Minggu, 28 April 2019

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 16-52 Sage Tower

Chapter 16-52. Sage Tower


Satou di sini. Salah satu temanku dari masa universitas pernah bilang padaku bahwa hanya jeniuslah yang mampu menyelesaikan masalah yang tak terpecahkan oleh manusia biasa seumur hidup mereka. Bagaimanapun, bahkan jika seorang jenius yang menyelesaikan langkah terakhir, aku pikir itu adalah hasil upaya gigih kita manusia biasa yang dapat sampai hingga ke langkah terakhir.

◇

"Waa, negara salju~"
"Saljunya jatuh-bertebaran di mana-mana nodesu!"

Arisa dan Pochi melompat menuju salju seperti anak anjing yang baru melihat salju untuk pertama kalinya.

Kami tiba di kota negara Kariswolk di mana kuil utama Karion berada. Aku sadar bahwa aku terlalu memikirkan tentang [God Backdoors] dari uji coba sebelumnya, lalu aku pergi bersama semua orang yang memiliki waktu luang.
<EDN: God Backdoor yang dimaksudkan disini adalah maksud tersembunyi>

Daerah di mana kota ini berada sedang dalam musim salju, dengan demikian [Sage Tower], yang juga merupakan nama lain dari kota ini, tersembunyi oleh salju yang turun dengan lebat, kita tidak bisa melihatnya ada di sini dari luar kota.

"Mou, Arisa. Nanti kau bisa masuk angin."

Dengan ekspresi 'Ara-ara', Lulu memarahi Arisa dan Pochi yang mulai menciptakan malaikat salju sambil tertawa. Mendengar itu, Lady Karina yang terlambat bergabung dengan keduanya menghentikan dirinya dalam proses untuk meloncat dengan raut muka yang canggung. Yah, Putri Sistina dan Sera akan memarahinya jika dia melompat.

"Mia, aku ingin (yang berbentuk) kelinci salju."
"Nn, Serahkan padaku."

Dengan hati-hati, Nana memegang salju dengan tangannya dan meminta Mia untuk membuatkannya kelinci salju.

"Hangat~?"
<EDN: Dirawnya ditulis 「ぬくぬく~?」 yang artinya hangat-hangat/nyaman>

Tama yang menumpang pada bahuku memeluk kepalaku sambil mendengkur.

"Tama, turunlah. kau merepotkan Master"
"Tama tidak boleh~?"
"Aku tidak mempermasalahkannya"

Dimarahi oleh Liza, Tama meminta izin padaku sambil terlihat sedih, jadi aku beri dia OK.

"Satou, apakah Raja leluhur--Mito-sama datang juga?"

"Ya, tapi dia memiliki urusan di pagi hari, aku pikir dia akan bergabung dengan kita di sore hari."

Aku membalas Puteri sistina ketika dia melihat sekeliling.
Sepertinya dia tidak hadir ketika aku mengundang Hikaru saat dia pergi.

"Satou-san, seperti yang di minta, aku telah mengatakan kepada pihak mereka bahwa kita tidak perlu jemputan (kereta) untuk menjemput kita. "
"Terima kasih, Zena-san."

Zena-san yang sudah lebih dahulu menuju gerbang kota kembali dengan Flight Magic.

"Baiklah, karena Sera-san sudah di sini ayo kita berangkat."

Aku memandangi anak-anak yang sedang bermain salju setelah mengatakan itu.

"Maaf membuatmu menunggu."
"Tidak, tidak, jangan khawatir tentang itu."

Setelah beberapa saat, Sera yang telah berganti pakaian, turun dari pesawat.
Rupanya dia tidak suka dingin, jadi dia pergi dengan pakaian tebal, tapi setelah aku memberi tahu tentang efektivitas sempurna dari kontrol suhu magic ku, dia pergi dan berganti menggunakan gaun tipis.

Aku tidak menggunakan magic selama perjalanan kami ke Kerajaan bersalju Kiwolk, karena aku ingin kita semua menikmati kerajaan salju sepenuhnya, tapi aku menggunakan magic di sini karena memakai pakaian tebal akan menghambat mobilitas kita.

"Baiklah kalau begitu, ayo pergi."

Aku memberi tahu gadis-gadis itu dan melangkah maju menuju gerbang kota di luar hamparan salju.

◇

"Es ~? "
" itu kelihatannya enak Nanodesu!."
"Ahaha, mau coba beri sirup stroberi dan mencobanya nanti?"
"Nn, yang blue calpis."

Gadis-gadis tertawa sambil menjangkau es yang tergantung di jendela dan atap rumah di sini.
Mia sepertinya suka warna biru.

"Ini benar-benar sangat putih desuwa."
"Inilah yang biasa disebut terselimuti salju."

Puteri sistina membalas Lady karina.

"Kelihatannya tidak ada kios di musim ini."
"Sebaliknya, ada banyak toko rumahan di sekitar."

Pintu dan jendelanya kecil sehingga rumah-rumah ini terlihat seperti rumah pribadi, tetapi ada papan nama yang digambar dengan gambar yang menunjukkan ruang makan dan bar digantung di pintu depan.
Aku penasaran, apakah fakta bahwa ada jauh lebih banyak perpustakaan daripada negara lain di sini adalah karena [ Sage's Tower]?

"Apakah mungkin itu kuil utama?"
"Tanda suci Dewa Karion diukir di dinding depan, jadi pasti disini tempatnya."

Sera menjawab pertanyaan Zena-san.
Kuil Utama Karion adalah bangunan yang terlihat seperti es.

Sebenarnya itu tidak terbuat dari es, bangunan ini dibangun dengan kristal yang diperkuat dengan Magic earth.

"Berkilauan ~?"
"Ini tembus-pandang nodesu !"
"Bangunan yang terbuat dari es desuwa!"
"Yah, ada orang-orang yang mengarungi galaksi dengan pesawat ulang-alik yang terbuat dari es, tidak mengherankan di sini juga ada, kan?"

Arisa mengatakan demikian sambil menyebutkan sebuah episode dalam opera ruang angkasa tentang seorang lelaki hebat yang mendirikan negara demokratis.
<EDN: referensi Ginga Eiyuu no Densetsu>

Dia sendiri berniat untuk menjadikan itu sebagai lelucon, tetapi karena Pochi, Tama dan Lady karina sepertinya mempercayainya, aku mengatakan kepada mereka bahwa ini terbuat dari kristal.

Aku masuk ke dalam kuil bersama para gadis.

"Aku pikir itu akan penuh dengan priest, tapi secara mengejutkan ada sejumlah cendekiawan di sini."

Seperti yang dikatakan Arisa, ada banyak priest dan cendekiawan di sini.
Termasuk para priest, sebagian besar orang yang datang dan pergi ke kuil memakai jubah abu-abu, jadi sulit untuk membedakan mereka.

"Rupanya ada perpustakaan jauh di dalam kuil, loh."
"Hee, apa kau pikir ini terbuka untuk umum?"
"Mungkin saja?"

Melihat Peta perpustakaan, hanya sarjana yang terkait dengan [Sage Tower] dan siswa yang belajar di bawah sekolah swasta ini yang ada di dalam perpustakaan
"Pink ~?"
"Jika aku harus mengatakannya, bukankah itu lebih ke merah terang?"
<EDN: Rawnya朱色yang artinya vermilion dalam eng-nya. Sama kayak Rias Gremory>

Patung-patung yang terbuat dari garam batu merah terang berjajar di gereja.
Sepertinya Tama melihat patung-patung itu lebih ke warna merah muda.

"Selamat datang di Kuil Utama Karion, pengunjung dari negara asing. Apa yang kau cari di sini, kesembuhan, atau mungkin berkah?"

Seorang priest pria yang tampak lembut datang untuk menyambut kami

"Tidak, aku di sini untuk mengambil ujian dari dewa Karion."
"U-ujian? Apakah kau ingin memeriksa perpustakaan untuk 『Pursuit of Truth』? atau maksudmu, ujian dalam [Truest Sense]?"
"Aku akan senang mendapatkan izin untuk memeriksa perpustakaan, namun, aku di sini hari ini untuk mengambil ujian dalam『 Truest Sense 』."
"T-tolong tunggu sebentar!"

Priest laki-laki itu masuk kembali dengan tergesa-gesa.
Kuil-kuil lain tampaknya telah menerima pesan tentangku, aku heran, apa kuil ini tidak mendapatkannya?

"T-Terima kasih banyak sudah menunggu."

Setelah beberapa saat, priest itu sebelumnya kembali dengan kepala kuil yang tampak ketat, beberapa priest tingkat tinggi, dan seorang miko muda.

"Senang bertemu denganmu,『 Penantang Ujian Para Dewa 』. Aku 『 Oracle Miko 』yang melayani Dewa Karion, namaku Maiya."
"Aku Earl Satou Pendragon dari Shiga Kingdom. Suatu kehormatan bertemu denganmu Miko Maiya-dono."

Miko Maiya menyambut dengan tatapan tulus.
Miko-san ini dan ekspresinya yang serius akan terlihat bagus dalam mode guru wanita.

◇

『--Oh Dewa. Wahai Dewa bijaksana yang kami hormati. 』

Setelah prosedur lama yang sama, aku melanjutkan untuk menghubungi Dewa Karion dengan dipimpin oleh Miko Maiya.

Cahaya terang jatuh dari langit untuk menjawab panggilan miko.
Itu cahaya merah terang yang menyenangkan.

Ekspresi gembira di wajah miko berubah datar.
Dia memasuki kondisi tidak sadarkan diri.

『... Sungguh merepotkan.』

Suara anak-anak dari jenis kelamin yang tidak dikenal bergema di kepalaku.
Kupikir itu adalah suara Dewa Karion, tetapi koneksinya terputus bersama dengan kata itu.

Aku menangkap miko yang jatuh dan dengan cepat memeriksa Log.

>Title [Mark of Karion] Acquired
>Title [One Approved by Dewa Karion] Acquired

Aku takut itu gagal, tetapi sepertinya tidak masalah.

"... Earl Pendragon."

Miko-san yang berkeringat menatapku dengan pipi memerah.
Cukup seksi.

"Kau pasti mendapatkan wahyu Dewa Karion yang sangat berarti, bukan?"

Miko menatapku mengharapkan penegasanku, tapi agak sulit untuk menjawabnya(meng-iyakannya).
Aku tidak mengidolakan dewa Karion cukup untuk merasakan makna dari 
[Sungguh merepotkan].

"Kata-kata sebelumnya memiliki arti『 Hanya ada satu percobaan yang diberikan kepada mereka yang mencarinya. Mengulangi kata-kata yang sama hanya akan membuang waktu, ikuti temple records』.“

Miko diam-diam mengeluarkan kata-katanya.
Dia miko yang cukup bersemangat, mengingat dia baru saja melalui kontak dengan dewa.

"Dan ujiannya adalah 『 Pergi ke dalam Sage Tower, pilih dan pecahkan satu di antara masalah yang telah dibiarkan tidak terselesaikan selama lebih dari 100 tahun. 』"

Kedengarannya menyenangkan.

Aku sudah mendapatkan tanda jadi tidak berarti aku harus melakukan ujian, tetapi akan merepotkan jika mereka mencoba mencari kesalahan di kemudian hari.

Dewa Karion mungkin telah memberikan tanda kepadaku hanya sebagai pembayaran di muka.

◇

"Yang Mulia, di sanalah letak Sage Tower."

Miko Maiya menunjuk ke menara besar yang terbuat dari batu ketika kacamatanya memantulkan cahaya.
Miko telah membuat dirinya sendiri untuk menunjukkan kepada kita di sekitar Sage Tower, tetapi untuk beberapa alasan dia mengubah pakaiannya dari [Oracle Miko] menjadi [Fashion Guru Wanita]. Lengkap dengan kacamata segitiga.
Rupanya, itu adalah pakaian tradisional yang diperkenalkan oleh hero yang dikenakan setiap kali dia mengunjungi Sage Tower.

"Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, pembuatan karakternya terlalu berlebihan ~"
"Nn, berlebihan."

Arisa dan Mia berbicara di belakangku.
Ya, aku sebenarnya setuju di sini, tapi rok ketatnya terlihat sangat sempurna pada Miko Maiya, jadi aku tidak punya niat untuk menunjukkan kelebihannya.
Kelihatannya Arisa dan gadis-gadis akan cosplay jika aku sembarangan mengatakannya.
Di dalam sebuah bangunan yang terbuat dari batu di dasar menara, para cendekiawan dan siswa bertukar pendapat di aula masuk dan lorong-lorong di sana-sini.

『Menurut dokumen dari era Furuu Empire, lingkaran magic di dalam tongkat api adalah -』
『Perbedaan mendasar dalam pasokan mana antara meriam magic cannon yang ada saat ini dan meriam magic cannon dari Magic Kingdom Lalakie--』
『Aku menyatakan bahwa kita bisa membersihkan daerah monster tanpa menyia-nyiakan sumber daya manusia dengan memanfaatkan Soul Art yang dianggap terlarang!』
『Untuk menghasilkan air bersih melalui water gem di daerah gurun, rambut kelpie sebagai katalis akan menjadi -』

Ada banyak diskusi terkait dengan teknologi militer untuk tempat belajar seperti ini.
Mungkin dikarenakan kedekatan ancaman monster di sini, teknologi militer seperti itu didedikasikan untuk memperkuat pertahanan kota terasa lebih dekat dengan orang-orang dengan cara yang berbeda daripada di zaman modern.

"Pink ~"
"Ada patung di sini juga nodesu!"
"Mereka terlihat berbeda dari patung-patung yang kita lihat di kuil."

Tama dan gadis-gadis menemukan patung-patung garam batu yang tersebar di aula depan dengan mata mereka yang tajam.

"Disini adalah tempat para cendekiawan melakukan penelitian, oleh karena itu aku harus meminta jumlah minimum orang -"

Miko Maiya memberi tahu kami begitu di depan tangga spiral di bagian terdalam dari aula masuk.
Arisa, Mia dan Putri Sistina, alias para peneliti, akan ikut dengan kami, sementara anggota lainnya telah ditugaskan olehku untuk menelusuri toko-toko yang menjual barang-barang lezat yang ditujukan untuk para cendekiawan dan siswa di sekitar menara.

Kami menaiki tangga ke bagian paling atas menara dengan miko Maiya memimpin.
Karena Arisa dan para gadis mengeluh bahwa mereka lelah di tengah jalan, aku menciptakan [<<Floating Boards>>] dengan Force magic dan menempatkan mereka di atas papan.

Dan kemudian kami sampai di sebuah ruangan dilantai atas.

"Miko Maiya, jika kau di sini itu berarti pria itu?"
"Ya, Sage Kanryu. Pria ini adalah Earl Satou Pendragon, dia mengambil ujian dari dewa Karion."

Pria tua yang tampak baik hati dengan janggut putih itu tampak seperti orang bijak(pertapa).

"Selamat datang, Satou-kun. Aku berharap untuk menyaksikanmu mencari jawaban atas masalah yang belum terpecahkan di sini."

Sage Kanryu tersenyum dalam ketika dia mengatakan itu.

Nah, masalah seperti apa yang dibiarkan tidak terpecahkan selama 100 tahun?
Aku lebih suka jika tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya.


Note:
Halo semua :3 gimana chapternya? menarik? ini chapter perdana mimin baru loh. Kenalin mimin nate namanya~ dia bertanggung jawab jadi translator desumachi :3 jadi sekarang desumachi punya 4 translator xD yey.

Dan ada sedikit perkenalan nih dari mimin nate, disimak ya~
Domo, Nate desu. cuman translator pemula yang baru coba-coba, juga penulis yang agak kurang inspirasi. silahkan baca karya saya di Wattpad di akun @Nateriver31. Saya wibu tentu saja.
Untuk info lengkap mimin-mimin lain bisa kalian liat di page about us ya :3 see you~



TL: Nate
EDITOR: Conscriptra2

Sabtu, 27 April 2019

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 16-51 Guardian Dragon

Chapter 16-51. Guardian Dragon


Satou di sini. Dalam mitologi bumi, dragon dikatakan setara dengan dewa, eksistensi yang dapat membunuh dewa. Tetapi sekarang derajatnya diturunkan menjadi monster [yang bagus dalam pertanian], semata-mata hanya untuk mempopulerkan game RPG, bukan?

◇

"Lewati pegunungan dan disana sudah beriklim tropis."

Ini normal di dunia di mana iklim dikendalikan oleh City Cores, tapi aku tidak bisa menghilangkan rasa fantastik dari hal tersebut.
Setelah meninggalkan Tokiswolk kingdom yang sebagian dihancurkan oleh vampir, kami keluar dari daerah monster yang panjang dan sempit yang menghadap ke utara dan tiba di Dragg Kingdom.

Ini adalah negara yang sangat panas dengan vegetasi mirip subtropis.

"Ini terlihat seperti negara yang baik dengan banyak daging di sekitarnya."
"Ini akan menyenangkan jika dagingnya sedikit lebih keras."
"Aku juga lebih suka jika sedikit lebih lebar."

Liza, Rusus dan Fifi yang telah berurusan dengan monster terbang yang datang untuk menyerang kapal udara memberikan pendapat subyektif mereka masing-masing.

"Satou-sama, Ride Beast datang dari arah jam satu."

Sebuah suara terdengar melalui tabung bicara dari kokpit.
Ride Beast kemungkinan besar datang untuk kita, tapi kurasa itu tidak akan tiba-tiba menyerang tanpa peringatan.

Aku melihat arah jam satu.

- Burung nuri yang kaya warna?

Menurut bacaan AR, tampaknya itu adalah binatang buas yang disebut Elder Parrot.
Melihat seseorang mengendarai burung beo, aku menyadari bahwa itu Parrot Rider negara ini.

"Sepertinya mereka dari Dragg Kingdom yang ingin menemui kita."

Aku melambaikan tangan pada Parrot Rider sambil mengatakan itu pada tabung bicara.

Ksatria itu nampak seperti manusia dalam sekejap, tetapi ia memiliki ekor kadal seperti Liza.
Dilihat dari warna sisiknya, dia mungkin pemuda bluescale-kin.

Saat memeriksa Peta, aku melihat bahwa setengah dari populasi negara ini adalah scalekin. Banyak manusia juga seperti biasa, tetapi itupun hanya 30% dari total populasi.

Mengikuti setelah Parrot Rider, kami tiba di tanah kosong yang telah dirancang ulang menjadi bandara sementara.

"Hah? Ada dua kapal?"
"Apakah ada orang selain Meiko yang datang ke sini?"

Ada dua kapal udara dengan lambang Saga Empire yang tertambat di bandara.
Sebuah kapal penjelajah berukuran sedang dan penghancur yang sedikit lebih kecil.

Melihat bendera yang terpasang, kapal penjelajah itu tampaknya adalah kapal Meiko.

◇

"--Apakah kau di sini untuk menertawakanku?"

Hero Meiko mencemooh dirinya sendiri sambil cemberut.
Dia tampak sedih dengan perban di sekujur tubuhnya saat dia berbaring di tempat tidur.

Menurut pelayannya, tampaknya dia pergi bertarung dengan Guardian Dragon Dragg Kingdom, green dragon, malah mengalami kekalahan.
Rupanya, dia terlempar ke udara oleh magic earth sebelum dia bisa mendekati dragon, lalu dia ditembak oleh nafas dragon yang menyebar di udara, membuat keadaannya seperti saat ini.

Dari apa yang bisa aku katakan, kondisinya menjadi lebih baik dibandingkan ketika dia meninggalkan Shiga Kingdom saat itu.
Kerusakan pada Jiwa Vesselnya tampaknya telah dipulihkan juga, dewa Parion pasti memperbaikinya.

"Kami tidak akan menertawakanmu."

Rusus dan Fifi menggelengkan kepala.

"Memiliki keberanian untuk menantang dragon sendirian itu luar biasa."
"Aku tidak menyukaimu, tapi aku tidak membenci bagian dirimu itu."

Mereka mengelus kepala Meiko sambil tersenyum jujur, sementara penerimanya sendiri terlihat tidak mau.

"Astaga, aku tidak menentangmu untuk bertemu dengan guardian dragon karena kau bilang kau tidak akan melawannya ..."

Seorang pejabat sipil yang bermata muram mengerang.
Dia tampaknya adalah pendamping hero Meiko.

Ada petugas tipe lain di sekitar juga, tetapi mereka semua adalah wajah yang asing.
Karena anggota sebelumnya rupanya dimusnahkan selama hukuman ilahi, itu pasti telah dirombak.

Seorang priestess scalekin dragon juga hadir di ruangan ini, tetapi dia tampaknya adalah personil negara ini, bukan pendamping Hero Meiko.
Wajahnya sangat bagus, tapi bukannya cantik, kata bermartabat lebih cocok untuknya.

"Aku juga ingin bertanding."
"Ya, kau jarang sekali bisa mendapatkan pertempuran yang dapat mendorongmu sampai batasnya."

Aku agak pusing mendengar komentar Rusus dan Fifi yang suka berperang.

"Aku akan membimbingmu jika kau ingin melawan guardian dragon."

Priestess dragon dengan mudah memberinya izin.

"Kalau begitu, aku juga."
"Kau tidak bisa. Dan orang di sana juga, tolong jangan melakukannya."

Liza ingin mengambil bagian di dalamnya, tetapi priestess dragon menggelengkan kepalanya saat dia menatapku.

"Kenapa Satou dan Liza tidak bisa?"
"Intuisi ku."

Priestess dragon menjawab pertanyaan Rusus.

"Kalau keduanya melakukan pertarungan, dragon-sama kemungkinan akan lupa untuk menahan diri."

Bahkan tanpa mempertimbangkan sebagian besar benua dragon berubah menjadi tanah tandus karena ancient dragon terlalu asyik dalam pertempuran melawan demon lord, aku benar-benar bisa mengerti apa yang dia katakan.
Black dragon Heiron dan dragon-dragon kecil di Siruga Kingdom di timur juga menjadi gila ketika mereka bertarung.

"Ngomong-ngomong, bukankah kau seharusnya menyembuhkannya dengan magic dan potion?"
"Memanggangnya diatas arang seperti ini sesekali akan menjadi pengalaman yang baik baginya."

Aku mendapat jawaban itu ketika aku berbisik kepada salah seorang pendamping yang kebetulan juga seorang priest kuil Parion.
Tampaknya idiom memanggang seseorang di atas arang telah menyebar di Saga Empire oleh salah satu hero.

◇

"Bukankah itu true dragon!"

Jeritan Rusus bergema di sarang green dragon yang dipimpin priestess dragon itu.
Sarangnya terletak di puncak gunung suci yang menjulang tinggi ke utara ibu kota Dragg Kingdom.

Meskipun aku tidak punya rencana untuk melawannya, aku ingin melihat dragon itu sehingga Liza dan aku pergi bersama mereka.

"Apakah kau akan mengundurkan diri dari pertempuran?"
"Kami tidak ingin bunuh diri melawan true dragon."
"Ini adalah『 pertarungan sampai mati 』bukannya『 pertarungan hingga batas 』ketika kau melawan true dragon ."

Rusus dan Fifi menggelengkan kepala dengan keras atas pertanyaan priestess dragon.

Bacaan AR menunjukkan bahwa green dragon adalah true dragon level 69.
Mungkin, orang tua dari bayi dragon yang tinggal bersamaku.

Liza melangkah maju di depan Rusus dan Fifi yang tersentak mundur.

"Kalau begitu, izinkan aku."
"Seperti yang aku katakan, kau tidak diizinkan."

Priestess dragon segera menolak usulan Liza.
Tidak biasa melihat Liza sedih.

... Apakah kau benar-benar bersemangat untuk bertarung, Liza.

Tiba-tiba angin berhembus.

Salah satu kelopak mata green dragon terbuka dengan tenang.

Mata itu menatapku dan berhenti.

『Kau manusia di sana. Dan gadis lizardkin. Aku bisa mencium bau black dragon padamu. 』

Green dragon bergumam dalam bahasa dragon.

Karena priestess dragon di sini juga memiliki skill [Dragon Language], aku tidak bisa berbicara sembarangan di sini.

『Ya, kami baru saja bertemu di kediamannya di pegunungan black dragon.』
『Aku mengerti. Apakah pria itu masih - 』

Green dragon menatap lurus ke arahku.

『--suka dengan pertempuran?』
『Dia suka bertarung. Dia bertarung dengan riang di padang pasir tempo hari. 』
『Aku mengerti. Pria itu masih sama seperti biasanya, eh. 』

Green dragon menyipitkan matanya sambil tersenyum masam pada jawabanku.

Green dragon mengangkat kepalanya dan mulai bernyanyi dengan suara yang luar biasa jernih meskipun penampilannya seperti itu.

Sambil mendengarkan lagu yang indah, aku bisa mendengar suara rumput yang bergoyang.
Bunga di sekitar green dragon tumbuh dengan cepat, berbagai tumbuhan langka dan bunga-bunga cantik bermekaran.
Sebuah genangan lahir di tengah-tengah itu semua, dragon spring liquor dengan aroma manis menyembur keluar.

"--Dragon Festive Song."

Priestess dragon bergumam lirih.

Begitu green dragon selesai bernyanyi, lidahnya menjulur dan meminum sake dragon spring liquor .

『Minumlah. Ini ucapan terima kasihku karena membawa berita tentang seorang teman lama. 』
『Kalau begitu izinkan aku menemanimu.』

Aku mengeluarkan cangkir besar dari Storageku melalui Garage Bag, mengambil sake, membuat roti panggang dan memasukkannya ke mulutku.

- Ini barang yang bagus.

Ini lebih manis daripada spring sake black dragon Heiron, keharuman lezat keluar dari hidung dan mulutku.
Yang lain juga bersemangat untuk meminumnya, jadi aku memberikan gelas mereka sendiri setelah mendapat izin dari green dragon.

Priestess dragon yang terlihat paling bersemangat berkata, "Ini akan menjadi harta kuil!", Dan memegangnya erat-erat di dadanya tanpa meminumnya setegukpun.

Aku bertanya pada green dragon apakah dia ingin camilan yang cocok dengan sake sebagai ucapan terima kasihku—

『Produk laut akan menyenangkan. Baik kraken segar atau Tuna Shell tidak masalah. 』
『Aku membawa beberapa kraken. Tapi tidak dengan Shell Tuna, apakah Kau tidak masalah dengan ikan paus? 』
『Paus? Apakah yang Kau maksud adalah Northern Gluttonous Fish? Makhluk itu memakan napas ku, dan dengan cepat menyelam kedalam laut, aku terkesan Kau bisa menangkapnya. Aku selalu ingin merasakannya. Beri aku beberapa. 』

Aku mengambil beberapa irisan besar kraken dan paus dari Garage Bag ku, memanggangnya dan memberikannya kepada green dragon.
Semua orang selain Liza melebih-lebihkan ketika mereka terkejut melihat piring-piring yang besar, tetapi ketika Kau berbicara tentang dragon spring liquor , steak di atas piring besi secara alami harus ada di sana.

Kami menikmati pesta dengan green dragon dan turun dari gunung ketika datang senja.
Setelah mendengar priestess dragon itu berbicara tentang, "Monster besar yang menantang green dragon dan diusir" ketika kami menuruni gunung, Rusus dan Fifi pergi bertarung dengannya.
Mereka setia pada keinginan mereka, atau lebih tepatnya, gadis-gadis itu pasti suka bertarung.

◇

"Ada begitu banyak bahan yang terlihat tidak biasa di sini."
"Master, menemukan banyak buah aneh, jadi aku melaporkan."

Lulu dan Nana berkata begitu sambil melihat-lihat kios dan toko.

Sejak Rusus dan Fifi pergi, aku saat ini sedang melakukan tur keliling kota dengan para gadis, sudah lama kami tidak melakukannya.
Karena mereka belum pernah berada di tempat subtropis seperti ini, mereka terlihat bersenang-senang.

"Unyunyunyunyu ~?"
"Hmm, aku masih belum mengerti apa yang lezat dari pisang hijau."
"Nanas sangat enak nodesuyo?"

Pisang dan nanas tampaknya merupakan makanan khas di sini, tetapi pisang mentah tidak diterima dengan baik di kalangan perempuan.
Aku akan membuatnya cukup matang menggunakan original spell yang aku buat di pulau selatan saat itu.

Aku lupa bahwa aku telah menciptakan magic seperti itu sampai Arisa menunjukkannya.
Banyak dari magic itu dibuat dadakan, dan banyak yang tidak pernah kugunakan lagi.

"Bahkan jika itu adalah makanan khas lokal, memasukkan buah-buahan ke dalam tumis itu agak ..."

Sepertinya Putri Sistina tidak tahan dengan nanas di daging babi manis-asamnya.

"Makanan yang baik tidak memiliki dosa."
"Delishlish ~"
"Delishas nanodesu."

Lady Karina dan gadis-gadis yang tidak pilih-pilih makanan mereka menikmatinya tanpa membuat komentar buruk.
Sera dan Zena-san yang melihat itu juga pergi untuk mencicipi.

"Apakah kau mau jus buah?"
"Terima kasih. Satou-san."
"Maaf, seharusnya aku pergi untuk membelinya."

Sera menerima cangkirnya secara normal, Zena-san menerimanya sambil meminta maaf.
Aku ingin dia menjadi lebih terbiasa dalam hal-hal semacam ini, tetapi tampaknya sulit bagi Zena-san yang serius untuk berhenti peduli tentang kesenjangan dalam posisi kita.

"Satou."

Mia menatapku sambil memegang pakaian di depan tubuhnya.

"Itu terlihat bagus untukmu, Mia."

Mungkin kita juga akan membeli pakaian dan aksesoris asli Dragg Kingdom untuk anak perempuan.
Sementara kami berada di sana, aku menyewa sebuah kamar di sebuah hotel acak dan menyuruh para gadis mengenakan pakaian setempat.

Tentu saja aku sudah mengenakan pakaian tropis juga.

"Ah, ini cokelat!"

Setelah berganti pakaian, kami berkeliling kota, lalu Arisa berlari keluar ketika melihat minuman cokelat.

"Ugee, ini pahit."

Arisa mengerutkan kening setelah menyeruputnya.

Pemilik kedai bertanya kepada Arisa apakah dia ingin ditambah madu sambil tertawa melihatnya.
Sepertinya gula itu mahal di negeri ini.

Ini adalah pertama kalinya aku minum minuman cokelat dengan madu, itu ide yang baru.
Rasanya sendiri enak.

"Master, ada pasar di sana! Mereka menjual banyak buah kering di sana!"

Lulu bersemangat tinggi.

Buah-buahan kering yang relatif mahal di Shiga Kingdom sangat murah di sini.
Lulu tampaknya memiliki titik lemah pada [Harga Terjangkau], dia berkeliling satu per satu dengan Arisa.

Aku membeli sejumlah besar buah-buahan kering yang disukai Lulu, dan membagikannya dengan brownies di solitary island palace, dan orang-orang di Echigoya Firm.
Tentu saja, aku berbagi beberapa untuk Core Two, demon lord Shizuka, dan gadis mantan demon lord wolf juga.

◇

"--Tidak ada aktivitas mencurigakan ya."

Aku pergi ke Saga Empire setelah menikmati tur wisata normal pertama kami setelah sekian lama.
Lagipula, orang yang bertindak mencurigakan selama insiden vampir di Tokiswolk kingdom berasal dari Saga Empire.

Tactician Touya dan orang reinkarnasi berwajah polos yang memiliki penanda di atasnya dengan senang hati mengelola toko alkemis bersamanya di sebuah kota dekat tempat persembunyian mereka.
Melihat ekspresi mereka, tacticain Touya memiliki muka masam seperti pasangan yang baru menikah, tetapi sang istri, orang yang bereinkarnasi berwajah polos, tersenyum seolah dia benar-benar bahagia.
Tolong, hiduplah dalam damai tanpa memegang ambisi yang tidak perlu mulai sekarang.

Dalang di belakangnya belum menunjukkan diri seperti biasanya.
Mereka mungkin sedang menunggu di suatu tempat sambil mengawasiku.
Untuk berjaga-jaga, aku mengirim golem pengintai seukuran biji wijen ke tacitican Touya dan toko alkimianya.

Kaisar baru tampaknya cukup sibuk memasang sistem baru di kekaisaran setelah penobatannya, sepertinya dia tidak mampu ikut campur dengan negara lain.

Setelah kami selesai memeriksa administrasi, kami berjalan menyusuri jalan-jalan ibukota kekaisaran.

Aku berpikir untuk mengumpulkan info tentang Hero Fuu yang agak misterius ketika kami di ibukota.
Karena dia tidak ada di Petaku, dia mungkin di suatu tempat yang tidak aku ketahui setelah meninggalkan ibukota kekaisaran.

"Satou."

Mia yang datang ke sini bersamaku pergi dan memelukku.

"Master, kami pergi bertanya-tanya, dan meskipun banyak orang tahu tentang empat hero, tidak ada yang tahu tentang Hero Fuu."
"Mwu."

Arisa yang kembali menepis Mia dan mendorong wajahnya sendiri ke perutku.
Aku melepaskan Arisa saat dia mengendusku, dan bertanya pada Mia.

"Tanyakan, spirit?"
"Dryad ya ..."

Aku tidak keberatan sejumlah besar MP-ku tersedot, tetapi cara dia melakukannya yang bermasalah.

"Kurasa aku tidak punya pilihan."

Dengan enggan aku memanggil Dryad, namun--

"Jangan tanya aku. Maksudku, aku tidak bisa membedakan antara manusia."

--Dia menjawab seperti itu.

Meskipun dia bisa tahu apakah itu aku khususnya, dia sepertinya tidak tahu yang mana Hero Fuu.

Aku memiliki pejabat perumahan dan pejabat sipil Shiga Kingdom yang tinggal di Saga Empire yang memperkenalkanku kepada para ilmuwan tentang Vampir, dan memperoleh pengetahuan mereka.
Sejauh yang mereka ketahui, mengubah seseorang menjadi vampir dengan air atau serangga adalah hal yang mustahil.

Nah, leluhur sejati Ban dan Corpse yang tinggal di lapisan bawah Labirin Selbira juga mengatakan hal yang sama ketika aku bertanya kepada mereka ketika aku mengirim vampir Tokiswolk Kingdom kepada mereka untuk perlindungan, jadi meminta para ilmuwan sekitar hanyalah pelengkap saja.

Namun, ada pengecualian yang aneh.

Ada catatan tentang [Vampire Demon Lord] yang bisa menghasilkan lebih banyak vampir melalui kutukan.
Meskipun karena metode ini membutuhkan [Artefak] yang berasal dari demon god bersama dengan Unique Skill Vampire Demon Lord, kita mungkin tidak perlu mempertimbangkan itu dalam masalah ini.
Menurut mereka, hero yang mengalahkan [Vampire Demon Lord] juga menghancurkan artefak tersebut.

"Diberitahu bahwa itu tidak mungkin membuatmu semakin penasaran."
"Hnn, setuju."

Arisa berkata begitu dalam perjalanan kembali dari kediaman ilmuwan.

"Sebagai contoh?"
"Mereka digigit serangga kan? Mungkin itu faktor yang menyebabkan orang berubah menjadi vampir?"
"Mungkin."

Mia mengangguk pada tebakan acak yang Arisa katakan dengan ekspresi serius di wajahnya.
Mungkin saja kita berbicara tentang penyakit normal, tetapi aku tidak melihat serangga yang mencurigakan melalui Miasma Sight, dan para vampir di sini tidak seperti rekan mereka di bumi karena mereka perlu melakukan ritual untuk menciptakan lebih banyak vampir dalam hal ini.

"Kami telah dikenalkan dengan beberapa ilmuwan lagi, mari kita coba kunjungi mereka semua untuk saat ini."

Aku memberi tahu keduanya dan pergi ke kediaman ilmuwan satu demi satu.

Sayangnya, semua ilmuwan sepakat bahwa serangga dan air tidak dapat menjadi sumber penularan.
Salah satu ilmuwan mengatakan kepadaku bahwa ada kasus di mana seorang vampir keluar dari [Labirin Blood Sucking] dari Saga Empire dan melarikan diri ke luar wilayah kekaisaran.
Ilmuwan itu mengatakan bahwa mungkin vampir itu membangun banyak permukiman di daerah monster sementara secara diam-diam meningkatkan jumlahnya sebelum menyerang Tokiswolk kingdom.

Aku pikir hipotesis ini tampaknya lebih memungkinkan daripada Arisa untuk kejadian ini.

Memeriksa daerah monster di dalam dan di sekitar Saga Empire dengan Petaku, sebenarnya ada beberapa pemukiman vampir di dalamnya.
Untuk saat ini, tidak ada Vampir Lord di sekitarnya.
Aku mengabaikan permukiman yang hidup damai dan melaporkan orang-orang yang melakukan kegiatan bermasalah seperti penjarahan ke garnisun kekaisaran tetangga.

"Oh, benar! Kau menyebutkan demon lord mencatat rahasia dunia pada papan batu dengan Unique Skillnya bukan. Bisakah kita menemukan pelakunya di papan batu itu?"
"Ide bagus."

Mata Mia berbinar pada gagasan Arisa.

"Mungkin tidak akan berhasil, kau tahu?"

Pertama-tama, jika kita tahu sebanyak itu, aku akan tahu tentang identitas dan lokasi dalang juga sekarang.

"Hah, kenapa?"
"Sama seperti berita di televisi, hanya acara yang menggelitik minat penjaga catatan yang tertulis di papan batu."

Hanya hal-hal yang dianggap menarik oleh demon lord troll yang tertulis di papan batu itu, sehingga informasi di sana cenderung ke satu sisi.
Setelah menyelesaikan urusan kami di Saga Empire, kami mencoba memeriksa papan batu karena kami mungkin menemukan beberapa info.

"Yup, ini sebuah jalan buntu."
"Nn."

Memeriksa papan batu, seperti yang aku pikir, tidak ada info penting.

Bagian tentang kekejaman Vampir Lord dan pertempuran mendebarkan Rusus dan Fifi ditulis di sekitar 300 papan batu, tetapi info penting seperti [Dari mana para vampir berasal] atau [Apa tujuan mereka menyerang negara] sama sekali tidak ada.
Ada catatan tentang Hero Yuki mengalahkan Land King yang berubah menjadi undead di Sania Kingdom sebelum bagian Vampire Lord, tetapi tidak ada yang ditulis setelah bagian Vampir Lord sampai arena pertempuran Rusus dan Fifi.
Sepertinya Rusus dan Fifi adalah favorit terbaru dari demon lord troll.

Karena semuanya tergantung pada apa yang dianggap menarik oleh demon lord troll pada waktu itu, papan batu ini hanya berguna untuk hal-hal tambahan yang "kita beruntung jika direkam."

Nah, dari penyelidikan ini aku hampir dapat menyimpulkan dengan aman bahwa ketakutanku tentang insiden vampir adalah "Plot oleh seseorang yang bersembunyi di kegelapan Saga empire" menjadi tidak berdasar, jadi inilah saatnya untuk kembali ke ujian para dewa.
Adapun penyelidikan tentang tujuan keluarga kerajaan Saga empire yang ditemukan mati di Tokiswolk kingdom, aku telah meneruskan laporan tertulis tentang hal itu kepada raja dan perdana menteri Shiga Kingdom melalui Hikaru, aku akan menyerahkan semua penyelidikan tambahan kepada mereka.

Jika aku tidak membatasi keterlibatanku pada [Bencana yang berada di luar tangan masyarakat setempat], aku secara bertahap akan dibebani dengan lebih banyak hal yang perlu aku lakukan, akhirnya mengubahnya menjadi death march.

Nah, selanjutnya kita menuju ke negara-kota Kariswolk di mana kuil utama Dewa Karion berada, juga dikenal sebagai, [Sage tower].

Aku menantikan tur [Sage tower] lebih dari ujian itu sendiri.



TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Jumat, 26 April 2019

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 16-50 Vampir

Chapter 16-50. Vampir


Satou di sini. Tidakkah kau berpikir bahwa hal paling menakutkan tentang vampir yang muncul dalam film dan cerita adalah kemampuan mereka untuk mengubah orang menjadi vampir? Bahkan, tingkat pertumbuhan mereka melebihi tikus.

◇

"Snack yang dibuat Satou benar-benar yang terbaik."
"Minuman keras ini juga cukup bagus, bukan? Brendi buatan Saga Empire-kah?"
"Alenya juga lezat, tapi camilan ini cocok dengan yang kuat!"

Rusus dan Fifi menyeruput gelas mereka dengan suasana hati yang baik di kabin utama kapal udara.
Mereka sudah tanpa armor, mengenakan pakaian yang sedikit berisiko.

Liza ada di ruangan itu juga, dia saat ini asyik dalam pengambilan sampel tujuh jenis dendeng yang kami beli di Pier Rock Kingdom.

"Ke mana gadis-gadis kecil lainnya?"
"Aku meminta mereka untuk melakukan beberapa tugas untukku."
"Eeh, membosankan."

Rusus yang mabuk menempatkan kepalaku di bawah lengannya.
Sensasi di pipiku cukup menyenangkan, tetapi pasangan benteng yang tak tertembus akan mengganggu jika ini terus berlanjut, jadi aku menguatkan diriku dan menjauh dari belenggu yang kuat nan lembut Rusus.

"Kau akan melawan dragon begitu kita tiba di Dragg kingdom, kan?"

Fifi mengucapkan kata-kata yang terdengar berbahaya.

Kalau dipikir-pikir, koin emas di Storageku terdapat [Dragg Holy Kingdom].
Karena mereka terlihat seperti koin kuno, mungkin saja itu adalah mata uang yang digunakan di negara yang mendahului Dragg Kingdom.

"Aku benar-benar menantikannya. Bagaimana denganmu Liza, pernah bertarung dengan dragon?"
"Iya --"

Membalas Rusus, Liza yang berkata tanpa sadar menyadari kesalahannya dan menatapku.

"--Kau bertarung melawan beberapa lesser dragon ketika kita mengunjungi negara-negara barat, ingat."
"Lesser dragon ya - Yah, kurasa memang seperti itu."
"True dragon berada pada level yang sama sekali berbeda dari itu."

Rusus dan Fifi saling mengangguk ketika aku menjawab menggantikan Liza.

"Benarkah itu?"
"Asal kau tahu saja, makhluk itu tidak memiliki standar dari dunia ini."
"Ada saat dimana kita bertemu blue dan red dragon di Saga Empire, mereka benar-benar di tingkat yang berbeda, itu bahkan tidak bisa disebut sebagai pertarungan."
"Maksudku, satu semburan saja berhasil menerbangkan kita."
"Selain memiliki jangkauan yang luas, itu sangat cepat, kita tidak akan berada di sini jika bukan karena perlindungan Hayato yang diberikan oleh dewa."

Rusus dan Fifi menceritakan kisah mereka sambil tampak agak sombong.
Mendengar itu, Liza menjawab dengan, "Benar-benar", dengan ekspresi penuh arti di wajahnya.

Memang, tidak ada cara untuk menghindari semburan seperti laser true dragon tanpa sesuatu seperti Ground Shrink atau Flash Drive, tidak ada cara untuk memblokir mereka tanpa barrier pertahanan sekelas Fortress.

Ketika kami melakukan percakapan seperti itu, aku melihat pemandangan tempat pengungsian yang berjejer meluap di kota-kota dan benteng-benteng hingga ke negara tetangga, jadi aku sering mendaratkan kapal udara dan membagikan persediaan kepada mereka.
Makanan dalam bentuk batangan sereal portabel yang terbuat dari campuran bubuk halus Giant Kelp, ikan kering yang di cincang halus dan daging Sea Snake.

◇

"Kurasa kita akan segera sampai?"

Meninggalkan Rusus dan Fifi yang sudah mabuk terkapar di kabin utama, aku pergi ke geladak bersama Liza.

Aku menyadari bahwa kami berada di luar Pier Rock Kingdom pada Peta, jadi aku menggunakan [All Map Exploration] dari daftar magic.
Aku tidak melihat ada vampir di daerah monster di sekitar kerajaan tetangga.
Aku menggunakan [All Map Exploration] lagi setelah kami keluar dari daerah monster dan mencapai negara tetangga.

"--Kebanyakan dari mereka tampaknya telah terpisah."

Masih ada beberapa Vampir Slave dan Blood Stalkers yang masih mengintai di dua kota yang hancur, sementara satu Vampir dan beberapa Vampir Slave bersembunyi di terowongan bawah tanah dari Royal Capital.

"Aku akan segera memusnahkan mereka jika Master menginginkannya."
"Baiklah kalau begitu ..."

Menurut dokumen yang aku miliki, hanya kelas Vampir dan di atasnya yang memiliki skill untuk meningkatkan jumlah mereka, jadi, akan lebih baik untuk menyerahkan pembersihan di kota Tokislu yang hancur kepada pasukan ekspedisi Saga Empire dan pasukan Tokiswolk Kingdom yang harus melewati neraka untuk membalaskan dendam mereka.

Karena Vampire Slave dan Blood Stalker relatif kuat, mereka kemungkinan akan menderita beberapa korban, tetapi dari apa yang aku lihat melalui magic space Clairvoyance, mengganggu di sini sepertinya akan mengundang dendam mereka sebagai gantinya.

"... Kita harus menyerahkan daerah ini kepada pasukan lokal, aku akan mengandalkanmu untuk mencari vampir di ibu kota nanti."
"Dimengerti."

Liza memberikan penegasannya.

Kapal udara mendekati kota Tokislu ketika sedang berbicara, jadi aku memutuskan untuk mendaratkan kapal udara di sana untuk menawarkan bantuan kami.
Aku tidak akan berpartisipasi dalam penaklukan, tetapi seharusnya tidak ada masalah dalam berbagi kebutuhan di sini.
Aku memberi mereka banyak magic potion, magic tool yang tertanam dengan light crystal yang dibenci vampir, dan beberapa versi sederhana monumen batu suci.
Aku harap ini bisa sedikit meringankan jendral dan tentara Tokiswolk Kingdom.

Aku juga bertanya tentang apa yang terjadi selama serangan vampir.

"- Tiba-tiba saja terjadi?"
"Ya. Orang hilang semakin banyak, insiden aneh terjadi, monster dan binatang buas berpindah lokasi, itu benar-benar pertanda dari datangnya mereka."

Menurut para prajurit, tidak ada [Vampir] yang pernah terlihat di sini sejak negara itu didirikan.

"Pada hari ketika miko Kuil Parion Ibukota Kerajaan menerima ramalan, Kota Tokislu ini diserbu oleh vampir."
"Banyak rumor yang berkeliaran seperti mungkin gerbang neraka telah terbuka, atau bahwa mereka dipanggil melalui ritual oleh pengguna Soul Art dari sekte jahat, tetapi kebenarannya masih terselubung dalam kegelapan."

Dua kota dihancurkan secara praktis di hari yang sama, ibukota menderita serangan oleh banyak vampir ketika enam kuil lainnya sedang dalam perjalanan untuk menyampaikan ramalan yang mereka terima.

"Serangan itu dilakukan di siang hari?"
"Ya, ada hujan lebat di luar musim pada hari itu, pasti karena matahari yang dibenci para vampir tidak muncul saat itu."
"Sekarang setelah kau menyebutkannya, para korban selamat dari kota Tokislu juga mengatakan ada hujan lebat pada hari pertama juga."
"Sial, kebetulan yang sangat menyebalkan di musim kemarau ini."

Aku mendengar beberapa kata yang mengganggu dalam percakapan para tentara, jadi aku mencoba mencari di Peta dan tidak menemukan sekte jahat atau pengguna Soul Art di negara ini.
Tidak berhasil melacak orang yang cukup kuat untuk menggunakan magic yang mampu memanipulasi cuaca seperti orang yang bereinkarnasi dengan Unique Skill.

Setelah berterima kasih kepada para prajurit untuk informasinya, aku berangkat kembali dengan kapal udara.

◇

"Dari mana vampir itu berasal -"

Aku merenung sambil menikmati hembusan angin di dek kapal udara.

Menurut dokumen yang aku miliki, para vampir di dunia ini tidak dapat berkembang biak semudah mereka dalam dongeng vampir di bumi.

Vampir di sini memiliki tiga skill khusus yang dapat digunakan untuk menambah jumlah mereka; [Blood Covenant], [Blood Contract], dan [Blood Subordination].
[Blood Subordination] digunakan untuk membuat [Blood stalker] dari mayat.
Skill untuk membuat Budak dan Vampir, [Blood Contract], memiliki beberapa batasan; perlu ritual untuk dilakukan pada malam bulan purnama, sebanyak tiga kali. Setelah ritual dilakukan, penerima akan memiliki status [Kontrak Darah: Sedang Berlangsung].

Dengan kata lain, menciptakan satu vampir di atas kelas Blood Stalker membutuhkan waktu setidaknya dua bulan.

Dokumen-dokumen menyatakan bahwa skill Penilaian tidak dapat melihat status [Kontrak Darah: Sedang Berlangsung], bagaimanapun, sulit untuk percaya bahwa tidak ada yang menyadari jumlah vampir yang diperlukan untuk menghancurkan suatu negara sampai saat ini.
Selain itu, greater vampir [Blood Covenant] dapat membuat vampir dengan skill [Blood Contract].

"-- Bertanya pada orangnya sendiri akan menjadi cara tercepat."

Aku bergumam sambil menatap ibu kota Tokiswolk di kejauhan.

◇

"... Ini mengerikan."
"Ya, itu seperti sebuah desa setelah perang."

Aku saat ini berjalan-jalan di ibu kota dengan Liza.

Orang-orang yang lesu duduk di samping puing-puing dan rumah-rumah yang terbakar habis, pemandangan mayat-mayat yang ditumpuk dibakar dengan magic fire dan minyak, dan sosok-sosok orang yang menangis di sekitar tumpukan itu.
Pemandangan ini akan cukup membuatku membenci vampir secara keseluruhan jika aku tidak mengenal leluhur sejati Ban Hellsing dan vampir Semeri.

Aku meminta Rusus dan Fifi untuk mendapatkan izin dari barak tentara Saga Empire di ibu kota untuk mengizinkan kami lewat.
Tentu saja, tujuanku adalah memisahkan keduanya dari kami.

"Sepertinya kita bisa masuk ke terowongan dari sana."

Aku menuju parit drainase di tepi sungai.
Untuk bertemu dengan para vampir yang bersembunyi di ibu kota pastinya.

Aku memberikan Liza efek dari magic dark [Night Sight] dan pergi ke terowongan tanpa penerangan.

Titik-titik merah tercermin dalam Radarku.

"Master."
"Ya, mereka ada di sini."

Vampir Slave.
Mereka sepertinya telah menyadari kita, mereka bergerak menuju lokasi Vampir, yang sedikit jauh dari mereka.

"Tunggu, Liza."
"Bukankah kita harus mengejar mereka?"
"Kita tidak bisa melewati jalan itu dengan fisik kita."

Aku menghentikan Liza yang melihat mata merah, dan memilih rute terpendek ke tempat persembunyian Vampir.

Seseorang sedang menunggu kami ketika kami dekat dengan tempat persembunyian.

"Berhenti!"

Suara anak laki-laki.
Enam cahaya merah melayang dalam kegelapan di arah suara tersebut.

Ini adalah Vampir Slave.

"Aku perlu menginterogasi mereka, jangan membunuhnya, mengerti?"
"Dimengerti."

Liza mendekati para Vampir Slave dengan Flickering Step dan membuat mereka pingsan dengan satu pukulan.
Tanpa memberi Vampir Slave kesempatan untuk menggunakan skill spesifik mereka, [Mist Form].

"Kucing dan anak-anak ..."

Aku menahan Vampir Slave dengan magic soul [Soul Bind (Hold Undead Soul)].
Mereka akan lolos dengan Mist Form jika aku menggunakan tali biasa.

Magic ini tampaknya menyakitkan bagi undead, Vampir Slave mengerang kesakitan.
Aku merasa sangat buruk karena sosok mereka adalah kucing dan anak-anak.

Titik merah terakhir mendekati kami sementara aku memikirkan itu.

Sebuah bayangan melompat keluar dari sudut yang tidak mencolok di terowongan.
Liza dengan cepat menahan bayangan di tanah sambil meninggalkan jejak cahaya merah dari tombak magicnya, tanpa aku harus melakukan apa pun.

"Aku menyerah! Tolong, aku tidak peduli apa yang kau lakukan padaku, tetapi biarkan saja mereka pergi!"

Vampir yang bersembunyi adalah seorang gadis.
Selain itu, pakaiannya adalah gadis desa biasa yang bisa Kau temukan di mana saja.

Menurut bacaan AR, dia adalah vampir level 20 dengan semua skill khusus yang khas untuk spesies ini, tetapi dia baru berusia 12 tahun tanpa skill atau gift.
Info yang terperinci memberitahuku bahwa dia adalah putri dari keluarga biasa yang tinggal di ibu kota.

Tidak tahu apakah aku bisa mendapatkan info darinya, tetapi aku harus bertanya hanya untuk memastikan.

"Ceritakan semua informasi yang kau miliki. Aku akan mengampuni nyawa mereka jika kau bisa memberiku informasi yang memuaskan."
"Informasi? Informasi apa? Aku akan memberitahumu!"

Dia lebih patuh dari yang aku kira.
Sepertinya tidak perlu sandera dan interogasi.

"Kapan kau menjadi vampir?"
"Aku tidak tahu. Aku punya taring sebelum aku menyadarinya, dan ketika aku melihat ibu dan adik laki-lakiku, darah mereka ..."

Gadis itu bergumam pada akhirnya.
Ketika mata kami bertemu, gadis itu ragu-ragu berbicara, "Haus darah, dia takut dia menyerang keluarganya dan kabur dari rumahnya."

"Kalau begitu katakan padaku apa yang bisa kau ingat tentang waktu sebelum kau berubah menjadi vampir. Tidak peduli seberapa sepelenya hal itu."
"Sebelum aku berubah?"
"Sebelum kau memiliki taring."

Gadis itu menutup mulutnya dengan tatapan serius sesudahnya.
Dia mungkin menelusuri kembali ingatannya.

"Aku mendapat dendeng yang tidak biasa dari paman sebelah. Itu benar-benar enak."

Liza yang berdiri di sampingku perlahan mengayunkan ekornya, mungkin terguncang oleh cerita gadis itu.

"Aku makan dendeng di air mancur karena adikku akan mengambilnya jika aku bawa pulang ... Seorang pemburu dengan anjingnya datang untuk minum dari air mancur, dan aku terluka oleh anjing yang melompat untuk dendeng itu. Huh "Tapi itu sudah sembuh. Meskipun itu benar-benar menyakitkan dan sudah kuperban."

Gadis itu menceritakannya dengan gagap.
Meskipun ada beberapa adegan yang mencurigakan, belum ada yang terkait dengan vampir.

"Kalau dipikir-pikir, ada seseorang yang aneh di alun-alun air mancur."
"Seseorang yang aneh?"
"Un, dia mengambil air dari air mancur meskipun dia seorang bangsawan."

Yah, biasanya para bangsawan akan mengirim pelayan mereka untuk melakukan itu.
Menurut gadis itu, seluruh tubuhnya terselubung dalam mantel, gadis itu menyimpulkan bahwa dia adalah seorang bangsawan karena pakaian yang terlihat dari celah mantel itu adalah dari jas kelas tinggi yang asing.

"Dan juga..."
"Juga?"

Aku mendesak pada gadis yang ragu untuk melanjutkan.

"Orang itu pergi ke suatu tempat setelah meninggalkan pot yang dia gunakan untuk menimba air."

Itu pasti mencurigakan.

"Apakah sesuatu yang tidak biasa terjadi sesudahnya?"
"Nn, kurasa tidak."

Aku bertanya kepada gadis itu tentang lokasi air mancur yang dimaksud, dan memeriksanya dengan magic space [Clairvoyance].
Bahkan tidak ada jejak pot.
Itu bisa diambil atau dihancurkan saat serangan vampir.

"--Ah."

Gadis itu mengangkat wajahnya.

"Aku disengat serangga."

Gadis itu mengangkat roknya dan menunjuk kakinya.

Tidak ada jejak gigitan serangga di sana.
Itu pasti telah disembuhkan oleh tingkat pemulihan vampir.

"Ingat sesuatu tentang sekitarmu? Seperti bagaimana kondisi orang lain."
"Orang lain? Oh benar, banyak orang menguap."
"Pada pukul berapa?"
"Kurasa di lonceng sore kedua? Meskipun saat itu biasanya aku terbangun dan lapar, aku merasa sangat mengantuk jadi aku langsung pulang, kukira."

Dan ternyata, dia sudah berubah menjadi vampir ketika dia sadar.

--Tidak, tunggu.

Sesuatu menggangguku dengan apa yang dia katakan.

"Menurutmu?"
"Un, aku tidak begitu ingat apa yang terjadi setelah aku merasa mengantuk."

Sepertinya ingatannya cukup kacau.
Aku mencoba menyelidiki ingatannya yang hilang dengan magic mind sebagai bentuk hipnoterapi, tetapi aku hanya menemukan bahwa tidak ada yang tidak alami, seperti penghapusan memori atau merusak ingatan melalui beberapa cara.

Bangsawan yang tampaknya mengambil air dengan pot di air mancur adalah yang paling mencurigakan.
Dendeng yang tidak biasa dan pemburu dengan seekor anjing juga mencurigakan, tetapi tidak mungkin bagi mereka untuk terlibat dengan insiden vampir.
Serangga itu mencurigakan juga dengan hal penghisap darah dan sebagainya, tetapi fiksi tentang hal-hal seperti di bumi ini seperti mengubah orang menjadi vampir melalui serangga, tidak mungkin ada di dunia ini.

Untuk berjaga-jaga, aku menghubungi high elf Aze-san tercinta di hutan Boruenan, Hikaru yang bertindak sebagai raja pendiri, dan [Master Perpustakaan Terlarang] putri Sistina melalui magic space [Telepon], dan mengkonfirmasi kembali bahwa hanya ada tiga metode untuk berubah menjadi vampir yang ditemukan dalam dokumenku dan ritual untuk melahirkan Leluhur Sejati.

"Nah, apa yang harus kita lakukan dengan anak-anak ini ..."

Rupanya, bisikanku terdengar, ketika anak-anak mulai saling berpelukan sambil tampak ketakutan.
Aku lupa tentang indera vampir yang luar biasa.

"Jangan khawatir, tidak perlu takut. Paling tidak, kami tidak akan membunuhmu."

Anak-anak ini tidak memiliki Kejahatan melukai orang-orang pada status mereka.
Mereka pasti ketakutan dan lari ke sini.

Aku bertanya kepada mereka tentang usia dan nama keluarga mereka, tetapi aku tidak dapat menemukan nama-nama itu di negara ini dengan pencarian Peta.
Sayangnya, mereka tampaknya telah meninggal selama insiden vampir.

"Liza, tolong urus beberapa hal di sini sebentar."

Aku mempercayakan keselamatan anak-anak kepada Liza, berteleportasi ke kastil True Ancestor Ban di lapisan bawah labirin, dan meminta mereka untuk mengurus anak-anak dan kucing.
Tentu saja, mereka meminta kompensasi dariku, tetapi mereka dengan mudah menyetujui permintaanku sambil juga menggunakan kesempatan ini untuk menghabiskan waktu mereka.
Nah, kompensasi di sini berarti tiga botol anggur murah [Blood Lesseu], jadi itu benar-benar hanya sebagai bentuk formalitas.

◇

"Bangsawan yang mencurigakan?"
"Aah, kau pasti berbicara tentang Prof dari『Sage Tower 』. Dia datang ke negara ini untuk melakukan penelitian atau semacamnya, kurasa?"

Sage tower seharusnya menjadi nama negara kota tempat Kuil Utama Karion berada.
Rupanya, ada laporan orang mencurigakan yang terlihat oleh warga, salah satu penjaga bahkan mampir untuk menanyainya.

"Apakah kau tahu namanya?"
"Ah, tentu saja. Itu Shigan Saga atau apalah."

--Saga?

"Apakah itu mungkin."
"Ya, lupa kalau itu adalah anak atau cucu tidak sah, hal-hal tentang mendapatkan kursi ke 100 untuk suksesi membuatku tertawa."

Seorang anggota keluarga Kaisar Saga ya ... Perasaan mencurigakan ini semakin menjadi-jadi.

Aku harus mencarinya di Peta untuk berjaga-jaga.

--Itu dia.

Atau lebih tepatnya, dulu.

Shigan Saga telah menjadi mayat di hutan dekat ibu kota.

Tidak ada mayat lain di sekitarnya di Peta.
Memeriksa dengan magic space [Clairvoyance], dia telah dilengkapi dengan pakaian seperti pencuri, wajahnya telah hancur, dan tidak ada barang miliknya yang dapat digunakan untuk melacak kembali identitasnya.
Nah, skill Penilaian seharusnya bisa mengidentifikasi dia sampai batas tertentu, tetapi tidak ada cara siapa pun akan mengirim penilai ke gunung di mana mayat bandit ditemukan, mereka juga tidak akan membawa tubuh bandit turun gunung.

Menilai dari situasinya, kemungkinan besar dia terbunuh untuk membungkamnya.

Aku telah menyatakan bahwa [Tidak ada waktu berikutnya] ketika aku meletakkan [Damocles Sword] di kamar tidur kaisar, jadi bahkan dengan bukti tidak langsung, aku sulit sekali menyimpulkan bahwa Saga Empire berada di belakang insiden vampir ini.

Aku harus menyelidiki Saga Empire sekali lagi, yang berarti aku harus bertemu Meiko di Dragg Kingdom.
Aku berencana untuk melanjutkan ke persidangan berikutnya setelah mengawal Rusus dan Fifi di sana, tetapi rencana itu telah berubah.

Aku menghela nafas kecil ketika rencanaku yang berantakan terlintas di benakku.



TL: Isekai-Chan
EDITOR: Conscriptra2