Sabtu, 23 Oktober 2021

Maou-sama, Retry! Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 69. Pengintaian Maou

Chapter 69. Pengintaian Maou



Maou berada dalam stealth stance setelah meninggalkan Hot Spring Inn, dan berjalan mengelilingi desa sembari melihat kesana dan kemari. Jika dia berkeliling tanpa stealth stance, itu akan membuat orang-orang menghentikan kerja mereka.

Ketika dia telah sampai di tempat tinggal dari para Bunnies, suara Luna yang penuh semangat terdengar di telinganya.

Sepertinya dia sudah menyusun beberapa kotak dan berdiri di atasnya untuk tempat dia memberikan perintah.

“Dengarkan baik-baik, kalian akan membuat sesuatu yang panjang dan tebal!” (Luna)

“Kau mengatakan hal mesum seperti biasanya.” (Maou)

“Kyaaaaa! Jangan muncul mendadak seperti itu, dasar mesum! Kau telah bersembunyi selama ini melihatku, kan? Katakan sejujurnya!” (Luna)

“Apa yang membuatmu berteriak histeris seperti itu? Lebih penting lagi, kita akan keluar sebentar.” (Maou)

Maou menghindari Luna yang seakan-akan menggigitnya dengan bahagia, lalu dia mengangkat tubuhnya yang kecil dan menurunkannya dari tumpukan kotak kayu.

“H-Hey... jangan menyentuhku di tempat yang aneh!” (Luna)

“Hari ini aku akan memintamu mengganti pakaianmu dengan gaun daripada Blazer.” (Maou)

“Ga-Gaun, katamu... Kemana kita akan pergi?” (Luna)

“Hanya berpikir untuk menggunakan kekuasaanmu, kau tahu.” (Maou)

“Heeh, jadi akhirnya kau mengerti kehebatanku? Lalu memohon. Tolong Luna-sama, aku membutuhkan kekuatanmu tidak pedu—! Angh!” (Luna)

*Tampar!

Suara redup bergema di langit yang biru.

Telapak tangan Maou telah menghantam pantat Luna secara berirama. Satu gerakan yang menciptakan dua suara merdu. Benar-benar sebuah gabungan karya seni.

“Waktu adalah uang. Mari kita pergi.” (Maou)

“Jangan gendong aku di bawah lenganmu! Gendong aku seperti seorang putri!” (Luna)

“Mengigau adalah apa yang kau katakan setelah kau tidur.” (Maou)

Dengan luna yang telah berganti pakaian di belakangnya, Maou berpindah ke kota Yahoo menggunakan [Mass Teleport]. Dia mencoba untuk menyelesaikan semua yang dia putuskan dengan Tahara di hari yang sama. Pria ini tidak menghiraukan jarak, dan mematahkan akal sehat dengan 600 Vitalitasnya.

“Yah, sederhananya, ini adalah pengintaian.” (Maou)

Luna menatap Maou dengan pandangan ke atas sambil tetap menempel kepadanya. Kedua tangannya melingkari pinggang Maou pada saat Mass Teleport digunakan, dan tangannya masih melingkari dirinya.

Hari ini dia mengenakan Pakaian Biara Lambda, jadi itu membuatnya semakin menonjol.

“Apa maksudnya? Jelaskan dengan benar!” (Luna)

“Aku sedang berpikir untuk menaikkan pengaruh Desa Rabi. Kau hanya perlu tersenyum di sisiku. Kau mungkin akan mengacaukannya jika berbicara.” (Maou)

“K-Kau... Kau pikir siapa aku? Aku adalah Gadis Suci, kau tahu!” (Luna)

“Tentu saja, kau adalah gadis nakal. Perihal itu aku tidak meragukannya sama sekali.” (Maou) 
<TLN: Luna mengatakan ‘聖’ yang berarti Suci, tetapi Maou mengatakan ‘性’ yang berarti seksual. Keduanya diucapkan ‘Sei’.>

“Be-Begitukah...” (Luna)

“Ya, busungkan dadamu dan berbanggalah.” (Maou)

Percapakannya mereka terlihat tidak nyambung, namun bagaimanapun juga, keduanya tampak bersenang-senang. Karena dari cara mereka bertemu, mereka dapat berinteraksi secara dekat seperti ini.

Maou ingin berjalan ke toko History terlebih dulu, tetapi Luna masih menempel padanya.

“Lepaskan aku. Kita akan bergerak.” (Maou)

“...Tangan.” (Luna)

“Hm?” (Maou)

“...Pegang tanganku dengan benar dan kawal aku.” (Luna)

Luna mengatakannya sambil memalingkan muka.

Membayangkan pemandangan Maou yang hitam legam dan Gadis Suci bergandengan tangan dengan ramah saat mereka berjalan di kota, dia pasti merasa sedikit pusing, mantel hitam panjangnya bergetar.

“Baiklah. Jika itu yang kau inginkan, aku akan mengawalmu seperti yang kau inginkan.” (Maou)

“Eh?” (Luna)

Maou mengangkat tubuh Luna yang kecil dan berjalan dengan gendongan putri. Dapat dikatakan dia melakukan hal yang menyimpang, namun dapat juga disebut semacam iklan.

Ketika pria ini memutuskan sesuatu, dia akan secara alami berperilaku yang membuat orang normal kesulitan untuk melakukannya. Tentu saja, tidak peduli jika itu bagus atau buruk.

“Tu-Tunggu! Aku tidak menyuruhmu sejauh itu!” (Luna)

“Lalu, aku akan menurunkanmu.” (Maou)

“T-Tidak! Pe-Perlakukan...aku seperti seorang putri dengan benar!” (Luna)

“Kau bukanlah seorang putri tapi seorang Gadis Suci.” (Maou)

“Aku seorang Gadis Suci dan juga seorang putri! Aku adalah seorang putri, suci, dan emas!” (Luna)

“Putri Suci Emas...benar-benar idiot yang tidak terbayangkan.” (Maou)

Keduanya sampai di depan toko History sembari melakukan obrolan tersebut. Penampilan dari tokonya lebih besar dari sebelumnya, dan itu menunjukkan betapa bagusnya bisnis mereka sekarang.

Sejak History bertemu Maou, modal miliknya meningkat hebat.

“Pertama kita akan menyelesaikan diskusi bisnis dengan pemiliki toko disini.” (Maou)

“Hmm, kau memiliki kenalan pedagang seni, huh.” (Luna)

Di sisi lain, ketika History melihat orang yang berdiri di depan pintu, dia langsung tahu bahwa itu adalah ‘bangsawan yang datang dari seberang lautan’. Tinggi badan Maou adalah hal yang cukup jarang di dunia ini, dan karena penampilannya juga, benar-benar penampilan megah yang cukup mencolok.

Tetapi hari ini adalah langkah yang ‘buruk’.

“Wah siapa yang datang kemari hari ini, selamat datang Kunai-sa— - geeeh?!” (History)

“Sudah lama tidak bertemu.” (Maou)

Melihat gadis kecil yang di bawa Maou, History meninggikan suara kagetnya.

Sejak sebelumnya, dia telah mendengarkan bahwa bangsawan ini memiliki hubungan yang lebih dari normal dengan Gadis Suci, namun untuk berpikir dia akan melakukan sesuatu yang berani seperti datang ke tokonya sambil menggendongnya seperti putri di siang bolong.

History berdiri terburu-buru, dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.

“Kau bisa bersikap lebih tenang. Karena hari ini aku adalah seorang putri.” (Luna)

Kata-kata aneh dari Luna membuat History membuka matanya lebar-lebar, tetapi dia dengan cepat memerintahkan karyawannya, dan menyuruh mereka menyiapkan teh terbaik mereka.

Maou duduk dengan nyaman, dan membuat Luna duduk di sisinya.

“Apa? Kau menurunkanku?” (Luna)

“Tentu saja. Orang seperti apa yang akan membuat diskusi bisnis sambil menggendong seorang wanita.” (Maou)

Maou menggulir Item File, dan mengeluarkan karya seni satu demi satu dari sana, dan menyusunnya di atas lantai dan meja.

Ini merupakan pemandangan yang luar biasa, dan juga sangat mengejutkan. Namun, History tidak terkejut.

Dia telah memutuskan untuk tidak terkejut lagi apapun yang dilakukan bangsawan ini. Tapi...

“I-Ini...bukankah ini Vas Adan yang sangat terkenal?!” (History)

Bahkan History memiliki batasannya.

Dia masih bisa menahan diri setelah melihat ‘storage’ yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Mungkin itu semacam jenis sihir yang berasal dari luar negeri, atau alat sihir jenis baru. Namun, sehubungan dengan pekerjaannya yang berupa karya seni, tidak mungkin dia menahan emosinya kali ini.

“Ini adalah benda-benda yang madam terima. Ini terlalu berlebihan untukku, jadi aku berpikir bahwa mungkin History-san dapat menggunakannya dengan baik.” (Maou)

“Ma...da...apakah kau membicarakan tentang adik perempuan keluarga kolektor yang terkenal?” (History)

History sangat bereaksi terhadap kata-kata Madam.

Hanya terdapat dua orang yang dipanggil sebagai Madam di negeri ini, dan adik perempuannya merupakan seorang kolektor terkenal. Dia juga orang yang memenangkan lelang dari kotak musik yang dibawa kesini.

“Bukan, tetapi kakak perempuannya.” (Maou)

“Begitu...” (History)

Kata-kata dari Maou membuat History menghela napas lega.

Karena dia mengira akan mustahil bagi seorang Madam Kakifry untuk melepaskan Vas Adan. Di sisi lain, kakak perempuannya tidak memiliki banyak minat dalam bidang seni, jadi sangatlah mungkin baginya untuk melepaskan mereka.

“Ngomong-ngomong, ini semua adalah karya seni yang luar biasa. Potret dari istri Baron, di sini terdapat Sendok Emas Herm, dan yang ini adalah kalung Kingfisher.” (History)

“Karya seni seperti ini akan lebih banyak datang di masa yang akan mendatang, kau tahu.” (Maou)

“I-Itu...dari Madam?” (History)

History bertanya dengan suara gemetaran.

Gadis Suci berada di hadapannya, dan...Madam.

Tidak mungkin barang-barang yang orang ini berikan adalah palsu, dan tidak peduli berapa kali pun dia memeriksanya, mereka semua asli. Semua karya seni yang ada disini sudah cukup bernilai 20 koin emas besar.

Maou menyalakan sebatang rokok dengan perlahan, dan berbicara dengan tenang.

“Dari seluruh benua.” (Maou)

Kata-kata berani tersebut membuat History mengalihkan pandangan kepadanya.

Fakta bahwa Madam memberinya karya seni saja sudah mengejutkan, dan juga, dia mengatakan karya seni tersebut berasal dari seluruh benua. Luna di sisinya juga membuat ekspresi terkejut untuk beberapa saat, namun kelihatannya dia dapat mengerti dalam sekejap, dia mengangguk dalam-dalam.

“Kau membicarakan Hot Spring Inn, kan? Aku penasaran berapa banyak uang yang akan bergerak.” (Luna)

“Bukanlah uang. Seluruh benua yang akan bergerak -dengan desa tersebut sebagai intinya.” (Maou)

“Lalu, bukankah itu artinya bahwa aku, sebagai pemilik dari tempat itu, akan menjadi putri nomor satu?!” (Luna)

“Fumu...Benar. Dapat dikatakan begitu.” (Maou)

“Yay!” (Luna)

Luna memeluk tangan milik Maou, dan menunjukkan senyuman polos. History yang melihatnya, membuat perutnya mengerang.

Apa yang sebenarnya terjadi? Tidak, apa yang sebenarnya akan terjadi?

Kelihatannya seperti sesuatu yang luar biasa sedang terjadi disini, dan nalurinya sebagai pedagang telah berteriak padanya ‘jangan terlambat untuk mengendarai ombak ini’ untuk sementara waktu.

“K-Kunai-sama dan Gadis Suci-sama...uhm, kelihatannya kalian sedang melakukan sesuatu yang hebat.” (History)

“Aku hanya membuat sebuah ‘taman mini’.” (Maou)

Maou tertawa setelah mengepulkan asap.

Ini mungkin terdengar buruk, namun bagi pria ini, itu pasti seperti sebuah game merancang kota. Dia menyiapkan beberapa base dan mengeluarkannya hanya dengan lambaian tangannya. Detil kecil dari rencana dan proyek sedang dikerjakan oleh Tahara, dan pria ini hanya perlu memastikannya.

“Baiklah, mari kita selesaikan diskusi bisnis ini terlebih dahulu. Kali ini, aku ingin memberikan semua karya seni ini untuk 10 koin emas besar.” (Maou)

“Te...Bu-Bukankah itu terlalu murah?” (History)

“Aku menginginkan kau untuk membuat toko kedua dengan uang yang tersisa -di Desa Rabi.” (Maou)

“Hmm, jadi kau mengundang orang ini, huh.” (Luna)

History sangat terkejut denga kata berturut-turut dari Maou, tetapi yang paling mengejutkannya adalah bahwa Gadis Suci melingkarkan lengannya di lengan Maou selama ini.

Dia ditakuti sebagai orang yang sangat egois dan bersemangat, namun melihatnya sekarang, tidak ada cara lain untuk melihatnya selain sebagai seorang wanita.

“Aku akan dengan senang membeli barang-barangmu. Tetapi perihal untuk toko, uhm...Aku ingin mendengar isi kontraknya...” (History)

“Pertanyaan yang wajar. Jika itu History, tidak perlu untuk mengkhawatirkan tentang sewa tempat. Namun, aku ingin mendapatkan 1% dari penjualan setiap bulan sebagai pajak.” (Maou)

“Ha-Hanya 1%...?” (History)

“Oya, akankah pajak yang lebih tinggi akan membawa ketenangan untukmu?” (Maou)

“Ti-Tidak tidak tidak! 1% akan membuatku mudah! Kumohon untuk tetapkan sebagai 1%!” (History)

History berteriak dengan tidak sengaja. Tetapi bukan seperti Maou mencoba untuk menggertaknya, dan juga bukan seperti dia memiliki pemikiran secara mendalam saat mengeluarkan angka 1%. Dia hanya menggunakan sistem petualang yang sama dia pelajari ketika dia pergi menjelajah di dungeon.

Tentu saja, pajak dapat berubah tergantung pemilik dan penduduk. Dungeon juga memiliki perbedaan antara langit dan bumi tergantung tempatnya juga, namun Maou hanya tau tentang persentase pajak dari Prison Dungeon.

Ngomong-ngomong, Yahoo dikenal sebagai kota dagang terkenal, jadi persentase pajaknya sangat tinggi,

“Kalau begitu, diskusi bisnis ini sudah selesai. Detail lengkapnya akan diberikan oleh bawahanku, Tahara.” (Maou)

“Y-Ya! Aku tidak sabar untuk bekerja denganmu!” (History)

“Oh benar, aku memiliki hadiah spesial kupersiapkan untukmu.” (Maou)

“Hadiah” (History)

“Ini merupakan sesuatu yang dibuat secara buru-buru, namun dapat dijual dengan harga yang sangat menarik.” (Maou)

Apa yang Maou keluarkan adalah semacam kartu nama. Itu terbuat dari perangkat pembuat kartu nama sederhana yang ditemukan di Hot Spring Inn, tetapi yang tertulis disana adalah ‘undangan untuk bermalam di Hot Spring Inn’.

History tidak mengetahui hal tersebut, namun dia menundukkan kepalanya dan berterima kasih, tetapi dia tahu bahwa hal tersebut akan menyebabkan keributan di masa depan.

Secarik kertas ini akan ditempatkan di pelelangan, tetapi yang akan memenangkan penawaran adalah kupu-kupu anggun lainnya.

Kakifry Butterfly.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Ao Reji
EDITOR: Isekai-Chan

Shinka no Mi ~Shiranai Uchi ni Kachigumi Jinsei~ Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 159 – Solusi Bergaya Seiichi

 Chapter 159 – Solusi Bergaya Seiichi

 

Untuk menghadapi peperangan besok, ketika Seiichi dan yang lainnya mulai beristirahat, di [Forest of Sealed Magic], Kekaisaran Kaizer beristirahat dengan cara yang sama.

Para prajurit Kekaisaran Kaizer, sambil mempersiapkan masing-masing kamp mereka, mengeluarkan sake meskipun mereka berada di dekat negara musuh, dan mulai makan seperti sedang dalam pesta tanpa merasa khawatir.

"Kapten, mereka cukup keras kepala, bukan?"

“Fuun, memang.”

Komandan ekspedisi ke Kekaisaran Valsha ini adalah, Aurius Fencer, kapten unit pertama Kekaisaran Kaizer.

Berbeda dengan unit ke-2, unit ke-1 terdiri dari bangsawan, tetapi semuanya adalah [Trancendent].

“Meski begitu…… Karena bajingan Zakia itu tidak bisa digunakan, kita harus datang jauh-jauh ke daerah terpencil ini.”

“Serius......aku benci rakyat jelata karena hal ini. Walaupun dia seorang idiot yang tidak kompeten, setidaknya dia pandai bersilat lidah.”

“Mereka seharusnya cepat menyerah dan memberi kita uang.”

Anggota unit pertama yang dipimpin oleh Aurius, hanya melihat Zakia dan orang-orang dari Kekaisaran Kaizer sebagai sumber uang.

“Omong-omong, Kapten. Bukankah kita harus melancarkan serangan malam ini?”

"Huh? Yah ...... itu merepotkan, jadi tidak apa-apa. ”

“Me, merepotkan……”

Aurius meminum sake yang ada di tangannya, dan menjawab kata-kata bawahannya.

“Karena, kita telah menjadi [Trancendent] dengan kekuatan Yang Mulia, bukan? Kita selalu bisa menghancurkan mereka jika kita serius.”

“Ha……”

“Oi oi, apa yang kamu khawatirkan? Lihat ini."

Aurius berdiri, dan meraih pohon di dekatnya.

“Fuun!”

Dan saat Aurius mengerahkan kekuatannya ke dalamnya, jari-jarinya menembus pohon yang keras, dan dia mencabut pohon yang telah berakar kuat di tanah.

“Lihat, kekuatan ini! Kita dapat melakukan hal-hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Walaupun tidak bisa menggunakan sihir, tapi siapa yang peduli? Kita juga memiliki kekuatan ini. Apa yang harus kitakhawatirkan? Selain itu …… oraa!”

Aurius memegang sebatang pohon di satu tangan, dan saat dia menghentakkan kakinya dari jarak jauh dari para prajurit, tanah tenggelam dan sebuah kawah terbentuk.

“Ahahahahahaha! Luar biasa, kekuatan ini! Dengan kekuatan ini, kita tidak akan bisa kalah! Benar bukan!?"

"Itu benar ...... aku salah."

"Fuun, selama kamu mengerti."

Aurius melempar pohon yang ada di tangannya begitu saja, dengan senyum terpampang di wajahnya.

“Selain itu, mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bahkan jika mereka meminta bantuan dari negara lain. Lagi pula, hampir semua negara dikendalikan oleh kita, Kekaisaran Kaizer. Mulai sekarang, perlahan tapi pasti......mari kita nikmati teriakan mereka.”

Mendengar kata-kata Aurius, para prajurit lain juga tersenyum muram.

Kemudian salah satu prajurit membuka mulutnya saat dia mengingatnya.

“Itu mengingatkan saya, Kapten. Setelah kita mengalahkan Kekaisaran Valsha, apakah kita akan diberi hadiah?”

"Jangan khawatir. Helio-sama berkata bahwa jika kita menaklukkan negara ini, kita bisa mencicipi semua rakyat jelata di sana. Menggunakan mereka sebanyak yang kita mau!”  

“Hyafufu! Seperti yang diharapkan dari [Phantom Demon]-sama!”

"Aku harus bekerja lebih keras dan lebih keras lagi!"

Dengan senyum vulgar, masing-masing dari mereka mulai berkhayal tentang apa yang akan terjadi setelah menyerang Kekaisaran Valsha.

“Kukuku….. Aku menantikannya! Dan juga, aku telah mendengar cerita tentang [Permaisuri] yang cantik dari Kekaisaran Valsha, dan dikatakan bahwa ada banyak wanita cantik yang melayani disisinya. Aku harap mereka dapat menghiburku dengan baik, kalian tahu? ”

"Kapten! Apakah itu tidak apa apa? Bahkan jika kita mendapatkan permaisuri terlebih dahulu ...... bukankah Helio-sama mengatakan bahwa kita hanya dapat menikmati rakyat jelata saja?”

"Dasar bodoh. Anak-anak bangsawan dan Permaisuri akan diminta oleh Yang Mulia dan Helio-sama. Itu sebabnya kita akan membunuh mereka setelah bersenang-senang dengan mereka. Yang harus kita lakukan adalah memberi tahu Yang Mulia dan Helio-sama bahwa mereka telah bunuh diri. Ini situasi yang tidak aneh. Mereka bahkan tidak bisa memastikannya jika kita membunuh mereka. Aku telah datang jauh-jauh ke daerah terpencil ini. Bahkan jika kita bermain dengan wanita berpangkat tinggi, kita tidak akan dihukum.”

Aurius, yang sedang minum dan mabuk, mengatakan hal seperti itu.

Jika seseorang di posisi lain mendengarkan cerita ini, bahkan Aurius tidak akan begitu riang.

Namun, mereka adalah divisi pertama, yang awalnya terdiri dari orang-orang dengan memiliki cara berpikir yang mirip dengan Aurius, dan sekarang semua orang mabuk dan keinginan mereka tak terbendung, tidak ada yang akan menyalahkan mereka.

Sebaliknya, semua orang berpikir tentang bagaimana mereka akan mengotori Permaisuri dan para pelayannya di Kekaisaran Valsha.

“Yah…… Kira-kira sampai kapan mereka akan bertahan? Anda mengatakan bahwa mereka akan segera menyerah, bukan?”

Dalam waktu dekat, berbisik pada dirinya sendiri, Aurius menjilat bibirnya sambil berhalusinasi pada penampilan Permaisuri memohon belas kasihan.

Meskipun mereka dalam perang, mereka tidak ragu bahwa itu akan menjadi kemenangan mereka sambil minum.

Mereka bahkan tidak berpikir akan ada serangan dari pihak Kekaisaran Valsha malam ini.

Faktanya, tidak ada cukup banyak orang atau kesempatan untuk menyerang Kekaisaran Kaizer dari pihak Kekaisaran Valsha, meskipun pemikiran Aurius dan yang lainnya benar, tetap saja, mereka terlalu mengendurkan kewaspadaan mereka.

“Kitalah yang akan berburu. Mari kita santai dan menikmati penderitaan mereka.”

Itulah sebabnya, mereka akan mendapat serangan [Ketidak-masuk-akalan] yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Bahkan jika mereka menyerang Kekaisaran Valsha pada malam ini, itu adalah masa depan yang tidak berubah.

◆ ◇ ◆

“Fuun…… dasar musuh rendahan. Pada kondisi itu, aku yakin mereka akan segera mati. ”

Saat Aurius dan yang lainnya minum, dan benar-benar santai, seseorang yang mengenakan tudung dari kejauhan menatap mereka sambil menghela nafas.

"Sungguh ...... aku bisa melemparkan kerajaan Valsha ke dalam kekacauan beberapa saat yang lalu, tapi Permaisuri itu ......"

Ketika orang bertudung itu bergumam dengan jijik, dia menatap Kekaisaran Valsha.

“…… Yah, tidak apa-apa. Misiku di Kekaisaran Valsha telah gagal, tetapi sekarang mari kita manfaatkan perang ini. Jika Kekaisaran Valsha jatuh ke tangan Kekaisaran Kaizer, aku akan dapat mengumpulkan [Emosi Negatif] berkualitas tinggi.”

Di punggung tangan orang bertudung yang tertawa itu, terdapat sebuah tanda, yang merupakan bukti menjadi [Utusan] dari [Sekte Dewa Iblis].

“Prajurit Kekaisaran Kaizer itu bodoh, jadi mereka tidak akan menyadari keberadaanku, tapi Kekaisaran Valsha telah menyadari keberadaanku, dan mereka waspada. Meskipun demikian, aku tidak akan pernah muncul. Bahkan jika aku tidak muncul, yang harus aku lakukan adalah memperkuat monster dan tentara Kekaisaran Kaizer dari belakang. Ini cara yang bagus untuk bertarung saat mereka sepenuhnya menyadari keberadaanku.”

Orang bertudung tersebut waspada terhadap keberadaan Riel dan Suin, dan meskipun [Utusan] bekerja dari balik layar dalam perang ini, Riel dan yang lainnya masih belum dapat menangkapnya, dan bukan hanya Kekaisaran Kaizer, mereka juga perlu berhati-hati terhadap [Utusan] ini.

"Yah, jika mereka mengalihkan perhatian mereka dariku, aku akan membunuh mereka pada saat itu."

Dan, seperti yang dikatakan oleh orang bertudung, jika mereka mengalihkan perhatian mereka darinya, dan jika mereka menunjukkan celah pada [Utusan] ini bahkan untuk sesaat, dia memperkirakan bahwa dia akan dapat membunuh mereka.

Saat menyaksikan kebodohan Kekaisaran Kaizer, dan saat dia lalu dan duduk di dahan pohon untuk beristirahat, dia tiba-tiba teringat.

“Ngomong-ngomong…… Destra-sama dikatakan juga akan datang ke tempat ini, tapi apa yang terjadi? Jika orang itu datang, maka aku tidak perlu bersembunyi dan bertindak seperti ini …… ”

Orang bertudung yang tahu bahwa Destra, salah satu yang terkuat di [Sekte Dewa Iblis], awalnya akan datang ke sini, memutar lehernya tentang dia yang tidak datang ke sini tidak peduli berapa lama sudah.

“…… Yah, dia juga sibuk. Aku yakin dia mungkin telah diminta secara langsung oleh [Dewa]-sama dan Dewa Iblis-sama lainnya. Namun, dia akan datang cepat atau lambat, jadi sampai saat itu, aku akan terus mengacak-acak tempat ini. ”

Destra tidak akan menginjak tanah ini lagi, tetapi orang bertudung yang tidak tahu hal seperti itu menyimpulkan demikian, dan beristirahat.

Dan dia, juga, akan mengalami kegilaan [Ketidak-masuk-akalan].

◆ ◇ ◆

“――――Nah, mari kita coba, oke?”

Hari berikutnya.

Dipagi buta, ketika aku keluar dari gerbang utama, aku mengeluarkan [Fine Sword of Swirling Hatred (Black)] sambil melakukan latihan ringan.

Para prajurit mulai mempersiapkan diri, tapi aku keluar dari gerbang depan sendirian, jadi para prajurit dan penjaga gerbang menatapku dengan curiga. Yah, aku keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Amelia dan yang lainnya.

"Itu mengingatkanku, pohon itu mengatakannya kemarin, tapi apa yang dia ingin kulakukan?"

Awalnya, aku datang untuk membantu seperti yang diminta oleh pohon, dan kemarin, aku menggunakan kekuatan pendukung milikku seperti obat pemulihan dan sihir penyembuhan, tapi ...... Apakah masih ada masalah yang belum kuketahui? Yah, aku harus menanyakannya setelah ini selesai, hah.

Meskipun merasakan beberapa pandangan, aku mulai melakukan apa yang ingin kulakukan.

"Pertama-tama ...... di mana para prajurit Kekaisaran Kaizer ...... Etto ......!"

Ketika aku melompat ringan di tempat, dalam sekejap mata, aku telah mencapai titik di mana aku dapat mengabaikan [Forest of Sealed Magic].

Dan ketika aku mencari tentara Kekaisaran Kaizer di udara, tidak jauh, aku menemukan sekelompok tentara mengenakan armor yang berbeda dari tentara Kekaisaran Valsha. Itu pasti prajurit Kekaisaran Kaizer.

Saat aku memeriksa mereka dengan skill [World Eyes]-ku untuk memastikan, di sekitar tempat para prajurit Kekaisaran Kaizer berkumpul, hanya ada satu orang yang bereaksi di sana.

Ketika aku memeriksa orang itu dengan skillku [World Eyes], ternyata orang ini adalah [Utusan] dari [Sekte Dewa Iblis].

Untungnya, pria itu dan para prajurit dari posisi Kekaisaran Kaizer berdekatan satu sama lain, jadi kali ini sepertinya aku bisa menyelesaikan semua hal dalam sekali jalan.

Setelah memastikannya, saat aku secara alami jatuh ke posisi di mana aku melompat, aku tiba-tiba melihat penjaga gerbang dan yang lainnya menatapku dengan ekspresi kosong.

[……]

Semua orang membuka mata dan mulut mereka seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi sejujurnya, jika mereka terkejut dengan ini, aku bertanya-tanya bagaimana reaksi mereka ketika mereka melihat apa yang akan kulakukan sekarang.

Yah, selain itu

"Aku akan menyelesaikan semuanya sekaligus!"

Saat aku terus jatuh secara alami, aku menggenggam Black di tanganku lagi, dan sekali di udara, aku melompat ke belakang tentara Kekaisaran Kaizer dengan menjadikan udara sebagai pijakanku.

Meskipun aku berpindah ke belakang mereka dalam sekejap, para prajurit berada di hutan lebat, dan mereka tidak dapat melihatku di langit dengan pepohonan yang menghalangi.

Ketika aku selesai mengkonfirmasi, aku mengayunkan Black pada jarak yang agak jauh dari para prajurit Kekaisaran Kaizer yang beristirahat di [Forest of Sealed Magic].

Kemudian, sebuah tebasan super besar muncul dari Black, dan sebuah parit besar di belakang perkemahan Kekaisaran Kaizer, atau tebasan lebih tepatnya, sebuah garis pembatas terbentuk. Ngomong-ngomong, serangan tebasan yang masuk ke tanah sedikit miring.

Seperti yang diharapkan, besarnya ukuran tebasan dan dampaknya disadari oleh mereka, dan Kekaisaran Kaizer mulai membuat keributan.

Namun, tebasan yang datang dariku.......Tidak, mereka sepertinya tidak mengira itu akan dilepaskan dari atas, jadi mereka mulai melihat ke arah yang salah.

Pada tingkat ini, masing-masing dari mereka akan mulai bergerak, dan mereka akan mengganggu ukuranku, jadi aku melanjutkan pekerjaanku.

“Fuh! Hah! Ha!"

Melanjutkan tebasan pertamaku, aku membuat persegi dengan tebasanku sehingga Kekaisaran Kaizer dan orang dari [Sekte Dewa Iblis] tidak bisa melarikan diri. Dan semua potongan tebasan dibuat sedikit miring.

Aku membuat potongan berbentuk persegi yang cukup besar, dan ketika aku tiba mendarat di tanah, ada bekas tebasan di satu sisi persegi di depanku, dan aku meletakkan tanganku di sana.

"Hmm, bisakah aku benar-benar melakukannya?"

Saat aku memikirkan itu sambil setengah meragukan diriku sendiri―――― aku mengangkat seluruh tanah.

“Oi, serius.”

Aku melakukannya sendiri, tetapi aku tidak pernah berpikir aku benar-benar bisa melakukannya.

Apa yang aku coba lakukan. Adalah memotong bagian dari [Forest of Sealed Magic], lalu membawanya ke suatu tempat, dan aku biasanya tidak memikirkan hal ini, itu adalah strategi yang tidak bisa disebut strategi.

Karena aku mengangkatnya, area yang terpotong di depanku menjadi benar-benar berlubang, dan tidak ada [Forest of Sealed Magic] di depanku.

Dengan memotongnya secara diagonal, tanah [Forest of Sealed Magic] telah menjadi piramida terbalik, dan bagian terdalamnya mungkin beberapa puluh meter.

“Etto......aku tidak merasakan berat apapun.......”

Sambil mengulurkan sebagian dari potongan tanah [Forest of Sealed Magic], aku bergumam tanpa sadar.

Aku meletakkan ujung piramida segi empat di telapak tangan kananku, tetapi aku tidak merasakan beban apa pun. Oi serius.

Atau lebih tepatnya, kurasa bukan karena ukurannya yang besar, tapi sepertinya tidak berat saat aku meletakkannya di ujung jariku...... Kapan ini terjadi, tubuhku?

[……]

Saat aku terpana dengan keanehan tubuhku, aku merasakan tatapan ke arahku, jadi ketika aku memalingkan wajahku ke arah itu, para penjaga gerbang dan yang lainnya, dan gerbang utama membuka mata dan mulut mereka semua. Itu benar, bukan! Aku dalam kondisi mental yang sama!

Namun, karena aku harus melanjutkan rencana ini, aku bertanya kepada penjaga gerbang dengan teriakan keras.

“Maafkan aku! Aku diberitahu bahwa ada laut di dekat sini, ke arah mana !? ”

“…… O, di sana.”

“Terima kasih banyaaakkk!”

Aku berterima kasih kepada para prajurit Kekaisaran Valsha yang menunjuk ke arah tertentu sambil benar-benar terpana, dan aku membawa [Forest of Sealed Magic] yang kupotong menuju ke arah yang ditunjuk penjaga gerbang, dan mulai bergerak.

◆ ◇ ◆

[……]

Seiichi yang ingin pergi dengan [Forest of Sealed Magic] di satu tangannya, penjaga gerbang dan yang lainnya, dan gerbang utama Kekaisaran Valsha hanya bisa melihatnya pergi dengan tercengang.

Atau lebih tepatnya, mereka tidak bisa mengikuti fenomena yang terjadi dalam sekejap di depan mata mereka.

Meskipun sosok Seiichi tidak lagi terlihat, mereka dapat melihat bagian dari [Forest of Sealed Magic] yang dibawa Seiichi di kejauhan, dan bahkan sekarang, dia terus bergerak.

Untuk sementara, mereka menatap pemandangan itu tanpa mengetahui alasannya, tetapi salah satu penjaga gerbang akhirnya sadar kembali.

Terlebih lagi, karena orang ini adalah orang yang cukup beruntung untuk menyatukan para penjaga gerbang ini, dia segera mengeluarkan perintah.

"Ha!? Oh, oi! Lari ke kastil sekarang! Riel-sama......Tidak, katakan ini pada Yang Mulia!”

"E, bahkan jika kamu mengatakan aku harus memberitahunya ...... Apa yang harus aku katakan padanya !?"

"Itu ...... aku tidak tahu!"

“Eee!?”

“Lalu!? Apa yang harus kita katakan padanya!”

"Kalau begitu, kapten akan memberitahunya!"

“Jangan katakan hal-hal yang tidak masuk akal! Ketika aku berpikir bahwa orang yang menjadi tamu di depanku tiba-tiba melompat, dia secara instan membuat tebasan besar di depan kami, lalu tamu itu mengangkatnya, dan aku tidak percaya dia mengangkatnya begitu saja…… Umu, aku tidak mengerti apa yang aku katakan! Baiklah, aku akan tidur sekarang! Itu di luar kendaliku!”

“Yo, kamu tidak bisa tidur! Prajurit Kekaisaran Kaizer……”

"Dia membawa mereka semua."

“……”

Mendengar kata-kata kapten, ketika salah satu bawahannya diam-diam melihat Seiichi melubangi tanah, tentu saja, mereka tidak bisa melihat prajurit Kekaisaran Kaizer lagi.

"----Mari tidur!"

“Setuju!”

Penjaga gerbang yang sudah tidak dapat bernalar kembali, meninggalkan pekerjaan mereka dengan perasaan segar.

Namun, seperti yang diharapkan, akan buruk jika semua orang kembali, jadi ada beberapa prajurit yang tetap berada di gerbang utama.

Tetap saja, para prajurit yang memadati sebagian besar gerbang, merasa lelah secara mental dengan peristiwa luar biasa yang terjadi di depan mereka, dan mereka pergi tidur.

Namun, sebagai tanggung jawab terakhir mereka, mereka tidak tahu bagaimana cara untuk menyampaikan ini lagi, tetapi para prajurit yang memutuskan untuk kembali mulai bergerak ke kastil untuk memberi tahu Riel dan yang lainnya tentang apa yang telah terjadi sebelumnya.

◆ ◇ ◆

"Oh, itu benar-benar laut."

Setelah diberitahu arahnya oleh penjaga gerbang, dan aku, yang melewati hutan dengan aman, melihat laut di depanku dan berbisik.

"Oke, jika mereka akan mengapung di tempat yang jauh dari sini, maka mereka tidak bisa kembali."

Segera setelah aku melayang di langit dengan efek [Sky King's Boots], aku dengan ringan bergerak ke sisi lain laut. Namun, jika aku berjalan, aku tidak bisa kembali tidak peduli berapa banyak waktu telah berlalu, jadi aku berlari dengan ringan sejauh itu tidak mempengaruhi bagian dari [Forest of Sealed Magic] yang kubawa.

Kemudian, seperti yang diharapkan, aku memiliki kemampuan fisik yang tidak kumengerti. Pemandangan berubah ketika aku hanya mengambil satu langkah, dan saat aku berbalik, aku tidak dapat melihat Kekaisaran Valsha dan bahkan daratan. Ya, sudah terlambat sekarang.

Tetap saja, aku merasa itu tidak cukup, dan ketika aku berlari di atas laut untuk sementara waktu, aku cukup ketakutan.

Ada begitu banyak pusaran air besar yang bisa kulihat, dan untuk beberapa alasan, hanya ada hujan lebat dan kilat di atas langit.

Terlebih lagi, di tengah pusaran air tersebut, permukaan laut yang tenang seukuran bagian dari [Forest of Sealed Magic] yang baru saja ku bawa seolah-olah sudah disiapkan dari awal ada di sana.

“Ya, bagaimana kalau di sana?”

Karena, itu adalah tempat yang hampir seperti menyuruhku untuk meninggalkan bagian [Forest of Sealed Magic] yang ada di tanganku di dalamnya. Tidak, aku tidak berpikir itu benar-benar disiapkan untuk itu, tapi itu memudahkanku.

Ketika aku perlahan-lahan menjatuhkan bagian dari [Forest of Sealed Magic] di sana, itu cukup pas di tengah kelompok pusaran air.

“Oh, luar biasa.”

Tanpa sadar aku terkesan karena sangat pas sehingga aku bisa segera kembali ke Amelia dan yang lainnya, jadi aku memutuskan untuk pergi.

"Yah, mereka tidak bisa datang ke Kekaisaran Valsha lagi dari sini, kan?"

Akhirnya, saat aku melihat bagian dari [Forest of Sealed Magic] lagi, dari pusaran air yang mengelilinginya, sesuatu seperti ekor naga raksasa terlihat, walaupun tidak sebesar bagian dari [Forest of Sealed Magic] yang kubawa, tetapi aku dapat melihat bayangan ikan besar mendekatinya.

“……Yup, ayo kembali.”

Aku tidak tahu bagaimana mereka bisa keluar dari sana, tapi aku yakin mereka akan melakukan yang terbaik. Semua prajurit Kekaisaran Kaizer tampaknya adalah [Trancendent], dan mereka dapat melakukan sesuatu untuk itu. Ada banyak kayu di sana, dan  kupikir mereka bisa membuat kapal.

“Yah, sekarang aku bisa menggunakan sihir, tapi……”

Saat ini, [Forest of Sealed Magic] tidak lagi berada di dekat sini, jadi aku dapat kembali ke Saria dan yang lainnya dengan menggunakan sihir transisi, tapi......

“Yah, aku bahkan belum menyapa Amelia, dan aku harus melakukan sesuatu tentang hutan yang telah kutebang.”

Dengan alasan seperti itu, aku memutuskan untuk kembali ke Kekaisaran Valsha.

Namun, aku keluar dari gerbang, dan bahkan jika aku kembali tiba-tiba dan mereka terkejut, apakah tidak apa-apa bagiku untuk bergerak dengan sihir transisi segera setelah keluar dari [Forest of Sealed magic] di mana laut terlihat?

Saat aku memutuskan demikian, aku segera mengaktifkan sihir transisi, dan aku kembali dengan selamat ke tempat di mana aku bisa melihat laut dan [Forest of Sealed Magic].


PREVIOUS CHAPTER    ToC    NEXT CHAPTER


TLHantu
EDITOR: Isekai-Chan

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 81. Kembalinya Bintang Laut

 Chapter 81. Kembalinya Bintang Laut



Aku mengunjungi rumah Kongming.

Ini adalah ketiga kalinya, yang berarti bisa menjadi yang terakhir.

Jeanne tampak sangat bersemangat ketika Hijikata Toshizou menunjukkan hal ini.

“Itu berarti Konmi ini atau apa pun nama pria dari China itu, akhirnya akan bergabung dengan kita.”

Dan begitulah reaksi Toshizou,

"Baiklah. Jika semuanya berjalan sesuai dengan cerita.”

Namun, aku tidak memiliki harapan yang tinggi.

Sangat mungkin bahwa itu akan menjadi empat sampai lima kunjungan.

Dia telah mengatakannya sebelumnya bahwa, dia tidak ingin keluar ke dunia.

Ketika aku menunjukkan ini, Toshizou menjawab,

"Tapi, Liu Bei berhasil membujuknya dan membuatnya bergabung dengan pasukannya."

“Ya, dia melakukannya. Tapi aku bukan Liu Bei.”

"Kupikir kau lebih berkarisma."

Jawab Toshizou. Tapi aku tidak terlalu percaya diri untuk menyetujuinya.

Dan di dunia ini, Kongming baru saja meninggalkan Raja Iblis Decarbia.

Aku ragu dia akan secepat itu ingin melayani Raja Iblis yang berbeda.

Dan aku benar.

Ketika kami sampai di rumah, biksu sedang membersihkan seperti biasa.

Ketika aku berbicara dengannya, dia menatap kami dengan sedih dan berkata,

"Tuanku saat ini sedang sakit parah."

Dan dia menundukkan wajahnya.

“Dia baik-baik saja terakhir kali! Penyakit apa itu!”

Jeanne berteriak. Tapi aku menyuruhnya diam.

“Aku berharap dia segera sembuh. Tolong beritahu dia bahwa Raja Iblis Ashta mengkhawatirkan kesehatannya.”

Dan kemudian kami pergi.

"Sepertinya kau tidak terlalu kecewa."

kata Toshizou.

“Seperti yang  kukatakan sebelumnya, aku tidak keberatan jika  harus datang empat atau lima kali. Aku akan menunggu sampai Kongming berubah pikiran.”

“Jadi sampai saat itu, kau harus memerintah kastil Decarbia dan Ashtaroth.”

“Tepatnya, ada juga kastil Eligos.”

"Tiga kastil. Kau tahu apa yang orang jaman dulu katakan, terlalu banyak anggur dan wanita bukanlah hal yang baik.”

Aku cukup berterima kasih atas saran dari seorang ahli, tetapi wanita dan kastil tidak sama. Jadi aku mengabaikannya dan terus berjalan menyusuri hutan.

Hanya beberapa menit lagi kami akan keluar dari hutan.

—Saat kami hampir keluar, aku mendengar suara ledakan dari dalam hutan.

"Apa itu!?"

Kami bertiga berhenti dan bersiap untuk bertarung. Kami menoleh ke arah suara itu.

Dan kemudian, aku melihat asap mengepul dari dalam hutan.

“… Dekat dengan rumah Kongming.”

“Tidak ada orang lain yang tinggal di dalam hutan ini. Jadi kita harus berasumsi bahwa dia diserang. ”

"Tapi kenapa? Meskipun dia tampaknya memiliki kepribadian yang buruk, mencoba membunuhnya tampaknya sedikit berlebihan.”

“Seperti yang dikatakan Fuma Kotaro. Decarbia menyimpan dendam padanya sejak dia pergi. Dan dia menyerangnya beberapa kali.”

"Jadi, menurutmu dia menyerang lagi?"

“Itu sangat mungkin.”

"Kalau begitu kita harus pergi dan membantunya."

"Tentu saja. Aku tidak akan meninggalkan seseorang yang kuajak bicara tiga kali.”

Jadi kami berbalik dan berlari kembali ke arah kami datang. Dalam perjalanan, aku membisikkan sesuatu ke telinga Jeanne dan menyuruhnya bergerak sendiri. Aku punya rencana, dan dia dengan mudah menurut.

Toshizou dan aku sampai di rumah Kongming beberapa menit kemudian. Tempat itu telah menjadi medan pertempuran

 Para orc dan goblin, yang kemungkinan besar bekerja untuk Decarbia, mengepung tempat itu.

Dan juga, Decarbia sendiri datang dan berkata dengan suara keras,
 
“Kongming. Benarkah Raja Iblis Ashtaroth telah mengunjungimu?”

Terdengar suara malas dari dalam rumah.

“Ya, itu benar.”

"Ketika kau meninggalkanku, kau mengatakan bahwa tidak akan melayani siapa pun lagi."
<TLN: kek mantan pacar yang posesif kedengerannya>

"Yah, aku pasti tidak akan melayani raja sepertimu."

“Grr. Orang bodoh yang kurang ajar. Izinkan aku bertanya sekali lagi. Bekerjalah kepadaku! Dan aku akan menyelamatkanmu dari hidupmu. Kau bisa membantuku membunuh Raja Iblis Astha.”

"Aku menolak."

Saat Kongming menolak tawaran itu, para orc dan goblin mulai membakar panah mereka.

Kemudian mereka mengarahkan anak panah ke busur mereka dan menembakkannya tanpa ragu-ragu. Dan begitulah, rumah Kongming terbakar.

Kemudian biksu yang merawat Kongming keluar dari rumah.

Decarbia yang keji segera memerintahkan tentaranya untuk membunuh anak itu, tetapi mereka tidak dapat melakukannya.

Ini karena bocah itu bukan manusia biasa. Dia adalah monster.

Dan dia segera berubah.

Dia berubah menjadi anjing berkepala dua yang disebut Orthros dan mulai merobek kepala para goblin dan orc.

Jika Decarbia hanya mengirim orc dan goblin ke sini, mereka semua akan mati dalam beberapa menit.

Faktanya, itulah yang terjadi selama serangan-serangan sebelumnya.

Namun, kali ini, Raja Iblis sendiri juga ada di sini.

Orthros adalah monster yang kuat, tetapi tidak cukup kuat untuk mengalahkan Raja Iblis.

Ketika lima titik tubuh Decarbia bersinar, sinar cahaya menyerang biksu itu.

Itu sangat cepat sehingga Orthros tidak dapat mengelak, dan kaki kanannya terluka.

Dan karena  itu, dia tidak bisa lagi berlari.

Dia akan mati di serangan berikutnya.

Saat itulah, seorang prajurit menebas Decarbia.

Tentu saja, itu adalah prajurit terkuat di pasukan Ashtaroth. Hijikata Toshizou.

Dia diam-diam menyerang tanpa memperkenalkan diri.

Seolah-olah dia tidak merasa bahwa Raja Iblis jahat itu layak untuk diakui. Namun, Decarbia menyadari apa yang terjadi dan memblokir serangan dengan penghalang.

Sekarang dia tahu kita ada di sini.

Aku bisa merasakan tekanan dari kebenciannya terhadap kami.

“Jadi, itu adalah Raja Iblis Ashtaroth sendiri. Musuh bebuyutanku.”

“Musuh bebuyutan terdengar agak berlebihan. Kita hanya kebetulan berpapasan untuk sesaat.”

"Begitukah? Ya, kita Raja Iblis hidup selama ratusan tahun, jadi ini tidak akan berarti apa-apa dalam jangka panjang.”

“Begitulah. Namun, kau tidak akan hidup begitu lama, Decarbia.

Setelah mendengar kata-kata ini, lima titik tubuh Decarbia memancarkan warna merah tanda kemarahan.

"Beraninya kau!!!"

Sinar cahaya mulai menembak ke arah kami.

Aku dengan cepat memblokir mereka dengan penghalang sihir.

Aku telah membiarkan dia melarikan diri terakhir kali. Tapi, aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi.

Di sinilah dia akan mati.

Dengan perasaan seperti itu, aku menghadapinya.


PREVIOUS CHAPTER       TOC        NEXT CHAPTER


TL: Arklame Aster
EDITOR: Isekai-Chan

Uchi no Musume no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou mo Taoseru kamo Shirenai Light Novel Bahasa Indonesia Volume 8 Chapter 4. Sequel: Gadis Berambut Platinum Menjadi Pengantin

Volume 8
Chapter 4. Sequel: Gadis Berambut Platinum Menjadi Pengantin


Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu itu telah tiba.

Suasana saat itu menunjukkan seakan mereka telah memilih cuaca sendiri, karena langit cerah di atas Dancing Ocelot memiliki warna biru yang indah.

Salah satu kamar pelanggan telah disisihkan khusus untuk digunakan sebagai ruang tunggu pengantin wanita, dan sebuah cermin besar dipasang di sana hanya untuknya. Di atas karpet tipis yang ditata Rita, Chloe membantu Latina mengenakan gaun pengantinnya.

Biasanya persiapan seperti itu akan ditangani oleh kerabat wanita dari sang pengantin, tetapi Latina sendiri agak terbatas dalam hal itu. Jadi, Rita dan Chloe berakhir membantunya.

Alih-alih merasa gembira dengan sensasi sutra kelas atas di atas kulitnya, Latina tampak lebih diliputi emosi, dengan mata abu-abunya yang sudah berkaca-kaca.

"Tadi itu terasa cepat."

“Ya, memang begitu.”

Keterkejutan itu bukan hanya ditunjukkan oleh Chloe, namun juga Rita yang memberikan senyuman canggung dan membuat air matanya sedikit menetes.

Sepatu putih bersih yang dikenakan Latina, tentu saja serasi dengan gaunnya yang baru. Hiasan bunga halus yang dijahit pada sepatu juga berwarna putih seperti bunga lily. Latina dengan sifat kekanak-kanakannya mendorong kakinya keluar dari bawah gaunnya, lalu dengan senang hati tersenyum saat melihatnya.

“Baiklah, sekarang duduk disini.”

"Baik."

Latina segera duduk di kursi yang ditunjukkan padanya. Kemudian, Rita meraih sebuah sisir kayu dan mulai menyisir rambut platinum Latina dengan hati-hati. Setelah dia selesai merapikannya dengan seksama, dia dengan perlahan menyelipkan ujung jarinya ke dalamnya.

“Kau benar-benar memiliki rambut yang indah,” Rita menghela nafas kagumnya, lalu melapisi telapak tangannya dengan pomade favorit Latina. Dia merapikan rambut Latina dengan begitu dekat dan seksama sehingga bahkan panas tubuhnya berpindah. Lalu, dia memisahkan rambutnya menjadi beberapa jumbai dan mengaturnya dalam bentuk yang rumit.

“Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali kau menata rambutku, Rita.”

"Itu benar."

Ketika Latina masih muda, Rita selalu menata rambutnya setiap hari.



<TLN: bisa dilihat Latina sudah tumbuh “Besar”>

Saat mereka mengenang masa lalu, wajah pasangan itu bertemu di cermin dan mereka saling tersenyum.

Sementara itu, Chloe menyelesaikan persiapan terakhir pada gaunnya sambil memeriksa bagian belakang yang bertali itu, dan kemudian berseru dengan suara puas, “Baiklah, ini sempurna! Aku tak membiarkan satu hal pun terlewat!”

Tentu saja, sahabatnya sedang membicarakan pekerjaannya sendiri di sana. Latina yang mendengarnya mengeluarkan senyuman canggung sebagai tanggapannya. Dengan suara yang sedikit merajuk Latina berkata, "Aku pun ingin mendengar kesanmu tentang penampilanku, meskipun itu hanyalah sanjungan belaka..."

“Semuanya terlihat bagus padamu, Latina. Lagipula, seharusnya bukan kesan dariku yang ingin kau dengar sebenarnya,” Kata Chloe sambil menyeringai, lalu berjalan di depan Latina dan membentangkan kotak riasnya. "Nah, saatnya untuk ini ... Jangan bergerak, oke?"

"Ya."

Ketika kau tidak terbiasa dengan orang lain yang mengoleskan krim dan bedak tabur ke kulitmu, itu pasti terasa geli.

Latina mati-matian menahan keinginannya untuk tertawa, serta memaksa wajahnya menjadi ekspresi datar.

“...Baiklah, semuanya selesai.”

Tak lama kemudian, Rita menempelkan tudung yang menjadi lambang pengantin wanita ke rambut Latina, lalu melepaskan tangannya. Dia kemudian mundur selangkah dan melihat ke seluruh tubuh gadis itu sebelum memberikan anggukan puas.

“Kau terlihat cantik, Latina,” Kata Rita kepada pengantin wanita sambil tersenyum.

“Terima kasih, Rita,” Jawab Latina, suaranya juga dipenuhi emosi.

"Aku juga sudah selesai di sini... Baiklah, kelihatannya bagus."

“Terima kasih juga, Chloe.”

"Jangan khawatir tentang itu ... Tapi tetap saja, apakah benar-benar tidak apa-apa jika saudara perempuanmu dari negara asalmu tidak berada di sini?"

Biasanya kerabat wanita adalah orang yang membantu pengantin wanita berpakaian, jadi Chloe tidak bisa menahan dirinya untuk mempertanyakan fakta bahwa satu-satunya kerabat Latina yang masih hidup, yaitu saudara perempuannya, tidak dipanggil ke sini.

Chrysos adalah penguasa sebuah negara sehingga dia tidak bisa dipanggil dengan mudah, Vassilios dan Laband juga tidak cukup dekat untuk membuat perjalanan antara kedua negara menjadi masalah sederhana.

Meskipun begitu... pikir Chloe, memikirkan sahabatnya.

“Di Vassilios... Tidak ada kebiasaan menikah. Aku berbicara sedikit dengan Chrysos sebelumnya, tapi…” Kata Latina, ia terlihat sedikit terganggu saat dia mengingat kata-kata kakaknya. “Aku tahu bahwa pria dan wanita yang hidup bersama adalah kebiasaan manusia, tapi tetap saja... Ketika aku membicarakan itu, dia berkata bahwa aku adalah iblis, jadi aku harus tinggal di Vassilios dan Dale hanya bisa mengunjungi ketika aku membutuhkannya..."

"Jadi itu akhirnya menjadi ganjalan."

“Ya, seperti itulah…” Kata Latina dengan senyum tegang, membelai gaunnya saat dia mencari kata-kata yang ingin dia katakan. “Tapi meski begitu, itu bukan seolah-olah dia menentangnya. Dia hanya memiliki perasaan yang rumit tentang itu, karena kami tidak bisa hidup bersama.” Dan kemudian dia diam-diam menambahkan, "... Sejak awal, aku tidak berpikir aku akan bisa memberi tahu Chrysos bahwa aku akan menikah, jadi itu lebih dari cukup bagiku ..."

"...Jadi begitu."

Chloe dan Rita tahu bagaimana Latina diasingkan dari negara kelahirannya di usia muda dan dibesarkan oleh orang-orang yang tidak dikenal, jadi mereka memahami sentimen di balik apa yang dia katakan. Jadi, mereka memilih untuk berbicara dengan suara ceria yang disengaja, sehingga riasan pengantin tidak akan rusak oleh air mata bahkan sebelum upacara dimulai.

"Baiklah, sudah cukup membahas hal-hal serius seperti ini!"

“Aku yakin dia tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, jadi aku akan memanggil Dale. Apakah Kau siap, Latina? ”

"Ya," Jawab Latina, dan kemudian Rita membuka pintu dan pria yang dia rencanakan untuk dipanggil sudah berdiri di sana.

“Wah…! Apa...? Kau ada di sana sepanjang waktu? ” Tanya Rita, tampak heran. Sementara itu, Dale sedikit cemberut.

"Tidak mungkin aku akan melakukan sejauh itu... Aku hanya berpikir sudah waktunya, jadi aku datang untuk bertanya bagaimana keadaannya."

“Yah, terserah katamu. Latina juga sudah siap.”

Rita kemudian membuka pintu lebar-lebar, dia tak bisa menahan seringai lebar di wajahnya.

Mendengar percakapan itu, hal yang sama yang dia dengar dari keduanya sejak dia masih kecil, ketegangan terkuras dari Latina dan dia memandang Dale sambil tersenyum.

Pada awalnya Dale tampak terkejut, tetapi kemudian ekspresinya berubah menjadi semacam ekspresi malu yang penuh dengan emosi yang kompleks.

"...Kau terlihat cantik," Katanya.

Biasanya dia akan mengeluarkan serangan "imut" dan "menggemaskan," sehingga satu pujian berbeda dari Dale membuat Latina merasa sangat gembira dan menyebabkan pipinya memerah.

"Aku sudah tahu bahwa kau cantik, tapi tetap saja ..."

Dale merasa malu, tetapi dia tidak memalingkan muka dari Latina saat dia melanjutkan, "Kau benar-benar ... pengantin yang cantik."

Ekspresi serius di wajah Dale berubah menjadi sedikit senyuman.

"Dulu ketika aku pertama kali bertemu denganmu ... aku tidak pernah membayangkan suatu hari aku akan melihatmu seperti ini."

"Ya," Jawab Latina sambil tersenyum, mengetahui bahwa Dale telah melihatnya sebagai anak kecil begitu lama.

“Sekarang, aku tidak pernah bisa membayangkan untuk membiarkanmu pergi...”

Sebelumnya, sebagai walinya, dia berpikir bahwa jika suatu hari dia akan menikah, dia akan berada di sisinya untuk mengantarnya pergi. Tapi sekarang, sulit membayangkan bahwa dia pernah mempertimbangkan hal seperti itu.

Gadis ini, lebih cantik dari yang lain, berpakaian seperti pengantin untuk berdiri di sisinya. Dan dia tidak bisa membayangkan hal lain.

"Terima kasih, Dale... Karena menjawab permintaan egoisku agar kita selalu bersama."

Senyum Dale menunjukkan sedikit rasa canggung mendengar kata-kata Latina, dan kemudian dia mengangkat simbol suci yang mengidentifikasi dia sebagai seorang pendeta, yang sangat tidak biasa dia lakukan.

Ekspresinya berubah sekali lagi saat dia mulai melantunkan doa dengan lancar. Itu adalah upacara pemberkatan yang benar-benar ingin dia lakukan untuknya, sebagai wali.

"Menjadi pengantin paling bahagia di seluruh dunia."

"Benar," Latina menanggapi kata-kata itu dengan senyum yang datang dari lubuk hatinya.

Biasanya lantai Dancing Ocelot akan diinjak-injak oleh para petualang yang datang dan pergi dengan sepatu kotor, tapi berkat pemolesan yang didapat dari para pelanggan tetap, tidak ada sedikitpun noda di atasnya, dengan serat kayu berwarna kuning benar-benar mengkilap. Dan tak terkecuali tangga yang mengarah dari kamar tamu lantai dua ke bar. Itu tidak hanya berlaku untuk anak tangga, karena pagar dan dinding juga telah dipoles sebelumnya.

Latina perlahan menuruni tangga itu dengan Dale memegangi tangannya.

Helaan kekaguman keluar dari semua pelanggan yang melihat Latina.

Dia adalah pengantin wanita yang berpakaian putih bersih. Bagian pinggang gaunnya agak sedikit lebih tinggi dan roknya yang panjang, menjulur sampai ke lantai. Rok yang terbuat dari lapisan renda halus bergoyang saat Latina bergerak, terlihat sangat lembut.

Tapi itu tidak hanya putih polos saja.

Sutra kelas atas memiliki renda halus yang dijahit di atasnya. Dan sulaman di bagian dada memiliki mutiara yang dipesan dari jauh di samping benang sutra putih. Gaun itu dibuat menggunakan segala macam bahan, dan bersinar dengan cara yang unik.

Rambut platinum milik Latina juga bersinar di antara semua warna berkilau itu. Rambutnya dikepang dalam pola yang indah, diikuti tudung sutra tipis di atasnya.

Hiasan bunga yang ditempelkan pada tudung itu adalah satu-satunya warna cemerlang yang dimiliki Latina pada pakaiannya. Sementara bunga segar itu berwarna jingga gelap, warna Quirmizi, dewa yang menaungi pernikahan, dan itu menambahkan nuansa hidup yang menggemaskan pada pakaian yang dikenakan Latina.

Pasangan itu berhasil menuruni tangga, lalu maju ke depan altar sederhana namun resmi yang didirikan di tengah toko. Dale memegang simbol suci di tangannya dan mulai melantunkan doa.

“Dia benar-benar terlihat seperti seorang pendeta …” Gumam salah satu pelanggan tetap, tapi Dale tidak mengangkat alisnya saat melakukan ritual.

Baris terakhir dari lantunan Dale yang dibacakan dengan ringan bergema di seluruh ruang.

Bulu mata Latina yang panjang menghadap ke bawah saat dia mendengarkannya, tetapi dia sekarang melihat ke arah Dale dengan senyum lembut. Sementara itu, Dale menanggapi dengan baik.

Lantunan itu adalah salah satu doa untuk memberkati sang pengantin, menjadikannya bagian dari persiapan upacara. Sisa peran Dale sebagai pendeta akan dilakukan ketika mereka tiba di Tislow.

Jadi, mulai saat ini Dale berhenti menjadi pendeta Quirmizi dan kembali menjadi pengantin pria.

Pasangan itu duduk bersebelahan di tengah Dancing Ocelot yang telah disiapkan untuk resepsi. Yang pertama berdiri di depan mereka berdua adalah Kenneth. Itu sangat cocok, karena itu adalah pernikahan antara "adik kecilnya" dan muridnya.

“Kurasa tidak ada gunanya memberitahu kalian berdua untuk akur sekarang, tapi... Yah, cobalah untuk mengendalikannya,” Kata Kenneth, mengulurkan sekuntum bunga. “Berbahagialah, kalian berdua.”

“Terima kasih, Kenneth,” Jawab Latina, menerima bunga beserta kata-katanya, lalu meletakkannya di atas dudukan berkaki sesuai tradisi Tislow. Ada keranjang besar di atas stan itu, dan bunga Kenneth adalah yang pertama masuk ke dalamnya.

“Jangan membuat terlalu banyak masalah untuk Latina, oke? Selamat,” Kata Rita dengan nada biasa, mengikuti suaminya dan menyerahkan bunga kepada Dale.

Dengan sedikit senyum canggung, Dale dengan sungguh-sungguh menjawab, “Terima kasih.”

“Kak, selamat!”

“Sewamat!”

Theo dan Emma datang berikutnya, meniru orang tua mereka dengan tersenyum dan mengulurkan bunga kuning cerah.

Setelah itu, pasangan itu terus menerima berkah tanpa jeda.

Begitu banyak orang telah berkumpul sehingga tidak mungkin mereka semua berada di dalam Ocelot. Untuk menghindari terlalu banyak kekacauan, Kenneth dan Rita membagikan minuman keras kepada para hadirin yang telah memberikan berkah mereka, lalu membawa mereka ke tempat makanan ringan telah disiapkan. Secara alami, mereka telah menyiapkan meja di depan Ocelot dan di halaman belakang untuk membatasi jumlah orang di dalam toko itu sendiri.

Latina berulang kali melirik ke arah mereka, tidak dapat menyembunyikan minatnya pada pekerjaan yang dilakukan di belakang layar meskipun menjadi bintang dari keseluruhan acara. Itu memang seperti dirinya yang biasanya.

"Semoga kau bahagia, nona kecil," Kata Sylvester dengan mata merah, mengenakan pakaian bagus yang tidak biasa dia pakai. Pakaian itu benar-benar membuatnya terlihat seperti seorang selebriti.

Ketika Latina mengambil bunga yang dia tawarkan sambil tersenyum, dia menahan matanya dan terlihat sangat emosi.

Semua pengunjung tetap memberikan berkah mereka, lalu memberi ruang bagi para hadirin yang berbaris di belakang mereka. Dale mungkin baik-baik saja karena dia adalah monster dalam hal stamina, tetapi saat upacara berlangsung semakin lama, itu akan semakin membebani Latina. Kau benar-benar bisa tahu seberapa terampil "Pengawal" itu dari seberapa penuh perhatian mereka.

Tentu saja, teman masa kecil Latina juga hadir.

Marcel membawakan roti dari toko roti keluarganya sebagai hadiah, yang ia taruh di atas meja tempat para hadirin berkumpul. Ini juga menjadi tujuan bisnis untuk mendapatkan pelanggan baru, yang sangat menunjukkan kepribadiannya.

Ketika Anthony melihatnya untuk pertama kalinya dalam beberapa saat, dia memberi tahu dia tentang bagaimana keadaannya sekarang setelah dia mulai bekerja di rumah bangsawan saat dia memberinya bunga besar yang sedang mekar.

Dan ketika Rudolph menunjukkan dirinya, dia mengenakan seragam penjaganya.

"Aku tahu ini adalah perayaan pentingmu, tetapi aku harus diam-diam keluar dari pekerjaanku untuk menghadirinya," Katanya, menolak alkohol yang ditawarkan kepadanya.

Kemudian, Rudolph berbalik ke arah Dale daripada Latina dan memberinya bunga.

"... Aku berharap kau bahagia."

Dale tidak cukup kasar untuk menjelaskan emosi di balik kata-kata singkat pemuda itu, jadi dia hanya menerimanya sambil tersenyum.

Chloe berada di dekat garis belakang, dan ketika dia melihat bahwa keranjang di belakang Latina dan Dale sudah hampir penuh, dia tidak bisa menahan senyum tegang. Kumpulan bunga itu adalah bukti betapa banyak orang yang datang untuk memberikan berkah mereka.

"Ini memang luar biasa ..." Kata Chloe dengan tawa canggung, hanya untuk Latina dengan riang menjawab, "Aku sendiri sedikit terkejut."

Mendengar itu, Chloe menatap lurus ke arah temannya dan berkata, “Jangan berkata, 'Sekarang mimpiku menjadi kenyataan.'”

Latina bisa merasakan air mata mulai mengalir dengan kata-kata dari temannya, yang telah mengkhawatirkannya sejak mereka masih kecil.

Merasakan itu, Chloe tiba-tiba memukul dahi Latina.

“Aduh!”

“Tetap bertahan. Jangan menangisi sekarang.”

“...Benar,” Jawab Latina, mendongak.

Chloe balas tersenyum cerah pada temannya.

"Temukan kebahagiaanmu, Latina."

"Ya," Jawab Latina dengan senyum cerahnya sendiri.

Bunga-bunga yang meluap dari keranjang berfungsi sebagai simbol berkah yang diberikan kepada pasangan itu oleh mereka yang hadir. Karena itu, bunga tersebut tidak bisa diperlakukan dengan enteng. Oleh karena itu, mereka menggabungkannya menjadi karangan bunga yang indah, yang kemudian dipegang Latina di kedua tangan.

Dale kemudian dengan mudah menggenggam tangan Latina dan membawanya keluar dari Ocelot.

Menurut tradisi pernikahan Tislow, seorang pengantin wanita tidak boleh menginjakkan kaki di tanah sampai dia menikah dengan keluarga suaminya.

Latina tersenyum sedikit malu ketika Dale menggendongnya.

Para tamu di luar toko, sementara itu, mengangkat gelas mereka dan memulai perjamuan.

Semua orang bersorak dengan munculnya bintang hari itu, dan kelopak bunga dari semua warna berputar ke udara.

Dale berjalan perlahan menyusuri jalan setapak, yang sekarang dilapisi dengan indah oleh kelopak bunga dari para tamu.

Latina tersenyum membayangkan berada di tengah-tengah pemandangan yang dia kagumi sejak dia masih kecil, dengan seorang pengantin wanita melewati jalan yang penuh warna, dan dia harus mati-matian menahan air mata kegembiraannya.

Dari sana, Dale pergi ke halaman belakang Ocelot. Ada dua mythical beast menunggu kedatangan mereka di sana.

Hagel mengenakan pelana platinum, yang sudah memiliki keranjang penuh bunga yang menampilkan berkah dari para tamu yang hadir.

Meskipun Hagel memiliki rasa nilai yang sangat berbeda, dia tampaknya juga menganggap penampilan Latina benar-benar menakjubkan, dia pun turun ke tanah sambil menyipitkan matanya.

Dale menunggangi pelana Hagel, sambil masih memeluk Latina. Dia sudah siap untuk pergi saat itu juga, tetapi sorakan dari pelanggan tetap menyebabkan dia melihat sekeliling dengan sedikit tatapan heran di matanya.

Para pelanggan tetap sudah baik dan mabuk seperti biasanya, dan mereka tampaknya menganggap reaksi Dale sebagai pujian yang bagus untuk minuman keras mereka, karena mereka segera meledak dalam tawa yang hangat.

Dale tidak memperhatikan isi dari ejekan itu, dan malah dengan ringan duduk di belakang Latina, yang memiringkan kepalanya. Kemudian dia menarik wajah Latina dari dekat.


Para tamu di sekitarnya, terutama lagi para pelanggan tetap, segera bersorak.

Latina berkedip kaget, lalu menyadari agak terlambat bahwa Dale telah menciumnya dengan semua orang yang menontonnya. tentu saja wajahnya kemudian menjadi semerah tomat sampai ke ujung telinganya.

Dari atas pelana Hagel, Dale memandang ke bawah ke kerumunan di sekitarnya dengan ekspresi gentar.

"Dale...!" Latina keberatan dengan suara malu saat dia duduk menyamping di pelana.

"Hmm? Kau ingin melakukannya lagi?”

Terlepas dari rasa malunya, Latina tidak keberatan dengan tanggapan dari Dale itu.

Dale tampak sedikit terkejut dengan reaksi tak terduga dari Latina, tetapi kemudian dia mendekatkan bibirnya sekali lagi.

Latina, sementara itu, mengalihkan pandangannya dan mencengkeram lengan bajunya seperti yang dia lakukan sejak dia masih kecil.

Sorakan keras lainnya memenuhi udara.

"Berpisah!" Kata Vint, gagal membaca suasana hati, dan kemudian melebarkan sayapnya dan terbang ke langit. Lonceng di lehernya memberikan suara dentingan yang menyegarkan. Peran Vint adalah untuk menyambut kedatangan pengantin wanita, jadi begitu dia berada di udara, Hagel juga melebarkan sayapnya.

Mereka yang hadir mengenakan seragam penjaga menutupi wajah mereka dengan tangan masing-masing. Melihat ekspresi yang menandakan bahwa mereka akan mengabaikan mythical beast yang baru saja lepas landas dari tengah kota untuk hari ini, Hagel pun ikut mengepakkan sayap besarnya.

Para tamu yang mengelilingi mereka semua melemparkan kelopak bunga ke udara secara bersamaan. Didorong oleh sihir angin Hagel dan Vint, mereka terbang tinggi ke langit. Ketika kedua makhluk mistis itu lepas landas, hampir terlihat seperti mereka berlari di sepanjang jembatan yang terbuat dari kelopak bunga.

"Baiklah kalau begitu..."

“Kita berangkat!”

Dale dan Latina melambaikan tangan dengan senyum di wajah mereka, dan semua orang merespons dengan baik.

Hagel membuat satu putaran di atas kepala semua orang, lalu mulai melaju menuju Tislow.

“Hati-hati, Kak!” Theo berteriak sekeras yang dia bisa, melambaikan tangannya dengan penuh semangat. Para tamu yang hadir, meskipun beberapa dari mereka sudah mulai mabuk, namun mereka masih dapat melambai dengan antusias.

Mereka melihat pasangan itu pergi menyusuri jalan baru yang sekarang mereka jalani, berharap mereka mendapat berkah dalam perjalanan mereka.

Dan mereka terus melakukannya sampai mereka menghilang di balik jembatan berwarna cerah di langit, yang tampak hampir seperti pelangi.


Setelah meninggalkan Kreuz, Dale dan Latina berhasil mengarungi langit ke Tislow tanpa gangguan.

Vint pernah menempuh jarak itu dalam dua hari satu malam, tetapi Hagel mampu melakukan perjalanan itu dalam waktu kurang dari sehari. Dan kali ini, dia bertujuan untuk membuatnya dalam waktu yang lebih singkat. Lagipula, kali ini Latina mengenakan gaun pengantin yang bukan pakaian untuk perjalanan panjang. Tidak ada gunanya harus berhenti untuk berkemah di tengah jalan.

Dengan semua tuntutan itu, semua tidak berakhir menjadi sesuatu yang terlalu sulit.

Sejak awal, Hagel dan Vint sama-sama berbakat dengan sihir angin, dan sihir pertahanan Latina mengurangi hambatan angin seminimal mungkin. Dan sihir bumi Dale sangat efektif untuk memulihkan stamina, memungkinkan Hagel untuk terus terbang di langit dengan kecepatan penuh.

Pada awalnya Vint terbang bersama ayahnya, tetapi dia segera menyadari bahwa dia tidak bisa menandingi kecepatan ayahnya, jadi dia menghabiskan sisa perjalanannya dengan bertengger di antara kepala Hagel dan pelana tempat Dale dan Latina berkuda. Dan kadang-kadang, Latina akan mengelusnya, yang membuatnya sangat senang.

Kalau melihatnya secara logis, mereka bergerak dengan kecepatan yang sangat menakutkan, tetapi sebagai hasilnya, mereka dapat tiba di tujuan mereka sebelum matahari terbenam. Hagel cukup serius untuk menepati janji bahwa baik pihaknya maupun orang-orang Tislow tidak akan mengganggu wilayah satu sama lain, jadi dia berhenti dan melayang di atas desa daripada mendarat. Sementara Vint tampak tidak keberatan sedikit pun, karena dia segera melompat dari kepala ayahnya dan menuju ke rumah keluarga Dale sambil membunyikan bel. Memang seperti itulah sifat anak anjing itu.

“Kau pasti lelah, bukan, Latina? Apa Kau baik baik saja?"

"Tidak, aku baik-baik saja."

"Baiklah."

Setelah menghibur pengantinnya, Dale mengangkatnya ke dalam pelukannya sekali lagi.

“Tutup mulutmu rapat-rapat agar lidahmu tidak tergigit.”

"Hmm?"

Latina memiringkan kepalanya, tidak dapat memahami apa yang dimaksud Dale. Namun, sebelum dia sempat memikirkannya, Dale berdiri di atas pelana di punggung Hagel.

“Kalau begitu, sekali lagi aku ucapkan terimakasih.”

"Memang sudah seharusnya," Jawab Hagel singkat, karena mereka sudah saling kenal cukup lama.

Dan dengan begitu, Dale terjun bebas dengan Latina di tangannya, tidak menunjukkan sedikit pun keraguan.

“...?!”

Latina dengan sungguh-sungguh mendengarkan kata-kata Dale, jadi dia tidak dapat mengeluarkan suara dengan benar, tetapi meskipun demikian jeritannya yang tak bersuara menghilang dalam cahaya langit sore.

Lengan panjang gaun pengantin dan tudung halus berkibar kencang tertiup angin.

Hagel sedikit menyesal karena dia telah mengambil janji itu dengan sangat serius dan memilih untuk tidak memasuki desa.

Ketika mereka melakukan perjalanan untuk membasmi Raja Iblis, Dale telah belajar cara melancarkan serangan dengan melemparkan dirinya dari punggung Hagel saat berada di udara, tetapi hal-hal seperti itu benar-benar mengejutkan bagi seorang gadis seperti Latina.

Itu seperti bungee jump yang tiba-tiba tanpa kabel.

Latina memang cukup pemberani, tetapi dihadapkan dengan pengalaman menakutkan yang tak terduga ini, jiwanya hampir melarikan diri dari tubuhnya.

Secara alami, ketika Randolph dan Nenek Wen bertemu Dale, yang telah pergi dan melakukan sesuatu yang sangat tidak terduga dan sekarang memeluk pengantinnya yang kebingungan, mereka pun melewatkan salam hanya untuk memukul kepalanya.

Saat itulah Dale menyadari apa yang telah dia lakukan, jadi dia dengan patuh berdiri di sana dan menerima semuanya.

Dapat dikatakan bahwa satu efek besar dari semuanya adalah bahwa Latina sekarang terlalu gugup bertemu keluarga Dale untuk pertama kalinya dalam beberapa saat dan disambut sebagai pengantinnya.

"Wah... M-Maaf... S-Sudah... L-lama…" Kata Latina, mencoba menyapa semua orang meskipun tergagap-gagap sehingga rasa keseimbangannya dipertanyakan, dan matanya sedang berputar.

“Ah, jangan memaksakan dirimu. Kau berdandan seperti pengantin yang begitu cantik, dan kemudian putraku melakukan hal idiot seperti itu...” ibu Dale, Magda, menyela.

Latina pada dasarnya adalah orang yang sangat serius.

Meski begitu, dia entah bagaimana berhasil mengatur pikirannya kembali, dan kemudian mengganti pakaian pernikahan Tislow-nya. Pakaian tradisional itu memiliki perasaan yang sama sekali berbeda dari gaun pengantin mencolok yang dia kenakan, dan ketika Latina menyelipkan lengannya ke lengan baju, emosi yang mendalam menggenang di dalam dirinya.

Dia melepaskan tudung dari kepalanya dan mengenakan topi oranye.

Disaat itu juga, Dale juga selesai berganti pakaian. Dia cukup terbiasa dengan pakaian seperti itu dari klannya, tetapi rasanya sangat segar melihat Latina mengenakannya, mendorong senyum malu-malu darinya.

Tidak ada setitik kotoran di sepatu yang dikenakan Latina dari Kreuz. Sepatu kainnya berwarna putih bersih sedangkan pakaian dari Tislow berwarna hitam, tapi sepatu itu sama sekali tidak terasa asing baginya. Rupanya dia telah banyak memikirkan bagaimana desainnya akan cocok begitu dia berganti pakaian juga.

Latina meraih tangan Dale yang terulur dengan senyum lebar di wajahnya.

Dari sini, dia akan diperkenalkan ke klan, dan kemudian mereka akan mengadakan perjamuan.

Sementara Latina bersiap-siap, Dale mengambil bunga dari orang-orang di Kreuz di luar desa. Karena bagaimanapun juga, itu juga perlu dipersembahkan di hadapan dewa.

Upacara pernikahan mereka akan kembali berlanjut untuk sementara waktu.

Dalam pernikahan Tislow, sebelum perjamuan, bunga itu harus dipersembahkan ke kuil yang didedikasikan untuk Quirmizi.

Biasanya hanya pengantin yang pergi ke kuil, tetapi Dale dan Latina telah menerima lebih banyak bunga daripada biasanya. Sehingga terlalu banyak bunga yang harus mereka bawa, jadi adik laki-laki Dale, Yorck, ditugaskan untuk membantu mereka.

Tempat lilin untuk dipegang oleh pengantin wanita didekorasi dengan pengerjaan yang kompleks. Itu dibuat sebagai alat ritual untuk upacara, dan cahaya lilin yang berkelap-kelip keluar di antara desain terukir di atasnya.

Sementara itu, sang Pengantin pria membawa nampan dengan bunga-bunga dari klan Tislow di atasnya.

Bersama-sama, pasangan itu berjalan berdampingan ke air terjun yang berfungsi sebagai kuil, tanpa berbicara sepatah kata pun. Berkat suasana upacara yang khusyuk, mereka merasa tidak dapat berbicara meskipun mereka menginginkannya.

Tempat lilin untuk pengantin wanita sendiri agak sedikit sulit untuk dibawa berjalan di jalur gunung saat senja mulai terlihat, tapi untungnya ada perangkat sihir yang ditempatkan di setiap jarak tertentu untuk memberikan cahaya, jadi tidak perlu khawatir. Tetap saja, pijakan di sepanjang perjalanan itu buruk, jadi mereka masih harus berjalan perlahan.

Dengan perlahan-lahan, meluangkan waktu mereka, itu tidak terasa terlalu buruk.

Sesekali keduanya saling bertukar pandang. Dan itu saja tampaknya sudah cukup bagi mereka untuk saling memahami apa yang dirasakan satu sama lain.

Tujuan mereka untuk upacara tersebut adalah kuil kecil yang didedikasikan untuk Quirmizi di area setengah lingkaran air terjun. Air terjun tipis yang mengalir keluar dari batuan dasar di sekitarnya mengalir ke bawah, membuat suara yang menyegarkan. Dan percikan air menciptakan kabut halus, membuat area ini terasa agak sejuk. Dan tentu saja itu menambah perasaan suci secara keseluruhan tentang ruang itu.

Lentera telah dipasang di sana sebelumnya, dan pengantin wanita memindahkan nyala api dari lilinnya ke dalamnya. Dia membungkuk dengan hati-hati pada masing-masing dari mereka, dan tak lama kemudian cahaya memantul dari air terjun, mengelilingi area itu dengan nyala api yang berkelap-kelip.

Setelah semua lentera dinyalakan, pengantin pria meletakkan nampan yang dibawanya di depan kuil. Dan untuk upacara khusus ini, sebuah keranjang besar juga ditempatkan di sampingnya.

Kemudian, kedua mempelai berdiri berdampingan dan memanjatkan doa. Di tempat ini, mereka tidak membutuhkan kata-kata ritual atau restu pendeta. Tidak, yang mereka butuhkan hanyalah doa yang murni dan sederhana.

Klan itu memiliki keterikatan kuat dengan dewa dan hidup dengan keimanan  sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka, jadi mereka menghargai rasa syukur yang tulus dan kepercayaan yang murni.

Setelah doa mereka selesai, pasangan baru itu saling menatap. Dalam sinkronisasi sempurna, mereka berdua tersenyum, lalu saling berpegangan tangan, berdiri, dan melihat sekeliling mereka.

"Cantiknya..."

"Ya."

“Dan… aku sangat senang, bisa melihat pemandangan ini lagi.”

Ketika pengantin mudanya mengatakan itu, Dale berbalik dan tersenyum padanya. Mau tak mau dia merasa aneh berdiri di sini lagi bersamanya seperti ini, dengan dia yang telah tumbuh sangat cantik.

"Aku akan berusaha sekuat mungkin... Agar kau bisa terus mengatakan bahwa kau bahagia."

"Aku juga akan berusaha."

Keduanya saling berdekatan, memikirkan masa depan. Mereka tersenyum bahagia satu sama lain, menyadari bahwa hari ini bukanlah tujuan akhir, melainkan hanya permulaan.

Kakak laki-lakinya dan pengantinnya benar-benar berada di dunia mereka sendiri sekarang, dan meskipun akan terasa tidak sopan untuk menyela, Yorick merasa sangat canggung karena mereka tampaknya benar-benar lupa bahwa dia ada di sana.

Mereka mungkin baru saja menikah, tapi tetap saja, pembicaraan mereka yang sangat manis sudah cukup untuk membuatnya mulas hanya dengan melihatnya saja.

Dan karena dia berurusan dengan saudaranya, dia merasa sulit untuk mengatakan apa-apa. Dia pikir dia bisa kembali mendahului mereka karena dia sudah selesai membawa barang bawaan mereka, tapi dia masih merasa sedikit tidak enak tentang itu.

Latina juga tersenyum sepanjang perjamuan dengan klan.

Biasanya dia ingin menjadi bagian dari kelompok yang membuat makanan untuk para tamu juga, tapi dia tidak punya waktu untuk itu. Dan sebagai gantinya, dia memutuskan untuk fokus murni menikmati mencicipi makanan saja.

Latina duduk di samping Dale di depan kerumunan besar tamu, dan ketika dia menerima porsi makanannya dan memakannya sedikit demi sedikit, dia tersenyum lebih cerah di setiap gigitan.

Dale sesekali melirik pengantinnya yang tersenyum dan tersenyum sendiri. Tentu saja dalam kasusnya, dia memberikan senyum yang menyedihkan, tapi tetap saja, dia jelas terlihat bahagia.

“Sepertinya kau sudah benar-benar kehilangan tulang punggungmu, ya?” teman dan kerabat masa kecilnya menggoda, menunjukkan ekspresi menyedihkan di wajahnya, tetapi Dale tidak menunjukkan tanda-tanda merasa malu.

"Apa yang aneh tentang itu ketika aku dihadapkan dengan pengantin yang begitu cantik?" Sindirnya tanpa sedikit pun keraguan.

Orang yang mengungkitnya akhirnya tampak bingung bagaimana harus menanggapinya.

"Dale ..." Kata Latina menimpali juga, wajahnya memerah. Karena dia memiliki rasa malu yang lebih standar, membuatnya terus-menerus membicarakannya seperti itu di depan begitu banyak orang tentu saja memalukan.

Setiap kali seorang tamu datang untuk memberi selamat, gelas bir Dale terisi penuh, tetapi dia terus menghabiskannya dengan kecepatan yang konsisten. Dia memang pandai dalam mengatasi minuman kerasnya sedari dulu, jadi sulit untuk menilai apakah ini hasil dari kemampuannya yang telah diperkuat dengan menjadi iblis.

Tetap saja, Latina percaya bahwa dia setidaknya sedikit mabuk. Lagi pula, dia tidak ingin percaya bahwa dia benar-benar sadar ketika dia mengatakan hal-hal ini kepada satu demi satu tamu.

"Latina selalu menggemaskan, tapi kecantikannya ada di level yang berbeda hari ini, jadi mau bagaimana lagi."

"Dale... Aku menghargai itu, tapi kau tidak seharusnya mengatakan hal seperti itu di depan banyak orang..."

"Kalau begitu tidak apa-apa jika kita sendirian?" Tanya Dale, terdengar seolah-olah dia telah melepaskan semua pengendalian dirinya.

"Bahkan jika hanya kita berdua, itu masih memalukan ..."

“Kedua orang tuaku telah mengatakan bahwa mereka ingin segera melihat cucu mereka, jadi tidak perlu khawatir.”

“Kau benar-benar mabuk, kan, Dale?”

Tidak jarang baginya untuk menggosok pipinya ke pipi latina seperti itu, dan dia pun biasanya sedekat itu bahkan sampai menempel padanya. Tetapi, fakta bahwa dia tidak mempedulikan tatapan sekitar, serta alkohol di napasnya, membawa Latina ke kesimpulan itu.

Dan mungkin karena hanya ada kerabatnya saja yang ada di sekitar juga menjadi faktor lain. Lagi pula, sungguh memalukan karena tidak ada orang seperti pasangan yang mendirikan Dancing Ocelot untuk menyindirnya balik.

Saat Latina memerah karena malu, Dale meliriknya sedikit. Mulai hari ini dia adalah istrinya, jadi dia harus tegas dengannya dalam hal ini.

Berlawanan dengan tekad Latina, anggota klan Tislow yang menyambut pengantin wanita sebagai salah satu dari mereka dengan perjamuan ini, hanya melihatnya sebagai sesuatu yang mirip dengan binatang kecil menggemaskan yang sedang dimanjakan oleh pengantin prianya.

Tampaknya jalan sampai dia menjadi wanita dewasa yang berani seperti yang dia inginkan masih cukup panjang.

Dan kendala terbesar dari semua itu adalah Dale, yang akhirnya membuatnya duduk di pangkuannya saat dia memeluknya. Tidak mengherankan bahwa semua orang di sekitar memberikan tatapan hangat mereka. Ya, sama sekali tidak mengejutkan...


Note:
Hiks, akhirnya setelah 8 volume, latina nikah jugaaa :"") congrats both of you, mimin tunggu anak kalian buat mimin nikahin, hehe.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Hantu
EDITOR: Regent
Proofreader: Isekai-Chan