Tampilkan postingan dengan label Chapter15. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chapter15. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2019

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 15-Intermission 10: Explorasi Reruntuhan

Chapter 15-Intermission 10: Explorasi Reruntuhan


※ Tidak dari Sudut pandang Satou saat ini.

<TLN: Author Note>
Bagi yang tidak kenal dengan Yasaku sang explorer, silakan lihat kalimat penutup.
Ini anehnya lebih panjang dari yang direncanakan, maaf ini yang terakhir sebelum Vol 16.


"Matilah kau, dasar crane fly!"

Panah yang kutembak mengenai musuh tepat di dahinya.

"Yasaku, harpie bukan serangga, kau tahu."
"Lagipulaaa, tidak ada seraangga yang disebut crane fly."
<TLN : Crane fly adalah sebutan untuk serangga yang merupakan Tipuladae. Tipulidae adalah famili yang tergolong dalam ordo Diptera (lalat) dan superfamili Tipuloidea. Source: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tipulidae>

Tan sang magic swordsman memotong harpies yang masuk, lalu tongkat mace priest Kyura menghancurkan kepala harpie yang jatuh.

--Serius?

Tidak, aku yakin itu sesuai dengan apa yang dikatakan Raja Leluhur-sama ketika dia menembak jatuh wyvern yang terbang dalam legenda.

"Kalian tidak tahu itu. Crane fly itu pasti ada."

Seolah bereaksi terhadapku, beberapa harpie bertengger di atas tebing sambil bernyanyi.

--LULULRRRUUULU.

"Yasaku, charm datang!"
"Ou! << DISTURB >> Blue Magic Bow."

Blue Magic Bow di tanganku bersinar merah, dan panah yang ditembakkan darinya menghancurkan suara harpies yang membawa efek charm.
Astaga, aku tidak ingin bertarung melawan teman-temanku yang terkena pengaruh charm  dijalan sempit ini.

"Reruntuhan seharusnya ada di sekitar sini sesuai dengan peta ..."
"Berhentilah bermain-main dan  bantulah!"

Dalam situasi ini di mana kita dikelilingi oleh kawanan harpie, lightning magician Sheriona dengan santai membuka peta.

"Bukankah ini waktu tepat untuk menggunakan magicmu yang mencolok!"
"Ah, tidak, tidak boleh. Yasakuuu, kau harus mendengarkan dengan baik apa yang orang lain katakan."
"Bukankah kami sudah mengatakan bahwa batu-batu di jurang ini mudah terbakar?"

Kedua wanita itu mengkritikku.
Aku merasa bahkan para harpie bergabung untuk mengolok-olokku.

"Diam, diam, diam sialan!"

Aku menembak para harpie satu per satu dengan kecepatan super.
Mereka akhirnya lari setelah aku membunuh sekitar 20 harpies.

"Ah, melelahkan sekali."

Aku menyandarkan punggungku di tanah, mengambil kantung air di pinggangku dan membasahi mulutku.
Angin kering dari ngarai dengan cepat mengeringkan keringatku, tetapi itu jauh dari menyenangkan karena bau aneh yang ditimbulkannya.

Aku memasukkan mana ku ke dalam magic tool penghilang garam dan mengisi kantong air dengan air.
Ini adalah magic tool yang mahal (bahan habis pakai), tetapi sangat diperlukan ketika menjelajahi tempat-tempat terpencil.

"Ya ampun, Tuan Kelten benar-benar memberi kami quest yang menyulitkan."

Aku mengunyah dendeng asin, melahap makanan hambar yang membosankan.
Kita bisa memasak daging harpy, tetapi mengadakan barbekyu di tempat seperti ini mungkin mengundang beberapa monster kuat entah dari mana.
Hanya bangsawan eksentrik dan pemula ceroboh yang akan bunuh diri seperti itu.

"Kau banyak bicara, ya."
"Memang. Yasaku, kau yang pertama kali bersemangat untuk quest ini, bukan."

Aku mencoba untuk menghilangkan kenangan masa laluku dengan melihat ngarai yang indah.

Tempat ini adalah ngarai besar yang terletak di perbatasan suatu daerah di bawah kendali langsung raja, jauh di selatan-barat daya Kota Labirin.
Kami datang ke tempat terpencil ini atas permintaan Marquis Kelten di Royal Capital.

Jika kita tidak segera kembali ke Kota Labirin, orang mungkin berpikir bahwa kita dianggap mati konyol di tengah perjalanan ini.

"Aneh. Seharunya pintu masuk ke reruntuhan seharusnya ada di sini sesuai dengan peta."
"Apakah kau yakin kau tidak melewatkan satu tandapun?"

Sheriona menjatuhkan tas di punggungnya, mengeluarkan dokumen kuno dan membalik halaman.
Aku mengintip dari samping, tetapi karena aku tidak bisa membaca bahasa kuno sama sekali, aku hanya mengkonfirmasinya sekali.


"Apakah kau mendengar itu?"

Tan bergumam dan dengan ragu melihat sekeliling.
Aku menajamkan telingaku dan mendengar suara tangis samar seperti kambing, "Meeee."

Aku mengintip ke bawah tebing dan menemukan seekor kambing yang terdampar.

Karena kawat yang aku pasang di lenganku tidak dapat mencapainya, aku mengambil tali dari ranselku dan mengikatnya ke batu di sisi gunung.

"Benar-benar pria yang aneh."
"Tidak apa-apa, kita senggang sampai kita menemukan petunjuk dari dokumen kuno, kan?"

Selain itu, jika aku menyelamatkannya saat masih muda, mungkin akan kembali ketika sudah siap untuk dimakan.
Aku melilitkan tali di pinggangku dan menuruni tebing.

Itu terjadi ketika aku sudah setengah jalan.
Batu dimana tangan kananku pegang terlepas dengan bunyi gedebuk.

"Whoa."

Hal buruk datang satu persatu, tepat pada saat yang sama, pijakan di bawah kaki kiriku runtuh.

Aku putus asa melihat-lihat sekeliling sambil meluncur menuruni jurang yang curam.
Menemukan pohon mati yang tampak berguna agak jauh.

"Disana!"

Aku menembakkan kawat di tangan kananku ke pohon mati.

- Meleset.

"Sialan!"

Aku memutar tubuhku dan menembak kawat di tangan kiriku.

- Meleset lagi.

Kawat melewati pohon mati.

"■■■■ Cube"

Aku mendengar suara Tan dari atas dan kemudian alas magic transparan muncul di bawahku.
Aku mendarat di atas alas magic dan entah bagaimana berhasil menempel diatasnya.

"Kau menyelamatkanku, Tan!"
"Aku tidak bisa menahannya terlalu lama. Cari pijakan lain, cepat!"

Sepertinya pria ganteng juga pria yang cakap.
Sama sepertiku.

Setelah itu, aku menuruni tebing tanpa masalah, dan mencapai anak kambing yang panik.
Sambil menarik napas dalam-dalam, aku memutar kembali kawat yang tidak berguna, dan mengisi ulang magic tool peluncur.

"... Mee"

Si anak kambing menjadi takut ketika melihatku dan mundur sambil mengembik lemah.
Dia akan jatuh.

"Anak baik. Jangan bergerak oke."

Aku mendekatinya dengan suara membujuk, tetapi tidak ada efek apa pun.
Setiap kali kambing itu melangkah mundur, kerikil dan tanah jatuh dari pinggir jurang.

"Itu masuk akal, wajah Yasaku adalah karnivora."
"Dia hanya makan daging di kota."

Aku bisa mendengar gangguan Tan dan priest Kyura di atas tebing.

"Oh, tutup mulutmu!"
"Meeeeee"

Aku secara refleks berteriak, si kambing menjadi takut dan kehilangan pijakannya.

"Nmeeeee"

Jeritan kambing yang terdengar seperti yang terakhir bergema di ngarai.

"Uh oh!"

Aku menembak kawat di lenganku sekaligus.

"--Phew."

Tembakan ketiga kawatku akhirnya bisa berguna.
Aku menggulung kawat sambil berhati-hati agar tidak mematahkannya dan meletakkan kambing itu kembali di pinggir jurang.

"... Mee"
"Ya ampun, kau salah satu masalah kecil."

Aku berbaring di langkan sambil memeluk kambing yang bergetar.
<TLN: Langkan = tepi jurang / tempat yang tinggi>

"Apa-apaan itu?"

Aku merasakan sesuatu yang aneh dari permukaan batu di belakang.

"Yasaku! Apa kau menemukan sesuatu !?"
"Tunggu sebentar!"

Aku mendekati tebing batu sambil memegang kambing.

"Ranting pohon tumbuh dari batu ...."

Tanganku yang terulur menyelinap melewati batu.

"Whoa"

Aku menariknya kembali dengan tergesa-gesa, tangan di bawah sarung tangan itu sama seperti biasanya.

--Itu ilusi.

Aku mempersiapkan diri dan terjun ke permukaan batu terlebih dahulu.
Ada sebuah gua dangkal di dalamnya, dengan pintu tersembunyi.

Sepertinya ini adalah pintu masuk yang kami cari.
Aku kembali ke pinggir jurang dan memanggil teman-temanku dengan keras.


"Kau pikir Goatsuke dengan selamat kembali ke rumah orang tuanya?"

Aku bergumam sambil menembak jatuh vampire bat yang turun dari langit-langit.
Langit-langit reruntuhan sangat tinggi sehingga bahkan magic force [Magic Lamp] Tan tidak dapat mencapainya.

"Dia baiiik-baiiik sajaaa. Kami telah menyingkirkan para harpie pemaaakan kambiiing."
"Kau benar. Goatsuke seharusnya melompat-lompat dengan penuh semangat di gunung sekarang."

Ketika aku berbicara dengan priest Kyura saat bertempur, sengatan listrik berjarak sangat dekat melintas.

"Oy, awas!"

Ketika aku mengeluh kepada lightning magician Sheriona, dia menunjuk ke belakangku dengan senyum manis di wajahnya.

"Geh, Wall Slime."
"Astaga, kalian berdua bukan pemula, jangan kehilangan fokus saat menjelajah."
"Aku malu pada diriku sendiri."
"Maaf."

Aku mengeluarkan molotov dari tasku dan melontarkannya ke slime, membakarnya.
Tidak mungkin satu botol ini cukup untuk membakar slime, tetapi karena slime membenci api, ia lari ke celah di dinding.

Aku benar-benar memeriksa lorong sempit sambil melewati perangkap standar dan kalajengking beracun.

"Langit-langit gantung, lubang jebakan, mengaliri lorong dengan listrik ketika kau menekan tombol, aku tidak percaya orang ini menaruh semuanya disini."
"Sepertinya perancang tempat ini suka membuat jebakan sebagai hobi."
"Bahkan ada jebakan reaksi berantai."
"Jebakan tidak seberapa. Yasaku akan melucuti mereka—"

Itu menyulitkan kau tahu.

Menurutmu seberapa berbahayanya untuk melakukan itu bahkan jika hanya salah satu saja.

"- Masalah sebenarnya adalah fasilitas magic ini masih berfungsi."
"Menurut legenda, ini seharusnya menjadi fasilitas magic ini sudah ada sejak 600 tahun yang lalu. Mempertahankan fixture magic adalah hal lain, tapi biasanya, hal-hal yang mengonsumsi mana seperti perangkap listrik seharusnya berhenti berfungsi."
"Sepeertinya, para monster menyerbu melalui ventilasi dan menjadikan teeempat ini rumah mereka."

Benar, monster yang kami temui sejauh ini semuanya slime atau musuh kecil.

"Aku merasakan kekuatan magic dari bawah."
"Tan, gunakan detection magic."
"Dimengerti."

Percaya pada intuisi Sheriona, aku bertanya pada Tan yang bisa menggunakan force magic untuk memeriksanya dengan cermat.
Jika ada seseorang yang bisa menggunakan wind magic dan space magic yang langka, mendeteksi hal-hal akan lebih mudah, tetapi dalam kasus seperti ini, force magic yang dapat digunakan untuk menarik mana tidak kalah dengan mereka.

Setelah menyelesaikan chant, Tan berkonsentrasi dengan mata tertutup.

"Ini cukup dalam."

Keringat mengalir di wajah Tan.

"Kekuatan magic yang kuat."

Tan membuka matanya dan menyeka keringat menggunakan lengan bajunya.

"Ada kemungkinan terdapat magic furnace besar yang biasanya digunakan di benteng atau kapal udara besar, atau mungkin monster yang kuat."
"Kau serius--"

Fakta bahwa reruntuhan belum mati adalah kesalahan perhitungan, tetapi dalam kasus yang terakhir, kita mungkin harus bertarung melawan monster yang luar biasa kuat.

"Apa yang harus kita lakukan, Yasaku? Kembali?"
"Anu, tentu saja kita akan melihatnya sampai akhir."

Kami tidak akan menjadi explorer, jika kami berbalik dan melarikan diri dari sini.
Orang-orang seperti itu akan membeli tanah pertanian dan budak dengan uang dari menjelajahi labirin, dan menjalani kehidupan mereka dengan mudah dan nyaman.

"Umu, ayo pergi. Menuju sesuatu yang tidak diketahui."

Tan berbicara tanpa antusias.
Itu tidak terdengar seperti sarkasme ketika seorang pria dengan wajah baik mengatakannya, luar biasa.

"Laluuu, ayoo pergiii. Sherii, jalannya ke arah manaaa?"
"Lewat sana."

Kami pergi ke tempat kekuatan magic yang dirasakan Sheriona.

"Luas, apakah tempat gelap itu lubang perangkap?"

Sambil bergumam, aku menyalakan obor yang aku ambil dari pinggangku dan melemparkannya ke kegelapan.
Obor itu melengkung, melambung ke lantai sekali dan jatuh ke kegelapan yang dalam.

"Sepertinya cukup dalam. Apakah talinya cukup panjang?"
"Sepertinya kita tidak membutuhkannya."
"Yasaku, lihat itu."

Sheriona dan Tan menunjuk ke langit-langit, ke arah benda yang mirip lift.

Kami menciptakan pijakan untuk mencapai lift menggunakan force magic [Cube] Tan, tetapi untuk beberapa alasan aku harus merangkak ke arah lift di sepanjang pijakan itu.
Ya ampun, orang-orang ini benar-benar kasar dengan pemimpin mereka.

Tuas lift agak berkarat, tetapi aku berhasil membuatnya bekerja dengan memasukkan sedikit tenaga ke dalamnya.
Aku menurunkan lift ke tempat teman-temanku menunggu dan turun sambil bergiliran mengoperasikan tuas pegangan.

"Sudah jelas sekarang kita di sini."
"Ya, bahkan aku tahu ini. Getaran ini pastilah magic furnace."

Lantai terendah memiliki tiga lorong, kami memasuki salah satunya.

Bagian ini juga penuh dengan jebakan seperti yang ada di atas. Kami terus maju dengan kesulitan yang sama seperti sebelumnya.
Karena itu merepotkan, kecuali perangkap yang diaktifkan sendiri, aku hanya memberi tanda pada tempat-tempat yang menjadi saklar untuk perangkap itu sementara kami melewati mereka.

Ada beberapa ruangan di sepanjang jalan, tetapi bahkan tidak ada sedikit pun harta karun.
Kami tiba di depan sebuah pintu besar tak lama kemudian.

"Sudah waktunya untuk sesuatu muncul."
"Ya, jangan lengah."

Seperti yang sudah kami duga, ada magic furnace yang berfungsi di depan.
Dinding di satu sisi telah rusak, memperlihatkan bebatuan dengan warna yang sama dengan batu lembah.

Sepertinya tidak ada monster kuat yang kita takuti.

"Aneh."
"Ya--"

Kami mengangguk pada kata Sheriona saat kami melihat ke magic furnace yang berdengung.
Magic furnace di sini adalah jenis yang memiliki output sangat tinggi.

Tidak apa-apa.

Karena mayoritas magic furnace adalah dari jenis ini.
Namun, untuk mempertahankan tungku jenis ini, perlu diberi sejumlah besar magic stone.

Bahkan jika ia memiliki penyimpanan magic stone dan fungsi pemuatan otomatis, itu bukan sesuatu yang cocok dengan tempat terpencil yang cukup tua untuk disebut reruntuhan.

"Tampaknya baru-baru ini saja di hidupkan kembali."

Sheriona melaporkan setelah memeriksa bagian belakang instalasi.
Tempat penyimpanan magic stone yang terhubung ke instalasi pemuatan otomatis sangat besar, skala saat ini tampaknya cukup untuk mengoperasikan furnace selama sekitar tiga bulan.

Selain itu, sepertinya ada tangga yang tersembunyi di belakangnya.
Mungkin menghubungkan ke lantai tempat kami menemukan lift.

"Kalau begitu kurasa harta itu telah diambil ..."
"Aku tidak begitu yakin tentang itu."

Sheriona berbicara penuh percaya diri untuk menjawab diriku yang bersedih.
Dia memberi tahuku jawabannya ketika aku melihatnya.

"Magic stone akan diambil jika itu masalahnya."
"Beeenar, magic stone sebanyaaak itu akan menghasilkan banyak uang."

Priest Kyura setuju dengan Sheriona.

Setelah istirahat, kami memilih jalan kedua.
Kali ini arah dengan konsentrasi mana yang terendah.

"Ini jalan buntu ya."
"Ya, aku bisa melihatnya."

Hanya ada puing-puing dan rongsokan yang tergeletak di dalam ruangan besar mirip gudang.
Menilai dari pondasi yang diabaikan, ini mungkin merupakan pelabuhan untuk kapal udara besar.

Gerbang pelabuhan di langit-langit ditumbuhi dengan hal-hal seperti cabang pohon, meninggalkan kesan bahwa itu tidak dibuka untuk waktu yang lama.
Ada pintu untuk pengangkutan barang di sebelah kanan, tapi itu melengkung dan tidak bisa dibuka, dan lorong yang terlihat dari celah di atasnya terkubur dengan bebatuan dan pasir.

"Tidak bagus. Ayo pergi ke lorong berikutnya."
"Ya."

Aku memanggil teman-temanku sambil menyeka karat di tanganku.

Dilihat dari arahnya, bahwa pintu pengangkutan barang seharusnya terhubung ke lorong terakhir.


Dan di lorong terakhir.

Ada daerah perumahan di luar itu, dengan penduduk asli yang brutal menunggu.

"Kyura!"
"■■ Purification (Turn Undead)!"

Para Wraith di dalam ruangan menerima holy magic dari priest Kyura yang memegang simbol suci, dan mereka dimurnikan.
Ketika Kyura yang melakukannya, intonasinya terdengar lamban [Tuurn, undeeead].

Tidak dapat dipercaya magicnya masih bisa bekerja.

Kami telah mencari lebih dari 30 ruangan, tetapi masing-masing ruangan itu dipenuhi undead.
Satu hal yang sama-sama mereka miliki adalah pakaian lama yang mereka kenakan, kebanyakan dari mereka adalah Skeleton, Ghosts, Wights, Wraiths, dan Mummies.

"Aku kehabisaaan manaaa."
"... ■■ << Chain Lightning >>"

Magic serangan Sheriona menghancurkan kerumunan Wight di lorong itu.
Magic force Tan tidak cocok untuk melawan mayat hidup, jadi dia memilih untuk memotongnya menggunakan magic sword yang dilapisi magic edge.

"Yasakuu, ada potiooon yang tersisaaa?"
"Aku punya satu mana recovery potion."

Aku menyerahkan potion mana recovery terakhir padanya.
Aku juga kehabisan mana, tapi holy magic Kyura adalah prioritas utama kami untuk melewati sarang undead ini.

Setelah itu, kami melewati 12 ruangan, dan tiba di aula dengan pintu besar tepat ketika kami berempat kehabisan mana recovery potion.

"Pintu berteriak bahwa master reruntuhan sedang menunggu di dalam."
"Ya, benar."

Aku melihat wajah temanku satu per satu.

Ekspresi yang bagus ada di sana.
Tidak ada yang berpikir untuk mundur di sini.

"Ayo! Bantu aku, Tan."

Tan dan aku mendorong pintu besar itu.


"--Disini."

Benda itu ada di dalam tempat yang bahkan lebih luas dari gudang sebelumnya.

"Yang berada didalam legenda ...."

Suara Tan yang biasanya terdengar seenaknya sendiri terdengar bergetar.

"Holy Living Armor."

Sheriona bergumam sambil tampak tercengang.
Itu terlihat sama dengan patung Leluhur Raja-sama di alun-alun Royal Capital.

"Ini besaaar."

Kyura berbicara seperti biasa.
Gadis ini mungkin benar-benar orang penting.

"Ah, ini benar-benar besar bukan."

Ini 10 kali lebih besar dariku, tiga kali lebih besar dari golem raksasa kerajaan.
Dalam legenda Raja Leluhur-sama, itu kadang-kadang digambarkan hanya dua kali lebih besar dariku, dan kadang-kadang menjulang tinggi di atas kepala Heavenly Dragon yang sangat besar ketika memerintahkan pasukan, memutuskan mana yang benar adalah sumber perdebatan di antara para sarjana , tetapi tampaknya perselisihan akan berakhir sekarang.

"Aku ingin tahu apakah magic furnace sebelumnya adalah untuk hal itu?"
"Ya, kau mungkin benar."

Holy Living Armor dikelilingi oleh body logam, pipa berdenyut dibalut dengan cahaya mana yang berasal dari langit-langit melekat pada Holy Living Armor.

Suara acuh tak acuh Kyura mencapai telingaku.

"Itu, aneeeeh."

Kyura menatap ruang di sisi kanan Holy Living Armor.

"Ya, ruang apa itu?"
"Itu aneh."

Seperti yang dikatakan Tan dan Sheriona, ada ruang kosong tempat Holy Living Armor lainnya bisa diletakkan.
Seolah-olah ada Holy Living Armor lain di tempat itu.

"Nah, apa yang harus dilakukan, Yasaku?"
"Yah, sepertinya kita tidak punya pilihan--"

Aku melihat sekeliling untuk menjawab Tan.

Gudang pemeliharaan besar ini menempati empat lantai bawah tanah, dan saat ini kami berada di lantai tiga.
Tentu saja, Holy Living Armor itu ada di lantai pertama terendah.

Aku melihat sekeliling dan menemukan tonjolan yang mencurigakan di lantai dua.

"Tan, bukankah menurutmu perangkat magic di sana terlihat mencurigakan?"
"Kau benar. Sepertinya itu meminta untuk di utak-atik."

Ada bola lampu mengambang, panel kontrol dan kursi mengelilinginya.
Untungnya, tidak ada seorang pun di sini.

"Sepertinya kita bisa ke sana. Ayo kita lihat."

Kami menuruni tangga perawatan menuju lantai bawah.

"Jangan berlama-lama dan turun kesini."
"Hei! Jangan lihat ke atas!"
"Jangan bicara seperti gadis, kau!"
"Tidak peduli seberapa tuaaa mereka, wanita semuanyaa adalah gadis kau tahuuuu."
"Jangan bicara seperti aku sudah tua!"

Kami mungkin terlalu ceroboh.
Dengan suara berisik, lantai di lorong di antara kami dan panel kontrol terkelupas dan terbentuk menjadi golem bersiku-siku seperti kepiting.

"Apa-apaan itu!"
"Buku sejarah menyatakan bahwa Holy Living Armor memerintahkan banyak golem."
"Kenapa kau begitu tenang."

Saat kami bercanda, jumlah golem terus meningkat.

"K-Kembali! Ini akan menjadi neraka jika kita bertarung dengan puluhan golem yang terus bertambah."

Pantat besar Sheriona menghalangi ketika aku mencoba memanjat tangga.
Kita harus berhasil memanjat tangga sampai akhir karena force magic Tan Flexible Shield mencegah para golem memanjatnya.

"Tunggu, jangan menyentuh pantatku."
"Bodoh! Sekarang bukan waktunya untuk itu!"

Aku menyerah mendorongnya dari belakang dan memutuskan untuk mendukung Tan dengan Blue Magic Bow.

"Tan, buat lubang di Flexible Shield - <<DISTURB>> Blue Magic Bow!"

Sementara bergema seperti bersiul, panah yang diluncurkan dari Blue Magic Bow membelah golem.
Golem yang yang mana-nya terganggu dari dalam tubuhnya mulai berkedut, bergetar, dan jatuh dari tangga.

"Haha, syukurlah mereka adalah monster tipe buatan."
"Yasaku, ayo memanjat selagi kita bisa."
"Tentu saja."

Itu hanya bisa memberi kami waktu, tetapi itu memberi kami cukup waktu untuk melarikan diri dari tangga tempat kami tidak bisa bertarung dengan bebas.


"Yasaku, mereka menyusul!"
"Ya ampun, bajingan yang keras kepala."

Mereka menyusul kami ketika kami melewati daerah perumahan undead.
Untuk beberapa alasan, lift tidak bisa digunakan untuk naik, jadi kami pergi ke ruang magic furnace untuk menggunakan tangga tersembunyi.

"Haaa, haaa, aku tidak bisa."
"Aku juga, aku tidak bisa lagi."

Mengesampingkan aku dan Tan, Sheriona si magician dan priest Kyura kehabisan nafas.
Jika ini terus berlanjut, mereka tidak akan bisa menggunakan magic saat golem mengejar ketertinggalan.

Suatu hal yang menarik perhatianku pada saat itu.

"--Yasaku?"
"Pergilah duluan!"

Aku mendesak teman-temanku untuk terus maju dan menatap floorboard golem yang berdenting.

"Rasakan ini, sialan!"

Aku menekan [Mark of Trap] di dinding.
Langit-langit yang jatuh menghancurkan para golem.

"Hmph, jangan meremehkan kebijaksanaan manu--sia?"

Langit-langit tebal yang menghantam floorboard golem menjadi bergetar.
Sepertinya mereka belum rusak bahkan setelah tertimpa.

"Sialan!"

Selain itu, gelombang kedua golem kayu datang dari lorong.

"Cya!"

Aku menembakkan panah Blue Magic Bow di lorong dan mengejar teman-temanku.

"Yasaku! Disini!"

Aku bisa mendengar suara mereka dari atas ruang magic furnace.
Mereka melambaikan tangan di depan pintu tersembunyi di atas tangga.

Sepertinya mereka menungguku di atas tangga.

Aku melompat ke tangga berkarat saat aku mati-matian lari dari floorboard golem.

--Geh.

Tangga itu retak dan pecah tepat di depan mataku.
Dengan putus asa aku memanjat ketika tangga jatuh dan menembakkan kawat di tanganku ke tangga yang tersisa di dinding.

"Yeaaah!"

Kawat itu dengan indah terikat di tangga dinding ketika tangga yang jatuh menghantam golem yang menggeliat di bawah.
Aku seorang pria yang dapat melakukannya pada saat yang dibutuhkan.

"Yasaku, cepatlah!"

Aku melihat ke belakang seperti yang diminta oleh Tan dan melihat golem naik dengan menggunakan diri mereka sebagai pijakan.
Aku dengan panik menggerakkan anggota tubuhku untuk menaiki tangga.

"Ini buruk, mereka akan mengejar kita pada tingkat ini."
"Tidak bisakah kau mengunci pintu dengan force  magicmu, Tan?"
"Ide buruk. Mereka hanya akan menghancurkan dinding dengan jumlah mereka."
"Oooh tidaaaak."

Aku melihat-lihat sekeliling ruang magic furnace.
Selama Kau tidak menyerah, hal yang diperlukan untuk membalikkan situasi ada di mana-mana.

"Sheri, bagaimana kalau membuat magic furnace itu meledak dengan magicmu?
"Kita akan mati juga jika kita melakukan itu."
"Bagaimana jika kita menggunakan magic Tan untuk menjepit pintu yang tersembunyi?"
"Tidak akan sampai tepat waktu."

Kemudian, kita harus menggunakan sesuatu untuk memicu ledakan - itu dia!

"Sheri tembak magicmu di batu!"
"Roock?"
"Yasaku?"

Sepertinya bahkan orang yang cerdik tidak bisa menyadarinya.

"Batuan ini sama dengan batu lembah."
"Aku mengerti! Mudah terbakar!"
"Yasakuu, kau tidak seperti biasaaanya, pintaaar."
"Jadi kalian menganggap diriku seperti apa biasanya!"

Setelah menyadarinya, Sheriona melakukan chant magic serangan, Tan juga melakukan chant force magic dan tetap siaga.

"... ■■ << Chain Lightning >>"

Petir seperti ular menerkam ke arah batu.
Dengan percikan kecil, ruang magic furnace diisi dengan cahaya dan suara menderu.

Aku segera menutup pintu tersembunyi dan Tan menguncinya dengan magic Fixture.
Selain itu, priest Kyura memperkuat pintu tersembunyi dengan magic pertahanan yang kuat.

Suara gemetar dan getaran yang mendera menyerang kami.
Debu memenuhi langit-langit, suara-suara berderit bergema dari sambungan lorong.

Suara menderu terus berlanjut, dan tepat ketika langit-langit tampak seperti mereka akan jatuh, keheningan akhirnya datang.
Kami tidak bisa menyentuh pintu yang tersembunyi karena panas, jadi kami menuju lorong yang tersembunyi dan kembali ke lantai pertama.

Kami mengirim golem merpati ke Marquis Kelten untuk melaporkan temuan reruntuhan kami, dan menunggu sampai pagi berikutnya untuk memulihkan mana, setelah itu, kami masuk ke dalam reruntuhan sekali lagi.


"Menakjuuubkaaan."
"Itu tumpukan puing-puing."

Karena lift mogok, kami mencari jalan lain dan sampai ke lantai paling bawah.
Sama seperti magician Sheriona, dan priest Kyura, lorong bawah tanah itu dipenuhi puing-puing golem, tidak ada tempat untuk menginjakkan kaki.
Ada beberapa golem yang memiliki sedikit kerusakan di antara mereka, jadi Tan dan aku mematahkan anggota tubuh mereka untuk berjaga-jaga.

"Sepertinya sudah aman."
"Sepertinya begitu."

Kami kembali ke ruang Holy Living Armor dan pergi ke tempat unit kontrol berada, sepertinya tidak akan ada lagi golem yang muncul.
Karena magic furnace dihancurkan, Holy Living Armor dan fungsi pertahanan otomatis gudang mungkin telah dihentikan.

"Jadi, bagaimana kita akan membawa Holy Living Armor?"

Sheriona menunjuk ke langit-langit.

"Sepertinya langit-langit bisa dibuka."
"Bagaimana?"
"Bukankah itu bekerja oleh mana yang dipasok dari magic furnace?"

--Ah.

Aku memperhatikannya dari jawaban itu.
Kami harus menghancurkan magic furnace untuk menghilangkan floorboard golem.

"...Sekakmat."

Kami tidak punya pilihan selain melapor ke Marquis Kelten dan memintanya untuk mengangkut benda ini.
Kami kembali ke atas tanah untuk mengirim golem merpati cadangan.

"Meeee"

Goatsuke yang sedang makan rumput dengan orang tuanya di atas tebing terdengar senang ketika dia melihatku.
Goatsuke dan orang tuanya tiba-tiba menatap ke langit.

Terpikat oleh mereka, aku juga melihat ke atas, beberapa sinar matahari yang indah menembus awan tebal.

"Aku ingin tahu suara apa ini?"
"Kedengarannya sangaat indaaah."
"Dari mana asalnya?"

Kami mendengar suara bel mistis di antara awan.

<<< PERHATIAN >>>

Suara yang sangat kuat jatuh dari langit.
Secara naluriah aku berlutut dan menundukkan kepala.

Sepertinya bukan hanya aku, teman-temanku juga melakukan hal yang sama.

Aku mendengarkan dengan seksama suara yang jatuh dari langit.
Itu adalah suara dewa, memberi tahu orang-orang tentang Hukuman Ilahi.

"Sepertinya zaman kekacauan ada pada kita."
"Ya, sepertinya begitu."
"Jika itu kiiiiitaa, tidak peduli dimaaanaapuun, tidak peduli uuusiaaa beraaapaapuun, kita akan baaaik-baaaik saaajaa."

Sepertinya mimpi menghabiskan hari-hari dengan mudah dan nyaman di ibukota karena telah menemukan peninggalan Raja Leluhur-sama harus ditunda.

Sungguh--.

"Sialan."

Aku bergumam dan melepaskan golem merpati kedua ke langit.


【Kemunculan Yasaku】
Chapter 4-Intermission 1:  Percakapan Antara Seorang Master dan Pengikutnya 
Chapter 8-19. Pertempuran di Arena
Chapter 9-Intermission 2: Kemalangan Di Puta Town [Latter Part] 
Chapter 12-22. Kekacauan Royal Capital


Note :
Hehe, akhirnya vol 15 selesai :'v dan sebentar lagi bisa nyusul ongoing, yeey. Dan ada kabar gembira nih hehe, keluarga isekaichan bertambah lagi :3 hehe. Ada mimin baru yang bergabung xD. Dia bertugas jadi editor project desumachi dan spice & wolf, jadi mimin Isekai-Chan bisa fokus ke translate :'v. Bersyukurlah kalian semua, chapter desumachi bisa jadi lebih bagus kayak chapter ini. Dan dia adalah mimin conscript~ Silahkan perkenalannya ya~

[Perkenalin gue conscript tentara kacung paling murah di ra2 kalo lo-lo pada inget. Udah gitu aja.]



TL: Isekai-Chan
EDITOR: Conscript

Jumat, 08 Maret 2019

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 15-Intermission 9: Hari Dimana Hukuman Ilahi Terjadi, Garis Depan

Chapter 15-Intermission 9: Hari Dimana Hukuman Ilahi Terjadi, Garis Depan


"Kapten! Ada seseorang di hutan dekat sini!"
"Hm? Apakah dia belum mengungsi?"

Aku melihat melalui Pipa Teropong setelah mendengar laporan bawahanku.
Benar juga, aku bisa melihat gadis lizardkin dan catkin di semak belukar dekat hutan.

Mereka mungkin tidak mendengar tentang perintah evakuasi karena mereka tinggal jauh di dalam gunung.

Aku mengangguk sekali dan melihat sekeliling.
Sepertinya tidak ada orang lain.

"Tidak ada pilihan, mari kita tolong mereka."
"Ya, Pak! Bawa dua kuda tambahan."

Ajudan memberi perintah mengikuti keinginanku.
Empat penunggang kuda menuruni bukit, menuju ke hutan.

"Haa, Seventh Knight Company yang mulia menjaga anak-anak yang hilang."
"Hati-hati dengan mulutmu. Ini perintah dari kerajaan, kau tahu."

Setelah menerima pemberitahuan tentang Hukuman Ilahi, kami, Seventh Knight Company Kerajaan telah berkemah di pegunungan selatan.
Untuk mengevakuasi penduduk kerajaan dan menahan Serbuan monster di sini.

『Liza, orang-orang ksatria datang ~?』
『Tampaknya begitu.』

Dari kejauhan, gadis lizardkin dan catkin berhenti memetik rumput dan memandang kami.
Mereka mengatakan sesuatu tetapi kami tidak bisa mendengar mereka dari jarak ini.

Mereka mungkin ketakutan dari penampilan tiba-tiba para ksatria bersenjata lengkap.

"Kau pasti orang-orang dari desa terdekat. Atas perintah Kerajaan, penduduknya harus mengungsi ke kota terdekat. Kalian berdua juga harus mengungsi, namun kita tidak bisa mengirim penjaga hanya untuk mengantarmu ke bawah. Tunggu di perkemahan sampai kereta tentara pergi ke kota. "

Aku memberi tahu info yang diperlukan kepada para gadis yang tidak bisa mengatakan apa pun karena terkejut.
Aku tidak tahu berapa banyak orang yang tidak tahu diberitahu, tetapi kita tidak bisa membawanya pergi seperti penjahat tanpa memberi tahu mereka apa pun.

"Perkemahan?"
"Ada di dekat sana."

Aku menunjuk ke sebuah jalan gunung dengan benteng untuk menunjukkan kepada gadis lizardkin itu.

"Jika kita pergi sekarang, kita seharusnya tiba pada waktu yang tepat untuk makan."
"Daging ~?"
"Benar, hari ini kita makan daging."
"Oh, bagus ~?"
"Hahaha, kau akan mendapatkan bagianmu juga, makan dan tumbuh besar."
"Ya!"

Aku mendengar bawahanku berbicara dengan anak catkin.

Aku melihat anak itu melompat kegirangan ketika dia mendengar tentang sup daging.
Dia pasti sangat senang dengan dagingnya.

Jika mereka tinggal jauh di gunung, aku yakin mereka tidak pernah makan daging kecuali sesepuh desa mereka berbagi dari hasil berburu. Aku benar-benar mengerti kegembiraan anak itu.

"Jadi, apa yang kalian lakukan di hutan?"
"Master meminta kami untuk mengambil beberapa ramuan obat."

Master?
Apakah para gadis ini budak?

Namun, mereka mengenakan pakaian bagus untuk budak.
Karena mungkin tidak ada seorang pun yang cukup eksentrik untuk memiliki lizardkin sebagai budak cinta, gadis-gadis ini seharusnya menjadi semacam budak yang dibebaskan.
Ada banyak kasus budak yang dibebaskan memanggil mantan master mereka, "Master", di bagian utara kerajaan.

"Sepertinya kau belum terlalu berhasil dalam mengumpulkannya, bagaimanapun, kami tidak bisa membiarkanmu kembali ke hutan sekarang."
"Aku mengerti."

Gadis lizardkin itu mengangguk dengan enggan.
Menilai dari tas kecil mereka, mereka pasti belum mengumpulkan terlalu banyak.


"Apa ini? Apakah kau menculik anak-anak demi-human?"

Aku mendengar suara sarkastik ketika kami memasuki gerbang benteng.
Empat pria mengenakan armor putih.

Jika seseorang yang mengatakan itu adalah anggota Ksatria, aku akan menjatuhkan tinjuan pada mereka, tapi aku tidak bisa melakukan itu terhadap orang-orang ini.

Lagipula--.

"Calon Shiga Eight Sword-sama memiliki imajinasi cukup menarik."

Ekspresi mereka berubah suram ketika aku menekankan bagian calon.
Untuk mengisi kursi yang kosong, aku mendengar mereka menjadi calon untuk Shiga Eight Swords di antara empat kandidat.
Rumor paling panas mengatakan bahwa kursi-kursi itu akan segera terisi begitu Viscount Pendragon dan teman-temannya yang meramaikan royal capital tempo hari kembali.

Itu sebabnya orang-orang ini pergi ke garis depan yang berbahaya ini untuk memperlihatkan perbuatan baik mereka.

Karena mereka saat ini hanya pernah bertarung dengan serigala, mereka pasti resah sekarang.

"Kau pergi untuk pengintaian, kan? Apakah kau bertemu monster?"
"Tidak, tidak ada monster di sekitar hutan, seolah-olah seseorang pergi dan membantai mereka."
"Hmph, kau tidak berguna."

Calon Shiga Eight Swords kembali ke benteng setelah meninggalkan garis yang menjengkelkan.

"Tetapi--"

Meskipun aku pernah mendengar bahwa monster di sekitar area ini dimusnahkan setahun sekali, ini adalah pertama kalinya monsternya berkurang seperti ini.

"—Apakah ada yang salah?"

Gadis lizardkin dan catkin mengalihkan pandangan mereka sambil terlihat canggung.

"Tidak, tidak apa-apa."
"Uy uy ~. Tama tidak tahu siapa yang berburu berlebihan ~?"
"Tama."

Dimarahi oleh gadis lizardkin, gadis catkin membuat gerakan tangan aneh di bibirnya.
Mungkin semacam daya tarik yang diwariskan di daerah ini.

Tepat setelah itu, perut gadis itu menggeram dan kami pergi ke halaman tempat ruang makan terbuka dengan senyuman di wajah kami.


"Sekarang, cobalah rebusan campuran Seventh Knight Company."
"Wa ~ y?"
"Terima kasih."

Mereka sudah mulai membagikan makanan di perkemahan persis seperti yang aku duga.
Karena bagian dalam benteng sempit, kami, para ksatria telah mengatur meja di halaman.

"Geh, daging hari ini adalah wyvern ya ..."

Aku minta maaf karena telah memberikan harapan berlebihan kepada gadis demi-human, tetapi rebusan hari ini jarang keluar beberapa hari terakhir.
Koki kepala Kozun dari benteng ini adalah koki yang cukup terampil, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan dengan daging wyvern yang sangat keras.

"Enaknya ~"
"Ini lezat."

Aku mendengar suara-suara itu di dekatnya.
Aku pikir mereka tidak enak kepada kami, tetapi aku menyadari bahwa mereka jujur ketika aku melihat ekspresi mereka.

Sepertinya mereka punya kebiasaan makan yang begitu mengerikan sehingga bahkan daging berotot yang keras ini terasa enak bagi mereka.

"Oy oy, kau serius."
"Daging bau ini, lezat?"
"Keras bagus ~?"
"Sudah disiapkan dengan cukup teliti. Orang yang memasak ini pasti membuatnya dengan segenap kemampuannya."

Gadis lizardkin berbicara seperti dia bukan budak yang dibebaskan.

"Hou, gadis-gadis yang dibawa oleh Patroli Ketiga mengatakan beberapa hal baik."
"Ge geh, pak tua Kozun."

Kepala koki Kozun muncul.
Sepertinya dia berkeliaran di halaman setelah dia selesai memasak.

"Siapa yang kau sebut orang tua. Bocah."
"Tapi kau tahu, tidak peduli seberapa bagusnya daging itu dimasak, aromanya benar-benar buruk."
"Cobalah memakannya bersama daun herbal ini. Ini akan melemahkan baunya."
"Ha? Memakan rumput seperti itu - geh, ini sungguhan."
"Sungguh - wa, ooh."

Aku mencoba daun herbal yang aku dapatkan dari gadis lizardkin.

--Itu benar.

Sebagai seseorang yang tumbuh di rumah yang pandai mencicipi makanan, aku tidak bisa mengatakan bahwa ini enak, namun, baunya jauh lebih baik sekarang.
Sekarang ini bukan sesuatu yang tidak bisa dimakan.

"Tapi, kau tahu, wyvern masih tetap wyvern."

Salah satu bawahanku berkata tidak perlu.
Bahkan jika itu benar, Kau seharusnya tidak mengatakannya di sini.

"Kalau begitu, pergi dan buru binatang atau monster yang lebih baik lain kali."
"Aku akan mengambilkannya untukmu jika ada babi hutan liar."

Seseorang bereaksi terhadap percakapan antara kepala koki Kozun dan bawahanku.
Gadis lizardkin dan catkin.

"Tidak ada babi hutan ~?"
"Benar, aku melihat Serpent Dragon (Naga) terbang di sekitar, meskipun agak jauh. Itu lezat."
"Naga? Jika mirip ular, itu seharusnya enak dibuat menjadi gado-gado atau rebusan."
"Mereka lebih enak dipanggang daripada direbus. Ususnya beracun, harap berhati-hati."
"Hou, kau tahu barang-barang bagus. Apakah kau sering memakannya?"
"T-tidak terlalu sering."

Oy, tunggu.
Tunggu sebentar.

Dia melihat Naga?

"Naga ya ~, mungkin rasanya mirip seperti『 Feathered Serpent (Kukulcan)』legendaris."
"Enak ~?"
"Apakah itu lezat?"
"Menurut sebuah dongeng kuno, itu sangat lezat sehingga para dragon bertarung untuk memperebutkannya dan menenggelamkan sebuah benua."
"Oh, ya ampun ~?"
"Kedengarannya menjanjikan."

Bodoh, jika Feathered Serpent (Kukulcan) benar-benar keluar, kita semua akan terbunuh dalam sekejap.

Tidak bukan itu.
Sekarang bukan waktunya untuk membalasnya.

"Oy, kalian berdua. Kapan kalian melihat Naga itu?"
"Pagi ini ~?"
"Dari puncak gunung, kami melihat mereka bertiga di gunung di sisi laut."
"Aku kagum kau bisa melihat mereka."
"Kami memiliki Pipa Teropong."

Maka itu bisa dimengerti.
Aku mengucapkan terima kasih kepada para gadis dan pergi ke komandan untuk melaporkannya.
Aku tidak tahu pembicaraan seperti apa yang diadakan antara komandan benteng, tetapi setelah beberapa saat, seorang pengintai birdman terbang ke langit timur.


"Gale Wolves telah keluar dari hutan!"

Seorang tentara di menara pengawal berteriak keras.

"Monster-monster itu akhirnya datang!"
"Naikkan gerbangnya! Kita akan menghabisinya!"
"Tunggu. Perintah kami adalah untuk mengusir monster dari benteng--"
"Oh, diamlah. Apa gunanya seorang kesatria yang bersembunyi di benteng."

Ketika para prajurit sibuk mencoba menjaga benteng, kandidat Shiga Eight Swords yang tidak bisa membaca situasi membuat keributan, menuntut agar gerbang dibuka.
Tampaknya, komandan benteng bermaksud mengusir gangguan ini, ketika para kandidat berangkat bersama dengan para holy knight yang menyertai mereka.

"Bahkan jika mereka memiliki kepribadian busuk, skill mereka dengan pedang bisa diandalkan."

Cahaya kuat dari Magic Edge yang muncul dari pedang para kandidat dapat dilihat bahkan dari sini.
Mereka dengan terampil memotong Gale Wolves yang lebih cepat daripada kuda.

"Ini berbahaya ~?"
"Ya, berbahaya bertarung di ruang terbuka ketika monster bisa datang dari langit."
"--Langit?"
"Di sana ~?"

Aku melihat bentuk samar-samar, sesuatu yang mengepakkan sayap.
Itu si birdkin yang dikirim untuk pengintaian.

"Diantara awan."

Gadis lizardkin itu menunjuk ke atas, aku melihat ke atas dan melihat bayangan hitam tipis dengan awan sebagai latar belakangnya.

Pengawas di menara pengintai mungkin menemukannya juga.
Dia dengan cepat membunyikan bel alarm, magic furnace benteng menggeram.

Dinding magic transparan menutupi benteng itu tak lama kemudian.

『Aye aye Sir ~』
『Ya aku mengerti. Kami akan mengkonfirmasinya. 』

Aku samar-samar mendengar suara gadis-gadis catkin dan lizardkin di antara bel alarm.
Kalau dipikir-pikir, aku lupa untuk mengevakuasi gadis-gadis itu.

"Tempat ini akan penuh bahaya. Evakuasi ke bawah tanah sementara kita masih punya waktu sekarang."
"Aye ~?"
"Semoga berhasil--"

Setelah kami memastikan bahwa gadis-gadis catkin dan lizardkin telah pergi, kami memulai persiapan untuk mencegat Naga.


"Magic Cannons, tembak yang pertama dan yang ketiga."
"Magic Cannon Pertama, tembak!"
"Magic Cannon Ketiga, tembak!"

Kedua Magic Cannon itu menembus Naga yang sedang mendekati benteng.
Menurut personel yang memiliki Appraisal, mereka tampaknya adalah monster level 10 yang lemah, tetapi karena mereka bisa memuntahkan api seperti naga, mereka bisa membakar kita sepenuhnya di atas dinding magic benteng jika kita ceroboh.

"Tidak ada akhir untuk ini."

Kami telah membunuh lebih dari 30 Naga, tetapi lebih banyak dari mereka masih datang.
Kami berhasil entah bagaimana karena serbuan monster yang keluar dari sisi lain gunung berhenti tiba-tiba, tetapi jika ini terus berlanjut, bisa berbahaya.

"Perhatian, semua anggota! Magic furnace sudah mendekati batasnya. Jangan sia-siakan bola meriam! Gunakan Ballista dan Busur!"

Asap dari warna yang tampak berbahaya keluar dari cerobong asap yang mengarah ke Magic Furnace.
Sepertinya sudah mendekati batasnya.

"Geh, Calon Shiga Eight Sword-sama itu akan kembali."

Aku pikir mereka kembali untuk membantu kami, tetapi sebaliknya mereka dikejar oleh sekitar 100 Gale Wolves dan Hopping Bears, dan bahkan monster berbahaya seperti Rock Guns dan Bombardment Frogs jauh di belakang mereka.

"Aku sudah muak dengan ini."
"Aku setuju."

Kami akan terhindar dari masalah di masa depan jika mereka terbunuh saat pengejaran, tetapi orang-orang seperti mereka cenderung rakus yang melekat pada hidup mereka dan bertahan hidup.

"Buka gerbangnya! Buka gerbangnya !!"

Tidak ada yang mencoba untuk membuka gerbang, meskipun mendengar teriakan kandidat Shiga Eight Swords dari luar.

Membuka dan menutup gerbang membutuhkan waktu.
Kita tidak bisa mengekspos seluruh benteng dengan risiko kehancuran untuk menyelamatkannya.

Kami akan meminta dia untuk melawan monster seperti bawahan Holy knight yang meninggal sebelumnya.

"Tutup telingamu ~?"

Aku mendengar suara gadis catkin dengan jelas di telingaku.
Aku melihat sekeliling, berpikir bahwa dia mungkin telah pergi keluar dari tempat penampungan karena takut, tetapi hanya ada tentara di sekitar.

"Itu datang ~?"

Aku punya firasat buruk tentang itu dan menutup telingaku dengan kedua tanganku.
Tepat setelah itu, tubuhku terasa seperti dipukuli habis-habisan.

Tentara yang gagal menutup telinga mereka menggeliat-geliat di tanah.

Ini buruk, kita harus mencegat monster bahkan jika kita satu-satunya yang tersisa!
Aku menyelinap ke kursi magic arrow dan mencari musuh.

"Apa yang sedang terjadi?"

Tidak ada monster, bahkan tidak ada satupun?

"Fie, fie, fie ~?"

Aku mengejar suara riang yang samar-samar dan mengalihkan pandanganku ke sana.
Sebuah bola berwarna keemasan melompat-lompat di antara monster yang merangkak di tanah, menghabisi mereka satu demi satu.

Aku tahu itu.
Itu Golden knight yang muncul di Royal capital selama serangan greater demon.

Golden knight, pelayan Hero Nanashi, datang untuk menyelamatkan!

"Sekarang waktunya, bawa idiot di depan gerbang masuk!"

Atas perintah komandan benteng, gerbang terbuka dan kandidat Shiga Eight Sword masuk.

『Percepat. Yang besar akan datang. 』
『Aye ~? Bunshin no Jutsu ~? 』

Bola emas - Golden knight kecil terbelah menjadi banyak, dan menghabisi monster sekaligus.
Golden knight yang sedikit lebih tinggi sedang melihat ke puncak gunung selatan dengan tombak putih di tangan mereka.

Sangat besar
Cukup besar sehingga Kau bisa melihatnya dengan mata telanjang bahkan dari sini.

Itu terlalu besar untuk Naga.
Apalagi memiliki dua kepala.

『Berbahagialah, Pink. Itu adalah 『Feathered Serpent (Kukulcan)』. 』
『Luar Biasa ~』

Golden knight kecil berwarna pink sedang menari dan melompat kegirangan dengan benda seperti kipas lipat di tangan mereka.
Jangan bilang, mereka akan bertarung melawan monster legendaris itu hanya dengan mereka berdua?

『Aku tidak berpikir kita tidak bisa mengalahkannya, tetapi kita harus berhati-hati untuk tidak melukainya dan merusak dagingnya.』
『Aye!』
『Sangat menyakitkan bagiku untuk melakukan ini, tetapi mari kita memanggil Master.』

Aku mendengar suara-suara itu.
Saat berikutnya, sebuah pintu terbuka di samping Golden knight, dan seseorang berjubah putih dengan rambut ungu muncul.

Itu--

"" "HERO NANASHI!" ""

Hero Nanashi balas melambai pada sorak-sorai dari benteng dan kemudian dia pergi ke arah musuh besar bersama dengan dua pelayannya.

Bahkan tidak ada setitik kecemasan atau ketakutan yang mengalir darinya.
Sungguh seperti hero.

"Hero-sama."
"Jangan kalah."

Para prajurit dan ksatria di dalam benteng menatap punggung Hero Nanashi seperti berdoa.

Kami menyaksikan sesuatu yang akan tercatat dalam sejarah.
Mari kita saksikan pertarungan sengit Hero Nanashi dan Golden knight melawan monster legendaris [Feathered Serpent (Kukulcan)] tanpa melewatkan satu detik pun.

Hanya itu yang bisa dilakukan oleh orang tak berdaya seperti kita.

Feathered Serpent  (Kukulcan) memelototi Hero Nanashi dan kemudian api meluap keluar dari kedua kepalanya.

--Eh?

Kepala Kukulcan menghilang.
Tubuh tak bernyawa dari Kukulcan yang jatuh juga lenyap.

Apa yang baru saja terjadi?

"Se-lesai ~, misi sele-sai ~?"
"Pertarungan berakhir. Kita akan mengambil setengah dari Naga dan tubuh Gale Wolf."

Dua Golden knight yang muncul di dinding benteng sebelum ada yang menyadarinya mengatakan itu kepada kami.

"Kau bebas untuk mengambil sisanya. Akan buruk jika dagingnya busuk, pastikan untuk mengeluarkan darah sesegera mungkin."

Tidak, tunggu sebentar.
Ini bukan adegan sehari-hari seperti mengkhawatirkan daging yang membusuk, bukan?

Bagaimana dengan pertempuran sengit?

Bagaimana dengan menyaksikan sejarah?

Seseorang menepuk pundakku saat aku mulai bingung.

Itu kepala koki Kozun.

"Kita lolos dari kematian ya."
"Y-ya."

Benar, benar.

Golden knight telah menghilang ketika aku melihat ke atas, dan Hero Nanashi juga telah menghilang dari medan perang.

"--Oh sial."

Aku lupa mengucapkan terima kasih kepada penyelamat kami.

"Ayo ambil daging dan magic core itu. Magic stone darurat benteng ini telah berkurang setengahnya dari pertarungan tadi."
"...Kau benar."

Bersama kepala koki Kozun, aku pergi ke luar benteng dengan alat pembongkaran.
Tumpukan monster ada di mana-mana.

"Hero itu luar biasa."
"Ya, dengan perbedaan sebanyak ini, aku bahkan tidak bisa merasa iri."

Aku akan mengucapkan terima kasih pada saat kami bertemu nanti.
Karena itu, aku senang bisa selamat, dan benar-benar merasakan hidupku sambil makan daging yang lezat setidaknya untuk hari ini.

Aku baru menyadari bahwa gadis lizardkin dan catkin yang seharusnya dievakuasi di bawah tanah telah pergi ketika aku akan memanggil mereka untuk makan malam.

Aku tidak tahu ke mana mereka pergi, tetapi aku yakin mereka akan baik-baik saja.

Itu firasat yang aku miliki.

Aku akan mentraktir mereka makanan sekuat dompetku jika aku bertemu mereka lagi.



TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan