Sabtu, 04 Februari 2023

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 96. Putra Gengis Khan

Chapter 96. Putra Gengis Khan


Bab 96
Menggila karena amarah, Pahlawan Dataran turun menuju pasukan Ashtaroth.

Dia memimpin serangan saat dia melepaskan panah demi panah.

Tapi garis pertahanan kami dibuat untuk bisa menghadapi ksatria berkuda.

Parit digali agar tidak mudah diserbu.

Dan mereka yang berhasil melewati dataran yang lebih tinggi akan mendapati diri mereka tertusuk oleh tombak panjang.

Garis pertahanan kami sempurna, tapi Jochi bisa melewatinya dengan mudah.

Kudanya melompati gunungan tanah dan dia menyerang pemanah kami.

Bidikannya di atas kudanya seperti penembak jitu.

Dan ketika seorang prajurit terlalu dekat, dia akan memenggal mereka dengan pedang melengkungnya.

Dan juga, dia memasang muka iblis.

Itu menunjukkan betapa efektifnya provokasiku.

Kemarahannya telah berubah menjadi kekuatan, dan kebenciannya menjadi kehancuran.

Dia adalah singa yang mengamuk.

Begitu dia dan pengawal terdekatnya berhasil melewati parit, mereka memasuki formasi kami.

Saat itulah mereka bertemu troll bertombak. Namun, bahkan para troll hebat pun tak berdaya di depan Jochi.

Satu demi satu, dia memanah para  troll itu seolah-olah dia sedang berburu kelinci di bukit.

Prajuritku yang berharga jatuh mati satu persatu saat dia terus menerjang ke arahku.

Setiap kali kudanya melangkah lebih dekat ke arahku, tentara lain mati.

Dia akan segera sampai kepadaku sekarang.

Jika dia dan anak buahnya yang lain terus bergerak, garis pertahanan kita yang sempurna akan runtuh, dan pasukan Ashtaroth akan dihancurkan.

Itu adalah gambaran seberapa bahayanya momentum yang dia miliki. Tetapi hal-hal tidak berjalan seperti itu.

Ada satu alasan untuk ini.

Walaupun Jochi memang kuat seperti iblis gila, ini hanya berlaku untuknya.

Anak buahnya masih sebatas monster biasa.

Mereka mungkin berani dengan caranya sendiri, tetapi mereka jauh dari Jochi.

Dengan kata lain, dia adalah satu-satunya yang bisa melompati pertahanan besi kami dan membunuh para troll.

Banyak anak buahnya dihentikan oleh tembok besi dan dibunuh atau diceraiberaikan.

Pengawal pribadi Jochi bernasib lebih baik. Mereka adalah ksatria manusia dan centaurus. Namun, mereka pada akhirnya bukan tandingan Toshizou dan Jeanne.

Begitulah bawahannya perlahan-lahan dikalahkan.

Tetap saja, Jochi tidak melambat saat dia menyerangku.

Ekspresi Eve menjadi sangat khawatir, dan dia meraih belatinya. Tapi aku menghentikannya.

Akan sangat memalukan jika aku harus dilindungi oleh belati wanita di medan perang. Sebaliknya, aku menyuruhnya untuk membawakan pedang panjangku.

Pedang panjang ini tidak memiliki nama, tapi itu adalah senjata hebat yang telah mengirim banyak Raja Iblis ke kuburan mereka.

Aku yakin itu bisa menangani pedang Jochi, dan aku benar.

Saat aku memegangnya di tanganku, Jochi merobek kain sarung pelana kudanya dan menyerangku.
<EDN : sarung pelana kuda adalah kain di bawah pelana kuda >

Lurus dan tanpa ragu-ragu, dia mengayunkan pedang melengkungnya ke arah jantungku.

Aku bisa melihat betapa marah dan niat membunuhnya.

Faktanya, tidak ada pikiran lain di dalam kepalanya selain membunuhku.

“Raja Iblis Ashtaroth. Aku tidak akan memaafkanmu atas penghinaan ini!"

Dia mengayunkan pedangnya seolah-olah dia tidak punya hal lain untuk dikatakan. Aku memblokir serangannya sambil bersiap untuk membunuhnya.

Aku percaya padanya.

Jika aku memprovokasinya, dia akan menembus tembok besi kami dan mencapaiku. Dia memiliki kekuatan sebesar itu.

Jadi aku telah membagi tentaraku dan menyiapkan penyergapan.

Setelah bertukar beberapa pukulan dengannya, aku menggunakan sihir untuk melompat mundur.

Dan kemudian aku mengangkat tangan kananku. Dan pasukan pemanah yang sebelumnya bersembunyi muncul.

Mereka semua ahli.

Dan mereka tidak bisa meleset pada jarak sedekat ini.

Mereka bisa menembak mata rubah yang berlari melintasi lapangan.

Dia seharusnya menyadari hal ini.

Jochi membeku di tengah ayunan.

Dan kemudian dia bergumam.

"…Hebat. Sekarang aku mengerti, aku telah bermain diatas telapak tanganmu.”

“Aku tidak akan mengatakan itu. Kau telah mengejutkanku dan melebihi harapanku.”

“Yah, aku harus melihat wajah pria yang menghinaku sebelum aku mati.”

“…Aku akan meminta maaf untuk itu. Aku tidak dapat menarik kembali apa yang aku katakan, tetapi izinkan aku memberi tahumu apa yang sebenarnya aku pikirkan. Aku pikir kau benar-benar putra Gengis Khan. Lagi pula, aku merasa seperti aku tahu apa yang ada di hatimu ketika kau datang ke sini. 'Dengan mempertaruhkan hidup ini, dan menunjukkan keberanian aku, aku akan membuktikan bahwa darah Khan yang agung mengalir melalui nadiku.'”

Jochi terdiam.

“…”

Lalu dia berkata.

“Aku terkesan padamu, Raja Iblis. Kau tahu segalanya, lalu memprovokasi dan membunuhku. Namun, aku sudah tidak mempermasalahkan hal itu. Aku telah memikirkannya sebelum datang ke dunia ini. Apakah aku benar-benar putra Khan yang agung? Bisakah aku membuktikannya? Hal itu selalu menggangguku. Tapi sekarang aku merasa bahwa itu pasti benar. Hati yang tidak kalah ketika melawan seratus tentara. Keberanian untuk menyerbu pertahanan besi. Dan terakhir, kebanggaan untuk tidak menyerah pada musuh sampai akhir. Ini tidak akan mungkin terjadi tanpa darah Khan yang agung.” Kata Jochi sambil menarik busurnya.

Setelah melihat ini, semua pemanahku menembak sekaligus.

Tubuh Jochi terkena banyak anak panah.

Dia tampak seperti landak tetapi tidak mengendurkan cengkeraman busurnyanya.

Ini semua untuk membuktikan bahwa dia adalah putra Gengis Khan.

Tidak ada orang normal yang bisa tetap hidup dengan luka-luka itu, tapi dia masih bisa melepaskan panahnya.

Itu langsung mengarah ke jantungku.

Saat itu dilepaskan, Jochi mati berdiri.

Memang, dia tampak seperti putra penakluk dataran.




TL: Isekai-Chan
Proof-reader: Arklame Aster
Lokasi: 5RF3WVF3+QX

0 komentar:

Posting Komentar