Sabtu, 02 Mei 2020

Maou-sama, Retry! Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 13. Pemuja Iblis

Chapter 13. Pemuja Iblis


Holy Light Kingdom, meskipun ada perbedaan dalam kualitas hidup dan pendapat, tetapi karena mereka menyembah Cherub, negara ini bersatu.

Namun, ada organisasi yang sangat menyimpang dari jalur itu. Itu bukan jenis seperti bandit atau perampok; itu adalah orang-orang yang memuja keberadaan yang merupakan kebalikan dari para malaikat.

Pemuja iblis, sebuah kelompok yang disebut Satanist.

Mereka pada awalnya membuat pendapat yang tenang seperti meminta orang kaya untuk membagikan sedikit dari kekayaannya kepada orang miskin, tetapi lama kelamaan mereka meneriakkan pendapat tentang penghapusan sistem kebangsawanan, dan akhirnya, mereka mulai berpendapat bahwa Cherub adalah asal mula dari perbedaan kualitas hidup.

Sebenarnya bukan Cherub yang menciptakan kualitas perbedaan hidup atau para bangsawan.

Setelah pertempuran Raja Iblis, Cherub itu sendiri telah menghilang.

Banyak orang yang bertempur bersama dengan Cherub meraih kekuasaan politik dan menjadi bangsawan; itu layaknya peristiwa alami. Namun, para Satanist tidak peduli sama sekali tentang sejarah atau kebenaran di baliknya.

Seseorang yang menciptakan keadaan saat ini adalah penyebabnya.

Pada suatu saat, seseorang muncul di depan mereka dengan menyebut dirinya sebagai Utopia, dan tindakan mereka semakin meningkat sejak saat itu.

Mereka akhirnya melawan Malaikat dan memuja Iblis. Mereka akan pergi ke seluruh negeri menyebabkan tindakan teroris tanpa pandang bulu, dan akhirnya mencoba memanggil Raja Iblis.

“Luna, Keluar! ”(Queen)

Suara keras Queen bergema bahkan ke gang-gang belakang. Mendengar ini, mereka tertawa kecil. Pemanggilan Raja Iblis tampaknya gagal, tapi ... Gadis Suci bergerak.

Jadi, tindakan mereka itu sebenarnya tidak sia-sia.

Mereka akan bergerak sesuai rencana, dan mulai bertindak untuk membunuh Gadis Suci.

"Biarkan kesengsaraan menimpa Gadis Suci."(???)

"Biarkan kesengsaraan menimpanya."(Satanist)

Kapten regu pembunuh, Walking, mengeluarkan suaranya, dan suara-suara yang menjijikan bergema setelahnya.

Jika mereka berhasil membunuh salah satu dari Gadis Suci ... adalah apa yang mereka pikirkan ketika mereka kebetulan menemukan dua Gadis Suci secara bersamaan.

(Jika kita memiliki 'itu', kemenangan kita akan terjamin...)(Walking)

Wajah Walking tersenyum dalam sukacita.

Jika mereka tahu bahwa ada 'Raja Iblis' didekat sini, mereka akan berlutut.

■ ■ □□ ■■ □□  

(Wanita yang luar biasa ... Dari era perang mana dia berasal?)(Maou-sama)

Aku mendengar keributan dari gang belakang dan menyelinap ke dalam kerumunan di jalan utama.

Apa yang kulihat adalah seorang wanita duduk di kursi besar yang bodoh, dikelilingi sekelompok mohawk dan orang-orang botak.

Pada awalnya aku berpikir bahwa mereka adalah bandit atau grup sirkus, tetapi aku mendengar kata 'Gadis Suci-sama' dari hiruk-pikuk.

(Mungkinkah itu kakaknya Luna...? Tidak mungkin!)(Maou-sama)

Itu adalah tipe wanita yang tak akan aneh jika dia berteriak seperti: 'Tidak perlu cinta!'. Bayanganku tentang Gadis Suci semakin kabur di pikiranku.

"Dan sementara itu, jika ada 'Raja Iblis' di sini, keluar ~."(Queen)

Kelompok mohawk mengayunkan tongkat dan berteriak mengikuti wanita gila itu.

Tidak peduli bagaimana kau memikirkannya, tidak ada perkataan yang dapat menghubungkannya dengan Gadis Suci. Aku merasa dia kapan saja bisa berteriak : 'Bawakan aku semua makanan dan airmu!'.

“Apakah Raja Iblis itu pengecut...? Apakah dia setakut itu padaku?"(Queen)

(Jangan bercanda, idiot! Pergilah ke dunia pasca-apokaliptik atau semacamnya!)(Maou-sama)
<TLN: Referensi dari Fist of the North Star. Kalian tau omae wa mo shindeiru? Itu juga berasal dari Fist of the North Star (Hokuto no Ken)>

Aku berteriak dalam hatiku dengan seluruh kekuatanku.

Siapa idiot yang akan pergi di hadapan kelompok ini dan berkata: 'Halo, aku adalah Raja Iblis. Ehehe '.

Pada saat itu, mereka akan digantung oleh mohawk itu.

"N-Nee-sama ... kenapa kau ada di sini?!"(Luna)

Akhirnya Luna sampai di jalan utama, dan keributan semakin besar.

Melihat ini, aku secara refleks memegang kepalaku.

Tidak diragukan lagi bahwa ini akan menjadi semakin rumit ...

"Kau sialan... Diam-diam keluar untuk bermain-main, ya. Kau sudah cukup mengagumkan."(Queen)

“B-Bukan itu! Aku mendengar bahwa Raja Iblis muncul dan ...!"(Luna)

“Dasar idiot! Apa yang bisa kau lakukan sendiri ?! Kotoran harus bertindak seperti kotoran dan tinggal di rumah!"(Queen)

Wanita itu mengangkat jari tengahnya dan mengarahkannya ke Luna.

Sosoknya sangat cocok sehingga itu adalah gambaran sempurna untuk 'fuck you'.

Wanita ini ... dia sudah melampaui imajinasiku.

“T-Tidak perlu seperti itu! Ini adalah sesuatu yang ingin kukatakan sebelumnya tetapi, ada apa dengan kursi aneh itu?!”(Luna)

"Huuh? Kau, apakah kau mengejek Mobile Throneku?”(Queen)
<TLN: Kemungkinan kursi yang diangkut bawahan Killer Queen>

Sambil mendengarkan percakapan itu, aku diam-diam menyalakan rokokku.

Ini bukan percakapan yang bisa dipahami dengan akal sehat.

Pertama-tama, apakah itu benar-benar seorang wanita? Dia memang terlihat cantik, tapi bukankah dia lebih mirip seperti monster?

"P-Pokoknya, aku akan mengalahkan Raja Iblis! Jadi Nee-sama, pulanglah!"(Luna)

“Mengalahkan keberadaan yang tidak ada? Sungguh kemampuan yang hebat, bisa tidur sambil berbicara.”(Queen)
<PRN: Mengigau >

“Dia benar-benar ada! Orang itu terpesona dengan pantatku!”(Luna)

"…Hah? Pantat?"(Queen)

SIALANNN!! Aku memang mengira ini akan terjadi, tetapi dia sudah berlebihan, oi!

Kenapa aku sekarang disebut orang mesum cabul yang mengincar pantatnya? Atau lebih tepatnya, lupakan masalah pantat!

(T-Tunggu ... Aku harus menggunakan keributan ini untuk mengambil Aku-chan dan meninggalkan kota ini.)(Maou-sama)

Ide yang bagus.

Luna sendiri sudah menyebalkan, jadi jika aku terlibat dengan wanita gila itu, itu akan jadi mimpi buruk.

Saat aku hendak menuju penginapan, sebuah teriakan yang menusuk telinga bergema — dan darah segar mengalir di jalan utama.

  ■■ □□ ■■ □□ 

"Kematian bagi malaikat yang berbohong, [Fire Birds]!"(Satanist)

"Biarkan Gadis Suci berduka, [Ice Hammer]!"(Satanist)

(Apa ini…)(Maou-sama)

Cahaya ... merah dan ada juga cahaya berwarna biru.

Melihat pemandangan ini yang jauh dari kenyataan, aku hanya bisa memberikan kesan kekanak-kanakan. Akhirnya, panas dan dingin itu meluas ke tempat yang jauh di mana aku berada, dan tubuhku seperti akan terhempas.

Mantra yang dilemparkan satu demi satu mengenai warga sipil yang tak bersalah dan sebagian besar kota tanpa ampun dibuat bercucuran darah.

(Sial ... Sihir lagi ya!) (Maou-sama)

Dalam situasi ini di mana teriakan bergema, aku bahkan bisa mendengar sorak-sorai ...

Kelompok berpakaian hitam muncul entah darimana dan sedang menyerang wanita gila dan kelompoknya.

(Pakaian itu, aku pernah melihat mereka sebelumnya ...)(Maou-sama)

Mencarinya dalam ingatanku, aku segera ingat.

Mayat yang berada di Kuil Harapan. Mereka mengenakan pakaian yang sama. Aku sama sekali tidak tahu siapa orang-orang itu, tetapi mereka adalah kelompok yang menentang para Gadis Suci, ya.

"... Kau sepertinya dalam suasana hati yang baik, Satanist."(Queen)

Di tengah asap putih yang membubung, wanita itu mengeluarkan gada logam besar yang gila, dan tanpa ampun memukuli orang-orang berpakaian hitam itu.

Tengkorak mereka pasti telah hancur berkeping-keping, orang-orang berpakaian hitam telah jatuh terlentang sambil menyemburkan darah.

Wanita itu mengayunkan gada logam berduri, dan membuat pria berpakaian hitam menyemburkan darah satu demi satu.

Dia kemudian tertawa terbahak-bahak seolah-olah dia akhirnya menjadi gila, dan bergegas menuju ke arah kelompok berpakaian hitam.

(Bagaimana dia bisa disebut sebagai seorang Gadis Suci? Itu hanyalah monster!)(Maou-sama)

Jika kau terpukul gada logam seperti itu, biasanya kau akan mati.

Bahkan sekarang dia memukul sisi tengkorak lawan dengan gada logam dan mengirimnya terbang. Tidak ada sedikit pun rasa bersalah dari membunuh orang, dan rasanya seolah dia melakukan semacam olahraga.

"Idiot harus mati, [Gold Splash]!"(Luna)

Luna mengayunkan tongkatnya dan sejumlah tombak emas ditembakkan ke depan. Dalam sekejap mata, hampir sepuluh pria berpakaian hitam diwarnai merah dan darah mengalir bahkan ke gang-gang belakang.

Para mohawk mengeluarkan suara mereka.

"Membasmi Hama Satanist!"(Para Mohawk)

"Persembahkan darahnya ke Anego!"(Para Mohawk)

"Ketika pertarungan ini berakhir, aku akan membuat Anego melecehkanku...!"(Para Mohawk)

Para mohawk dan orang-orang botak berteriak sambil bertarung dengan kelompok berpakaian hitam.

Dengan mengatakan hal-hal seperti ini, aku bahkan tidak bisa mengatakan siapa yang memulai pertarungan ini.

Kedua Gadis Suci gila juga dalam suasana hati yang baik.

"Ahahaha! Satanist, bagaimana rasanya dipoles dengan warna merah tua?!"(Queen)

"Kalian semua, harusnya merasa terhormat jika kalian mati karena sihirku!"(Luna)

Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, mereka adalah iblis di sini.

Mari kita gunakan keributan ini untuk menjemput Aku-chan dan meninggalkan kota ini. Atau lebih tepatnya, aku tidak ingin terlibat. Bukankah aneh kalau itu berubah menjadi pertumpahan darah ketika para Gadis Suci muncul?

Ketika aku hendak berbalik, seorang pria dengan pakaian berbeda yang terlihat seperti kapten mengeluarkan sebuah kotak besar, dan membuka tutupnya. Apa yang keluar dari dalam itu... adalah cairan hitam pekat.

Ini membuat suara aneh, dan menyebar ke jalan utama.

Melihat ini, pria itu tersenyum seolah dia telah menang.

"Itu adalah 'Kegelapan' yang tak ternilai, tetapi jika itu ditukar dengan dua Gadis Suci, itu akan dimaafkan."(Walking)

Pada saat itu, perasaan tak dikenal menyebar ke seluruh tubuhku.

Cairan hitam menyebar secara luas, dan mohawk yang kakinya tertangkap olehnya jatuh berlutut satu demi satu, dan pingsan.

Melihat perkembangan aneh ini, wanita yang membawa gada logam berteriak dengan gelisah.

"Luna, mundur! Ini adalah 'Neraka'!"(Queen)

"Eh? Tungg ...!”(Luna)

Cairan menyebar ke seluruh tempat lebih cepat dari kata-katanya, dan itu menangkap kaki keduanya. Keduanya jatuh berlutut dalam sekejap.

"Sekarang…! Habisi keduanya! ”(Walking)

Kapten berteriak, dan cairan hitam pekat tidak hanya meluas ke jalan utama, tetapi juga ke lorong-lorong gang belakang.

Warga sipil yang tertangkap jatuh satu demi satu, dan 'benda' itu juga mencapai kakiku.

(Racun?)(Maou-sama)

Jika itu racun, aku punya penetralnya dari inventory game. Ketika aku memikirkan itu, cairan itu menyebar seolah mencoba menghindariku.

Apa yang aku rasakan dari itu adalah ... kehati-hatian. Dan itu adalah kehadiran yang mengganggu seolah-olah itu menatap lurus ke arahku, dan mengamatiku.

Apakah ini bukan cairan sederhana tetapi makhluk hidup?

“Semua orang, perlindungan ilahi dari malaikat itu telah hilang. Bunuh Gadis Suci! "(Walking)

Pada saat yang sama ketika kata-kata itu terdengar, kelompok berpakaian hitam semuanya menyerang sekaligus.

Wanita dengan gada logam yang energik beberapa saat lalu bernafas dengan kasar dan lututnya jatuh ke tanah.

Seorang pria besar seperti gunung berdiri di depannya seperti perisai, tetapi wajahnya pucat, dan dia hanya berdiri tegak.

(Bukankah ini buruk?)(Maou-sama)

Meski begitu, jika aku ikut campur disini, bukankah segalanya akan menjadi lebih bermasalah? Terutama wanita dengan tongkat logam itu, jika dia mengingat wajahku bisa berakibat fatal.

Aku bisa menghapus kehadiranku, tapi aku tidak bisa memasuki pertempuran dengan Stealth Stance. Aku kehilangan sekitar 70% kekuatan tempur dalam posisi itu.

Dalam situasi di mana aku tidak tahu apa yang mungkin ku lawan, aku tidak bisa ikut ke pertarungan seperti itu.

(Haruskah aku pergi dan membuat item <<Granat>> lalu melemparkannya ke mereka?)(Maou-sama)

Ketika gagasan itu muncul di benakku ... cahaya aneh dilepaskan dari cincin itu, kemudian rasa pusing dan sakit kepala yang mengerikan menyerangku.

{Itu benar, jika kau meledakkan semua orang bersama para wanita itu, semuanya akan terselesaikan.}

Kau bercanda...! Kau lagi?!

Jika aku membunuh wanita itu, kali ini aku akan menjadi orang yang ada dalam daftar orang yang dicari!

Aku tidak bisa begitu saja membunuh siapa pun dan kapan pun dalam game untuk menyelesaikan masalah.

{Tapi ... wanita itu, negara ini, sedang mencoba membunuh Raja Iblis, kau tahu? Itu benar, itu adalah 'pertahanan diri yang dibenarkan' yang biasa kau sebutkan.}

{Benar-benar hebat. Alasan yang dibenarkan untuk melindungi diri sendiri; itu kartu favoritmu.}

Rasa pusingku semakin memburuk pada detik ini dan akhirnya aku tidak bisa berdiri tegak.

Bahkan cairan hitam pekat sepertinya beresonansi dengan suara 'Kunai Hakuto'. Permukaannya membuat riak, dan kadang-kadang berubah menjadi bentuk aneh, dan itu mengeluarkan aura seolah-olah itu akan menelanku begitu aku kehilangan kesadaranku.

(Apakah tidak ada apa-apa ...? Apakah tidak ada yang bisa kugunakan untuk keluar dari situasi ini ?!)(Maou-sama)

Dengan tangan gemetaran, aku membuka fungsi admin dan apa yang kulihat adalah perintah yang belum pernah kulihat sebelumnya.

<< Perubahan Karakter - Tidak dapat dikontrol >>

Hah?!

□ □ ■ ■ □ ■ ■ □ □ □ □ ■ ■ □ ■ ■ □ □

Sebagian dari data sekarang tersedia.

Killer Queen
Ras: Manusia
Umur: 17

Senjata: Conclusion of Bloodshed
Sebuah batang logam berat yang gila. Permukaannya tertutup rapat dengan duri, dan daya rusaknya tinggi. Ini benar-benar sulit untuk dipatahkan, jadi Queen menyukainya.

Senjata: God Hammer Sigma
Senjata bersejarah yang telah diberkati oleh Cherub. Tidak hanya memiliki kekuatan serangan yang tinggi, ia memiliki empat elemen dasar di dalamnya. Ini menggunakan vitalitas untuk menembakkan sihir sederhana.

Armor: Sigma's Monastic Clothes
Baju biarawan yang telah menerima berkah dari Cherub ... atau setidaknya begitulah seharusnya, tetapi karena Queen telah merombaknya dalam berbagai cara, tidak ada kemiripan dengan bentuk aslinya. Bahkan ada celah besar di area kaki.

Level 18

Hp?
Vitalitas? 
Attack 28 (+12 atau +20)
Defense (+15) 
Speed 25 
Magic Power 15 
Magic Defense 5 (+15)

Putri kedua dari tiga Gadis Suci.

Karena itu bisa dilihat dari statusnya, daripada sebagai Gadis Suci, dia lebih mirip dengan seorang pejuang yang berdiri di garis depan.

Dia memiliki keterampilan dan pengalaman yang banyak dalam pertempuran jarak dekat, jadi di dunia ini dia adalah kelas atas.

Caranya bertindak adalah definisi seorang ratu, dan jika dia berbicara, dia hanya akan melontarkan pelecehan.

Karena tidak ada laki-laki yang lebih kuat darinya, dia sama sekali tidak tertarik pada cinta, tapi ... jauh di dalam hatinya, dia berharap pada suatu saat nanti akan bertemu seseorang yang ditakdirkan untuknya.

TL: Sky_
EDITOR: Isekai-Chan
Proofreader: LLENN

Hyakuren no Haou to Seiyaku no Valkyria Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Prolog

Volume 1
Prolog


Terdapat sebuah legenda di kuil Tsukimiya, legenda itu berkata.

'Di dalam Cermin Illahi terdapat kekuatan misterius'

'Cermin Illahi sebenarnya adalah Cermin yang berharga dan Sangat terkenal'

'Jika kamu menatap ke Cermin melalui Cermin yang berlawanan pada saat Bulan Purnama kamu akan ditarik ke Dunia lain'

Sungguh, itu mungkin hanya Legenda Urban biasa yang dapat kau temukan dimana saja.

Ada banyak Cerita seperti itu diseluruh Dunia. Seperti menggunakan Cermin lain dan mengucapkan Sebuah Mantra untuk memanggil Iblis.

Atau kemampuan untuk melihat Masa lalu dan Masa depan.

Sangat mungkin bahwa Pemandangan menakjubkan, dari Dunia yang tak terbatas membentang disana.

Seperti saat melihat Kaleidoskop. Membuat orang memahami Fantasi semacam itu.

Sebenarnya, legenda tersebut bukanlah sesuatau yang diturunkan dari generasi ke generasi kuil.
Namun hanya sebatas Rumor yang mulai beredar di beberapa kawasan Kota Hachio

Tidak diragukan lagi, Rumor tersebut ada untuk mengarah pada situasi seperti yang sedang kualami ini.

"Y-Yuu-kun, Yuu-kun, Yuu-kuuun! Ayo kembali saja" kata gadis yang berlinang air mata disebelah Yuuto, dengan suara gemetar sambil menarik lengan bajunya.

Jantung Yuuto Suoh berdebar kencang. Melihatnya berlinang air mata seperti itu. Sebagai seorang Pria dia tidak bisa menyingkirkan keinginan untuk melindunginya

Namanya Mitsuki Shimomiya, Teman masa kecil Yuuto. Tahun pertama di Sekolah Menengah dan satu tahun lebih muda.

Matanya yang Bundar dan besar, sikap serta kejujurannya menambah khas pesona gadis pedesaan yang dibesarkan di Negara ini.

"Hei, kita sudah sejauh ini. Bukankah sudah terlambat untuk mengatakannya sekarang." Yuuto menghela nafas dan mengangkat bahunya.

Angin kencang menggoyang pepohonan, Kicauan bergema dari seluruh penjuru. Jika saat ini mereka mencoba menatap kedalam semak-semak disekitar. Mereka tidak bisa melihat apapun kecuali kegelapan yang melahap segala cahaya.

Terletak di Hutan Gunung yang Gelap, Kuil bobrok itu samar-samar terlihat dengan bantuan cahaya Bulan Purnama dan Bintang-bintang.

"Sudah kubilang, tak apa apa" dia meyakinkannya.
"Setiap orang yang kesini sebelumnya harus tetap hidup untuk menyebarkan dongengnya"

"Ta-ta tapi.." Mitsuki menangis, kembali mencengkram lengan baju Yuuto dengan kuat.

Dia biasanya adalah gadis yang ceria, dengan senyum diwajahnya yang bersinar seperti bunga matahari.

Tetapi Kelemahan terbesarnya adalah cerita hantu, sesuatu yang dikenal baik oleh teman masa kecilnya Yuuto. Meskipun ujian keberanian ini telah bertujuan sebagai kegiatan kelompok yang menyenangkan oleh kelas Mitsuki. Namun ketakutannya akan hantu telah menyebabkan Yuuto, yang berada satu tingkat di atas mereka, diseret untuk ikut juga. 

Berkat itu, teman sekelas mitsuki menggoda mereka berdua tentang hal itu, dan membuat Yuuto  merasa malu.

Tetap saja, itu sama sekali bukan pengalaman buruk. Sejak mereka masih sangat kecil, Mitsuki selalu mengandalkan Yuuto. Sampai mereka tamat SD, dia menganggapnya hal itu lucu, seolah dia adalah  adik perempuannya sendiri.

 Namun, dalam tahun-tahun terakhir sekolah dasar, dia mulai tidak menyukai cara itu yang menyebabkan teman-temannya mengolok-oloknya, sikapnya terhadap Yuuto menjadi dingin. Dia merasa terganggu oleh ketergantungannya yang konstan padanya.

Ketika dia memasuki sekolah menengah, perasaan Yuuto terhadap Mitsuki telah berkembang.

Mungkin dia mulai merasa bahwa diandalkan itu tidak terlalu buruk, atau lebih tepatnya dia mulai senang dengannya. 

Sekarang, di tahun kedua sekolah menengahnya, dia benar-benar ingin diandalkan. Emosinya sangat berubah-ubah. Dia akhirnya mulai mengerti mengapa.

"Jika kau setakut itu, maka tunggulah disini. Aku ingin cepat-cepat menyelesaikan ini, ”kata Yuuto

Melambaikan tangannya, menarik lengan bajunya dari genggaman Mitsuki.
Bukan berarti dia tidak merasa bersalah karena bertindak seperti ini dengannya, tetapi terlalu banyak waktu yang dihabiskan dalam perdebatan bolak-balik seperti ini dapat menyebabkan dirinya dicap sebagai pengecut oleh adik kelas, dan mereka mengolok-oloknya adalah hal terakhir yang ingin ia tangani. 

Dan yang terpenting, dia hanya ingin terlihat keren di depannya.

"Baiklah, sekarang ..." Dia mencondongkan tubuh kearah pintu ganda kuil, mendorongnya hingga terbuka dengan suara berderit.

Di dalam ruangan itu ada cermin bundar berkarat, dalam kondisi yang bahkan lebih parah daripada kuil itu sendiri. 

Jujur, dia bahkan ragu apakah itu bisa disebut cermin. Kotor, buram, dan rusak, itu bahkan tidak bisa memantulkan cahaya kembali ke wajah Yuuto ketika dia berdiri tepat di depannya.

Dia menghela nafas, kecewa. "Benda tua ini sangat jelek."

“Y-Yuu-kun ?! Mengatakan sesuatu seperti itu adalah pemancing kesialan! ” dia menangis.

"Kau terlalu khawatir, Mitsuki," kata Yuuto. "Awww, tapi memotretnya saja tidak akan menyenangkan."

Mengambil smartphone kesayangannya, LGN09 alias Laegjarn, ia berhenti sejenak untuk berpikir.

Sebagai bukti bahwa seseorang benar-benar mengambil rute yang diusulkan tanpa memotong jalur, aturan tes keberanian ini menyatakan bahwa seseorang seharusnya mengambil foto cermin di kuil, lalu kembali. Tapi menjadi satu tahun lebih tua, Yuuto mendapati dirinya ingin mengambilnya selangkah lebih maju daripada yang dilakukan para adik kelas.

"Hei! A-apa yang kau lakukan ?! ” Mitsuki hampir menjerit dan wajahnya menjadi kaku.

"Hm? Aku hanya berpikir  akan berfoto selfie dengan objek suci ini. Oh, ngomong-ngomong, menurutmu apakah menggunakan kamera depan bisa dianggap sebagai cermin juga? ”

“Wh-whawhawha! J-jangan! Yuu-kun, jika kau dikirim ke dunia lain, aku akan …. "

"Tenang sja," dia meyakinkannya. "Itu hanyalah takhayul."

"FRY 85$ SMXNY (2)"

"Hah?!" Di dalam benak Yuuto, sesuatu yang mirip dengan mantra bergema.

Itu bukan bahasa Jepang. Juga bukan bahasa Inggris. Itu bahasa yang tidak dikenalnya. Tetapi tetap saja, entah bagaimana, dia merasa bahwa itu memanggilnya.

"G IX Dad K7 ni Y O D"

Sekali lagi, apa yang terdengar seperti suara bergema di benaknya. Lebih jelas dari sebelumnya,
Itu adalah suara seorang wanita muda.

"Apa ... ya?" Saat Yuuto berbalik ke arah suara itu, dia mendapati Rasa Pusing hebat di kepalanya

Kesadaran dan penglihatannya kabur, tetapi dia bisa melihat ... dua cermin. Memancarkan cahaya aneh, mereka tampak bergerak di depan matanya, tumpang tindih dan berpisah, berulang-ulang. Itu agak seperti kaleidoskop.
<TLN : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kaleidoskop>

Yang lebih aneh lagi, latar belakang salah satu dari dua cermin itu muncul sosok samar seorang gadis.

Gadis itu menari seperti orang kesurupan. Pakaian putihnya yang murni, mengingatkan Yuuto pada
yang dikenakan oleh para pendeta yang melayani dewa, berkibar dengan anggun di sekitarnya saat dia bergerak.

"Apa ini ?!" Terkejut, Yuuto menggosok matanya, namun gambar itu tidak menghilang.

Faktanya ...

Meskipun pada awalnya gambarnya sangat transparan seperti melihat hologram, warnanya berangsur-angsur menjadi lebih buram, dan tubuh gadis itu akhirnya terlihat seperti nyata.

"Yuu ... kun ... Yu ku ..."

Suara Mitsuki terdengar sangar jauh. Yuuto hampir tidak bisa mendengar kata terakhir dari apa yang dikatakannya. 

Secara naluriah, dia melihat ke belakang.

"Hah ?!"

Dia kehilangan kata-kata. Mitsuki sudah tidak ada lagi, dan dinding putih memblokir pandangannya

Permukaan dinding itu ditutupi dengan bermacam-macam gambar. Banyak gambar itu berbentuk orang, tetapi di antara mereka ada beberapa gambar yang tampak seperti monster yang tak jelas.

Ada juga beberapa kombinasi manusia dan binatang.

"Dari mana ini berasal?!"

Saat dia menggumamkan kata-kata itu dengan keras, dia menjadi sadar akan semacam keributan di sekitarnya. 

Kedengarannya seperti orang-orang sedang berkunpul.

Tapi itu aneh. Mengapa ada banyak orang di gunung selarut ini?

Malam? Terutama ketika belum ada orang di sana beberapa saat yang lalu. Itu semua terjadi terlalu tiba-tiba untuk siswa yang datang berlari dari tempat pertemuan.

Bingung, Yuuto menoleh untuk melihat di depannya sekali lagi, dan matanya terbuka lebar.

Meskipun dia seharusnya berada di luar, ini jelas di dalam ruangan. Di ruang yang luas dan lebar. Sebuah gimnasium kecil.

Terdapat beberapa lusin orang yang mengenakan pakaian sederhana, pria-pria dengan wajah asing jelas bukan keturunan Jepang. Mereka semua mengawasinya dengan hati-hati, Yuuto terkejut.

"Apakah aku berada di settingan film atau semacamnya?" dia bertanya-tanya. 
"... Dan, hei, cermin itu!"

Cermin yang menghiasi altar di belakang pria-pria itu tampak familiar. Tapi yang ini jauh dan jauh
lebih berkilau, lebih cemerlang, selain itu cocok dengan yang diabadikan Tsukimiya.

'Jika kamu menatap ke Cermin melalui Cermin yang berlawanan pada saat Bulan Purnama kamu akan ditarik ke Dunia lain'

Rumor tentang Kuil Tsukimiya tiba-tiba muncul di kepala Yuuto.

"Itu tidak mungkin benar, kan?! Sama sekali tidak mungkin ..."

Saat kata-kata samar itu muncul di benak Yuuto, sebuah pedang emas menempel di lehernya.

Itu terjadi begitu tiba-tiba, Yuuto mendapati dirinya tidak dapat berbicara. 

Bahkan jika dia bisa berbicara, dia ragu mereka akan mengerti kata-katanya. Yuuto berusha mengumpulkan keberaniannya.

Dari nada orang yang berbicara terlihat seperti menuntut penjelasan, tapi hanya itu saja yang dapat ia simpulkan.
Tidak tahu apa yang harus dia lakukan, matanya sendiri melirik pisau di jari-jari yang cantik dan tipis.

Mengangkat kepalanya, pandangannya terkunci pada rambut perak yang tampak berkilau. Rambutnya menari-nari dihadapannya.

Dia adalah gadis  yang luar biasa cantik, yang belum pernah ditemuinya. Itu seperti salah satu Valkyrie yang kau baca dalam mitos dan legenda telah melompat keluar dari buku.

Dia terlihat seumuran dengan Yuuto, mungkin setahun lebih tua. Dia memiliki wajah yang cantik, seolah-olah itu dipahat dari es, dan ekspresi dingin sebagai sentuhan terakhir.

Yuuto sangat terkejut olehnya sehingga dia lupa akan situasinya saat ini.

Pada saat itu, Yuuto sama sekali tidak tahu tentang kemalangan keras yang akan menantinya.


Note:
Perjalanan project baru dimulai~ doakan sukses xD




TL: Afrodit
EDITOR: Isekai-Chan

Jumat, 01 Mei 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 117. Saat Pengetahuan Game mengkhianatimu

Chapter 117. Saat Pengetahuan Game mengkhianatimu


Beberapa jam kemudian kami mengetahui apa yang terjadi.
Naga yang ditunggangi oleh Prajurit pembawa informasi telah kembali dengan penuh luka.

“Apa yang terjadi?”

Dengan keadaan terluka, Prajurit pembawa informasi menuju ruang tahta dimana tempat kami berkumpul, dia datang dengan ekspresi suram.

“Ga-Gawat! Segel dari Monster Legendaris, Segel dari Reiki telah hancur!”
“Reiki....?”

Maksudmu roh kura-kura?
Kalau tidak salah, nama Reiki itu hampir sama dengan kura-kura legendaris yang ada di duniaku.
Ya, dalam game sering terjadi penamaan ulang yang hampir sama dengan aslinya....
Disini juga sering dipanggil Empat Roh atau Monster Sakral, makhluk seperti ini selalu berada diposisi yang sama.

Empat Roh, yaitu, Seiryuu, Suzaku, Genbu dan Byakkou. Kalau begitu nama lain Empat Roh, yaitu, Kirin, Houou, Reiki, Ryuu.
Keempatnya hampir sama jadi tidak dapat dihindari bila ada orang yang salah menyebutnya.
Hal yang sama terjadi pada Reiki ini. Keberadaannya hampir sama dengan Genbu.

Reiki itu kura-kura yang membawa Gunung Horai di punggungnya.
Genbu itu kura-kura berekor ular dan berkaki panjang yang digambarkan sebagai Penjaga Utara.
Gunung Horai terletak di daerah Timur yaitu sebuah gunung ditinggali oleh para biksu. Lalu bila disambungkan dengan Penjaga Utara maka hal tersebut tidak mungkin terjadi.

“Tidak mungkin....”

Raut wajah Ratu berubah.
....Itu berarti situasinya sangat buruk ya. Mungkin aku akan dikirim kesana.

“Sebenarnya, Aku pernah mendengar cerita tentang Reiki di duniaku..... tapi, kenapa segelnya hancur?”
“Ya. Pada zaman dahulu, Hero yang dipanggil, memberikan nama pada monster yang telah mereka segel itu. Dan kemunculannya itu sangat tiba-tiba.”
“Begitu...”

Apa mungkin.... karena efek dari Gelombang segelnya hancur? Lalu apa yang menghubungkan ini dengan jam pasir naga yang terhenti.
Biasanya, jam pasir naga ini akan terhenti ketika ada masalah besar yang baru muncul.....?

“Kemudian.... para hero membuat segel yang tidak bisa dihancurkan, ketika itu terjadi para hero tidak memberitahukan apapun kepada kami. Jadi kami juga tidak tahu cara membuka segelnya.”
“Mungkin ini terjadi karena Gelombang?”
“Mungkin saja....”
“Tapi, itu tidak menjelaskan angka 7 ini.”

Angka 7 — — merupakan angka yang membawa kesialan bagiku. 
<TLN : Oh Chapter 7 ya>

Aku harap Ketujuh Hero Bintang bisa ikut andil dalam masalah ini.
Jika itu tidak terjadi, maka.....

“Bu...hem.”

Prajurit pembawa informasi itu merasa ketakutan sampai memalingkan wajahnya.

“Kenapa? Apa masih ada informasi lain?”
“Ti-tidak...”

Prajurit pembawa informasi itu terus memalingkan wajahnya.
Hmm? Ia terus melihat ke arahku terus.

“Cepat katakan!”
“Se-sebenarnya—“

Apa yang dikatakan oleh prajurit pembawa informasi telah menjelaskan semua akar masalah ini.

“Empat Hero Suci, yaitu Hero Pedang, Tombak dan Busur lah yang telah memecahkan segelnya!”
“Apa itu informasi yang benar?”
“Benar! Desa yang menjadi tempat penyegelan telah didatangi oleh para Hero tersebut, kemudian mereka memulai sebuah ritual, dan juga menghancurkan patung kuil disana. Tepat setelah itu dilakukan segel Reiki terbuka, kemudian mereka langsung menuju ke arah Reiki. Itulah informasi yang Aku dapat.”

Wajah Ratu menjadi pucat.
Anak pertamanya berada disana. Itu pasti membuatnya khawatir.

“Itsuki-sama!”

Rishia langsung lari menuju tempat kejadian yang belum pasti itu.

“Filo, tangkap Rishia.”
“Baik.”

Tak lama kemudian Filo berhasil menangkapnya dari belakang.

“Lepaskan Aku! Aku ingin menyelamatkan Itsuki-sama. Itsuki-sama!”

Walau sudah diperlakukan sebegitu kejamnya, Itsuki sangat beruntung.

“Tetapi.... kenapa para hero melakukan hal seperti itu..... lalu bagaimana caranya mereka berhasil memecahkan segelnya?”
“Hero selain aku memiliki pengetahuan lebih tentang dunia ini, mungkin?”

Mereka itu, pasti menggunakan pengetahuan game untuk memecahkan segelnya.
Kalau diingat-ingat, Itsuki pernah mengatakan sesuatu yang tidak bisa Aku mengerti.
Ia bilang pada Raphtalia “Dan pada akhirnya, kau akan menyerah dan terpaksa harus mengandalkanku”. Dan dia juga mengatakan kepadaku “Hanya kali ini saja kau bisa bertindak seperti ini.”.
Waktu itu, Aku merasakan raungan pecundang dari dirinya, mungkin ini penyebabnya.

Kemungkinan EXP yang dihasilkan Reiki sangatlah banyak, dan juga bisa menghasilkan senjata yang bagus juga.
Mereka bertiga menuju tempat yang sama, itu berarti musuh yang bisa dikalahkan dengan level 80. Dengan level segitu sudah membuat mereka nyaman.

Lagi-lagi pengetahuan game. Aku sangat ingin mereka berhenti melakukannya.
Mungkin, dengan mengalahkan Reiki mereka akan memiliki kekuatan lebih besar dariku, itu lah yang mereka incar.
Apa maksud dari solidaritas. Pada akhirnya mereka hanya ingin menjadi lebih kuat saja.
Ini akan mengomeli mereka nanti.

“Begitulah yang terjadi....”
“Segelnya terpecahkan lalu mereka mengalahkannya, kan?”

Entah kenapa, jam pasir naga ini masih terhenti, mereka itu sangat tahu tentang game yang mirip dengan dunia ini jadi tidak mungkin mereka bertarung dalam pertarungan yang tidak ada kemungkinan menangnya.
Sekarang, orang yang mengalahkan Reiki pasti sedang merayakan kemenangannya disuatu tempat.
Setelah memenangkan sesuatu akan enak dilanjutkan dengan makan-makan.

“Tidak.... setelah para hero memecahkan segel Reiki, mereka langsung menghilang, sekarang, Reiki sedang menuju ke arah pemukiman penduduk.”
“Apa!?”

Apa-apaan itu?
Tidak mungkin mereka bertarung dengan kemungkinan menang nol.
Tidak, mungkin itu hanya berlaku pada Keempat Hero sepertiku saja.
Setidaknya Aku bisa memprediksi kejadian buruknya.
Kemungkinan akan ada reaksi dari Reiki bila Aku menuju kesana, kemungkinan besar Aku bisa bertemu dengan mereka.

Ditambah lagi, monster yang seharusnya tersegel menuju pemukiman penduduk....
Bukankah ini, sudah sangat berbahaya?

“Bagaimana dengan informasi dari Shadow?”
“Kami sudah mengikuti semua hero, tapi....”

Shadow muncul disebelah Ratu, lalu dia membisikan sesuatu.
Sepertinya, Shadow ini tidak berbelit-belit dengan kata Gojaru.

“...... Keberadaan mereka, tidak diketahui.”


2 hari kemudian.
Setelah itu, kami diperintahkan oleh ratu untuk membawa pasukan ksatria untuk bergabung dalam Pasukan Anti Reiki yang didalamnya tergabung pasukan berbagai negara lain juga.
Yang menjadi komandannya adalah Aku.
Ketika itu juga, laporan kerusakan yang disebabkan oleh Reiki dilaporkan.

Sudah ada 5 kota, 3 benteng dan 2 istana yang hancur. Sudah ada banyak korban jiwa yang tak terselamatkan dari kejadian ini.
Reiki itu monster besar, sudah dipastikan ada familiar yang berkeliaran di sekitarnya. Serangan Reiki saja sudah menghasilkan banyak korban, apa lagi ditambah dengan familiar-nya yang ikut menghabisi orang yang melarikan diri.
Pergerakannya sudah pasti menuju tempat yang banyak penghuninya.

“Apa Ketujuh Hero Bintang akan datang?”
“Kami sudah memintanya...... tapi, kedatangan kita lebih awal dari mereka.”

Melarikan diri dan menyerahkan semuanya kepada Ketujuh Hero Bintang merupakan pilihan yang bagus..... tapi, ketika korban jiwa terus bertambah, itu akan menjadi masalah untuk hero.
Lagi pula, cukup sulit untuk mempercayai kekuatan dari Ketujuh Hero Bintang.
Dan juga.... kekuatan dari Reiki berhasil membuat hero lain menghilang, kalau dipikirkan lagi, mungkin ini akan menjadi masalah besar untukku juga.

Tapi, Aku tidak bisa melarikan diri begitu saja.
Kejadian ini disebabkan oleh Empat Hero Suci. Kalau ini tidak segera diatasi, maka bunuh saja Hero Suci lalu panggil yang baru saja. Hatiku sangat ingin mengatakan itu.
Tentu saja, bila hal seperti itu terjadi Aku akan melawannya.
Walaupun begitu, demi kebaikan dunia ini pasti akan ada yang mau membunuhku, dan Aku tidak bisa terus bertarung dengan mereka.

Tidak ada pilihan lain selain melakukannya.

Apa mungkin hero lain.... memecahkan segelnya dan lari begitu saja agar Aku dan ratu dalam kesulitan yang besar, ku harap itu tidak terjadi.
Tapi Aku tidak bisa menyangkal itu.
Lagi pula, risikonya cukup besar jadi itu tidak mungkin terjadi.

Kurasa aku harus menganggap ketiga orang itu sudah mati.
Pengetahuan Game..... pemikiran yang memungkinkan mereka untuk percaya bahwa mereka mengerti segalanya tentang dunia ini. Namun itu akhirnya mengkhianati mereka dan menyebabkan mereka meremehkan musuh yang mengerikan.
Jika tidak begitu, tidak ada alasan lain yang menjelaskan kegagalan mereka.
Mungkin dalam game mereka, monster yang disegel berbeda dari ini.

“.....Apapun yang terjadi kita harus melakukannya. Lalu, kekuatan apa saja yang kita punya?”
“Yang kita miliki adalah Ksatria Gabungan, Prajurit, dan Petualang yang tergabung dalam Pasukan Anti Reiki. Tapi.... salah satu negara sudah menyerang, dan dilaporkan mengalami kekalahan telak.”
“Apa mereka menyerang sebelum hero tiba?”
“Mereka menyerang monster yang sedang menghancurkan negara mereka.”
“...Begitu...”

Itu bukan tindakan gegabah, melainkan terpaksa harus menyerang.
Bukan sebuah perasaan yang tidak bisa dimengerti.

“Hero yang bisa diandalkan hanya Aku saja....ya.”

Setidaknya Aku harus mengurangi jumlah korban jiwa, jika tidak itu akan terus bertambah.
Karena ketiga hero dinyatakan hilang, dan lagi mereka dinyatakan sebagai penyebab kejadian ini, hanya Aku sebagai Hero Perisai yang harus bertindak seperti pahlawan pada umumnya.
.... Sejujurnya, Aku tidak perlu berperilaku seperti pahlawan.
Kenapa hanya satu orang hero yang harus mengalahkan monster yang sudah menyebabkan kerusakan besar ini, dan lagi seorang yang ahli dalam pertahanan yaitu Hero Perisai. Kurasa ini terlalu gegabah. Tetapi, agar bisa diakui Aku harus mengalahkan monster terbesar terlebih dahulu.

“Aku bisa melihatnya.”

Dalam kereta Filo, ratu mengatakan itu dengan mengenakan armornya.
Aku melihat langit yang ditunjuknya — — Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi.

“Eto.... Aku melihat gunung yang sedang berjalan....”

Aku harus melawan makhluk itu?
Dari jarak yang jauh ini Aku tidak bisa memastikannya, dalam game Monster Hunter akan muncul naga yang seukuran gunung, tapi ini lebih besar daripada itu.
Gambaran lebih dekatnya adalah kura-kura besar yang bisa melewati dunia hanya dengan beberapa langkah saja.
Di atasnya terdapat sebuah desa yang hancur, sebuah monster yang membawa gunung.
Jadi ini adalah Reiki.



“Ratu, bagaimana cara bertarung Reiki dengan Hero dalam legenda?”
“Sepertinya mereka masuk kedalam tubuhnya melalui desa di punggungnya, lalu mereka menyegel jantungnya dari dalam.”

Kalau begitu, kita harus menghentikan pergerakannya... tidak, untuk menghentikan monster itu Pasukan Anti Reiki saja tidak cukup. Karena langkahnya saja sudah menghancurkan banyak hal.

“Apa kau punya rencana?”
“Iya, ada. Reiki itu memiliki kebisaan untuk menyerang pemukiman warga, dengan begitu dia pasti mengarah ke desa atau kota, ketika itu terjadi kita akan membuat satu jalur evakuasi, dan menyerangnya ketika berada ditempat yang ditentukan, itu lah rencananya.”
“Rencananya bukan itu saja, kan?”
“Iya, sesuai dengan legenda, hero akan masuk kedalam tubuh Reiki dan menyerang jantungnya.”

Berati Aku akan menggunakan Wrath Shield dengan skill Iron Maiden atau Blutopfer?
Baru saja Aku sembuh dari kutukannya, sudah harus kugunakan lagi. Tidak ada cara lain.

“Tapi, dengan rencana itu bukankah hanya akan membuat korban jiwa semakin bertambah?”

Ketika kita menyerang Reiki dari dalam tubuhnya, maka Reiki akan tetap menyerang pemukiman warga.
Dengan mengalahkannya.... akan membuat kerusakan besar diluar.

“....Iya.”
“Lepaskan Aku! Aku itu, tidak akan bertarung! Perisai! Kirimkan Perisai saja~AAAAA!”

“......”

Sampah mengatakan hal itu pada Ratu yang sedang duduk disebelahnya.
Lalu Ratu memegang Sampah dengan satu lengan dan mendorongnya dari kereta.
..... Sudah tidak ada harapan.

“Aku tahu itu. Tapi, tidak ada cara lain untuk mengalahkan monster kuat itu.”

Keberadaan Sampah membuat keadaan disini memburuk.
Lagi pula, untuk apa orang seperti dia ada disini.
Ia terlihat seperti Komandan, tapi akan lebih baik untuk tidak ada orang seperti dia disini.

Sudah kuduga, cerita dari Hero Tongkat dan Raja Bijaksana hanyalah propaganda saja.

“Sudah tidak ada harapan. Terutama dalam rencana itu.”
“Maksudnya?”
“Suamimu sudah tidak ada harapan, tapi bila rencana itu dilakukan maka akan ada banyak nyawa yang tak terselamatkan.”

Bukan hanya gegabah, ini juga akan membuat korban terus bertambah.
Selama kita tidak mengetahui seberapa kuat Reiki, maka pembicaraan ini tidak berguna.
Yang orang lakukan didunia ini hanya menyerang dan kalah saja, itu hanya untuk membawakan sebuah informasi saja.

“.... Untuk mencobanya, aku harus melawannya.”

Jika Aku bisa menahan serangannya, maka itu pertanda baik. Bila tidak, maka Aku harus mengikuti rencana ratu saja.

“Fu ~e....”
“Rishia, kita akan menganalisa kekuatan Reiki. Dengan melihat keadaannya, Aku ingin kau yang melaporkan keadaannya kepada ratu.”
“Ta-tapi.”
“Aku tahu. Dengan Kigurumi itu kau bisa lari dengan cepat. Belum tentu kita akan melawannya.”

Sepertinya.... dengan kekuatan hero saja ini tidak bisa dikalahkan dengan mudah.
Tetapi, sudah bukan waktunya untuk lari ketakutan.
Dan juga jika aku melarikan diri dari sini hanya akan membuat lebih banyak musuh.
Aku harus mencoba melawannya dulu.

“Aku mengerti. Tergantung dari keadaannya, rencananya juga akan ikut berubah.”
“Aku mengandalkan sihir dukunganmu. Jika hal buruk terjadi, Aku juga akan mundur, dan menunggu kedatangan hero lain.”
“Aku mengerti. Iwatani-sama, ini akan menjadi perhatian dunia. Pastikan untuk berhati-hati.”
“Baiklah.”

Ratu memberikan hormat, lalu Firo melepaskan diri dari kereta Ratu. Dan Firo akan membawa kita semua dipunggungnya.

“Filo, segera menuju monster itu!”
“Siap!”

“Raphtalia, lakukan seperti biasanya. Ratu juga sudah mengatakan itu, bila tidak berhasil maka kita tinggal memikirkan cara lain.”
“Aku mengerti.”

“Rishia, pikirkan keselamatan dirimu saja. Bila hal buruk terjadi, cepat laporkan itu pada ratu.”
“I-iya.”

Aku memberikan perintah, lalu mempersiapkan diri untuk bertarung.

“Ayo~!”

Filo mulai lari dengan kecepatan penuh. Kita memulai penyerangan pada Reiki.




TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan 

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 38 – Benua Utara

Chapter 38 – Benua Utara


—-Arakawa Miki POV —-

"Baiklah, sekarang mari kita bahas strategi Noah melawan Kerajaan Capus"

Setelah pertemuan selesai, akan dilanjutkan dengan Konferensi Strategis. Claire-san dengan cepat mendekatiku dan bertanya dengan berbisik sebelum aku dapat mendengar detail dari Departemen Militer.

"Maaf, apakah Kau mengizinkan anakmu untuk meninggalkan Pulau Noah?"

"Tidak, aku tidak memberikan izin seperti itu"

Apa yang dikatakan Claire-san? Tidak ada alasan bagiku untuk memberikan izin kepada Kouki. Sambil memikirkan hal-hal seperti itu dan menatapnya, warna wajah Claire-san berubah setiap kali dia berkomunikasi menggunakan perangkat komunikasi di telinganya. Melihat wajahnya, aku mulai memiliki firasat buruk.

“Putramu sekarang, memberikan penjelasan kepada semua orang bahwa dia mendapat izin darimu untuk keluar dari Pulau Noah. Dia saat ini berada di ‘Suit Depot’. Aku akan mengeluarkan perintah darurat melalui pusat kontrol menggunakan namamu, apakah itu tidak masalah? "

"Eh ~ Ya, Tolong"

Apa yang dipikirkan anak itu, menceritakan 'kebohongan' seperti itu? Dia secara khusus mengabaikan konsekuensi dan arti dari tindakannya kepada semua orang di Pulau Noah. Aku sudah memberikan izin padanya untuk melakukan pelatihan menembak meskipun aku secara pribadi menentangnya.

Sampai sekarang, dia selalu mengikuti apa yang aku katakan tetapi mengapa dia tiba-tiba bertindak seperti ini ... Sambil dengan putus asa memikirkan penyebab tindakan Kouki, Claire-san melaporkan kepadaku dengan teriakan.

“Situasi darurat telah terjadi! Kouki-kun mengabaikan arah Pusat Kontrol, Dia menyalakan thursternya tanpa izin dan pergi. Saat ini, ia mengambil jalur menuju benua yang berbeda, berbeda dari arah menuju Kerajaan Merkava.”

"Hubungi dia secara langsung dan suruh dia kembali ke Pulau Noah! Jika itu tidak mungkin, paksa suitnya untuk mendarat menggunakan sistem remote control. "

“Tidak mungkin, Kouki-kun telah memutuskan seluruh komunikasi pada suitnya. Kami saat ini tidak memiliki cara yang efektif untuk menghubunginya. Selain itu, Remote Control tidak diinstal pada Power Suit Generasi ke-8 karena perbedaan sistem elektronis. Suitnya benar-benar terpisah dari sistem lain.”

Bagaimana ini bisa terjadi?! Aku berpikir sambil menggigit kuku-ku, teknologi yang kami pasang untuk melindungi anakku benar-benar menjadi bumerang. Untungnya, perangkat yang mendeteksi posisi suit masih berfungsi. Kita dapat mempertimbangkan bahwa kasus 'pemberontakan' terburuk tidak terjadi.

Namun jika bukan pemberontakan maka masalahnya adalah ‘Ke mana dia pergi dan apa yang akan dia lakukan? 'Aku memutuskan untuk menunda konferensi, menilai bahwa mereka tidak dapat menyelesaikan apa pun jika aku tinggal di sini.

“Konferensi Strategis akan ditunda, anakku meninggalkan Pulau Noah tanpa izin. Semua Departemen Militer dan Teknis, serta staf yang bertanggung jawab dalam komunikasi harus mulai melacak Kouki menggunakan semua kekuatanmu.”

Aku puas dengan kinerja staf yang menjalankan masing-masing departemen mereka sendiri hanya dengan kata-kata itu. Aku sendiri mulai berlari menuju pusat komando yang terletak di ruang bawah tanah.

Ketika aku memasuki pusat komando, seorang staf yang melacak Kouki menggunakan satelit datang kepadaku dan melaporkan situasi saat ini.

“Kouki-kun sekarang sedang terbang dengan ketinggian 18.000 meter dengan kecepatan normal. Dia mengubah arah beberapa kali tetapi saat ini, dia terbang menuju benua utara ”

"Jadi, dia tidak menuju ke daerah padat penduduk?"

Staf menjawab "Ya" untuk pertanyaanku. Terima kasih Tuhan ... Sepertinya kita entah bagaimana bisa menghindari situasi di mana Kouki memusnahkan ras manusia karena beberapa alasan yang tidak diketahui. Apa yang ada di Benua Utara?

Apakah Kouki hanya ingin tahu sesuatu di sana? Atau apakah ini adalah pengalihan agar kita tidak menyadari tujuan yang sebenarnya? Aku bertanya kepada staf yang menganalisis informasi dari satelit untuk melihat apa yang ada di Benua Utara.

“Hampir setiap daerah di utara memiliki konsentrasi sihir yang tinggi. Kami tidak dapat menemukan tempat di daerah itu yang membuat Kouki tertarik ... ”

Jadi dia benar-benar berusaha menipu kita? Sementara merasa terganggu dengan perilaku anakku yang sama sekali tidak aku mengerti, Shuichi-san menunjukkan kepadaku sebuah kertas cetak dan berbicara dengan ekspresi kasar di wajahnya.

“Ini adalah inventarisasi senjata yang dibuat oleh Kouki dan dimuat dalam suitnya. Si idiot itu membawa 'itu' bersamanya.”

Aku hampir pingsan setelah membaca kertas yang diserahkan kepadaku. Kouki sendiri dilengkapi dengan satu senapan dengan sekitar 50 butir amunisi tetapi masalah utamanya adalah suitnya. Aku dapat memahami alasan mengapa ia membawa Prototipe Proyeksi Meriam Elektromagnetik 180mm dan Pile Bunker sebagai senjata utamanya, tetapi hulu ledak yang dimuat pada peluncur rudal yang terpasang di bagian belakang suitnya sangat berlebihan sebagai senjata cadangan.

"Anak itu ... membawa ‘Imaginary Weapon'?"

Suara di pusat komando tiba-tiba berhenti dan semua orang terdiam saat kata-kata itu keluar dari mulutku. Bahkan Eve yang kami temui di reruntuhan bulan berbicara tentang imaginary weapon sebagai senjata pamungkas. Dari informasi yang dikumpulkan di reruntuhan dan penjelasan Kouki, jika Kau menembak senjata ini secara teoritis akan meledak dan akan membuat lubang hitam kecil yang memiliki kemampuan untuk memusnahkan apa pun dalam jarak 2000 kilometer dari sekitarnya dengan sempurna. Itu adalah kelalaianku bahwa Kouki dapat membawa bom imajiner bersamanya yang seharusnya digunakan untuk percobaan. Aku ingin tahu apakah dia menuju ke benua utara untuk mencobanya di daerah yang sepi?

“Miki, apa yang harus kita lakukan? Kouki berhasil melarikan diri, tetapi aku masih bisa menginstruksikan bawahanku untuk mengejarnya. "

Aku pikir saran Shuichi-san masuk akal tetapi jika Kouki mengaktifkan kamuflase optik dan melepaskan perangkat pelacak, pelacakan akan menjadi tidak mungkin sehingga kita tidak harus mengambil tindakan ini. Namun ... Seorang anggota staf yang melacak tindakan Kouki memberi tahu kami tentang perubahan mendadak dalam situasi tersebut.

"Kouki-kun menurunkan ketinggian suitnya! Lokasi saat ini adalah 300 km di daratan Benua Utara, ketinggian 8000 meter. Terus menurun, 4000 ... 3500 ... 2000 ... Eehh !? Dia menghilang dari satelit kami setelah mencapai ketinggian 1.200! "

"Apakah dia mengaktifkan kamuflase optik? Dia tidak jatuh kan? "

"Tidak Diketahui! Namun, kami belum mengonfirmasi penggunaan kamuflase optik, kami tidak berpikir kemungkinan jatuh juga. Perangkat pelacakan dari suit itu bekerja secara normal, penyebab hilangnyanya sedang dianalisis.”

Aku hanya berharap bahwa perangkat pelacakan dan pendeteksi biologis dari suit Kouki yang muncul di layar adalah benar dan semoga analisis penyebabnya segera selesai.


—-Arakawa Kouki POV—-


Saat terbang ke arah yang ditunjukkan oleh Kon, aku menemukan makhluk yang tampak seperti gurita raksasa yang berenang di laut dalam perjalananku, jadi aku memperbesar kamera. Aku dengan penuh semangat menyaksikan penampilan makhluk itu yang perlahan bergerak di laut ketika makhluk besar seperti paus menghantam gurita tersebut, membuatnya menjadi mangsanya.

“Luar biasa! Oi Kon lihat ini, gurita dan paus sedang bertarung.”

“Kon, kon”

Kon juga bersemangat hingga ekornya bergoyang-goyang hebat. Aku ingin menurunkan ketinggianku untuk mengamatinya lebih dekat tetapi aku menyerah kali ini karena suit akan mengkonsumsi bahan bakar tambahan karena hambatan udara.

Akhirnya setelah paus menghilang dari pandanganku, aku melihat cahaya pada perangkat komunikasi berkedip. Mungkin ibu yang mengirim pesan. Aku yakin pesan itu akan memberitahuku untuk kembali, jadi aku memutuskan untuk mengabaikannya dan bertanya kepada Kon yang sedang meminum air dari botol di lututku.

“Kon, kita akan segera memasuki benua utara. Apakah arahnya sudah benar? Di mana Kau merasakan kekuatan sihir yang kuat? "

"Kon!"

Kon menunjuk pada satu titik yang dipantulkan pada radar kecil dengan tangkas menggunakan ekornya. Hmm, itu sekitar 300 kilometer dari sini... Ini bukan jarak yang bisa kutempuh bolak-balik. Jika kita membawa Orichalcum ke pandai besi kerajaan, aku akan pulang ke rumah dengan berjalan daripada terbang. Selain itu, aku juga perlu mengisi bahan bakar di salah satu pangkalan Noah di tengah perjalanan. Ya ~ Aku kira ini tidak apa-apa. Aku akan mendapatkan Orichalcum dan jika aku dimarahi lalu dikurung di Bumi, aku bisa meminta Coat-san untuk mengurusnya untukku.

“Oke, aku akan menurunkan ketinggian di atas lokasi target. Aku juga akan melepaskan pengaman senjata. Jangan ganggu aku untuk saat ini.”

Kon menaiki leher exoskeletonku saat mendengarkan kata-kataku. Aku mulai menurunkan ketinggian secara bertahap setelah mengelus Kon. Aku merasakan perasaan aneh saat aku semakin menurunkan ketinggian. Aku melepaskan pengaman senjata di ketinggian 8.000 meter untuk mempersiapkan serangan mendadak.

"Naa ~ Apakah kau merasakan sesuatu yang aneh sekarang?"

"Kon ..."

Ternyata, Kon juga merasakan hal yang sama sambil terlihat tidak sehat. Saat memeriksa ketinggian saat ini dengan altimeter, ditampilkan bahwa saat ini kami berada pada ketinggian 1.000 meter. Itu berarti aku merasakan perasaan aneh pada ketinggian sekitar 1.200, tetapi mungkinkah itu hanya imajinasiku? Aku ingin memverifikasinya dengan menaikkan ketinggian lagi tetapi aku khawatir tentang jumlah bahan bakar yang tersisa ... Untungnya, tidak ada masalah dengan tubuh dan suitku jadi aku terus menurunkan ketinggian seperti sebelumnya. Ketika aku terbang perlahan menuju target kami setelah mencapai ketinggian sekitar 200 meter, aku melihat tempat yang terlihat seperti taman. Kon bersikeras menunjuk ke arah itu menggunakan ekornya. Taman itu pasti tujuan kami.

"Baiklah baiklah. Aku akan pergi ke sana jadi tenanglah! Telingaku sakit jadi diamlah ”

Aku mendaratkan suit di taman, mengabaikan Kon yang terdiam membeku. Setelah memeriksa sekeliling dan memastikan bahwa tidak ada masalah, aku mematikan mesin - lalu mengambil senapan yang ditempatkan di samping kursi dan bersiap untuk turun. Kon menunjukkan padaku kertas menggunakan mulutnya.

“Tolong jangan pernah melepas power exoskeletonmu. Pastikan juga untuk melepaskan pengaman senjata sehingga Kau dapat menembak kapan saja. Jika Kau menembak, bidik dengan tenang ke arah tubuh musuh seperti saat latihan. Master tidak memiliki bakat untuk menembak sehingga Kau tidak harus membidik kepala ”

Diam! Jangan khawatir tentang hal-hal itu. Macho mengajariku pertama kali menembak menggunakan senapan tetapi kemudian aku disuruh untuk menggunakan shotgun setiap saat sehingga aku dapat mengenai target karena aku tidak memiliki bakat dalam menembak. Kon entah bagaimana mengetahui detailnya meskipun dia tidak ada di sana pada waktu itu.

Setelah diam-diam mengangguk, aku mengisi shotgun dengan peluru dan membuka kokpit suit itu.

"Bisakah kau mengubah batu-batu di sini menjadi Orichalcum?"

"Kon ... Kon! KonKon! "

Kami pergi keluar dan menanyakan jenis batu apa yang baik untuk Kon. Kon menunjuk ke batu menggunakan ekornya. Aku mendekatinya dan mengumpulkan batu-batu yang belum pernah aku lihat sebelumnya.

[Apa yang engkau perbuat di tempat seperti ini?] 
<TLN: Gaya bahasanya emang jadul gitu>

Aku terkejut tiba-tiba mendengar suara dari punggungku ketika aku sedang mengumpulkan batu-batu seperti yang diperintahkan kon jadi aku berbalik sambil menodongkan shotgun. Aku melihat seorang wanita cantik yang memiliki 2 tanduk di dahinya sedang mendekat dan menatapku dengan hati-hati.

Dia mengenakan pakaian yang bagus dan menatapku, aku pikir dia memiliki kecerdasan. Aku menurunkan shotgun dan mengaktifkan penerjemah yang dipasang di exoskeleton dan mencoba untuk berbicara dengannya.

"Halo"

[Ho ~ Engkau berbicara bahasa Elf. Apakah engkau seorang elf?]

Ini buruk ... Agak menakutkan bahwa aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan, jadi aku mengangkat shotgun sekali lagi. Jika onesan masih mendekatiku, aku akan melakukan tembakan peringatan dan melarikan diri dengan kecepatan tinggi! Sambil berpikir untuk melarikan diri dalam pikiranku, Kon yang telah menganalisis kekuatan batu-batu itu sampai sekarang mengeluarkan raungan untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

“Guraa ~ aa ~ a! Gurr ~ rrr ... Guraa ~ aa! ”

“A-Aku mengerti, aku akan menggunakan sihir terjemahan seperti yang kau perintahkan !? Jadi tolong, jangan menyakitiku.”

Tiba-tiba, onesan mulai berbicara dengan kata-kata yang bisa aku mengerti. Aku pikir dia menggunakan sihir terjemahan yang mirip dengan yang digunakan oleh Adi-san. Aku lega bahwa kita dapat berbicara satu sama lain dengan benar. Aku mengajukan pertanyaan kepada onesan tentang identitasnya.

"AKU? Aku…"

“Guraa ~ aa! Garu ~ u ”

“Hyii ~ !? Aku mengerti, aku tidak akan mendekat! Oi! Pemuda Elf, bisakah kau melakukan sesuatu dengan naga putihmu? Dia berkata bahwa dia akan menggigitku sampai mati '”

Seperti yang diminta, aku menggendong Kon yang berada di sebelahku sambil mengancamnya dan melemparkan Kon ke kokpit suit. Setelah memastikan Kon terkunci di kokpit, aku bertanya lagi.

"Aku minta maaf tentang itu, jadi siapakah oneesan?"

“Aku Victoria, Loa Race terakhir yang dibanggakan”

Loa ... Aku pikir Loa dikenal sebagai makhluk tingkat tinggi. Itu berarti onesan di depanku── Victoria-san adalah makhluk yang luar biasa? Aku merasa emosional bisa berkenalan dengan ras yang berbeda selain para elf, ini benar-benar dunia lain. Victoria-san menunjuk ke arahku dan mengajukan pertanyaan.

“Ngomong-ngomong, bagaimana kau memasuki kebunku? Yang lebih penting lagi, bagaimana elf sepertimu bisa bertahan di benua ini. Biasanya, kau akan terbunuh oleh kekuatan sihir yang luar biasa di tempat ini.”

Bagaimana aku menjelaskan hal ini? Pertama-tama, Victoria-san tampaknya salah paham bahwa aku adalah elf tetapi agak sulit untuk menjelaskan semuanya. Sementara aku pusing memikirkannya, Kon menunjukkan wajahnya dari dalam kokpit dan menggeram dengan volume yang sedikit lebih tinggi daripada sebelumnya.

“Gura ~ a, gurururu ~ u”

"Mu? hmmm. Kau benar, Tempat ini tentu tidak cocok untuk menerima tamu. Biarkan aku membimbingmu ke kastil”

Victoria-san sepertinya mampu berbicara pada Kon dengan normal. Kon mengatakan sesuatu dan setelah beberapa percakapan dia kemudian menunjukkan punggungnya dan mulai berjalan seolah menyuruhku ikut. Ketika aku bertanya kepada Kon apa yang mereka bicarakan, Kon menulis di atas kertas dan menunjukkannya kepadaku.

“Dia sepertinya mengerti kata-kataku, jadi aku minta untuk menyiapkan teh. Master bisa meminumnya karena aku meminta jenis teh yang bahkan elf bisa minum ”

Kenapa kau melakukan hal semacam itu tanpa bertanya padaku!? Kami sudah membuat suasana yang baik tetapi jika Kau membuatnya marah, itu semua akan sia-sia. Aku mulai mengejar punggung Victoria-san setelah memastikan Kon tidak membuat permintaan aneh lagi.

Saat memasuki kastil, ruang seperti gereja dapat terlihat. Kaca hias dan lukisan di langit-langit yang memiliki cerita tersendiri menghiasi ruangan. Aku mengikuti Victoria-san sambil melihatnya dan dipandu ke teras di mana aku bisa melihat taman.

"Engkau duduk dulu, aku akan meminta pelayan membawakan kita teh"

Setelah menunggu beberapa saat, seorang pelayan dengan hawa dingin membawakan kita teh. Aku ingin tahu apa itu? Apakah dia adalah makluk es atau ras yang mirip seperti itu? Victoria-san melanjutkan bertanya saat aku memperhatikan pelayan tersebut, yang menyeduh teh diam-diam dan pergi.

"Mari kita lanjutkan diskusi sebelumnya, bagaimana kau bisa memasuki taman?"

"Yah, aku datang dengan terbang di langit ... Tidak! Berhentilah memandangiku dengan ekspresi seperti itu! Aku akan menjelaskan semuanya, pertama-tama aku bukan elf. Aku adalah── ”

Sambil minum teh dengan rasa yang mirip dengan raspberry, aku menjelaskan seluruh kejadian hingga kedatanganku ke taman. Aku pada awalnya bukan penduduk dunia ini, bahwa kami meninggalkan dunia kami sebelumnya lalu pindah ke dunia ini dan bahwa kami memiliki hubungan diplomatik dengan Kerajaan Merkava, bahwa aku melarikan diri dari Pulau Noah karena keinginanku untuk mendapatkan Orichalcum. Aku membicarakan semua itu dan juga sedikit tentang Bumi.

Kadang-kadang nuansanya menghilang karena terjemahan dua arah. Victoria-san terkadang tersenyum atau menunjukkan wajah marah ketika mendengarkanku.

“Hmm, ini cerita yang menarik. Akankah orang-orang dari duniamu memiliki prasangka terhadap demi-human?”

“Secara pribadi, aku bisa menerima ras apa pun asalkan ada cara untuk berkomunikasi satu sama lain. Bahkan jika kita tidak dapat berbicara satu sama lain, itu tidak masalah selama mereka tidak mengambil sikap bermusuhan ”

Aku juga mengatakan pendapatku pada Victoria-san yang bertanya dengan ekspresi serius di wajahnya. Jika kita dapat berbicara, kita dapat menyelesaikan suatu masalah entah bagaimana tetapi akan sangat berbeda jika makhluk lain tidak dapat berkomunikasi sama sekali. Setelah mendengarkan kata-kataku, Victoria-san menepukkan tangannya dengan keras untuk memanggil pelayan yang seharusnya berada di lorong.

"Panggil Ilya, Grenara dan Acatle kesini"

Dia sepertinya memanggil bawahannya. Aku pikir dia akan memeriksa apakah aku benar-benar tidak memiliki 'prasangka' terhadap demi-human berdasarkan alur pembicaraan kita. Ini kesempatan bagus untuk bertemu makhluk yang tidak terlihat seperti manusia. Tanganku gemetar karena terlalu gembira tetapi aku dengan susah payah menyembunyikannya sambil minum teh.

Sambil menunggu kedatangan mereka sambil mengawasi pintu masuk dengan mata berkilauan, pintu terbuka setelah suara ketukan. Tiga wanita dengan tubuh bagian bawahnya adalah laba-laba, sapi dan belalang berkaki dua memasuki ruangan dan menyapaku.

"Apa yang kau pikirkan setelah melihat mereka?"

"Ilya-san dari Ras Arachne, bisakah kau berjalan di langit-langit!? Grenara-san terlihat sangat kekar dan kuat. Aku tidak tahu ras Acatle tetapi kaki depan itu terlihat sangat keren, tolong izinkan aku menyentuhnya!”

Ketika aku terlalu bersemangat. Ilya-san dan Grenara-san menatapku dengan ekspresi terkejut. Aku tidak tahu ekspresi Acatle karena wajahnya terlihat seperti serangga tetapi— dia tampaknya tidak takut kepadaku karena dia mengulurkan kaki depannya agar aku dapat menyentuhnya.

Setelah menikmati kaki depannya, aku mendapat izin Ilya kali ini untuk menyentuh kaki laba-labanya. Rasanya empuk dan sangat nyaman sehingga meningkatkan kegembiraanku. Aku terkejut ketika aku mendengar suara Victoria-san yang mengembalikan akal sehatku.

"Yond sudah cukup. Aku mengerti, kau benar-benar tidak memiliki prasangka buruk kepada kami.”

“A-aku minta maaf. Aku lupa diri.”

Victoria-san tersenyum pada permintaan maafku lalu mengangguk dan sepertinya sudah mulai memikirkan sesuatu sambil menutup matanya. Setelah beberapa saat, dia tampak telah memutuskan sesuatu dan perlahan membuka mulutnya.

"Ini adalah pertanyaan terakhir, dapatkah orang-orang lain dari duniamu menerima kita dengan cara yang sama sepertimu?"

"Ya, aku pikir itu seharusnya tidak masalah. Paling tidak, ibuku yang menjadi pemimpin akan menerimamu dengan penuh senyuman ”

Victoria-san mengangguk dalam-dalam sambil melipat tangannya saat mendengar kata-kataku. Dia menatap lurus ke mataku dan memberi jawaban jauh di atas harapanku.

“Aku menyatakan, sebagai 'Raja Iblis’ Victoria. Kami, Kekaisaran Ursna akan menjalin hubungan diplomatik dengan orang-orang dari dunia lain ”

Aku terkejut bahwa Victoria-san adalah Raja Iblis tetapi aku mengabaikannya karena aku saat ini menangis ketakutan membayangkan ibuku, yang merupakan 'Raja Iblis' dari Noah memarahiku karena tindakanku memasuki Kekaisaran Iblis tanpa izin.


—-Arakawa Miki POV —-


Tiga jam setelah hilangnya suit Kouki. Suit itu tidak bergerak dari lokasinya selama 2 jam dan 40 menit. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku akan memerintahkan Shuichi-san sebagai komandan Noah.

“Kita tidak lagi dalam situasi di mana departemen teknis dapat menanganinya. Aku menyerahkan otoritas penuh kepada Departemen Militer dan akan menyerahkan penilaian kepada mereka mulai dari sini. "

"Roger, kita akan memastikan untuk membawanya kembali dengan selamat──"

“Kami menerima komunikasi dari Kouki-kun! Ini adalah ... sinyal darurat level A ”

Sementara hatiku akan hancur karena kata-kata staf yang bertanggung jawab atas komunikasi, aku meraih mikrofon dan berteriak pada Kouki.

“Ko-chan, apa yang kau lakukan !? Dimana kau sekarang?"

Kouki terlihat di layar yang terlihat gugup dan hampir menangis. Apakah dia melihat sesuatu yang menakutkan? Itu sebabnya aku tidak ingin dia keluar ... Aku harap dia belajar dari ini. Ketika aku mengajukan pertanyaan lain dengan suara lembut untuk menghibur Kouki yang ketakutan, putraku akhirnya berbicara tentang situasinya.

"Jangan marah, aku berada di Benua Utara"

"Aku tahu, aku akan meminta seseorang menjemputmu segera"

Aku memberi instruksi pada Shuichi-san untuk menjemputnya sesegera mungkin menggunakan mataku tetapi Kouki membuat wajah yang kompleks dan sepertinya ingin mengatakan sesuatu. Aku akan memarahinya tentang masalah ini nanti, tetapi untuk sekarang aku bersyukur dengan kenyataan bahwa Kouki aman. aku bertanya kepadanya

"Apakah ada hal lain?"

"Jangan marah padaku, aku membuat kontak dengan Ratu Kekaisaran Ursna di Benua Utara ... sebagai perwakilan Noah, aku berbicara dengan 'Raja Iblis Victoria'. Kekaisaran Ursna menerima pembentukan hubungan diplomatik dengan Noah sebagai hasilnya.”

Shuichi-san menopangku ketika aku merasa pusing dan hampir pingsan. Apa kata putraku tadi? Raja Iblis? Diplomasi ... Dengan kata lain, dia menyerbu Kekaisaran Iblis sendirian dan bernegosiasi dengan Raja Iblis sendiri? Aku sangat terkejut hingga tidak mempercayai otakku sendiri tetapi Claire-san dan staf lainnya saling berbisik dengan mata seperti ikan mati mengatakan "Tidak mungkin bagi orang lain tetapi itu memungkinkan bagi putranya".

"Sudah cukup, Ko-chan. Aku akan mengevaluasi tindakanmu tetapi di mana Ursna Empire? Aku tidak berpikir itu terlihat dari satelit, apakah itu di bawah tanah? "

“Yah itu .., apakah kau mengamati di mana aku berada sekarang? Jika iya, aku ingin Kau menyesuaikan kamera satelit untuk memperkecil area dengan radius sekitar 300 kilometer dariku.”

Aku menginstruksikan staf untuk memindahkan satelit sesuai dengan instruksi, kamera dengan cepat diatur untuk menunjukkan area sekitar 300 kilometer dengan Kouki berada ditengahnya. Setelah mengkonfirmasi penyesuaian, aku memberi tahu Kouki bahwa kami telah melakukan seperti yang diperintahkan.

"Kau siap? Oke, ja ~ Victoria-san onegaishimasu.”

Saat Kouki meminta Raja Iblis untuk melakukan sesuatu di belakang layar, setiap staf di pusat komando berteriak terkejut. Di layar, satelit hanya menampilkan pegunungan dengan sungai-sungai kecil. Bagian dari Benua Utara mulai terlihat tidak stabil dan gambarnya mulai blur, kemudian pemandangan pegunungan dan sungai menghilang, yang secara bertahap muncul adalah sosok sebenarnya dari Kekaisaran Ursna yang luas dengan kastil raksasa dan tanah subur.

“Tidak mungkin— Interferensi Elektronik? Namun skala Interferensi Elektronik ini tidak mungkin terjadi di Bumi”

“Tidak, sepertinya berbeda. Ribuan penyihir Kekaisaran Ursna menggunakan 'Sihir Persepsi Area Ultra Lebar'. Mereka tidak benar-benar ingin berperang sehingga keberadaan mereka dirahasiakan. Luar biasa, bukan? "

Ini lebih dari luar biasa. 'Sihir' ini mampu mengalahkan peralatan observasi canggih kami. Kami harus menganalisis secara terperinci data teknologi sihir yang mampu sepenuhnya menyembunyikan Wilayah Kekaisaran dari satelit pengamatan baru kita. Kita harus mempertimbangkan kembali fenomena sihir dari bawah ke atas dan harus memiliki cara untuk melawannya, termasuk kemampuan untuk mencari benteng bawah tanah. Bagiku yang berkeringat dingin karena teknik sihir Kekaisaran, Kouki memberikan pukulan terakhir.

"Jadi ~, Victoria-san ingin pergi ke Pulau Noah ... Bisakah kau menjemput kami?"

Aku menghabiskan setengah hari dalam pertemuan untuk memikirkan cara bagaimana bernegosiasi dengan iblis. Aku mulai bersiap menyambut Raja Iblis sambil kesulitan untuk tidak marah pada Kouki yang membuat semua kerja kerasku sia-sia.


Author Note:
Protagonis bernegosiasi dengan Raja Iblis sendirian? Ya begitulah. Victoria akan memiliki POV pada bab selanjutnya. Selain itu, arc dunia lain masih akan berlanjut untuk sementara waktu, harap bersabar untuk chapter selanjutnya.

Jika Kau berencana untuk melewatkan chapter berikutnya, aku memperingatkanmu bahwa itu akan menjadi hal yang serius karena "perbedaan nuansa" yang terjadi dalam percakapan antara protagonis dan Victoria

Ngomong-ngomong, detail yang Kon bicarakan dengan Victoria-san adalah rahasia. Itu akan terungkap nanti dalam cerita.

TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan