Sabtu, 05 September 2020

Hyakuren no Haou to Seiyaku no Valkyria Light Novel Bahasa Indonesia Volume 3 Chapter 4

Volume 3
Chapter 4


"Ugh, bahkan di musim dingin, tempat ini tetap saja sangat panas!" Yuuto mengeluh.

"Diamlah, Yuuto!" gadis berambut merah balas berteriak.’Fokus gerakkan tanganmu, bukan bibirmu!"

"Aku tahu!" Menggerutu dan bersumpah pada dirinya sendiri, Yuuto mengambil lebih banyak pasir besi dengan sekop yang dipegangnya lalu dengan hati-hati memasukkannya ke dalam tungku api.

Di sisi seberang tungku, Ingrid melakukan hal yang sama, sambil meneteskan keringat ketika dia membawa sekop bermuatan arang.

Bersama mereka berdua, ada sekitar sepuluh pria yang diam-diam sibuk dalam pekerjaan mereka sendiri, dengan semua orang berdesakan di sebuah bengkel yang panjangnya hanya sepuluh meter. 

Pengetahuan tentang cara mengolah besi tidak bisa dibiarkan bocor dan jatuh ke tangan Klan tetangga mereka, jadi mereka adalah orang-orang terpercaya dan dipilih Loptr setelah beberapa penyaringan yang cermat.

Saat ini sudah hampir setengah tahun sejak kedatangan Yuuto ke Yggdrasil.

Tungku tatara adalah tungku tanah liat, Foot-Bellows (Pompa Injak) yang berasal selama Zaman Yayoi Jepang, antara 300 SM-300 Masehi. Di era modern, orang mungkin masih melihat metode tatara yang dipamerkan di festival budaya universitas, atau digunakan sebagai bentuk pelatihan ekstrakurikuler siswa di sekolah kejuruan khusus.
<EDN: Tungku tatara bisa dilihat disini https://id.wikipedia.org/wiki/Tungku_tempa, Foot-Bellow itu semacam ini https://en.wikipedia.org/wiki/Bellows>

Yuuto menduga tidak mungkin dia akan mampu menciptakan besi Jepang bermutu tinggi, yang disebut tamahagane. Tapi dia cukup yakin dia setidaknya bisa menghasilkan besi berkualitas baik dalam waktu sekitar satu bulan.

Sayangnya, hasilnya gagal satu demi satu, dan bahkan sekarang, dia belum berhasil mengolah besi sekali pun.

Pada akhirnya ada perbedaan besar antara hanya memiliki segelintir pengetahuan dan memiliki pengalaman sesungguhnya ketika mempraktekkan hal tersebut.

"Hei Ingrid, apinya tidak cukup kuat," kata Yuuto.’Pompa lagi."

"Akan kulakukan!" Ingrid menjawab.

Ingrid dan beberapa pria menyentakkan kaki mereka di Papan pompa lebar, memompa udara ke tungku. Ini mempercepat pembakaran api tungku, membuatnya menjadi lebih panas.

Jika seseorang bertanya mengapa manusia secara historis beralih menggunakan senjata perunggu lebih dulu daripada besi yang superior, jawabannya adalah karena proses peleburan dan pemurnian besi membutuhkan suhu yang lebih tinggi.

Nyala api yang lebih panas membutuhkan lebih banyak oksigen, tetapi ada batasan jumlah oksigen yang dapat ditemukan secara alami di udara. Jadi dengan menggunakan teknik untuk memompa sejumlah besar udara dengan cepat ke dalam tungku, memungkinkan untuk menghasilkan api yang cukup panas untuk menyuling besi.

"Hei, Yuuto, ini sudah cukup, kan?" Ingrid bertanya.’Hm, ya, itu seharusnya cukup untuk saat ini."

Memeriksa warna dan kekuatan api, Yuuto berhenti untuk mengambil nafas pendek.

Pada titik ini, Yuuto akhirnya dapat memahami dan berbicara bahasa lokal, meskipun tidak sepenuhnya, tentu saja. Jika dia tidak bisa berkomunikasi, maka dia tidak bisa menyelesaikan apa pun. Tampaknya kebutuhan yang berasal dari keterpaksaan semacam ini telah mempercepat kemampuannya untuk belajar bahasa.

"Kerja bagus hari ini, Kakak," Felicia memujinya.’Kau pasti lelah."

Tentu saja, itu sebagian besar berkat bantuan Felicia, yang dapat menggunakan Connections Galldr-nya sehingga dia dapat memahami makna kata-kata itu ketika dia mendengarnya.

Yuuto menggelengkan kepalanya padanya.’Kami belum selesai. Di sinilah pekerjaan sebenarnya dimulai. Sekarang kami memiliki suhu yang tepat, mulai sekarang, kami harus terus begini selama tiga hari dan malam tanpa berhenti untuk beristirahat atau tidur.’

"T-Tuan, kurasa tidak tepat membuat Wakil komandan bekerja seperti ini ..." seorang pria mengajukan keberatan.

"Tidak apa-apa, tidak apa-apa," kata Loptr.’Nasib Klan Serigala tergantung pada pekerjaan ini. Biarkan aku yang melakukannya."

Pria berambut emas itu mengambil sekop dari pekerja yang bingung itu, dan memulai pekerjaan menyendok pasir besi ke dalam tungku.

Karena sosoknya yang anggun dan mulia, dia tampak tidak cocok untuk melakukan pekerjaan kasar yang biasanya dilakukan oleh….. Karena tidak ada istilah yang lebih sopan, orang-orang kasta bawah.
<TLN: lmao chuuaaakkzzz>

"Bagaimana dengan pekerjaanmu sendiri, Kak?" Yuuto berteriak dari sisi lain, tanpa menghentikan pekerjaannya sendiri.

"Aku mengabaikannya untuk datang ke sini."

‘Hei!"

"Ha ha ha, hanya bercanda," Loptr mencibir.’Yah, memang benar bahwa aku sangat peduli dengan keadaan di sini sehingga aku tidak bisa berkonsentrasi dengan baik pada pekerjaanku sendiri."

"Tidak percaya padaku, ya?" Yuuto bertanya.

"Jika kita tidak segera mendapatkan hasil, semuanya akan menjadi buruk,"

‘... Aku mengerti, Kak."

Mereka berdua melanjutkan pekerjaan mereka dalam keheningan setelah itu.

********


Pagi berikutnya, seorang gadis berambut perak datang ke bengkel untuk berkunjung.

“Yuuto, kau bekerja keras, begitu ya,” kata Sigrún.’Aku datang untuk melihat keadaan secara langsung."

"Oh, hei, Sigrún," Yuuto menjawab tanpa berbalik menghadapnya.’Pagi."

Keberhasilan atau kegagalan metode tatara sepenuhnya bergantung pada kontrol suhu api. Jika itu sedikit terlalu panas atau terlalu dingin, prosesnya akan gagal. Yuuto belum berhasil bahkan sekalipun sejauh ini, jadi dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari tungku bahkan untuk sedetik pun.

"Heh, kau akhirnya mulai terlihat sedikit lebih bugar," kata Sigrún. 

"Ya, terima kasih untuk ini." Saat mereka bertukar olok-olok ringan, Yuuto berkomentar sembati menyodorkan sekopnya ke gunungan pasir besi yang menumpuk di samping tungku.

Metode tungku tatara membutuhkan volume arang dan pasir besi yang sangat besar. Selama lima bulan terakhir ini, Yuuto terus-menerus membantu pekerjaan berat menebang pohon dan mengangkut kayu.

Sedangkan untuk proses peleburan dan pemurnian besi, ia bekerja tanpa istirahat selama tiga hari tiga malam, terus menerus menyekop pasir besi yang berat ke dalam tungku. Itu adalah jenis pekerjaan yang melelahkan untuk dipikirkan. Dan pekerjaan semacam itu telah memberinya kekuatan.

Dan juga, pada titik ini, tubuhnya akhirnya mulai menyesuaikan diri dengan makanan Yggdrasil, jadi dia tidak menderita sakit perut atau diare lagi.

Yuuto berusia empat belas tahun, di tengah masa pertumbuhannya. Dia sudah makan banyak dan bekerja keras, dan telah tumbuh sedikit lebih tinggi selama setengah tahun terakhir.

"Jadi, apakah kau pikir ini akan berhasil kali ini?" Sigrún bertanya. 

"Aku akan membuatnya bekerja."

"Jawaban yang bagus." Dia tersenyum licik.’... Hei, hati-hati!" Sigrún berteriak peringatan ketika Yuuto tersandung kakinya sendiri.

"Whoa— ?!"

Wajahnya nyaris jatuh ke tungku, tetapi dalam sekejap, Sigrún meraih bagian belakang pakaiannya dan menariknya kembali ke tempat yang aman.

"Serius, ini yang aku dapat karena memujimu."

“M-maaf, dan Terimakasih meskipun kau benar-benar menyelamatkanku." Menyeka keringat dingin yang tiba-tiba, Yuuto menghembuskan napas lega.

Mungkin karena terlalu fokus, dia benar-benar mengabaikan rasa lelahnya, tetapi dia tetap bekerja sepanjang hari dan malam tanpa istirahat. Dan sepertinya, kelelahan itu telah melanda kakinya.

"Berikan kepadaku," perintah Sigrún.’Hal semacam ini cocok untukku."

"Tapi, aku tidak bisa ..."

“Kau telah berjaga selama tiga hari tiga malam, bukan? Aku akan mengambil alih untukmu sebentar, jadi duduklah dan istirahatkan tubuhmu.” Sigrún dengan paksa mengambil sekop dari Yuuto.

Yuuto merasakan déjà vu. Dia ingat suatu saat ketika dia mencoba menyalakan api, dan sesuatu yang serupa telah terjadi.

Saat itu, Sigrún benar-benar jengkel dengannya. Tapi sekarang, terlepas dari kata-katanya yang singkat, dia bisa merasakan bahwa dia lebih perhatian dan hormat kepadanya.

Banyak hal telah berubah.

"Baiklah! Dengan itu, kita selesai dengan Fase bellow!” Dengan deklarasi itu, Yuuto mundur beberapa langkah dengan kaki yang goyah, dan akhirnya jatuh terduduk di tanah dengan bunyi cukup keras.

Dinding tungku tanah liat menjadi tipis, dan semburan api menyembur dari dalam. Sudah tiga hari dan malam penuh sejak menyalakan api, dan mereka akhirnya mencapai hari keempat yang ditakdirkan.

Para pekerja menarik pipa ventilasi dari tungku satu per satu, dan menutup lubang dengan tanah liat.

Ketika Yuuto memperhatikan mereka, Ingrid menghampirinya.’Sebentar lagi, ya?" dia bertanya.

"Ya, sekarang kita hanya menunggu api menjadi sedikit dingin dan kemudian memecah tungku tanah liat." Mengangguk pada dirinya sendiri, Yuuto meraih sekop dan berdiri. Kelelahannya telah mencapai puncaknya, tetapi dia tidak bisa duduk diam.

Dia berjalan dan berdiri diam di samping tungku untuk sementara waktu, memeriksa kekuatan api.

"Oke, mari kita hancurkan!"‘Baiklah!" Ingrid menangis.

Ingrid mengambil sekop dan berdiri di sebelah Yuuto.

Api masih menyala di dalam tungku, mengisi udara di sekitar mereka dengan panas, tetapi api telah tumbuh jauh lebih lemah dibandingkan ketika mereka telah memompanya dengan kekuatan penuh.

Yuuto meletakkan sekop di tepi atas tungku, dan menariknya dengan sekuat tenaga. Ingrid mengikutinya di sebelahnya.

Dinding tungku tanah liat sudah cukup tebal ketika pertama kali mereka membangun dan mengeringkannya, tetapi setelah tiga hari terpapar api yang kuat dari dalam, tanah liat itu sekarang rapuh dan tipis, dan mudah hancur dengan kekuatan mereka berdua.

Percikan api terbang ke udara, dan beberapa berhamburan ke wajah mereka, tetapi mereka mengabaikan itu dan melanjutkan.

Akhirnya, semua dinding tungku tatara hancur, dan di tengahnya terbentang logam, yang dikenal sebagai ‘bloom’. Itu bersinar oranye terang seperti lava cair.
<EDN: https://en.wikipedia.org/wiki/Bloomery>

"Kerja bagus, Yuuto!" Ingrid menangis.’Kita berhasil!"

Dia berbalik ke Yuuto dan mengangkat telapak tangannya yang terbuka kepadanya.

"Kau juga, Ingrid. Terima kasih." Tanpa ketinggalan, Yuuto juga melakukannya dan memberinya high five.

Keduanya mencurahkan segalanya, tubuh dan jiwa, dalam pekerjaan yang baru saja mereka selesaikan.

Yang tersisa hanyalah membiarkan cairan logam itu dingin selama dua jam, lalu membawanya keluar dan mendinginkannya lebih lanjut dengan salju dan es.

"Hei. Yuuto, kenapa kau tidak tidur sebentar saja?’ dia bertanya. 

“Hal yang sama berlaku untukmu, Ingrid. istirahatlah."

Keduanya bekerja tanpa tidur sampai saat ini, dan keduanya memiliki kantung gelap di bawah mata mereka.

Namun...

"Aku terlalu khawatir tentang hasilnya nanti," kata Ingrid.’Bagaimana aku bisa tidur?"

"Hal yang sama berlaku untukku." Mereka berdua tertawa.

Selama seperempat tahun, mereka telah bekerja bersama menuju tujuan yang sama, berbagi suka dan duka yang datang dengan tugas itu. Mereka menjadi teman dekat yang benar-benar mengerti satu sama lain.

"Apa menurutmu ... kita akan berhasil kali ini?" Yuuto bertanya ketika dia jatuh terduduk dilantai, menatap ke depan di tungku yang masih bercahaya.

Dia dengan bangga menyatakan kepada Loptr dan Sigrún bahwa dia pasti akan berhasil, tetapi saat itu mereka masih di tengah-tengah proses. Sekarang bagiannya di dalamnya sudah selesai dan tidak ada lagi yang harus dia lakukan, Yuuto tiba-tiba merasa diliputi oleh kecemasan.

"Percayalah pada dirimu sendiri," kata Ingrid.

"Aku tidak percaya pada diriku sendiri, dan itu sebabnya aku bertanya padamu."

“Ha ha, yah, kurasa itu langkah yang benar. Kau benar-benar lambat dan canggung saat pertama kali tiba.’

"Kau serius akan membahas itu lagi?" Yuuto menghela nafas dengan sedih.

"Kau benar, aku akan mengungkitnya lagi. Hanya beberapa ayunan kapak namun kau sudah kelelahan. Kau mencoba membawa pasir besi, dan malah menumpahkannya ke mana-mana. Aku mengutuk keberuntunganku karena dipaksa bekerja bersama orang seperti dirimu.’

"Ya, maaf soal itu."

“Oh, jangan khawatir. Sekarang aku malah berterima kasih kepada Angrboða karena mempertemukanku denganmu.” Dengan itu, Ingrid duduk di sebelah Yuuto. Tanpa melihat ke arahnya, dia terus berbicara sambil menatap ‘Bloom’ di tungku itu.

“Aku akan menjamin untukmu atas namaku Ingrid, pandai besi terbesar di Yggdrasil. Tiga bulan terakhir ini, kau telah bekerja keras. Jika ada yang mencoba membuatmu sedih, aku akan memukulnya dengan paluku. Jadi, percayalah pada dirimu sendiri. Lagi pula, aku 'Birther of Blades', kau ingat? Kita tidak bisa gagal selamanya dengan aku yang bekerja disampingmu. Ya, Jadi kali ini, kita akan berhasil. Kerja kerasmu akan membuahkan hasil. Dan jika gagal karena alasan, aku akan membantumu lagi. Aku akan membantu dirimu sebanyak yang diperlukan. Jadi ... Hei, ucapkan sesuatu, Yuuto! Hal-hal semacam ini sangat memalukan untuk dikatakan secara langsung, kau tahu! Hei!... Yuuto?’

Ingrid dengan ringan mendorong lengan Yuuto dengan sikunya, dan tubuhnya bergoyang sedikit lalu kemudian miring dan akhirnya bersandar di pundaknya.

"Apaa, kau tertidur?" dia berseru. ’Ya ampun, setelah mengatakan kau tidak akan kau tidak akan beristirahat. Kau seharusnya tetap terjaga dan mendengarkan diriku, idiot. Aku tidak akan mengatakan semua itu padamu untuk kedua kalinya.’

Ingrid dengan lembut memegang kepala Yuuto di lengannya, dan mengeluh sepanjang waktu, memindahkannya untuk beristirahat di pangkuannya.

Dia dengan lembut membelai rambutnya, dan tersenyum. ’Baiklah, ini hadiah untuk semua kerja kerasmu. Tidur yang nyenyak, Yuuto.’



“Yuuto! Yuuto, ayolah!’

Ketika Yuuto terbangun, dia merasakan tubuhnya sedang diguncang-guncang. Tetapi pikirannya masih belum terkumpul, dan dia tidak bisa berpikir jernih.

Dia merasa bahwa sesuatu yang sangat penting sedang terjadi, tetapi pada saat itu keinginannya untuk tidur kembali melemahkan tubuhnya.

Ya tidur, Yuuto hanya ingin tetap tidur. Bagaimanapun juga, bantal ini adalah yang terbaik.

Dia begitu muak dengan bantal kaku yang harus dia gunakan selama setengah tahun terakhir. Dia akan menikmati bantal ini sekarang; benar-benar tidak ada pilihan lain.

"Bangun, Yuuto!"

"Ahh, tutup mulutmu dan biar aku tidur ..." Yuuto mendorong tangan yang mengguncangnya, dan mencoba membalikkan badan untuk berbaring ke sisi yang lain ...

Remas.

Ketika dia melakukannya, dia merasakan tangannya menangkap sesuatu yang lembut.

Apa ini? Dia secara refleks meremas tangannya kembali untuk mengidentifikasi benda apa itu.

"Apa yang kau lakukan, brengsek ?!"

*Plak!*

"Gaaah!" Tiba-tiba rasa sakit memaksa Yuuto terbangun, dan ia membuka matanya.

Ketika pikirannya jernih, dia ingat di mana dia berada dan apa yang sedang dia kerjakan ketika dia tertidur.

"Ah! Bagaimana perkembangannya ?!” dia berteriak. 

"Mereka sudah membawanya keluar dan mendinginkannya." 

"Ap— Kenapa kau tidak membangunkanku?!"

“Karena itu adalah pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri oleh mereka. Kau hanya perlu fokus pada pekerjaan yang dapat dirimu lakukan, dan itu akan menjadi masalah jika kau kurang tidur sehingga kau melakukan kesalahan saat memeriksa benda sialan itu. Sekarang ayo, bangun.”

Dengan itu, Ingrid menarik telinga Yuuto untuk memaksanya duduk.

Ketika dia melakukannya, Yuuto menyadari di mana dia tidur.’T-Tunggu,?! Bantal itu pangkuanmu ?!’

"K-kau pingsan dan jatuh pada tubuhku tiba-tiba!" Ingrid berteriak membela diri. 

"Aku akan merasa buruk membangunkanmu ketika kau begitu lelah, jadi aku membiarkannya untuk sementara waktu. Jujur..."

"Maaf..."

Dengan dengusan ’Hmph!" yang keras, Ingrid berdiri dan dengan cepat berjalan keluar. Pekerjaan mereka di tungku sudah lama berakhir, tetapi untuk beberapa alasan, wajahnya memerah.

"Hei, tunggu," kata Yuuto, bergegas mengikutinya.

Di luar, ada gumpalan abu-abu kasar dan tidak merata yang tersebar di tanah. Potongan-potongan ini adalah apa yang tersisa setelah ‘Bloom’ yang membara tadi mendingin.

"I-ini ...!" Yuuto tiba-tiba bergegas ke arahnya.

Dia hanya berdiri di sana, wajahnya membeku karena kaget, tubuhnya sedikit gemetar. “H-hei, apa kita berhasil membuatnya?! Yuuto, apa ini besi murni ?!” Tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya, tatapan Ingrid bolak-balik antara potongan logam dan wajah Yuuto.

Di dunia Yggdrasil, besi adalah logam yang sangat langka, hanya diperoleh dari meteor yang jatuh dari langit. Ingrid cukup terkenal sebagai pandai besi sehingga namanya bahkan dikenal di ibukota kekaisaran Glaðsheimr, tetapi bahkan dia belum pernah melihat hal yang sebenarnya secara langsung.

Setelah beberapa saat, Yuuto menjawabnya ...... dengan menggelengkan kepalanya.

"Tidak, ini bukan besi," katanya datar.

Namun, itu adalah sesuatu yang sangat akrab baginya.

Memang, ini adalah hal-hal yang biasa dia lihat sepanjang hidupnya, sejauh yang dia ingat.

Tidak mungkin dia bisa keliru akan penampilannya.

Hanya saja dia berasumsi bahwa tidak mungkin seorang amatir seperti dirinya dapat membuatnya.

Tiga belas metrik ton pasir besi. Tiga belas metrik ton arang. Sumber daya sebanyak itu diperlukan untuk mendapatkan hanya 200 kilogram bahan ini.

Logam itu dikatakan paling cocok untuk menempa pedang Jepang.

"Ini... Tamahagane. Besi berkualitas tinggi.’


********


"Selamat atas penyelesaiannya, Yuu-kun!" Mitsuki berseru. “Itu pasti membutuhkan kerja keras."

Malam ini, Yuuto berada dipuncak menara untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu. Tempat di puncak Hliðskjálf tidak memiliki perlindungan terhadap angin dan oleh karena itu, disana sangat dingin sepanjang tahun ini, tetapi Yuuto cukup siap dengan membungkus dirinya dengan beberapa lapis bulu.

Teorinya adalah bahwa dia mungkin bisa pulang ke rumah jika dia menyelesaikan ’misinya.’ Dengan kata lain, menciptakan senjata besi yang bisa mengubah bahkan negara yang lemah seperti Klan Serigala menjadi kuat, mungkin dia telah memenuhi perannya yang ditakdirkan dunia ini.

Dan malam ini kebetulan juga menjadi malam bulan purnama. Tampaknya itu lebih seperti takdir daripada kebetulan, dan dia mendapatkan harapannya, tapi ...

"Kurasa ... itu tidak berhasil," kata Mitsuki.

“Ya ..." kata Yuuto menyesal.

Sepertinya itu hanya kebetulan. Yuuto telah mencoba menciptakan efek cermin yang berlawanan, tetapi tidak ada tanda sama sekali bahwa perasaan seperti pemandangan blur, fenomena yang dia alami ketika berpindah antar dunia.

Ekspektasi mereka yang meningkat hanya membuat kekecewaan semakin besar. “Yah, kurasa itu karena aku belum benar-benar memenangkan perang untuk mereka,"

Yuuto akhirnya berkata. “Mereka mengatakan hasilnya adalah yang terpenting. Kurasa aku baru saja memulainya.”

Dia mencoba mengangkat bahu dan berbicara dengan nada santai. Dia mencoba mengubah sikapnya, karena tidak ada gunanya merenungkan apa yang telah terjadi.

"Itu berarti Klan Serigala masih membutuhkan bantuanku." Dia meyakinkan itu pada dirinya sendiri saat dia mengatakan hal tersebut pada Mitsuki.

Yuuto telah dipanggil ke Yggdrasil untuk membawa kemenangan kepada Klan Serigala. Pengolahan besi telah menciptakan peluang bagi mereka, tetapi tentu saja terlalu dini untuk mengatakan bahwa mereka benar-benar telah keluar dari krisis mereka saat ini.

Pengolahan pertama berhasil membuat mereka mendapatkan sekitar dua ton besi berkualitas baik. Butuh beberapa pengulangan dari proses yang sama untuk membuat cukup senjata besi dan peralatan untuk seluruh pasukan Klan Serigala.

Dimulai dengan Ingrid, Yuuto telah mengajarkan semua informasi relevan yang dia tahu kepada orang lain yang bekerja bersama dengannya. Tetapi ada masalah dalam kurangnya pengalaman di antara para pekerja lainnya.

Tidak diragukan lagi Yuuto, dengan sedikit pengetahuan dan pengalamannya, perlu mengarahkan proyeknya sendiri untuk memastikan peluang keberhasilan tertinggi.

"Yuu-kun ... kau semakin kuat," kata Mitsuki pelan.

"Hah? Yah, ya, setelah semua pekerjaan kasar yang telah aku lakukan."

Yuuto telah mengirim foto dirinya saat ini kepada Mitsuki, jadi dia pikir Mitsuki mengomentari itu.

“Tidak, bukan itu maksudku. Sepertinya, aku merasa seperti kau sudah dewasa. Maksudku, kau bahkan tidak berkecil hati saat ini. Jika aku berada di posisimu, aku mungkin akan sangat kesal, aku akan meringkuk seperti bola di tempat tidur dan tidak keluar selama seminggu.’

"... Oh." Mendengar kata-kata itu, Yuuto ingat bagaimana kondisi dirinya setengah tahun sebelumnya.

Saat itu, dia kehilangan dirinya dalam keputusasaan karena tidak bisa pulang, dan telah mencoba untuk menutup diri secara emosional dari orang-orang di sekitarnya.

Setidaknya dibandingkan dengan itu, Yuuto memang berpikir dia mungkin menjadi sedikit lebih kuat.

Usahanya untuk mengolah besi adalah serangkaian kegagalan. Dia hampir menyerah dalam keputusasaan beberapa kali, kewalahan dengan kecemasan dan pemikirannya, Tidak mungkin melakukan ini hanya dengan pengetahuan dasar yang diperoleh dari internet. Tetapi, dia terus berjuang, hingga akhirnya meraih kesuksesan dengan kekuatan tekadnya.

Dia telah mengalami sesuatu pencapaian dengan memberikan segalanya untuk hal itu. Dan ada sesuatu dalam hidup yang tidak bisa diperoleh seseorang tanpa pengalaman seperti itu.

Kesuksesan pemuda ini telah menanamkan keyakinan baru di dalam hatinya - keyakinan sejati yang tidak akan goyah atau hancur pada setiap kegagalan kecil, yang akan memungkinkannya untuk percaya pada dirinya sendiri apa pun yang terjadi. 

Tepat ketika Yuuto menyelesaikan panggilan teleponnya dengan Mitsuki, dia mendengar suara dari belakangnya.

"Jadi, kau ada di sini."

Berbalik, dia melihat Loptr berdiri di sana, menghela napas lega. “Melihat kau berhasil menyelesaikan pembuatan besi, aku khawatir mungkin kau mungkin sudah kembali ke surga setelah menyelesaikan misimu di sini.”

"Aku sudah mencobanya, dan itu tidak berhasil," kata Yuuto.

“Apa, jadi kau benar-benar mencoba pergi? Kau pria yang berhati dingin. Setidaknya kau harus mengucapkan selamat tinggal padaku dan Felicia sebelum pergi.”

“Terakhir kali, aku mengucapkan selamat tinggal pada kalian berdua, dan kemudian aku tidak bisa pulang. Aku tidak ingin mengalaminya lagi, kurasa. Meskipun pada akhirnya, itu tidak terlalu penting. Yah, jika sepertinya itu berhasil, akh berencana meninggalkan ini di sini, jadi aku akan bisa mengucapkan selamat tinggal. Yuuto menatap smartphone di tangannya.

Felicia melihatnya mengoperasikannya beberapa kali sekarang. Dia seharusnya bisa meniru tindakannya dan menjawab panggilan masuk.

Meski begitu, itu tidak mengubah fakta bahwa itu adalah cara yang dingin untuk pergi. Loptr benar tentang itu. Bahkan Yuuto juga berpikir demikian.

"Bukankah aku sudah memberitahumu sebelumnya?" Loptr bertanya dengan tajam. “Aku bilang kau akan membayarnya jika kau membuat adik perempuanku yang imut menangis."

"Hei, aku juga tidak mau melihat adik perempuanku yang imut menangis, oke?" 

"Jadi, kau akan menyerahkan sisanya padaku, bukan? Menyedihkan, itu kejam." Loptr menghela nafas panjang dan menggelengkan kepala.

Memang benar bahwa jika Yuuto berhasil pulang, dia akan memaksakan peran yang paling sulit kepada Loptr.

Dia tahu itu akan menjadi buruk baginya, tetapi dia benar-benar mencintai dan menghormati pria ini sebagai kakak laki-laki, dan dia jujur merasa dia bisa mempercayai Loptr untuk menangani situasi dengan baik.

"Hei, Yuuto," kata pria itu. “Apakah kau mau menyerah untuk pulang ke rumah, dan mengambil Felicia sebagai istrimu?"

"Apa— ?! A-apa kau mabuk?! Apa yang kau katakan ?!" Yuuto menjadi panik, bingung bagaimana topik itu keluar.

Reaksi pertamanya adalah menganggap itu lelucon, memang terkadang selera humornya buruk, tetapi sorot mata Loptr menceritakan maksud yang berbeda. Itu adalah pernyataan serius dan sungguh-sungguh dengan cara yang hampir tidak bisa dibayangkan mengingat betapa santai, ringan dan sulitnya dia bertindak.

"Aku belum minum," kata Loptr. “Dan aku benar-benar serius saat ini."

"Maka itu bahkan lebih buruk," kata Yuuto. “Aku sudah bilang sebelumnya, kan? Sudah ada seorang gadis yang aku sukai di tempat asalku. Bukankah kau mengatakan saat itu bahwa kau tidak akan memaafkanku jika memiliki 2 gadis?"

“Aku akan mengabaikannya dalam kasus ini. Setelah salju mencair, perang akan dimulai. Gadis itu adalah seorang Einherjar. Sebagai Wakil Komandan, aku tidak bisa membiarkan kemampuannya tidak digunakan.”

Wilayah Klan Serigala terletak di daerah tinggi Bifröst Basin dikelilingi oleh pegunungan, dan salju menumpuk pada saat ini. Itu berfungsi sebagai pertahanan alami, dan itu mencegah invasi Klan Cakar lebih lanjut. Tetapi dalam dua atau tiga bulan lagi, salju itu akan mencair.

Peperangan sudah mencapai ambang pintu mereka.

"Aku tidak punya niat sedikit pun untuk membiarkannya mati di sana, tentu saja, tetapi kau tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di medan perang," kata Loptr. “Bahkan jika hanya sedikit, aku ingin dia bisa mengalami kebahagiaan hidup sebagai seorang wanita, selagi dia masih bisa merasakannya. Sebagai kakaknya, ini satu-satunya cara aku bisa mewujudkannya.”

"...Maafkan aku." Yuuto menoleh, tidak bisa memenuhi harapan Loptr. Hanya itu yang bisa dia katakan.

"Felicia menyukaimu," kata Loptr. “Kau juga peduli padanya, bukan?"

"Tolong hentikan ini, Kak."

"... Begitu," kata Loptr dengan menyesal. ”Itu buruk. Aku tidak perlu khawatir mempercayakan adik perempuanku kepada dirimu, kau tahu. Tidak seperti orang lain.”

"Aku yakin Felicia akan bisa menemukan seseorang yang lebih baik untuknya daripada pria yang berhati dingin seperti aku," balas Yuuto. Tidak ingin melanjutkan percakapan ini lebih jauh, dia mengubah topik pembicaraan. 

“Dan bagaimana denganmu, Kak? Kenapa kau tidak cepat-cepat mengikat mereka? Kelihatannya tidak bagus kalau Wakil Komandan tidak menikah.”

Sekitar awal tahun baru, Loptr telah menyebutkan bahwa ia telah berusia dua puluh dua. Di Yggdrasil, di mana normal menikah sebelum usia dua puluh, itu sudah cukup tua di mana tidak aneh untuk memiliki anak.

Dan itu tidak seperti dia tidak populer; Loptr sudah memiliki tiga wanita yang menyimpan perasaan untuknya. Hanya berdasarkan usia, ia seharusnya menikah jauh sebelum Felicia atau Yuuto.

"Kau mengatakannya," kata Loptr dengan sedih. “Aku seorang Wakil Komandan. Akhirnya aku akan ... menggantikan Patriark Klan Serigala. Dan itu sudah menjadi impianku sejak kecil.’

Dengan menyingkap jubahnya, Loptr berbalik untuk menatap pemandangan di bawah mereka.

Itu adalah kota Iárnviðr, diterangi oleh cahaya putih pucat bulan purnama. Di situlah Loptr dilahirkan dan dibesarkan.

"Benar, jadi itu alasan kenapa kau harus ..."Yuuto memulai. 

"Dan ketika aku melakukannya, jika aku menjaga posisi 'istri sah' kosong, aku bisa menggunakan itu untuk diplomasi, kan?’ Sudut mulut Loptr tersenyum.

Di seluruh dunia dan sepanjang sejarah, apa yang disebut perkawinan politik adalah salah satu cara tercepat dan termudah bagi kedua negara untuk membangun hubungan persahabatan.

Sebagai orang Jepang dari abad ke-21, gagasan itu membuat Yuuto tidak nyaman, tetapi pada saat yang sama, ia juga merasa seperti baru saja ditunjukkan jurang pemisah di antara mereka berdua.

Kakaknya Loptr selalu mementingkan bangsanya, dan setelah memutuskan untuk memikul beban tersebut, ia bertindak hingga berpikir sejauh itu.

Meskipun Yuuto telah tumbuh dalam setengah tahun terakhir ini, meskipun hanya ada perbedaan enam tahun di antara mereka, Yuuto tidak bisa menahan perasaan bahwa kakak laki-lakinya jauh berada di depannya sebagai manusia.

Yuuto mengagumi Loptr, dan dengan tulus menghormatinya. Dia tidak menyesal telah bertukar Sumpah Ikatan dan menjadi saudaranya.

Tetapi perasaan tidak mampu menyainginya sebagai seorang pria dibandingkan dengan dirinya membuat Yuuto frustrasi.

Dia tidak bisa menahan keinginan untuk mendorong dirinya sendiri dengan tujuan bahwa suatu hari, dia akan mengejar ketertinggalan itu.

Namun, kekaguman kekanak-kanakan itu akan membuat roda nasib bergerak, dan menjadi pemicu tragedi yang akan terjadi di masa depan.



TL: Afrodit
EDITOR: Isekai-Chan

Jumat, 04 September 2020

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 69 – Senjata Biologis

Chapter 69 – Senjata Biologis


—-Miki POV —-

“Miki-san, sudah waktunya.” (Ellis)

Ellis-san mengatakan itu padaku saat aku meletakkan teh di atas meja. Aku melihat staf yang menunggu di sisi kanan mejaku dan mengangguk padanya. Di layar di depanku, tertulis kata "Connecting". Setelah waktu yang sangat singkat, seorang pria dengan wajah agak pucat muncul di layar.

“Sudah lama tidak berjumpa, Presiden Shumsky.” (Miki)

“Lama tidak bertemu, Nyonya Arakawa.” (Shumsky)

Ini pertama kalinya kami berbicara satu sama lain setelah sekitar seminggu sejak Kouki kembali ke Base Hakone. Presiden Federasi Rusia yang terlihat sangat lelah menanggapi salamku dengan suara rendah.

"Aku minta maaf atas masalah yang kita alami dengan Kapten Yurya dan kapal selam rahasiamu." (Miki)

“Tidak, tidak masalah. Terlepas dari masalah yang melibatkan putramu, kami sangat diuntungkan dari hak siar gratis dan tambang berlian." (Shumsky)

Presiden mengucap syukur dengan tatapan bingung. Tidak heran, itu karena aku mencoba membatalkan kontrak yang ditandatangani Kouki dengan Federasi Rusia karena kegagalan mereka untuk melindunginya namun Kouki sendiri bersikeras untuk mempertahankan kontrak tersebut. “Ini benar-benar menguntungkan bagi kita! Kita tidak akan mengalami kerugian apapun!” Aku tidak tahu mengapa dia bisa mengatakan hal-hal seperti itu kepada Departemen Politik dengan keyakinan penuh. Aku ingin tahu apakah dia berhasil dengan ini di salah satu kehidupan sebelumnya ...

“Ngomong-ngomong, topik diskusi hari ini adalah…” (Shumsky)

“Ya, ini tentang serangan kami ke markas New world di Antartika.” (Miki)

"Aku mengerti. Kami tidak akan membantu." (Shumsky)

"Terima kasih. Kalau begitu, silakan lihat dokumen ini." (Miki)

Aku mengoperasikan terminal untuk memperkenalkan bala bantuan yang akan kami dapatkan dari G-88. Ma ~ kita punya cara untuk "meyakinkan" mereka tentang siapa bala bantuan ini jadi tidak ada masalah.

“Ini… permisi, tapi apakah ini gambar cumi-cumi?” (Shumsky)

“Ya, itu adalah spesies hidup yang dibuat menggunakan gen cumi-cumi. Nama resminya adalah Seri G-88 - Type Kraken. Itu dikembangkan oleh Departemen Pengembangan Senjata Noah… tapi karena kita adalah teman, aku akan mengatakan yang sebenarnya. Ini sebenarnya adalah senjata biologis yang dikembangkan oleh anakku." (Miki)

“Ini adalah senjata!?” (Shumsky)

“Ya, makhluk ini memiliki panjang 185 meter dan bahkan lebih dari 200 meter jika kau menghitung panjang tentakelnya. Kecepatan geraknya di dalam air diperkirakan 480 knot, tubuhnya juga tertutup lendir khusus sehingga tidak terdeteksi sonar dan sensor panas. Seperti yang Kau lihat di gambar lain, mereka sangat patuh." (Miki)

Saat menjelaskan, aku menunjukkan gambar Kouki bermain dengan Kraken bernama "Mu-san". Aku ada di sana saat itu dan Mu-san sangat ramah. Dia mengangkat Kouki dan Shingo-kun dengan tentakelnya dan bergerak melintasi air dengan kecepatan tinggi. Aku mungkin akan muntah jika aku melakukan perjalanan dengan kecepatan seperti itu.

“Berikutnya yang ingin aku tunjukkan adalah Seri G-88 - Tipe Naga. Ini adalah senjata biologis yang menggabungkan gen dinosaurus dan kadal. Panjangnya 30 meter dan bagian dari tubuhnya sudah diubah sehingga memiliki kemampuan untuk menembakkan api plasma melalui mulutnya. Ia juga bisa terbang dan kecepatan tertingginya adalah mach 6.7. Mereka juga sangat patuh." (Miki)

Aku perlihatkan foto Alice-chan dan Aikawa-san yang menunggangi punggung Ririn-san sambil tertawa. Meskipun dia adalah naga putih, dia tidak hanya patuh tetapi juga sangat pintar. Sayang sekali aku harus memperkenalkan mereka seperti ini karena aku tidak bisa memberi tahu presiden bahwa bala bantuan kami datang dari dunia lain.

"Apakah semua makhluk ini diciptakan oleh Kouki? ..." (Shumsky)

"Iya. Terutama naga, kulit mereka sangat keras dan satu-satunya cara untuk menembusnya adalah dengan menembakkan beberapa Senjata Elektromagnetik dengan kaliber 200mm atau lebih, kau juga bisa mengepungnya dengan powersuit bersenjata penembus armor." (Miki)

“Itu benar-benar monster.” (Shumsky)

“Ini semua adalah senjata biologis berukuran besar yang kami miliki, mulai sekarang aku akan memperkenalkan senjata yang akan kami gunakan untuk operasi darat. Ini salah satunya, rangkaian senjata biologis yang sama, tipe-arachne. Aku pikir sudah jelas ketika Kau melihatnya tetapi makhluk ini dibuat oleh gen laba-laba dan manusia. Ini rahasia tapi kami benar-benar menggunakan genku untuk penciptaannya… Berkat itu, mereka bisa berbicara bahasa Jepang.” (Miki)

Presiden memiliki wajah terkejut ketika dia mendengar bahwa kita menggunakan gen manusia namun tidak ada cara lain untuk memperkenalkan Arachnes yang memiliki tubuh perempuan manusia di bagian atas mereka ... Mungkin terdengar kasar tapi untungnya semua bagian manusia dari Arachnes indah jadi tidak memalukan untuk mengatakan bahwa mereka dibuat dari genku. Sebenarnya, aku ingin membawa ras yang terlihat persis seperti laba-laba seperti ratu ras Arachne tetapi sayangnya mereka tidak bisa membantu karena mereka tidak dapat bertahan ditempat yang dingin.

“Maaf, tapi… tapi apakah ada makhluk lain yang seperti ini?” (Shumsky)

"Ya tentu saja. Ada 3 jenis makhluk dimana gen manusia digunakan tetapi ada juga makhluk lain seperti ular, lipan, belalang dan beruang──” (Miki)

“Tidak, jangan beri tahu aku lagi… Aku akan memeriksa dokumennya nanti. Jadi apa yang harus kami lakukan?" (Shumsky)

“Kumpulkan setengah dari Satuan Keamanan Nasionalmu di Vladivostok. Kraken akan dilengkapi dengan kontainer pengangkut dan akan mendarat di pantai segera setelah pengumpulannya selesai. Setelah itu, mereka akan bersiaga di lepas pantai dekat Kota akademi.” (Miki)
<TLN: Bagi yang tidak mengetahui, Vladivostok itu salah satu kota di rusia yang dekat dengan jepang, lokasinya berada di timur laut korea utara>

“Itu adalah wilayah perairan negaramu… Tidak, aku mengerti. Kami akan menghubungimu segera setelah kami siap." (Shumsky)

"Terima kasih banyak. Aku akan berbicara denganmu lagi nanti── ” (Miki)

Setelah aku memastikan bahwa panggilan selesai, aku menyeruput tehku. Aku harus menghubungi kepala sekolah, Yamamoto-san, dari Institut Teknologi Internasional yang bertanggung jawab untuk mengajar pendidikan Etika Kouki. Sepertinya dia diceramahi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa karena kejadian baru-baru ini. Jika situasinya memburuk, aku akan mempekerjakannya di dalam Noah… Itu benar! Aku harus membuat pengaturan tentang itu kalau-kalau Kouki memintanya. Aku perlu melakukan semua itu sebelum aku pergi tidur──


Author Note: 
Stres kepala sekolah meningkat dalam kecepatan mach (´ ・ ω ・ `)




TL: Isekai-Chan
EDITOR: Zatfley

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 158. Elixir Yggdrasil

Chapter 158. Elixir Yggdrasil


“Silakan kesini.”

Yang diperlihatkan olehnya ternyata kumpulan budak yang dipisahkan karena memiliki penyakit.
Mereka tidak begitu menjaga kebersihan tempatnya seperti di Tenda Pedagang Budak Melromarc.
Karena sepertinya kesehatan mereka tidak terlalu terjaga, itu mempengaruhi mental mereka juga.

“Tunggu sebentar.”

Aku mendekati kandang besi dan memberikan isyarat pada para budak sakit untuk mendekatiku.
Walaupun ada beberapa budak yang ragu, tapi ketika aku mengeluarkan obat dari perisai, mereka mulai tergiur dengan obat ini.
Obat ini cukup murah, jadi aku tidak merasa rugi memberikannya.

“Buka mulutmu.”

Lalu, aku memberikan obat pada budak yang mendekat.
Obat yang aku berikan memiliki efek [Range Expansion (Kecil)] yang mana itu akan menyebarkan efek obat pada orang di sekitarnya.
Walaupun ini obat murah, tapi ini masih bisa menyembuhkan budak sakit itu, bahkan dengan efek itu aku tidak perlu memberikannya satu per satu.

“....”
“Ini keajaiban!”

Sepertinya obat itu telah bekerja, terlihat dari wajah para budak yang semakin membaik.

“Oh, memberikan kesehatan pada budak yang sakit lalu menawarnya dengan harga murah..... seperti yang diharapkan dari Hero Perisai-sama!”

Pedagang Budak mengeluarkan suara penuh kekaguman.

“Aku tidak berniat untuk menyembuhkan mereka yang sudah tidak mungkin terselamatkan. Lagi pula aku itu bukan orang suci. Dari pada memikirkan itu, cepat arahkan aku kesana.”

Aku mengatakan itu pada Pedagang Budak, sambil meminumkan obat lainnya.

“Sudah kuduga, Tuan adalah Dewa Demi-Human.”
“Berisik.”

Ini hanya untuk kebaikan pemikiranku saja.
Untuk saat ini, aku akan memberikan obat pada yang memerlukan saja. Bahkan dunia ini kita bisa menghasilkan keuntungan dari barang komersial saja.

“Aku rasa kalian sudah mengerti ini—“
““Walaupun Tuan sudah mengerti, kami akan tetap mengambil keuntungan dari ini!””
“Jangan mengatakannya secara bersamaan, itu sangat menjijikkan.”

Kedua Pedagang Budak melakukan lompatan bersama-sama.
Menjijikkan!

Dalam kejadian yang tidak terduga itu.... sebentar lagi aku akan dipertemukan dengan budak tertentu.
Pertemuan ini seperti takdir, menurutku ini berbeda dengan takdir pertemuanku dengan Raphtalia.

“Silakan lewat sini.”

Aku dipandu menuju kandang besi yang didalamnya terdapat sepasang budak.... mungkin bukan. Aku rasa mereka berdua merupakan kakak beradik.

“A-ada apa kalian! Pekerjaannya sudah kulakukan! Untuk apa kalian kemari!”

Kata seorang pemuda yang umurnya sekitar 12 tahun.
Dari tampangnya, ia terlihat sehat.
Dan di belakangnya, ada seorang perempuan yang sedang terbaring dikasur.
Disini cukup gelap, jadi aku tidak bisa melihatnya dengan baik. Tapi, lantainya dilapisi oleh jerami dan di atasnya ada selimut agar dia tetap nyaman.
Kondisinya tidak begitu baik.

“Uhuk...Uhuk....”

Sekarang, aku sedang memperhatikan si pemuda itu.
Pertama, aku perhatikan warna rambutnya.
Warnanya hitam putih. Dengan warna itu saja sudah membuat harga budak ini lebih tinggi dari budak lain.
Matanya berwarna biru..... bagian hitamnya berbentuk garis vertikal yang sama dengan kucing. Irisnya hampir keseluruhan berwarna biru. Tapi masih ada bagian putihnya juga, entah kenapa tatapannya memberikan ancaman.
Wajahnya penuh dengan luka. Bisa dibilang seperti wajah hewan buas, atau juga wajah yang menunjukkan seluruh dunia ini adalah musuhnya.
Telinganya bundar dan terlihat sedikit lebih tebal daripada telinga kucing. Dan juga ekor yang memiliki kesan menakjubkan dengan pola garis hitam putih.
Dia ini....

“Harganya pasti mahal, walaupun masih anak kecil.”
“Kesan pertama yang diberikan oleh Tuan adalah memikirkan harganya terlebih dahulu, aku sangat menghargai itu.”

Mendengar pendapatku, Raphtalia terlihat pusing.
Ya, tidak ada salahnya untuk mengetahui harganya terlebih dahulu.

“Lalu, kenapa dia terlihat sangat berbeda?”
“Ternyata Tuan menyadarinya.”
“Dibandingkan dengan budak Demi-Human lainnya, ada sesuatu yang berbeda darinya.”
“Ya, dia ini merupakan ras yang terkenal bernama Hakuko.”
“Ras Hakuko....”

Berarti Demi-Human seperti White Tiger?
Seingatku, harimau spesies itu sangat kuat di duniaku. Kekuatan fisiknya juga cukup kuat.

“Sebutan itu, merupakan sebutan yang diberikan oleh Hero Suci yang pertama kali dipanggil.”

Dalam bahasa Jepang, kata (白) “putih” bisa diucapkan  (ハク) “haku” dan untuk (コ) “ko” merupakan salah satu dari cara pengucapan (虎) “harimau.” Kalau disatukan maka akan menjadi (白虎) Byakko. 
<TLN: Aku ambil dari LN Vol 11 Chapter 1 khusus kalimat diatas, karena kalau pakai note cukup sulit menjelaskannya dan aku bukan ahli bahasa Jepang. Kalaupun bisa akan cukup panjang. Dan ini juga sudah panjang.>

Berarti Harimau Putih? Kalau begitu, itu merupakan spesies yang bagus.
Apa yang membuat penamaannya seperti itu?
Mengingat kembali prasasti Kepulauan Cal Mira, itu sudah menyatakan bahwa cara penamaan Hero terdahulu cukup buruk.
Ya... aku tidak bisa protes berlebihan, karena aku juga memberikan nama Filo dari Filolial.

“Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan yang satunya?”
“Aku akan memberikannya kepada Tuan.”
“Aku rasa dia tidak begitu kuat, mungkin ini bukan obat yang kau maksud. Apa aku bisa melihat Level dan Statistiknya?”
“Ini merupakan Statistik milik kakaknya.”

Aku melihat data yang diberikannya.
.... Levelnya 32? Dari penampilannya masih muda tapi sudah memiliki level setinggi ini.
Jika dibandingkan dengan budak di desa, maka level 30 sudah cukup besar.

“Levelnya ternyata cukup tinggi. Lalu apakah penampilannya itu membedakannya dengan ras lain atau hanya dia saja yang berbeda?”
“Ya, walau dia masih kecil, levelnya sudah cukup tinggi. Ras ini bisa melakukan Kenaikan Kelas di level 50 dan menjadikan level maksimalnya di level 60. Ya.”
“Berarti semakin dewasa, maka akan semakin kuat.”
“Sesuai dengan yang Tuan katakan.”

Luar biasa. Apa itu karena keunikan dari ras ini?
Padahal untuk menaikkan kelas Filo, aku harus membuatnya berada di level 40 dulu, tapi apa yang terjadi dengan budak ini jika aku membelinya juga.
Ternyata ini cukup menarik.
Ngomong-ngomong, untuk adiknya sudah dipastikan level 1.

“Ras Hakuko itu cukup terkenal oleh kemampuan bertarungnya yang luar biasa dan mereka berhasil berulang kali menggagalkan strategi tokoh legenda Melromarc yang dikenal sebagai Raja Bijak. Ya.”

Tidak, walaupun aku tahu masa lalu Sampah, aku masih menganggap dia orang rendahan.
Atau mungkin karenadia  ingin memperluas wilayah akhirnya rencananya gagal karena keserakahannya itu....

“Walaupun dia dipanggil Raja Bijak....”
“Walaupun dia tidak ada, Melromarc tetap akan disegani oleh negara lain.”
“Terserah pendapat Tuan, jika mengingat kembali Hero terdahulu, maka Hakuko merupakan salah satu dari Lima Ras terkenal didunia ini. Ya.” 
“Begitu.”

Kalau begitu, aku tinggal mengabaikan kejayaan Sampah itu, dan mengambil mereka sebagai kekuatan tempur yang luar biasa.
Kemampuan yang luar biasa dalam menyerang pertahanan musuh..... aku rasa itu sangat berguna untuk orang yang memiliki pertahanan sepertiku.
Tentu saja, apabila kemampuan bertarungnya itu benar-benar luar biasa.

Mungkin ini dilakukan agar tidak terdengar oleh kakak beradik itu, Pedagang Budak membisikkan sesuatu padaku.

“Kakak beradik ini, kakaknya memang sehat seperti kelihatannya, tetapi adiknya itu memiliki penyakit bawaan, matanya buta, tidak bisa berjalan dengan baik, dan dia sudah tidak memiliki harapan untuk hidup lama. Namun, kakaknya itu masih merawat adiknya dengan penuh kasih sayang.”

Kakaknya itu, seperti pemeran utama yang terus melindungi adik tersayangnya walaupun dirinya menjadi budak.
Walaupun bukan seorang pemeran utama, ia masih bisa menjadi karakter jahat yang terkenal di kalangan pembaca manga.
Ditambah lagi, dengan kekuatan dari ras yang ia miliki.
Hmm, dia sangat menarik.

“Hmm.”
“Mungkin ini bisa membuat kakak beradik ini terpisah, pertama buat sibuk si kakaknya dengan pekerjaan, lalu buat laporan palsu tentang adiknya yang sedang dirawat di rumah sakit, tentu saja, itu akan membuat kakaknya percaya bahwa adiknya masih hidup. Benar juga, Tuan memiliki monster yang bisa menirukan suara orang lain, bukan? Gunakan suara monster itu sebagai bukti kehidupan adiknya.”

Memangnya ada monsterku yang bisa menirukan suara orang lain dengan baik?
Diantara monsterku itu, ada yang suka menggali, ada yang ikut berdagang, ada yang suka makan terus, dan ada yang suka terus bertarung, apa yang bisa aku harapkan dari keempat jenis monster ini......
..... Filo bisa saja termasuk penyanyi.
Filo akan bernyanyi bersama penyair lagu bar apabila dia sedang memiliki suasana hati yang bagus saja.

“Lalu kakaknya akan terus bertarung sampai mati, demi adiknya yang sudah meninggal. Tuan hanya perlu memantaunya saja.”

Itu merupakan rencana kejahatan....
Jangan gunakan rencana itu.
Jika sampai digunakan, maka itu sama saja dengan mengibarkan flag pengkhianatan.
Benar juga. Bagaimana dengan melakukan hal yang sama dengan Itsuki, aku akan menyelamatkan adiknya, dan membuat kakaknya bertarung untukku, mungkin itu pilihan terbaik untuknya?
Ini bukan candaan. Untuk apa aku membuat permusuhan.

“Itu lah kenapa kau hanya bisa menghasilkan keuntungan segitu saja dari perdagangan budak ini. Sekarang akan aku tunjukkan cara yang benar.”

Aku memberitahu Pedagang Budak untuk membukakan pintu kandang besinya.

“Ap-apa yang akan lakukan!”
“Hei. Diam saja kau, bocah.”

Aku memasuki kandang besi, lalu mendekati adiknya yang berada dibelakang kakaknya.

“Berhenti! Jangan sentuh Atla!”

Atla... nama yang cukup jarang. Nama seperti itu memiliki makna yang banyak diduniaku.
Apa itu nama untuk seorang gadis?
Kakaknya menghalangiku. Oleh karena itu, aku mengeluarkan obat dari dalam saku.

“Aku mau meminumkan obat saja. Kau juga pasti pernah melihat obat seperti ini?”

Ngomong-ngomong, obat ini dibuat oleh perisai.
Aku belum bisa meraciknya dengan kedua tanganku sendiri.
Ini merupakan skill yang berasal dari Reiki Sacred Tree Shield.... nama skillnya adalah Resep Elixir. Dengan skill itu aku berhasil membuatnya.

Reiki Sacred Tree Shield 0/40C
Kemampuannya Terbuka.... Bonus Penggunaan, Resep Elixir.
Efek Spesial [Perlindungan Tanaman Kuno] [Anugrah Pohon Suci (Yggdrasil)] 
Keahlian 0

Efek sesungguhnya dari perisai ini masih belum diketahui. Tapi, aku yakin perisai ini ada hubungannya dengan tanaman.

Hanya ada satu jenis obat yang bisa dibuat oleh Resep Elixir.
Dengan obat terapi, obat luka biasa dan obat luka berat, sihir air dan air penyembuh jiwa.
Lalu, dengan menambahkan beberapa racun yang tidak begitu mematikan, yang dicampurkan kedalam penyaringan racun dan obat.... mungkin pada saat proses itu, muncul getah dari Pohon Suci (Yggdrasil).
<EDN: Elixir itu dikatakan sebagai obat ajaib yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit>

Dan bahan obat yang diperlukan sangat banyak untuk pembuatan obat ini.
Baru-baru ini, aku mencoba meracik obat ini dengan tanganku sendiri, dan hasilnya gagal.
Aku menanyakan ini pada Apoteker dan ia memarahiku karena kurang hati-hati. Itu berarti ini obat yang sulit dibuat dan memiliki efek yang sangat kuat, obat itu merupakan barang mahal yang bisa dibuat oleh perisaiku.

Obat itu bernama Yggdrasil.

Ngomong-ngomong soal obat Yggdrasil, obat itu yang membuat Nenek Tua itu sehat kembali, jadi efek obat ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
Bagaimana aku menjelaskannya? Agar lebih mudah, aku rasa ini merupakan obat yang setara dengan kelas Elixir dalam game.

Si Nenek Tua itu, sekaya apa dia sampai bisa meminum obat berharga itu?
Untuk seorang petualang yang sudah pensiun, dia itu sudah terlalu kaya. Kalau dia tidak memiliki seorang anak.
Eh, hal seperti itu tidak perlu aku pikirkan.

Intinya, itu obat yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit dalam sekali minum.

“Aku akan menjadi pemilik kalian berdua. Obat ini akan menjadi obat yang menyembuhkan adikmu. Kau bisa membayar obat ini dengan menyerahkan hidupmu padaku.”

Kata Apoteker, obat ini harganya sangat tinggi dalam pasaran.
Namun, aku dengar, ketika ada nyawa seseorang yang tidak bisa tertolong dengan obat ini, maka banyak orang akan melakukan apapun untuk mendapatkannya.
Karena sangat mujarab, banyak orang yang menginginkannya.
Obat yang katanya bisa membangkitkan orang yang telah mati.

Tujuan kita hari ini adalah pusat kota, jadi aku membawanya apabila ada orang yang menginginkannya, tapi kebetulan ini bisa digunakan sebagai percobaan.
Jika mempertimbangkan gelombang berikutnya, maka kekuatan akan menjadi prioritas utama daripada uang, aku menyimpan ini untuk mencari sekutu yang kuat, jika aku menemukannya maka aku bisa menggunakan ini sebagai jaminan.

“.... Kau tidak berbohong, kan.”
“Apa kau bisa mengenali aroma ini?”

Kakaknya mulai mengendus-endus aroma obat ini.
Lalu, dia mengangkat wajahnya dan berteriak.

“Ini Obat Yggdrasil!”
“.... Ternyata kau bisa mengetahui ini.”

Apa dia ini seekor anjing?
Dengan kemampuan seperti itu, berarti dia ras yang berguna, kan?

“Ah, tapi bukan berarti obatnya tidak beracun!”
“Jadi selama hidupmu kau akan terus mencurigai semua obat? Apa kau mencurigai semua obat yang telah kau minumkan pada adikmu?”
“....”
“Jika kau tidak percaya, maka aku tidak akan memberikannya. Tapi, apa itu akan membuat adikmu membaik? Dalam keadaan adikmu yang menderita ini, kau masih keras kepala.”
“...”

Kakaknya itu mengerang kesal.

“.... Apa ada seseorang disana?”

Dengan perlahan, gadis itu berbalik sambil terbatuk.
Katanya dia tidak bisa melihat. Mungkin dia melirik kesini karena arah suara saja.

“.... Aku merasakan, keberadaan orang yang kuat.... dan baik hati, Onii-sama, bagaimana menurutmu?”
“Hmm, aku juga tidak tahu.”
“Tapi.... aku merasakan kekuatan yang sangat besar darinya....”

Dengan perlahan, gadis itu menghadapkan wajahnya padaku.
Kakaknya dengan enggan mengerakkan lengannya agar aku mendekati adiknya.
Aku mendekati gadis bernama Atla.
Keadaannya sangat buruk. Seluruh tubuhnya dibalut oleh perban, aku tidak bisa melihat wajahnya sedikitpun.
.... Kulitnya bernanah. Ajaib sekali dia masih hidup.
Hanya satu hal saja, yaitu telinga dan ekornya yang menjadi bukti kalau dia itu memiliki ras yang sama dengan kakaknya.

“Anu.... ada keperluan apa kemari?”
“Apa kau tahu ini tempat apa?”
“Aku tahu... aku akan menjadi sandera agar kakakku bekerja...”

Dia sudah memahami semua ini, tapi.... tidak, dia mengatakan ini dengan nada menyerah.

“Tuan bersuara lembut.... jika Tuan berkenan, bolehkah aku mengetahui namamu?”
“Naofumi.”
“Tuan... Naofumi.”

Pengucapan katanya sangat sempurna. Untuk pertama kalinya ada orang yang menyebut namaku dengan benar.
Selain hero.
<TLN: Kebanyakan orang mengucap nama Naofumi pakai (ナオフミ) sedangkan kalau hero lain sama Atla pakai (尚文)>

“Tuan, Naofumi. Tolong jaga dengan baik kakakku.”
“Atla! Apa yang kau katakan!”

Mungkin dia tahu waktunya tinggal sedikit, jadi dia meminta tolong padaku.

“Sayang sekali, aku tidak bermaksud untuk memenuhi permintaanmu.”
“Be.... begitu....”
“Aku bermaksud untuk mengurusmu juga. Ini, minumlah.”
“Itu.... Aku mengerti.”

Sepertinya Alta ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi dia mengangguk dan meminum obat itu.
Aku dekatkan Obat Yggdrasil ke mulutnya.
Kakaknya ingin menghentikan adiknya yang meminum obatku, tapi dia memegang lengannya sendiri agar tidak melakukan itu.

“Ku....N....”

Dengan patuh Atla meminum obat itu.
Ini? Sinar dari efek penggunaan obat ini lebih terang dari yang biasanya.
Sinarnya cukup banyak.

Apa ini terjadi karena Reiki Sacred Tree Shield?
Ya, sudah dipastikan ini merupakan perisai yang berhubungan dengan efek obat itu.
Tidak aneh apabila efeknya lebih dari biasanya.

“Fu~u... Fu~u...”

Efek obatnya sudah bekerja. Nafasnya semakin membaik.

“H...Apa? Tubuhku... terasa semakin ringan.”
“Atla?”
“Kulitku.... terasa gatal, tapi tubuhku terasa sangat hangat.”
“Efek dari obat ini masih memerlukan waktu agar bisa bekerja sepenuhnya. Lain kali aku akan meminumkan obat ini lagi, jadi sekarang tidurlah.”
“Iya.... aku mungkin tidak banyak membantu, tapi mohon bantuannya.”

Aku berdiri dan meninggalkan kandang.

“Lalu, siapa namamu?”

Dengan menutupi wajahnya, si kakaknya memalingkan wajahnya.

“Oh begitu, Atla, maaf mengganggu tidurmu—“
“Namaku Fohl.”
“Baiklah, sekarang kau adalah budakku. Kau mengerti?”
“... Aku mengerti. Obat itu bukan sebuah kebohongan, jadi aku akan bekerja untuk obat itu.”
“Obatnya sangat mahal, kau paham, bukan?”
“Iya! Setelah melihat Atla tertidur senyenyak itu, aku mengerti.”

Dengan tidak enak hati, Fohl menjawab.
Ini yang aku dapat setelah membantunya.
Sepertinya dia itu Siscon akut.
<EDN: Siscon itu sister complex, jadi biasaya kakak yang ‘sayang’ sama adiknya tapi udah bukan dalam batas wajar :v>

“Tapi.... aku tidak akan pernah menyerahkan adikku padamu.”
“Apa katamu?”
“Dia itu cemburu melihat adiknya yang sepertinya sangat tertarik denganmu, Naofumi-sama.”
“Eh, bukan! Bicara apa kau, wanita disana! Jangan mengatakan hal seenaknya!”

Fohl berteriak pada Raphtalia sambil menunjuknya.
Disini bukan tempat yang tepat untuk memberitahu kedudukannya. Ketika sudah sampai desa, akan aku ajak dia berlatih.
Dia itu terlihat kuat. Aku menantikan perkembangannya.

Ini merupakan obat yang bisa menyembuhkan Nenek Tua, aku harap adiknya bisa sembuh oleh ini.
Jika adiknya sembuh, maka pasukanku akan semakin kuat.
Aku rasa itu bisa dijadikan bayaran yang sepadan untuk obat ini.

“Tenang saja. Naofumi-sama bukan orang yang seperti itu.”

Dengan santai, Raphtalia memperlihatkan senyumannya pada Fohl.

“Baiklah, aku akan memulai ritual budak nanti.”
“Iya, aku menyerahkannya padamu.”

Demikianlah keputusanku untuk membeli kakak beradik ini.




TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan

Kamis, 03 September 2020

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 32. Kemana Dragon Fire Tails Menghilang

Chapter 32. Kemana Dragon Fire Tails Menghilang


Hijikata menyambut kedatangan kami di Kastil Ashtaroth.

Dia menatapku dengan murung dan berkata,

"Jadi kali ini kau tidak hanya membawa wanita, tapi juga Dwarf, huh." Katanya sambil bercanda.

Dia mengacu pada barisan panjang para Dwarf yang di berada belakangku.

“Sepertinya kau cukup terkenal di kalangan pria dan wanita ya.”

Toshizou melanjutkan.

"Yah, lebih baik tidak termasuk dirimu, Toshizou."

Aku menjawab dengan bercanda. Lalu aku memimpin para Dwarf ke kamp. Penghuni kamp ini adalah bekas penghuni kastil Sabnac. Untungnya kamp itu cukup besar untuk menampung para Dwarf tanpa masalah.

Tetap saja, kami harus sangat berhati-hati untuk menghindari perselisihan para Dwarf dengan penghuni sebelumnya. Aku tidak bisa mempercayakan tugas ini kepada Toshizou atau Jeanne, jadi aku menyerahkan tugas ini kepada Eve.

Eve membungkuk dengan hormat dan berkata,

"Tolong serahkan padaku, Astaroth-sama."

Dan begitulah, akhirnya para dwarf dengan aman dibawa ke kastilku. Sekarang, aku ingin mengumpulkan arsitek dan mulai merancang kota.

Aku mengatakan ini pada perwakilan Dwarf. Tapi mereka menatapku dengan ekspresi gelisah.

"Apa? Apakah kalian bukan arsitek?”

“Kami memang seorang arsitek. Kami dapat merancang bangunan dengan sangat baik, namun, merencanakan seluruh kota itu adalah masalah yang berbeda.”

Mereka sepertinya tidak terlalu percaya diri.

“Itu sangat disayangkan. Tapi bagaimana kalian membangun kota kalian sampai sekarang?”

“Pemimpin kami sebelumnya yang memberi perintah. Dia bukan hanya seorang insinyur yang berbakat, tetapi juga seorang arsitek yang jenius. Kami mengandalkan dia untuk segalanya.”

"Begitu rupanya…"

Sebenarnya hal seperti itu cukup wajar. Ketika seorang pemimpin terlalu brilian, bawahan mereka sangat bergantung pada mereka sehingga mereka sendiri gagal untuk berkembang.

Di satu sisi, kondisi pasukanku sangat mirip dengan mereka. Eve sering berkata bahwa pasukanku akan segera hancur jika aku menghilang.

“Aku mengerti masalahnya. Tapi itu tidak akan menyelesaikan apapun. Kita harus melakukan sesuatu.”

Saat aku bertanya-tanya apa yang harus aku lakukan, Eve memberi saran.

"Astaroth-sama. Saya harap anda tidak menganggap saya terlalu lancang. Tetapi kenapa anda tidak mencoba Spirit Summoning?"

“Spirit Summoning? Tanpa sebuah Relic?"

“Tapi anda mempunyainya. Benda di dalam saku anda dapat digunakan untuk tujuan yang sama seperti Drifted Relic.”

"Maksudmu ini?"

Aku memasukkan tanganku ke saku.

Janggut ini?

"Iya. Itu adalah janggut seorang Pahlawan. Bagian dari tubuh orang yang mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan bangsanya.”

“Jadi aku bisa membangkitkan dia jika aku menggunakan janggut ini sebagai bahan pemanggilan?”

“Dalam beberapa kemungkinan. Tapi jika anda menggunakannya sebagai bahan, saya yakin anda bisa memanggil seseorang yang sangat hebat.”

"…Baiklah kalau begitu. Lagipula tidak ada gunanya menyimpan ini. Jika ada peluang kecil untuk membawanya kembali, maka aku bersedia bertaruh untuk itu.”

“Sungguh keputusan yang cepat dan bijaksana, Astaroth-sama.”

“Jadi, aku hanya harus memasukkan ini ke dalam botol Klein?”

"Iya. Namun, jika hanya janggut itu saja mungkin tidak cukup. Saya menyarankan anda menambahkan bahan lain yang cukup kuat.”

"Hmm."

Aku memegangi daguku dan berpikir.

“Orang yang ingin aku panggil adalah Gottlieb, leluhur para Dwarf. Jadi benda itu harus memiliki hubungan dengan dia. Itu seharusnya meningkatkan kemungkinan dia dipanggil.”

"Tepat."

Mendengar ini, salah satu pemuda kurcaci mendekatiku.

“Maou-san, mungkin anda bisa menggunakan salah satu senjata yang dibuat oleh mantan pemimpin kami?”

"Apa? Gottlieb juga seorang pandai besi?”

"Pemimpin kami adalah orang dengan banyak talenta, Maou-sama."

“Sudah diputuskan kalau begitu. Jadi, di mana senjata ini?”

“Pemimpin kami sudah lama tidak membuat senjata. Jadi kami tidak memilikinya. Namun, jika anda berniat menggunakannya untuk bahan, bukankah lebih baik menggunakan karya terhebatnya?”

"Itu benar. Aku akan menyuruh orang mencarinya nanti. Apakah kau tahu nama dan pemilik senjata itu saat ini?”

“Senjata itu disebut Dragon Fire Tails atau Kapak Naga Api. Aku yakin senjata itu saat ini ada di toko senjata di kota kastil Raja Iblis Azazel.”

“Azazel? Aku belum pernah mendengar nama itu sebelumnya.”

Nama itu tidak ada di peta wilayah tetangga kami yang pernah diperlihatkan Eve padaku. Raja Iblis satu ini pasti tinggal sangat jauh. Aku mengertakkan gigi, memikirkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan hal ini. Tapi Eve menjelaskannya padaku.

“Raja Iblis itu sudah mati sebelum anda lahir ke dunia ini, Astaroth-sama. Setelah kematiannya, lahirlah Raja Iblis yang langka dan kuat.”

“Hm…? Apa yang kau maksud?"

“Anda adalah penerusnya, Astaroth-sama. Dengan kata lain, toko senjata ini berada di kota kastilmu.”

"Begitu rupanya."

Dia bisa saja memberitahuku ini lebih cepat, tapi tidak ada gunanya menceramahinya sekarang. Aku harus segera pergi ke toko senjata ini.

“Apakah anda akan pergi sendiri, Astaroth-sama?”

“Kenapa tidak?”

"Anda bisa mengirim seseorang untuk pergi keluar dan merebutnya."

“Itu adalah sesuatu yang akan dilakukan oleh Raja Iblis.”

Eve menatapku seolah berkata,’ Lalu anda itu siapa jika bukan Raja Iblis?'

Kemudian aku menjelaskan.

“Ya, aku memang seorang Raja Iblis. Tapi aku bukan penjahat. Aku adalah seorang yang Realistis. Sangat bodoh jika aku mencuri senjata dari orang-orangku sendiri. Aku tidak bisa mendapatkan reputasi baik seperti itu ketika aku mencoba mendorong lebih banyak orang untuk berkumpul di sini. Jadi aku berencana akan membayarnya dengan benar.”

"Begitu rupanya. Anda telah berpikir jauh ke depan.”

Eve membungkuk dengan ketulusan.

“Sekarang, aku akan pergi dan membeli senjata ini. Tapi mungkin aku harus membawa beberapa penjaga, untuk berjaga-jaga.”

“Kalau begitu silahkan bawa saya. Saya memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk bertarung.” saran Eve. Meskipun aku tidak memiliki keluhan dengan pengetahuannya, tetapi dia memiliki satu aspek yang kurang bisa aku andalkan.

Selain itu, dia bertanggung jawab untuk mengurus orang-orang dan menjalankan kota. Aku yakin ada segunung dokumen yang harus dia tangani setelah lama absen. Dan karena alasan itu, aku menolak permohonannya untuk menemaniku. Dia menatapku dengan kesal dan berkata, '... tidak bisa pergi ...' pada dirinya sendiri.

Tetap saja, dia segera menuju kantor. Itu adalah bukti bahwa dia serius dan pekerja keras. Aku beruntung memiliki pelayan yang cerdas dan cakap.

Ketika aku memikirkan siapa yang akan kubawa, Hijikata dan Jeane masuk.

“Kau tidak berpikir untuk meninggalkanku dua kali berturut-turut, kan?” Kata Toshizou sambil tersenyum.

"Sudah menjadi kehendak Tuhan supaya aku tetap berada disampingmu, Astaroth-sama" kata Jeanne.

Keduanya adalah otak otot dan tidak ada juga gunanya meninggalkan mereka di sini.

Aku tidak berpikir kalau aku akan menemui masalah di kota, tetapi aku memutuskan untuk membawan mereka bersamaku ke kota.

Saat aku mengatakan ini kepada mereka. Mereka menjawab

“Baiklah, Astaroth-sama.”

Kemudian mereka berdua tertawa.

Note: 
Kalau ada kesalahan terjemahan bisa langsung ngomong di kolom komen di bawah yak


PREVIOUS CHAPTER       TOC        NEXT CHAPTER


TL: Tasha Godspell
EDITOR: Isekai-Chan