Jumat, 13 Desember 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 78. Persetujuan

Chapter 78. Persetujuan


Aku mengingat kembali hari ketiga setelah aku dipanggil.
Saat itu aku meragukan semua orang setelah tuduhan palsu itu.
Selain itu, aku mulai bosan dengan orang-orang yang mencoba menipuku dengan berpura-pura ramah.
…… Eh?
Apakah ada kemungkinan salah satu dari mereka benar-benar ingin membantuku?
Semuanya saat itu yang terdengar baik bagiku hanyalah kebohongan bagi orang-orang untuk mendekat ......

Naofumi: "Menjauhlah dariku!"

Bahkan ada beberapa orang yang memberi hormat dan mengatakan bahwa mereka mengerti ……
Eh?
Lalu, apakah itu berarti aku mengusir semua orang dari Silt Welt!?
Karena aku terus menolak mereka ……?

Sialaaaaan!

Aku berlutut dan memegang kepalaku.

Ratu: "Seperti yang kau duga, aku juga bermasalah. Terlebih lagi, Iwatani-sama menyebabkan masalah dan kejahatan di berbagai tempat.”
Naofumi: "Urgg ……"

Sang ratu menganggapku seperti itu. Celaan dalam suaranya sangat mengerikan.

Ratu: "Ya, ada beberapa situasi yang terselesaikan berkatmu, jadi aku akan mengabaikannya."
Naofumi: "...... Apa maksudmu?"
Ratu: "Kau tahu, para hero bertindak untuk menghilangkan keburukan dari negara ini."

Jika melihat hasilnya, mereka semua akan sukses.

Ratu: "Iwatani-sama sangat penting dalam memecahkan masalah yang disebabkan oleh hero lainnya."

Para hero lainnya menyebabkan masalah, dan aku adalah petugas pemadam kebakaran yang berkeliling negara untuk memadamkan api mereka.

Ratu: "Setelah Gereja Tiga Hero kehilangan kekuatan, Kami meminta kerja sama dengan Agama Empat Orang Suci untuk memperbaiki kebohongan yang mereka sebarkan tentangmu."

Gereja Tiga Hero pasti tidak menyukainya.

Naofumi: "Bagaimana dengan para hero lainnya?"
Ratu: "Untuk Hero Tombak, itu karena Bitch bersamanya, sedangkan hero pedang, dan busur tampaknya telah disesatkan oleh informasi palsu dari guild."

Apakah mereka hanya mempercayai apa pun yang mereka dengar pertama kali ……?
Nah, jika bukti yang harus mereka tangani sedikit, itu masuk akal.
Meskipun jika itu aku, aku hanya akan menolak beban itu.
Tetapi karena aku tidak tahu, aku tidak bisa menilainya.

Naofumi: "Lalu selanjutnya, Tentang Raphtalia ...... apakah kau menyuruh pedagang budak untuk menunjukkannya padaku?"
Ratu: "Jawaban yang lebih tepat adalah aku memberikan instruksi kepada shadow. Aku tidak tahu orang macam apa pedagang budak ini.”

Itu mengingatkanku, orang itu tidak berbicara kepadaku seperti itu adalah pertemuan pertama kami.

Pedagang budak: ”Ada seorang pelanggan yang ingin memperbudak seorang hero. Jadi aku bermaksud mendekati Hero-sama dengan kemungkinan itu, tapi aku berubah pikiran. Ya."

Itulah kata-kata yang diucapkan lelaki itu pada pertemuan pertama kami.
Memperbudak hero. Fakta yang lucu bahwa orang seperti itu ada di negara ini.

Ratu: "Aku mendengar detailnya. Harap ingat dan pikirkan baik-baik. Apakah mungkin kau dapat membeli seorang budak hanya 20 keping perak?”
Naofumi: "Ya …… aku rasa tidak."

Mempertimbangkan kondisinya, aku tidak curiga dengan harganya, meskipun aku tidak benar-benar memeriksa harga budak lain.
Sangat diragukan bahwa manusia serigala itu akan dijual kepadaku dengan harga sebenarnya.
Tampaknya dibandingkan dengan toko-toko lain, harganya sangat murah.
Serius, pedagang budak itu, sungguh orang yang keterlaluan.
Untuk membantuku dan tidak mengatakannya.

Raphtalia: "Terlepas dari keadaan di mana aku bertemu Naofumi-sama, aku masih bersyukur."

Raphtalia mengatakannya sambil tersenyum.
……Benar sekali. Bahkan jika ada sesuatu di balik semua ini, itu tidak mengubah fakta bahwa aku membeli Raphtalia dari pedagang budak.
Jika Raphtalia tidak ada di sana melindungi punggungku, maka itu akan berbahaya.
Raphtalia mungkin akan mati jika dia tidak bertemu denganku juga.

Pada saat itu, para budak di samping Raphtalia ditempatkan di sana untuk memastikan aku memilihnya.
Pada akhirnya aku menggunakan sebagian besar dari sedikit uang yang telah aku kumpulkan. Membeli budak yang seharusnya sudah terjual.
Aku mungkin akan meragukannya jika aku ditawarkan budak yang sangat baik dengan harga murah dari awal.
Namun, mengkhianati harapannya, Raphtalia tumbuh menjadi ...... barang kelas satu.
Setelah kupikirkan lagi, pedagang budak itu benar-benar membantuku.

Naofumi: "Baiklah kalau begitu. Lalu apa alasanmu tidak segera kembali? "
Ratu: "Kupikir Kau dapat mengerti dari pembicaraan kita. Aku berada di batas kesabaranku, dan Melty ingin bertemu Ault …… Sampah, jadi aku membuat jebakan. Persiapan untuk memojokkan Gereja Tiga Hero juga selesai. "

Berkat jebakannya …… Kemenangan berpihak pada kita.

Ratu: "Aku tidak berpikir mereka akan memiliki replika senjata Empat Hero Suci."

Bahkan jika aku telah diperingatkan sebelumnya tentang keberadaan senjata seperti itu, pertarungan masih akan sangat sulit.

Ratu: "Paus adalah orang yang bodoh ...... Jika dia mengubah senjata replika menjadi perisai untuk menerima serangan Iwatani-sama, mungkin dia masih bisa selamat."
Naofumi: "Itu bisa menjadi perisai juga?"
Ratu: "Tentu saja. Namun, replika itu hanya memiliki seperempat dari kekuatan senjata legendaris asli. "
Naofumi: "Itu baru seperempat ?!"

Mengalikan kekuatan itu sebanyak empat kali ...... Itu terlalu konyol.
Yah lagipula, jika tidak sekuat itu, itu tidak akan menjadi legenda.

Ratu: "Dan suamiku yang telah berperang melawan musuh bebuyutan negara kami, Silt Welt di masa lalu, Sampah telah menjadi bodoh karena kedamaian yang panjang. Jika dia kompeten, atau jika kebijaksanaan lamanya kembali, aku tidak akan merasa seperti ini sekarang. "

Ya ...... aku pikir mereka tidak ingin aku pergi ke Silt Welt karena keamanan perbatasannya sangat ketat.
Apakah mungkin Sampah yang mengirim semua ksatria ke perbatasan?
Baiklah. Kami masih di tengah perbincangan.

Ratu: "Setelah itu ....... Aku kebetulan berada dalam jangkauan dan membantu Iwatani-sama melawan paus. Setelah mendengar semua ini, apakah Kau masih ingin pergi ke Silt Welt dan memulai perang? "
Naofumi: "Hrmm ……"

Bahkan jika ratu menganggapku seperti itu, apakah ada alasan bagiku untuk melindungi mereka?
Tapi……

Ratu: "Omong-omong, Silt Welt, atau Schildfrieden, ke mana pun Iwatani akan pergi, aku akan memberitahu semuanya mengenai hasil pilihanmu."
Naofumi: "Hm?"
<TLN: Shirudofuriden diubah menjadi Schildfrieden yang berarti Kedamaian perisai>

Apa yang ingin dikatakan ratu?

Ratu: "Pertama, putri Demi-human, dan bangsawan dari berbagai ras juga akan mendekati Iwatani-sama, dengan demikian harem akan terbentuk."
Naofumi: "Itu menjijikkan!"

Aku merasa mual berkat tindakan Bitch.
Sekelompok wanita mendekatiku dengan motif tersembunyi.

Ratu: "Apa pun yang Kau inginkan akan diberikan kepadamu. Jika Kau ingin menaklukkan negara ini, orang-orang akan dengan senang hati mengangkat senjata dan memulai perang. "

Hmm …… itu terdengar bagus. Tapi harem ……
Aku akan menjauhinya ……

Ratu: "Meskipun Kau akan baik-baik saja sampai saat itu. Namun, untuk semua negara dan semua agama, mereka yang berkuasa akan rusak dan kepercayaan mereka dibaluti warna hitam. "
Naofumi: "Apa?"
Ratu: "Iwatani-sama akan mengambil resiko ....... penyakit yang tidak teridentifikasi dan kecelakaan yang tidak menguntungkan."
Naofumi: "...... Aku tidak begitu mengerti."
Ratu: "Begitulah Hero perisai di masa lalu menemui ajalnya."

Aku lebih suka tidak mendengar ini.

Ratu: "Ngomong-ngomong, apakah Kau ingat para petualang yang berbohong tentang keinginan mereka untuk berada di partymu?"
Naofumi: "...... Ya."

Itu beberapa hari setelah aku tiba di dunia ini.

Ratu: "Mayat mereka yang rusak parah ditemukan beberapa hari kemudian."
Naofumi: "Ge !?"
Ratu: "Ada juga seorang tentara yang meminta tanda tanganmu beberapa waktu yang lalu."
Naofumi: "Ya."

Aku memberikannya kepadanya karena dia bertanya ...... Tidak mungkin.

Naofumi: "Apakah dia mati !?"

Orang itu melakukan pekerjaannya dengan baik. Aku lebih suka tidak melihatnya menemui ajalnya seperti ini.

Ratu: "Tidak …… Tapi, pakaian yang ditandatangani Iwatani-sama dicuri. Sepertinya dia di ikuti setiap hari sampai barang tersebut menghilang.”

Sial ... Itu merepotkan.

Ratu: "Kata penutup, pakaian itu ditemukan telah dijual dengan harga yang tinggi di pasar gelap."

Lain kali jika aku bertemu dengannya, aku akan meminta maaf.

Ratu: "Aku harus melindungi para prajurit yang bekerja sama dengan Iwatani-sama."
Naofumi: "Ahh, apakah kau menyalahkan mereka?"
Ratu: "Pemimpin ksatria diserang oleh seseorang dan dibunuh. Pelakunya belum ditangkap. Mungkin……"

Dengan itu, aku menyimpulkan bahwa Silt Welt adalah negara ekstrimis.
Apa yang bisa kukatakan? …… Apakah Silt Welt akan menjadi surga atau neraka?
Tentu saja, kisah sang ratu mungkin tidak sepenuhnya benar.

Ratu: "Aku pikir akan lebih aman bagimu untuk membuat hubungan yang dapat Kau percayai sendiri."
Naofumi: "……"

Namun, tidak ada alasan untuk bekerja sama.
Rasa sakit yang aku terima sampai sekarang bukanlah sesuatu dapat menghilang saat ratu menggunakan kekuatannya, aku masih tidak yakin.
Meskipun aku prihatin secara tidak langsung, hukuman dan penjelasan yang diberikan ratu beberapa waktu lalu dilakukan sebagai orang yang berkuasa di negara ini.
Namun, dia terlalu murah hati dan menunjukkan belas kasihan.
Aku mengakui kemampuannya, tetapi aku tidak percaya padanya.
Dia bisa mengatakan apapun.
Karena akan merepotkan bagi mereka jika aku pergi ke negara lain, aku ditahan di sini.
Jika apa yang dia katakan benar, maka aku akan sangat diterima terlepas dari Schildfrieden atau Silt Welt.
Tidak ada alasan khusus untuk tinggal di Melromarc.

Ratu:"…………"

Ratu menatap mataku sementara aku berpikir.

Ratu: ”Sampai sekarang, aku telah menutupi semua kerusakan yang telah Iwanati-sama terima sampai sekarang. Aku mengerti ini egois. Namun, bagiku …… .Tidak, bagi negara ini, tidak ada pilihan lain selain mengandalkanmu. Jika aku bisa meredakan amarahmu dengan kepalaku maka aku dengan senang hati akan membayarnya. Jika Kau mau, aku bahkan dapat mengubah namaku. Karena itu, harap tunda keputusanmu. Aku Mirelia Q Melromarc akan mengambil kontrak sihir, dan bersumpah bahwa Kau tidak akan diperlakukan seperti sebelumnya. "

Ratu membungkuk dalam-dalam.
Melty tidak bisa berkata-kata dalam situasi ini, dan Raphtalia hanya bisa menonton dengan mata terbuka lebar.
Bahkan Firo sepertinya merasakan ada sesuatu yang terjadi dari atmosfernya.

Dia …… hanya benar-benar memikirkan apa yang terbaik untuk negaranya.
Jika aku benar-benar ingin Sampah dan Bitch mati, maka tidak diragukan lagi bahwa mereka akan mati.
Apakah Melromarc benar-benar dalam posisi berbahaya dalam skala global?

Dengan kata lain, nasib negara ini telah dipercayakan pada tanganku.
Jika aku berharap aku bisa menghancurkan Melromarc.
Tapi-

Naofumi: "Hanya sekali."
Ratu: "Apa maksudmu?"
Naofumi: "Shadowmu telah menyelamatkan hidup kita sebelumnya."
Ratu: "Itu berarti ......"
Naofumi: "Aku akan percaya padamu hanya sekali. Apa pun alasannya, tidak akan ada waktu berikutnya.”
Ratu: "Terima kasih banyak."

Sang ratu menundukkan kepalanya dan membungkuk kepadaku sebagai penghargaan.

Ini mungkin terdengar bagus.
Tetapi aku tidak bisa terus meragukan segalanya.
Aku ..... Tidak ada yang sempurna.
Musuh Hero bukanlah negara, melainkan gelombang.
Jika Glass menyerang sementara negara-negara saling bertarung, maka kita akan tamat.
Aku tidak akan lupa bahwa ketiga hero itu dikalahkan olehnya di gelombang sebelumnya.
Tidak perlu meningkatkan musuhku secara paksa.

Situasi diserang dari depan dan belakang telah berubah.
Jika aku mengalahkan ombaknya, maka aku bisa kembali ke dunia asliku.
Aku akan berkonsentrasi melawan gelombang …… dan Glass mulai sekarang.
Ini sebenarnya langkah yang cukup besar ke depan.

Naofumi: "Apakah kita aman secara diplomatis?"
Ratu: "Aku mengerti apa yang diminta Iwatani-sama, untuk saat ini semua masalah telah terselesaikan. Satu-satunya masalah adalah tidak memiliki Hero-sama yang bisa diandalkan. Karena itu aku ingin meminta kerjasama Iwatani-sama bahkan jika aku harus bersumpah. "
Naofumi: "Apakah kau akan menghukum para hero lain yang akan kau andalkan?"
Ratu: "Tentu saja. Karena tindakan Hero-sama dan bantuan dalam menundukkan Gereja Tiga Hero hukuman mereka tidak akan terlalu berat, tetapi aku masih harus menghukum mereka karena kritik dari negara-negara sekitarnya meningkat ...... "
Naofumi: "Begitukah …… sungguh malang."

Yah, aku berharap untuk menunjukkan neraka pada orang-orang itu. Apa pun itu, jika ada kesempatan, aku akan mengambilnya.
Masih ada banyak hal untuk dibahas, tetapi aku kira inilah posisi kita sekarang.

Ratu: "Bisakah Kau merahasiakan pembicaraan kita dari ketiganya? Hero juga manusia. Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan jika kelemahan mereka ditunjukkan...... "

Tentu saja, ada banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan kepada ketiga hero itu.
Aku tidak tahu tentang Motoyasu atau Ren, tetapi Itsuki mungkin akan menggila.
Di atas segalanya, situasi di sekitarku akan sangat membaik.

Naofumi: "Aku mengerti. Salah satu dari mereka …… ”
Ratu: "Ya. Setelah itu, aku memiliki tanggung jawab untuk mengawasi. "
Naofumi: "Begitukah, yah setelah ini salah satu musuh akhirnya menghilang ......"
Ratu: "Aku sangat menyesal ... Mohon maafkan aku karena memanggilmu tanpa izin dan memaksamu untuk bertarung."
Naofumi: "Sudahlah tidak masalah. Jadi apa yang akan Kau lakukan mulai sekarang? Apakah Kau akan berbicara dengan mereka bertiga? "
Ratu: "Ya, Kita akan membicarakan masalah partisipasimu saat makan malam."
Naofumi: "Dimengerti."

Sang ratu memberikan instruksi kepada bawahannya yang berjalan menuju tahta.

Ratu: "Melty …… Ayo pergi."
Melty: "Ah …… Oke."
Ratu: "Iwatani-sama, terima kasih telah melindungi Melty."

Sang ratu menundukkan kepala dan membungkuk sebagai tanda terima kasih.

Firo: "Apakah Mel-chan akan pergi ke suatu tempat?"

Seperti yang diharapkan, Firo sepertinya sudah mengerti dan terlihat bermasalah.

Naofumi: ”Dunia yang ditinggali Melty berbeda dari kita. Rasanya tidak mungkin kita bisa melakukan perjalanan bersama seperti sebelumnya. "

Sulit mengatakan itu ketika aku menoleh ke arah ratu.

Firo: "Benarkah?"

Firo menatap Melty yang sedang menangis.

Melty: "…… ya."
Firo: "Kita tidak bisa bertemu lagi?"
Melty: ”…… Tidak. Kita akan bertemu lagi. Berkali-kali. Tapi bepergian bersama itu tidak mungkin. ”

Melty menghadap sang ratu.
Ratu mengangguk, mengkonfirmasinya.

Firo: "Tapi ... aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal."
Melty: "Baiklah. Firo-chan akan selalu diterima disini. ”

Melty memberitahu Firo dengan suara berlinang air mata.
Perjalanan kami memiliki pengaruh besar pada Melty.
Ketika gelombang sudah berakhir, aku memutuskan untuk meninggalkan Firo bersama Melty.

Firo: "Bahkan jika kita berpisah, Mel-chan akan selalu menjadi teman Firo kan !?"
Melty: "Ya! Tidak peduli apapun yang terjadi, aku adalah teman Firo-chan. "


Itu adalah pemandangan yang menyentuh, tapi selamat tinggal huh…… Aku tidak yakin apakah kau harus mengatakan itu sekarang karena kita masih akan berada di kastil hari ini.
Juga tidak ada jadwal untuk bertemu dengan ratu.
Tapi aku akan tetap diam.
Karena ini akan memperdalam persahabatan mereka.
Memiliki teman yang baik itu penting, bagi mereka berdua.
Raphtalia memegang tanganku saat aku melihat pembicaraan mereka.
Aku menggenggam tangannya diam-diam dan mengerti maksudnya tanpa berbalik.


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Rabu, 11 Desember 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 77. Dogeza

Chapter 77. Dogeza


Sampah: "Siapa yang akan memaksa orang lain untuk menanggung sesuatu seperti itu !?"
Bitch: "Hanya iblis yang akan melakukan hal seperti ini!"

Wajah Bitch penuh dengan amarah.
Wow ~ sangat menyegarkan. Aku tidak akan pernah berpikir bahwa saat seperti ini akan terjadi.

Naofumi ”Hahahahaha! Itulah wajah yang ingin kulihat! "
Sampah: "Bajingan ————!"

Perubahan nama Sampah dan Bitch telah resmi.

Naofumi: "Pembalasan hanya melahirkan balas dendam ...... itu adalah ungkapan yang indah. Kau harus menanggungnya. Kau harus mempraktekkannya… Bitch. ”
Bitch: "Diam! Aku benar-benar tidak akan pernah memaafkanmu! "

Dia mencoba menyerangku, tetapi penjaga ratu menahannya.

Ratu: ”Karena Bitch dapat menggunakan nama samaran sebagai seorang petualang. Kau ingin memanggilnya apa?”
Naofumi: "Pelacur"
Ratu: "Maka itu akan menjadi nama petualangnya mulai sekarang. Selain kedua nama itu, Kau tidak boleh menggunakan nama lain."
Bitch: "Aku akan membunuhmu! Kapanpun itu aku pasti akan membunuhmu! "

Wow, bahkan dihadapkan dengan niat membunuh seperti itu, aku malah merasa lebih segar.
Baiklah!

Naofumi: "Hahaha! Cobalah jika Kau bisa. Jika kau campur tangan dalam urusanku, itu akan menjadi hukuman mati! ”
Ratu: "Ya, jadi Kau telah kehilangan hak itu."

Aku mengerti, jika aku mengeksekusi keluarga kerajaan, itu akan merusak martabat dan otoritas ratu, maka ia telah merampas hak istimewa ku. Ya, semacam itu.

Naofumi: "Ini sangat menyegarkan!"
Ratu: "Nah, ada sesuatu yang ingin aku dapatkan dari kerja sama Iwatani-sama."
Naofumi: "Apa itu?"
Ratu: "Selama insiden terakhir, bukankah iwatani-sama meminta Sampah bersujud untuk meminta penjelasan?"

Bitch dan Sampah terpaksa bersujud karena shadow dan ksatria sang ratu.

Bitch: "Hentikan! Kau pikir aku ini siapa— “
Sampah: "Itu benar! Aku ini adalah— “
Ratu: "Bukankah kalian berdua hanya seorang petualang dan jenderal?"

Ratu menekan keluhan mereka dengan memberi tahu posisi mereka sekarang.

Ratu: "Bersujudlah."
Sampah: "Apa, ratu ku! Yang Mulia ini - Hentikan itu – Yang Mulia ini tidak akan tunduk! Yang Mulia ini tidak akan pernah bersujud! tidaaaaaaak! ”
Bitch: ”Berhentilah bercanda! Aku tidak akan pernah bersujud kepada bajingan ini! Tidaaaaaaaak ”

Sampah dan Bitch dikelilingi oleh beberapa orang, dipaksa untuk bersujud, dan kepala mereka ditundukkan ke tanah.
Shadow di antara mereka berdua berbicara.

Shadow: "Silakan-"
Sampah: "Tidaaaaaaaaaaak!"
Bitch: "Aaaaaaaaaaaaah!"

Sampah dan Bitch berteriak sangat keras.

Ratu: "Tutup mulut mereka!"

Atas perintah ratu, mulut Bitch dan Sampah disumpal dengan kain.

Sampah: "Fumuuuuuuuuuuu!"
Bitch: "Muuuuuuuuuu!"

Mereka menentang dengan segala kekuatan yang mereka miliki, tetapi mereka kalah jumlah.

Shadow: "Tolong, Hero Perisai-sama! Pinjamkan kami kekuatanmu! "
Shadow # 2: "Hero Shield-sama, tolong berjuang untuk negara ini!"

Suara mereka ditiru oleh shadow dan itu terdengar seperti perkataan yang tidak tulus.

Ratu: "Bagaimana?"
Naofumi: "Jika kau menanyakannya ......"

Diminta seperti itu sambil melihat mereka bersujud di atas tanah dengan paksa …… Ini sangat menyegarkan, tapi ……
Meskipun ini menyegarkan, permintaan ini sedikit ......

Ratu: "Mungkin kau ingin menginjak kepala mereka?"
Naofumi: "Oh!"

Sial, aku bahkan tidak memikirkan itu.

Raphtalia: "Naofumi-sama"

Aku mengabaikan suara Raphtalia dan mulai menginjak-injak kepala Sampah dan Bitch.
Mungkin Raphtalia ingin aku menjadi hero yang dihormati semua orang.
Sangat disayangkan, tetapi aku adalah bagian dari rakyat jelata.
Akan sulit untuk disalahpahami sebagai orang suci. Lagipula, kapan lagi kau akan melihat orang biasa yang menginjak kepala raja?
Tapi aku tidak mengerti Raphtalia. Hukuman tingkat ini tidak seberapa dibandingkan dengan penghinaan yang aku derita.
Jadi, bisakah Kau setidaknya membiarkanku melakukan ini.

Ngomong-ngomong, aku tidak berhenti meskipun Raphtalia memanggil.
Ada saat-saat dimana aku berpikir Raphtalia adalah Bitch lain juga.
Tidak ada alasan untuk mendukung Sampah dan Bitch, mereka telah menyiksa kami sampai sekarang. Ini tindakan yang alami.

Sampah: ”Muuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!”
Bitch: "Fumooooooooooooooooooo!"

Terlepas dari seberapa banyak Sampah dan Bitch yang dipaksa dan dihina, mereka masih tetap menentang.
Setelah beberapa saat, Sampah menjadi tenang sehingga ia dibebaskan.
Entah bagaimana ... Dia memiliki mata seorang wanita yang diperkosa, matanya dipenuhi dengan air mata yang meluap.
Sehina itu kah bersujud dihadapanku?
Bitch masih menolak.

Ratu: "Ya ampun, ini seharusnya sudah cukup, bukan?"

Ratu mengangkat tangannya dan memberikan instruksi.

Ratu: "Angkat mereka dan keluarkan dari ruang tahta."
Shadows & Ksatria: "" "Ya Bu!" "" "

Keduanya diusir.
Wah, itu pemandangan yang bagus untuk dilihat.
Selain Firo yang tampak bahagia ...... Raphtalia dan Melty menatapku dengan ekspresi tegang, aku merasa bahwa penilaian mereka terhadapku mungkin telah turun.
Mereka tidak menyuarakan keluhan mereka, tetapi aku bisa mengerti bahwa aku mungkin sudah berlebihan.

Ratu: "Untuk meminta kerjasama Iwatani-sama, aku memberi mereka hukuman ini."
Naofumi: "Baiklah ……"

Tidak ada alasan untuk menolak karena itu sudah cukup.
Terhadap seseorang yang dapat membuat keluarga mereka melakukan sesuatu seperti ini, tidak mungkin untuk menolaknya. Ini salah aku sendiri.

Ratu: "Pertama-tama, apakah Kau memiliki sesuatu yang ingin Kau tanyakan?"
Naofumi: "Aku ingin bertanya tentang pemanggilan Hero dan Agama Empat Orang Suci, kisah hero legendaris dan sejarah negara ini, bagaimana Kau mengatur pembelian Raphtalia, dan alasan Kau tidak pernah menunjukkan dirimu sampai sekarang."

Masih ada beberapa hal lain yang ingin aku tanyakan, tetapi itulah hal yang paling ingin kutanyakan.

Ratu: "Begitu. Lalu, haruskah aku ceritakan kisah tentang Hero legendaris? "

Maka sang ratu memulai bercerita.

Ratu: "Kisah empat hero suci adalah favoritku. Meskipun berbeda untuk setiap negara. ”
Naofumi: "Apa bedanya?"
Ratu: "Aku pikir Iwatani-sama sudah memiliki sedikit gambarannya bukan?"

Atas pertanyaan sang ratu aku mengangguk.

Ratu: ”Kau sudah sadar bahwa di negara ini tidak ada cerita tentang Hero perisai. Mereka sengaja dihapus.
Naofumi: "...... Begitu.”

Dalam buku yang aku baca sebelum dipanggil ke dunia ini, perisai itu disebutkan tetapi tidak dijelaskan di antara empat senjata suci.
Aku pikir itu adalah cerita dasarnya ketika aku tiba di dunia ini ...... Buku itu mungkin menggambarkan legenda negara ini.

Ratu: "Sebuah pencapaian besar Hero Perisai untuk memediasi antara manusia dan demi-human, tapi itu dihilangkan. Akibatnya, para hero lainnya bermusuhan dengannya.

Begitu ya, apakah itu berarti perisai akan dipercaya oleh demi-human tanpa syarat, karena dia adalah sekutu mereka?

Ratu: "Seperti yang Kau lihat, prinsip negara kami adalah supremasi manusia, Kau sudah tahu perlakuan yang diterima oleh demi-human di sini."
Naofumi: "…… Ya"

Aku telah berada di negara ini selama lebih dari tiga bulan, aku menyadari para demi-human menjadi budak di negara ini.

Ratu: ”Karena keadaan seperti itu, kami memiliki hubungan yang sangat buruk dengan Silt Welt. Kita telah bertempur untuk waktu yang lama. "

Silt Welt, negara dengan supermasi demi-human. Negara ini seperti minyak dan air.
Tentu saja, berdamai dengan mereka adalah pilihan yang ideal.

Ratu: "Ngomong-ngomong, Iwatani-sama, agama di Silt Welt juga menganut Agama Empat Orang Suci, tetapi mereka hanya percaya pada Hero Perisai."
Naofumi: "Aku bisa menebaknya, tapi sepertinya itu yang terjadi ya."
Ratu: "Ya …… Sekarang, aku yakin Iwatani-sama mengerti bagaimana Gereja Tiga Hero terbentuk ..."

Silt Welt dan Melromarc adalah minyak dan air. Kedua agama mereka bercabang dari Four Saints Faith, dan dibagi menjadi gereja Tiga Hero dan Kepercayaan Hero Perisai.
Menurut cerita Ratu, mereka telah bertarung untuk waktu yang lama.
Itu berarti……

Naofumi: "Jadi aku dipanggil tepat di tengah-tengah wilayah musuh."

Begitu ya, aku hanya bisa menerimanya.
Pasti akan merepotkan jika Hero musuh diperlakukan sebagai orang suci di sini.
Di Gereja Tiga Hero, Hero Perisai dianggap sebagai hero yang brutal dan berbahaya.
Bahkan agama duniaku juga sama. Setiap dewa lain selain dewa yang kalian sembah adalah iblis.
Itu hal yang cukup umum.
Apakah sampah ikut serta dalam perang melawan Silt Welt? Itukah sebabnya dia menatapku dengan sikap bermusuhan seperti itu?

Ratu: "Sekarang, kembali ke cerita. Ketika gelombang menghampiri kami, konferensi setiap negara di dunia sepakat. Para hero perlu dipanggil. ”

Ratu berada di negara lain yang menghadiri konferensi dunia sebagai perwakilan Melromarc, dan diputuskan bahwa mereka akan menjadi negara keempat untuk melakukan pemanggilan hero.
Para hero legendaris secara tradisional dipanggil oleh negara-negara yang paling kuat, pemanggilan hero seharusnya dilakukan di Foburei.
Aku tidak tahu berapa banyak yang dipanggil. Namun, negara mana saja yang berhasil memanggil mereka akan mendapat petunjuk besar dari negara lain.
Namun, keempat hero legendaris itu tidak menanggapi panggilan.
Sebagai hasil penyelidikan, diketahui bahwa relik suci diperlukan untuk memanggil empat hero legendaris, dan Melromarc tiba-tiba memanggil mereka.
Itu bahkan berita mengejutkan bagi Ratu. Mengabaikan urutan pemanggilan yang telah diputuskan, dan menggunakan relik suci untuk pemanggilan.

Ratu: "Akan kuabaikan cerita tentang perjuangan yang kulakukan, dan hanya untuk mengklarifikasi bahwa setelah penyelidikan yang panjang diketahui bahwa semua ini disebabkan oleh kecerobohan Gereja Tiga Hero."
Naofumi: "Aku hanya bisa bersimpati."
Ratu: "Aku menghargainya."
Naofumi: "Jadi relik suci apa yang digunakan?"
Ratu: ”Sekilas, yang digunakan hanyalah pecahan logam. Tapi tidak peduli seberapa keras kita berusaha, kita tidak dapat memahaminya ...... "
Naofumi: "Dengan kata lain, alasan kita dipanggil ke sini adalah karena relik suci itu?"
Ratu: "Ya ……"

Jika pemanggilan di sini gagal, apakah relik suci akan digunakan di beberapa negara lain sampai berhasil?

Ratu: "Dan masalah terbesar yang kita hadapi, empat hero legendaris yang dipanggil ke sini oleh relik suci itu."
Naofumi: "...... Apakah hanya empat orang yang dipanggil?"
Ratu: "Ya ...... Karena itu, relik itu telah menjadi barang paling penting."
Naofumi: "Jika ini merupakan masalah besar, apakah negara-negara lain menyalahkan kejadian ini?"
Ratu: "Setelah aku bernegosiasi ...... tidak mungkin. Iwatani-sama dan para hero lainnya sangat terkait dalam hal ini. Akan lebih baik untuk berbicara dengan mereka setelah ini. "
Naofumi: "Lalu mengapa Gereja Tiga Hero tidak membunuhku segera?"
Ratu: "Sangat penting untuk membuatmu tetap hidup untuk menghindari perang. Mereka berharap gelombang membunuhmu ....... Mungkin. ”

Memang, itu adalah musuh dunia sehingga kesalahan tidak akan jatuh pada Gereja Tiga Hero.

Naofumi: "Apakah mereka menunggu hero lainnya menjadi lebih kuat?"
Ratu: "Itu mungkin juga."

Jika aku dibunuh segera akan ada perang. Apakah itu karena mereka tidak bisa menipu ketiga hero lainnya ketika kita baru saja dipanggil?

Ratu: "Yah, Hero-sama yang lain juga agak ...... Mereka tidak mengerti konsekuensi dari tindakan mereka."
Naofumi: "Ya, aku sependapat."

Orang-orang itu masih percaya ini adalah game. Hanya meragukan kejahatan yang terlihat dan tidak meragukan teman-teman mereka.

Ratu: "Tentu saja, ada orang lain yang bertindak juga. Ada banyak undangan dari masing-masing negara, terutama untuk Iwatani-sama. Ada juga banyak donasi untuk para hero. Tapi kau menolak semuanya.”
Naofumi: "Apa !?"

Apa yang dia katakan?

Ratu: "Tidakkah Kau mengingatnya? Pada hari ketiga ketika kau dipanggil …… ”
Naofumi: "Apa?"




TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Selasa, 10 Desember 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 10 : Chapter 6 - Memberi Makan Kawanan Domba

Volume 10
Chapter 6 - Memberi Makan Kawanan Domba


Selain Raphtalia dan Rishia, aku menerapkan batasan ketat pada semua budak jadi kutukan budak akan menghukum mereka langsung jika mereka tidak menganggapnya serius. Pada hari pertama kami di desa, aku pergi bersama para budak untuk mulai membersihkan puing-puing bangunan yang sudah hancur.

“Rumah ini penting bagiku! Ini rumahku! "

Itu yang Keel katakan. Rupanya, Kami datang ke lokasi di mana rumahnya berada. Tapi yang tersisa sekarang hanyalah puing-puing yang menghalangi jalan.

“Tidak ada yang salah dengan menghargai rumahmu, tapi atapnya telah runtuh, dan dindingnya yang hancur sudah tak bisa diperbaiki. Maaf, tapi kau harus memahami kalau ada rumah yang bisa kita perbaiki dan ada tidak.”

Aku memeriksa puing-puing untuk melihat apakah ada barang berharga atau barang yang bisa kami gunakan, tapi semua yang aku temukan tertutup karat atau tak ada yang bisa kami gunakan. Untungnya, sumur masih bisa digunakan. Butuh sedikit usaha, tapi kita mungkin bisa menggunakan taman juga.

"Aku bisa mengerti keinginan untuk tetap menjaga kenangan, tapi jika kita akan membangun kembali desa, maka kita perlu menyingkirkan apa pun yang menghalangi."

"Tapi-"

" Keel! Berhentilah egois. ”

Raphtalia menegur Keel. Aku tidak akan menghentikannya. 

"Ini dulunya rumahmu, kan?"

"Ya!"

“Baiklah, maka rumah baru yang kita bangun di sini akan menjadi milikmu. Hanya itu akan menjadi rumah communal* yang akan kau kelola. Lebih banyak orang akan bergabung dengan kita, jadi aku bergantung padamu untuk mengelolanya dengan benar. " 
<TLN: rumah communal itu hampir mirip balai desa. Bisanya buat ngumpul gitu :v>

" Ba…baiklah "

Keel bergumam dan mengangguk. 

“Baiklah. Sekarang, Filo ! " 

" Okaaay ! "

Begitu Keel lengah, Filo masuk ke dalam kerangka rumah dan menendang penyangganya, menghancurkan bangunan itu.

" Ahhhhhhh !"

Aku meninggalkan Keel yang berdiri di sana dengan bingung dan melanjutkan ke tugas kami berikutnya. Bahan bangunan dan prajurit kastil yang dikirim oleh ratu tiba sebelum tengah hari. Ada batu, kayu, dan ... plester?

"Apakah ini desa yang sedang kau bangun kembali, Shield Hero?"

Aku yakin mereka sudah mendengar kabar dari Eclair dan Melty , tapi para prajurit tetap bertanya.

"Ya. aku ingin setidaknya membuat sesuatu yang memiliki atap sebelum matahari terbenam. aku tahu banyak yang ingin kalian tanyakan, tapi aku mengandalkanmu ”

"Serahkan pada kami."

"Terima kasih. Jadi untuk sekarang, kita akan menyerahkan bangunan itu untuk kalian para prajurit. Untuk Raphtalia , Rishia , dan Filo ... "

"Iya?"

" Iyaaa ?" 

"Ada apa?"

Ketiganya merespons ketika aku memanggil nama mereka.

“Aku akan membuat makan siang sekarang. Setelah kalian bertiga selesai makan, aku ingin kalian membawa para budak dan pergi berburu monster bersama mereka. ”

"Dimengerti." 

"Oke!"

"Aku akan melakukan yang terbaik."

“Aku akan menyerahkannya padamu untuk membentuk party. Aku yakin poin Exp itu mungkin tidak terlalu banyak jika kalian semua berburu dalam satu kelompok besar. ”

Aku tak pernah benar-benar mencoba mengukurnya. Bagaimana poin Exp bekerja ketika semua orang bertarung bersama? Apakah mereka didistribusikan entah gimana caranya, atau mereka dibagikan pada semua orang? aku tak begitu yakin bagaimana cara kerjanya.

"Apakah ada yang tahu bagaimana poin Exp bekerja dalam party?" 

"Umm ..."

Rishia mengangkat tangannya dengan malu.

"Aku tahu itu. kau selalu dapat mengandalkan Rishia di saat-saat seperti ini. jadi?"

"Umm ... Semua anggota party menerima poin Exp. Jumlahnya berbeda tergantung pada kemampuan dan level, tapi distribusinya tidak menyeluruh. Enam orang adalah batasnya. Lebih dari itu jumlah Poin Exp mulai menurun. "

Aha, jadi itu sebabnya Itsuki dan kelompoknya selalu meninggalkanmu!

Aku sebenarnya tidak mengatakan itu, karena yang aku dapat hanyalah teriakan “ fehhhhh !” dan aku sudah muak dengan itu. Jadi, selama kita berpencar menjadi beberapa party saat pergi dalam kelompok besar, seharusnya tidak ada masalah. Kami baru saja membentuk party enam orang dan itu seharusnya berhasil.

"Jika masih ada slot dan mereka sedang senggang, kau mungkin bisa mengajak Eclair dan wanita tua itu juga."

"Dimengerti. aku akan mengurus penugasan semua orang. "

Aku menjadikan Raphtalia sebagai pemimpin kelompok dan menyuruhnya membuat party. Saat ini kami memiliki total sepuluh budak, jadi aku menyuruhnya menugaskan empat untuk Rishia dan tiga masing-masing untuk Filo dan dirinya sendiri. Dia menempatkan Keel dengan Rishia karena dia sudah menjadi lebih kuat.

"Baiklah, aku akan membuat makan siang sekarang, jadi bantu aku." 

"Oke!"

Mereka bertiga sibuk melakukan apa yang mereka bisa untuk membantu persiapan.

"Kau tak membantu memasak, Raphtalia ?" Keel dengan tenang bertanya pada Raphtalia, menatapku saat aku menyiapkan makanan. Dia sudah pulih dari keterkejutannya. Itu lebih cepat daripada yang aku harapkan. Mungkin itu karena dia masih kecil?

"Kau adalah koki yang hebat, Raphtalia !" 

" Rafu !"

"Umm ..."

Raphtalia melirikku dengan ekspresi tak yakin di wajahnya. Apa? Apakah dia mengharapkanku untuk mengatakan sesuatu? aku kira dia ingin pamer sedikit di depan teman-temannya atau semacamnya, karena dia akhirnya mengatakan sesuatu setelah ragu-ragu sejenak.

"Bagaimana kalau aku membantu?"

"Oh? Tak biasanya. kau tak harus melakukannya jika tak mau. "

"Bukan seperti itu. kau selalu bekerja begitu efisien sampai tak pernah ada yang bisa aku lakukan. ”

"Oh? Kalau begitu, mengapa kau tak memotong daging ini untukku? Mungkin rasanya jauh lebih lezat jika dipotong oleh vassal weapon katana daripada pisau dapur biasa. ”

"Dimengerti."

Sekarang Raphtalia sedang membantu, apa yang harus aku buat? aku kira kau tidak akan pernah salah dengan memanggang daging.

"Pastikan kau memotong berlawanan denagn uratnya atau teksturnya akan hilang. Aku tahu kau bukan Kizuna , tapi jika kau memiliki semacam Skill untuk menghancurkan monster atau hewan, maka itu akan menunjukkan tempat yang tepat untuk dipotong. ”

"Baik."

Selain itu, kurasa aku bisa membuat sup, mungkin. Namun, aku harus menghindari sup tersebut berbusa, dan meninggalkan seluruh persiapan pembuatan stew yang menyebalkan. Kami tak memiliki banyak bahan, jadi kami secara alami terbatas pada apa yang bisa kami buat. Aku bisa membuat sesuatu dari sayuran, tapi aku tak ingin terlalu mewah karena para budak hanya akan melahap apa pun yang aku buat dalam sekejap. Oh, kenapa tidak? Rasanya agak sia-sia, tapi karena Raphtalia membantu dan sebagainya , aku pikir aku akan memanggang hidangan lain dengan ketumbar juga.

"Baunya enak, bukan?"

"Ya, tidak buruk. Haruskah kita membuat sup juga? "

"Tentu. "

Kita bisa merebus sebagian dari daging ini dan mengubahnya menjadi sup. 

"Raphtalia ."

"Iya?"

"Aku akan memasak beberapa steak Hamburg sekaligus, jadi tolong bantu aku memotong daging ini." 

"Un ... mengerti."

Kami bekerja dengan cepat, memasak semua hidangan.  Raphtalia menyebutkan kalau orang tuanya mengajarinya cara memasak, dan aku tahu dia tahu apa yang dia lakukan kurang lebih. Tapi setelah kupikirkan, aku hampir tak pernah memasak bersamanya.

"Apakah kau punya resep keluarga khusus atau semacamnya?"

"Kurasa bisa dikatakan begitu. Tapi aku tidak bisa membuatnya dengan bahan-bahan yang kita miliki."

"Yah, kalau begitu mungkin aku akan membuatmu memasaknya setelah kita mendapatkan bahan yang dibutuhkan. "

Sebenarnya, memiliki teman wanita yang memasakkan sesuatu untukku selalu menjadi impianku. Meskipun, tidak ada dari teman-temanku yang suka memasak. Sekarang aku bisa menantikan untuk merasakan seperti apa resep keluarga Raphtalia .

"Aku ... aku takut semua kesalahan yang akan kau katakan jika aku mencoba membuatnya untukmu." 

Hah? Itu bukan respons yang kuharapkan didengar dari Raphtalia .

"Kau pikir aku semacam juri makanan?" 

"Bukan begitu?"

"Tidak mungkin."

Bukannya aku pernah mengeluh tentang masakan orang lain. Orang seperti apa yang menurut Raphtalia diriku itu? aku ingin memenuhi harapannya sebanyak mungkin, tapi juri makanan? Itu tidak terduga. Jika ada di antara kita yang menjadi juri makanan, itu pasti Filo atau Raphtalia . Filo sangat pilih-pilih soal rasa.

"Baiklah kalau begitu. Aku akan membuatnya untukmu kapan-kapan. "

" Bagus. Aku tak sabar untuk itu."

" Rafu !"

Aku suka bagaimana Raph-chan melompat ke bahu Raphtalia dan mulai berteriak.

"Hey semuanya! Raphtalia dan aku memasak makan siang untuk kalian. Cepatlah makan, lalu berangkatlah! ”

“Ini sangat lezat!” 

“Ya! Sangat enak! "

Semua budak makan dengan senyum lebar di wajah mereka. Aku pergi ke depan dan melayani para prajurit yang membangun rumah untuk kami juga.

"Ini ... Ini mungkin daging panggang paling lezat yang pernah kumakan!"

"Kau bercanda kan? Ini tak mungkin daging kura-kura yang sama! Mereka menyediakan hal yang sama di kastil, tapi tak ada yang menyamai rasa ini! ”

Peningkatan shield cooking benar-benar sesuatu. Mungkin ada efek sinergis dengan peningkatan dari katana Raphtalia yang membuat segalanya menjadi lebih baik. Mungkin menggosok daging dengan garam dan rempah-rempah selama persiapan juga membuat perbedaan. Steak Hamburg hilang dalam sekejap mata.

Semua budak mencicipi seluruh masakanku. Menimbang bagaimana keadaan mereka ketika mereka kembali dari leveling ... Ya, aku harus menyiapkan lebih banyak makanan atau itu tak akan cukup.

"Baiklah semuanya, aku akan memberikan kalian masing-masing senjata, jadi pergilah ke sana dan bertarung!"

Aku memberi perintah kepada para budak dan mereka mulai panik. aku menyerahkan masing-masing dari mereka satu senjata tua yang aku dapatkan dari gudang kastil. Kebanyakan dari mereka adalah pedang pendek untuk pemula. Salah satu budak wanita yang berdiri benar-benar pucat dengan pedang ditangannya, tampak seperti Raphtalia pada awalnya.

“Jika kau menolak untuk bertarung, kau akan merasakan rasa terbakar di dadamu, jadi bersiaplah. Ingat, kalian tak akan pernah membangun desamu kembali jika seperti itu. "

"Kami mengerti, Bubba Shield! Kami siap bertarung, jadi kau tunggu saja!” Setidaknya seseorang menunjukkan antusiasme.

“Bukannya aku tak bisa menemukan orang lain untuk menggantikan kalian semua. aku hanya mencoba mengubah tempat ini menjadi wilayah lagi. Tapi karena Raphtalia selalu melakukan apa yang aku minta tanpa mengeluh, aku memutuskan untuk menghadiahinya dengan mengundang kalian semua untuk ambil bagian. Jangan salah paham. ”

Aku sudah terbiasa bermain peran jahat sejak datang ke dunia ini. Bukannya aku ada di sini untuk melakukan pekerjaan amal. Aku akan kembali ke duniaku, jadi sepertinya aku tak perlu khawatir tentang tempat ini. aku hanya ingin menciptakan tempat di mana Raphtalia bisa menjalani hidupnya dengan damai.

"Dia memiliki lidah yang tajam, tapi dia orang yang baik, jadi jangan enggan terhadapnya."

Raphtalia menambahkan kata-kata dukungan tanpa alasan . aku seharusnya menjadi penjahat di sini.

"Baiklah kalau begitu ... Filo , kau memuat monster yang dikalahkan ke gerobak itu dan membawanya kembali. Kita akan menyantapnya. "

" Okaaay !"

Mereka akan menjadi makanan kami untuk saat ini. 

" Maaaster , monster seperti apa yang kau inginkan?"
"Yang banyak dagingnya, jika memungkinkan. Jika kau mendapatkan beberapa monster yang terlihat seperti domba, maka aku bisa membuat sosis. ”

“ Okaay ! aku akan melihat apakah aku bisa menemukannya! ”

Aku menunjuk ke kereta Filo dan memerintahkan para budak masuk ke dalamnya. Mereka dengan ragu-ragu naik ke kereta, dan Filo berangkat untuk membawa mereka berburu.

"Jangan terlalu cepat!" 
" Okaaay !"

Gerbong Filo berderak pergi. Tentu saja, dia tak benar-benar bisa pergi secepat itu karena masih menderita efek kutukan.

"Nah, sekarang ... Aku akan menyerahkan konstruksinya pada kalian." 
“Huh? Tentu saja!"
Aku meninggalkan bangunan itu kepada para prajurit, mengatur perisaiku untuk peracikan, dan memulai persiapan untuk makan berikutnya. Masih ada waktu sebelum telur monster siap menetas. aku harus menemukan cara untuk mendapatkan lebih banyak makanan sebelum kami kehabisan daging Spirit Tortoise.

Para budak yang pergi berburu dengan Raphtalia dan yang lainnya kembali menjelang malam. Mereka semua benar-benar lelah. Gerobak yang telah aku tambahkan pada kereta terisi dengan monster hasil berburu. Sepertinya mereka sudah menemukan beberapa monster tipe domba juga, seperti yang aku minta.

"Ugh ..."

Grooowwwwl. Grumble, grumble. Rummmmble, rumble, rumble… 

"Sangat lapar ..."

Gemuruh perut mereka terdengar seperti guntur. Tubuh mereka tumbuh dengan cepat dan membutuhkan nutrisi, dan itu membuat mereka kelaparan.

"Senang melihat kalian semua berhasil kembali. Apakah mereka melakukan pertarungan yang bagus? "

" Ya, mereka semua melakukan yang terbaik. "

" Fehhh ... aku kelelahan."

“Yah, jika mereka melakukan yang terbaik, maka itu cukup bagus. Mari makan."

Aku mengeluarkan sup dan steak yang telah aku siapkan sebelumnya menggunakan daging Spirit Tortoise dan meletakkannya di atas meja. Karena aku sudah menduganya, jadi aku membuat jumlah makanan yang konyol. Itu adalah satu ton makanan, tapi mungkin akan menghilang dalam sekejap.

" Woooow !"

Dipenuhi dengan kegembiraan, para budak berkumpul di sekitar meja dan mulai makan. 

" Maaaster , bagaimana dengan akuu ?"

"Milikmu ada di sini."

Aku memberi Filo bagiannya. Dia mendapat sekitar lima puluh persen lebih banyak daripada budak lainnya. 

"Apakah sudah habis? aku ingin lagi!"

"Jika kau menginginkannya, pergi berburu sesuatu sendiri dan makan itu." 

"Boo ..."

Filo merajuk. Sayang sekali. aku sudah membuat banyak makanan. aku tak bisa mengelola lebih dari ini sendiri.

"Terima kasih untuk makanannya!"

Apa?! Mereka sudah selesai ketika aku dan Filo berbicara?!* aku tahu kalau anak-anak seharusnya memiliki selera makan yang kuat, tapi ayolah! aku harap mereka puas, setidaknya.
<TLN: Anjirrr cepet amat :v>

"Baiklah, bocah, ini sudah malam. Pergilah tidur! "

" Oke! "

Kami mengarahkan para budak ke salah satu rumah yang sudah diperbaiki oleh prajurit dari kastil. Sisanya akan tinggal di rumah lain yang masih diperbaiki. Jendela-jendelanya pecah, sehingga angin bertiup kencang, tapi atapnya akan melindungi kami dari hujan.

"Aku akan tidur dengan yang lain."

"Ya, buatlah mereka sedikit nyaman." 

"Aku akan melakukannya!"

Raphtalia pergi tidur dengan teman-teman lamanya. Filo sudah setengah tidur dan mengangguk. Rishia sedang sibuk menguraikan naskah-naskah yang dia terima dari Kizuna dan yang lainnya. Dia memiliki stamina lebih dari yang kau duga.

Aku harus meracik untuk persiapan tahap selanjutnya dari rencanaku. Aku memeriksa level budak sambil menunggu. Rata-rata, Sepertinya mereka semua mencapai sekitar level 15. Statistik mereka juga meningkat secara keseluruhan . Menilai dari pengalamanku dengan pertumbuhan Raphtalia , aku ingin mereka mencapai level 30 setidaknya, dan itu termasuk yang tidak cocok untuk pertempuran juga.


Setelah beberapa waktu berlalu, aku mendengar ketukan di pintu. 

"Umm ..."
Itu adalah Raphtalia dan ... dia membawa beberapa budak gadis muda bersamanya. 

"Ada apa?"

"Jadi…"

Raphtalia sepertinya ingin memintaku melakukan sesuatu, tapi dia bergumam. Katakan! Apakah dia mengharapkanku untuk memikirkannya sendiri atau semacamnya?

"Apakah mereka mengompol?"

"Bukan itu. Ayo, tanyakan pada Tuan Naofumi sendiri. "

" Umm ... yah ... "

Perut mereka menggeram, dan para gadis budak menundukkan kepala karena malu.

"Ah, aku mengerti. aku mungkin harus membuat makanan untuk anak nakal lainnya juga, kan? "

" Terima kasih. "

Aku menuju ke area memasak di luar dan mulai menyiapkan makanan. Astaga. Mereka sangat cepat lapar. Aku memotong monster yang mereka bawa dari perburuan dan memutuskan untuk membuat sate tusuk sederhana. Memotong daging menjadi potongan-potongan kecil terlalu memakan waktu, jadi aku hanya memanggang seluruh monster yang sudah disiapkan. Begitu kami sudah stabil, kami perlu membentuk kru memasak sesegera mungkin, atau aku tidak punya waktu untuk diriku sendiri.

Dan keesokan harinya tiba.

“Baiklah, dengarkan, semuanya. aku yakin kalian menikmati camilan tengah malammu, tapi persediaan makanan kita semakin menipis setiap hari. Kita harus mengganti kerugian dengan berburu. Dengan kata lain, aku akan memutuskan apa yang akan dimasak berdasarkan apa yang kalian bawa kembali. Mengerti?"

"Ya!"

Mereka hampir terlalu patuh. Ini terasa aneh, tapi aku kira itu tidak masalah jika mereka menunjukkan inisiatif.

“Aku akan menyiapkan makan malam malam ini, tapi makan berikutnya tidak dijamin. Kalian sudah diperingatkan! "

"Baik!"

Tadi malam sangat mengerikan. Mereka terus meminta lebih banyak, tidak peduli seberapa banyak aku memasak, dan mereka benar-benar lapar sejauh yang aku tahu. Aku merasa seperti memasak tanpa henti sejak kami tiba di sini. Lagipula aku bukan ibu mereka! Begitu mereka selesai tumbuh ke tingkat tertentu, aku berencana untuk melatih mereka untuk menangani berbagai tugas yang berbeda. aku hanya harus bertahan sampai saat itu.

"Terima kasih untuk makanannya!"

"Sama-sama. Sekarang pergilah berburu, dan jangan kembali sampai malam! "

" Oke! "

Semua orang tampak lebih ceria daripada kemarin ketika mereka naik ke kereta Filo. aku tak membiarkan Filo ngebut, jadi aku berharap kalau para budak tak akan mabuk perjalanan. Akan lebih baik jika mereka mencapai sekitar level 20, rata-rata, pada saat mereka kembali.

Mengamankan persediaan makanan perlu menjadi fokus kami saat itu. Selalu ada itu ... Tapi jika aku menggunakannya dan bermutasi lagi, siapa yang tahu apa yang akan terjadi. Meski begitu, itu telah membantu kami keluar dari krisis sebelumnya, dan sepertinya waktu untuk mengandalkannya datang sekali lagi.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Ryuusaku
EDITOR: Isekai-Chan

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-43. Invasi Neraka (3)

Chapter 17-43. Invasi Neraka (3)


Satou di sini. Aku biasanya bekerja dalam tim di perusahaan, tetapi anggota tim kami biasanya memiliki tingkat skill yang berbeda-beda. Dengan demikian, Kau akan menemukan beberapa orang yang membenci kerja tim dan lebih suka bekerja sendiri, tetapi jika Kau bertahan dan mendidik mereka dengan benar, mereka akan tumbuh menjadi pilar yang akan mendukung timmu.



『Selamat tinggal.』
『Kami akan menunggu kabar baik di Dunia Para Dewa.』
『Dan jangan lupa Parion!』

Dewa Heraruon, Garleon, dan Zaikuon berubah menjadi cahaya dan menghilang dengan kilatan yang menyilaukan.

Tiga gunungan garam raksasa tetap berada di tempat mereka tadi.
Mungkin itu adalah bahan yang membentuk tubuh mereka, tetapi membersihkannya akan sangat menyebalkan, jadi aku mengamankannya di Storage. Itu menjadi semacam holy relic, aku akan memberikannya kepada kuil mana pun yang menginginkannya.

- Sekarang.

Untuk memperbaiki retakan antara Neraka dan Dunia Manusia, aku harus membersihkan Demon god dari ketidakmurnian, sumber dari semua ini.

Untuk itu, aku berencana untuk mengunjungi Neraka.
Jika itu tampak berbahaya, aku mungkin harus melindungi orang-orang dan hewan di dunia manusia ke dalam sub-space sebelum memindahkan mereka ke dunia atau planet lain. Aku benci membuat mereka meninggalkan kota asalnya, jadi aku mencadangkan rencana itu sebagai pilihan terakhir.

Tepat ketika aku akan memulai, Core Two menghubungiku.

『Master Satou! Laporan dari Core. Orbnya sudah selesai, katanya. 』
『Sudah ya, cukup cepat. Haruskah aku pergi ke dungeon? 』

Aku telah meminta Dungeon Core milik Phantasmal Labyrinth untuk membuat orb [Self Status] [Skill Orbs] untuk semua gadis, dan sepertinya dia selesai membuatnya meskipun aku memintanya belum lama ini.

『Mereka sudah dikirim ke sini, aku sudah membawa mereka sekarang.』

Aku membawa Core Two bersama dengan orb tersebut ke tempatku dengan Unit Arrangement.

"Master Satou, ini!"
"Terima kasih, Core Two."

Aku mendistribusikan orb tersebut kepada para gadis.
Karena ada satu tambahan, aku memberikannya kepada Core Two yang tampak penasaran.

"Tidak ada untukku?"

Gadis kecil ungu yang hampir kulupakan bertanya, raut wajahnya seperti dia sedang ditinggalkan.
Dia gelisah ketika melihat Pochi dan Tama akan menggunakan orb tersebut dengan penuh senyuman.

--Tidak bisa dihindari.

"Kau bisa menggunakan ini."
"Waii"

Aku memberinya [Orb Skill] dari sisa stok yang tersisa di Storageku.
Itu hanya untuk skill Gathering saja, seharusnya tidak masalah.
<TLN : Gathering = untuk mengumpulkan item, tanaman herbal dsb>

"Bagaimana kau menggunakan ini?"
"Kau mengangkatnya tinggi-tinggi dan kemudian berteriak『 Aku akan berhenti menjadi manusia! 』ketika kau menuangkan mana ke dalamnya."

Arisa menggoda gadis kecil ungu itu dengan kalimat terkenal dari karya fiksi super masterpiece.
<TLN : Referensi Jojo ketika Dio dapet topeng batu *thanks to Reyhan Dhika>

"Tapi aku familiar Demon, bukan manusia?"
"Begitulah aturannya."

"Itu nyaris nodesu. Pochi nyaris melanggar aturan nodesuyo."
"Uy uy ~"

Begitu Pochi dan Tama mendengar percakapan Arisa dan gadis kecil ungu itu, mereka menganggap serius lelucon referensi manga Arisa, gadis-gadis lain juga mengikuti dan menggunakan bola itu sambil dengan malu-malu mengatakan kalimat itu dengan keras.
Putri Sistina tak disangka sangat antusias dan para wanita yang pemalu, Zena-san dan Karina menggunakan orb mereka, Hikaru, yang mengerti maksud sebenarnya referensi tersebut, memperbaiki kesalahpahaman tersebut kepada Liza dan Lulu yang masih ragu-ragu, "Cara penggunaannya..."

"Arisa, bisa beritahu cara penggunaan skill dan triknya?"
"Oke, serahkan padaku."

Sekarang para gadis seharusnya bisa chant magic dengan bebas seperti aku dan Arisa.
Karena para gadis beastkin dan lady Karina tidak memiliki skill magic, aku menyerahkan mereka satu set Chant Orbs, Water Orbs, dan Light Orbs untuk spell penyembuhan sederhana. Meskipun aku tidak yakin mereka bisa menghafal spell, aku menulis beberapa spell penyembuhan yang dapat digunakan dan mudah dipelajari.



"Baiklah kalau begitu, aku pergi."

Sekarang setelah gadis-gadis itu lebih kuat, aku akan pergi ke Neraka untuk memulai penyelidikan.

"Tunggu, Master."

Arisa yang khawatir teleport di depanku.

"Maaf, Arisa. Kau harus membiarkanku pergi. Neraka dan Dunia Manusia akan terhubung jika ini terus berlanjut."
"Tidak, bukan itu. Aku tidak akan menghentikanmu lagi."

Oh bagus. Aku tidak ingin membuatnya menangis.

"Tapi sebelum itu, mari kita makan dulu!"

--Bisa diulangi?

"Maksudku, tidak ada yang tahu kapan kita bisa makan lagi."
"...Kau benar."

Bahkan jika kita pesimis, situasi batas antara Dunia Manusia dan Neraka tidak cukup kritis untuk hancur dalam satu atau dua hari. Ada banyak waktu untuk makan.

Dan ini mungkin merupakan perjamuan terakhir kita.

Aku cukup bijaksana untuk tidak mengatakan itu dengan lantang.
Selain itu kapal besar ruang angkasa ini dilengkapi dengan peralatan auto magic terbaru, dapat membuat sebagian besar hidangan dalam waktu singkat.

"Kombinasi sate tusuk daging ~?"
"Begitu banyak Hamburg Steak-sensei berkumpul di sini nodesu!"

Tama dan Pochi ada di bagian daging seperti biasa.
Gravitasi buatan aktif di ruang makan kapal, jadi kita bisa makan seperti biasa di sini.

"Satu tusuk jamur dan kari sayur."
"Master, Sera dan aku bekerja membuat kari ini, jadi aku memberi tahu."
"Oh, tapi aku tidak mahir memasak jadi aku hanya memotong sedikit."

Mia, Nana, dan Sera membawa kari sayur.
Meskipun memotong dan memasak dapat dilakukan secara otomatis, gadis-gadis ini telah memilih untuk melakukannya secara manual.

"Kami punya hidangan udang dan kepiting di sini."
"Dan tentu saja tuna dari semua jenis juga, Master."

Liza dan Lulu membariskan piring-piring berukuran besar.

"Aku, Hikaru-sama dan Karina-sama membuat soba ini bersama-sama sebagai jimat keberuntungan."
"Ehehehe ~, kita membuatnya panjang dan tipis."
"Aku melemparkannya sekeras yang aku bisa desuwa!"

Puteri Sistina, Hikaru dan Lady Karina menaruh tiga jenis soba dengan warna yang berbeda di atas meja.
Aku penasaran apakah mesin kapal tidak sesuai dengan standar mereka, tetapi tampaknya mereka ingin membuatnya dengan tangan mereka sendiri karena itu seperti jimat keberuntungan.

"Satou-san, aku mencoba membuat hidangan daging kambing yang biasanya disajikan dalam upacara pengerahan pasukan Seryuu."

Zena-san menyajikan hidangan yang tidak biasa.
Sepertinya dia belajar membuat masakan daging kambing dari rumah keluarganya atau penginapan gerbang selama kunjungannya ke Kota Seryuu saat itu.
Karena ini tidak ada dalam menu masakan otomatis, dia pasti memasaknya bersama Lulu di dapur dengan cara manual.

Dalam waktu yang disediakan, aku memakan makanan yang semua orang persiapkan dengan senang hati.
Aku tidak menyadari betapa laparnya aku, akhirnya aku banyak makan.

"Sekarang, aku pergi."

Setelah menikmati teh sehabis makan, aku berdiri seolah ingin menghilangkan penyesalan.

"Apa yang kau bicarakan, Master. Kami semua pasti akan pergi bersamamu!"

Gadis-gadis itu menyuarakan persetujuan mereka terhadap deklarasi Arisa.
Bahkan gadis kecil ungu dan Core Two.

Aku mencoba untuk menghentikan mereka melakukan sesuatu yang begitu sembrono, tetapi mereka berhasil meyakinkanku dengan menunjukkan Miasma Barrier milik dewa Karion yang dipasang di kapal ruang angkasa.

Yah, kurasa kita butuh seseorang untuk mengawasi sekitar Gerbang neraka.



"Semua anggota, duduk di kursimu, jangan lupa sabuk pengamanmu, jadi aku umumkan."

Nana yang duduk di kokpit berbentuk kerang mengirimkan siaran kepada semua orang.
Sabuk pengaman kapal ini tidak seperti yang Kau lihat di mobil, lebih seperti di kapal tempur dengan kunci enam titik.
<TLN : https://s0.bukalapak.com/img/06816479201/w-1000/Berkualitas_Sabuk_Pengaman_3_Titik_6_Titik_Untuk_Keamanan_Mo.jpg>

"Semua sudah berada di kursi, melepaskan kontrol gravitasi."

Tepat seperti yang dikatakan Nana, sensasi melayang menyelimuti semua orang.
Ini akan menjadi adegan di mana Kau melihat rambut semua orang mengambang jika itu adalah anime atau manga, tetapi karena kita semua menggunakan helm fullface, Kau hanya dapat melihat rambutmu sendiri mengambang di dalam helm.

"Menyebarkan Anti Miasma Barrier, jadi aku umumkan."
"Penghalang Miasma disebarkan."

Kapal ruang angkasa akan diperkuat oleh Miasma Barrier, tapi aku masih agak khawatir.

Kita bisa menggunakan lebih banyak penghalang, atau--.

"Zena-san, bisakah kau menggunakan『 Saint Prey 』ke dalam Miasma Barrier?"
"Y-ya! Aku akan melakukan yang terbaik!"

Cahaya oranye berdenyut di atas tubuh Zena-san, [Saint Prey] Unique Skill dari dewa Heraruon memperkuat [Miasma Barrier] kapal.

Seperti yang kuduga.
Metode ini lebih efektif daripada menggunakan banyak penghalang.

"Menyebarkan Shield Anti Deteksi, jadi aku umumkan."
"Sistem Anti Deteksi dan Hermit Hide aktif."

Cahaya zamrud berdenyut di atas tubuh Sera, Unique Skill yang dipinjamkan oleh Dewa Tenion, [Hermit Hide] menyembunyikan kapal ruang angkasa dari mata manusia dan mata para dewa.

"Master, semua persiapan sudah selesai jadi aku laporkan."

Nana memberitahuku status terakhir dengan frasa yang terdengar familiar.

"Baiklah, mari kita pergi."

Untuk mencegah retakan antar Dunia, aku menggunakan Unit Arrangement untuk memindahkan kapal ruang angkasa langsung ke Koridor Neraka.

"Peringatan ~?"
"Kepadatan miasma dalam level berbahaya nanodesu!"
"Master, alarmnya sudah mati."

Wah, bahkan lebih padat daripada yang diperkirakan.

Aku memilih [Miasma Barrier] pada daftar magicku dan mengeluarkannya.
Aku memperkecil jangkauannya hanya untuk menutupi anjungan kapal dan menumpuk beberapa lapisan hanya untuk berjaga-jaga.

Unique Skill Zena-san masih aktif juga, anjungan ini seharusnya baik-baik saja sekarang.

Selanjutnya, perkuat penghalang yang menutupi seluruh kapal ruang angkasa.

"Satou-san, haruskah kita menumpuk lebih banyak Miasma Barrier?"
"Ya, kita harus melakukannya. Jangan lupa untuk menyesuaikan output dari Sacred Stone Furnace."

Aku memberikan persetujuan kepada Zena-san untuk menumpuk lebih banyak penghalang di seluruh kapal ruang angkasa.

"Dimengerti, desuwa. Raka-san, tolong lakukan."
『Umu, dimengerti.』
"Aku akan membantu juga!"

Lady Karina menginstruksikan << Intelligent Item >> Raka menyesuaikan output Sacred Stone Furnace dan Core Two membantunya juga.

Setelah mengkonfirmasi peningkatan output, Zena-san menambahkan lebih banyak lapisan Miasma Barrier di atas kapal ruang angkasa.

"Sepertinya kita memiliki masalah di dalam kapal."
"Aku telah mengirim golem perawatan. Izinkan aku untuk mengurusnya."

Menerima laporan Hikaru, puteri Sistina segera memberi perintah kepada golem bawahannya untuk membantu mengendalikan kerusakan.

Bagian dalam kapal seharusnya baik-baik saja sekarang.

Aku memeriksa Peta -.

"Menyebarkan Sistem Deteksi, jadi aku umumkan."
"Nn, Sanctuary Guard."

Cahaya biru nila meluap keluar dari Mia dan meresap ke dalam radar kapal ruang angkasa.
[Sanctuary Guard] Unique Skill yang dipinjamkan oleh dewa Urion memperkuat radar kapal.

Radar kapal berbentuk bola tiba-tiba memiliki siluet yang ditampilkan di sana.
Mereka tampaknya adalah demon dengan skill bersembunyi yang bertujuan untuk melakukan penyergapan.

Radar menunjukkan respons yang sama dengan Petaku, tidak ada yang bisa aku tambahkan.

"Penuh dengan musuh."
"Hanya keunggulan dalam jumlah. Tidak ada yang lain selain demon kelas menengah dan rendah."
"Ya!"
"Yupyup yippie nanodesuyo."

Cahaya biru membubung keluar dari tubuh Liza, membangkitkan semangat bertarung gadis-gadis lain.
Sepertinya dia secara tidak sadar menggunakan Unique Skill [Hero Heart] dewa Garleon.

"Haruskah kita memusnahkannya?"

Aku menggelengkan kepalaku mendengar pertanyaan Hikaru.

"Sepertinya mereka tidak tahu kita ada di sini berkat kekuatan Sera-san, mari kita gunakan kesempatan ini untuk melewati Koridor Neraka."

Fakta bahwa tidak ada greater demon di antara mereka, itu pasti karena demon-demon ini hanya memeriksa daerah itu daripada bersiap untuk menyerang.

"Ya Master, memulai mode menyelinap licik jadi aku melaporkan."

Tidak tidak, kapal ini tidak memiliki mode seperti itu, Kau tahu.

Kami menahan napas ketika kapal melewati Koridor Neraka sebelum akhirnya tiba di Neraka.


※ Chapter berikutnya direncanakan untuk terbit pada 16/12 atau 17/12


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan