Senin, 19 April 2021

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 215. Barbarian Armor +2

 Chapter 215. Barbarian Armor +2


 
Setelah selesai berbicara dengan Ratu, aku pergi ke Toko Senjata.

"Oh. Hei, Nak. Lama tak jumpa."
"Iya, sudah lama sekali aku tidak kesini, bisnismu semakin berkembang."

Akhirnya aku bertemu lagi dengan Pak Tua dari Toko Senjata. Paman Imiya juga ada disini sebagai asistennya, dia sedang merapikan senjata di etalase. Terlihat lebih banyak produk dibanding sebelumnya. Mereka kelihatannya sangat sibuk, dan bisnisnya sekarang sudah jauh lebih berkembang.

"Bagaimana kabarmu?"
"Cukup baik. Pesananmu sebentar lagi akan segera selesai. Perisai-mu, nak."
"Bagus. Berapa biaya yang harus aku bayar?"
"Kau memberikanku asisten secara gratis, jadi kau perlu 10 keping emas saja untuk biaya mencari bahan-bahannya."

Pak Tua mengatakannya dengan baik hati, menunjuk ke arah Paman Imiya. Ini adalah sebuah maha karya yang dibuat menggunakan bahan Reiki. Jadi kualitasnya mungkin sama seperti senjata yang ada di pelelangan Zeltoble.

Terlebih lagi ini adalah senjata yang dibuat secara khusus oleh Pak Tua, mungkin akan berharga lebih tinggi lagi. Masalahnya adalah apa yang akan aku lakukan dengan perisai ini setelah aku tiru... Karena tidak ada orang yang menggunakan perisai dan lihai memanfaatkannya sepertiku.

"Harga pasarnya kurang lebih 50 keping emas kan?"

Paman Imiya menjawabnya, seolah dia sedang membaca pikiranku. Jika yang ada di pelelangan Zeltoble sebelumnya adalah Pedang Reiki, maka ini adalah Perisai Reiki. Dan produk ini secara khusus dibuat oleh Pak Tua, maka kualitasnya sudah tidak bisa diragukan lagi.

Yang menjadi masalah adalah harganya. Diriku yang sekarang sangat mampu untuk membayar 10 keping emas saja. Karena aku mendapatkan banyak uang dari mengelola wilayahku. Atau mungkin, hal terpenting adalah harus bisa mengatur keuangan saat sedang membeli peralatan untuk melawan gelombang.
Itu sepertinya murah, tapi jika harga aslinya adalah 50 keping emas aku masih ragu untuk membelinya.

"Apa ini adalah produk berkualitas tinggi?"
"Tentu saja, kau dapat mengetahuinya hanya dengan melihatnya saja. Meskipun dia tidak akan menggunakannya, ini masih bisa dijadikan pajangan."

Pak Tua juga menganggukkan kepala. Tapi tetap saja... Itu adalah perisai yang mereka buat dengan susah payah untukku, aku merasa tidak enak jika tidak membelinya. Aku ingin tetap membelinya meskipun akhirnya aku simpan digudang.
<TLN : Jadi disini tuh Naofumi bimbang antara mau beli fisiknya (Bukan sekedar copy perisai) atau engga. Dia kaya gaenak udah susah-susah dibikinin tapi gadibeli. Kalo beli fisiknya juga harganya mahal. Trus Paman Imiya coba nenangin dia kalau ini tuh pasti bakal kejual nantinya.>

"Aku akan memikirkannya lagi nanti. Bagaimana dengan zirah ku?"
"Bijih yang kau kirimkan sangat berkualitas, kami tidak mengalami kesulitan sama sekali memasukkannya. Menggunakan itu sebagai acuan, kami berhasil memperkuat zirahmu."

Setelah memberikan perintah, Paman Imiya pergi ke belakang toko untuk mengambil zirahku. Penampilannya tidak terlihat berbeda dengan Barbarian Armor biasa. Tapi, jika diperhatikan baik-baik, bahan dasarnya sekarang sudah dilapisi dengan kulit Reiki. Dan ada beberapa sambungan berwarna hitam menjadi lebih terang.

"Apa ini?"
"Kami menggunakan besi yang terdapat pada Reiki. Awalnya terdapat beberapa masalah dengan beratnya, tapi kami bisa menutupi kekurangan itu. Dan anehnya, ini menjadi lebih ringan setelah kami mengubah susunan intinya."
"Jadi begitu..."

Aku memeriksa status Barbarian Armor.

Barbarian Armor +2?
[Defence Up] [Shock Resistance (Large)] [Fire Resistance (Extra Large)] [Lightning Resistance (Large)] [Absorbtion Resistance (Mid)] [HP Recovery (Weak)] [Magic Recovery (Weak)] [SP Recovery (Weak)] [Magic Increase (Mid)] [Dragon Emperor’s Divine Protection] [Magic Defence Production] [Automatic Repair Function] [Earth Pulse’s Divine Protection] [Dragon Attribute] [Dragon Territory] [Growing Ability]

Zirah ini sekarang memiliki lebih banyak status setelah kehilangan status Dark Resistance. Apa Fire Resistance timbul karena menggunakan bijih itu?

Disini juga ada Dragon Attribute, mungkin entah bagaimana ini akan bekerja dengan inti Gaelion. Lalu apa itu Dragon Territory? Growing Ability, entah kenapa aku bisa membayangkannya...
Aku harus bertanya kepada Gaelion nanti.

"Berapa biaya pembuatannya?"
"Kau pasti akan menggunakannya dengan baik, nak, anggap saja biayanya adalah bahan-bahan yang kau berikan kemarin."
"Itu sangat membantu."
"Itu karena aku mendapatkan banyak keuntungan darinya. Harga diriku tidak memperbolehkanmu membayarku, nak."

Pak Tua banyak sekali membantu, aku selalu menempatkannya sebagai orang yang paling aku percaya nomor dua setelah Raphtalia. Mengecewakan sekali dia tidak mau pergi ke wilayahku.

"Apa aku bisa langsung menggunakannya?"
"Tentu saja! Tunjukkanlah kepada kami."

Aku membawa Zirahnya dan pergi ke ruang ganti. Untuk beberapa alasan, ini terasa seperti pakaian baru. Aku mendapatkan perasaan misterius, ini...
Bagaimanapun juga, tidak ada yang banyak berubah dari desainnya. Hanya warnanya saja yang berbeda.

"Hm?"

Kainnya terasa berbeda. Aku tahu jika dia menggunakan bahan yang bagus untuk zirah ini. Aku menerima produk yang terbaik. Ukurannya juga pas, nyaman digunakan.

"Bagaimana?"
"Oh, jika melihatnya langsung. Tidak banyak yang berubah, seperti ekspektasiku darimu..."
"Um... Mungkin ini sedikit sulit dimengerti, tapi menurutku... tidak ada yang jauh berbeda dari Hero-sama... sebelumnya."

Paman Imiya mengatakan hal yang tidak jelas.
Tentu saja dia tidak mengerti..... Pak Tua merasa senang melihatku, tapi aku merasa seperti kecoa yang baru saja melewati masa metamorfosis.
<EDN: Penjelasan mudanya adalah, dia seneng peralatannya bisa naik level>

Bagaimanapun juga, aku merasakan ilusi seakan menjadi sangat kuat hanya dengan menggunakannya saja. Karena selama yang aku tahu, Pak Tua memiliki kepercayaan diri yang tinggi terhadap zirah yang dibuatnya. 

Raphtalia bilang dia ingin menjadi pedangku. Kalau begitu Pak Tua dapat menjadi zirahku. Jika membicarakan kualitas, tentu saja Barbarian Armor ini memiliki kualitas yang terbaik.

"Terima kasih."
"Sudah lama sekali Aku tidak mendengarmu mengatakannya."
"Aku barusan mengatakannya."
"Ngomong-ngomong, dimana Nona? Sudah lama aku tidak melihatnya."
"Dia sedang berlatih."
"Hmm..."
"Oh iya. Pak Tua, apa kau bisa melihat aliran sihir?"
"Apa itu?"

Aku menjelaskan kepada Pak Tua tentang bagaimana cara menambahkan sihir saat sedang memasak atau membuat obat dapat meningkatkan kualitasnya.

"Aku tidak dapat melihatnya. Tapi aku mengerti cara menambahkan sihir."
"Benarkah begitu?"
"Yaa, mungkin aku tidak dapat melakukannya sebaik dirimu. Apa lain kali kau mau membantuku?"
"Aku akan memikirkannya."
"Dan, tidak bagus jika kau tidak mendengarkan bahan-bahannya dengan baik. Memasukkan sihir adalah hal yang bagus, tapi terkadang menarik sihir itu sendiri dari bahan juga hal yang penting."

Hmm... Menambahkan sihir itu penting, tapi terkadang lebih baik menarik sihir? Apa dengan begitu aku bisa menarik kekurangan dari bahan material itu sendiri? Menambahkan sihir itu adalah hal bagus, tapi jika bahannya sudah bagus maka tidak perlu memasukkan sihir? Apa ini seperti metode The Way of Dragon Vein? Apa tidak ada panduan cara atau semacamnya? Hm? Suatu ide melintas di kepalaku. Aku harus mencobanya nanti.

"Baiklah kalau begitu, aku tidak ingin berlama-lama dan mengganggu pekerjaanmu... Oh, iya. Apa aku bisa memesan kereta lagi?"
"Hm? Apa yang terjadi dengan yang kemarin?"
"Filo berkendara dengan ceroboh dan membuat kereta itu melakukan hal-hal yang tidak terbayangkan."
"Apa yang dia lakukan?"
"Balapan menaiki gunung... Dia membawa kereta itu melewati jalanan hancur dan melompati tebing."
"Balapan seperti apa yang terjadi!"

Seperti perkiraanku, dia pasti akan terkejut mendengarnya. Bahkan Paman Imiya juga sama terkejutnya.

"Dia tidak akan melakukannya lagi, jadi aku ingin memesan yang sama persis seperti yang sebelumnya."
"Aku mengerti. Aku akan membuat rangkanya nanti, sebaiknya kau ajak Nona kecil lain kali. Akan lebih baik jika ukurannya pas kan?"
"Ah, nanti aku akan mengajaknya."
"Baiklah."
"Aku ada rencana pulang ke desa dalam waktu dekat." Sebut Paman Imiya.
"Jadi, hanya kau yang akan pergi kesana?"
"Hanya sementara waktu saja. Sebaiknya kita segera meningkatkan peralatan para penduduk desa kan?"
"Mmm... Itu benar."

Sampai sekarang, mereka masih menggunakan pedang dua-tangan. Jika aku tidak bertanggung jawab dan tidak segera menggantinya, mereka akan kesulitan saat bertarung nanti. Untuk sekarang aku akan membantu mereka semampuku. Imiya telah menunjukkan peningkatan kemampuan yang pesat. Aku berharap agar Paman Imiya juga menunjukkan hal yang sama.

"Sebenarnya aku tahu Hero Perisai-sama menginginkan orang lain yang pergi kesana."
"Tidak... Itu..."

Ugh, sial ini canggung sekali. Memang benar, aku menginginkan Pak Tua dari Toko Senjata untuk pergi ke wilayahku. Bukan maksudku untuk membandingkan Paman Imiya dengan Pak Tua. Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu...

"Tolong, tidak perlu terlalu khawatir. Aku tidak mau kalah darinya."
"Itu benar, dia sudah cukup hebat. Kupikir aku tidak akan dapat menyelesaikan perisai itu tanpa bantuannya."
"Karena Hero Perisai-sama memiliki ekspektasi yang tinggi kepadaku. Aku tidak punya pilihan lain selain membantumu. Tidak, aku harus melakukannya."

Jika Pak Tua yang mengatakannya pasti kemampuannya dapat diandalkan. Kalau begitu lebih baik Aku membantu segala persiapannya di desa.

"Aku akan menunggu kedatanganmu. Apa aku harus mengumpulkan beberapa material?"
"Iya. Hmm, aku akan merasa senang jika kau mau menyiapkan tempat pandai besi untukku."
"Baiklah. Aku akan pergi ke kota sebelah, disana terdapat beberapa orang yang dapat membantumu. Aku dapat meminta bantuan mereka."

Tidak masalah jika aku meminta bantuan Pedagang Aksesoris. Membuat aksesoris membutuhkan tempat kerja yang bagus agar kualitasnya terjaga. Aku tahu dia dapat membuat bengkel seperti itu. Aku akan meminta dia membuat satu untuk desa ku.

Aku akan menawarnya sekuat tenaga. Dia juga memiliki hubungan yang baik dengan Pedagang Budak. Dia adalah seorang masokis, jadi dia pasti akan merasa senang jika aku menawar dengan gila.
Tentu saja aku akan mengawasi proses konstruksinya agar dia tidak bekerja sembrono.

"Kalau begitu, aku akan datang lagi saat perisainya sudah selesai."
"Ah, sampai jumpa lagi..."

Dengan begitu, aku berjalan meninggalkan Toko Senjata.




TLChopin
EDITOR: Bajatsu
Proofreader: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar