Selasa, 04 Februari 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 11 : Melanjutkan Belanja

Volume 11
Prolog - Melanjutkan Belanja


“Lewat sini.”

Kami mengikuti dua Pedagang Budak menuruni tangga. Namaku Naofumi Iwatani. Aku seorang mahasiswa tingkat dua yang dipanggil ke dunia lain sebagai Pahlawan Perisai, sedangkan saat ini, aku bersama teman-temanku berada di Zeltoble, negara pedagang dan tentara bayaran. Kami datang ke sini untuk membeli budak lagi, itulah sebabnya kami mengikuti dua Pedagang Budak untuk mengunjungi setiap toko budak lainnya.

Setelah bencana yang disebabkan Spirit Tortoise berakhir, kami semua langsung segera sadar bahwa kami perlu menambah daya tempur kami sebelum binatang penjaga selanjutnya,  Phoenix, lepas dari segelnya, bukan hanya itu kami juga harus mempersiapkan diri melawan gelombang selanjutnya. Aku memutuskan untuk mendirikan sebuah desa demi melancarkan perlawanan kami, jadi aku meminta kepada Ratu Melromarc sebuah wilayah dan dia mengabulkannya namun dengan dia juga memberiku gelar bangsawan sebagai syaratnya. Saat itulah kami mulai mengetahui berbagai macam masalah yang terjadi di Lurolona, desa asal Raphtalia.

Semua penduduk di sana dulunya kewarganegaraan Melromarc, namun karena mereka adalah demi-human, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk didiskriminasi dan mendapat perlakuan buruk bahkan sampai dijadikan budak. Berkat upayaku, penghasut utama diskriminasi kepada demi-human, yaitu Sampah dan Gereja Tiga Pahlawan, berhasil kami ditangani berkat bantuan dari Ratu dan dia juga mengeluarkan titah emansipasi. Tetapi dalam serangkaian peristiwa sial, titah itu sedikit terlambat sehingga budak yang kami cari sekarang berada di pasar luar Melromarc, banyak sekali budak dari desa Lurolona yang dijual dengan harga tinggi. Berbagai macam upaya sudah kami kerjakan untuk mengamankan penduduk desa itu. Namun, hal yang terjadi sebaliknya, banyak pedagang yang memanfaatkan situasi ini dengan menaikkan harga jual mereka.

Itu sungguh keadaan yang menyedihkan. Cerita dari mulut ke mulut mengenai rekan dekatku, Raphtalia, berasal dari desa itu membuat harga budak desa itu naik. Pada intinya, serangkaian panjang kesialan telah berdampak pada lonjakan harga budak Lurolona. Atas kejadian itu, kami terpaksa bertanding di Colosseum Gelita Zeltoble untuk mendapatkan uang. Yah.... selama itu kami mengalami masa sulit, tetapi kami berhasil memenangkan turnamen dan membeli kembali budak Lurolona.

“Kamu masih mencari budak tambahan, Naofumi-chan?”
“Aku yakin budak yang kita miliki sekarang tidak akan cukup. Kau tahu kan, kita juga perlu orang untuk membangun kembali desa?”

Wanita yang menggandeng lenganku ini adalah Sadeena. Dia seperti kakak bagi Raphtalia, dan dia juga ikut bertanding di turnamen Colosseum Gelita dalam upaya menyelamatkan para budak Lurolona. Dia dalam bentuk demi-human sekarang, tetapi dia juga bisa berubah menjadi bentuk therianthrope yang menyerupai paus pembunuh. Untuk penampilannya.... dia cantik dan memiliki hawa seperti orang Jepang, sementara ekspresinya mengisyaratkan dia layaknya pemabuk riang.

Raphtalia, Filo, dan aku, kami bertiga saat ini sedang dalam keadaan lemah karena efek kutukan, aku yakin kami masih jauh lebih kuat daripada petualang biasa. Namun Sadeena cukup kuat sehingga kami bertiga kesulitan mengalahkannya selama turnamen berlangsung. Belum lagi kami diberi sihir debuff sehingga kami semakin lemah, sedangkan Sadeena diberi sihir buff oleh pihak pendukungnya, meski begitu dia masih bersih keras bahwa dia tidak sekuat itu. Tapi menilai dari keterampilan dan kemampuan bertarungnya, aku yakin dia cukup tangguh.

Lalu, dia punya sebuah alasan mengapa dia menggandeng lenganku. Rupanya dia memutuskan untuk menyerahkan hatinya pada pria yang bisa minum alkohol lebih dari yang dia sanggupi. Dia mulai menunjukkan daya tariknya padaku setelah dia melihat aku memakan buah rucolu dan tidak mendapatkan efek samping apapun.

“Oh? Naofumi-chan benar-benar memikirkan berbagai macam cara agar pembangunan ulang desa berjalan lancar.”
“Yah begitulah. Yang aku lakukan bukan hanya mengamankan penduduk desa yang jadi budak dan semuanya selesai.”

Ada juga perkara penyerang pemburu budak ke desa karena tertarik dengan harga jual budak Lurolona yang meroket. Untungnya, kami telah melatih para penduduk desa dan mereka dapat membalikkan keadaan para penyerang. Iya, tepat sekali. Kami perlu membuat mereka sadar bahwa mereka tidak bisa terus berpegang pada harapan naif yaitu seseorang yang selalu ada untuk menyelamatkan mereka, dan juga membuat mereka sadar secara realistis bahwa mereka sendirilah yang harus melindungi desa kesayangan mereka.

Orang-orang dunia ini memiliki kebiasaan buruk bergantung pada pahlawan setiap kali mereka dalam kesulitan. Jika mereka benar-benar berpikir, mereka mungkin menyadari betapa tidak masuk akalnya memanggil orang dari dunia lain untuk menyelesaikan masalah mereka. Meskipun, ada aspek-aspek tertentu dari dunia ini yang membuatnya terasa seperti game, seperti konsep level dan mengalahkan monster untuk menaikkan level.

“Ahh, Naofumi-chan! Hebat sekali! Kupikir aku jatuh cinta lagi!”
“Lepaskan tanganmu! Sudah kubilang aku tidak tertarik dengan hal semacam itu!”
“Kak Sadeena! Tolong tahan dirimu!”

Orang  yang baru saja menegur Sadeena adalah Raphtalia. Raphtalia adalah gadis demi-human dan mantan budak yang sekarang bertarung di sisiku sebagai partner. Dia telah dipilih oleh Senjata Vassal Katana untuk menjadi pemegang barunya, perlu diketahui senjata itu berasal dari dunia lain yang pernah kami datangi. Dia telah membuktikan kecakapan bertarungnya, dan dia benar-benar mengalahkan musuh menggantikan peranku, karena menjadi Pahlawan Perisai itu berarti aku sendiri tidak dapat menyerang orang lain.

Raphtalia tidak menginginkan hubungan romantis atau hubungan seksual, mungkin karena memprioritaskan misinya untuk menyelamatkan dunia dari gelombang. Aku juga berpikiran sama dengannya. Tapi berbeda dengannya, aku merasa jijik akan dua hal itu karena jebakan dan tuduhan palsu yang dilimpahkan kepadaku oleh seorang wanita biadab.

Ngomong-ngomong, Raphtalia terlihat sangat cocok mengenakan pakaian miko. Tetapi dia menolak untuk memakainya karena sifatnya yang selalu mengutamakan efisiensi. Dia cukup menarik, telinga dan ekor tanuki-nya memberikan aksen yang sempurna, yang mungkin mengapa pakaian miko terlihat sangat cocok pada dirinya. Aku akan senang jika dia mengenakannya, jadi aku diam-diam mempertimbangkan memiliki pakaian miko dengan efek kuat, khusus untuknya.

“Ara ara?”

Akhir-akhir ini, Sadeena terus berusaha mendekatiku dan dia selalu menggoda Raphtalia dalam prosesnya. Aku benar-benar berharap dia akan mencoba memikirkan bagaimana rasanya selalu menenangkan Raphtalia.

“Fueeh....”

Orang belakang kami yang baru saja membuat suara yang sangat menyedihkan adalah Rishia. Ada saat-saat kami bertarung dimana dia akan naik ke panggung dan menjadi bintang utamanya, itu terjadi karena dia memiliki kekuatan emosional. Tapi dia biasanya sibuk menangani sisi yang lebih intelektual dalam masalah yang kami hadapi bersama. Namun akhir-akhir ini dia jarang naik panggung, dia tampaknya sudah melakukan semua yang dia bisa. Tentu saja sebuah bahaya, jika kami memintanya untuk ikut bertarung di Colosseum bersama kami, sedangkan dia ini masih lemah, jika itu benar terjadi maka seperti kami membawakan dia pada kematiannya. Untuk saat ini juga, aku tidak punya alasan yang kuat untuknya ikut bertarung di sana.

“Hmm?”

Orang yang memiringkan kepalanya ke samping dengan ekspresi bingung di wajahnya adalah Filo. Dia adalah seorang gadis kecil yang sebenarnya seekor Filolial, yang merupakan jenis monster yang sangat suka menarik kereta. Filolial memiliki pola tumbuh khusus jika dibesarkan oleh seorang pahlawan, karena itu memungkinkan mereka untuk berubah menjadi bentuk manusia yang menyerupai malaikat dengan sayap di punggungnya.

Menilai dari penampilannya, orang-orang mungkin berpikir dia hanya seorang gadis malaikat kecil yang imut dengan rambut pirang dan mata biru, itu jika dia tidak membuka mulutnya. Dia sederhana dan polos, tetapi instingnya mengesankan ketika berada dalam pertempuran. Penampilannya dalam pertempuran terakhir kami masih segar dalam pikiranku. Kami mendapati diri kami dalam situasi yang tidak dapat menggunakan sihir, namun Filo berhasil menyudutkan lawan kami.... dengan nyanyian. Dia belajar teknik menyanyi yang mirip dengan sihir saat kami berada di dunia Kizuna. Aku tahu aku bisa mengandalkannya dalam pertempuran.

“Rafu?”

Makhluk kecil yang duduk di bahu Filo adalah shikigami, dia dikenal sebagai familiar di dunia ini, dia ini aku buat menggunakan rambut Raphtalia sebagai dasarnya. Aku menamainya Raph-chan. Jika Raphtalia memiliki bentuk therianthrope seperti Sadeena, mungkin bentuknya akan seperti Raph-chan.

“Tuan Naofumi? Kamu memikirkan sesuatu yang kasar lagi, ya?”
“Ara! Raphtalia-chan dapat mengerti apa yang dipikirkan Naofumi-chan! Aku iri padamu!”
“Diam.”

Memikirkan Raph-chan akan mengembalikan kewarasanku yang telah hancur. Raph-chan selalu senang bergabung setiap kali aku mulai merencanakan sesuatu yang jahat. Perisai terkutuk, yang telah menempel di lenganku sejak dipanggil di sini, memiliki kemampuan yang membuatku dapat memperkuat familiar. Namun akhir-akhir ini, aku lebih meningkatkan sifat-sifat yang tidak berhubungan dengan pertempuran, seperti kualitas bulu Raph-chan. Aku ingin sedekat mungkin dengan tekstur ideal yang akan terasa sangat nikmat ketika aku mengelusnya. Tetapi aku harus memastikan Raphtalia, khususnya dia, tidak akan pernah mengetahui soal ini.

Umm.... Kurasa aku sudah keluar topik. Bagaimanapun, kami membutuhkan lebih banyak budak untuk terus mengembangkan desa, dan kami ada di sini untuk membeli budak-budak itu dengan harga murah.

“Kita sudah sampai. Ya.”
“Oh. Akhirnya sampai.”

Kami sampai di dasar tangga dan tiba di pasar budak bawah tanah. Aku melihat sangkar-sangkar di sekeliling yang luar biasa indah, tempat para budak ditahan. Duduk di dalam salah satu sangkar, terdapat manusia demi-human bertanduk seperti yang mungkin kau lihat pada ogre. Dia memiliki kulit coklat gelap dan wajah yang agak bagus. Tubuhnya sedikit besar, dan dia punya payudara yang besar juga. Kurasa dia layak disebut sebagai ‘kecantikan langka’. Dia memiliki kulit yang sehat juga, aneh sekali. Itu membuatku berpikir dia mungkin makan dengan baik. Tapi dia bukan budak yang kucari. Dia sepertinya tipe yang akan diperdagangkan sebagai budak seks atau semacamnya.

“Aku tidak tertarik membeli budak seks.”
“Sebaliknya, ini adalah salah satu ras demi-human yang lebih mahir dalam pertempuran, mereka dikenal sebagai Ras Kiki.”
“Yang benar saja?”

Budak itu melambai padaku dengan senyum palsu di wajahnya yang membuatku berpikir dia ingin menjual hal lain padaku. Dia benar-benar membuatku merinding. Wajah itu memberiku dorongan tiba-tiba untuk memukulnya. Tapi aku yakin itu tidak akan membuat orang lain di sini senang.

“Dia terlihat mahal. Tidak tertarik.”

Ketika dia mendengar jawabanku, ekspresi budak berubah menjadi kesal.

“Tidak semuanya. Aku akan memberimu harga yang sangat bagus.”
“Walaupun begitu ....”

Ada sesuatu tentang dirinya yang tidak aku sukai. Atau lebih tepatnya, aku hanya tidak ingin dia menjadi salah satu budakku. Bukannya aku memutuskan untuk hanya membeli budak yang masih anak-anak, jadi itu bukan masalah standar. Tetapi terdapat sesuatu yang salah dengan dirinya. Lalu aku tersadar pada hal yang janggal. Itu karena dia mengingatkanku pada Bitch. Ya, dia tampak seperti mantan putri Melromarc, yang telah menuduhku memperkosanya sesaat setelah aku dipanggil ke dunia ini. Astaga.... Aku telah terjerat dalam suatu omong kosong saat itu.

“Kalau begitu, mari kita beralih ke budak berikutnya?”
“Ya. Maaf, aku tidak tertarik membeli dia.”
“Oh? Sayang sekali!” Kata Sadeena ketika dia mendekatkan dirinya ke arahku dengan cara yang agak provokatif, memastikan bahwa budak itu memperhatikannya.
“Kenapa aku ditolak sedangkan wanita itu diterima?!”

Budak itu berteriak penuh amarah kepadaku.
Kurasa aku telah melukai harga dirinya. Perilakunya jelas membingungkan bagi budak seks. Tapi tunggu .... kenapa dia tetap ingin aku membelinya?

“Kau bukan jenis budak yang aku sukai. Itu saja.”
“LOLICON!”

Perkataannya benar-benar menjengkelkan. Aku memelototi pedagang budak.

Perdagangan budak adalah bisnis keluarga karena dua pedagang budak berdiri di depanku. Salah satu dari mereka menangani perdagangan budak di Melromarc, sementara yang lain berbasis di Zeltoble, dan mereka saling mengalihkan pandangan. Jika aku dipaksa untuk membuat semacam perbedaan di antara mereka, warna ekor jas merekalah yang memungkinkanku membedakan mereka.

Ketika aku memelototi mereka, mereka berdua tiba-tiba mengalihkan pandangan mereka ke tempat lain. Persetanlah. Mereka melakukan banyak hal untuk membantuku. Aku memelototi budak itu.

“Lolicon? Sepertinya kau tahu siapa aku.”

Ketika dia mendengar jawabanku, budak itu tiba-tiba terdiam. Oh! Aku tahu ada sesuatu yang mencurigakan.

“Oh? Memangnya aku ini terlihat masih remaja?” Goda Sadeena.
“Berapa umurmu, sebenarnya?” Tanyaku.
“Dua puluh tiga. Eehee!”

Dia menatapku. Aku merasa ingin muntah. Selain itu, cara dia bertindak hanya membuatnya tampak lebih seperti dia sedang berbohong.

“Aku cukup yakin dia jujur. Aku pernah mendengar usia Sadeena dari ayahku.” Raphtalia menguatkan jawaban Sadeena.
“Biasanya wanita suka memalsukan umur mereka, bukan?”
“Memang benar ada yang melakukan itu, tapi sebelumnya ayahku pernah cerita soal usia Kak Sadeena yang sebentar lagi masuk dunia nikah. Dari usia yang dia sebutkan waktu itu dan menambahkan tahun yang berlalu, Kak Sadeena sudah pasti berumur 23 tahun.”
“Ara? Masih ingat soal itu? Ingatan anak kecil memang kuat!” Seru Sadeena.

Justru karena jawabannya waktu itu, membuatku merasa dia itu lebih tua. Terus terang, dia biasanya terdengar seperti wanita tua.

Ngomong-ngomong, aku tidak punya pikiran untuk memuaskan diri, terlepas dari bagaimana rupanya. Ya, sebagian besar budak yang aku beli adalah anak-anak. Dan juga perempuan. Begitulah yang terjadi, karena aku fokus mengumpulkan budak Lurolona.

“Menilai dari pelafalan dan penggunaan bahasanya, aku bisa menebak....”

Rupanya Rishia sudah tahu dari mana budak itu berasal. Aku lupa soal apa yang aku dengar sudah diterjemahkan oleh perisai. Beragam bahasa digunakan di dunia ini, sudah seperti di duniaku sendiri.... Bumi. Ini cukup memudahkan, karena perisaiku bisa menerjemahkan semua bahasa asing untukku. Dan untuk bahasa Melromarc resmi, aku cukup yakin itu digunakan di negara-negara dengan.... populasi sebagian besar manusia.

“Ya, tak perlu dipermasalahkan. Lupakan saja, Rishia.”
“Oh, umm, baik.”
“Yuk lanjut.”
“Dimengerti. Ya.”
“Mengapa?! Mengapa kau tidak menerima aku?!”

Aku mengabaikan teriakan budak dan mengikuti pedagang budak.





TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-49. Dewa yang Tak Bersalah

Chapter 17-49. Dewa yang Tak Bersalah


Satou di sini. Dikatakan bahwa anak-anak itu suci dan tidak bersalah, tetapi sifat-sifat itu juga yang mendorong beberapa dari mereka untuk melakukan sesuatu yang kejam karena rasa penasaran. Jika Kau menangkap basah saat mereka beraksi, sudah menjadi tugas orang dewasa untuk menegur mereka dengan lembut.



"Mengapa?"

Dibalik percikan api hitam pekat dan warna pelangi, wajah kekanak-kanakan Dewa Parion murung.
Karena aku menghalanginya membunuh tiga dewa yang tersisa.

Sejujurnya, aku hanya ingin menyelamatkan dewa Karion yang mengajariku [Miasma Barrier] dan dewa Urion yang cerewet namun tidak berbahaya, aku tidak terlalu tertarik menyelamatkan dewa angkuh Heraruon, namun karena ia kebetulan adalah salah satu dewa yang melindungi dunia manusia dari serbuan Makhluk asing, aku akhirnya menyelamatkannya juga.
<TLN : Mungkin pada banyak yg menganggap kalau si Heraruon mati kemarin, tapi ternyata masih hidup guys xD emang gak ada perkataan yg mengatakan kalau Heraruon mati sih~>

"Apa itu? Pedang yang dapat menandingi Divine Sword, aneh."

Dewa parion menatap pedangku yang berwarna pelangi.

"Ini Holy Magic Divine Sword Pendragon."

Itu adalah pedang yang terbuat dari perpaduan Holy Magic Sword Pendragon yang aku buat sebagai persembahan khusus di Bollhart namun entah bagaimana pedang itu kembali ke Storageku dan [Dragon God Fang] yang aku miliki di Storageku, melalui Primeval Magic.

Aku tidak yakin apakah aku bahkan bisa menggunakan Primeval Magic tanpa keilahian tersisa, tetapi pada akhirnya ternyata baik-baik saja.

Untuk memulainya, apa yang dibutuhkan oleh Primeval Magic adalah sejumlah besar magic. Alasan keilahianku menipis tampaknya karena itu adalah kompensasi MP-ku yang berkurang dari kehilangan levelku.
Dengan pasokan MP dari Arisa, familiarku, ditambah dengan penyimpanan MP yang aku ambil dari Storage, aku bisa menggunakan Primeval Magic tanpa masalah.

"Aku tidak tahu, pedang itu."

Dewa parion dengan santai mengayunkan [Godreaping Scythe].
Aku menghindari itu menggunakan Unit Arrangement.

Dewa parion mengeksploitasi celah itu untuk mencoba dan membunuh ketiga dewa, tapi aku menghentikannya lagi menggunakan Unit Arrangement.

"Jangan menghalangi jalanku."

Menggunakan Holy Magic Divine Sword, aku menangkis tebasan Divine Sword yang dia ayunkan saat dia berbalik.
Sayangnya, tampaknya Divine Sword masih sedikit lebih kuat.

『--Strongest Blade (Tidak ada yang tidak dapat dipotong)』
『Itu tidak akan menjadi kenyataan.』

Ketika dewa Urion meneriakkan itu, cahaya biru nila menyelimuti Dewa Parion, menghapus cahaya biru yang membungkus sabitnya.
Meskipun tidak bisa menghentikan ayunan itu sendiri, sabit berhenti bergerak setelah menghancurkan penghalang, menghentikan dewa Parion yang akan menghancurkan dewa Karion bersama dengan penghalangnya.

"Tidak bisa membunuh."

Dewa Parion menghentakkan kakinya dengan frustrasi seperti anak kecil.

--Hah?

Tidak yakin apakah itu hanya imajinasiku atau bagian dari aura biru dewa Parion dan sabit berwarna pelangi yang indah mulai dibalut dalam aura hitam pekat seperti Divine Sword.

"Kenapa! Parion! Bicaralah, mengapa!"

Dewa Heraruon yang telah mendapatkan kembali keseimbangannya meneriakkan itu keras-keras ketika dia menyerbu langsung menuju dewa Parion.
Baiklah, mari kita gunakan dia sebagai umpan dan melucuti senjata dewa Parion saat ada kesempatan.

"Parion seharusnya merasa menyesal. Karion juga berkata begitu."

Dewa Urion mendukung dewa Heraruon.

Otoritas Dewa Parion lebih tinggi dari tiga dewa lainnya, tetapi empat melawan satu dengan aku sebagai salah satunya, sehingga bahkan dia mulai merasa terpojokkan.

"Kalian bertarung bersama-sama, tidak adil."

Dewa parion berbicara seolah dia tidak ingat apa yang baru saja dia lakukan.

Meskipun mulutnya cemberut seperti bentuk ‘ ^ ‘, serangannya tidak berhenti.

Kami memang mengalami beberapa masa kritis, tetapi Holy Magic Divine Swordku dan pedang biru dewa Urion entah bagaimana berhasil mengatasi sabit tersebut, lalu dewa Heraruon mengambil kesempatan itu untuk mengekang tangan dewa Parion yang memegang Divine Sword.

Mulut dewa Parion cemberut kembali dengan ekspresi masam di wajahnya.

"Hanya sejauh ini kau bisa bertahan, Parion."
"Heraruon benar. Parion harus melepaskan senjata berbahaya ini."

"Aku ingat sekarang--"

Aku bisa melihat sudut mulut dewa Parion sedikit naik dengan mata tertunduk.

"<< PERISH>>."
<TLN : Menghilang>

--Oh sial.

Saat dewa Parion membaca scripture, aku menendang dewa Heraruon, meraih dewa Urion dan menggunakan Unit Arrangement ke zona aman.

Saat kami berteleportasi, aku melihat dewa Heraruon yang lututnya hancur, tertelan ‘Perish’.
Dewa Heraruon bergegas menjauh dengan penghalang dewa Urion yang melindunginya, tapi itu tidak bisa bertahan bahkan untuk sekejap melawan <<PERISH>> Divine Sword.
Penghalang itu hancur dalam waktu singkat, dewa Heraruon tertelan dalam ledakan hitam pekat, mengakhiri hidupnya yang panjang sekali, untuk selamanya.
<TLN : Nah ini baru mati :v yey akhirnya para dewi menjomblo /plak>

"--Parion, dia"

Di sebelahku, dewa Urion terkejut.

Tampaknya dia terkejut bukan karena dewa Heraruon binasa oleh Divine Sword, tetapi karena perubahan dewa Parion.

Yah, aku mengerti bagaimana perasaannya.

Aura hitam legam meluap keluar dari tubuh dewa Parion, hanya menyisakan setengah dari wajahnya yang manis sementara bagian tubuhnya yang lain berubah hitam pekat. Mata dan mulut berwarna biru hanya tersisa setengah bagian, sedangkan sisanya hitam legam dan terlihat sangat menakutkan.

Itu terlihat mirip dengan Demon God ketika Ketidakmurnian merambahinya.
Asumsiku yang tidak berdasar akan mengatakan bahwa ketidakmurnian yang diserap Divine Sword pasti telah mengalir kepada dewa Parion ketika dia menggunakan Scripture.

Sabit yang dibawanya juga telah berubah menjadi hitam pekat seperti Divine Sword, meskipun dampak dari perubahan ini telah diperlunak oleh perubahaan dewa Parion.

"Light Step (Lebih cepat dari pada siapapun)."

Dewa Parion secara instan bergerak tepat di depan dewa Karion dan mengayunkan Divine Sword.

--Aku tidak akan membiarkanmu.

Aku berpindah diantara mereka berdua menggunakan Unit Arrangement dan dengan panik meraih dewa Urion sementara penghalang ungu pecah satu demi satu.

<< PERISH >> Divine Sword mendekatiku.

Waktunya tidak akan cukup.

Tidak ada pilihan, harus mengorbankan Holy Magic Divine Sword yang baru kubuat untuk membeli waktu dan -.

Dewa parion terhempaskan oleh angin di depanku yang sedang kebingungan.

"Hehen, itu yang kau dapatkan karena melupakan Arisa-chan di sini!"

Sepertinya Arisa menghempaskan Dewa Parion dengan magic anti-dewa.

Aku dan dewa Urion juga terhempas oleh gelombang kejut, namun kami berhasil lolos dari kematian karena itu.

"Yeah, hajar dia!"
"Nn, setuju."

Magic anti-dewa Hikaru menghantam Dewa Parion berturut-turut, kemudian Lesser Fenrir yang dipanggil Mia menggigitnya.

Sayangnya, versi lebih rendah dari magic anti-dewa yang dimaksudkan untuk digunakan melawan demon lord tampaknya tidak dapat membahayakan dewa Parion.

Dewa Parion mendorong Lesser Fenrir dengan sabitnya dan menghancurkannya dengan Divine Sword.

"Pengecut."

Mata kekanak-kanakannya menatap Arisa.

"<CONDEMNATION>>"
<TLN : Kutukan>

Dewa parion membacakan Scripture sabitnya.

Aku membawa para gadis ke tempatku menggunakan Unit Arrangement, dan ayunan horizontal sabit dewa Parion meleset dari target.

--Oh sial.

Aku memindahkan diriku dan para gadis kali ini.

Dewa parion terus berputar-putar sendiri bahkan setelah kita menghilang.
Aura hitam legam yang dibalut dengan kekuatan <CONDEMNATION>> memotong melingkar ruang tahta Demon God.

Baik [Paladin Domain] Nana dan penghalang vermilion dewa Karion benar-benar dihancurkan oleh aura hitam legam itu.

"Urion!"

Dewa Urion yang gagal melarikan diri tepat waktu kehilangan bagian bawah tubuhnya.

"Sheesh, bagaimana dia begitu kuat dengan wajah 'payayan' itu?"
<TLN: Wajah payayan itu mirip bocah polos dan lugu :v>

Aku sepenuhnya setuju dengan erangan Arisa.



"Core Two, bersiap untuk lepas landas darurat."

Aku membawa semua orang ke dek pesawat ruang angkasa.
Bersama dengan dewa Urion, dewa Karion dan gadis-gadis kecil ungu tentu saja.

Bahkan dengan Holy Divine Divine Sword sebagai kartu trufku, melawan Scripture [Divine Sword], [Godreaping Scythe] dan Dewa Parion yang diselimuti ketidakmurnian adalah hal yang sulit.

Yang paling penting, tidak ada alasan bagiku untuk mempertaruhkan hidupku mencoba membunuh dewa Parion.
Aku mungkin tidak akan menyodorkan leherku dalam perselisihan internal antara para dewa jika bukan karena fakta bahwa kehilangan lebih banyak dewa daripada ini akan merusak perdamaian dunia manusia.

"Erupsi ~?"
"Tidak dapat dipelcaya-nanodesu."

Gadis-gadis mulai dari Tama dan Pochi terkejut ketika mereka melihat pemandangan sekitarnya mengalami perubahan 180 derajat.

Gunung-gunung Neraka meletus, retakan terbentuk di tanah di bawahnya, awan-awan dari letusan itu menyambarkan petir dan kilat di mana-mana, dan tornado menyapu segalanya.

"Ketidakstabilan Neraka adalah hal wajar sekarang karena Demon god telah tiada."
"Setuju dengan Karion."

God Urion telah selesai meregenerasi bagian bawahnya.

"Master, semuanya sudah siap untuk lepas landas darurat!"
"Mulai prosedur lepas landas darurat. Kalahkan semua musuh di sekitar kita dengan serangan jarak jauh."
"Iya!"
"BAIK!"

Zena-san dan Karina-sama yang mengurus berbagai hal di luar kapal juga telah kembali ke dek, kami menghancurkan demon yang mengerumuni kapal saat lepas landas.
Menggunakan Unit Arrangement untuk membawa kapal ke tempat yang aman akan menjadi pilihan terbaik, tapi kupikir aku harus menyimpan keilahianku untuk nanti.

Distorsi ruang dan waktu terjadi saat kami keluar dari kastil Demon god.

"Jangan pergi."

Dewa Parion tiba-tiba teleport dan menghalangi jalan kami.

"- Sudah diperkirakan."

Aku menyingkirkan Dewa Parion dengan Unit Arrangement berbasis penglihatan.

"Tidak akan membiarkanmu pergi."

Kupikir dia sudah menyusul.
Aku yakin dia akan mengejar kita bahkan ke dunia manusia.

"Bukankah dia semakin membesar?"
"Setuju."

Dewa parion sekarang cukup besar untuk menggenggam pesawat ruang angkasa ini di antara telapak tangannya.

"Katakan padaku, Parion! Kenapa, kenapa kau melakukan ini!"

Sera berlari ke dek dan berteriak keras.

Menilai dari aura zamrud yang meluap darinya, dewa Tenion rupanya meminjam tubuhnya.

"Ini misiku."

Dengan semacam kekuatan seperti dewa, dewa Parion tampaknya telah mendengar suara Dewa Tenion melalui Sera.

"--Misi?"
"Dewa Pencipta berkata. Naik pangkat, jadilah dewa yang baik."

Dewa Parion berbicara sedikit demi sedikit.

"Apakah kau tidak ingat Tenion?"

Dia memiringkan kepalanya ke samping.

"Aku ingat. Tapi, sebelum itu, dia juga menyuruh kita untuk『 Menjaga Makhluk Hidup, dan Memelihara keilahian 』!"
"Itu masalah kecil. Orang-orang adalah makhluk yang menghasilkan jumlah keilahian yang sangat kecil dengan mana sebagai pupuknya. Yang pada akhirnya diinginkan oleh Dewa Pencipta kepada dewa adalah mendapatkan Keilahian dalam jumlah besar dan naik pangkat."

Tenion bimbang.
Sepertinya dia mengatakan yang sebenarnya.

"Tapi, bahkan jika itu benar ..."
"Dan untuk naik pangkat, membantai dewa-dewa lain dan memakan jiwa mereka bersama dengan Keilahian mereka adalah yang paling optimal."

Wajah polos Parion mengangguk.

Jadi tampaknya dia melakukan semua ini bukan karena kedengkian tetapi hanya karena perintah Dewa Pencipta.

"Sudah selesai mengulur-ulur waktu."

Dewa Parion memutar-mutar lengannya.

"Sudah terbiasa dengan ini."

Lima lingkaran cahaya muncul di belakang dewa Parion.

Memiliki warna-warna dewa yang dibantai - ungu, oranye, hijau, kuning, dan warna birunya sendiri.
Namun warna-warna tersebut terlihat lebih gelap, kemungkinan karena ketidakmurnian.

"Parion itu berbahaya. Karion juga berkata begitu."
"Aku tidak mengatakannya. Tapi menyetujuinya. Parion dua peringkat lebih tinggi dari kita. Tidak ada harapan bahkan jika Tenion bergabung."

Seberbahaya itu ya ....

"Un, Parion yang terkuat."


Note :
Tinggal pencet meteor shower selesai gak tuh parion :v awkk. Seenggaknya para dewi udah pada single xD tancap gas satou~

※ Update chapter berikutnya direncanakan untuk terbit pada 10/2 atau 11/2



TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

Senin, 03 Februari 2020

I Became Hero’s Bride! Novel Bahasa Indonesia Chapter 31 – Jadilah Milikku! Hero!

Chapter 31 – Jadilah Milikku! Hero!


Note: 
Raja Iblis Biella berbicara dalam sudut orang ketiga ya!

Sesungguhnya,

Dia 'akan menikah'.

"Ho! Apakah pangeran suatu bangsa akan menyangkal suamimu yang sah dan telah disaksikan oleh surga?! ”
“Bahkan jika mulutmu bengkok, setidaknya ucapkan kebenaran! Saksinya bukanlah surga melainkan kau sendiri sang raja iblis?! Ditambah lagi apakah kau pikir 'hanya' dengan bersenggama dalam gaun pernikahan bisa kau sebut pernikahan? ”

Setidaknya jika mereka berpikir jernih.

Akan lebih akurat untuk menyebutnya permainan kostum. Mungkin akan sah jika dokumen pernikahan telah ditandatangani, tetapi bagaimana bisa hanya dengan menempatkannya (yang dulunya pria) ke dalam gaun pengantin, melemparkannya ke tempat tidur dan mengatakan “Orc ini sekarang adalah suamimu! Lahirkanlah Seorang anak orc!" Dan mencoba untuk 'mengawinkannya' dengan orc.

Clarice baru saja akan berteriak "Guuaa/aaa/aaa/aaaah!" Syukurlah waktu itu Hero-nim masuk di saat yang tepat.
"Tapi bukankah menurutmu hebat?! Seorang pangeran muda dibesarkan seperti anggrek yang berada di rumah kaca tunduk kepada batang daging kasar orc liar dan dilahirkan kembali sebagai pengantin budak seks pribadi orc! Double peace ahegao (TLN: pls jangan cari di google)!! menghancurkan cangkang kepolosanmu dan membangunkan kejalangan batinmu!!! Dan tentu saja malam pertamanya!! Apalagi kalau bukan seks malam pertama?!?!”

Biella menyemburkan mimisan besar, dan membayangkannya saja membuatnya basah kuyup. Tidak heran mengapa dia ditulis dalam buku-buku sejarah sebagai raja iblis yang haus.

"……Bajingan;;;;"

Clarice mengeluarkan kata-kata yang tersimpan di dalam dirinya. Terlepas dari kenyataan bahwa sang putri, yang seharusnya membawa dan menegakkan martabat keluarga kerajaan telah mengeluarkan kata-kata kotor seperti itu, tidak ada yang menegurnya. Semua orang yang hadir hanya berempati dan berpikiran hal yang sama.

"Bajingan;;;;" "

"Hai, Clarice. Apa yang terjadi dengan suaramu? Kau dulu terdengar lebih seperti anak laki-laki, tetapi sekarang kenapa terdengar seperti wanita anggun. "
"Karena aku menjadi seorang wanita."

Dia penasaran mengapa dia menanyakan hal yang begitu jelas. Jika dia tahu bahwa dia sedang mengadakan pernikahan dengan sang hero dan menyerbu masuk ke sini, itu seharusnya merupakan suatu pertanda bahwa dia tahu tentang perubahan gendernya.

"A... Apa ?! K, Kau menjadi seorang wanita?!!!!”

Dia serius. Dia sama sekali belum mengetahuinya. Mata Biella kaget saat dia menunjuk payudara Clarice dengan tangan yang bergetar.

"Ma, maka payudara sapi perah itu bukan crossdressing tetapi benar-benar asli?!!"
"Sapi perah?!!"

Clarice memerah dan menutupi dadanya. Itu perbandingan yang memalukan, tapi karena itu tidak sepenuhnya salah, itu bahkan lebih memalukan. Sang ratu diam-diam menggigit bibirnya saat dia menutupi payudaranya sendiri yang ukurannya melampaui sapi perah di wilayah Holstein.
<TLN: Sapi Holstein adalah sapi penghasil susu perah tertinggi di dunia>

“Bagaimana kau bisa berubah seperti itu ?! Kenapa kau menikah bukan sebagai pria tapi wanita !! Apakah kau tidak malu kepada surga!!! ”
"Dan kau tidak berubah sama sekali sejak saat itu. Tidak, aku pikir kau menjadi lebih buruk. "

Dia pasti ingat dia pernah menjadi bintang di langit setelah dihajar sampai babak belur oleh sang hero, tetapi mengesampingkan fakta bahwa bagaimana dia bisa selamat dan kembali, tampaknya dia meninggalkan akal sehatnya di langit.

“Beraninya kau menipu Biella...”

Dia bergetar. Biella tidak bisa menahan amarahnya dan mulai menangis. Hul. Raja Iblis menangis. Semuanya kehilangan kata-kata. Tetapi Biella mendengus, menghapus air matanya, menunjuk ke Clarice dan berteriak.

“Kau pikir bagaimana Biella bisa ke sini!! Apakah kau tidak tahu betapa susahnya untuk kembali setelah dikalahkan oleh sang Hero!! Dan kau berani menipu Biella?!”

Dan siapa yang menipu siapa sekarang. Yang benar saja, apakah dia menerima pernikahannya dengan Hero-nim karena dia pikir itu pernikahan antar sesama pria? Logika macam apa itu.

“Karena kau menjadi seorang perempuan, pernikahanmu dengan orc Biella dibatalkan!! Biella tidak akan merestuinya!! Apa yang Biella inginkan adalah pangeran muda yang menjadi pengantin orc, bukan seorang putri! Biella tidak butuh dirimu lagi!”

Clarice hampir menunduk di tempat dan berteriak “terima kasih banyak karena sudah tidak dibutuhkan lagi!”

“Karena keadaan sudah menjadi begini, Biella akan mengambil sang Hero!!”

Jika Biella tidak mengatakan kata tersebut.

“Ap, Apa?!”

Minwoo berteriak kaget, setelah lama berdiam menunggu Biella mengeluarkan sifat aslinya. Omong kosong macam apa ini?!

“Alasan kenapa Biella rela untuk datang ke tempat menyedihkan ini adalah untuk mengambil Clarice! Tapi karena Clarice sudah menjadi wanita Biella sudah tidak butuh dirinya! Maka dari itu, Biella akan mengambil sang Hero!”
“Tunggu dulu, jika kau tidak butuh maka enyahlah! Kenapa kau melakukan ini?!”
“Karena belum ada sang Hero di koleksi Biella! Sampai sekarang Biella telah mengkoleksi semua jenis laki-laki, Biella bahkan dulu punya pangeran, Clarice! Tapi tidak pernah seorang Hero. Hero, dari awal pertama Biella melihatmu, Biella berpikir bahwa ingin melihat wajahmu yang rupawan memerah karena kepuasan! Bagaimana kalau sang Hero, yang terkuat dari umat manusia, menjadi ladang bibit untuk goblin terlemah?! Wahaha! Sangat menggoda bukan?!
<TLN: mbak, tolong itu delusinya dikurangi, WTF did i just read T-T>

“.....................”

Masalah besar. Ada banyak hal yang ingin kau komentari. Orleia akhirnya angkat bicara dan dengan dingin menggeram.

“Beraninya kau berucap kotor kepada ‘barang?’ ku. Orang yang akan mengambil bagian belakang Sayangku hanyalah aku. Aku tidak akan menyerahkannya kepada siapapun.”
“Omong kosong apa yang kau ucapkan hah!”
“Ha! Gadis Suci, kau masih mesum seperti dulu.”
“Berkacalah sebelum berbicara!”

Clarice sudah berada pada titik puncaknya.

“Semuanya diam!”

Aula tersebut akhirnya sunyi. Semua mata mengarah ke Clarice, Clarice dengan cepat melingkarkan tangannya ke Minwoo dan menunjukkan haknya sebagai pengantin wanita.

“Hero-nim adalah milikku! Dia suamiku!!”

Ah, aaaah... Minwoo menutupi wajahnya dengan tangan satunya. Ding~ dia bisa merasakan sakit kepala datang merayapinya. Kau juga Clarice. Namun dirinya yang menempel erat ke lengannya dengan penuh air mata, takut kehilangannya, sangat terlihat imut dan tidak baik untuk hatinya.

“Jalang ini?! Wanita kotor sepertimu, berani-beraninya kau menyentuh koleksi Biella?! Tidak bisa diampuni!”

Tidak, bukankah kau juga seorang wanita?! Tapi Clarice tidak dapat mengatakannya. Dia terhempas oleh sebuah kekuatan yang mendorongnya ke belakang.

“Clarice?! Urk!!”

Sebuah asap hitam muncul dibawah kaki Minwoo dan mengikat kakinya. Sial. Dia terlalu lengah. Kyahahahahahaa!! Tertawa seperti orang gila, Biella muncul di depan Minwoo.
“Jadilah milikku! Sang Hero!”
“A, Aku menolaknya...!”
“Biella menolak penolakanmu!”
“Dasar jalang gil-!!”

Ckerrrrrrrr!!! Meninggalkan teriakan putus asa, Biella dan Minwoo tersedot ke dalam kumparan asap tersebut,

...dan hilang.

“H,Hero-nim? Heroo-nim?!”

Clarice menggapai udara tempat Minwoo berada sebelum menghilang.

Di hari pernikahan, Clarice kehilangan Minwoo karena Raja Iblis hanya dengan seperti itu. Pikir semua yang ada di sana.

“Apa-apaan. Alur kejadian ini terlalu tiba-tiba.”

***

Situasi menjadi genting, sebuah dewan darurat dibentuk. Kembalinya raja iblis. Sang Hero yang diculik. Putri yang ditinggalkan. Semuanya terjadi saat hari pernikahan yang sangat ditunggu datang, sang raja melampiaskan amarahnya ke penasihatnya.

“Selamatkan sang hero sebelum dia menjadi ladang bibit dari para goblin!! Kalau tidak, kita akan lihat dari kalian semua mana dulu yang akan menjadi ladang bibit!!”

Sialan. Selain tiba-tiba kembali, dia mengacungkan jari tengah terbesarnya kepada kerajaan.

Mendapat perintah dari sang raja, korps penyihir melacak kekuatan sihir yang tersisa dan mendapati bahwa raja iblis membawa sang hero ke kastil raja iblis. Dulu pada saat raja iblis masih tersegel, kastil itu adalah sebuah atraksi turis dan dibuka untuk umum. Namun sejak seorang turis tidak sengaja membuka segel tersebut dan melepaskan raja iblis, tempat tersebut menjadi tempat terlarang.

Dengan respon yang cepat, sebuah tim penyelamat akan dibentuk dan pergi ke kastil untuk menghajar sang raja iblis. Tentu saja. Sebagai mantan anggota party sang hero, semua yang pernah menyerang kastil, dan sebagai wanita yang kebal terhadap sihir khusus untuk pria.

Ketika para wanita sedang mempersiapkan diri, seseorang dengan terburu-buru mendatangi mereka. Dia adalah Clarice. Gaun pengantin telah hilang digantikan dengan baju yang dilapisi pelindung dari kulit. Bak dia bersiap untuk melakukan petualangan.

“Bawa aku bersama kalian!”

Hul. Mendengar permintaan konyol tesebut, Senyun melompat-lompat.

“Yang mulia! Anda tidak bisa! Terlalu berbahaya!”
“Dia benar. Yang mulia. Saya paham perasaan Anda untuk menyelamatkan Minwoo, tapi tidak ada yang tahu bahaya apa yang menanti di kastil itu.”

Ericia dengan dingin menjawabnya. Kecewa, Clarice berkata.

“Tapi...”
“Clee. Ini bukanlah sebuah permainan anak-anak. Apa yang akan dilakukan putri yang tidak berdaya di sana?”

Bahkan Orleia pun mengomentarinya. Clarice menggelengkan kepalanya dan mengepalkan tangannya. Lebih dari apapun dia merasa jijik dengan ketidakberdayaannya. Pada akhirnya, dia tidak bisa melakukan apa-apa ‘lagi.’ Saat ini ‘juga,’ dia hanya bisa menunggu bantuan orang lain.

Orleia, yang sedari tadi mengerutkan keningnya kepada Clarice, menghela napas dan mengangkat bahunya.

“Ha. Yah, selama dia tidak mengganggu kita aku tidak terlalu peduli.”
“Ah?”
“”Orleia?!””

Orleia, yang seharusnya paling menolak, di luar dugaan yang paling cepat menyetujuinya. Apa yang terjadi dengannya?

‘Kenapa kalian memandangiku seperti itu? Karena Clee pernah diculik sebelumnya, dia bisa menjadi sangat berguna dalam menyelamatkan Sayangku?’
“Ini kesempatanku! Jika sesuatu terjadi pada Clee di kastil maka Sayangku akan sepenuhnya menjadi milikku! Hohohohooo!!”
“”......””

Hei, monologmu berlawanan dengan perkataanmu.

“P,pokoknya aku tidak mengizinkannya! Aku tidak bisa membiarkan Putri terekspos bahaya-!!”

Senyun menolak keras. Jadi Clarice menggunakan senjata terakhirnya.

“Senyun, jika kau mengizinkanku ikut, akan membiarkanmu untuk melakukan sesuatu sesuka hatimu.”
“Lalu bolehkah saya menjadi adik Yang mulia?”
“Ya.”
“U, unni!!”
<TLN: Unni itu dalam korea artinya kakak perempuan tua, pasangannya Oppa>

Clarice tersenyum cerah bak seorang kakak perempuan yang terbaik. Pyo~ sebuah hati muncul di mata Senyun dan dia lari ke pelukan Clarice. Guhehehe. Guhehe. Clarice mengelus kepala Senyun yang terkubur di payudaranya dan dengan susah payah menahan senyumnya.

Wow. Rasanya sangat tidak enak.

“Ha! Apa yang kalian semua lakukan?! Apakah kalian melupakan kewajiban kalian dan membiarkan sang putri menemui ajalnya?!”

Ericia menolak dengan keras. Jadi, Clarice terpaksa menggunakan senjata terakhirnya lagi.

“Eri. Jika kau mengizinkanku ikut, mulai dari sekarang kau boleh menggunakan namaku untuk mempromosikan Kekuatan Rahim.”

Setelah membuka jubahnya dan memperlihatkan baju zirah bikininya, Ericia mengambil sikap setia Ksatria. Tampaknya simbol ‘♀’ di perut bawah Ericia bersinar dengan terang hari ini.

.....Sejujurnya, dia ingin menolaknya sedikit. Persetan.

“Tapi bagaimana caranya kita ke kastil raja iblis? Apakah kalian menyewa kereta kuda?”

Jarak menuju kastil raja iblis dari istana raja sangatlah jauh. Karena keduanya adalah markas iblis dan ibukota manusia, akan terasa aneh jika lokasinya berdekatan. Mereka tidak akan tahu apa yang akan dilakukan raja iblis gila itu terhadap kesucian Hero-nim jika mereka memakai cara ini. Sebagai yang pernah mengalaminya secara langsung(?) dia tahu betul.

Senyun yang sedari tadi menyelam di payudara Clarice berkata dengan terkikik.

“Kita akan menggunakan teleportasi, Unni.”
“Benarkah?”

....Eh?

“Te, Teleportasi?”
“Ya! Hanya akan memakan waktu beberapa menit dengan teleportasi, tidak perlu pergi dengan kereta kuda, kan?”
“Apakah itu mungkin? Untuk berteleportasi sejauh itu...”
“Unni. Walaupun aku terlihat seperti ini, aku adalah Senyun! Cucu dan murid dari ahli sihir! Membuat ulang jalan dengan sisa sihir raja iblis adalah hal yang mudah untukku!”

Senyun dengan percaya diri menghenduskan hidungnya tinggi-tinggi. Ibarat dia minta untuk dipuji. Jadi Clarice mengelus kepalanya dan memujinya. Elus-elus. Kerja bagus, Senyun kita yang imut. Jika bukan karena hal ini, dia tidak ingin memujinya.

“Bahkan jika dia adalah seorang raja iblis, dia tidak akan mengatisipasi kita yang dapat melacak dan membuntutinya dengan cepat. Jika kita bergerak dengan teleportasi, maka ketika yang lain mengalihkan perhatiannya, kita bisa menyelamatkan Minwoo dan mengantarkannya pedang suci. Bahkan sekalipun dia adalah raja iblis, di hadapan pedang suci, dia dapat dikalahkan seperti sebuah pinata.”
Ericia menjelaskan strateginya ke Clarice dan ketika semua persiapan telah selesai, ketika mereka akan melakukan teleportasi. Seperti yang dikatakan dia, rencana yang bagus, raja iblis akan dikalahkan seperti pinata oleh pedang suci. Semuanya sudah menganggap kemenangan ada ditangan mereka.

Dan juga.

Mereka sadar ada satu ‘Kelemahan Besar’ pada rencana mereka.

“Eh? Pedang Suci?”

Clarice bertanya, berkedip. Dan dengan mata yang bergetar. Apa-apaan ini, Clarice bertanya kepada Orleia dengan tatapan matanya. Kenapa kau memandangiku seperti itu? Orleia memincingkan matanya kepada Clarice, sebelum akhirnya mulutnya ternganga dan dia juga, menyadari kesalahannya.

Tidak mengerti apa yang keduanya lakukan, Senyun dan Ericia melihat mereka dengan bingung, sebelum akhirnya mereka juga ‘menyadarinya’ dan hampir pingsan.

.....Pedang Suci.

Orleia telah menghancurkannya beberapa waktu yang lalu!!!


Note :
Hayoloh rusuh lagi kan jadinya, wkwkwkwk




TL: MobiusAnomalous
EDITOR: Isekai-Chan

Minggu, 02 Februari 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 10 : Epilog - Daya Tarik

Volume 10
Epilog - Daya Tarik


Ada lima belas budak yang Sadeena sudah sembunyikan. Aku ragu apakah kami akan mampu membeli sebanyak itu dengan uang hadiah dari Colosseum. Berbicara tentang budak Lurolona yang Raphtalia lihat di pelelangan, ternyata ada di antara kelima belas budak ini. Kata mereka, Sadeena sudah mengirim salah satu budak Lurolona ke pelelangan, bersama pedagang, untuk membeli anak desa lainnya. Kami harus yakin bisa mengidentifikasi mereka agar rencana itu berhasil. Sadeena memutuskan kontraknya juga, dan dia senang bisa bebas sekali lagi.

“Baiklah. Apa kau sudah selesai bicara dengan mereka, Raphtalia?”
“Iya. Mereka semua percaya perkataanku. Aku juga memberi tahu mereka tentang wilayahmu dan pembangunan kembali yang kita lakukan pada desa kami.”
“Bagus. Tinggal aku putuskan untuk menawarkan pada mereka untuk menjadi budakku atau tidak.”
“Mengenai itu... Bisa kamu bicarakan itu pada mereka saat kita sampai desa?”

Hmm... kurasa dia berpikir kalau Keel dan para budak lainnya akan menjadi contoh, dan melihat mereka akan membuat para budak baru memutuskan mereka ingin menjadi lebih kuat atas kemauan mereka sendiri. Raphtalia memang cerdas.

“Baiklah, minta saja mereka untuk bergabung dalam partyku untuk saat ini. Aku akan mengirim mereka kembali ke desa dengan skill portalku.”

Di bawah bimbingan Sadeena dan Raphtalia, kelima belas budak menghabiskan waktu mereka menikmati kebersamaan satu sama lain ketika aku hendak mengembalikan mereka ke desa asal mereka dengan skill portalku. Melewati portal untuk pertama kalinya cukup mengejutkan, tapi perasaan itu segera hilang.

“Bagaimana kalau kita pulang juga sekarang? Aku sudah lelah sebenarnya.”
“Setuju.”

Kami menggunakan portal untuk kembali ke desa, kami kembali bersama anak desa asli, termasuk Sadeena yang tampaknya sibuk mengakrabkan kembali persahabatan lama mereka. Filo pergi ke kota sebelah untuk memberi tahu Melty tentang eksploitasi heroik kami di Zeltoble. Aku hanya berharap dia tidak mengoceh tentang hal-hal yang sebaiknya tidak dikatakan.

“Jadi, Rock-chan, nama aslimu adalah Naofumi-chan?” 
“Masih saja kau memanggilku dengan panggilan -chan?“

Seperti biasa, Sadeena terlalu akrab denganku dan berbicara kepadaku seperti aku masih kecil. 

“Jadi, Naofumi-chan, sejauh mana jarakmu dengan Raphtalia-chan?”
“Sejauh apa?” 
“Kak Sadeena!”

Apa maksudnya dari sejauh mana jaraku dengannya? Raphtalia tidak suka membahas hal-hal mesum, dan aku yakin Sadeena juga tahu itu, karena mereka sudah kenal dari dulu. Kalau begitu, dia pasti bertanya seberapa jauh kami berdua telah bepergian.

“Jarak terjauh yang pernah kami lalui adalah pergi melalui celah dimensi dan sampai di dunia yang berbeda. Katana yang dipakai Raphtalia sekarang, itu adalah senjata sana. Bila didunia ini mungkin disebut Ketujuh Senjata Bintang.”
“Ara…” Sadeena menatap tajam pada Raphtalia.
“A... apa?!”
“Benarkah? Hanya itu saja yang kau lakukan bersama Naofumi-chan?” 
“Y... ya, hanya itu!”
“Kakak-kakak, kalian sedang bahas apa?”

Keel memanggilku dan teman lamanya. Dia dalam suasana hati yang baik setelah dipersatukan kembali dengan teman satu desanya.

“Bukan hal penting, Keel-kun.” 
“Oh benarkah?”
“Hanya sedang menceritakan kisah heroik Raphtalia saja, kan?”
“Ya, selama itu yang kamu pikirkan, Tuan Naofumi.”

Hah? Apa maksud perkataan Raphtalia? Itu hampir membuatnya terdengar seperti tebakan pertamaku yang benar.

“Ara, kalau begitu... Raphtalia-chan? Kamu tidak keberatan, kan, jika aku mengambil Naofumi-chan”
“Kak, kamu bilang apa sih?!” 
“Kau ini mau bilang apa!”
“Hah? Aku memang mengincarmu, Naofumi-chan. Sumpah.”

Sadeena menjawabnya sambil menggoda yang mana dia lanjutkan dengan meletakan tanganku diantara kedua gunungnya. Hentikan itu! Menjijikkan sekali. Aku mencoba menarik lenganku menjauh darinya, tapi rasanya sia-sia karena dia terus mencoba untuk mengaitkan lengannya kepadaku berulang kali. Sial! Keras kepala sekali ini wanita!

“Apa kau tidak tertarik mendapat perawatan dari Oneesan setiap hari?” 
“Kak Sadeena... Kau serius?”
“Iya, lah.” Sadeena menjawab tanpa ragu-ragu. Sial.
“Huh? Soal orang yang suka padamu, Kaka? Yang suka padamu bukan hanya dia, tapi semua orang desa menyukaimu, Kaka!”
“Aku seorang pecundang dan tirani yang menyukai uang! Aku tidak tertarik untuk punya hubungan dengan orang lain, aku juga bukan seorang kakak yang baik hati!”
“Aku baru pertama kali dengar kalimat yang sangat meyakinkan ini? Luar biasa sekali!”

Apa maksudmu, Keel?! Ahh... Anak ini memang bodoh. Sadeena baru saja membuat tindakan seksual padaku karena dia tahu aku benci hal semacam itu! Dia hanya terus mencoba memperlihatkan daya tariknya padaku. Dia adalah wanita yang sama yang meletakkan tanganku di dadanya dan berkata, “Nih OPPAI Oneesan!” Menganggapnya serius hanya akan membuatmu lelah. Raphtalia adalah tipe orang yang sangat serius, dan dia cenderung tidak suka pembicaraan seperti itu.

“Benarkan? Baiklah, Keel-chan, mau tidak bantu Oneesan menjatuhkan dan mendesak Naofumi-chan? Oneesan mau menjadikan dia sebagai suami!”
“Siapa orang yang mau sama pemabuk bodoh!” 

Wajah Raphtalia semakin pucat saat itu. Dia melihat ke arahku. 

“Tuan Naofumi... Jangan-jangan, kamu dengan Kak Sadeena pernah melakukan lomba minum? Pastinya tidak, kan?”
“Lomba minum? Saat pertama kali kami bertemu, dia terus memesan minuman dan menyuguhiku minuman sepanjang pertandingan. Untuk kedua kalinya, baik aku atau dia tidak [pernah mabuk dan pingsan.”
“Ihhh. Naofumi-chan tidak sadar sudah pernah menang dariku, tahu!” 

Raphtalia melemparkan kepalanya ke belakang dan menutupi wajahnya dengan tangannya, seolah-olah dia benar-benar frustasi. Apa yang sedang terjadi?

“Tuan Naofumi... Waktu dulu, Kak Sadeena pernah menyuarkan sumpahnya pada kami, semua penduduk desa.”
“Hah?”

Keel mengangguk paham. Apa maksudnya?

“Isi sumpahnya begini, ‘Hanya ada seseorang yang bisa minum lebih banyak dariku, hanya dia saja yang pantas menjadi pasangan hidupku. Saat ada ciri orang seperti itu, semuanya tolong bantu aku untuk menangkap dan tidak membiarkannya lari! Semuanya harus siap saat itu terjadi,’ itulah yang dia katakan pada kami.” 
“Tidak ada orang di desa yang bisa minum seperti Kak Sadeena! Dia juga pernah ikut lomba minum yang diadakan kota sebelah dan menang lalu melanjutkan minumnya!”
“Oh…”
“Oleh karena itu, jika Kak Sadeena menyebutkan Kaka adalah suaminya, maka semua penduduk desa pasti mengira Kaka berhasil menang dari Kak Sadeena dalam lomba minum!”
“Hah?”

Sekarang teringat lagi, Sadeena memberiku minuman dengan buah rucolu di dalamnya. Aku merasa dia mulai bertindak lebih ramah denganku setelah itu. Hah? Jadi itu sebabnya dia ingin aku menjadi suaminya? Aku pikir dia hanya bercanda belaka...

Aku memandangi Sadeena. Dia kemudian kembali ke bentuk manusia dan mulai menggandeng lenganku dengan satu tangan, sambil memegang pipinya yang memerah dengan tangan lainnya. Itu membuatku berpikir... Jika ini terjadi sebelum Bitch menipuku, aku yang dulu mungkin mengatakan questnya selesai, sudah waktunya dia ikut denganku.

“Hei Kaka, bagaimana bisa kau menang dari Kak Sadeena?”
“Aku tidak tahu apa ini termasuk menang atau tidak, perilakunya berubah setelah dia melihatku memakan buah rucolu.” 
“Oh yaaaa jelas lah!”

Keel dan semua budak Lurolona mengangguk setuju. Aku merasa Sadeena seperti kakak bagi anak-anak desa, jadi mungkin mereka semua mengenalnya dengan baik?

“Kalian lihat juga, kan, waktu kita dagang? Orang dari tempat yang kita lalui selalu saja memberiku itu.” 
“Hah? Itu buah rucolu? Kukira itu tanda sambutan dari mereka.”

Memakan satu buah rucolu telah menjadi cara yang populer untuk memastikan aku tidak berpura-pura sebagai Pahlawan Perisai. Rupanya, aku adalah satu-satunya di luar sana yang bisa makan buah rucolu dan tidak mendapatkan efek apapun. Aku suka menganggapnya sebagai tanda sambutan yang juga merupakan hukuman bagi penipu.

“Maka dari itu, inilah ungkapan dari penantian lamaku! Terima kacih, Naofumi-chan!” 
“Blegh!”

Sadeena mengerutkan bibirnya dan mendorongnya dengan cepat ke bibirku. Aku memalingkan kepalaku dalam sekejap. Tetap saja, bibir Sadeena menyentuh pipiku dan dia menciumku sedikit.

“Yah, tidak kena. Lain kali akan kupastikan kena bibirmu!”
“Enyahlah!”

Hampir saja! Dia hampir mencuri ciuman pertamaku! Maaf, tapi aku tidak punya niat membangun keluarga di dunia ini. Begitu dunia ini damai, aku akan kembali ke Jepang tanpa ragu-ragu!

Entah kenapa, suasana sekitarku menjadi tegang dan dingin? Raphtalia memelototiku dan Sadeena dengan wajah yang benar-benar kesal. Lihat dia! Sudah kubilang Raphtalia tidak suka hal seperti ini.*
<Ryu : f*k ngak peka peka nih orang.>


“Ra... Rafu...” 
“Fuueh...” 
“Kak Sadeenaaa!”
“Ara-ara! Rasanya menyenangkan sekali! Mulai hari ini, boleh tidak Oneesan mendapatkan harapan yang lebih pasti darimu?”
“Jika bisa, bisa tidak kau menahan diri...”
“Aku punya ide! Hei, Kaka! Buat masakan untuk kita semua!”
“Makan!”
“Ya, makanan!” 
“Makan-makan!” 
“Diam!”

Bagaimanapun yang terjadi. Rencanaku untuk mengumpulkan teman satu desa Raphtalia telah membuat kemajuan yang baik. Aku tak yakin bisa menyebut kedatangan satu masalah ini sebagai salah satu kekuatan tempur baruku atau tidak, tapi aku masih bisa menggunakan dia sebagai kekuatan cadangan.

Tapi... entah ini hanya imajinasiku? Karena muncul dibenaku soal pepatah yang mengatakan, saat satu masalah selesai maka akan muncul masalah baru lainnya.

Sadeena berubah dari bentuk manusia ke bentuk therianthrope dan berusaha keras untuk merangkulku, sementara aku mencoba menenangkan Raphtalia, yang kesal karena dia sangat sensitif terhadap perilaku seksual semacam itu. Aku tidak bisa menahan diri untuk berpikir kalau mereka berdua adalah sumber masalah pinggangku encok.





TL: Ryuusaku
EDITOR: Isekai-Chan

Sabtu, 01 Februari 2020

Sono Mono Nochi Ni Light Novel Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 2 Part 3: Nama Dari Emosi itu Adalah Kecemburuan

Volume 1
Chapter 2 Part 3: Nama Dari Emosi itu Adalah Kecemburuan


Note :
Yeah, i know. Gak nyambung dari chapter sebelumnya :v but ini emang kelanjutannya kok~

Skeleton itu menggunakan berbagai mantra sihir. Dia bisa menggunakan mantra api, air, dan kilat. Aku menyadari kekuatan keempat orang ini dengan kulitku. Mereka mungkin adalah orang-orang terkuat di pegunungan. Tapi aku tidak terluka bahkan setelah semua serangan yang mereka luncurkan. Aku menyadari bahwa statusku tidak normal. Ngomong-ngomong, aku berhasil membuat keempatnya babak belur.

"Itu benar, aku... aku juga terkejut masih dapat bertahan bahkan setelah menerima serangan napas api itu ..."

"Wazu ... apakah kau benar-benar manusia?"

"Tidak sopan. Tentu saja, aku 95% manusia. Jangan khawatir dengan 5% nya "

Jadi, siapakah keempat orang ini? Aku ingin mengenalkan mereka, tetapi aku tidak ingin menghentikan perkelahian kami.

“Ya, aku harus memperkenalkan kalian. Ini adalah ‘Rut’ dan serigala itu ‘Zelia.’ " Ragnail menunjuk monster satu per satu dan memberitahuku nama mereka. Akhirnya, dia memperkenalkanku.

“Kami berempat berkata," senang bertemu denganmu. " “

“Teman Ragnail adalah teman kita juga! "

Sebelum kami terus bertarung, aku ingin bertanya.

"Apakah kau High Elf?"

“'High Elf'?” tanya Gain, Neil, Zeal.

"Oh ...?" Ruto berdiri dengan senang.

"Yah ... itu benar! Tentu saja, aku adalah ‘High Elf’! Tapi kupikir aku adalah sesuatu yang berbeda! Aku suka Elf wanita ! Aku sangat mencintai mereka! Ya, itu sebabnya aku High erofu ! Aku suka hal-hal erotis! Aku ingin melakukan segalanya dengan semua Elf wanita di dunia! ”
<Shindo: ya mirip ama candaan nya rimuru pas di rumah bordil elf lah kira” :v>

…Aku tidak mengerti apa yang dia katakan, tetapi aku tahu satu hal. Seseorang seperti Ruto… dia hanya orang bodoh. Aku menghela nafas. Kini aku tahu mengapa Ragnail membuang muka.

“….Baiklah, mari kita abaikan Ruto. Wazu, mengapa kau tidak memberi tahu kami mengapa kau datang ke tempat ini? Sangat jarang manusia datang ke tempat ini.”

"Dan juga, ini bukan tempat di mana manusia dapat dengan mudah kemari."

Aku memberi penjelasan singkat mengapa aku bisa berada di sini.

Aku menjelaskan mengapa aku naik gunung. Bagiamana aku bertarung dengan Ragnail. Bagaimana aku menjadi temannya. Kemudian, aku telah dipercaya untuk menjaga Mear, dll .... Kemudian Gain menepuk tangannya.

"Aku mengerti! Dengan kata lain, kau tidak memiliki tujuan sekarang. "

"..."

"Untuk saat ini, aku akan terus menguatkan diriku"

“Fuhahahaha! Jangan buang-buang waktumu. Kau harus terus melanjutkan hidup. Temukan sesuatu yang baru untuk dilakukan. "

"...Yah, seperti yang dikatakan Gain, aku dalam keadaan sedih."

"Jujur aku berpikir bahwa tidak ada yang bisa kulakukan di gunung ini. Itu sebabnya aku turun gunung. Tetapi ketika aku berpikir tentang meninggalkan gunung dan pergi ke suatu tempat ... aku tidak tahu harus ke mana ... "

Ragnail dan kelompok itu mengajukan saran-saran serius dan memberi tahuku apa yang bisa kulakukan.

"Ya. Kalau begitu bukankah lebih baik kau tinggal di sini dan berlatih? Bukankah itu keinginanmu? "

“Yah, apakah kau mencari obat yang akan membuat tulangmu lebih kuat? Apakah tulangmu menjadi sedikit rapuh akhir-akhir ini? "

"Bisakah kau menghancurkannya?"

"Elf Harem!"
<EDN : Ehm, ini sedikit membingungkan. Tapi sepertinya ini percakapan si Ragnail, High Erofu, Serigala, dan Skeleton. Berurutan>

Orang-orang ini tidak berguna. Tidak berguna sama sekali. Apa yang harus kulakukan? Aku ingin memiliki tujuan dalam hidupku, tetapi aku tidak tahu harus berbuat apa.


     PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Shindo Shimon
EDITOR: Tasha Godspell

Maou-sama, Retry! Web Novel Bahasa Indonesia : Prolog. Permulaan

Prolog. Permulaan


- Masuk ke Dalam Game -


Kalender Kekaisaran: Tahun 2XXX

Orang yang memerintah sebagian besar dunia, yang dikenal sebagai Grand Empire, telah memulai permainan yang menakutkan.

Untuk memastikan kontrol terhadap negara-negara yang telah ditaklukkan, untuk menutupi aksi pemberontakan, sebuah permainan kejam yang bisa dikatakan sebagai contoh telah dimulai.

Detail permainan yang hanya bisa dianggap sebagai kegilaan adalah sebagai berikut :

{Negara-negara pengikut akan secara acak mengumpulkan orang-orang di negara mereka yang akan disebut Pemain dan meminta mereka saling membunuh sampai hanya satu orang yang tersisa.}

Grand Empire menyiarkan ini ke seluruh dunia dan membuat taruhan resmi untuk itu.

Siapa yang terakhir berdiri? Siapa yang akan menjadi yang kedua? Siapa yang akan mati pertama?

Karena sangat kejam dan dilakukan tanpa rekayasa, itu adalah sesuatu yang jauh melampaui film, merebut hati orang-orang Grand Empire - Divine People

Permainan yang akan disiarkan ke seluruh dunia ini telah menciptakan banyak drama dan kisah cinta yang tragis darinya, dan untuk bertahan hidup, mereka akan membunuh orang asing yang tidak memiliki dendam terhadap mereka. Dan dengan cara ini, para penonton dapat menyaksikan wajah dari 'Manusia yang Tidak Terkekang'.

Pacuan kuda manusia, Permainan bertahan hidup, Jaring Laba-laba, Permainan itu memiliki banyak nama dan orang-orang kaya yang memiliki waktu luang akan mencurahkan banyak uang ke dalam Permainan itu. Dan lambat laun, itu berubah menjadi sumber keuangan penting bagi negara.

'Orang' yang berada di pihak yang terpilih akan gemetar ketakutan setiap hari dan 'Divine People' yang berada di pihak yang menonton telah dimabukkan oleh kesenangan gila ini.

[Permainan]

Apa yang diberikan kepada orang yang menang adalah sejumlah besar uang, dan ... sebuah tiket untuk menjadi salah satu 'Divine People'.

Namun, satu-satunya hal yang menunggu peserta lain tanpa pengecualian adalah - kematian.

■■ □□ ■■ □□

2016 AD Jepang

"Event ini terasa nostalgia ..." (Akira)

Pada saat ini, ada seorang pria yang berpartisipasi dalam ‘permainan’ yang menakutkan ini.

Tapi tidak ada rasa takut atau panik dalam ekspresinya.

Namanya adalah Oono Akira. Seorang pegawai kantoran yang dapat kau temukan di mana saja.

‘Melakukan apa pun yang dia inginkan’, bisa jadi definisi yang tepat baginya.

Dia adalah orang yang mengelola game ini sendiri dan dia tahu segalanya tentang arena ini, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.

Terlebih lagi game itu berada di dalam layar sebuah PC, sehingga itu tidak mempengaruhi kenyataan sama sekali.

"Ini telah berubah menjadi suatu hobi yang menarik." (Akira)

Pria itu bergumam dengan suara yang akan menghilang dengan mudah.

Game ini mulai dimainkan pada tahun 2001; permulaan internet.

Dan sekarang tahun 2016. Kau bisa menyebut game ini barang antik berusia 15 tahun.

Sejarah panjang itu ... akan mencapai akhirnya hari ini.

Suara tombol di keyboard bergema, dan kadang-kadang dia akan menggerakkan mouse dengan intens, layar game berubah dengan cepat.

Melihat sosoknya itu, sepertinya tidak ada tujuan tertentu.

Cukup membakar segala sesuatu yang tercermin pada retina ke dalam benaknya; itulah sosok yang dia miliki.

(Sudah hampir waktunya, ya ...)

Biasanya, ini saatnya pengumuman pertandingan dimulai, tetapi di arena tersebut hanya terdapat dirinya sendiri.

Begitu waktunya habis, kontrak dengan server akan diputus, dan tempat game ini akan sepenuhnya hilang. Pria itu telah memilih, bukan perpisahan dengan banyak orang, tetapi perpisahan dengan menyendiri.

(15 tahun sudah terlalu lama ...)

Biasanya tidak terpikirkan bahwa ada game yang bertahan lebih lama dari jenjang pendidikan wajib.

Dan pada kenyataannya, dia adalah seorang siswa SMP pada saat game tersebut dimulai, tetapi sekarang dia sudah melekat dengan kata pegawai kantoran.

Orang-orang yang dia kenal, ada yang telah menjadi orang tua, dan ada juga orang lain yang telah pergi ke luar negeri. Masing-masing sekarang berdiri di tempat dimana mereka memiliki tanggung jawab dan kehilangan waktu luang mereka.

... Itu bisa dianggap sehat.

Pria ini tidak terkecuali.

Di masa lalu ia benar-benar bebas dan sengaja merestrukturisasi Game, bahkan ada saat-saat ia akan lupa tidur karena membenamkan dirinya untuk mengelola Game, tetapi orang ini, setelah beberapa tahun berlalu, telah memiliki kedudukan, dan sebagian besar waktunya diambil oleh pekerjaan.

"Daerah mana yang harus aku kunjungi selanjutnya?" (Akira)

Pria itu masuk dengan karakter yang bisa disebut bos terakhir dan berjalan di sekitar tempat itu sampai saat-saat terakhir. Kadang-kadang dia akan berada di daerah perumahan, kuil terpencil, dan bahkan di kolam yang tidak bisa dilihat bagian bawahnya.

Ini adalah tempat yang tak terlupakan bagi pria itu.

23:58:20

"Kunai, terima kasih untuk kerja kerasmu juga." (Akira)

Pria itu berbicara kepada karakter di dalam layar. Dari perspektif orang luar, itu akan terlihat sedikit menyeramkan.

Di dalam layar, ada seorang pria yang memiliki rambut panjang sebahu.

Usianya jelas melewati usia 40-an, tetapi tubuhnya telah dilatih hingga batasnya, dan wajahnya sangat galak.

Dalam pengaturan, dia adalah seorang pejabat dari Great Empire, dan dia juga organizer Game yang sangat terkenal.

—Kunai Hakuto.

Para korban dari permainan ini sebanyak 4.143.792 orang. Membawa banyak pertumpahan darah dan menciptakan kesedihan; itu adalah Demon Lord of the Grand Empire.

Bahkan jika ini adalah saat-saat terakhir, wajahnya yang bermata kejam dan ekspresi kesalnya tidak berubah sama sekali.

Mungkin dia merasakan sesuatu pada sosok Kunai, pria itu sedikit merinding.

"Tidak kusangka aku akan melewatkan saat-saat terakhir bersamamu ... Bahkan dalam mimpiku pun aku tidak mengharapkannya." (Akira)

Dia hanya mengatakan ini, seolah-olah melarikan diri dari tatapan tajam Kunai.

Bahkan dengan kata-kata itu, ekspresi Kunai tidak berubah – tentu saja. Dia tidak akan bergerak kecuali dikendalikan. Pada dasarnya sebuah NPC.

Namun, seakan melarikan diri dari sesuatu, pria itu mengucapkan kata-kata dengan cepat.

“Kau terlihat seperti tidak puas. Tetapi, tidak peduli apakah kau adalah bos terakhir atau raja iblis, kau tidak bisa menang melawan kenyataan. Jika kau masih belum cukup bersenang-senang, lanjutkan petualanganmu sendiri ... aku akan tidur untuk persiapan besok. "

23:59:50

“Sampai jumpa, Kunai. Dan juga, selamat malam ——- XXXXXX (Akira)

00:00:00

Pria itu memejamkan matanya dengan luapan emosi di dalam dirinya. Dan setelah dia membuka mata kembali... apa yang terlihat di matanya adalah hutan besar.

■■ □□ ■■ □□

Tempat ini adalah dunia yang para dewa dan malaikat tinggalkan karena putus asa.

Tolong jangan kaget.

Dan tolong dengarkan.

Jika Kau mendengarkan dengan seksama, Kau seharusnya dapat mendengarnya.

Karena bel tengah malam akan selalu menjadi melodi awal dari aktivasimu.


     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Sky_
EDITOR: Isekai-Chan