Jumat, 23 Agustus 2019

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 6 – Upacara Penerimaan Murid Baru

Chapter 6 – Upacara Penerimaan Murid Baru


Setelah sarapan, Aku menghabiskan waktu yang cukup lama di wastafel. Merapikan rambutku, menggosok gigi hanya untuk memastikan diriku terlihat rapi.

Setelah puas, aku kembali ke kamarku dan mengenakan baju sekolah baruku, lalu aku kembali memastikan diriku di depan cermin.

Yap, sejauh ini kelihatan tamvan. Pantulan yang aku lihat adalah seorang laki-laki muda, terlihat sangat rapi.

"Ma, bagaimana penampilanku?"

Dia membalas dengan senyuman, bahkan lebih lembut dari yang biasanya, dan dia berkata kalau itu benar-benar cocok untukku.

Aku melihat jam dan mendapati kalau aku masih memiliki sedikit waktu, jadi aku berpikir untuk memeriksa acara peramal di TV.

"Kou-chan, jemputanmu sebentar lagi datang. Kau siap-siap di pintu depan ya."

Dia bilang begitu dengan santai. Aku tidak pernah dengar apa-apa tentang layanan transportasi sebelumnya, jadi aku bertanya tentang itu padanya.

Tampaknya, sebagai anaknya... sebagai anak dari "Ibu dari Ilmu Quantum Baru", akan menjadi masalah bagi banyak orang.

Ah, sekarang aku mengerti. Karena itu sudah fakta kalau keturunan langsung dari seorang ilmuan terkenal di dunia akan pergi ke akademi teknologi, jika aku pergi ke sana dengan transportasi umum, mungkin akan jadi kegemparan nantinya. Aku tidak ingin terjebak dalam semacam kekacauan, jadi aku memutuskan untuk menunggu layanan transportasi saat dia bilang begitu.

"...Apa-apaan ini..."

Saat aku melihat mobil yang seharusnya menjemputku, aku hampir secara reflek langsung lari kembali ke dalam rumah.

Yang aku lihat adalah sebuah mobil hitam dan diselimuti aura mafia menakutkan... dengan 2 mobil van hitam pekat menjaganya baik di bagian depan dan bagian belakang. Aku menghela napas, mencoba untuk bertahan dengan kelelahanku, dan segera setelah itu, ibu keluar dari rumah.

"Nah kalau begitu, Mama mau pergi juga."

Ketika dia mengatakan itu, dia masuk ke dalam mobil hitam dan pergi bersama dengan mobil van besar itu...

Dan yang tersisa hanyalah mobil sedan normal.
Oh Tuhan!
Aku benar-benar bersyukur!!
Jadi semua orang yang menakutkan itu adalah pengawalnya ibu... Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika aku harus pergi ke sekolah dengan orang-orang seperti itu...

"Anda Kouki-kun, benar? Mari, kita pergi ke sekolah."

Apa yang keluar dari mobil itu, seorang pria botak setengah baya dengan setelan hitam. Aku hanya bisa gemetar dalam keheningan selama perjalanan ke sekolah.

~~~~~~~

Ummm, kelas 1-S..... 1-S....

Aku benar-benar tersesat! Tempat ini terlalu besar!!

Berapa banyak uang yang mereka gunakan untuk membangun sekolah semacam ini?!

Apa yang harus kulakukan sekarang, semua orang sepertinya menghindari tatapan mereka dariku, jadi aku tidak bisa bertanya pada siapapun.

Sekarang aku mulai mengingat tentang hari sekolah SMP-ku,

Eh...Mataku meneteskan air mata...

Ketika aku berjalan-jalan tanpa tujuan selagi memiliki pikiran seperti itu, aku mendengar sebuah suara dari seseorang yang berlari kearahku dari belakang.

Saat aku berbalik, Aku melihat seorang perempuan cantik di depanku, mencoba untuk bernapas tersengal-sengal.

Aku mencoba mempertahankan Poker Faceku untuk mencegah dia khawatir padaku, dan untuk menjaga kegembiraanku karena kupikir itu adalah kesempatanku untuk berkenalan dengan wanita cantik. Aku mencoba untuk bertanya lokasi kelasku padanya.

"Maafkan aku, Arakawa-kun. Ada sedikit miskomunikasi dari pihak kami, jadi pemandumu tidak bisa datang tepat waktu."

Dia tiba-tiba berbicara padaku lebih dulu, Aku hanya bisa mengangguk dan kehilangan kesempatan untuk menjawabnya. Sial... Dia pasti akan berpikir aku seorang Comusho. Aku memandang sekilas ke arahnya, kemudian aku melihat matanya berkeliaran tak menentu.
<TLN : Comusho atau bisa dibilang penyakit komunikasi adalah gangguan mental pada seseorang yang menyebabkannya sulit untuk saling berinteraksi contohnya Komi Shouko di manga Komi-san wa Komyushou desu>

"Whoaaaa, Dia beneran Comusho, tidak bisakah dia berbicara dengan benar? Comusho ngeri!" (Wanita)
<TLN : Disini rawnya menggunakan bahasa yang biasa dipakek wanita gal>

Dia pastinya berpikir seperti itu.

Untuk sekarang, ayo coba untuk tenang terlebih dulu. Aku mencoba yang terbaik untuk mempertahankan ketenanganku, kemudian berbicara padanya.

"Aku mengerti situasimu. Untuk sekarang, apa yang harus kulakukan? Kau akan jadi pemanduku kan?

Eksekusi sempurna!

Dengan rencana ini, aku terlihat sudah mengendalikan situasi.

Dan yang terpenting, aku memintanya untuk menjadi pemanduku, tidak mungkin dia bisa menolakku sekarang!

Tentu saja itu adalah kelakuan buruk, tapi untuk sekarang, aku harus berkenalan dengan benar kepada wanita ini. Dia menunjukkan pose berpikir untuk sesaat, kemudian dia menatap kearahku dan dia berbicara sambil tersenyum, kalau dia akan menjadi pemanduku.

Senyum menawan sungguh memiliki efek penyembuh yang kuat!

Setelah mengikuti dia dengan patuh, dia berhenti di bagian depan dari ruang kepala sekolah. Saat aku berpikir kalau dia mungkin membawaku untuk bertemu kepala sekolah, dia memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu.

Dia berjalan ke balik meja di belakang ruangan, dan kemudian dia berbalik kepadaku, tersenyum.

"Selamat datang di Akademi Teknologi Negara, Arakawa Kouki-kun. Aku adalah Kepala Sekolah, Yamamoto Kaori."


- Sudut Pandang VIP Pribadi Escort -


Kami berada dalam situasi yang sangat mengerikan. Sekarang, rumah ini benar-benar dikelilingi oleh 32 personil dari Pasukan Jietai Penjaga Khusus, dan oleh kami, 20 personil dari Tim VIP Escort.
<TLN : Jietai atau Pasukan JSDF[Japan Self Defense Force]>

"Skinhead melapor. Objek akan keluar dari rumah segera. Tuan-tuan, pertahankan penjagaan kalian."

Nama kodeku adalah "Skinhead". Terlihat jelas dari kepalaku ini. Yah, itu tidak benar-benar penting.

Karena menjadi terlalu tegang tidak akan ada gunanya bagiku, jadi aku mencoba merilekskan diriku dengan memikirkan hal-hal sepele.

Misi kami adalah untuk mengawal Arakawa Kouki. Dan yang lebih buruk lagi, kami akan terus mengulangi operasi mengawal dia ke sekolah ini selama 3 tahun sampai dia lulus.

Apa yang bisa kami pelajari dari dokumen yang diberi pada kami, tanpa diragukan kalau itu adalah dia, keberadaan penting bagi Jepang, dan dia yang mengerikan dan kurang bermoral...

Kegagalan tidak akan ditoleransi. Metode operasi adalah pengawalan sederhana menggunakan umpan. Pertama ibunya Arakawa Miki yang akan bertindak sebagai umpan, berangkat terlebih dahulu dengan mobil pengawalan, diikuti oleh dia setelah itu.

Ngomong-ngomong, dia menawarkan diri sendiri untuk peran itu.

Setelah itu, objek pengawasan sebenarnya Arakawa Kouki akan berangkat dengan hanya satu mobil pengawalan, akan melalui rute yang berbeda.

Meskipun benar kalau dia akan pergi hanya dengan satu mobil pengawal, tapi tepat di atas langit, sebuah pesawat tempur siluman milik Angkatan Udara Jepang sudah siaga. Dengan ini, kami bisa melihat banyak hal secara luas, melindunginya dari kebanyakan serangan kendaraan darat.

Dan untuk menambahkannya, penyamaran mobil lapis baja juga ditempatkan di sepanjang rute.

"Agen 1 melapor. Umpan telah dikerahkan."

Menurut rencana, Arakawa Miki telah berangkat lebih dulu. Sekarang ini adalah giliranku untuk melindungi objek sebenarnya.

"Anda Kouki-kun, benar? Mari, kita pergi ke sekolah."

Setelah aku mengatakan itu, dia masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan apapun. Normalnya, seseorang akan menunjukkan semacam tanggapan setelah melihat seseorang dengan penampilan sepertiku, tapi dia hanya terdiam.

Tidak hanya itu, sepertinya dia tidak senang terjepit diantara dua orang. Dia mengayunkan kakinya dengan gelisah, seolah untuk memperbaiki suasana hatinya.

Ini akan memburuk jika membuatnya gelisah, jadi dilain waktu aku akan menanyakan Biro Informasi jika mereka bisa mengirim seorang agen perempuan yang mampu menggantikan peran ini...


- Sudut Pandang Yamomoto Kaori -


Bagaimana ini bisa terjadi! Aku berlari disekitar akademi ketika aku menahan dorongan untuk berteriak. Setelah menerima berita kedatangan Arakawa Kouki, orang yang bertanggung jawab, yang mungkin tidak tahu sepenting apa orang ini, hanya menginformasikan Arakawa Kouki kemana harus pergi selanjutnya, dan meninggalkannya di tempat. Ketika aku menerima laporan itu, dia tidak lagi ada disana.

PBB sudah repot-repot memberitahuku langsung, untuk berhati-hati terhadap Arakawa Kouki, namun hal semacam ini masih terjadi...

Dan aku juga menerima laporan dari tim pendamping kalau Arakawa Kouki sepertinya berada dalam suasana hati yang buruk. Dia mungkin bisa mengeluarkan beberapa gas beracun di wilayah sekolah untuk membalas kami!! Ketika aku akhirnya menemukannya dan mencoba berbicara dengannya, aku merasa kalau itu sudah terlambat. Dia berbalik padaku, dan setelah melihatku, ekspresinya berubah.

"Tidak bisakah kau menyiapkan sambutan yang lebih baik untukku, dasar sekelompok idiot."

Matanya tampak galak, seakan mengucapkan kalimat itu.

"Maafkan aku, Arakawa-kun. Ada sedikit miskomunikasi dari pihak kami, jadi pemandumu tidak bisa datang tepat waktu."

Aku mencoba mati-matian untuk meminta maaf, tapi satu-satunya tanggapan yang aku dapatkan adalah anggukan. Ketika aku menjadi lebih gelisah, aku mati-matian memikirkan apa yang harus dikatakan selanjutnya.

"Aku mengerti situasimu. Untuk sekarang, apa yang harus aku lakukan? Kau akan jadi pemanduku kan?

Itu adalah apa yang di bilang padaku. Jujur saja, aku merasa begitu takut, aku ingin sekali menolak. Tidak mungkin aku bisa akrab dengannya, tetapi cara bicaranya mengatakan kalau dia tidak akan menerima penolakan apapun...

Haruskah aku merusak suasana hatinya lebih jauh, aku yakin sebuah rudal jelajah akan mendarat di rumahku malam ini.

Aku tidak punya pilihan lain selain setuju dengan usulannya sambil tersenyum.

Pada akhirnya, aku tidak bisa memikirkan rencana apapun, dan kami berakhir di depan kantorku... tidak ada jalan untuk kembali... aku berbalik, dan berbicara sambil memberikan senyum terbaik yang aku punya.

"Selamat datang di Akademi Teknologi Negara, Arakawa Kouki-kun. Aku adalah kepala sekolah, Yamamoto Kaori."


- Sudut Pandang Arakawa Kouki -


"Selamat datang di Akademi Teknologi Negara, Arakawa Kouki-kun. Aku adalah kepala sekolah, Yamamoto Kaori."

Wanita ini- Maksudku kepala sekolah, berkata begitu tepat di depan wajahku.

Uh, apa yang harus kulakukan? Jadi aku membuat kepala sekolah membimbingku berkeliling?

Dia pastinya marah, aku yakin dia berpikir, "Kenapa aku, sebagai kepala sekolah, harus membimbing seorang siswa sepertinya berkeliling?"

... Atau sesuatu seperti itu...

Oke, untuk sekarang aku akan tersenyum.

Aku hanya akan mencoba untuk melewati ini dengan teknik yang telah aku latih sejak aku masih muda, sebuah senyuman!

"Terima kasih Bu Kepala Sekolah. Izinkan Saya untuk memperkenalkan diri dengan baik. Saya Arakawa Kouki. Saya akan dalam pengawasan Anda untuk 3 tahun kedepan."

Sempurna! Aku mengatakan itu dengan sebuah senyum kecil.
Tidak masalah, senyum bisa mengatasi banyak hal! Itu sudah bekerja dengan baik selama ini, dan aku yakin itu akan bekerja lagi sekarang.

Ketika aku memikirkan tentang itu, aku mengintip ekspresinya...

...Whoa, tidak terlihat bagus... Aku punya perasaan kalau aku hanya mengacaukannya...

Ini agak seperti situasi ketika kau pergi kencan buta dan kau bertanya nomor handphone gadis itu dengan santai, dan kemudian dia hanya berkata "...Eh??"

Aku dan kepala sekolah membeku dalam keheningan, memprediksi setiap langkah satu sama lain selanjutnya...

Setelah beberapa saat, kepala sekolah berbicara, memecahkan keheningan.

"It, Itu benar. Arakawa-kun, ada beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan sebelumnya. Apa kau mau menjawabnya?"

Fyuh, Aku selamat. Kalau aku harus berada dalam keheningan itu lebih lama, aku mungkin akan mulai menangis dan berlari pulang...

"Oh, apa itu?

Ini adalah dimana aku harus mengumpulkan point dengan menjawab apa yang dia ingin tahu dengan jujur. Mereka bilang wanita cantik itu punya banyak wanita cantik lainnya sebagai teman, dan belum lagi kalau dia yang aku ajak bicara itu adalah kepala sekolah, jadi aku perlu untuk menjaga kesan baik. 

"Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu"

"Aku (ore)? Oh, Maafkan saya. Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang saya (boku), tidak masalah untuk bertanya."

Whoooaaa! Aku baru saja mulai dan aku langsung mendengar kepala sekolah cantik itu berkata (Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu), Aku sangat terkejut dan hanya menjawab secara refleks!!

Tunggu, jangan mulai membuat wajah mesum sekarang. Aku seorang Pria. Aku harus mempertahankan wajah tulusku, karena jauh di dalam hatiku, aku seorang Pria!

"Kau tidak perlu menjawabnya kalau kau tidak menginginkannya..."

Kepala sekolah mengatakan itu dengan suara terburu-buru. Tidak mungkin aku akan menolaknya!
Malahan, itu seperti sebuah berkah untukku!

"Apa itu? Apa yang ingin anda tahu tentang saya?"

Aku bertanya selagi aku mencoba mempertahankan napasku senormal mungkin. Dia menjadi tenang sejenak, kemudian dia mulai bertanya padaku.

"Kau menembakkan kembang api ke lepas pantai ketika kau berusia 12 tahun, kan? Apa yang kau coba lakukan saat itu?"

Umm, saat usia 12 tahun? Aku merasa kalau aku melakukan sesuatu pada saat itu...

Lagipula, bagaimana dia tahu tentang sesuatu yang bahkan aku hampir lupa?

Oh yah. Ayo coba mengingatnya... Kembang api... Kembang api... AH!? Yang itu!

Kalau aku mengingatnya dengan benar, pada saat itu, si Macho sedang berada dirumah sesekali.

Dia menunjukkanku bagaimana caranya membangun sebuah suar roket yang dia gunakan di tempat kerja.

Karena pekerjaan yang melibatkan Macho ini biasanya melibatkan daerah yang belum dijelajahi di Afrika, Amazon, dan lain-lain, aku mengira itu mungkin digunakan untuk mengusir hewan liar. Aku tidak benar-benar mendengarkan rincian yang dia katakan, tapi kesimpulannya adalah, jika suar roket terlalu tinggi, maka orang lain akan mudah melihatnya, dan itu pasti sebuah masalah.

Mendengar itu, aku mencoba menembakannya di lepas pantai, dan suar itu berada di ketinggian 80 meter di atas permukaan laut. Persis seperti katanya, itu terlalu mencolok. Jadi aku mencoba konsultasi pada ibu tentang itu, dan dia berkata, mungkin akan lebih baik jika meningkatkan kecepatan dan menurunkan ketinggian terbang. Jadi aku secara acak menggambar sketsa sebuah versi yang lebih baik, bersama dengan ilustrasi terbangnya roket dan memberikannya kepadanya. Dan Voila, 6 bulan kemudian dia membuat sebuah versi perbaikan dari kembang api roket itu.

Kembang api yang dibuat Ibu jeniusku, terbang pada kecepatan 1200 km/jam pada ketinggian 2 meter, dan itu juga secara otomatis menghinari hambatan. Ketika aku mencoba menembakannya di lepas pantai, roketnya terbang menggila dan menghilang ke cakrawala...Sekarang aku mengingatnya, malam itu aku melihat banyak cahaya dari pesawat tempur dan itu pemandangan yang cukup mengesankan. Ketika aku bilang padanya, dia mengangguk dan tampaknya terkesan. Bagus, dia harus terkesan padaku, anak teladan, seorang yang mati-matian berusaha untuk meminta pertolongan ke Ibu, semua demi ayah yang tidak berguna. Aku seharusnya mendapatkan banyak skor dengan itu!

"Lalu, apa yang kau luncurkan dari halamanmu saat kau berusia 13 tahun?"

Ah, itu, aku pikir itu saat seorang rekan perempuan si Macho mengatakan dia ingin melihat bagaimana bumi terlihat. Karena aku pikir dia mungkin banyak membantu si Macho selama ini, aku mencoba konsultasi pada Ibu, dan dia memodifikasi roket kembang api sebelumnya.

Lalu aku menginstal itu ke satelit mini buatan ibu dan meluncurkannya. Saat itu perempuan itu benar-benar gembira dengan foto yang sangat bagus yang dikirim kembali dari satelit sehingga kau bahkan dapat melihat detail kecilnya. Sungguh sepadan dengan usahanya. Oh dan sementara itu, aku meluncurkan sesuatu yang mirip dengan roket itu 2 kali, tentu saja tanpa diketahui ibuku. Lebih tepatnya yang aku luncurkan tidak akan kuberitahukan, itu adalah rahasia.

"Maukah kau menceritakan apa yang kau luncurkan selain satelit itu?"

Tidak, aku tidak akan memberitahunya! Itu bukan sesuatu yang bisa kuberitahu kepadanya... Aku tidak akan memberitahumu bahkan jika kau memintaku dengan tatapan memelas!! Aku harus mengganti topik entah bagaimana caranya.

Lalu tiba-tiba, sebuah ketukan datang dari pintu.

"Kepala Sekolah, ini sudah saatnya untuk Upacara Masuk"

Waktu yang sangat tepat, saat tiba-tiba seorang perempuan blonde yang glamor datang ke ruangan...


- Sudut Pandang Yamamoto Kaori -


"Selamat datang di Akademi Teknologi Negara, Arakawa Kouki-kun. Aku adalah kepala sekolah, Yamamoto Kaori."

Setelah aku memperkenalkan diriku, dia menyeringai padaku, seakan membuatku terlihat bodoh.

"Terima kasih Bu Kepala Sekolah. Izinkan Saya untuk memperkenalkan diri dengan baik. Saya Arakawa Kouki. Saya akan dalam pengawasan Anda untuk 3 tahun kedepan."

Dari ekspresi dan suasana hati saat dia mengatakan itu, aku hampir bisa merasakan kalau dia mengatakan...

(Aku tahu itu. Tidak bisakah kau mengatakannya? Dasar perempuan bodoh...)

Ini buruk, Aku harus menghentikan keheningan ini... Aku mati-matian memikirkan sebuah rencana dan mengeksekusinya (Maksudnya langsung melakukannya), di mana aku langsung menyesalinya.

"It, Itu benar. Arakawa-kun, ada beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan sebelumnya. Apa kau mau menjawabnya?"

Apa yang ku katakan, aku tidak bisa berpikir jernih sekarang, aku bahkan tidak bisa memahami apa yang barusan kukatakan. Dia memintaku untuk melanjutkannya, matanya serius... Aku mengucapkan kata-kata berikutnya, seakan mematuhi bisikan iblis.

"Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu."

Aku tersentak setelah aku mengatakan itu.

Apa yang kukatakan! Aku mungkin baru saja mengatakan hal yang paling dilarang sebagai pendidik untuk anak muda ini. Ketika aku melihat dia, dia membuat ekspresi tegas saat dia memberiku persetujuannya.

Tidakkah akan lebih baik jika berhenti disini? Pikiran seperti itu melintasi pikiranku. Tapi sudah terlambat. Rasa ingin tahuku sebagai seorang ilmuwan telah tumbuh terlalu besar bagiku untuk menahan diri. Anak Iblis... Aku ingat dia dipanggil seperti itu. Jika aku tahu lebih jauh dari ini, maka aku tidak akan bisa mundur, aku akan menjadi bagian lainnya yang menyembunyikan wujud aslinya. Tapi meskipun demikian, aku tidak terlalu keberatan. Aku ingin tahu kebenarannya.

"Kau menembakkan kembang api ke lepas pantai ketika kau berusia 12 tahun, kan? Apa yang kau coba lakukan saat itu?"

Dia menjawab sambil tersenyum. Ayahnya berkonsultasi padanya mengenai kecacatan dari rudal jelajah yang dia gunakan. Ketika dia menguji rudal, itu jauh di bawah standar dan jauh dari yang bisa digunakan. Jadi dia merancang modifikasi dan meminta ibunya untuk membuatnya...

Hasilnya, adalah sebuah rudal yang mengalahkan dengan telak rudal yang sudah ada. Jietai menempatkan martabat mereka di garis dimana mereka mati-matian mencoba untuk mencegat rudal, tapi dari matanya, itu tidak berbeda dari melihat anak-anak membuat keributan.

"Cahaya dari pesawat tempur hari itu adalah pemandangan yang cukup mengesankan."

Itu adalah apa yang dia bilang. Dia mungkin mengatakan itu untuk menunjukkan kepercayaan dirinya, tak peduli seberapa banyak lalat kecil yang terbang bersamaan, tidak ada satu pun hal yang bisa mereka lakukan. Sebagai seorang ilmuwan, aku hanya bisa mengangguk terkesan, untuk keyakinan yang dia miliki dalam ciptaannya sendiri. Lalu aku juga mencoba bertanya tentang roket yang dia luncurkan di lepas pantai ketika dia berusia 13 tahun.

Sepertinya roket yang dia luncurkan dari halaman rumahnya adalah satelit mata-mata. Permintaan dari rekan ayahnya untuk satelit mata-mata, kalua dia adalah rekan, mungkin dia adalah anggota Biro Informasi PBB atau semacamnya... Karena orang ini mengatakan kau bisa melihat detail kecil dari satelit itu, itu spesifikasi yang tidak diragukan lagi, jauh melampaui satelit yang ada di teknologi saat ini.

Tapi dia meluncurkannya 3 kali, saat aku bertanya tentang itu, dia menjawab kalau itu adalah rahasia.

Aku melihat dia sedikit kebingungan. Dan kemudian aku bisa mendengarnya bergumam, itu akan menjadi sebuah akhir jika ada orang yang tahu apa yang dia luncurkan. 

Sesuatu yang bisa membuat seseorang seperti dia kebingungan, dan satu-satunya cara untuk menyembunyikannya adalah dengan meluncurkan itu ke angkasa... Hanya ada satu hal yang datang ke pikiranku...

"...Senjata Biologi"

Mungkin tidak salah lagi. Infektivitas tinggi, atau sangat mematikan, atau mungkin keduanya, virus yang tidak mungkin dikelola di bumi, ia membuangnya ke luar angkasa. Aku hampir merasa seperti menangis, dia menciptakan sesuatu yang bisa menghapus seluruh umat manusia tanpa berpikir...

Apakah ini sesuatu yang bisa diperbaiki dengan mengajari dia etika dan moral?

Tak lama kemudian, seseorang datang mengganggu.

"Kepala Sekolah, ini sudah saatnya untuk Upacara Masuk"

Roberta Scarlet, dia seorang guru wali kelas yang memasuki ruangan. 


- Sudut Pandang Roberta Scarlet -


Saat aku mengantar mereka berdua, aku melihat sekilas pemuda yang berjalan di sampingku. Dia adalah salah satu yang paling aneh, karena sebagian besar anak laki-laki akan langsung menatap dadaku, tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda melakukan hal itu.

Tidak hanya itu, seolah-olah dia tidak memiliki ketertarikan padaku.

Ini adalah pertama kalinya aku mendapatkan perlakuan semacam ini dan mau bagaimana lagi, tapi ini terasa aneh.

Tapi tidak mungkin aku bisa bertanya "Kau tidak mau melihat dadaku?", Jadi aku terus mengantar keduanya.

Kepala sekolah bilang kalau anak ini akan menjadi murid dari kelas yang kupegang, tapi aku masih tidak tahu orang macam apa dia... Aku berpikir mungkin aku harus mengenal dia lebih baik sementara aku disini, tapi aku tidak tahu harus berkata apa padanya dan sebelum aku tahu, kami sudah tiba di tempat tujuan.

Aku membawanya ke tempat duduknya, dan kemudian aku pergi ke tempat dudukku sendiri. Aku bertanya-tanya, apakah aku akan mampu menjadi guru yang baik bagi siswa sepertinya, untuk 1 tahun kedepan?

Aku tidak bisa berhenti khawatir tentang hal itu...


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Conscriptra2
EDITOR: Isekai-Chan

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 49. Relawan

Chapter 49. Relawan


Hari berakhir, jadi kami memutuskan pergi ke penginapan dan memberikan Raphtalia perawatan.
Kami mengganti perban Raphtalia dengan perban yang telah di rendam Air Suci.
Setelah perbannya selesai di tempelkan, asap hitam mulai terangkat.

“U….. ku….”
“Apa kau baik-baik saja?”
“I-iya. Sedikit terasa tegang dan gatal.”
“Begitu….”

Aku ingin menyembuhkannya secepat yang aku bisa, karena aku yang melukainya.
Bekas lukanya terlihat menipis.

“Tempat yang diobati Naofumi-sama lebih cepat sembuh.”
“Itu bagus.”

Aku ingin kau sembuh secepat mungkin.

“Ah, Raphtalia onee-chan curang, berhenti merayu goshuijin-sama.”

Meskipun Filo mengatakan itu, dia dari tadi memegangiku saat aku melakukan pengobatan.

“Aku tidak merayunya!”
“Itu benar, yang aku lakukan hanyalah mengobati luka Raphtalia.”

Raphtalia dan aku bermesraan?… sungguh candaan yang basi. Oh, dari mana kau belajar kata-kata itu? Raphtalia dan aku tidak berada dalam hubungan seperti itu.

“Punggung Raphtalia onee-chan hitam.”
“Tolong jangan berkata seperti itu.”

Mereka ternyata cukup akrab.

“Gelombang akan segera datang jadi istirahatlah.”
“Oke~!”
“Itu benar, akhir-akhir ini kita cukup sibuk, terkadang istirahat tidaklah buruk.”
“Ya.”
“Goshujin-sama, kapan kau akan membuat makanan?”
“Sebentar…. bagaimana jika besok?”
“Yaay-!”

Sekarang, sambil memberikan perawatan kepada Raphtalia, kami tidur di penginapan.

Esok harinya.
Perlengkapan yang aku pesan ke pak tua belum selesai.
Tidak ada sesuatu hal penting yang harus dilakukan, mungkin ide bagus jika sesekali aku mengunjungi toko sihir dan toko obat.
Atau aku pergi ke toko pakaian saja?

“Baiklah, apa yang harus kita lakukan sekarang?”
“Sebentar…”
“Makan!”
“Ya, ya, aku tahu.”

Untuk obat penyembuh, aku telah menyiapkan banyak hal…
Raphtalia dan Filo telah mencapai batas level mereka saat ini, sehingga sekarang hanya aku yang perlu naik level.
Mungkin akan percuma, namun tidak masalah juga untuk beristirahat sejenak.
Luka Raphtalia belum sembuh total juga.

“Apa aku perlu membeli air suci lagi?”
“Eh? Masih ada yang tersisa.”
“Apa cukup untuk menyembuhkan semuanya?”

Walaupun bekas hitamnya sedikit menghilang, ini masih jauh dari sembuh total. Itu yang membuatku kepikiran.
Efeknya tidak akan ampuh jika tidak di ganti setiap hari. Kalau begini terus, dia akan masih dalam keadaan terluka saat gelombang nanti.

“Aku benar-benar minta maaf.”
“Ini luka yang disebabkan oleh perbuatanku. Jangan di pikirkan.”
“Oke.”
“Kalau begitu, ayo pergi ke toko obat dulu, kita akan makan setelahnya.”
“Hore~!”

Raphtalia dan Filo mengangguk, kami meninggalkan barang kami di penginapan dan berjalan keluar.

Ketika kita sampai di Toko obat, sikap pemilik toko tidak berubah ketika kami datang.

“Sudah cukup lama.”

Aku menjawab perkataan pemilik toko.

“Ah, buku resep tingkat menengah telah diterima dan digunakan dengan baik.”
“Begitu…”

Melihat obat yang dia buat, aku belum seberapa.

“Oh ya, sepertinya teman lamaku yang bekerja sebagai pedagang aksesoris merupakan kenalanmu.”
“Ha?”

Aku terkejut dengan koneksi mereka.

“Bagaimana kau bisa berteman dengan orang pelit itu? Dia sangat memujimu.”
“Kalian saling kenal?”
“Kami saling kenal sejak dulu sekali. Orang itu, dia punya bakat dalam menggunakan bagian tanaman herbal untuk membuat obat.”

Saat itu, dia mengetahui bahwa aku sedang membuat obat tingkat menengah hanya dengan baunya saja!?
Pedagang aksesoris, orang seperti apa dia? Aku tidak bisa membayangkan apa yang dia sembunyikan....

“Hm… apa kau masih berkeliling?”

Pemilik toko sepertinya mendengar kabarku yang berkeliling dari kenalannya yang berada di desa hutan.

“Orang itu berada di kereta kami saat perampok datang dan mengincarnya.”
“Aku tidak mengira dia akan sangat bahagia dengan hal seperti itu.”

Aku tidak mengerti. pedagang aksesoris, apa kau seseorang yang terkenal?

“Ah, sampai mana tadi? oh benar, setelah kami menangkap perampok itu, aku merampoknya dari segala hal yang dia miliki dan menyita segala barang yang berada di markas mereka.”

Pemilik toko terdiam, meletakan tangannya di kepala dan mengangguk.

“Sifat itu sangat mirip sekali denganmu. Benar, orang itu juga biasa melakukan hal seperti itu.”
“Setelah itu, dia mengajariku berbagai hal.”
“Oh, dia memujimu karena kau dapat belajar dengan cepat dan berkata bahwa kau adalah penerusnya dalam semangat komersial.”
“Tolong hiraukan itu.”

Aku pergi berkeliling untuk mendapatkan biaya perlengkapan. Namun tujuan sebenarnya bukanlah uang.

“Jadi, apa yang kau butuhkan sekarang?”
“Ah, apa kau memiliki Resep kelas tinggi yang bisa kau jual?”

Pemilik toko berhenti meracik.

“... Itu cepat, aku pikir kau belum siap.”
“Ya, ada obat yang tidak ada pada resep yang bisa aku buat juga.”

Air Asam kuat, Air dengan kekuatan sihir dan Air Soul-healing belum bisa aku buat.
Barang-barang itu belum diperlukan saat ini, namun masih memungkinkan untuk mendapatkan bahan langka lewat rute jalur perdagangan yang diberitahu pedagang aksesoris.

“Namun… obat yang aku buat tidak bisa menyelamatkan orang. Beruntungnya, Ahli pengobatan membuatkan obat dengan kelas yang lebih tinggi. Aku merasa kurang dalam kemampuan ini.”

Pemilik toko yakin dengan jawabanku dan mengangguk.

“Aku mengerti… Namun masih terlalu awal untuk menggunkaan resep obat tingkat tinggi.”
“Apa itu sulit…?”
“ Ada banyak aplikasi obat dalam resep kelas menengah. Selain itu, ada hal-hal lain yang bisa kau buat tanpa resep.”

Apakah itu bahan yang diperlukan untuk peracikan? Tentu saja, tidak mungkin seburuk itu ......

“Aku masih bisa menjual buku Resep Tinggi, tetapi biayanya mahal.”
“Seberapa mahal?”
“Harganya 500 silver. Itu tidak bisa diturunkan lagi.”

Aku paham dan aku sudah mendapatkan harga yang bagus.
Belajar tentang kedokteran, aku yakin ada organisasi dan perusahaan yang mau mengajar, aku juga bisa membayangkan informasi perdagangan guild.
Tetapi jika aku belajar dari suatu tempat, akan ada rasa tidak enak jika tidak membantu mereka. Namun, buku resep akan menyelamatkanku dari masalah.

“Aku akan membelinya.”

Aku dengan tidak rela memberikan 500 silver.

“Hmm…. selanjutnya.”

Aku menerima buku berjudul [Tumbuhan Beracun dan resep Beracun]. Memang lambat tapi aku bisa membaca tulisan di dunia ini, sampai batas tertentu.

“Resep beracun?”
“Mustahil untuk menghindarinya ketika mencoba untuk mengenal pengobatan. Itu adalah resep setengah jadi.”
“Hmm…”

Aku membaca sekilas. Ini berisi anestesi sederhana dan obat-obatan semacam itu.
Ini terlihat sulit, tetapi tidak ada salahnya untuk mempelajarinya. Selain itu, mempelajari resep Kelas Tinggi di luar jangkauanku saat ini.

“Terima kasih. Apakah kau memiliki resep kelas pemula seperti pil untuk menyembuhkan dan obat biasa?”

Pemilik toko hampir saja jatuh karena terkaget.

“.... kau mempelajari kelas menengah tanpa mengetahui dasarnya?”
“Aku melihat caramu membuatnya.”
“Apa kau anak dari kuil yang tidak bisa membaca?”

Kata-kata itu adalah pepatah dari Jepang. Perisai ini mungkin menerjemahkan frasa yang sesuai dari dunia ini. Penjaga toko menghela nafas dan menulis sesuatu ke perkamen.

“Aku menulis dasar kelas pemula disini. ingatlah.”
“Ya.”

Ketika kami pergi, Filo sudah berada di luar karena dia tidak menyukai bau obat, dan Raphtalia sedang melihat tanaman herbal.

“Hero perisai-sama!”

Aku mendengar suara asing setelah meninggalkan toko obat. Ada lima anak berusia 14 tahun berpakaian tentara yang kehabisan nafas.
Aku langsung berlari. Raphtalia dan Firo juga mulai berlari. Ada banyak sekali kemungkinan di pikiranku.

“Tunggu sebentar, kami disini bukan untuk menangkapmu! tunggu sebentar!”
“Kalo begitu, apa yang kau mau!?”
“Aku hanya ingin berbicara!”

…. Tidak bisa dipercaya… Mari berhenti sebentar.
Jika dia berbohong, apa aku harus membuat Filo mengamuk?

“Haa… haaa…. akhirnya, aku dapat bertemu denganmu.”

Bahu tentara itu bergetar bersamaan dengan nafas yang terengah-engah.

“Apa yang kau inginkan dariku?”
“Umm. bisakah kau membiarkan kami ikut pergi bersamamu saat gelombang datang?”
“Apa?”

Apa yang kau katakan? Aku melihat kearah bocah itu dengan tatapan bingung.

“Kami adalah prajurit junior yang terkesan dengan metode pertempuran Hero perisai-sama selama gelombang sebelumnya.”

Kisah bocah itu seperti ini.
Selama gelombang sebelumnya, prajurit berpangkat rendah terkesan dengan penampilan Raphtalia dan aku, yang merupakan satu-satunya yang tinggal di belakang dan melindungi Desa Hutan. Sepertinya Ordo Ksatria memujiku setelah gelombang, sepertinya ada rumor baru menyebar tentangku ketika aku pergi.

“Selama patroli, aku mendengar bahwa hero perisai ada di kota ini jadi saya datang untuk melakukan percakapan ini”
“Benarkah…”
“Tugas kita adalah berjuang melawan gelombang, tetapi prioritas utama kita adalah mencegah kerusakan yang terjadi pada masyarakat.”

“Karena itu, tolong izinkan kami berpartisipasi bersama Hero-sama selama gelombang berlangsung.”

Ada tujuan lain dari permintaan ini.
Mungkin, dengan prajurit dan ksatria yang lebih aktif dalam memerangi gelombang, keamanan akan lebih baik.
Posisi mereka juga akan naik karena berpartisipasi aktif sebagai pendamping hero.
Namun, Hero juga harus bertarung dalam gelombang. Aku menjawab dengan sarkasme.
Ada sihir status yang membutuhkan teman. Mungkin, aku bisa menguji ini di salah satu gelombang.
Menggunakan ini dan membuat party untuk melawan gelombang, itu mungkin tidak masalah.

Itu mungkin seperti pertarungan ofensif dan defensif dengan guild di game online.
Musuh bukanlah manusia, tetapi kesalahan bisa dibuat.
Akan sangat terburu-buru untuk bertarung sendirian melawan sejumlah besar monster.
Seorang hero mungkin memiliki tugas mengalahkan monster kelas bos karena mereka adalah kartu As ...... Tapi musuh kecil seharusnya bisa ditangani oleh penduduk dunia ini.

Gelombang terakhir membuktikannya.
Karena gelombang muncul di dekat desa Hutan yang dekat dengan kastil, ksatria bisa bergegas ke sana, tetapi bagaimana dengan saat ini.
Negara ini besar. Akan menjadi bencana jika gelombang muncul di suatu tempat yang jauh.
Setelah itu terjadi, kerusakan tidak bisa ditekan dengan sekelompok kecil orang.
Nah, strategi standar dalam melawan gelombang adalah proposal yang aku berikan kepada bocah itu, aku ingin mendengar jawabannya.
Apakah dia datang kepadaku karena akan ada sedikit kompetisi dibandingkan dengan para hero lainnya?

“Kami ingin melindungi negara bersama dengan Hero Perisai-sama.”

Aku tidak bisa berkata apapun.

“Apa kau mengincar promosi jabatan?”
“Tidak, itu tidak benar.”

Bocah itu menggelengkan kepalanya dan langsung menjawab.
Aku memberi isyarat kepada bocah lain yang terlihat seperti penyihir. Jubah yang dikenakannya bukan ungu seperti toko sulap, tetapi warna kuning murahan. Mereka berbaris di depanku dan membungkuk.

“Aku ..... asli dari Hutan Desa. Keluargaku telah dibantu oleh Hero perisai-sama sebelumnya ..... Karena itu aku ingin membantu, meskipun hanya sedikit.”
“Ah, begitu.”

Orang ini ingin membalas budi karena keluarganya telah dibantu.

“Seperti kata Hero-sama, pasti ada orang yang menginginkan promosi. Tapi, aku ingin membantu Hero Perisai-sama”
“Begitu, baiklah aku hanya ingin tahu…. Hm?”
“Umm… hero-sama?”

Bocah dalam pakaian penyihir mendongak, menarik jubahnya, dan memberiku pena bulu ayam.

“... Tolong tanda tangan.”

Mungkin ada yang salah. Apakah aku tertulis seperti Motoyasu dalam bahasa Jepang?
Hm?
Ketika melihat lebih dekat, anak ini adalah Demi-Human.
Bahkan di negara supremasi manusia ini, ketika berhubungan dengan tentara, masih ada ruang untuk Demi-Human.
Membandingkan usianya dan kostum murahan dengan para penyihir dan ksatria, ia seharusnya berada pada level rendah.

Aku diam-diam menulis tanda tangan di jubahnya sesuai dengan keinginan bocah itu sambil menyiapkan diri menangkal sihir apa pun.
Tidak ada perasaan aneh atau efek sihir setelah aku menandatanganinya.
Yah, bukan berarti tidak akan terjadi apa-apa nanti. Aku akan menghadapinya nanti jika sesuatu terjadi.
Bocah lelaki dengan pakaian penyihir itu tersenyum gembira dengan wajah yang sedikit merah.
Apa ini? Membuatku gatal.

“Orang ini adalah penggemar Hero perisai-sama. Sejak dulu, dia mendengar tradisi para hero dari berbagai negara dan ingin bertemu dengan hero Perisai.”
“Wow…”

Party ini sepertinya sangat mempercayai kami dan ingin membantu.
Bocah ini tidak berbicara, tetapi orang-orang dari desa Toka yang diselamatkan saat aku berkeliling, memiliki pikiran yang sama.
Nah, haruskah aku mencobanya?
Aku menoleh ke arah kapten bocah di depan dan menggumamkan sihir untuk membentuk party.
Sedangkan untuk pengaturannya, pemimpin party adalah aku diikuti oleh Raphtalia dan kemudian Filo.
Di bawah itu, kapten pasukan diberi wewenang.
Sedangkan untuk party ini, otoritasku diutamakan. Dengan kata lain, memungkinkan untuk mengambil semua exp.

“Ini…?”
“Kau tidak tahu?”
“Tidak”

“Jika ada yang belum bergabung, tanyakan padanya, dan kumpulkan orang lain yang ingin berpartisipasi. Namun, jangan salah paham. Jika Kau mencoba menggunakanku, atau sesuatu yang tidak sopan, aku akan membatalkan ini semua.”
“Ya! Terimakasih banyak!”

Keduanya memberi hormat dan pergi bersama. Aku pikir bahkan di negara ini, aku dapat sedikit mempercayai sesuatu. Hanya sesaat ketika aku merasakan itu. Secara alami, seperti yang aku katakan jika terjadi sesuatu, aku tidak akan memberikan toleransi.


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Rakuha-san
EDITOR: Isekai-Chan

Kamis, 22 Agustus 2019

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 1 Part 5: Kehidupan di Gunung Itu Sulit

Volume 1
Chapter 1 Part 5: Kehidupan di Gunung Itu Sulit


Aku menjadi cukup kuat dan jika ini terus berlanjut, dalam waktu dekat, maka kartu ku akan berubah atau setidaknya beberapa bagiannya akan menghilang.
Dengan perlahan, aku memasukkan kartu guild itu ke sakuku. Aku melakukan sesuatu yang belum pernah aku lakukan sebelumnya, setidaknya itulah rencana yang akan kulakukan hari ini, dan rencana itu tidak bisa diganggu oleh Dewi.

Ini adalah perburuan monster pertamaku. Meskipun begitu, ini tidak seperti aku tidak pernah berhadapan dengan mereka sebelumnya, tetapi kali ini aku akan menjadi yang mengejar mereka.

Masalahnya adalah mereka cukup kuat dan aku tidak bisa melewati hutan jika aku tidak bisa mengalahkan yang ada di hutan.

Tentu saja Skillku akan naik, tetapi lebih baik jika aku tetap fokus dan mencurahkan segalanya kedalam hal ini. Sangat umum untuk mengetahui tentang petualang yang kuat akan terbunuh dalam sekejap karena ketidakwaspadaannya. Itu sebabnya aku memilih untuk selalu bersiaga.

Aku tidak berpikir aku bisa mengalahkan iblis hanya dengan tubuhku ini, terutama tanpa senjata.

Ini adalah hal sederhana jika kau memikirkannya. Kau tinggal menunggu ... Sampai dia masuk kedalam jebakan. Perangkap yang kubuat adalah perangkap klasik, hanya sebuah lubang yang dalam.

Strateginya mungkin sederhana, tetapi tidak dapat disangkal kalau hal ini sangat efektif.

Aku menggali lubang sedalam mungkin dengan kekuatanku saat ini dan itu cukup dalam; menutupinya dengan dedaunan untuk menyembunyikannya dan aku bersembunyi di dekat lubang untuk menunggu perangkap itu melakukan pekerjaannya.

Aku jelas membawa makanan seperti rumput dan kacang-kacangan, selalu lebih baik untuk berhati-hati. Semua upaya ini tidak akan ada artinya jika aku diserang oleh monster saat menunggu satu dari mereka jatuh ke dalam lubang.

Untungnya, karena waktu aku berada di gua, aku menjadi terbiasa oleh kemungkinan bahaya akan diserang. Meskipun sekarang aku telah mengembangkan setidaknya sedikit kepercayaan pada kemampuanku sendiri untuk melihat tanda-tanda ancaman. Awalnya, aku melewawti banyak malam tanpa tertidur karena mendengarkan lolongan iblis, tidak tahu seberapa jauh mereka.

Sekarang aku tidak mendengar mereka melolong ketika tertidur lelap, itu mungkin hal yang paling menegangkan. Namun, jika mereka tidak mendekatiku sampai batas tertentu seluruh rencana ini tidak akan gagal.

Karena aku telah tumbuh di alam liar, secara tidak langsung aku mengembangkan kemampuan untuk merasakan daerah sekitar ketika aku didekati. Aku melihat ke arah di mana aku merasa sedang didekati.

Tidak! Itu tidak mungkin ... kurasa tidak ...! mengapa bisa begitu? Kenapa itu ada disini? Tidak…

Tidak! Itulah tepatnya yang aku cari!

Itu bukan hanya tulang, itu sangat berisi dan tampak lezat! Aku lebih suka makan daging renyah saat ini daripada yang lunak.

Aku berjalan ke lubang sambil menggaruk-garuk kepalaku dan melihat ke bawah untuk melihat makhluk itu menggeliat kesakitan, terperangkap dalam perangkapku. Aku menghela nafas dan mencari batu sebesar kepalan tanganku.

Untuk membunuh monster apa pun, sangat penting untuk merusak tubuhnya menggunakan sihir atau dengan cara menghancurkan intinya, yang terletak secara acak di dalam tubuhnya.

Aku menghancurkan intinya dalam satu kali percobaan dengan batu yang aku lemparkan.

"Hampa," kataku sambil menatap langit.

Dagingnya enak ... Sedikit manis ... Tapi lezat ...

Aku menambah jumlah perangkap yang aku buat untuk meningkatkan peluangku untuk mendapatkan daging. Aku juga menambahkan beberapa hal-hal baru ke perangkap, seperti kait runcing untuk mengunci mangsanya dan tombak di bagian bawah lubang untuk membunuh mereka. Aku juga menggunakan pengetahuanku tentang tanaman beracun dan mati rasa yang kudapatkan dari pengalaman saat aku memakannya, untuk mengumpulkan mereka dalam perangkap. Itu seharusnya bisa mengurus sebagian besar monster yang jatuh di dalamnya.

Ada sungai di dekat gua, aku bisa menggunakannya untuk mencuci. Aku juga tidak mempunyai pakaian, jadi aku sedang dalam keadaan yang memalukan sekarang, itu akan segera berubah menjadi masalah bertahan hidup ketika musim dingin tiba. Daerah ini akan menjadi sangat dingin dan aku tidak cukup baik dalam menghadapi flu.

Kulit iblis dapat digunakan untuk membuat pakaian, kupikir hal terbaik yang harus aku lakukan adalah membuat pakaian untuk saat ini. Ini akan bermanfaat saat meninggalkan hutan juga.

Para monster itu tampaknya juga sedang menikmati kehidupan mereka sendiri, aku kira itu ada hubungannya dengan penyebaran mereka di hutan. Ngomong-ngomong, aku lebih baik menghabiskan waktuku untuk berlatih dan menjadi lebih kuat, aku tidak mengalami kesulitan saat melakukan itu.

Ekosistem disini mengerikan dan ada beberapa monster yang jauh lebih kuat daripada diriku. Kupikir aku harus secepatnya menaikkan level ku dan menjadi sangat kuat.

Mengingat masa lalu, sekitar setahun yang lalu, aku mungkin telah kehilangan kesempatan untuk menjadi pahlawan ...

Sudahlah! Aku sudah memutuskan! Aku akan menjadi kuat di sini! Aku akan cukup kuat untuk menjadi apa pun yang kuinginkan! Aku tidak ingin kehilangan apapun lagi ...

Terus menetap di hutan ini tidak akan cukup untuk membuatku kuat. Aku perlu menantang monster yang tinggal di pegunungan. Aku perlu mengubah strategiku untuk menjadi kuat sambil memusatkan perhatianku pada monster-monster di hutan ini. Aku akan makan semua yang kutemukan dari membunuh monster, aku akan menggunakan bulu mereka untuk membuat pakaian. Meskipun aku tidak punya jarum, aku akan menggunakan taring mereka untuk melakukan pekerjaan itu. Setelah aku memiliki cukup pakaian hangat, aku akan pergi ke pegunungan untuk membiasakan diri dengan kondisinya yang keras.

Aku perlu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan. Jika aku berhasil melakukannya, aku akan menjadi lebih baik dalam bertahan di sana seperti di hutan. Aku akan menggunakan racun dan tanaman yang bisa melumpuhkan untuk mengurangi kecepatan pergerakan sebagian besar monster. Tidak masalah berapa lama aku harus melakukannya; aku harus mengurus hidupku sendiri. Aku tidak kehilangan akal sehat dan logika. Setelah semua monster yang kalah dimakan, aku mempertimbangkan berapa lama waktu yang telah berlalu.

Sudah berapa lama sejak aku berada di sini? Aku kira mungkin sekitar satu setengah tahun. Aku benar-benar tidak yakin; Namun, aku telah membuat banyak kemajuan. Aku mengambil taring iblis dan mencoba menempelkannya di jari ku, tetapi kulit ku bahkan tidak tergores sedikit pun.

Nama: Wazu
Umur: 16;
HP: "Apa pun itu, aku bisa menanggungnya";
MP: "Itu nol";
STR: "Pukulanku bisa menghancurkan bintang-bintang";
VIT: "Pedang suci akan hancur jika itu menyerangku";
INT: "Aku tidak bisa menggunakan sihir";
MND: "Sihir? Aku tidak menghiraukannya ”;
AGI: "Mungkin lebih cepat dari kecepatan cahaya";
DEX: "Aku kira itu sama dengan artis hebat";

Skill:
“Swordsmanship” LV2; 
“Martial arts” LV8; 
“Sign of senses” LV: max; 
"Polar food person" (Unique) "Kondisi abnormal hampir tidak berpengaruh";
“Goddess Startle” (Unique) 

Jujur, aku tidak terlalu mengerti yang ini, aku merasa lucu karena beberapa alasan. Dibandingkan dengan semua keterampilanku yang meningkat, yang ini tampaknya turun; dan

“Ras manusia” (98%)
<EDN : Sign of senses = merasakan daerah sekitar, Goddess Startle = Dewi Terkejut>

Note :
Kalau ada kesalahan terjemahan bisa hubungi FP atau tulis di kolom komentar.


     PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 7 : Epilog - Ost Horai

Volume 7
Epilog - Ost Horai


Aku menuju ke Ost.

Dia goyah, seperti fatamorgana yang rapuh, tetapi dia tampak puas. 

"Terima kasih. Pahlawan perisai, kau akhirnya mengalahkanku. ”

"Jangan berterima kasih padaku. Aku tidak ingin melakukan ini. "

Aku tidak bahagia sama sekali. Aku merasa tidak enak. Aku terus memikirkan cara agar aku bisa mengubah banyak hal. Pikiranku dibanjiri "bagaimana seandainya."

"Ah . . . heh. . . Aku pikir Kau mungkin mengatakan itu. Kita tidak punya banyak waktu bersama, tetapi aku merasa seperti aku mengenalmu. "

"Diam."

"Tuan Naofumi, Kau tidak perlu berbicara seperti itu. . "

"Kau benar. Kita belum menghabiskan banyak waktu bersama, tetapi dalam waktu singkat itu, aku menyadari Kau adalah teman yang bisa aku percayai. "

"T . . . teman? Aku ditakdirkan untuk dihancurkan oleh para pahlawan, tapi aku malah menjadi temanmu?”

"Benar. Temanku. Bahkan jika kau adalah monster gila. ”

Dia mempertaruhkan dirinya untuk melindungiku dalam semua pertempuran yang kita hadapi bersama. Aku tidak sedih kehilangan dia karena keahliannya. Aku sedih kehilangan dia sebagai teman. Itulah bukti bahwa aku sangat percaya padanya.

Sial! Mengapa setiap kali aku mulai mempercayai seseorang, mereka ternyata menjadi musuhku?

"Bagaimana kondisi nona kura-kura?"

"Filo. . . tenang. Ost akhirnya terbebas dari misinya. Kita harus mengantarnya pergi — kau mengerti? ” Kata Raphtalia, mengelus kepala Filo. Filo baru mulai menyadari betapa sedihnya semua orang.

Filo sangat sedih ketika perjalanan kita dengan Melty berakhir. Aku tidak ingin berpikir tentang bagaimana dia akan bereaksi terhadap kematian seorang teman.

"Apakah kita harus berpisah?" 

"Ya."

"Kemana kau pergi?"

"Kemanapun. . . Aku . . . adalah bagian dari dunia. "

" Benarkah? "

Ost tersenyum saat dia menanggung kebohongan itu. Mungkin dia tidak bohong.
Dia adalah Roh Kura-kura, binatang buas yang menyerap hidup yang dikorbankan untuk melindungi dunia itu sendiri. Mungkin dia benar-benar menjadi bagian dari dunia. Mungkin dunia membutuhkan pengorbanannya untuk bertahan hidup.

“Tolong sampaikan terima kasih aku kepada ratu filolial. Karena dia kita berhasil hari ini. ”

"Baik!"

Ost berbalik ke Rishia selanjutnya.

"Terima kasih banyak. Kita dapat menghancurkan intiku karena kau mengalihkan perhatian musuh. Kesuksesan kita adalah karena upayamu, dan upaya ratu Melromarc. "

Dia benar tentang itu. Rishia dan ratulah yang pertama kali menyadari Roh Kura-kura adalah penyebab bencana. Mereka adalah orang-orang yang membaca laporan-laporan kuno yang tebal itu. Kita tidak akan pernah sampai sejauh ini tanpa penelitian mereka.

Dan tentu saja, tindakan Rishia selama pertempuran terakhir sangat menentukan. 

"Feh. . "

“Jangan terlihat sedih. Pahlawan perisai bisa bertahan hidup karena dirimu. Kekuatan kehendakmu, dan hasratmu, membuka jalan bagi kemenangan kita. "

"Tetapi aku . . . Aku tidak pernah bisa membantu seperti yang aku inginkan. Aku berharap aku lebih kuat. Jika aku. . "

Rishia tampak lebih sedih, lebih putus asa, seperti saat Itsuki mengusirnya dari partynya. Dia berpikir bahwa jika saja dia lebih kuat, kita akan mendapatkan masa depan yang lebih baik untuk kita. Jika saja. . .

Jadi dia menghadapi penyesalannya. Apakah tidak ada jalan lain? Apakah kita harus mengatasi penyesalan kita untuk membuat kemajuan? Kedengarannya seperti lelucon, tetapi aku mulai menyadari bahwa itu adalah kebenaran. Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang. Tidak ada yang bisa mengubah kebenaran pahit tentang apa yang telah terjadi.

Orang mengatakan bahwa kau harus terus bergerak maju. Tetapi aku tidak akan pernah melupakan apa yang telah terjadi hari itu, dan aku merasa keraguan dan penyesalan akan selalu menghantuiku. Rasanya seperti kutukan, sesuatu yang selalu harus aku tangani. Ost — maksudku, Roh Kura-kura! Kurang ajar kau!

Aku mencoba membencinya, berpikir itu akan mengurangi rasa bersalahku. Tapi itu tidak berhasil. Aku harus menerimanya.

"Tidak apa-apa. Aku senang. Selain itu, aku ditakdirkan untuk berdiri melawan para pahlawan untuk menjaga bumi. Aku seharusnya menjadi musuh. Jangan biarkan kematianku membuatmu sedih. ”

Dia meminta hal yang mustahil. Bagaimana dia bisa menanyakan itu pada kita? Siapa yang bisa menyaksikan seorang teman mati tanpa merasa sedih?

“Dan jika kau punya waktu untuk mengkhawatirkanku, tolong, gunakan untuk para pahlawan yang ditahan. "

"Oh! Kau benar! Tuan Itsuki! "

"Aku akan menemanimu. "

"Aku juga!"

Eclair dan wanita tua itu menemani Rishia untuk memeriksa ketiga pahlawan lainnya. Ost telah berhasil mengubah topik pembicaraan. Aku memelototinya, dan dia balas tersenyum padaku.
Sialan! Dia memiliki mata yang tampak jahat, tetapi dia sangat tidak mementingkan diri sendiri. Kenapa dia selalu seperti ini?

"Syukurlah, mereka masih bernafas."

"Itu tidak berarti mereka sudah keluar dari masa kritis. Lebih baik kita bergegas! Ini bisa menjadi masalah hidup dan mati.”

"Aku akan mencoba memberi mereka energi untuk membantu menyembuhkan mereka!" Rishia dan yang lainnya menjaga ketiga pahlawan itu.
Mereka benar-benar terpukul, jadi aku tidak bisa mengatakannya dengan pasti, tapi tetap saja, ketiganya tampaknya bertahan dari semua yang mereka alami. Mereka mungkin akan baik-baik saja.

"Ost, jika kau tidak ingin orang bersedih ketika kau mati, maka kau harus memperlakukan mereka lebih buruk. Mengapa kau tidak bisa berpura-pura brengsek? Pernahkah kau berpikir tentang bagaimana kita seharusnya hidup setelah kau pergi? "

"Maafkan aku. Tapi jika aku melakukan itu, Pahlawan Perisai — bukan, Naofumi — bisakah aku mendapatkan kepercayaanmu? ”

Dia mengenaiku di tempat yang menyaktikan.

Dia benar juga. Dengan mata itu, jika dia jahat, jika dia berkeliaran menyuruhku, aku tidak akan pernah bisa bekerja sama dengannya.

"Kurasa kau benar."

"Tuan Naofumi. Tolong, pikirkan tentang kata-kata yang kau gunakan, "kata Raphtalia, memarahiku. Aku kira dia benar — aku tidak boleh mengkritik kepribadian seorang wanita yang sedang sekarat.

"Dia berhasil lolos."

"Iya. Itu satu-satunya penyesalan aku,” kata Ost sambil mengangguk.

"Aku mencoba mengikutinya melalui portal, tetapi itu tidak membiarkanku lewat. Apa kau tahu kenapa?"

“Para pahlawan suci harus melindungi dunia ini. Mereka tidak diizinkan menyerang dunia lain. Itulah peran senjata bawahan. "

Apakah senjata bawahan untuk menyerang? Itu tidak terdengar seperti apa pun yang aku dengar sebelumnya. Apakah senjata bawahan seharusnya memberi kekuatan pada senjata suci?

"Ost, sepertinya kita tidak punya banyak waktu."

"Itu benar. Kita hampir kehabisan waktu. Aku tahu itu tidak mungkin, tetapi bisakah aku meminta Kau untuk mengurusnya? "

"Jika aku bisa menemukannya, tentu saja. Jika aku mampu melakukannya, aku tidak akan membiarkan siapa pun yang menyalahgunakanmu berjalan berkeliaran. "

"Itu memang seperti dirimu, Naofumi. Kau orang baik. "

"Ya, benar," Raphtalia setuju.

Ost melanjutkan. "Jika Kau dapat menemukan cara untuk mendapatkan kembali energi yang dicuri manusia dari kita, maka Kau mungkin dapat menghasilkan penghalang untuk mengulur waktu pada gelombang berikutnya."

"Apakah itu benar-benar mungkin?"

“Ya, awalnya itu adalah energi yang aku buat. Kau dapat menyerapnya dengan perisai sucimu. "

Spirit Tortoise Heart Shield merespons ketika dia berbicara.

Jika kita bisa mendapatkan energinya kembali, kita bisa menciptakan penghalang yang awalnya dibuat oleh Roh Kura-kura.

"Jam pasir itu belum penuh, jadi aku tidak tahu berapa lama aku bisa mengulur waktu, tetapi itu akan memperpanjang waktu sampai gelombang berikutnya datang."

"Itu bukan ide yang buruk."

"Dan ketika aku mati, segel pada makhluk baik hati berikutnya — Phoenix — akan hancur."
"Iya. Phoenix adalah penjaga yang bahkan lebih kuat daripada aku. Jika para pahlawan kelelahan, aku tidak tahu apakah mereka akan bisa selamat dari pertempuran itu.”

Kedengarannya tidak bagus.

Bagaimana kita bisa bertarung melawan monster seperti itu? Spirit Tortoise Heart Shield memberiku akses ke serangan sinar energi, yang tentunya sangat kuat. Tapi aku tidak tahu apakah mungkin menembak lebih dari satu serangan berturut-turut.

“Oleh karena itu, aku akan berusaha menjaga agar kematianku tidak mencapai Phoenix. Itu mungkin bisa memberimu waktu tambahan. "

"Terima kasih."

"Jangan berterimakasih kepadaku. Semua ini adalah salahku. Seharusnya aku tidak membiarkan diriku diambil alih oleh orang itu.”

"Jadi, kita akan mencoba untuk mendapatkan kembali energi yang dicuri itu - yang akan memberi kita waktu, bukan? "

Ost mengangguk dan mengulurkan tangan untuk menyentuh perisaiku.

“Roh Kura-kura meminta persetujuan khusus. Izinkan Pahlawan Perisai melewati portal ke dunia lain. ”

Perisaiku bereaksi, dan ikon yang berkedip muncul di bidang penglihatanku.


Permintaan khusus disetujui.
Para pahlawan suci sekarang dapat secara kondisional menyerang dunia lain.


"Sekarang kau seharusnya bisa mengejarnya."

"Terima kasih. Aku akan memastikan bahwa keinginanmu terpenuhi. Orang itu tidak akan tahu apa yang akan menimpanya! "

"Bocah! Gate itu terhubung ke dunia kita sekarang! ”

"Oh ya?"

"Kita akan mengejar pria itu. Dan ketika kita menemukannya, kita akan mengambil kembali energi yang dia curi dari binatang penjaga dunia ini. "

“Hanya ini yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan ketulusan kita. Tolong, tunggu kita kembali. ”L'Arc dan Glass berbicara kepada aku dari pintu masuk portal.
Tapi aku tidak bisa membiarkannya begitu saja. "Tunggu. Kita juga akan kesana. Bukannya aku tidak percaya padamu. Aku ingin melakukannya sendiri. "

Aku tahu bahwa L'Arc dan Glass cukup kuat untuk menanganinya.

Mereka adalah musuhku, tetapi aku memiliki pengalaman yang cukup dengan mereka untuk mengetahui bahwa mereka dapat dipercaya.

Aku tahu mereka kuat, tetapi aku tidak tahu apakah mereka cukup kuat untuk menghadapi orang gila itu dan menang. Jadi hanya ada satu hal yang harus aku lakukan — aku harus pergi bersama mereka.

"Aku tidak suka apa pun tentang orang itu. Aku tidak suka apa yang dia lakukan, bagaimana dia berbicara, bagaimana dia berpikir. Aku ingin membuatnya membayar atas apa yang telah ia lakukan pada dunia ini. Tapi itu belum semuanya. Aku akan mengambil kembali energi yang dicurinya darimu, dan aku akan menggunakannya untuk memberi kita lebih banyak waktu, sebelum gelombang berikutnya datang. "

"Terima kasih banyak. Terima kasih."

Ost memegangi tanganku, tetapi tiba-tiba, aku tidak bisa merasakannya. Aku melihat ke bawah dan menemukan fakta bahwa kakinya sudah menghilang, larut dalam cahaya.

Kita kehabisan waktu.

"Nona Ost! "Raphtalia berteriak.

Rishia mendengar teriakan Raphtalia dan berlari mendekat. 

"Ost! Feh. . . tidak!"

Tidak ada waktu lagi.

Ost tersenyum. Dia tampak bahagia. "Mungkin itu tidak adil, tapi aku sedikit. . . senang. "

"Kau senang meninggalkan kita? "

"Tidak. Aku ditakdirkan untuk menghancurkan hidup manusia, untuk dibenci dan dihina. Orang-orang bersorak ketika aku meninggal, namun di sini kalian sedih melihat aku pergi. Aku merasa senang. ”

Matanya berkaca-kaca.

Mataku juga. Mungkin aku hanya lelah.

Filo mengerti apa yang terjadi juga. Dia mengusap matanya dengan tangannya yang mengepal.

“Jadi tolong mengerti bahwa hanya itu yang bisa kuharapkan. Aku adalah momok menakutkan di bumi, tetapi di sini, kau menangis untukku. Jika. . . Aku . "


Ost — Roh Kura-kura — larut menjadi butiran-butiran cahaya, meninggalkan kita hingga hanya terdengar kata-katanya: “Jika aku punya kesempatan lain dalam hidup, aku. . . akan menghabiskannya. . . denganmu."

Dia menghilang, tidak meninggalkan apa pun.

Dan itu adalah akhir dari Roh Kura-kura. Itu padam bersama hati kura-kura itu sendiri, dengan jiwanya.

“. . "

Tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku hanya berdiri di sana, menonton cahaya dari luar, melalui lubang yang aku buat menggunakan ledakan energi.

Dunia meminta pengorbanan dari semua orang. Ini adalah tempat yang mengerikan.

Memanggil para pahlawan untuk menyelamatkan rakyatnya dari gelombang kehancuran, dan kemudian memaksa mereka untuk bertarung.

Jika itu berarti menyelamatkan diri dari gelombang, dunia akan mengorbankan seluruh hidupnya untuk Roh Kura-kura. Jadi untuk melindungi kehidupan rakyat, kita harus mengambil nyawa kura-kura.

Kura-kura bahkan memohon kita untuk membunuhnya. Dunia memohon para pahlawan untuk menyelamatkannya dari gelombang. Dunia akan mengorbankan apa pun untuk menyelamatkan diri. Dan itu akan mengorbankan hidupnya untuk kura-kura atau pahlawan untuk mengatasi gelombang. Apakah tidak ada cara lain?

Aku ingin menyalakannya, berteriak, berteriak bahwa itu tidak adil. Tapi aku tahu itu tidak akan membantu. Aku tahu bahwa aku harus menghadapi kenyataan dari apa yang kita lakukan.

Aku tidak ingin mengorbankan diri untuk apa pun. Aku juga tidak ingin meminta orang lain untuk mengorbankan diri.

Itulah gunanya pahlawan — bertempur. Apa yang aku ketahui tentang orang-orang seperti Sampah, yang duduk dengan aman sementara orang lain bertempur demi mereka?

Roh Kura-kura berjuang untuk dunia. Begitu juga semua orang yang berperang melawan kura-kura. Semua orang berjuang untuk apa yang mereka yakini.

Dan aku tidak akan melupakannya. 

"Bocah!"

“Kami akan segera menutup portal ke dunia kami. Kau harus cepat!"

Glass dan L'Arc berteriak.

Eclair balas berteriak, "Jika kita tidak segera membawa para pahlawan ke rumah sakit, aku tidak bisa menjamin mereka akan selamat!"

Apa yang harus kita lakukan?

"Kita akan mengejarnya! Eclair, wanita tua — kalian berdua bawa para pahlawan ke rumah sakit terdekat!”

“Dimengerti! Aku akan memberi tahu ratu apa yang terjadi di sini! ”

"Tolong lakukkan! Juga, katakan padanya aku minta maaf meninggalkannya dengan semua pembersihan. "

"Dimengerti, Tuan Iwatani. Aku berharap dapat berjumpa denganmu lagi, dalam kondisi aman dan sehat."

"Tentu. Oh, dan pastikan kau juga menjaga Keel, oke?”

"Iya. Dia akan menjadi prajurit yang layak pada saat Kau kembali."

Aku menoleh ke Raphtalia dan Filo. Mereka harus berperan sebagai regu seranganku. 

"Tuan Naofumi, kita akan pergi, bukan? "

"Ya. Kau akan ikut, kan? "

"Tentu saja! Aku akan selalu mengikutimu! "

"Aku ikut jugaaaa! Aku akan menendang pria itu— untuk nona kura-kura! ”

Aku menyukai antusiasme Filo. 

"Baikla! Ayo kita pergi!"

"Tunggu sebentar!" Teriak Rishia. "Tolong, bawa aku bersamamu." 

"Kupikir kau ingin mengawasi pemulihan Itsuki."

"Seperti yang kau katakan, ada bagian dari diriku yang ingin tetap tinggal dan mengawasi pemulihan Tuan Itsuki. Tetapi rasa keadilan yang ditanamkannya padaku tidak akan mengizinkanku membiarkan orang itu pergi! Aku harus memastikan untuk melihat hukumannya! "

Emosinya mungkin mengalahkan penilaiannya, dan aku tidak yakin apakah dia cukup kuat untuk kembali hidup-hidup. Tapi aku tidak akan memberitahunya bahwa dia boleh ikut.

“Aku harus meninggalkan Tuan Itsuki untuk memberikan keadilan pada pria itu. Aku harus melakukannya!"

Rishia memiliki kekuatan yang masih tertidur di dalam dirinya, dan dia menggunakannya untuk mengeluarkan kita dari kesulitan dalam pertempuran terakhir. Dia mungkin telah membuktikan dirinya berguna. Dan selain itu, aku berjanji padanya bahwa aku akan membantunya menjadi lebih kuat. Aku tidak bisa menarik ucapanku sekarang.

"Aku mengerti. Rishia — kau juga ikut. "

"Baiklah! "

"Berapa lama Kau akan membuat kita menunggu? Cepatlah! "

"Kita datang! Semuanya, selamat tinggal!”

Jadi kita bergabung dengan L'Arc dan yang lainnya untuk mengejar Kyo, dengan harapan kita bisa memulihkan energi yang ia curi dari dunia kita.

Kita akan memasuki portal yang terhubung dengan dunia dari mana Glass berasal. Apa yang akan menunggu kita di sisi lain?
Apakah gelombang?

Dunia lain apa ini?

Aku tidak tahu jawabannya, tetapi aku tahu nama musuhku. Aku tahu wajahnya. Aku tahu suaranya. Aku tahu apa yang dia lakukan.
Aku tahu apa yang harus aku lakukan.

Hanya ada satu hal yang harus dilakukan — aku harus membunuhnya.

Aku adalah Pahlawan Perisai, jadi aku tidak bisa melakukannya sendiri. Tapi aku tidak sendirian.

Jika aku tidak bisa mengayunkan tinjuku, salah satu teman aku akan bertindak atas namaku — dan aku akan berada di sana untuk melindungi mereka.

Pada akhirnya, kita kembali dengan semua yang ia curi dari Roh Kura-kura — dengan semua yang ia curi dari temanku Ost!

Kita menyelinap melalui portal untuk mengambil kembali milik kita dan memasuki dunia baru.



“Naofumi Iwatani, pemilik perisai suci. . . nan baik hati. . . ”

Roh melayang di udara di atas tempat tubuh Roh Kura-kura terbaring.

"Tolong selamatkan kehidupan dunia ini, sama seperti kau menyelamatkan hidupku." 

Ratu filolial itu berbalik untuk melihatnya.

Retakan kecil ke dunia lain terbuka, menjadi pilar cahaya, dan terbang menjauh.

Fitoria, ratu filolial, menggenggam tangannya dalam doa dan menyaksikannya pergi. Jiwa Roh Kura-kura memperhatikannya.

"Aku berharap Pahlawan perisai mendapatkan yang terbaik."

“Terima kasih, Naofumi, Pahlawan perisai. Seandainya aku memiliki kesempatan, aku akan melindungi Kau dengan dunia ini. . . suatu hari nanti . . bersama."

Note :
Siapa yang menaruh bawang disini :(


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Kuaci
EDITOR: Isekai-Chan