Senin, 02 Desember 2019

I Became Hero’s Bride! Novel Bahasa Indonesia Chapter 22 – Pupil Mata Gadis Suci itu Berkedip

Chapter 22 – Pupil Mata Gadis Suci itu Berkedip



Note: Disini si pendeta (priestess) bakal juga dipanggil gadis suci (Holy maiden) dan pupil yang dimaksud juga pupil mata, bukan pupil murid.


Waktu 'berdoa' Pendeta berakhir. Pengikutnya dengan hati-hati membuka pintu aula. Priestess-nim. Kau di dalam? Dari jauh di dalam ruangan, orang bisa mendengar gemerisik pakaian, dan akhirnya sebuah suara yang anggun terdengar.

"Silahkan masuk."

Saat punggawa membuka pintu, seorang wanita berambut perak yang menggairahkan mengenakan jubah putih di atas tubuhnya yang telanjang menyambutnya. Itu adalah Gadis Suci ‘Orleia. Bahkan ketika punggawa pria itu menatapnya dengan tertakjub, dia tidak menyembunyikan tubuhnya. Sebaliknya, dia dengan bangga memamerkan tubuhnya seperti kucing dan tersenyum puas.

‘Mitohi-nim yang mengawasi kita mengatakan,“ jangan malu menunjukkan tubuh telanjangmu kepada orang lain. Sebaliknya, justru dirimu yang kurang percaya diri. ”‘

Itu adalah sebuah ayat dari kitab suci ‘Jalan Pupil’ 69:74. (0.5) Tidak seperti mantan kawannya Eri, dia bukan seseorang yang menganjurkan eksibisionisme di mana saja, tetapi dia juga tidak mengecamnya. Jika dia harus membuat keputusan, bisa dibilang dia bersenang-senang dengannya. Karena seperti yang dikatakan Bapa dari imam dan dewa Pupil Agung Mitohi, dia memiliki kepercayaan diri.

Bahwa tidak mungkin pria tidak akan jatuh cinta pada tubuh ini.

"I, itu ... Ehem. Kerajaan telah mengirim surat. "

Seolah-olah daerah bawahnya mulai tidak nyaman, punggawa menyerahkan pesan dengan sikap canggung. Heh ♪ Orleia melihat amplop bertanda segel kerajaan dengan penuh minat. Jika itu adalah kerajaan, itu adalah negara tempat 'kekasihnya' tinggal untuk saat ini. Pria yang berhati dingin. Pria itu hanya mengejek pernyataan cintanya, tetapi ketika pangeran feminin itu memintanya untuk tinggal di kerajaan, dia langsung menerimanya.

Orleia menyobek segel dengan wajah yang lebih cocok untuk seorang penjahat daripada seorang pendeta saat dia berkata dengan perkataan penuh ‘bisa’.

"Omong-omong, aku mendengar bahwa hal-hal menarik terjadi di negara itu belakangan ini."

Raja pembuat masalah itu membuat sang pangeran menjadi seorang wanita dan mencoba menikahkannya dengan kekasihnya dan kerusuhan terjadi karena itu. Menyeringai. Ketika Orleia membuka surat itu, tanpa sadar dia terkekeh. Dari apa yang didengarnya, Pangeran Clarice akhirnya menjadi wanita. Tapi hanya karena memang begitu, bukan suatu alasan untuk itu membuat mereka bertunangan. Plus, lawannya adalah kekasihnya itu. Kekasihnya itu, selama petualangan penaklukan raja iblis mereka, telah menangkis serangan tubuh yang tak terhitung jumlahnya (bukan gulat ya, tapi godaan) dan perangkap madu.

Memangnya pertunangan adalah nama beberapa goblin di daerah perburuan? Mereka itu tidak akan melaluinya dengan mudah...

'Undangan pernikahan. Pahlawan dari dunia lain Minwoo dan Putri kelima kerajaan Clarice akan bertukar janji pernikahan. Sebagai teman lama Pahlawan dan penyelamat sang putri, kami berharap agar White Maiden Orleia dari kepercayaan Mitohi untuk mengunjungi kerajaan dan memberkati pernikahan suci mereka. ’

Dan dunia berakhir saat itu juga.

***
Hut! Mata Orleia tersentak terbuka. Dia melihat sekeliling dan melihat dia ada di ruang doa. Untunglah. Apakah dia pingsan di tengah 'doa'nya? Orleia memandangi tanda pupil yang melambangkan kepercayaan dan menghela napas lega.

Ahh. O dewa Mitohi. Kenapa Anda setega ini? Tidak peduli seberapa besar Anda ingin menghukum babi ini, mimpi berkualitas rendah semacam itu...

"Itu bukan mimpi, Pendeta."

Sialan!

"Oh, Pupil Agung. Ya Tuhan ...."

Punggawa memberikan surat kepada Orleia yang putus asa.

"Apa ini?"
"Ini surat. Nyonya Pendeta menjatuhkannya saat kau mengeluarkan surat itu dari amplop."

Mengapa mereka mengirimkan dua surat? Orleia membaca surat itu, waspada terhadap kejutan-kejutan menjijikkan baru yang mungkin muncul. Kilatan mata penjahat keluar. Orleia dengan hati-hati melipat surat itu dan tersenyum jahat.

“Mungkinkah ... O Mitohi. Apakah ini juga kehendak Anda. Kuk kuk ... ”
<TLN: sfx ketawa jahat.>

Orleia menanggalkan jubahnya. Mengabaikan punggawa yang terkejut dengan tubuh telanjangnya, Orleia mulai mengenakan pakaian dalam dan pakaian pendeta wanita yang terbaring terlipat di sudut ruangan.

"Aku harus bertemu dengan Uskup."
"P, Pendeta?!"

Terakhir dia mengambil pedang suci dan akan segera meninggalkan aula doa sebelum dia berhenti dan kembali menatap sang punggawa.

"Kau harus tinggal di sini. Kau punya masalah yang lebih genting, bukan?"

Orleia menyeringai. Dia langsung memalingkan matanya ke bawah, pada selangkangan punggawa yang berdiri dengan canggung.

Orleia pergi, dan punggawa berwajah merah hanya bisa tanpa daya mencengkeram selangkangannya.

***

Isi surat kedua adalah sebagai berikut.

Kepada Gadis Suci mulia (性 女) yang mengikuti ajaran Dewa Seksualitas (性 神). Sebagai ibu dari sang putri, aku memiliki suatu permintaan. Saat ini, perkawinan dengan pahlawan sudah mendekat, putri kita masih mengabaikan sifatnya (jenis kelamin) sebagai seorang wanita, dan pada tingkat ini, aku takut bahwa akan ada kesulitan pada malam pertama. Oleh karena itu, akan menenangkan jika Gadis Suci mau untuk mendidik sang putri tentang aktivitas seksual sebagai seorang wanita. Karena sang putri hanya memiliki wanita berbahaya dari 'CLC' yang mengelilinginya, aku hanya bisa mengandalkanmu. Tentu saja, aku tidak akan pelit sebagai balasan atas layanan Anda. Aku mohon.
- Ratu
<TLN: gadis suci (性 女) dan gadis lacur (性女) pengucapannya sama.>

Singkatnya, dia disuruh untuk mengajari Clarice untuk menjadi istri yang benar. Setelah membaca pesan sepenuhnya, Orleia merasa sulit. Mengelus pedang suci bak dia lakukan pada anaknya sendiri, Orleia merasa sangat menyesal.

"Setelah menikahkan pahlawan suci kita, bahkan mereka memintaku untuk mengajari pengantin wanita pendidikan seks..."

Uskup menggigit bibirnya karena malu. Meminta Gadis Suci yang mulia untuk mengajar pendidikan seksual bukanlah masalah. Salah satu tugas utama yang kepercayaan Mitohi yang menyembah Dewa Seksual. Mengajari mereka yang terlalu pemalu dan/atau kurang pengetahuan tentang aktivitas seksual.

Masalah sebenarnya adalah, Minwoo telah diakui oleh kepercayaan Mitohi sebagai Pahlawan Suci yang memiliki pedang suci yang dianugerahkan padanya. Jika suatu hubungan akan berakhir hanya dengan pemindahan pedang suci maka ini bahkan tidak akan menjadi masalah. Namun, selama berabad-abad, kepercayaan Mitohi mengambil Pahlawan Suci sebagai suami dari Gadis Suci. Karena salah satu prasyarat untuk diterima sebagai pahlawan suci adalah memenangkan cinta Gadis Suci.

Dengan kata lain, pedang suci adalah bukti fisik dari cinta antara Pahlawan suci dan Gadis Suci. Namun pedang suci saat ini ada di tangan Orleia. Karena begitu Minwoo mengalahkan raja iblis, dia telah membuang pedangnya dan kembali dengan Clarice.

Memang pria berhati dingin. Tapi lelucon ini sudah berakhir.

"Jangan kecewa, Tuanku Uskup. Sebaliknya, ini adalah kesempatan. "
"Eh? Kesempatan?"

Fufu. Orleia berbisik sembunyi-sembunyi seperti kucing.

“Kesenangan seorang wanita beberapa puluh kali lebih besar daripada seorang pria. Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa Putri Clarice, yang tidak tahu apa-apa tentang hubungan seksual akan dapat menahannya? ”
"Pendeta. Kau tidak bermaksud... "

Uskup menangkap rencana jahat Orleia dan bergidik. Seolah-olah pesta mewah diletakkan di depannya, dia menjilat bibir merahnya dengan nikmat dan berkata.

“Dengan alasan pendidikan seksual, aku akan membuat pikiran dan tubuh Putri Clarice menjadi milikku. Lalu jika kekasihku menjadi milik Putri Clarice, maka aku bisa menjadikan putri itu milikku. Karena dengan begitu kekasihku juga menjadi milikku. ” 
<TLN: wtf :v>

Deklarasi yang cukup mengerikan. Uskup mengusap hidungnya dengan jari, sangat tersentuh. Itulah Gadis Suci kami!

Orleia memeluk pedang suci saat dia membayangkan Clarice yang tidak diragukan lagi akan bercinta dengan kekasihnya, saat dia perlahan membuka matanya.

"Putri. Aku akan menyerahkan keperjakaannya kepadamu. "

Tetapi-

"’Lubang’nya milikku." 
<TLN : Ehm, you know lah lubang cowo cuma ada satu dibawah>

Mata Gadis Suci yang penuh nafsu berkobar.

Note:
Uh... uh-oh? :v


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: MobiusAnomalous
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar