Selasa, 17 Desember 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 10 : Chapter 8 - Anak Laut

Volume 10
Chapter 8 - Anak Laut


Beberapa hari telah berlalu. 

" Ahahaha !"

Para budak memanjat bioplant layaknya pohon. Mereka semua sudah mencapai sekitar level 30, dan pertumbuhan mereka mulai sedikit meningkat. Masalahnya adalah ... Untuk alasan apa pun, hampir semuanya tampak berusia sekitar 14 atau 15 tahun. Mereka masih terlihat sedikit lebih muda dari Raphtalia. Apakah ini adalah usia yang cocok untuk pertempuran?

Aku pikir mereka mungkin menjadi sedikit lebih menarik, tapi mereka semua standar. Mungkin dibandingkan dengan anak-anak lain... tapi tidak ada yang bisa memegang lilin untuk Raphtalia*. Yang hampir membuatku penasaran apakah mungkin mereka tidak mendapatkan makanan yang cukup.
<Ryu: disini kayak peribahasa sana. Artinya gk ada yang bisa menyamai Raphtalia :v>

Keel mungkin satu-satunya bocah lelaki di antara mereka yang bisa kau sebut menarik. Dia hampir terlihat agak kekanak-kanakan, tapi kurasa kau bisa menyebutnya tampan. Sebenarnya, aku rasa tak sopan mengatakan ini tentang seorang anak laki-laki, tapi jika kau membayangkan seorang perempuan imut dengan wajah kekanak-kanakan, itulah gambaran yang tepat untuk penampilannya.

Budak demi-human yang bernama Imiya atau semacamnya, tampaknya telah keluar dari cangkangnya sedikit. Dia dan Keel berlarian bersama dan keduanya rukun.

"Hei, Bubba Shield! aku lelah dengan daging dan sayuran. Hanya itu saja yang kami makan akhir-akhir ini! "

"Berhenti bertingkah manja! "

Keel mulai bertingkah terlalu akrab denganku belakangan ini. Aku bisa menjatuhkannya, tapi aku merasa tak enak memarahinya, karena dia tak malas.

kukira itu karena mereka merasa lebih nyaman denganku sekarang, tetapi anak-anak mulai menceritakan kepadaku semua tentang saat mereka menjadi budak. Mereka selalu menyelesaikannya dengan ucapan terima kasih. Aku senang mereka bersemangat, tetapi ...

"Kami akan pergi ke laut dan menangkap ikan, sehingga kau bisa memasaknya untuk kami, bubba!"

"Aku tidak ingat pernah menjadi bubba-mu!"
<EDN : Ingat, bubba itu adalah kakak>

Sekarang Keel bersikap kurang ajar. Mungkin sudah waktunya untuk mengunyahnya. aku bisa menerima "Bubba Shield," tapi "bubba" saja tidak akan terjadi. Tapi dia tak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.

" Ahh ... kalau saja Sadeena ada di sini, kita bisa makan seafood setiap hari!"

Oh Raphtalia juga menyebutkan nama itu sebelumnya. Kalau tidak salah dia adalah demi-human laut. Dia pasti benar-benar menjaga semua orang, karena bukan hanya Raphtalia — cukup banyak anak-anak yang berasal dari desa ini menyebutkannya dari waktu ke waktu. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengetahui karakter seperti apa dia.

“Raphtalia. Aku tahu kau menyebut dia sebelumnya, tapi siapa sebenarnya Sadeena ini ? ”

“Sadeena adalah nelayan. Dia juga menempati posisi pertama atau kedua untuk petarung terkuat di desa.”

"Oh? Kalau begitu, dia pasti bertarung dalam gelombang dan ... "

Suaraku menghilang saat aku hendak mengatakan "mati." Masuk akal kalau dia akan bertarung dalam gelombang, dan itu berarti kemungkinan dia mati dalam pertempuran itu tinggi.

"Jika Sadeena ada di sini, aku yakin kita akan bisa melawan musuh dari gelombang dan para pemburu budak, juga, bubba."

"Tunggu. Dia sekuat itu? ”

"Tidak diragukan lagi! aku belum pernah melihat Sadeena kalah. Dari apa yang kulihat, aku akan mengatakan dia lebih kuat dari wanita ksatria itu juga! ”

Lebih kuat dari Eclair? Itu akan membuatnya memiliki kekuatan yang harus diperhitungkan. Tapi jika itu benar, maka itu menimbulkan pertanyaan yang agak besar.

"Lalu mengapa desamu hancur ketika gelombang datang?"

"Yah ... Sadeena sedang memancing di laut dengan nelayan desa lainnya saat itu."

Itu masuk akal. Jadi dia tidak ada ketika gelombang datang. Belum lagi, ketika gelombang terjadi, semua tempat menjadi kacau dan aku yakin lautan tidak terkecuali. Aku tidak akan mengatakannya dengan keras, tapi ada kemungkinan dia meninggal setelahnya. Dengan asumsi jika seseorang yang kuat seperti itu masih selamat, aku yakin dia akan kembali ke desa.

Keel dan yang lainnya mungkin senang berbicara tentang Sadeena, tapi mungkin lebih baik tidak melanjutkan pembicaraan ini, meskipun akulah yang memulai.

“Ayo, bubba! Tidak bisakah kita ke laut? "

" Hmm ... Apakah kau benar-benar ingin makan ikan seburuk itu? "

Sempurna — kesempatan untuk mengubah topik pembicaraan.

"Aku ingin makan ikan yang kau masak, bubba!" 

"Itu juga yang ingin aku makan!"

"Aku juga!"

Rasanya seperti sekelompok Filo telah diproduksi secara masal. Syukurlah aku belum memutuskan untuk menetaskan lebih banyak telur filolial.

"Baik. Kita akan melihat jenis makanan laut apa yang bisa kita tangkap hari ini. Selagi kita di sana, Filo bisa berenang dan berburu beberapa monster.”

" Okaaay !"

Dan akhirnya aku membawa para budak ke laut. Lagipula cuacanya sekarang lebih hangat. Jadi itu cuaca yang tepat untuk berenang di laut. Anak-anak yang tumbuh di sini akan terbiasa dengan lautan, jadi aku cukup yakin mereka tahu cara berenang.

Setelah berjalan sebentar, kami sampai di pantai. 

" Wah !"

Semua budak melepas semuanya kecuali pakaian dalam mereka dan mulai melompat ke laut penuh semangat dengan tombak pancing di tangan.

" Rafu !"

Oh  Raph - chan pergi  juga, berlari ke arah air dengan penuh semangat. aku penasaran apa aku harus menggunakan fungsi familiar power-up yang untuk meningkatkan kemampuan akuatiknya. aku tak keberatan melihat dia memutar ekornya seperti baling-baling untuk berenang.

Ketika aku sedang memikirkan Raph – chan, aku menyadari kita memiliki sedikit masalah. 

" Filo ! Tangkap Keel! "

"Hah? Baiklah ! "

" Apa ?! Apa yang sedang kau lakukan?!"

Filo berubah menjadi sosok filolialnya dan meraih Keel tepat ketika dia akan melompat ke laut. Dia bergerak-gerak di antara sayap Filo, karena kaget tiba-tiba ditangkap.

"Ada apa, bubba ?!"

"Kita punya masalah. Kita harus benar-benar memikirkan kembali bagaimana cara menanganimu."

"Apa artinya itu?!"

Budak lain menyadari keributan disini dan melihat ke arah kami. Sepertinya mereka telah mengetahui apa yang sedang terjadi. Imiya, yang memegang Raph - chan di bahunya, mendekati Keel dan bertanya.

"Keel-kun ... atau seharusnya Keel- chan?" 
<EDN : Kun itu biasanya panggilan untuk laki-laki, sedangkan chan untuk perempuan>

"Rafufuuu ?"

"Hah? Apa maksudmu? aku laki-laki! "

Dada Keel dibungkus kain sarashi, dan di bawahnya ia mengenakan ... kain penutup? Raphtalia berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya ke selangkangan Keel, seolah itu adalah sesuatu yang normal untuk dilakukan. Dia bertindak semakin tak terduga akhir-akhir ini.


"Keel, apakah kau tahu perbedaan antara laki-laki dan perempuan?" 

"Hah?"

"Yah, kau tahu ... anak laki-laki punya* ..."
<Ryu: hmm.. dari mana kau tau?...:v >
<Poo: Watttt :’v>

Raphtalia membisikkan sesuatu ke telinga Keel.

"Itu konyol. Jika aku tuhan, aku pasti tak akan membuat laki-laki atau perempuan menjadi sesuatu yang rumit seperti itu."

“Lihatlah anak-anak laki-laki lainnya. Tidak, lihat Tuan Naofumi. Kau melihat perbedaannya, bukan? Dadanya rata, bukan?”

“Apa maksudmu? Benda itu tak akan tumbuh sampai kau dewasa, dan dadaku sedikit bengkak. Seharusnya segera sembuh. "

Tumbuh? Bocah itu memiliki imajinasi yang cukup unik. Lingkungan seperti apa yang Keel tempati sebelum menjadi budak?

Aku mulai membayangkan salah satu perempuan kecil yang berbicara seperti anak laki-laki. Dan kemudian Kizuna muncul di kepalaku, mengangkat tangannya, berkata, "Kau memanggil?" "Maaf, tapi tak ada yang memanggilmu," aku balas berteriak pada imajinasi Kizuna dan menyuruhnya pergi. Dia menghilang setelah memberi tahu betapa jahatnya diriku.

Kizuna tidak diragukan lagi tipe seperti itu, tapi setidaknya dia tahu kalau dia adalah seorang perempuan. Bagaimana mungkin Keel tak menyadarinya selama dia menjadi budak? Mungkin itu tidak terlalu penting? Atau mungkin pedagang budak yang menjualnya tetap diam tentang hal itu untuk membuatnya lebih menarik bagi klien tertentu?

Lagipula, negeri ini busuk. Pasti ada banyak sampah dengan pikiran bejat. Orang-orang mesum semacam itu akan menganggap seseorang seperti Keel jarang ditemukan, jadi mereka mungkin mau membelinya dengan harga yang tinggi. Bangsawan bajingan yang kami lawan itu rupanya mulai menyiksa anak-anak. Dan juga, semua budak menunjukkan tanda-tanda pelecehan. Mungkin semua pemilik budak cenderung sadis.

"Tapi ... tapi ayah sering mengatakan kalau seorang anak laki-laki menganggap dirinya laki-laki, maka dia adalah laki-laki tidak peduli apapun yang dikatakan orang lain."

Maksudnya anak (laki-laki) laut, bukan? Seperti pelaut atau nelayan? Jadi seperti itu. Seorang anak perempuan yang ingin menjadi seperti ayah dan akhirnya tak tahu perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Sebenarnya, fakta kalau dia bahkan mengatakan sesuatu seperti itu mungkin adalah caranya mengatakan padanya kalau dia adalah seorang perempuan.

"Kupikir Keel adalah lelaki yang sangat keren ... tapi ternyata dia adalah perempuan selama ini." 
“Aku masih menganggap dia keren. Gender tidak masalah! ”

Perempuan-perempuan budak saling berbisik dengan penuh semangat. Aku tahu perempuan-perempuan benar-benar tergila-gila dengan wanita cantik yang berpakaian seperti laki-laki, tapi seorang perempuan yang ingin menjadi anak laut?

"Ayo ... Apa gunanya membedakan antara anak laki-laki dan perempuan sejak awal ?! Itu tidak masuk akal! "

Identitas gender Keel terguncang sampai fondasinya dan dia tak tahu bagaimana harus bereaksi.

Hmm? Apakah itu Filo yang melompat masuk ...? Kenapa dia campur tangan sekarang?

"Yah, kau tahu ... alasan mengapa hewan dibagi menjadi jantan dan betina adalah agar mereka dapat kawin. Juga…"

Filo menjawab Keel yang bingung. Dia melanjutkan dengan fasih menggambarkan peran pria dan wanita, Dalam bahasa yang kaya dan penuh kenikmatan — bukan sebagai fakta yang sederhana, tetapi sebagai ritual yang manis dan romantis yang berbatasan dengan dunia seni.

Aku menatap lurus ke arah Raphtalia, tetapi dia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Apakah itu Rishia? Aku memandangi Rishia, dan dia berteriak, "Itu bukan aku!" Filo mengerikan dalam menjelaskan hal-hal itu, jadi fakta kalau dia mengerti detailnya hingga sebanyak ini, itu berarti seseorang pasti telah mengatakannya. Itu menyisakan kelompok Kizuna. Itu pasti L'Arc, mengingat betapa mesumnya dia.

“Kenapa kau tahu banyak tentang ini? Apakah L'Arc memberitahumu? " 

"Nuh-uh. aku selalu tahu."

Memori genetik? Tentunya tidak ... aku yakin Filo telah melakukan hal kotor dengan beberapa filolial liar. Dia pasti sudah belajar tentang itu. Atau mungkin saat menjadi peri senandung.

"Master memikirkan sesuatu yang aneh!"

Protes Filo dengan suara malu-malu. Lupakan saja. Ngomong-ngomong, aku harus mengawasinya apakah dia akan bertelur.

"Boo!"

Keluhannya mulai mengganggu akhir-akhir ini. 

"Rafu?"

“Kau tak perlu khawatir tentang hal semacam itu, Raph-chan. Aku tak akan membiarkan anak laki-laki mendekatimu.”

"Mengapa kau berbicara dengan Raph-chan seperti kau adalah ayahnya, Tuan Naofumi?" 

"Katakan itu juga kepadakuuu!"

Ha! Tidak mungkin. Kau bisa kabur dan kawin lari dengan Melty!

Ketika kami melanjutkan perbicangan seperti ini, aku perhatikan kalau semua orang, termasuk Raphtalia, memerah karena malu. Semua bocah lelaki melompat ke laut dan masih belum kembali. Apakah mereka baik-baik saja?

"Tidak ... tidak mungkin! Tidak mungkin aku akan melakukan hal seperti itu! aku tidak akan pernah melakukan itu dengan bubba! "

"Kenapa aku harus melakukan hal itu?"

Berhentilah membuatnya terdengar seperti aku membeli dan membesarkanmu untuk menjadi budak seks! Sialan. Sekarang aku kesal. Inilah sebabnya aku membenci anak nakal yang hanya memikirkan lawan jenis.

“Cukup dengan percakapan bodoh ini. Kita memiliki aturan baru sekarang. Dilarang berhubungan dengan lawan jenis! ”

"Apa?!"

Para budak protes. Aturan adalah aturan, dan apapun yang mereka katakan tidak akan mengubahnya. Aku membutuhkan tenaga tempur, bukan solusi untuk menurunkan angka kelahiran. Aku tak punya waktu untuk merawat sekelompok orang tua baru dan semua bocah kecil yang bermunculan. Selain itu, kami hanya punya tiga setengah bulan! Bahkan tak ada waktu untuk melahirkan sesuatu!

"Kau bisa membuang-buang waktumu untuk sampah seperti itu ketika duniamu sudah damai dan aku sudah pergi."

"Mengapa?!"

"Mengapa? kau tahu mengapa! Karena aku benci hal semacam itu! Ditambah lagi, Raphtalia juga membencinya! "

"Raphtalia juga ?! "

"Apa?!"

Sekarang bahkan Raphtalia bereaksi untuk beberapa alasan. Ah ... Dia tidak ingin aku membesar-besarkannya. Baik, aku mengerti.

"Aku di sini untuk melawan Gelombang, dan aku berencana untuk membawa salah satu dari kalian yang bersedia bertempur bersamaku."

"Apa?! Maksudmu gelombang kehancuran ?! ”

"Tepat sekali. aku dipanggil di sini untuk mengakhiri gelombang yang sama, yang mencuri keluarga kalian. Jika kalian mau, aku akan mengajakmu untuk bertarung juga. ”

Aku berencana untuk mendapatkan lebih banyak budak, dan aku ingin membentuk beberapa divisi yang berbeda. 

"Tapi pertama-tama kita harus menghadapi monster bernama Phoenix."

Setelah itu diatasi, aku akan membentuk divisi tempur yang hanya terdiri dari mereka yang ingin bertarung, idealnya. Lagipula, tidak semua orang dimaksudkan untuk bertempur.

Keel terdiam sesaat dan akhirnya merespons dengan kesal. 

"Yah, karena aku perempuan, jadi kurasa aku tidak akan bisa masuk, bukan?"

"Hah? Tidak sama sekali. Lihatlah rekan-rekanku, kenapa tidak? ”

Aku menunjuk ke Raphtalia, Filo, dan Rishia.

"Huh ... Sekarang setelah aku memikirkannya, mereka semua perempuan! Semua hal tentang membenci hubungan itu bohong, bukan ?!” bentak Keel.

Apa yang membuatnya sangat kesal?

"Sugguh... Jadi kau ingin berpartisipasi atau tidak? Yang mana? ”

“Hubungan itu dilarang?! Bagaimana kau bisa mengatakan itu ketika kau dikelilingi oleh perempuan?! "

"Aku tidak akan terganggu sedikit pun jika Raphtalia adalah lelaki." 

"Hah ?!"

"Apa?!"

"Bagaimana dengankuu?"

"Filolial pria juga tidak masalah." 

"Boo!"

Apa yang membuat mereka kesal? aku kira sudah saatnya kelompok orang-orang bodoh ini diberi ceramah.

“Kesetaraan gender berarti kau diperlakukan sama, baik kau laki-laki maupun perempuan. Jika kau bisa berguna, aku akan menggunakanmu, terlepas dari gendermu. "

"Aku mengerti. Bubba Shield suka pada keduanya. Dan bahkan itu tak harus manusia,” salah seorang budak bergumam pelan.

Darimana mereka mempelajari hal itu? 

"Umm, tidak ..."

"Huuuh? Apa artinya suka pada keduanya'? "

Jadi Filo tak tahu itu, kan? Mungkin itu semua adalah ingatan genetik. Tunggu sebentar ... bahkan itu tidak harus manusia? Apakah itu berarti Raph-chan dan Filo?

"Umm ... Itu sesuatu yang kudengar ketika aku dijual."

“Kita tidak perlu penjelasan! Dalam hal apa pun, aku tidak bisa membuat kalian memulai hubungan dan akhirnya tidak bisa bertarung. Jadi hubungan itu dilarang!”

Selain Keel, semua budak mengangguk ragu-ragu, seolah-olah mereka tidak cukup yakin. 

"Tunggu, jadi jika aku bekerja keras maka aku bisa bertarung juga?"

"Ya. Tapi setelah pertempuran berakhir ... Sebenarnya, semua orang akan tergila-gila denganmu, jadi kita akan membuatmu belajar menjajakan barang. "

"Apa?! Mengapa!?"

"Kau salah satu budak yang tampan di sini, dan kau tak malu. kau pasti akan menjajakan barang dengan baik, aku yakin. ”

"Aku ...? Tidak! aku tak mau! "

"Jangan khawatir. Jadilah dirimu sendiri. Orang-orang bahkan lebih sulit untuk dihadapi daripada monster. kau akan menikmatinya! "

"Jika kau yang mengatakannya, Bubba Shield, itu hanya membuatnya lebih menakutkan!"

Apakah itu sesuatu yang telah aku lakukan? Menempatkan Keel di divisi penjualan sepertinya ide yang bagus. Jika aku memakaikannya pakaian anak laki-laki dan meminta dia menjual aksesoris atau semacamnya, aku yakin pelanggan wanita akan menyukainya. Dan kemudian jika aku memasangkannya dengan Raphtalia, kami bisa mengambil uang semua orang, pria atau wanita.

"Ngomong-ngomong, Keel ..." 

"Apa?"

“Alasan kau memberontak kepadaku pada awalnya adalah karena kau punya perasaan untuk Raphtalia, kan? Sayang sekali kau seorang perempuan. Tapi sekali lagi, tak ada yang akan hamil dan tak bisa bertarung jika itu adalah hubungan sesama jenis, jadi mungkin aku harus membiarkan itu?"

Sebelum insiden Spirit Tortoise, Keel agak gelisah. Dia selalu memelototiku dan bercerita tentang Raphtalia ini dan Raphtalia itu.

" Ap ... apa ?! kau salah! Jangan konyol! "

Keel mulai gemetar karena suatu alasan. Dia menatap ... 

"Tuan. Naofumi ... "

Raphtalia berjalan ke arahku dengan senyum lebar di wajah dan matanya menyala penuh dengan niat membunuh. Hmm ... aku kira topik semacam ini terlarang.

"Dan itu dia. Sekarang pergilah dan lihat apa yang bisa kalian tangkap, semuanya! ”

“Oke! ”


Setelah beberapa saat, Keel dan yang lainnya kembali. “Bubba Shield! Kami menangkap semua ini! "
Keel yang tampak gembira datang dengan jaring penuh ikan dan kerang di tangannya. 

"Ya, ya."

Aku sudah memanaskan wajhan. Yang tersisa hanyalah membersihkan ikan dan memasaknya.

"Aku akan membuat sashimi, karena aku belajar bagaimana cara membuatnya di dunia Kizuna."

Raphtalia mulai menyiapkan sashimi sebagai menu tambahan dari masakanku. Parasit bisa menjadi masalah, tapi semuanya tampak baik-baik saja, sejauh yang aku tahu menggunakan skill penilaianku. Jadi, akhirnya aku memasak lagi hari ini. Sungguh, sudah bosan dengan memasak!

Oh ya! Sudah waktunya untuk menetaskan telur monster. Kami telah mengumpulkan banyak persediaan makanan. Itu seharusnya tak menjadi masalah.

"Kita akan kembali setelah semuanya selesai makan." 

"Oke!"

Setelah lewat tengah hari, kami semua meninggalkan lautan dan kembali ke desa. aku ingin menetaskan telur monster sebelum melakukan hal lain. aku sudah selesai mengikat mereka kepada diriku kemarin, sebagian besar. Aku memeriksa telur-telur itu, yang berjejer di tempat yang kami gunakan sebagai gudang.

"Apa yang kau lakukan, bubba?"

“kita sudah memiliki persediaan makanan yang masuk akal, bukan? Sekarang saatnya bersiap-siap untuk pindah ke tahap selanjutnya dari rencanaku. "

"Oh."

"Satu-satunya hal yang aku khawatirkan adalah ... filolial."

Mereka hebat untuk menarik kereta, tapi nafsu makan mereka itu ... Berpikir tentang memiliki dua lubang tanpa dasar di sekelilingku membuatku gelisah.

"Akuuu?"

Filo memiringkan kepalanya ke samping sambil bertanya. 

"Bukan kau. Telur filolial baru. "

"Filo akan memiliki adik laki-laki atau perempuan baru?" 

"Yaaaaay!"

Dia sangat berisik. Dia tampak seperti gadis SMP, tapi dia bertindak seperti anak kecil. Kurasa begitu..

"Kurasa kau bisa menyebutnya seperti itu ..."

"Master, apakah kau tidak ingin filolial baru menjadi sepertiku?"

Filo mengajukan pertanyaan yang sulit. Tergantung pada bagaimana aku menjawab, dia mungkin berpikir kalau dia tidak diinginkan.

“Aku ingin monster yang akan menarik kereta dan bertindak sebagai alat transportasi. aku tak ingin lubang tanpa dasar.”

"Hmm ... Kurasa tak apa-apa,"

Jawaban Filo membuatku melirik ke arahnya.

"Jika Master tak menginginkannya, aku cukup yakin itu tak akan menjadi sepertiku."

Paruh Filo menunjuk ke arah telur filolial, berkedut. Apa yang terjadi Apakah dia melakukan sesuatu?

"Ini akan menjadi salah satu bawahanku, kan?"

Bawahan!? Yah ... kurasa dari sudut pandang Filo, semua filolial normal adalah bawahannya.

"Baiklah kalau begitu. aku akan membuatnya sehingga tak menjadi sepertiku. Kita tidak bisa memastikannya, jika kita menyerahkannya kepadamu.”

"Bisakah kau melakukan itu?" 

"Yup!"

Filo menyentuh telur filolial dan menyalurkan sihirnya ke dalamnya.

"Sekarang tak akan menjadi sepertiku kecuali aku menginginkannya." 

"Oh, umm ... terima kasih."

Aku merasa seperti memotong potensi kehidupan yang akan segera lahir ini, tapi tempat ini tak akan pernah sepi dengan lebih dari satu Filo di sekitarnya, jadi aku kira itu harus dilakukan. Selesai. Bergantung pada bagaimana percobaan kecil ini berjalan, aku mungkin dapat menempatkan Filo untuk membesarkan filolial.

Beberapa saat kemudian, telur mulai menetas. 

"Peep!"

Yang pertama adalah filolial betina. Warnanya terlihat agak keunguan. Berikutnya adalah dua ulat. Jadi monster ini bisa menarik kereta ketika mereka semakin besar, ya? Mereka disebut ulat. aku mencoba menyerap sepotong cangkang ke dalam perisaiku, tapi tak ada yang terjadi. Setelah itu muncul tiga monster yang mirip cacing tanah yang disebut dunes. Apakah monster ini yang akan melakukan pekerjaan mengurus ladang?

Aku menetapkan beberapa aturan dasar untuk para monster.

“Itu dia. Sekarang, kalian semua, bawa monster ini pergi dan tingkatkan level mereka! "

" Oke! "

Mereka menempatkan monster-monster itu dalam sebuah kotak besar dan semuanya membawanya ke kereta bersama-sama, seperti sekelompok anak-anak yang baru saja membuat orang tua mereka membelikan mereka hewan peliharaan. Filolial betina itu duduk di atas kepala Filo dan dengan gembira berkicau, meskipun baru saja ditetaskan.

Bagaimana aku bisa berakhir di dunia lain bermain sebagai ayah untuk sekelompok anak-anak? aku tidak bisa membuat diriku terlena. Aku hanya harus terus mengatakan pada diriku sendiri kalau ini semua adalah investasi yang akan terbayarkan ketika gelombang datang.

"Oh, satu hal lagi ..." 

"Apa?"
“Aku akan membentuk divisi untuk memasak dan tugas-tugas kecil lainnya segera, jadi jika ada di antara kalian yang tertarik untuk belajar memasak, bicaralah. Lebih diutamakan, siapa pun yang tidak suka bertarung dan lebih baik menghindarinya. ”

Raphtalia sudah mulai membantu memasak akhir-akhir ini, tapi itu masih terlalu banyak. 

"Aku suka memasak."

"Aku juga."

Salah satu perempuan dan ahli tanaman bernama Imiya keluar dari kereta. 

"Kau yakin?"

Aku cukup yakin perempuan itu adalah salah satu budak yang dibawa Raphtalia untuk meminta camilan tengah malam. Sedangkan untuk Imiya, dia adalah seorang demi-human yang diselimuti bulu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Aku bisa membayangkan seseorang mengeluh kalau bulunya akan masuk ke makanan. Aku tidak bisa menempatkannya di divisi memasak, tapi mungkin aku bisa menugaskannya untuk tugas lain. Dia seharusnya handal dengan tangannya. Mungkin dia sudah menemukan hal lain yang ingin dia lakukan.

"Ya. aku ... aku suka memasak. Bertempur sebenarnya bukan ... bukan keahlianku ... "

"Baiklah. Ini akan sulit, tetapi lakukan yang terbaik. ”

Aku melihat Imiya.

"Umm ... Tugas-tugas kecil itu ... Aku ... aku ingin melakukan itu ..."

"Baik. Aku akan melatih kalian berdua sedikit demi sedikit, tapi kalian juga harus naik level, jadi jangan berpikir kalian bisa keluar dari itu.”

"Aku tahu."

Imiya dan perempuan itu mengangguk dan berdiri di sisiku.

 "Kami akan kembali."

Raphtalia melambai pada kami. 

"Baik! Pergilah!"

"Jangan khawatir tentangku, Raphtalia." 

"Hah?"

Perempuan yang bergabung dengan divisi memasak bergumam ketika dia balas melambai. Apa yang dia katakan?

"Baik?"

"Aku tak khawatir!"

Hah? Oh, aku mengerti. Dia mungkin mencoba mengintimidasi kita, tapi aku tak takut, jadi jangan khawatir. Itu yang dia maksudkan.

“Oke, kita akan kembali!” 

“Kita berangkat!”

Kereta itu berderak pergi. 

"Sekarang. Kalian berdua bantu aku. "

" Oke! "

Aku mulai mengajari mereka cara memasak dan mengurus tugas lain-lain. 

"Bubba Shield, tanganmu hebat."

"Oh ya?"

"Ya! Kau benar-benar hebat dalam memotong ikan dan monster!” Diberitahu seperti itu tak terasa buruk sama sekali.

“Perisaiku memiliki kekuatan misterius yang membuat segala sesuatu terasa lebih baik, jadi aku tak bisa benar-benar diberi pujian. Saat kau memasak, pikirkan tentang rasa ... masakan orangtuamu, dan cobalah untuk menciptakannya kembali.”

"Baik! aku akan mengajarimu cara membuat sesuatu yang aku sukai, Bubba Shield. "

Rasa masakan orang tuamu ... Aku seperti menginjak ranjau darat, tapi dia menjawab dengan senyum di wajahnya. aku kira itu tidak masalah selama dia tersenyum.

Dan begitulah, aku akhirnya menjadi orang yang diajarkan sesuatu yang baru, tetapi terserahlah. 

"Apakah ini bagaimana kau seharusnya memotong permata?"

"Ya. Itu cukup bagus untuk hasil pertamamu.”

Menimbang bahwa tipe demi-human Imiya membuatnya secara alami handal dengan tangannya, aku memutuskan untuk mengajarinya apa yang aku tahu tentang meracik obat-obatan dan membuat aksesoris.




TL: Ryuusaku
EDITOR: Poo

0 komentar:

Posting Komentar