Selasa, 11 Februari 2020

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-50. Dewa yang Tak Bersalah (2)

Chapter 17-50. Dewa yang Tak Bersalah (2)


Satou di sini. [Pengecut yang melanggar aturan dikalahkan dalam pertarungan frontal] atau [Musuh yang terlalu kuat dikalahkan dengan mengeksploitasi celah dalam aturan], meskipun sifat dasarnya bertentangan, keduanya sering terdengar dalam cerita.
Aku memang menyukainya, namun kupikir seseorang yang mengikuti aturan di dunia nyata hanya akan mengibarkan bendera kematianmu sendiri.



"Musnahlah."

Dewa Parion langsung mendekat dengan Otoritasnya, dan mengayunkan Divine sword <<PERISH>> untuk menebas dewa Karion dan dewa Urion bersama dengan pesawat ruang angkasa.

- Unit Arrangement.

"Aku sudah tahu itu - Sight Seizure (Segalanya ada di tanganku)."
<TLN : Semacam skill untuk teleport benda berbasis pengelihatan>

Pesawat ruang angkasa itu ditarik ke depan dewa Parion tepat pada saat aku menteleportnya.

"Wargod Trample."
<TLN : Kemarahan dewa perang>

--Oh tidak.

Terperangkap dalam cahaya biru, Dewa Parion melakukan serangan sengit saat dia memotong pesawat ruang angkasa menjadi dua.
Aku berhasil membawa semuanya menjauh dari kapal tepat pada waktunya, tetapi karena dua dewi kecil dan gadis-gadis kecil berambut ungu tidak dianggap sebagai unit-ku, kami terpisah.

"Arisa. Maaf tapi untuk berjaga-jaga--"
"--jika kau menyuruh kami untuk berlindung, aku menolak."

Arisa menolak saranku ditengah jalan.

"Arisa-chan benar! Ini adalah saat di mana kita akan menang dengan kekuatan usaha dan persahabatan!"
"Master, kami ingin berguna bagimu."
"Itu benar nanodesu! Pochi dan Tama akan melakukan nanodesuyo terbaik!"
"Iya!"

Mengikuti gadis-gadis beastkin dan Arisa, gadis-gadis lain juga menyatakan niat mereka untuk bertarung bersama.

"Satou, saat ini, dewa Parion tidak jauh berbeda dari Demon god."
"Aku setuju dengan Karina-sama. Aku sedikit keberatan untuk melawan Dewa Parion, namun, menghentikan seseorang yang telah melakukan dosa besar adalah tugasku sebagai miko."
"Aku juga berpikir begitu! Lagipula, aku yakin Satou-san yang gesit pasti akan menghentikan Parion-sama."
"Un, Master Satou akan baik-baik saja."

Zena-san dan gadis-gadis lain menaruh kepercayaan mereka padaku.

"Satou, Wand Ship."

Aku mengeluarkan Wand Ship seperit yang diminta Mia.
Sepertinya dia ingin melawan Dewa Parion menggunakan magic anti-dewa yang asli, bukan dengan versi lebih rendahnya.

"Master, keluarkan juga milikku dan Hikaru-tan."

Selain keduanya, aku juga mengeluarkan Shield Ship milik Nana dan peralatan pendukung untuk yang lainnya.

"Arisa, aku sudah merancang tiga Wand Ship ini cukup kuat untuk menahan Unique skillmu. Namun.."
"Aku tahu, aku tahu. Aku hanya akan menyentuh garisnya, demi kehidupan cinta kita."
"Tolong jangan menyentuh garis itu jika memungkinkan -"
"Master!"

Parion bergerak.

Sepertinya dia menemukan dewa Urion dan dewa Karion yang menyembunyikan diri mereka dengan Otoritas.

"Core Two, lindungi para gadis kecil ungu itu."

Aku memberikan pesawat ruang angkasa kecil yang dilengkapi dengan fungsi untuk memasuki dimensi kepada Core Two dan Memindahkannya sebelum dia bisa menjawab.



"Divine Ruin Fist."
"Unrivaled Mobility (Tidak ada apapun yang dapat mengenainya)."
<TLN : Divine Ruin Fist = Tinjuan ilahi, Unrivaled Mobility = Pergerakan tak tertandingi>

Dewa Parion menggunakan Otoritasnya untuk menghindari hujan peluru berwarna merah yang ditembakkan Dewa Karion.

"- Strongest Lance (Tidak ada yang tidak bisa ditembus)."
"Itu tidak akan berhasil."
<TLN : Strongest Lance = Tusukan Terkuat>

Dewa Urion menetralkan serangan akhir dewa Parion.

Arisa dan para gadis menawariku partisipasi mereka melalui Familiar Link, tetapi aku menyuruh mereka untuk menunggu waktu yang tepat.
Dewa parion pasti akan meluncurkan serangan balasan saat dia terkena serangan Wand Ship, sehingga menyerangnya dengan waktu yang tepat sangat penting sekarang.

"Master Wizard."

--Geh.

Dewa parion menggunakan Otoritas Demon God untuk mengeluarkan Divine Dancing Armor dan Dragon Rending Slash.
Dia memblokir serangan ringanku dengan armor dan menghentikan koordinasi kami dengan tebasan.

"--Strongest Blade (Tidak ada yang tidak bisa dipotong)."
<TLN : Pedang terkuat>

Menemukan celah, dewa Parion memisahkanku dengan dewa Urion dan mencoba memotong dewa Karion menjadi dua.

--Oh sial.

Aku men-teleport dewa Karion ke sisiku tepat sebelum Divine Sword memotongnya.
Itu berjalan dengan baik meskipun aku menggunakan Unit Arrangement secara refleks. Sepertinya dewa Karion dan Urion sekarang dianggap sebagai unitku sendiri, kemungkinan karena pertarungan bersama kita.

Tapi sungguh, dia kuat.

Kami sepenuhnya dalam posisi bertahan meskipun dia menghadapi tim yang mencakup dua dewa yang sepenuhnya memegang otoritas mereka.

"Aku benci itu."

Dewa Parion muncul di depan mataku sambil mengayunkan pedangnya.
Aku entah bagaimana berhasil menghindari Dragon Rending Slashes yang diikuti oleh Divine sword.

"Urion!"

Teriakan Dewa karion mencapai telingaku tepat saat aku menghindari dewa Parion dan Divine swordnya.

Kepala Dewa Urion telah dipotong.
Terpotong oleh sabit yang dibawa dewa Parion.

Apa yang sedang terjadi?

Dewa Parion tepat di depanku.
Itu bukan tipuan. Dia memegang Divine sword dan bahkan menggunakan Otoritasnya.

Yang memegang sabit itu juga dewa Parion, yang bergegas menuju dewa Karion sekarang.

--Aku tidak akan membiarkanmu.

Aku berteleportasi dengan Unit Arrangement berbasis penglihatan dan menangkis sabitnya.

"Urion harus hidup kembali!"

Dewa Karion menempelkan kepala dan tubuh dewa Urion bersama dan berdoa untuk kebangkitannya.

"Tidak akan terjadi."

Dewa Parion yang membawa Divine sword pergi menuju dua dewi kecil ini.

Aku menghempaskan Sabit Dewa Parion dengan Unit Arrangement berbasis penglihatan dan menempatkan diriku di antara ketiga dewa.

"Binasalah kalian."

<< PERISH>> -sinar dari Divine Sword semakin dekat.

Aku akan mengorbankan Holy Magic Divine Sword dan -.

--Tidak, aku punya kartu as lain di tanganku.

Sinar yang menyilaukan mata, menderu dan gelombang kejut menghempaskan dewa Parion dan Divine swordnya.
Aku hanya menggunakan [Serangan Magic Demon god] yang tersimpan di Storageku.

Dewa Parion kedua (yang membawa Divine Sword) keluar dari ledakan sambil terhuyung-huyung.
Itu mungkin tidak cukup untuk mengalahkannya, tetapi itu pasti memberikan beberapa damage.

"Kau tidak akan menyakiti Master, jadi aku melaporkan."

Aku penasaran mengapa Dewa Parion yang membawa sabit tidak menyerang, ternyata Nana dan gadis-gadis beastkin membuatnya sibuk.

"Awas."
"Cicada Shell no Jutsu ~?"

Nana yang akan terpotong bersama dengan Domain Paladin-nya diselamatkan oleh ninjutsu Tama.

"Sure Hit Blade (Tidak pernah meleset)."
<TLN : Tebasan yang pasti kena :v licik>

Dewa parion mengeluarkan pedang dari [Unlimited Armory (Endless Swords)] dan melemparkannya kepada para gadis

"Nyu!"
"Phalanxus ~ nanodesu!"

Pochi menangkis pedang yang dilempar dengan Phalanx-nya.
Namun, ia tidak bisa menghentikan serangan sepenuhnya, potongan pedang yang patah dan sisa-sisa Phalanx mengenai Pochi dan para gadis.
Karena Tama telah menjemput mereka, aku yakin Pochi baik-baik saja.

Dan, memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan Pochi dan Tama.

"- << Dragonic Penetrator Hexa >>"

Memaksimalkan dorongan Exoskeleton untuk mempercepat pergerakannya, Liza menghujani [Pierce All] Dragon Spears pada dewa Parion.

"Unrivaled Mobility (Tidak ada apapun yang dapat mengenainya)."

Dewa parion menghindarinya dengan Unique skill.

"BELUUUUM BERAKHIIIIR!"

Liza dengan paksa mengubah arah serangannya dengan menembakkan magic edge cannon dari ekornya dan mengeluarkan serangan akhir yang belum pernah kulihat sebelumnya pada dewa Parion.

"Dragonic Penetrator Infinity."

Rentetan serangan yang cukup intens membuat bayangannya tampak seperti dewa Parion diserang dari segala arah.

"--Mwuu"

Divine Dancing Armor yang melindungi dewa Parion pecah, menyebabkan beberapa bekas luka di tubuhnya.

"Aku benci itu."

Aku men-teleport Liza ke sampingku menggunakan Unit Arrangement untuk menyelamatkannya dari serangan dewa Parion.

"Itu hebat."
"Master."

Aku memuji Liza sambil berseteru dengan dewa Parion yang lain.

"Karina Saint KIIIIIIIIIIIIIIIIIICK!"

Didukung oleh [Saint Prey] Zena-san dan kekuatan super Raka, Lady Karina melepaskan tendangan ke arah dewa Parion dari atas langit.

"Tidak akan kena, lagi."

Unique Skill Dewa parion dengan mudah menghindarinya.

"Raka-san! Sekarang adalah kesempatan kita!"
『Menyebar』

Lady Karina yang melewati dewa Parion, tiba-tiba cahaya yang membungkusnya menyebar.

"Mwuu."

『Arisa!』
『OK!』

Saat kilatan cahaya membutakannya, golem raksasa yang dikendalikan oleh putri Sistina muncul di sekitar dewa Parion.
Arisa pasti telah memindahkan mereka kesana.

Golem itu dibalut cahaya berwarna zamrud yang menyerang Dewa Parion secara bersamaan.

"Kenapa aku tidak bisa menghindar?"

Aku bisa merasakan keilahian dari golem raksasa.

"Ulah tenion ... Semuanya jahat."

Sepertinya dewa Tenion telah bergabung dengan Sera.



"Urion harus hidup kembali--"
"--Karion."

Suara Dewa Urion bisa terdengar.
Sepertinya dewa Karion berhasil menghidupkan kembali dewa Urion dengan magic atau Otoritasnya.

--Eh?

Titik-titik yang ditampilkan di radarku semakin meningkat jumlahnya.

Ketika aku berbalik, aku disambut dengan pemandangan dewa Urion dan dewa Karion yang jantungnya ditusuk oleh pedang dan tombak biru.
Senjata berwarna biru itu dipegang oleh tiga dewa Parion.

Dewa Parion yang menggunakan sabit menghalangi jalanku, dewa Parion yang menggunakan Divine sword diselimuti cahaya dan mengisap dua dewi kecil itu.

"Dewa ada di mana-mana."

Itu tampaknya mekanisme di balik kelima dewa Parion ini.

Kita sudah kesulitan melawan dua, dan sekarang ada lima.
Dan diatas semua itu, kekuatan dewa Parion meningkat setiap kali dia membunuh dewa. Dewa-dewa itu terlihat seperti tersedot ke dalam Divine sword, tetapi keilahian mereka tampaknya mengalir ke Dewa Parion.

Kita membutuhkan keajaiban di sini.

『Master. Dari atas, setelah tiga detik-- 』

Arisa menghubungiku melalui Familiar Link.



"3,2,1--"

Aku berpindah ke atas dengan Unit Arrangement berbasis penglihatan.
Bersama dengan para gadis tentu saja.

Dewa Parion memburu kita dengan mata mereka.

"Mythology Down."
"<< Mythology Extinction >>."
" Mythology Eater."

Tiga magic anti-dewa menelan lima dewa Parion.

"Oho? Dia tidak menghindarinya."
"Un, itu mengejutkan."
"Kurangnya kemampuan belajar."

Selain yang ditahan oleh golem, aku tidak berharap kelima akan terkena serangan itu.
Dia mungkin tidak pernah membayangkan bahwa anggota lain selain aku bisa memberikan pukulan telak.

"Benar-benar kekuatan penghancur yang menakutkan."
"Ya, Liza. Aku tidak bisa melakukan itu secara langsung."
"Kemenangan besar ~?"
"Embeepee kita adalah Arisa, Mia dan Hikaru nanodesu."

Pochi pasti ingin mengatakan MVP.

"Kalian berdua, simpan perayaan setelah kita memastikan kekalahannya, oke."

Memang.

"Oow ..."

Satu dewa Parion muncul dari balik ledakan itu.

Dia kehilangan salah satu lengannya dan sebagian tubuhnya, retakan telah terbentuk di kulitnya, cahaya biru gelap keluar dari tubuhnya, sebagai pengganti darah.
‘Halo’-nya berkedip, suaranya patah-patah.
<TLN : Halo itu semacam lingkaran yang biasanya ada di atas kepala / punggung dewa>

"... Ceroboh."

Rupanya bahkan dewa tidak bisa menghindari serangan di luar kesadarannya.

"Tapi aku tidak akan ceroboh lagi."

Ketika dia menyembuhkan dirinya sendiri, tubuhnya yang rusak kembali ke keadaan semula seperti memutarbalikkan waktu.

Selain itu, aura biru gelap yang memancar keluar dari tubuhnya berubah menjadi make-up dan armor, halo biru ungu dan ungu ditambahkan di belakangnya. Halo biru yang mengambang di belakangnya bergerak ke kepalanya, membuatnya terlihat seperti topi.

"Tidak mungkin, bahkan itu tidak berhasil?"
"Oke, sekarang ini buruk."

Ya, aku tidak pernah menyangka dia bisa langsung memulihkan diri kembali setelah menerima tiga magic anti-dewa secara langsung.

"Divine Retribution."
<TLN : Pembalasan ilahi>

Magic serangan Dewa parion terbang menuju tempat Arisa dan gadis-gadis itu.
Menebak hal itu, aku men-teleport mereka pada waktu yang tepat dengan Unit Arrangement dan kemudian mengirim mereka bersama dengan gadis-gadis lain ke zona aman - kapal ruang angkasa kecil yang Core Two naiki.

Wand Ship yang ditinggalkan langsung menguap.

Dewa parion sendiri tampaknya tidak terlalu serius melakukannya, dia tidak memeriksa apakah itu berhasil atau tidak.

"Tenion selanjutnya."

Dewa parion bergumam tanpa perasaan.

"Tapi sebelum itu--."

Dewa Parion muncul tepat di hadapanku.

"- Harus memusnahkan Irregular yang menjengkelkan."

Cahaya <<PERISH>> - Divine Sword mendekat.

Aku berpindah ratusan kilometer jauhnya dengan Unit Arrangement.

Namun, Dewa Parion muncul di hadapanku sesaat kemudian.

"Dewa ada di mana-mana."

Berarti dia bisa muncul di mana saja ya.
Tidak heran dia tidak menghentikanku dengan Sight Seizure.

- Ya.

Holy Magic Divine Sword Pendragon yang kugunakan untuk memblokir serangannya berderit sebelum hancur secara tragis.

--Ini buruk.

"Kena kau."

Sabit Dewa parion akan memotong leherku.

Aura hitam dan percikan berwarna pelangi terbang diudara.

Pedang berwarna pelangi telah memblokir sabit.
Holy Divine Sword Excalibur yang terbuat dari perpaduan Holy Sword Excalibur dan Dragon God Fang.

"Begitu, ada dua taring."

Parion mengangguk.

Krak, retakan terbentuk pada pedang berwarna pelangi.

Setelah dia menyerap dua dewi kecil dan meningkatkan Keilahiannya, dewa Parion telah menjadi beberapa kali lebih kuat.



"Tapi, sekarang sudah berakhir."

Holy Divine Sword Excalibur pecah berkeping-keping setelah beberapa serangan.

"Aku akan membawamu bersama dengan Demon god."

Pedang dan sabit Dewa parion mendekat.

Aku memblokir Divine sword dan sabit dengan dua pedang pelangi yang patah.

Pegangan pedang pelangi patah dan jatuh ke Neraka.

Patahan itu menghantam tanah ungu sebelum berhenti jauh di dalam tanah.

Wajah para gadis terlintas di benakku.

Tidak, ini bukanlah kilasan sesaat menuju kematian.

Kali ini aku mendapat kilas balik dari anggota Bridal Knight.

--Dua lembar tabel jadwal.

Kenapa kilas balik ini muncul--.

Berharap terjadi keajaiban, aku melihat Storageku.

--Aku menemukannya.

Ada jalan keluar dari semua ini.
Aku mengomunikasikan apa yang paling aku butuhkan melalui Familiar Link dan pindah menggunakan Unit Arrangement.

Di atas dek pesawat ruang angkasa besar, yang dewa Parion hancurkan.

"Sia-sia."

Dewa Parion segera menangkapku.

"Sudah berakhir sekarang."
"Ya, sekarang sudah berakhir."

Aku mengoperasikan Storageku dengan pikiranku.
Satu titik bercahaya adalah garis hidupku.

"Patuh. Patuh adalah hal yang baik."

Dewa Parion mengangguk.

"Aku akan membuat kematianmu tidak menyakitkan. Kata-kata terakhir -"

Kata-kata terakhir?

Aku mengendalikan benang keilahian menggunakan Primeval Magic.
Begitu teliti untuk menyelinap melewati Dewa Parion.

"Baik..."

Apa yang perlu aku katakan--.

"- Ini skakmat."
"Skakmat? Aku tahu itu. Belajar dari pahlawan. Ini Skakmat untukmu."

Dewa Parion mengangkat sabitnya.

"Tidak."
"Tidak?"

Parion memiringkan lehernya kebingungan dan kemudian melihat benang Keilahian melingkari bagian bawahnya.

"Sia-sia."

Dewa Parion mengayunkan pedangnya untuk memotong benang tersebut.

Tepat pada saat itu, taring pelangi menembus dek pesawat ruang angkasa dan menembus tubuh Parion dari belakang.
Gadis-gadis yang bersembunyi di kapal telah mendorong Dragon god Fang [Pierce All] yang aku keluarkan di dalam kapal.

"Mengapa..."

Tubuh Dewa parion berkedip-kedip.

"Parion, mengira aku sendirian adalah kekalahanmu."

Alasan sebenarnya untuk kekalahannya adalah duplikat bug dari Storageku.
Sama seperti bagaimana jadwal Bridal Knight yang ditulis tangan oleh Arisa menjadi dua, awalnya hanya ada dua [Dragon God Fang] yang telah digandakan. Yang terakhir mungkin adalah pekerjaan Dragon god (Kagura).

"Belum. Aku belum kalah."

Bahkan setelah Inti Dewa miliknya dirusak oleh Dragon God Fang, dewa Parion tetap berjuang keras.

『BENAAAAAR』

Halo kuning itu berubah menjadi lengan dan meraih Dewa Parion.

『TIDAK BERGUNAAA』
『BERAKHIIIIIIRRRRRR』
『DIIIIAAAMLAAAAHH』

Lingkaran oranye, hijau dan ungu juga berubah menjadi lengan dan meraih tubuh dan wajah dewa Parion.
Sepertinya kesadaran para dewa tetap berada di dalam keilahian mereka yang dirampas.

"Sangat berisik. Diam."
『SATWOUUUUUUUUUUUU』
『SEKARAAAAAAAANGGGGG』

Halo merah tua dan ungu bersinar dan mengangkat Parion tinggi ke langit.

Sepertinya Urion dan Karion menyadari apa yang aku coba lakukan.
Di langit, Parion merobek lengan yang menahannya dan membuangnya. Halo merah tua dan ungu tetap seperti apa adanya.

"Belum. Aku belum kalah."

Dewa Parion terengah-engah.

Dengan Inti Dewa-nya yang rusak, dia kehilangan banyak Keilahian, keberadaannya tidak stabil.

"Tidak, ini kekalahanmu."

--Karena.

"Karena aku sudah--"

Aku melihat ke langit.

"Menyatakan kemenanganku (skakmat)."

Langit Neraka terbelah ketika sebuah meteor turun dari langit tanpa bintang.

"--Aku tidak mau!"

Parion teleport pergi.

Meteor itu menghilang bersama dengannya.

"Itu sia-sia."

Otoritas adalah kekuatan ajaib yang dimiliki oleh para dewa.

Meteor Shower dipenuhi dengan Keilahian yang cukup untuk membunuh Dragon God terkuat sekalipun, Jumlah keilahian yang luar biasa.
Tidak ada yang bisa menentang kekuatan seperti itu.

Aku menutup mata.

Gambar meteor jatuh muncul di pikiranku.

Meteor menjatuhi dewi muda itu.

Meteornya jatuh pada saat dia melarikan diri ke dunia manusia dan ke Dunia Para Dewa.

Saat dia berhenti bergerak karena kelelahan, akan menjadi akhir baginya.

Meteor tanpa ampun menghancurkan tubuhnya, menghancurkan Dunia Para Dewa, bahkan menghancurkan tanah suci itu.

> Title [God Slayer: Parion] Acquired.
> Title [God] Acquired.
> Skill [God Slay] Acquired.

> Batasan Job telah dilepaskan.

> Special Ability [Unit Creation] telah terbuka.


Note :
Woaaah, setelah penantian panjang x’D akhirnya kalah juga. Dan satou dapet title Dewa :v tinggal nikahin si Aze. Tapi sayang minggu depan libuur :”)


※ Chapter berikutnya direncanakan untuk update pada 24/2 atau 25/2


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar