Tampilkan postingan dengan label SonoMono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SonoMono. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2020

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 2 Part 3: Nama Dari Emosi itu Adalah Kecemburuan

Volume 1
Chapter 2 Part 3: Nama Dari Emosi itu Adalah Kecemburuan


Note :
Yeah, i know. Gak nyambung dari chapter sebelumnya :v but ini emang kelanjutannya kok~

Skeleton itu menggunakan berbagai mantra sihir. Dia bisa menggunakan mantra api, air, dan kilat. Aku menyadari kekuatan keempat orang ini dengan kulitku. Mereka mungkin adalah orang-orang terkuat di pegunungan. Tapi aku tidak terluka bahkan setelah semua serangan yang mereka luncurkan. Aku menyadari bahwa statusku tidak normal. Ngomong-ngomong, aku berhasil membuat keempatnya babak belur.

"Itu benar, aku... aku juga terkejut masih dapat bertahan bahkan setelah menerima serangan napas api itu ..."

"Wazu ... apakah kau benar-benar manusia?"

"Tidak sopan. Tentu saja, aku 95% manusia. Jangan khawatir dengan 5% nya "

Jadi, siapakah keempat orang ini? Aku ingin mengenalkan mereka, tetapi aku tidak ingin menghentikan perkelahian kami.

“Ya, aku harus memperkenalkan kalian. Ini adalah ‘Rut’ dan serigala itu ‘Zelia.’ " Ragnail menunjuk monster satu per satu dan memberitahuku nama mereka. Akhirnya, dia memperkenalkanku.

“Kami berempat berkata," senang bertemu denganmu. " “

“Teman Ragnail adalah teman kita juga! "

Sebelum kami terus bertarung, aku ingin bertanya.

"Apakah kau High Elf?"

“'High Elf'?” tanya Gain, Neil, Zeal.

"Oh ...?" Ruto berdiri dengan senang.

"Yah ... itu benar! Tentu saja, aku adalah ‘High Elf’! Tapi kupikir aku adalah sesuatu yang berbeda! Aku suka Elf wanita ! Aku sangat mencintai mereka! Ya, itu sebabnya aku High erofu ! Aku suka hal-hal erotis! Aku ingin melakukan segalanya dengan semua Elf wanita di dunia! ”
<Shindo: ya mirip ama candaan nya rimuru pas di rumah bordil elf lah kira” :v>

…Aku tidak mengerti apa yang dia katakan, tetapi aku tahu satu hal. Seseorang seperti Ruto… dia hanya orang bodoh. Aku menghela nafas. Kini aku tahu mengapa Ragnail membuang muka.

“….Baiklah, mari kita abaikan Ruto. Wazu, mengapa kau tidak memberi tahu kami mengapa kau datang ke tempat ini? Sangat jarang manusia datang ke tempat ini.”

"Dan juga, ini bukan tempat di mana manusia dapat dengan mudah kemari."

Aku memberi penjelasan singkat mengapa aku bisa berada di sini.

Aku menjelaskan mengapa aku naik gunung. Bagiamana aku bertarung dengan Ragnail. Bagaimana aku menjadi temannya. Kemudian, aku telah dipercaya untuk menjaga Mear, dll .... Kemudian Gain menepuk tangannya.

"Aku mengerti! Dengan kata lain, kau tidak memiliki tujuan sekarang. "

"..."

"Untuk saat ini, aku akan terus menguatkan diriku"

“Fuhahahaha! Jangan buang-buang waktumu. Kau harus terus melanjutkan hidup. Temukan sesuatu yang baru untuk dilakukan. "

"...Yah, seperti yang dikatakan Gain, aku dalam keadaan sedih."

"Jujur aku berpikir bahwa tidak ada yang bisa kulakukan di gunung ini. Itu sebabnya aku turun gunung. Tetapi ketika aku berpikir tentang meninggalkan gunung dan pergi ke suatu tempat ... aku tidak tahu harus ke mana ... "

Ragnail dan kelompok itu mengajukan saran-saran serius dan memberi tahuku apa yang bisa kulakukan.

"Ya. Kalau begitu bukankah lebih baik kau tinggal di sini dan berlatih? Bukankah itu keinginanmu? "

“Yah, apakah kau mencari obat yang akan membuat tulangmu lebih kuat? Apakah tulangmu menjadi sedikit rapuh akhir-akhir ini? "

"Bisakah kau menghancurkannya?"

"Elf Harem!"
<EDN : Ehm, ini sedikit membingungkan. Tapi sepertinya ini percakapan si Ragnail, High Erofu, Serigala, dan Skeleton. Berurutan>

Orang-orang ini tidak berguna. Tidak berguna sama sekali. Apa yang harus kulakukan? Aku ingin memiliki tujuan dalam hidupku, tetapi aku tidak tahu harus berbuat apa.


     PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell

Kamis, 26 September 2019

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 2 Part 2: Nama Dari Emosi itu Adalah Kecemburuan

Volume 1
Chapter 2 Part 2: Nama Dari Emosi itu Adalah Kecemburuan


Naga dan pria itu saling bertatap muka.

Aku baru saja berpikir bahwa naga akan terus menatapi ku tetapi dia tiba-tiba berkata [TSU!] 
<TLN : AGGGRHHH IMUT >,< >
<EDN : diem -_->

Aku berpikir naga itu ingin dilepaskan jadi aku melepaskannya. Kemudian ia mulai mengepakkan sayap kecilnya.

Kenapa ? Apakah kau ingin terbang di sekitar ku?

Apa?

Tiba-tiba berhenti di depan mataku dan mulai mengendusku. Apakah kau baik-baik saja? Apakah aku mempunyai bau yang tidak enak? Aku sudah membersikan diriku dengan air sebelum aku mendaki gunung. Naga kecil itu mendekatiku, dan mengusap pipinya ke pipiku. 
<TLN : AGGRHH PENGENNN!!!!!>

[.....]

Naga kecil itu mengepakkan sayapnya lagi, dan mendarat di kepalaku.

Apa yang sedang kau lakukan?

Aku ingin melihatnya, kemudian aku meletakkan tanganku padanya. Aku mengelus naga yang ada di atas kepalaku. Tampaknya ia ingin dielus-elus tanpa henti.

Wow..ini adalah sensasi sentuhan yang bagus. Tubuh kecilnya yang keren dan rasanya enak jika memeluknya saat tidur. Aku terus mengelusnya akan tetapi beberapa saat kemudian aku mendengar suara beberapa langkah kaki ke arahku. Ketika aku berbalik menuju pintu masuk rumah, sekelompok monster yang menggunakan pakaian muncul.

"Hei, siapa kau?"

"Mengapa kau memegang wanita muda itu?"

"Tidak, mahluk kecil ini tiba-tiba jatuh dari langit"

"Hey apa yang kau lakukan?"

Sekelompok monster itu mulai menyerang ku.

"Corspe’s Lightning."

"Manusia ini kuat."

"Ayo habisi dia."

Beberapa saat kemudian, mereka semua kalah.

"Apa-apaan ini?" Itu adalah ratu naga, Meral.

Ranirr tampaknya agak ketakutan karena suatu alasan.

"Tolong pakai pakaianmu" kata Ranirr sambil menyerahkan pakaian.

"Oh oke."

Naga kecil itu masih ada di kepalaku. Bahkan ketika aku mencoba mengenakan pakaianku, naga kecil itu masih ada di kepalaku.

"Wow. Aku merasa sedikit lelah setelah semua keributan itu.” Setelah mengganti bajuku, aku dibimbing melewati kastil. Kastil itu berwarna putih dan tidak ada kotoran sedikitpun di lantai ... Naga kecil yang ada di kepalaku tertidur. Aku dituntun ke ruang tahta.

“Namaku adalah Meral dan Raja Naga di sampingku ini adalah suamiku. Naga kecil yang tertidur di kepalamu adalah putriku” [Meral]

"Dia adalah putriku. namanya Mear, gadis paling imut di dunia." [Ranirr]

Kebanyakan orangtua terlalu over-protective kepada anaknya.

"Itu mengingatkanku pada sesuatu. Kau tidak berencana melakukan sesuatu kepada Mear, kan? Jika kau melakukan sesuatu pada putriku, aku bersumpah akan membunuhmu. Meskipun aku tidak berpikir aku bisa membunuhmu, tetapi setidaknya aku akan mati setelah mencobanya. " [Ranirr]

"Sepertinya putriku menyukaimu," kata Meral.

"Apa kau membiarkan dia menikahi putri kita ???"

"Apa yang kau tidak puas? Dia sendiri yang memilihnya. Jika Mear bilang dia ingin tinggal bersama Wazu maka itulah yang akan terjadi. ”

"Kalau begitu aku akan mempercayakan Putriku padamu. Tetapi jika kau menikahi orang lain atau membuatnya dalam bahaya, maka aku akan ……. ”

"Aku akan melindunginya, bahkan dengan nyawaku."


Note :
Jangan lupa buat berkunjung juga ke Kuhaku supaya mereka cepet upload (traffic Sono Mono kecil uy di sono :v)

Jika ada kesalahan dalam penerjemahan / ada kalimat yang menurut kalian kurang tepat, bisa kabari kita di comment, server discord atau bisa chat langsung ke Fanpage IsekaiChan. 
Terimakasih


     PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell

Kamis, 05 September 2019

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 2 Part 1: Nama Dari Emosi itu Adalah Kecemburuan

Volume 1
Chapter 2 Part 1: Nama Dari Emosi itu Adalah Kecemburuan


Naga Hitam itu memuntahkan lautan api besar dari mulutnya dengan raungannya. Aku merasa tenang di lautan api. Meskipun api dengan mudah menelanku tanpa ampun, tetapi aku tidak terluka. Tapi pakaianku sendiri sudah terbakar habis. Aku telah menghabiskan banyak waktu untuk membuatnya. Ya, tidak ada seorang pun di sini, dan aku tidak malu karena itu, jadi aku menyilangkan lenganku dengan gaya yang sangat bermartabat, menunggu lautan api menghilang. Setelah itu, aku terus bertarung dengan naga hitam.

[.....]

[.....]

Setelah beberapa saat, naga hitam dan aku saling berhadapan, saling memandang dalam diam.

"Apa?" [Naga]

"Semua pakaianku hilang" [Wazu]

"Kau tidak terluka" [Naga]

"Bagaimana kau bisa begitu tenang setelah terkena napas apiku seperti itu?" [Naga]

“Aku tidak tenang. Butuh waktu tiga bulan untuk membuat bajuku dan kau membakarnya.” [Wazu]

“Kenapa kau bahkan khawatir dengan pakaianmu? Lihatlah di sekelilingmu ” [Naga]

Aku memiringkan kepalaku ketika naga itu berbicara padaku. Aku melihat ke sekelilingku saat tanah meleleh ke tanah. Tanahnya merah,

"Oh, tanahnya mencair" [Wazu]

"Itu dia! itu satu-satunya hal yang kau katakan sambil melihat hal seperti itu di tanah!" [Naga]

Aku telanjang dan tidak ada yang berarti bagiku. Kupikir ini adalah reaksi yang normal. 
<EDN : matamu cuk, mana ada orang telanjang tenang” aja kecuali udh kgk ada akal sehat>

"Aku akan menghabisimu sekarang !!! " [Naga]

Naga hitam segera menyerangku ketika aku memperhatikan tanah di sekitar ku. Kali ini, dia terbang ke langit dan terbang ke arahku dengan cakarnya.

"Inilah akhirnya" [Naga]

"Berisik" pikirku.

Aku menghindari cakar naga hitam itu dan melukai naga hitam itu di tepat diperutnya. Naga hitam itu terpental sangat jauh. Kemudian dia mengenai tanah yang menghentikan pergerakan naga dalam jarak yang lumayan jauh.

"Oh, aku sudah selesai" [Wazu]

Karena aku melakukannya tanpa berpikir, aku mungkin memiliki terlalu banyak kekuatan. Aku tidak bisa melihat apakah naga hitam itu masih sadar, tetapi ia berusaha menggerakkan tubuhnya. Setelah itu dia pingsan.

[……….]

Setelah beberapa saat, aku mendengar suara erangan dari naga hitam yang tidur nyenyak di sebelahku. Aku baru saja akan pergi ... Aku sedang duduk di samping naga hitam, menunggu naga itu bangun. Tentu saja, karena aku telanjang, kupikir aku akan masuk angin. Tetapi aku tidak berpikir aku bisa masuk angin karena Skill baruku. Saat aku memikirkan tentang pakaian ku sebentar, aku mendengar suara naga itu. Naga hitam itu mulai bangkit. Dia menggerakkan kepalanya dan menatapku.

[....]

[....]

"Kenapa kau masih telanjang ?" [Naga]

"Karena aku tidak punya pakaian lain untuk dipakai setelah seekor naga membakar satu-satunya pakaianku beberapa saat yang lalu." [Wazu]

Saat aku memalingkan mataku untuk melihat naga hitam, dia menggaruk kepalanya.

"Maafkan aku .. tetapi jika ini adalah hasil dari pertarungan ... mengapa aku hidup? Kau adalah pemenangnya. Mengapa kau tidak membunuhku ?.” [Naga]

"Aku tidak menginginkan itu. Yang aku inginkan untuk sekarang adalah pakaian baru." [Wazu]

Tiba-tiba aku mulai tertawa ketika aku melihat bahwa naga hitam itu membuat ekspresi bingung yang lucu.

"Maksudku, aku tidak menginginkan hidupmu!" [Wazu]

"Karena kau menang, kau bisa mengambil harta emas dari kastil" [Naga]

"Aku tidak butuh apa pun selain pakaian." [Wazu]

“Kau mengalahkan raja naga, dan yang kau inginkan adalah pakaian. Kau bajingan yang tidak egois ” [Naga]

Naga hitam mulai tertawa. Naga hitam itu sepertinya ingin aku menaikinya karena dia telah menurunkan kakinya. Kemudian aku naik di punggungnya.

"Ngomong-ngomong, kau tidak mengatakannya dengan benar. Aku adalah raja naga. jangan ragu untuk memanggil dengan sebutan itu. " [Naga]

"Oke. Namaku Wazu" [Wazu]

Naga itu terbang ke langit. Selama perjalanan, aku hanya bisa termenung mengagumi pemandangan langit. Kastil itu tidak terlalu jauh, dan kami tiba dalam waktu singkat. Ada kastil besar. Dinding kastil benar-benar putih. Ini adalah bangunan yang megah dan formal. Aku turun dari belakang naga dan memeriksa sekeliling.

"Bagaimana menurutmu? Kastilku mengagumkan, bukan?" [Naga]

"Oh ... ini sangat luar biasa ... seperti istana kerajaan untuk raja" [Wazu]

"Jadi, dimana pakaiannya?" [Wazu]

"Mm, aku akan mengambilnya karena tidak mungkin kau berjalan telanjang di dalam kastilku." [Naga]

"Kau harus menunggu di sini sebentar" [Naga]

Setelah mengatakan itu, dia menghilang ke dalam kastil. Sementara aku melihat pemandangan dari balkon, aku bisa melihat seekor mahluk kecil jatuh dari langit. Mahluk itu mendarat di tepat wajahku. Aku memindahkan mahluk kecil itu dari wajah ku. Begitu aku bisa melihat mahluk kecil itu secara jelas, aku baru menyadari kalau itu adalah naga putih kecil. Itu adalah naga kecil di kepalaku, dan mata bundar itu menatapku.

[....]

[....]

Naga kecil itu menatapku. Aku memiringkan kepalaku agar sesuai dengan gerakannya.


     PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell

Kamis, 29 Agustus 2019

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 1 Part 6: Kehidupan di Gunung Itu Sulit

Volume 1
Chapter 1 Part 6: Kehidupan di Gunung Itu Sulit


Apa? Apa ini? Apa maksudnya ini?

Jika kau melihat statistikku, dikatakan bahwa aku hanya 98% manusia. Lalu, sisa 2 persen itu apa!? Sebagian diriku adalah manusia dan sisanya apa? Ini sangat menakutkan. Dewiku tersayang, tolong berhenti menulis status aneh ini di kartu guildku. Tidak masalah. Tidak masalah. Aku hanya harus menerima apa yang akan terjadi.

Dan juga, pada kartu ku, dikatakan bahwa aku dapat menerima setiap serangan. Apakah itu berarti aku dapat menerima serangan sihir kuno iblis besar, atau serangan langsung berkekuatan tinggi? Apakah aku mati jika menerima terlalu banyak serangan? Tidak Tidak Tidak. Itu tidak benar, kan? Jika aku berpikir sebaliknya ... aku takut.

"Pukulanku bisa menghancurkan bintang-bintang"; Apa? Apa? Apakah kau serius? Apa artinya ini? Apakah itu benar-benar berarti bahwa aku dapat menghancurkan bintang-bintang jika aku mencobanya? Serius? 

"Pedang suci akan hancur jika itu menyerang ku"; Bisa mengancurkan pedang suci? Pedang suci?

INT: "Tidak bisa menggunakan sihir.” Yang ini cukup mudah dipahami.

MP: Ini nol. HMMMMMM.

AGI: Mungkin lebih dari kecepatan cahaya ... Maksudku, apakah itu mungkin? Haruskah aku mencobanya? Aku telah mencoba menusuk diriku sendiri dengan jarum di bagian jariku dan jarum itu akan hancur ... Jadi aku pikir statistik ini memang benar.

...

Dari bahan yang aku dapatkan dari monster, aku membuat pakaian yang luar biasa. Aku pikir aku hanya membual tentang bagian ini.

Seiring berjalannya waktu, Skillku mulai berkembang. Keterampilanku telah berkembang dari memiliki rasa pada makanan yang buruk menjadi pelahap dan sekarang menjadi super pelahap.

"Pengumuman Dewi" (Unique). “Sialan! Mau seberapa kuat lagi dirimu itu ? Kau bahkan telah melampauiku, sang Dewi ... "

"Hah? Tidak? Tunggu sebentar, dewi. Apakah aku telah lebih kuat dari dewa? Kau pasti bercanda. Jika aku menjadi lebih kuat seperti ini, aku tidak berpikir kalau aku bisa kembali ke kota. "

Tujuanku yang paling penting sekarang adalah untuk naik ke "Gunung" agar menjadi lebih kuat dan untuk melihat telah seberapa kuat diriku sekarang. Tapi belakangan, tidak ada monster yang menjadi ancaman untukku. Aku telah menjadi terlalu kuat.

"Hah? Sesuatu datang ke arahku. Bukan itu ... "

"Siapa yang membawamu ke sini manusia?" Tanya mahluk itu

"Um, aku datang ke sini sendiri."

"Mustahil. Jangan coba-coba kau membodohiku! "

"Tidak, aku tidak berbohong. Ini yang sebenarnya"

"Kalau begitu pergilah bermain di tempat lain. Kau berada di halaman belakangku. Pergi bermain di tempat lain."

"Apa yang kau katakan setelah kau mengotori pakaianku?"

"Apa yang kau lakukan di sini?"

"Aku di sini untuk menemukan lawan yang lebih kuat."

"Sungguh? Maka aku akan menjadi lawanmu. Aku, Sang Raja Naga, akan bertarung dengamu.”

"HMMM. Aku belum pernah mendengar tentang Raja Naga sebelumnya. Apakah kau yakin kau tidak menggunakan nama orang lain? "

"Jangan khawatir. Aku tidak akan membunuhmu. "

Aku sangat ceroboh pada saat itu. Aku merasa akan segera menyesal menantang Raja Naga.


     PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell

Kamis, 22 Agustus 2019

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 1 Part 5: Kehidupan di Gunung Itu Sulit

Volume 1
Chapter 1 Part 5: Kehidupan di Gunung Itu Sulit


Aku menjadi cukup kuat dan jika ini terus berlanjut, dalam waktu dekat, maka kartu ku akan berubah atau setidaknya beberapa bagiannya akan menghilang.
Dengan perlahan, aku memasukkan kartu guild itu ke sakuku. Aku melakukan sesuatu yang belum pernah aku lakukan sebelumnya, setidaknya itulah rencana yang akan kulakukan hari ini, dan rencana itu tidak bisa diganggu oleh Dewi.

Ini adalah perburuan monster pertamaku. Meskipun begitu, ini tidak seperti aku tidak pernah berhadapan dengan mereka sebelumnya, tetapi kali ini aku akan menjadi yang mengejar mereka.

Masalahnya adalah mereka cukup kuat dan aku tidak bisa melewati hutan jika aku tidak bisa mengalahkan yang ada di hutan.

Tentu saja Skillku akan naik, tetapi lebih baik jika aku tetap fokus dan mencurahkan segalanya kedalam hal ini. Sangat umum untuk mengetahui tentang petualang yang kuat akan terbunuh dalam sekejap karena ketidakwaspadaannya. Itu sebabnya aku memilih untuk selalu bersiaga.

Aku tidak berpikir aku bisa mengalahkan iblis hanya dengan tubuhku ini, terutama tanpa senjata.

Ini adalah hal sederhana jika kau memikirkannya. Kau tinggal menunggu ... Sampai dia masuk kedalam jebakan. Perangkap yang kubuat adalah perangkap klasik, hanya sebuah lubang yang dalam.

Strateginya mungkin sederhana, tetapi tidak dapat disangkal kalau hal ini sangat efektif.

Aku menggali lubang sedalam mungkin dengan kekuatanku saat ini dan itu cukup dalam; menutupinya dengan dedaunan untuk menyembunyikannya dan aku bersembunyi di dekat lubang untuk menunggu perangkap itu melakukan pekerjaannya.

Aku jelas membawa makanan seperti rumput dan kacang-kacangan, selalu lebih baik untuk berhati-hati. Semua upaya ini tidak akan ada artinya jika aku diserang oleh monster saat menunggu satu dari mereka jatuh ke dalam lubang.

Untungnya, karena waktu aku berada di gua, aku menjadi terbiasa oleh kemungkinan bahaya akan diserang. Meskipun sekarang aku telah mengembangkan setidaknya sedikit kepercayaan pada kemampuanku sendiri untuk melihat tanda-tanda ancaman. Awalnya, aku melewawti banyak malam tanpa tertidur karena mendengarkan lolongan iblis, tidak tahu seberapa jauh mereka.

Sekarang aku tidak mendengar mereka melolong ketika tertidur lelap, itu mungkin hal yang paling menegangkan. Namun, jika mereka tidak mendekatiku sampai batas tertentu seluruh rencana ini tidak akan gagal.

Karena aku telah tumbuh di alam liar, secara tidak langsung aku mengembangkan kemampuan untuk merasakan daerah sekitar ketika aku didekati. Aku melihat ke arah di mana aku merasa sedang didekati.

Tidak! Itu tidak mungkin ... kurasa tidak ...! mengapa bisa begitu? Kenapa itu ada disini? Tidak…

Tidak! Itulah tepatnya yang aku cari!

Itu bukan hanya tulang, itu sangat berisi dan tampak lezat! Aku lebih suka makan daging renyah saat ini daripada yang lunak.

Aku berjalan ke lubang sambil menggaruk-garuk kepalaku dan melihat ke bawah untuk melihat makhluk itu menggeliat kesakitan, terperangkap dalam perangkapku. Aku menghela nafas dan mencari batu sebesar kepalan tanganku.

Untuk membunuh monster apa pun, sangat penting untuk merusak tubuhnya menggunakan sihir atau dengan cara menghancurkan intinya, yang terletak secara acak di dalam tubuhnya.

Aku menghancurkan intinya dalam satu kali percobaan dengan batu yang aku lemparkan.

"Hampa," kataku sambil menatap langit.

Dagingnya enak ... Sedikit manis ... Tapi lezat ...

Aku menambah jumlah perangkap yang aku buat untuk meningkatkan peluangku untuk mendapatkan daging. Aku juga menambahkan beberapa hal-hal baru ke perangkap, seperti kait runcing untuk mengunci mangsanya dan tombak di bagian bawah lubang untuk membunuh mereka. Aku juga menggunakan pengetahuanku tentang tanaman beracun dan mati rasa yang kudapatkan dari pengalaman saat aku memakannya, untuk mengumpulkan mereka dalam perangkap. Itu seharusnya bisa mengurus sebagian besar monster yang jatuh di dalamnya.

Ada sungai di dekat gua, aku bisa menggunakannya untuk mencuci. Aku juga tidak mempunyai pakaian, jadi aku sedang dalam keadaan yang memalukan sekarang, itu akan segera berubah menjadi masalah bertahan hidup ketika musim dingin tiba. Daerah ini akan menjadi sangat dingin dan aku tidak cukup baik dalam menghadapi flu.

Kulit iblis dapat digunakan untuk membuat pakaian, kupikir hal terbaik yang harus aku lakukan adalah membuat pakaian untuk saat ini. Ini akan bermanfaat saat meninggalkan hutan juga.

Para monster itu tampaknya juga sedang menikmati kehidupan mereka sendiri, aku kira itu ada hubungannya dengan penyebaran mereka di hutan. Ngomong-ngomong, aku lebih baik menghabiskan waktuku untuk berlatih dan menjadi lebih kuat, aku tidak mengalami kesulitan saat melakukan itu.

Ekosistem disini mengerikan dan ada beberapa monster yang jauh lebih kuat daripada diriku. Kupikir aku harus secepatnya menaikkan level ku dan menjadi sangat kuat.

Mengingat masa lalu, sekitar setahun yang lalu, aku mungkin telah kehilangan kesempatan untuk menjadi pahlawan ...

Sudahlah! Aku sudah memutuskan! Aku akan menjadi kuat di sini! Aku akan cukup kuat untuk menjadi apa pun yang kuinginkan! Aku tidak ingin kehilangan apapun lagi ...

Terus menetap di hutan ini tidak akan cukup untuk membuatku kuat. Aku perlu menantang monster yang tinggal di pegunungan. Aku perlu mengubah strategiku untuk menjadi kuat sambil memusatkan perhatianku pada monster-monster di hutan ini. Aku akan makan semua yang kutemukan dari membunuh monster, aku akan menggunakan bulu mereka untuk membuat pakaian. Meskipun aku tidak punya jarum, aku akan menggunakan taring mereka untuk melakukan pekerjaan itu. Setelah aku memiliki cukup pakaian hangat, aku akan pergi ke pegunungan untuk membiasakan diri dengan kondisinya yang keras.

Aku perlu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan. Jika aku berhasil melakukannya, aku akan menjadi lebih baik dalam bertahan di sana seperti di hutan. Aku akan menggunakan racun dan tanaman yang bisa melumpuhkan untuk mengurangi kecepatan pergerakan sebagian besar monster. Tidak masalah berapa lama aku harus melakukannya; aku harus mengurus hidupku sendiri. Aku tidak kehilangan akal sehat dan logika. Setelah semua monster yang kalah dimakan, aku mempertimbangkan berapa lama waktu yang telah berlalu.

Sudah berapa lama sejak aku berada di sini? Aku kira mungkin sekitar satu setengah tahun. Aku benar-benar tidak yakin; Namun, aku telah membuat banyak kemajuan. Aku mengambil taring iblis dan mencoba menempelkannya di jari ku, tetapi kulit ku bahkan tidak tergores sedikit pun.

Nama: Wazu
Umur: 16;
HP: "Apa pun itu, aku bisa menanggungnya";
MP: "Itu nol";
STR: "Pukulanku bisa menghancurkan bintang-bintang";
VIT: "Pedang suci akan hancur jika itu menyerangku";
INT: "Aku tidak bisa menggunakan sihir";
MND: "Sihir? Aku tidak menghiraukannya ”;
AGI: "Mungkin lebih cepat dari kecepatan cahaya";
DEX: "Aku kira itu sama dengan artis hebat";

Skill:
“Swordsmanship” LV2; 
“Martial arts” LV8; 
“Sign of senses” LV: max; 
"Polar food person" (Unique) "Kondisi abnormal hampir tidak berpengaruh";
“Goddess Startle” (Unique) 

Jujur, aku tidak terlalu mengerti yang ini, aku merasa lucu karena beberapa alasan. Dibandingkan dengan semua keterampilanku yang meningkat, yang ini tampaknya turun; dan

“Ras manusia” (98%)
<EDN : Sign of senses = merasakan daerah sekitar, Goddess Startle = Dewi Terkejut>

Note :
Kalau ada kesalahan terjemahan bisa hubungi FP atau tulis di kolom komentar.


     PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell

Kamis, 15 Agustus 2019

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 1 Part 4: Kehidupan di Gunung Itu Sulit

Volume 1
Chapter 1 Part 4: Kehidupan di Gunung Itu Sulit


Aku ingin membicarakan beberapa hal kepada dewi. Hal pertama yang ingin aku bicarakan adalah kemana angka-angka yang ada di kartu guildku. Hei, secara keseluruhan sistem sihir sepertinya tidak berguna dan aku juga tidak mengerti "kekuatan fisik" sama sekali. Maksudku, aku tahu aku cukup lemah, aku juga terlihat sangat kurus. Tapi itu tidak membuatnya mudah untuk di pahami! Sekali lagi, kalimat semacam ini hanya mempersulit diriku untuk memahami seperti apa aku sekarang.

haaa... baiklah aku harus tetap tenang.

Terlalu banyak hal terjadi sekaligus dan itu sedikit membingungkan. Tidak ... itu hanya kartu guild. Jika kau melihatnya dengan benar, maka kau akan mengetahui bahwa nama dan umurku tidak berubah. Aku akan sangat terkejut jika kedua hal itu berubah.

Tetapi bagian “Ras” ini aneh, memang itu tidak salah kalau aku berada di Ras “Manusia”.

Tapi apa maksud nya kemurnian 100% ini ? Apakah itu berhubungan dengan sesuatu? Mengapa ini ditampilkan? Aku tidak membutuhkannya. Memang aku akan menjadi apa? Kau biasanya tidak membutuhkan hal seperti itu di tampilkan, bukan? Aku merasa tidak nyaman gara-gara hal ini.

Tidak tidak semoga apa yang aku pikirkan salah…

BERIKUTNYA!

"MP", bagian ini mudah dimengerti, meskipun aku tidak memilikinya. Sejak aku kecil, aku memang tidak pernah bisa menggunakan sihir. Jadi, aku tahu aku tidak akan menggunakannya, tapi setidaknya aku tahu apa itu ...

Dan juga di bagian “HP” maksudnya "Melemah"? Mengapa bagian “HP” ditampilkan seperti itu? Tidak, apakah kau tahu apa yang kumaksud?
Tidak mudah menemukan makanan disini . Tentu saja aku sudah sangat kurus, yang menyebabkan aku merasa lemah. Tapi, apa lagi yang bisa aku katakan?

STR: Sangat disayangkan, apa yang kau lakukan?
Memangnya apa yang harus aku lakukan? Aku sama sekali tidak merasa termotivasi.

VIT: Apakah itu armor kertas?
Kurasa itu ingin mengatakan bahwa pertahananku serapuh kertas. Yah, itu sama rapuhnya dengan ngengat, oh baiklah ... Tidak masalah, aku juga tidak bisa menggunakan sihir.

MND: Jangan sampai terpukul.
Apa yang terjadi jika aku terpukul? Apakah aku akan mati? Jadi, aku tidak boleh terpukul ?

AGI: Normal
Apa yang normal? APA ITU NORMAL? Apakah itu berarti, aku ini tidak cepat atau lambat?

DEX: Apakah itu yang kau harapkan di masa depan? Tidak ada gunanya.

Lagipula aku tidak begitu mahir.

Secara umum, aku tahu bahwa aku tidak kuat, maupun lemah. Itulah kondisiku.
"Jika kau akan tinggal di sini, lebih baik kau tetap berlatih". Jika itu tertulis dalam kartu guild, itu mungkin benar. Aku akan mati hanya dengan menerima damage ... Tidak, ketika aku datang ke sini. Ya ... , aku tahu aku lemah, oke?
Aku juga akan memeriksa Skill-ku tentang ilmu pedang ... Ya ... Ya ... Itu sudah ada sejak aku berada di kerajaan.

Masalahnya adalah status "Bad Food" dan "Kondisi: Tahan hampir segala kondisi abnormal pada umumnya". Dan untuk "Bad Food", aku memikirkannya sejak awal ... yah, sudahkah aku makan sesuatu sejak aku tiba di sini? Bagaimana hal itu memengaruhiku? Aku telah memasukkan barang-barang ke mulut aku secara acak. Itu diikuti oleh mati rasa, pingsan, dan sebagainya ... Tapi sekarang itu hanya kenangan buruk. Masalahnya sekarang aku tidak merasakan apa pun, apa pun yang aku makan. Aku pikir aku baru saja kebal terhadap barang-barang itu. Yah, aku pikir aku bisa mengerti tentang bidang penguasaan ini.
Ini adalah kehidupan yang seperti itu ... Tapi masalah sebenarnya adalah "Simpati Dewi". Apakah ini sungguhan? Apakah aku benar-benar dikasihani oleh sang dewi? Sulit untuk melihat dan menerima hal ini!

Aku ingin tahu apakah itu benar-benar hal yang baik ... Ahhh

Ketika bagian dari "Simpati Dewi" ditambahkan pada kartu, itu berubah menjadi: "Semangat Dari Dewi" (Unique).

Itu sangat menarik! Sekarang aku sedang dalam perjalanan, dan aku tahu aku akan benar-benar bahagia dan aman! Aku memiliki semacam perlindungan.

Aku merasa terinspirasi ... maksudku ... Tunggu sebentar, apa ini?

Apakah kau membaca pikiranku?

"Dewi Sedang menunggu" (Unique): Ketika Kau merasa kesepian, Kau selalu dapat berbicara denganku. Aku akan menunggum di sini, sepanjang waktu ... Selamanya ... aku takut ... aku takut pada akhirnya ...

Aku membanting kartu itu ke tanah. Itu mendinginkan kepalaku sedikit, meskipun aku hampir kehabisan nafas. Jika Kau memikirkannya dengan tenang, aku mendapat berkah dari dewi. Akibatnya, kartuku berubah menjadi semacam program, jika Kau berpikir tentang teks skill atau kalimatnya, sang dewi dapat berbicara kepadaku.

Aku menghela nafas dalam-dalam dan mengambil kartu guild, agar tidak melihat tampilannya. Aku sedikit lelah karena ledakan emosiku.
Aku berbaring dan beristirahat sebentar.

Jelas, kondisiku mengerikan, tetapi aku masih bisa melihat beberapa harapan dalam Skill "Bad Food", ada efek yang disebut "Increase Correction". Jika aku meningkatkan levelku menggunakan efeknya, aku mungkin bisa mengalahkan iblis dihutan ...
Atau mungkin tidak.

Sejak saat itu, aku terus makan berbagai hal untuk memaksimalkan skill "Bad Food ".
Tentu saja, tidak mungkin sepenuhnya menghindari efek negatif dari hal-hal yang aku makan. Aku juga tidak sepenuhnya tahan, itu masih menunjukkan "Status: Tahan hampir segala kondisi abnormal pada umumnya” Entah itu mati rasa, atau cahaya yang menyilaukan, atau teracuni untuk sementara waktu; berbagai hal terjadi pada tubuhku. Tetapi setiap kali aku pulih sepenuhnya karena efek perlindungan dewi, aku terus makan secara acak, segera setelah efek sebelumnya sembuh.

Kondisiku akhirnya membaik, dan aku bisa merasa kenyang seperti kelaparan setiap hari adalah sebuah kebohongan.

Aku jelas tidak lupa melatih tubuhku. Karena aku tidak memiliki pedang, skill "Swordmanship" tidak dapat dinaikkan. Tetapi aku terus melatih tubuhku secara menyeluruh.

Aku telah kehilangan semua waktu dan aku bahkan tidak tahu berapa hari telah berlalu. Aku pikir sudah setengah tahun sejak aku tiba di sini, aku bahkan tidak yakin.
Namun, aku pasti berubah.

Nama: Wazu
Ras: Manusia (kemurnian 100%)
Umur: 15
HP: Cukup bertambah
MP: Tidak ada ... Menyerahlah
STR: Seperti beruang atau badan besi
VIT: Komponen
INT: Tidak ada Gunanya
MND: Jangan Sampai terpukul
AGI: Cukup cepat
DEX: Secara bertahap meningkat

Di satu sisi, aku pasti sudah tumbuh lebih dari sebelumnya, meskipun aku tahu itu sulit dimengerti. Pertumbuhan ini juga memengaruhi skill lain.
"Swordmanship" LVL: 2;
"Martial Art" LVL: 1;
"Food Person" (Unique): "Kondisi abnormal sedikit tidak valid dan umumnya tahan"
"Semangat Dari Dewi" (Bawaan)

Itu telah berubah, jadi dewilah yang mengubah tampilan pada kartu guild. [Martial Art] mumglom berguna, tetapi dari bentuk tubuhku sekarang, paling tidak bisa digunakan untuk melarikan diri dari iblis yang berada setingkat dengan levelku.

Hanya ada satu skill dari semuanya; itu adalah "Bad Food" yang telah berubah menjadi "Food Person"
.
"Food Person" (Unique): Apa pun bisa dimakan dan rasanya lezat.

Jika aku makan produk makanan berkualitas tinggi, aku akan diberi kompensasi untuk itu. Ini memang perkembangan penting, makanan di mulutku baru-baru ini terasa lebih enak. Aku bisa terus meningkatkannya dan kelainan status akhirnya menghilang. Aku pikir itu mungkin karena efek kelumpuhan dan racun sudah melekat dalam mulutku.

Dan kalimat dari sang dewi sama seperti biasa "Semangat Dari Dewi" (Bawaan)


     PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell

Kamis, 08 Agustus 2019

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 1 Part 3: Kehidupan di Gunung Itu Sulit

Volume 1
Chapter 1 Part 3: Kehidupan di Gunung Itu Sulit


Kartu petualangan sudah diatur, tetapi bagian atas dan bawahnya tidak sama. Aku sudah berlatih sangat keras sehingga aku bisa bekerja sebagai petualang. Namun, aku sudah lama tidak mengambil Quest dari guild. Bagaimana jika mereka memberi tahuku bahwa akan ada kompensasi untuk pelanggaran kontrak? Ini memalukan ... bukan berarti aku tidak punya uang ... aku hanya berharap aku tidak memiliki kondisi aneh yang tertulis di kartu. Kurasa aku tidak memilikinya. Kemudian aku melihat status milikku yang ditampilkan di kartu.

Ada delapan data yang ditampilkan dalam kartu guild. (Lifeforce) (Maka) (Attack Force) (Defense Mosquito) (Magic Attack Power) (Magic Defense) (Quickness) (Craft). Selain delapan item itu, nama pendaftar, suku, dan usia petualang ditampilkan. Di atas semua itu, adalah statistik petualangan rata-rata:
<EDN : Lifeforce = Semangat Hidup, Maka? Dunno sir, dari englishnya gitu :’v, Attack Force = Kekuatan Serangan, Defence Mosquito = Bertahan Dari Gigitan Nyamuk, Magic Attack Power = Kekuatan Serangan Magic, Magic Defense = Pertahanan Magic, Quickness = Ketangkasan, Craft = Kerajinan Tangan>

HP 1500/1500
MP 100/100         
STR 180              
VIT 120
INT 20
MND 50
AGI 80 
Dex 60

Itu adalah statusku ketika aku memeriksa beberapa hari sebelum aku pergi. Aku masih memiliki statistik rata-rata. Sekarang mari lihat statusku: 

Manusia (100%)
Usia (15)
HP (Melemah)
Mp (Tidak Ada)
STR (Berjuanglah Lebih Keras)
VIT (Armor Kertas)
INT (Tidak Ada Gunanya)
MND (Jangan Sampai Terpukul)
AGI (Normal)

....
<TLN : okay, mungkin ada beberapa dari kalian yang bingung di bagian ini but i’m only translate that to indonesian okay ? aku juga bingung pas pertama kli baca ._.>

Mengapa malah kata-kata yang ditampilkan? Tidak tidak tidak. Kemana angka-angka itu pergi? Aku membolak-balik bagian depan dan belakang kartuku untuk memeriksanya, tetapi tidak ada yang aneh di sana. Itu normal. Mengapa ini terjadi? Aku bertanya-tanya apakah kartu ini telah rusak. Aku melihat kartuku lagi untuk memeriksanya. Masih sama. Bagian pertama dari kartu itu masih tidak berubah. Seperti yang dikatakan, Skill milikku juga dikonfirmasi. 

Swordmanship (LVL 2)
Condition (Abnormal Resistance)
Bad Food (Unique)
Goddess’s Encouragement (Unique).

<EDN : Swordmanship = Berpedang, Condition Abnormal Resitance = Tahan Dengan Kondisi Abnormal, Bad Food = Tahan dengan makanan-makanan buruk, Goddes Encouragement = Semangat dari Dewi>
Baiklah, tetap tenang. Aku merasa bahwa mungkin aku telah menjadi gila. Tetap tenang. Tidak baik untuk panik. Aku menatap ke langit dan mengambil napas dalam-dalam. Apa yang terjadi padaku !!??

Aku akhirnya mencoba untuk tenang dan mengumpulkan akal sehat ku . Ternyata aku juga bisa memeriksa rincian Skill itu. Mungkin dengan memeriksa rincian skill itu aku bisa mendapat jawaban untuk masalah kecil ini. Aku akan mencari jawabannya. 
Swordmanship (Lv 2). Dia telah belajar bagaimana cara menggunakan pedang biasa. Dia sudah lepas dari status pemula. 
Bad Food (Unique). Sedikit pilih-pilih, kau bisa makan apa saja, tetapi hindari hal-hal yang buruk untuk kebaikan pencernaanmu. Jika kau makan hal-hal berkualitas tinggi atau tingkat tinggi, maka kau dapat meningkatkan levelmu.

Di bagian bawah kartu adalah Goddess Encouragement. Ada kalimat di bawahnya. "Itu bagus. Kau telah melakukan hal hebat. Kau akan bisa segera keluar dari sini. ”

Apa itu? Apa maksudnya itu? Aku tidak begitu mengerti apa yang maksud nya itu. Itu seperti perbuatan seorang dewi ... Pada awalnya, aku berpikir akan ada alasan logis untuk situasi ini, tapi mungkin semua yang tertulis di dalam kartu guild ini adalah perbuatan sang dewi. 


     PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 1 Part 2: Kehidupan di Gunung Itu Sulit

Volume 1
Chapter 1 Part 2: Kehidupan di Gunung Itu Sulit


Perutku keroncongan meminta untuk di isi. Aku masih bisa merasakan lapar karena aku masih hidup. Tentu saja aku masih menyadari hal-hal seperti itu. Aku masih bisa menerima hal itu. Aku memakan kacang yang kudapatkan beberapa saat yang lalu untuk menekan sebagian rasa laparku. Apa yang aku pikirkan saat memakan kacang itu adalah aku tidak ingin mati. Kupikir aku sudah mulai merasakan keinginan untuk bertahan hidup.

Tentu saja ada makanan ringan di hutan, misalnya, buah beri dan kacang. Tapi itu tidak membuatku kenyang dan selalu lapar. Apa yang harus kulakukan? Setelah beberapa hari berlalu, jawabannya muncul tepat di depanku. Aku makan sisa-sisa monster yang ada di hutan. Pada awalnya, aku mencoba untuk berburu monster di hutan dengan senjata yang kubuat. Aku akan segera menjadi target berikutnya jika seranganku meleset. Terutama, monster ikan dan kucing itu, yang sama-sama bermaksud membunuhku. Satu-satunya cara agar aku mendapatkan makanan adalah memakan mayat yang ditinggalkan monster lain yang ada di hutan. Meskipun itu tidak enak, jujur saja, pada awalnya aku ragu-ragu, tapi aku tetap memakannya dengan mulutku, tidak peduli apakah itu bau atau tidak. Tapi itu tidak seburuk yang kupikirkan. Tulangnya lezat. Aku merasa bisa memakannya terus menerus.

Perutku bengkak sedikit dan aku merasa agak pusing. Aku tidak khawatir tentang baunya. Lidahku terasa mati rasa setelah beberapa saat dan aku tidak bisa bicara. Kemudian mati rasa di lidahku tiba-tiba menyebar ke seluruh tubuhku. Jari-jariku juga menjadi mati rasa. Aku kembali ke gua dengan tergesa-gesa, tetapi pada saat aku mencapainya, rasa kebas menyebar ke seluruh tubuhku, dan aku tidak bisa berdiri lagi. Aku mulai merasakan sakit, meskipun tubuhku serasa mati rasa. Aku berhasil masuk ke gua untuk berbaring dan menatap langit. Aku bisa melihat langit secara langsung setelah memasuki gua karena itu berada di atasku.
<TLN : bentar jdi atap gua lu bolong gitu ?>

Saat aku melihat ke langit, ada sebuah bola yang memancarkan cahaya terang, terbang ke arahku. Aku tidak bisa bergerak. Oh, sudah berakhir. Aku menutup mataku dengan erat. Tapi tidak ada yang terjadi, jadi aku membuka mataku secara perlahan, hanya untuk memeriksa. Tidak ada penampakan bola itu di mana pun. Apa itu tadi?

Sambil memikirkan hal itu, aku pergi tidur. Pada hari itu, aku bermimpi bahwa aku terlahir kembali untuk ke dua kalinya dan memulainya dari awal. Keesokan harinya, tubuhku anehnya serasa lebih baik. Aku merasa ada kekuatan yang masuk kedalam tubuhku. Tetapi tetap saja aku masih memiliki masalah dengan makanan. Tidak segalanya berubah. Aku tidak tahu sudah berapa hari telah berlalu, tetapi sejak saat itu aku memakan rumput yang tumbuh di berbagai tempat. Itu membantuku menekan rasa lapar harianku.

Setiap hari, jika aku makan sedikit saja daging monster. Tubuhku akan terasa aneh, tetapi akan kembali normal keesokan harinya. Aku tidak tahu apakah tubuhku sedang beradaptasi atau semacamnya, tapi yang jelas untuk sekarang aku baik-baik saja.

Bisakah aku kembali ke kehidupan masyarakat normal? Baru-baru ini, aku mulai menggila. Aku belum pernah berbicara dengan manusia mana pun untuk beberapa saat ini. Aku khawatir jika aku bertemu seseorang, aku tidak akan dapat berbicara dengan benar. Aku ingin melatih keterampilan berbicaraku. Waktu berlalu dengan cepat. Aku menyadari bahwa ketika aku menghabiskan hari-hari ku tinggal di hutan. Tubuhku menjadi sangat kurus. Tampaknya otot-ototku berkurang dan begitu juga kekuatan fisikku. Kupikir aku akan memastikan ada di peringkat apa aku pada kartu petualanganku. Aku hanya perlu melukai ujung jariku dengan batu dan mengoleskan darahku ke kartu. Ketika ada darah orang yang terdaftar jatuh ke kartu, maka kartu guild menampilkan data saat ini dari orang tersebut.


     PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell

Kamis, 01 Agustus 2019

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 1 Part 1: Kehidupan di Gunung Itu Sulit

Volume 1
Chapter 1 Part 1: Kehidupan di Gunung Itu Sulit


Di tengah benua terbesar di dunia ini, ada sebuah pegunungan yang tidak seorang pun berani masuki atau bahkan mendekatinya. Tetapi setelah mencapai ketinggian tertentu, atmosfir pegunungannya berubah secara dramatis.

Selain itu, makhluk yang disebut monster yang hidup di gunung tersebut diwakili oleh sistem peringkat "S, A, B, C, D, E, F." Semua mahluk yang berada di puncak peringkat tersebut di golongkan sebagai rank S. Dikatakan bahwa hanya ksatria terbaik di negara besar yang dapat mengusir monster dengan peringkat S tetapi jika mereka melakukannya, itu sama saja dengan mengorbankan diri sendiri. 

Ada juga monster yang melebihi peringkat S di gunung ini.

Aku ingat cerita yang ku dengar dulu pada saat masih di kerajaan.

Kenapa aku ingat hal seperti itu? Ha ha ha ... Haa ... Tolong maafkan diriku ini atas perbuatan buruk ku sebelumnya.

Aku bertanya-tanya mengapa aku berada di tempat seperti itu. Ini adalah akibat dari diriku yang menggila dan berlari tanpa melihat ke depan. Baiklah, untuk selanjutnya mari kita lari sambil melihat keadaan sekitar mulai sekarang. Jangan keluarkan itu dari pikiranmu. Tapi aku tidak bodoh. Itu benar. Aku memperhatikan bahwa sekarang ini aku berada di dekat gunung, hampir di tengah-tengahnya. Aku mencoba melarikan diri dengan cepat. Aku ingin segera keluar dari hutan dan berpikir untuk mencari kota terdekat…

Tapi sepertinya aku tidak terlalu beruntung. Ada monster di depanku sekarang. Monster dengan tangan dan kaki menjijikkan tumbuh keluar dari tubuhnya dan seekor kucing berjalan dengan 2 kaki yang mengenakan sepatu bot di kakinya, menggunakan sarung tangan, dan berdiri tegak. Apakah dia mengenaliku sebagai mangsanya? Kucing itu menjilat bibirnya. Ikan itu mungkin.. hanya bernapas ...

“Tidak, jangan makan aku, aku tidak enak.” (Wazu)

Aku ingin mengatakan kalimat itu, tetapi tidak ada kata-kata yang keluar. Mengapa ikan dan kucing itu datang kepadaku pada saat yang bersamaan! Biasanya, kucing menyerang ikan. Mengapa mereka datang ke arahku? Kemana akal sehat pergi? Aku kira itu tidak masalah; situasi sekarang ini sangat lah canggung. Itu menyusahkan.

Tempat macam apa ini ...

Monster jenis apa yang biasanya ada di gunung ini ?

Sambil memikirkan hal seperti itu, keringat dingin mengalir di pipiku. Kedua binatang itu maju sedikit demi sedikit. Tentu saja, selama dua tahun terakhir, aku telah berlatih dan bertarung dengan monster. Tetapi dua binatang di depanku ini bukanlah monster yang biasa aku lawan.

Bahkan jika aku memutuskan untuk melawan monster-monster ini, aku akan mati. Aku hanya membawa sedikit uang, dan juga aku lupa untuk membawa pedangku. Aku sangat sombong karena menganggap dengan membawa uang saja cukup. Aku sudah tidak tahan lagi ... Hanya ada satu jalan keluar. Jika kau tidak bisa turun, satu-satunya cara untuk keluar dari kondisi ini adalah naik. Aku segera kembali ke hutan

Kali ini aku bertujuan untuk lari ke gunung ...

Setelah mengetahui ada tanda-tanda bahwa kedua monster itu mengikutiku dari belakang. Tiba-tiba aku memiliki keinginan untuk memeriksa apa yang terjadi di belakangku, tetapi aku segera menghilangkan ide itu dari pikiranku dan terus berlari. Aku berlari melewati hutan dengan secepat mungkin. Beberapa detik kemudian, tiba-tiba, aku terpental ke samping.

Dengan menyakitkan, tubuhku menabrak pohon. rasa sakit mengalir dengan lembut ke punggungku. Monster kucing itu mendekatiku. Itu berbahaya. Jika aku maju lurus ke depan, kuku itu akan menembus tubuhku. Tubuhku gemetar dan berderak. Berangsur-angsur aku mundur ke belakang, tetapi bagian belakang tubuhku sudah menempel pada pohon dan tidak bisa mundur ke belakang lagi.

”Oh, apakah aku akan mati di tempat seperti ini ?” (Wazu)

Air mata mulai mengalir di pipiku. Namun, kedua monster itu tidak menyerangku dengan cara apa pun. Bagaimana menurutmu? Kedua monster itu tidak menatapku, tetapi benda di belakangku. Mengikuti pandangan mata mereka, aku melihat di belakangku melalui naungan pohon; disana ada "Naga" besar. Benar itu adalah "Naga."

Aku katakan lagi. Itu adalah "Naga."
<TLN : DORAGON GA KITAAAA>
<EDN : berisik asw >:v>

Itu adalah naga hitam yang besar. Naga hitam itu menatap kedua monster tersebut. Naga Hitam menjilat bibirnya seolah-olah dia telah menemukan makanan. Kedua monster itu langsung melarikan diri. Kali ini Naga Hitam itu memalingkan matanya ke arahku .

“ Kau juga akan mati di sini.”(Naga Hitam)

Dalam situasi ini, aku hanya bisa mertawakan diriku sendiri. Aku sudah siap mati disini, tetapi Naga Hitam itu pergi. Aku ingin secepatnya pergi dari tempat ini. Setelah beberapa saat, aku menyadari bahwa aku telah di selamatkan.

Aku secara ajaib selamat dari serangan dua monster itu. Aku segera mencoba untuk menjauh dari hutan ini. Namun sepertinya kedua monster itu masih berjalan-jalan di hutan. Sepertinya mereka masih mencariku .

”Dasar monster keras kepala.”(Wazu)

Mereka sepertinya benar-benar menargetkanku. Mengapa? Aku tidak melakukan apapun kepada mereka. Mengapa mereka mengikuti ku? (utang mungkin?) Mustahil untuk terus bersembunyi di hutan ini. Kalau begitu, hanya ada satu tempat yang bisa ku kunjungi.

Pegunungan itu. 

Tampaknya monster di hutan tidak berani mendekati pegunungan. Mungkin itu sudah menjadi semacam naluri bagi mereka untuk tidak mendekati pegunungan itu. Aku tahu bahwa pergi ke gunung bisa menyebabkan kematian untukku. Tetapi hanya itulah satu-satunya pilihan bagi ku sekarang. Dan mungkin monster dengan peringkat S seperti naga hitam tua tadi, tidak tertarik padaku dan membiarkanku melewatinya.

Tinggal di hutan mungkin juga bisa menyebabkan kematianku. Masalahnya adalah cuaca yang abnormal... Itu tidak mungkin.

Jenis cuaca abnormal apa yang ada di sana ... Matahari yang tadi nya terik mengeringkan tanah. Tiba-tiba, cuaca berubah menjadi badai dengan petir ...

Cuaca dengan cepat berubah. Karena tidak mungkin menyeberangi gunung, aku tinggal di sebuah gua yang tampaknya tersembunyi di sekitar hutan dan dekat dengan pegunungan. Aku tinggal di sana.

Itu adalah tempat yang ideal untuk bersembunyi karena dekat dengan sungai yang mengalir. Jika aku pergi ke hutan, akan ada monster yang menargetkanku. Jika aku pergi ke pegunungan, aku tidak bisa berjalan melewati cuaca yang tidak normal itu. Apa yang harus ku lakukan sekarang? Ini bukan tempat yang cocok untuk ditinggali orang, dan aku ingin tahu apakah aku akan membusuk seperti ini ...

"Kuu ~ ..."
<EDN : suara apa ini :v>


Note :
Jangan protes klo dikit, dri sono nya yang upload nya dikit” :v



     PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell

Kamis, 25 Juli 2019

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Prolog

Volume 1
Prolog


Aku bertanya-tanya kapan itu terjadi... mungkin dua tahun sudah berlalu sejak kejadian itu. Namaku Wazu. Aku baru berumur 15 tahun pada saat itu terjadi, sama seperti orang biasa lainnya, aku memiliki penampilan biasa yang dapat ditemukan di mana saja. Aku memiliki rambut hitam, dan memiliki penghasilan normal di dunia ini. Aku tinggal di Kerajaan Iscoa, selatan benua besar. Ada juga orang tua yang juga warga kota biasa, dan juga seorang adik yang selalu diakui oleh orang-orang sebagai jenius.

Aku adalah seorang kakak lelaki biasa-biasa saja yang tidak memiliki prestasi. Namun, aku yang biasa-biasa saja seperti itu juga punya teman masa kecil yang juga warga kota dan seusia denganku. Nama teman masa kecil itu adalah Aria. Dia memiliki mata biru yang bisa membuatmu merasa damai bersama dengan rambut pirang bercahaya seperti benang sutra halus. Tubuh kecil karena usianya yang masih muda tetapi dengan wajah seperti itu, dia seharusnya memliki kecantikan dengan tubuh yang seimbang di masa depan.

Adapun kepribadiannya ...

Yah, dia selalu tersenyum dan tenang. Tapi hanya ketika aku bersama dengannya, terkadang dia memperlihatkan sifat buruknya

Tidak, jangan katakan itu hal yang buruk ...

Ketika Aria dan aku berumur dua belas tahun, aku menjanjikan masa depanku kepadanya; janji antara dua orang. Orang yang berusia lima belas tahun sudah diakui sebagai orang dewasa dan bisa menikah .

Selain itu, suasana hati adik perempuanku sangat suram setelah beberapa saat. Aku masih ingat bagaimana sulitnya mengembalikan suasana hatinya. Ups, sekarang ini tentang Aria. Dia masih Aria, tetapi ketika dia berusia dua belas tahun dia diakui sebagai "Saint" oleh gereja. Dia akan pergi dengan seorang pria yang, juga, dipilih sebagai Hero. Untuk membunuh Raja iblis yang akan muncul tahun itu juga. Aria sendiri tidak mau pergi.
<TLN : bodo amat di source eng nya brave man aing tulis di sini hero :v>

Namun, aku pikir hanya aku yang tahu orang dewasa dari sekitar kita, seperti orang tua Aria itu tidak bisa dihindari. Aria hanya tersenyum seperti biasa. Tetapi pada saat itu, aku bertanya-tanya apakah aku bisa melepaskannya tanpa mengatakan apapun? Haruskah aku melakukan sesuatu?
Jadi, ketika Aria mengikuti orang-orang dari gereja, aku berteriak padanya:

"Aku akan pergi denganmu!"

Aria balas menatapku, tersenyum. Tapi orang dewasa di sekitarku menoleh ke arahku dengan wajah malu. Tetapi seseorang muncul keluar di antara orang dewasa." Apakah kamu pikir orang biasa seperti kamu bisa dibawa ke penaklukan Raja Iblis?"

Bocah itu menatapku dengan tatapan tajam. Rambutnya biru gelap, dan seperti penampilanku yang biasa-biasa saja, itu adalah wajah yang sangat menawan.
Aku mungkin biasa-biasa saja, tetapi itu tidak masalah! Aku ingin pergi bersamanya!

"Kalau begitu lawan aku"

Pada akhirnya , aku kalah dari bocah berambut biru itu. Aria mencoba mengobati lukaku. Tetapi karena bocah itu dan orang dewasa berpikir itu tidak sepadan dengan waktu yang mereka miliki, mereka hanya memberiku beberapa koin perak untuk biaya perawatan dan membawa Aria menjauh dari tempat ini dengan cepat. Aku juga pergi, menangis tanpa henti karena frustrasi dan ketidakberdayaan.
<TLN : ya iyalah lu masih orang desa sono udah dpt boost dri stat hero coeg>

Sejak itu, aku berdoa untuk keselamatan Aria setiap hari dan mati-matian mendisiplinkan diriku ini. Ini adalah sesuatu yang ku tahu ketika aku mulai berlatih. Bocah itu adalah "Hero". Aku ingin menjadi berani, lebih kuat dan tidak kehilangan lagi. Dalam proses nya, aku juga pergi ke guild petualang dan mendaftar. Aku bertujuan untuk memperkuat kekuatanku.

Akan tetapi, jika seseorang itu lemah pada awalnya, tidak bisa menjadi kuat dengan tiba-tiba. Aku tidak punya bakat apapun pada awalnya. Tidak peduli bagaimana kerasnya aku berlatih untuk menjadi lebih kuat, itu hanya sedikit di atas rata-rata. Meskipun demikian, butuh dua tahun untuk menjadi lebih kuat dan lebih percaya diri pada kekuatanku.

Sebelum aku berumur 15 tahun , ada sebuah berita yang tersebar luas ke seluruh dunia.

"Party Hero telah mengalahkan raja iblis!"

Berita ini memenuhi dunia dengan kegembiraan. Tetap saja, aku penuh kecemasan dengan keselamatan Aria sampai aku memastikan keselamatannya dengan mataku sendiri. Beberapa hari setelah berita itu tersebar, rombongan party “Hero” kembali ke kerajaan. Tampaknya mereka kembali untuk melaporkan kembalinya mereka dengan selamat dan penaklukan kerajaan iblis.

Ketika Party “Hero” sampai ke kerajaan, sebuah acara parade yang meriah diadakan. Ketika aku melihat situasi dari kejauhan, melihat Aria di tengah-tengah Party “Brave Man”. Aku dengan lembut membelai dadaku. Party “Hero” memasuki kastil. Setelah beberapa saat muncul di balkon kastil bersama raja, menatap keadaan kerajaan.

"Raja Iblis telah dikalahkan."

"Terima kasih. Lalu ... Hero-sama ... apa yang kamu inginkan sebagai hadiah? "

"Hanya ada satu hal yang aku inginkan."

Saat si Hero berkata begitu, dia melihat Aria di dalam kelompok pemberani di belakangnya.

"Aku ingin menjadikan Saint Aria sebagai istriku!"

Segera, pahlawan itu mencoba mencuri bibir Aria. Aku menutup mataku, menutup telingaku, berbalik dari kastil dan melarikan diri sambil berusaha menghibur diriku dengan kata-kata seperti: 'Ini adalah hal-hal umum dalam cerita ...' 
<TLN : F for wazu>

Setelah itu, aku tidak ingat bagaimana aku bisa sampai di rumah. Wajah ibuku putih pucat, dan sepertinya dia memanggilku yang kembali dengan wajah mengerikan sambil terlihat cemas, tetapi, “Oh ...” kupikir dia membalasnya dengan kata-kata seperti “Yah...” lalu aku kembali ke kamarku. Setelah beberapa saat, aku perhatikan tetesan air jatuh di kakiku. Akhirnya, aku menyadari bahwa air mata mengalir di wajahku. Aku ingin tahu apa kini Aria bahagia di balkon istana itu .... Jika benar begitu, tempat ini yang sudah membuatku marah— tidak, aku tidak mau tinggal di kerajaan ini. Terlalu banyak kenangan bersama Aria di tempat ini. Aku meninggalkan pesan di kamarku dan melompat keluar dari rumah lewat jendela dengan sedikit uang.

Inilah yang aku tulis:

“Aku berharap untuk kebahagiaan Aria dan Hero. Tolong jangan mencariku.”

Pada hari itu, aku merayakan ulang tahun ke-15 ku, sambil menangis. Pada hari itu juga aku pergi dari kerajaan ini .


     ToC          NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell