Selasa, 12 November 2019

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-40. Jalan Pada Dungeon dan Koridor Bulan (2)

Chapter 17-40. Jalan Pada Dungeon dan Koridor Bulan (2)


Satou di sini. Aku suka mengerahkan seluruh kekuatan penuhku setiap kali aku berolahraga atau saat bermain game pertarungan. Dan begitu Kau telah mencapai batas, apakah Kau dapat mengambil langkah untuk terus melaju ke depan atau tidak adalah titik baliknya.



Bulan atau kota Seryuu.

Seolah-olah mendukung apa yang dikatakan gadis kecil ungu tentang Netherworld yang telah menggerogotinya, lumpur hitam tumpah dari bulan purnama yang berada di langit, dan aku menerima laporan dari Labirin Core Phantasmal Labyrinth tentang upaya peretasan yang dilakukan padanya, dan bahwa dia telah kehilangan kontak dengan labirin Kota Seryuu.

Aku menuju ke bulan.

Aku akan memilih Kota Seryuu jika aku membiarkan emosiku mengambil alih, tetapi karena aku memiliki firasat bahwa menunda pergi ke bulan akan membuat situasi menjadi sangat buruk, aku membuat keputusan untuk mengikuti sinyal yang ditunjukkan oleh skill Crisis Perception kepadaku.

Setelah mendekati itu, aku melihat bahwa situasinya menjadi sangat buruk di sana.

Miasma lumpur hitam menyembur keluar dari kawah di permukaan bulan seperti magma, ketidakmurnian menyebar tidak hanya di permukaannya tetapi bahkan di orbit satelit.

Ini sangat buruk. Aku benar-benar membuat pilihan yang tepat dengan percaya pada Crisis Perception.

Aku mengubah titleku menjadi [God Slayer], mengeluarkan Divine Sword dan menuju ke permukaan bulan sambil menghilangkan miasma yang terlihat di sepanjang jalan.

Ugeeh, menjijikan. Sentimen dan dendam yang menjijikkan menyerang tubuhku seperti gelombang.
Aku tidak pernah membayangkan bahwa sisa-sisa dari bagian miasma tebal yang aku potong dengan Divine Sword akan menyiksa pikiranku dengan sangat parah seperti ini. Jika itu bisa mempengaruhiku yang memiliki skill resistance dan peralatan Nanashi, aku tidak berpikir bahkan para dewa akan selamat dari serangan langsung ini.

Sisa-sisa itu akan terhapus juga seandainya aku melantunkan Scripture << PERISH>, tetapi karena mode itu memiliki waktu aktif yang terbatas, aku memutuskan untuk menyimpannya.
Kemudian, entah bagaimana aku berhasil tiba di permukaan bulan meskipun sedikit menyesali keputusan itu.

Aku menyentuh permukaan bulan yang kasar.

Pertunjukan sesungguhnya akan dimulai sekarang.

Aku mendorong telapak tanganku di atasnya dan berharap.

--Storage.

Sesaat kemudian, bulan menghilang.
Berhasil. Aku yakin bisa meletakkan bulan di Storageku, dan itu terbukti benar.

Beberapa individu yang tampak seperti demon mengambang di tempat yang merupakan inti bulan.
Aku akan mengabaikan mereka.

Yang lebih penting lagi--.

Lumpur hitam di orbit satelit telah mulai turun ke bumi karena gravitasi bulan sudah tidak ada lagi.

"Ah sial, berurusan dengan semua hal itu sendirian akan menyusahkan."

Kelihatannya memang sederhana, tetapi jumlah miasma yang cukup untuk benar-benar menutupi permukaan satelit besar bukanlah lelucon.

"Kau tidak sendiri!"

Suara energik mencapai telingaku saat aku mengerang. Ini suara Arisa.

『Itu benar nodesuyo! Pochi ada di sini, nodesuyo! 』
『Tama juga ~』

Sebuah kapal ruang angkasa besar dengan Arisa dan gadis-gadis di dalamnya datang terbang ke orbit satelit.
Arisa pasti menggunakan magic space untuk memindahkannya dari base.

『Master, aku akan menjadi sedikit liar hari ini !!』

Aura ungu melapisi kapal ruang angkasa.

『GOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!』

Space magic [Hyper Deracinator] yang ditenagai oleh Unique Skill [Over Booost] dan dibantu oleh kapal luar angkasa menghentikan lumpur hitam.
<TLN : Hyper Deracinator = Pemusnahan Ekstra, Over Boost = Tenaga Ekstra?>

"Ya ampun, dia benar-benar menjadi liar."

Agar usahanya tidak sia-sia, aku menggunakan Flash Drive untuk terbang menuju ke bagian dengan lumpur yang tebal dan menghapusnya dengan Scripture <<PERISH>> Divine Sword yang diaktifkan.
<TLN : Scripture itu ibarat kata kunci untuk mengaktifkan kemampuan pedang khusus, kayak ‘im the bone of my soul’-nya si shiro di Fate>

--Gueh.

Sisa-sisanya masih tetap ada bahkan setelah <<PERISH>> aktif, meskipun pengaruhnya lebih rendah dari pada sebelumnya.
Aku terus bekerja sambil menahan ketidaknyamanan yang menyiksa pikiranku.

Gadis-gadis itu juga membantu memurnikan lumpur dengan magic ritual jenis pemurnian dan magic anti-dewa.

--PERINGATAN.

Setelah menghapus beberapa bagian dari lumpur hitam, Status beberapa kenalanku di Kota Seryuu mulai terlihat buruk.

『Aku perlu membantu di Kota Seryuu sebentar. Kalian jaga tempat ini untuk sementara waktu. 』

Aku menangguhkan pekerjaan pembersihan lumpur dan pindah ke Kota Seryuu dengan Unit Arrangement.
Mendapat keluhan melalui Mass Tactical talk, "Itu curang, curang!", Ketika aku menempatkan spell Planet Guard sebelum berteleportasi, tetapi, karena itu datang agak terlambat, aku hanya mengabaikannya.



"Medan perang, medan perang - di sana huh."

Aku memindai kota Seryuu dari atas langit.

Inti dari keributan ini adalah – greater black demon, Moi-kun. Demon yang terus menghidupkan dirinya sendiri tidak peduli berapa kali aku mengalahkannya.
Dibalut dalam aura ungu yang tampaknya adalah Unique skill, mengalahkan Kigori-shi dan adik laki-laki Zena-san, Yukel-kun dengan kecepatan luar biasa.
Demon dengan Unique Skill memang merepotkan.

Aku mengganti pakaianku yang kotor dengan lumpur hitam, dan memotong Moi-kun menjadi dua menggunakan Divine Sword saat aku mendarat dengan Flash Drive.
[Fragmen Dewa] keluar dari kabut hitam Moi-kun yang menghilang, dan aku mengatasinya dengan menggunakan Divine Sword seperti biasanya.

Aku tergoda untuk muncul sebagai Satou dan memenuhi janji yang aku buat dengan Earl Seryuu untuk [Membasmi musuh asing sekali], tetapi jika Yukel-kun kehilangan nyawanya karena aku bermain-main, aku tidak akan pernah bisa melihat wajah Zena-san lagi.

Karena Yukel-kun dan teman-temannya aman, aku yakin aku membuat pilihan yang benar di sini.

Aku mengembalikan <<PERISH>>> Divine Sword yang masih aktif ke sarungnya.
Dragon Fang Sword atau Holy Sword sudah lebih dari cukup untuk berurusan dengan musuh di labirin.

"Satu kalah tidak berarti apa-apa. Moi, bertemu."
"Bayangan tidak memiliki batas. Moi, datang."
"Moi, datang."

Moi-kun yang diproduksi massal muncul secara massal.
Aku tidak yakin berapa banyak fakta dari hal yang mereka katakan, tetapi tubuh aslinya pasti menunggu di suatu tempat, dan mereka yang berada di atas tanah ini mungkin hanya sebuah proyeksi atau salinan?

"" "Moi, high speed kill." ""
<TLN : High speed kill = pembunuhan secepat kilat>

Black greater demon datang menghampiriku dari segala arah dengan kecepatan luar biasa.

"Moi, killer move."

Moi-kun # 2 pergi ke belakang dan memotong leher Hero Nanashi dengan cakar seperti pisau yang memanjang.

"Nanashi-sama!"

Yukel-kun dan yang lainnya terengah-engah ketika mereka melihat adegan itu.
Hero Nanashi tanpa kepala lenyap.

Yah karena aku juga sedang menontonnya dan tentu saja, itu hanya ilusi.

Aku memotong Moi-kun # 2 berkeping-keping dengan holy sword sebelum itu bisa menyadari apa yang sedang terjadi.
Dan karena Moi-kun cukup ulet, aku juga membakar potongan-potongannya dengan napalm yang dicampur dengan bubuk Dragon Fang.
<TLN : Napalm itu sejenis bubuk yang mudah terbakar>

"Kekuatan yang menakjubkan."

Saat skill Hearing mendengar gumaman Kigori-shi, aku berkeliling memusnahkan dua Moi-kun lainnya.

"Moi, hidup kembali."

... Itu hanya menghidupkan kembali dirinya sendiri bahkan setelah semua usaha keras tersebut.
Aku bisa terus memotong demon-demon ini sampai berkeping-keping sampai mereka tidak bisa hidup lagi ... Tapi itu terlalu melelahkan.

"" "Moi, hidup kembali." ""

Moi-kun yang lain menghidupkan kembali diri mereka satu demi satu.
Aku kira fakta bahwa Moi-kun dengan Unique skill tidak hidup kembali adalah penanda di sini.

"Selama bibit moi, labirin, tetap utuh, moi abadi."

Itu sangat menjengkelkan ...

"Hero-sama! Kita harus melakukan sesuatu tentang labirin!"

Yukel-kun mengatakannya dengan keras.
Ya, menghancurkan labirin itu sendiri adalah masalah yang sederhana, tetapi menghancurkan tambang penghasil sumber daya, tidak mungkin earl Seryuu akan setuju untuk -.

"Pen - Hero Nanashi!"

Earl Seryuu muncul di sebelah Kigori-shi dan berteriak keras.
Aku khawatir melihatnya di zona bahaya ini, tetapi ternyata itu hanya proyeksi yang dibuat dengan baik. Pasti City Core yang membuatnya.

"Penuhi janjimu untuk melindungi Kota Seryuu sekali!"
"Bukankah aku sudah melakukan hal itu?"

- Atau lebih tepatnya, aku membuat janji itu kepadamu sebagai Satou, kau tahu.

"Tidak, kau belum melakukannya! Hentikan labirin yang menggerogoti Kota Seryuu -"
"Aku mungkin harus menghancurkan labirin, apakah kau tidak masalah dengan hal itu?"
"... Aku tidak keberatan. Labirin ini dikatakan sebagai markas yang digunakan demon untuk menaklukkan [Dragon Valley]. Sangat disayangkan, tapi aku tidak akan berkompromi dengan keselamatan rakyatku."

Hee, ini pertama kalinya aku mendengar tentang itu.

Yah, karena aku sudah menyelesaikan hambatan terbesar, alias izin dari earl dan sebagainya, mari kita selesaikan dengan cepat, lagipula aku sudah melakukan semua persiapan sebelumnya.

"Baiklah kalau begitu, ini dia."

Aku mengaktifkan penghalang yang telah aku buat sebelumnya.
Cahaya biru berkilau membungkus Kota Seryuu yang kemudian berubah menjadi penghalang pemurnian berlapis-lapis yang memurnikan miasma dari monster yang mengalir keluar dari labirin.

"Moi, heran."
"Moi, mengaum."
"Moi, berteriak."

Penghalan pemurnian berlapis-lapis ini mencakup seluruh Seryuu Earldom, dan efeknya sangat menonjol pada titik pusatnya, labirin. Pemurnian tersebut bahkan dapat mempengaruhi greater demon.
Aku dapat menggunakan penghalang dengan skala sebesar ini berkat koneksi ke Dragon Veins dari Dragon Valley yang tebal.

"Moi belum kalah. Moi, gigih."
"Moi tidak bisa dihancurkan selama labirin ada di sini. Moi, abadi."

--Baiklah baiklah.

Aku mengaktifkan jebakan yang telah aku install di [Labirin Core].
Tepat sesudahnya, gempa bumi melanda. Labirin pasti sudah mulai runtuh karena kehancuran Labirin Core.

"Pendra - Hero Nanashi-dono, apa yang—"
"Oh, aku baru saja menghancurkan labirin. Dan jangan khawatir, aku sudah memastikan itu tidak akan runtuh."

Aku dengan paksa menutup retakan dan pergerakan tanah dengan magic Earth Control.

"Ini - skakmat."

Aku bergerak untuk memusnahkan Moi-kun yang melambat sambil memegang holy sword dan dragon fang sword di kedua tangan.

"Penghalang ini akan melindungi seluruh earldom selama sekitar 10 hari. Baiklah kalau begitu, aku harus pergi ke perhentian berikutnya"

Aku melambai pada orang-orang yang belum selesai memproses apa yang terjadi dan kembali untuk membersihkan orbit bulan.



"Fiuh, itu melelahkan?"

Sudah lama sejak aku mengerahkan semuanya, jadi itu melelahkan.
Yah, itu sebagian besar disebabkan oleh lumpur hitam.

Aku kembali ke kapal ruang besar di mana para gadis sedang menunggu.

"Aku kembali. Sekarang setelah kita menutup gate Labirin dan Moon, Netherworld tidak akan menggerogoti di dunia ini lagi, kan."

Kurasa permintaan Dewa Tenion sudah selesai dengan ini?

"Irregular! selamatkan milord selanjutnya!"

Gadis kecil ungu menempel padaku.
Oh benar, kami sedang membicarakan hal itu.


Note :
Mimin gak sabar nunggu intermission soal pendapat orang-orang tentang Pendra—Hero Nanashi :v Dan apakah ujung-ujungnya bakal terkuak juga identitasnya? Kita tunggu aja xD


※ Chapter berikutnya direncanakan untuk terbit pada 18/11 atau 19/11.


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-Intermission 2 : Dewi Kecil

Chapter 17-Intermission 2 : Dewi Kecil


"Demon god, kau baik-baik saja?"
"Parion huh."
"Un."

Demon god mengangkat tubuhnya dari tempat tidur mewahnya.
Dia saat ini sedang beristirahat untuk menghilangkan ketidakmurnian yang ia dapatkan saat penggabungan dengan [Satou Palsu], perangkap yang dibuat oleh para dewa.

Demon god menghentikan Parion saat dia akan memeluknya dengan polos seperti biasanya.

"Mengapa?"

Parion menanyakan alasannya karena Demon god biasanya akan senang setiap kali dia memeluknya ketika mereka berada dalam bentuk fisik.

"Kau akan terinfeksi ketidakmurnian ini."
"...Uh huh."

Sepertinya dia masih belum terbiasa dengan tubuhnya yang baru dibuat, wajahnya menggeliat seperti 'poyayan'.
<TLN : Ehm, entahlah mungkin wajahnya kayak jelly gitu, gak bisa mempertahankan bentuknya>

"Tapi aku terkesan kau berhasil sampai sejauh ini."

Terkesan bahwa dia dapat mencapai bagian terdalam dari Netherworld yang dipenuhi dengan demon-demon yang benar-benar membenci dewa tanpa menyebabkan keributan sekalipun.

"Otoritas, sopan santun."
"Begitu, gadis baik, Parion"

Dipuji oleh Demon god, Parion membusungkan dadanya penuh kemenangan.
Sebuah objek asing muncul dalam pandangan Parion.

"Apa itu?"

Parion mengalihkan perhatiannya ke sabit mutiara dengan cahaya berwarna pelangi yang menghiasi kamar tidur.

"『 Godreaping Scythe』- senjata yang mampu membunuh dewa."
"Membunuh dewa?"
<TLN : Godreaping Scythe = sabit pembunuh dewa>

Parion mengenggam sabit tersebut di lengannya saat dia bergumam.
Tampaknya terlalu berat untuk tubuh Parion, dia terhuyung-huyung saat membawanya.

"Benda itu berbahaya, kembalikan Parion."
"Harus membunuh dulu sebelum kukembalikan."

Parion dengan goyah berpose dengan sabit itu.

"Itu masih belum selesai."
"Mengapa?"

Parion memiringkan kepalanya seperti 'poyayan'.

"Itu belum memiliki Keilahian."
"Bagaimana kau memasukkannya?"
"Senjata itu adalah alasan mengapa aku menciptakan Menara Ungu, untuk mengumpulkan keilahian. Itu akan terisi penuh dalam waktu 10.000 tahun."
"Mengapa tidak menggunakan Keilahian para Bidadari?"
"Bidadari memiliki terlalu sedikit Keilahian. Bahkan jika mereka semua digabungkan tidak akan cukup untuk mengisi sabit ini."
"Berapa banyak yang dibutuhkan?"
"Sama dengan keilahian yang dimiliki satu dewa."

Mata Parion terbuka lebar, mendengar jumlah yang sangat besar.

"Apa yang harus dilakukan."

Parion memiringkan kepala dan tubuhnya dengan alis berkerut.
Dia tidak pernah berpikir bahwa penyelesaian senjata untuk membunuh dewa memerlukan tindakan kontradiktif untuk membunuh dewa terlebih dahulu.

"Aku akan datang lagi."

Parion meninggalkan istana Demon God setelah menggumamkan itu.



"Demon god. Aku memikirkan ide yang bagus."

Parion langsung langsung ke inti pembicaraan pada kunjungan keduanya.
Demon god tidak tidur di ranjangnya hari ini, tampaknya miasma yang dimasukkan ke dalam Satou palsu sudah hilang.

"Selamat datang, Parion. Apa ide bagusmu ini?"
"Mari kita gunakan White Radiant Crystal."
"--White Radiant Crystal? Benda itu tersembunyi di bagian terdalam dari Dunia Para Dewa ya ..."
"Un."

Demon god menyadari bahwa dewa Parion mengatakan kepadanya untuk menggunakan White Radiant Crystal untuk mengisi Godreaping Scythe ketika Parion melirik sabit itu.

"Cukup?"
"Kristalisasi dari Keilahian [White Radiant Crystal] memang mencukupi ... Tapi aku tidak bisa setuju untuk itu."
"Mengapa?"
"Kristal itu diperlukan untuk melindungi dunia manusia di atas Dunia Para Dewa."

Itu adalah [Penghalang Tujuh Dewa] yang melindungi dunia manusia dari ancaman [Penjajah] yang berkeliaran di ruang hampa, dan White Radiant Crystal adalah sumber kekuatan yang membuat penghalan tersebut.

Itulah pengetahuan yang dimiliki Demon god tentang hal itu.

"Tidak apa-apa."

Parion membusungkan dadanya dengan percaya diri.

"Apakah begitu?"
"Semuanya bisa membuatnya sendiri. Semuanya menyembunyikan Keilahian cadangan."

Parion bersikeras bahwa para dewa bisa membuat White Radiant Crystal baru jika mereka semua mengumpulkan simpanan Keilahian mereka.

"Ambisi kita bisa diwujudkan kalau begitu."

Demon god merenung. Dia bisa membebaskan manusia dari kekuasan dewa jika dia menggunakan [Godreaping Scythe] untuk mengancam para dewa itu.
Tetapi apa yang ada dalam pikiran Parion ketika dia tersenyum -.

"Ayo lakukan."
"Baiklah. Aku mengandalkanmu untuk membimbingku ke Dunia Para Dewa."
"Kau bisa mengandalkanku."

Dengan demikian tim gabungan dari Demon God dan Parion terbentuk, dan pencurian White Radiant Crystal dari Dunia Para Dewa dilakukan.



"Demon god, kau baik-baik saja?"
"... Pa-Parion."
"Un."

Demon god bahkan tidak mampu mengangkat tubuhnya dari tempat tidur saat dia menatap Parion sambil kesakitan.
Keilahian yang meluap keluar dari tubuhnya jauh melebihi jumlah yang biasanya, tetapi stagnan seperti lumpur hitam.

Kabut miasma tidak murni yang menutupi seluruh Netherworld rupanya berasal dari Demon god.

"Apa yang terjadi?"
"Dewa-dewa itu menebak jalan pemikiranku. White Radiant Crystal memiliki Kebencian terkandung di dalamnya."

Kebencian - [Kekuatan Terlarang] yang disegel di bulan.
Demon god mengatakan seseorang telah meletakkannya di dalam White Radiant Crystal.

Dia mungkin perlu untuk memasukkan Keilahian ke dalam tubuhnya sebelum dia bisa memasukkannya ke dalam sabit.

"Siapa yang melakukan itu?"
"Kemungkinan besar Zaikuon. Dia satu-satunya yang akan melakukan tindakan bodoh menyabotase seperti itu di antara para dewa."
"Uh huh."

God Parion mengangguk dengan wajah 'poyayan'.

"Apakah itu sudah terisi dengan Keilahian?"

God Parion bertanya sambil menunjuk pada [Godreaping Scythe].

"Belum."

Ketidakpuasan tampak di wajah dewa Parion begitu dia mendengar jawaban Demon God.

"Mengapa?"
"Jika aku melakukan itu,『 Godreaping Scythe』akan dikotori oleh ketidakmurnian. Dan kita harus mengulangnya lagi jika itu terjadi."
"Uh huh."

God Parion berjalan menuju [Godreaping Scythe].
Demon dalam bentuk saintess berdiri di depan Parion tepat ketika dia mengulurkan tangannya ke sabit.

"Minggir."
"Kau tidak boleh melakukannya."
"Aku tidak bisa membunuh tanpa itu."

Saintess itu memandang dewa Parion yang memberi tatapan [Berikan itu].
Namun penjagaan saintess itu sempurna, ia memblokir semua upaya yang dilakukan dewa Parion untuk mengambil sabit.

"Hentikan, Parion. Kau tidak perlu membalas dendam pada Zaikuon."
"Tapi."
"Jangan khawatir. Para pengikutku yang tepercaya saat ini sedang membuat kambing hitam untuk memindahkan ketidakmurnian ini. Mari kita berpikir tentang mengancam dewa-dewa itu sesudahnya."
"Baik."

Parion mengangguk dengan enggan.

"Tinggalkan Netherworld, Parion."
"Mengapa?"
"Aku tidak bisa menahan ketidakmurnian pada tingkat ini."

Jika dia gagal menahannya, dunia bawah akan terkontaminasi oleh ketidakmurnian yang cukup parah untuk mengotori seorang dewi suci seperti dia.
Demon god takut bahwa kekuatannya akan mencemari dewi kecil itu.

"Aku juga tidak bisa membiarkan dunia manusia terkotori oleh ketidakmurnian. Aku harus menutup gate ke dunia manusia sebelum itu terjadi. Tinggalkan Netherworld sebelum gate ditutup."

Demon god rupanya sadar bahwa dia masuk melalui gate di dunia manusia setiap kali dia mengunjungi Netherworld.

"Aku akan datang lagi."

Setelah mengatakan itu dengan wajah poyayan-nya, dewa Parion meninggalkan Demon god.

Berkat Otoritasnya, tidak ada demon yang datang menyerangnya di lorong.

"Kambing hitam untuk memindahkan ketidakmurnian ..."

God Parion bergumam.

"...Ada satu."

Parion tahu.
Yang dimaksud oleh Demon god Satou adalah dewa palsu lain yang telah diciptakan.

Parion tidak memberitahunya.
Karena dia berpikir bahwa Demon god sudah merupakan bentuk sempurna yang tidak membutuhkan Satou.

Parion merenungkan.
Tubuh yang serupa dengan Demon god, yang ada di dunia manusia paling cocok sebagai kambing hitam untuk mentransfer ketidakmurnian.

Parion merencanakan sesuatu.
Cara untuk membawa Tubuh serupa ke Netherworld untuk memindahkan ketidakmurnian.

"—Itu dia."

Di sana, berdiri salah satu gadis kecil berambut merah muda dalam penglihatan Parion.
Dia adalah salah satu gadis yang bergerak tanpa tujuan di koridor sambil mengatakan hal-hal seperti, "Oh tidak ~", "Apa yang harus kita lakukan ~" dengan gelisah.

Parion mendekati gadis kecil yang keluar dari kelompoknya.

Dia memperbaiki wajah 'poyayan'-nya sambil bergerak, memasang wajah yang sesuai dengan seorang dewi.
Dia hidup selama 100 juta tahun bukan tanpa hasil. Selama dia mau, Parion mampu berperan sebagai seorang dewi yang agung.

"Kau, ya kau gadis kecil, apakah kau ingin menyelamatkan Demon god?"
"--Siapa?"
"Aku adalah teman lama Demon god."

Gadis kecil itu melonggarkan penjagaannya setelah mendengar suara lembut Parion.

"Aku akan memberikan misi kepadamu yang paling mencintai Demon god di antara semua familiar."
"Misi?"
"Kau bisa menyelamatkan Demon god jika kau melakukan apa yang diperintahkan."
"Sungguh ?!"
"Ya, aku berjanji. Maukah kau melakukan misi ini?"
"Un!"

Maka, dewa Parion dengan licik mengirim seekor domba malang ke tempat Satou yang berada di dunia manusia.

Dia bahkan memberinya otoritas untuk membuka kunci gate yang tertutup.
Meskipun tidak mungkin dewa seperti dia tidak menyadari bahwa melakukan hal itu akan membawa ketidakmurnian ke dunia manusia.

"Kufuu, kufufufufu."

Parion tertawa polos.

"Aku akhirnya akan mendapatkannya.『 Godreaping Scythe 』- senjata untuk membunuh dewa."

Bisikan Parion menghilang ke dalam celah tanpa mencapai telinga siapa pun.
Tidak ada yang tahu sifat asli dewa Parion.


Note :
Woah, ini semua memutar balikkan fakta yang udah kita duga-duga~ 
Ternyata tujuan demon god hanya untuk membebaskan manusia dari kekuasaan para dewa. Dan ternyata dewa parion yang ‘terlihat’ polos dan imut punya sisi yandere yang mengerikan x’D 
Akhirnya kita tahu siapa yang sebenarnya jahat disini~
Good job Ainana-sensei~



TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 9 : Chapter 9 - Laboratorium Kyo

Volume 9
Chapter 9 - Laboratorium Kyo


“Jadi ini adalah laboratorium Kyo...”

Itu tampak seperti rumah tua bergaya Barat, yang sangat aneh, karena seluruh negara ini terlihat seperti Jepang.

Dari gaya rumah itu, aku berharap menemukan tempat persembunyiannya di ruang bawah tanah.

“Lewat sini,” kata Yomogi, memimpin. Dia telah menghabiskan banyak waktu di sana, tapi...

“Aku tidak melihat salah satu dari wanita sampah #2 lainnya. Jika kita bertemu mereka, Aku punya banyak pertanyaan yang ingin Aku tanyakan.”

“Mereka mungkin tahu kita ada di sini.”

Aku melihat sekeliling halaman, sepertinya aku juga setuju dengannya.

“Mereka mungkin telah dikirim pada misi juga. Atau mungkin mereka dievakuasi.” Ada kemungkinan lain, tetapi Aku tidak ingin memikirkannya.

Mungkinkah dia telah mengorbankan para wanita itu untuk eksperimennya? Tidak…

“Mereka yang suka membunuh mungkin telah dikirim ke medan perang. Tapi dia tidak membawa semua orang ke sini.”

“Tidak?”

“Kyo hanya membawa orang yang benar-benar dia percayai ke sini. Dia membantu semua jenis orang, tetapi dia tidak suka ketika orang-orang mencarinya karena menginginkan bantuannya.”

Tentu saja dia tidak seperti itu; Dia memiliki banyak hal untuk disembunyikan. Dia seperti siswa terbaik di sekolah, tetapi menjalani kehidupan ganda.

“Jadi hanya teman-teman Kyo yang paling tepercaya yang tahu tentang tempat ini. Setidaknya, itulah yang Aku pikirkan,” Kata Yomogi tersenyum pahit. Dia pikir dia mungkin istimewa.

Jadi kita tidak bisa menggunakan para wanita sebagai sandera, mereka semua terlibat. Kyo pasti mencuci otak mereka, sama seperti yang dia lakukan dengan Tsugumi dan Yomogi.

“Terserah. Selama Kyo ada di sini, kita bisa melaksanakan rencana kita. Jika tidak, kita menyerbu laboratoriumnya untuk apa yang dapat kita gunakan dalam perang, kemudian hancurkan.”

Bagaimanapun, dia mungkin akan melarikan diri jika dia tahu kita akan datang. 

“Grrr...”

“Jangan lupa, kau membantu negara musuh. Kau tidak bertindak sendiri, Kau seorang prajurit kami sekarang.”

Yomogi mengepalkan tangannya, “Itu pengecut!”

“Bukankah mencoba mengendalikan negara lain adalah tindakan pengecut?”

Ada orang-orang seperti itu, orang-orang yang percaya dirinya bisa melakukan apa saja, selama kau berpikir bahwa apa yang kau lakukan benar. Itu cara hidup yang nyaman dan oportunistik. Itu mengingatkanku pada Itsuki.

“Bocah. Tenanglah, oke? Kita akan tahu kebenarannya begitu kita tiba di sana dan menemukannya.”

“Poin yang bagus.”

Aku baru saja menyelesaikan kalimatku ketika auman seekor binatang menggema melewati halaman.

Aku segera beralih menghadap ke sumber suara, dan melihat salinan White Tiger yang sedang diteliti oleh Sampah # 2. Ada juga seekor burung merah, yang Aku duga adalah seekor burung vermilion, dan seekor kura-kura hitam dengan seekor ular sebagai ekornya.

“Gahhhh!”

Lalu ada orang-orang juga, orang-orang yang tampak seperti telah digabungkan dengan binatang buas dan berada di ambang kegilaan. Sisi binatang dari tubuh mereka jauh lebih banyak dari sisi manusia, dan hampir menguasai mereka sepenuhnya. Mata mereka ganas dan liar, dan air liur menetes dari mulut mereka yang menganga.

“Ada kebenaran untukmu di sana. Kyo tidak berusaha menyembunyikannya. Sepertinya kita sudah terlambat untuk menyelamatkan beberapa dari mereka. Kizuna, bisakah kau membantu mereka?”

“Aku tidak tahu, tetapi Aku bisa mencobanya.”

Yomogi mengerutkan kening, “Kyo, bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini?” Dia menghunuskan katana yang diberikan Kizuna padanya.

Kami akan mendukungnya dalam pertempuran. 

“Ayo pergi!”

“Gahhhh!”

Binatang-binatang buas meraung seperti bunyi gong yang memulai pertempuran, dan mereka menyerbu kami. Kami bertemu mereka secara langsung, dan pertempuran dimulai dengan sungguh-sungguh.

“Sialan. Sisi binatangnya telah mengambil alih terlalu banyak. Senjataku tidak melihat mereka sebagai manusia lagi.”

Kizuna telah mencoba untuk memotong setengah dari musuh yang merupakan bagian binatang, tetapi senjata suci tidak lagi membedakan antara bagian manusia dan binatang mereka. Itu berarti Kizuna sekarang adalah penyerang terkuat di grup.

Aku pernah melihat kemampuannya sebelumnya, ketika kami bepergian bersama. Dia begitu kuat sehingga seperti bisa menembakkan Reverse Snow Moon Flower tanpa energi dengan cooldown yang sebentar. Selama dia tidak bertarung dengan manusia lain, dia benar-benar monster di medan perang.

Dia terbang menembus kerumunan, memotong mereka. Ketika mereka jatuh, mereka tampak seperti mengatakan sesuatu.

Kizuna, Glass, dan Raphtalia meneteskan air mata. 

“Apa itu?”

“Mereka ... Sebelum mereka mati, mereka berterima kasih padaku.”

“Sialan! Ini benar-benar menyulitkan!” Teriak L’Arc. Saat dia memahaminya, dia ragu untuk bertarung.

Aku memblokir serangan dengan perisai dan mengangguk.

“Jangan bersimpati atau kau akan mati. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mereka sekarang.”

Kami punya pilihan antara orang-orang yang bisa kami selamatkan dan orang-orang yang tidak bisa kami selamatkan. Aku berharap kami cukup kuat untuk menyelamatkan semua orang, tetapi ternyata tidak.

“Kizuna, kau tahu apa yang terjadi di sini, bukan? Saat di dunia tempatku dipanggil, familiar Spirit Tortoise menginveksi orang-orang dengan semacam parasit. Kami tidak bisa menyelamatkan mereka. Sebagian dari Itu mungkin dilakukan oleh Roh Kura-kura, tetapi setengahnya lagi...” 

Dia mengangguk.

“Aku benar-benar hanya mengerti setengah dari ceritamu sampai sekarang.” 

“Dunia Bocah terluka sangat dalam. Kau benar. Kami belum siap.”

“Jika kau masih ingin mencoba dan menyelamatkan mereka, setidaknya coba untuk mengalahkan mereka dalam pertempuran.”

Sebenarnya mereka beregenerasi dengan sangat cepat, jadi kecuali kita memotong semua anggota tubuh mereka, mereka beregenerasi kembali setelah kita mengalahkannya.

Tidak ada pilihan yang bagus.

“Uh...” gumam Filo. Dia tampak bingung. Dia tidak pernah ahli berurusan dengan hal semacam ini.

Aku tahu bagaimana perasaannya, tetapi kita tidak punya pilihan.

“Ha!” Raphtalia mengayunkan pedangnya, lalu memasukkannya kembali ke sarungnya. Kemudian dia menarik pedangnya yang lain dan berlari melewati kerumunan monster yang mencoba maju. “Tuan. Naofumi benar! Kita tidak bisa memaafkan monster yang melakukan ini! Kita harus maju terus!” Monster-monster di sekitarnya jatuh ke tanah.

Dia benar. Jika kita ragu-ragu, kita akan tamat. Dan jika kita tidak berhasil, tidak akan ada yang tersisa untuk menghentikan Kyo.

L’Arc menghela nafas, “Jalan ke depan dipenuhi dengan darah, tetapi jika Itu berarti kebahagiaan orang-orang maka kita tidak punya pilihan selain mengarungi itu. Aku tidak berpikir hari Itu akan tiba ketika Aku akan belajar sesuatu darimu, Bocah.”

“Jangan menganggapnya seperti itu. Aku hanya melakukan apa yang harus Aku lakukan, dan ketika seseorang mencoba membunuhku, Aku akan mengalahkannya terlebih dulu.”

Jika Aku tidak melakukannya, Itu adalah akhir bagiku.

Aku sudah sering melakukannya. Gereja Tiga Pahlawan mencoba membunuhku. L’Arc dan teman-temannya mencoba membunuhku. Roh Kura-kura mencoba membunuh semua orang untuk membuat penghalang sihir.

Aku harus mengalahkan mereka semua, kalau tidak, tidak akan ada masa depan bagiku.

Aku tidak mengatakan bahwa Aku tidak memiliki penyesalan.

Tetapi jika kita tidak terus bergerak maju, kita tidak akan pernah membayar hutang yang kita miliki kepada semua orang yang telah kehilangan nyawa mereka.

“Alasan kematian Ost ada di sini. Kami datang untuk mengambilnya. Musuh mungkin membuat kita sulit memutuskan, tetapi tidak ada jalan untuk kembali.”

“Itu terdengar seperti dirimu, Bocah. Aku suka itu.” L’Arc menyiapkan sabitnya.

“Sepakat. Aku juga menyukainya,” kata Ethnobalt, mengubah vassal weaponnya menjadi perahu yang jauh lebih kecil.

Apa yang akan dia lakukan?

“Aku mungkin bukan petarung terkuat di sini, tapi aku akan melakukan apa yang aku bisa untuk mendukung kalian semua.”

Dia menembakan meriam kapal pada musuh yang melewati batas. 

“All Cannons Fire!”

Ledakkan yang memekakkan telinga terdengar, dan semuanya menjadi putih.

Aku mendengar bahwa kemampuan Ethnobalt sangat lemah, bahwa serangannya pada dasarnya tidak berguna. Dan setelah semua meriam ditembakkan, hasilnya mendukung semua yang Aku dengar.

Para monster dan manusia yang telah berubah berbalik dan memukul bola meriam, seolah-olah mereka hanyalah nyamuk. Ethnobalt naik lebih tinggi ke udara di atas kapalnya dan melambai kepada kami.

“Aku akan mengalihkan perhatian mereka! Tolong, cepatlah!”

“Tapi...” Kizuna mengulurkan lengannya padanya, tapi dia terlalu jauh.

Salinan burung berwarna ungu tua bisa terbang, salinan white tiger Itu melompat dari pohon ke pohon dan mencakar perahu dari bawah. Salinan kura-kura hitam memunculkan batu-batu besar dari tanah dan melemparkannya ke kapal yang terbang.

Aku tidak ingin meninggalkannya di sana. Rasanya seperti meninggalkan kelinci yang dikelilingi oleh binatang buas.

“Aku akan baik baik saja. Aku punya vassal weapon, bukan? Biarkan Aku melakukan ini! Aku akan melakukan yang terbaik!” 

“Ethnobalt!”

“Pen!” Chris berlari maju dan melompat ke arah salinan white tiger, dan kemudian salinan burung vermilion, lalu melompat ke belakang kapal.

“Chris.”

“Pen!” Dia melambai ke Kizuna, seolah mengatakan, “Serahkan ini padaku.” 

“Naofumi, tolong. Lindungi Kizuna untukku.”

“Baik.”

“Feh... Apakah kita benar-benar akan meninggalkannya?” 

“Iya. Kizuna — ayo pergi!”

“Tapi!”

“Kita tidak punya waktu untuk mengatasi monster-monster ini! Kyo bisa pergi!”

Ethnobalt memutuskan untuk membantu kami. Aku harus menghormati tekadnya. Dan dia membawa Chris. Jika segalanya berjalan semakin sulit, Aku berharap dia bisa melarikan diri.

“Sekarang adalah kesempatan kita. Ayo pergi! Biarkan Ethnobalt melakukan apa yang dia inginkan!” Kami semua berlari ke rumah besar.

Melihat ke belakang, Aku melihat Ethnobalt memancing monster keluar menuju hutan. Dia melambai kepada kami.

Di dalam mansion, baunya seperti seseorang baru saja ada disini. Terlihat seperti Itu juga, seperti seseorang telah tinggal di sana untuk sementara waktu.

“Kau bilang dia hanya membawa teman yang paling tepercaya ke sini, kan?”

Yomogi mengangguk, “Ya, dan ada kamar yang lebih dalam di mansion itu. Dia lebih selektif tentang siapa yang akan masuk ke sana.”

“Dia terdengar seperti penyihir atau alkemis. Dia pasti terobsesi dengan penelitiannya.”

“Kau memang benar — persis seperti itulah dia. Aku bingung mengapa seorang pahlawan dari dunia lain tahu banyak tentang Kyo.”

“Itu hanya dugaan saja.”

Aku memiliki sumber tersendiri. Aku sering membaca tentang karakter tipe ilmuwan gila ini di manga, atau bertemu dengannya di game. Tapi Kyo tidak cocok dengan karakter-karakter itu. Masih ada beberapa hal tentang dirinya yang tidak Aku mengerti.

Sepertinya dia benar-benar berpikir bahwa idenya luar biasa, dan dia tidak menginginkan apa pun selain memastikan semuanya menjadi kenyataan.

“Sialan. Terkunci.” 

“Di mana kuncinya?”

“Di sini,” kata Yomogi, menarik kunci dari sakunya dan memasukkannya ke lubang kunci.

Seperti yang diharapkan, Itu tidak berhasil. 

“Apakah kau dan Kyo berteman atau bagaimana?”

“Apa? Kunci ini selalu dapat membuka pintunya!” 

Dia belum benar tentang apa pun.

Aku pernah melihat hal semacam ini sebelumnya. Yomogi adalah satu-satunya dalam hubungan Itu yang mengira mereka adalah teman — bagi Kyo Itu semua adalah sebuah tindakan dengan motif tertentu.

“Tenang. Kau tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti ini kan L’Arc? Kizuna?” 

“Benar!” L’Arc tersenyum. Dia tahu apa yang Aku maksudkan.

“Memecahkan teka-teki!” Kizuna berkicau. 

Uh, dalam hal ini dia salah.

“Kizuna, kau bisa pergi melakukannya jika Itu yang kau inginkan. Dan jangan repot-repot kembali.”

“Hei!” Dia Cemberut.

Aku menjentikkan jari, dan L’Arc mengayunkan sabitnya dengan keras, membelah pintu.

Setidaknya seseorang mengerti apa yang Aku katakan. 

“Pintu ini lebih keras dari yang Kukira.”

“Mari kita ambil saat kita kembali. Kita mungkin bisa membuat senjata yang bagus dari itu.”

“Bocah, bukan Itu yang ingin kukatakan...” 

“Ah…”

“Oh, ayolah...” Glass menghela nafas, jelas kesal.

Raphtalia bingung oleh perilaku semua orang, “Haruskah aku mengiris sisa-sisa pintu sedikit lebih rapih, sehingga kita dapat dengan mudah mengumpulkannya saat kita kembali?”

“Raphtalia?!” Kizuna melompat, kaget dengan respons Raphtalia. Raphtalia bisa sangat blak-blakan tentang hal-hal seperti ini. 

“Apakah aku mengatakan sesuatu yang aneh?”

“Kami tidak punya waktu untuk itu. Mari kita hancurkan tempat ini!” L’Arc berteriak. Dia jelas mengerti situasinya.

Dan dia benar. Kami tidak punya waktu untuk pergi mengintai dan mengumpulkan barang-barang.

“Kau ingin memecahkan teka-teki, tetapi Itu menyiratkan bahwa ada teka-teki untuk dipecahkan. Kau pikir dia meninggalkan kunci untuk kita temukan? Aku meragukan itu!”

Siapa yang akan melakukan hal seperti itu? Dia pasti gila jika meninggalkan petunjuk bagi penyusup yang datang untuk mencarinya.

Tidak — kami akan mendobrak semua pintu, menemukan Kyo, dan membuatnya menerima semua akibat perbuatannya.

Itulah sebabnya Chris dan Ethnobalt tetap tinggal di belakang — untuk menarik perhatian musuh.

Kami hanya harus memancingnya keluar.

“Sebenarnya, merobohkan rumah besar ini bukan ide yang buruk. Tapi Yomogi masih ingin percaya padanya, jadi kita akan menyelinap masuk. Ayo terus bergerak.”

Yomogi tidak suka kami menghancurkan pintunya. Dia bergumam, “Jika Kyo tidak bersalah, lebih baik kau bertanggung jawab untuk itu.”

“Tentu saja.”

Jika ada area abu-abu yang tersisa dari sudut pandang Yomogi melihat Kyo, Itu pasti sudah dekat dengan hitam.

Waktunya telah tiba.

“Aku ahli dalam hal semacam ini.”

“Aku percaya itu. Kau suka merusak barang-barang.”

“Bocah, jika kau menganggap Itu satu-satunya bakatku, kau salah besar.”

“Apa lagi yang kau kuasai? Kau tidak akan berpura-pura menjadi ahli strategi sekarang, bukan?”

“Yah, sekarang setelah kau menyebutkannya, aku cukup baik...” 

Semakin sulit untuk menganggapnya serius.

“Aku suka berpetualang, tahu?” 

“Oh... kau mengatakannya sekarang?”

Apa yang seharusnya Aku katakan? Haruskah Aku mengatakan bahwa Aku pandai memasak? Apakah Itu penting?

Selain itu, dia tidak mengatakan dia berbakat — dia hanya mengatakan dia menyukainya. Aku tidak mengerti.

“Hei Therese, bukankah aku selalu mengatakan bahwa aku ingin pergi berburu harta karun di reruntuhan?”

“Kau mengatakannya! Tapi bukankah lebih baik membuat harta baru, daripada memburu yang lama?”

“Kurasa,” Katanya, menatapku dengan iri.

“Kurasa kau bisa memilih apa yang kau mau, ya? Mengapa kau selalu mendapatkan yang kau inginkan?”

“Oh, memang begitulah.”

Aku sama sekali tidak mengerti hubungan mereka, tetapi Aku bisa mengatakan bahwa mereka saling memperhatikan.

Bagaimanapun, kami melewati mansion, mendobrak setiap pintu yang terkunci dan menghalangi jalan kami.

Kami berlari dan menemui beberapa salinan binatang suci di sepanjang jalan, tetapi mereka bukan musuh yang kami khawatirkan, dan jujur, mereka tidak melakukan banyak perlawanan.

Dengan Kizuna di pihak kita, mereka tidak pernah punya kesempatan. Dia memotong mereka saat mereka muncul. Dengan pisau tuna di tangannya, dia bisa memotong tulang mereka dan memotongnya menjadi dua.

“Tapi mengapa ada begitu banyak monster di sini?”

Kami menemukan monster di hampir setiap ruangan. Itu seperti kami terjebak dalam game RPG atau semacamnya.

“Yomogi, di mana laboratorium Kyo?” 

“Lewat situ,” katanya, sambil menunjuk.

Sepanjang jalan ada beberapa lubang dan jebakan, tetapi mereka semua mudah dihindari, dan cukup sederhana sehingga tidak akan banyak masalah, bahkan jika kita terjebak di dalamnya.

Aku memimpin jalan, sehingga perangkap apa pun yang memicu busur atau panah dapat diblokir dengan Shooting Star Shield. Dan jika kita menemukan perangkap, kita bisa menggunakan Air Strike Shield untuk melewatinya.

Ada bola-bola besi yang bergulir, dan bilah-bilah pisau yang mirip seperti guillotine juga. Kami menghindari atau memblokir semuanya dengan mudah. Dia membuat rumah yang benar-benar menyenangkan bagi kita, tetapi Itu tidak cukup hebat.
<TLN : Guillotine itu semacam alat pemenggal kepala untuk hukuman mati yang dijatuhkan dari atas.>

“Jalur ini akan segera membawa kita ke bawah tanah, dan di situlah kau akan menemukan laboratoriumnya. Tetapi area bawah tanah jauh lebih rumit daripada area di atas tanah. Ada banyak ruangan yang tidak kuketahui,” kata Yomogi, tampaknya dia tidak terlalu mengetahui area ini.

Kukira Aku tidak bisa menyalahkannya. Dia percaya pada Kyo, dan sekarang dia menyadari bahwa dia gila, menggunakan salinan binatang suci untuk tujuan jahat. Selain itu, kami menemukan banyak bukti bahwa dialah orang yang sebenarnya membuat gabungan manusia-binatang buas yang kami perjuangkan untuk di selamatkan.

Kurasa aku harus menyerahkannya padanya — dia pasti teman yang setia untuk tidak menyerah padanya, bahkan setelah dia mengirimnya untuk misi bunuh diri.

Dia mengingatkanku pada Motoyasu dalam hal Itu — dia memilih orang yang salah untuk dipercaya.

“Kau... Kau sampai sejauh ini!?!”

Kami memasuki laboratorium bawah tanah dan mengejutkan sekelompok setengah manusia- binatang buas. Mereka sepertinya masih memiliki kesadaran. Apakah mereka teman Yomogi?

Aku melihat ke arah Yomogi, tetapi dia menggelengkan kepalanya. Maka mereka pasti dari kelompok Tsugumi. Aku tidak mengenalinya.
Aku melihat sekeliling pada Raphtalia, Glass, dan L’Arc, tetapi mereka sama bingungnya denganku.

“Tunggu! Kami tidak datang ke sini untuk memerangi kalian! Kalian hanya dimanfaatkan! Kami datang untuk menghukum orang yang mempermainkan hidup kalian!”

“Diam! Jika kami tidak menghentikanmu, Tuan Albert akan dibunuh!” Siapa? Tunggu sebentar. Siapa itu?

Aku bahkan tidak pernah mendengar namanya. Aku tidak tahu.

“Hei Glass, tahukah kau siapa yang mereka bicarakan? Apakah kau pikir dia menculik seseorang yang sama sekali tidak berhubungan hanya untuk menggunakannya sebagai sandera untuk memotivasi orang-orang ini?” Kukira dia tidak benar-benar perlu membatasi dirinya untuk orang-orang yang terlibat langsung dengan kami.

Dia bisa membuat siapa saja menjadi budaknya jika dia memiliki pikiran bisa untuk melakukannya.

“Albert... Aku cukup yakin Itu nama orang yang menggunakan vassal weapon cermin.”

Ah, benar — pria yang Kyo kendalikan saat Sampah # 2 mengejar Raphtalia dan Glass di sekitar pedesaan. Bukankah mereka mengatakan dia berhubungan buruk dengan Glass dan yang lainnya?

“Al masih hidup! Kita tidak bisa menyerah ketika dia masih hidup! Kami harus mengalahkanmu!” Teriak mereka. Aku hanya setengah mendengarkan, karena aku tidak bisa mengalihkan pandangan dari senjata parasit aneh di tangan mereka — senjata yang sama dengan yang dipegang Yomogi dan Tsugumi.

Mereka menyerang! 

“Astaga!”

Aku segera menggunakan Shooting Star Shield untuk memblokir serangan. Terdengan benturan dengan dentangan keras.

Ya, penghalang mampu menahannya. Itu pasti karena Demon Dragon Shield dan Barbaroi Armor.

“Senjata-senjata Itu berbahaya! Kau tidak boleh menggunakannya!” 

“Aku ingin tahu apakah dia akan membuat senjatanya meledak di sini?”

Apa yang akan terjadi jika mereka meledak di ruang bawah tanah yang sempit ini?

Jika senjata beresiko meledak, maka aman untuk menganggap Kyo tidak menganggap tempat ini sangat penting.

Hei tunggu — bukankah mereka mengatakan bahwa pengguna cermin vassal weapon sudah mati? Apakah Itu bohong? Belum ada cara pasti untuk bisa mengetahui itu...

“Kizuna, lakukan apa yang kau mau pada mereka. Aku ingin melihat apakah senjata mereka akan meledak.”

“Apa yang kau pikirkan, Bocah?”

“Jika senjata diatur untuk meledak, dan jika ledakan Itu sebesar senjata lainnya, maka kita dapat menyimpulkan bahwa Kyo tidak terlalu peduli dengan tempat ini.”

“Benar — karena dia tidak ingin menghancurkan tempatnya sendiri.”

“Tepat. Jika Kyo adalah tipe orang seperti yang Kukira, maka senjata Itu tidak akan meledak di sini.”

Dia bukan tipe orang yang akan mencoba membunuh kita, apa pun risikonya. Tidak
— dia akan berusaha terlihat lebih pintar. Dia akan berusaha mengeluarkan semua yang miliki untuk keluar dari situasi itu.

“Apa yang ingin kau lakukan dengan senjatanya?”

“Kalian seharusnya cukup kuat untuk menghancurkannya, bukan?”

Aku berkonsentrasi dan memberikan Zweite Aura pada mereka semua secara berurutan.

Senjata musuh belum cukup kuat untuk menerobos penghalang Shooting Star Shield. Dan kami semua sudah mengalami peningkatan sekarang, jadi kami memiliki peluang bagus untuk menghancurkan mereka.

“Oke. Mari kita lakukan!”

Kizuna melangkah maju dan berbaris dengan Glass, yang baru saja meneguk soul healing water. Mereka menyiapkan senjata mereka dan berlari ke depan.

Pertarungan berakhir dalam sekejap.

Kizuna mengiris bagian setengah binatang buas mereka, dan Glass menghancurkan senjata mereka.

Kipas dalam pertempuran... yah, Aku pernah membaca bahwa mereka secara historis terbuat dari besi, dan digunakan secara khusus untuk menghancurkan senjata musuh.

Kipas itu adalah pemecah pedang.

Yomogi adalah petarung yang terampil, jadi dia bisa menangkis serangan Glass. Tapi, orang-orang ini hampir tidak memiliki skill untuk menggunakannya, dan mereka tidak bisa menghentikannya.

Dan untuk Kizuna, bahkan jika dia tidak bisa menyerang orang, dia pasti bisa menghancurkan senjata mereka. Selama dia tidak harus mematahkan vassal weapon atau senjata suci.

Tetap saja, senjata mereka cukup kuat untuk memberinya masalah. 

“Gah?!”

“Ugh?!”

Senjata mereka hancur, dan para wanita mengalami luka parah.

Senjata yang patah jatuh ke lantai. Kemudian tentakel menjijikkan, bergoyang keluar dari senjata itu, menjangkau para wanita yang memegangnya.

Bagian yang jatuh dari senjata saling menjangkau, mencoba untuk terhubung kembali ketika patah...

“Tidak akan kubiarkan!” 

“Hya!”

“Maaf, tapi aku tidak ingin kau menggunakan hal-hal itu. Naofumi, jauhkan senjata itu dari mereka!”

L’Arc dan Raphtalia, diikuti oleh Yomogi, bergegas maju untuk melakukan serangan lanjutan, dan menendang senjata ke arahku.

Senjata Itu terbang ke arahku dan kemudian, seolah berusaha menghindar, berbalik saat melayang sebelum menghilang dalam kepulan asap. Yang tertinggal hanyalah energi Roh Kura-kura.

Senjata-senjata Itu pasti dibuat dengan menambahkan elemen monster dengan energi Roh Kura-kura.

Ketika Kizuna dan L’Arc membunuh bagian monster dari salah satu dari mereka, sisanya mencoba untuk membuat setengah yang hilang, tapi kami memblokirnya. Kemudian, Spirit Tortoise Heart Shield menyedot energi yang menghidupkannya, hanya menyisakan tumpukan debu.

“Hei, jika kau melemparkannya padaku, mereka akan menghilang!” 

“Apa ?!”

“Apakah kau menyiratkan tidak ada yang bisa kita lakukan?” 

“Kami tidak akan menyerah!”

Kelompok wanita pengikut pemegang vassal weapon Cermin Itu berteriak dan berlari untuk menyerang lagi.

“Tidak akan kubiarkan!”

“Ya, aku tahu ini bukan salahmu, dan kau bukan orang jahat. Tapi kau harus menyerah pada pertarungan ini.”

Filo dan Therese melantunkan mantra pada mereka.

“Maafkan aku. Aku tahu bahwa kau berjuang untuk melindungi seseorang yang kau cintai, tetapi kami tidak bisa di sini lebih lama. Circle Dance Attack Formation: Flower Wind!” Glass bergegas maju dengan serangan terakhir yang melumpuhkan mereka.

“Itulah yang Kupikirkan. Kyo pasti ada di sini.”

“Setuju. Kalau tidak, semua senjata ini pasti akan meledak.”

Pertarungan selesai. Dia mungkin merengek dan meremas-remas tangannya sekarang.

“Aku terkejut dia bahkan berpikir dia bisa menahan kita selama ini. Dia beruntung — Aku akan membiarkannya sampai disini saja.”

Pikirkan tentang hal ini, kita berbicara tentang dua pahlawan suci yang cukup kuat, dan tiga pemegang vassal weapon. Lalu, Ethnobalt masih menahan mereka di luar. Jika dijumlahkan, ada sekitar enam pahlawan yang saling berkerja sama.

Kecuali dia punya rencana cadangan yang jenius, dia mungkin akan berpikir bagaimana cara melarikan diri agar tetap hidup. Namun, dia mengisi rumah besar Itu dengan berbagai jebakan, mengirim salinan empat binatang suci untuk menghadang kami, dan meninggalkan gabungan manusia-binatang buas ini dengan senjata khusus mereka. Apa yang seharusnya Aku lakukan dengan semua itu?

“Hei! Sebaiknya kau tidak masuk ke ruangan itu!” Teriak salah seorang wanita dalam kelompok itu.

Aku hampir mengatakan bahwa aku akan melakukan kebalikan dari apa yang mereka katakan, tetapi aku memutuskan untuk tutup mulut.

Aku membuka pintu, lalu melewati beberapa pintu lagi dan mendapati diriku berdiri di pintu masuk ke laboratorium Kyo.

“A... Apa ini?”

“Aku bisa menduganya. kau juga mengerti kan, Glass?” 

Semua orang terkejut. 

Dinding lorong dilapisi dengan tangki kaca yang diisi dengan cairan. 

Sesuatu melayang-layang di dalam tangki-tangki, dan isinya sesuai dengan ekspektasiku.

Mereka tampak seperti manusia, tetapi mereka bukan manusia... tidak mirip. Mereka adalah impian para alkemis — homunculus.

“Homunculus...” Rishia merintih, takut dengan apa yang dilihatnya. Konsep homunculus pasti ada di dunia ini juga.

Tangki-tangki dipenuhi dengan orang-orang yang tampak seperti Sampah # 2.

Ada beberapa orang lain juga, tetapi mereka semua tampak hampir sama. 

“Ini adalah…”

Salah satu Tangki terdapat Sampah #2 yang telah terpotong bersih menjadi dua. Apakah Itu orang yang sama dengan yang kami lawan dan bunuh?

“Lihat...,” kata Glass, menunjuk ke sebuah tangki yang lebih besar di ujung aula. Itu tampak lebih penting daripada yang lain, seperti Itu adalah benda khusus.

Pria yang menarik di dalamnya memiliki rambut hitam panjang, dan dia memegang cermin di dadanya. Dia tampak seperti orang Jepang, dan berusia dua puluhan.

“Itu adalah pemegang vassal weapon cermin!” 

“Sepertinya dia disandera.”

Aku nyaris tidak punya waktu untuk menyelesaikan kalimatku ketika semua homonculus dan pemegang vassal weapon membuka mata mereka dan menatap kami.

“Apakah mereka bisa berpikir? Mungkin kita bisa berbicara dengan mereka.”

Tangki-tangki hancur, dan homonculus keluar. Aku hampir tidak bisa mempercayai mataku— homonculus sungguhan.

Kemudian, Aku melihat salinan dari empat binatang suci, semuanya jadi seperti ini karena aku menduganya.

Mungkin mereka bisa berbicara, tetapi mungkin telah dicuci otak. Atau… 

“Gahhhhhhhh!”

Mereka meraung, berputar, dan... berubah menjadi empat binatang suci.

Mereka tampak jauh lebih kuat daripada binatang gabungan yang kami hadapi sampai sekarang.

Tapi Bagian Sampah # 2 dan pemegang senjata pengikut cermin — kurasa namanya Albert — tidak berubah sama sekali. Mereka tampak siap untuk bertempur.

Sampah # 2 meluncur maju dan tersandung ke arah kami seperti zombie. Matanya benar-benar putih, dan hanya melihat kami sebagai musuhnya.

Itu agak menjijikan.

“Apakah kau pikir mereka bisa bicara?” 

“Ugh... Uehhh.”

Sepertinya mereka tidak bisa melakukannya. Dia hanya menggeram dan meneteskan air liur seperti zombie.

Tetapi, seolah-olah untuk menunjukkan betapa siapnya dia untuk bertarung, Albert mengangkat cerminnya dan mengarahkannya ke kami.

“Apa...”

“Apa ?!”

Raphtalia dan Kizuna keduanya terengah-engah dan menatap senjata mereka. 

“Apa itu?”

“Tuan. Naofumi, vassal weapon meminta bantuan. Orang yang memegangnya telah kehilangan lebih dari setengah jiwanya. Dia diikat ke senjata itu dengan paksa.”

Aku tidak benar-benar peduli bahwa dia kehilangan separuh jiwanya — Aku lebih peduli dengan bagaimana dia terikat pada senjatanya. Apa artinya itu?

“Dia dapat terus bertarung dengan vassal weaponnya, meskipun mereka seharusnya meninggalkan pemegangnya pada saat kematian,” Kizuna menjelaskan. Dia tidak harus menjelaskan Itu kepadaku, tapi Kukira dia ingin memastikan semua orang mengerti.

“Ini pasti adalah petarung Kyo yang paling kuat.”

Aku tidak menyukai tampilan yang satu ini. Kyo punya satu lagi vassal weapon di bawah kendalinya. Kukira jika mereka tidak membagikan apa yang mereka ketahui tentang metode peningkatan kekuatan, maka ancamannya...

“Moon… Verse!”

Cermin Itu menyala, dan sebuah cakram cahaya seperti bulan menyinari seluruh ruangan, menghancurkan penghalang Shooting Star Shieldku dengan mudah.

Sial. Ini bukan hanya peningkatan, sepertinya dia mungkin telah diisi dengan energi Roh Kura-kura... atau hal semacam itu.

“Wah, wah, wah. Aku tidak berpikir kau benar-benar datang sejauh ini...” sebuah suara menggema. Aku tidak suka mendengar suaranya.

Di belakang Albert, lantainya hancur dan Kyo muncul, berdiri di atas papan bercahaya yang mengambang.

Dia dikelilingi oleh Familiar Roh Kura-kura (tipe neo-guardian). Dia sudah menunggu kita... dengan pasukan.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Kuaci
EDITOR: Isekai-Chan