Selasa, 06 Februari 2018

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 2-3 Chant, Si Tentara dan Keributan di Siang Hari


Chapter 2-3. Chant, Si Tentara dan Keributan di Siang Hari


Satou disini. mengayunkan tongkat pendek, bukannya terlihat seperti seorang magician aku merasa seperti sebuah konduktor.

Skill Konduktor tidak muncul. Aku agak kecewa, Satou.

Bendera Harem sepertinya masih sangat jauh.

◇

Setelah aku kembali kepenginapan, kutaruh semua set alkimia.

Aku ingin memasukkannya didalam <<Thirty Holding Bag>> tapi dari yang aku dengar dari Nadi-san saat tur, item ini sangat populer dikalangan orang kaya pada era dari leluhur raja Yamato, namun sekarang hanya bisa didapatkan untuk para tentara, bangsawan berpangkat tinggi, atau pedagang yang sangat kaya.

Karena itulah, Aku tidak bisa menggunakannya dengan sembarangan. Bukan masalah jika beberapa pencuri mengincarnya, tapi jika ada bangsawan yang melihatnya maka akan menjadi mustahil untuk tetap berkeliling di kota ini.

Mengikuti arahan dari Nadi-san kemarin, aku mengisi sebuah ember penuh dengan air dari kendi Hell Water. Aku celupkan sebuah pakaian ke air dan meremasnya. Aku keluarkan panci yang aku beli kemarin dan memasukkan pakaian ke dalamnya.

Baiklah, persiapan selesai!

Waktunya untuk melakukan chant Dry!
<TLN : Chant = merapal mantra>

“Lu lula la li lu... la?”

Walaupun aku bisa membaca katanya, aku tidak bisa mengucapkannya! Apakah aku harus membaca 100 huruf dengan cepat dalam satu menit?

Permainan mustahil apa ini?

Lalu, aku terus berlatih chant dengan merasa berkecil hati tetapi akhirnya aku tidak bisa melakukannya. Pakaian akan segera kering tanpa aku menggunakan sihir tetapi aku sama sekali tidak senang dengan hal ini.

“Baiklah! Ayo cari bantuan!!”

Aku bangun menggenggam tanganku!
Saat sedang dalam masalah ada Nadi-san! Mari meminta beberapa nasihat dari Nadi-san.

“Nadiemo~n, tolong bantu aku~.”

Walaupun rasanya seperti berpegangan ke sebuah sedotan, aku tetap menuju ke Worker’s Guild.

...Sayangnya, Nadi-san sedang absen.

◇

Karena Nadi-san tidak akan kembali sampai malam, aku menuju ke toko buku di central district. Seharusnya ada buku lain tentang life magic selain yang aku beli.

Di perjalanan menuju ke sana, aku dipanggil ke toko pakaian. Sepertinya, pesananku telah diselesaikan lebih cepat.

Aku berpikir mungkin pemilik toko itu ingat saat aku berkata aku tidak mempunyai baju ganti, jadi dia mempercepat pesanannya.

Ayo kita terima setelah banyak merepotkan.

“Sangat cocok dipakai olehmu.”
“Ya, kau terlihat seperti pewaris dari perusahaan besar atau seorang bangsawan.”

Pemilik toko dan istrinya sangat memujiku.

Untuk memastikan ukurannya aku berpose didepan cermin besar.
Tapi bukankah baju ini lebih bagus daripada sampel yang kemarin? Tidak, aku tidak sedang memuji diriku sendiri.

“Benar, ini lebih bagus dari sampelnya.”
“Benar sekali! Karena pesanan itu terburu-buru, aku meminta penjahit yang berbeda dari biasanya, tapi garis halus dan jahitannya sangat bagus, sangat megah! Sungguh~ berkat pelanggan, aku menemukan penjahit yang bagus.”

Bagaimana yah, aku merasa aku ingin meminta maaf.
Setelah semua ini, mari kita kemasi pakaian yang aku pakai dan ganti dengan yang baru.

◇

Saat aku sampai di gerbang aku diminta menunjukkan kartu identitasku. Menurut penjaga gerbang, ada beberapa pencuri yang masuk setelah gangguan, jadi sekarang diperlukan untuk menunjukkan identitasmu.

Di plaza, kebanyakan toko di jalan utama buka. Karena sebagian besar pertarungan terjadi di depan gerbang kastil, jadi kebanyakan toko tidak terkena kerusakan.

Aku membeli daun teh di toko spesialis menghadap plaza yang Nadi-san tunjukkan kemarin, aku juga membeli beberapa bumbu di toko rempah-rempah.

Di toko makanan mewah aku membeli nasi, miso, dan saus tiram. Seperti yang aku katakan, kenapa ini disebut fantasi?

Di depan kedai plaza, seorang penyair menyanyikan sebuah puisi tentang iblis kemarin dan ksatria dengan penuh realitas.

...Bukankah pria bertopeng perak itu adalah anak haram dari earl? Begitulah lagu tersebut dinyanyikan. Topeng tersebut sebenarnya adalah timah tetapi telah dirubah menjadi perak.

Karena aku sebenarnya sangat menikmatinya, aku memberinya sebuah koin perak. ...sebenarnya itu sedikit memalukan!

Beberapa kali aku menyimpang sebelum ke toko buku.

◇

“Satou-san, terimakasih banyak atas hari kemarin!”

Semone-san menyapaku dengan senyum di dalam toko buku. Sepertinya, hari ini adalah gilirannya untuk menjaga toko.

“Halo Semone-san. Bagaimana keadaan kakekmu?”

“Yah, dia sudah disembuhkan dengan sihir, tapi karena umurnya, nenekku menjaganya untuk beristirahat selama 2-3 hari.”

Kakek tua, kau mempunyai cucu yang baik, aku iri.

Aku bergosip berbagai hal untuk menjadi bantal dari pembicaraan sebenarnya.

“Kau mencari buku tentang cara untuk berlatih tentang chant life magic?”

“Ya, aku bisa memahami penjelasannya dibuku yang aku beli sebelumnya, tapi aku kesulitan untuk melakukannya...”

“Umm, Satou-san, skill life magic sebenarnya mudah untuk diingat, tapi biasanya kau membutuhkan 3-5 tahun untuk menguasainya. Belum lagi, walaupun sudah berlatih sebanyak itu, 80% orang biasanya gagal melakukannya.”

Tapi aku mendapatkan skill tersebut setelah menerima life magic sekali? Ini memang sebuah cheat...

“Umm, walaupun kau sudah mempunyai life magic dari awal, orang yang bisa mengingat chantnya adalah...”

Karena aku tak akan kehilangan apapun, mari kita dengarkan.

“Orang yang mempunyai bakat dari lahir? Kan, ada orang yang berasal dari keturunan dari keluarga magician yang mempunyai kemampuan sihir dari lahir, namun orang seperti itu biasanya mempunyai anggota keluarga yang bisa menggunakan sihir...”

Tidak perlu belajar dari buku... adalah apa yang ingin dia katakan, eh.

Mau bagaimana lagi, aku akan membeli buku latihan vokal dan buku tentang akting.
Mari kita mulai melatih cara berbicaraku.

◇

Toko sihir yang menghadap jalan utama ditutupi oleh kain terpal. Seperti yang kuduga toko tersebut tutup.

“Halo, onii-san yang gesit.”

Menolehkan kepalaku, disana, seorang gadis memakai baju one piece yang polos namun elegan memiringkan tubuhnya kedepan sembari memandangiku dengan mata yang mengadah. Dengan tubuh yang ramping dan rambut pendek yang lurus, dia adalah gadis yang cantik menawan.

“Halo soldier-san, kau memakai pakaian yang indah hari ini.”

>[Mendapatkan Skill Lip Service]
<TLN : Lip Service = pujian>

Tolong jangan ganggu pembicaraanku...

“Ehehe~, karena kami jarang mendapat istirahat, tidak banyak kesempatan untuk menggunakan baju ini~”

“Tentang kemarin, apakah retakan tulangmu sudah sembuh?”

“Ya! Aku ingin mengatakannya, tapi tempat dimana tulang patah masih terkadang terasa sakit jadi aku berpikir untuk pergi ke kuil.”

Untuk memastikan, dia adalah tentara yang aku selamatkan dari pohon kemarin.

“Apakah kau tidak bisa menyembuhkannya sendiri?”

“Kau tahu kalau tidak ada metode penyembuhan di sihir angin kan?”

Rupanya begitu, setiap elemen mempunyai keahlian yang khususnya masing masing.

“Ah~ Zena sedang berburu lelaki~~!!”
“Oh, benar, mengesampingkan wajahnya,dia berpakaian rapi, selain itu, dia lebih muda! Bagus sekali, Zena.”

“Kalian, tolong jangan mengolok-olok dia. Walaupun dia seorang yang terlambat mekar, dia berusaha keras, mari kita lihat saja dia dengan hangat.”

Aku ingin tahu apakah mereka adalah teman soldier-san, beberapa gadis berisik berdiri di depan pintu toko sembari berbisik satu sama lain. Ada sedikit olokan halus didalamnya.
Jadi nama dari soldier-san adalah Zena eh, nama yang bagus.

Zena-san membuka dan menutup mulutnya dengan tenang dengan muka yang memerah.
Reaksi seperti ini sangat lucu~

“Ka, kalian salah. Aku hanya ingin mengatakan terima kasih untuk menyelamatkanku kemarin.”

Ketiga gadis tersebut mengeras sedikit setelah mendengarnya.

“Yang menyelamatkanmu maksudmu, jangan katakan padaku kalau dia!!”
“Dia adalah hero-sama yang bertopeng perak?!”
“Tidak mungkin! Kau tahu dia adalah orang yang mengayunkan palu besar dan kapak dua tangan secara bersamaan kan? Bocah yang terlihat lembut ini tidak mungkin bisa melakukannya.”

“Tidak... bukan seperti itu.”
Kata-kata Zena-san tidak menjangkau ketiga gadis itu.

“Tapi bukankah tinggi badannya cocok?”
“Bukankah warna rambutnya berbeda? Pria itu berambut pirang.”
“Dan dia tidak menggunakan sebuah topeng.”

“Mou, tolong dengarkan aku!”
Zena-san berteriak dengan sekuat tenaga!
Ketiga gadis tersebut akhirnya memperhatikannya.

“Pria inilah yang membawaku ke pos penyelamatan ketika aku tak bisa bergerak karena cedera kemarin!”

“Ah, jadi maksudmu adalah [[menolongku]] yang semacam itu.”
“Tapi tetap saja, itu adalah sebuah kesempatan emas bagaimanapun juga!”
“Jangan samakan dia denganmu, Zena tidak memiliki akal seperti itu.”

Yep, sangat berisik. Ini adalah urusan Zena-san. Ketiga gadis itu terlihat seperti mereka menghiburnya tanpa maksud jahat atau sarkasme, mereka mungkin mendukungnya.
Aku berpikir apakah ini adalah waktu yang tepat untuk memotong pembicaraan mereka.

“Senang bertemu denganmu, aku satou, seorang pedagang keliling. Aku berencana untuk tinggal di kota ini untuk sementara waktu, senang berkenalan denganmu.”

“Onii-san, kau benar bukan kekasih dari Zena-cchi?”

“Aku baru bertemu dengannya kemarin. Lagipula, aku baru mengetahui namanya setelah kalian memanggilnya.”

“Ta, tapi, untuk Zena sampai memakai rok untuk pergi kencan!”
“Ini bukan kencan.”(Zena)
<TLN: karena perbedaan kecil terkadang mustahil untuk diterjemahkan ke indonesia untuk mengetahui siapa yang berbicara dalam bahasa jepang, kami akan melakukan hal seperti ini ketika ada percakapan yang tidak jelas/ambigu. walaupun sebenarnya dengan adanya paragraf dibawah ini tidak terlalu dibutuhkan.>
“Tapi kau tidak pernah memakai rok sebelumnya, walaupun sedang libur.”

Zena-san dan ketiga gadis yang terlihat seumuran dengannya sedang berbicara dengan semangat.

“Aku senang jika kau mau pergi kencan dengan Zena-san. Gadis ini, walaupun umurnya sudah dewasa, tidak pernah berkencan dengan lawan jenis, apalagi seorang pacar.”
“Yep, walaupun dia adalah bangsawan yang jatuh tanpa emas atau status, dia adalah gadis yang baik. Dia berdada rata tapi dia adalah pengguna angin yang mahir dengan masa depan yang menjanjikan sebagai tentara.”

Kedua teman yang lainnya juga merekomendasikan Zena-san.
Aku suka sifatnya. Dalam lima tahun, setelah dia sudah ber-isi, mungkin aku akan mendekatinya~
Zena-san menghentikan perselisihannya dan kembali kesini.

“Kami tidak jatuh!! Adik kecilku memang benar mewarisi pangkatnya. Walaupun benar kalau kami tidak mempunyai emas atau status di pemerintahan...”

Jadi Zena-san adalah seorang bangsawan rendah.
...dia tidak keberatan tentang dada ratanya.

“Mari kita berhenti mengerjai Zena-san dan kembali ke kastil. Jika kita terlambat untuk shift, latihan spesial komandan akan menunggu.”
“Sam~pai~ nanti, Zena-cchi. Setelah ini ayo dengarkan semua yang terjadi nanti~”
“Zena, tembus dengan daya tarik dan ketidakberdayaanmu! Tunjukkan keberanianmu!”

Ketiga gadis itu dengan enggan kembali ke kastil.
Zena-san lega dan terlihat sedikit malu.

Hmm? Satu gadis kembali ke sini dengan berderap dan memberi Zena-san sesuatu.
Zena-san awalnya telihat biasa, kemudian setelah dia mengerti apa yang diberikan temannya, wajahnya berubah merah merona. Mungkin telah menduga reaksi seperti ini, gadis itu kembali ke teman-temannya sambil berkata “Semoga beruntung~”.

Zena-san diam-diam memasukkan apa yang diberi temannya ke dalam saku, dan aku tidak ingin tahu benda apa itu.
Karena aku seorang dewasa, yep.




TL : MobiusAnomalous
EDITOR : Isekai-Chan

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 2-2 Ayo Belajar Life Magic !

2-2. Ayo belajar Life Magic !


Disini Satou, walaupun ada banyak pertemuan, sangat jelek jika langsung berakhir, Satou.
Ini muka ? ini muka kan ?

◇

Karena banyak yang terjadi kemarin, aku langsung tertidur setelah makan malam.

Hari ini adalah hari membaca !
… itulah yang aku pikirkan, tapi ruangannya terlalu gelap. Di sana ada jendela tempat untuk cahaya masuk, tapi itu masih belum cukup untuk membuat buku bisa terbaca, ini terlalu redup.

Jika tidak salah, ada teras cafe yang buka di sebelah penginapan ini.
Ayo sarapan spesial di cafe. Aku tidak tahu apakah itu ada tapi….

Bar di lantai 1 dari penginapan ini penuh dengan orang yang sedang sarapan. Ini terlihat sedikit lebih banyak dibanding kemarin.
Aku memberikan kunciku kepada ibu pemilik penginapan karena aku akan pergi keluar. Martha-chan menyambutku dengan gembira ketika aku keluar dari penginapan. Orang tua ini silau dengan cahaya pagimu.

Gate juga terlihat sangat sibuk dibandingkan dengan kemarin lusa. Banyak kereta masuk dan keluar yang ditarik oleh orang yang terlihat seperti petani. Apa mereka tidak menggunakan sapi atau kuda untuk menariknya ?

Aku dengan cepat menemukan cafenya ketika aku melihat sekeliling. Itu sedikit lebih jauh dari yang kuingat.

Sepertinya cafe itu menggunakan bagian dalam untuk makan dan bagian teras untuk minum teh. Ketika aku bertanya pada pelayan. Tampaknya ini bukan keputusan dari sang pemilik.
Karena di dalam sedikit gelap, aku mengamankan kursi di teras agar mudah dalam membaca.

Untuk sarapan, aku memesan buah dan sandwich. Sandwichnya berisi daging, sayuran, dan keju yang berada di antara roti gandum. Jus buahnya mirip seperti jeruk. Ini terasa lebih enak dari jeruk. Cangkirnya tidak tebuat dari gelas, namun terbuat dari copper, karena dingin ini masih enak. Apakah ini di dinginkan menggunakan magic ? motivasiku untuk belajar magic meningkat ~ ♪

Oh iya, ada 3 pelayan. Berbadan gemuk berambut merah berumur 20 tahun, Berbadan ramping berambut kastanye berumur 16 tahun dan memiliki tahi lalat yang mengesankan, dan yang terakhir adalah gadis yang terlihat dibawah 12 tahun dengan rambut hitam panjang.

Semuanya bekerja dengan gembira.

Sambil menikmati pemandangan, aku membaca kata pengantar di buku life magic.

Life magic adalah magic yang tidak terklasifikasikan di empat elemen utama dari magic. Ini adalah kumpulan magic yang berguna untuk sehari -hari. Ini adalah sihir yang jauh lebih lemah dari yang ber-elemen. Tetapi magic power yang digunakan tidak terlalu banyak, magic ini dapat digunakan oleh orang yang tidak bisa menggunakan magic serangan . Namun, walau dengan banyak kemudahan, kebanyakan penyihir meremehkan Life Magic. Mereka tidak menyebut penyihir yang hanya bisa Life Magic, Spell-users tidak sebagai penyihir namun sebagai pembantu. Karena kabar ini sedikit orang yang ingin belajar life magic. Bahkan ada keluhan mengenai ini ditulis di dalam buku.

“Selamat Pagi, Satou-san!”

Aku disapa dari luar teras. Itu adalah Nadi-san.
Aku pikir dia masih shock setelah kejadian kemarin, tapi dia terlihat sangat enerjik. Dia kuat walaupun awalnya orang yang enerjik.

“Selamat pagi, bagaimana kabarmu, Nadi-san ?”
“Terimakasih banyak karena telah membantuku kemarin. Tak hanya mengeluarkanku dari lokasi bahaya, kau bahkan mengirimku dengan kereta kuda.”
“Tidak masalah, itu tidak seberapa.”

Karena dia disini aku menawarinya kursi.

“apa itu buku tentang Life Magic ?”
“ya, aku membelinya kemarin, dan berharap dapat menggunakan setidaknya basicnya”
Karena skill Life Magic-ku adalah 10, hal yang kurang hanyalah chant magic.
<TLN: chant = merapalkan mantra>

“Untuk Life Magic, aku merekomendasikan untuk berlatih Water Spring atau Dry, tergantung dari elemen utamamu. Kebanyakan buku merekomendasikan Ignition, tapi jika kau bermain api di kota, itu akan berbahaya.”

Itu pasti, sama seperti yang dia katakan.

“Kalau Water Spring, kau dapat menuang airnya ke dalam ember. Tapi tolong jangan gunakan cangkir metal, karena kau mudah tergores.”

Apa aku mengambil air dari uap air ?

“Jika Dry, maka kau dapat berlatih dengan baju basah yang digantung terlebih dahulu”

Pembicaraan ini sangat ilmiah. Walaupun ini adalah Fantasy.

“Oh ya, apa Satou-san tidak menggunakan tongkat ? kau tidak dapat menggunakan sihir jika kau tidak menggunakan tongkat.”

Apa ! terlalu banyak batasan.
Ayo berpikir, penyihir yang sebelumnya aku lihat, yang menggunakan Life Magic, dia juga menggunakan tongkat.
Tunggu, bagaimana dengan tentara itu ? dan pendeta wanita itu juga tidak memilikinya juga.

“Apa yang kau maksud adalah pendeta wanita dari Parion ? jika iya mereka memiliki tanda suci pada bagian dari tongkatnya. Untuk tentara mungkin memiliki sesuatu seperti alat untuk berdoa atau cadangan tongkat kecil ?”
“Nadi-san, apa itu alat untuk berdoa ? apa itu berbeda dengan tongkat ?”

“Alat untuk berdoa itu seperti cincin atau aksesoris lainnya, berfungsi seperti tongkat, itu adalah item yang berguna untuk membantu mengaktifkan magic. Efeknya lebih kecil dari tongkat, tapi ini mahal jadi ada beberapa penyihir yang punya satu. Meskipun untuk pekerjaan seperti penyihir berpedang, karena tidak mungkin menggunakan tongkat, maka ini menjadi kebutuhan.”

Seperti yang diharapkan dari Wiki berjalan. Ensiklopedia wanita, Nadi-san.

Tongkat kah…. Ada beberapa tipe dari tongkat sihir di dalam penyimpanan. Tapi efeknya terlalu besar, itu menakutkan. Jika bisa, aku ingin berlatih dengan yang murah dulu.
Tapi toko sihir di ibu kota tidak akan buka untuk beberapa saat. Dimana aku bisa mendapatkan satu ?

“Nadi-san, apa kau tau tempat dimana aku dapat membeli tongkat kecil ?”
“Ada di ibu kota…. Itu yang ingin ku katakan, tapi tokonya tutup karena kejadian kemarin kan ? menuruku kau dapat membeli satu dari toko alkimia di kota barat.”

Aku membuat note untuk perjalanan ke toko alkimia dari Nadi-san.
Setelah memberitahuku beberapa hal yang penting yang perlu di catat pada kota barat, Nadi-san kembali bekerja.

Sekarang adalah waktu makan siang di teras, pelanggan mulai bertambah.

◇

Aku selesai membaca buku petunjuk bersama dengan selesai makan pasta.
… kenapa kota fantasy ini penuh dengan cita rasa yang khas!

Sepuluh menit setelah aku memasuki gerbang area barat, isi dari dompet palsu yang aku gantung di pinggangku telah hilang. Bagian bawah dari dompet di potong dan isinya sudah tidak ada lagi, walaupun hanya ada koin peny di dalamnya.

Melihat log, ini bukanlah pencopetan. Ini seperti fungsi pada game.

Aku melewati area dimana barang kebutuhan sehari hari dijual, dan toko yang mencurigakan mulai terlihat banyak. Wanita sexy dan orang tua yang telihat jahat bisa dilihat berada disekitar.

Ada sebuah alun-alun di bagian tengah dari area barat. Toko alkimia berada sedikit di depan. Para pedagang berjejeran di alun-alun, menjual burung, ternak dan berkompetisi satu dengan lainnya.

Di gerbang alun-alun, seorang pedegang mengumumkan sesuatu tentang penjualan budak. Seperti mereka akan buka mulai dari 3 hari lagi dihitung dari besok malam.

Ketika aku melihat dengan teliti, ada anak laki laki, dan perempuan dengan kalung budak di lehernya berdiri berbaris dengan ternak. Sebagian dari mereka terlihat sakit. Setiap dari budak itu memiliki mata yang mati. Ternaknya malah terlihat lebih sehat dari mereka.
Aku memiliki keinginan untuk membeli mereka semua, tapi ini untuk kepuasan diri sendiri, sehingga tidak jadi. Ini tidak akan berakhir walaupun mereka telah dilepaskan.… Bukankah ini hanya sebuah alasan ?

Keluar dari alun-alun, rumah pelacuran berjejer di sepanjang jalan. Secara halus aku merasa ini seperti periode drama.
Tetap, wanita dewasa yang professional adalah yang terbaik, kan ? dari pada budak yang tidak ingin melakukannya, seorang yang pro dan berpengalaman di budaya sexual jauh lebih baik.
Malam ini, ayo pergi ke toko dengan wanita dewasa yang cantik ! apakah ada cabaret ? aku ingin melakukan percakapan mesum tentang mandi busa tapi….

Topik utama dengan mudahnya tergelincir.
Toko alkimia sepertinya berada di tengah jalan rumah pelacuran ini. Mungkin ada permintaan yang tinggi mengenai narkoba~

Mungkin ini berkat saran dari Nadi-san untuk berjalan pada tengah jalan, aku sampai pada toko alkimia tanpa di tarik kedalam gang. Tidak tunggu, tadi ada pencopetan jadi ini tidak sepenuhnya aman….

“Selamat sore, apa kau sedang buka ?”

Ada seorang dwarf dicounter toko. Biar aku katakan, ini tidak imut sama sekali. Dia adalah orang tua yang kecil, tinggi sekitar 1 meter. Dia Gnome ? atau Hobbit ?
AR memperlihatkan bahwa dia berada pada ras peri. Setelah aku melihat dengan teliti tulisan “Earth Fairy(Gnome)” muncul.

“jika kau hanya datang untuk melihat-lihat, pergilah”

Aw, dinginnya.
…. Itu bukan permainan kata ?

“Aku ingin beli tongkat pendek, apa kau memilikinya ?”

“Pengguna user kah ? ada yang murah, mahal, dan sangat mahal, mana yang kau pilih ?”

Sangat kasar ~

“Tolong perlihatkan yang murah dan mahal”

Sang penjual mengeluarkan tongkat pendek berbahan kayu dan tembaga. Tongkat pendeknya terlihat seperti yang dimiliki anak laki-laki inggris yang terkenal, ini adalah tongkat sihir yang simple. Jika kau tidak paham, coba bayangkan sebuah baton dari koduktor orchestra, tapi lebih tebal.
Aku melihat kedua tongkat tersebut dan performanya tampil di AR. Yang kayu memiliki [Magic Activation Support +3][Magic Effect Expansion -2], dan harga pasar 2 koin copper besar, lalu yang tembaga memiliki [Magic Activation Support +3], [Magic Focus Support +2], [Magic Effect Expansion +2], dengan harga pasar 3 koin silver. Sejujurnya, walaupun aku dapat melihat peformanya, tapi aku tidak mengerti dimana bedanya.

Tongkat tembaga sepertinya memiliki performa yang lebih baik, tapi yang kayu terlihat seperti penyihir harus memilikinya, sehingga aku beli yang itu.

Sang penjual terlihat tidak senang karena aku memilih yang murah.

Aku juga sebaiknya beli obat-obatan disini.
Benar, jika kau berbicara tentang alkimia, yang terpikirkan adalah ramuan.

“Apa ada manual dan alat untuk meracik ?”

Sang penjual tersenyum sambil tertawa. Dia mungkin berpikir bahwa aku adalah target yang mudah.

[Introductory Book for Medicine Compunding, Partial Writing], [Book of poison and antidote], [Book of Illness and Treatment], 5 set alat untuk meracik dengan kasus pemborosan, alat memanen tanaman obat, dan set campuran bahan kimia untuk pemula. “ini dia” dia mengatakannya setelah menumpuk semuanya.

….Hmm ? apa aku sedang di test ?
Alat pemberi magic memiliki status [Magic Imbuing Type Fake]. Yang lainnya normal.

“Apa tidak ada yang lain untuk alat pemberi magic ini ? ini tidak sesuai dengan keinginanku."

Aku langsung menunjuk yang palsu. Ini bagaimana orang dewasa berinteraksi.

“Fumu, alat ini digunakan untuk mengelabuhi para amatir yang tidak tahu apa apa.”

Dia terlihat sedikit senang, ini tidak hanya terlihat pada raut wajahnya, tapi juga pada suasana yang sedikit tenang.

Sekarang dia mengeluarkan 3 alat pemberi magic.

Yang satu didekor dengan ornament kelas atas, yang lainnya terlihat seperti telah digunakan sejak lama, dan yang terakhir terlihat murah dan sangat terlihat palsu. Yang kelas tinggi dilengkapi dengan magic, saat aku memegangnnya dan menggerakan tanganku, ini memancarkan cahaya hijau yang lemah. Ini jelas tidak mungkin jika yang mahal adalah palsu.

“Lalu, aku pilih yang satu ini”

Tentu saja aku pilih yang sudah terbiasa.

Harga pasarannya adalah 15 koin emas. Bagaimanapun, apakah orang yang masih pemula dengan sihir dan membeli tongkat yang murah terlihat memiliki banyak uang ?

“Aku mengerti, jadi kau memilih itu… jika kau memiliki ini, kau tidak memerlukan lainnya, selain bahan baku, bahkan hingga kau menjadi alchemist veteran.”

“Berapa harganya ?”

“10 koin gold”

Eh, bukan kah itu lebih murah dari harga market ?
Sang penjual tersenyum setelah melihat mukaku.

“Seperti yang kupikirkan, kau memiliki skill penilaian.”

Sang penjual terlihat bangga dengan dugaannya. Aku tidak memiliki skill seperti itu.

>[Appraisal Skill Acquired]
<TLN : Appraisal = penilaian>

Baiklah aku mengalah…

“Apa tidak apa dengan 10 koin gold ?”
“Yeah, aku menyimpannya untuk seseorang sepertimu yang ingin belajar alkimia”

Ketika aku memikirkannya, bukankah ini berkat skill tawar menawar ?

Aku membayarnya dan menerima buku dan benda lainnya. Seperti yang diduga tasku tidak cukup. Aku memutuskan kembali ke penginapan sambil membawa buku dikedua tanganku.
Aku meniggalkan toko setelah berterima kasih dengan penjual.

Sesuatu yang harus kukerjakan bertambah lagi.
Aku akan belajar alkimia setelah aku belajar magic.




TL : LoliLover
EDITOR : Isekai-Chan

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 2-1 Penanggulangan Bencana dan Gadis Miko

Chapter 2-1. Penanggulangan Bencana dan Gadis Miko


Satou disini. Aku merasa seperti prajurit veteran, tetapi sesungguhnya aku hanya masyarakat biasa, Satou.

Mungkin sulit menyebut ini sebagai kemenangan, tetapi pertarungan telah berakhir.
Setelah ini hanya tinggal pertarungan untuk penyelamatan dan pembangunan kembali.

Bukannya ini waktu untuk kandidat haremku muncul, kan?

◇

Aku melepaskan jubah dan mantel di gang yang sepi. Sambil menggunakan magic pencarian seluruh map untuk mengecek keberadaan orang, aku juga melepaskan penyamaranku.

Lagipula itu hanya wig dan topeng…

Kutaruh peralatan menyamarku dan jubah kedalam folder terlarang di storage.
Jubah mana yang harus kupakai sekarang?

Aku mengeluarkan jubah mencolok yang tak terpakai.
Ini seharusnya tak apa.

Aku memutuskan untuk kembali ke jalan setelah berganti dengan jubah mencolok. Tentu, menggunakan rute yang berbeda.

Ada mayat tentara yang tersangkut di cabang pohon. Untuk terlempar sejauh ini… Aku menggabungkan tanganku dan mendoakannya.

Untuk sekarang ayo kembali ke plaza setelah melakukan doa penghormatan terakhir.

“Err… Orang mencolok disitu~.”

…Entah bagaimana ada suara yang berasal dari pohon.

Setelah memastikannya dari radar, tentara tadi ternyata belum mati, dia masih hidup.
Aku melihat keatas.

“Maafkan aku, bisakah kau memanggil tentara? Tak apa jika melakukannya setelah pertarungan di plaza berakhir.”

Kesan pertamanya cukup menyenangkan karena tak ada “Tolong aku”.
Walaupun tentara itu tersangkut dicabang pohon… Tangan dan kakinya masih dalam kondisi yang normal.

Sekarang, apakah ada pijakan untuk menolongnya?
…Mungkin aku akan menendang jendela itu dan mendarat di cabang pohon lainnya.

Aku terbang ke cabang pohon dekat si tentara. Karena ada kemungkinan untuk terjadi patah tulang, aku mendarat sambil mencoba untuk tak menggoyangkan cabangnya.

“Baiklah, aku akan membawamu turun jadi tolong jangan banyak bergerang.”
“Eh, bagaimana kau bisa kesini? Tolong jangan memaksakan dirimu dan panggil tentara saja!”

Pelan-pelan kubawa tentara itu ditanganku.
Jika dia terkena patah tulang, mungkin mendarat di tanah langsung bisa berbahaya…
Karena ada jarak sekitar 4 menter untuk sampai ke tanah.
Lalu, aku melompat ke atap yang lebih tinggi disamping cabang pohon.

“Aku berusaha melompat dengan hati-hati agar tak mengejutkanmu, kau tak apa-apa kan?”
“Ya, itu mengejutkanku tapi aku baik-baik saja.”

Aku berpindah dari atap ke atap untuk mencari rumah yang punya jalan turun dari atap.
Ada banyak pakaian yang belum dijemur, mungkin itu ditinggalkan setelah demon datang.

Setelah mengecek posisi orang-orang diradar. Aku keluar dari rumah ke halaman.
Membawa si tentara dengan gendongan ala tuan putri menuju plaza.

“Hey, aku punya sedikit pertanyaan…”
“Ya, apa itu?”
“Walaupun kau dihempaskan oleh demon, bukannya terlalu jauh?”

Ini bukan gag manga. Dari plaza kesini itu jaraknya lebih dari 10 meter.
<TLN: gag manga itu manga komedi>

“Aku dihempaskan oleh serangan demon, karena aku akan mati jika kubiarkan saja, aku menggunakan magic untuk mengurangi kecepatan jatuhku. Walaupun aku sudah kehabisan magic power. Aku tidak tahu harus bagaimana saat tersangkut di cabang tadi.”

Magic sepertinya berguna juga walau bukan magician sekalipun.

Ada pos perawatan sementara di plaza.
Didekat sana banyak alas digelar dan beberapa ‘orang’ dibariskan disana... itu bukan untuk yang terluka tetapi untuk mayat huh...

“Orang yang selamat dari reruntuhan, tolong berkumpul disebelah sana.”

Perempuan dengan mantel putih menyuruh orang-orang yang terluka berkumpul disana, jadi aku juga pergi.

“Untuk orang yang memegangi pasien, tolong buat sedikit jarak dari tubuh mereka.”

Seperti yang dia katakan, aku meregangkan tanganku untuk membuat jarak dari dadaku.

“Aku akan membersihkan kotorannya, mungkin sedikit mengejutkan, jadi tolong jangan jatuhkan mereka.”
"■■■ ■■■■ ■■■■■ Soft Wash."

Aku basah bersamaan dengan si tentara. Memang kotoran dan darah ( dari tentara yang mati duluan ) di jubah telah menghilang.

>[Life Magic Acquired]

Ini magic yang sangat berguna. Kalau ada magic seperti ini, mandi mungkin tidak diperlukan?

“Aku akan mengeringkannya.”

"■■■ ■■■■■ Dry."

“Sudah selesai. Tolong tunggu dilingkaran kapur disana. Itu tempat kita mengumpulkan orang yang terluka.”

Si jubah putih pergi ke orang selanjutnya.

Ini pertama kalinya aku mendengar chant magic dalam jarak yang dekat, tetapi bukannya kata, malah terdengar suara yang asing. Aku merasa itu terdengar seperti not musik dari DTM Software?

Walaupun tidak membahayakan nyawa, orang yang mengalami patah tulang dikumpulkan disana. Lingkaran ini sudah full ketika aku masuk. Aku tak punya luka apapun, aku disini untuk mendapatkan skill baru.

Dua gadis dengan pakaian miko dan atmosfer tenangnya mulai muncul, setiap miko ditemani pelayan mereka.

“Sekarang Miko Parion akan menganugrahimu keajaiban-Nya. Semua harap diam.”
Pelayan dengan tubuh besar berteriak kepada orang-orang yang terluka, “Tolong rilekskan tubuhmu~”.

Setelah orang-orang yang terluka tenang, gadis miko mulai membaca mantra.

「■■■■■ ■■■■ ■■■」
「■■■■ ■■■■ ■■■ ■■■」
(Lupakan... ini terlalu panjang, Miko-san.)
「■■■■■ ■■■■ ■■■ Area Heal.」

>Holy Magic: Parion Belief Acquired

Kebanyakan orang sepertinya sudah disembuhkan dengan magic tadi.
Dua orang pelayan berkeliling memberikan pengobatan tambahan bagi yang membutuhkan.

Pelayan besar berkata, “Karena ini patah tulang, tolong istirahat yang banyak”, sambil memberi pertolongan pertama kepada tentara yang kubawa.

Oh iya, ini bukan BL oke? Walaupun si tentara masih bisa tumbuh secara fisik, dia adalah perempuan tulen.

◇

Sekarang, aku telah mempelajari banyak magic tetapi aku tidak tahu pengucapan mantranya, ada toko magic dan toko buku yang menjual buku magic ada di plaza, tetapi sekarang telah hancur jadi mungkin mereka tutup...

“Kebaikan yang kau lakukan untuk orang lain adalah kebaikan untukmu sendiri.”
<TLN: Peribahasa orang jepang>

Aku akan membuat diriku dikenal oleh toko buku dan toko magic dengan menolong mereka walau itu alasan yang egois.

Sebuah kereta setengah terkubur dibawah toko magic.
Setelah mengecek tidak ada orang yang selamat disekitar kereta, aku menariknya keluar.
...Ketika aku pikir kembali, melakukan hal ini terlihat sangat mencolok bukan?

Ada mayat dalam kondisi yang mengerikan tersangkut dikereta, rasa mual muncul dari perutku... Aku lemah dengan gore jadi tolong maafkan.

Bagian dalam toko magic telah dihancurkan tapi sepertinya orang yang di dalam baik-baik saja karena ada pintu belakang. Karena aku melihat sosok orang di pintu belakang dari radar, kupikir mereka tidak apa-apa, lalu aku menuju toko buku.

Dinding depan toko buku sudah hancur tetapi orang didalam sepertinya baik-baik saja. Ketika mengintip kedalam, banyak rak buku yang terjatuh dan isinya bertebaran kemana-mana,
Dari map, sepertinya disana ada dua orang yang tertimpa rak buku.

Rak bukunya disusun berdampingan, karena mereka dibuat dari kayu ebony yang tebal, itu sangat berat.
Aku angkat rak bukunya  ⇒ masukkan bukunya ke rak  ⇒ kapanpun aku mengangkat rak buku, buku yang tersisa menghalangi jalan dan aku tak bisa mengangkat raku buku selanjutnya jadi ini memakan waktu yang cukup lama. Dan juga karena aku takut rak bukunya akan rusak jika mengangkatnya dengan paksa.
Setelah satu jam, aku akhirnya bisa menyelamatkan seseorang.

Dia adalah laki-laki usia sekitar 10 tahun. Dia pingsan tetapi masih bernafas. Hpnya tinggal setengah, lalu aku berhenti dan membawanya ke pos keselamatan. Akupun tak lupa untuk mengatakan bahwa dia diselamatkan dari toko buku.

Yang mengobati bukan miko yang tadi, tetapi orang yang terlihat seperti magician dengan magic water untuk mengobati. Huh, healing megic bisa digunakan dengan banyak elemen. Sekarang pendeta sudah semakin banyak tetapi mereka memakai pakaian yang berbeda-beda, apakah mereka dari sekte yang berbeda?

Nah, sekarang berhenti menunda-nunda pekerjaan dan kembali bekerja. Karena ada satu orang lagi yang membutuhkan pertolongan yaitu si penjaga toko!

Aku melanjutkan mengangkat rak-rak buku dan menyusunnya kembali. Sampai akhirnya bisa menolong kakek tua si penjaga toko yang terkubur buku-buku.
Dia tidak tertimpa rak buku, sepertinya kejatuhan buku, HP dia sedikit rendah. Tetapi dia masih sadar.

“Terimakasih telah menolongku.”

Suaranya keras, cocok untuk jadi seiyuu. Kakek beruban yang romantis, dia pasti populer saat masih muda.
<TLN : Seiyuu = pengisi suara>
Diluar toko, nenek dan anaknya kembali. Sepertinya mereka sedang pergi berbelanja di gate barat yang sudah ditutup sekarang.

Aku membawa kakek tua ke pos keselamatan. Nenekpun mengikuti. Anaknya tinggal di toko untuk membereskan toko.

Di pos keselamatan, orang-orang yang terluka lebih banyak dari sebelumnya.
Seperti yang kuduga, para penyembuh tidak bisa mengangani semuanya. Dua pelayan miko yang tadi sudah kehabisan MP dan sedang duduk di bangku.

Aku mencari sesuatu di storage... ada.
Aku mengeluarkan tiga obat MP recovery dari tasku dan memberikannya ke mereka.
Ini adalah balasan untuk skill yang kudapat tadi.
Awalnya si pelayan besar mencurigaiku tetapi setelah tahu itu adalah MP recovery dia berterima kasih.
...tetapi, tolong berhenti minum dengan satu tegukan sambil tangan yang satu dipinggang. Kau terlihat seperti kakek-kakek.
Miko terdiam dengan wajah yang kelelahan. Kupikir dia sudah lelah menggunakan terlalu banyak magic.

Aku meninggalkan penjaga toko di pos keselamatan dan kembali ke toko untuk membatu membersihkan.

Aku hampir lupa hal yang penting.

Anak dari penjaga toko. Namanya dia Semone-san. Dia sebenarnya seorang cucu, dan berdada besar!
Walau tersembunyi oleh pakaiannya, tetapi tidak salah lagi itu E-cup! Dengan rambut blonde panjang dan sepasang mata biru, dia berumur sama dengan Nadi-san.

Aku membetulkan posisi rak buku sambil mengobrol dengannya, aku menikmati pekerjaan ini sambil menempatkan buku yang tidak pada tempatnya.
Aku suka mengorganisir buku.

Aku menandai semua buku yang menarik saat menempatkannya.
Tanda panah banyak terlihat di AR.

Saat hari sudah mulai gelap, penjaga toko kembali.
Aku menolak undangan makan malam dengan sopan, dan hanya membeli tiga buku yang menarik lalu pulang. Mereka awalnya mau memberikan buku itu sebagai ucapan terimakasih, tetapi aku meminta cukup diberi sedikit diskon saja.

“Pedoman Turis Royal Capital”, “Buku Pengenalan untuk Life Magic”, dan “Buku Life Magic” yang seharusnya 2 gold coin dan 3 silver coin menjadi 2 gold coin saja.

...Sayangnya, anak penjaga toko sudah menikah. Suaminya adalah magician...

>Title [One Who Prays for the Dead] Acquired
>Title [Rescuer] Acquired
>Title [One Who Protects Books] Acquired
<TLN : One Who Prays for the Dead = Dia yang mendoakan untuk orang mati, Rescuer = penyelamat, One Who Protects Books = dia yang melindungi buku>




TL : Isekai-Chan
EDITOR : Isekai-Chan