Minggu, 03 November 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 9 : Prolog - Gelombang di Dunia Lain

Volume 9
Prolog - Gelombang di Dunia Lain


“Pwaoooooo!”

Inter-dimensional Ganesha Shadow meraung dan mengayunkan senjata yang tampak seperti tasbih Buddha berukuran sangat besar kearahku.

“Heh!”

Aku memblokir serangannya dengan perisaiku, lalu menangkap ujung tasbihnya yang melayang di udara. Membuat senjatanya tidak bergerak, lalu monster itu mulai mengamuk dan meraung lebih keras dari sebelumnya.

“Luar biasa! Tidak aneh bila orang-orang memanggilmu Pahlawan Perisai, Bocah?” L'Arc berteriak cukup keras di sampingku ketika dia bertarung dengan Ganesha yang lain.
“Kalau tidak ya aneh, aku sebagai Pahlawan Perisai, kalau tidak bisa menahan serangan musuh untuk apa ada di medan tempur?”

Aku tidak merasa perlu untuk menjelaskan diriku kepadanya, tetapi itu benar. Karena aku datang ke dunia lain, peran utamaku dalam pertempuran adalah menggunakan status pertahananku yang tinggi untuk memblokir serangan musuh. Tetapi itu sepertinya sebuah pengecualian bagiku.

Perlu diingat, dunia lain yang aku sebut berbeda dengan dunia yang sedang aku tempati sekarang, sebab dunia ini terletak di sisi lain yang terhubung oleh celah dimensi yang terbuka saat gelombang kehancuran terjadi.

“Jangan lengah dan perhatikan pergerakan musuh, Tuan Muda!”
“Bocah! Jangan panggil aku Tuan Muda!”
“Terserah, selama kau memanggilku ‘Bocah,’ maka aku juga akan terus memanggilmu ‘Tuan Muda’!” 

Oh, bila aku perhatikan sifat dan sosok L’Arc, aku bisa memanggilnya dengan panggilan ini juga.

“Ya sudah, aku panggil kau Nobunaga saja?” 
“Hei! Bocah, dari mana kau tahu nona Kizuna pernah memanggilku itu?!”

Kukira itu cocok. Aku harus ingat untuk memuji Kizuna karena kemampuannya membuat julukan.

“Tuan Naofumi, lagi-lagi kau memanggil orang seenaknya.” tegur Raphtalia.
“Ahaha!”
“Jangan tertawa dan alihkan suasananya!” pintanya.
“Oke, aku adalah orang satu-satunya yang berani menamai seorang raja dan putri dengan nama ‘Sampah’ dan ‘Bitch’, kau mau bilang apa lagi?”
“Bocah, ternyata kau lebih buruk dari yang aku kira.” balas L’Arc.
“Itu bisa membuat orang-orang salah paham...” tambah Raphtalia.
“Memang itu yang terjadi!”
“Itu benar, memang terjadi. Tapi jelaskan juga bagaimana bisa itu terjadi.”
“Bila itu tindakan dari Bocah, pasti dia ingin membalas tindakan kotor mereka.”
“Jangan sok tahu!”

Jika dia mencoba memahami sesuatu tentang diriku, aku berharap dia akan mulai dengan sesuatu yang lain. Ini agak menyedihkan. Kenapa kami harus membicarakan hal itu dalam keadaan seperti ini?

Kami adalah musuh sampai beberapa waktu yang lalu, tetapi sekarang kami berada di tim yang sama dan bertindak seperti teman lama.

Tetapi kami menjadi terlalu nyaman, dan aku harus memastikan bahwa kami tidak melupakan alasan kami berada di sini. Aku lebih baik membahas semuanya sejak awal.

Namaku Naofumi Iwatani. Aku adalah seorang otaku, seseorang mahasiswa dari Jepang. Suatu hari aku pergi ke perpustakaan dan menemukan sebuah buku berjudul Catatan Empat Senjata Suci. Aku mulai membacanya, sesaat kemudian aku baru sadar jika aku dipanggil ke dunia yang digambarkan di dalam buku tersebut, sebagai salah satu karakter dalam buku: Pahlawan Perisai.
Orang-orang yang memanggilku, meminta diriku untuk meminjamkan kekuatanku untuk membantu menyelamatkan dunia.
Dan, banyak hal terjadi setelah itu.

“L’Arc-san, kau sangat memahami Tuan Naofumi!”
“Aku sudah sering bertemu banyak orang, sekilas melihatnya saja aku tahu Bocah bukan orang jahat.”
“Aku orang jahat!”
“Oh ya, aku rasa itu cuma cara bicaramu yang kejam.” 
“Diam!”

Ada apa dengan dia ini?
Ngomong-ngomong, pria yang pura-pura tahu semua tentangku adalah L'Arc. Ketika kami bertemu, dia menyebut namanya L'Arc Berg. Aku masih tidak tahu nama belakangnya.

Dia adalah seorang petualang berpengalaman di usia akhir dua puluhan. Jika dilihat dari penampilannya, dia adalah pria yang cukup menawan. Dia tahu bagaimana agar orang mau percaya dan berjuang bersamanya. Terkadang dia agak kekanak-kanakan, tapi itu mungkin hanya sebagian dari pesonanya.

Ketika kami pertama kali bertemu, ia mengenakan satu set armor, tetapi ketika kami bertemu lagi, di dunia ini, ia berpakaian yang aku sendiri tidak yakin harus menyebutnya apa, tetapi penampilannya itu seperti anggota Shinsengumi. Gaya itu cocok untuknya, tapi aku penasaran mana yang lebih cocok di dibandingkan dengan penampilannya yang sebelumnya.

Ya, Glass mengenakan kimono, dan Kizuna mengenakan haori di atas gaun bergaya lolita. Dia mungkin memilih pakaian berdasarkan efeknya. Mungkin pakaian Shinsengumi yang dia kenakan saat menyelinap di dunia ini sebenarnya lebih baik daripada armor. Kenapa aku begitu peduli dengan pakaiannya? Baiklah, cukup itu saja. lanjut saja ke yang lainnya.

Bagaimanapun keadaannya, kami sedang beraliansi bersyarat dengan L’Arc dan rekannya.

“Sudah, cepat kalahkan monster ini? Aku tidak bisa lama-lama terus menahannya.”

Aku terus menahan Inter-dimensional Ganesha Shadow selama kami berbicara. Itu adalah salah satu monster besar di daerah itu. Itu mungkin bos monster, tapi aku belum yakin. Serangannya intens, tapi tidak ada yang tidak bisa kami tangani. Alasan aku bisa menahan serangannya dengan mudah karena adanya perisai legendaris yang aku pegang sejak saat aku dipanggil ke dunia lain.

Aku tidak bisa melepas perisai tersebut. Itu seperti kutukan. Tapi aku bisa menyerap segala macam barang dan bahan ke dalamnya, dan dengan demikian membuka berbagai versi perisai. Dan dari semua versi baru itu muncul kemampuan baru.

Aku menjadi lebih kuat dengan membuka kemampuan itu.

Itu memang bagus, tetapi hal itu diikuti dengan kelemahan yang signifikan. Aku tidak dapat menyerang. Jadi, aku membutuhkan anggota party yang bisa menangani semua tugas penyerangan dalam pertempuran.

“Tuan Naofumi! Aku akan menyerang!”
“Baiklah, aku serahkan padamu.”
“Baik!”

Gadis yang baru saja bergegas maju untuk menyerang monster yang aku tahan adalah Raphtalia, gadis demi-human yang dulunya adalah budak. Demi-human tampak seperti manusia, tetapi mereka biasanya memiliki beberapa bagian tubuh seperti binatang juga. Raphtalia adalah demi-human yang mirip rakun, dan dia memiliki telinga dan ekor yang tampak seperti rakun, atau mungkin tanuki.

Dia juga rekan yang paling kupercaya. Dia seperti anakku.

Saat ini dia mengenakan pakaian miko, dan itu tampak sangat cocok baginya. L'Arc telah menyuruhnya untuk memakainya. Dia terlihat sangat bagus di ketika memakainya, sehingga aku berharap dia akan tetap memakainya setelah semua masalah di dunia lain ini berhasil diselesaikan.

“Hya! Instant Blade: Mist!”

Raphtalia melesat menuju Inter-dimensional Ganesha Shadow, katana-nya memotong jauh ke dalam dagingnya ketika dia melewatinya.

Hanya itu yang diperlukan untuk mengalahkan monster itu. Monster itu lalu terbelah menjadi dua bagian dan menghilang.

“Baik! Mari kita kalahkan yang lain! Monster gelombang ini tampaknya lebih kuat dari yang biasanya!”
“Benar! Mereka juga tampak lebih kuat dari monster di dunia kita.”

Raphtalia memegang katana khusus. Mungkin itu adalah bagian dari takdir misteriusnya, sebab dia telah dipilih untuk menggunakan katana senjata vassal di dunia lain ini, mungkin ini ada hubungannya dengan dunia yang terhubung melalui retakan dimensi saat gelombang terjadi.

Aku akan menjelaskan semuanya nanti, tetapi itu menyatakan dia menjadi jauh lebih kuat daripada yang bisa diharapkan oleh orang biasa.

“Awas, Tuan! Monster lain akan datang!” Filo berteriak dari atas kami.

Dia adalah gadis monster muda, dan dia suka menarik kereta. Dia dulunya juga monster besar seperti burung unta yang disebut Filolial. Dia memiliki kemampuan untuk berubah menjadi seorang gadis muda dengan sayap malaikat di punggungnya, dan dia bertarung bersamaku atau lebih tepatnya, sebagai bawahanku.

Dia sebenarnya sangat kuat di medan perang. Siapa pun yang tertipu oleh penampilannya akan segera menyesalinya.

Tapi, setelah datang ke dunia lain ini, wujud monsternya telah berubah. Dia bukan lagi seorang Filolial, dan itu berarti bahwa gaya bertarungnya telah berubah juga. Di dunia ini dia adalah Humming Fairy, sejenis monster yang mampu berubah ke bentuk yang sangat berbeda saat dewasa.

Ada satu titik khususnya yang sangat berbeda antara Filolial dan Humming Fairy - Filolial tidak bisa terbang, tetapi Humming Fairy bisa. Jadi sekarang, karena Filo bisa terbang, dia terbang ke langit untuk mengamati jalannya pertempuran.

Tentu saja monster gelombang melemparkan sesuatu ke arah Filo dan mencoba untuk menyerangnya dengan sihir, tetapi dia sangat cepat dan tidak kesulitan menghindari apa pun yang mereka lemparkan padanya.

“Mari kita lakukan!” 
“Fuuuuuuuuuuueh!”

itu adalah Rishia. Dia berlari ke arahku dengan gerombolan monster yang mengikutinya. Pasti itu yang sedang diberitahukan Filo. Rishia pergi untuk bergabung dengan Glass dan Kizuna.

Nama lengkapnya adalah Rishia Ivyred, dan dia adalah seorang gadis manusia. Dia berasal dari keluarga bangsawan yang gagal di Melromarc. Dia dulu berada di anggota party Pahlawan Busur. Pahlawan Busur adalah salah satu pahlawan yang sama seperti diriku yang bernama Itsuki Kawasumi. Lalu suatu hari dia melakukan sesuatu dalam pertempuran gelombang yang membuatnya marah. Karena dendam, dia mengusir dirinya dari partynya. Saat itulah aku menemukannya, dalam kesulitan. Jadi, aku mengajaknya masuk ke partyku.

Dia sangat pemalu, tetapi dia berasal dari latar belakang yang baik dan telah menerima pendidikan yang baik. Seandainya ini game, aku akan mengatakan dia adalah jenis karakter yang status poinnya telah ditetapkan ke sebuah stats yang belum bisa aku lihat.

“Air Strike Shield!”

Aku menggunakan skill yang menyebabkan perisai muncul di udara, menghalangi serangan monster yang menyerang Rishia saat dia berlari.
Skill adalah jenis teknik khusus yang hanya bisa digunakan pahlawan seperti diriku.

“Rishia! Apa kau baik-baik saja?!”
“Fueh? Y…Ya!” 
“Bukannya kau bersama Kizuna! Apa yang terjadi?!”
“Kizuna-san dan Glass-san diserbu oleh banyak monster, jadi mereka memintaku untuk meminta bantuan darimu, Naofumi-san!”
“Oh. Yah, mereka ada di garis depan, jadi kurasa mereka butuh bantuan.”

Aku mengirim Rishia untuk bertarung dengan mereka, karena Kupikir itu akan menjadi pengalaman yang baik baginya. Namun sepertinya itu terlalu berat untuknya.

Apa yang telah kulakukan? Timku telah fokus untuk mengevakuasi siapa pun yang terjebak dalam serangan monster.

Gelombang telah tiba di dekat sebuah desa, jadi kami sangat sibuk berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin orang. Kalau dipikir-pikir, gelombang selalu saja terjadi di dekat desa. Tapi, sekali lagi, aku baru ikut bertarung dalam tiga gelombang sejauh ini. Itu mungkin tidak cukup untuk bisa menarik kesimpulan.

Ngomong-ngomong, kelompok garis depan, saat ini, dipimpin oleh Kizuna Kazayama, yang merupakan salah satu dari Keempat Pahlawan Suci dunia ini.

Dia disebut sebagai Pahlawan Alat Berburu, yang bukan salah satu dari empat pahlawan di dunia yang memanggilku. Dia bertarung dengan berbagai macam alat dan senjata, yang semuanya terkait dengan perburuan atau memancing dengan cara tertentu. Dia bisa menggunakan berbagai macam senjata, tetapi dia juga tunduk pada batasan ketat: dia hanya bisa bertarung melawan monster dan hewan. Dia tidak berguna dalam pertempuran melawan orang. Seperti aku, dia mungkin juga memiliki beberapa cara untuk bisa melakukan serangan pada orang ketika dia benar-benar harus melakukannya, tetapi itu tidak akan mudah. Itu bukan sesuatu yang bisa dia gunakan kapan saja dia mau.

Dia tampak seperti seorang gadis muda yang menata rambutnya dengan disematkan kesamping, dan dia mengenakan haori di atas gaun gothic lolita. Tetapi dia mengatakan dia berusia delapan belas tahun.

Aku bertemu dengannya tepat setelah kami datang ke dunia baru ini. Kami mengejar musuh kami, Kyo, melalui celah antar dimensi, hanya untuk jatuh ke dalam perangkapnya dan tersadar ketika kami dipenjara di Labirin Tak Terbatas.

Dengan kerja sama Kizuna, kami akhirnya bisa melarikan diri. Setelah keluar dari labirin, kami juga menemukan cara untuk menyelinap keluar dari negara musuh yang telah memenjarakan kami berdua di labirin sebelumnya. Banyak hal terjadi di sepanjang jalan.

Ternyata soul-healing water, potion yang digunakan untuk mengisi ulang SP ketika dipakai, tidak ada di dunia ini. Jadi, kami membuat beberapa dan menjualnya dengan harga tinggi. Kami menggunakan uang itu untuk membeli earth crystal, yang merupakan bijih yang dapat memberikan poin exp kepada orang-orang dari dunia yang memanggilku. Akhirnya, kami dapat bertempur dan mengalahkan seorang pria menjengkelkan yang mencoba membunuh Raphtalia. Dia mencoba membunuhnya karena dia tidak suka bahwa Senjata Vassal Katana lebih memilih Raphtalia daripada dia.

Sesuatu hal tentang lelaki itu benar-benar mengingatkanku pada Kyo. Dia bertingkah seperti dirinya. Kukira dunia ini penuh dengan manusia sepertinya. Tidak peduli di dunia mana aku berada, selalu ada kesulitan untuk dihadapi.

“Hei L'Arc, apa Kizuna masih bisa bertarung di sana? Bila dia sampai meminta bantuan, apa itu karena dia tidak bisa menyerang monster di sana?”
“Hm... Pertanyaan bagus. Sejujurnya, aku tidak tahu.”

Musuh memiliki kata “Shadow” yang melekat pada nama mereka, yang membuatku berpikir bahwa mereka masih akan dianggap sebagai monster. Tapi siapa yang tahu jika senjata Kizuna akan setuju dengan penilaianku?

Sedangkan untuk diriku sendiri, tidak masalah jika aku menyerang seseorang atau monster, karena tidak ada seranganku yang menyebabkan damage. Aku berpikir mungkin dapat mengatasi masalah ini dengan menggunakan alat, jadi aku pernah mencoba melemparkan bom ke musuh. Itu hanya memantul dari mereka dan bergelinding di atas tanah. Namun, aku bisa menggunakan pembasmi gulma untuk membunuh monster tipe tanaman satu kali, jadi aturannya terkadang membingungkan.

Kizuna memiliki masalah yang sama. Kemampuannya untuk memberikan serangan pada musuh bergantung pada apakah musuh itu dianggap seseorang atau monster, dan terkadang itu sulit dibedakan.

“Ayo kita segera ke sana, L'Arc!”
“Benar, aku juga khawatir tentang nona Kizuna. Therese, ayo selesaikan ini!”

Itu adalah Therese Alexanderite yang bertarung berdampingan dengan L'Arc. Dia adalah crystal human. Mereka adalah tipe manusia yang hanya ada di dunia baru di sisi lain dari celah dimensi gelombang, yang akan mulai kusebut sebagai 'dunia Kizuna' agar lebih singkat.

Crystal human adalah ras orang yang dilahirkan dengan batu permata yang berfungsi sebagai semacam inti sihir. Mereka terampil dengan sihir, dan dikenal karena ketangkasan mereka. Mereka juga dikenal sangat sensitif, dan berdasarkan reaksi Therese terhadap gelang yang aku buat, aku mengerti.

Dia telah bersembunyi dengan L'Arc, jadi dia juga mengenakan hakama.

“Wahai kekuatan permata besar nan luas, dengarkanlah permohonanku dan wujudkanlah dirimu. Namaku Therese Alexanderite, wahai rekan-rekanku. Pinjamkanlah aku kekuatan untuk menghancurkan mereka!”
“Shining Stones: Crimson Flame!”
“Fusion Technique! Burning Disc!”

Sebuah Roda berputar dari api berwarna ruby melesat dari sabit L'Arc dan menghantam monster yang mengejar Rishia.
Skill terkadang dapat dikombinasikan dengan skill anggota party lain untuk membuat skill kombo. Aku telah menggunakannya beberapa kali dengan Raphtalia dan Filo.

“Ayo, Bocah! Kita pergi!”
“Jangan putuskan seenaknya. Ya, ayo kita pergi!”
“Sebetulnya jika Nona Kizuna ditemani Nona Glass, aku cukup yakin mereka dapat melawan semua yang ada di sana.”

Aku harus memberi tahu mengenai Glass selanjutnya. Dia tampak seperti hantu, mengenakan kimono, dan bertarung dengan kipas lipat. Rambutnya hitam legam, dan kulitnya begitu putih hingga hampir transparan... sebenarnya mungkin agak transparan. Kipas yang digunakan sebagai senjatanya adalah Senjata Vassal Kipas.

Kizuna berteman dekat dengan Glass, dan dia benar-benar kesal ketika dia mengetahui bahwa Glass telah mencoba membunuhku. Glass sangat dingin dan sadis — dia tampak seperti bisa membunuhmu hanya dengan tatapannya. Tapi, dia berbeda ketika bersama Kizuna. Dia santai, dia tersenyum.

Karena mediasi Kizuna, Glass dan aku sekarang bertarung bersama. L'Arc dan aku berlari untuk membantu Kizuna dan Glass.
Monster-monster mengalir keluar dari celah dimensi dalam gelombang. Kali ini mereka tampak seperti monster yang ada dalam mitologi India. Bukankah Ganesha pada dasarnya adalah percampuran antara manusia dan gajah?

Ada juga inter-dimensonal ifrits, yang tampak seperti roh api. Aku melihat beberapa monster lain yang disebut inter-dimensonal nagaraja.

Ada banyak monster seperti manusia juga. Mereka sepertinya tidak mengerti bahasa manusia, jadi kupikir mereka mungkin monster, bukan manusia — jika itu dianggap sebagai sebagian kecil dari manusia, jika itu dihadapi orang-orang di dunia lain ini. Mereka cukup kuat.

Sebagian besar monster itu kuat, sebenarnya. Gelombang ini sedikit lebih sulit daripada gelombang lain yang aku hadapi.

Selama beberapa hari terakhir pelatihan, aku berhasil mencapai level 75, dan aku telah banyak meningkatkan perisaiku, tetapi musuh masih memiliki serangan yang hampir menembus pertahananku. Aku masih belum memulihkan kemampuan yang aku miliki di dunia tempat memanggilku. Ini seperti ada perbedaan ketika ada di dunia utama dan dunia kedua. L'Arc mengatakan hal yang sama juga.

“Mungkin saja ada pemegang senjata vassal yang berniat seperti Glass datang ke duniamu?”
“Itu tidak lucu, Bocah!” 
“Aku tidak bercanda!”

Kami terus saling berteriak saat kami menahan monster. Akhirnya, celah dimensi tertutup.
Jauh di atas langit di atas kepala kami, sebuah kapal besar melayang-layang dan terlibat dalam pertempuran dengan monster terbang yang tampak seperti garuda. Pertempuran itu sengit.

Tapi, banyak orang bergabung dengan kami dalam perang melawan Gelombang, ini benar-benar membantu sekali. 

“Oh, ini sudah hampir berakhir.”
“Oh, mungkin karena ada banyak monster kali ini. Jadi, tak terasa waktu gelombang sudah berakhir saja.”
“Bocah, omonganmu tadi benar-benar membuatku terkejut.” 
“Yah, kalian sendiri yang melakukannya. Harusnya kalian tahu itu bisa terjadi pada dunia kalian juga.”
“Aku memang memikirkannya, tapi bukan lelucon bila terjadi.”

Perlu diketahui, kalian sendiri yang melakukan lelucon itu.

“Hei!” teriak Kizuna sambil berlari ke arah kami bersama dengan Glass.
“Untuk apa minta bantuan kalau nyatanya sudah kalian berdua selesaikan.”
“Yah, memang benar kami meminta Rishia-san untuk meminta bantuan dari kalian, tapi sebab banyak monster yang pergi mengikutinya, tanpa disadari kami berhasil menanganinya sisanya.”

Aku terkesan Rishia bisa menghindari semua kejaran monster itu, sebab dia itu sebenarnya sangat lemah. Statistiknya tidak pernah sesuai dengan levelnya, yang lebih aneh itu dia berhasil selamat dari semua itu.

“Kami sudah mencoba membantunya, tetapi jumlah monster yang kami hadapi sangat banyak, lalu Rishia-san hanya lari dan teriak saja menjauh dari kami.”
“Ya, ya.”

Aku yakin teriakan “Fueeeeh!” miliknya berhasil menarik perhatian banyak monster.

“Rafu!”
“Fuueh?!”

Makhluk kecil yang duduk di bahu Rishia adalah Raph-chan. Raph-chan adalah shikigamiku. Aku membuatnya dari rambut Raphtalia. Dia imut, makhluk kecil imut yang terlihat seperti campuran antara tanuki dan rakun.
Jika Raphtalia adalah binatang, aku rasa dia tampak seperti ini.
Dia adalah makhluk kecil yang bahagia dan energik yang selalu senada denganku. Tapi, dia saat ini sedang menaiki punggung Rishia.

“Mungkin saja, Raph-chan yang melindungi Rishia saat dia lari?”
“Rafu!”

Raph-chan menyalak dan mengangguk.
Raph-chan bisa menggunakan sihir ilusi yang sama dengan Raphtalia.
Ketika Raph-chan memberikan sihir ilusi pada monster, mereka tidak bisa mendaratkan serangan apapun pada Rishia.

“Kerja bagus, Raph-chan.” 
“Rafu!”
“Pen!”

Sapaan tadi berasal dari Chris. Dia adalah seekor penguin yang merupakan shikigami Kizuna dan Glass. Dia benar-benar tampak seperti seekor penguin. Chris sudah ada lebih lama dari Raph-chan.

“Kau juga, Chris. Terima kasih telah melindungi Rishia-san.”
“Kau berhasil melakukannya.”

Kizuna dan Glass memuji perbuatan Chris tadi.
Raph-chan lah yang benar-benar membantu jadi aku berusaha mengelus kepalanya saat sedang dilihat semua orang.

“Tuan Naofumi, mengapa kau mengikuti mereka juga? Masih ada hal penting lainnya yang perlu kita bahas,” kata Raphtalia, meraih pundakku. Raphtalia tampaknya tidak terlalu menyukai Raph-chan.
“Kizuna, apa kau bisa melawan sebagian besar monster itu?”
“Aku bisa melawan mereka. Tapi, ya, aku sedikit khawatir sebab monster yang muncul kali ini seperti dewa, tapi ternyata, mereka semua hanyalah monster seperti biasanya.”

Ganesha, ifrits, ular yang memiliki perwujudan seperti naga, nagaraja adalah setengah-ular-setengah- manusia... ada juga banyak monster yang berbeda.

“Lalu, monster bossnya bagaimana?”
“Namanya adalah inter-dimensional girimekhala, tapi ada perubahan mode menjadi airavata saat aku melawannya.”

Bosnya adalah gajah? Sangat membosankan! Walau aku juga tahu apa itu karena aku adalah seorang otaku.

“Mari kita serap material mosternya, lalu kembali ke kastil.”

Kizuna memanggil Ethnobalt yang sedang menunggu kami, lebih tepatnya dia berada di atas kami. Dia berasal dari dunia Kizuna, dan merupakan pemegang senjata vassal kapal. Sebab dia tidak cocok dalam bertarung jarak dekat, dia berada di belakang kami sebagai pendukung kami.
Tampaknya dia tidak suka berkelahi.

Dia seperti seorang anak laki-laki yang berpakaian seperti penyihir... atau setidaknya seperti itulah dia jika dilihat sekilas. Wujud aslinya adalah monster, seperti Filo. Aku tahu dia semacam kelinci, tetapi aku tidak tahu lebih dari itu.

Dia adalah peramal yang terampil, dan dia yang menciptakan Raph-chan untukku. Menilai dari seberapa berguna Raph-chan telah terbukti dalam pencarian Raphtalia, kemampuan Ethnobalt sebenarnya cukup mengesankan.

“Tapi, kenapa aku harus jauh-jauh kedunia ini untuk mengatasi gelombang?”
“Kau menanyakan itu sekarang?”
“Hei, aku bukan datang ke sini karena aku ingin bertarung melawan gelombang. Aku hanya ingin membantu juga karena aku masih punya waktu.”
“Ya aku tahu. Terima kasih telah berjuang atas nama dunia kami.” 
“Ya, ya... Mari kita kembali dan bersiap-siap untuk langkah selanjutnya.”

Apa yang dipikirkan orang dunia ini tentang Gelombang? Ya, gelombang terjadi di seluruh dunia, jadi sulit untuk menemukan satu penjelasan yang cocok untuk semuanya yang terkait Gelombang…

Aku jadi teringat kembali dengan dunia yang memanggilku, gelombang disana, aku menganggapnya sebagai bencana alam. Sekarang aku tahu itu tidak benar. Aku akhirnya mengetahui apa gelombang itu sebenarnya, dan aku tidak pernah tahu jika aku belum menyeberang ke dunia Kizuna.

Gelombang konon katanya adalah fenomena yang terjadi ketika dunia menyatu dan saling terhubung. Aku mengatakannya seperti itu karena ini semua hanya sesuatu yang aku dengar. Aku tidak punya satu bukti atau cara lain. Di dunia Kizuna ada catatan penggabungan antar dunia yang telah terjadi di masa lalu.

Jika dunia saling bersinggungan melebihi batas normal, dunia mereka akan hancur... atau begitulah kata mereka. Menurut legenda, cara untuk menyelamatkan duniamu dari kehancuran adalah dengan menyeberang ke dunia lain saat terjadi gelombang dan membunuh Keempat Pahlawan Suci dari dunia lain. Jika kau melakukan itu, maka dunia mereka akan hancur dan kehidupan duniamu akan diperpanjang.

Itulah sebabnya Glass menyeberang ke duniaku dan mencoba membunuhku... atau begitulah katanya.

Ketika Kizuna mengetahui apa yang terjadi, dia sangat marah. Dia memutuskan untuk menemukan cara lain untuk menyelamatkan dunianya.

Untuk lebih dalamnya, ada monster bernama Spirit Tortoise di duniaku, dan dia mengorbankan orang dan menggunakan jiwa mereka untuk menghasilkan penghalang yang akan mencegah gelombang terjadi.

Tentu saja, ada monster di dunia Kizuna yang bisa melakukan hal yang sama.
Tapi mereka sudah dikalahkan, salah satu dari empat binatang suci adalah Byakko. Aku juga mendengar mereka disebut Empat Simbol.

Ada yang disebut ilmuwan jenius, aku sendiri suka menyebutnya Sampah #2, dan ia telah menemukan cara untuk membuat tiruan binatang suci yang telah mereka kalahkan, Byakko, lalu menjadikan mereka sebagai senjata perang untuk kepentingan negaranya.

“Kita tidak bisa terus melawan gelombang. Asal kau tahu, aku tidak bisa berlama-lama di dunia ini.”
“Aku tahu! Aku melakukan semua yang aku bisa untuk membantumu,” kata Kizuna.

Ada sebuah tugas yang harus aku diselesaikan. Aku harus menghukum Kyo untuk apa yang telah dia lakukan pada dunia kami, untuk apa yang telah dia lakukan pada Ost. Kami harus merebut energi yang sudah dikumpulkan Spirit Tortoise kembali ke dunia kami.

Tidak ada waktu yang bisa aku sia-siakan.




TL: Kuaci
EDITOR: Isekai-Chan
Proofreader : Bajatsu, Hantu

Sabtu, 02 November 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 8 : Epilog - Semuanya Berkumpul Kembali

Volume 8
Epilog - Semuanya Berkumpul Kembali


Kami kembali ke kastil di negara tempat Kizuna menyebutnya sebagai rumah dan menunggu yang lain untuk kembali. Tidak butuh waktu lama untuk menerima kabar kalau mereka sudah kembali.

“Hei, Glass, kau mengerti apa yang ingin kutanyakan sekarang?”
“Oh. Um ...”

Glass duduk dengan gaya seiza dan, tampaknya, dia dinasehati oleh Kizuna. L'Arc dan Therese berlutut di belakangnya. Sepertinya semua orang dalam kesulitan. Bagaimana bisa ini terjadi pada mereka?

“Ada apa kalian ini?”
“Hm? Apa kau ingat hal-hal yang kita dengar tentang gelombang saat sampai disini? Aku sedikit kesal dengan Glass dan mereka berdua karena hanya datang dan pergi ke dunia lain untuk mencoba membunuh pahlawan suci disana,” jawab Kizuna, menyilangkan tangannya.
“Kizuna, bukan begitu. Aku harus melakukannya demi dunia ...”
“Tapi, kau hanya membaca itu dari sebuah legenda dan menganggap itu benar, lalu kalian menyelinap melalui celah dimensi selama gelombang, dan mencoba untuk membunuh para pahlawan dunia lain. Kau yakin itu benar?”
“Iya, itu benar...”

Aku hampir tak bisa mempercayai mataku. Si keras, serius, samurai seperti Glass memalingkan wajahnya ke lantai karena malu. Aku tahu kalau dia dan Kizuna dekat, tapi sepertinya Kizuna adalah bosnya.

“Nona Kizuna. Aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi tidakkah kau ingin mendengar penjelasan dari kami juga?” tanya L'Arc.
“Iya, kami hanya berusaha melindungi dunia yang sangat kau sayangi ini, Kizuna ...” sela Therese.

Kizuna tak terkesan. Dia menyipitkan matanya dan menyalak, “Baiklah kalau begitu, jawab pertanyaanku ini. Bisakah kalian membayangkan ada pemegang Senjata Vassal dari dunia lain yang datang melalui gelombang untuk membunuh para pahlawan di sini?”
“I-itu, um ...”
“Kau mau diam saja?” bentak Kizuna. Semua orang memalingkan muka.

Mereka bisa saja berbohong. Tapi mereka saling kenal cukup baik sehingga mereka mungkin tak bisa lolos begitu saja. Khususnya Glass, tampak seperti pembohong yang mengerikan.

“Tidak, aku tidak memikirkan itu akan terjadi. Tidak di negara ini atau di negara lain, itu belum terjadi di negara lain, jadi kami mengira itu tidak akan terjadi, meski kami tahu informasi dari negara lain akan tetap dibiarkan tertutup di negara mereka.”

Berdasarkan apa yang kupelajari di dunia ini, aku merasa ada kemungkinan kalau siapa pun yang ada di dunia di sisi lain dari celah gelombang bertanggung jawab untuk menenangkan gelombang.

“Bukankah kalian sendiri yang bilang tidak mau mengorbankan nyawa orang lain demi menyelamatkan dunia? Lalu apa yang terjadi pada perkataan kalian itu, jika kalian sendiri yang melakukan semua itu?”
“Am...”

Kizuna benar-benar menginterogasinya. Aku menyukai suaranya. Tapi mereka pasti menikmati waktu bersama sebelum Kizuna menghilang. Rumah Kizuna membuatnya sangat jelas.

“Oke, dengarkan ini baik-baik. Memang benar kalau melindungi dunia dan memperpanjang hidupnya itu penting, tapi itu tak berarti kalian bisa membunuh orang lain untuk melakukannya. Aku tahu kalau ada legenda yang mengatakan hal itu, tapi mengapa kau tidak berpikir dulu untuk mencari opsi lain sebelum terburu-buru melakukan itu?”
“Ya, tapi kami melakukan semua penelitian yang kami bisa. Tapi ...”
“Tidak kalian temukan cara lain itu, jadi kalian putuskan untuk menyelinap ke dunia lain untuk membunuh para pahlawan suci di sana? Tentu saja itu salah! Jika caranya masih belum ditemukan, kalian harus terus mencarinya! Lalu, jika pemegang Senjata Vassal dari dunia lain datang menghampiri kita, itu tidak memberi mereka alasan untuk melakukan hal yang sama!” teriak Kizuna. Glass tampak ketakutan.

Aku tidak bisa membayangkan sama sekali hubungan mereka seperti ini...
Mereka tampak seperti anak-anak yang dimarahi oleh ibu mereka. Pipiku memerah.
 
“Tuan Naofumi, kau tersenyum.”
“Apa yang kau tertawakan, Bocah? Apa senikmat itu melihat orang lain kesusahan?”

Raphtalia menegurku, dan L'Arc membalasnya, tapi Kizuna memelototinya dan dia mundur kembali.

“Memangnya kenapa? Kau mencoba membunuhku, dan sekarang kau mendapatkan ceramah. Bukankah wajar jika aku tersenyum?”
“Huh ... Glass cukup kuat, tapi kau berada ditingkat yang berbeda, Naofumi,” bisik Kizuna, sambil meletakkan tangan di dahinya. 

Aku tidak membantahnya.
L'Arc mengangguk sambil mendengarkan ceramahnya tapi terus mencuri pandang ke arahku.
Aku bisa mengerti alasannya, tapi tak perlu khawatir. Aku tak menganggap diriku seorang penegak keadilan.

“Paling tidak, sekarang aku sudah kembali dan aku dengan tegas menentang rencana kalian ini untuk pergi ke dunia lain dan membunuh para pahlawan suci mereka!”
“Um ...”
“Mengerti?!”
“Y ... Ya!”
“Itu juga berlaku untukmu, Kak L'Arc dan Kak Therese!”
“Baiklah, ya. Bagus, aku tidak benar-benar ingin bertarung denganmu, Bocah. Menghancurkan dunia lain untuk menyelamatkan duniamu sebenarnya bukan gaya kami.”

“Baiklah. Untungnya kami mencapai kesimpulan ini sebelum kami benar-benar mampu mengalahkan Naofumi-san,” kata Glass.

L'Arc melihat dan Therese lalu ke arahku. Mereka berdua tampak bahagia.
Jika mereka akan melihatku seperti itu, maka hanya ada satu hal yang bisa dikatakan.

”Maka kau seharusnya tak mencoba ini sejak awal.”
“Diam, Bocah! Berhentilah berusaha bersikap keren!”
“Kak L'Arc!” Kizuna berteriak, dan L'Arc segera menutup mulutnya.

Kizuna benar-benar menguasai ruangan ini.
Kami tidak sengaja bertemu, tapi aku agak iri dengan kehadirannya sebagai pemimpin. Begitulah seharusnya pahlawan suci. Atau mungkin dia sudah ahli dalam hal ini.

“Lalu, Glass, tolong pikirkan tentang ini. Kau tahu kalau aku bisa melawan monster tapi tidak dengan manusia. Menurutmu apa yang akan terjadi jika seorang pemegang senjata Vassal dari dunia lain datang mengincarku?”
“...”

Glass tak menjawab. Aku bisa mengerti kenapa.
Kizuna tak bisa melawan manusia. Jika seorang pemegang senjata Vassal mengejarnya, dia harus mundur dan bergantung pada rekan-rekannya. Tapi para pahlawan suci dipanggil untuk gelombang. Apakah dia benar-benar dipanggil ke dunia lain hanya untuk mati?

“Glass, kupikir ada alasan mengapa para pahlawan suci dipanggil pada saat gelombang terjadi.”
“Alasannya?”
“Iya. Kami dipanggil ke gelombang dengan kemungkinan kami terbunuh di sana. Itu membuatku berpikir kalau kami mungkin tak perlu bertarung dalam Gelombang sama sekali. Mereka memanggil kami karena mereka membutuhkan kami. Jika itu benar, maka itu mungkin karena dunia mendapat lebih banyak waktu sampai gelombang berikutnya jika para pahlawan menghentikannya, atau mungkin mereka dapat menghentikan bersatunya dunia ini.”
“...”
“Aku tak tahu apakah aku benar. Tapi berdasarkan apa yang kau bilang, jika para pahlawan suci ada untuk melindungi dunia, maka seharusnya tak ada alasan bagi mereka untuk bertarung dalam gelombang. Namun, bukankah tugas para pahlawan suci untuk melakukan hal itu?”

Kizuna bergumam kalau dia tak bertarung dalam Gelombang, karena dia terjebak di labirin tak terbatas. Lalu dia mencengkeram tangan Glass.

“Mereka tidak menulis tentang itu di legenda. Tapi aku tak percaya itu. Aku tidak percaya kalau kita seharusnya melindungi dunia kita dengan menghancurkan dunia yang lain. Kami tidak boleh melakukan itu.”
“... Baiklah. Aku minta maaf.”

Glass menoleh padaku dan menundukkan kepalanya. Aku tak bisa memikirkan alasan untuk tetap marah pada mereka. Mereka jelas melakukan apa yang mereka anggap benar, dan mereka lebih baik daripada para brengsek yang memanggilku ke Melromarc, hanya untuk membawaku ke dalam jebakan.

Aku tahu mereka orang baik. Setelah Kizuna menghilang begitu lama, keadaan rumahnya sudah cukup untuk membuktikannya. Mereka melindungi rekan-rekan mereka. Jelas kalau mereka peduli.
Aku bahkan sedikit iri dengan hubungan mereka.

Jika Raphtalia dipilih oleh senjata di dunia kami dan aku menghilang, apakah dia akan melakukan hal yang sama untukku?
Aku memandangnya. Raph-chan naik ke atas kepalanya dari bahunya.

“Ada apa?”
“Aku bisa mengerti bagaimana perasaan Glass, jadi aku tidak akan mengatakan apa-apa.”

Jika itu memungkinkan, aku ingin memiliki hubungan seperti yang dimiliki Kizuna dengan rekan-rekannya. Itu tak lebih dari sebuah harapan, tapi aku akan senang jika Raphtalia merasakan hal yang sama tentangku seperti yang mereka lakukan terhadap Kizuna.

“Selama kau tak akan mencoba menyerangku lagi, aku tidak akan bertarung dengan kalian.”
“Bocah ...”
“Naofumi ...”
“Jadi kalian mengerti. Jadi kita semua bisa berteman, kan?” kata Kizuna, mengulurkan tangannya padaku. Tapi aku menolak tawaran itu.
“Aku tak suka hal-hal semacam itu.”

Aku bukan tipe orang yang sering menatap persahabatan sentimental. Maksudku, aku suka hal semacam itu di game dan manga, tapi aku tak punya cukup pengalaman positif di dunia lain untuk membenarkan mengambil kepercayaan langsung yang membutuhkan hubungan semacam itu.

“Pokoknya, kita pasti bisa tetap bekerja bersama. Aku punya sesuatu yang harus kulakukan, aku pasti bisa membutuhkan bantuan juga.”
“Benar. Bukankah kau ingin mendapatkan kembali kekuatan binatang penjaga duniamu yang dicuri oleh seseorang?”
“Tepat. Itu sebabnya kami datang ke sini untuk mengejar orang yang mengendalikan Spirit Tortoise, untuk membuat pemegang Vassal buku, Kyo, membayar semua kekacauan yang ia bawa ke dunia kami.”

Aku tak pernah lupa. Aku harus membalaskan dendam Spirit Tortoise, untuk membalas kematian Ost.
Raphtalia mengangguk, begitu pula Rishia dan Glass, lalu L'Arc dan Therese. Semua orang berekspresi serius.

“Kizuna, aku bisa memberitahumu ini tanpa ragu. Kyo, sang pemegang Vassal buku, dia sudah tidak cocok lagi untuk menjadi pemegangnya. Senjata Vassal yang kami pegang mulai menuntut penaklukannya,” Glass menjelaskan.
“Yah, jika dia melakukan semua yang kau katakan, tentu saja dia harus diurus. Jika senjatamu menuntutnya, maka aku tidak akan menghalangi. Naofumi, aku akan membantumu, jadi tolong, izinkan kerja sama kami untuk mengkompensasi kerugian yang Glass dan rekan-rekannya coba berikan padamu di masa lalu.”
“Apa bedanya jika aku memaafkan mereka? Tujuan kita sama. Jika kita tidak menghentikan Kyo, dunia ini juga akan berada dalam bahaya.”

Ada peluang bagus kalau Kyo merencanakan sesuatu dengan kekuatan yang telah diambilnya dari Spirit Tortoise. Dia mungkin harus melakukan sesuatu sebelum dia bisa menggunakannya sesukanya. Kami harus menemukannya sebelum dia berhasil melakukannya.

Benar ... Kami seperti baru kembali lagi ke tujuan awal kami.

“Ya sudah, Bocah? Kebetulan semua orang di sini sudah lama belum berkumpul kembali. Lalu kami ingin merayakan kembalinya Kizuna! Malam ini ayo kita adakan perayaan saja!” L'Arc bertepuk tangan, dan para pelayan di kastil mulai berlarian.

Sepertinya mereka bersiap-siap untuk perayaan.
Seluruh kastil beraksi ketika dia bertepuk tangan. Seberapa besar otoritas yang dimiliki L'Arc di sini?
Tiba-tiba aku ingat raja merujuk seseorang dengan sebutan Tuan Muda. Mungkinkah? 

“Hei, Tuan Muda!”

Aku memanggil L’Arc Tuan Muda. Kemudian dia menatapku seperti ingin menangis.

“Apa? Bagaimana kau tahu tentang itu, Bocah?!”
“Sudah kuduga itu adalah kau. Kau orang yang sangat penting, bukan?”
“Bukannya aku menyukainya. Aku lebih suka kebebasanku!”

Aku hanya mendengar sedikit dari Kizuna, jadi aku tak tahu bagaimana dia akhirnya bertemu L'Arc. Ayahnya adalah raja dan mungkin meninggal, dan negara itu diserahkan kepada seorang pangeran yang kurang layak.
L'Arc tampak seperti tipe orang bawah yang akan didukung oleh rakyat.

Negara itu tampaknya berjalan cukup baik, jadi mungkin pemerintahannya berjalan baik untuk negara itu.
Dia mungkin memiliki orang-orang baik yang bekerja untuknya. Dia cukup karismatik untuk menarik orang baik. Aku ingin tahu apakah pencarian Kizuna di masa lalu ada hubungannya dengan itu.

“Jadi kau tahu, Tuan Muda, selama kau terus memanggilku Bocah maka aku akan terus memanggilmu, Tuan Muda.”
“Baiklah, Nao ... fu ... mi.”
“Hm.”

Dia menyebut namaku, tapi tampak sangat jengkel karenanya.
Lalu dia berbalik dan berteriak.
 
“Tidak, itu terdengar jelek! Kau Bocah, bukan 'Naofumi!'”
“Itu tidak masuk akal, Tuan Muda!”
“Aku tidak peduli, Bocah! Taruh barang-barang kalian saat ini. Aku akan memanggil kalian setelah semuanya sudah siap. Kizuna dan Glass, luangkan waktu untuk kalian berdua setelah sekian lama,” bentak L'Arc, menyeret kami keluar dari ruangan.

Um ... Apa selanjutnya? Aku melihat Raphtalia dan yang lain.

“L'Arc Berg memang suka perayaan.” kata Ethnobalt. Dia diam sepanjang perjalanan kembali ke kastil, tapi sekarang dia tersenyum dan berbicara. 
“Tapi, kupikir dia benar. Kita harus bersenang-senang malam ini. Kizuna, selamat datang kembali.” kata Glass pada Kizuna.
“... Terima kasih. Aku pulang ... senang sekali aku bisa kembali bersama kalian,” kata Kizuna, menatap semua orang. Dia tampak seperti akan menangis.

Berapa lama dia terjebak di labirin tak terbatas? Aku tak tahu persis, tapi itu pasti sudah sangat lama. Dia kembali ke tempat yang dia pikir tidak akan pernah dilihatnya lagi. Jika aku tak seberuntung itu, aku bisa terjebak, seperti dia.

“Perayaan? Aku ingin beeernyanyii!” teriak Filo. 
“Rafu!”

Filo dan Raph-chan masing-masing dengan senang melompat ke atas bahuku. Aku membiarkan mereka. Lalu aku berbalik menghadap Raphtalia dan Rishia.

“Mereka benar. Ada baiknya untuk bersenang-senang malam ini. Sejujurnya, aku lelah sekali.”
“Fuee ... Betapa indahnya bisa berkumpul kembali dengan teman lama!”

Ya, mereka benar.
Aku sudah lama terpisah dari Raphtalia, tapi aku merasa ketidakhadirannya mulai penting bagiku, jadi aku bisa mengerti bagaimana perasaan mereka.
Glass tampak sangat senang melihat Kizuna lagi. Dia berseri-seri seperti anak kecil. Aku tidak bisa menahan senyum juga.

“Untuk saat ini ...”
“Ada apa?”

Aku melihat katana yang dipegang tangan Raphtalia.

“Kizuna, aku tahu kita semua sedang perayaan, tapi bisakah Raphtalia memiliki sarung untuk katana-nya?”
“Oh ya,” kata Kizuna, berbalik dan melangkah mundur ke arah kami.

Ketika dia melakukannya, dia meninggalkan Glass yang berdiri di sana dengan tangannya terentang. Glass membuat wajah yang sangat kecewa, itu terlihat aneh padanya.
Aku mulai berpikir dia mungkin seorang lesbi.
<EDN : OOOH, boy~>

“Kalau begitu mari kita pergi ke toko yang aku tahu dan membuatnya. tempatnya sangat handal.”

Seandainya kami berada di Melromarc, aku akan meminta pak tua untuk melakukannya, tapi kami terjebak di dunia lain, jadi aku putuskan untuk tunduk pada penilaian Kizuna.

“Baiklah.”

Kizuna membawa kami keluar dari kastil dan menuju ke kota.

“Yah, Kizuna! Sudah lama tidak berjumpa?!”

Kizuna membawa kami ke pandai besi yang sibuk di tengah kota.
Itu dijalankan oleh seorang wanita yang sangat berotot, maskulin dengan batu permata merah di dadanya. Dia pasti salah satu dari crystal human.
Batu permata Therese ada di dahinya, jadi kurasa batu permata mereka bisa berada di tempat yang berbeda.

“Aku mendengar dari Glass kalau kau menghilang. Aku mengkhawatirkanmu! Sekarang Glass akhirnya bisa sedikit rileks. Ketika kau hilang, semua orang kesulitan untuk menghiburnya.”
“Romina, bisa kau simpan itu?!” Glass cepat-cepat berkata, mencoba untuk menutup pembicaraan secepat mungkin. Aku selalu berpikir Glass itu keren dan pendiam, tapi dia mulai terlihat lebih seperti orang normal.
“Namanya Romina. Dia pandai besi terbaik yang aku tahu.”
“Aku Iwatani Naofumi.”
“Namaku Raphtalia. Senang bertemu denganmu.”
“Firo!”
“Rafu!”
“Aku Rishia. Senang berkenalan denganmu.”
“Selalu senang bertemu pelanggan baru. Semoga kau senang dengan hasil jualanku!”

Pandai besi ini mengingatkanku pada Pak Tua di toko senjata Melromarc.

“Jika kami membawakanmu bahan dan uang, bisakah kau membuatkan kami barang pesanan?”
“Itu bisa dilakukan, tapi aku akan membuang pelanggan yang menjengkelkan!”
“Kau pikir aku menjengkelkan?”
“Tidak ...” Romina menggaruk dagunya dan menatapku dengan hati-hati. “Sebenarnya aku pikir kita akan rukun dalam hal ini.”
“Baiklah.”

Ada sesuatu yang menarik bagiku tentang profesinya, tentang gagasan menemukan potensi dalam bahan dan kemudian menggunakannya untuk membuat senjata dan peralatan khusus.

“Orang-orang dapat memahami kepribadian Tuan Naofumi dengan sekali pandang. Aku sedikit cemburu,” kata Raphtalia.
“Apa yang kau bicarakan?”

Dia seharusnya sudah tahu aku menyukai pesanan khusus.

“Jadi? Aku yakin kau mampir bukan untuk setor muka saja, kan? Pasti ada sesuatu alasan lain,  bukan?”
“Benar. Kami memiliki banyak bahan yang ingin kau lihat. Juga, kami membutuhkan sarung untuk katana-nya,” kata Kizuna, menjatuhkan setumpuk barang ke meja.
“Ah, begitu ... Oh, hei, ini barang yang cukup bagus! Waktunya asah kemampuan lagi nih.” kata Romina. Kemudian dia melihat katana Raphtalia.  “Wah, wah… ini benar-benar yang menarik.”
“Ya, itu adalah vassal katana.”
“Aku tak menyangka kalian membawa barang yang merepotkan! Baiklah kalau begitu, aku akan membuatkanmu sarung untuk itu.”
“Bisa kau lakukan?” tanya Kizuna.
“Tidak masalah, aku senang sekali melihat barang semenarik itu. Kita sudah terbilang dekat, belum lagi ada barang sebagus ini, yang ada ini malah menguntungkanku.”
“Terima kasih.”

Romina mulai mengukur katana dan membuat beberapa sketsa cepat. 

“Naofumi, sebaiknya kau meminta Romina membuatkanmu perisai atau armor?”
“Kau benar juga.”
“Oh, iya. Kau masih menyimpan armor yang kau gunakan di duniamu, kan? Aku rasa tidak masalah untuk menunjukkan itu pada Romina.”
“Hm? Ya, aku boleh juga...”

Dia mungkin berbicara tentang Barbarian Armor +1?
Aku mengambil itu yang kusimpan di tas dan menyimpannya di atas meja.

“Mungkin dia bisa melihat barang yang kau sukai, Rishia. Mungkin saja dia bisa menjadikan itu barang yang bagus di dunia ini,” kataku, menarik keluar kigurumi Filo milik Rishia dan meletakkannya di sebelah barang-barangku. “Pasti berat untukmu, hari-hari tanpa kigurumimu.”
“Fuee...”
“Aku rasa Rishia-san tidak begitu menyukai Kigurumi itu...” kata Raphtalia sambil menatap Rishia, lalu memalingkan pandangannya dan berkedip. “Oh, mungkin memang suka sekali.”
“Fuee?!”

Sulit bersimpati dengan keterkejutannya. Bagaimanapun, Rishia adalah orang yang mengatakan dia akan memakainya jadi tak ada yang bisa melihatnya menangis.

“Apa ini? Apa ini sudah tidak bekerja dengan baik?” kata Romina, mengangkat armor lama kami dan memandangnya dengan curiga.
“Tunggu, hei, Filo.”
“Apaa?”
“Apa yang terjadi pada cakarmu?”
“Uhm, pas bangun sudah hilang!”

Aku menghela nafas ... Itu bukan salahnya. Dia telah ditangkap dan diubah menjadi hewan tontonan.
Dia bisa saja melarikan diri jika mereka meninggalkan cakarnya, itupun jika masih dalam kondisi siap pakai.

Aku masih memiliki Karma Dog Claws di perisaiku, jadi aku mengeluarkannya dan meletakkannya di atas meja juga. Ketika itu berada di meja konter, aku membaca statistiknya dan keadaannya berantakan juga.

“Ini semua mungkin berhenti bekerja sebab menyeberang antar dunia. Apa kau bisa mengakalinya?”
“Hmm, aku mungkin bisa melakukannya pada armor ini, tapi aku belum pernah melihat material seperti apa yang terbuat dari kigurumi dan cakar ini, jadi ...” gumam Romina selagi melihat armor dan Kigurumi, lalu perhatiannya berpindah ketika dia menemukan batu permata yang terletak di tengah lempeng dada armor barbarian. “Menarik! Ini, ini adalah batu inti Kaisar Naga, kan?”
“Batu inti Kaisar Naga? Memangnya ada kegunaan tertentu?”
“Bukan hanya itu, aku juga terkejut sebab ini sama seperti inti Kaisar Naga yang Kizuna kalahkan dulu. Pasti ada Kaisar Naga di duniamu juga.”
“Aku tak tahu itu. Tapi aku mengerti aku mendapatkan hal yang sama ketika mengalahkan Dragon Zombie.”

Sebenarnya, ketika aku pertama kali bertemu Kizuna, dia mengatakan kalau dia awalnya dipanggil untuk mengalahkan monster kuat yang disebut Kaisar Naga. Dia sudah berhasil menaklukkannya.

“Ini memiliki efek fantastis. Lebih baik kau urus itu.”
“Yah, armor itu adalah sampah, jadi itu tak ada gunanya bagiku sekarang. Itu sebabnya aku membawanya kepadamu.”
“Ya benar juga. Apa nama baju besi ini? Aku tak bisa membacanya.”
“Barbarian Armor.”
“Barbarian? Jadi kau seorang bandit.”
“Sayangnya itu tidak bisa dibantah.” sela Raphtalia.

Kurasa aku telah mengambil bagian dari sekelompok bandit ... Eh, hei! 

“Aku bukan bandit! Itu hanya nama yang diberikan Pak Tua, dia yang membuatkan armor ini untukku!”

Faktanya, armor itu benar-benar bagus, tapi namanya membuatnya lebih buruk dari kelebihannya.

“Ini menarik perhatianku, jadi aku akan coba semua cara yang ada.”
“Berapa biayanya? Jika harganya tinggi, maka lupakan saja semua ini.”
“Tuan Naofumi, kami yang membuat permintaan di sini. Tolong sedikit lebih sopan padanya...”
“Siapa yang peduli itu? Dia berteman dengan Kizuna, jadi kita tak perlu sesopan itu. Jika memberi harga tidak masuk akal, sudah jelas untuk membatalkan semua ini!”
“... kurasa iya ...” Raphtalia menghela nafas.

Romina tertawa terbahak-bahak. 

“Kau benar-benar pedagang, bukan? Kau mungkin bisa jadi saingan kenalanku.”
“Aku rasa, Naofumi lebih baik daripada Alto.” kata Kizuna.
“Benarkah? Kau yakin dia bisa menandingi pebisnis gila itu yang selalu menjual apapun barang yang dia temukan?” curiga Romina.
“Aku mulai mencurigai ini, tapi apakah kau benar-benar berpikir begitu, Kizuna?” tanya Glass, melemparkan pandangan curiga padaku.
“Ya, dia lebih baik secara efisiensi. Alto membutuhkan banyak waktu untuk melakukan penjualan dengan keuntungan tinggi, tapi Naofumi dapat menjual hal yang sama dalam waktu singkat dan tanpa usaha. Dia benar-benar punya bakat untuk itu.”
“Putuskan apakah kau memujiku atau menghinaku.”

Kami membutuhkan uang, dan kami tak punya waktu, jadi pilihan apa lagi yang kumiliki selain bermain kotor di pelelangan soul-healing water? Pada saat itu dia tak mengeluh tentang hal itu.

Terserah. Intinya aku cukup tertarik bertemu monster bisnis yang mereka bicarakan ini. Jika dia terlihat seperti pedagang budak, aku akan lari ke arah lain.
Raphtalia menghela nafas dan terlihat kecewa padaku, tapi aku benar-benar tidak bersalah!

“Yah, jangan terlalu khawatir tentang uang. Jika kau berhubungan baik dengan Kizuna, aku akan melakukan apa pun yang aku bisa untuk menekan biaya. Aku juga mendapat uang dari negara ini.”
“Senang mendengarnya. Juga, cobalah untuk tidak menghancurkannya.”

Aku sudah tumbuh cukup dekat dengan armor itu. Pak tua yang membuatnya untukku, dia adalah orang pertama yang mempercayaiku.

“Aku tahu aku tahu. Oke, lalu pakaian aneh apa ini?” Romina bertanya sambil mengangkat Filo kigurumi.
“Firo bukan model yang aneh?!”

Filo mengepakkan sayapnya, marah atas pernyataannya. Dia pasti mengira dia sedang dihina. Itu tak begitu mengejutkan sehingga dia mengatakan itu. Tak ada seorang pun di dunia ini yang pernah melihat seekor Filolial Queen, apalagi seorang kigurumi yang tampak seperti ratu.

“Kenapa dia marah?” tanya Romina padaku.
“Dia berubah karena kami menyeberang ke dunia ini. Di tempat kami berasal, dia terlihat seperti monster yang menjadi dasar kigurumi.”
“Ah ... begitu. Dia terlihat sangat imut dan lucu, tapi maksudmu wujud aslinya adalah ...” Romina tersenyum tipis dan berbalik.

Aku tak bisa menyalahkannya. Bentuk Filolial Queen Filo adalah pemandangan yang aneh untuk dilihat. Dia bertubuh besar dan mengagumkan, jauh lebih dari Filolial normal.

“Bagaimanapun juga, jika ini adalah perlengkapan dari dunia lain, aku ingin sedikit mempelajarinya. Jika berjalan lancar, aku bisa membuatkan sesuatu yang bagus.”
“Oke. Semoga berhasil.”

Aku tak kehilangan apa-apa, mengingat kami tak bisa menggunakan peralatan tersebut di dunia ini. Jika dia bisa membuat sesuatu yang berguna dengan itu, itu mungkin akan meningkatkan peluang kami untuk bertahan hidup mulai dari sekarang.

Sebagian dari diriku masih merasa seperti aku sedang membantu musuh tumbuh lebih kuat, tapi itu adalah pilihan terbaik yang kumiliki.

“Apa ada hal lain kalian inginkan?”
“Kupikir hanya itu untuk saat ini, mungkin aku ingin melihat perisai macam apa yang kau buat.”

Aku hanya akan menggunakan Copy Weapon untuk mendapatkan versiku sendiri dari perisai apa pun yang dibuatnya, dan kemudian aku bisa menjualnya kepada seseorang atau memberikannya kepada salah satu anggota party ku.

“Tentu, tapi dengan begitu banyak perintah untuk dikerjakan, aku tidak bisa melakukan semuanya sekaligus. Kami mungkin harus memotong pesanan ini di sini. Lalu aku bisa mengerjakan hal-hal lain ketika ini semua selesai.”
“Benar sekali.”
“OK! Aku sangat tertarik dengan pesanan kalian ini. Aku sangat bosan dengan proyek yang kumiliki belakangan ini. Aku akan bersemangat sekali mengerjakan ini.”

Siapa yang tahu kalau pandai besi memiliki banyak hal yang perlu dikhawatirkan? Ketika kami kembali ke dunia tempat kami berasal, aku harus pergi mengunjungi Pak Tua di toko senjatanya. Mungkin dia juga bosan. Selain itu, dia pasti tertarik melihat Barbarian Armor setelah Romina modifikasi.

Jika dia menggunakan batu permata dari dunia ini, dia mungkin akan senang hanya dengan melihatnya. Bukankah itu hal yang membuat pengrajin senang?
Kami meninggalkan peralatan kami di toko Romina dan kemudian meninggalkan tokonya.

“Sekarang kita mau apa?” tanyaku.

Sebelum ada yang bisa menjawab, udara dipenuhi dengan bunyi ledakan. Kembang api meledak di atas kastil.
Warga kota di jalanan semua memandang semburan warna-warni dan tersenyum.

“Untuk saat ini, mari kita nikmati perayaan untuk kepulanganku?”

Glass meremas tangan Kizuna, tersenyum, dan membungkuk dalam-dalam padaku.

“Terima kasih banyak telah menemukan Kizuna yang telah lama hilang. Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk membantumu, tapi untuk saat ini, silakan nikmati perayaannya.”

Aku tidak akan berdebat. Terkadang kami harus menikmatinya sendiri, bukan?
Sulit untuk bersantai saat di Melromarc, dan sepertinya tidak ada orang di sini yang mencoba mengambil keuntungan dari kami.

“Baiklah, mari kita istirahat malam ini. Raphtalia, Filo, Raph-chan, dan Rishia! Ayo kita pergi!”
“Oke!”
“Itu terlihat sangat menyenangkaaan!”
“Rafu!”
“Fuee ... Kita mau apa sekarang?”
“Kita akan menjarah semua stan makanan!”
“Fueee!”
“Kenapa disampaikan begitu?”
“Yay! makanaaaan!”
“RaFUUUUU!”

Kami berjalan menuju festival yang memenuhi jalanan kota. Glass dan Kizuna berjalan di belakang kami, seolah-olah mereka mengawasi kami.

Masih perlu waktu untuk mencapai apa yang akan kami lakukan, untuk menghukum Kyo karena kesalahannya. Tapi untuk saat ini, aku mencoba meyakinkan diri sendiri kalau tak ada yang salah dengan mengambil istirahat malam ini. 








TL: Ryuusaku
EDITOR: Poo
Proofreader : Bajatsu, Hantu

Jumat, 01 November 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 8 : Chapter 17 - Blood Flower Strike

Volume 8
Chapter 17 - Blood Flower Strike


“Hei, itu terlihat cukup kuat. Baiklah, mari kita lakukan, Glass.”
“Ya!”
“Tepat! Aku sudah lama tidak melihat Skill Kizuna,” tambah L'Arc.
“Kizuna, semuanya bergantung padamu sekarang. Phantasm!” Glass berteriak, mengayunkan kipasnya dan menggunakan skill yang memenuhi udara dengan kelopak bunga. Bunga sakura yang halus melayang-layang di atas angin, membuat semuanya tampak merah muda dan fantastik.

Byakko itu bergoyang-goyang, mata mereka berputar-putar. Skill itu pasti membuat mereka pusing.
Apa yang sedang terjadi? Apa rencana mereka?

“Aku ikut membantu juga!” teriak L'Arc, melempar sabitnya. Tornado keluar dari tempat ia mendarat. Angin tornado muncul dan membuat Skill Glass lebih efektif.
“Wahai kekuatan permata besar nan luas, dengarkanlah permohonanku dan wujudkanlah dirimu. Namaku Therese Alexanderite, wahai rekan-rekanku. Pinjamkanlah aku kekuatan untuk menghentikan pergerakan mereka!”
“Shining Stones! Paralysis Wing!”

Kupu-kupu keluar dari tangannya dan bersatu dengan angin tornado dan kelopak bunga. Semua Byakko kehilangan momentum, melambat, dan kemudian berhenti total.

“Agak sulit untuk menghentikan sebanyak itu sekaligus. Ini akan lama jika hanya ada satu,” kata Kizuna, mengubah senjatanya menjadi pisau tuna.
“Tapi ini adalah akhirnya dan kita telah menang. Lihatlah kekuatan sebenarnya dari Pahlawan Alat Berburu,” kata Glass dan disaat yang bersamaan.
“Naofumi ... Sebenarnya, Raphtalia-san, kami juga akan membutuhkan bantuanmu. Ketika serangan ini terjadi, seranglah Byakko kuat yang dipegang Naofumi.”
“Baiklah,” kata Raphtalia, berbalik menghadap Sampah #2. Aku masih memojokkannya.

Kemudian Kizuna memegang pisau tuna-nya seperti Raphtalia memegang katananya, mengambil nafas, dan berlari mencari Byakko. Dalam sekejap, dia sudah selesai dengan mereka.

“Instant Blade: Mist!”
“Hunting Skill: Blood Flower Strike!”




Raphtalia memegang katana di kedua tangan dan terbang menuju Sampah #2. 

“Apa?!”
“Apa itu?”
“Bilahnya ... Rasanya aneh — seakan-akan memotongnya secara tidak wajar.”

Sampah #2 berusaha keluar dari genggamanku. Aku membiarkannya pergi. Dia bergetar dan menggigil, dan wajahnya pucat.

“Ugh ...”
“Oh, hal buruk akan terjadi jika kau bergerak. Sebaiknya kau tetap diam saja,” Kizuna menambahkan, memotong salinan Byakko yang membeku dengan ujung pisau tuna-nya sebelum kembali ke tempat Glass dan rekan-rekannya berdiri.

Aku belum melihat serangan sama sekali, tapi tiba-tiba semua Byakko kalah, terjatuh menjadi bongkahan darah.

Udara kental dengan aroma darah.
Aroma darah mengisi udara sekitar, seperti kelopak bunga merah yang mencocokkan warna merah muda. Skill yang digunakan Kizuna memiliki nama yang tepat, itu benar-benar terlihat seperti bunga darah bermekaran.

Wanita-wanita sampah #2 dan pasukan pendukungnya menatap kami tanpa berkata-kata. Mereka pasti menyadari kalau Sampah #2 bergerak sedikit, dia akan hancur berantakan, seperti apa yang terjadi pada Byakko.

“Bagaimana mungkin! Bagaimana bisa dia mengalahkan senjata paling kuat negara kami dengan mudah? Tidak mungkin! Mustahil!” kata salah satu bawahan pria itu, “Bagaimana mungkin pahlawan terlemah bisa melakukan semua ini?!” lanjutnya.

Kizuna memperhatikan ekspresi terkejut mereka.
Aku tahu bagaimana rasanya. Aku sudah terbiasa dengan orang-orang yang mengatakan hal yang sama tentangku. Kurasa orang hanya menghormatimu jika kau bisa melawan orang lain. Lalu, logikanya di mana jika lemah melawan orang saja?

“Hei, apa kalian tahu kemampuan Pahlawan Alat Berburu? Aku yakin kalian menyadari kalau semua pahlawan memiliki spesialisasi mereka ...”

Benar. Kizuna sudah mengatakan sesuatu tentang itu. Dia tidak bisa menyerang orang, tapi dia bisa melawan semua monster berkat kemampuan spesialnya.

“Lalu, meski aku tidak bisa melawan orang, bukan berarti aku tidak bisa bertarung. Aku yakin jika tidak bisa membeda mana yang fakta dan rumor, maka kematian bisa ada di hadapannya langsung, aku yakin itu sudah biasa terjadi.”
<Poo : that’s a great quote :”>

Bala bantuan mulai berdatangan.

Itu menakjubkan. Glass dan rekan-rekannya sudah bertarung penuh melawan banyak Byakko, dan Kizuna menghabisi mereka semua dengan satu serangan. Dia menakutkan!

Mengingat kembali waktu yang kami habiskan bersama, aku tak bisa memikirkan satu kali pun aku melihat bertarung, kecuali ketika kami berhadapan dengan manusia. Dia selalu mengalahkan monster tanpa berkeringat.

Aku tak sadar betapa menakutkan rekan perjalananku sebenarnya!
Aku ingin tahu apakah dia merasakan hal yang sama tentangku, lagipula, aku juga seorang pahlawan suci.

Aku tak bisa berbuat banyak untuk menyerang, tapi ketika untuk pertahanan, aku jauh lebih mengesankan daripada orang lain yang kutemui.
Aku selamat dari serangan utama Spirit Tortoise, bukankah itu bukti yang cukup?

Sama sepertiku, Kizuna tak bisa menyerang manusia, tapi ketika untuk menyerang monster, dia adalah orang yang paling kuat di sini. Aku sebenarnya bersyukur kalau spesialisasinya bukan sebaliknya ... Bagaimana jika ada pahlawan suci di luar sana yang berspesialisasi untuk bertarung dengan manusia? Bukankah itu menakutkan?

“Baiklah... Kalian sudah melihat betapa mudahnya kami mengalahkan komandan serta senjata terkuat kalian. Tidak bisakah kalian membiarkan kami pergi sekarang?” kata Kizuna mengancam mereka, dia memutar pisau tuna-nya sehingga melintas di bawah sinar matahari.
“Fueee ...”
“Rishia, Kizuna ada di pihak kita. Jangan takut padanya.”
“Tuan Naofumi, kau kemari membawa orang yang luar biasa sekali ...”
“Kurasa begitu.”
“Rafu?”

Raph-chan tetap diam selama pertempuran. Atau kurasa dia memang berusaha melindungi Rishia. Itu tidak masalah. Aku tak pernah berharap dia akan banyak berguna dalam pertempuran.

Di sisi lain, aku sudah melihat shikigami Glass dan Kizuna, Chris, melakukan semua yang bisa dilakukan untuk melindungi mereka selama pertempuran. Aku masih belum memiliki pemahaman yang kuat tentang apa yang bisa mereka lakukan, aku terlalu sibuk berurusan dengan Sampah #2.

“Raphtalia, seranganmu juga sangat mengesankan. Kau pasti semakin kuat sejak dari sebelumnya.”
“Kau pikir begitu? Aku sangat sibuk sejak aku tiba di sini jadi aku tak punya waktu untuk berhenti dan merenungkannya.”

Serangannya itu benar-benar sesuatu. Aku yakin akan hal itu.

Jelas tidak aneh kalau dia dipilih oleh vassal katana, tapi sekarang sudah mulai terasa seperti takdir. Dia benar-benar menempatkan dirinya dengan baik dalam pertempuran.

Dia pasti sudah melalui begitu banyak hal sejak kami berpisah, karna dia tampak lebih terampil daripada dia yang dulu. Jika kami harus berpisah lagi, aku penasaran apa dia akan mengembangkan otot-otot besar atau semacamnya.

“Kau pasti, sedang memikirkan hal yang tidak sopan, kan?”
“Menurutmu begitu? Aku hanya berpikir tentang sebanyak apa kau menjadi kuat dan sejauh mana kau bisa berguna.”
“Oh ... Baiklah ... Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Raphtalia, menatap katana di tangannya.

Itu pertanyaan yang bagus. Begitu kami kembali ke dunia tempat asal kami, apakah tidak masalah berjalan-jalan dengan senjata yang begitu penting di sini?

“Naofumi? Apakah kau tak akan menyerap bagian Byakko ini?”
“Ya, ya, tentu saja. Tapi aku punya sandera di sini, jadi aku belum bisa bergerak,” kataku, melihat bolak-balik antara Sampah #2 dan para wanitanya dan pasukan bala bantuan.

Dia pasti orang yang cukup penting, karena semua orang nampak kaget dengan penangkapannya. Mereka jelas tak tahu harus berbuat apa. Mereka tahu kalau jika mereka mencoba sesuatu yang lucu, dia akan terbelah menjadi dua, Sampah #2 tampaknya menyadari kalau dia tak bisa bergerak sama sekali.

“Perhatikan ini baik-baik. Jika kalian tetap mengejar kami, dia akan berakhir dengan tanpa nyawa,” kataku, mengeluarkan satu ancaman terakhir.
“Tuan Naofumi, kau suka sekali ya, mengancam orang.”
“Jika mereka tak benar-benar merasa takut, bawahannya ini tak akan pernah belajar.”
“Huh ... kurasa kau benar. Mengapa orang sepertinya selalu ada kemanapun kita pergi ...” Raphtalia bergumam. Dia benar. Dia mengingatkanku pada para pahlawan di dunia kami atau tentang Sampah # 1.
“Baiklah, kami berhak membawa Vassal katana. Seluruh kekacauan ini adalah karena kecerobohannya yang bodoh. Jangan lupakan itu.”

Bukankah ada orang di dunia ini yang peduli dengan para pahlawan suci? Bukankah mereka tidak menghormati Kizuna sama sekali?
Kurasa aku sudah melalui sesuatu yang serupa di dunia sebelumnya. Pasti ada orang yang tak percaya, atau percaya pada para pahlawan. Kau tak ingin ditangkap oleh orang-orang seperti itu.

Aku berjalan dan menyerap bagian-bagian Byakko ke dalam perisaiku, mengawasi para prajurit yang ragu-ragu berlari untuk menyelamatkan Sampah #2. Kami memiliki apa yang kami butuhkan, jadi kami meninggalkannya. Dalam perjalanan pergi, aku melihat sekelompok wanita melemparkan mantra penyembuhan padanya. Dia akan baik-baik saja ... mungkin.

“Jangan biarkan mereka pergi! Kau harus membunuh mereka semua! Lihatlah apa yang telah mereka lakukan padaku! Senjata Vassal itu milik negara kita. Kita tidak bisa membiarkan mereka melarikan diri—”

Raphtalia berbalik untuk menghentikan omelannya. 

“Itu terlalu cepat. Jika kau bergerak dalam sepuluh detik lagi, kau pasti akan mati. Lebih baik kau teruskan sihir penyembuhan untuk beberapa hari ke depan, sebab dia tidak bisa bergerak sampai sembuh total.” Raphtalia membungkuk dalam-dalam dan kemudian mengangkat wajahnya.  “Kami melakukan ini bukan untuk mengharapkan terjadinya perang. Kalian bisa pertimbangkan ini secara tenang, bila diperhatikan, membentuk aliansi dengan negara tempat Glass-san berasal akan menjadi sebuah keuntungan bagi kalian, aku harap kalian bisa menyimpulkan keputusan ini setelah berdiskusi dengan atasan kalian.” kemudian dia berbalik dan pamit pada mereka.

“Tunggu!”
“Jangan bergerak!”
“Jangan percayai kebohongannya! Aku sudah memberikan mantra penyembuhan pada diriku sendiri! Kau akan melihatnya!”

Perlahan, para wanita dan tentara mulai berjalan mengikuti kami. Sampah #2 bangkit berdiri untuk bergabung dengan keributan, Tetapi ...

“... Sayang sekali. Kami benar-benar ingin mengakhiri ini tanpa pertumpahan darah yang tidak perlu.” kata Raphtalia sambil menghela nafas.
“Aku setuju. Aku harap negara kalian bisa membentuk aliansi yang dapat mengantarkan era baru untuk masa depan dunia ini ...” Glass mengangguk setuju.
“Naofumi, kau sebaiknya tidak melihat ke belakang. Aku sudah melihat Glass dan L'Arc membantai orang-orang dengan cara ini sebelumnya,” kata Kizuna.

Itu hanya membuatku lebih ingin melihat ke belakang.
Raphtalia tampaknya pasrah dengan hasil ini, alasannya karena itu kesalahan mereka sendiri.

“Rishia onee-chan sebaiknya tidak melihat ini juga!”
“Rafu!”
“Fuee ... Kenapa? Memangnya kenapa?”

Filo dan Raph-chan berusaha mencegah Rishia melihatnya.
Aku sebenarnya tak perlu menontonnya untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Aku pernah melihatnya di anime sebelumnya, hal itu terjadi ketika seseorang  melangkah mengejar musuhnya.

“Apa yang sedang kau lakukan!? Cepat dan ... ugh ...”

Pertama-tama terdengar bunyi yang memuakkan dan hancur. Kemudian diikuti keluarnya darah yang menyembur ke udara.

“Kyaaaaaaaa!” teriak para wanita.
“Tuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan—!”

Aku tak bisa mendengar nama orang itu.
Sayangnya. Aku tak merasakan sedikit simpati untuknya. Aku mulai sedikit peduli dengan namanya, meski tidak ingin ...
Aku hanya bisa memikirkan satu hal untuk dikatakan.

“Kembali terulang, dunia ini telah kehilangan satu orang sampahnya lagi, heh, heh, heh ...”
“Tuan Naofumi!” Raphtalia berteriak marah padaku.

Aku tak melihat apa yang salah dengan apa yang kukatakan. Si pria ini berusaha membunuhnya! Dia sudah melakukan semua yang dia bisa untuk menghalangi kami.

“Bocah, aku tahu kau ingin terlihat keren, tapi aku tak akan tertawa. Kau tak akan ingin melihatnya secara tak sengaja.”
“Aku tak keberatan ... selama itu tak terlalu kotor.”

Aku tak benar-benar ingin berbalik dan melihat darah yang bercucuran di belakangku, tapi aku masih tak bisa melewatkan kesempatan untuk tertawa. Ada banyak orang di dunia tempatku berasal yang kuinginkan mati dengan cara ini, tapi jika mereka benar-benar melakukannya, maka itu tidak akan menjadi hal yang baik.


Bagaimanapun, itulah cara kami memenangkan pertempuran dan melarikan diri.
Kami meninggalkan kota melalui atap.

“Serangan macam apa itu?”

Itu sangat cepat sampai aku sebenarnya tak bisa melihat apa yang terjadi. Sepertinya dia baru saja memotong monster dengan pisaunya. Tapi itu tidak sesederhana itu? Apa saja yang sudah dia lakukan dengan umpan pancing sebelumnya? Itu mungkin merupakan urutan Skill, seperti ketika aku menggunakan Shield Prison dan kemudian Change Shield (Attack) dan dilanjutkan dengan Iron Maiden.

“Hm? Oh, skill itu menghubungkan semua titik lemah musuh dan kemudian memotongnya. Tapi itu tidak selalu membunuh mereka. Terkadang itu hanya memotong sangat dalam.”

Jadi itu sebenarnya serangan yang sangat kuat, dan musuh hanya akan hancur jika serangan itu cukup kuat untuk membunuh mereka.

“Apa yang kau lakukan dengan umpan pancingmu sebelumnya?”
“Itu adalah skill yang disebut Lure Needle, dan itu akan meningkatkan damage. Apa pun yang mengenai umpan itu akan menerima damage ganda pada serangan berikutnya.”

Itu sebabnya dia mengatakan kepada semua orang untuk tak menyerang sampai dia siap. Jika seseorang menyerang, maka itu akan menghilangkan pengaruh penggandaan damage dari serangan spesialnya.

“Efeknya hanya berlangsung sebentar, jadi aku terburu-buru. Jika musuh mengetahui apa yang terjadi terlalu cepat, mereka dapat membatalkan efeknya.”
“Itu serangan yang situasional.”

Jadi umpan itu menurunkan pertahanan musuh untuk serangan berikutnya. Serangan seperti itu benar-benar dapat mengacaukan strategiku.

“Tak sesederhana kelihatannya. Umpan itu hanya memengaruhi area yang disentuhnya, jadi kau harus memastikan kalau kau mengenai titik lemah musuh. Mungkin itu tak akan berpengaruh banyak terhadapmu.”

Aku memiliki pengalaman dengan hal serupa di beberapa game yang kumainkan. Ada skill yang bekerja dengan cara yang sama, itu memperkuat serangan selanjutnya secara berurutan. Aku biasanya menggunakannya sebagai kartu truf selama pertarungan dengan bos yang sulit. Tapi jika peringkat pertahanan bos sudah sangat tinggi, maka itu jelas tidak banyak membantu.

Efek skill hanya bertahan sebentar, yang membuatnya cukup sulit untuk digunakan dengan benar. Aku merasa seperti mengandalkan keberuntungan.
Kizuna jelas sangat ahli dalam hal itu. Dia pasti petarung yang luar biasa.

Dia tak bisa membuat damage secara langsung kepada lawan manusia, tapi dia mungkin bisa menggunakan Skill lure untuk membuat damage secara tidak langsung dengan bantuan rekan satu timnya.

Mungkin itulah sebabnya serangan Raphtalia lebih efektif daripada yang dia perkirakan. Mungkin itulah alasan dia memotongnya menjadi dua.

Mungkinkah mereka benar-benar menyelamatkannya jika mereka terus memberikan sihir penyembuhan padanya? Sejujurnya, aku tidak terlalu peduli kalau dia mati. Dunia menjadi lebih baik tanpa dia.

“Hei, bisakah kau menghubungi dia sekarang? Aku tak tahu berapa banyak orang yang bisa kubawa, tapi kita juga bisa menggunakan skillku.”
“Sebentar,” kata Kizuna, memegang ofuda ke dahinya dan berbisik pada dirinya sendiri,  “Ya, aku bisa menghubunginya. Dia bilang dia akan menemui kita di tempat yang disepakati. Kau ingin kembali duluan?”
“Boleh saja. Kau bersama Glass dan sisanya, jadi kau seharusnya baik-baik saja. Aku tak yakin berapa banyak orang yang bisa aku bawa melalui portal.”
“Kau menggunakan skill tapi tak tahu batasannya?”
“Aku tak pernah merasa perlu untuk mengujinya.”

Saat di Melromarc, aku tidak perlu melakukannya, satu-satunya rekanku adalah Raphtalia, Filo, dan Rishia. Aku tidak pernah mencoba menggunakan Skill dengan Eclair dan Wanita Tua atau Keel. Aku tak pernah mencoba berapa banyak orang yang bisa aku bawa. Waktu cooldown juga cukup lama, jadi aku berhati-hati untuk tak menyia-nyiakannya.

“Sesuatu memberitahuku kalau wanita-wanita itu akan pergi untuk membalaskan dendamnya...”
“Aku yakin kita bisa menanganinya, mereka tak punya Byakko lagi. Bukankah begitu, Kak L'Arc?”
“Tentu saja! Dengan Nona Kizuna di pihak kita, tidak perlu ada yang ditakuti!”

Kizuna sepertinya bisa menangani dirinya sendiri dengan baik, selama dia memiliki rekan tim untuk bekerja dengannya. Dia akan baik-baik saja, selama dia bersama Glass dan yang lainnya.
Di sisi lain. Jika Kizuna berbalik pada kami, kami tidak akan pernah selamat.

Kizuna, Glass, L'Arc, dan Therese ... Tiba-tiba aku membayangkan mereka berkhianat dan menyerangku. Aku tak berpikir aku bisa menang.
Seberapa besar aku benar-benar mempercayai mereka?

“Baiklah kalau begitu, kami akan menggunakan portalku untuk berteleportasi kembali ke negaramu duluan.”
“Oh, baiklah. Kita seharusnya baik-baik saja. Tak apa jika kita berpisah sementara.”
“Kita pasti segera bertemu lagi. Baiklah, kami pergi duluan. Portal Shield!”

Jadi kami meninggalkan mereka dan berteleportasi kembali ke negara yang mereka sebut rumah. 





TL: Ryuusaku
EDITOR: Poo
Proofreader : Bajatsu, Hantu