Jumat, 24 Januari 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 90. Pentingnya Pertukaran Anggota

Chapter 90. Pentingnya Pertukaran Anggota


Sehari kemudian.
Setelah kembali ke Hotel, Aku masuk ke pemandian air panas dan beristirahat disana.
Aku masuk ke pemandian air panas bergaya Jepang yang Shadow rekomendasikan padaku, sedikit demi sedikit, Aku merasakan tubuhku menjadi lebih ringan.
Meskipun ini campuran antara China dan Jepang....
Ada payung kertas dan Kaminarimon.... Pintu geser dan masih ada banyak hal yang berbau China, rasanya ini seperti kamar mandi Jepang yang dibuat oleh orang luar negeri.
Bukannya Aku ingin komplain, Aku hanya tertarik dengan negeri Timur disini. Mau itu buruk atau baik.

“Baiklah, Aku pergi.”
“Hati-hati.”
“Kalau tidak salah hari ini Ren... Aku harap hal yang terjadi bersama Motoyasu tidak terulang, hati-hati ya.”

Aku tidak bisa menyangkal kemungkinan ia adalah orang mesum.
Ada kejadian dimana orang yang bertingkah keren akan berubah menjadi tukang penggoda wanita.
Mereka tidak akan membantumu, kecuali membantu wanita saja.
Yang kumaksud, Aku tidak begitu mengetahui sifat orang itu.
Yang ku tahu.... Ketika ia menyakiti seseorang maka ia akan mendengarkan ceritanya dengan baik.
Untukku, Ren hanya anak remaja yang bertingkah keren dan mendedikasikan dirinya pada keadilan.

“Iya.”
“Hati-hati di jalan~”

Dalam perjalanan menuju ruangan rekan Ren.

“... Menurutku ini tidak berguna.”

Aku menyuarakan ketidakpuasanku tentang pertukaran anggota party kepada Shadow.
Aku mengerti idenya ratu, tapi rasa stres ini tidak akan hilang.

“Benar degojaruna. Kenapa ratu menyarankan pertukaran anggota party degojaruka. Sampai sekarang belum ada masalah, Aku rasa ini akan baik-baik saja degojaruka.”
“Kau... masih belum mengerti walaupun kau sudah mengikuti ratu selama bertahun-tahun. Ya, setelah Aku pikirkan lagi, ada hal yang bisa Aku setujui.”
“Apa yang kau setujui degojaru?”
“Kalian sudah menyiapkan bala bantuan untuk mengumpulkan informasi, bukan?”
“Sepertinya kau sudah mengerti degojaruna.”
“Karena dia adalah ratu, dia pasti sudah mempertimbangkannya.”

Ada batasan untuk mengintai seseorang dari luar.

“Kau pasti mendapatkan informasi tentang para hero. Tapi kau tidak bisa menjelaskan perubahan fisik Raphtalia.”

Ini cukup sulit untuk membedakan informasi sesungguhnya dari semua informasi palsu yang beredar.

“Anggap saja kau telah mendapatkan informasi dari para hero. Tetapi, kalian melupakan sesuatu yang penting. Bagaimana caranya kalian bisa mengerti rahasia kekuatan hero?”

Dimanakah kau bisa mencari senjata yang bisa menyerap barang apapun!?
Yang ku maksud, dari hal seperti itu bagaimana kau bisa mengerti perbedaannya dariku?
Ada banyak Shadow, dan mungkin tidak hanya satu orang saja yang mengintai.
Hasilnya, informasi yang berbeda terkumpul dan akan sangat membingungkan.
Jika itu dilaporkan memalui surat, maka isi dari objek penyelidikan tidak akan tersampaikan dengan baik.

Ada hal yang tidak bisa dimengerti oleh mereka yang tidak memegang senjata hero.
Dalam pertukaran informasi Aku harus menanyakannya secara langsung, bila tidak, maka itu akan gagal. Ini juga akan menjadi tujuan cadanganku.
Dengan mempertimbangkan kebiasaan mereka, kemungkinan mereka akan menyembunyikannya dengan kebohongan.
Dan untuk kemampuan spesialku, tidak ada pilihan lain! Akan kusembunyikan.
Tentunya, mulut mereka tidak mudah terbuka, jadi tidak jalan lain selain mencarinya sendiri.

“Mau bagaimana lagi degojaru. Ini khusus untuk Hero Perisai-dono, Aku juga belum lama bekerja sama dengan Hero Perisai-dono degojaruyue.”
“Ah, mau bagaimana lagi ya. Jika saja ini bisa berakhir dalam sehari, maka itu tidak akan begitu menyusahkan.”

Padahal.... Ini sangat penting, rekan hero akan mudah dipengaruhi oleh kemampuan standar mereka.
Faktanya, Raphtalia menentang kebijakan Motoyasu. Aku rasa rekan Motoyasu merasakan hal yang sama denganku.
Akan tetapi, bila pertukaran anggota party sudah selesai, maka perspektif kita seharusnya lebih terbuka.
Ini juga menghasilkan kesempatan bagi seseorang yang terbiasa dengan permainan putri yang mungkin dilakukan oleh hero lain saat bertarung.

Bitch tidak perlu dijelaskan lagi, Wanita 1 tetap tenang, dan dia bisa memperluas pandangannya, dan Wanita 2 menurutku hanya terlihat seperti orang aneh.
Tetapi, ketika bertarung bersama Ren dan Itsuki, kurang lebih seharusnya mereka sudah mengerti.
Sepertinya bertarung bersama dengan Bitch.... jika kau tidak mengerti dirinya yang sebenarnya maka kau hanya akan membahayakan nyawamu.
Aku hanya akan mengeluh sampai sini.

“Akan lebih baik bila Aku bisa melihat hero lain berserta rekannya bertarung pada saat-saat kritis.”
“Saat kritis degojaruka? Menjadi seorang hero-dono, itu berarti selalu berdampingan dengan bahaya degojaruka.”
“Itu sebaliknya. Seluruh dunia tahu hero itu orang baik. Singkatnya, jangan melawan musuh yang lebih kuat darimu.”
“Aku mengerti.... ternyata ada pemikiran seperti itu degojaruka.”

Biasanya, level mereka bertambah seiring dengan waktu, oleh karena itu bahaya yang dapat mereka hadapi semakin sedikit.
Rasanya sama seperti bermain game hero. Hanya bertarung melawan musuh yang bisa kau lawan, jika merasa ada bahaya maka langsung menghindar.
Rekan mereka akan mengira sedang dalam pelatihan spesial yang diberikan hero.
Selama mereka dianggap rekan hero, maka mereka akan menerima perlakuan istimewa.

Tentu saja, bersama dengan hero saja tidak sempurna, hal yang berbahaya pasti akan menemui mereka baik itu sekali ataupun dua kali.
Menjadi rekan hero saja sudah membuat mereka senang, walaupun keberuntungan akan menyelamatkan mereka.
Itu semua karena ketiga hero sangat mempercayai kemampuan diri mereka sendiri.
Dari awal, mereka yang ikut party Motoyasu merasakan krisis yang akan mendatangi mereka, dan mereka mulai pergi ketika merasakan itu.

“Selain itu, mungkin ini akan sulit dimengerti oleh rekan hero karena mereka mengamati hero mereka setiap hari. Mereka hanya akan menyadari sedikit perbedaan. Dan juga, pertemanan bisa tumbuh dari situ.”
“Aku mengerti degojaru. Jika ada sesuatu yang terjadi, aku akan mengabarimu degojaru.”

Melihat dari sudut pandang Melromarc dan dunia, sudah seharusnya mereka ingin para hero akur satu sama lain.
Jika rekan mereka kalah dalam serangan gelombang, itu karena hubungan mereka kurang baik. Aku tidak mau membangun hubungan dengan mereka, tapi Aku tahu kalau bekerja sama itu sangat diperlukan.
Jika kami saja yang berjuang, maka kita tidak bisa mengalahkan paus agung.
Mulai dari sekarang bekerja sama itu sangat penting. Bahkan setelah masa aktif pulau ini berakhir, lalu kita akan dikirimkan ke negara lain, itu tidak mengubah fakta bahwa kita masih melawan gelombang bersama-sama.

Tapi, kesempatan untuk berdiskusi berkurang drastis.
Itu tidak masalah, tapi melawan... Glass, aku tidak bisa melawannya sendiri.
Walaupun Aku membenci mereka, tapi karena berada dipihak yang sama kita harus bekerja sama dengan baik

Kalau dipikirkan lagi.... Bagaimana caranya kita bisa melawan seluruh gelombang yang terjadi di dunia ini?
Apa gelombang hanya berpusat di Melromarc yang menjadi tempat pemanggilan para hero?
Ada sesuatu yang harus kutanyakan kepada ratu.

Mungkin, setelah pertukaran informasi, Shadow akan melaporkan hasil penyelidikan mereka.
Atau itu tidak perlu dilakukan karena kebiasaan hero menyembunyikan sesuatu dari mereka?
Jika kusimpulkan, tujuan pertukaran anggota kali ini adalah untuk merekatkan hubungan para hero dengan rekan mereka.
Para hero dikenalkan dengan orang-orang yang berkemampuan tinggi. Dan jika kalian menanyakan kekurangan mereka, itu adalah masalah kepercayaan.... mungkin?
Mereka itu,  tidak akan mendengar atau melihat apapun karena merasa paling benar. Mereka juga terlalu cepat memutuskan sesuatu.
Ya, intinya ini masalah perekrutan.

Si brengsek Motoyasu mencoba mengambil alih rekanku.
Ren dan Itsuki juga mungkin akan mencoba itu. Dan kemungkinannya sangat besar.
Dan mungkin, mereka ingin membesarkannya juga dari awal....
Mungkin ini hanya perasaanku saja. Apa Demi-human dan monster sekuat itu?

Tapi, ada pertentangan besar ketika membandingkannya dengan teori.
Seharusnya mereka tidak kuat. Itu berarti, game yang mereka mainkan tidak ada demi-human dan monster yang sekuat itu.... itulah yang Aku pikirkan.
Atau mereka belum pernah mencobanya.
Apakah itu karena kemampuan mereka sendiri?
Aku tidak tahu.

Menurutku, sepertinya tujuan utama ratu yaitu memperkuat semua hero.
Ada kemungkinan untuk memperlakukanku dengan baik, tapi itu akan terlihat aneh dari sudut pandang dunia jika hero lain lemah.
Apa ini rencana yang sudah direncanakan sebelumnya?
Daripada mengandalkan Shadow saja, Aku harus memeriksanya sendiri agar lebih pasti.
Bukan berarti harus memilih salah satu dari mereka...
Sekilas, pertukaran anggota party ini tidak berguna, tapi ini mungkin menjadi umpan yang cocok untuk mendapatkan informasi.
Mengumpulkan hero di pulau aktif ini.

.... Apa Aku hanya berpikir berlebihan?
Jika iya, maka anggap saja Ren dan Itsuki akan melakukan hal seperti di atas.
Jika tidak terjadi apapun, maka itu tidak masalah, tapi akan menjadi kerugian besar bila terjadi sesuatu.

“Ini adalah kamar yang digunakan oleh rekan Hero Pedang degojaru.”

Ketika Aku berpikir seperti itu, Aku sampai didepan pintu kamar rekannya Ren.

“Baiklah.”

Aku mengangguk dan mengetuk pintunya.

“Silakan masuk.”

Kali ini Aku mendapat jawaban yang tepat. Berbeda jauh dengan rekan Motoyasu.
Aku membuka pintunya dan melangkah masuk.

“Selamat datang. Hero Perisai-sama.”
“Ah, iya...”

Dibandingkan dengan yang sebelumnya, yang agak mengecewakan.
Umm... rekannya Ren berjumlah empat orang.
Lebih satu orang dari Motoyasu. Tapi, ini masih kurang satu dari yang sebelumnya berlima.
Itu masuk akal untuk menganggap anggotanya ada yang diganti.

“Aku yakin kalian sudah mengenalku, Aku Hero Perisai, Iwatani Naofumi, mulai sekarang sampai besok kita akan bekerja sama dalam pertukaran anggota party.”

Mereka bertiga merupakan orang yang pertama Aku lihat di hari pertama, apa yang keempat itu orang baru?

“Mohon kerja samanya, Hero Perisai-sama.”
“Iya.”

Semua anggotanya sopan sekali.
Tapi mereka ini... lebih memilih ikut bersama dengan Ren daripada menjadi rekanku.
Aku tidak akan melupakan itu.
Aku tidak bisa ceroboh dan jangan lengah.

“Aku meminta maaf untuk waktu itu.”
“Hm?”

Dia terlihat seperti perwakilan dari mereka... apa dia seorang tentara? Ia menundukkan kepalanya kepadaku.

“Itu karena, raja Melromarc merendahkan Hero Perisai-sama, dan membicarakan caramu memperlakukan rekannya.”

Dan yang lain menundukkan kepala mereka sejajar dengannya.

“Walaupun begitu, tolong beri instruksi kepada kami dalam dua hari kedepan.”
“Ba-baiklah.”

Uuh.... ini terasa sedikit aneh, ketika rekanmu terlalu sopan.
Dari pengalamanku sampai saat ini, aku mencium sesuatu yang mencurigakan.

“Bisakah kita pergi sekarang?”
“Ya, baiklah.”

Menurutku ini masih terlalu awal.
Karena berbeda dengan party-nya Motoyasu. Aku menghargai semangat mereka.

“Jadi, di manakah tempat yang cocok untuk menaikkan level kami?”

Seorang penyihir dari rekan Ren menanyakannya seperti itu adalah hal yang alami.

“....Eh?”


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 30 – Keputusan Orangtua

Chapter 30 – Keputusan Orangtua



—- Arakawa Miki POV —-

Aku mengirim komunikasi ke bumi dengan mengoperasikan terminal di sebuah ruangan. Aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan menerima kontak pertama dengan alien di bulan, jadi aku harus berkonsultasi dengan Suichi-san. Untuk sesaat, kata "connecting" terlihat di layar, segera setelah itu, wajah Shuichi-san yang sedikit lelah terlihat.

“Miki ya? Apa yang terjadi?"

“Kouki membuka Reruntuhan Bulan. Kami melakukan kontak pertama dengan bentuk kehidupan di luar bumi yang spesiesnya dihancurkan 600 juta tahun yang lalu dan kami berhasil berkomunikasi dengan mereka.”

Saat aku berbicara tentang topik itu, Shuichi memegangi alisnya sambil menyalakan sebatang rokok. Aku juga menyadari bahwa jumlah puntung rokok lebih dari biasanya, aku khawatir jadi aku bertanya kepadanya.

"Tidak, ini bukan salah siapa-siapa"

Aku membalasnya kembali, aku ingin dia bertanggung jawab dengan kesehatannya sendiri. Aku mengeluh kemudian Shuichi bertanya alasan mengapa aku memanggilnya sambil memangku wajahnya yang bermasalah dengan tangannya.

"Sebelum itu, apakah saluran ini aman?"

"Seharusnya tidak apa-apa, Claire selalu memeriksanya, jadi kau bisa tenang."

Claire ... Dia adalah gadis dari Tim Informasi. Sepertinya dia bisa dipercaya karena Shuichi-san yang ketat dalam hal manajemen kemampuan bawahannya mengatakan bahwa "Aku bisa tenang". Jadi aku melanjutkan pembicaraan.

“Hasil keputusan kabinet, mereka meminta informasi terperinci tentang reruntuhan yang terbuka itu. Kita tidak perlu khawatir karena pasukan yang menemaniku berasal dari faksiku. Masalahnya adalah [OOPArts] dan [Kepemilikan reruntuhan]. Tolong cek detail dari data yang akan aku kirimkan sekarang. "
<TLN: OOPArt adalah singkatan Artefact Out-of-place, untuk lebih jelasnya cek Wikipedia>

Sambil mengirimkan data dan menunggu Shuichi-san selesai membaca, aku meringkas pikiranku tentang situasi saat ini. Tidak ada masalah tentang kepemilikan reruntuhan. Itu sudah runtuh dan tenggelam jauh di bawah tanah sehingga meskipun kami menemukannya, kami bisa beralasan [kecelakaan yang tak terduga].

Masalahnya adalah "OOPArts". Reruntuhan yang ditemukan secara kebetulan harus digali, aku membawa pulang apa yang kupikir aman tetapi itu masih sesuatu yang dapat menghancurkan keseimbangan dunia. [Pengamatan Dimensi] dan [Cetak Biru Pesawat Luar Angkasa Baru] dan ada banyak hal lainnya yang terlalu dini untuk peradaban umat manusia. Perang besar akan terjadi seperti yang dikatakan Eve. Selain itu, yang akan menggunakannya memerlukan izin Kouki. Sangat mudah untuk memprediksi bahwa suatu kompetisi untuk membujuknya akan terjadi. Sebagai seorang ibu, aku ingin dia mendapatkan "kehidupan normal" sampai dia lulus dari akademi. Shuichi-san yang selesai membaca mengeluarkan pendapatnya.

“Ini agak buruk. Kupikir tidak masalah jika Kau membatasinya untuk peneliti dalam faksimu. Mayoritas orang akan memanfaatkannya untuk uang atau pasukan jika mereka mendapatkannya. ”

“Yah, ada juga masalah dengan Kouki. Aku tidak bisa tenang jika dia terganggu. ”

"Tapi Miki, apa kau memiliki ide untuk mengatasinya?"

Aku memberi tahu Shuichi-san tentang proyek yang telah aku rencanakan sejak lama. Setelah aku memberitahunya tentang semua yang dia tanyakan, "Kau serius !?" Untuk menanggapinya, aku menjawab "Serius dan Memungkinkan".

Shuichi-san berpikir sejenak, Dia mengatakan bahwa dia perlu berkonsultasi dengan bawahannya sehingga setelah itu dia menutup telepon dan memutuskan komunikasi. Tentu saja, aku harus berkonsultasi dengan bawahanku juga ... Setelah berpikir begitu, aku beralih ke layar lagi untuk melanjutkan komunikasi dengan bumi dan membahas tentang rencana tersebut.


—- Arakawa Shuichi POV —-


Setelah memutuskan komunikasi dengan Miki, aku meminta Claire untuk memanggil semua orang termasuk orang-orang yang tidak bertugas untuk berkumpul di "Pangkalan Hakone" dua jam kemudian. Lalu, kami berdua berkeliling melihat-lihat markas. Meskipun masih dalam konstruksi, GeoFront Base sangatlah luas, yang memanjang hingga 800 meter di bawah tanah.

"Ukuran lapisan pertama adalah sekitar 15 km, sulit untuk percaya bahwa ini adalah di bawah tanah. Itu tidak akan mungkin terjadi tanpa [reaktor fusi nuklir berukuran kecil] yang dikembangkan oleh istriku."

"Meskipun desainnya berasal Kouki-kun"

Ketika Claire mengatakan itu padaku dengan senyum pahit, aku menatapnya dengan ekspresi terkejut. Itu informasi rahasia. Aku mengatakan kepadanya untuk "melupakan ucapan tadi" dan pindah untuk melihat tempat lain.

Ketika kami tiba di tempat penyimpanan senjata setelah berkeliling di beberapa tempat, ternyata para peneliti yang seharusnya menjadi bawahan Miki sedang melakukan uji coba suit dengan thruster. Aku melihatnya terbang tidak stabil dan jatuh ke tanah segera. Salah satu peneliti berbicara kepadaku.

"Bukankah Anda Arakawa-san? Aku minta maaf karena terlambat menyadarinya. "

"Aku tidak keberatan ... tapi apa itu?"

Saat aku menunjuk ke power suit dan bertanya, peneliti menjawab dengan senyum malu-malu.

“Yah ~ kami menyalin suit generasi ke-8 yang dikembangkan oleh Kouki dan menempelkan peralatan penerbangan di atasnya tetapi tidak berjalan dengan baik. Kami menggunakan formula sinyal otak. Kontrol ketinggian selama penerbangan sama sekali tidak stabil dan jatuh langsung seperti yang Kau lihat.

Kesimpulannya, alasan mengapa Kouki-kun bisa terbang di langit adalah hanya karena 'bakat'. Kemampuan kontrol, keseimbangan, dan penanganan yang dibutuhkan sangat tinggi. ”

Hmm ... Daftar bakat Kouki telah bertambah satu lagi. Akan jadi apa dia di masa depan? Aku belum pernah mendengar seseorang yang memiliki bakat peneliti dan tentara kelas satu. Aku mulai merasa ketidaknyamanan yang aneh terhadap putraku sendiri. Peneliti mulai memanipulasi terminal senjata.

"Maaf, Arakawa-san ... Miki-san mencari kita. Dia menghubungi dan menyuruh kami untuk berkumpul di ruang pertemuan sesegera mungkin ... jadi, kami akan pergi. "

Para peneliti pergi dengan cepat. Ternyata, Miki juga sepertinya sudah mulai bergerak. Aku kembali ke kamar dan memutuskan untuk minum kopi dengan Claire sambil menunggu anak buahku berkumpul.

Sementara kami berdua mengobrol sambil menunggu waktu berlalu, komunikasi ke terminalku masuk. [Pengumpulan Selesai]. Ketika aku mencoba berjalan menuju ruang konferensi tempat bawahanku akan berkumpul, Claire berteriak.

"Jangan khawatir. Tidak peduli apa yang terjadi, kami akan mengikuti kapten. "

Sepertinya dia memiliki intuisi yang baik. Seolah-olah dia tahu apa yang akan aku bicarakan. Aku memutuskan untuk pergi ke ruang pertemuan tanpa menjawabnya.

Setelah memasuki ruang konferensi, bawahan yang duduk dalam masing-masing kelompok berdiri tegak dan memberi hormat. Sambil menyambutku, aku naik ke panggung dan Claire berdiri di sebelahku.

“Semuanya, duduk. Laporan dari setiap kelompok ”

Jika Kau melihatnya, Kau akan tahu bahwa semua orang hadir tetapi ini juga diperlukan seperti upacara untuk meningkatkan persatuan. Aku perlu bersabar dan menunggu laporan selesai.

“Lapor, 350 orang hadir. Pasukan Lengkap. "

Setelah mengangguk pada laporan itu, aku melihat anak buahku lagi. Aku benar-benar berbagi bermacam-macam medan perang dengan orang-orang ini ... Medan Perang Afrika, pasokan stagnan dan kami bertempur sambil minum air berlumpur. Dalam pengintaian angkatan bersenjata, semua orang gemetar karena hawa dingin dan tidak bisa tidur tetapi mampu menyelesaikan misi. Di negara Timur Tengah, kami menyelesaikan bantuan kemanusiaan terhadap kelompok gerilya yang tidak kami ketahui kapan mereka akan menyerang. Selama pembentukan, kami seharusnya 1.200 orang. Karena ketidakmampuanku, hanya 352 orang yang masih hidup, termasuk Claire dan aku adalah pasukan yang tersisa dari unit yang disebut ‘yang terkuat.

Apanya yang terkuat ... Kami sampai sejauh ini karena kami punya teman yang mati demi teman-teman mereka untuk bertahan. Dan aku─── Aku akan mengkhianati teman-temanku untuk putraku. Sambil menahan suara gemetarku, aku mulai menata kata-kataku.

"Semuanya. Aku ... aku akan keluar dari Pasukan PBB. "

Aku mengerti bahwa mereka bereaksi ringan terhadap kata-kataku. Bahkan aku akan terkejut jika aku mengatakan sesuatu seperti itu dalam posisi mereka. Aku berhenti sebentar.

“Pagi ini, aku menerima ‘proposal’ dari istriku, 'Arakawa Miki', sehubungan dengan putraku. Aku tidak bisa memberi tahu kalian rincian lengkapnya tetapi aku memutuskan untuk menerimanya ... dan saran itu adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan saat menjadi milik Angkatan Darat PBB. "

Melihat sekeliling, Claire sepertinya diam-diam mendengarkan ceritaku. Aku bisa melihat bahwa kapten Tim B dan Luis yang merupakan wakil kapten juga sedang memikirkannya.

"Aku ingin kalian tahu bahwa keputusanku untuk berhenti dari Pasukan PBB sudah pasti tetapi topik utamanya akan dimulai dari sini ... Aku ingin kalian ikut denganku, tentu saja aku tidak akan memaksamu. Namun hanya mereka yang setuju untuk menemaniku akan mengetahui tentang 'isi proposal'-nya. Dengan kata lain, kalian harus mengambil keputusan. Aku mengerti bahwa Kau dapat memanggilku pengecut, tetapi ini aku mohon kepada kalian.”

Ketika aku menyusun kata-kata sambil menundukkan kepala, aku dapat mendengar bahwa mereka sedang berkonsultasi satu sama lain yang berada di sebelahnya. Aku mengharapkan maksimal hanya empat hingga lima orang yang akan ikut denganku ... tetapi tetap saja, aku ingin lebih banyak 'kekuatan' untuk rencana tersebut. Setelah beberapa waktu, aku mengangkat kepalaku kembali.

“Aku tidak mengatakan bahwa kalian harus segera memutuskan. Aku akan kembali lagi setelah sekitar satu jam, mereka yang tidak ingin berhenti dari Pasukan PBB dapat pergi. Ketika aku keluar dari Angkatan Darat PBB, aku akan menuliskan hasil evaluasi ‘terbaik’ sehingga kalian tidak perlu khawatir tentang masa depan kalian. "

Setelah mengatakan itu, aku mencoba untuk pergi namun terdengar suara dari sekitar tempat Tim C duduk.

“Kapten, itu buang-buang waktu. Beri tahu kami isi proposalnya dan waktu pemberhentian.”

Kurasa orang yang memanggilku dengan suara keras adalah seseorang yang dipanggil Rodriguez. Apa maksudnya itu hanya buang-buang waktu? Luis mengambil alih pembicaraan.

“Bahkan jika aku menunggu satu hari, aku sudah tidak punya kerabat. Semua orang akan mengikuti Kapten”

Kau benar-benar idiot! Apa yang kalian pikirkan ?! Kau tidak mengerti arti dari proposal yang Kau terima. Jika Kau tidak memikirkannya dengan cermat, Kau mungkin akan disalahgunakan. Kau harus berpikir lebih dalam. Seperti yang aku katakan kepada mereka, Thomas tertawa keras dan diizinkan berbicara.

"Aku tahu aku bodoh tapi─── ketika seseorang datang untuk membantu ketika aku ditembak, apakah ada orang bodoh lain yang mengisolasi dirinya sendiri dan membawa kami yang berjarak 20 km jauhnya dan menggulingkan kelompok musuh?"

Itu aku ... tapi aku tidak bisa meninggalkanmu! Meskipun kau sekarat, tetap saja aku harus menyelamatkan mereka. Lalu, kali ini orang berjaket mengangkat tangannya.

"Ketika aku ditangkap karena dicurigai membunuh seorang tawanan perang, ada juga orang bodoh yang melabrak pengadilan internasional sambil menodongkan senjata ke kepala penjahat yang sebenarnya."

Itu juga aku. Tentu saja wajah pria penuh dengan goresan akan terlihat seperti seorang pembunuh tetapi kenyataannya dia memiliki hati yang lembut. Aku tahu pangkalan ini menjaga kucing liar secara diam-diam, aku terkejut ketika aku melihat seorang pria besar yang lebih dari 2 meter memberikan susu kepada anak kucing menggunakan botol susu.

"Kapten, apakah Kau tidak menyadarinya sendiri. Kapten ‘hafal’ nama-nama bawahannya. Tidak ada pemimpin selain kapten yang dapat menghafal semua 1200 nama lengkap dan 9 digit nomor identifikasi mereka.”

Aku tahu bahwa wajahku memerah karena kata-kata Claire. Itu adalah hal wajar karena kita adalah 'keluarga' yang berbagi medan perang! Itulah sebabnya seluruh ruang konferensi dikelilingi oleh pusaran angin puyuh.

Aku merasa sangat malu, ketika aku melirik Claire dia mengeluarkan senyuman yang jarang terlihat, dan dia berkata ...

“Karena kita adalah keluarga, kita akan mengikuti kapten. Jadi tolong, beri tahu kami isi proposal dan waktu pemberhentian. Kita perlu memindahkan kebutuhan kita untuk hidup ke pangkalan ini. "

Sungguh ... apakah seharusnya aku tidak perlu khawatir? Tampaknya aku belum memercayai bawahanku. Kali ini sambil menahan rasa maluku, aku memberi tahu bawahanku isi proposal yang aku terima dari Miki. Orang-orang yang mendengar konten yang diceritakan dari mulutku membuat ekspresi terkejut sambil meminta penjelasan yang lebih rinci.


—- Sudut Pandang Arakawa Kouki —-


“Ue ~ eee ~ nn. Shin-kun, Arakawa-kun membuli-ku ”
<TLN: Ue ~ eee ~ nn = Suara Menangis>

"Kouki, kupikir caramu mengatakan itu benar-benar mengerikan"

"Kouki-kun jahat"

Ketika aku memberi tahu Aikawa-san tentang reruntuhan bulan, "Aku sangat iri" adalah apa yang dia katakan. Aku memberi tahu mereka sedikit tentang apa yang terjadi dan aku mendapatkan banyak cemoohan. Tidak, aku benar-benar tidak menyangka dia akan menangis seperti itu. Shingo menatapku dengan mata dingin. Alice menatapku seolah aku semacam sampah jadi aku merenungkan tindakanku sendiri.

"Maaf, aku benar-benar minta maaf! Ini, aku akan menunjukkan kepadamu sebuah video di dalam reruntuhan jadi tolong maafkan aku.”

Aku memiliki rekaman video yang belum aku hapus di terminal pribadiku. Semua orang akan menonton video sementara aku menjelaskan kejadiannya. Suasana hati Aikawa-san berubah dalam sekejap setelah itu.

“Ini adalah pintu masuk yang aku buka karena suatu alasan. Itu adalah teka-teki yang dibuat dengan 'gambar' yang cukup sederhana. Ngomong-ngomong, Mereka juga mengekspresikan niat mereka untuk berkomunikasi dengan menggunakan gambar-gambar seperti itu di dalam. ”

Ketika video menunjukkan puzzle di pintu masuk, aku melihat Aikawa-san yang tertarik mulai mencatat sehingga aku buru-buru menghentikannya.

“Aikawa-san maaf tapi akan ada penjelasan tentang arti dari gambar-gambar itu nanti. Kita perlu berpura-pura bahwa ini tidak ada. Itu semua masih terlalu dini untuk umat manusia. Jadi jangan mencatat dan nikmati videonya. ”

Seperti yang aku katakan, dia merobek memo itu seolah-olah aku telah meyakinkannya. Sangat menyenangkan memiliki teman dengan pemahaman yang baik. Kita tidak bisa mengajarkan teknologi berlebihan ini ke bumi. Aku minta maaf tetapi video ini juga ditampilkan dengan "izin" dari ibuku. Kami juga akan menghapus video ini setelah ini selesai.

"Salam ... Manusia Bum"

“Fuhi !? Manusia?"

Aku tidak terkejut bahwa Shingo terkejut. Aku juga memiliki pemikiran yang sama pada awalnya. Aku mengatakan kepada mereka bahwa itu bukan manusia tetapi "bentuk kehidupan buatan". Shingo yang berspesialisasi dalam bidang teknik membungkuk kepadaku dan bertanya "Bagaimana?". Aku mengatakan kepadanya bahwa dia hampir seperti manusia. Dia benar-benar kecewa karena kami tidak bisa menyimpan data detail tentang dia.

Yah, itu pasti akan mengubah sejarah manusia jika AI seperti Eve dengan kepribadian yang terbentuk sempurna selesai ... "Chabane" berhasil terbentuk sampai batas tertentu tetapi tidak pada tingkat ini.

"Dalam perjalanan pulang dari Bumi ke planet Adam, armada penjelajahan angkasa luar───"

“Menurut penjelasannya, mereka telah hidup turun temurun di atas kapal? Kelainan genetik dan penyakit, Bagaimana mereka menghadapinya? ”

Alice mengajukan pertanyaan yang tidak aku mengerti. Ibuku membawa kembali beberapa materi yang mungkin merujuk pada hal itu jadi aku rasa Kau bisa memeriksanya nanti? Aku agak menyesal mengatakan itu padanya. Jujur, aku ragu bahwa aku tahu ada hal spesifik yang terkait dengannya. Ibu mungkin akan tahu lebih banyak tentang itu.

"Jumlah benih berkurang dan peradaban itu sendiri terus menurun───"

"..."

Sekarang memasuki adegan masalah. Semua orang terdiam. Aku bisa melihat Aikawa-san sudah mulai menangis. Kita belum dapat mengumumkan "Manusia Adam" yang mengorbankan diri mereka sendiri untuk umat manusia, tetapi kita dapat mengukirnya setidaknya dalam hati kita. Ketika saatnya tiba bahwa kita dapat menerbitkannya suatu hari nanti, aku ingin menempatkan sesuatu seperti monumen di bulan.

"Aku tidak berpikir mereka layak untuk punah"

“Arakawa-kun, aku hanya ingin memeriksa sekali lagi. Eve adalah salah satu dari Manusia Adam kan? Dia adalah yang selamat dari ras yang melindungi umat manusia. ”

"Ya. Di video ini, Kau tidak akan berpikiran seperti itu tetapi dia tentu saja seorang Manusia Adam. ”

Video menunjukkan Eve meminta untuk menghapus otoritasnya. Aku bisa melihat bahwa Aikawa-san kebingungan. Seharusnya baik-baik saja, aku masih sama seperti yang dulu. Lihat ~ ini buktinya. Ini menunjukkan bahwa video tidak bergerak saat merekam sudut ruangan.

Pada saat itu, aku melihat langit-langit sambil melarikan diri dari kenyataan. Meskipun video tidak berubah untuk sementara waktu, wujud ibuku yang membawa berbagai hal di kedua tangan terlihat. Sudah waktunya Eve akan pulang. Hmm ... Tunggu !! Jika ini terus berlanjut, adegan itu akan terlihat. Dengan tergesa-gesa aku mencoba menekan tombol stop tetapi aku tidak berhasil.

"Anggap itu sebagai ucapan terima kasih karena telah menghapus otoritasku ... Ja, Bai bai ~ ♪"

Momen ketika Eve menciumku ditampilkan dalam video ... "BEKKO !!" Aku mendengar suara botol penyok yang dipegang oleh Alice. Aku takut dan tidak bisa melihatnya. Selain itu, botol yang dipegang Alice ditujukan untuk penggunaan diluar angkasa dan dirancang untuk tidak penyok kecuali tekanannya lebih dari 100kg.

Aku mendengar Shingo dan Aikawa-san berkata 'Hyii ~'. Seberapa parah penyoknya? Itu terlihat luar biasa di tangan Alice.

"Kau meremasnya"

Meskipun suaraku keluar secara tidak sengaja, botol yang dipegang Alice berubah bentuk di tangannya yang lembut. Tidak bisa menghindar ... Aku sudah tamat. Aku mungkin akan mati di sini. Aku melewati banyak rentetan peluru ketika aku pergi untuk menyelamatkan Alice, aku bisa merasakan keputusasaan yang sama menimpaku pada waktu itu.

"A-Alice, tunggu sebentar-"

Goton! korokoro─── dan botol penyot 'bergulung di hadapanku. Ketika aku melihatnya, aku tidak dapat menghilangkan imajinasi bahwa itu adalah 'leherku'. Aku mulai memberikan alasan. [Itu kecelakaan], [Dia bukan manusia], [aku tidak senang], aku berbicara kepada Alice dengan ekspresi menyakitkan. Ketika aku selesai beralasan, dia mengajukan pertanyaan dengan tatapan matanya yang sempurna.

"Hanya itu yang bisa kau katakan?"

Tunggu! Aku mencoba mencari bantuan dari Shingo tetapi dia bahkan tidak melihatku. Aikawa-san berpura-pura tertidur. Aku sudah tamat? Aku mendengar suara ketukan ketika aku mulai memikirkan doa terakhirku. Seorang penyelamat datang !? Ketika aku membuka pintu kamar dengan kecepatan penuh, ibu yang membuat ekspresi serius di wajahnya berdiri didepan pintu.




Catatan Penulis:

Bonus ... Yang dikatakan Kouki kepada Aikawa-san:

Kouki: Aikawa-san, aku bertemu alien di reruntuhan

Aikawa: Eee?

Kouki: Ya… itu luar biasa! Sayang sekali Aikawa-san tidak ada disana. Sangat disayangkan. Itu adalah kesempatan untuk mengetahui sejarah alam semesta. (doya gao-face)
<TLN: Doya gao Face = Wajah Pamer>

Aikawa: Ue ~ eee ~ nn. Shin-kun, Arakawa-kun membuli-ku


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Selasa, 21 Januari 2020

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-48. Bala Bantuan

Chapter 17-48. Bala Bantuan


Satou di sini. Bahkan tanpa pepatah negara barat, bala bantuan yang dapat diandalkan, bergegas menyelamatkan protagonis dari kesulitan adalah salah satu momen untuk dinikmati dalam sebuah cerita. Ada kalanya mereka tidak bisa diandalkan -.



『Kami datang untuk membantu -』

Tiga pria yang dibalut cahaya oranye, biru dan kuning - dewa Heraruon, Garleon, dan Zaikuon - bergegas masuk ke ruangan itu.

Yah, aku tidak mengharapkan kelompok ini.

Aku sudah tahu dari titik-titik yang ditampilkan pada Peta ku bahwa itu bukan para gadis atau musuh, tetapi aku tidak pernah membayangkan bahwa itu adalah mereka.

『Parion!』
『Di mana kau, Parion!』

Begitu ya, tujuan mereka menyelamatkan Parion.
Mereka mengenakan armor yang mencolok, namun tampaknya mereka tidak ingin bertarung dengan Demon god.

『Dilarang terlalu jauh. Karion juga berkata begitu. 』
『Aku tidak mengatakannya. Tapi, aku setuju. Kau akan digerogoti oleh ketidakmurnian jika Kau terlalu jauh. 』

Dewi-dewi yang dibalut cahaya biru nila dan ungu terang - Urion dan Karion - muncul bersama dengan suara cerewet mereka.
Aku pikir Dewa Tenion akan datang juga, tapi aku tidak merasakan kehadirannya.
Sepertinya dia menjadi tim menunggu dirumah saat ini.

"—Sangat berisik."

Demon god perlahan berdiri dari singgasananya.
Bahkan Demon god tidak mampu untuk tetap duduk melawan tujuh dewa, tampaknya.

『MATILAAAAAH』
『Jangan pergi sendiri, Zaikuon! Tidak ada pilihan, bantu dia Garleon! 』

Para dewa pria sampai ke dalam kamar Demon God dalam sekejap.
Armor mereka bersinar terang dengan warna pribadi mereka.

--Geh.

Aku berada tepat di antara Demon god dan para dewa pria ini.

『Tahan, kalian bertiga!』
『Satou akan terseret dalam seranganmu!』
『Siapa yang peduli! 』
『Pengorbanan kecil untuk tujuan besar.』
『Mati seperti pion.』

Karion dan Urion mencoba menghentikan mereka, tetapi para dewa pria tidak mengindahkan mereka dan terus maju.

Aku mengerti bahwa mereka sepenuhnya bermaksud membunuhku bersama dengan Demon god.
Demon god sendiri telah mulai mengumpulkan cahaya ungu gelap kehitaman dalam upaya untuk menangkis mereka.

--Oh sial.

Pergerakan dewa pria dan Demon god terlalu berat untuk ditanggung oleh level 1 saat ini.
Aku bisa pergi ke suatu tempat yang aman dengan Unit Arrangement berbasis penglihatan, tetapi menilai dari besarnya keilahian yang mereka miliki, bahkan gelombang kejut saja kemungkinan akan membuat luka fatal bagiku.

Faktanya, penghalang yang aku buat menggunakan Primeval Magic semakin rusak saat aku sedang berpikir. Penghalangnya akan kembali kebentuk semula dengan cepat, tetapi kerusakan yang disebabkan oleh badai cahaya berwarna primer lebih cepat.

Saat aku kehilangan ketenangan, Divine Dancing Armor yang melayang di dekat Demon God tertangkap di hadapanku.

--Itu.

Menggunakan bantuan Primeval Magic, aku meretas Divine Dancing Armor Demon God untuk menjadikannya milikku dan nyaris tidak berhasil melindungi diriku dari tumbukan cahaya berwarna primer.

Tepat ketika kupikir aku berhasil selamat, hantaman keilahian yang sangat besar antara para dewa dan Demon god melewati titik kritis dan meledak.
Aku entah bagaimana berhasil menghindariya dengan menyiapkan beberapa penghalang Primeval Magic dan Divine Dancing Armor, tapi aku tetap saja terhempas ke dinding.

Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku, kemungkinan karena serangan yang aku terima.

Cahaya tersebut membakar mataku tadi, tapi penglihatanku kembali setelah beberapa saat.

Bentrokan sengit terjadi antara Demon god dan dewa pria plus dewa Urion di tengah ruangan.
Dewa Karion fokus mendukung mereka di belakang.

Para dewa berhasil dipojokkan oleh Demon god yang dalam kondisi tidak optimal.

Sebagian karena para dewa telah membuat banyak gerakan yang berfokus pada kekuatan kasar saja, tetapi sebagian besar karena kinerja tinggi Divine Sword.
Itu memecah penghalang vermilion milik dewa Karion dalam satu tebasan, senjata dan armor dewa hancur menjadi berkeping-keping ketika digunakan untuk memblokirnya.

Tentu saja para dewa juga menyadari bahaya pertarungan jarak dekat dan mencoba untuk keluar dari jangkauan Divine Sword, tetapi mereka akan ditarik kembali oleh Dimension Blade dan dipaksa untuk terlibat dalam pertarungan jarak dekat setiap kali itu terjadi.

Mati rasa yang menyerang tubuhku tidak menghilang, aku mengambil Elixir dari Storageku.

"--Uoo"

Tanganku tidak bisa memegang dengan baik karena mati rasa dan menjatuhkan botol elixir.
Magic Hand akan membereskan ini, tapi aku tidak bisa menggunakannya sekarang.

Aku minum isi dari Elixir melalui Storage.

--Itu tidak membuatku pulih?

Rupanya, mati rasa ini bukan hanya karena memar.
Aku mengawasi pertarungan di belakang Divine Dancing Armor yang aku rebut saat merawat mati rasa yang kuderita dengan Primeval Magic.

Pertarungan antara Demon god dan para dewa ini benar-benar menunjukkan pentingnya Otoritas dan senjata, meskipun para dewa memiliki kekuatan berkali-kali lipat, Demon god akan menjungkirbalikkannya dengan Otoritasnya dan bahkan mengubahnya menjadi sebuah serangannya.
Bilah Divine Sword akhirnya mengenai para dewa, warna cahaya pribadi masing-masing dewa tersebar kesekitar, namun itu bukan darah.
Meskipun satu tebasan Divine Sword tidak cukup untuk membunuh dewa-dewa ini, cahaya yang menerangi mereka akan melemah dengan setiap tebasan.
Tujuh dewa pasti akan kalah jika ini terus berlanjut.

Aku masih belum mengerti.

Mengapa Demon god tidak menggunakan Divine Sword <<PERISH>>?



"MASTEEEEEEEEEEEEEER!"

Suara Arisa bergema di kamar Demon God.

Sepertinya golden armor telah tiba.

『Arisa, sebelah sini.』

Aku mengatakannya kepada para gadis melalui Familiar Link karena bahkan [Paladin Domain] Nana tidak akan cukup untuk melindungi mereka dari bentrokan para dewa ini.

"MASTEEEEEEEEEEEEER!"

Arisa berteleportasi bersama semua orang ke sebelahku.

"Oh, syukurlah! Kehadiran Master tiba-tiba meledak dan tersebar kemana-mana, jadi aku memikirkan kemungkinan yang terburuk!"

Arisa menempel di dadaku sambil menangis.
Sepertinya dia merasakan kematianku dari Familiar Link.

"Maaf, maaf, level dan skillku dirampas oleh Demon god. Aku jadi sedikit melemah."
"Geh, kau level 1!"

Aku tidak ingin membuatnya cemas lagi, jadi aku memutuskan untuk tidak memberi tahu dia tentang kematianku.

"Mwu? Tidak pulih."

Mia memberikan magic penyembuhan padaku, tetapi lukaku tidak pulih seperti halnya dengan Elixir.

『Itu karena penggunaan Keilahian yang berlebihan.』

Suara Dewa Karion terdengar di kepalaku.
Rasanya seperti Familiar Link.

"--Keilahian?"

Tapi aku manusia?

『Primeval Magic adalah mukjizat yang diwujudkan melalui keilahian. Tubuh manusiamu terlalu banyak menggunakannya. 』

God Karion berbicara seolah dia memperingatkanku.

Yah, aku akan mati dalam pertarungan antara dewa dan demon god sebelumnya jika aku tidak menggunakannya.

『Karion! Lindungi aku lebih baik! 』
『Zaikuon terlalu jauh ke depan. Kau harus berkoordinasi lebih baik dengan yang lain. 』

Fokus God Karion bergeser dariku.

Sesaat kemudian, lengan kanan dan kedua kaki Zaikuon terpotong lalu dia jatuh ke lantai.
Zaikuon yang maju sendiri keluar dari pertempuran terlebih dahulu.

Tepat setelah itu, Garleon kehilangan tangan kanannya, Heraruon dan Urion terluka di sekujur tubuhnya sebelum jatuh juga.
Karion mencoba melindungi mereka dengan tumpukan penghalang, namun penghalang itu sudah hampir hancur oleh Divine Sword.

Aku memaksa tubuhku untuk bergerak dan memeriksa kondisinya.

"Aku akan baik-baik saja."

Perhatian Demon God sepenuhnya terfokus kepada para dewa.
Aku seharusnya bisa menemukan celah sekarang.

"Kau belum bisa bergerak, Master. Maksudku, kau bahkan tidak punya senjata."
"Aku punya ini."

Aku mengambil Holy Magic Sword, Pendragon, dari Storage milikku.
Pedang yang kembali dengan sendirinya ketika aku menyajikannya sebagai persembahan khusus.

"Aku bisa merasakan kekuatan luar biasa, tapi itu bukan tandingan pedang hitam itu, kan?"
"Ya, aku juga tidak bisa memenangkannya dalam kondisi saat ini. Tapi aku punya rencana."

Selain itu, tujuanku bukan mengalahkan Demon god, tetapi untuk membasmi ketidakmurnian darinya.
Itulah yang diinginkan Kagura juga.

"Nyu!"

Mata Tama terbuka lebar karena terkejut.

Yang terlihat adalah--.



『Bagus, Parion!』

Heraruon berteriak.

Sabit yang melindungi gadis-gadis kecil ungu di penghalang muncul dari balik dada Demon God.
Tidak, itu menembus dadanya.

『Apa yang kau lakukan Parion.』

Orang yang menyerang Demon god dengan sabit itu adalah dewi dengan wajah 'poyayan', Parion.

『Membunuh dewa.』
『Kau, pengkhianat?』
『Pengkhianat? Aku tidak begitu mengerti. 』

Tubuh Demon God hancur dan berubah menjadi kabut ungu gelap yang kemudian tersedot ke dalam sabit.
Akhir yang mengecewakan.

『Kerja bagus, Parion. 』
『Kau pasti membebaskan diri dari penjara Demon god sendiri.』
『Sekarang Inti Demon god telah hancur berkeping-keping, ia tidak dapat dihidupkan kembali.』

Para dewa memuji tindakan Parion satu demi satu.

Dewa Parion mengambil Divine Sword Demon God yang tergeletak dan berjalan menuju tujuh dewa tanpa menanggapi mereka.

『Parion, aku yang hebat ini, dewa terkuat, akan menjaga pedang berbahaya itu.』

Dewa Parion berjalan menuju Zaikuon yang mengulurkan lengannya, dan -.

Menikamnya dengan Divine Sword.

Zaikuon lenyap menjadi partikel cahaya kuning dengan ekspresi 'kenapa' di wajahnya.
Cahaya tersebut tersedot ke dalam Divine Sword.

『Selanjutnya.』

Dewa Parion berpindah ke depan dewa Heraruon untuk membunuhnya.
Namun, cahaya merah terang menghalangi tindakannya.

『Minggir.』
『Kenapa?』
『Karena, tidak bisa dibunuh?』

Dewa Parion memiringkan kepalanya dengan wajah 'poyayan' atas pertanyaan dewa Karion.

『Ey』
『Parion!』

Tepat ketika dewa Parion menghancurkan penghalang hijau dengan sabitnya, dewa Garleon melompat ke arahnya.

『--Foresight.』
<TLN : Pengelihatan masa depan>

Saat Divine Sword memblokir pedang biru dewa Garleon, percikan api hitam dan biru bertebaran kemana-mana.

『--Strongest Blade (Tidak ada yang tidak dapat dipotong)』

Sabit yang dibalut cahaya biru menebas leher dewa Garleon.
Itu adalah Unique Skill yang sering digunakan Hero Meiko.

『- Unrivaled Mobility (Tidak ada yang bisa mengenai).』

Parion menghindari cahaya oranye yang Heraruon tembakkan tanpa bergerak.

『--Kuat.』
『Sudah diperkuat.』

Mendengar kata-kata Karion, dewa Parion dengan bangga membusungkan dadanya seperti anak kecil.
Sepertinya dia telah memberikan para hero Unique skill - Otoritas agar itu semakin kuat.

Dewa Parion mencoba menusuk jantung dewa Garleon tanpa kepala dengan Divine Sword.

『Aku tidak akan membiarkanmu.』

Dewa Karion mengerahkan penghalang berwarna ungu.

『- Strongest Lance (Tidak ada yang tidak bisa ditembus)』

Divine Sword yang dibalut cahaya biru menembus penghalang dan jantung dewa Garleon.

Itu adalah Unique skill yang digunakan hero Hayato.
Sepertinya dewa Parion mampu menggunakan semua Unique skill yang digunakan oleh para hero.

『Garleon!』

Inti Dewa-nya tampaknya hancur, dewa Garleon berubah menjadi partikel cahaya biru sebelum disedot ke dalam Divine Sword.

『Tiga dewa tersisa.』

Dewa Parion mengalihkan pandangannya ke sasaran berikutnya.
Penghalang dewa Karion memblokirnya, tapi itu langsung dihancurkan oleh Divine Sword dan sabit.

『Dengan ini, aku akan menjadi lebih kuat.』

Dewa Parion mengangkat Divine Sword ke atas.

--Aku tidak akan membiarkanmu.

Aku bergerak tepat di depan Dewa Parion dengan Unit Arrangement, dan memblokir serangannya dengan pedang berwarna pelangi.


※ Author break dulu minggu depan, chapter berikutnya direncanakan untuk terbit pada 3/2 atau 4/2

Note :
Hehehe, dewa pria udah modar :v apakah satou bakal menambahkan para dewi ke haremnya?



PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 89. Kelahiran Perlombaan Olahraga Pulau Cal Mira

Chapter 89. Kelahiran Perlombaan Olahraga Pulau Cal Mira


Setelah mendengarkan cerita Raphtalia, itu memakan waktu hingga sore hari, dan waktu untuk pergi keluar telah terlewatkan.

Jika kita pergi sekarang, itu akan menjadi pertarungan malam hari di suatu pulau.
Aku memilih untuk tidak bertarung di malam hari secara berlebihan,  padahal waktu itu sangat berharga. Tapi itu cukup berbahaya...
Berbelanja di pasar akan menjadi pilihan, tapi... kemarin Aku sudah pergi kesana.
Dari awal Aku selalu membuat obat dan aksesoris, atau mempelajari mantra sihir, tapi aku sudah kehabisan bahan. Setelah kembali Aku akan diajari oleh seseorang yang telah disiapkan oleh ratu.
Kita memiliki waktu luang dan sedang bosan.

Oleh karena itu kita memutuskan untuk bermain dipantai sampai senja tiba.

“Wahoi~!”

Filo sedang bermain di laut.
Dia bersenang-senang di air dan mencoba menyelam di lautan seperti burung air.
Kurasa bukan seperti itu.
Aku rasa dia sedang latihan renang.
Sekilas dia terlihat tenggelam.
Maksudku, bisakah kau menenggelamkan diri?... mengambang selagi kedua kakinya berada diatas permukaan air. Kelakuannya itu sangat konyol.
Gayanya mengingatkanku pada orang yang terbunuh disuatu tempat dengan posisi yang sama. Apaan namanya?
Desa yang dihuni oleh anjing, Aku tidak bisa mengingatnya dengan detail.
Sudah 4 bulan terpisah dari pengetahuan otaku, dan dari awal aku hanya bisa mereferensikannya dari anime yang bergenre misteri.



“Level kita tidak naik sedikitpun. Itu salahmu Raphtalia.”
“Ehh... Mau bagaimana lagi. Jika pergi dimalam hari... itu juga menyusahkan karena kita harus kembali ketika pagi tiba.”
“Pertukaran anggota party itu yang bermasalah.”
“Itu benar... Aku harap waktu bergerak lebih cepat dari biasanya, mungkin sekarang bisa lebih menyenangkan.”
“Benar juga.”

Agar kita bisa bermain di pantai kita meminjam baju renang dari penginapan.
Yang bisa Aku bilang, pantai negeri tropis itu indah.
Sungguh, Aku baru pertama kali melihat ini, rasanya seperti datang ke Hawaii atau Guam.

“Kalau diperhatikan, banyak orang-orang yang bermain di pantai sama seperti kita.”
“Iya, Benar...”
“Raphtalia, apa kau membawa bola?”
“Aku menyimpannya dikamar penginapan...”
“Begitu ya.... seharusnya ada tempat yang meminjamkan bola.”

Entah kenapa walaupun Aku melihat sekitar, tidak ada toko yang menyediakan barang rekreasi.
Ada tempat beristirahat yang sering digunakan dipinggir pantai, tapi tidak ada mainan yang bisa dimainkan di pantai.
Karena disini panas, ada toko yang menjual makanan dan minuman dingin.
Tetapi, tidak ada toko yang menjual barang permainan.
.... Tidak ada papan selancar juga.
Untuk orang seperti Motoyasu, berselancar bukan hanya menjadi hobi mereka. Itu dia.
Selagi berpikir dan melihat sekitar, Aku melihat Motoyasu.
Sepertinya ia sudah baikkan, dan sekarang ia sedang menemani Bitch.
Ia tidak mempelajari kesalahannya. Ini akan sangat menyebalkan untuk berbicara dengannya karena ada Bitch disebelahnya, Aku tidak merasa nyaman.

“Apa yang sedang kau pikirkan?”
“Setelah melewati penderitaan akhirnya kita bermain di pantai. Aku rasa bermain bola voli di pantai akan sangat menyenangkan.”
“Di pantai ada latihan untuk tubuh bagian bawah dan kita harus mempertahankan bola untuk terus melayang di udara! Akan ku ambil dulu ya!”

Setelah mendengar saranku Raphtalia lari dengan sendirinya.
... Sepertinya Aku terlalu membesarkan otak ototnya.
Ini tidak bukan salah pelatihan juga sih...
Pondasi kehidupan Raphtalia itu sudah salah... Mungkin itu kesalahanku.

“Apa yang dilakukan Onee-chan?”
“Dia pergi untuk mengambil bola.”
“Hmm. Main bola?”
“Sepertinya begitu.”
“Firo sedang bosan. Jadi mau main lagi.”
“Oh. Berjuanglah.”
“Iyaa!”

Sambil menggambar garis lapang bola voli.... Raphtalia datang membawa bola.
Bola itu dibuat untuk anak-anak yang terbuat dari balloon, dan Raphtalia menjaga bola itu dari dulu.
Pelatihan di pantai untuk memperkuat tubuh bagian bawah, yah....

“Raphtalia, bisa kesini sebentar?”
“Apa? Baiklah.”

Aku memperhatikan tangan atas Raphtalia dengan seksama.
Dia sudah sering latihan, dan statusnya bertambah sedikit demi sedikit, tapi kenapa ototnya tidak terlihat begitu jelas.

“Ada apa?”
“Raphtalia, apa kau menggunakan sihir untuk menyembunyikan wujud aslimu?”

Raphtalia itu setengah rakun, hebat dalam mantra ilusi, dan berbakat dalam sihir cahaya dan kegelapan.
Itu berarti, ada kemungkinan dia memalsukan penampilannya.

“Kenapa aku harus melakukan hal yang tidak berguna seperti itu?”
“.... Raphtalia, tetap menjadi dirimu yang sesungguhnya.”
“Apa....? Aku mengerti.”

Raphtalia memiliki motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya.

Setelah itu, Aku menjelaskan dasar peraturan bermain bola voli.
Aku tidak menjelaskan secara keseluruhan, Aku hanya menjelaskan, untuk tidak menjatuhkan bola, cara memegang bola dengan benar, dan cara mengoper bola ke rekan satu tim.

“Baiklah Aku mulai! Tei!”
“Apa itu--!”

Raphtalia dan Filo memulai pertandingan bola voli di pantai dengan sengit.
Dari awal pertandingan mereka sudah mulai rush dan spike (smash), dan itu sudah melampaui pertandingan biasa dan menjadi pertarungan yang luar biasa.
Gerakan mereka berdua sangat cepat. Seperti sedang melihat wire action.
Ketika Aku melihat sekitar, Aku melihat orang-orang mulai berkumpul dan meniru gerakan mereka dengan senang.
Ya, itu karena tidak banyak orang bermain dengan bola, ada yang menggantikan bola dengan menggulung pakaian juga....
Mereka yang meniru penyerangan dan pertahanan Raphtalia dan Filo seperti sedang bermain bola voli juga.

“Apa Naofumi-sama tidak mau mencobanya.”

Raphtalia yang sedang melakukan smash menanyakan itu kepadaku.

“Tidak... Aku tidak bisa melakukannya.”
“?”

Apa Aku mengatakan hal yang aneh? Sepertinya Raphtalia dan Filo bermain bola voli itu dengan sangat santai.
Permainan tingkat dunia.
Aku tidak bisa mengikuti kekuatan fisik mereka.

“Melihatnya saja sudah membuatku senang.”
“Benarkah? Ini akan lebih menyenangkan bila Goshujin-sama ikut bermain.”
“Ini lebih mendekati pertarungan daripada permainan.”

Inikah efek dari Kenaikan Kelas, mereka menjadi manusia super.
Jika Aku menemani mereka maka Aku harus serius, dan itu sangat melelahkan. Dan Aku sedang dalam masa penyembuhan.

“Oh benar juga. Kalian coba main tangkap bendera dengan orang sekitar kalian.”

Ketika Aku mengatakan itu, mata Filo langsung bersinar. Permainan bola voli di pantai telah terganggu, dia langsung lari kepadaku.

“Apa itu? Bagaimana cara bermainnya!?”

Uh....

“Intinya, pertama-tama tusukkan tongkat kedalam tanah.”
“Ya!”

Aku mengambil tongkat dan menancapkannya di tanah.

“Kemudian.”

Berjalan sekitar 20 meter dari tongkat itu dan berbalik.

“Baiklah, Raphtalia dan Filo, cepat kemari.”
“Iya.”
“Iya~!”

Mereka berdua dengan cepat berjalan kepadaku.

“Jadi, kalian berdua saling membelakangi tongkat tadi dan berbaring di tanah.”
“Seperti ini?”
“Kaya gini?”

Mereka berdua berbaring sesuai dengan instruksiku.

“Jika Aku bilang Siap, dan Don! Maka setelah Aku mengatakan itu, cepat bangun dan lari ambil tongkat yang Aku tancapkan di tanah, orang yang mengambil tongkat itu akan menjadi pemenangnya. Tetapi, kau tidak boleh mengganggu lawanmu.”
“Itu terdengar menyenangkan.”
“Iya!”
“Sekarang kita latihan dulu.”

Para penonton berkumpul. Sepertinya para petualang sangat senang untuk melihat pertandingan ini.
Mungkin karena ini dunia lain? Disini tidak ada banyak permainan yang bisa dilakukan beramai-ramai.

“Siap....”

Mereka berdua menunggu Aku mengucapkan itu.

“Don! Mulai------!”

Dengan singkat, Aku terkubur oleh butiran pasir, yang tak lama kemudian menjadi gunungan pasir.
Raphtalia dan Filo adalah pelakunya. Dengan serentak mereka menendangi pasir pantai, hanya untuk mengamankan kemenangan mereka.
Ngomong-ngomong, sepertinya yang menang itu Filo.
Aku tidak yakin karena Aku terkubur oleh pasir pantai.

“Ini kemenangan Firo!”
“Selanjutnya Aku tidak akan kalah!”
“Sekuat apa kalian menendangi pasir pantai! harus ada batasannya!”

Setelah apa yang sedang kita mainkan waktu itu... telah dilanjutkan dan menjadi pertandingan utama.
Dengan demikian, Aku tidak tahu apa ini semacam prototipe dunia ini.

Raphtalia dan Filo bermain di pantai sampai hari itu berakhir.
Ada beberapa petualang yang ikut bermain juga, bola voli di pantai dan tangkap bendera pantai berakhir dengan sukses.
Ya, itu bagus untuk menghabiskan waktu.
Tampaknya Raphtalia puas dengan hasil latihan fisiknya.




TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan

Senin, 20 Januari 2020

Isekaichan 2 Year Anniversary

Isekaichan 2 Year Anniversary


HALLO MINNA!

Apa kabarnya?
Hari ini ada yang ulang tahun loh, yep bener banget. Isekaichan sedang berulangtahun yang kedua hari ini~


Gak kerasa udah satu tahun mimin bikin postingan kayak gini dulu, ditahun kedua ini banyak tantangan tersendiri bagi kami. Mulai dari delay, update kemaleman, atau mencoba bikin platform sosial media baru (a.k.a discord) yang sepi kayak kuburan :'v

Dua tahun perjalanan isekaichan tidaklah mudah, tiap hari harus ketemu chapter untuk ngejer target update disela-sela kesibukan para mimin. Bahkan mimin sempet mikir, apa udahan aja ya? Capek gini terus... Tapi melihat komentar dan antusiasme kalian membuat kita bersemangat lagi. "Oh, ternyata ada juga yang nungguin hasil kerja keras kami." "Oh, ternyata gak sia-sia begadang buat nyelesain chapter." Komentar kalian itu ibarat penyemangat buat para mimin.

Hal yang bermula dari keisengan mimin Isekai-Chan yang males baca ulang novel favoritnya. Berakhir menjadi sesuatu yang 'besar'. Menjadi suatu tempat yang berharga bagi mimin Isekai-Chan sendiri. Berinteraksi dengan para mimin kampr*t, dengan para reader. Membuat suatu pengalaman unik tersendiri.

Dan gak kerasa, mimin di isekaichan sudah semakin bertambah. Berawal dari mimin Isekai-Chan, Rakuha, Mobius. Lalu bergabunglah mimin Yuki-chan, lalu mimin Haze yang pendiem tapi sekalinya ngomong jleb. Terus ada mimin Ryuu sang masokis kita. Ada mimin Conscriptra2 yang kalo kalian mau tanya novel apapun pasti dia tau :v, Mimin kuaci yang pendiem tapi tiba-tiba bisa ngasih chapter satu volume sendiri. Ada mimin Nate yang pekerja keras dan rajin menabung :v, Mimin Fujiwara-sama yang pemalu gak pernah muncul di grup admin x'D, Ada dua sejoli ampas tukang bikin ribut, si mimin Tasha sama Shindo(l). Lalu ada mimin Poo yang diam-diam ternyata mesum (hehe), Ada mimin bajatsu yang progressnya cepet gila, dan terakhir ada mimin Acedia si manusia yang ingin menyebarkan kemalasan (katanya). Ada 15 Admin disini saling berkolaborasi, menyelesaikan chapter satu persatu. Walaupun di tahun ini banyak mimin yang sedang cuti, atau mungkin sibuk ujian~ Tapi itu tidak mengubah prestasi yang telah mimin-mimin berikan bagi isekaichan. 

Walaupun sekarang fraksi mimin isekaichan terpecah jadi dua (lolicon dan oneesan) kalian yg mana guys? tapi ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri bisa bekerja bersama kalian semua. Dan menjadi sebuah prestasi tersendiri mendapatkan komen dan antusias kalian.

Tentunya kami bukan apa-apa tanpa dukungan kalian semua, tanpa komentar kalian semua. Mungkin isekaichan bisa jadi tidak bisa merayakan ulang tahunnya yang kedua. Tapi takdir berkata lain, isekaichan bisa bertahan sampai titik ini. Kami berhasil menyelesaikan hampir 1000 chapter selama 2 tahun ini (gak kerasa anj*r, kok bisa sebanyak itu ya :v). Dan hampir menyentuh angka 1 JUTA view. Terimakasih atas kepercayaan dan dukungan kalian semua sehingga isekaichan bisa sampai ke titik ini.

Kami akan selalu berusaha memperbaiki kemampuan kami dan meningkatkan kinerja isekaichan. Dan pasti didepan sana masih banyak rintangan menghadang, Namun satu hal yang pasti. Selama novel isekai masih ada, Isekaichan akan tetap ada. Karena kita disini adalah tempat bagi pecinta isekai~ Jadi jangan bosen-bosen buat dukung kami ya, dan terus nantikan hasil karya isekaichan berikutnya~

Oh iya, untuk menyambut ulang tahun ini. Isekaichan mengadakan Giveaway yang bisa diikuti di laman facebook dibawah ini. Jangan sampai ketinggalan ya, banyak hadiah yang menarik~



Jadi, apa yang kalian harapkan dan ucapan yang ingin kalian sampaikan kepada isekaichan kedepannya? Tuliskan dikolom komentar ya, kami tunggu~

Perjuangan kami akan terus berlanjut, dan sampai jumpa di Anniversary ke 3 Isekaichan~


SEE YOU ALL!!
HAPPY 2ND ANNIVERSARY FOR ISEKAICHAN