Minggu, 09 Agustus 2020

Maou-sama, Retry! Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 26. Sekilas Kemunculan Raja Iblis

Chapter 26. Sekilas Kemunculan Raja Iblis


Holy Capital terbagi menjadi empat distrik besar.

Yang pertama, tentu saja, Holy Castle.

Kastil ini, yang memiliki beberapa penghalang ilahi dan penuh dengan sejarah, tidak memungkinkan satu Iblis pun mendekat. Bahkan iblis dengan kekuatan yang cukup tinggi akan kesulitan untuk masuk.

Lalu ada distrik kelas atas dimana markas besar Ordo Ksatria Suci dan kediaman para bangsawan berada; dan distrik rakyat jelata di mana markas besar Gereja dan kediaman rakyat biasa berada.

Terakhir, ada kawasan komersial tempat banyak perusahaan dan toko berada. Ngomong-ngomong, di distrik ini ada guild yang digunakan para petualang, dan kawasan hiburan.

Para Satanist mulai menyerang semua distrik itu selain distrik Holy Castle. Dengan menggali lubang di bawah tanah, mereka berhasil menyelinap tepat di bawah Holy Capital.

Lubang besar terbuka di setiap distrik, dan para Satanist yang mengenakan pakaian hitam keluar dari sana.

Tiga lubang besar yang terbuka lebar-lebar di Holy Capital… sungguh pemandangan yang mengerikan.

■■ □□ ■■ □□

“Begitu, serangan serentak, ya. Cukup bagus.”(Maou-sama)

Aku meninggalkan toko dan segera melompat ke atap, melihat sekeliling Holy Capital.

Distrik tempatku sekarang juga memiliki teriakan yang menggema, dan ketika aku melihat lebih jauh, aku dapat melihat bahwa ada dua tempat lagi di mana asap mengepul.

Mereka pasti berusaha memisahkan orang-orang yang akan berurusan dengannya.

Serangan teroris di beberapa tempat pada waktu yang bersamaan. Ini adalah metode dasar, tetapi efektif.

Aku kembali ke restoran dan memberikan instruksi pada Yuu segera setelah itu. Tidak perlu terburu-buru, tapi aku ingin mendapatkan SP sebanyak — maksudku, aku tidak ingin membiarkan musuh melarikan diri.

“Yuu, lindungi orang-orang di sini. Aku akan mengakhiri keributan ini." (Maou-sama)

"Dimengerti, Chief." (Yuu)

“T-Tunggu sebentar! Jangan memutuskannya sendiri! Aku akan pergi juga!" (Luna)

“Luna, ada kemungkinan sasaran dari kejadian ini adalah dirimu. Jika kau berlarian kesana kemari, bahkan jika kita ingin melindungimu, itu tidak akan efektif.” (Maou-sama)

“M-Melindungi, katamu… A-aku tidak benar-benar membutuhkan perlindunganmu…” (Luna)

Wajah Luna menjadi merah dan dia terdiam.

Gadis ini… sangat mudah menerimanya. Apa dia baik-baik saja? Tidak memiliki banyak perlawanan justru membuatku khawatir.

Pertama-tama, jika Luna mengalahkan musuh dengan sihirnya, aku tidak akan bisa mendapatkan SP.

“Aku-chan, jika Yuu ada di sisimu, tidak perlu khawatir. Nikmati makananmu dengan nyaman." (Maou-sama)

“Y-Ya! … T-Tapi apakah Maou-sama akan baik-baik saja?” (Aku-chan)

Aku-chan menatapku dengan khawatir dan memegang tanganku.

Aku mulai merasa seperti seorang ayah yang membuat anaknya khawatir… Aku belum pada usia itu. Aku seorang bujangan, kau tahu?

“Aku mengatakan ini adalah pertunjukan sampingan, bukan? Ini seperti olahraga ringan setelah makan.” (Maou-sama)

Kenyataannya, satu-satunya hal di kepalaku saat ini adalah mendapatkan SP.

Jika musuh sepertinya akan merepotkan, aku hanya harus melarikan diri. aku memiliki banyak metode untuk melarikan diri dari pertempuran.

"Nyonya juga, tolong lanjutkan makanmu." (Maou-sama)

“Kau benar-benar orang yang percaya diri. Tidak, menggunakan kata-katamu sendiri: 'Membuat semuanya menjadi kenyataan', kan?” (Butterfly)

"Benar sekali. Kesialan mereka adalah ada-nya aku di sini." (Maou-sama)

Mengatakan itu, aku meninggalkan restoran.

Meskipun aku sepenuhnya berniat melarikan diri jika musuh berbahaya, aku terkejut bisa mengatakan banyak hal tanpa mengedipkan mata. Aku merasa hatiku diselimuti kegelapan.

Bagaimanapun juga, aku harus memperingatkan Yuu sebelum aku pergi. Jika aku meninggalkannya sendiri, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Mungkin saja, pada saat aku kembali, dia telah menebas semua penyerang.

<<Yuu, agar kita bisa belajar, kita harus berada dalam posisi dimana kita bisa bergerak dengan mudah.>> (Maou-sama)

<<Anda mengatakan kita harus menahan diri dari perilaku kejam dan mendapatkan reputasi yang baik, bukan?>> (Yuu)

<<Aku senang kau bisa memahaminya dengan cepat seperti biasa. Aku akan mengandalkanmu, Yuu.>> (Maou-sama)

<<Y-Ya…!>> (Yuu)

Hm?

Apakah apakah dia tergagap? Tidak, tidak mungkin Yuu akan…

“Nah, kemana aku harus pergi dulu.” (Maou-sama)

Aku melihat ke jalan dan banyak orang-orang melarikan diri.

Itu pemandangan yang biasanya kulihat dari sisi lain layar TV.

Sebuah kota yang damai tiba-tiba diserang teroris, dan orang-orang yang berlumuran darah dibawa ke ambulans; aku melihat pemandangan itu seolah-olah itu adalah urusan orang lain.

Tidak, itu sebenarnya memang urusan orang lain.

Ini akan menjadi hal lain jika itu terjadi di lingkunganku, tetapi tidak peduli berapa banyak serangan teroris yang terjadi di negara-negara yang jauh di seberang lautan, itu sama sekali tidak mengenaiku.

(Tapi saat ini aku tidak bisa menyebutnya urusan orang lain ...) (Maou-sama)

Luna setidaknya memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri, tetapi Aku-chan, jika sepotong kecil puing pun terbang ke arahnya dan menabraknya, itu mungkin akan membuatnya terluka parah.

Meskipun kami menyembuhkan kakinya, jika dia akhirnya terluka dalam keributan seperti ini, aku tidak tahu untuk apa kami datang ke sini.

(Kalian lagi...) (Maou-sama)

Yang bisa kulihat dari jauh adalah pakaian hitam yang kukenal. Mereka memegang senjata di tangan mereka, dan ada beberapa yang memegang tongkat.

Kelompok itu adalah penyebab utama mengapa aku ada di dunia ini.

Aku tanpa sadar mengepalkan tanganku.

“Muncul setiap kali aku pergi ke suatu tempat. Jika kau sangat ingin bertemu Raja Iblis, aku akan membiarkanmu bertemu dengannya." (Maou-sama)

Aku menghindari jalan di mana orang-orang berlarian kebingungan dan menyebabkan keributan ...

Melompat dari atap ke atap, aku mulai berakting.

■■ □□ ■■ □□

—Distrik komersial

Pemimpin grup distrik ini, Merge, tidak bisa menyembunyikan kekesalannya.

Pada awalnya mereka berhasil menyerang secara tiba-tiba, tetapi banyak orang dari guild petualang keluar untuk mencegat mereka.

Tentu saja, bagi Merge, itu sudah dalam rencana, tetapi dua dari mereka yang ada di grup itu sangat bermasalah, dan itu menyebabkan rencana mereka berubah.

“Haaaaaah! [Strike Blow]!”(Mikan)

Prajurit wanita berkulit coklat mengayunkan pedang panjangnya begitu tinggi sehingga Kau harus melihat ke atas, dan mengirim tiga Satanist terbang.

Kelelahan sangat terlihat di wajahnya dan akan membuat orang berpikir bahwa dia akan kehilangan kekuatan kapan saja sekarang, tetapi damage yang akan dia timbulkan jika mereka hanya terdiam menunggu bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.

“Belum berakhir! [Strong Swipe]!”(Mikan)

Prajurit wanita itu melakukan putaran penuh dengan pedang panjangnya, dan gelombang kejut yang kuat mengalir di sekelilingnya.

Tubuh orang-orang berpakaian hitam dipotong seperti kertas, dan pasukan Satanist terkikis sedikit demi sedikit. Akhirnya, Merge tidak tahan lagi dan memutuskan untuk pergi ke garis depan sendiri.

Menghabiskan energi di sini memang diluar ekspektasinya, tetapi dia tidak bisa terdiam melihatnya.

“Petualang serakah…! [Ice Slash]!” (Merge)

Apa yang ditembakkan Merge adalah bilah yang merupakan versi lebih unggul daripada air, Ice.

Jika itu adalah sihir air, dia bisa menggunakan semuanya hingga sihir tingkat 3. Dia cukup terampil. Jika itu adalah elemen superior yaitu es, batasnya adalah tingkat 2, tetapi bahkan dengan itu, dia masih jauh di atas orang normal.

“Kau menjadi jeruk beku <Mikan>, [Snow Kiss].”(Yukikaze)

Namun, seolah melindungi prajurit wanita, penyihir berkulit terang merapal sihir pertahanan.

Dia menggunakan elemen es yang sama dengannya, dan itu adalah sihir tingkat 4. Snow Kiss membuff prajurit wanita, dan Ice Slash pecah berkeping-keping.

“Kau menyelamatkanku, Yukikaze!” (Mikan)

“… V untuk Victory. Pencinta mulut." (Yukikaze)
<EDN: Ehm, ini joke mesum>

Penyihir itu mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal, tetapi prajurit wanita itu mengabaikannya dan melompat lebih jauh ke garis depan.

Gadis bernama Yukikaze mulai melantunkan lebih banyak sihir.

Biasanya, sihir membutuhkan cukup banyak waktu untuk menggunakannya, tetapi dia cukup ahli.

—Rapalan Beruntun.

“... Tangkap aku di pantai, [Ice Hand].” (Yukikaze)

“Tempatmu di sana keras dan kaku… [Ice Splash].” (Yukikaze)
<EDN: …The hell, kenapa chantnya gini??>

Dengan mantra pertama Yukikaze, beberapa tangan tumbuh dari tanah dan meraih pergelangan kaki para satanist. Dan dengan pergerakan mereka yang terkunci, hujan tombak es dilepaskan.

Rapalan berturut-turut yang bahkan bisa disebut tanpa ampun ini membuat darah para satanist menyembur saat mereka jatuh satu demi satu.

Dia memiliki wajah yang imut, tetapi apa yang dia lakukan sangat kejam.

“Jangan goyah! Kita memiliki keunggulan luar biasa dalam hal jumlah. Terus serang sampai stamina mereka habis!” (Merge)

Suara Merge mendorong para Satanist yang ada di belakangnya.

Pertarungan semakin sengit.

Petualang dan Satanist bertempur satu sama lain, dan korban dari kedua belah pihak melonjak dengan tajam.

Momentum pihak Satanist besar karena serangan mendadak, oleh karena itu, para petualang terdorong mundur.

Bagi para petualang, pada dasarnya ini adalah situasi di mana musuh tiba-tiba turun seperti hujan, jadi mereka hanya bertindak untuk membela diri, tetapi dibandingkan dengan itu, para Satanist adalah kamikaze.
<TLN: kamikaze adalah Dewa Angin>

Mereka telah memutuskan sendiri bahwa, hari ini, di tempat ini, mereka akan mati.

Sebagai perbandingan, sama sekali tidak ada rasa tanggung jawab untuk mati demi melindungi Holy Capital dari para petualang. Itu adalah tugas Ordo Ksatria Suci dan Gereja Suci.

Beberapa petualang telah melarikan diri, dan ada juga beberapa yang mencari celah untuk melarikan diri.

"Ini terlihat buruk ... Apa yang harus kita lakukan, Yukikaze?" (Mikan)

"Aku tidak ingin mati sebelum melepaskan keperawananku." (Yukikaze)

"Aku kagum kau masih bisa mengatakan itu dalam situasi seperti ini ... Lagpula, kau adalah seorang pria." (Mikan)

“Mikan, cuek sekali. Seorang wanita bisa— "(Yukikaze)

Sebelum kata-kata itu selesai, salah satu Satanist mengayunkan pedang ke wajah Yukikaze.

Tapi sebelum itu diayunkan, suara aneh bergema.

Itu adalah suara seperti udara yang terpotong. Setelah itu, suara yang tidak pada tempatnya seperti ranting kering yang patah bergema di tempat itu.

Meskipun mereka berada di dalam ruang di mana teriakan menonjol, anehnya suara itu tetap terdengar di telinga semua orang di sana sampai-sampai terasa menakutkan.

Lengan yang dia coba ayunkan pasti patah karena benturan.

Lengannya berputar dengan kecepatan tinggi, dan bahkan tubuhnya mulai berputar seperti gasing yang berputar dengan kecepatan mengerikan.

'Manusia yang berputar’ tersebut tiba-tiba terjatuh di depan mata mereka, membuat semua orang berhenti bergerak dan mata mereka terbuka lebar.

Saat dia berhenti berputar, dia jatuh ke tanah dengan mata seperti ikan mati.

“Penampilan yang bagus dari seorang badut.”(Maou-sama)

Melihat ke atas, ada 'Raja Iblis' di atas atap dengan mantel hitam.

Di tangannya dia memegang beberapa kerikil, dan dia bermain-main dengan itu sambil melemparkannya ke atas dan ke bawah. Kejadian barusan itu pasti karena dari dia melempar kerikil tersebut.

Hanya dengan melempar seseorang dengan kerikil, dia berhasil membuat tubuhnya berputar seperti gasing.

Itu sangat sulit dipercaya.

Orang ini sendiri dapat dianggap sebagai ‘kesenjangan sosial'.

“Oji-sama… kita bertemu lagi. Kau terlalu indah. " (Yukikaze)

“Maou…! Mengapa kau berada di Holy Capital ?!” (Mikan)

Maou tidak menjawab sama sekali pertanyaan keduanya dan melompat dari atap seolah-olah itu adalah hal yang wajar. Maou memulai tindakan selanjutnya tanpa ragu-ragu.

Ada sekitar 500 pengikut Satanist yang menyerang distrik ini, tapi di depan Maou, mereka tidak berdaya.

“Menurutmu, siapa yang berdiri di depanmu? Berlututlah, [Conqueror].” (Maou-sama)
<EDN: Conqueror = penaklukan>

Aura merah keluar dari seluruh tubuh Maou, dan di saat yang sama saat tangan kanannya diayunkan, badai non-elemental meledak dengan hebat.

Itu salah satu Skill Pertempuran dalam game, Conqueror. Ini memberikan ⅓ dari statistik serangan pengguna sebagai damage.

Area serangan efek itu membuat tubuh para satanist bersimbah darah.

Tapi serangan Maou belum berakhir.

Pertarungan dalam game ini pada dasarnya adalah mengumpulkan skill, mencocokkannya dengan seleramu, dan menciptakan 'kombo' dari mereka.

Serangan Berturut-turut yang dapat digunakan setelah kau mencapai tingkat penguasaan tertentu dalam Serangan Normal; dari situ, ada skill elemental, skill non-elemental, skill agro, skill khusus. Dengan menggabungkannya, kau dapat membuat damage eksponensial, dan bahkan ada beberapa yang mengatakan bahwa, dengan penguasaan skill yang hebat, kau bahkan dapat membunuh dewa.

"Kembali ke penampilanmu yang sebenarnya, [Enlightment]." (Maou-sama)
<EDN: Enlightment = pencerahan>

Kali ini tangan kirinya diayunkan secara horizontal dan aura biru menyebar ke medan perang, dan menembus tubuh para satanist.

Berlawanan dengan Conqueror, yang satu ini memberikan ⅓ statistik pertahanan pengguna sebagai damage.

Satanist jatuh berlutut satu demi satu dan memuntahkan darah dalam jumlah besar.

“Kembali ke wujud rendahmu, [Pulverize].” (Maou-sama)
<EDN: Pulverize = hancur lebur>

Cahaya keemasan mengamuk dari tubuh Maou, dan ini berubah menjadi palu raksasa. Saat ini diayunkan dari atas, sebuah damage yang mengisi seluruh pengelihatan musuh mengalir melalui tubuh 500 satanist.

Ini adalah Skill Pertempuran yang memberikan 1/10 dari HP lawan saat ini, dan ada peluang untuk menimbulkan Efek Status Negatif [Fracture]. Para satanist yang terkena Fracture (Patah Tulang), mendapatkan beberapa patah tulang pada pinggang atau kaki mereka, dan darah yang mengalir dari kepala mereka membuat mereka menggosokkan kepala mereka ke tanah.

“Itu wujud kalian yang sebenarnya. Ingatlah dengan baik di benakmu agar kau tidak pernah melupakannya lagi.” (Maou-sama)

Dengan tiga jenis serangan non-elemental yang mengamuk dengan keras, sejauh mata memandang, para satanist berguling-guling di tanah dengan tragis. Tulang di tubuh mereka, patah di sana-sini.

Diantara mereka, ada beberapa yang hancur seperti katak, dan ada banyak yang lengan dan kakinya ditekuk ke arah yang aneh.

"Aku mengerti. Apakah HP kalian paling banyak sekitar 60 hingga 80?” (Maou-sama)

Maou menggumamkan ini, tapi tidak ada seorangpun disini yang akan mengerti arti dari kata-kata itu.

Apa yang bisa mereka pahami adalah bahwa rumor pria yang 'menyebut dirinya Raja Iblis' ini... tidak diragukan lagi adalah Raja Iblis yang sebenarnya.

"Aku punya alasan yang tepat untuk marah pada kalian." (Maou-sama)

Perkataan itu adalah gumaman rendah yang tidak akan masuk ke telinga siapa pun, tapi memiliki perasaan yang berat di dalamnya.

"Tapi sekarang aku sedikit berterima kasih kepada kalian ..." (Maou-sama)

Saat Maou menggumamkan ini, Merge yang berlumuran darah memegang salibnya yang terbalik dan melantunkan kutukan aneh. Itu adalah mantra pertumpahan darah yang digunakan oleh para Satanist.

Tidak hanya mereka mengorbankan diri mereka sendiri, tetapi juga banyak nyawa lainnya. Ini adalah ritual terlarang.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Sky_
EDITOR: Isekai-Chan
Proofreader: LLENN

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 13 : Chapter 15 - Pengaruh Sakura Stone

Volume 13
Chapter 15 - Pengaruh Sakura Stone


Sistem penyalinan senjata diaktifkan.

Kondisi Sakura Stone of Destiny Shield terbuka! 

Sakura Stone of Destiny Shield 0/ 100 C 

<kemampuan terkunci> equip bonus: spirit binding limited release 1, sealing resistance (lemah), skill “Sakura Sphere of Influence”
special equip effect: spirit blessing, rantai status, blossom blaze mastery level: 0

Perisai di tanganku adalah perisai yang paling rumit dan paling indah yang pernah kulihat. Bentuknya bulat, dengan desain yang menyerupai simbol yin-yang. Terdapat hiasan bunga sakura di sepanjang tepinya dan ada permata di tengahnya, seperti yang ada di perisai legendarisku. Hologram bunga sakura besar melayang di atas permata. Anehnya itu indah. Aku hanya bisa membayangkan ada semacam sihir pada permata itu dan aku penasaran apakah itu salah satu sakura stone of destiny.


Hanya dengan memegangnya, aku sudah bisa tahu bahwa statistik dasarnya tinggi. Aneh sekali. Aku belum pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya. Dari perisai legendarisku sendiri, mungkin, tetapi bukan dari perisai asli yang digunakan untuk membuat salinan. Ketika salinan selesai, daftar kategori muncul.

Skill 
Sihir
Status bonus
Penyesuaian Pertumbuhan
mastery level
Peningkatan Kelangkaan
Spirit enchants
status enchants
Penguatan
Item enchants 
Job level 

Tersisa: 4

Semua kategori berwarna abu-abu. Aku memilih 'skill' dan warnanya berubah, lalu “Tersisa: 4” turun menjadi “3.” Tidak diragukan lagi. Ini adalah kemampuan yang bisa membatalkan pembatasan pada senjata para pahlawan yang dibuat oleh sakura stone of destiny. Itu pasti equip effect ‘spirit binding limited release 1'.

Tidak mudah untuk memutuskannya, tetapi aku memilih “Skill”, “Sihir”, “Status bonus”, dan “Penyesuaian Pertumbuhan” dan kemudian mengonfirmasi pilihan. Perisaiku menyala lagi, dan aku merasakan kekuatan mengalir kembali ke dalam tubuhku. Satu- satunya masalah adalah kemampuan perisai dikunci, jadi aku tidak bisa beralih ke perisai lain.

Aku memeriksa layar statusku lagi dan menyadari bahwa statistik perisai itu sendiri telah berubah juga. Mungkin itu ada hubungannya dengan efek khusus “rantai status”. Sepertinya aku tidak memiliki bahan apa pun yang bisa aku gunakan untuk memperkuat perisai, tetapi kemampuan itu tetap disegel.

“Kau bajingan!” Beruang itu menggeram.

Ada ekspresi terkejut di wajahnya ketika dia melihat orang yang baru saja muncul dan melemparkan senjata. Dia adalah bajingan yang mencoba untuk merayu Raphtalia! Apa-apaan itu? Tapi selain dari perisai serta katana yang dia lemparkan padaku dan Raphtalia, dia membagikan semua jenis peralatan kepada semua orang di kelompok kami.

“Jika kau menggunakan itu, statistikmu akan mendapat tambahan bahkan di dalam penghalang sakura stone of destiny,” katanya.

“A-aku mengerti!” Salah satu dari pria itu menjawab.

Para Pria itu mencengkeram senjata baru mereka dan bersiap-siap untuk menyerang therianthrope beruang. Raphtalia melakukan hal yang sama. Tetapi bahkan jika aku bisa menyalin senjata, perisai legendarisku tidak akan mengizinkan diriku untuk memakai yang aslinya, jadi aku melemparkan perisai yang aku tangkap ke sekutu terdekat.

“Aku seharusnya bisa bertarung sekarang. Mari kita coba lagi!” Seru Raphtalia. 

“Oh? Tiba-tiba aku merasa agak bersemangat,” Kata Sadeena.

“Ya, tampaknya efek dari penyesuaian pertumbuhan telah dipulihkan sebagian,” jawab Gaelion.

Kami masih belum mengalahkan musuh, tetapi tidak diragukan lagi bahwa situasi kami telah berubah menjadi lebih baik. Sekarang gunakan momentum ini untuk menekan musuh!

“Bajingan! Kau berani mengkhianati kita?!” Beruang itu menggeram marah pada bajingan playboy.

“Mengkhianati? Oh, ayolah. Kau salah paham. Memang benar aku membuat senjata itu. Aku butuh uang, jadi diriku menerima pesanan. Tapi aku bukan seorang patriot,” Jawabnya.

“Jadi mengapa kau membantu dewa palsu dari negara lain dan permaisuri palsu ini?! Jawab dengan hati-hati atau hadapi kematianmu!” Beruang itu membentak.

Rasa haus darah yang luar biasa terasa begitu jelas saat dia menatap tajam ke arah playboy yang berdiri di belakang kami. Tapi playboy itu hanya mengangkat bahu dan merespons dengan santai.

“Kau benar-benar tidak tahu? Ayo, pikirkanlah,” katanya.

Dia kemudian menghentakkan kakinya, mengepalkan tangannya, dan berteriak yang seakan mengeluarkan seluruh udara dari paru-parunya.

“Jika aku harus memilih antara anak nakal cengeng dan seorang wanita muda yang cantik untuk menjadi Kaisar atau Permaisuri Surgawi yang aku sembah, aku pasti akan memilih wanita muda yang cantik!”

Suaranya bergema di seluruh area. Keheningan canggung mengikuti setelahnya, dan semua orang hanya menatap si playboy. Apakah dia benar-benar bodoh? Proklamasi macam apa itu?

Raphtalia dan aku menatapnya tak percaya, tiba-tiba dia menoleh ke arah kami dengan ekspresi sangat puas di wajahnya.... Hm? Itu adalah wajah yang dibuat Motoyasu ketika dia pertama kali bertemu Raphtalia. Playboy berjalan ke Raphtalia dan mencium tangannya.

“Kita sudah bertemu sebelumnya bukan, nona kecil? Kau sepertinya terikat, jadi kupikir aku akan meminjamkanmu beberapa peralatan untuk membantu. Silakan gunakan senjata-senjata ini untuk membunuh anjing gembala dari pemerintah tirani itu,” katanya.

Dia mungkin berpikir dia bertingkah seperti pria terhormat, tetapi jelas-jelas dia berkata. “Tolong bunuh dia”? Apakah itu bisa disebut terhormat?

“Umm, oke…” Gumamnya.

Bajingan ini benar-benar membuatku kesal. Tetapi dia telah membantu kami, jadi aku tidak bisa mengeluh. Oh, persetan, tentu saja aku bisa!

“Kau pikir dirimu siapa?!” Aku berteriak.

“Oh! Dan kau pasti wanita muda yang tadi. Kau sama cantiknya dalam bentuk therianthropemu,” lanjutnya.

“Oh?” Sadeena menjawab.

Wow. Dia menyukai Sadeena dalam bentuk therianthrope-nya. Bahkan Motoyasu belum mencoba menggoda Filo dalam bentuk filolialnya sebelum dia menjadi gila. Mereka seperti dua model dari produk yang sama, dan ini adalah versi yang lebih menyedihkan.

Setelah berdiri di sana terperangah selama beberapa saat, si therianthrope beruang mulai bergetar penuh amarah. Wajahnya berubah merah cerah dan dia berteriak.

“Kau bodoh!”

Dia langsung menyerang Raphtalia dan playboy seperti tank tempur dengan kecepatan penuh.

Aku melangkah di antara mereka dan mengangkat perisaiku. Kemudian aku mencoba sesuatu.

“Air Strike Shield!” Aku berteriak.

Skill itu tidak berfungsi sebelumnya karena penghalang sakura stone of destiny. Tapi sekarang Air Strike Shieldku muncul di depan mataku.

“Hmph!”

Beruang itu memotong Air Strike Shieldku seperti mainan. Tapi itu tidak semudah seperti sebelumnya. Aku tahu itu karena percikan terbang ketika tombaknya melakukan kontak. Perisai itu hanya dihancurkan karena statistikku terlalu rendah saat ini. Dalam hal ini, hanya ada satu hal yang harus dilakukan.

“Second Shield! Dritte Shield! Chain Shield! E Float Shield!”

Aku menghasilkan dua perisai lagi dan menghubungkannya dengan rantai untuk membatasi pergerakan beruang. Lalu aku menggunakan E Float Shield untuk menghalangi pandangannya.

“Menyedihkan!” Dia berteriak.

Begitu aku membatasi pergerakannya, dia menyentak rantai dan merobeknya menjadi berkeping- keping. Tapi gerakannya terlalu lambat. Aku penasaran apakah rantai status ada hubungannya dengan itu.

“Permaisuri Surgawi mengandalkan kita! Jangan sia-siakan kesempatan ini!” Teriak Raluva.

Dia dan yang lainnya secara bersamaan mulai melepaskan sihir dan skill mereka pada beruang itu. Beberapa dari mereka menggunakan mantra untuk mengurangi statistiknya dan sihir es untuk membatasi pergerakannya. Strateginya telah menjadi bumerang. Kita semua bisa memfokuskan serangan kita pada pejuang tunggal. Pasukan beruang sudah dihabisi dan bahkan tidak bisa memberikan backup.

“Raphtalia,” kataku. 

“Apa?” Jawabnya.

“Kita tahu skill dan teknik yang bahkan lebih efektif melawan musuh dengan statistik yang meningkat, bukan? Bisakah kau menggunakan salah satunya?” Aku bertanya.

Serangan itu adalah spesialisasi Atla dan diriku masih belajar bagaimana cara menghadapinya. Tetapi Raphtalia telah berlatih bertarung dengan Atla baru- baru ini, jadi aku yakin dia setidaknya telah mencoba-coba teknik seperti itu.

“Iya. Aku tidak bisa melakukan apa pun seperti Atla atau master, tetapi aku bisa menggunakannya,” Katanya.

Aku mengatakan kepadanya untuk bersiap-siap dan dia mulai bersiap untuk menyerang.

“Baiklah!” Aku berteriak.

Sekarang kami hanya perlu meningkatkan statistiknya, murni dan sederhana. Aku memberi isyarat agar Sadeena menghampiriku dan kami mulai melakukan sihir kooperatif. Aku menjadi cukup mahir dengan Way of the Dragon, sehingga aku bisa melakukan mantra dengan lebih cepat sekarang.

“Kau juga bantu, Gaelion. Aku tahu kau bisa memberi dorongan ekstra,” kataku.

“Ya, sepertinya? Kurasa aku hanya perlu melakukan itu,” Jawabnya.

Tali jerami yang dikenakan Gaelion sebagai kerah mulai bersinar. Potongan-potongan puzzle sihir mulai menghilang dan kami semua mulai menghubungkannya bersama dengan kecepatan luar biasa. Tetapi masing-masing dari kami masih harus melakukan banyak pekerjaan sendiri juga.

“Hmph!” Gerutu beruang itu.

Dia menghadang sihir dengan kekuatan kasar, mengacungkan tombaknya, dan pergi menyerang Raphtalia dan playboy di belakangnya. Aku menyelesaikan bagianku dari mantra sihir kooperatif dan melompat di depan Raphtalia untuk melindunginya. Dia sepertinya menyalurkan kekuatan kehidupan ke dalam katananya.

“Mati! Dewa palsu, permaisuri palsu, dan pengkhianat kotor — kalian semua!” Dia meraung.

“Shooting Star Shield!”

“Woah! Kenapa aku?!” Teriak playboy.

Shooting Star Shield diaktifkan, memukul mundur dia dan beruang, memberi kami waktu beberapa detik untuk bersiap. Pada saat yang sama, Sadeena dan Gaelion menyelesaikan mantra mereka, kemudian sihir kooperatif kami diaktifkan.

“Descent of the Thunder God!”

Tentu saja aku memilih Raphtalia sebagai target. 

“Sekarang, aku datang!” Dia berteriak.

Dengan katana pinjaman di tangan, Raphtalia menyerang therianthrope beruang, yang masih menggosok matanya dan mencoba pulih dari kilatan cahaya terang yang diciptakan oleh potongan-potongan penghalang Shooting Star Shield yang hancur.

“Teknik Hengen Muso…Point of Focus!”

Serangan itu menusuk langsung menembus penghalang beruang dan kekuatan kehidupan yang telah dia salurkan ke pedangnya mengalir ke tubuhnya.

“Ugh! Dibutuhkan lebih dari itu untuk menghentikanku!” Dia meraung.

Dia adalah bajingan yang tangguh! Mungkin itulah yang diharapkan dari pejuang elite Q’Ten Lo. Negara itu penuh dengan pejuang setingkat Sadeena. Darah menyembur keluar dari mulut para lelaki yang meminjamkan beruang itu kekuatan mereka.

“Aku tidak bisa membuatmu lupa tentang diriku!” Sadeena berseru.

Dia melompat dengan gesit ke udara dan memanggil kilat dari awan yang terbentuk dari Descent of the Thunder God. Petir melompat ke tombak yang telah diberikan oleh playboy.

“Lightning Strike Harpoon!”

Tombak bermuatan listrik melesat ke depan, merayap seperti ular, langsung menuju ke beruang.

“Gahhh!”

Tapi dia masih belum jatuh. Percikan petir melompat dari kulitnya saat dia mengarahkan tombaknya ke Raphtalia.

“Aku belum selesai!” Dia berteriak.

Dia kabur, seolah menggunakan haikuikku, dan mengayunkan katana ke beruang. 

“Aku akan mencoba skill baru!” Dia berkata.

“Aku tidak bisa membiarkanmu bersenang-senang!” Aku berteriak. 

Aku memanggil nama skill baru yang aku dapatkan dari perisai. 

“Sakura Sphere of Influence!”

Lingkaran ajaib berbentuk seperti bunga sakura besar muncul di bawah kakiku. Apakah hanya itu saja? Tidak ada hal lain yang terjadi. Kurasa skill itu tidak berguna. Baiklah.

“Attack Support!”

Aku mendukung Raphtalia dengan melepaskan skill Attack Supportku, yang akan menggandakan damage serangan berikutnya. Tapi begitu aku melempar panah Attack Support, itu terbagi menjadi lima kelopak bunga sakura dan mereka semua mengenai beruang.

“Ugh! A-apa?!”

Aha! Jadi Sakura Sphere of Influence pasti merupakan skill yang membentuk lingkaran sihir dan akan mengubah skill lainnya. Itu sangat mengesankan!

Kelopak bunga sakura melilit tubuh beruang dan membatasi gerakannya, seperti Chain Shield sebelum dia menghancurkannya. Selain itu, kelopak-kelopak datang bersama untuk membentuk bunga sakura tunggal sambil terus membatasi pergerakan beruang. Untuk berpikir bahwa aku bisa menggunakan Attack Support untuk membatasi lawan juga —ini sangat nyaman!

“Ini dia! Kagura Dance of the Sakura! First Formation! Blossom!

Raphtalia menebas beruang itu dengan kuat saat dia melewatinya. Bunga sakura yang membatasi gerakannya hancur dan menghilang. Namun kemudian, dengan kilatan terang, bunga sakura terangkat di sekeliling beruang. Pada saat yang sama, sebuah lingkaran sihir muncul di bawahnya dengan pola yang sama dengan serangan Blade of Destiny Eight Trigrams Raphtalia.

“Ap — Ugh! Gahhh! Tidak! Belum! Aku tidak akan dikalahkan!” 

“Sial, dia tangguh!” Kataku.

Apakah dia benar-benar tidak ingin menyerah, bahkan setelah serangkaian serangan sengit seperti itu?!

“Kau sudah tamat, permaisuri palsu!” Dia meraung. Dia mengayunkan tombaknya ke Raphtalia.
“Tidak akan terjadi!” Aku berteriak.

Aku melompat maju dan memblokir tombak. Serangan itu tidak seberat sebelumnya. Aku bisa menahan ini! Aku yakin akan hal itu! Namun kemudian seberkas cahaya ditembakkan dari perisaiku.

“Gah!”

Itu pasti blossom blaze, salah satu efek spesial dari Sakura Stone of Destiny Shield. Tiba-tiba, aku merasa lebih berenergi daripada sebelumnya.

“Apa ini? Tiba-tiba aku merasa memiliki serangan lain pada diriku, Tuan Naofumi!” Seru Raphtalia.

“Pergilah!” Aku membalas.

Dia menyarungkan katananya dan mempersiapkan kuda-kudanya.

“Luar biasa. Berkat lingkaran sihir milikmu dan cahaya itu sekarang, aku bisa segera menggunakan serangan pamungkas lainnya,” katanya.

“Argh! Berapa lama kau berencana melawan?!” Beruang itu menggeram.

“Hmph. Sepertinya efek ini telah berhasil meningkatkan kekuatan kita sendiri sambil melemahkan kekuatanmu,” kataku.

Aku akhirnya bisa menundukkan kekuatan besarnya itu.

“Sebaiknya kau tidak melupakanku dan Gaelion atau prajurit kita yang lain!” Sadeena berseru.

Bertekad untuk tidak kalah, dia dan Gaelion mulai memberikan sihir kooperatif mereka sendiri.

“Gaelion kecil, kau meminjam kekuatan dari naga air, bukan? Gunakan dengan baik!” Dia berkata.

“Hmph. Aku tidak suka bekerja bekerja, jadi kurasa ini adalah bantuan terakhir. Kalau begitu, mari kita lakukan!” Dia berseru.

“Seperti air murni yang mengalir, biarkan niat kita menghanyutkan kebencian, kejahatan, dan kutukan dari tanah ini. Biarkan keinginan kita untuk menyelamatkan dunia terwujud sebagai kekuatan! Dragon Vein! Beri kami keajaiban!”

“Aku, Gaelion, yang memerintahkan langit dan bumi! Hubungkan alam semesta dan gabungkan kembali untuk mengeluarkan nanah dari dalam! Kekuatanku! Bangkitkan kekuatan untuk memberhentikan para pengikutnya yang bodoh di hadapanku!”

Sadeena dan Gaelion masing-masing menyelesaikan mantranya dan sihir kooperatif diaktifkan.

“Blossomlight Maelstrom of the Water Dragon!”

Gaelion berubah menjadi sesuatu yang tampak seperti tornado air kecil dan mulai mengeluarkan pusaran air yang sangat terkonsentrasi ke segala arah. Sadeena melompat ke tornado dan mereka berdua mengambil bentuk naga air, lalu pergi menuju beruang. Tentu saja itu berarti mereka mengarah ke diriku juga, tetapi Sadeena menyingkirkanku saat serangan itu mengenainya.

“Gahhhh!”

Tornado air menelan beruang itu dan mulai menghancurkannya. Bahkan dia tidak bisa menahan tornado air yang terkonsentrasi tinggi.

“Ini dia. Skill ini menggabungkan gaya Hengen Muso dan gaya yang diajarkan Sadeena kepadaku,” kata Raphtalia.

Dia melompat ke beruang dan memotong tornado dengan dorong yang kuat. 

“Supreme Ultimate…. Slash of Destiny!”

Bilah pedangnya meluncur dengan bersih melewati tornado dan langsung menuju ke beruang. Air yang berputar dari tornado meledak ke luar dengan banyak percikan dan menguap di udara.

“Hah?”

Beruang itu mendarat di tanah, tidak terluka. Dia menghela napas lega dan menyeringai pada Raphtalia.

“Skill yang mengesankan. Namun sayangnya kau gagal! Kau telah kehilangan hak untuk menyebut dirimu sebagai Permaisuri Surgawi,” geramnya.

“Kau salah,” jawab Raphtalia.

Dia berdiri terdiam, membelakangi sang beruang. Dia membidik punggungnya dan mengacungkan tombaknya.

“Aku memotong aliran sihir yang memasok kekuatanmu. Jika kau mencoba mengumpulkannya lagi... kau akan mati,” lanjutnya.

“Jangan membuatku tertawa! Terimalah ini—”

Namun kemudian, tepat saat beruang itu menghentakkan kakinya, sesuatu terjadi. Simbol yin-yang muncul di dadanya dan menjulur keluar, membungkus seluruh tubuhnya!

“Gaaaahhhh!”

“Itulah kekuatan dari luar yang berbenturan dengan kekuatanmu sendiri. Kekuatanmu akan segera dihentikan,” kata Raphtalia.

Efeknya berlangsung sekitar sepuluh detik. Ketika efeknya habis, simbol yin-yang menyelimuti beruang itu larut, dan beruang itu melepaskan tombaknya, namun berhasil menangkapnya kembali dan bersandar padanya seperti tongkat.

“Mustahil! Astral Enchant dan berkah sakura stone of destiny telah menghilang?!” Dia berseru.

“Iya. Aku bisa melihat kekuatan mereka mengalir padamu, jadi aku memotong alirannya. Berkah yang kau terima sudah tidak ada lagi,” jawab Raphtalia.

“Luar biasa. Dia memang Permaisuri Surgawi sejati,” bisik Raluva ketika dia menyaksikan.

“Aku tidak akan pernah menerima hal seperti itu!” Beruang itu meraung.

Dia tidak menyerah. Dia mengacungkan tombaknya, tetapi gerakannya benar-benar tidak memiliki ketajaman yang ia tunjukkan sebelumnya.

“Kami telah memenangkan pertempuran ini. Hasilnya jelas,” kata Raphtalia.

“Ugh! Ini belum selesai! Bahkan jika dirimu mengalahkanku, pemerintah tidak akan pernah memaafkanmu! Kau pasti akan tamat!” Beruang itu meraung.

“Maaf, tapi mengakhiri banyak yang kebusukan sepertimu dan pemerintahmu adalah hal yang kami sukai. Karena pemerintahmu memintanya, menghancurkannya adalah apa yang akan kulakukan!” Aku menyatakannya dengan keras.

Dengan ekspresi marah di wajahnya, therianthrope beruang itu terjatuh ke tanah. Segera setelah itu, sorakan memenuhi udara. Itu adalah sorakan kemenangan dari orang-orang yang bergabung dengan kami untuk membantu menggulingkan pemerintah mereka.

“Kita menang!”

“Ini mungkin satu langkah kecil untuk perlawanan, tapi itu satu lompatan besar bagi kita para penentang!”

“Kita akhirnya memberikan pukulan kepada pemerintah busuk dan hukum bodoh mereka!” Teriak mereka, memenuhi udara dengan sorakan kemenangan.

Kami berhasil menang entah bagaimana. Tetapi musuh kami sangatlah tidak biasa dan sulit untuk dihadapi. Mereka memusatkan semua kekuatan menjadi satu untuk meningkatkan statistik orang tersebut, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengunci kekuatan para pahlawan. Bicara tentang overpower! Aku akan menangis jika therianthrope itu bukanlah pasukan elit, seperti mereka para pemimpin Siltvelt. Sepertinya kita mungkin berada dalam situasi yang sulit.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Sabtu, 08 Agustus 2020

Hyakuren no Haou to Seiyaku no Valkyria Light Novel Bahasa Indonesia Volume 3 Prolog

Volume 3
Prolog


"Kakak, sebagai adik perempuanmu, aku memberimu ucapan selamat dari lubuk hatiku atas dua bawahan anak barumu." Dengan lembut mengangkat ujung roknya dan menekuk lututnya, Linnea memberi Yuuto penghormatan yang anggun. 

"Dan dengan tulus berterima kasih kepadamu karena mengundangku untuk menghadiri acara bahagia ini."

Dia adalah seorang gadis yang menawan dan agak imut, berusia sekitar lima belas atau enam belas tahun, tetapi meskipun penampilan seperti itu , ia adalah 'Patriark', Penguasa, atau Pemimpin berdaulat Klan Tanduk, dan memiliki keterampilan administrasi yang mumpuni. 

Seperti yang diharapkan, sopan santunnya sangat bagus. Sebagai putri dari Patriark Klan Tanduk sebelumnya, dia telah menerima pelatihan dan pendidikan khusus.

Dia mengacu pada upacara Sumpah Ikatan yang dijadwalkan akan dimulai pada tengah hari. Si kembar Kristina dan Albertina, sebagai pengakuan atas prestasi mereka dalam perang baru-baru ini dengan Klan Petir, akan bertukar 'sumpah orang tua dan anak' dengan Yuuto untuk menjadi bawahan klannya.

Setelah meninggalkan istana dan memulai perjalanannya untuk bergabung dalam persiapan di menara suci klan, Hliðskjálf, Yuuto bertemu dengan Linnea secara kebetulan.

"Terima kasih telah melakukan perjalanan panjang ke sini, Linnea," katanya.

"Hee hee! Jika itu berarti aku dapat melihatmu, jarak bukanlah masalah sama sekali.” 

"B-benar." Tanggapan Yuuto canggung.

Setelah serangkaian acara yang memuncak ketika menerima lamaran pernikahan dari Linnea, dia akhirnya berhasil menolaknya. Namun, itu tidak membuatnya menyerah terhadapnya, dan sekarang dia sering mendapati dirinya tidak yakin bagaimana harus berinteraksi dengannya ketika dia memperlakukannya dengan hormat.

Patriark yang telah menghancurkan pasukan empat klan saingannya, yang terkenal di Yggdrasil sebagai penguasa yang bijak dan hebat walaupun berusia muda, masih tidak terampil dalam hal yang melibatkan perempuan.

"Kakak, mengembalikan tanah bekas Klanku adalah kebaikan yang bisa aku habiskan seumur hidup untuk membayarnya dan mungkin masih belum sepenuhnya," kata Linnea. "Tidak peduli berapa banyak kata-kata terima kasih yang mungkin aku berikan, mereka tidak pernah bisa sepenuhnya mengungkapkan rasa terima kasih di hatiku."

"Seperti yang aku katakan, kau tidak harus terlalu bersyukur," katanya, jengkel. "Itu adalah kompensasi yang sangat tepat untuk apa yang kau lakukan."

Selama perang terakhir, Yuuto berhasil merebut tiga Kota benteng dari Klan Petir. Salah satu benteng itu adalah sebidang wilayah di dekat Sungai Körmt yang dulunya milik Klan Tanduk. Daerah itu telah diambil dari mereka oleh Klan Petir dalam invasi selama pemerintahan ayah Linnea, Hrungnir.

Yuuto telah memilih untuk memberikan kota itu dan wilayahnya kepada Klan Tanduk, tetapi itu tidak tampak seperti kebaikan khusus baginya. Klan Petir adalah lawan yang kuat, dan tanpa upaya Linnea, kemenangan akan sulit. Klan Tanduk telah menderita korban juga. Memberi penghargaan kepada orang lain atas prestasi mereka adalah hal yang wajar dan benar untuk dilakukan sebagai penguasa.

Yuuto tidak suka terlalu banyak dipuja, jadi dia mengubah topik pembicaraan dengan pertanyaan. "Jadi, bagaimana kabar Rasmus?"

Wakil Komandan Klan Tanduk, Rasmus, masih memulihkan diri setelah tulang di bahu kanannya dihancurkan oleh patriark Klan Petir Steinþórr. Itu lengannya yang dominan, dan ada keraguan bahwa dia mungkin tidak akan bisa menggunakan tombak dalam pertempuran lagi. Dan dia bukan satu-satunya Einherjar berharga yang menjadi korban dari Klan Tanduk.

Melihat hasil keseluruhannya, bisa dikatakan pertempuran telah menghasilkan kemenangan besar bagi Klan Serigala. Tetapi kemenangan itu tidak mudah, atau tanpa biaya. Rune kembar Einherjar Steinpórr adalah musuh yang tangguh yang sesuai dengan reputasinya sebagai Battle-Hungry Tiger, Dólgþrasir. Bekas luka yang ditinggalkannya sama sekali tidak dangkal.

"Terima kasih atas perhatianmu," kata Linnea. “Dia baik-baik saja. Demamnya telah berkurang, dan nafsu makannya meningkat. "

"Aku mengerti. Itu terdengar baik."

Rasmus adalah bawahan anak Linnea sesuai dengan ikatan yang dibuat oleh Sumpah, tetapi setelah ayahnya Hrungnir meninggal, Rasmus menjadi wali de facto untuknya. Dia sudah berusia lebih dari lima puluh tahun, dan standar perawatan medis di Yggdrasil sangat primitif dibandingkan dengan dunia abad ke-21. Mungkin saja dia bisa kehilangan nyawanya karena komplikasi dari luka-lukanya. Linnea pasti yang paling lega setelah mengetahui kondisinya mulai pulih.

"Ngomong-ngomong, kau sudah mendengarnya?" Linnea tiba-tiba menurunkan suaranya menjadi bisikan.

Perilaku itu cukup bagi Yuuto untuk menyimpulkan apa yang mungkin dia bicarakan. "Maksudmu rumor yang mengatakan bahwa si idiot itu selamat." 
<TLN : "si idiot" merujuk Steinþórr.>

“Ya, meskipun kedengarannya agak sulit dipercaya. Tapi..."

"Aku pikir itu sangat tidak berdasar, tapi ya..." Ekspresi tegas Yuuto menghela nafas.

Kematian pahlawan dan patriark Klan Kuda, Yngvi, telah menjadi katalisator. Setelah kekalahan Klan Kuda tiga bulan sebelumnya, klan sekitarnya yang ditaklukkan atau dianeksasi Yngvi sejak itu terputus lagi. Kekuatan dan pengaruh Klan Kuda sekarang menurun drastis.

Kematian seorang penguasa yang kuat berarti melemahnya bangsa itu, memberikan bangsa-bangsa lain kesempatan untuk mengambil keuntungan dari kelemahan itu. Menelusuri kembali benang sejarah, bukanlah suatu kejadian yang jarang terjadi bagi suatu negara untuk mencoba menghindari hasil itu dengan menyembunyikan kematian pemimpinnya dan bertingkah seolah-olah dia masih hidup.

Untuk kasus sejarah Jepang, penguasa feodal Era Sengoku yang dikenal sebagai "Harimau Kai," Takeda Shingen, dikatakan telah memberikan instruksi kepada jenderalnya untuk menyembunyikan kematiannya selama tiga tahun.

Memikirkannya dengan akal sehat, rumor yang paling mungkin adalah semacam informasi palsu untuk menutup-nutupinya. Namun, laporan yang dia terima dari mereka yang telah bertarung secara langsung dengan Steinpórr, seperti Sigrún dan Skáviðr, menggambarkannya sebagai monster yang menentang semua akal sehat. Bagaimana jika, secara kebetulan ...?

Dia tidak bisa benar-benar mengabaikan kemungkinan itu. Dan jika itu benar, itu adalah sesuatu yang tidak bisa dia abaikan.

"Setelah upacara ini selesai, kurasa aku akan segera memeriksanya," kata Yuuto.

Kristina adalah seorang Einherjar yang memiliki Rune Veðrfölnir, Peredam Angin, dan dia memiliki bakat dan keterampilan luar biasa dalam hal mengumpulkan informasi. Dia pasti akan dapat mengumpulkan informasi yang akurat tentang situasi tersebut.

"Hei sekarang, apa ini upacara putriku?" Suara yang dibuat-buat seolah sedang bahagia, menyayat pembicaraan Yuuto dan Linnea. Itu adalah suara yang akrab, namun anehnya itu terdengar tidak nyaman.

Yuuto memasang senyum ceria buatannya sendiri sebelum berbalik untuk menjawab. 

“Hei, Botvid. Aku tidak menyadari kau sudah ada di sini. "

“Ha ha ha, anak-anak perempuanku tercinta diterima sebagai anak sumpah dari Kakakku yang terkasih. Ini adalah hari besar ketika anak-anakku meninggalkan sarang dan memulai hidup baru. Ini adalah kesempatan yang menggembirakan bagiku sebagai orang tua sehingga aku tidak sabar, jadi aku mengesampingkan semuanya dan berlari ke sini secepat mungkin.” Botvid tertawa kecil dan menyenangkan.

Penampilan luarnya adalah seorang pria paruh baya yang kusam, gemuk dan berambut tipis, tetapi pria ini adalah patriark Klan Cakar, tetangga sebelah timur Klan Serigala. Dia terkenal di wilayah ini sebagai penjahat licik, berbahaya untuk bertindak ceroboh dihadapannya. Krisis mengerikan yang pernah dihadapi oleh Klan Serigala karena tindakannya masih merupakan kenangan baru.

Botvid itu sekarang menggosokkan kedua tangannya dan menjilat Yuuto. "Tapi tetap saja, untuk memikirkan Kakakku Yuuto akan menang dengan mudah bahkan melawan Dólgþrasir ... Aku mulai berpikir tidak ada seorang pun di Yggdrasil yang bisa mengalahkanmu."

Yuuto melirik Linnea, berdiri di sampingnya. Dia menatapnya dengan mata berbinar penuh kekaguman dan rasa hormat.

Dua tokoh yang pernah menjadi ancaman terbesar bagi keberadaan Klan Serigala sekarang melayani dia. Ini benar-benar mengesankan baginya betapa banyak hal dapat berubah seiring waktu.

“Aku hanya diberkati lebih banyak keuntungan daripada orang lain,” katanya. “Itu tidak membuatku menjadi orang yang terhebat, atau luar biasa. Kemenangan tidak selalu berpihak pada yang cepat atau yang kuat, seperti yang mereka katakan. Aku tidak dapat mengandalkan hal yang sama secara berulang-ulang hanya karena aku memiliki beberapa keuntungan, dunia bukan tempat yang bisa dianggap remeh."

Yuuto dengan sengaja memberikan respons dingin terhadap pujian Botvid. Itu yang dia rasakan. Yuuto tidak merespons sedikit pun ide tentang dirinya sebagai pahlawan hebat dengan kemampuan luar biasa.

Dia berutang segalanya dengan fakta bahwa karena suatu alasan smartphone-nya bisa mendapatkan sinyal di dunia ini, memungkinkannya mengakses pengetahuan modern abad ke-21, ribuan tahun di depan Yggdrasil. Itu adalah kecurangan yang tidak bisa digunakan orang lain, tetapi dia menganggap bahwa meminjam pengetahuan sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya sendiri.

Pada akhirnya, itulah sebabnya apa pun hasil yang dia dapat hasilkan, dia tidak pernah puas dengan dirinya sendiri. Itulah sebabnya dia bisa dengan sangat bersemangat mengabdikan dirinya untuk meningkatkan pengetahuannya sendiri, untuk mendapatkan "kekuatan" sendiri, sehingga dia bisa melindungi semua orang.

Cita-cita yang tak kenal lelah untuk meningkatkan dirinya adalah bakat sejati Yuuto, dan sebenarnya sifat yang sangat langka, tetapi dia sendiri tidak menyadarinya.

Yuuto memperhatikan bahwa Botvid menatap wajahnya, seolah memeriksanya dengan cermat. "Hm? Apakah ada yang salah?"

Botvid masih memasang ekspresi tersenyum, tetapi sesuatu tentang matanya mengingatkan Yuuto pada reptil yang mengincar mangsanya. Itu bukan perasaan yang nyaman.

"Oh, tidak, tidak, aku hanya berpikir pada diriku sendiri betapa luar biasanya dirimu, Kak. Mencapai banyak keberhasilan tanpa menjadi sombong dan ... kau terus mengejutkanku. ”

Botvid kemudian bergumam pelan pada dirinya sendiri dengan suara pelan: "... Akan ada celah untuk mengambil keuntungan jika kau membiarkan dirimu sombong, tapi sepertinya itu tidak berlaku."

Yuuto tidak mungkin bisa mendengar bisikan itu, tetapi ironisnya, dia mengangkat bahu dan menjawab menggunakan beberapa kata yang sama. "Itu karena ketika aku membiarkan diriku sombong, aku selalu harus membayar untuk itu."

Dia tahu bahwa perilakunya yang sombong, upayanya untuk memuaskan kesombongannya dan mengesankan Mitsuki dan adik kelasnya, adalah alasan dia berakhir di dunia lain yang aneh ini dari waktu dan tempat yang tidak diketahui.

Dan ketika dia terbawa suasana, salah mengira meminjam pengetahuan karena bakatnya sendiri, membiarkan pengetahuan itu mengendalikan tindakannya daripada memberi tahu mereka, dia telah kehilangan seseorang yang penting baginya.

Memang, dua tahun sebelumnya, dia adalah anak yang bodoh dan putus asa ...


Note:
Yosh, volume 3 dimulai~
Mangat afrodit-sensei, jangan lupa progress translatenya :v



PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Afrodit
EDITOR: Isekai-Chan

Jumat, 07 Agustus 2020

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 61 – Pertempuran di Stasiun Kereta Bawah Tanah

Chapter 61 – Pertempuran di Stasiun Kereta Bawah Tanah


—-Arakawa Kouki POV —-

Serangan New world telah dimulai. Daerah sekitar stasiun Moskow lama bergetar dan aku bisa mendengar suara peluru musuh ketika menghujani tanah. Jika laporan dari Tim Informasi benar, seharusnya ada sejumlah power suit di sekitar sini tetapi apakah kita akan baik-baik saja? Tidak, bagaimana kita akan bertarung secara defensif jika tidak ada komunikasi dari masing-masing pasukan? Ekspresi wajahku pasti menunjukkan betapa khawatirnya aku, Kapten Yurya berbicara kepadaku.

[Volga, aku yakin ayahmu adalah seorang kolonel. Apakah Kau belajar sesuatu tentang perang modern?] (Yurya)

[Ma ~ Begini ... Aku mengalami peperangan modern di mana power suit digunakan sebagai kekuatan utama. Aku berpartisipasi dalam pertempuran itu belum lama ini.] (Kouki)

[Fumu. Lalu, sebelum kau lahir, sekitar 150 tahun yang lalu ketika tidak ada power suit. Apakah Kau tahu bagaimana pertempuran berlangsung?] (Yurya)

150 tahun yang lalu mirip dengan dunia sebelum aku mati, atau mungkin dia ingin bertanya tentang 150 tahun yang lalu tentang ‘dunia ini’? Ma ~ karena keduanya tidak memiliki power suit pada saat itu, aku akan menggunakan kehidupanku sebelumnya sebagai referensi ...

[Aku pikir mereka akan menggunakan Angkatan Udara yang luar biasa untuk mengambil keuntungan udara. Kemudian pasukan darat yang menerima dukungan udara akan menduduki lokasi penting.] (Kouki)

[Haha, kau mendapat 70 poin dari jawaban itu. Kau harus memasukkan semua jenis unit dalam perkiraan seperti angkatan laut, tetapi mari kita abaikan itu sekarang. Nah, pertanyaan selanjutnya. Bagaimana suatu bangsa berperang melawan negara dengan kekuatan yang luar biasa?] (Yurya)

Aku tidak tahu apa yang ingin dikatakan Kapten. Perbedaan kekuatan nasional yang luar biasa? Aku rasa mereka tidak punya pilihan selain melakukan perang gerilya seperti apa yang kita lakukan sekarang. Maksudku, yang ingin aku ketahui bukanlah taktik dan strategi tetapi bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan pasukan lain.

Tunggu sebentar ... Berbicara tentang 150 tahun yang lalu, ada lebih banyak hal yang tidak ada selama waktu itu. Misalnya, terminal pribadi yang aku miliki sekarang ... hal-hal seperti itu tidak ada dalam kehidupanku sebelumnya. Di era itu, ponsel lebih populer daripada terminal── Itu dia !! Jadi sesuatu seperti itu.

[Saluran telepon ...] (Kouki)

[Kali ini kau mendapat nilai 100. Seperti yang aku duga, para genius benar-benar berbeda. Biasanya, tidak mungkin untuk memikirkan ‘telepon’ dari percakapan itu. Sebaliknya, aku kagum bahwa seorang peneliti sepertimu tahu tentang peninggalan masa lalu seperti telepon.] (Yurya)

Aku tidak tahu sudah berapa lama sejak orang berhenti menggunakan saluran telepon. Dalam sebuah dokumen yang aku lihat sebelumnya di kamar ibuku, semua komunikasi suara pribadi ditransfer ke jaringan satelit. Mereka hanya meninggalkan beberapa saluran darurat sekitar tahun 2020. 80 Tahun setelah itu, siapa pun di usiaku yang tahu telepon itu tidak biasa.

[Awalnya, aku berencana untuk mengajukan beberapa pertanyaan lagi tetapi kau sudah memiliki jawaban akhir. Dalam situasi kita saat ini, orang-orang di Tim Informasi menggunakan saluran telepon yang beroperasi di seluruh kota lama. Kita juga mengharapkan perkembangan informasi jalannya pertempuran, jadi kau tidak perlu khawatir. Selain itu, aku sendiri memiliki sesuatu yang ingin aku tanyakan.] (Yurya)

[Apa itu?] (Kouki)

[Ini tentang komentar yang kau sebutkan sebelumnya. Apa yang Kau maksudkan dengan Noah yang berpartisipasi dalam Perang Antar Ras?] (Yurya)

[Aku tidak bisa memberitahumu detailnya tanpa izin dari ibu tapi aku bisa menjelaskan alasan pendirian Noah.] (Kouki)

Aku mulai menjelaskan Noah yang sebenarnya kepada kapten. Awalnya kami hanya mencari tempat evakuasi tetapi skalanya menjadi lebih besar dari yang direncanakan. Aku juga mengatakan kepadanya bahwa Pangkalan Hakone bukan markas Noah tetapi sebenarnya sebuah benteng untuk melindungi gerbang yang mengarah ke dunia lain.

Ma ~ mereka akan mengetahui semua tentang itu ketika mereka secara resmi bergabung dengan Noah jadi mengetahuinya sekarang tidak akan menimbulkan masalah. Aku terus bercerita tentang interaksi kami dengan ras non-manusia di dunia lain yang kami sebut G-88. Aku berbicara tentang Union dan Aliansi. Kapten mendengarkan setiap kataku sambil mengerutkan kening.

Sama seperti sebelumnya, percakapan yang kami lakukan sambil mengabaikan tembakan yang melesat di dekatku membantu menenangkan hatiku. Dalam situasi yang gila ini, aku bisa secara bertahap mendapatkan kembali ketenanganku. Mungkin Kapten bertanya dan membuat percakapan ini untuk menenangkanku ... Sepertinya akulah yang terbantu.


——Yurya POV —-


[Aku tidak menyangka…] (Yurya)

Segera setelah Arakawa selesai menceritakan kisahnya, aku tidak dapat menghentikan diriku untuk mengatakan itu. Meskipun aku mendengar cerita seperti itu, anak lelaki di depanku tersenyum, mengeluarkan nada lembut dan tidak memiliki ekspresi yang tidak menyenangkan. Mungkin apa yang dia katakan itu benar. Jika dia berbohong, maka dia akan mengatakan sesuatu yang lebih dapat dipercaya dan yang lebih penting sekarang, Arakawa sangat tenang. Orang-orang yang tidak mengalami medan perang tidak dapat berbicara dengan tenang dalam situasi di mana lingkungannya dibombardir dengan peluru. Itu berarti, semua yang dikatakan pemuda ini kepadaku adalah benar.

[Kapten, saluran telepon telah terhubung.] (Tim Serp)

Tepat ketika aku berpikir untuk menutup mata untuk berpikir, salah satu bawahanku meletakkan telepon di atas meja. Tidak bagus, sekarang aku harus berkonsentrasi melawan musuh di hadapanku ... Aku menenangkan diri dan meminta Tim Informasi untuk melaporkan situasi masing-masing pasukan.

[Skuad ke-1 dan ke-2, tidak ada musuh yang terlihat. Saat ini dalam keadaan siaga.] (Tim Informasi)

[Kontak dari Skuad sniper. Mereka telah melihat sekelompok pasukan musuh bergerak ke posisi serangan.] (Tim Informasi)

Skuad sniper akan segera terlibat dalam pertempuran ... Jika kita berhasil menjauhkan perhatian musuh dari tempat ini, kita dapat pindah ke strategi berikutnya tetapi bagaimana dengan Pasukan ke-3? Mengapa kita belum menerima laporan dari mereka.

[Beritahu aku situasi Skuad ke-3!] (Yurya)

[Tolong tunggu sebentar, aku sedang menghubungi mereka sekarang. Pasukan ke-3 sedang bertarung dengan musuh! Karena mereka bertemu satu peleton musuh, mereka berpura-pura mundur ke titik ledakan 1-3 seperti yang direncanakan.] (Tim Informasi)

Seperti yang diharapkan, para idiot itu terpancing juga ... terus kejar mereka dan itu akan menjadi akhirmu. Power suit tidak bisa dihancurkan menggunakan bahan peledak biasa tapi kita bisa meledakkan jalur kereta bawah tanah untuk menghancurkannya dengan puing-puing dan membuatnya tidak bisa bergerak. Untuk saat ini, sementara musuh belum memperhatikan strategi kami, kami harus dengan cepat mengurangi sebanyak mungkin pasukan musuh. Sudah saatnya aku memberi perintah mengenai helikopter ...

[Siapkan helikopter! Dengar, pastikan seolah kita melindunginya. Kita tidak menggunakannya, tetapi kita harus membuatnya seolah itu berharga. Tentu saja, kelilingi dengan banyak bahan peledak.] (Yurya)

[Dimengerti!] (Tim Serp)

Yoshi Yoshi .... Entah bagaimana, kami masih mengendalikan medan perang. Sekarang, kita hanya harus menemukan waktu yang tepat untuk membiarkan Arakawa melarikan diri. Ngomong-ngomong, dia tiba-tiba terdiam. Aku penasaran ada apa? Aku menatapnya sambil khawatir. Aku melihat dia serius melihat pamflet yang mungkin terjatuh di stasiun.

[Apa yang terjadi?] (Yurya)

[... .Operasi High Jump. Kekaisaran Jerman Ketiga── Tidak, tidak mungkin.] (Kouki)

[──apa yang kau bicarakan?] (Yurya)

Arakawa menoleh padaku dan bertanya dengan ekspresi panik.

[Kapten, apakah AS dari 'dunia ini' mengirim pasukan ke Antartika setelah tahun 1940-an? Entah itu resmi ataupun rahasia.] (Kouki)

[Apakah Kau mengatakan Antartika? Jika ingatanku benar, mereka mengirim tentara ke sana pada tahun 1948 dan 1951. Aku ingat pengiriman tahun 1951 itu dirahasiakan.] (Yurya)

[Apa skalanya?] (Kouki)

[Aku tidak tahu detailnya tetapi tercatat bahwa pasukan militer besar yang mencakup beberapa kapal induk sedang dikirim. Apa yang salah dengan itu?] (Yurya)

[Tolong tunggu sebentar. Aku masih memikirkannya. Aku punya pertanyaan lain ... Ibu mungkin akan meminta pasukan PBB untuk menyelamatkan kami. Beberapa negara mungkin akan melakukannya untuk mendapatkan bantuan dari Noah. Kalau begitu, pasukan utamanya adalah──] (Kouki)

[Tentara AS.] (Yurya)

Ketika aku menjawab, Arakawa memejamkan mata dan tampaknya putus asa memikirkan sesuatu. Sementara itu, laporan dari regu yang berbeda datang. Tampaknya situasi kami cukup menguntungkan. Tidak aneh melihat tindakan kita di sini tercetak dalam buku-buku taktik karena kita cukup berhasil dalam memerangi power suit. Sekitar 5 menit, Arakawa membuka mulutnya seolah-olah yakin akan sesuatu.

[Kapten, tidak mungkin untuk melarikan diri. mungkin ... tidak, tidak diragukan lagi. Kita akan terbunuh.] (Kouki)

[───Apa maksudmu?] (Yurya)

Tanpa merasa takut meskipun aku memelototinya, jenius di depanku mulai mengatakan alasannya. Aku akhirnya mengerti ... alasan kenapa pria di depanku disebut ‘monster’ ───


Author Note: 
Maaf membuatmu menunggu! Ada update kembali (`· ω · ')
Aku memperbaiki ceritanya dengan merujuk pada komentar dll. Dll. Dll.

dll dll. dll.

Aku minta maaf karena ada perubahan cerita sedikit…. (revisi mungkin)


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Zatfley