan Palsu, Lagi


Sepertinya Hero lain sudah menaiki kapal. Dan aku di beritahu oleh Shadow bahwa kapalnya akan segera berlayar.

Aku sedang memikirkan masa yang akan datang sambil melihat matahari terbenam di laut.
Pertama-tama, Aku harus menyiapkan pertanyaan yang diperlukan untuk ratu ketika kita sudah kembali ke ibu kota.
Selanjutnya, Aku harus pergi ke tempatnya pak tua untuk mempersiapkan peralatan menghadapi gelombang selanjutnya. Karena itu topik utamanya, haruskah Aku meminta bahannya dari ratu? Jika ada waktu, tidak buruk juga untuk berburu monster sendiri untuk mendapatkan bahan yang kita butuhkan.
Lalu, Aku juga harus menyempurnakan penguatan perisaiku. Ada batasan bahan penguatan yang bisa Aku dapat dari pulau.

Di malam harinya, Aku menuju dek kapal setelah selesai makan malam.
Aku melihat laut di malam hari beserta angin malamnya.
....Aku melihat Filo sedang latihan berenang setelah menyelesaikan makan malamnya.
Seberapa terobsesinya dirimu sampai berenang selarut ini.
Aku berpura-pura tidak melihat apapun.

“Hm?”

Aku melihat Motoyasu di ujung dek kapal..... dan Aku melihat Rishia bersamanya juga.
Menggoda wanita lagi? Oh iya, Rishia termasuk wanita cantik di mata Motoyasu.
Seberapa inginnya kau membuat harem disini.
Siapa yang tahu apa yang akan dikatakan oleh Itsuki?
Untuk saat ini, Aku akan memperingatinya.

“Hey, Motoyasu, kenapa kau tidak berhenti menggoda wanita disin—“
“Ah, ternyata itu kau, Naofumi. Aku mohon kepadamu!”

Dengan tampang yang dipenuhi oleh raut pucat, Motoyasu mendorong pundak Rishia kepadaku.

“Ada apa denganmu?”
“Ya sudah! Aku menyerahkannya kepadamu!”

Dia itu kenapa? Mana mungkin si penggila wanita itu menyerahkan suatu hal seperti ini  padaku..... Ketika Aku melihat Rishia, dia terlihat terkejut.
Entah kenapa..... matanya berkaca dan dipenuhi oleh rasa haus akan darah.
Mungkin Rishia sedang duduk dan menangis di ujung sana.

“Ada apa memangnya?”
“Ba-baiklah, sampai jumpa!”
“Tunggu! Jangan bilang kau..... melakukannya di kapal........”

Serendah itu kah kau sampai melakukan kejahatan?
Karena dia tidak mematuhimu jadi kau bilang: “Tidak apa-apa kok, ini hanya sakit di awal saja....” lalu memperkosa Rishia?
Ini terlihat seperti Motoyasu yang sudah melakukan hal aneh. Orang ini terlihat bisa mengambil pasangan orang lain tanpa ketahuan oleh orang yang disukainya.
Dengan begitu, ini bisa membuatnya marah dan menangis.
Beban yang sangat menyebalkan. Aku tidak akan membiarkanmu lari.

“Ti-tidak!”
“Maka buktikan.”
“I-ini bukan kesalahannya Motoyasu-sama....”

Rishia mengatakan itu dengan suara yang serak.
Sial, apa Aku hanya berpikir berlebihan?
Sudah ku duga kalau Motoyasu tidak seburuk ini.

“Lalu apa yang terjadi?”
“Ada alasan tertentu. Tapi Aku tidak baik dalam mengatasinya. Oleh karena itu Aku mempercayakannya padamu!”

Motoyasu mengatakan itu sambil tertawa, kemudian ia berhasil melarikan diri ke kabin kapal setelah menghela nafas dengan berat.
Untuk pertama kalinya Aku melihat Motoyasu dengan ekspresi seperti itu.
Atau mungkin, dari awal orang itu tidak hebat dalam melayani wanita?
Atau karena Rishia bukan tipenya? Orang itu cukup beruntung tapi terlihat sedikit lemah.

“Apa yang terjadi~?”

Filo menyadari keadaan ini lalu kembali ke dek kapal untuk menanyakan ini.

“Tolong jangan terlalu mengkhawatirkanku.”
“Kurasa Aku tidak bisa melakukannya, Aku merasa khawatir bila kau benar-benar diperkosa oleh Motoyasu.”
“Tidak.... Aku hanya tidak bisa melanjutkannya lagi.”
“Kau tidak bisa melanjutkannya lagi dengan Motoyasu.”
“Bukan begitu.”

Walaupun dia masih menangis, dia masih bisa menahan amarahnya. Aku rasa dia sudah merasa baikkan.

“Dari awal Motoyasu-sama mencoba untuk menghiburku...... tetapi, harusnya Aku tidak membicarakan itu juga.”
“Jangan berkata begitu.... kau itu sudah menyelamatkanku sebelumnya.”

Rishia lah yang sudah memberitahuku tentang bijih yang Itsuki gunakan.
Jika Rishia sedang dalam masalah, tentu saja Aku sangat ingin membantunya.

“Tidak perlu........ Sudah, jangan mengkhawatirkanku.”

Setelah mengatakan itu, Rishia pergi menjauh.

“.... Ada apa ya?”

Pada akhirnya, hanya pemikiran tidak baik saja yang mungkin terjadi saat itu.

Di esok paginya.
Aku sedang membaca buku di kabin kapal sambil memikirkan keadaan Rishia kemarin malam.

“Ini membuatku sangat khawatir.”

Entah kenapa..... ada suatu hal baik yang bisa Aku hiraukan, tapi kenapa hatiku terasa bergetar.
Aku merasakan hal yang sama ketika Melty diserang oleh pengawalnya dan ketika Bitch memfitnahku.
Aku memiliki perasaan yang buruk tentang hal ini.

“Apa ada masalah?”
“Sedikit. Aku tidak bisa membiarkannya jadi Aku akan menyelidikinya terlebih dahulu.”
“Begitu.....”

Aku meninggalkan kamar dan Raphtalia melanjutkan lagi push-up nya.
Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak bisa memahaminya sendiri.
Karena Aku khawatir jadi Aku menguping kamar Itsuki.
Entah kenapa, Aku mendengar kegembiraan dari sana.
Apa Aku berpikiran berlebihan?

“Ah.....”

Lalu Aku melihat Rishia, yang sedang melihat ke arah kamar Itsuki dengan penuh cemburu.
Ketika dia melihatku, dia pergi lagi.
.....Kenapa ya? Sungguh.
Mungkin Aku akan mengetahui alasan dibalik dia melakukan itu dari Motoyasu.
Oleh karena itu, Aku mengetuk pintu kamar Motoyasu.

“Iya~”

Wanita 1 yang membuka pintunya.
Sebuah senyuman indah yang pertama kalinya dia perlihatkan kepadaku.
Perempuan seperti ini.... bisa membuat senyuman seperti itu.......?
Apa ini perilaku agar bisa bersama dengan Bitch dan Wanita 2? Jujur saja, ini membuatku jijik.
Dia bisa membuat ekspresi seperti itu sedangkan dirinya yang sebenarnya memiliki ekspresi datar.
Perempuan itu sangat berbahaya.

“.....Ternyata itu kau, kalau begitu Aku bisa membuka topengku.”

Tak lama kemudian, wajah palsunya berubah drastis, menjadi ekspresi penuh amarah kepadaku.
Aku sangat tidak mengerti apa yang membuatnya marah kepadaku.

“Apa ada Motoyasu?”
“Untuk apa Aku menjawab pertanyaan darimu?”
“Hey. Motooyasu—“
“Jangan hiraukan Aku!”
“Iya iya!”

Wanita 2 mengambil kesempatan aneh. Bitch itu, memutuskan untuk menghiraukanku dengan berpura-pura tidak melihatku.
Sudah sampai sini malah memikirkan trauma yang pernah terjadi.
Orang itu bukan masalah besar.

“Sedang apa kau, Naofumi. Semua orang disini membencimu.”

Dengan memegang sandwich ditangannya, Motoyasu berbicara kepadaku sambil ditemani Bitch dan Wanita 2 di belakangnya, seperti sedang memamerkan haremnya.
Pose yang sangat menyakitkan mata.
Akan mustahil untuk tidak berkata kasar kepadamu setelah mengetahui posisimu yang sebenarnya.

“Itu bukan masalah untukku. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu.”
“..... Menanyakan apa?”
“Sebelum kau pergi. Sesuatu yang kau serahkan kepadaku kemarin malam.”
“... Baiklah. Tetapi, setelah itu Aku akan menyerahkan segalanya padamu.”
“Mengandalkannya pada orang lain..... Baiklah. Aku juga sangat penasaran. Itu berarti Aku sudah siap menerima risikonya juga.”

Sambil memikirkan yang mungkin terjadi. Motoyasu keluar dari kabin kapal dengan wajah pucat setelah menyuruh rekannya untuk tetap di kabin kapal.
Ketika kita menuju dek kapal, ia masih melihatku dengan wajah pucat.

“Ini mengenai kondisi Rishia.”
“Iya.”

Aku tidak bisa memahami alasan dibalik menangisnya Rishia.
Jadi Aku akan menanyakan itu kepada Motoyasu, karena ia sangat perhatian kepada perempuan.

“Sebenarnya—“

Semua yang dijelaskan berdasarkan sudut padang Motoyasu......
Setelah mendengar penjelasannya Motoyasu, Aku menyadari bahwa intuisiku benar, kemudian tanpa kusadari amarahku bergejolak.

“Itsuki---------------------------------------!”

Dengan kuatnya Aku menendang pintu kamar Itsuki.
Pintunya terbuka dengan suara yang keras, dan semua yang didalam langsung melirikku bersamaan.

“Apa-apa ini!?”
“Bajingan Hero Perisai! Apa maumu!”
“Apa mau ku? Tanyakan pada dirimu! Dasar sampah!”

Karena Aku berteriak dengan kencang, seisi kapal langsung heboh.
Itsuki dan Si Zirah langsung tersentak karena perilaku kasarku.
Itsuki lah yang pertama kali tersadarkan lalu ia langsung menaikkan nada suaranya juga.

“Itu lah yang membuatku bertanya kepadamu!”
“Apa kau sangat tidak tahu apa yang terjadi?”

Ini cukup berbahaya, jika Aku terus menahan rasa kebencian ini di hatiku, maka Wrath Shield akan muncul.
Jika ada Ren, maka akan terjadi baku hantam.

“Aku tidak tahu apa yang akan kau curigai, Hero Perisai!”

Si Zirah mencoba untuk menangkapku.
Lalu Aku menghindari tangan Si Zirah dan mencoba menerapkan teknik gabungan.

[Peraturan senjata legendaris, dilarang untuk menggunakan senjata selain senjata eksklusif]

*Cekrek cekrek* Aku menerima rasa sakit di lenganku, tapi Aku hiraukan itu.
Apa Aku juga dilarang untuk menerapkan teknik gabungan?
Padahal melempar saja boleh, lalu apa bedanya?

“Aww! Awawaw!”
“Aku kesini untuk berbicara dengan Itsuki. Jangan menghalangiku, dasar lemah!”

Aku mendorong Si Zirah, lalu Aku menatap Itsuki.
Sudah lama sekali Aku tidak merasakan amarah seperti ini.
Itu semua berkat Raphtalia yang selalu menenangkanku.
Aku tidak bermaksud untuk menahannya sekarang.

“Kau.... seorang yang mengaku sangat adil, tidak mengetahui apapun.”
“Apa yang kau....”

Selagi Aku menatap tajam Itsuki, Aku melihat Rishia yang sedang berlari dari dalam keributan lalu melihat kedalam kamar.

“Serius, alasan yang membuatmu sangat marah, adalah itu?”
“Jadi kau tahu yang ku maksud.”
“Yang salah itu dia.”
“Jangan bercanda.”

Penjelasan yang Aku dengar dari Motoyasu. Yaitu----

Alasan dibalik Rishia sangat bersedih. Adalah...
Di hari terakhir, setelah Rishia berbelanja di hari itu, dia kembali menuju rekannya.

“Rishia-san. Ternyata itu kau?”
“Eh? Apa yang kau maksud?”

Setelah Rishia kembali, dia menjawab dengan penuh kekecewaan sambil memiringkan kepalanya.

“Sudah tidak berguna lagi untuk berpura-pura tidak tahu. Kau lah yang merusak aksesori ku.”

Setelah mengatakan itu, Itsuki mengeluarkan gelang yang ia jaga dengan baik dalam keadaan yang hancur berat.

“Eh? A-Aku tidak tahu apapun. Memangnya itu apa?”
“Kau masih berpikiran untuk berkata bohong...... Ada bukti kuatnya.”

Setelah mengatakan itu, Itsuki melirik rekan-rekannya.

“Iya, kita semua melihatnya. Rishia merusak dan menyembunyikan gelang yang sangat Itsuki-sama sukai.”
“Itu benar.”
“Aku melihatnya juga.”
“Ehh!? Ti-tidak! Aku tidak melakukannya..... Aku tidak mengetahui apapun!”

Rishia memohon ampun dengan sangat.
Akan tetapi, Itsuki tidak mempercayainya.

“Jadi walaupun sudah ada banyak saksi mata masih belum mau mengaku..... Apa boleh buat. Aku bermaksud untuk memaafkanmu bila kau merasa bersalah..... tapi, Rishia-san, kumohon mulai hari ini tinggalkan party-ku.”
“Tidak mungkin! Aku tidak mengetahui apapun!”

Saat itu terjadi, Rishia melihat anggota party Itsuki tertawa kecil.
Akan tetapi, Rishia masih terus meminta ampun kepada Itsuki untuk tidak mengeluarkannya dari party, namun Itsuki tidak menyahutnya.

“Aku mohon! Biarkan Aku tetap bersama Itsuki-sama!”

Mata Itsuki terlihat sedang lirik kesana kemari, sepertinya ia merasa sedikit bersalah.

“Jangan mudah memaafkannya, Itsuki-sama!”
“Kami juga mencurigai Rishia sudah membocorkan informasi pada Hero lain.”

Si Zirah membicarakan sesuatu dengan rekannya untuk memperkuat keputusannya.

“Ini sangat disayangkan, tapi..... sampai jumpa.”
“Itsuki-sama!? Aku sangat memohon kepadamu! Untuk memikirkannya kembali, akan Aku lakukan apapun!”

Dengan berlinang air mata, Rishia terus memohon, namun Itsuki membalikkan badannya dan tidak memberikan jawaban apapun.

“Kasihan sekali Itsuki-sama, mau sampai kapan kau mengganggu Itsuki-sama! Dasar pembohong! Kau tidak layak untuk bersama Itsuki-sama!”

Rekannya Itsuki mengusir Rishia dengan kekerasan.
Setelah itu, walaupun dia mendekati kamarnya hal yang sama terjadi..... dan itu berlaku walau hanya satu langkah.
Penjelasan ini terlalu kasar untuk Motoyasu dengar dari Rishia..




TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan

Selasa, 31 Maret 2020

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 34 – Tim Pengintaian Darurat, Kontak!

Chapter 34 – Tim Pengintaian Darurat, Kontak!


—-Adrienne POV —-

Aku berusaha keras untuk memahami isi konten milik "Noah" yang disarankan oleh pria di depanku. Pria itu tiba-tiba mulai berbicara dengan orang lain sambil meletakkan tangannya di salah satu telinganya.

"Ya, ya ... aku berhasil membuat kontak. Aku meminta mereka untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut sekarang. Eh? Anakmu? Aku mengerti."

Pria itu menatap punggungku dan melihat sekelompok orang. Dia mengangkat bahu dan berbicara kepadaku.

“Sebelum kita melanjutkan pembicaraan kita, aku ingin merawat mereka yang terluka. Bisakah Kau menggunakan sihir pemulihan? Kami juga dapat menyiapkan obat-obatan jika Kau membutuhkannya.”

Pengobatan! Mereka akan membantu tentara dari negara yang tidak mereka kenal? Karena mereka berbicara tentang hubungan diplomatik di masa depan, aku mengerti bahwa mereka ingin menunjukkan sisi baik mereka tetapi jika hubungan itu hancur dan menjadi perang, bukankah kau ingin 'mengurangi jumlah tentara musuh' walaupun hanya sedikit?

Dan juga, pria ini mengatakan "obat". Obat, bukan Ramuan Sihir. Apakah ada cukup persediaan barang mewah seperti itu untuk prajurit dari negara yang berbeda?

Tidak ada gunanya, ini terlalu sulit untuk kuputuskan sendiri. Kakak perempuan dan ayahku seharusnya dapat membuat keputusan yang tepat bahkan dengan informasi yang lebih sedikit. Sebagai putri ke-4 yang dibesarkan dengan bebas dan sebagian besar tanpa pendidikan politik, aku tidak bisa membuat keputusan sulit. Namun, aku tidak bisa meninggalkan para prajurit yang menderita───

“Aku bisa menggunakan sihir pemulihan dan kau bisa menutupi luka. Jika Kau bisa, apakah Kau akan menggunakan obat untuk menghentikan rasa sakit? "

"Dimengerti. Ayo kita lakukan segera. Bisakah aku memanggil rekanku yang menunggu di sisi lain tempat ini? ”

"Tidak masalah"

Bagaimanapun, aku memutuskan untuk menerima proposal dari orang-orang Noah. Aku ingin menyelamatkan prajurit yang menderita meskipun keputusan ini salah. Ketika pria itu meletakkan tangannya lagi di telinganya dan berkata sekitar dua hingga tiga kata, aku melihat armor yang menunggu di bukit bergerak ke sini. Namun, armor terbesar tidak bergerak dan dilindungi oleh armor lainnya di kiri dan kanannya. Apakah komandan mereka berhati-hati terhadap kita?

Seperti yang aku pikirkan, di antara armor yang tiba satu demi satu, seorang pria keluar dan meminta perhatianku.

“Senang bertemu denganmu, Yang Mulia. Aku yang memimpin unit ini, namaku Shuichi. Aku ingin melanjutkan perawatan kepada yang terluka tetapi bisakah Kau meminta ksatriamu untuk menurunkan senjata mereka terlebih dahulu? "

Sekarang setelah dia menyebutkannya, ketika aku melihat sekeliling, aku melihat bahwa para Ksatria tetap bersiap dengan pedang mereka. Aku segera meminta mereka untuk menurunkan senjata mereka secepat mungkin. Beberapa ksatria benar-benar enggan melepaskan senjata mereka, tetapi kebanyakan dari mereka memiliki ekspresi yang baik ketika mereka mengetahui bahwa rekan kerja mereka akan dirawat.

Aku melihat sosok komandan yang disebut Shuichi memegang telinganya sambil mengatakan sesuatu. Mungkin, mereka menggunakan semacam alat sihir yang memungkinkanmu berbicara dengan seseorang yang jauh.

“Kouki, keamanan sudah terjamin. Pergi ke sini seharusnya tidak masalah sekarang.”

Saat komandan selesai mengucapkan kata-katanya, aku melihat armor besar di bukit "terbang" ke langit. Kau dapat memperkuat kakimu dengan bantuan sihir sehingga Kau bisa "melompat" sangat tinggi atau Kau dapat menggunakan sihir atribut angin sehingga Kau bisa "melayang" tetapi Kau hanya bisa "terbang" jika Kau adalah makhluk hidup dengan sayap. Armor besar mendekat ke sini sambil terbang ke langit dari bukit. Dari warna dan ukurannya, terlihat seperti

"Iblis…"

Ketika aku bergumam sambil melihat armor itu, ketegangan di udara meningkat. Orang-orang dari Noah yang sedang merawat ksatria yang terluka menatapku dengan senyum lembut yang kuat. Para ksatria juga menjadi takut akan pemandangan itu dan senyum dari wajah semua orang menghilang.

Semakin dekat─── Aku akhirnya menyadari bahwa kata-kataku sebelumnya sangat keterlaluan. Sementara aku putus asa mencari alasan, komandan menasihatiku dengan suara rendah.

"Yang Mulia, aku akan melupakan apa yang Kau katakan tadi ... namun, jangan pernah menyebut suit itu sebagai "Iblis" di depannya bahkan jika kau salah ucap sekalipun."

Aku menggelengkan kepala secara vertikal dengan momentum yang dapat mematahkan tulang leherku. Alasan komandan marah sejauh ini mungkin karena armor itu ... Berdasarkan cara mereka membicarakannya dan bagaimana mereka melindungi armor itu dengan nyawa mereka, yang ada di dalamnya kemungkinan besar adalah keluarga kerajaan. Jika orang itu marah karena aku mengatakan "iblis" di depannya, maka kita bisa terbunuh.

Jauh lebih banyak orang-orang yang dapat dengan mudah mengalahkan Sandworm, itu adalah sesuatu yang benar-benar tidak boleh kukatakan. Sambil memikirkan hal-hal seperti itu, bangsawan yang mengenakan armor terbang di depanku dan sebuah suara terdengar.

"Senang bertemu denganmu, namaku Araka── Aku harus menggantinya menjadi Kouki Arawaka"

"Aku putri ke-4 Kerajaan Suci Merkava, Adrienne de Merkava"

Aku mengangkat rokku dan dengan anggun menyapa orang ini tetapi untuk berpikir bahwa ia memiliki nama keluarga, ia benar-benar berasal dari keluarga kerajaan .... Setidaknya anggapanku sebelumnya tidak salah. Aku memuji diriku sendiri mengetahui bahwa asumsiku sebelumnya bukan kesalahan. Ketika aku memikirkan itu, kapten Ksatria Platinum tiba-tiba mengatakan sesuatu tak terduga yang menyebabkanku hampir kehilangan kesadaranku.

"Kau berada di hadapan sang Putri, bukankah tidak sopan untuk menyambutnya sambil mengenakan armor seperti itu!"

Yang bersikap kasar adalah Kau! Aku mohon tolong mengerti situasi kita. Orang-orang ini dengan mudah mengalahkan monster berperingkat bencana, monster Kelas A. Mereka pasti dari negara besar karena mereka dapat menggunakan obat-obatan tanpa mempedulikannya kepada orang-orang dari negara lain. Meskipun benua ini berbeda dari negara kecil dan menengah, mengatakan sesuatu seperti itu kepada orang yang termasuk keluarga kerajaan masih memalukan.

Aku merasa gugup jika kami menimbulkan amarah dari orang-orang Noah tetapi armor itu berlutut dan bagian tubuhnya terbuka.

"Permisi ... Sekali lagi, namaku Kouki Arakawa"

“Fua ~ a”

"Mu ~ u"

Suara terkejutku dan kapten tumpang tindih dengan sosok anak laki-laki yang keluar dari dalam armor. Setelah bocah laki-laki Kouki-sama muncul di depan kami, ia memperkenalkan dirinya lagi. Dia menekuk tangan kanannya dan mengarahkan tangan kirinya kepadaku. Ini adalah gerakan anggun yang dapat menjatuhkan hati siapa pun. Mataku juga terfokus pada pakaian yang dia kenakan.

Pakaiannya tidak memiliki satu kotoran pun. Itu adalah sesuatu yang belum pernah aku lihat sebelumnya, kainnya berwarna putih bersih dengan hiasan di bahu yang terbuat dari emas dan warna hitam dan di bagian dada ada lencana dengan "Tulisan dan Gambar Sayap" yang tampaknya menjadi simbol negara mereka. Kancing-kancingnya juga bersinar cerah.

Sangat mungkin untuk meyakinkan siapa pun bahwa pakaian ini tidak dibuat oleh manusia tetapi oleh dewa. Aku tidak bisa membayangkan berapa banyak uang yang dibutuhkan ... dan kemudian Kouki-sama memperhatikan keterkejutan kami. Dia mengenakan topi yang terbuat dari bahan yang sama dengan bajunya dan mengajukan pertanyaan.

"Bagaimana keadaan para ksatria?"

"Eh? A-Ah ya! Tampaknya obat penghilang rasa sakit yang kami terima bekerja dengan baik dan mereka sekarang dapat berjalan dan berdiri sendiri.”

"Begitukah, namun obat penghilang rasa sakit yang diberikan kepadamu tidak dapat digunakan secara teratur seperti morfin jadi minta mereka untuk menemui dokter profesional ketika kau kembali untuk menerima perawatan yang tepat."

Dokter? Pengobatan? Di negara Kouki-sama, dokter tidak eksklusif untuk keluarga kerajaan? Ada dokter yang bisa merawat prajurit umum? Di kerajaan kita jika seorang prajurit umum terluka, seorang dokter penyembuhan dikirim dari gereja untuk merawat orang itu. Oleh karena itu, tingkat kelangsungan hidup tidak terlalu tinggi terutama dalam kasus cedera serius.

Meskipun ada beberapa dokter di bagian utara kerajaan, masih belum bisa dikatakan bahwa tingkat kelangsungan hidup tinggi. Menjaga seorang prajurit yang terluka juga membutuhkan biaya besar dan akan membebani negara. Jika mereka bisa melakukan semua itu, aku ingin tahu seberapa kuat negara Kouki-sama.

"Jika Kau mau, haruskah aku menghubungi Tim Medis kami?"

Aku penasaran berapa kali aku menghentikan diriku untuk mengeluarkan suara terkejut dari kata-kata Kouki-sama. Ada tim medis, itu terlalu berbeda dari kerajaan kita! Aku tidak bisa meminjam kekuatan dari orang-orang Noah lagi, haruskah aku kembali ke benteng?

Ksatria Hitam yang kuat dari kerajaan ditempatkan di benteng, mereka seharusnya mampu melakukan sesuatu. Bahkan, kita juga harus menghubungi Kerajaan untuk membahas hubungan diplomatik. Itulah yang aku pikirkan jadi aku memutuskan untuk memberitahu orang-orang Noah untuk datang ke benteng sealami mungkin.

“Bisakah kita kembali ke benteng? dan sekembalinya kami, aku dapat menghubungi Yang Mulia untuk membahas lebih lanjut usulan itu. "

"Kami tidak keberatan, kami pikir itu yang terbaik juga."

Sementara merasa lega dengan kata-kata komandan yang menyetujui rencanaku, aku mengatakan kepada para ksatria untuk menempatkan yang terluka di kereta sambil aku menaiki kereta yang kosong.


—-Arakawa Kouki POV—-


Komunikasi video dari ayahku masuk saat kami bergerak menuju benteng.

“Perawatan para ksatria bisa dilakukan entah bagaimana, tetapi mengapa kau perlu memanggil Tim Medis? Kau terlalu tergesa-gesa.”

"Aku pikir negosiasi kita akan menguntungkan jika kita memberi mereka kesan yang baik, dan aku tidak ingin meninggalkan orang yang menderita."

Ini mungkin pemandangan akrab bagi ayah yang merupakan seorang prajurit tetapi aku tidak dapat mengabaikan orang-orang yang menderita. Selain itu, mereka adalah ksatria yang melindungi sang putri tanpa mempedulikan kehidupan mereka sendiri sehingga keberanian mereka sangat terpuji. Ayahku hanya berkata, “Begitukah?”. Tampaknya orang-orang yang menjadi anggota tentara memiliki emosi yang tidak jelas, tetapi kupikir lebih baik bagi mereka untuk menjadi seperti itu.

"Ayah, pakaian yang diberikan kepadaku sebelum keberangkatan ... Agak terlambat bertanya tentang itu tapi apa ini !? Mengapa aku perlu mengenakan seragam militer? Selain itu, semua orang menyambutku dengan hormat dan semua orang termasuk ayah hanya mengenakan seragam kamuflase. "

“Idiot, bukankah itu keren? [Baju Putih] itu dibuat berdasarkan seragam Angkatan Laut AS. Ini adalah seragam resmi TMN. Ngomong-ngomong, menurut peraturan hanya mereka yang berpangkat komandan ke atas yang bisa memakainya, kau dan Alice akan diperlakukan sebagai [Mayor Jenderal] khusus.”

“Jenderal! Apa yang kau pikirkan? Atau lebih tepatnya, ada 300 laki-laki dibawah komando ayah yang bisa kau promosikan menjadi Mayor Jenderal "

Ini sudah berakhir ... baru-baru ini aku membenarkan pendapatku tentangnya dan memanggilnya 'Ayah' tetapi sepertinya aku harus terus memanggilnya 'Macho' ... Mari kita panggil dia 'Gorimacho', itu seharusnya lebih baik. Sementara diam-diam memikirkan hal seperti itu, Macho mengatakan sesuatu yang tampaknya lebih bodoh.

"Apa yang kau bicarakan? Saat ini ada 100.000 anggota Noah dan 80.000 dari mereka adalah anggota militer. Meskipun aku tidak akan pernah memberikan hak komando pada pertempuran yang sebenarnya, Kau masih akan mengarahkan komando dari brigade di bagian depan pertempuran. Baiklah, jika kau melakukannya dengan sangat baik ... Aku akan menyerahkan [Brigade Campuran Independen] kepadamu ”

Menyerahkannya kepadaku, apa yang Kau bicarakan? Ini terlalu tiba-tiba. Pertama kali aku mendengar tentang operasi ini, mereka mengatakan bahwa kita akan memiliki "20.000" orang tetapi jumlahnya bertambah banyak. Selain itu, macho membual tentang "Petugas Integrasi Militer dan Panglima Tertinggi TMN!" Seorang Panglima Tertinggi seharusnya tidak datang ke dunia lain! Kau harus mundur dan kembali ke bumi dan hanya duduk di kursi. Ini hanya membuatku bertambah marah.

Tapi aku sekarang mengerti mengapa Claire baru-baru ini datang dan menguliahiku tentang bagaimana cara "memberi hormat". Itu karena aku dipaksa menjadi mayor. Aku benar-benar berpikir itu hanya karena ayah frustrasi karena betapa cerobohnya aku ketika bermain-main dan menunjukkannya kepadanya.

"Tapi aku punya sesuatu yang ingin kutanyakan, Mengapa kau tahu apa itu 'Elf' dan 'Sandworm'?"

Oh benar, 'Subkultur' di dunia ini tempatku bereinkarnasi terutama yang disebut 'Budaya Otaku’ tidak ada. Ketika aku pertama kali bertemu dengan Shingo aku bertanya "Apakah Kau menonton anime?" dan dia berkata, “Fuhi? Aku tidak menonton Program TV untuk anak-anak ”, aku terkejut dengan jawabannya.

Hampir tidak ada manga jadi ketika aku masih anak-anak aku menggambar untuk menghabiskan waktu. Di antara mereka, makhluk seperti elf dan naga adalah salah satu favoritku tetapi agak sulit untuk membicarakannya karena kesadaran tentang "mitos" seperti itu cukup rendah ... atau mungkin elf dan sandworm bahkan tidak muncul dalam mitos juga. Apa yang harus aku lakukan? Jika aku berkata "Aku ingat itu dari kehidupanku sebelumnya" mereka mungkin mengirimku ke rumah sakit. Aku tidak bisa memikirkan alasan yang bagus. Kurasa aku harus mencoba teknik mama untuk menghindari topik ini.

"Ayah, jangan pedulikan itu. Oke? Jangan khawatir tentang itu ”

"O-oh"

Dalam senyumku, ada pandangan sekilas tentang ibuku dan itu mengingatkanku pada diriku sendiri setelah aku mati. Aku tidak benar-benar tahu apa yang aku bicarakan tetapi aku tahu aku bersenang-senang. Aku tidak dapat mengingat secara spesifik apa yang sangat aku nikmati di masa lalu, tetapi kupikir itu karena aku menjalani kehidupan yang bahagia saat ini. Sementara aku terbenam dalam pikiran seperti itu, macho yang melihat ekspresiku melalui komunikasi video membuat suara dengan wajah lembut.

"Jika Kau tidak ingin memberi tahuku bagaimana Kau mendapatkan informasi seperti itu maka itu tidak masalah, pastikan untuk menjaga pengetahuan itu. Ini mungkin informasi berharga dan hanya Kau yang tahu, bangga akan hal itu dan tetap busungkan dadamu dengan bangga ”

"BAIK"

Itu tidak biasa─── bagi macho untuk mengatakan hal-hal yang tidak biasa seperti ayah, untuk saat ini ... Aku akan berhenti memanggilnya "Gorimacho". Aku berubah pikiran ketika aku membayangkan apa yang bisa aku lihat di dalam benteng.



Kami berhenti di depan pintu masuk benteng. Sepertinya para ksatria bertanya pada sang putri tentang orang seperti apa kita ketika mereka melihat sosok kita. Adrienne tentu saja putri keempat dari kerajaan, dia meminta mereka untuk membiarkan kita lewat dengan mudah tetapi tampaknya para ksatria menentangnya.

"Itu sebabnya Hime-sama, kecuali kita melucuti orang-orang yang mengaku berasal dari Noah kita tidak bisa membiarkan mereka masuk ke dalam benteng"

"Aku ingin memintamu untuk membuat pengecualian"

"Itu tidak mungkin, saat ini semuanya baik-baik saja tetapi Kau tahu bahwa kami saat ini dalam masa perang. Kami khususnya tidak bisa mempercayai mereka yang mengenakan armor seperti iblis – mugu ~ u ”

Adrienne-san, apakah baik-baik saja menyerahkan semuanya padamu? Aku ingin tahu mengapa Adi-san tergesa-gesa memegang mulut ksatria dengan tangannya. Aku pikir dia berbicara tentang suitku ketika dia berkata iblis. Aku percaya bahwa suit yang kami berdua, Shingo dan aku, kembangkan memiliki penampilan yang sangat keren.

Menggunakan pengetahuan dari kehidupanku sebelumnya, posisi thruster dalam suitku disesuaikan menggunakan iblis "Satanachia" sebagai model. Aku dengan bangga percaya bahwa penampilannya sangat indah tetapi mereka tidak mengerti. Aku berkomunikasi dengan macho dan mengusulkan untuk meninggalkan suit disini. 
<TLN: Satanachia digambarkan dalam Grand Grimoire sebagai panglima pasukan Iblis, yang mengendalikan empat puluh lima atau lima puluh empat pasukan iblis, termasuk Pruflas, Aamon, Barbatos, dan Astaroth. Cari di google untuk gambarnya.>

"Ayah, bagaimana jika kita melepas suit dan hanya membawa senjata api kecil bersama kita"

“Itu akan lebih cepat. Aku akan berbicara dengan mereka, jangan pernah meninggalkan sisi Coat dan Jonathan ketika kita memasuki benteng. Dia lebih kuat dariku dalam pertarungan dalam ruangan sehingga aman untuk tetap berada di sisinya. Juga, kami akan mengurus semua, jadi yang perlu kau lakukan hanya diam saja”

Aku tidak bisa membayangkan Jonathan-san sehebat itu karena dia terlihat seperti tipe orang dewasa yang cerdas. Coat-san penuh goresan di wajahnya sehingga dia benar-benar kuat. Aku ingat dia berkata, “Ketika aku pergi memancing dulu, aku bertemu dengan Beruang Grizzly. Untung aku punya pisau ” sambil tertawa.

Karena dia adalah orang yang kembali dengan selamat bahkan setelah bertarung dengan beruang hanya dengan pisau, dia pasti dapat bertarung dengan baik bahkan jika 11 ksatria menyerang kita jika dia dilengkapi dengan senjata.

"Sepertinya masalahnya ada pada pakaian kita, jadi bagaimana kalau kita melepaskan pakaian kita dan masuk seperti ini?"

Kami membuka kokpit suit dan Adi-san tampaknya meminta maaf kepada macho ketika macho berbicara dengan ksatria sambil tersenyum.

"Aku minta maaf, kami menghargainya."

"Apa yang kau bicarakan? Kalian tidak boleh membawa senjata satupun.”

Ksatria di belakang Adie yang sedang menundukkan kepalanya berteriak, apakah tidak apa-apa? Memang benar bahwa kami adalah kelompok bersenjata, [misi] kami adalah untuk membuat kontak dan mendiskusikan hubungan diplomatik. Apakah diplomasi dianggap tidak penting di dunia ini? Macho mengatakan sesuatu dengan suara rendah kepada kesatria sementara aku berpikir seperti itu.

"Aku mengerti. Lalu, apakah aku bisa menganggap ini sebagai penolakan atas proposal kami? Kami sekarang akan kembali ke unit utama kami dan melaporkan bahwa [Kami berhasil membuat kontak tetapi ksatria yang ada di sana menolak kami sehingga kami kembali]. Setelah ini, Kami tidak tahu "Penghakiman" seperti apa yang akan dilakukan unit utama ke negaramu."

Begitu ya, itu salah satu cara memandang aksinya. Aku tidak akan mengatakan bahwa itu seperti diplomasi diatas kapal perang, tetapi sepertinya kami menggertaknya. Itu sama seperti menyodok mama dengan paku dan dia akan kembali dengan mengerahkan seluruh kekuatan militer. Itu juga sama dengan mengatakan "Setelah aku kembali kita bisa mendeklarasikan perang, kan?". Wajah ksatria menjadi pucat.

Yah tentu saja dia akan merasa seperti itu ... Karena dia berbicara tentang rezim masa perang sebelumnya yang berarti bahwa mereka sedang bertarung dengan seseorang di suatu tempat dan karena keadaan ini, mereka akan berada dalam situasi di mana musuh mereka meningkat karena tindakannya. Itu pasti akan terjadi. Macho kemudian memerintahkan kita untuk mundur.

“Bersiaplah untuk mundur! Kita akan kembali ke Pulau Noah. Baiklah, Yang Mulia. Sayangnya, kita perlu berpisah di sini. "

Setelah mendengar kata-kata macho, anggota lainnya berputar balik dan berpura-pura bahwa kami mulai mundur. Aku juga mulai menyalakan thruster dalam suitku dan bangkit. Pada saat itu, ksatria mulai memucat dan terdiam, membuat keputusan pahit dan membuka mulutnya.

"Sial ... Kau bisa masuk ke dalam tetapi hanya 5 orang bersenjata yang diizinkan. Aku ingin sisanya menunggu di luar. Kita juga perlu melindungi keselamatan sang Putri─── Harap dimengerti. ”

Mengatakan itu seperti tidak ada yang terjadi, ksatria ini putus asa dalam mempertahankan Adi-san dan para ksatria yang bertarung melawan Sandworm. Merasa sedikit bersalah, aku pergi ke benteng.

Ketika aku memasuki benteng, aku diberitahu untuk melepaskan suit itu di tempat yang mirip dengan alun-alun jadi aku mengikuti perintahnya dengan lembut. Ketika aku turun, Coat-san dan Jonathan-san dengan senapan serbu berlari cepat di sisiku untuk mengamankan keselamatanku.

Aku merasa agak malu karena sepertinya aku adalah orang yang penting tetapi aku tidak dapat menolaknya karena ini adalah perintah dari macho.

“Kami dipersenjatai dengan 4 orang, yang mengenakan seragam putih tidak bersenjata dan kami adalah pengawalnya. Ini sudah batasan kami.”

"Kami menghargai perhatianmu, aku ingin meminta maaf lagi atas sikapku sebelumnya."

Ksatria itu agak merilekskan sikapnya dan berbicara sehingga aku bisa yakin. "Kami juga ingin meminta maaf" adalah apa yang kubalaskan terhadap kata-katanya. Adi-san membimbing kita ke sebuah bangunan, benteng itu benar-benar tempat seperti dunia fantasi.

Aku bisa melihat seorang ksatria dengan tombak yang terlihat seperti battle hook berdiri di sudut koridor. Bisakah dia menggunakannya untuk bertarung? Aku pikir lebih tepat menyebutnya sebagai senjata ritual. Melihat berbagai tempat sambil berjalan, kami diberi tahu "harap tunggu di sini" setelah kami memasuki ruangan yang mewah. 

"Aku akan menghubungi Kerajaan, harap tunggu di sini. Pelayan akan segera menyiapkan teh sehingga kalian dapat rileks sejenak. "

“Aku mengerti tapi aku khawatir tentang orang-orangku di luar jadi aku ingin mengirim satu orang secara teratur untuk mengirim pesan. Boleh aku minta izin darimu untuk melakukannya? ”

"Iya. Kalau begitu, tolong informasikan ksatria di belakangku ... Cloverence. Dia akan menunjukkan jalannya kepadamu. ”

Setelah mengatakan itu, Adi-san meninggalkan kamar. Ksatria yang mewaspadai kita dari awal tampaknya adalah Cloverence-san. Melihatnya, dia kaku seperti patung batu dengan lengan terlipat. Dia berotot seperti macho tapi Cloverence-san agak lebih dingin. Setelah menatapnya, karena aku bebas, aku mencoba menanyakan kepada macho beberapa hal yang menarik minatku sebelum kami datang ke sini.

“Ne ~ e, dalam perjalanan ke sini kita melewati beberapa desa kan? Mengapa mereka begitu tersebar? Bukankah lebih efisien untuk melakukan bisnis jika mereka saling berdekatan? "

Macho menjawab pertanyaanku sambil tersenyum.

"Kau memperhatikannya dengan baik. Itu bukan desa, itu disamarkan seperti itu tetapi sebenarnya adalah pertahanan sekali pakai yang dapat digunakan untuk menunda pergerakan musuh mereka. Di desa itu Kau akan melihat bahwa ada banyak penjaga keamanan juga. Karena mereka mengatakan sesuatu tentang "Rezim masa perang" sebelumnya, aku pikir ini ada hubungannya dengan itu "

"Gohon ~ tsu" 
<TLN: Suara batuk>

Sambil mendengarkan penjelasan macho, kami mendengar suara batuk Cloverence-san dari belakang. Yah, aku juga akan merasa buruk jika seseorang berbicara tentang informasi rahasia negaraku. Karena suasananya berubah, aku menutup mulut. Seorang pelayan masuk setelah mengetuk dengan membawa teh.

Saat menyaksikan seorang pelayan menyeduh teh, cangkir teh ditempatkan untuk '6 orang'. Mengapa 6 cangkir? Cloverence-san datang ke depan meja sementara aku memikirkan artinya.

"Yang mana?"

"Kalau begitu, ambil yang ini"

Hanya dalam satu kata Cloverence-san, Macho memberinya cangkir yang dia pilih. Jadi ini tentang racun! Begitu, jadi mereka akan dapat mengajukan banding “Tidak ada racun” jika kami memilihnya untuk minum dari cangkir yang kami pilih. Cloverence-san yang baru saja meminum isi cangkir kembali ke posisi semula setelah mengatakan "Buat dirimu nyaman".

Itu luar biasa! Apakah sikap ini merupakan pengetahuan umum seorang jenderal? Apalagi macho-lah yang melakukannya…. Ayah sangat keren! Aku memandangi ayah dengan rasa hormat yang baru kutemukan dan dia tiba-tiba memerintahkan Coat-san dan Jonathan-san yang berdiri tepat di belakangku.

"Coat! Jonathan! Singkirkan jarimu dari pelatuk. Letakkan senjata di punggungmu dan ambil posisi beristirahat”

Dengan kata itu, kedua orang itu segera memindahkan senapan ke punggung mereka dan membuat postur tegak yang tak tergoyahkan. Suara sepatu yang mereka buat dalam sosok itu sedikit memalukan tapi cukup keren untuk tidak dikalahkan oleh Cloverence-san yang ada di belakang.

"Prajuritmu terlatih baik. Pasukanmu tampaknya sangat berbeda dari negara kita, tetapi mereka dapat langsung melakukan perintah apa pun ke dalam tindakan————— Aku ingin para ksatria kita memiliki disiplin semacam itu.

“Aku bangga dengan orang-orangku. Namun, ksatria Kau juga cukup memadai. Apakah itu disebut Sandworm? Tampaknya makhluk yang sulit ditaklukkan oleh negaramu tetapi tidak ada satu orang pun mundur melawan musuh seperti itu dan tetap teguh memegang tanggung jawab untuk melaksanakan misi mereka. Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan siapa pun. ”

Ayah dan Cloverence-san saling memuji prajurit. Ngomong-ngomong ... apakah pembicaraan politik mengacu pada hal semacam ini? Aku berharap Adi-san kembali sesegera mungkin karena aku tidak bisa bergabung dalam pembicaraan mereka.



Bukankah kita sudah menunggu sekitar 2 jam? Setelah mendapatkan 3 porsi teh, Adi-san datang sambil terengah-engah.

"Maaf telah membuatmu menunggu, aku telah kembali setelah menghubungi Kerajaan"

Ekspresi Cloverence-san dan Ayah yang berbicara satu sama lain dengan istilah mereka sendiri sebelumnya sekarang berwajah serius. Bergantung pada apa yang akan dikatakan Adi-san, itu akan sangat mempengaruhi hubungan kita dengan kerajaan. Sambil menahan napas, aku mendengarkan kata-kata Adi-san.

“Dari kesimpulan, Kerajaan Merkava siap menerima proposalmu. Namun, itu tidak bisa dilakukan segera dilakukan. Kami ingin mengundangmu ke Kerajaan untuk diskusi diplomatik resmi di kemudian hari. Yang Mulia ingin mendengarkan ceritamu pada waktu itu ”

"Kami tidak keberatan, jadi apakah sudah menentukan hari untuk pertemuan ini?"

"Kami akan senang jika Kau dapat mengunjungi benteng ini lagi setelah 30 hari."

Setelah 30 hari? Boleh juga. Aku mengirim sinyal kepada ayah menggunakan mataku yang mengatakan "Aku pikir itu bagus". Dia mengangguk sekali dan membalas perkataan Adi-san.

"Dimengerti, Mari kita bertemu lagi setelah 30 hari."

Ayah segera berdiri setelah berkata, "Maaf, kami harus menghubungi unit utama". Kami meminta Cloverence-san untuk pergi ke luar. Aku pikir gayanya menunjukkan "Karena kita sudah selesai, mari kita pulang dengan cepat" tidak terlalu baik tetapi tidak ada yang bisa kulakukan bahkan jika aku mengatakannya jadi aku tetap diam dan mengikuti mereka.

Saat mengenakan suitku di alun-alun, Ayah mulai berbicara dengan Adi-san.

"Sebelum kita datang ke sini lain kali, aku akan mengirim salah satu bawahanku untuk memberi tahumu. Pada saat itu, aku pikir kami akan memberi tahumu informasi terperinci dari proposal ini. Apakah kau keberatan?"

"Tidak sama sekali, bahkan jika itu adalah angka kecil atau menengah, kita akan dapat menyambut mereka dengan cukup baik."

"Begitukah? Maaf soal itu. Kalau begitu, sampai jumpa kembali ”

Ayah dengan cepat mengakhiri pembicaraan dan memerintahkan semua Tim Pengintai untuk mundur. Tidak seperti ketika kami datang ke sini, semua orang kecuali aku menaikkan power output dari suit hingga ke batas maksimal dan meledakkan tanah dibawah kita. Aku mengirim komunikasi kepada ayah, berpikir bahwa apa yang kami lakukan tidak sopan untuk pihak kerajaan.

“Ayah, aku benar-benar berpikir bahwa sikap kita di sana tidak sopan? Aku pikir lebih baik jika kita melanjutkan pembicaraan sedikit lebih lama.”

"Kouki, negosiasi adalah pekerjaan ibumu. Itu sebabnya kita harus bergegas pulang. "

Apa yang kau bicarakan? Oi Macho! Negosiasinya masih 30 hari lagi tetapi mengapa Kau terburu-buru. "Hah?" Macho memperhatikan wajahku yang terlihat seperti apa yang ingin dia lihat. Macho melepaskan suaranya.

“Idiot! Ibumu ada di bumi! 30 Hari kemudian adalah 30 jam kemudian di bumi. Jika Kau mengerti, maka kembali ke Noah dan masuk ke gerbang. Sekaranglah saatnya bagimu untuk terbang melampaui kecepatan suara ”

"Oo-Ooh. Dimengerti!"

Aku buru-buru menekan tombol merah di sebelah panel─── dan menembus dinding kecepatan suara.

Saat berada di suit yang tiba-tiba berakselerasi, sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul. Siapa nama anggota kelima yang hawa kehadirannya sangat tipis di belakang Coat-san dan Jonathan-san?


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan