Kamis, 20 Oktober 2022

Naze Boku no Sekai wo Dare mo Oboeteinainoka? Light Novel Bahasa Indonesia Volume 4 Chapter 5 - Nol

Volume 4
Chapter 5 - Nol




Lautan awan tanpa ujung.

Pemandangan padang rumput hijau dan pengangkut pasukan lapis baja yang berbaris di sana telah menghilang. Langit membentang ke segala arah, dan dunia diselimuti awan seperti kapas.

Kai berdiri di jalan batu yang terapung di sana.

“...Ini...”

Ini terasa tidak asing bagi Kai.

Perasaan pertama kali ketika Kai memasuki makan iblis dan bertemu dengan Rinne.

Yang kedua, Kai memasuki makam roh dan menemukan Heavenly Lord Alfreyja yang membatu disana.

Ini yang ketiga kalinya.

Tempat ini masih sangatlah misterius, tapi tidak terasa kacau balau sama sekali.

... Aku berpikir seperti itu.

“Apa yang terjadi? Apakah ini tempatnya?”

Awan tanpa ujung berwarna merah.

Awannya bukan berwarna senja. Awannya berwarna merah darah gelap yang kuat dan mengerikan.

Langitnya berwarna coklat.

Langitnya ternoda dalam coklat beracun berlumpur.

“Jalan bebatuan yang terapung ini sepertinya membusuk juga...”

Pilar-pilar batu yang menakjubkan mengingatkan pada patung-patung kuno yang berjajar di lorong batu secara berkala.

Ada bintik hitam yang tak terhitung jumlahnya di pilar batu. Kai tidak ingin mencoba lebih dekat untuk mencari tahu apa yang ada pada mereka.

... Kenapa aku ada di tempat seperti ini jika dipikirkan lagi.

... Rinne tertangkap oleh Rath=IE, dan lalu setelah itu, sesuatu mulai terjadi.


Hanya itulah yang Kai ingat.

Saat aku mengayunkan Code Holder dengan gegabah, kesadaran ku mulai menghilang.

“Hei, Kai.”

“Apakah ini tempat yang sama seperti saat aku bertemu denganmu di masa lalu? Lautan awan dengan pilar-pilar batunya terasa mirip tapi suasana nya berbeda...”

“Hei, Kai, a-apa kau mendengarkan?”

“Ayo pertimbangkan kemungkinan tempat yang lain. Jika itu masalahnya...”

“Hei!!!”

“Whoa...!!? Jeanne?”

Aku berputar balik dengan panik ketika seseorang berteriak di kuping ku.”

Komandan dari Resistance Pemberontak Manusia Urza berdiri di depan mata Kai.

Seorang diri.

“Jeanne, kau disini?”

“... Aku dari tadi disini. Dari tadi aku memanggil dari belakang mu, tapi kau malah terus bergumam dan berjalan menjauh.”

“Kau, tidak menyadari ku?”

“itu benar. Kau dari tadi berbicara sendiri dan suara ku tidak bisa didengar oleh mu. Oh ayolah.”

Mu-, Jeanne mengatakan itu sambil cemberut.

“Aku sudah mengejar mu dari tadi.”

“... Mengejar ku?”

“Jadi, er um, kau menebas Rath=IE. Karena itulah aku juga memegang panah untuk membantu menyerangnya.”

Panah elf benar-benar terpegang dengan sempurna di tangan Jeanne.

“Segera setelah kau menebas awan hitam, semua pandangan ku menjadi putih. Seolah-olah cahaya yang luar biasa meledak dan aku tersedot ke dalamnya.”

“Kau bisa melihatnya?”

“....”

Mu-, Jeanne menggembungkan pipinya lagi.

<TLN: Kawaii nya.>

Jeanne dengan malu-malu mengalihkan pandangannya seolah-olah dia ingin mengatakan sesuatu dan dengan gelisah menggelengkan kepalanya.

“Er Jeanne, lanjutkan ceritanya.”

“S-seperti yang kukatakan! Semua nya seperti menghilang... Aku, aku dari tadi sudah mengejarmu dengan buru-buru!”

Dalam untuk beberapa alasan yang sederhana, Jeanne berteriak dengan sedikit rona merah di wajahnya.

“Lalu aku terhisap ke dalam cahaya dan menemukan diriku disini. Ini terasa mirip seperti ketika terakhir kali aku di dipindahkan dari makan Federasi Yurun, tapi entah kenapa sedikit terasa berbeda...”

“Maaf sudah membuatmu khawatir. Dan, aku juga merasakan hal yang sama mengenai tempat ini.”

Penampilan nya sangatlah berbeda dengan sebelumnya.

Kali kedua aku sudah berada disini, tempatnya sangatlah pudar, tetapi pemandangannya sendiri memiliki suasana yang khidmat dan sakral seperti kuil kuno.

Tapi, bagaimana dengan yang sekarang.

“Perubahan telah mencapai level kedua.”

“[Mutasi] dunia. Menuju masa depan yang aneh yang sama sekali tidak kalian sadari.”

... Itu kata-kata Rath=IE.

.... Terkesan seperti reinkarnasi dunia masih belum selesai.


Apakah tempat ini memiliki kaitan dengan perubahan?

“Aku penasaran apakah hanya kita berdua lah manusia yang ada disini.”

“Ayo jalan-jalan sebentar. Mungkin masih ada orang lain di sekitar sini, dan jika nanti, kita tidak menemukan jalan keluar, Kita akan meninggalkan semua orang di sisi lain.”

“Yeah. Aku meninggalkan para bawahan ku, dan Rath=IE juga...”

Fang King [Rath=IE] bergabung dengan rasterizer.

Sebaliknya, ada sekitar lima puluh tentara perlawanan di Resistance Pemberontakan Manusia. Perbedaan jumlahnya jelas, tapi meski begitu akan sulit untuk mengalahkan makhluk terkuat.

“.... Ada Farin disana.”

Sambil berjalan dengan cepat di sepanjang lorong batu, Jeanne menyebut nama prajurit wanita yang menjadi pengawalnya.

“Aku rasa Farin bisa mengulur waktu agar para bawahan bisa kabur menggunakan mobil. Balmung-dono seharusnya bisa mengambil komando dengan cepat.”

“Reiren juga ada disana, sama dengan Rikugen Kyouko.”

“Yeah. Jadi percayakan saja dan cari jalan keluar. Dan cari tahu  jika kita bukanlah satu-satunya yang berkeliaran di sekitar sini.”

“.... Kemungkinan Rinne juga.”

Hanya ada dua orang, Rinne dan aku, yang bisa menyadari Perusakan Zero-Coordinate Rath=IE.

Aku tidak memahami logikanya.

Tapi Rinne yang mengamuk mencoba menghentikannya. Tampaknya bagi Kai bahwa Perusakan Zero-Coordinate telah berhenti, tapi...

“Ini tidak ada disini tadi.”

“Aku ingin segera menemukan jalan keluarnya. Tempat ini sangatlah berbeda dengan yang sebelumnya.”

Jangan menetap disini.

Ada aura yang membuatmu merasakan hal seperti itu secara firasat.

... Dengan jelas.

Melanjutkan melewati bagian tak berujung. Mengabaikan persimpangan yang ada di kiri dan kanan. Jika kita berbalik dalam kegelapan, kita tidak akan tahu bagaimana untuk kembali.

“Hei, Kai, apa itu?”

Jeanne menunjuk ke apa yang ada di ujung jalan.

Sebuah alun-alun yang ditinggikan yang menyerupai altar.

Di ujung tangga dengan kurang dari 10 anak tangga, ada tiga tiang marmer yang megah. Mereka semua menjulang di sekelilingnya.

Altar yang mengingatkan ku kepada...

“Tidak mungkin...”

Ini adalah altar dimana Rinne ditahan oleh rasterizer.

Aku hampir tidak bisa menelan kembali kata-kata ku yang sudah diujung lidah.

“Seorang wanita yang seperti malaikat.”

“Wanita ini juga terlihat seperti iblis.”

Ini adalah tempat dimana aku bertemu dengan Rinne.

Tempat dimana aku berkeliaran di makam iblis dan menemukan Rinne yang terperangkap di pilar?

Apakah ini hanya tempat yang mirip?

Jika ini adalah tempat yang sama, maka tempat ini masihlah diluar nalar.

... Aku pernah mengunjungi tempat ini di makam iblis yang berada di Federasi Urza.

... Tapi aku sedang berada di Federasi Schultz tidak lama sebelum ini.


Bagian utara dan barat benua dunia.

Apakah dua titik dengan jarak yang begitu jauh dapat terhubung di ruang ini, dengan mengabaikan ruang fisik?

“Apakah ada hal semacam itu...?”

“Ada apa, Kai? Kenapa kau tiba-tiba berhenti?”

“... Ayo. Hanya tempat itu yang sangat mencolok disini.”

Langkah demi langkah, kami menaiki tangga dan memperhatikan keadaan.

Di dasar tiang yang menjulang tinggi ada rantai yang putus beserta pecahannya. Tidak diragukan lagi itu adalah rantai yang dipotong menggunakan Code Holder.

Lalu...

“Rinne!?”

Di tengah altar, seorang gadis pirang membungkuk dalam posisi sujud.

Tidak ada jawaban saat aku memanggilnya. Rinne tampaknya tidak terluka parah, tetapi dia jelas tidak sadar.

“Rinne, hei, Rinne. Kenapa....!!!”

Aku berlari ke arah nya dengan tergesa-gesa.

Kai kehilangan kata-kata untuk sesaat ketika dia memegang pundak Rinne untuk mengangkatnya.

... Sayap tenma.

Sayap dengan karakteristik dari iblis dan malaikat masih terlihat jelas di punggung Rinne.

Apakah karena dia menggunakan kekuatannya untuk menghentikan Fang King [Rath=IE]? Dia pasti kehilangan kesadaran tanpa kekuatan untuk menyembunyikan sayapnya.

Dan sekarang, Jeanne berada di belakang ku.

“Kai, ada apa?”

“Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Jeanne, aku akan menjaga Rinne, jadi aku akan memperhatikan Rinne...”

Tidak ada waktu lagi untuk menyembunyikannya.

Jeanne, yang berlari dengan jeda di setiap langkahnya, melihat ke Rinne yang terjatuh. Langsung setelah itu, Kai mendengar suara Jeanne yang terengah-engah.

Sayapnya terlihat.

“...Rinne...Benda yang ada di punggung mu....”

“Tunggu, Jeanne. Ini tidak terlihat seperti itu.”

“....”

Sang Ksatria Cahaya menatap sayap Rinne.

Rinne bukan manusia.

Perasaan takut yang sama yang dirasakan oleh Kai ketika dia melihat sayap Rinne untuk pertama kalinya.

Jika mereka adalah malaikat, mereka ada di ras foreign god, dan jika mereka adalah iblis, mereka akan berada di ras iblis. Bagaimanapun, mereka adalah musuh manusia.

“Sayap Rinne, ini....”

“Apa dia masih bernafas?”

“Eh?”

“Dia tidak sadarkan diri dan terjatuh, tapi apa dia masih bernafas? Jika dia perlu CPR, aku harus segera melakukannya.”

Jeanne berlutut.

Setelah mengkonfirmasi dari suara napas Rinne, Jeanne mengelus dada dengan lega.

“Sepertinya Rinne hanya tidak sadarkan diri. Memaksa nya untuk bangun akan berbahaya bagi tubuhnya, jadi mari kita tunggu apa yang akan terjadi.”

“...”

“Ada apa? Melihat mata ku dengan tatapan seperti itu.”

“Tidak, uh...”

Tidak mungkin Jeanne tidak menyadari sayap Rinne.

Pada kenyataannya, Jeanne pasti tersentak kaget setidaknya sekali. Jadi kenapa Jeanne tidak mempertanyakan permasalahan ini lebih jauh?

Apa yang dipikirkan Jeanne?

Akan lebih mudah menjelaskan kepada Jeanne jika dia mengatakan ‘sayap apa ini!?’, tapi kenapa Jeanne tidak mempertanyakannya? Ini tidak terlihat biasa, dan membuat Kai gugup.

“... Apa kau tidak penasaran?”

“Aku sudah tahu. Rinne bukan manusia, kan?”

Dia berbicara dengan sedikit ketegangan dalam suaranya.

Tapi ekspresi di wajah Jeanne tenang dan penuh dengan ketenangannya yang biasa.

“Sejak kapan?”

“Farin berbicara kepada ku. Sudah sangat terlihat mencurigakan.”

“Ah.... Seperti itu.”

Farin memperhatikan ketika Rinne menggunakan sihirnya.

Pada saat Rinne menyerbu ke istana ibu kota untuk menantang Dark Empress Vanessa. Sejak saat itu, Farin pasti diam-diam mulai mencurigai nya.

... Saat kau mulai mencurigai Rinne, maka tanda-tanda kecurigaan di diri Rinne akan semakin banyak.

... Dia ketakutan ketika dilihat oleh manusia di Zona Kemanusiaan Khusus.


Mungkin saja dia adalah ras lain yang menyerupai manusia.

Pada kenyataannya, Resistance Pemberontak Manusia Io memiliki memiliki elf yang berpakaian seperti manusia yang berpura-pura menjadi ajudan komandan.

“Jika kau mempertanyakan, aku hanya menunggu agar Kai bisa menjelaskannya kepada ku.”

“...Ugh..”

“Apa kau memiliki sesuatu yang ingin dibicarakan? Kau pasti ada sesuatu yang ingin dibicarakan, kan?”

Tatapan Jeanne menyakitkan.

Kewalahan oleh tekanan diamnya, Kai menundukkan kepalanya dengan patuh.

“... Maafkan aku karena tidak memberitahumu.”

“Kenapa kau tidak mengatakannya?”

“Ketika Jeanne dan aku pertama kali bertemu, aku tidak mengira bahwa kau akan mempercayai ku jika aku mengatakan ini. Aku mengatakan ‘aku adalah manusia yang berasal dari dunia dimana Perang Lima Ras telah berakhir’. Aku juga mempertimbangkan jika aku mengatakan fakta bahwa Rinne bukanlah manusia, Rinne malah akan dieksekusi karena Rinne berasal dari ras yang berbeda.”

“Itu benar. Pada kenyataannya, aku pasti akan mengeksekusinya jika aku pertama kali bertemu dengannya.”

Jeanne tersenyum datar.

Beberapa penghinaan diri mungkin tercampur di sana juga.

“Sebagai komandan dari Resistance Pemberontak Manusia Urza, setiap harinya aku merasa gugup, membayangkan kapan kita bisa berperang penuh melawan iblis. Jika aku diperkenalkan kepada Rinne pada saat itu, aku pasti akan langsung membakarnya di tiang pancang, memikirkan bahwa dia adalah iblis yang menyerupai manusia.”

“... Membakarnya di tiang pancang.”

“Aku serius. Aku kira aku tidak akan ragu pada saat itu.”

“Jadi hal yang bagus bahwa aku tidak mengatakan apapun?”

“Itu sangat menyebalkan.”

“Yang benar yang mana?”

“... Ini terasa lembut. Seperti bulu burung.”

Jeanne melihat ke arah Rinne, yang masih tidak sadarkan diri, dan dengan takut menyentuh sayap di punggungnya.

Jeanne menyentuh sayapnya untuk melihat penampilannya.

“Aku punya banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan pada mu, tapi akan kutanyakan ketika kita sudah keluar dari sini. Jadi hanya satu yang bisa kuminta saat ini. Bisakah aku mempercayai Rinne? Bisakah aku menganggap nya sebagai rekan manusia?”

“...”

Akan mudah jika aku menjawab dengan satu kata, ‘iya’.

Tapi itu malah tidak akan berarti. Aku kira itu bukanlah jawaban yang diinginkan oleh Jeanne.

... Aku tidak mengatakan siapa itu Rinne.

... Dan terlalu lazim jika aku menjawab pertanyaannya dengan ‘itu benar’.


Untuk menerima ras lain Rinne sebagai komandan. Jika ada jawaban ideal yang bisa Kai berikan, itu berarti...

“Tanpa Rinnem aku tidak akan bisa mengalahkan Dark Empress Vanessa. Aku bisa menang karena Rinne bertarung dengan gigih.”

“..!”

“Bahkan pada saat Neo Vishal diserang oleh gargoyles. Aku hanya berhasil mengalahkan satu gargoyles. Jika bukan karena Rinne, Zona Kemanusiaan Khusus sudah pasti hancur.”

“...”

“Aku akan serahkan kepada mu untuk memutuskan apakah Rinne termasuk sebagai rekan manusia.”

Saling diam.

Keheningan segera terganggu oleh desahan Jeanne.

“Itu tidak adil. Jika mengatakan seperti itu, aku tidak bisa meragukannya lagi.”

“Aku lega. Kau mengatakan seperti itu.”

“Ah, tapi ada satu hal lagi.”

Jeanne mengangkat jari telunjuknya.

Dia mengarahkan telunjuknya pada Kai. Selanjutnya, Jeanne mulai mendekatkan wajahnya, menatap sampai membuat Kai merasa gugup.

“A-apa?”

“Kai, aku akan meminta satu hal.”

“Apa?”

“Kau tidak akan mengatakan pada ku bahwa kau juga bukan manusia, kan?”

“Aku ini manusia! Kau pasti tahu ketika melihat ku!”

Lalu...

Menanggapi suara itu, Rinne, yang terbaring di lantai, membuat gerakan kecil.

“Rinne?”

“...Ugh...h-huh? Dimana ini?”

Rinne membuka matanya.

Rinne mengucek matanya, masih mengantuk, dan mengangkat bagian atas tubuhnya, dengan rasa ingin tahu melihat sekeliling. Dan akhirnya menyadari sayap di punggungnya.

“Uh, oh, oh tidak! Jangan lihat Jeannya!”

Rinne menyembunyikan sayap tenma miliknya di balik punggungnya dengan malu.

Namun, Rinne sendiri pasti sadar bahwa sayapnya sudah dilihat.

“...”

“... Apa kau melihatnya?”

“Iya, aku sangat menikmatinya. Tapi jangan khawatir Kai sudah memberitahuku apa yang terjadi ketika kau tertidur, dan aku tidak akan mengatakan ini kepada para bawahan ku yang ada di Resistance Pemberontak Manusia.”

Jeanne tersenyum kecil.

Lalu.

Dengan sedikit keraguan, dia menggerakkan ujung jarinya ke arah Rinne.

“...”

Didepan Rinne.

Dia dengan lembut meraba sayap di punggung Rinne dengan ujung jarinya. Sama seperti menyisir rambutnya dengan ujung jarinya.

Dari ujung bulu yang seputih salju.

Sampai bulu hitam yang dingin dan bersinar, Jeanne membelai.

“T-tunggu Jeannya. Itu geli...”

“Ara? Maafkan aku...”

Jeanne tersenyum anggun.

Rinne, di sisi lain, mungkin tidak terbiasa sayapnya disentuh dengan hati-hati. Pipinya merona karena malu.

“T-tidak apa apa....”

“Apa kau keberatan?”

Jeanne menghela napas.

Aku kira Jeanne akan menarik tangannya, tetapi wanita berambut perak itu berkata dengan tegas.

“Jadi, aku akan lanjutkan.”

“Fueh!?”

“... Disini tempatnya. Aku mengerti, akan terasa geli jika sayap bagian ini disentuh.”

“Tung..!? Tunggu Jeanne.... a, aahahahaha!!!! He, hentikan Jeannya, apa yang kau lakukan!? Se, selamatkan aku!”

Jeanne menggelitik sayapnya dengan kedua tangan, dan Rinne berbalik.

Rinne tampak sangat geli, wajahnya menjadi merah padam, dia menggeliat dan berjuang untuk bernafas. Tapi tangan Jeanne tidak berhenti.

“Nya, apa yang kau lakukan... Tidak, ah, ahahahahaha?!!!!”

“Hukuman. Rinne, kau wanita nakal karena menyembunyikan sayap ini dari ku.”

<TLN: imajinasi ku semakin liar.>

“Ka,karena...”

“Jika kau membuat alasan, aku akan teruskan.”

“Ahahahahaha... Maafkan aku... Maafkan aku, aku tidak akan menyembunyikannya lagi, jadi berhenti menggelitik ku....!!!”

“Bagus.”

Rinne terjatuh lemas.

Jeanne melihat ke bawah dengan puas dan Jeanne menghela nafas.

“Baiklah! Ini membuat ku merasa sedikit lebih baik sekarang. Ini seperti pereda stress, juga.”

“....Uu, aku bahkan belum pernah dipegang oleh Kai sebelumnya.”

Wajah Rinne masih merah.

“Jeannya bersikap jahat pada ku...”

“Itu tidak jahat. Itu bukti pertemanan yang baik. Benar begitu kan, Kai?”

“Jadi kau malah melempar nya kepada ku?”

Kai tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.

Tapi...

Ekspresi Rinne tampak lega ketika Jeanne mengucapkan kata-kata ‘bukti pertemanan yang baik’.

Kai juga merasakan hal yang sama.

... Aku tidak mau menyembunyikan Rinne karena aku ingin.

... Itu karena aku tidak bisa menemukan cara untuk menceritakan rahasia ini kepada Jeanne.


Ini permasalahan yang berbeda dengan Reiren atau Rikugen Kyouko, yang dikenal sebagai ras yang berbeda.

Hubungan yang dibangun antara Rinne dan Jeanne berdasar kepada ‘satu sama lain adalah manusia’, jadi jika sayap Rinne terlihat, hubungan mereka bisa hancur.

Kai mengkhawatirkan hal itu.

Tentu saja, Rinne juga mengkhawatirkan hal itu.

“Tapi ini sebuah langkah maju.”

“Apa maksud mu?”

“Senang bisa berteman.”

Kai merespon dengan senyuman kecil kepada Jeanne, yang melipat tangannya.

“Orang selanjutnya yang harus diceritakan mengenai rahasia ini adalah Saki dan Ashlan, tapi mereka akan sangat terkejut dan bereaksi dengan keras. Aku masih harus hati-hati.”

Kai menggenggam tangan Rinne dan membantu nya bangun.

Saat, Jeanne, sedang memperhatikan, dengan tangannya yang terlipat.

“Aku benar-benar bingung. Aku penasaran berapa banyak lagi aliansi antar ras Perlawanan Pemberontak Manusia Urza yang akan dimiliki kedepannya, dengan sekarang memiliki Reiren dan Rikugen Kyoko.”

“Itu tidak akan bertambah lebih dari ini. Seperti yang kau bayangkan, Aku tidak berpikir bahwa Fang King [Rath=IE] akan memahami ku.”

Fang King [Rath=IE] adalah musuh yang sangat jelas.

... Aku kira keempat pahlawan setiap ras bertarung untuk kesejahteraan ras mereka masing-masing.

... Tapi Fang King [Rath=IE] berbeda.


Balas dendam kepada Sang Pendiri Agung.

Dengan obsesi miliknya, dia bergabung dengan rasterizer.

“Aku ingin meninggalkan tempat ini secepat mungkin. Aku juga mengkhawatirkan tentara perlawanan yang kutinggalkan... Rinne, bisa kau tebak apa yang sedang terjadi di ruangan ini? Seperti bagaimana cara keluar dari sini?”

“..H-hmm. Aku sama sekali tidak tahu.”

Rinne melihat ke belakang.

Pilar-pilar batu dan rantai altar yang terpotong. Begitu Rinne melihatnya, ekspresi wanita tenma itu suram.

“Aku tidak suka disini...”

“Aku juga tidak suka berada disini. Dan tempat ini terasa sangat berbeda dibanding sebelumnya...”

Sesaat kemudian.

Lautan awan merah darah bergetar.

Itu adalah getaran yang sangat besar. Suasana bergetar di bawah tumbukan, dan bahkan altar tempat Kai dan yang lainnya berdiri bergetar sedikit demi sedikit──

Suara menggoda yang memekakkan telinga bergema di ruang aneh ini.

Suara?

Sebuah tawa yang mirip seperti suara kuku yang digesekkan ke kaca, tetapi dengan misteri yang jelas ditambahkan pada tawanya.

“Rasterizer!? Darimana datangnya!?”

Aku memegang Drake Nail di tangan.

Dalam keadaan darurat, Drake Nail bisa dialihkan ke Code Holder, menjadikannya pedang terkuat yang bisa digunakan melawan makhluk Rath=IE yang sangat tangguh. Tidak ada senjata yang lebih meyakinkan dari ini.

Tapi keringat dingin apa ini yang turun di pipi ku?

Aku merasa jantungku digenggam erat.

Hanya dengan mendengar suara nya saja.

Perasaan terguncang dan takut dari pertemuan pertama dengan rasterizer.

Tidak, ini lebih dari itu?

Aku merasakan kehadiran monster yang lebih berbahaya dibalik suara yang menggoda itu. Aku merasa bahwa seluruh tubuh ku dihancurkan dari perasaan tertekan ini.

“Jeanne, suara apa itu barusan?”

“Aku bisa mendengarnya meskipun aku tidak ingin mendengarnya. Suara itu terdengar berbeda dengan suara Rath=IE, tapi aku yakin ada sesuatu disana.”

Jeanne mengangkat busur elfnya.

Melihat ke segala arah dari atas altar, bibir Jeanne terasa dingin dan kaku.

“Rasterizer masih ada disini?”

“Selain yang menyatu dengan Rath=IE, aku tahu rasterizer yang lain. Tapi suara yang barusan kudengar juga bukan dari rasterizer yang kutahu...”

Rasterizer satunya lagi adalah dulunya menangkap Rinne.

Tapi suara menyeramkan saat ini berbeda. Sepertinya tidak cocok dengan gambaran rasterizer mana pun yang pernah Kai lihat.

... Ini bukan individu yang pernah kulihat sebelumnya.

... Bahkan jika suara barusan berasal dari rasterizer, itu bisa menjadi spesies baru yang sangat berbeda.


Aku hanya mendengar suaranya.

Tidak peduli berapa kali aku melihat ke sekitar, aku tetap tidak bisa melihatnya.

“Rinne, aku harus melepasmu, tapi bisakah kau jalan? Tidak akan aneh jika sesuatu akan terjadi kapan saja, jadi kita harus segera mencari jalan keluar... Rinne?”

“...”

Aku baru menyadari.

Rinne secara diam-diam bersembunyi di balik Kai.

Nafasnya terasa berat.

Lengannya yang menempel erat pada Kai bergetar tak berdaya.

“...Takut.”

“Rinne?”

“Tidak! Kai, ayo lari. Tidak mungkin.... Aku tidak bisa mengalahkan suara itu!”

“Apa yang kau katakan!?”

“Ayo, ayo Jeannya! Kita harus pergi dari sini secepatnya! Kita harus kabur dari sini!”

Suara Rinne sekarang menjerit.

Dan lautan awan di bawah kami mulai bergetar kencang lagi.

Dengan suara yang seperti detak jantung, lautan awan bergetar dengan kekuatan yang sangat besar, dan ombak yang tersisa menyapu Kai dan yang lainnya di altar.

“...Aku setuju dengan Rinne. Aku memiliki firasat yang buruk tentang ini.”

Jeanne menggigit bibirnya.

“Kai, kita perlu mencari jalan keluar! Apa kau tahu dimana kemungkinan pintu keluar itu berada!?”

<TLN: panik panik.>

Tidak. Lagi pula, kita harus mencari di seluruh  tempat ini.... Tidak, tunggu.”

Kai berlari ke bawah tangga.

Lalu Kai berhenti dan melihat lagi ke arah altar yang baru saja dia turuni.

“Rinne, ini adalah tempat dimana kita pertama kali bertemu.”

“...I-iya.”

Mengingat kembali.

Pada saat itu, aku berlari mati-matian agar bisa melepaskan RInne lalu melarikan diri dari rasterizer. Setelah itu, aku menemukan jalan keluar dan kembali ke Makam Iblis.

... Iya, hanya ada satu jalan keluar.

... Tapi jika aku lewat sana, akan keluar dimana aku?


“Kai! Suaranya semakin mendekat!”

Rinne menunjuk ke lautan awan yang melayang di bawah koridor batu.

Aku tidak bisa melihat apa-apa, tapi wajah wanita tenma itu sangat pucat saat dia menatap lautan awan.

“Ada sesuatu di bawah awan! Itu mulai naik!”

[Mga elmei pheno clar]

Menyanyilah, semuanya.

Tidak diketahui...

Ada sesuatu yang luar biasa besar di jalan. Ada ‘sesuatu’ yang terlihat seperti makhluk spiritual yang membuat tempat ini berguncang.

Aku memahaminya secara naluri.

“Rinne, Jeanne, kesini!”

Tidak ada waktu untuk ragu.

Jika aku tetap berada di tempat ini, aku pasti akan lenyap. Aku mengikuti insting yang kumiliki dan mulai berlari. Tujuannya adalah agar bisa sampai di balik altar. Aku akan berlari secara garis lurus dari sana.

“Jeanne! Aku hanya tahu satu jalan keluar. Aku tidak bisa menjamin pintu keluar itu akan menghubungkan kita kemana jika kita lewat sana.”

“Melarikan diri adalah prioritas pertama.”

Jeanne, yang berlari di sebelah ku, kehabisan napas.

“Ini bukan tempat yang bagus untuk manusia. Yang penting, ayo kabur keluar!”

“Uh, huh.”

“...Kai, itu disana!”

Rinne, yang memimpin, menunjuk ke arah mereka bergerak.

Sebuah pecahan cahaya.

Aku telah melihatnya sebelumnya. Ini adalah pintu yang sama yang aku lalui ketika aku pertama kali datang ke sini dengan Code Holder.

“Kai, cahaya apa itu!?”

“Itu pintu nya. Dengar, Jeanne, tidak ada jaminan kita akan kembali ke Federasi Schultz!”

Aku tidak akan menunggu jawaban.

Sebelum Jeanne bisa mengatakan sepatah kata, Kai melompat ke arah pecahan cahaya.

Ada ilustrasi disini


<TLN: translate yang ada di gambar -> Federasi Urza – akhir analisis bangunan dewa [Makan Iblis].>

Tanah coklat kemerahan.

Sebuah gurun kerikil ringan terakumulasi karena batuan dasar keras yang menyebar. Sudah berapa lama aku melihat adegan brutal itu?

“Jam 2 siang hari. Tepat pada waktunya.”

“Aku akan mulai mengawasi ’makam’ sekarang. Jeanne, bisa kau dengar aku?”

“Ini adalah cabang Urza dari MDA. Aku bisa mendengarmu dengan baik, Kai.

Makan iblis...

Aku melaporkan hasil pengawasan dan mengirimkannya ke Jeanne di ujung telepon.

Alasan kenapa aku mengingat kehidupan sehari-hari ku dalam sejarah yang sebenarnya mungkin karena Jeanne berdiri di samping ku, dan kami melihat ke atas piramida hitam pekat bersama.

“...Apa yang terjadi?”

Jeanne, menyipitkan mata di angin berpasir, bergumam seolah dia mengingat sesuatu.

Sudah berapa lama tadi?

Jeanne, yang telah melihat ke makam tanpa bisa berkata-kata, berbalik dengan kebingungan.

“Ini adalah padang gurun Federasi Urza? Tidak mungkin......karena kita menghabiskan begitu banyak waktu melewati hutan elf, melewati sarang roh, dan akhirnya sampai di Federasi Schultz.”’

Dari barat ke utara.

Kita dipaksa ‘kembali’ dengan sekejap melalui tempat tertutup itu.

“Akulah yang mengatakan bahwa kita harus kabur lebih dulu, dan situasinya sangat sempit. Tapi seperti yang diharapkan, ini sangat jauh dari apa yang kubayangkan... Aku... sedikit pusing.”

Jeanne berjongkok di tanah.

Dalam menghadapi fenomena supernatural seperti itu, seluruh tubuhnya pasti kehilangan semua tenaganya dalam sekejap.

“Kai dan Rinne tidak terkejut...!?”

“Aku terkejut. Tapi ini bukan pertama kalinya.”

Jika membicarakan hal yang mengejutkan, tidak ada yang lebih membuat ku terkejut dibanding reinkarnasi dunia.

Ditambah, Kai sudah setengah siap untuk perpindahan ini.

“Apa Rinne juga sama?”

“Iya, aku lega kita berhasil keluar dari tempat sebelumnya. Apa Jeanne merasa berbeda?”

“... Benar.”

Menggelengkan kepalanya tak percaya, komandan Resistance Pemberontak Manusia Urza berdiri.

Dia mengeluarkan alat komunikasi dari sakunya.

“Farin...? Ini tidak bagus. Sinyalnya tidak bisa mencapai Federasi Schultz dengan terminal komputer.”

“Apakah mustahil untuk menghubungi mereka?”

“Aku ingin tahu apa yang terjadi disana, tapi tidak ada yang bisa kulakukan. Aku tidak tahu bagaimana pertarungan melawan Rath=IE berlangsung. Aku seorang komandan dan disaat seperti ini...”

Jeanne menggertakan giginya dengan pahit.

“Ayo ke markas besar.”

“Aku hanya bertanya tapi markas besar yang dimaksud bukan menara radio Resistance Pemberontak Manusia Schultz, kan?”

“Yang kumaksud markas besar Federasi Urza. Resistance pemberontak Manusia di Urza memiliki fasilitas komunikasi yang bisa menjangkau seluruh federasi. Kita dapat menghubungi mereka di sana.”

Tanah rata dari hutan belantara tanpa jalan...

Kami membutuhkan waktu sehari penuh agar bisa kesana dengan jalan kaki. Tidak ada air atau makanan. Ini adalah perjalanan panjang hampir seminggu untuk mencapai ibukota kekaisaran, bahkan jika kami mengisi kembali persediaan di Zona Kemanusiaan Khusus terdekat.

... Yang lebih mengkhawatirkan adalah pergerakan cryptid.

... Sekarang setelah Jeanne pergi, Resistance Pemberontak Manusia Urza yang tersisa di Federasi Schultz seharusnya kebingungan.


Jika cryptid melancarkan serangan total di sana, tidak ada jaminan bahwa orang-orang yang tersisa di Federasi Schultz akan mampu menahannya.

“Kita akan berjalan sebisa kita di siang hari dan berkemah di malam hari.”

<TLN: hehe boai, satu kemah bareng Kai, kayak di awal-awal ke federasi Io.>

Jeanne menunjuk ke barat daya ke arah ibukota kekaisaran Urza.

Kami mengambil keputusan dan mulai berjalan dalam diam.

“Ayo cepat.”

“Jeannya, berhenti.”

Rinne berhenti di akhir langkahnya.

Dia menatap langit biru dengan tatapan tajam dan suara tertahan.

“Jangan bergerak. Mereka akan menemukan kita.”

“Eh?”

“...Ini sudah terlambat.”

Ras bersayap menukik turun dari langit di atas mata Rinne yang terangkat.

Penguasa Federasi Urza...

Lima iblis dengan sayap dan ekor hitam legam mendarat di hutan belantara. Semuanya lebih besar dari Kai, dan permukaan tubuh mereka memancarkan cahaya gelap.

... Pengintai iblis?

... Apa mereka menyadari kami yang berada di darat lalu datang kemari!?


Tanah ini adalah wilayah yang dikendalikan oleh iblis.

Manusia hanya mendapatkan kembali ibukota kekaisaran, Urza, tetapi sisa tanah nya masih berada di tangan iblis.

... Ini benar-benar diluar dugaan untuk bertemu iblis di luar ibukota kekaisaran.

... Bagi iblis-iblis ini, manusia adalah musuh alami ras mereka.


Aku menatap lurus ke iblis di depanku.

Kelimanya terdiam. Tapi silauan kekuatan sihir yang muncul dari tubuh mereka sudah memberitahuku bahwa iblis sudah siap untuk bertarung.

“Apa kau bisa berbahasa manusia?”

<TLN: buat ngebedain aja biar tahu siapa sama siapa lagi bicara dibedain gini,

[] -> tanda siku dengan bold berarti dari iblis.

“” -> tanda kutip dari pihak Kai.>

[....]

Tidak ada jawaban. Apa dia tidak memahami bahasa manusia, tidak ingin berkomunikasi, atau masih melihat bagaimana ini akan berjalan?

“...Baiklah. Aku akan mengatakan apa yang ingin kami katakan pada saat ini.”

Kai menurunkan Drake Nail yang sedang dipegang.

Kai menancapkan ujung bayonet ke tanah saat para iblis memfokuskan pandangan mereka padanya.

“Kai!?”

“Turunkan busur mu, Jeanne. Rinne juga, masih belum. Tahan diri kalian. Kita baru saja terdampar disini. Kita tidak memiliki niatan untuk bertarung saat ini. Tidak ada untungnya bagi kedua pihak untuk saling bertarung.”

[....]

“Apa kau tahu? Pahlawan cryptid Raht=IE sedang mengincar wilayah ini. Jika kita saling bertarung dan kau malah kelelahan, kau malah akan diserang habis oleh cryptid.”

Tidak ada kebohongan.

Dan ini adalah hasil dari negosiasi yang dilakukan oleh ras roh Rikugen Kyoko dengan Balmung.

[... Omong kosong.]

Mulut iblis mulai berbicara.

Sebuah suara seperti perkataan dari orang tua yang serak berputar di padang gurun.

[Di hutan belantara, bayangan aneh sudah bergerak. Begitu juga manusia]

“...Bayangan aneh?”

[Ini adalah tanah para iblis. Selain iblis, bunuh adalah perintah.]

Cahaya dari sihir membuat sebuah lingkaran.

Cahaya dihasilkan dari sudut sayap iblis yang bengkok, dan mereka secara bertahap menjadi percikan api dan bertambah besar ukurannya dalam kehampaan.

“Kai, mereka mulai menyerang!”

“Bangsad, apakah percuman saja berbicara dengan mereka!?”

Lima iblis.

Ini bukan kekuatan yang tidak bisa dikalahkan. Dengan Jeanne, yang mengenakan pakaian pertempuran dari Ksatria Cahaya, Rinne, yang melawan Dark Empress Vanessa, dan Kai, yang memiliki Code Holder.

Tapi jika kita saling bertarung disini...

Kemungkinan lusinan pasukan iblis akan berbalik menyerang sebagai bentuk pembalasan.

[Melenyapkan manusia-manusia kotor.]

sihir yang menyilaukan membengkak.

Kai juga meraih Code Holder sebagai persiapan untuk melepaskan sihir. Momen bentrokan yang tak terhindarkan antara manusia dan iblis...

Peristiwa aneh itu datang dari kedalaman bumi.

Iblis itu terhempas dalam semburan darah.

.....

..... Eh?


Aku tidak melakukan apapun, dua wanita di belakang ku juga tidak melakukan apapun.

Jeanne dalam posisi menancapkan panah ke busur elf miliknya, dan Rinne siap melawan balik dengan sihirnya, tapi tak satupun dari mereka bergerak.

[Manusia!!!?]

Melihat ke bawah pada yang jatuh, empat lainnya melolong pada saat yang bersamaan.

Masing-masing dari mereka membungkuk dengan semangat yang ganas, dan lingkaran sihir mulai bersinar di sayap mereka yang terentang.

[Apa yang kalian lakukan...!?]

“Tunggu! Kau akan tahu begitu melihatnya bahwa kami tidak melakukan apapun. Satu-satunya yang menyerang adalah dia....”

Hutan belantara yang menghadap ke makam dipenuhi dengan suara tembakan.

Suara itu memekakkan gendang telingaku sejenak. Sebelum suara yang tersisa bisa memudar, iblis lain jatuh ke tanah.

“... Ada apa disana? Jeanne, Rinne, hati-hati! Ada seseorang selain kita!”

Menuju mereka berdua.

Tapi lebih dari itu, Kai berteriak pada tiga iblis yang tersisa. Untuk memberitahu mereka bahwa penyerang saat ini bukanlah manusia.

... Bumi berguncang.

Pasir di permukaan bumi melonjak tinggi, dan rerumputan mulai berdesir dan bergetar seolah ketakutan.

“Diastropisme?! Pada saat seperti ini …… tidak, ini.”

<TLN: singkatnya Diastropisme itu kayak pergerakan lapisan bumi, nah lapisan bumi nya itu malah patah, kan kalo gempa itu lempeng bumi nya cuman bergerak nah kalo Diastropisme ini bergerak plus patah. Singkat nya begitu sih keknya.>

Ingatan kemarin melintas di benakku.

Segera setelah melintasi perbatasan Federasi Schultz, aku mengalami getaran yang sama persis di kota pertambangan Agito.

.... Ini di Federasi Urza.

... Apakah getaran ini sama seperti yang ada di Federasi Schultz?


Kai, Jeanne, dan Rinne. Dan sementara tiga iblis yang tersisa berdiri di sana, tanah coklat kemerahan retak.

Seiring dengan asap yang membumbung, ada sesuatu yang merangkak naik dari tanah yang retak.

[... Apa lagi ini? Cryptid?]

Sebelum iblis yang tercengang, benda itu muncul.

Badan mekanis baja biru dengan cangkang yang bersinar...

Itu adalah binatang mekanik yang tubuhnya seluruhnya terbuat dari baja.

Tapi di permukaan, ada tabung yang terlihat seperti pembuluh darah, berdenyut berulang kali dengan suara yang mirip seperti detak jantung.

......Itu menyerupai boneka mekanik dari MDA.

......Tapi bagaimana dengan pembuluh darah dan jaringan otot dari makhluk seperti ini!?


Ini adalah mesin dan makhluk hidup.

“M-mahluk apa ini...!?”

“Aku juga tidak tahu. Aku belum pernah melihatnya.”

Suara Jeanne dan Rinne memudar.

Iya, seperti yang mereka katakan.

Seharusnya tidak ada makhluk seperti ini di dunia. Tidak ada ras seperti itu. Kecuali ada semacam revolusi dalam sejarah ras dunia...

“Perubahan sudah mencapai tingkat kedua.”

“Aku akan mengurus yang lainnya sebelum ras keenam tiba. Spesies baja mekanik itu merepotkan.”

“...Ras keenam...? jangan-jangan...”

Bibirku menjadi kering karena ketegangan yang ekstrem.

Ras yang tidak dikenal muncul dari tanah. Dan kemudian ada ramalan aneh dari Fang King [Rath=IE]. Hanya satu tebakan yang datang dari ini.

Sebuah visi kehancuran...

“Rath=IE!”

Untuk sang raja cryptid, yang tidak ada di sini.

Kai berteriak begitu keras hingga suaranya serak.

“Apakah ini identitas sebenarnya dari reinkarnasi dunia?! Ini bukan pengulangan dari Perang Lima Ras, tetapi tentang mengubahnya menjadi masa depan yang sangat berbeda!”

Spesies baja mekanik.

Ras ‘keenam’ yang tidak ada di Perang Lima Ras.

Sebuah bentuk kehidupan dari baja, lahir dari nasib dengan pikiran yang gila, memberikan tangisan bayi pertama yang baru terlahir.

TL : Nouzen
Editor : Regent












 




0 komentar:

Posting Komentar