Senin, 29 Juli 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 38. Alasan Tersegel

Chapter 38. Alasan Tersegel


Setelah mendengar kabar bahwa ada desa yang sedang membutuhkan herbisida, kami langsung berangkat…
Mungkin karena filo sangatlah cepat, kami bisa sampai daerah itu hanya dalam beberapa hari.

“Goshujin-sama”
“Ada apa?”
“Uhmm, tanaman disini sungguh aneh.”
“Hah?”

Raphtalia dan aku melihat ke luar kereta.
Saat itu, kami melihat jalanan yang terkubur sepenuhnya oleh tanaman yang merambat.

“A, apa ini!?”

Tanaman ini menyebar secara perlahan dan bertahap, namun tanaman ini lebih terlihat seperti memperluas wilayahnya.

“Desanya…”

Aku melihat sekitar dan menyadari ada orang yang berkumpul di suatu tempat yang terlihat seperti pos pengungsian.

“Filo, pergi ke arah sana.”
“Ok.”

Kami pergi ke pos itu dan mulai menyiapkan tokonya.

“Baiklah, berapa biaya yang harus aku pasang.”

Aku yakin ini akan digunakan untuk membunuh akar-akar tanaman yang menyebar itu.
Aku mengerti apa yang dimaksud pedagang aksesoris dengan untung besar.
Jadi, berapa keuntungan yang akan aku buat.

“Meskipun sepertinya ada spesialis yang sudah melakukannya.”
“Kau mungkin benar.”

Aku turun dari kereta dan mencoba mendapatkan informasi.
Sebagai catatan, aku mengganti perisaiku menjadi [perisai buku]. Kemudian aku memutar perisainya sehingga aku terlihat seperti pedagang yang sedang memegang buku.
Dengan mengatur perisaiku agar tidak menonjol, aku dapat menyembunyikan identitasku sebagai hero perisai.

“Aku datang karena kudengar aku dapat menjual herbisida dengan harga bagus disini.”

Aku berbicara pada orang yang terlihat memiliki wewenang di pos itu.

“Oh, pedagang. ini akan sangat membantu.”

Dia menjawab dengan cepat seperti dia telah menungguku.

“Tapi, apa yang sebenarnya terjadi disini?”

Aku bertanya sambil melihat kearah tumbuhan yang menyebar itu.

“Sebenarnya… desa kami dilanda kelaparan.”

Ah benar juga, aku mendengar beberapa rumor tentang itu.
Bukankah Motoyasu sudah menanganinya?

“Bagaimanapun, kami meminta bantuan kepada hero tombak dan dia kembali dengan membawa bibit ajaib yang telah disegel sejak zaman dahulu. Ketika masalah kelaparan kami sudah teratasi, tumbuhan itu…”
“Jangan bilang kalau itu adalah tumbuhannya?”

Aku mendekati akar-akar itu. Ketika aku melihatnya lebih detail ada buah dan sayuran muncul dari akar itu.
Sepertinya pos ini tidak memiliki masalah dengan makanan, dan tidak ada bantuan makanan yang terlihat. Akar ini sepertinya juga menghasilkan kentang, seperti yang sedang diambil oleh seorang petani disana.
Dengan kata lain, penduduk desa tidak memiliki masalah dengan sumber makanan, namun karena tanamannya tumbuh tidak terkendali, mereka telah kehilangan rumah mereka…

Apa kau bodoh?

Jika dipikir-pikir, bukankah tanaman ini disegel? Pasti ada penyebabnya kenapa itu disegel, jika tidak, mereka akan membiarkannya saja.
Apa yang dipikirkan Motoyasu?

“Dan tidak hanya masalah pertumbuhannya, ketika kau berada di dalam desa, beberapa tumbuhan akan berubah menjadi monster.”

Oh, jadi tumbuhannya berevolusi.

Apa kau bodoh?

Mengapa aku sering sekali merasakan hal seperti ini.
Sungguh, orang itu sangat pintar dalam hal mengganggu.

“Dan karena itu kalian memerlukan herbisida?”
“Ya.”

Karena mereka petani aku yakin mereka mengetahui tentang tanaman dan cara memeliharanya…

“Pada awalnya kami sangat senang dengan panen besar yang kami dapatkan. Namun tanaman itu mulai tumbuh dari ladang hingga ke rumah… kami sudah mencoba untuk mengontrolnya, namun tanaman itu tumbuh terlalu cepat.

“Ngomong-ngomong, kapan hal ini terjadi?”
“Saat dua minggu setelah hero pergi, ini bukanlah masalah, namun setelah dua minggu itu…”
“Begitu, apa kau sudah mencoba melaporkan ini ke kerajaan?”
“Sudah, Namun karena para hero sangat sibuk, akan memakan waktu untuk datang kesini. Jadi kami hanya mencoba untuk membuatnya berhenti menyebar dengan herbisida.”

Haah… tanpa kusadari aku menghela nafas.

“Apa kau sudah mencoba membakarnya?”
“Kami sudah mencoba apapun yang kami pikirkan.”
“Oh, jadi sudah dilakukan.”

Aku yakin mereka juga sudah memanggil petualang untuk membantu.
Aku melihat sekitar terdapat orang dengan senjata yang terlihat jelas bukan penduduk desa.

“Uwaaaah!”

Teriakan muncul dari dalam desa.

“Ada apa!?”
“Beberapa petualang berkata mereka mencoba masuk untuk menaikan level mereka. Aku mencoba menghentikan mereka namun mereka tidak mendengarkannya. Teriakan itu pasti berasal dari mereka…”

Penduduk desa berbicara seolah mereka sudah pasrah dengan para petualang itu.

“Sialan..! Filo!”
“Ba-Baik!”

Aku menunjuk ke arah desa, dan Filo yang tadinya sedang memakan produksi dari tanaman itu berlari masuk ke desa.
Beberapa waktu kemudian dia keluar dengan membawa 3 petualang yang terluka.

“Seperti apa didalam sana?”
“Uhmm, ada monster tanaman yang mengerikan, ada satu yang dapat menarik dan ada juga yang bisa mengeluarkan racun dan asam. Mereka pasti orang bodoh karena masuk kesana padahal mereka lemah.”
“Kau seharusnya tidak berkata seperti itu.”
“Baiiiik”

Para penduduk desa terdiam dan terkejut ketika mendengar Filo berbicara.

“A-apa kau adalah orang suci yang dirumorkan itu, yang mengendarai kereta yang ditarik oleh burung suci?”

Para penduduk desa menanyaiku, sambil memegang tanganku.

“Yah… aku tidak tahu tentang orang suci, namun aku adalah pemilik kereta dan burung itu.”
“Kumohon! jika kau bisa, tolonglah kami! Ada beberapa orang yang telah terinfeksi tanaman!”
“Jadi mereka juga memiliki kemampuan parasit…”

Dengan obat dan herbisida, aku pergi menuju tenda.
Didalam, aku melihat orang-orang terbaring dengan setengah bagian tubuhnya diselimuti tanaman.

“Aku tidak tahu apakah aku dapat menyembuhkannya. Namun aku tidak sedang melakukan bakti sosial, jadi pastikan kau akan membayarnya nanti.”
“Pasti…”

Suaranya hampir tidak bisa didengar, namun aku bisa mendengar suara orang memprotes, ‘jika saja hero tombak tidak datang kesini…’. Itu membuatku sedikit pusing.
Sekarang, aku pergi ke pasien terdekat yang mana dia adalah anak kecil yang sedang tertidur dan kesulitan untuk bernafas, kemudian aku meminumkannya obat.
Cahaya yang redup muncul, dan anak itu bisa bernafas kembali dengan normal. Kemudian aku menyebarkan herbisida di area tubuh yang terkena parasit.
Anak itu terlihat sedikit kesakitan, namun tumbuhan yang menyelimutinya mulai pudar dan menghilang. Sepertinya dia berhasil disembuhkan.

“Ooooh…”
“Seperti yang diharapkan dari orang suci-sama.”

Sautan kekaguman mulai menggema.
Aku lanjut ke pasien selanjutnya, memberinya obat dan menyiramkan herbisida.
Setelah aku menyembuhkan semuanya, suasana di pos ini terasa sedikit lebih ringan.
Yah, meskipun ini bukanlah masalah intinya, sepertinya cukup bagus untuk meningkatkan suasana hati mereka.

“Terimakasih, terimakasih banyak!”

Orang-orang disini memberikanku rasa terimakasih mereka.

“Berikan biaya pengobatannya.”

Aku memberikan harga sedikit diatas harga pasar.
Aku harus berhati-hati. Karena mereka sudah meminta bantuan dari kerajaan, mungkin saja aku akan bertemu hero lainnya disini dan itu akan menjadi resiko.
Jika itu terjadi ada kemungkinan para penduduk disini akan menghindariku.
Para penduduk memberikan uangnya dengan senyum dimukanya.

“Baiklah, aku akan berada disini untuk menjual herbisida. Setelah itu, aku akan pergi jika aku sudah tidak memiliki keperluan disini.”
“Ah… orang suci-sama, jika bisa, mau kah kau menyelamatkan desa kami?”
“Yang benar saja!? kenapa kalian tidak meminta para hero?”
“Tapi…”

Ugh… para penduduk desa mengelilingiku dan memohon kepadaku seperti halnya mereka sedang berdoa.
Aku bukanlah tipe orang yang selalu melakukan apapun yang orang lain minta. Dan terlebih lagi, aku tidak memiliki kewajiban untuk membantu mereka.

“Aku menolak.”
“Kumohon, jika masalah uang, kami dapat mengumpulkannya.”
“... Berikan uangnya dulu. Dan setelah itu, apapun yang terjadi jangan datangi aku untuk menangis. Sekarang, katakan semua hal yang kau tahu tentang segel yang dilepaskan hero tombak.”

Saat aku menjawabnya, para penduduk desa mulai memeriksa kantungnya dan mengumpulkan uangnya. Disaat yang bersamaan aku mulai mengumpulkan informasi sebanyak yang aku bisa.
Dari apa yang mereka katakan, tanaman yang disegel di reruntuhan dekat sini adalah jenis tanaman tertentu, dan dijaga oleh penjaga yang sangat kuat.
Yang benar saja, apa kalian mengabaikan tentang adanya penjaga yang menjaga bibit itu?
Aku hampir saja marah dan berteriak namun aku masih bisa mengontrolnya.
Dan itulah cerita yang didapat dari hero tombak… Motoyasu.
Yang aku dapatkan dari para penduduk desa, zaman dahulu kala wilayah ini diduduki oleh para ahli kimia, dan dikatakan salah satu ciptaannya di segel disini.
Dan ada juga yang mengatakan, dulu daerah ini didominasi oleh tanaman dan semacamnya.

“Jika kau memiliki legenda seperti itu, jangan biarkan ada yang melepaskan segelnya! apa tidak ada yang menghentikannya?”

Mereka semua mengalihkan pandangannya secara bersamaan.
Aku yakin mereka hanya berpikir hal ini akan aman karena seorang hero yang membawanya.

Sepertinya aku tidak bisa mendapatkan informasi berguna lainnya selain hal itu.
Dan ketika kami berdiskusi, uangnya telah selesai dikumpulkan.
… ini jumlah yang cukup banyak.
Karena mereka sudah membayarnya, aku dapat mengerjakannya tanpa mengkhawatirkan identitasku.

“Baiklah, aku akan mencoba apa yang bisa aku lakukan.”

Aku mengganti perisaiku menjadi perisai yang digunakan untuk bertarung, [Perisai ular chimera].

“He-hero perisai!?”

Aku mengabaikan suara penduduk desa dan pergi menuju kumpulan akar. Dibelakangku ada Raphtalia dan Filo. Aku mengikat tas uang yang aku dapat di pinggangku, dan berjalan menyusuri tanaman ini.




TL: LoliLover
EDITOR: Isekai-Chan

I Became Hero’s Bride! Novel Bahasa Indonesia Chapter 3 – Ini Clarice

Chapter 3 – Ini Clarice


Setelah ditanya apakah dia gila dan diusir dari kamar putranya, raja meninggalkan Istana Rien dan pergi mencari pahlawan Minwoo. Minwoo tidak sulit ditemukan. Di tengah lapangan pelatihan. Di tengah para prajurit yang kebingungan, pria tanpa helm menonjol diantara mereka dengan rambut hitam halus yang tidak biasa.

Dan terlebih lagi, aura unik yang dipancarkan Minwoo pada dasarnya berteriak, "Aku di sini."

Kemunculan tiba-tiba raja membuat tempat latihan menjadi gempar. Kedua prajurit masih saling beradu, yang satu sedang berlari kelelahan dan segera melompat seolah-olah kakinya terbakar. Sementara itu lawannya masih bersantai.

"Yang Mulia?"

Mendengarkan suara Minwoo, raja teringat kembali tentang bocah nakal yaitu Minwoo ketika dia pertama kali dipanggil.

"Suaranya masih seperti anak laki-laki saat itu."

"Terima kasih, pahlawan. Sepertinya kau mengajari prajurit berpedang. ”
"Tidak tidak. Saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan. "
"Harus?"

Minwoo melihat ke arah boneka pelatihan di sudut lapangan pelatihan.

“Ketika saya pertama kali datang ke sini, ada orang yang mengajari saya berpedang ketika saya sama sekali tidak mengetahuinya. Saya ingin membalas budi. "

Kebaikan. Raja menundukkan kepalanya sambil mengelus jenggotnya. Tubuh dan pikiran, dia memang seorang pahlawan. Para prajurit yang mengelilingi mereka sedang memandang Minwoo dengan wajah penuh inspirasi. Demikian juga raja yang ikut tergerak.

‘Tak kusangka bocah itu bisa tumbuh seperti ini. Kemana si bodoh yang dulu meneriakkan light novel atau kesialan masuk isekai atau aku tokoh utama disini. '
<EDN : Yah beginilah jadinya kalau otaku masuk isekai :v>
Masa lalu ketika dia memperlakukannya seperti orang bodoh tiba-tiba muncul dan menyodok hati nurani raja. Ketika dia memikirkan apa yang akan dia lakukan, dia harus berdoa dia tidak akan dibunuh.

"Dan Yang Mulia."

Pahlawan berdiri memperhatikan dan berkata,

"Saya bukan lagi pahlawan. Baginda tidak harus formal dengan saya. "

Karena raja iblis tidak ada lagi itu berarti dia adalah seorang warga sipil biasa sekarang. Raja hanya bisa tersenyum dan berpikir,

Oi, bagaimana bisa aku merasa nyaman dengan orang sipil yang bisa mengalahkan raja iblis.

"Jika kau berkata seperti itu, mau bagaimana lagi. Aku punya sesuatu untuk dibicarakan denganmu secara pribadi, jadi mari kita pindah ke tempat lain. Minwoo. "

Raja memandang Minwoo, kemudian menengok kepada para prajurit di belakangnya.

"Karena semua orang terlihat tidak nyaman berada di sini."

***

Di ruang pertemuan terpisah, raja mulai berbicara.

"Minwoo, apakah kau memiliki seorang wanita yang menarik perhatianmu?"
"Seorang wanita yang menarik perhatian saya?"

Minwoo mengalihkan pandangannya dan dengan sedih menjawab.

"T, tidak, aku tidak ...."

Sangat menyedihkan baginya jika memang tidak ada.

Meskipun tidak sampai membentuk harem di dunia lain, ia sedikit berharap untuk hubungan cinta yang manis dengan seorang gadis yang mencintainya. Namun tidak ada yang seperti itu.

Bahkan ketika dia menghajar habis-habisan raja iblis, tidak ada hal seperti itu....

"Hm. Lalu apakah kau memiliki wanita yang kau sukai? "
"Wanita yang saya suka?"

Minwoo menunduk dan menjawab dengan depresi.

"Tidak, bahkan seorang pun tidak ada...”

Sangat menyedihkan baginya jika memang tidak ada.

Dia memiliki banyak wanita di sekitarnya. Tapi tidak ada wanita biasa yang bisa menggerakkan hatinya.

Penyihir? Seorang wanita putus asa yang selalu berkata ‘wahai pangeranku wahai pangeranku’ setiap hari.
Wakil kapten ksatria? Orang mesum yang pergi berkeliling dengan menelanjangi orang dan menyebutnya kekuatan rahim dan menganggap itu bukanlah hal yang memalukan.
Pendeta itu? Ah iya. Dia bukan gadis suci (聖女) tetapi seorang gadis cabul (性 女). (A.N sebuah permainan kata di jepang.) Dia benar-benar keluar dari zona serang sang pahlawan. Sampai-sampai dia tidak akan menyentuhnya bahkan jika mereka berdua adalah manusia terakhir yang masih hidup.
<EDN : WTF, Party hero kok gini amat ya :v>

Meskipun dia telah memikirkan kemungkinan situasi light novel dengan sang raja iblis, (sesuatu seperti "Jadilah milikku, Sang Pahlawan!" Sambil mengguncang sepasang payudara raksasanya (A.N referensi Maoyuu)) tetapi ketika dia melihat raja iblis secara langsung dia hanyalah seorang fujoshi yang tak tertolong.
<EDN : Fujoshi itu sebutan buat perempuan otaku yang menyukai manga, anime, novel yang bertema pasangan sejenis (BL)>

"Itu melegakan."
"le, lega?"

Raja meminum tehnya dan tersenyum.

"Aku sebenarnya berpikir untuk membuat pertunangan untukmu."

Minwoo merinding.

"Pertunangan?"
"Hm? Apa ada masalah?"
“T, tidak ada. Itu hanya mengingatkan saya pada beberapa kenangan buruk ... "

Reaksi yang jelas menakutkan. Raja mendecakkan lidahnya.

"Apakah kau tidak menginginkannya?"
“O, tentu saja tidak! Ya saya menginginkannya! Tapi siapa orang itu .... ”

Minwoo menelan ludah. Pertunangan atas rekomendasi raja. Tidak seperti penampilannya yang terlihat seperti paman yang tidak berbahaya, dia lebih mirip ular sehingga dia punya perasaan buruk tentang ini, di sisi lain dia senang membayangkan bahwa dia akhirnya memiliki komedi cinta seperti light novel di dunia ini.

Dia berumur 18 tahun. Usia yang sangat bergairah. Meskipun dia seorang pahlawan, dia masih seorang siswa sekolah menengah yang sehat. Meskipun sudah lama sejak ia menghadapi kenyataan dan mengatasi penyakit Chuunibyou 'aku ini protagonis!', sifat otaku yang melekat pada tulangnya masih belum hilang.

Dan bukankah beberapa light novel dimulai setelah mengalahkan raja iblis?

"Clarice."
"Benarkah? Nama yang indah ... "

Minwoo segera berhenti bicara.

"Siapa?"
"Dia Clarice."

Raja menjawab dengan riang. Wajah Minwoo secara bertahap berubah menjadi ekspresi aneh.

"Clarice, maksud anda, putra Yang Mulia, Pangeran Kelima, dia, yang diculik oleh raja iblis, dia, yang aku selamatkan, dia ...."
"Dia Clarice."

Melihat dia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, raja tersenyum cerah dan menyelesaikan perkataannya.

"Kau benar. Anakku, Pangeran Kelima kerajaan, yang diculik oleh raja iblis, dan diselamatkan oleh dirimu, harta kerajaan yang indah sampai ke namanya. "

Raja tersenyum cerah dan memalu paku terakhir di peti mati.

"Dia Clarice."

Minwoo teringat sesuatu.

BL itu juga ada dalam light novel.


Note :
Minwoo juga gak tahu kalau di LN juga ada genderbender :v




TL: MobiusAnomalous
EDITOR: Isekai-Chan

Minggu, 28 Juli 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 7 : Chapter 5 - Kehancuran Massal

Volume 7
Chapter 5 - Kehancuran Massal


Dibandingkan dengan terakhir kalinya, kali ini pasukan aliansi tidak apa-apa. Namun, aku masih melihat kesuksesan disana, sebab aku tidak melihat banyak korban.
Kami memutuskan untuk mengadakan rapat strategi di dalam kereta sambil mengawasi pergerakan Spirit Tortoise.
Ratu, Ost, dan aku masuk ke dalam kereta. Disana sudah dipenuhi petinggi pasukan aliansi.

“Maafkan kami, rapatnya diadakan ditempat seperti ini,” kata seorang petinggi pasukan aliansi kepadaku. Aku mengenalinya dari pertempuran terakhir dengan Spirit Tortoise.
“Itu bukan salahmu. Memang kondisinya sedang seperti ini.”
“Sayangnya, aku tidak bisa menyiapkan pesawat.”
“Pesawat?” gumamku. Seharusnya ada, sebab ini adalah dunia lain.
“Faubrey menyetujui penggunaan pesawat mereka. Sayangnya, pesawat itu masih dalam perjalanan.”

Semua ini terjadi secara tiba-tiba, pesawat itu belum sampai ke Melromarc. Aku penasaran jika Ketujuh Pahlawan Bintang menumpanginya.

“Tidak ada gunanya jika barangnya belum kita terima. Bagaimana keadaan di luar sekarang ini?”
“Ketika Spirit Tortoise bangkit kembali, dia berubah menjadi wujud itu. Saya rasa Anda tidak bisa melihatnya dari sini, kota yang bertempat disana masih ada.”
“Oh.” duri-duri itu pasti menutupi pandangan saja.
“Ini adalah informasi yang dapat diperoleh divisi penelitian kami,” katanya sambil menyerahkan setumpuk kertas tebal kepadaku.

Aku membaca sekilas saja, rupanya isinya penuh dengan informasi kota di atas punggung Spirit Tortoise.
Tetapi kami tidak punya waktu untuk membaca semuanya. Aku harus menugaskan hal ini ke orang yang pintar.

“Aku akan membacanya nanti. Lalu berikan salinannya pada Rishia juga. Mungkin dia bisa membantu kita.”
“Dimengerti.”
“Maaf, Tuan Pahlawan Perisai, siapa wanita di belakang dirimu?”
“Oh, dia familiar Spirit Tortoise.”
“Apa?!”

Semua petinggi pasukan aliansi terkejut.
Ya, sudah kuduga.

“Di negara lain, aku dikenal sebagai Ost Horai. Senang bertemu dengan kalian.”

Ost dengan sopan membungkuk kepada para petinggi pasukan aliansi, yang hanya menjawab dengan jari runcing dan mulut ternganga. Ketika semua orang telah tenang, kami menjelaskan semua yang telah kami ketahui tentang tujuan sebenarnya dari Spirit Tortoise, serta klaim Ost bahwa itu telah diambil alih oleh seseorang dengan niat jahat.

“Berarti, ancaman Spirit Tortoise lebih besar dari yang kita duga sebelumnya?”
“Betul, tapi kita tetap harus mengalahkannya, itu tidak ada bedanya dengan rencana sebelumnya.”
“Ya, itu benar...”
“Aku berharap bantuan dari kalian semua,” kata Ost
“Jangan seenaknya! Apa kau tahu berapa banyak nyawa yang direnggutmu dan Spirit Tortoise?”
“Itu memang kenyataan kejam, aku tidak punya pilihan selain memenuhi jumlah pengorbanan. Namun, aku dibuat demi memenuhi tujuan itu, aku tidak akan meminta maaf sebab aku melakukan semua itu demi kebaikan kita semua.”

Ratu ikut campur dalam pembicaraan untuk menengahi permusuhan yang tumbuh antara Ost dan petinggi itu.

“Walaupun tujuan wanita ini tidak sejalan dengan kita, dia masih berusaha menyelamatkan dunia kita. Ini bukan waktunya untuk bertengkar. Dia telah menawarkan bantuannya dalam pertempuran ini, dan kita membutuhkannya.”

Dia mencoba, namun itu tidak meyakinkan. Para petinggi berekspresi ragu mendengar perkataan ratu.

“Dia akan menjadi pertahanan pertama jika para pahlawan tidak cukup kuat untuk menyelamatkan dunia. Dia hanya perwakilan Spirit Tortoise, yang membutuhkan pengorbanan untuk memenuhi tugasnya,” jelasku. Namun, masih ada yang tidak terima.
“Wanita seperti dia harus dihabisi di tempat!”

Ost diam-diam menutup matanya dan mengepalkan telapak tangannya dibalik jubah, saat dia mengalami penghinaan dari petinggi itu.

“Pengorbanan......” gumamku sambil menoleh ke para petinggi aliansi dan bicara perlahan. “Memangnya, di antara kalian ada yang bisa menyelamatkan dunia tanpa ada pengorbanan? Kalian benar-benar yakin itu bisa terjadi?”

Mereka semua tampak bingung. Mereka menoleh ke samping dan menatapku kebingungan. Ekspresi wajah mereka memperjelas bahwa mereka tidak tahu apa yang kumaksud. Namun, aku sudah tidak tahan melihat semua ini.

Terakhir kali kami melawan Spirit Tortoise, aku melakukan yang terbaik untuk menunjukkan sisi baik dan memberikan pidato yang membangkitkan semangat, sekarang aku sudah kehabisan kesabaran, sepertinya tidak apa jika aku menjelaskan posisi mereka saat ini.

“Kalian semua, jika ada masalah besar langsung memanggil pahlawan dan meminta mereka untuk menyelesaikannya, apa kalian, tidak sadar? Sudah mengorbankan pahlawan?”
“Mengorbankan... Pahlawan?”
“Mereka adalah pahlawan yang kami panggil, sudah menjadi tugas mereka untuk menyelesaikan semua itu!”

Oh, aku harus menjelaskan semuanya dari titik dasarnya.
Ya ampun, jika semakin banyak orang tidak mengerti posisinya, semuanya akan kacau.

“Jika perlu diumpamakan, Spirit Tortoise memerlukan pengorbanan untuk menyelamatkan dunia, itu tidak ada bedannya dengan kalian yang mengorbankan pahlawan untuk menyelamatkan dunia!”
“Apa kau bilang!”
“Itu benar, kan!? Mari kita minta bantuan pahlawan untuk menyelamatkan dunia? Jadi, dengan mengorbankan pahlawan, dunia akan terselamatkan. Aku yakin kalian akan memilih cara itu, bukan?”
“Ugh...”

Mereka akhirnya mulai mengerti apa yang kumaksudkan. Sebagian dari mereka terdiam, sebagian lainnya berdiri dengan mulut terbuka, untuk menentang penjelasanku.

“Pahlawan memiliki tugas untuk bertarung demi dunia! Tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi!”

Aku menghela nafas. Terakhir kali aku berpidato, [Kepahlawanan adalah masalah hati. Itu adalah pahlawan yang tidak menyerah dalam menghadapi keputusasaan. Para pahlawan berjuang untuk melindungi orang-orang!], perlukah menarik kembali seluruh pidatoku?

“Pahlawan adalah bukti keberanian, sebab mereka memiliki kekuatan, mereka akan bertarung demi orang-orang. Tapi mereka bukan bidakmu! Sebesar apapun kekuatan mereka, mereka tetap seorang manusia, bukan bahan pengorbanan!”

Setelah mendengar ‘bahan pengorbanan’ mereka merasa tidak nyaman. Mereka adalah orang yang biasa menggunakan kekuatan luar untuk melindungi mereka sendiri, pasti ini bagian terlemah mereka. Jika aku ingin menyakiti mereka, itu adalah perkataan yang tepat.

“Itu juga berlaku pada kalian. Jika kalian menjadi bahan pengorbanan Spirit Tortoise, maka dunia akan terselamatkan. Apa ada yang perlu dipertanyakan lagi?”

Akhirnya, petinggi yang marah padaku sadar posisinya.

“Jika kalian tidak setuju orang dunia ini dengan pahlawan itu sama, entah apapun alasannya itu, maka aku tidak akan membantu kalian. Silakan saja kalian lawan Spirit Tortoise dan terbunuh disana, setelah itu aku akan mengalahkannya bersama orang-orang yang mengerti maksudku. Apa kalian yakin?”
“Ugh....”
“Tuan Pahlawan Perisai...” kata Ost sambil mengangkat kepalanya untuk melihatku.

Ratu melangkah di antara kami, berusaha untuk menengahi kami.

“Ini bukan saatnya untuk memperdebatkan tanggung jawab kita. Spirit Tortoise, awalnya adalah monster yang berjuang demi dunia, bukan demi manusia. Sekarang, Spirit Tortoise sudah tidak bisa menjalankan tugasnya lagi. Apa lagi yang harus kita bicarakan selain mengalahkan Spirit Tortoise?”

Semua orang terdiam saat mendengarkan perkataan Ratu.
Dia benar. Tidak peduli bagaimana perdebatan berlangsung, jawabannya tetap sama. Kami harus mengalahkan Spirit Tortoise. Sekarang, sudah tidak ada pilihan untuk mengorbankan banyak nyawa demi menyelamatkan dunia dengan bantuan Spirit Tortoise.

“Meski kita tahu kebenaran ini, tujuan kita tetap sama. Seperti yang dikatakan Tuan Iwatani. Kita tidak perlu mempermasalahkan soal Ost.”
“Lalu, apa yang harus kita lakukan? Sebelumnya juga, kami tidak bisa berbuat apa-apa.”
“Bukankah ada satu hal yang kita lakukan? Sama seperti sebelumnya, aku berserta partyku akan memimpin penyerangan. Kami akan memotong kepala Spirit Tortoise dan mengulur waktu.”
“Tapi...”

Aku bisa memahami keraguan mereka. Selama pertempuran terakhir, aku nyaris tidak berhasil melindungi semua orang dari serangan kuat monster itu, sekarang serangan itu telah tumbuh jauh lebih kuat. Bagaimana jika aku tidak dapat menahan mereka lagi?

“Ost, kau bilang tidak tahu bagaimana cara mengalahkan Spirit Tortoise, kan?”
“Benar. Peran diriku hanyalah membuka jalan bagi kebangkitan Spirit Tortoise. Aku hanya memberi para pahlawan petunjuk tentang metode pembukaan segel Spirit Tortoise.”

Dia memang tidak banyak membantu, tapi kukira itu lebih baik daripada tidak membantu sama sekali.

“Apa ada hal lain yang kau ketahui?”
“Ketika aku masih bersama keluarga kerajaan, aku belajar tentang legenda Spirit Tortoise.”
“Bagus. Bicaralah dengan Rishia, dia adalah gadis yang mengenakan kigurumi di keretaku. Dia mungkin bisa mengetahui sesuatu dari ceritamu.”
“Baiklah,” kata Ost, pergi untuk kembali ke keretaku.

Cara dia bergerak menurutku aneh. Dia bergerak ringan, seolah-olah dia tidak terpengaruh oleh gravitasi, ketika dia melompat turun dari kereta. Sepertinya ada sesuatu yang aneh tentang... dia tidak manusiawi. Apakah itu karena dia adalah familiar Spirit Tortoise (tipe manusia)?

“Ratu, sebaiknya kau ikut dengan mereka nanti.”
“Setuju. Aku cukup tertarik untuk mendengar lebih banyak tentang legenda Spirit Tortoise. Semoga kita bisa mendapatkan petunjuk dari sana.”

Ratu rupanya mempunyai hobi mempelajari berbagai legenda. Dalam hal ini, aku berharap bahwa hobinya akan memberikan kita jalan keluar.

“Sebelum itu, ada yang harus kita bahas. Formasi apa yang harus kita gunakan? Serangannya sekarang sudah lebih kuat. Bagaimana kita bisa menghindarinya dan melakukan serangan balik?”
“Betul sekali. Untuk memulainya, aku sarankan, sama seperti sebelumnya, kita memancing Spirit Tortoise ke tempat yang menguntungkan kita.”
“Bagaimana proses evakuasi?”
“Spirit Tortoise bergerak lebih cepat daripada yang sebelumnya, evakuasi sedikit terlambat.”

Itu tidak baik, tetapi tidak begitu berbeda dari sebelumnya.

“Namun, dibandingkan dengan sebelumnya, Spirit Tortoise tampaknya lebih tertarik pada pergerakan pasukan aliansi. Aku rasa kita dapat menarik perhatiannya cukup lama sampai kita berhasil mengevakuasi dan memulai penyerangannya.”
“Semoga saja berhasil.”

Sebelumnya, kami menghadapi Spirit Tortoise lebih tertarik ke pusat populasi daripada memasuki area pertempuran kecil dengan pasukan aliansi. Jika Spirit Tortoise lebih tertarik pada pasukan aliansi, itu mungkin memberi kami keuntungan.

“Serangan Spirit Tortoise semakin kuat, tetapi tampaknya ada lebih sedikit familiar di sekitarnya. Spirit Tortoise juga berhenti dari waktu ke waktu, menurutku kita berhasil menarik perhatiannya. Untuk saat ini, serangan yang ditujukan pada Tuan Pahlawan Perisai belum Spirit Tortoise gunakan. Kita hanya bisa berharap...”
“Benar. Jika serangan sebesar itu terjadi....”

Selama pertempuran terakhir, familiar Spirit Tortoise telah menyerang bersama dengan Spirit Tortoise. Dengan begitu banyak monster dan orang-orang, hampir tidak mungkin untuk membedakan antara teman dan musuh.
Namun, serangan penembakannya tampaknya memiliki jangkauan terbatas, yang merupakan sesuatu yang bisa kita syukuri.

Hah? Apakah mereka mengatakan dia berhenti dari waktu ke waktu?
Aku berbalik untuk melihat apa artinya, dan tentu saja, Spirit Tortoise berdiri diam, menatap ke angkasa.
Kami menghentikan keretanya juga.

“Ketika makhluk itu berhenti bergerak seperti ini, dia cenderung diam di mana saja sekitar tiga puluh menit hingga dua jam.”
“Hmm...”

Itu hal lain yang harus disyukuri. Jika Spirit Tortoise bergerak tanpa henti, maka pasukan tidak akan pernah bisa lolos dari serangannya.
Semuanya memiliki stamina yang terbatas, masuk gerbong kereta juga. Entah kuda atau Filolial yang menarik mereka, mereka pasti berhenti dari waktu ke waktu.

“Pastikan kau menjaga ketenanganmu setelah kami memasuki pertempuran jarak dekat. Tidak ada yang tahu apa yang mungkin dilakukan Monster itu”
“Kami akan melakukan apa yang kau katakan, Tuan Iwatani.”

Pada akhirnya, satu-satunya pilihan kami adalah memaksakan cara kami dan mencoba mengulur lebih banyak waktu. Kami menghabiskan sisa pertemuan dengan pasukan aliansi untuk membahas rincian rencana tersebut. Setelah kami menyetujui suatu rencana, aku kembali ke keretaku.

“Selamat kembali. Apakah kau sudah memutuskan strategi pertempuran?”
Raphtalia bertanya.

Eclair dan Wanita Tua sudah mengajukan pertanyaan yang sama kepada ratu. Rishia dan Ost sedang asyik mengobrol. Mereka mereferensikan setumpuk kertas saat mereka berbicara.

“Kita akan segera tiba di medan pertempuran yang direncanakan. Pertarungan akan dimulai ketika Spirit Tortoise mulai bergerak lagi.”

Spirit Tortoise telah berhenti berjalan, tetapi masih tetap mengawasi sekitarnya. Dia tampak berhati-hati. Jika ada yang mendekatinya saat dia masih diam, dia akan segera mulai bergerak lagi dan menyerang. Itu kabar yang baik, tetapi aku ingin tahu tentang apa yang terjadi pada daratan di sekitar Spirit Tortoise yang sedang beristirahat.
Seakan menjawab pertanyaanku, Ost berdiri dan berbicara. 

“Spirit Tortoise menyerap kekuatan dari bumi. Dia sedang bersiap untuk menggunakan serangan kuat yang kau lihat. Kau harus sangat berhati-hati.”
“Maksudmu serangan di mana dia menembak duri-duri itu dari cangkangnya.”
“Iya.”

Ost adalah satu-satunya yang bisa merasakan kekuatan Spirit Tortoise.

“Haruskah kita menyerang saat sedang beristirahat seperti ini?”
“Semakin cepat kau menyerang, semakin baik. Tetapi jika kau tidak sepenuhnya siap, maka kau seharusnya tidak menyerang.”
“Mengapa begitu?”
“Lebih jauh dari sini, ke arah Spirit Tortoise sedang berjalan, bumi memiliki kekuatan yang lebih kecil. Jika kita menunggu sampai tiba di sana, dia akan lebih sulit untuk mengisi kembali cadangan energinya.”
“Itu informasi yang bagus. Ngomong-ngomong, energi apa ini, kekuatan yang sedang kau bicarakan?”
“Ada dua jenis. Salah satunya adalah apa yang kau sebut exp. Yang lainnya adalah bentuk sihir yang ada di atmosfer.”

Ost sepertinya tahu banyak tentang bagaimana dunia bekerja.

“Jadi, kita harus menunggu?”
“Sepertinya begitu. Itu akan memberi kita lebih banyak waktu untuk bersiap.”
“Baiklah kalau begitu.”

Bersiap tidak terlalu sulit. Kami sudah melakukannya berkali-kali sebelumnya, jadi kami hanya perlu melakukan gerakan.

“Segera... Tidak lama lagi, kita akan bertarung dengan Spirit Tortoise lagi,” kata Raphtalia.
“Ya. Sama seperti sebelumnya, rasanya kita harus mencoba memotong kepalanya. Setidaknya, itu akan memberi kita waktu untuk mencari tahu bagaimana mengalahkannya untuk selamanya.”

Kami masih tidak tahu bagaimana cara mengalahkannya secara permanen. Tentu saja, akan lebih baik jika kami punya waktu untuk mencari solusinya, tetapi harus aku akui ada kegelisahan di perutku yang tidak mau hilang.
Untuk saat ini, tidak ada yang bisa kami lakukan selain melihat secara diam-diam sosok monster raksasa, Spirit Tortoise di cakrawala dan menunggu waktu berlalu.




TL: Kuaci
EDITOR: Isekai-chan
PROOFREADER: Bajatsu & Hantu

Sabtu, 27 Juli 2019

Maoyuu Maou Yuusha Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 : Chapter 4 “Tolong Jangan Abaikan Orang-Orang”

Volume 1
Chapter 4 “Tolong Jangan Abaikan Orang-Orang”


—— Di pinggiran desa, di Istana Maou, Aula Tengah

Onna-Kishi: "Baiklah, apakah hanya ini kemampuan kalian, Tuan-tuan?"

Murid Bangsawan: ".." Membersihkan kotoran.

Murid Pedagang : “... Ughhh. Matilah!"

Murid Prajurit: "..."

Onna-Kishi: “Kalau begitu, izinkan aku untuk menjelaskan tentang senjata kalian. Apa yang saat ini kau miliki di tanganmu adalah senjata yang sangat bagus dari Pasukan Kerajaan Inggris Selatan, Longsword. Senjata ini memiliki kekuatan, keseimbangan yang sangat baik, dan sebagai produk dari Kerajaan Baja, kualitasnya luar biasa. Menyeimbangkan dan mendistribusikan bobotnya adalah kunci dari setiap pertempuran dengan senjata ini, oleh karena itu, pertimbangkan dengan tepat cengkeramanmu pada senjata ini. "

Murid Bangsawan: "..."

Murid Pedagang : "..."

Murid Prajurit: "C-cukup, omong kosong!"

Onna-Kishi: "Apa yang kau katakan?"

Murid Bangsawan: "..."

Murid Prajurit: “Aku mengatakan bahwa ini bodoh. Mengapa kita harus diajari ilmu pedang oleh seorang wanita? "

Onna-Kishi: "..."

Murid Prajurit: “Ketika White Swordsman mengajarkan ilmu pedang, dia tidak menerima wanita sebagai muridnya. Wanita hanya perlu berada di rumah dan membuat kue. "

Onna-Kishi: "Hei, bocah gemuk."

Murid Pedagang: “A-apa ?? A-aku? ”

Onna-Kishi: "Pegang pedang dengan kuat di kedua tanganmu."

Murid Pedagang: “… Uhh. Seperti ini…?"

Onna-Kishi: "HA!" Pedang berayun.

Murid Bangsawan: "?!"

Murid Prajurit: "!"

Murid Pedagang: “Pe-pedangnya! Terbelah menjadi dua!”

Onna-Kishi: "HA!" Pedang berayun.

Murid Pedagang: "I-itu menjadi lebih pendek !?"

Onna-Kishi: "Jika Kau mengingat ini, Kau akan dapat memotong bahkan hanya dengan 5 cm dari pisau."

Murid Prajurit : "B-bagaimana bisa?"

Onna-Kishi: "Bocah prajurit di sana."

Onna-Kishi: “Aku seorang wanita Paladin dari Lake Country. Aku adalah wanita yang telah bertarung setidaknya seribu pertempuran bersama Yuusha di Dunia Iblis.”

Murid Bangsawan: "T-the great Yuusha !?"

Murid Pedagang: "?!"

Murid Prajurit : “Jangan bilang kau adalah ‘Demon Knight’’?! 'Empress of Mythical Power' ?! 'Guardian of Heaven of Destrying Female of Heaven' ?! "

Onna-Kishi: "Kau sepertinya cukup mengenalku."

Murid Prajurit: "..." Gemetaran.

Onna-Kishi: "Aku tidak akan menyebut ini Kekuatan Mistis, itu benar-benar hanya teknik ... Dengan menjaga pedang tetap stabil dan memusatkan kekuatan pada area tertentu, bahkan Kalian, Tuan-tuan, akan dapat memanfaatkan teknik ini. Yuusha juga... Ah —White Swordsman, dia terlalu ajaib. Dia terus menerus berteriak ‘TERSERAH’ saat melakukan segala hal, sebagai gurunya, aku sama sekali tidak cocok dengannya."

Murid Pedagang : "Jangan bilang ... White Swordsman adalah muridmu !?"

Murid Bangsawan: "B-begitukah?"

Murid Prajurit : "Apakah itu benar ..."

Onna-Kishi: “H-hmm. Bagaimanapun. White Swordsman sedang dalam misi dari Kekaisaran.”

Murid Bangsawan: "Misi dari Kekaisaran ... Apakah itu atas perintah Raja?"

Murid Prajurit : “Sebuah misi! Itulah yang seharusnya dilakukan pria sejati! "

Onna-Kishi: "Bagaimanapun, mulai dari sekarang, aku akan mengambil alih pelatihan kalian empat kali seminggu."

Murid Pedagang : "D-dimengerti!"

Onna-Kishi: "Aku berbeda dari White Swordsman karena aku bermaksud untuk menggabungkan metode teoritis dan praktis, mengajari Kalian dari dasarnya hingga ke atas. Aku akan melatih kemampuan tempur Kalian sehingga Kalian dapat menggunakannya untuk tujuan praktis."

————————————————————————————————————————————————————— ——————————————

Penjelasan

Longsword: Pisau satu tangan, lurus, bermata dua yang biasa digunakan oleh para ksatria Abad Pertengahan. Panjangnya 80 - 90 cm dan berat 1,5 - 2 kg. Itu dibuat untuk menyerang musuh saat menunggang kuda, dan tidak akan patah atau bengkok saat terhantam oleh armor.

————————————————————————————————————————————————————— ——————————————

Murid Bangsawan: "Merupakan suatu kehormatan untuk menerima pelatihan dari seorang teman Yuusha."

Murid Prajurit : “Dari apa yang Kau katakan, tidak ada yang bisa aku bantah. Aku akan dengan rajin mengejar 'Jalan Pedang'.”

Onna-Kishi: “Kalau begitu sebagai permulaan, lakukan tiga putaran mengelilingi hutan ke Utara. Setelah itu lakukan satu putaran sambil mengayunkan pedang. Ketika kalian mencapai sungai, rendam tubuh kalian hingga sepinggang dan lakukan 500 ayunan pedang. "

Ketiganya: "Haaaaaah?!"

—— Mansion Maou, di Kantor

Kicauan Cicadas.
<TLN : Mirip seperti suara tonggeret dan sejenisnya>

Maou: "Kau terlihat sangat bersemangat hari ini."

Maid-cho: “Itu sudah pasti. Namun, Onna-Kishi sepertinya bersenang-senang di sana?”

Maou: “Begitukah? Kukira dia akan marah seperti musang dengan panah di pantatnya karena Yuusha pergi."

Maid-cho: “Orang yang akan mengabdikan segalanya ketika diberi tugas. Orang yang imut sekali.”

Maou: "Hmm."

Maid-cho: "Tubuhnya bahkan lebih kencang dari milikmu."

Maou: "Hmm."

Maid-cho: “Tidak, tidak. Style-mu juga tidak buruk. Tempat di mana Kau harus benar-benar memiliki lemak (oppai) memang sangat mengesankan. Tubuh yang benar-benar tidak sopan dan seksi."

Maou: "Caramu menggambarkan berbagai hal benar-benar tidak sopan."

Maid-cho: “Namun, meskipun tubuhmu mungkin seksi dan bahkan menenangkan, kepribadianmu tidak seksi atau menenangkan. Poin yang sama sekali tidak berhubungan ini mungkin terbukti sebagai Tumit Achilles Anda."
<TL notes : Achilles adalah demigod, satu2nya kelemahan dia ada di Tumitnya. Ayahnya adalah Peleus, raja Myrmidons yang tak kenal takut, dan ibunya adalah Thetis, seorang Nereid. Menurut mitos dan cerita yang disusun lama setelah Iliad, Thetis berusaha membuat bayi-bayinya abadi. Dia membakarnya di atas api setiap malam, lalu melapisi lukanya dengan salep ambrosial. Kemudian dia mencelupkannya ke Sungai Styx, yang memiliki air kekebalan dari para dewa. Namun, saat mencelupkan Achilles, Thetis selalu mencengkeram erat-erat bagian kakinya. Sehingga air tak pernah menyentuh tumit Achilles, Achilles menjadi kebal di seluruh tubuhnya tapi tidak bagian tumitnya.>

Maou: "Ayo kita ganti topik ini."

Bang bang, clang clang, klink klink.

Maid-cho: "Suara apa itu !?"

Maou: “Hmm. Aku sedang melakukan percobaan dengan bantuan pengrajin yang kusewa. Kami harus mengujinya dan mencatat hal yang perlu diperbaiki. "

Maid-cho: "Untuk apa ini?"

Maou: "Ini untuk sesuatu yang disebut Kompas. Apa yang dia buat sekarang adalah peningkatan untuk itu. Dua poros dan bola kaca besar ini akan menjaga kompas didalamnya.”

Maid-cho: “Hmm. Jadi bentuknya seperti apa, sebelum kau memperbaikinya?”

Maou: “Kami hanya meletakkan magnet di atas permukaan air. Lihat, itu benar-benar konsep yang sama dengan benda yang mengambang di dalamnya."

Maid-cho: “Saya agak mengerti. Tapi itu benar-benar menjadi jauh lebih besar, bukan? "

Maou: "Tidak ada pilihan. Ini adalah model eksperimental. Untuk membuatnya lebih praktis, kita mungkin harus membuat model yang lebih kecil."

Maid-cho: "Perbaikan seperti apa yang akan dilakukan?"

Maou: “Hmm, kompas digunakan untuk menentukan arah. Magnet pada permukaan air di dalam sini akan berputar dan menunjukkan arah mana yang Utara ... Agar ini terjadi, sangat penting untuk menjaga permukaan air berada pada level yang sempurna."

Maid-cho: "Uh huh."

Maou: "Orang yang benar-benar perlu mengetahui arah akan berada di kapal kan? Ini adalah tugas yang sangat sulit untuk menjaga ketinggian air di kapal yang bergoyang atau pada hari yang berangin kencang.”

————————————————————————————————————————————————————— ——————————————

Penjelasan

Kompas: Pada dasarnya batu ujian untuk menentukan arah. Itu ditemukan di Cina pada abad ke-11 dan dikirim ke Eropa sekitar abad ke-13. Kompas tipe suspensi ditemukan di Italia abad ke-16.

————————————————————————————————————————————————————— ——————————————

Maid-cho: "Lalu apa yang dilakukan orang-orang sampai sekarang ?!"

Maou: "Kegigihan?"

Maid-cho: "..."

Maou: "..."

Maid-cho: "Manusia itu mengesankan, bukan?"

Maou: "Ya, dengan sistem tipe suspensi ini, mungkin akan sulit menemukan tempat untuk memasangnya sekarang, tetapi bahkan pada kapal yang bergoyang, kompas akan tetap stabil."

Maid-cho: “Hmm. Dan itu akan tetap bisa digunakan bahkan jika Kau bukan orang yang gigih."

Maou: "Tidak. Onna-Kishi pernah mengatakan kepadaku bahwa menjadi manusia harus gigih, maka kegigihan pada akhirnya akan selalu diperlukan. Apa yang membantu mengurangi ini adalah keterampilan. Navigasi kompas membutuhkan keahlian khusus. Tambahan sederhana ini akan membantu meningkatkan jumlah operator yang terampil."

Maid-cho: "Tapi desa ini bahkan tidak berada di pinggiran pantai, bukan?"

Maou: “Hmm. Perangkat ini untuk dijual."

Maid-cho: "Apakah kau tidak ingin membelinya untuk mereka?"

Maou: "Kami membutuhkan metode yang jujur bagi orang-orang ini untuk mengumpulkan uang, dan karenanya kita akan berhubungan dengan Serikat."

Maid-cho "Karena ini keahlian Maou, aku akan menyerahkannya kepadamu."

Maou: "Serahkan padaku."

Maid-cho: "Sebagai catatan yang tidak ada hubungannya dengan ini, akankah kita makan kentang untuk makan malam?"

Maou: "Hmm, aku sangat suka kentang goreng."

Senyuman.


—— Dunia Iblis, Suku Beast Fang Tribe, Benteng Black Wolves


Demon Wolf: "Growl ..."

Demon Wolf: "Auuuuuuuuu!"

Yuusha: "Whoa. Kalian semua sudah berkumpul di sini."

Demon Wolf: "Growl ... Hurk! Hurk!"

Yuusha: "Kalian. Jika  tidak ingin terluka, pergilah!"

Demon Wolf: "Menggonggong"

Demon Wolf: "Ha ... Ha ... Ha ... Rengekan!"

Winged Fairy: "Tuan Black Knight, di sini!"

Yuusha: "Apakah aku mengenalmu?"

Winged Fairy: "Sang Ratu. Disini!"

Yuusha: “Serahkan padaku! Curse of Explosions!"

Winged Fairy: "Di sini ~!"

Black Wolf Guard: "Tidak ada yang boleh lolos."

Yuusha: "Demon, eh? Minggir!"

Jatuh! Gemuruh!

Winged Fairy: “Suku Black Wolf. Ada monster yang lebih besar di sini. "

Black Wolf Guard: "Jangan khawatir, perjalananmu berakhir di sini."

Yuusha: "Aku benar-benar tidak ingin membunuh siapa pun, tapi.. haah!"

Bentrokan!

Winged Fairy: "Kau memukul dahinya ?!"

Black Wolf Guard: "Ibuuu!"

Pingsan.

Yuusha: "Aku bahkan tidak memotongmu."

Winged Fairy: "Ada lagi yang datang ke sini!"

Black Wolf Guard: "Penyusup!"

Black Wolf Guard: "Siapa mereka? Orang yang aneh sekali.”

Black Wolf Guard: "Meskipun tahu bahwa ini adalah markas Demon Tyrant Army kami."

Black Wolf Guard: "Black Wolf Stronghold, mereka masih berani menyerang ?!"

Yuusha: "Sungguh menyebalkan."

Winged Fairy: “Ka-kau tidak boleh! Jangan merusak Benteng kami!"

Yuusha: "Oh, benar. Ada seorang Ratu di atasnya."

Winged Fairy: "Itu benar."

Yuusha: "Kalau begitu!" Boom!

Black Wolf Guard: "Dia menghancurkan dinding dengan tangan kosong ?!"

Black Wolf Guard: "Lari!"

Yuusha: "Teknik ini perlu sedikit jarak ... Jangan berdiri di sekitarku, jika kita tidak tiba tepat waktu, itu masalah hidup dan mati ~ Ah, kupikir punggungku keseleo."

Winged Fairy: "Luar Biasa!"

Yuusha: "Yang diberitakan langsung oleh Great Sage! Dinyanyikan pada legenda besar! ‘The Sealing Lance of Light '! "

Gemuruh di kejauhan.


-------------Di atas Tower Benteng Black Wolf 


Winged Fairy: "…" Membersihkan debu.

Yuusha: "Maafkan aku."

Winged Fairy: "Kau jahat."

Queen of the Fairies: "Apa ini?"

Yuusha: "Oh. Apakah itu dia? "

Winged Fairy: "Yang Mulia!"

Queen of the Fairies: "Bukankah kau Winged Fairy?"

Yuusha: "Senang bertemu denganmu, aku minta maaf karena aku tidak datang membawa hadiah."

Winged Fairy: "Yang Mulia, manusia ini adalah Yuusha."

Queen of the Fairies: "Aku tahu."

Yuusha: "Saya Yuusha."

Winged Fairy: "Aku benar-benar pintar— ♪"

Queen of the Fairies: “Tolong bergegas dan larilah. Jika Demon Wolf General tiba, kita tidak akan bisa mengalahkannya."

Yuusha: "Meskipun sudah ada aku ?"

Queen of the Fairies: “Apa? Jadi manusia memiliki kekuatan semacam ini. Tapi, itu belum semuanya! Di belakang Demon Wolf General adalah kekuatan yang bahkan lebih menakutkan di Dunia Iblis, seorang prajurit yang tak tertandingi, Black Wolf King..”

Yuusha: “Aku juga sudah mengalahkannya. Minggu lalu."

Queen of the Fairies: “?! Ka-kau!”

Winged Fairy: "The Black Knight, seorang manusia."

Yuusha: "Ya. Aku "The Black Knight”. Pedang Maou. Aku seorang petugas yang menjaga kesetiaan dan ketertiban di Dunia Iblis."

Winged Fairy: "Sangat keren."

Queen of the Fairies: "Begitukah ... Memang benar bahwa segel pada armor itu milik Maou. Tunggu, jangan bilang itu armor pribadi Maou...? "

Yuusha: "Aku tidak punya kata-kata untuk menjawab pertanyaanmu."

Winged Fairy: "Sangat kereen ~"

Queen of the Fairies: "Jadi kau di sini untuk membasmi ras Black Wolf yang berani menentang perintah Maou, dan terus-menerus melakukan pembantaian manusia yang tak ada artinya dan secara teratur menghanguskan bahkan kota dan desa Iblis."

Yuusha: "Tidak, itu benar-benar keputusan sepersekian detik."

Winged Fairy: "..."

Yuusha: "Ahem. -Baik. Aku bisa mengabaikan kekerasan Suku Black Wolf. Tetapi untuk sekarang, tidak berarti bahwa kita harus bermurah hati kepada umat manusia, kata Maou adalah mutlak. Aku tidak akan memaafkan mereka yang menentangnya. "

Queen of the Fairies: "Kau manusia! Kenapa kau begitu setia? "

Yuusha: "Hahahaha. Akulah Black Knight. Tidak ada yang bisa melawanku! Aku adalah pedang Maou. ”

Queen of the Fairies: "Kau benar-benar memenuhi harapan Maou."

Yuusha: (Ini adalah suasana yang sangat bagus! Meskipun aku pesuruh Maou.)

Winged Fairy: "Yang Mulia."

Queen of the Fairies: "Ya?"

Winged Fairy: "Bagaimana kalau kita mulai mencari?"

Queen of the Fairies: "Mencari?"

Yuusha: "Ya. Benar. Uhh. Atas perintah Maou, saya harus mencari manusia tertentu. Untuk memulainya, saya di sini untuk menjemput Yang Mulia, Suku Black Wolf hanyalah tujuan sampingan.”

Winged Fairy: "Gadis manusia yang ingin menemui Yang Mulia!"

Queen of the Fairies: "Ahh. Penyihir itu ... "

Yuusha: "Di mana dia sekarang?"

Queen of the Fairies: “Dia menyembunyikan kemampuan sihir yang luar biasa. Setelah mempelajari Sihir Peri, dia pergi dalam perjalanan untuk mencari kemampuan yang bahkan lebih besar. ”

Yuusha: “Perjalanan? Kemana?"

Queen of the Fairies: "Aku khawatir aku tidak tahu lokasinya, tapi ..."

Yuusha: "Seberapa banyak usaha yang akan dia lakukan untuk mengeluarkanku, gadis tanpa emosi itu. Meskipun dia sudah yang terkuat di Dunia Manusia."

Queen of the Fairies: "Itu benar ..."

Yuusha: "Apa yang benar?"

Winged Fairy: “Di tepi Dunia Iblis, di dalam air terjun the Falls of the Sands of Time, ada bangku kuno. Dikatakan bahwa para pelancong yang duduk di bangku ini akan dapat mencapai 'Cosmic Library’ di tepi bintang-bintang. —Dia sungguh-sungguh meneliti mitos ini.”

Yuusha: "Cosmic Library? Aku mengerti."

Queen of the Fairies: “Namun, ini hanya legenda. Bahkan Peri tidak tahu di mana itu atau bagaimana menuju ke sana. "

Yuusha: “Ini bukan masalah. Untuk memenuhi perintah Maou, aku akan menemukan tempat itu!”

Winged Fairy: "Sangat keren!"

Queen of the Fairies: "Aku akan berdoa untuk keselamatanmu."

Yuusha: "Maou berharap agar Suku Fairy kembali ke lokasi asalnya dan terus memperlakukan dan memperkaya kehidupan warga di sana."

Queen of the Fairies: "Hidup Maou."

Yuusha: "Eh, ahem, ahem. Aku sudah berbicara dengan anggota yang tersisa dari Black Wolf Tribe. Black Wolf pada awalnya adalah warga terhormat. Mereka telah berjanji untuk menjadi warga negara yang terhormat, setia dan jujur dalam pelayanan mereka kepada Maou.”

Queen of the Fairies: “Selama Black Wolf tidak lagi menjadi ancaman bagi Fairy, kita tidak punya masalah dengan ini. Aku bersumpah bahwa kita tidak akan menyimpan dendam.”

Yuusha: "... Aku akan menyampaikan kebesaran hatimu kepada Maou. Lalu, ini soal waktu. Aku harus pergi untuk menemukannya. Jika ditakdirkan, kuharap kita akan bertemu lagi."

Queen of the Fairies: "Aku tidak akan melupakan ini."

Teleport!

Winged Fairy: "Sangat keren !!"

Queen of the Fairies: “Ia telah menyelamatkan Suku Fairy. ... Jadi Maou memiliki bawahan seperti itu ... Dia benar-benar berubah dari boneka yang lemah dan tidak berguna yang biasa kita panggil itu. Sebagai Maou... "

Winged Fairy: "Apa?"

Queen of the Fairies: "Sebagai Maou..."

(Lembah Air Terjun the Falls of the Sands of Time— Bangku tua — Tepi bintang—‘The Cosmic Library’—)

Queen of the Fairies: "Cosmic Library..."

Winged Fairy: "?"

Queen of the Fairies: "Ada satu Suku di antara Iblis yang dikurung di Cosmic Library... Suku ini mencari pengetahuan dan bisa melihat ke masa lalu dan masa depan, mereka membawa '‘Cosmic Knowledge', rasa lapar akan pengetahuan yang membakar jiwa mereka ... "

Winged Fairy: "?"

Queen of the Fairies: "Dikatakan bahwa Maou sendiri berasal dari Cosmic Library..."


-  Kingdom of Waves, Kota Gulf, Chambers of Commerce


Pedagang Muda: “Ini benar-benar luar biasa. Sangat menakjubkan. Hebat."

Pedagang Usia Menengah: “Hei. Untuk apa kau memanggilku kemari? ”

Akuntan yang Cekatan: “Bukankah terlalu pagi untuk sarapan? Ada apa? Apakah panen anggur dari Kerajaan Danau gagal? Atau apakah ada pergerakan dalam nilai tukar Kerajaan Suci?”

Pedagang Muda: “Yah, lihat ini. Aku menerimanya kemarin dan aku baru saja mengaturnya."

Pedagang Usia Menengah: "-!"

Akuntan yang Cekatan: "I-ini ..."

Pedagang Muda: "Seperti yang kupikirkan, kau mengerti begitu melihatnya."

Pedagang Usia Menengah: “Kompas? Aku belum pernah melihat mereka dalam bentuk ini sebelumnya."

Akuntan yang Cekatan: "Tapi aku mengerti hanya dengan melihatnya."

Pedagang Usia Menengah: “Aku tidak tahu dari siapa atau dari mana hasil karya ini, tapi ini adalah sesuatu yang besar. Luar biasa. "

Pedagang Muda: “Ya, Aku merasa seolah-olah seseorang melempar batu besar ke kepalaku.”

Akuntan yang Cekatan: "Ini ... Dua cincin memungkinkannya tetap stabil dalam keadaan apa pun. Dan itu bahkan bisa distabilkan dengan penyeimbang ini."

Pedagang Muda: “Persis seperti yang terlihat. Itu tidak menggunakan terobosan teknologi khusus, tetapi penemuan yang luar biasa."

Pedagang Usia Menengah: “Dari tampilannya, aku bersedia mengatakan bahwa pengrajin dari Kerajaan Tembaga akan dapat membuat versi yang lebih kecil. Baik! Oi! Dari mana benda ini? Jika kau mengkomersialkan ini, kita akan membuat keuntungan besar! Kau akan bisa menjadi kader politik, tidak, bahkan kau bisa masuk ke Dewan Sepuluh Besar!"

Akuntan yang Cekatan: "Ya, penemuan ini bisa sangat menguntungkan bagi Serikat, kawan-kawanku."

Pedagang Usia Menengah: "Kau bisa mewujudkan impian pedagang muda di mana saja, naik pangkat di usia yang begitu muda!"

Akuntan yang Cekatan: "Meskipun saya yakin Anda akan tetap bisa melakukannya."

Pedagang Muda: "Ini akan mengubah dunia."

Pedagang Usia Menengah: "Ya, dunia akan berubah."

Pedagang Muda: "Yah, itu akan sulit."

Pedagang Usia Menengah: "Secara Alami."

Akuntan yang Cekatan: "Mengapa?"

Pedagang Muda: "Kita belum memikirkan pentingnya keberadaan benda ini sekarang."

Pedagang Usia Menengah: "Benar sekali bahwa kita memiliki peluang besar di depan kita. Seperti tong besar anggur vintage yang luar biasa. Aku sangat senang. Namun, terlepas dari tong anggur ini, apakah mereka yang lain menyukainya? Lalu, mungkinkah kita berjalan ke dalam perangkap? Kita adalah pengusaha, bukan pemabuk. Kita harus benar-benar menggunakan kepala kita untuk melihat manfaat yang tersedia.”

Akuntan yang Cekatan: "Itu benar ..."

Pedagang Muda: “Untuk memulainya, orang yang menemukan ini bukan kita, itu disampaikan kepadaku. Kita harus mencoba mempertimbangkan niat orang ini..."

Pedagang Usia Menengah: "Apakah kau tahu siapa itu?"

Pedagang Muda: "Surat itu mengatakan ‘Gakushi Crimson’ Pengirim tampaknya tinggal di Southern United Kingdoms, Kingdom of Winter, Desa Wintering."

Pedagang Usia Menengah: "Desa kecil yang membeku."

Akuntan yang Cekatan: “Aku sepertinya tidak memiliki ingatan akan produk-produk khusus dari daerah itu. —Tidak, tunggu."

Mengobrak-abrik.

Pedagang Muda: "Apa itu?"

Akuntan yang Cekatan: “Seingatku, aku melihat nama itu di berita… Ahh, ini dia. Holy Order of the Lake mendirikan Ordo Cabang baru di desa ini."

Pedagang Usia Menengah: “Holy Order of the Lake ? Yang ada di Kingdom of the Lake? Apakah pengaruhnya sudah berkembang secepat itu?"

Akuntan yang Cekatan: "Tidak, ini bukan area pengaruhnya, itu adalah Branch Order yang dibangun secara tiba-tiba. Jelas bukan untuk tujuan misionaris, itulah sebabnya ada laporan khusus tentang itu ..."

Pedagang Muda: “Hmm. Aneh."

Pedagang Usia Menengah: "Tampaknya ada sesuatu yang terhubung."

Akuntan yang Cekatan: "Apakah kau punya kontaknya?"

Pedagang Muda: “Tentu saja, itu sangat penting. Untuk mendapatkan sebagian besar keuntungan dari kompas ini, Serikat perlu memperoleh hak berdagang tunggal.”

Pedagang Usia Menengah: “Namun, jelas bahwa kompas ini adalah karya revolusioner. Fakta bahwa sifat revolusionernya sangat mudah dipahami tidak hanya berarti bahwa itu akan menjadi senjata bisnis yang kuat, tetapi juga memiliki kelemahan karena sangat mudah ditiru."

Akuntan Yang Cekatan: "Itu benar."

Pedagang Muda: “Jika Serikat menyimpan rahasia kompas, kita bisa menginstal ini pada kapal milik Serikat dan karena itu akan meningkatkan keuntungan perdagangan kita, atau menjual ini ke seluruh Benua Tengah dan meningkatkan laba kita. Bagaimanapun, kita harus berunding dengan gakushi yang menemukan ini."

Akuntan Yang Cekatan: "Meskipun mungkin mudah untuk ditiru, bagaimana kita bisa yakin bahwa gakushi ini tidak bermaksud untuk menjual penemuan ke organisasi atau negara lain ...?"

Pedagang Usia Menengah: "Dalam hal ini ..."

Pedagang Muda: “Aku tentu berharap hal itu tidak terjadi. Bagaimanapun, kita adalah pedagang, bukan pembunuh.”


—— Desa Wintering, di akhir Musim Panas

Penduduk Desa Kecil: "Hoii, hoii."

Penduduk Desa yang Kurus: "Hoii."

Penduduk Desa Kecil: "Hari ini cuaca yang cerah."

Penduduk Desa yang Kurus: "Tentu saja, Barley juga tumbuh hebat.”

Penduduk Desa Kecil: "Sejak Ordo Suci didirikan, kita telah belajar banyak."

Penduduk Kurus: "Oh, itu Templar."

Templar: "Selamat sore, bekerja keras hari ini?"

Penduduk Desa Kecil: “Selamat siang.” Membungkuk.

Penduduk Kurus: “Selamat siang.” Membungkuk.

Templar: "Apa yang kau lakukan hari ini?"

Warga Desa Kecil: “Aku akan memancing ikan trout di dekat sungai hari ini.”

Penduduk Kurus: "Aku akan mengumpulkan kayu bakar."

Templar: "Sangat bagus."

Penduduk Kurus: "Dan anda?"

Templar: "Hohoho, sebenarnya tanaman yang sedang kami uji coba akan segera panen kedua kalinya!"

Penduduk Kurus: "Bahkan Templar sangat senang dengan hal itu!"

Templar: "Tentu saja, aku benar-benar bersemangat. Bumi telah memberi kita berkah. Ini benar-benar pesan yang membesarkan hati dari Roh Cahaya. Aku baru saja dalam perjalanan untuk melaporkan panen kepada Gakushi."

Penduduk Desa Kecil: “Aku mengerti, aku mengerti.”

Templar: "Ya. Tanaman ini disebut kentang. Manis dan lembut serta sangat lezat."

Penduduk Desa Kecil: “Benar. Aku ingin mencobanya sekali saja."

Penduduk Kurus: "Seperti apa rasanya?"

Langkah kaki.

Maou: "Haruskah aku mengundangmu untuk mencobanya?"

Templar: "Ah, Gakushi!"

Penduduk Desa Kecil: “Selamat siang, Gakushi.”

Penduduk Kurus: “Selamat siang, Gakushi. Cuacanya bagus hari ini. "

Templar: "Aku di sini untuk menyampaikan laporan."

Maou: “Ahh, terima kasih. Aku rasa ini juga sudah waktunya.”

Ane Maid berseru.

Templar: “Kami sudah memanen semuanya sesuai rencana. Benar-benar hebat. Cukup untuk memenuhi dua gerobak.”

Maou: "Dan pengumpulan tanah?"

Templar: "Seperti yang diinstruksikan, kami telah menyimpan sejumlah besar dari enam lokasi terpisah. Melakukan ini, meskipun Orde kami telah mengumpulkan teknologi pertanian selama beberapa dekade, ini merupakan metode yang belum pernah diterapkan sebelumnya.”

Maou: “Aku senang bahwa hasilnya menggembirakan. Dan ini?”

Templar: "Ya, mereka benar-benar tumbuh dengan baik."

Maou: "Hebat, mari kita rayakan!"

Templar: "Rayakan?"

Maou: “Hal paling penting untuk menyebarkan kentang adalah dengan memungkinkan semua orang untuk memakannya, bukan? Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan membuat pesta."

Penduduk Desa Kecil: “Begitukah, Gakushi?”

Penduduk Kurus: "Apakah itu tidak masalah?"

Maou: “Tentu saja. Templar, bagaimana menurutmu? Bisakah kita meminjam halaman depan Ordo Suci?”

Templar: "Tentu saja. Tapi aku pikir idenya adalah menjual kentang untuk mengumpulkan dana.”

Maou: “Kami memang menginginkan uang, tetapi kami tidak ingin memonopoli penjualan. Kami tidak akan bisa maju jika kami tidak bisa menghentikan kelaparan dan menciptakan kesejahteraan bagi semua orang. Untuk melakukan ini, kita akan membutuhkan bantuan semua orang di desa. Jika setiap warga desa memberi tahu semua orang bahwa kentang itu luar biasa, maka kita seharusnya bisa menyebarkan berita dengan cukup baik."

Penduduk Desa Kecil: "Wow, sekarang aku benar-benar ingin memakannya, Gakushi-sama!"

Penduduk Kurus: "Apakah kita bisa menanamnya di rumah juga?"

Templar: "Tentu saja. Kami sudah mencobanya sendiri dan tidak sesulit menanam gandum. Tentu saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, tetapi kami akan mengajarkan semua ini di Ordo Suci."

Warga Desa Kecil: “Aku akan pulang dan memberi tahu keluargaku sekaligus!”

Maou: "Ohh, itu benar. Kita mungkin kekurangan tenaga untuk pesta seperti itu. Jika istrimu senggang, kami ingin meminta bantuan mereka. Bagaimana menurutmu, Tuan Templar?”

Penduduk Desa Kecil: “Ah. Gakushi. Istri kami tidak cukup ahli untuk membantumu, tetapi jika kau benar-benar ingin bantuan mereka, aku yakin mereka akan senang membantumu. Aku akan pergi dan memberi tahu tentang ini segera!"

Templar: "Ya, aku sudah menyusun laporan, jadi aku akan kembali untuk memberi tahu Templar lain dan Grandmaster. Oh itu benar, apa yang harus kita lakukan tentang makanan? "

Maou: “Jangan khawatir tentang itu. —Bisakah kita melakukannya?”

Ane Maid: “Ya.” Membungkuk.

Imouto Maid: “Kita bisa melakukannya! Kami akan membuat banyak makanan!"

Templar: "Itu benar, kami belum melakukan penelitian tentang cara memasak kentang."

Maou : "Ah ~ Aku sudah memberi tahu mereka berkali-kali, tetapi mereka setidaknya perlu membuat kentang goreng, kan?"


——Kingdom of Winter , Istana Kerajaan, Royal Hall of Winter


Prince of Winter: "Orang tua, hei, orang tua."

Butler: "Apa yang bisa aku lakukan untukmu, anak muda."
<TLN : Bagi yang mengingat Jii-san dari party yuusha, inilah orangnya. Dia sebelumnya diceritakan masuk kembali ke militer, dan sekarang menjadi Butler pribadi Pangeran Kerajaan>

Prince of Winter: “Berhenti memanggilku anak muda. Umurku sudah 20 tahun. "

Butler: "Apa yang bisa aku lakukan untukmu?"

Prince of Winter: "Apakah Kau tahu tentang kentang?"

Butler: "Hmm. Apakah kau juga makan kentang?"

Prince of Winter: "Ya. Itu lezat!"

Butler: "Aku pernah mendengar bahwa itu dibawa ke sini oleh seorang Gakushi yang sedang menjelajah."

Prince of Winter: "Selain lezat, aku bahkan tidak berpikir bahwa negara miskin seperti kita bisa mengolahnya."

Butler: "Memang."

Prince of Winter: "Apakah kita punya laporan tentang itu?"

Butler: "Kami memang memilikinya."

Prince of Winter: "Hmm."

Butler: "Ada bab terkait dalam buku ini."

Membalik halaman.

Prince of Winter: "Jadi, hasil panen pada dasarnya didistribusikan oleh Holy Order of the Lake?"

Butler: “Sepertinya begitu. Holy Order of the Lake juga telah menerapkan berbagai perbuatan amal."

Prince of Winter: "Hmm? Perbuatan seperti apa?"

Butler: “Ya, pertama mereka memperkenalkan Sistem Rotasi Empat Lahan. Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa ini memungkinkan pertanian biji-bijian dilakukan selama empat musim dalam setahun tanpa menipiskan Berkat Bumi. Dibandingkan dengan Sistem Rotasi Tiga Lahan yang biasa kita gunakan, bukan hanya panen gandum, tetapi jumlah babi dan domba juga stabil.”

Prince of Winter: "Bahkan di musim dingin?"

Butler: “Di Musim Dingin, para Ternak diberi makan cengkeh. Peralatan pertanian juga ditingkatkan oleh Holy Order dengan pendirian Sekolah Ordo.”

Prince of Winter: "Sekolah, hmm."

Butler: "Selain itu, mereka bahkan membangun Windmill."

Prince of Winter: "Apa itu?"

Butler: "Itu menyerupai Roda Air, tetapi yang menggerakannya adalah aliran angin untuk mutar baling-balingnya. Tampaknya Holy Order menyewa pembuat kapal yang benar-benar luar biasa untuk membangunnya. Daerah Utara dari negara besar kita memiliki banyak dataran tinggi tetapi tidak memiliki genangan air yang besar, maka itu memang cocok.”

Prince of Winter: "Apa maksudmu?"

Butler: “Menggunakan kekuatan dari kincir angin, air dibawa ke puncak bukit. Ini memungkinkan ladang untuk ditanami di daerah yang sebelumnya tidak bisa ditanami.”

Prince of Winter: "... Hmm."

Butler: "Apakah kau tertarik?"

Prince of Winter: "Aku senang penghasilan pajak kita akan naik, tapi ... Ya, ini bukan hal yang bisa mengakhiri perang. Masalah kentang ini tidak akan menyelamatkan negara kita. Yah, kupikir aku tidak bisa membantu, namun aku akan memberikan potongan pajak."

Butler: "Itu benar. Yah, aku tidak yakin tentang efek pada pendapatan pajak dari semua desa kita, tapi ... Keterlibatan Ordo Suci telah membawa peningkatan sekitar 5% di daerah-daerah di bawah pengaruh mereka."

Prince of Winter: "Itu banyak."

Butler: "Jangan meremehkannya. Mereka telah berhasil mencapai banyak reformasi ini dalam waktu kurang dari setahun, dan kami tidak bisa mengatakan apa yang akan terjadi tahun depan."

Prince of Winter: "Panen gandum musim dingin akan segera dimulai, kan?"

Butler: "Kentang ini bisa ditanam berkali-kali sepanjang tahun."

Prince of Winter: "Begitukah?"

Butler: "Sangat mengejutkan, tapi itu sungguhan."

Prince of Winter: "Hmm."

Butler: "Meskipun hal ini tidak tercermin dalam kwitansi pajak kami, tampaknya para petani sangat berterima kasih kepadanya karena telah memperbaiki kehidupan mereka."

Prince of Winter: "Aku percaya apa yang kau katakan, orang tua."

Butler: "Aku merasa terhormat."

Prince of Winter: "Jadi apa yang harus kita lakukan?"

Butler: "Hmm. Karena ini baru saja dimulai, mungkin yang terbaik bagi kita adalah mengamati untuk saat ini.”

Prince of Winter: "Hmm."

Butler: “Aku percaya bahwa gerakan Ordo Suci ini, ketika dimulai di negara kita, ditargetkan untuk membangun sisa Kerajaan Inggris Selatan sebagai bagian dari wilayah mereka. Aku percaya bahwa begitu mereka mencapai hasil yang diinginkan, mereka akan berusaha untuk melakukan kontak dengan Istana Kerajaan."

Prince of Winter: “Begitu. Dan Grandmaster Holy Lake adalah ... "

Butler: "Onna-kishi."

Prince of Winter: "Apakah tidak masalah untuk tidak pergi menemuinya? Bukankah kau mengenalnya?"

Butler: “Ya, ketika aku melayani bersamanya, aku mendapat kesan bahwa dia adalah seorang wanita yang berbudi luhur. Dia memiliki payudara kecil, meskipun ... Dia mungkin membenciku juga. Lagipula aku pengkhianat.”

Prince of Winter: "Begitukah ... aku minta maaf. Tidak masuk akal bagiku untuk bertanya. ”

Butler: "Itu bukan masalah, anak muda."

Prince of Winter: "Tindakan Maou telah tumpul tahun ini."

Butler: "Aku takut rumor tentang Yuusha itu mungkin benar."

Prince of Winter: "Meskipun dia bukan bawahan langsung kita, kita mungkin adalah orang-orang yang memaksanya untuk bertarung sampai mati ... Apakah tidak ada berita yang mungkin mengabarkan dirinya selamat?"

————————————————————————————————————————————————————— ——————————————

Penjelasan

Ternak: Manusia memelihara beberapa hewan dan mereka menyediakan barang-barang seperti susu, daging atau bulu untuk digunakan dalam kehidupan manusia.

————————————————————————————————————————————————————— ——————————————

Butler: "Tidak ada."

Prince of Winter: "Apakah perang ini tidak akan pernah berakhir?"

Butler: "Jika perang ini berakhir, negara pertama yang sepenuhnya dimusnahkan adalah Kerajaan Musim Dingin kita."

Prince of Winter: "..."

Butler: “Selain Kerajaan di Daerah Selatan seperti Kingdom of Ice, Kingdom of the White Night dan Kingdom of Metal, Kingdom of Winter memiliki iklim yang keras dan persediaan makanan yang tidak mencukupi. Kita adalah negara yang terbelakang. Karena kita berada di garis terdepan perang dengan Maou maka kita menerima bantuan ekonomi dan bantuan makanan dari Benua Tengah. Meskipun kita sering disebut Perisai Benua Tengah, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa kita hanyalah alat milik mereka. Jika bantuan itu berakhir, orang-orang akan menghadapi kelaparan yang serius.”

Prince of Winter: "Tetapi membiarkan tentara mengorbankan diri untuk ini tanpa memberi tahu mereka adalah pengkhianatan. Bukankah itu seperti lelucon?”

Butler: “Itu seperti lelucon. Namun, bahkan melakukan lelucon seperti itu adalah pekerjaan seorang pangeran."

Prince of Winter: "... tapi."

Butler: “Tolong percayalah, anak muda. Tidak peduli apapun yang akan terjadi, kau tidak boleh mengabaikan orang lain."

Prince of Winter: “Aku akan dengan senang hati memberikan hidupku di medan perang. Sebagai seorang pejuang Laut Beku, roh ini mengalir melalui garis keturunanku. Namun, untuk berbohong kepada orang-orang, untuk menukar hidup mereka demi kelangsungan hidup orang lain ... "

Butler: "Anak muda. Tidak masalah apa yang kau inginkan atau apa yang tidak kau inginkan, kau bukan seorang pejuang tetapi seorang pangeran. Jika kau tidak peduli dengan orang-orang, lalu bagaimana nasib mereka? Orang-orang membutuhkan Raja yang benar-benar peduli dengan rakyatnya ... Aku datang ke sini untuk tujuan itu."

Prince of Winter: "... Aku mengerti, aku akan mengingat kata-katamu."

Butler: "Tidak, aku berbicara terlalu kasar."

Prince of Winter: "Untuk berapa saat hal ini akan terus berlanjut ... Limbah ini, seperti hujan yang menyapu jalan."


—— Dunia Iblis. Aula Suci Ras Naga


Yuusha: "... Ugh. Aku lelah. Dan lesu. Dan lapar."

Fire Dragon Lord: "Kau telah melakukannya dengan baik, Black Knight."

Yuusha: "Kau tangguh, Fire Dragon Lord."

Fire Dragon Lord: "... Aku tidak akan mundur."

Yuusha: "Aku memotong tangan dan ekormu setidaknya sepuluh kali."

Fire Dragon Lord:: "Dan aku akan terus menumbuhkannya kembali tidak peduli berapa kali kau memotongnya."

Yuusha: "Ugh. Apa yang harus kulakukan? "

Fire Dragon Lord:: “Akhiri saja hidupku. Untuk seseorang dengan kekuatan seperti itu, mengapa kau bersikeras untuk begitu setengah hati?”

Yuusha: “Aku tidak bertarung denganmu untuk membunuhmu. Aku hanya ingin dirimu menarik pasukan."

Fire Dragon Lord: “Itu tidak mungkin. Untuk para pahlawan Fire Dragons, sangat penting untuk merebut Gate City.”

Yuusha: "Ahh, jadi begitu."

Fire Dragon Lord: “Kau juga! Sebagai tangan kanan Maou, kau juga harus bekerja sama dengan kami untuk mengambil kembali Demon City yang telah direbut manusia dari kami!”

Yuusha: "Itu memang benar—"

Fire Dragon Lord: “Mengapa kau ragu? Haruskah semua manusia tidak dibunuh? "

Yuusha: "Untuk saat ini, Maou belum memberikan perintah untuk mengambil kembali Gate City."

Fire Dragon Lord: “Maou adalah seorang pengecut! Jika Maou datang dari salah satu Ras Naga, dia tidak akan menjadi orang yang lemah terhadap keinginannya!”

Yuuhsa: "Dengan kata lain, kau berniat untuk menggulingkan Maou?"

Fire Dragon Lord: "..."

Yuusha: “Ini jelas melanggar kontrak. Pertikaian para panglima perang sering mengancam Dunia Iblis, dan sangat sulit untuk memulihkan kerja sama. Apakah kau ingin menyingkirkan itu dan menyebabkan kehancuran di Dunia Iblis?"

Fire Dragon Lord: "Maou tidak memberi perintah untuk mengambil kembali Gate City."

Yuusha: "Ya."

Fire Dragon Lord: "Namun, dia tidak memberi perintah untuk tidak mengambil kembali Gate City."

Yuusha: "Oh, kau menyadarinya."

Fire Dragon Lord: “Jangan gunakan Maou untuk terlibat dalam fitnah atas namanya, sementara kami saat ini mengambil kembali Gate City, ini tidak melanggar kontrak karena hanya rasku yang terlibat dan karenanya ini adalah keputusan yang telah aku capai. Tidak ada yang bisa menentangnya!"

Yuusha: "Jika kau bisa menang melawanku."

Fire Dragon Lord: “Hmm! Bunuh aku jika kau bisa! Aku lahir di magma Dunia Iblis, aku adalah Fire Dragon Lord! Aku tidak akan lari atau bersembunyi!"

Yuusha: "Oh sial. Ini sulit, sungguh orang yang menyusahkan. Aku merindukan hari-hari dimana aku bisa membunuh siapa pun yang kuinginkan ... Pada masa itu, aku tidak pernah harus melakukan kerja keras ini untuk bernegosiasi dengan orang-orang agar tidak membunuh mereka ... Hero seharusnya menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Aneh sekali.”

Fire Dragon Lord: “Apa yang kau bicarakan ?! Black Knight! Aku Datang!"

Fire Dragon Lord mengaum dan menginjak-injak.

Yuusha: "Tunggu! Fire Dragon Lord! ”

Fire Dragon Lord: "Ada apa, Black Knight."

Yuusha: "Kalau begitu, biarkan aku pergi ke sana."

Fire Dragon Lord: "...?"

Yuusha: "Gate City adalah Tanah Suci bagi banyak Dewa Demonkin. Pasti menyakitkan bagi manusia untuk mengambilnya. Aku mengerti itu. Namun, Ras Naga juga harus disalahkan karena menyerang Dunia Manusia dan lupa untuk menjaga kota dan karenanya mencegah manusia menaklukkannya di tempat pertama.

Fire Dragon Lord: "Itu ..."

Yuusha: "Jangan mencoba membuat alasan ... Aku mengerti manusia itu tercela, tetapi mereka memang memenangkan kota itu dalam pertempuran. Kemenangan dalam pertempuran itu suci. Jangan lupa hukum tak tertulis itu di Dunia Iblis. Terutama karena kekalahan disebabkan oleh kecerobohan.”

Fire Dragon Lord: "... Tapi—"

Pahlawan: "Selain itu, tempat pasukanmu siap untuk menyerang adalah satu-satunya tempat di Dunia Iblis tempat manusia tinggal. Bukan hal mudah untuk merebut kembali kota itu. Holy Crusader elit mempertahankannya. Dalam skenario terburuk, Ras Naga kan dimusnahkan. Mohon pertimbangkan hal ini juga, Fire Dragon Lord.”

Fire Dragon Lord: "Kita tidak akan pernah tahu sampai kita mencobanya!"

Yuusha: "Kalau begitu silakan tunggu sampai musim semi."

Fire Dragon Lord: "Apa ?!"

Yuusha: “Aku memberimu perkataan dari Maou, sebagai Black Knight. Bahwa Gate City akan direklamasi sebagai wilayah pribadi Maou.”

Fire Dragon Lord: "Wilayah pribadi Maou?!"

Yuusha: “Wilayah yang paling dihargai oleh Fire Dragon sebagai suatu ras, bukan? Kau tidak dapat membiarkan Tanah Suci Demonkin ditaklukkan oleh manusia. Emosi ini bisa dimengerti. Namun, jika Tentara Maou merebut kembali Gate City, maka tidak akan ada masalah dengan itu menjadi wilayah pribadinya, bukan? Dengan mengambil kembali Tanah Suci, kita juga bisa melawan kritik terhadap kelemahan Maou juga, bukan?"

Fire Dragon Lord "..."

Yuusha: "Katakan sesuatu, Fire Dragon Lord."

Fire Dragon Lord: "Jika itu tidak terjadi?"

Yuusha: "Kalau begitu kita benar-benar bisa mengatakan bahwa Maou itu lemah."

Fire Dragon Lord: "Kalau begitu aku tidak akan menunjukkan belas kasihan?"

Yuusha: “Ya, jika itu terjadi, berarti Maou tidak lagi pantas. Dalam hal ini, kita akan membiarkan gelar Maou jatuh ke yang lain. Aku akan menjanjikan hal ini sebagai Black Knight.”

Fire Dragon Lord: "..."

Yuusha: "Jadi?"

Fire Dragon Lord: "Baiklah."

Yuusha: "Benarkah?"

Fire Dragon Lord: "Baiklah."

Yuusha: "Oh! Bagus aku sangat lega. Aku benar-benar takut dengan apa yang harus kulakukan jika aku gagal.”

Fire Dragon Lord: “Hmm. Kau dipersilakan untuk menghabisiku setiap hari."

Yuusha: “Kita berdua adalah pelayan setia Maou . Aku tidak punya niat melakukan itu."

Fire Dragon Lord: "Hmm."

Yuusha: "Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk melindunginya."

Fire Dragon Lord: “Gahahahahaha! Kau benar-benar memiliki semangat juang! Apakah ada orang di sana?! Panggil Lady!"

Berjalan.

Fire Dragon Lady: "Ayah, putrimu ada di sini."

Yuusha: "Umm. Apakah dia anak perempuanmu?"

Fire Dragon Lord: “Jika kau memenuhi janjimu, maka aku akan memberikannya padamu sebagai seorang istri! Gahahahaha! "

Yuusha: "T-Tunggu! Apa?!"

Note :
Maaf updatenya telat 3 hari :'v
Banyak hal yang harus diperbaiki dari chapter-chapter sebelumnya. Banyak penamaan yang gak bagus dan harus disamakan. Maaf juga untuk chapter-chapter sebelumnya mimin gak maksimal dalam pengerjaannya, tapi sekarang sudah diperbaiki~ Jadi bagi yang gak puas dengan hasil kemarin, bisa di baca kembali ya~

Novel ini unik dan berbeda dari yang lain karena gak ada nama, cuma sebutan aja :v dan isinya semua dialog. Jadi benar-benar sesuatu yg baru bagi kami.

Untuk kedepannya, kualitas translate akan kami tingkatkan lagi~
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya~




TL: Nate
EDITOR: Isekai-Chan