Selasa, 29 Oktober 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 8 : Chapter 15 - Pilihan Vassal Katana

Volume 8
Chapter 15 - Pilihan Vassal Katana


Aku akan mencoba meringkas cerita Raphtalia dan penjelasan lain dari mereka .
Raphtalia, Glass, L'Arc, dan Therese mendapati diri mereka di daerah musuh. Mereka dilemparkan ke penjara yang mencegah mereka memanfaatkan kekuatan level mereka. Itu lebih buruk daripada tempat di mana Kizuna dan aku dikurung.

Penjara terus-menerus mengeluarkan mantra sihir yang membatasi kemampuan tahanannya dan kemudian memberikan jumlah kekuatan yang sama kepada penjaga penjara. Paling tidak secara teori mereka bisa melarikan diri, meskipun, tidak seperti labirin tempat kami terjebak.

Lalu, bekerja sama dengan Glass dan L'Arc, Raphtalia mampu melarikan diri dengan menggunakan sihir ilusinya. Jika kekuatannya tertahan, bukan berarti kekuatan dari senjata vasaal mereka tidak berdaya sama sekali, mereka tidak akan kalah dengan mudah.

Kami sangat mengandalkan Raph-chan untuk menemukannya sehingga kami mengabaikan informasi yang tersedia untuk umum di guild. Jika Raphtalia dan Glass melarikan diri dari penjara dan seluruh negeri mengejar mereka, itu akan menjadi berita besar.
Mengapa mereka tidak bepergian secara rahasia, seperti yang kami lakukan?

“Kalian berdua pemegang senjata vassal bukan? Bukannya itu akan membuat kalian jadi arahan negara musuh?”
“Jika tindakan kami terungkap, itu akan memberi musuh alasan untuk menyerang negara kami. Kami ingin menghindari hal itu, jadi kami mencoba memanipulasi berita ini, meski itu akan menyulitkan kami untuk pergi dari sini.” kata Glass.

Itu menjelaskan mengapa kami tidak menemukan berita tentang pelarian mereka.
Mereka harus menghindarinya karena alasan politik. Tidak akan terlihat bagus untuk memasang poster buronan para pahlawan yang seharusnya melindungi dunia. Senjata Vassal adalah simbol kekuatan nasional, jadi mereka jelas ingin secara diam-diam menghabisi pemegang senjata tersebut dan memunculkan kembali senjata tersebut dan membual pemegangnya berasal dari negara mereka.

Di sini, Senjata Vassal benar-benar membuat segalanya menjadi rumit. Siapa pun yang mendapatkannya akan menjadi simbol kekuatan instan.
Keempat pahlawan suci dipanggil jadi tidak memiliki masalah itu, karena kekuatannya terbatas pada orang tertentu saja. Tidak ada kompetisi yang terlibat.

Ratu Melromarc mengatakan kalau alat dan barang tertentu diperlukan untuk memanggil pahlawan suci, tapi pengadaan dan pengelolaan barang-barang itu pasti jauh lebih mudah daripada berurusan dengan Senjata Vassal.

Kembali ke dunia tempatku berasal, mudah untuk memeriksa apakah orang-orang yang memegang Senjata Vassal itu hidup atau mati, yang pasti sudah menyederhanakan beberapa diplomasi internasional.

“Oke, jadi itu sebabnya kau sangat sulit ditemukan. Apa yang terjadi setelah itu?”
“Yah, setelah kami melarikan diri dari penjara ...”

Mereka memutuskan kalau mereka harus keluar dari negara itu, jadi mereka menyembunyikan identitas mereka dan pergi ke ibukota, berharap menggunakan jam pasir naga untuk melarikan diri. Mereka sangat kuat, jadi mereka berencana untuk memaksa masuk ke jam pasir jika perlu. Pada dasarnya itu adalah rencana yang sama dengan milikku dan Kizuna.
Glass dan Raphtalia melakukan leveling dalam perjalanan ke ibukota.

“Nona Raphtalia benar-benar kecil, dia tampak seperti berumur sepuluh tahun,” kata L'Arc.
“Oh, jadi pertumbuhannya kembali dari awal juga.”

Setidaknya dia tidak berubah menjadi ras yang lain, seperti Filo. Mungkin itu akan menyenangkan, jika dia bisa berubah seperti Raph-chan, tapi aku ragu Raphtalia akan senang dengan itu.

“Sayang sekali dia tumbuh begitu cepat. Bocah, kau mungkin ingin melihatnya sebagai seorang anak kecil?”

“Aku pernah melihatnya sebelumnya ... Tetap saja, jika aku punya kesempatan lagi, maka aku ingin melihatnya.”

Lalu dia dalam pakaian miko? Itu akan terlihat sangat bagus untuknya! Dia akan sangat imut.
Lebih baik aku berhati-hati. Aku terlalu bersemangat tentang pakaian miko ini.
Terserah. Aku hanya harus menghargai kenangan yang sudah kumiliki tentang masa kecil Raphtalia. Aku akan menanyakan detail lainnya pada L'Arc nanti.

“Tuan Naofumi!” Raphtalia berteriak, wajahnya merah karena marah. “Ini tidak mudah, tahu. Waktu-waktu penyesuaian level, aku harus melalui semua rasa sakit itu lagi.” jelas Raphtalia.
“Aku rasa bukan rasa sakit itu saja?”
“Aku tidak mengerti?”
“Ketika kau masih kecil, kau biasa makan sebanyak Filo.”
“Aku sudah dewasa sekarang!”

Itu benar. Begitulah cara demi-human menjadi dewasa.

“Oke, jadi mengapa kau memiliki katana itu, Raphtalia?”
“Ketika kami sampai di ibukota, mereka sedang memamerkan vassal katana ini di alun-alun kota. Banyak orang-orang datang untuk menaklukkannya.”
“Kami memang berada di tanah musuh, kami menyadari kemungkinan pemegang Senjata Vassal lain akan berpapasan dengan kami, jadi kami berpencar dan berbaur dengan kerumunan untuk mengamati acara itu,” gumam Glass pelan. Dia tampak kesal. Aku menduga cerita itu tidak berakhir dengan baik.

Meski mereka berada di tanah musuh, tapi mereka masih ingin melihat orang seperti apa yang akan memegang senjata vassal di sana. Mengingat betapa gilanya pemegang vassal buku, aku bisa mengerti alasannya. Di sisi lain, jika pemegangnya adalah orang yang bisa diajak bicara, maka itu akan berdampak baik.

“Ya, lalu kalian semua lari! Negara ini bersungguh-sungguh akan mempercayakan katana itu kepadaku, tapi kau tiba-tiba muncul!” Sela pria ilmuwan jenius.

Ugh. Aku sudah tidak tahan dengan orang ini.

Bukankah dia seharusnya peduli tentang menghindari perang antar negara? Jika yang dia pedulikan hanyalah negaranya sendiri, apa pendapatnya tentang gelombang?

“Lalu pria ini datang bersama sekelompok pejabat negara dan disaat itu mereka berhenti dan berdiri di hadapan banyak orang. Semua orang di sana menonton dia berusaha untuk mencabut katana tersebut ...”

Aku mencoba membayangkan adegan itu dalam pikiranku. Pria yang menjengkelkan di hadapan kami memandangi tempat katana ini tertancap di sebuah batu. Orang-orang yang memperhatikan sudah tidak sabar, sebab mereka akan menyaksikan kelahiran pahlawan baru. Para penjaga melakukan semua yang mereka bisa untuk mengendalikan orang-orang di sana.
Dia berjalan maju perlahan, selangkah demi selangkah. Dia meraih gagangnya ...

Tapi tepat sebelum dia bisa menyentuhnya, bilahnya berkedip dengan cahaya yang menyilaukan dan terbang dari batu dan meluncur seperti panah menuju sela-sela kerumunan banyak orang, kemudian mendarat di tangan Raphtalia.

“Itulah yang terjadi, aku tidak tahu kenapa Vassal katana memilihku sebagai pemegangnya.”
“Jika kuingat kembali, kemungkinan besar ini bisa terjadi. Lagipula, Raphtalia-san melintasi antara dunia bersamaku, sang pemegang Vassal kipas dan L'Arc, sang pemegang Senjata Vassal Sabit, mungkin sebab kekuatan besar dia membuat Vassal Katana mengakui dia sebagai pemegangnya...” jelas Glass.

Raphtalia sangat kuat.
Dia bukan pahlawan, tapi dia sudah melewati banyak masa sulit bersamaku. Aku bisa memikirkan banyak kondisi sulit dimana aku tak bisa bertahan tanpanya.

“Dan?”
“Orang ini tak suka fakta kalau aku terpilih oleh vassal katana, jadi dia membuatku terlihat seperti pencuri! Kemudian dia mengeluarkan binatang buas ini untuk mengejar kami! Kami sudah menjauh sebisa mungkin, tapi mereka tak pernah menyerah.”
“Katana itu seharusnya menjadi milikku! Karena itu, aku akan memintanya dikembalikan, dasar pencuri!” Si jenius berteriak pada kami lagi.

Aku menatap Raphtalia, diam-diam.

Jujur, aku tidak bisa melihat  alasan mengapa senjata Vassal dari dunia Glass memilih Raphtalia untuk menggunakannya. Bukankah orang-orang dengan senjata Vassal seharusnya menyeberang ke dunia lain dan membunuh keempat pahlawan suci di dunia sebelumnya? Bukankah itu berarti kalau Raphtalia sekarang adalah musuhku?

Lalu mengapa memilih seseorang dari dunia lain? Itu tidak masuk akal.
Tapi sekali lagi, aku dipanggil dari dunia lain untuk menjadi Pahlawan Perisai. Kukira itu juga tidak masuk akal.

“Aku meminta Therese dan Glass untuk memberi tahu vassal katana ini telah salah memilih orang. Aku memberitahukan itu beberapa kali, tapi katana tidak ingin meninggalkanku,” kata Raphtalia.
“Kau tidak bisa melepaskannya? Jika aku bisa melepaskan perisai ini, aku sudah melepaskannya sejak lama.”

Apa maksudnya berbicara dengan senjata? Jika bisa berbicara dengan mereka, apakah perisai ini akan meninggalkanku? Aku harap bisa menyingkirkan perisai ini. Terjebak tanpa adanya cara untuk menyerang
Tentu, aku sudah berhasil menggunakan perisai dengan cukup baik, tapi kupikir kau harus dapat melindungi orang dan juga dapat melakukan hal-hal lain juga!
Baik.

“Perisai, menghilanglah dariku.”
“Jangan katakan itu! Kita bisa kena masalah sekarang!”
“Sebab itulah aku harus membunuhmu, agar pemegang barunya bisa ditentukan lagi!” teriak pria itu. Harimau putih di belakangnya melolong bersamanya.
“Bisakah kau diam? Aku bosan mendengar ocehanmu!” balasku.

Aku mulai bosan mendengarkan dia mengeluh. Dia seperti anak kecil yang tak ingin jalannya dihalangi. Dia mengingatkanku pada tiga pahlawan bodoh dan idiot.

“Baiklah, kurasa aku mengerti. Pada dasarnya, pria ini tak menyukai siapa yang dipilih oleh Vassal katana, jadi dia memanipulasi seluruh negara untuk memburumu.”
“Ya, kurang lebig begitu. Kami sudah berusaha sebisa mungkin untuk mengatasi masalah ini, tapi mereka terus mengejar kami. Kami sudah melarikan diri dari ibukota, hingga akhirnya bertemu dengan Kizuna dan Naofumi.” tambah Glass.
“Aku rasa kalian mengerti sekarang. Nona Kizuna, Bocah, kalian bisa membantu kami?” tanya L'Arc.

Seolah-olah kami berdua semacam pahlawan?! Bukan berarti kami akan banyak berguna, sebab kami berdua tidak bisa bertarung dengan baik melawan orang lain.

Selain itu, begitu kami mengalahkan orang-orang ini, negara akan terus mengirim semakin banyak orang melawan kami. Jika tidak, maka pemerintah akan terlihat tidak efektif dan kehilangan muka. Dia tidak bisa membiarkan itu terjadi, jadi dia akan mengejar kami  dengan semua yang dimilikinya.

“Kenapa tidak kalian tunjukkan kekuatan besar kalain? kalian semua cukup kuat, bukan?” tanyaku.
“Mereka tak menyerah dari tadi. Mereka ini juga berlevel tinggi.” jawab L’Arc.
“Heh. Kalian mungkin memiliki senjata Vassal, tapi tidak mungkin prajurit negara ini bisa kalah dari kalian. Betapa bodohnya kalian ini?”
“Kau yang bodoh! Mengoceh terus-menerus hanya karena kau tidak mendapatkan apa yang kau inginkan!”
“Apa kau bilang?!”

Senjata Vassal sama seperti senjata suci, kan? Bukankah mereka ada untuk melindungi dunia? Jika senjata itu diperlukan untuk melindungi dunia, bagaimana pria ini mementingkan dirinya sendiri? Dia akan membunuh seorang pahlawan hanya karena dia tak menyukai mereka! Itu saja seharusnya menjelaskan mengapa vassal katana tidak memilihnya.

“...”

Melihat lebih dekat, aku bisa melihat Raphtalia, Glass, L'Arc, dan Therese semuanya menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Perjalanan mereka pasti lebih sulit daripada perjalanan kami.
Aku menghela nafas dan menatap Kizuna. Dia mengangguk.

“Baik. Kita bisa bekerja sama sebentar. Aku ingin membuat Sampah #2 itu membayar atas mengganggu Raphtalia.”
“Sampah #2? Maksudnya apa itu?” tanya Kizuna.
“Ya, itu namanya sekarang. Aku tahu seorang sampah yang sama seperti dirinya di dunia tempatku berasal.”
“Kau belum berubah sama sekali, Tuan Naofumi,” kata Raphtalia. 
“Kemampuan penamaanmu luar biasa,” kata Kizuna.
“Diam. Intinya aku membenci orang sampah seperti dia!”

Aku melangkah di depan Raphtalia untuk melindunginya.
Musuh ... Sampah #2 ... memandangku dengan tatapan merendahkan. Dia mengangkat tangannya.

... Lalu, dua Byakko lagi muncul di belakangnya.
Apa yang terjadi dengan monster-monster ini? Apakah itu alasannya aku tidak bisa menggunakan Portal Shield?

“Rafu!” Raph-chan berkicau, melompat ke atas bahuku.
“Terima kasih atas bantuannya, tapi sebaiknya kau mundur. Mereka bukan lawanmu,” kataku.

Raph-chan tidak cukup kuat untuk bergabung dalam pertempuran. Dia melakukan apa yang aku katakan dan berlari untuk duduk di dekat kaki Raphtalia.

“Apa ini?”
“Itu familiar, di sini mereka dipanggil shikigami. Mereka membuatnya dengan tujuan untuk menuntun kami padamu, Raphtalia.”
“Rafu!”
“Oh, begitu? Kenapa itu ... um ... Kenapa terdengar seperti menyebut namaku?”
“...”
“Kenapa malah diam?”

Ya ampun ... Tapi itu bukan salahku! Aku harus menggunakan sesuatu yang akan membantu kami menemukan Raphtalia.

“Kau Ingat ketika kau masih kecil dan aku memotong rambutmu? Aku masih memiliki potongan rambutmu itu dalam perisai, jadi kami menggunakannya sebagai media untuk membuatnya.”
“Oh, itu benar ... Kau menggunakan perisai untuk membersihkan semua rambutku ... Tidak sopan sekali!”
“Aku tidak bersalah! Mereka mengatakan kami harus menggunakan sesuatu yang mendekati dirimu agar dia bisa dibuat!”
“Rafu!”

Raph-chan melompat-lompat dan berteriak pada kami berdua. Sepertinya dia ingin kita menghentikan pertengkaran.

“Baiklah. Aku mengerti.”
“Rafu ...” Raph-chan melompat ke pundak Raphtalia dan menekankan dahinya ke pundak Raphtalia.
“Hm? Apa ...”
“Kenapa?”
“Oh. Sesuatu baru saja muncul mengatakan bahwa shikigami ini telah didaftarkan kepadaku.

Hm ... Oh, benar juga. Pasti seperti bagaimana Glass dan Kizuna membuat penguin itu bersama.

“Um, Naofumi? Kita sedang bersiap-siap untuk bertarung di sini. Bisakah kau fokus?”

Byakko terus mendekat dengan lambat ke arah kami.

“Makhluk apa ini?”
“Mereka ini adalah Byakko, salah satu binatang suci di dunia kami. Ini sepertinya merupakan tiruannya. Itu seperti replika Spirit Tortoise di duniamu, Bocah.”
“Apa?!”

Benda ini adalah salah satu binatang pelindung dari dunia Glass?
Apa yang dilakukannya di sini? Bukankah mereka seharusnya ditekan untuk saat ini, bukankah itu yang ditunjukkan oleh jam pasir biru?

“Byakko dikalahkan di masa lalu, tapi mereka membuat versi tiruannya untuk digunakan dalam pertempuran. Mereka dianggap sebagai senjata perang yang kuat di negeri ini. Kizuna, lebih baik kau berhati-hati.”
“Binatang pelindung? Maksudmu yang ada di legenda? Glass dan aku telah mendengar sesuatu tentang negara ini menggunakannya. Kita sudah melawan mereka, bukan?”
“Ya, dan mereka lebih besar. Mereka tak terlalu kuat, tapi dengan jumlah banyak dari mereka, kita mungkin bisa mengalami masalah.”

Kizuna tahu tentang mereka, tapi kenapa aku adalah satu-satunya yang tidak tahu! 

“Jika kau tahu semua tentang mereka, kau harusnya memberitahuku?!”
“Kau sepertinya tidak tertarik, sebab ini cukup merepotkan.”

Kukira dia benar tentang itu. Aku benar-benar fokus pada upaya menemukan Raphtalia. Dan jika kami punya waktu untuk duduk dan mengobrol, aku lebih suka menggunakannya untuk naik level.

“Fuee ... Kita bertarung sekarang, kan?”
“Oh ya. Mungkin ini sedikit sulit. Tapi kita tidak lemah juga.”

Akan lebih bagus jika dia dalam masa aktivasi kekuatan sejatinya, seperti apa yang terjadi dalam pertempuran dengan Kyo. Tapi aku tak bisa mengandalkan hal itu, dan sementara itu dia dalam bahaya. Lebih baik aku memastikan dia mengerti situasinya.

“Rishia, aku yakin kau mengerti ini, tapi orang-orang yang akan kita lawan mencoba untuk membunuh Raphtalia dan Glass. Jangan menahan diri.”
“Oh ... Oke!” Dia mengambil senjatanya dan menyiapkannya. Dia lebih percaya diri dari sebelumnya.

Aku tidak yakin dia benar-benar bisa memenuhi harapanku.
Aku tak akan bertaruh tinggi padanya. Aku hanya harus melakukan apa yang aku bisa untuk memastikan dia tidak terluka berat.

“Firo akan melakukan yang terbaik!” kata Filo, berubah menjadi bentuk manusia dengan kepulan asap. Dia bersiap untuk melantunkan mantra pendukung. Sepertinya gaya bertarungnya telah berubah secara substansial ketika kami menyeberang antar dunia. Bukannya aku mengeluh.
“Jangan lupakan kami,” kata Glass.
“Ya,” Therese menggema.

Mereka berdua mempersiapkan diri untuk pertempuran. kami lebih baik memilih target utama.

“Sepertinya salinan Byakko itu mencegahku menggunakan Portal Shield. Jika kita bisa menyingkirkan mereka, aku bisa memindahkan kita keluar dari sini. Ayo kita musnahkan.”
“Baik!”
“Hya!”

Ada banyak orang dalam pertarungan, jadi kami harus mencoba untuk tetap terkoordinasi.

“Heh. Akan kuperhatikan kekuatan kalian, pemegang senjata Vassal!” Sampah #2 berteriak sombong, menarik katana dari sarungnya yang bertempat di pinggangnya. Dia maju sambil diikuti oleh para wanita dan sejumlah Byakko.

“Naofumi, kau tahu aku tak bisa menyerang orang, kan? Bisakah aku serahkan mereka padamu?”
“Aku mengerti. Kizuna, kau fokus utamakan Byakko saja.”
“Tidak masalah. Mereka adalah spesialisasiku.”

Byakko meraung, dan pertempuran pun dimulai.





TL: Ryuusaku
EDITOR: Poo
Proofreader : Bajatsu, Hantu

Senin, 28 Oktober 2019

I Became Hero’s Bride! Novel Bahasa Indonesia Chapter 17 – Masa Depan Kerajaan Tampak Suram

Chapter 17 – Masa Depan Kerajaan Tampak Suram



Beberapa saat kemudian setelah dia hanyut oleh rencana Ericia... Hari-hari Clarice relatif baik-baik saja. Itu adalah kehidupan yang tidak dikenal, tidak diinginkan, dipaksa sebagai seorang wanita, tetapi jika ada yang bertanya mengapa hari-harinya relatif baik-baik saja, jawabannya sederhana.

Dia berhenti mempedulikannya. 
<Mobious: good job, mulai rusak kan akhirnya awkwkwk>

Beraneka ragam.... situasi telah terjadi tanpa akhir sejak dia menjadi seorang wanita, dan setelah beberapa waktu Clarice menyadari bahwa dia menjadi mati rasa terhadap segalanya. Jika dia lelah, dia lelah, jika dia tidak peduli maka dia tidak peduli, jika dia sudah terbiasa, dia sudah terbiasa, jika kau benar-benar ingin tahu alasannya, semua jarinya tidak akan cukup untuk menghitungnya, tetapi alasan yang terbesar adalah ini.

Dia berhenti mempedulikannya.

Bahkan ketika dia melakukan yang terbaik untuk memberontak terhadap perubahan kelaminnya, tidak ada yang berubah. Beberapa hari pertama ia bermimpi (yang perlu diketahui, sangat lucu) kembali menjadi lelaki, tetapi setelah di konfirmasi oleh Senyun bahwa nasi sudah menjadi bubur, ia menjadi pucat pasi. Minwoo tengah memeluk Clarice dan berkata.

"Tidak apa. Perjuanganmu sudah cukup, Clarice. Kau tidak perlu berjuang lagi. "

Pat pat. Seperti yang diharapkan, satu-satunya orang yang mengawasiku adalah Hero-nim, dan setelah meneteskan air mata dalam pelukan hangatnya, sejak saat itu dia mulai berpikir 'gunung adalah air, pegunungan adalah air, tubuhku adalah seorang wanita.' Jika tidak ada yang berubah bahkan jika kau berjuang, maka bukankah sudah jelas bahwa tidak perlu berjuang? Dan lucunya, meskipun sudut pikirannya terasa seolah-olah itu ternoda, setidaknya dia sudah berhenti mengkhawatirkan segalanya.

Dan hari ini juga, Clarice sudah menyerah. Karena dia tidak perlu berjuang lagi.

"Sepertinya Senyun juga keluar dari kantornya hari ini."

Karina kembali dari tugasnya (menanyakan keberadaan Senyun). Senyun telah mengunci kantornya dan berkeliaran di suatu tempat. Clarice menutup matanya dan menyeruput tehnya dengan hati-hati, tenggelam dalam pikirannya.

“Apa yang mungkin terjadi? Aku khawatir."
"Anda tidak perlu terlalu khawatir, Yang Mulia. Mengetahui wanita busuk.... Ehem, mengetahui kepribadian Senyun, itu bukan masalah besar.

Benarkah? Senyun juga korban dari tangan Ayah. Bahkan jika dia adalah pencuri celana dalam. Clarice khawatir apakah dia merasa bersalah karena mengubahnya menjadi seorang wanita. Bahkan jika dia adalah pencuri celana dalam. Dia sudah mengenalnya cukup lama, dan bahkan orang juga menganggapnya lucu, Clarice tidak bisa membencinya karena dia tahu dia bukan orang jahat.

Bahkan jika dia adalah pencuri celana dalam.

"Dia mungkin diculik oleh seseorang yang memancingnya dengan celana dalam Yang Mulia. Siapa yang tahu kalau dia mungkin sedang terikat rantai di ruang bawah tanah di suatu tempat? "

Serangkaian batuk menyapa Clarice. Jika benar, Itu akan menjadi sesuatu yang besar.

"Karina. Kau tahu."

Clarice meletakkan cangkirnya di atas piring dengan bunyi pelan dan berkata dengan suara pelan.

"Waktu minum teh membosankan jadi bisakah aku pergi ke tempat latihan ..."
"Tidak."
"Hero-nim bilang dia tidak akan meninggalkanku lagi ..."
"Tidak, Anda tidak boleh."
"Hmmmm ...."

Clarice memandang Karina dengan pandangan tidak puas.

“Kuh! Bahkan jika Anda merayu saya! ”

Apa? Aku hanya memelototinya.

"Siapa yang tahu kalau beberapa preman atau pencuri mungkin melecehkanmu seperti terakhir kali anda keluar?! Sebagai pelayan pribadi Yang Mulia, saya tidak bisa membiarkan itu terjadi. "

Tentu saja, 'penjahat dan pencuri' maksudnya adalah orde ksatria. Sejujurnya, Clarice merasa deskripsi seperti itu cocok untuk mereka. Jika sebuah kelompok yang memiliki seorang ksatria dengan mata merah ingin menyentuh payudara dan wakil kapten yang merupakan orang gila bukan disebut sebagai sekelompok orang idiot maka apa lagi yang cocok untuk mendeskripsikan mereka.

Ah. Masa depan kerajaan tampak suram.

“Sekarang itu mengingatkanku tentang…. Oppai Daisuki? Apa yang terjadi padanya?"

Dia benar-benar orang cabul yang mengesankan sehingga dia penasaran dengan nasibnya.

“Opupai Taisuki? Dari apa yang saya dengar dia akhirnya dihukum. "
"Dihukum?"
“Oleh poongyuhyung (豐乳 刑).” 
<Mobious: 3 karakter ini (豐乳 刑) adalah susuan dari banyak, susu(payudara), dan hukuman>

Poongyuhyung?

"Hukuman di mana penjahat diberi obat untuk menumbuhkan payudara dan memberi mereka payudara raksasa."
"........Mengesampingkan bagaimana hukuman itu ada, apakah itu baik-baik saja?"
"Karena dasar hukum di kerajaan adalah‘ mata ganti mata, gigi ganti gigi,’ jadi begitulah."
"Aku pikir dia akan menganggapnya sebagai hadiah besar."

Karina tersenyum pahit dan menggelengkan kepalanya.

"Itu... Orang itu, akhir-akhir ini dia merasa bahwa hari-harinya terasa terlalu lama dan payudaranya diserang oleh semua ksatria di sekitarnya."
"Haaaa?!"

Clarice tanpa sadar menutupi payudaranya dan bergidik. Karina benar-benar memiliki keberanian untuk berteriak 'sang putri yang gemetar sangat imut ♥' dan melanjutkan.

Dia dilecehkan terus-menerus sehingga sekarang bahkan orang tersebut muak dengan payudara dan dia bahkan berencana berhenti dari orde ksatria.

Jika ada keadilan, inilah keadilan itu. Namun, bagi Clarice, ini tidak terasa seperti masalah orang lain. Yakni, setiap kali dia mandi, Karina akan mengintip untuk mengatakan dia akan melayaninya. Setiap kali dia mengeringkan rambut panjangnya yang akhirnya tidak dia potong karena Hero-nim mengatakan itu terlihat bagus untuknya, Karina akan mengambil kesempatan untuk membelai rambutnya, atau setiap kali dia mengenakan gaun yang lambat laun mulai terbiasa dengan sekarang, Karina mengatakan dia akan melayaninya dan mengambil kesempatan untuk merasakan tubuhnya.

…….. itu semua salah Karina.

"Y, Yang Mulia... bahkan jika Anda merayu saya seperti itu saya..."

Seperti yang aku katakan sebelumnya, apa maksudmu? Aku hanya memelototimu.

***

Setelah minum teh, studi menunggu untuknya. Studi apa? Studi tentang pengantin. Bukan seorang priest tetapi pengantin seperti seseorang yang akan menikah. Meskipun tanggal pernikahan belum ditetapkan (dan sepertinya dia tidak ingin tanggalnya ditetapkan) Clarice menjalani pelatihan pengantin. Bahkan mencicipi tongkat yang tidak dia rasakan sejak dia masih kecil dia belajar menumbuhkan pikiran dan tubuh idaman yang mewakili wanita kerajaan.
<Mobious: 신부 bisa diartikan sebagai priest atau pengantin tergantung konteksnya>

"Yang mulia. Sudah waktunya."

Karina mendekati Clarice yang sedang bersantai di teras.

"Sebentar. Aku akan segera masuk. "

Clarice meletakkan payudaranya di atas pegangan (itu terlihat sangat imut tetapi cukup nyaman.) Dan menyandarkan dagunya di tangannya. Pemandangan kota dari kastil selalu luar biasa tidak peduli berapa kali dia melihatnya. Ke titik di mana dia benar-benar tidak ingin pindah.

"Tidak, ini ketiga kalinya Anda mengatakan itu..."
"Maka tidak masalah jika itu yang keempat?"
"Dan ini keempat belas kalinya anda mengatakan itu sejak pelatihan pengantin dimulai ..."
"Maka tidak masalah jika itu yang kelima belas?"
"Seperti yang saya katakan, pelatihan pengantin adalah ..."

Berdebat dengan Karina sama menyenangkan seperti biasanya. Ke titik di mana dia benar-benar tidak ingin berhenti.

"Aaahhhhhh. Aku tidak mau ... "

Dan mendesah sambil memegangi kepalanya sama menyenangkannya sampai ke titik di mana dia benar-benar tidak ingin bergerak.

"Yang mulia. Madam Wellington sedang menunggumu. Sebagai bangsawan, tolong jaga sikap anda. ”
"Karina, kau tahu kan?"
"Bahwa ini adalah kedua puluh satu kalinya?"
"Mm."

Dia tahu betul sehingga dia tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Madam Wellington adalah tutor pelatihan pengantin Clarice. Menjadi guru Putri Clarice yang disegani, dia bersumpah akan bertanggung jawab dan menjadikan Yang Mulia wanita yang baik, dia memegang harapan yang Clarice tidak pedulikan.

Clarice berbalik ke Karina.

"Karina."
"Lima puluh empat ..."
"Tidak bukan itu! Tidak bisakah kau mendengar sesuatu? "

Mendengar? Karina merengut dan mendengarkan sekelilingnya. Dia tidak benar-benar berharap banyak, dia mungkin hanya mengulur waktu-adalah apa yang dia pikirkan.

Karina berkonsentrasi sebelum tiba-tiba matanya terbuka lebar.

"Kau dengar itu?"
"Saya bisa mendengarnya."

Dia mendengarnya. Suara seperti sesuatu yang bergerombol dan berteriak. Keduanya bergerak ke arah kebisingan. Dinding kastil selalu tertutup rapat, dan sumber suara ada dibaliknya. Apa yang sudah terjadi? Seolah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, suara ribut terdengar lagi.

***

Orde ksatria, termasuk Ericia, mendengar bahwa ada protes massal di luar tembok kastil dan segera bergerak. Untuk mengambil alih komando bersama kapten, Ericia telah memposisikan dirinya di atas tembok, memandangi pemandangan di bawahnya dan menggigil. Benar-benar lautan manusia. Kerumunan besar tampak seperti seluruh penduduk kota telah berkerumun di depan dinding kastil.

Di tengahnya, seorang wanita seperti bos berdiri di atas podium. Dia mengenakan sesuatu yang tampak mencurigakan seperti celana dalam di atas kepalanya…… Setiap kali dia mengangkat megaphone dan berteriak dengan semua urat di lehernya mencuat, kerumunan meneriakkan kata-katanya kembali seolah-olah pita suara mereka akan meledak.

"Apakah benar Pangeran Clarice berubah menjadi wanita! Apakah ini benar? Apakah ini benar! "
“Apakah ini benar! Apakah ini benar! "
"Apakah benar raja sialan itu bermain-main dengan pangeran !! Apakah ini benar !! Apakah ini benar !! ”
" Apakah ini benar!! Apakah ini benar !! ”
“Apakah benar pangeran dan pahlawan bertunangan !!! Apakah ini benar !!! Apakah ini benar !!! ”
“Apakah ini benar!!! Apakah ini benar !!! ”
"Kembalikan masa muda kami yang didedikasikan untuk pangeran! Kembalikan mereka! Kembalikan mereka! "
"Kembalikan mereka! Kembalikan mereka! "
"Pahlawan sialan !! Apakah kau mengalahkan raja iblis untuk ini !! Iya kan!! Iya kan!!"
"Iya kan!! Iya kan!!"
“Batalkan pertunangan sebelum kita menghancurkan kerajaan ini !!! Batalkan !!! Batalkan !!! "
"Batalkan !!! Batalkan !!! "

Pria, wanita, tua dan muda, terlepas dari generasi mereka semua berkumpul di sini dalam satu nama.

Grup 'Warga yang Mencintai Clarice'. 
<Mobious: Citizen that Love Clarice, CLC :v>

"Apakah mereka benar-benar gila ....?"

Kapten yang bisa disebut orang normal dalam urutan ksatria melangkah mundur, ngeri. Sungguh, aura CLC terlalu kuat untuk dilihat orang normal dengan mata telanjang. Mereka tidak terlihat seperti orang, tetapi sekelompok fanatik yang terobsesi.

Bagaimana dia bisa menenangkan mereka. Sepertinya gerakan sekecil apa pun akan membuat mereka protes keras ... Saat itulah kapten melihat sekeliling untuk memahami situasi.

“Peeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttttttttttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan ~ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~”

Teriakan nyaring yang menggetarkan gendang telinga menyebar ke seluruh alun-alun. Kapten yang memeras otaknya untuk sebuah rencana, para ksatria yang menghadap ke bawah para pengunjuk rasa, para pengunjuk rasa yang sedang menangis karena pembunuhan berdarah, semua orang berbalik dengan ekspresi kaget di wajah mereka. Ericia memegangi pinggulnya dan tersenyum puas yang cocok seperti pahlawan wanita.

Kapten itu pucat. Apa lagi rencana pelacur gila ini.

"Ahhh... Langit benar-benar membantu saya. Untuk berpikir saya akan memiliki kesempatan untuk berdiri di depan banyak orang ini, banyak prajurit ini! "

Melihat Ericia yang tubuhnya bergetar dalam kegembiraan, wajah kapten menjadi biru. Dia hanya bisa memikirkan ini. Perempuan jalang gila itu tidak mungkin...

Dan 'kemungkinan' itu menjadi 'kenyataan.'

"Sekarang! Lihat!! Rakyatku!!!! Kekuatan Rahimku !!!!!! ”

Kecepatan lari panik sang kapten sedikit lebih lambat daripada Ericia yang melepaskan jubahnya.

"" "" …………………. "" ""

Keheningan menyelimuti tanah. Itu lebih dingin daripada gletser terdingin, lebih berat dari pegunungan di utara, lebih dingin dari es batu yang diletakkan diam-diam di punggung seseorang. Ericia memamerkan dirinya ke kerumunan yang mungkin ratusan, ribuan, atau bahkan puluhan ribu.

Tubuhnya yang nyaris telanjang tidak mengenakan apa-apa selain baju renang bikini.

Tadaa - Dalam kegembiraannya sendiri, Ericia mengira gumaman orang banyak itu sebagai keriuhan surgawi. Dia menipu dirinya sendiri bahwa matahari pada dagingnya yang telanjang adalah sorotan dari surga. Di kepalanya, yang dia pikirkan hanyalah bahwa semua orang pasti kagum melihat Kekuatan Rahimnya.

Ericia mengencangkan perut bawahnya, meninju tinjunya dan berteriak.

"Kekuatan Rahim yang bahkan dipelajari Pangeran Clarice! Apakah kalian tidak ingin mempelajarinya juga? !!! ”

………..

Semua orang hanya bisa memikirkan ini.

Apa yang orang gila ini katakan.


Note :
Astaga, humor saya awkwkwkwkw.




TL: MobiusAnomalous
EDITOR: Isekai-Chan

Minggu, 27 Oktober 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 8 : Chapter 14 - Return Dragon Vein

Volume 8
Chapter 14 - Return Dragon Vein


“Berita terbaru! Segera lihat berita ini!” seorang pria berteriak di jalan-jalan, melambai-lambaikan koran.

Penduduk kota bergegas menuju sana, lalu mengambil koran tersebut, dan mereka menatapnya dengan mata terkejut. Aku juga mengambil satu koran, dan memperlihatkannya pada Kizuna.

“Bisakah kau baca ini?”
“Mari kita lihat ... Dikatakan kalau pemegang Vassal katana telah ditemukan tapi berhasil melarikan diri. Sekarang seluruh aparat negara sedang mencarinya.”
“Ada Vassal katana di sini?”

Katana? Hm ... Katana sangat keren. Aku sudah melihat banyak sekali itu di manga shounen selama bertahun-tahun. Mereka mungkin salah satu dari tiga senjata teratas yang digunakan oleh protagonis.

Kembali ke dunia tempatku berasal, salah satu senjata suci adalah pedang, tapi Ren menggunakannya, yang merusak daya tarik kategori itu bagiku.

Siapa pun dari dunia ini yang menggunakan katana mungkin akan benar-benar merendahkan dan sombong. Aku tidak yakin mengapa aku membayangkan mereka seperti itu.

Kami sebaiknya berhati-hati bila bertemu si pemegang Vassal katana.

“Selama ini, aku belum pernah mendengar ada yang dipilih Vassal katana sebagai majikannya. Itu tersimpan di bawah pengamanan ketat gedung pemerintah resmi di ibukota. Orang-orang dapat melihatnya, tapi tampaknya penyeleksiannya sangat ketat.”

Mengingat betapa pentingnya Senjata Vassal itu, masuk akal kalau itu akan dilindungi dengan hati-hati.
Aku tidak tahu bagaimana Glass atau L'Arc akhirnya mendapatkan Senjata Vassal mereka, tapi aku membayangkan itu adalah proses yang cukup sulit. Aku terus membayangkannya seperti pedang yang tertancap di batu, lalu hanya mampu ditarik oleh orang-orang tertentu.

Hmm ... ?

Bukankah ketujuh pahlawan bintang itu seharusnya sama seperti pemegang senjata Vassal dunia ini? Jika mencari yang setara dengan senjata Vassal di dunia ini, itu adalah ketujuh pahlawan bintang, terutama karena hanya orang-orang terpilih yang mampu menggunakannya.

Ost telah mengatakan sesuatu tentang itu.
Bukannya ada orang yang bisa berjalan dan menggunakan senjata itu, tapi tetap saja, jika seseorang yang memiliki hubungan buruk dengan pemerintah mengambil senjata Vassal, mereka mungkin bisa melakukan banyak kerusakan. Itu sebabnya pemerintah harus melindungi mereka.

“Katana juga merupakan simbol kekuatan nasional di sini. Sepertinya mereka marah bagi siapapun yang membawanya pergi begitu saja.”
“Hm ...”

Siapa pun itu, dia pasti dipilih oleh senjata itu sendiri, jadi mengapa dia lari?

“Ini kedengarannya aneh bagiku.”
“Bagaimana bisa begitu?” tanya Filo.
“Hampir semua informasi spesifik tentang orang yang membawa vassal katana sengaja dihilangkan. Di sini juga hanya tertulis ada tiga orang lain yang ikut terlibat... tidak ada penjelasan jelas mengenai mereka. Apakah mereka bertiga ini terdiri dari satu pria dan dua wanita begitupun sebaliknya?”

Jadi apa tujuan mereka menyebarkan berita ini? Mungkin orang yang mengambil katana sama sekali bukan dari negara ini, jadi mereka mencoba membawanya melintasi perbatasan ke negara lain. Itu adalah jenis insiden yang bisa memicu perang.

Aku ingat ratu Melromarc mengatakan betapa banyak ketegangan internasional disebabkan oleh pemanggilan dan pengelolaan para pahlawan suci. Negara mana pun yang bisa mengendalikan para pahlawan, atau menempatkan mereka di pihak mereka dalam suatu konflik, akan jauh lebih kuat sebagai hasilnya.

Jika ada orang dengan niat jahat atau politis yang akan dipilih oleh senjata Vassal, itu wajar saja jika dia akan mencoba melarikan diri sambil membawanya.

“Hm?” Rishia dan Filo memiringkan kepala mereka.

Oh, aku lupa menyebutkan kalau aku memegang Raph-chan, dan dia terus-menerus menunjuk ke arah yang harus kami tuju. Dia begitu pendiam dan imut. Kami melanjutkan ke arah yang ditunjukkannya, dan kami menemukan sebuah pos pemeriksaan.

“Berhenti di sana! Ada penjahat yang sedang kami cari di sini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, tapi tolong ambil jalan memutar,” bentak seorang pria seperti samurai yang memblokir jalan dengan tombak.

Aku terkejut sejenak, tapi menyadari kalau yang terbaik adalah menghindari konflik yang tidak perlu, kami melakukan apa yang diperintahkan dan mengambil jalan memutar. Tapi ketika kami melakukannya, Raph-chan mulai menunjuk ke arah yang berbeda. Itu menjelaskan semuanya, kami pasti telah berputar-putar di sekitar area tempat Raphtalia dan yang lainnya berada.

Aku merasa lega, tapi aku mulai khawatir secara bersamaan, karena sepertinya mereka terjebak di suatu tempat dengan penjahat, seperti mereka terperangkap di mata badai. Lebih buruk lagi, ada kemungkinan kalau Glass dan rekan-rekannya terperangkap dalam konflik dengan pemegang Vassal katana.

Jantungku berdegup kencang, aku menoleh ke Kizuna dan bertanya,  “Apa yang harus kita lakukan?”
“Ini sudah jelas bukan? Kita harus menyelinap dari atas atap saja.” jawabnya.
“Tunggu, Kizuna. Aku ada pilihan lain.”
“Seperti apa?”
“Filo.”
“Apa?”

Sekarang Filo, dia adalah humming falcon, itu berarti dia bisa terbang. Memungkinkan untuknya melakukan pengintaian dari atas sana.

Dia naik di pundakku saat ini, yang merupakan tempat favorit barunya untuk duduk. Dia sepertinya lebih suka tetap dalam bentuk monster hari ini, mungkin karena trauma yang dia derita saat dalam wujud manusia.

Ketika kami pergi ke kota baru, dia tetap dalam bentuk monster dan berusaha untuk tak pernah meninggalkan bahuku. Sebab dia berada di pundakku dan Raph-chan ada di lenganku, aku lebih mirip pelatih monster dari pada pahlawan Perisai.

“Pergi terbang sebentar dan lihat apakah kau dapat menemukan Raphtalia di sana.”
“Tapi ... Tapi bagaimana jika mereka menangkap Firo?” katanya, jelas-jelas ketakutan.

Mengingat dia terlihat seperti burung normal, dia mungkin memang punya alasan untuk khawatir. Seorang pemburu mungkin menembaknya dari langit dengan panah.

“Kau akan baik-baik saja. Kau terlihat seperti burung lain di langit. Selain itu, kita sudah meninggalkan negara yang menangkapmu, tenang saja.”
“Apa benar-benar aman? Firo akan baik-baik saja? Jika seseorang menyerangku, Tuan akan menyelamatkanku?”
“Tentu saja. Apa aku pernah berbohong kepadamu?”
“Um ... pernah!”
“Oh, benar juga. Tapi aku tak berbohong sekarang. Apa kau akan melakukannya untukku?”

Dia tidak perlu pergi jauh. Dia bisa tetap berada di dekat kami. Aku hanya ingin dia terbang dan melihat dari tempat yang lebih tinggi. Seharusnya tidak ada masalah.
Jika dia diserang, kami akan segera tahu.

“Baik!”

Sebelum aku mengirimnya ke udara, aku memutuskan untuk memeriksa segel budak sekali lagi. Aku membuka menu, lalu aku hampir tak bisa mempercayainya.

Raphtalia tidak lagi terdaftar di sana. Apa yang terjadi?
Aku menggigil dan keringat dingin mengalir di punggungku. Sesuatu yang salah telah terjadi. Bagaimana jika Raphtalia ... Bagaimana jika dia mati?

“Rafu?”

Aku memeluk Raph-chan dan mencoba menenangkan jantungku yang berdetak kencang.

Tidak ... Aku tahu itu tidak benar. Aku bisa merasakannya. Dia masih hidup, dan dia berada di suatu tempat dekat sini.

“Rafuuu ...” Raph-chan menempelkan cakarnya di pipinya seolah dia malu. Aku mengelus kepalanya.
“Tuan, apa yang kau lakukan?”
“Tidak ada, tidak apa-apa. Naiklah dan periksa sekeliling. Raph-chan, teruslah mengarahkan kami ke Raphtalia.”
“Rafu!” dia berteriak, dan menunjuk lagi ke arah yang sama seperti sebelumnya.

Itu berarti ... Benar, Raphtalia masih hidup. Pasti ada penjelasan berbeda mengapa dia menghilang dari menu segel budak. Segel itu pasti sudah dihapus entah bagaimana.

Benar. Itulah penjelasan yang akan kuterima sampai aku mengetahui fakta sebenarnya.

“Oke, Filo, terbanglah ke atas.”
“Oke!” katanya, mengepakkan sayapnya dan terbang ke langit di atas kami.

Kami melihatnya seperti mengecil ketika dia terbang menjauh. Dia tampak aman. Belum ada panah yang terbang ke arahnya. Akhirnya, dia datang kembali ke kami.

“Um ... Sepertinya beberapa orang dikejar!”
“Siapa? Siapa yang dikejar?”
“Mereka memakai tudung, jadi Firo tidak bisa melihatnya. Firo akan lebih dekat, tapi mereka dikejar oleh monster menakutkan, jadi Firo terbang kembali ke sini.”
“Monster menakutkan?”

Apa yang sedang terjadi? Apakah ada monster di kota ini? Tidak mungkin mereka liar. Mereka mungkin seperti Filo, melayani atas permintaan seseorang.

“Kalau begitu, kurasa kita lebih baik masuk ke sana.”
“Setidaknya untuk memastikan kebenarannya.”

Semoga saja mereka bukan orang yang dikejar oleh aparat negara ini.
Kizuna melemparkan umpan pancingnya dan mengaitkannya ke atap di dekatnya dan kemudian menggunakan rol pancingannya untuk menarik dirinya. Itu adalah proses yang sangat cepat.

“Air Strike Shield! Second Shield! Dritte Shield!”

Sedangkan untuk diriku sendiri, aku menggunakan keahlianku untuk membentuk satu set tangga darurat dan memanjatnya untuk mencapai atap.

“Ayo, Rishia.”
“Fuee ...”

Begitu kami semua berada di atap, kami dengan cepat dan diam-diam menjauh dari para penjaga yang menghalangi jalan menuju kota. Ketika kami berjalan melewati atap, Raph-chan dan Chris perlahan mulai menunjuk ke arah yang berbeda. Akhirnya, kami tiba di tanah kosong, di mana ada jarak yang cukup jauh yang harus kami lewati untuk sampai ke atap berikutnya.

Kami memutuskan untuk turun terlebih dahulu dan kemudian kembali ke sisi lain.
Kami melompat turun ke tanah dan bersiap-siap untuk menyeberang, tapi ada sekelompok orang berjubah menunggu kami.

“Sialan...”

Kami seharusnya mencari Raphtalia! Kami tidak punya waktu untuk berurusan dengan orang-orang ini. Aku tak ingin akhirnya bertemu siapa pun yang mengejar orang-orang ini. Setidaknya kami telah menutupi wajah kami dengan topeng sebelum memasuki kota.

Mungkin kami harus melarikan diri dengan Portal Shield sampai kami bisa mengetahui rencana yang lebih baik. Aku menyiapkan perisaiku dan bersiap untuk bertarung, tapi kemudian ...

“Rafu!” Raph-chan berkicau, menunjuk dengan penuh semangat ke salah satu orang di depan kami. Chris melakukan hal yang sama, mengayunkan sayapnya ke arah sekelompok orang berjubah.

“Naofumi, tenang dulu ...”
“Apa?”
“Mungkin saja mereka?”

Perlahan aku melepas topengku untuk membiarkan mereka melihat wajahku. Kizuna dan Rishia melakukan hal yang sama.

Kemudian, seolah-olah orang-orang yang berjubah telah benar-benar kehilangan keinginan untuk bertarung, mereka menurunkan senjata mereka dan melangkah maju.

“Bocah! Apa orang di sebelahmu Nona Kizuna?!”

Pria jangkung di depan kelompok berteriak ketika dia melepas tudungnya.
Dia adalah L'Arc.
Kemudian dia melepas jubahnya untuk memperlihatkan pakaian yang terlihat seperti Shinsengumi. Dia pasti berusaha berbaur dengan orang-orang di negara ini.

Rupanya pakaian kain sederhana di sekitar sini masih memiliki statistik pertahanan yang cukup baik. Pola biru muda pada haori sebenarnya cocok untuknya. Dia cocok dengan pakaian apapun yang dia kenakan.

Tidak kusangka dia adalah L'Arc yang dikejar! Maksudku, aku tahu itu suatu kemungkinan, tapi aku telah berusaha untuk tidak memikirkannya.
Kami baru saja bertemu mereka! Kebetulan sekali!

Seseorang di belakang L'Arc datang berlari ke Kizuna dan berteriak, 

“Kizuna! Di mana kau selama ini? Lalu, mengapa yang kau bersama Naofumi?!”

Dia adalah Glass. Dia melepas tudung dan jubahnya dan terlihat air matanya mengalir deras. Kemudian dia memeluk Kizuna dengan erat.

Itu tidak bisa dipercaya. Glass selalu keras dan dingin. Aku tak pernah mengira dia membuat wajah emosional seperti itu. Tentu saja, setiap orang memiliki seseorang atau sesuatu yang mereka pedulikan, tapi masih terasa aneh melihat orang yang begitu keren terlihat sangat bahagia.

“Aku sangat senang melihatmu lagi, tetapi pengejar kita akan segera datang. Tetap waspada!” kata Therese, melepas jubahnya.

Dia mengenakan hakama yang ditutupi dengan pola yang menunjukkan batu permata.
Apakah itu dibuat dengan aizome? Mungkin tidak...
Setiap kali dia bergerak, polanya sendiri tampak bergerak juga. Apa aku hanya berimajinasi?

Masih ada satu orang yang mengenakan tudung. Apakah dia Raphtalia?
Orang itu berlari ke arahku dan Raph-chan menunjuk.

“Ra ... Raphtalia?”
“Iya.”

Dia melepas jubahnya untuk menunjukkan wajahnya. Itu dia, Raphtalia.
Dia memiliki telinga bundar, berbulu, rambut lembut panjang, tatapan mata yang bisa membuatmu kehilangan kesadaranmu, dan ekor bulat yang bergoyang indah.

Aku belum melihatnya begitu lama, dia lebih cantik dari yang kuingat.
Dia pasti senang melihatku juga, karena dia datang berlari dengan senyum lebar di wajahnya. Dia berpakaian seperti miko, dalam balutan kain merah dan putih.
Aku merasakan sesuatu yang tak terduga ketika aku melihatnya, sesuatu seperti sengatan listrik.

Aku menatapnya lagi. Pakaian miko sangat sederhana. Ada kain putih di pundaknya, disulam dengan benang merah yang hampir seperti membentuk busur. Tapi warna merahnya sama sekali tidak mengganggu kain putih itu, tetapi membuat sangat halus sehingga entah bagaimana menekankan betapa putihnya warna tersebut.

Di bawah itu dia mengenakan hakama merah tua. Pakaian itu sangat cocok untuknya.
Tampaknya juga dibuat khusus untuk ekornya yang lebat. Dia mengenakan kaus kaki putih dan sandal jerami gaya Jepang.
Ya ... Dia terlihat sangat, sangat cocok dalam pakaian itu.

Ketika kami mengalahkan Kyo dan kembali ke dunia kami sendiri, aku harap dia akan tetap memakainya.
Aku hampir tak percaya dengan reaksiku. Aku tak suka miko lebih dari rata-rata otaku, tapi aku tak bisa mengalihkan pandangan darinya.

“Akhirnya kita bertemu lagi, Tuan Naofumi!”
“Maaf, membuatmu menunggu lama.”
“Tidak apa-apa ... Aku keadaan kita sangat sulit ... Apakah dirimu baik-baik saja?”
“Kurang lebih baik. Banyak hal yang terjadi.”




Kami terlempar ke labirin tak terbatas. Kami keluar dan menemukan diri kami di belakang garis musuh. Kemudian kami berjalan ke ibukota, dicegat oleh penjaga keamanan ...
Ya ... banyak hal yang telah terjadi.

“Ehmm, pakaian itu cocok untukmu.”
“Pujian dari Tuan Naofumi? Rasanya agak aneh.”

Apakah aku benar-benar tidak biasa memujinya?

“Bagaimana jika, kau tetap berpakaian seperti itu ketika kita kembali ke dunia mu.”
“Semenarik itukah aku dengan pakaikan ini?”
“Aku pikir itu terlihat sangat cocok.”

Dia tersipu. Dia pasti malu. Aku sebenarnya masih anak-anak. Tidak aneh jika dia tersipu saat dipuji.

“Benar sekali, kan? Aku juga berpikir begitu!” teriak L'Arc.

Aku penasaran apa dia yang memilih pakaiannya. Dia jelas tahu apa yang dia lakukan, kemesumannya telah membantunya dengan baik.
Kami begitu terjebak dalam reuni kami sehingga butuh lolongan binatang yang mendekat untuk mengingatkanku di mana kami berada.
Kami sudah terlalu lama bersantai. 

“Kizuna, gunakan ofuda panggilan.”
“Baiklah,” katanya, menempelkan ofuda ke dahinya dan berkonsentrasi. Tapi... “Ini tidak berhasil. Ada yang menghalangi sinyalnya. Kita harus keluar dari sini untuk memanggilnya. Sepertinya Kak L'Arc dan yang lainnya juga tidak bisa menggunakan Return Transcript.” lanjutnya.
“Haruskah kita menggunakan Portal Shield?”
“Bisakah dicoba?”
“Iya, mungkin ini terlalu banyak orang.”

Aku belum pernah memeriksa batasan orang yang bisa dibawa Portal Shield sekaligus. Tapi ini bukan waktu untuk mengkhawatirkannya.
Aku mengirim undangan party ke Raphtalia pertama.

“Portal ...” Sebelum aku selesai mengatakannya, sesuatu terasa aneh. Bukan hanya aku. Semua orang juga merasakannya.

Ikon berkedip di bidang tampilanku. Teleportasi tidak tersedia.
Apa? Ini pertama kalinya aku tidak dapat menggunakan Portal Shield sejak aku terbangun di dunia ini. Tetapi aku pernah merasakan keanehan ini, ketika kami melawan Spirit Tortoise.

“Yah... Jangan kira kalian benar-benar bisa melarikan diri dariku? Hm ... Sepertinya jumlah kalian bertambah ...”

Aku melihat ke sumber suara itu untuk mencari siapa itu, ternyata dia bersama gerombolan monster yang dikendalikannya yang mengejar Raphtalia.

“Kau! Pasti takdir yang membuat kita bertemu disini! Aku akan membuatmu membayar penghinaan yang kau lakukan waktu itu!”

Siapa pun itu, dia merendahkan kami.
Aku pernah melihatnya sebelumnya.
Itu benar, dia adalah ilmuwan genius yang kami temui ketika menggunakan jam pasir naga untuk berteleportasi keluar dari ibukota.

“Oh ya, kau ada di sana? Kau adalah? Aku tidak bisa mengingat namamu ...”

Aku lebih suka menghindari bertemu dengannya lagi, tapi jujur aku menantikan sebuah pertarungan.

Dia tampaknya membawa lebih banyak wanita yang mengikutinya daripada sebelumnya. Sesuatu tentang dia benar-benar membuatku jengkel. Mungkin hanya karena dia mengingatkanku pada Motoyasu.

“Kami akan pastikan kau membayar perbuatanmu itu sekarang!”
“Atas perbuatan merusak kalian! Serahkan diri kalian sekarang!”
“Ya! Beraninya kalian mempermalukan kami?” dia tersenyum. Dikelilingi oleh sekumpulan wanita, dia tampak sangat bangga dengan dirinya sendiri.

Orang-orang ini mulai membuatku kesal. Apakah aku satu-satunya yang berpikir kalau para wanita ini mungkin tidak benar-benar menyukainya? Apa yang dia dapatkan dengan menjaga mereka sepanjang waktu?

Sebenarnya, aku mungkin memiliki pandangan yang sama dengannya. Lebih baik jatuhkan musuh dalam sekali serang. 

“Kau berada di negara ini, namun tidak tahu menahu namaku?!”
“Kau bodoh!”
“Kalau begitu buka lebar telinga kalian! Aku akan memberitahumu siapa orang hebat yang berdiri di hadapan kalian. Dia adalah harapan rakyat, alkemis terhebat di seluruh negeri ...”

Oke, sebenarnya dia tidak sama dengan Motoyasu. Wanita menyukainya karena memiliki pesona. Aku mulai berpikir kalau orang ini sebenarnya lebih seperti Itsuki. Apa yang membuatku merasa seperti itu?

Kata pengantar yang tak pernah berakhir setelah dia memberitahu namanya begitu lama sampai aku benar-benar lupa namanya ketika dia selesai berbicara.

“—Itulah namanya! Sekarang takutlah kalian! Dia tidak memiliki alasan untuk mengasihani kalian!”
“Terserah. Hei, siapa namanya tadi?”

Aku tidak ingat apa yang dia katakan.

Mungkin itu karena semua hal yang telah aku lalui dengan Itsuki, tapi jika aku bisa mengingat wajah mereka, aku tidak bisa membuat diriku cukup peduli untuk mengingat nama mereka.

“Dasar bodoh, kurang ajar! Aku akan mengukir namaku pada dadamu!”

Jika dia sangat emosi denganku, mengapa dia ingin aku mengingat namanya? Dia tidak masuk akal.

Seekor harimau putih besar berkeliaran di belakangnya dan meraung. Binatang itu tampak liar. Air liur menggantung dari mulutnya yang menganga.

Tapi ada sesuatu yang terasa aneh tentang semua ini. Aku telah menghabiskan begitu banyak waktu di dunia baru ini sehingga intuisiku jadi lebih tajam daripada sebelumnya.

“Sepertinya kalian bersekongkol pencuri itu. Jelas saja aku merasa jijik melihat kalian waktu itu.”
“Pencuri? Apa yang kau bicarakan?”
“Tuan Naofumi ...” kata Raphtalia, menatapku dengan mata menyesal.

Lalu dia membuka jubahnya dan menunjukkan padaku senjata yang dia sembunyikan di dalamnya. Entah kenapa, ada satu bilah senjata, yaitu katana.

Mari kami simpulkan, waktunya untuk meninjau fakta. Ada seseorang yang mencuri Vassal katana dan sedang dalam pelarian ... dan Raphtalia telah menghilang dari menu segel budak.

Lalu pihak berwenang memburu seseorang yang membawa katana tersebut ...
Orang-orang brengsek ini mungkin adalah orang-orang yang mengejarnya ... tapi ...
Aku tahu apa yang sedang terjadi, tapi aku belum siap untuk mengakuinya sendiri.

“Kenapa kau melarikan diri? Bukankah warga akan menghormatimu? Menerimamu dengan tangan terbuka?”

Berarti, Raphtalia sedang dikejar oleh pihak berwenang. Dia diperlakukan seperti pencuri, menjalani hari seperti kami sebelumnya, padahal dia bersama orang-orang sekuat Glass dan L'Arc.

“Sebenarnya...”





TL: Ryuusaku
EDITOR: Poo
Proofreader : Bajatsu, Hantu

Jumat, 25 Oktober 2019

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 19 – Gosip~Keluarga Baru

Chapter 19 – Gosip~Keluarga Baru


Sudut Pandang Arakawa Kouki—-


「Aku pulang, Kaa-san」 (Kouki)

Di malam hari, ketika aku pulang dari sekolah seperti biasa, mamaku sedang menyiapkan makan malam di dapur.

Fumu, bau ini sepertinya makan malam hari ini menunya rebusan ya....

Setelah masuk ke kamar dan berganti pakaian, aku menemui Mamaku.

「Kaa-san, aku lapar」 (Kouki)

[Sebentar lagi selesai, jadi duduk dan tunggu sebentar, oke? (Mama) 

「Kon Kon」 (???)

Ketika aku menanyakan makan malam, aku diminta untuk menunggu dan aku duduk dengan sabar di kursiku

Setelah beberapa saat, Mama dan aku menyantap makanan yang dibawa Mama ke meja makan. 

Setelah aku diterima di akademi, sudah menjadi kebiasaan bahwa setiap kali aku dan Mama makan bersama, aku akan membicarakan tentang apa yang terjadi di sekolah hari itu, apa yang membuatku terkesan padaku hari itu, dan aku mendengarkan Mama tentang penelitian yang dilakukannya. 

「Oh, benarkah begitu?」 (Mama)

「Kon」 (???)

「Ya, Shingo dipeluk oleh Aikawa-san lagi hari ini」 (Kouki)

Setelah selesai makan dan mandi, aku mendapat telepon dari Alice.

Tidak seperti biasanya dia menelpon di saat seperti ini .....

Sambil memikirkan itu, aku menelepon balik.

「Kouki-kun, aku minta maaf tapi ini tentang tugas besok」 (Alice)

「Ada apa?」 (Kouki)

「Kon」 (???)

Rupanya karena dia akan melakukan penelitian farmasi besok di gedung penelitianku, Sepertinya dia memintaku menghubungi terminal pribadinya sebelum aku masuk ke lantai dua.

Sekarang setelah dia megatakan itu, ketika Shingo pergi untuk mengambil bahan kimia di lantai dua tanpa izin, Bubuk yang sedang Alice kerjakan sebagai bahan pembuat obat-obatan berserakan kemana-mana dan terjadi kekacauan. 

Mengingat itu, aku menyarankannya untuk memberi tahu anggota yang lain.

"Ya aku tahu.  Ngomong-ngomong….  ada apa dengan 『Kon』 yang kudengar ini? 」(Alice)

「Ah, itu?  Entah bagaimana, ketika aku sampai di rumah ada seekor naga di sini 」(Kouki)

Aku menjawab sambil melihat ke arah 『Naga』 di depanku, dan aku melihat Alice menatapku sambil terdiam dari sisi lain terminal.

Tidak apa-apa Alice, aku juga tidak tahu harus merespons seperti apa ketika pulang dan melihat ini.

Saat memikirkan hal seperti itu, Alice mengakhiri percakapan kami, lalu mengatakan 『Entah bagaimana, sepertinya kau lelah, jadi cepatlah istirahat.』

Yah, tentu saja reaksi seperti itu normal. 

Namun, ada apa dengan benda ini?

Apakah ini semacam makhluk sihir yang dibuat oleh Mama? ....

「Oi」 (Kouki)

「Kon?」 (Naga?)

Melihat bagaimana reaksinya, sepertinya ia paham kata-kataku.

Memiringkan kepalanya, seolah bertanya 『Ada apa?』, Aku mengamati naga yang seolah menungguku berbicara dengannya.  Untuk saat ini, aku menyentuh wajahnya dengan jariku.

「Kon!  Kon Kon 」(Naga?)

Tampaknya dia tidak menyukainya.

Dia dengan panik menggigit ujung jariku, tapi itu tidak terasa sakit sama sekali.

Lagipula, panjangnya hanya sekitar 20 sentimeter.

Dari penampilannya, dia terlihat seperti naga dari dunia fantasi seperti yang kalian harapkan, tapi ukurannya lebih kecil, bahkan sayapnya juga.

Tiba-tiba, aku mendapat ide!

「Oi, apa kau bisa terbang?」 (Kouki)

「Kon ……」 (Naga?)

Sepertinya dia memberi tahuku bahwa itu tidak mungkin, Ia berusaha mengepakkan sayapnya.

Bukankah dia terlihat menggemaskan?  Kalau begitu, selanjutnya adalah,

「Bisakah kau menghembuskan api atau es?」 (Kouki)

「Kon .....」 (Naga?)

Kelihatannya dia tidak bisa menghembuskan apapun kecuali udara.

Bukankah kau itu naga? ......

Ketika aku menanyakan hal itu, dia membusungkan dadanya sebagai jawabannya.

Jika kau tidak bisa terbang, atau tidak bisa menghembuskan nafas api, maka bukankah kau hanya seekor kadal !?

Tunggu sebentar…..

Kadal yang memahami perkataan manusia?

「Aku bisa menjualmu dengan harga yang cukup tinggi, bukan?」 (Kouki)

「Ko, Kon!?」 (Naga?)

Meskipun aku hanya bercanda tentang menjualnya, aku harus mencari tahu identitas sebenarnya dari makhluk ini.

Tidak diragukan lagi, alasan makhluk fantasi seperti ini ada di rumahku adalah karena Mamaku.

Mama seharusnya sedang belajar di kamarnya sekarang.

Berpikir seperti itu, aku berjalan ke kamarnya dan mengetuk pintunya, tetapi tidak ada jawaban.

Apakah dia ada di ruang referensi di basement?

Ketika aku kembali ke basement lagi, Mamaku menggambar semacam formasi sihir di lantai.

Eh?  apa apa apa!?  Mungkinkah Mama yang men-summon naga ini? 

Ketika aku memanggilnya, dia berbalik sambil menutup sebuah buku yang sepertinya berisi tentang sihir hitam atau semacamnya. 

「Kou-chan !?  Apa yang terjadi? 」(Mama)

Itu yang ingin kutanyakan!

Kupikir Mama adalah seorang ilmuwan jenius, tetapi di balik layar Mama melakukan hal aneh semacam ini?  Aku terkejut!

Ketika mengatakan perasaanku, Mama dengan cepat menyangkalnya.

"Ini berbeda!  Bahkan aku tidak berharap bayi naga tiba-tiba menetas keluar.  Ketika aku bekerja di laboratorium, bayi naga ini tiba-tiba keluar dari sisik yang kudapatkan darimu tahu?  Tentunya kau bisa memahami betapa kesalnya aku dan bagaimana aku ingin mencari tahu apakah sihir itu ada? 」(Mama)

Aku sama sekali tidak mengerti, 

Apa yang Mama maksud dengan dia menetas dari sisik?

Ketika aku menerimanya, aku diberitahu bahwa itu adalah sisik naga kuno yang legendaris ..... Apakah Mama mencoba membuat tiruan dari sisik itu?

Ketika aku mencoba bertanya kepadanya,

「Setelah aku menerima sisik, aku nenaruhnya di  meja tempatku bekerja, dan ketika aku sedang bekerja, bayi naga itu tiba-tiba keluar dari dalam sisik] (Mama)

Ketika Mama mengatakan itu, dia mencoba mengambil naga yang telah melingkar di kakiku.

Tidak, bukankah aneh untuk keluar dari sisik !?

Sekali lagi, aku bertanya kepadanya dan dia menjawab pertanyaanku. 

「Kou-chan, ketika kau berbicara tentang dunia tempat kau berada sebelum kau menyebutkan hal-hal iblis itu sebelumnya, bukan?  Pada saat itu, Kau mengatakan bahwa manusia sulit untuk membunuh naga, lalu bagaimana penduduk setempat memahami hal-hal itu sebagai 『sisik 』? 」(Mama)

Tidak, bukankah itu legenda?

Maksudku, lagipula, itu tidak berbentuk seperti telur sama sekali, itu terlihat seperti sisik.

Ketika aku memikirkan itu, Mama melanjutkan penjelasannya
「Mungkin, daripada sisik , itu adalah telur atau sesuatu yang serupa.  Aku pikir itu dalam keadaan tertidur bisa juga diartikan mati suri.  Ada makhluk di dunia ini yang tidur selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun juga.  Jika sihir benar-benar luar biasa seperti yang kita dengar selama ini, aku pikir itu juga mungkin untuk suatu benda tertidur selama berabad-abad lamanya. 」(Mama)

Meskipun motif ibu diwarnai dengan kemarahan, jika penjelasannya benar, lalu kenapa dia menetas sekarang?

「Ketika Kou-chan kembali ke dunia ini, puluhan orang menggunakan sesuatu yang disebut sihir, kan?  Mungkin itu yang memicunya? 」(Mama)

Kalau begitu, aku penyebabnya ya .....

Sambil melihat naga yang dipegang oleh ibuku, aku berpikir. .

Entah bagaimana, aku merasa menyesal, Ini bukanlah dunia tempatku semestinya berada.

「Karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan sekarang, ayo kita rawat sebaik mungkin di rumah. Jika naga dapat hidup selama ratusan tahun, maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama baginya untuk tumbuh.  Aku akan menemukan cara untuk mengembalikannya ke dunia asalnya」 (Mama)

『Dan kita bisa menganggapnya sebagai kadal yang terlihat tidak biasa』 tambahnya, tertawa.

Untuk saat ini, aku akan berkonsultasi dengan Alice dan teman-teman di sekolah besok….

Aku memutuskannya, dan kembali ke kamarku.



[Imutnya !!」 (Alice)

「Apakah dia bisa menghembuskan api atau semacamnya?」 (Aikawa)

Keesokan harinya, aku membawa naga itu ke gedung penelitianku, dan tampaknya Alice dan Aikawa menyukainya pada pandangan pertama.

Shingo dan aku mengawasi mereka, tapi aku hanya bisa tersenyum masam pada kemampuan adaptasi mereka yang luar biasa. 

Terkejutlah sedikit sialan!! 

「Kouki, apa kau sudah menamainya?」 (Shingo)

Meskipun dia menanyakan itu padaku, aku belum memberinya nama. 

Nama ya ....

Ketika aku melihat ke arah naga itu, ia memperhatikan tatapanku dan menghampiriku, meraung.  Sambil menggosokkan wajahnya ke tanganku, aku terkejut dengan betapa lucunya dia ketika bertindak manja seperti ini.

「Kouki-kun, ayo kita pikirkan nama untuknya bersama-sama」 (Alice)

「Kedengarannya bagus, ayo kita putuskan bersama」 (Aikawa)

Aku tidak bisa memanggilnya "Oi" atau "Naga" selamanya,

Sambil memikirkan hal itu, aku memberikan izin, meskipun saat itulah aku menyadari betapa mengerikannya selera penamaan mereka. 

「Fuhi!  Aku pikir 『Phantom Dragon Nocturnal』 kedengarannya bagus!」 (Shingo)

Shingo, berapa umurmu?

「Itu tidak bagus, Shin-kun, kita harus menamainya『 Rose Weldi 』」 (Aikawa)

Aikawa, apa-apaan Weldi itu?

Sementara itu Alice dengan serius menatap naga itu, lalu berbalik ke arahku dan mengatakan nama yang dipikirkannya. 

「Kouki-kun, aku pikir『 Silver Knight Klade 』terdengar bagus」 (Alice)

Kau juga!?

Dia bahkan bukan seorang ksatria, kan !?

Dia hanya kadal jadi-jadian sialan!

Naga itu memekik 『Kon ....』 karena tidak suka, suaranya semakin kecil.

「Hei, apakah kau tidak masalah dengan nama『 Kon 』?」 (Kouki)

「Kon!  Kon Kon !! 」(Kon)

Ketika aku mengatakan itu, dia meringkuk dengan gembira.

Baiklah, sudah diputuskan ……

Mulai hari ini dan seterusnya si kecil ini akan dikenal sebagai Kon.

Kita kedatangan anggota baru, tapi aku tidak keberatan.

Lagipula, Tidak mungkin kita bisa memanggilnya 『Nokturnal』 di depan umum!

Aikawa berteriak dengan suara yang lantang. 

"Maksudku, meskipun dia naga, dia membuat suara lucu seperti
"Kon" setiap saat, itu tidak bagus!  Itu akan membuatnya lebih seperti naga jika kita menamainya Rose!  」(Aikawa)

Mendengar itu, aku bertanya kepada Kon 『Bisakah kau membuat suara lain?』.

Sebagai tanggapan atas pertanyaanku, Kon turun dari meja, berjalan ke tepi ruangan, dan melihat kembali ke arah kami sambil mengambil napas dalam-dalam.  Dan,

GURAAAAAAAAA !!!!!!

Dan, daripada nama yang dia gunakan. Dia mengeluarkan suara yang bisa kusebut sebagai 『Raungan』.

Sementara dia menatapku dengan tatapan 『Bagaimana?』, Aikawa melihatnya dengan heran.

「Aku pikir Kon-chan terdengar bagus」 (Alice)

Alice meminta kami untuk memanggilnya 『Kon』.

Sambil mengamati keadaannya, aku memutuskan bahwa Aikawa-san yang menjadi penyebab semua ini untuk merapikan semua cangkir yang berserakah karena raungan Kon tadi.

TL: Acedia
EDITOR: Isekai-Chan