Senin, 17 Februari 2020

I Became Hero’s Bride! Novel Bahasa Indonesia Chapter 33 – Secercah Harapan

Chapter 33 – Secercah Harapan


Kilas balik sebentar. Kembali ketika raja iblis masih disegel dan benua masih damai, di sebuah desa kecil di suatu kerajaan, hiduplah seorang gadis bernama 'Amuge.' (TLN: artinya ‘orang random’ atau ‘penduduk desa A’) Sekarang, dia punya rahasia yang tidak bisa dia bagikan dengan orang lain, dan itu adalah-

'Aahh ~! Jika saja aku bisa melihat anak laki-laki cantik melakukan hal-hal kotor sekali saja! '

…… Dalam bahasa dunia doujin, dia adalah apa yang kita sebut 'fujoshi.' Lebih lengkapnya, jenis yang sampai memasangkan pria dalam kehidupan nyata, fujoshi sejati. Selain itu, Amuge adalah salah satu yang bahkan para fujoshi jauhi dalam barisan mereka sendiri, seorang 'Biellist.' Apa itu Biellist? orang bisa menjelaskannya sebagai fujoshi yang menyembah raja iblis 'Biella' yang hampir membuat benua menjadi surga yang hanya berisi anak laki-laki cantik di zaman dahulu kala.

Bagi para Biellists, kastil raja iblis tidak lain adalah sebuah tanah suci, dan karena itu para Biellists akan berkumpul bersama dan melakukan tur kelompok ke kastil raja iblis setiap saat.

Dan tur kelompok itu adalah ‘penyebabnya.’

“Kau tahu, aku selalu penasaran. Kira-kira apa isi grimoire yang disegel raja iblis? '

Satu kalimat Amuge. Pertanyaan yang dimulai dari sana tumbuh dan berkembang kepada para Biellists sampai pada kesimpulan yang menakutkan bahwa mereka harus mencari tahu apa yang tertulis dalam grimoire itu. Tentu saja, karena itu adalah raja iblis, pasti ada segala macam hal BL kotor yang ditulis di sana yang bahkan tidak bisa mereka bayangkan. Percaya atau tidak, itu yang mereka pikirkan.

Karena dia yang pertama kali mengungkitnya, Amuge dipaksa untuk memimpin. Para Biellists lain menarik perhatian para penjaga. Sementara itu, Amuge menyelinap masuk, mencuri grimoire yang dipegang oleh patung raja iblis, dan mati-matian berusaha membuka grimoire tersebut. Ketika dia melakukannya, aura gelap menyebar dari buku dan dia mulai tersedot ke dalam patung-

"... Jadi kau memberitahuku bahwa raja iblis, setelah segelnya terlepas, sebagai imbalan untukmu membebaskannya, dia malah menyegelmu?"
"Itu benar !! Persetan dengan j.a.l.a.n.g itu! Kau tidak tahu betapa aku menyesali waktu yang aku habiskan untuk menyembah j.a.l.a.n.g itu!"

Setelah kebebasannya kembali, turis itu menginjak-injak grimoire dengan kesal. Sebagai catatan, segel itu pecah begitu Clarice mengambil dan membuka grimoire. Apakah segel seperti ini benar-benar baik-baik saja? Dia berpikir bahwa menguburnya dalam-dalam, jauh di bawah tanah akan menjadi pilihan yang jauh lebih baik...

"Oh, itu mengingatkanku! Aku benar-beeeeeeeeeeeeeeeenar~ berterima kasih kepadamu yang telah menyelamatkanku! 'Apakah aku harus hidup berabad-abad sebagai patung batu,' Aku baru saja akan berhenti berpikir, tetapi berkat kau aku selamat! 
<TLN: Referensi JoJo part 2>

Turis itu membungkuk dalam-dalam untuk mengucapkan terima kasih. Lalu menatap Clarice, dan bertanya.
"Maaf, tapi bisakah aku menanyakan namamu? Aku ingin membalas budi atas perbuatanmu! Biasanya aku tidak menggambar NL (T.N: ‘Normal Love’) tetapi jika itu untuk penyelamatku, aku akan dengan senang hati menggambarkannya!"
".... Aku tidak butuh doujin. Namaku Clarice."
"Sungguh. Nama yang indah, cocok dengan kecantikanmu- Eh? Clarice?"

Nama itu sepertinya akrab... Turis itu memiringkan kepalanya dan berpikir. Tiba-tiba seorang pangeran tertentu yang mempunyai popularitas 'besar' dalam 'industrinya' muncul di pikirannya. Orang itu juga bernama-

"Pangeran Clarice?"

Sampai saat itu, turis itu mengira dia hanya terlihat mirip. Kecantikannya yang menarik perhatian, aura lembut yang sangat cocok dengan apa yang dia dengar, meskipun dia terlihat sangat mirip, tetapi pada akhirnya dia adalah seorang wanita. Lalu kata Clarice.

"Ya. Aku Pangeran Clarice yang itu."

Meskipun aku seorang putri sekarang, dia menelan kembali beberapa kata terakhir itu.

Tentu saja kata-kata itu saja sudah cukup untuk membuat mata turis itu terkejut.

"Eeeeeehhhh?!?!!? T, tidak mungkin! Bukankah kau laki-laki?!!"
"Aku punya keadaan yang membuatku menjadi seorang wanita. Meskipun aku tidak punya identifikasi untuk membuktikan i.d.e.n.t.i.t.a.s.k.u saat ini, tapi itu memang yang sebenarnya terjadi. Tolong percayalah padaku."
"Aku, aku percaya padamu, aku percaya. Tidak mungkin aku tidak akan percaya pada penyelamatku... Haha. Haha."

Di samping keyakinannya sendiri, mata turis itu tertuju pada p.a.y.u.d.a.r.a. Clarice. kenyut boing kenyut boing. Kau mengatakan kepadaku bahwa pemilik p.a.y.u.d.a.r.a itu dulunya adalah pria? Bukankah seharusnya dia (sebagai seorang wanita) mati saja? Kemudian dia ingat perbedaan status di antara mereka, dan segera berlutut, menundukkan kepalanya.

"Ah! Saya, saya minta maaf karena tidak mengenali anda sebelumnya, Yang Mulia. Maafkan saya."
"Ah. Tolong, bangun. Aku baik-baik saja."

Clarice dengan putus asa melambaikan tangannya saat dia membantunya berdiri. Astaga. Bahkan kepribadiannya sangat lembut! Turis itu langsung terpana oleh Clarice. Dia mematahkan segelnya, dan bahkan memaafkannya dengan begitu murah hati, bagaimana dia tidak akan jatuh cinta padanya secara instan.

"Tapi mengapa Yang Mulia sendirian di sini? Tidak ada yang datang ke sini setelah raja iblis lenyap... Apakah kerajaan berencana untuk membangun kembali kastil ini?"
"Itu karena……"

Haaa. Dia benar-benar tidak ingin mengatakannya. Clarice akhirnya membuka mulutnya.

"Raja iblis telah kembali."
"…… Eh?"

Turis itu bertanya kembali dengan wajah bodoh. Keheningan panjang membentang di antara mereka. Ia berpikir, dan berpikir lebih keras lagi, sebelum akhirnya turis itu mengerti apa yang dikatakan Clarice, dan bertanya lagi.

"……Eh?"

Dengan wajah yang lebih bodoh. 
<TLN: Sat, sialan! kirain mau ngomong apa :v>

***

"Astaga. Tidak mungkin ..."

Clarice memberi tahu turis segala yang terjadi setelah raja iblis itu dibebaskan. Setelah mendapatkan inti dari apa yang telah terjadi, turis itu, tentu saja, tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

"J, jadi maksudmu raja iblis ada di sini sekarang, dan pahlawan menjadi tawanan bersamanya?"

Mama! Tolong! Turis itu panik, sepertinya akan melesat kapan saja. Kau tidak bisa menyalahkannya. Pahlawan yang akan mengalahkan raja iblis ditangkap, rekan-rekan pahlawan dibutakan oleh godaan dan sekarang berdiri dengan raja iblis. Tidak ada yang menghentikan raja iblis dari amukannya.

"Kita harus pergi sebelum raja iblis kembali! Yang Mulia akan pergi bersama saya, kan?"

Turis bertanya, bersiap-siap untuk pergi. Dia akan bersembunyi di lereng gunung yang jauh. Jika dia tertangkap dan disegel lagi maka matanya tidak akan menutup bahkan dalam kematian. ...Meskipun kematian itu tidak mungkin.

"Aku…"

Clarice melihat kembali ke jalan setapaknya. Jika dia kembali melalui lorong itu, Hero-nim ada di sana. Jika dia melarikan diri sekarang dan mengirim bantuan, mereka mungkin punya kesempatan. Tapi-

"Akan terlambat pada saat itu."

Masalah paling sederhana namun paling penting tersangkut di kaki Clarice. Semakin banyak waktu yang dihabiskan, semakin kewarasan Hero-nim dalam bahaya. secara s.e.k.s.u.a.l. Meskipun dia tidak punya waktu untuk berpikir pada saat itu, sekarang, dia ragu apakah akan kembali untuk mendapatkan bantuan adalah pilihan yang tepat.

Dia bahkan tidak ingin memikirkannya, tetapi jika dia pergi mencari bantuan sekarang, apa yang bisa menyambutnya sekembalinya adalah pahlawan berubah menjadi kuda milik raja iblis atau liang bibit goblin. Sudah pernah dalam posisi yang identik dengan Hero-nim sekarang, Clarice tahu. Bahwa raja iblis adalah j.a.l.a.n.g gila yang akan benar-benar melakukan apa yang dia pikirkan.

Pada saat momen persimpangan itu, pikiran lain terlintas di benak Clarice. Jika dia adalah Hero-nim, apa yang akan dia lakukan dalam situasinya? Jawabannya sederhana. Karena orang yang telah menyelamatkannya dari 'situasi yang sama' tidak lain adalah Hero-nim sendiri.

Saat ingatan masa lalu menjentikkan ke kepalanya, tekad kecil namun kuat membakar seperti nyala api. Tidak masalah jika dia sendirian. Dia harus menyelamatkan Hero-nim. Tapi tekad itu tidak lebih dari lilin dalam badai. Sendiri? Apa yang dia, setangkai bunga yang tumbuh di taman, yang tidak pernah berburu goblin sebelumnya dalam hidupnya, bisa lakukan?

Itu adalah logika dan jawabannya yang benar. Bahkan jika dia pergi, dia akan beruntung jika dia tidak ditangkap secara instan.

Tapi.

Apa tidak apa-apa melarikan diri seperti ini?

'- Dan setiap kali, bukankah kekasihku selalu menyelamatkanmu seperti seorang pangeran di atas kuda putihnya? Clee. Bukankah peran putri yang ditangkap raja iblis hanya cukup dilakukan sekali? Hanya karena tubuhmu itu wanita, apakah seluruh pikiranmu juga berubah menjadi wanita? Putri cantik dan tak berdaya yang tidak bisa melakukan apa pun tanpa pangeran di atas kuda putihnya. '

Dia bisa mendengar suara sinis mengejek dari suatu tempat. Nyala api yang sekarat menyala kembali. Api emosi yang tumbuh membakar habis akal dan menyita Clarice.

"Aku, akan menghadapi raja iblis."

Sebuah jawaban yang menjungkirbalikkan akal sehat, imajinasi dan prediksi. Turis itu ngeri.

"A, apa anda serius?"

Clarice mengangguk. Ah s.i.a.l. Turis itu berpikir 'sebenarnya tuan putri adalah orang yang sangat kuat.' Tapi dia melihat tangan Clarice yang terkepal erat benar-benar bergetar, dan dia sadar. Bahkan jika sang putri takut, untuk menyelamatkan orang yang berharga di hidupnya, dia akan melawan raja iblis.

Gelombang emosi yang luar biasa menyalip turis itu. Dia merasa malu pada dirinya sendiri karena berpikir untuk melarikan diri lebih awal. Apakah ini yang mereka sebut sebagai harta kerajaan. Lu-ar biasa!

"Kalau begitu saya akan mengikuti di belakang anda."
"Eh?"
"Saya serius! Saya sebelumnya berkata, bukan? Yang Mulia membebaskan saya dari segel ini, dan bahwa saya benar-benar ingin membalas budi! Saya hanya orang biasa tapi saya akan menerangi diri saya dan menerangi jalan ke depan untuk Yang Mulia! "

Mata turis itu menyala dengan tekad yang kuat. Melihatnya, pikir Clarice. Orkar, orang ini, bagaimana bisa party yang dimiliki pihak sang pahlawan kurang memiliki solidaritas daripada orang-orang yang baru saja aku temui ini.

"Tapi aku tidak bisa melibatkanmu, orang yang tidak terlibat dalam masalah ini."
"Tidak terlibat? Sayalah penyebab semua ini."

Turis itu mengambil pecahan yang sebelumnya adalah grimoire.

"Jika saya tidak membuka grimoire maka segelnya tidak akan bisa dibatalkan sejak awal."

Itu dia. Penyebab segalanya, itu semua adalah dia. Tapi dia dengan egois berpikir untuk melarikan diri. Dia harus bertanggung jawab. Dia harus menebus kesalahan masa lalunya. Dan 'salib penebusan' ada di tangannya saat ini.

"Yang Mulia. Apakah Anda tahu apa yang tertulis di grimoire?"
"Tidak. Aku tidak tahu...."

Tidak mungkin dia tahu. Dan karena itu adalah 'teks terlarang' dia juga tidak ingin tahu.

"Anda tahu, ini bisa menjadi kunci untuk menyegel kembali raja iblis."

Tuk tuk. Turis itu mengetuk grimoire dan tersenyum aneh.

Segel. Saat semua mana-nya ditarik ke dalam grimoire ketika dia disegel, untuk sesaat, dia bisa membaca isinya. Kau bahkan bisa mengatakan bahwa kesadarannya terkait dengan grimoire. Apa yang tertulis di sana tidak lain adalah kehidupan raja iblis Biella.

Sebagai putri raja iblis sebelumnya, Biella jatuh cinta pada seorang manusia. Tetapi karena takut pada Biella, seorang iblis, dia menghindarinya dan menikahi wanita lain, dan Biella sangat terkejut oleh berita itu sampai membuat lebih dari beberapa sekrup terlepas dari kepalanya.

Jika dia tidak bisa memilikinya, tidak ada wanita lain yang bisa. Jika dia tidak bisa memilikinya, dia akan merusaknya. Biella menyuruh untuk menculiknya dan laki-laki itu dilecehkan oleh iblis di bawah komandonya. Dan di tengah-tengah itu, berbagai emosi muncul darinya. Kegembiraan, gairah, kepuasan. Di suatu tempat di ujung garis, dia telah secara emosional berubah menjadi setan yang melecehkan pria itu.

Bahkan setelah pria itu meninggal, Biella tidak bisa melupakan emosi itu. Satu cinta yang bernasib sial membuat Biella tidak dapat mencintai orang dengan normal lagi. Siapa yang akan menyukai seorang cabul seperti dia? Tidak ada yang mau gadis seperti itu. Dia bisa menyembunyikannya dan membodohi orang lain, tetapi dia akan selalu sedih saat rahasianya terungkap.

Maka dari itu.

Dia tidak akan menyembunyikannya sama sekali.

Setelah menyerah pada gagasan dicintai, kesimpulan yang Biella ambil adalah. Jika kau tidak dapat menghindarinya, nikmatilah! Setelah kejadian itu, saat Biella naik takhta setelah ayahnya, dia segera memerintahkan untuk menculik orang-orangnya dan para pengikutnya memasukkannya ke dalam tubuh mereka dan membenturkannya ke dalam tubuh mereka dan menghantam mereka sesuai dengan keinginannya yang berwarna merah mawar (T.N: oof gausah dibayangin). Baru pada saat itulah dia akhirnya merasakan kepuasan seolah kekosongan hatinya penuh.

Dia akan menggunakan kesempatan ini untuk membuat semua wanita yang tidak berguna punah dan menciptakan surga (untuk dia satu-satunya) anak laki-laki untuk membuatnya bahagia. Biella sudah memutuskan.

Secara alami, orang-orang memberontak melawan rencana konyol ini, dan iblis serta manusia berkumpul untuk membuat grimoire untuk menyegelnya.

***

"…………..Uh, aku, um, tidak tahu harus berkata apa."

Setelah mendengar cerita Biella, Clarice tidak tahu harus berkata apa tentang itu. Apakah itu perlu?

"Jadi cerita latar belakang raja iblis yang menyimpang, apa hubungannya dengan segel?"
"Masa lalu raja iblis bukan satu-satunya yang saya pelajari ketika kesadaran saya dikaitkan dengan grimoire."

Mata Clarice membelalak mendengar kata-kata turis berikutnya yang penuh percaya diri.

"Kau tidak bermaksud ..."
"Ya. Saya tahu bagaimana cara menyegel ulang juga."
"I, itu luar biasa?!"

Sinar cahaya turun seolah mengatakan ta daa ~.

"Tapi." Turis itu berkata dengan wajah sadar.

"Itu. Bahkan jika saya bisa menyegel ulangnya, saya perlu rencana untuk menahannya sampai saat itu."

Pasti. Raja iblis, bahkan jika itu bukan raja iblis, trio yang telah menjadi antek-antek setianya pasti akan mengganggu dengan segala cara yang mungkin. Ha! Itu mengganggunya lagi ketika dia memikirkannya. Bahkan jika mereka tidak pergi dan mengkhianatinya, dia bisa melakukan sesuatu.

Situasi menjadi seperti itu, hanya ada satu hal yang bisa mereka lakukan.

"Aku akan mencoba mengulur waktu."
"Eh? Serius?"

Dia serius. Pergi atau pulang. Clarice memikirkan raja iblis. Kekanakan, picik, sederhana, kecerdasan setara dengan sel tunggal, mudah gelisah, dan egois. Dia tidak tahu apakah ini akan berhasil. Tetapi, mengingat tindakan dan kepribadiannya sejauh ini, dia mungkin menemukan cara untuk menghancurkannya.

"Aku punya rencana."

Cinta.

Penyebab perubahan raja iblis, tidak ada pilihan lain selain menggunakan kata kunci itu seefektif mungkin.

Note:
Waduuuh kira-kira bagaimana rencananya ya? Kita sudah memasuki babak akhir, tetap semangat membacanya ya!


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: MobiusAnomalous
EDITOR: Isekai-Chan

Minggu, 16 Februari 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 11 : Chapter 3 - Pegunungan Alpen

Volume 11
Chapter 3 - Pegunungan Alpen


Malam itu. Aku datang ke rumah sakit desa untuk melanjutkan perawatan Atla. Dia mengeluh gatal, yang berarti mungkin obatnya bekerja.

"Tuan. Naofumi. . . Umm. . . Aku minta maaf untuk menanyakan hal ini kepadamu, tetapi bisakah Kau mengganti perbanku? "

"Aku bisa melakukan itu!"

Fohl melompat di depanku. Ah, si sister complex ini lagi.
<TLN : Sister complex itu kakak yang sayang ke adik tapi melebihi batasnya>

“Aku punya salep untuk penyakit kulit yang bisa ku oleskan juga. Skill pahlawanku akan membuatnya lebih efektif jika aku yang menerapkannya, tetapi itu terserah Kau. "

"Aku ingin kau melakukannya, Tuan Naofumi."

"Ugh. . . "

Fohl mundur setelah mendengar keputusan Atla, jadi aku melangkah maju untuk mengobatinya.

"Oh? Bercak kulit yang tampak seperti terbakar sebelumnya telah tergantikan dengan kulit yang baru. "

"Wh. . . apa?!"

Fohl menatap kulit Atla dengan takjub. Apakah itu benar-benar mencengangkan? Maksudku, dia memang sembuh dengan sangat cepat, tapi tetap saja. . . Aku membuka balutan perban dari wajahnya untuk melihat apakah ada perubahan.

"Astaga!"

Raphtalia yang melihatnya terkejut, jelas kaget. Aku berharap ada peningkatan, tetapi bahkan aku kagum ketika melihat wajah Atla. Katakan saja hasilnya lebih mengesankan dari yang aku bayangkan.

Atla yang aku lihat sekarang adalah salah satu budak desa yang paling menarik. Rambutnya berkilau, dan dia memiliki kulit putih pucat yang tampaknya tidak cocok untuk seorang budak. Kakaknya terlihat berusia 12 atau 13 tahun, jadi kupikir dia bahkan lebih muda, tetapi begitu perbannya dilepas, dia tampak lebih kecil dari sebelumnya. Kurasa ukurannya sama dengan Melty.

Saran pedagang budak tentu jahat, tetapi jika dari awal dia secantik ini, pedagang budak pasti sudah menjualnya. Itu dengan asumsi kondisi kulitnya sembuh sepenuhnya, tentu saja. Namun, aku masih kehilangan kata-kata. Aku dapat mengatakan secara objektif bahwa Raphtalia dan Filo memiliki penampilan yang menarik, tetapi kecantikan Atla termasuk dalam kategori yang berbeda. Dia memiliki wajah kekanak-kanakan, namun ada semacam kesan yang mengingatkanku pada patung kaca rapuh atau semacamnya.


Fohl tampak seperti sedang menangis.

“Itu terasa jauh lebih baik. Terima kasih, Tuan Naofumi. Tolong oleskan salepnya kapan pun Kau siap. "

"Oh! Kau telah tumbuh menjadi gadis yang cantik, Atla! Waktu sangat cepat berlalu!" Seru Fohl.

Dia terdengar seperti seorang ayah yang berpisah dengan putrinya sebelum pernikahannya.

“Kemajuanmu lebih baik dari yang diharapkan. Aku pikir kita bisa melewatkan salep. "

"Apakah begitu?"

Atla yang buta menempatkan tangannya di wajahnya sendiri.

"Kulitku halus sekarang."

"Sepertinya begitu."

“Ini semua berkat kau, Tuan Naofumi. Terima kasih."

Atla memberi anggukan kecil apresiasi.

"Tidak masalah."

Beberapa budak lain mengintip dari balik pintu ruang perawatan. Aku bisa mendengar mereka membisikkan sesuatu tentang Atla yang cantik. Jika terjadi sesuatu, para budak itu pasti bisa mencium baunya dari jarak satu mil.

“Naofumi kecil! Waktunya minum! Mari kita semua bergembira sambil melihat gadis imut itu! "

Bahkan Sadeena juga!

"Jadi, begitulah, Fohl. Kau tahu apa artinya ini, bukan? ” Aku bilang.

"Ya. . . "

Fohl tersentak kembali ke kenyataan mendengar suaraku dan memberiku anggukan menyesal. Aku membawa adik perempuannya dari ambang kematian. Aku akan membuatnya bekerja keras seperti kuda.

"Tuan. Naofumi. "

"Apa?"

"Aku ingin berbicara denganmu. Aku ingin tahu lebih banyak tentang desa. Apa yang semua orang lakukan di sini? ”

Hmm. . .

"Aku membuat tentara dari penduduk desa. Tentara yang secara membabi buta akan mengikuti setiap perintahku. Pada waktunya, kau dan saudaramu juga akan dengan senang hati masuk ke lubang kematia— ”

"Tuan. Naofumi! "

Raphtalia merusak momen itu. Aku hanya ingin menakuti Atla sedikit. Raphtalia sepertinya tidak pernah menikmati kejahatanku. Dan mungkin, karena citraku yang buruk di masa lalu memberinya alasan kuat untuk menghentikannya terulang kembali.

"Desa, katamu?"

Aku memberi tahu Atla tentang semua orang di desa, dan kemudian Raphtalia membantuku memberi tahu dia tentang rencana kami untuk masa depan.

Itu mungkin tidak banyak, tetapi mampu membawa seorang gadis muda yang sekarat kembali sehat membuatku senang bahwa aku telah belajar bagaimana cara meracik obat-obatan.

Kami terus berbicara sebentar sampai aku menyadari waktu telah berlalu.

"Baiklah, sudah cukup untuk hari ini."

"Sudah? Aku ingin berbicara lebih banyak. "

"Jangan egois, Atla," kata Fohl.

Karena enggan berpisah, Atla mengulurkan tangan kepadaku dengan cepat ketika aku berdiri. Fohl dengan penuh cinta berusaha menghalangi tangannya. Tapi tenaga yang dikeluarkan Atla begitu kuat sehingga kau akan berpikir dia sedang mencoba untuk melompat ke arahku, jadi ketika Fohl menangkap tangannya, dia kehilangan keseimbangan dan jatuh dari tempat tidur. . . dan kemudian tersandung oleh kakinya sendiri.

“. . . "

"Oh?"

Bahkan Atla sendiri kaget.

"Satu. . . dua, tiga!" kata Atla.

Menggunakan Fohl untuk menopang dirinya, Atla kemudian. . . berdiri.

"Wow . . . Jadi, seperti ini rasanya berdiri, "katanya.

"A . . . Atla! Atla berdiri! " teriak Fohl.

Itu seperti adegan dari Heidi. Aku membayangkan Fohl di Alpen. Oh sial. Jika aku belum tahu nama Fohl, aku mungkin akan memanggilnya seperti itu di kepalaku. Seperti Sampah # 2.
<TLN : Mimin gak paham apa itu Heidi :'v>

Perlahan Atla mulai berjalan dengan kaki gemetar, lalu tersenyum.

“Terima kasih, Tuan Naofumi. Kak."

Fohl mendengus.

"Terus membaik, Atla!"

"Aku akan melakukannya, Kak."

Untuk berpikir dia telah sembuh sepenuhnya dalam beberapa hari. . .

"Itu. . . luar biasa. Obatmu itu luar biasa, Tuan Naofumi. ”

"Aku sudah menyembuhkan penyakitmu sebelumnya, Raphtalia, jadi tidak sehebat itu."

"Itu benar, tapi tetap saja. . . "

Tapi ya, seorang gadis muda di ambang kematian dan yang belum pernah berdiri dalam hidupnya sekarang sedang berjalan tepat di depan mata kita. Elixir of Yggdrasil benar-benar sesuatu. Pertama wanita tua itu, dan sekarang Atla.

"Sekarang. . . Apa yang harus kita berdua lakukan, Tuan Naofumi? ”

“Yah, aku berencana untuk membuat adikmu bertarung untukku. Fohl, kau akan menaikkan level dengan yang lain, kan? "

"Ya, itu pekerjaanku."

"Jadi begitu," Atla menyolekku.

"Apa yang ingin kau lakukan, Atla?"

Bahkan jika dia bisa berjalan sekarang, dia masih sangat tak berdaya.

"Aku juga ingin belajar cara bertarung."

"Atla! Kau tidak perlu bertarung! "

Fohl, alias Alps, mengutarakan protesnya. Kurasa itu masuk akal bahwa dia akan menentang adik perempuan kesayangannya yang ingin berkelahi.

"Walaupun begitu . . . Aku selalu menginginkannya. Aku sudah lama memutuskan bahwa jika aku bisa bergerak dengan bebas, aku ingin bisa melindungi orang lain daripada selalu mengandalkan orang lain untuk melindungiku. ”

"T. . . tapi . . "

Alps kesulitan menentang tekad Atla. Hmm. . . Jika aku terus memanggilnya Alps di kepalaku, aku mungkin akan berakhir dengan mengatakannya. Aku memutuskan lebih baik bertahan dengan Fohl.

“Jadi, tolong, Tuan Naofumi. . . Ajari aku cara bertarung. Kirim aku keluar bersama yang lain untuk naik level. ”

Hmm. . . Sepertinya hal-hal tidak akan berubah seperti yang aku bayangkan, tapi itu mungkin bukan hal yang buruk. Bagaimanapun, Atla adalah seorang hakuko, yang berarti dia seharusnya bisa mencapai level 120.

"Baiklah. Bagaimana denganmu, Fohl? ”

"Aku juga akan bertarung! Tugasku adalah melindungi Atla! "

“Aku suka keinginanmu itu. Dalam hal ini, aku punya saran. Menjadi budak seorang pahlawan memiliki banyak efek khusus. . . "

Aku memberi tahu Fohl dan Atla tentang semua efek untuk budak yang berasal dari menjadi pahlawan. Pada akhirnya, memulai kembali dari level 1 kemungkinan akan membuat mereka lebih kuat pada akhirnya. Fohl sudah berada di level 34 sekarang, jadi mungkin rasanya seperti membuang-buang waktu. Tetapi mengingat semua keuntungan kecil itu, itu mungkin sepadan.

"Oh? Kalau begitu, mungkin aku harus memulai dari awal juga? ”

Wanita pemabuk itu mengobrol sambil bersender dipinggir jendela.

"Kau sudah cukup kuat."

Dan dari mana dia mendapatkan alkohol di tangannya itu?

Sadeena seharusnya sudah berlevel 98. Ngomong-ngomong, Raphtalia berada di level 87 sekarang. Sadeena sudah kuat dari awal, jadi tidak ada gunanya untuk memulainya dari awal. Tidak, aku tidak bisa mengatakan itu. Aku harus mengakui bahwa aku penasaran untuk melihat seberapa kuat dia akan berakhir dengan semua efek khusus budakku, mengingat betapa tangguhnya dia tanpa pengaruh efek itu. Tapi . . pikiran tentang Sadeena yang lebih kuat dalam melecehkanku — dalam arti harfiah, fisik — membuatku takut.

“Aku juga ingin jadi lebih kuat! Biarkan aku memulai dari awal, Naofumi kecil! ”

Dan juga. . . Siapa yang tahu masalah apa yang akan kita hadapi jika kita mulai malas. Jika itu berarti menjadi lebih kuat, dia mungkin harus melakukannya.

"Jika Kau sudah memutuskannya, mengapa tidak? Baiklah, kurasa aku akan mengatur ulang levelmu dalam beberapa hari mendatang. "

"Ayo lakukan!" jawabnya.

“Itu dia, Fohl. Jika Kau benar-benar ingin menjadi lebih kuat, Kau harus mengatur ulang levelmu juga. Apa yang ingin kau lakukan?"

"Aku. . . Aku . . "

“Atla mungkin berakhir lebih kuat darimu dalam waktu singkat hanya dengan efeknya saja. . . "

Aku memberinya sedikit dorongan. Mungkin butuh beberapa saat bagi Sadeena untuk kembali ke levelnya saat ini, tetapi itu tidak berlaku untuk Fohl. Aku bisa melemparkannya ke punggung Filo dan menyuruhnya berkeliaran membunuh monster dan dia akan kembali ke level dia sekarang dalam waktu singkat.

"Aku ingin mengalahkan Kakak."

"Ugh. . . "

Fohl memandang Atla sambil mencoba mengambil keputusan. Akan sangat memalukan jika adik perempuannya yang berharga memukulinya hingga jadi bubur. Dia mungkin tidak akan pernah pulih dari trauma itu.

"Baik. Aku akan mengatur ulang levelku juga. "

"Baik. Nah, sekarang sudah malam. Kembali ke ruangan kalian dan istirahatlah. Atla, jika kau bisa berjalan maka kau bisa pergi dengan Fohl. ”

"Sudah selesai? Aku ingin berbicara denganmu lagi, Tuan Naofumi. "

“Sudah malam. Tidurlah agar Kau memiliki banyak energi besok. "

Aku tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa Atla mungkin hanya bisa berjalan ketika obat ada di dalam tubuhnya. Mungkin pilihan terbaik adalah dengan tidak membiarkannya memaksakan diri.

"Atla, aku akan membawamu ke kediaman kami. Kami akan berjalan lambat, jadi ayo. . . jalan bersama."

Fohl membuat ekspresi kebahagiaan murni di wajahnya ketika dia menyeringai dan menarik tangan Atla.

“Tapi Tuan Naofumi! Kak! Lepaskan! Lepaskan tanganku! Aku ingin berkenalan lebih baik dengan Tuan Naofumi! ”

Saudara-saudara ini berada pada gelombang yang sangat berbeda. Aku yakin ini tidak menjadi masalah.

"Pergilah kalian! Kau memotong waktu malam berhargaku dengan Naofumi kecil! "

"Kau juga pergilah, bantu Raphtalia untuk menenangkan budak-budak lainnya agar dapat tertidur, dasar wanita!"

"Ayo pergi, Sadeena. Beberapa anak masih ketakutan di malam hari, jadi kita perlu membuat mereka merasa nyaman. ”

"Rafu!"

Raph-chan melompat ke atas bahu Raphtalia dan melambaikan tangan. Aku ingat sudah lama tidak bermain-main dengan Raph-chan belakangan ini ketika aku kembali ke ruanganku sendiri.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Sabtu, 15 Februari 2020

Maou-sama, Retry! Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 2. Maou dan Aku

Chapter 2. Maou dan Aku


Sudah lama tidak ada manusia di hutan ini, tetapi hari ini ada dua manusia.

Salah satunya adalah pria berambut panjang yang mencurigakan, dan yang lainnya adalah seorang anak kecil.

“Namaku.... adalah Kunai. Aku bukan orang yang mencurigakan. Aku tidak ada hubungannya dengan Demon Lord mana pun. Aku memiliki beberapa hal yang ingin ditanyakan kepadamu. Apakah itu tidak masalah?” (Maou)

Pria itu... tidak, “Demon Lord” berbicara sambil menyisir rambutnya yang panjang.

Dia sedikit khawatir tentang sebutan dirinya, tetapi pada akhirnya dia memutuskan Kunai sebagai namanya. Dengan seorang anak sebagai pendengarnya, dia mencoba untuk terdengar seperti orang dewasa, tetapi sepertinya kepura-puraan itu bisa terlihat.

“Y-Ya....”

Dia mencoba senyum terbaik agar anak itu tak merasa terancam, tetapi mata anak itu terbuka lebar dan tubuhnya bergetar hebat.

Itu tidak mengejutkan. Karena bagaimanapun juga, anak itu telah melihat Archdevil di hancurkan tepat di depan matanya.

Mengingat eksistensinya di dunia ini, itu merupakan suatu reaksi yang alami.

Seseorang yang sama sekali tak takut pada Archdevil, itu tak lain dan tak bukan adalah Demon Lord.

Bahkan penampilannya cocok dengan Demon Lord dan itu menakutkan.

“Sebelum itu, aku harus menanyakan namamu. Bisakah kau menyebutkan namamu?” (Kunai)

“N-Namaku adalah ‘aku’....”

Jawaban itu membuat Maou berkata ‘Pfff’ dan dia terbatuk. Yah, itu adalah perasaan yang bisa dimengerti.

‘Maou’ <Demon Lord> dan Aku <Evil>. Lelucon macam apa ini?

“I-Itu nama yang sangat bagus. Jadi apakah kau tahu negara yang bernama Jepang? Atau mungkin New York?” (Maou)

“A-Aku minta maaf... Aku belum pernah mendengar tentang itu...” (Aku-chan)

Maou bergumam sambil menyalakan sebatang rokok. Dia terlalu banyak merokok.

Tak peduli bagaimana dia melihatnya, pakaian yang kukenakan bukanlah pakaian modern. Seolah-olah pakaiannya terbuat dari kain kasar dan hanya ada desain seperti pola biru di atasnya. Itu sama sekali tak modis.

Aku juga mengenakan celana yang panjangnya hampir mencapai lutut dan karena wajahnya yang cantik, itu membuatnya semakin sulit untuk mengatakan jenis kelaminnya.

Rambutnya pendek tetapi poninya yang panjang menutupi sisi kiri wajahnya.

Maou akan bertanya tentang jenis kelaminku, tapi harga dirinya sebagai orang dewasa tak membiarkannya. Dia terlalu malu untuk bertanya ‘Apakah kau seorang lelaki atau seorang perempuan?’ Kepada seorang anak yang baru dia temui.

Jika dia adalah Kunai Hakuto, dia pasti akan menggunakan segala cara untuk menggali informasi yang mereka miliki, Tetapi karena bagian dalam dirinya adalah orang lain, jadi Aku diselamatkan oleh hal itu.

Pertanyaan-pertanyaan Maou belum berakhir.

Apa nama dunia ini? Hutan apa ini? Iblis apa itu tadi?

Jawaban Aku-chan membingungkan dan tak banyak membantu.

Atau lebih tepatnya, sepertinya Aku-chan tidak terlalu banyak memiliki pengetahuan.

Aku-chan sepertinya tahu tentang dunia ini, namun dia tak memiliki informasi umum tentang dunia ini.

Dilihat dari pakaiannya, Aku-chan hanyalah seorang penduduk desa biasa.

Bahkan jika Penduduk A dan Orang A di satukan, tidak ada infromasi berguna yang bisa diperoleh.

“Aku masih punya banyak hal untuk ditanyakan, tapi... sebelum itu, ada sebuah danau di sana. Bagaimana kalau kau pergi mandi dulu?” (Maou)

“A-Apakah itu tidak masalah?!” (Aku-chan)

“Hm? Ya, tak apa-apa kan? Bersihkan juga tubuhmu.” (Maou)

“T-Terima kasih banyak!” (Aku-chan)

Senyuman Aku-chan membuat Maou mengatur napasnya sejenak.

Dia mengatakan itu setelah melihat wajah dan pakaian Aku-chan yang kotor.

Itu benar, dia tidak tahu... betapa pentingnya air di tempat ini.

Di tempat ini air sangat langka sehingga yang bisa mereka gunakan hanyalah untuk minum dan memasak dan apa pun yang lebih dari itu akan dikenakan biaya.

Menggunakan air untuk membersihkan tubuh adalah hak istimewa sejumlah orang.

Di tempat yang terpencil ini, air adalah sumber uang dan laba bagi Tuan Tanah.

☆☆★★★☆☆

(Huft.... Apa yang harus kulakukan....)

Melihat Aku-chan yang sedang berjalan dengan langkah yang ceria ke danau, aku menghela napas.

Kupikir akhirnya aku menemukan sumber informasi, tetapi Aku-chan adalah seorang penduduk desa biasa dan jumlah informasinya terlalu sedikit.

Informasi yang kudapatkan hanyalah tentang negara ini dan desa tempat Aku-chan tinggal.

(Holy Light Country, bukan? Tidak ada negara seperti itu di bumi...)

Sepertinya itu adalah kerajaan yang memuja Cherubim yang dikatakan sebagai penyegel iblis. Di bawah Cherubim ada 3 gadis suci yang melayaninya, Ordo Kesatria Templar, Gereja Suci dan lain-lain. Mendengar kata-kata itu, yang bisa kulakukan hanyalah menertawakannya.

Ini adalah definisi dunia fantasi.

Jika seorang siswa SMA di pindahkan kesini, aku akan mengerti, tetapi apa gunanya membawa orang tua sepertiku kesini?

Ketika aku memikirkan hal itu, perasaan buruk muncul... mungkin bukan aku yang dipanggil....

(Mungkin orang yang dipanggil adalah tubuh ini?)

Dengan banyaknya pengalaman misterius ini, akal sehatku terus hancur. Salah satu pemain yang bernama Dynamite☆Deathland mengatakan ini sambil tertawa “Kau tahu, segala sesuatu sedang ditransfer ke dunia lain.”

Baik itu Karakter Game, Patung Buddha, atau Komandan Perang. Itu sudah menjadi tak aneh lagi di tengah masyarakat.

Jika aku berpikir tentang hal itu, aku setuju mengapa tubuh ini dipanggil ke sini.

Aku tidak tahu tujuan apa yang mereka miliki, tetapi... Kunai Hakuto memiliki banyak kegunaan. Aku kebetulan login ke karakter yang seharusnya dipanggil.

(Itu berarti... Aku diseret!)

Saat aku mencapai kesimpulan ini, kemarahan pun muncul.

Karena lelaki tua ini, aku terlempar ke dunia lain.

Pasti begitu, tak diragukan lagi. Atau lebih tepatnya, jika aku tak berpikiran seperti itu, aku tak akan bisa mengatasinya.

(Aku harus menemukan cara untuk kembali dengan cepat.)

Haruskah aku mengatakan bahwa aku beruntung kali ini? Aku hidup sendirian dan jauh dari orang tua. Tapi tak peduli bagaimana aku mengatakannya, pekerjaanku sedang dalam masalah.

Siapa yang tahu apa yang akan mereka lakukan jika aku absen tanpa pemberitahuan.

(Sekarang, haruskah aku pergi ke suatu kota? Atau haruskah aku mencari petunjuk di hutan ini?)

Perlahan-lahan aku memeriksa sekeliling, tetapi hanya ada keheningan yang mencekam memenuhi hutan.

Ini bukanlah tempat yang ingin kutinggali dalam waktu yang lama.

(Ngomong-ngomong, bukankah Aku-chan sudah terlalu lama?)

☆☆★★★☆☆

(Aku sangat senang bisa hidup!)

Aku-chan saat ini sedang berada di puncak kebahagiaan.

Dia sedang mandi di danau yang jernih, Aku-chan sedang membersihkan tubuh dan pakaiannya sesuka hati. Bahkan kepala desa tak bisa mendapatkan kemewahan seperti ini.

Semua orang hanya bisa mandi dan mencuci pakaian ketika hujan. Dan itu harus hujan deras, bukan hujan gerimis.

Karena iblis telah mengamuk di masa lalu, tanah-tanah menjadi tandus, sebagian sumur diracuni, dan bahkan sulit untuk mendapatkan air.

Terlebih lagi, Aku-chan memiliki tubuh yang kotor. Dia benar-benar tak bisa membiarkan kesempatan ini lewat.

(Bagaimanapun juga, siapa sebenarnya orang itu....?)

Setelah melepas pakaiannya, Aku-chan masuk ke danau sampai lehernya tenggelam dan merenung.

Orang yang berhasil mengalahkan Archdevil dengan sekali serang. Mungkinkah dia Demon Lord yang dikatakan dalam legenda di Holy Capital?

Dari apa yang dilihatnya, penampilannya sama sekali tidak mirip dengan malaikat.

Pertama-tama, fakta bahwa dia sendirian di hutan ini sudah tidak normal. Legenda mengatakan bahwa ada kuil kecil di hutan ini dan itu adalah tempat terlarang.

Dia diberi tahu bahwa ada danau yang indah di hutan ini. Tapi alasan kenapa tak ada orang yang bisa masuk kesini bukan hanya karena legenda, tetapi karena iblis itu ada disini.

(Mungkinkah dia mencoba membersihkan tubuhku dulu sebelum dia memakanku?)

Tubuhnya menggigil.

Dia ingin melarikan diri tetapi pakaiannya basah.

Dia mungkin harus lari telanjang. Tetapi jika ada iblis lain di hutan ini, itu akan menjadi bunuh diri.

“Oi, belum selesai? Cepatlah.” (Maou)

“M-Maafkan Aku! Aku akan segera keluar!” (Aku-chan)

“Tidak, maaf. Aku hanya ingin memeriksamu. Silahkan gunakan waktumu untuk membersihkan tubuhmu.”

Biarpun disuruh ‘gunakan waktumu’.... hanya memikirkan membuat maou-sama menunggu membuat tubuhnya bergetar. Mungkin ada alasan mengapa dia membiarkanku hidup.

Tetapi jika Aku-chan membuatnya kesal, Aku-chan mungkin akan terbunuh.

Sekarang dia mengumamkan sesuatu sambil menggerakkan tangannya.

Apakah dia melakukan semacam ritual?

“Bagus! Aku bisa menggunakan Fungsi Admin!” (Maou)

Apa itu admin? Apakah itu semacam dewa kuno yang jahat?

Ketika dia memikirkan hal itu, kata itu terasa lebih menakutkan. Dan.... pemikirannya benar.

Ruang hitam pekat muncul di depan maou-sama dan dia menjulurkan tangan kanannya tanpa ragu. Hanya membayangkan apa yang keluar dari sana membuat Aku-chan ingin menangis.

Mungkinkah itu sabit kegelapan? Atau senjata Dark Magic? Atau mungkin peralatan memasak untuk memakan diriku?

“Bagus, sudah keluar... ini dia, sabun dan handuk. Gunakan ini.” (Maou)

“Eh? Apakah ini pembersih?!” (Aku-chan)

“P-Pembersih katamu? Yah, terserahlah. Aku akan memeriksa daerah di sekitar sini untuk berjaga-jaga.”

Setelah mengatakan itu, Maou-sama pergi meninggalkan danau.

Ketika dia pergi, dia mengumamkan hal aneh seperti ‘SP-ku berkurang dengan cepat’, apa yang dia bicarakan?

Tidak, yang lebih penting, Pembersih! Item impian yang ingin dia gunakan setidaknya sekali seumur hidup.

Item kelas tinggi yang tidak bisa kau gunakan kecuali kalau kau seorang bangsawan, darimana dia mendapatkan item seperti ini?!

☆☆☆★☆☆☆

“Tidak ada yang tahu apa yang akan berguna....” (Maou)

Sambil melihat panel Admin, aku berpikir.

Beberapa saat yang lalu, hak admin dapat diakses karena peristiwa tertentu.

Dengan menghabiskan SP yang merupakan salah satu sistem dari game, aku sekarang dapat menggunakannya.

SP : Skill Point. Dalam game, itu dapat digunakan untuk hal-hal tertentu seperti pertempuran, serangan balik, dan item.

Dengan menggunakan poin-poin ini, kau dapat mempelajari skill yang kuat dan memperkuat pertahanan. Di sisi lain, kau juga bisa mencurinya dari lawan dan melemahkan mereka.

Sepertinya kau juga bisa mendapatkan ini di dunia ini.

“Tapi, untuk item sampah seperti itu membutuhkan 5P....” (Maou)

Lower grade item creation – 5p
Mid grade item creation – 10p
High grade item creation – 20p
Rare grade item creation – 50p

Karena hak admin telah terbuka, aku membuat beberapa item untuk perayaan, tetapi hal yang kubuat tak berguna. Sabun adalah senjata sampah dan handuk adalah zirah, tapi efeknya hanya +1 dan tak layak dipakai.

“SP-ku tersisa sekitar 30, huh... jika aku menyimpannya, akankah fitur yang lain akan terbuka? Atau ada syarat-syarat yang lain?” (Maou)

Aku tidak tahu seberapa kuat musuh itu, tetapi jika melihat SP yang kudapatkan, aku pikir levelnya cukup tinggi.

Tapi, untuk level tinggi, itu terlalu lemah. Kekuatan musuhnya dan hadiahnya tak sebanding.

“Sepertinya tidak semuanya mirip dengan Game...” (Maou)

Dalam game, untuk membuat segalanya seimbang, jumlah SP yang diterima tergantung dari perbedaan level antara dirimu dan lawanmu. Dengan kata lain, jika level rendah menyerang level tinggi maka dia akan mendapatkan sejumlah besar SP dan sebaliknya, jika anda menyerang level rendah, maka jumlah SP yang diterima hanya sedikit.

“Dengan kata lain.... makhluk itu mungkin monster seperti metal-slime.” (Maou)

Monster populer di game RPG muncul dikepalaku.

Itu lemah namun cepat. Dan ketika berhasil mengalahkannya, kau akan mendapatkan banyak EXP. Jika monster itu masih ada, haruskah aku memburunya sampai habis?

“M-Maou-sama! Maaf membuatmu menunggu!” (Aku-chan)

“Seperti yang kukatakan, aku bukanlah maou.... lupakan saja. Lebih penting lagi, monster lemah yang tadi, apakah masih ada yang tersisa?” (Maou)

“T-Tidak mungkin! Jika ada lebih banyak monster seperti itu, kerajaan akan musnah!” (Aku-chan)

“Eh? Apakah makhluk seperti itu berbahaya?” (Maou)

Aku-chan menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat sebagai penegasan.

Mungkin kemampuan pemahamanku menurun dari biasanya... Tetapi, untuk menggunakan Hak Admin, SP sangat dibutuhkan.

Jika memungkinkan, aku ingin mendapatkan banyak SP sebelum meninggalkan hutan.

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di luar sana.

Yang paling penting, jika aku mendapatkan SP dan membuka semua hak admin, ada kemungkinan kalau aku bisa kembali ke duniaku.

“Aku-chan, apa kau tahu tempat tinggal monster itu? Aku ingin menyelidikinya.” (Maou)

“Aku dengar Demon Lord telah di segel di Kuil Harapan yang ada di hutan ini.” (Aku-chan)

“Maaf, tapi bisakah kau mengantarkanku ke sana?” (Maou)

“A-Aku minta maaf. Aku ingin mengantarmu ke sana tapi kakiku sangat lemah.” (Aku-chan)

Aku melihat dengan seksama, ada luka besar di pergelangan kaki Aku-chan. Sepertinya dia telah menerima luka gores yang sembuh tanpa banyak perawatan. Itu terlihat sangat menyakitkan.

Tidak, itu kesimpulan yang terlalu cepat. Mungkin saja itu adalah penyakit unik di dunia ini.

Sayangnya, aku bukanlah Dokter. Di antara beberapa bawahan Kunai, ada seseorang seperti cheat yang bisa menyembuhkan segala jenis penyakit atau luka, tapi saat ini ia mengharapkan sesuatu yang mustahil.

“Mau bagaimana lagi, aku akan mengendongmu.” (Maou)

“T-Tidak mungkin! Seseorang yang kotor sepertiku menaiki punggung Maou-sama....” (Aku-chan)

“Maaf, tapi aku tak mau membuang waktu. Aku tidak akan mengatakannya dua kali.” (Maou)

“...!”

Aku berjongkok dan membalikkan punggung ke arahnya, tapi tak ada tanda-tanda dia akan naik.

Tidak hanya itu, ekspresinya penuh dengan kebingungan dan dia tampak seperti akan menangis.

Oi oi, apakah kau sangat membenciku sampai-sampai kau ingin menangis? Itu menyakiti perasaanku loh?!

“A-Aku menjadi beban di desaku selama ini. Jadi aku selalu mengumpulkan sampah dan membuangnya, mengumpulkan kotoran lalu membuangnya. Aku melakukan yang terbaik dengan caraku sendiri, tapi....” (Aku-chan)

“Dengan kata lain, pekerjaan kotor seperti menangani sampah, kan? Bukankah itu pekerjaan yang sangat penting.” (Maou)

“Penduduk desa selalu menyebutku kotor dan bau.... Akhirnya, mereka mengirimku sebagai pengorbanan untuk Iblis.” (Aku-chan)

‘Ahaha’, Aku tertawa dengan nada sedih.

Aku tidak terlalu mengerti, tapi itu bukanlah cerita yang bagus. Menyuruh anak kecil melakukan pekerjaan seperti itu dan tidak hanya itu, mereka juga memperlakukannya begitu.

“Semua orang didesaku mengatakan, ‘jika kau menyentuhku, kau akan ternodai’.” (Aku-chan)

Aku merasa seperti mendengarkan bullying pada anak-anak.

Aku diam-diam memegang kaki Aku-chan dan menggendongnya tanpa sepatah kata.

“Tunggu! Tunggu sebentar...!” (Aku-chan)

“Manusia tak akan ternodai karena hal itu. Tubuh manusia bisa kembali menjadi baru hanya dengan mencucinya.” (Maou)

“...!”

“Yang lebih penting lagi, kuil yang kau bicarakan-“ (Maou)

Aku menelan kata-kata yang akan kukatakan.

Karena aku mendengar tangisan dari punggungku.

(Apa? Dia benar-benar menangis! Atau lebih tepatnya, dari sudut pandang orang luar, bukankah aku terlihat seperti penculik?!) (Maou)

Setelah kupikirkan lagi, aku terlihat seperti seseorang yang secara paksa menculik anak kecil yang sedang menangis.

Jika dunia ini memiliki organisasi seperti polisi, aku pasti akan ditangkap. Dipenjara sebagai penculik tepat setelah datang ke dunia lain, bukankah itu cerita yang mengerikan?

“Anda.... apakah tidak masalah jika menyentuhku?” (Aku-chan)

Aku berpikir sebentar bagaimana caranya aku menjawab perkataan yang kudengar dari punggungku.

Dari apa yang kudengar, Aku-chan pasti disebut kotor.

Di zaman modern, itu bahkan bisa berubah menjadi trauma dan depresi. Tidak aneh baginya untuk mencoba bunuh diri.

“Aku-chan, kau memanggilku Maou, kan? Apakah menurutmu Maou itu merupakan makhluk yang lemah sehingga Dia bisa ternoda karena hal itu?” (Maou)

Sial, apakah itu terdengar terlalu sombong?

Jika teman kerjaku mendengar hal itu, aku yakin mereka akan menjadikannya sebagai lelucon, setidaknya selama satu dekade.

“Tidak.... bukan itu masalahnya...” (Aku-chan)

Ketegangan ditubuh Aku-chan menghilang dan rasanya berat dipunggungku semakin meningkat.

Meski begitu, dengan tubuh ini, aku merasa bisa menarik truk sampah dengan satu tangan. Jadi berat seperti ini bukanlah masalah.

“Terima kasih banyak, Maou-sama....” (Aku-chan)

Tubuh lembut aku-chan menempel dipunggungku, dan tubuh itu dibalut dengan wangi sabun.

“Bukankah kau terlalu dekat?” (Maou)

“I-Itu tidak benar!” (Aku-chan)

Sebagian dari data sekarang telah tersedia.

Aku-chan
Race: Human
Age: 13

Barang pribadi : Sabun (Grand Empire Brand)

Sabun di dunia ini terbuat dari metode dan bahan-bahan alami, tetapi karena orang-orang seperti bangsawan, orang kaya, dan pelacur membelinya dengan harga yang tinggi sehingga jarang beredar di masyarakat.
Sebagai produk dari negara yang memerintah sebagian besar dunia, sabunnya dibuat dengan teknik yang luar biasa dan memiliki banyak perbedaan sehingga akan sangat bodoh jika membandingkannya dengan produk yang lain.

Barang pribadi : Handuk mandi (Grand Empire Brand)

Grand Empire menunjukkan tingkat kemampuan pengrajin yang luar biasa dibanyak bidang, dan salah satunya adalah handuk mandi.
Handuk ini memiliki kelembutan yang luar biasa dan daya serapnya tak ada bandingannya.

Armor : Baju Kain Bekas

Tak ada pertahanan.
Namun, karena dia akan dikorbankan untuk Demon Lord, dia dipaksa mengenakan pakaian yang menurut standar desa bisa dikatakan hebat. Ada kasus di mana orang miskin akan memakai bahan-bahan dari daun.

Level 1
Health: 10/10
Vitality: 20
Attack: 1
Defense: 1
Speed: 1
Magic: 1
Magic Defense: 1

Aku-chan memiliki poni yang panjang dan menutupi sisi kanan wajahnya.

Karena Heterochromia-nya, dia bahkan lebih dari target penindasan. Orang tuanya meninggal karena penyakit sewaktu dia masih kecil, dan ini mendorong tindakan bullying dari seluruh penduduk desa.


Note :
Untuk membedakan antara 'aku' dan 'Aku nama orang' jadi mimin kasih imbuhan chan dibelakangnya~


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Sky_
EDITOR: Isekai-Chan

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 95. Penyakit Keadilan

Chapter 95. Penyakit Keadilan


Perutku mulai lapar, jadi aku pergi mencari makan, tapi...

“Rishia! Waktunya lunch.”
<TLN : Ini emang ngomong pakai bahasa inggris>
“I-Iya!”

Si Zirah memerintah si kecil Rishia untuk membawakan makan siang untuk mereka.
Ia bertindak seperti orang penting. Dan kenapa menggunakan bahasa Inggris?
Ya, tentunya perisaiku melakukan tugasnya sebagai penerjemah, Aku tidak perlu memperhatikan perkataannya.

“.... Ambil saja sendiri.”
“Apa kau bilang? Kau itu orang baru, di party ini. Tugas Rishia adalah membawakan barang.”
“Ha..!?”

Apa? Orang baru?
Eh?
Pengaturan anggota party hero mungkin seperti karyawan perusahaan, tapi ini sedikit berbeda, bukan?

Rishia sedang membagikan makanan untuk party-nya.
Dia berhenti di setiap orang yang dilewatinya, lalu menunduk, dan menyebutkan nama mereka. Sepertinya juga terdapat hirarki (kedudukan) yang harus dia ikuti saat membagikan makanannya secara berurutan.
Orang pertama yang dia lewati adalah Si Zirah. Ia mendapatkan daging terbesar beserta tulangnya yang masih menempel, dan juga sepotong sandwich berukuran besar.
Orang kedua yang dia lewati terlihat seperti prajurit biasa. Ia mendapatkan sepotong sandwich dan juga satu ekor ikan bakar.
Lalu orang yang ketiga...
Dan itu terus berlanjut sampai orang terakhir.
Dan yang tersisa dari kantung makan siang itu, hanyalah beberapa buah, dan Rishia mulai memakannya.

Apa-apaan ini, bisakah mereka membagi makanan dengan adil?
Ini agak...

“Hierarki macam apa yang kalian jalankan?”

Setelah mendengar pertanyakanku, mereka tetap melanjutkan makan siang mereka seperti itu adalah hal normal.

“Tentu saja, posisi kami diputuskan dengan seberapa percaya Itsuki-sama kepada kami dan jumlah kontribusi pada party kami. Itu ide bagus, kan? Apa Hero Perisai-san ingin mendengar kehebatan Itsuki-sama yang lain?”
“Tidak, Aku tidak membutuhkannya.”
“Jangan berkata begitu. Setelah kami bertemu dengan Itsuki-sama, untuk pertama kalinya kami terbangunkan oleh suara keadilan—“

Lalu rekan Itsuki si Zirah melanjutkan cerita panjang tentang pencapaian Hero Busur, dan ia memujinya setiap kali.
Aku tidak mengingat semua isi ceritanya, dan Aku tidak membutuhkannya juga.
Inti ceritanya tentang Itsuki yang bersembunyi dari mata publik sambil memusnahkan penjahat.
Dan cara mereka melewati masalah itu. Itsuki meyakinkan party-nya kalau ia hero yang akan menyelamatkan dunia.

Ini sudah seperti aliran sesat…
Ia sudah seperti Dajjal bagi mereka.

Pada intinya, inilah analisisku.
Yang dilakukan oleh Itsuki pastinya memberi hukuman kepada penjahat dengan mengatakan mereka itu berpihak pada keadilan.
Kemudian bagi orang yang menentang mereka maka orang itu akan langsung dianggap penjahat. Perlakuan mereka sudah membimbing mereka kepada kejahatan.

Hmm... Aku yakin ada sebutan untuk orang seperti itu.
Hampir sama dengan film jadul, ada seorang polisi luar negeri yang terus menerus menumpas kejahatan. Apakah dia berdelusi mencoba menumpas seluruh kejahatan?
Kepolisian akan dalam masalah besar bila ada orang seperti itu.
Aku tidak bisa mengingat judul film itu. Aku yakin judulnya sangat terkenal....

Dengan mengatakan ‘Penjahat itu tidak mempunyai hak untuk hidup’, sebuah kasus terjadi dan polisi yang memiliki jiwa keadilan tinggi menginginkan pelakunya dijatuhi hukuman mati, padahal pelakunya tidak melakukan kejahatan yang besar.
Mereka akan membunuhnya dengan alasan ‘Pelakunya memberontak’.
Film polisi yang sesungguhnya tidak akan melakukan hal seperti itu, tapi hanya akan memberikan gambaran dari hasil deduksinya.
Aku merasakan hal yang sama.

“Aku lelah...”

Bahkan setelah kita selesai berburu, dan sampai kembali di penginapan rekannya Itsuki masih terus melanjutkan cerita pencapaiannya.
Aku tidak menaikkan level dengan baik.
Seranganku menjadi tumpul setelah mengetahui kelakuan hierarki mereka.
Ini menjadi hasil yang buruk ya.
Walau dalam kamar mandi mereka terus melanjutkan ceritanya. Aku mulai muak dengannya.

“Fu...”

Setelah selesai mandi, Aku pergi keluar untuk mencari udara segar.
Sepertinya Aku tidak bisa bertahan mendengar cerita mereka lagi.
Ini tempatnya cukup bagus. Aku rasa Aku akan bersembunyi sampai mereka selesai.
Itulah yang Aku pikirkan ketika Aku mendengar suara kaki dari belakangku. Aku melihat kebelakang.
Lalu Aku melihat si kecil Rishia kembali dari toko pulau sambil membawa kantung.

“Ah, Hero Perisai-sama.”
“Ya, sedang apa kau?”
“Um... Aku disuruh untuk membeli sesuatu.”
“Begitu ya...”

Apa karena dia berada di posisi terbawah?
Aku terkejut dengan mentalnya yang bisa bertahan di lingkungan yang penuh dengan intimidasi.
Dia diperlakukan layaknya pembantu. Dia juga tidak diberikan waktu untuk memperkenalkan dirinya.
Ini seperti Itsuki sebagai presdir di perusahaannya, dan gadis ini menjadi bawahan terendahnya.
Aku sudah melewati banyak hal, jadi Aku bisa memahaminya. Aku juga sedikit tertarik.

“Hey.”
“Iya?”
“Kenapa kau masih bertahan di party seperti itu?”

Mungkin saja disana tidak nyaman, dan party-nya akan melakukan apapun untuk menegakkan keadilan mereka. Kalau Aku sudah tidak mungkin bisa bertahan di party itu.
Aku tidak akan meninta dia untuk bergabung dengan party-ku, menurutku party-nya Motoyasu dan Ren masih lebih baik dari ini.

“Sudah tidak ada yang bisa Aku lakukan.... maksudku Aku baru saja sampai sini.”
“Yang Aku maksud itu mengapa kau tetap bertahan meskipun mereka memperlakukanmu seenaknya saja?”
“Ah, kalau itu karena Itsuki-sama sudah menyelamatkanku.”
“Jadi karena itu?”
“Iya...”

Rishia mulai menceritakan keadaan yang membuatnya bergabung di party-nya Itsuki.

Agar lebih singkat, Rishia merupakan putri dari bangsawan yang gagal.
Keluarganya memiliki uang yang sedikit dan untuk kehidupan sehari-hari pun tidak cukup.
Desa yang di atur oleh suatu keluarga bangsawan mengambil keuangan mereka melalui cara kotor dan kedua orang tua Rishia mencoba untuk mengungkapkannya.
Namun, semua harta mereka berhasil diambil oleh bangsawan itu. Dan semua penduduk yang menentang keputusannya, akan di diamkan olehnya.
Lalu... keluarga Rishia yang telah gagal mengungkapkan rencana mereka, dan mereka menyandera Rishia sebagai penganti uang pajak. Bangsawan itu mengancam kalau mereka akan membunuh kedua orang tuanya jika tidak menuruti keinginan mereka.

Sepertinya Itsuki akan segera muncul disana.
Di malam harinya, Itsuki berserta rekannya menyelinap ke kediaman bangsawan keji itu dan menggunakan wewenang seorang hero untuk mengakhiri permasalahan mereka dan menyelamatkan Rishia juga.
Sepertinya Rishia sangat bersyukur dan merasa berhutang kepada penyelamatnya, dan dia memutuskan untuk bergabung ke party-nya Itsuki.
Ini seperti kisah cinta dalam novel atau komik.

“Aku.... sangat ingin membalas budi kepadanya.”

Dari sudut pandangku, semua yang dilakukan Itsuki sangat tidak berguna, akan tetapi, dari sudut pandang Rishia, ia pasti terlihat sebagai pahlawan sejati.
Dari cerita itu, Aku dengan jelas melihat rasa syukur Rishia kepada Itsuki.
Dia memiliki tujuan yang lebih banyak daripada anggota party lainnya yang hanya ingin memuaskan ego mereka dengan berlaku sebagai pahlawan.

“Jadi begitu.... kau sangat kesulitan ya.”
“Iya, ini tidak berjalan dengan baik.”
“Sejauh ini, menurutku kau lebih cocok menjadi penjaga belakang.”

Dia terlihat sangat ahli dalam mantra sihir, tapi ketika berada dibelakang dibilang mengganggu, dan ketika maju kedepan akan disuruh untuk mundur.
Rekannya juga bermasalah. Jika dia bisa menggunakan pedang, membacakan mantra dan melakukan penyembuhan, bukankah seharusnya dia diperlakukan lebih baik?
Ini mungkin dikarenakan oleh anggota party yang terlalu banyak. Itu menyebabkan tidak ada yang menyadari kehebatan masing-masing orang.

“Sejujurnya Aku tidak berbakat, Aku mudah takut dan juga ceroboh.... Jika Aku harus memilih, maka Aku akan memilih mantra sihir, tapi Itsuki-sama menginginkan anggota yang bisa menjadi penyerang didepan, jadi Aku memilih hal yang berhubungan dengan itu ketika Kenaikan Kelas.”
“Oh...”

Jadi itu karena dia menghiraukan kekuatannya dan mengutamakan kelemahannya dan itu membuat dia tidak bisa berkembang dengan baik.
Memang benar cara Itsuki bertarung melibatkan semua orang untuk menyerang didepan, tapi jika kau melemparkan seorang amatir kedepan, maka itu tidak berguna.

“Cobalah menjadi ‘ahli dalam segala hal’, bukan hanya ‘bisa dalam segala hal’.”
“Baiklah.”

Meskipun tubuhnya kecil tapi dia berhati besar, dia pasti akan baik-baik saja.
Aku sudah terjatuh ke dasar jurang, dan Aku harus mendaki dengan kekuatanku sendiri agar bisa kembali di tempat yang seharusnya menjadi milikku.
Jika Rishia bekerja keras, maka dia pasti akan menjadi anggota party yang sangat berguna.

“Maaf ya. Membuatmu menceritakan banyak hal. Aku akan kembali bersamamu agar mereka tidak memarahimu.”
“Terima kasih.”

Ternyata, sekarang sudah tengah malam.
Sudah kuduga, Si Zirah dan yang lainnya memarahi Rishia. Tapi Aku memperingati mereka untuk berhenti memarahinya. Dan hari itu berakhir dengan tenang.

Sakit kepalaku bertambah panjang di hari berikutnya.
Banyak petualang yang menyukai itu. Penjual aksesoris palsu telah dalam menanamkan cerita palsu pada aksesoris-nya dan itu telah menyebabkan rumor beredar dengan cepat. Dan mereka mulai mempermasalahkan ini.
Padahal, Aku sudah memberitahu mereka kalau pedagang aksesoris palsu itu sudah Aku atasi. Jadi masalahnya sudah selesai. Setidaknya Aku bisa tenang.
Aku ragu mereka akan mempercayai perkataanku, tapi karena Shadow membantuku, jadi kurasa itu berhasil.
Aku menjelaskan kepada mereka kalau pedagang itu baru memulai bisnisnya. Cukup lama untuk mereka mengerti penjelasanku, tapi akhirnya mereka menerimanya.

“Ya ampun....”

Dalam pulau bagian tengah, kita sedang mengalahkan Karma Rabbit Familiar dengan susah payah.
Mereka ini tidak begitu kuat, tapi mereka juga tidak lemah.
Aku terus menahan serangannya, jadi mengalahkannya pasti akan mudah..... tapi serangan party ini sangat dibawah ekspektasiku.
Party ini terlihat seperti tembok berjalan yang sangat cocok untuk Itsuki menyerang dari kejauhan, jadi penyerang mereka tidak begitu berarti.
Jika Aku bersama dengan Raphtalia dan Filo maka monster ini akan terkalahkan dalam beberapa menit.

Persyaratan untuk Karma Rabbit Familiar Shield telah terbuka.

Karma Rabbit Familiar Shield
Abilities(Tersegel) ... Bonus Penggunaan: Pendeteksi Sekitar (Dekat)

Mungkin karena cara bertarungku yang aneh dan itu membuatnya muak, Si Zirah meninggalkan party-ku.
Jika Raphtalia dan Filo memiliki masalah, menurutku mereka tidak akan melakukan hal yang sama. Tapi orang itu memang sangat bermasalah.
Setelah SI Zirah pergi, orang ber-zirah lain mulai berlaku sombong dan seenaknya, setelah Aku ingatkan ia malah ikut pergi juga.
Dan pada akhirnya semuanya pergi kecuali Rishia.
Tentu saja, ini membuat Rishia dapat menunjukkan potensi bertarungnya. Ketika tengah hari tiba, kita menaiki perahu dan menyelesaikan perburuan kita dengan selamat. Dan kita kembali menuju pulau utama.

Aku sudah tidak peduli itu lagi, tapi Si Zirah dan rekannya juga menaiki perahu yang sama.
Aku kurang yakin jika mereka tidak akan kena marah Itsuki, tapi sepertinya mereka tidak ingin kembali ke penginapan juga.
Akan sangat sulit untuk berbicara dengan mereka. Jadi Aku melihat indahnya lautan sambil menenangkan hatiku.

Dua hari terakhir ini sangat buruk sekali
Bahkan Aku tidak mendapatkan informasi apapun tentang Itsuki dan Aku tidak bisa mengajak siapapun dari mereka juga.
Tapi akhirnya pertukaran anggota party sampah ini berakhir......
Karena Aku sedang melihat laut, Aku mengingat kembali kejadian pagi ini.

Benar sekali.... tadi pagi si kecil Rishia memberiku sebuah bijih permata.
Dia bilang itu sebuah tanda terima kasih kepadaku yang telah mendengarkan ceritanya kemarin malam.
Terlintas dibenaku,’ sudah kuduga, walau seorang bangsawan gagal, pasti mereka akan mengurus gadis dengan baik’, akan tetapi, ketika Aku melihatnya sekarang, tingkahnya agak sedikit aneh.

“Itsuki-sama selalu mengumpulkan permata, Aku tidak tahu kenapa ia melakukan itu. Tapi gunakan ini dengan baik.”

Itulah yang dia katakan.
Awalnya Aku mengira itu digunakan untuk perhiasan, tapi jika ia selalu mengumpulkannya, itu berarti ia selalu menggunakannya.
Ketika Aku kembali, Aku harus bertemu dengan hero lainnya.
Kurasa aku akan bertanya kepada Motoyasu dan Ren juga.



Author Note :
Jadi, nama dari yang dipikirkan oleh Naofumi adalah Dirty Harry Syndrome.
Aku tidak menulisnya diatas karena itu nama sebuah film.


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan