Sabtu, 20 Januari 2024

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 375: Perayaan Kemenangan

Chapter 375: Perayaan Kemenangan



 
Hari itu, kami kembali ke kota kastil dengan suasana pesta. Ke mana pun kami pergi, orang-orang merayakan kemenangan kami sambil mengucapkan terima kasih kepada para Hero. Menurut mereka, setelah Dewi Jalang turun, pasir di Jam Pasir Naga terus berjalan, tapi sekarang semua pasir terjatuh, dan menjadi sunyi. Itu tidak lagi bergerak untuk menandakan gelombang berikutnya, dan tidak bersuara, atau haruskah kukatakan sekilas, tak ada manfaat lain lagi selain menjadi tempat melakukan upacara Kenaikan Kelas.

Dan suasana langit, ada yang sedikit berubah, seiring orang-orang merasakan perdamaian telah datang ke dunia. Oh benar, dalam perjalanan pulang, monster mendekati kami, dan menundukkan kepala mereka. Menurut Gaelion, sekarang dunia sudah tenang, mereka tidak lagi harus hidup dalam ketakutan... jadi mereka datang untuk mengucapkan terima kasih kepada para Hero yang mewujudkan kedamaian ini. Situasi itu nampaknya mencurigakan, tapi melihat ke langit yang tenang, aku mulai mempercayainya. Yah, kehadiran Dewi Jalang telah terputus.

Aku memasang penghalang di seluruh dunia, jadi dewa dengan tipe yang sama seperti Witch itu tidak bisa datang lagi. Gelombang tidak akan datang lagi karena ada yang mengambil posisi dewa. Tindakan aku selanjutnya akan diputuskan setelah mendengar semua pendapat berbeda dari banyak orang.

“Terima kasih, Hero-sama~! Terima kasih!”

Aku mendengar banyak sekali sorakan seperti itu di sepanjang jalan, dan sebelum aku bisa memasuki kastil, aku terpaksa harus mengikuti parade. Seperti biasa, aku tidak bisa terbiasa dengan hal ini. Sebelumnya, aku pernah ingin melihat dunia ini hancur...

Meski begitu, menurutku Melromarc sudah banyak berubah. Saat ini, Manusia dan Demi-Human saling bersandingan satu sama lain di Kota Kastil dengan baik, dan mereka semua memberikan kami ucapan terima kasih yang mendalam.

Sekarang ada 20 Hero... agak banyak juga ya. Mungkin Sampah memahami hal itu, karena dia mulai membuat kami berbaris 4 barisan, dan menempatkanku sebagai pusat perhatian parade. Kupikir itu agak kejam, tapi saat aku memastikan bagian depannya dengan kekuatanku, aku akhirnya bertanya pada diriku sendiri, ‘Siapa itu? Apakah dia juga seorang Hero?’.

Para prajurit dengan ramah menjelaskan orang itu adalah Hero dari dunia Glass. Tentu saja, penghuni dunianya juga bisa merasakan perubahan dunia. Mereka ikut serta dalam perayaan ini. Yaa, kami mencuri senjata dari reinkarnator yang membuat dunia mereka berantakan. Aku kira mereka sangat gembira.

Fuu.

Aku memasuki kastil, dan merasakan perasaan lega...

“Hero Perisai-sama datang!”

Petasan pesta diledakkan, dan para bangsawan dunia ini datang menyambutku. Ah, bisakah aku duduk dengan tenang?

“Maaf, aku sedikit lelah...”

Namun, sebagian besar secara mental. Karena berbagai kekuatan yang beredar di seluruh tubuhku, aku merasa mampu melewati beberapa abad tanpa tidur. Bukan berarti pikiranku juga perlu istirahat. Aku hanya ingin kedamaian dan ketenangan.

“Kami semua memahami itu. Orang-orang yang hadir di sini juga ikut dalam perang kemarin.”

Ratu dan Sampah menjelaskannya kepadaku.
Tidak, aku sudah mengetahuinya.

“Kalau begitu aku mengerti perasaan kalian karena harus merayakan perdamaian dunia, tapi sebaiknya kita beristirahat. Jika kau menggunakan seluruh ketegangan dan adrenalin yang tinggi untuk membakar kekuatan hidupmu, kau akan mati, lho.”
“Puji belas kasih Hero Perisai!”
“Hidup~!”
“Mereka tidak mendengarkanku!”
“Sudah, sudah, Naofumi-sama, semuanya. Kedamaian akhirnya datang kepada kita semua setelah sekian lama, dan semua orang gemetar kegirangan.”

Raphtalia menenangkan semua orang.
Yah, aku tahu apa yang ingin dia katakan, tapi...

“Seperti yang diharapkan dari Tuan Naofumi. Sekarang, Onii-sama, dalam tiga detik berikutnya, kamu akan tertidur di sini. Jika Kamu menganggap dirimu sebagai seorang pejuang, kamu seharusnya bisa tidur di mana saja.”
“A-Atla.”

Ah, Fohl terlihat sangat bermasalah.
Merupakan tantangan yang sulit baginya untuk berbaring di sini...

“Ayo.”
“Uuu...”

Dia benar-benar melakukannya! Benar-benar orang gila!

“Zzzz.... Zzzz...”

Wow. Dia ini sedang di hadapan banyak orang, dan dia benar-benar tertidur. Sejujurnya aku terkesan. Dia ini akan menjadi besar suatu hari nanti!

“Ah, Fohl-niichan luar biasa! Aku juga akan tidur!”

Dengan rasa kompetisi yang misterius, Kiel meringkuk di sisinya dalam mode anak anjing, dan mulai tidur.

“Sekarang suasananya menjadi lebih sepi.”
“Atla-san...”
“Seperti biasa, kau adalah orang yang kejam.”

Aku tidak bisa mengatakan aku tidak terkesan. Bahkan sebagai bagian roh senjata, dia memainkan kakaknya. Apakah ini maksud dari ungkapan ‘kematian tidak dapat menyembuhkannya?’.

Meski begitu, menurut aku, Fohl senang melakukan pembicaraan ini dengan Atla. Maksudku, wajah tidurnya sungguh damai. ... Dia belum mati, kan? Ya, dia belum mati.

“Ara~ Onee-san akan membawa Fohl-chan dan Kiel-chan ke kamar tidur di kastil. Jika ada anak lain yang mengantuk, silakan ikut denganku~.”

Sadina mengambil inisiatif, dan membawa keduanya dalam pelukannya. Aku tahu dia pandai menjaga orang, tapi itu adalah cara yang mulus untuk keluar dari situasi ini. Aku juga ingin pergi bersama mereka. Saat aku diam-diam mencoba mengikuti Sadina, para tamu dan Sampah memanggil dan menghentikanku.

“Mau pergi kemana? Iwatani-dono, menurutku tidak baik jika Tamu Utama dalam sebuah perayaan meninggalkan tempatnya sebelum tamu lainnya pergo.”

Aku ingin lari. Tapi aku dikelilingi oleh orang-orang. Ya, kalau aku benar-benar ingin kabur, aku bisa, tapi situasinya tidak sedrastis itu.

“Ah, Melty! Kau! Mau kemana, mencoba kabur bersama Filo!?”

Dia dengan santai mengikuti Sadina di belakang bersama Filo.
Aku tidak akan membiarkanmu pergi.

“Mel-chan, Firo ingin di sini dulu.”
“Akan ada sesuatu yang buruk jika kita tetap diam di ini. Ayo, kita ikuti Sadina-san, dan tinggalkan tempat ini.”
“Eh...”
“Hei... Ada apa gerangan dengan Ratu dari pemimpin negara terbesar yang ingin segera pergi dari sini?”
“Ara, Ibunda sudah kembali, jadi peranku berakhir di sini. Aku ingin menjadi seorang putri lagi.”

Dia mencoba melarikan diri dengan berpura-pura ramah, tapi...

“Jangan khawatir, Melty. Tubuhku sudah meninggalkan dunia ini. Jadi sekarang adalah waktunya dirimu berkuasa, putriku.”
“I-ibunda!?”
“Berkat suamiku, aku hampir tidak bisa bertahan di dunia ini sebagai kehidupan yang baru, aku tidak tahu berapa lama aku bisa bertahan di dunia ini. Melty, kamu adalah Ratu dunia ini sekarang.”
“T-tidak! Aku...”
“Hmm? Seingatku, Melty yang aku kenal lebih mementingkan tugasnya dulu. Apakah ini karena pengaruh dari Iwatani-sama?”
“Uu...”
“Melty, aku senang kamu tumbuh bebas. Aku yakin periode waktu yang tepat akan tiba di bawah kekuasaanmu. Kamu mungkin ingin menolak, tetapi kamu harus berpartisipasi dalam perjamuan ini.”

Para prajurit mencengkeram bahu gadis itu, dan menyeretnya kembali.

“TIDAK! Aku masih ingin menjadi gadis normal!”

Melty, kau seharusnya menjadi Idol atau apa?
Yah, kurasa Filo adalah idolanya di sini.

“Mel-chan, ayo bermain bersama!”

Filo melompati Melty saat dia dibawa dan dikurung di kursi tamu kehormatan.

“Hah... kurasa tidak ada yang bisa aku lakukan.”

Sepertinya aku tidak akan bisa lolos dari sini.
Aku mengundurkan niatku, dan berpartisipasi dalam perjamuan.

Kalau dipikir-pikir, ada juga jamuan makan saat kami mengatasi gelombang pertama. Itu adalah jamuan yang terburuk, tapi sekarang aku bertindak sebagai perwakilan, dan para bangsawan mengucapkan terima kasih kepadaku. Seolah-olah itu adalah peristiwa khusus, berbagai kejadian pun terjadi.

“Eclaire!”

Ren yang cukup mabuk memanggil Ksatria Wanita.
Apa ini? Tunggu, aku harus diam-diam mengawasi situasinya.

“Ada urusan apa denganku, Ren?”
“Ada hal yang ingin aku katakan setelah perang kemarin selesai.”
“Ucapkan saja.”
“Tolong kencanlah denganku!”
“... Apa?”

Dia akhirnya menembak dia! Ksatria Wanita sepertinya tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Dia menatap dengan takjub.

“Hero Pedang baru saja mengungkapkan perasaannya.”
“Kudengar Eclaire menjadi Hero Katana, kan? Bukankah mereka pasangan yang cocok?”
“Hasil seperti apa yang menanti kita?”

Daerah itu penuh dengan gosip, dan mata yang penasaran mengikuti kedua pendekar pedang itu.

“Eh, ah...”

Setelah akhirnya memahami situasinya, wajah Ksatria Wanita berubah menjadi merah padam, dan dia mulai berjalan menjauh untuk melarikan diri.

“Tunggu! Aku ingin mendengar jawabanmu!”
“D-diam! Aku punya tugas!”
“Tolong izinkan aku membantu tugasmu itu!”
“T-tidak. Kau punya kewajiban untuk membawakan perdamaian pada dunia!”
“Aku tahu. Bahkan situasi saat ini hanya kita yang telah melintasi gunung besar. Demi rakyat, dan kawan-kawan kita yang telah gugur, aku akan menghabiskan hari-hariku menebus kesalahanku sewaktu dulu. Oleh karena itu, Eclaire, aku ingin bersamamu.”
“K-kau tidak belum menebus apapun sama sekali! Tekadmu, akan aku bentuk lagi!”
“Kalau begitu... bisa aku menganggap itu sebagai jawabanmu?”
“Ap—tidak. Aku... pada pemuda sepertimu...”

Ketika dia hendak berbicara, kata-katanya menjadi terikat. Ya, Ren yang sekarang jauh lebih dewasa daripada Ren yang lama, dan tubuhnya dalam kondisi yang baik. Dia berevolusi dari Pendekar Bishounen jadi Pendekar Biseinen yang gagah. Jadi memanggilnya pemuda agak aneh. Terlebih lagi, sebagai Hero yang menyelamatkan dunia, tatapan orang-orang di sekitarnya cukup menyakitkan.

“Kau hanya mabuk dan bercanda. Aku akan pergi!”
“Tunggu! Inilah perasaanku yang sebenarnya!”

Ksatria Wanita pergi dari perjamuan. Maksudku, dia mengabaikan pandangan orang yang melihatnya, dan menerobos kerumunan untuk menjauh dari Ren.

“... Bodoh.”

Dengan ekspresi kesal di wajahnya, Taniko bersandar pada Gaelion dan mantan Caterpilland Raph sambil bergumam pelan. Aku merasa dia adalah gadis yang jauh lebih polos sewaktu dulu...

“Kenapa dirimu merasa ini hanyalah masalah milik orang lain? Ini salahmu yang membuat Wyndia menjadi seperti ini!”

Gaelion memelototiku dengan sekuat tenaga. Bukan masalah aku.
Yah, dia tidak ingin membalas dendam, tapi aku ingin dia tetap menolak Ren... mungkin Taniko tersesat dari jalannya.

“Wyndia!”

Setelah Ksatria Wanita menjauh darinya, Ren mulai berjalan mendekati Taniko. Wajahnya lebih merah dari sebelumnya. Sepertinya dia benar-benar mabuk.

“Menjauhlah.”
“Gyau!”

Dengan niat membunuh mengalir melalui setiap serat tubuhnya, Gaelion mengaum.

“Wyndia, aku akan bertanggung jawab!”
“Tunggu, kenapa kau mengatakan kalimat seperti itu sekarang...”

Suara bisikan semakin kuat. Apa Ren benar-benar hanya mabuk? Dia bertindak tanpa kehormatan seperti Motoyasu yang dulu. Ya, tanggung jawab yang dia bicarakan mungkin karena rasa menyesal telah membunuh ayahnya. Tapi menurutku label feminisasi sudah melekat padanya bagi orang-orang yang kenal dia dengan baik. Hal kedua tidak berjalan sesuai keinginannya dengan Ksatria Wanita, dia membuat pengumuman yang mengejutkan kepada Taniko.

“Wyndia! Aku pasti akan membuatmu bahagia--”
“Jangan berkata lebih dari itu! Lightning Dragon!”

Ah... kesabaran Taniko sudah habis. Terlebih lagi, Gaelion malah ikut bertindak. Bahkan dalam keadaan mabuk, Ren mengambil pedangnya, dan menangkis serangan yang terfokus padanya. Hebat sekali dia.

“Hmm?”

Filo mulai bernyanyi dan menari dalam suasana hati yang menyenangkan. Di belakangnya, Melty dengan enggan memetik alat musiknya. Bukan karena ingin, tapi untuk mencegah pembicaraan tentang pertunangannya denganku sampai ke Ratu, dia mungkin sedang melakukan pertunjukan.

“FUOOOOOH! Filo-tan bernyanyi!”

Dan seperti biasa, Motoyasu menyukai Filo. Dia berdiri di depan, dan bersorak untuknya. Di belakangnya, tiga Filolial sedang memelototinya dengan ekspresi tidak menyenangkan. Apakah ini semacam cobaan bagi mereka?

“Kue~ Kue~”

Fitoria juga mulai bernyanyi. Tidak tunggu, apa dia bagian back chorus? Ini seperti campuran Capella, meningkatkan ketegangan konser. Kemana Sampah yang seharusnya memimpin semua ini?

Aku mencarinya, dan menemukannya sedang minum anggur di teras bersama Ratu. Suasana aneh di sekitar mereka menghalangi aku untuk mendekat. Yah, apapun suasananya, aku tetap datang dan mengajak bicara mereka.

“Oh, Iwatani-dono. Tampaknya ada masalah apa?”
“Konser ini sangat luar biasa, jadi aku kesini untuk memberitahumu agar menghentikan mereka.”
“Mungkin membiarkan mereka adalah tindakan yang kurang baik, tetapi aku ingin semua orang menikmati perayaan ini tanpa batasan. Aku tidak yakin usah menghentikan mereka.”

Ratu menutup mulutnya dengan kipasnya sambil mengatakan itu. Dia benar-benar seorang Rubah yang baik dengan mulutnya.

“Bagiku, mungkin akan jauh lebih efektif jika Iwatani-sama yang mencoba menghentikan mereka.”
“Jika aku melakukan itu, yang ada orang-orang senang.”

Apa pun yang terjadi, aku tidak tahan dengan orang, atau haruskah aku katakan ruang audiensi yang besar. Dan dari pengalaman, aku hanya bisa mengatakan bahwa ini akan semakin memanas jika aku naik ke atas panggung.

“Memangnya kenapa? Sekarang, kami hanya menikmati meriahnya sebuah perayaan. Untungnya, tidak ada perkelahian yang terjadi.”
“Tidak... terjadi percekcokan di sana.”

Ada Ren dan Taniko sedang cekcok. Banyak orang berdiri mengelilingi mereka karena ingin menyoraki mereka berdua, dan rasanya semua orang sedang mencari perdamaian. Di luar kastil... tidak, lebih tepatnya di seluruh dunia, kegembiraan melonjak. ... Aku menjauhkan diri dari pasangan idiot itu, dan bertemu Itsuki.

Dia juga sedang bersama seseorang, dia sangat dekat dengan Rishia, dan membahas sesuatu dengannya. Begitu dia melihatku, Itsuki memanggilku.

“Ada apa, Naofumi-san? Semua orang akan sedih jika tamu kehormatan murung di luar sendirian.”
“Tanpa aku, perayaannya akan tetap berjalan.”
“Tapi menurutku mereka akan lebih senang jika kau ada di sana.”
“Ya, menurutku juga begitu.”
“Ya ya. Dan? Apa yang kalian lakukan di sini?”
“Kami sedang apa? Kami sedang santai, menikmati jamuan makan sambil merencanakan apa yang akan kami lakukan nanti.”
“Meski begitu, suasana di antara kalian cukup manis, lho.”
“Fuee!?”

Biar aku ingatkan mereka karena sudah lupa dengan tugas utama mereka. Mereka juga tamu penting, tapi mereka berdua malah menyerahkan semua tanggung jawab itu padaku, dan menikmati waktu mereka di sini. Aku akan mengutuk mereka.

“Ya. Aku cukup sadar aku menciptakan suasana manis bersama Rishia-san.”
“FUEEEEEE!?”

Rishia meninggikan suaranya lebih keras lagi, saat wajahnya memerah.

“I-Itsuki?”
“Ini mungkin terdengar sangat egois. Tapi aku ingin menjawab niat baik Rishia-san. Aku orang berdosa. Tapi... jika aku tidak bisa membuat seorang wanita lajang bahagia, aku tidak yakin bisa menyelamatkan siapa pun. Terutama jika seseorang itu adalah orang yang tidak berdosa seperti dia.”
“Itsuki-sama... Apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkan dirimu.”
“Rishia-san...”

Dan dimensi hanya untuk mereka berdua tercipta. Ah, sudah terserah kalian saja jika mau bermesra-mesra. Jika kau menerima pelecehanku begitu saja, akulah yang akhirnya terlihat bodoh.

“Kelihatannya di sini cukup tenang. Mau bicara sebentar, Naofumi-san?”
“Ya, boleh.”

Kemudian, Glass datang. Dia menyelamatkanku dari dimensi merah muda yang mengelilingi Itsuki dan Rishia.

“Aku terselamatkan. Aku merasa seperti menyatu dengan latar belakang tersebut, namun aku tidak yakin tindakan apa yang harus diambil.”

Jika Raphtalia ada di sana, maka mungkin aku bisa lari, tapi saat ini, dia ada di tempat dudukku, berbicara dengan para bangsawan menggantikanku. Aku harus bertukar tempat dengannya nanti.

Atla tengah mendapat ceramah dari Sadina karena menjahili Fohl. Yah, aku ragu itu akan berpengaruh padanya. Raph-chan bernyanyi bersama Filo. Ah, dia berubah menjadi wujud anak Raphtalia. Dan yang asli menjadi marah.

“Dan? Bagaimana? Suasana dunia yang damai.”
“... Kurasa aku harus mencari tahunya mulai sekarang. Aku yakin mulai saat ini, orang-orang di duniaku dan duniamu akan mulai saling satu sama lain.”

Jadi, dia tidak berpartisipasi dalam perayaan tersebut.
Bukannya aku tidak paham perasaannya.

“Kalau soal itu, bukan berarti aku tidak bisa berbuat apa-apa.”
“Apakah kau mempunyai rencana khusus?”
“Ada cara untuk memisahkan dunia yang saling menyatu. Selama dunia masih terpecah, kau tidak perlu menghadapi pertemuan yang tidak perlu, bukan?”
“Apakah itu... yang kau sebut kekuatan dewa?”
“Ya, aku tidak bisa melakukannya, tapi Raphtalia bisa. Meskipun senjata sucimu harus diabadikan di suatu tempat.”

Jika mereka melakukan itu, dewa tidak akan bisa masuk. Dia tidak akan punya kesempatan untuk masuk. Yah, aku punya penghalang di dunia ini; Aku akan mendirikannya di dunia yang terbagi juga. Aku yakin mereka akan mampu membentuk tempat yang damai di sana.

“Apa benar bisa?”
“Jadi, apa yang ingin kau mau, Glass?”
“... Aku tidak tahu. Memang ada konflik, tapi menurut aku mengatasinya dan berdamai juga merupakan bagian penting dalam kehidupan.”
“Benar, mungkin ada orang di sekitar sini yang tidak mau menerima orang saing. Mungkin akan ada penganiayaan juga.”
“Lalu... apakah kedamaian sejati akan datang?”
“Tidak tahu. Inilah yang kita temukan pada akhir asimilasi dunia yang aneh ini. Ada juga pertarungan di antara mereka yang berasal dari ras yang sama.”

Duniaku adalah contoh yang bagus. Pada akhirnya, makhluk bisa hidup melalui konflik dengan makhluk lain. Bahkan jika yang ada hanyalah manusia, masih ada manusia yang berjuang untuk menunjukkan mereka lebih utama, dan akhirnya terjadi perang. Kau tidak bisa menyebut satu dunia ras pun sebagai dunia yang damai.

“Ini cukup sulit.”
“Itu benar. Ngomong-ngomong, Glass, kau tidak akan merayakan kemenangan ini bersama temanmu sendiri?”

Aku ingat melihat mereka minum untuk kemenangan mereka di usia yang cukup tua. Tapi Glass di sini berbicara denganku.

“Ya, aku menikmati jamuan makan sampai tadi. Tapi setelah sedikit tenang, semua ketegangan aku mereda.”
“Santai dulu saja...”
“... Aku dulu punya teman yang berharga. Dalam suatu kejadian, dia menghilang. Tanpa orang itu di sini, aku merasa tidak yakin boleh bersenang-senang tanpanya.”
“Teman? Seseorang yang kamu sukai?”
“Kami dekat sebagai teman, tapi dia itu seorang wanita.”
“Ah, begitu.”
“Sekarang, aku tidak tahu di mana dia, dan sedang apa...?”
“Apa kau yakin dia masih hidup? Kau ingin aku mencarikan dia?”
“Iya, dia masih hidup. Meminta bantuan Naofumi-san untuk menemukannya adalah pilihan juga. Tapi dia bilang dia pasti akan kembali suatu hari nanti, jadi aku akan menunggunya di sini, dan melindungi dunia untuknya.”

Saat dunia dalam keadaan darurat, ada orang hilang ... Glass juga punya seseorang yang dia tunggu. Aku akan mencoba mencari tahu orang itu dengan kekuatan dewa.

Aku menemukan hal yang aneh di masa lalu Glass, dan tidak dapat menemukan temannya itu dalam ingatannya. Apa dia orang dari dunia lain? Menurutku dia belum mati, tapi sulit menemukannya bahkan untukku. Jika aku memaksakan diri, mungkin saja aku bisa menemukannya, tapi Glass sendiri yang bilang tadi...

“Pertarunganku belum berakhir.”
“Pastikan kau tidak patah semangat.”
“Aku tahu.”

Dan untuk beberapa saat, aku diam-diam memandangi langit malam bersamanya di teras. Ketika aku mendengar penonton kembali bersuara, aku memeriksa kembali dan menemukan Pak Tua, Paman Imiya, dan Imiya sedang mengukir patung es. Tampaknya mereka menyuruh para penyihir kastil mengeluarkan sihir es untuk membuat balok es, dan mereka mulai memotong-motongnya.

“Oh, hei Nak.”
“Sedang apa kau, Pak Tua? Tunggu, kau menghadiri jamuan makan di kastil?”
“Mereka meminta aku untuk mengadakan semacam pertunjukan, dan aku baru saja tiba di sini. Aku ingin mengucapkan selamat kepadamu atas pertarunganmu selama ini, jadi tontonlah apa yang sedang aku buat.”

Dengan terampil menggunakan palu di tangan, Pak Tua berhasil menyelesaikan pemahatan patung. Filo seukuran aslinya diukir, dan menurutku skill yang dimasukkan ke dalamnya sungguh luar biasa... tapi bukankah ada yang salah dengan gambar ini? Terlebih lagi, ini adalah kumpulan bentuk manusia + bentuk burung.

“Jika kau punya permintaan, katakan saja. Tidak harus patung es.”
“Hmm...”
“Kalau begitu aku ingin mengajukan permintaan padamu.”

Entah kenapa, Sampah melintasi lautan manusia, dan membuat pesanan padanya.

“Aku ingin sebuah patung besar yang menjadi simbol besar atas apa yang telah dilakukan Iwatani-dono pada kita semua. Tentu saja setelah perayaan ini selesai. Pastikan itu sangat besar.”
“Apa yang kau katakan, kakek tua?”
“Aku biasa membuat ukuran patung yang bisa dipajang di ruang tamu, tapi aku mengerti. Jadi, seberapa besar ukurannya?”
“Hmm, agar bisa dilihat dari jauh... Tolong buatkan patung yang cukup besar agar bisa dilihat dari luar Melromarc.”
“Oh!? Patung Ayah Mertua!? Ada satu patung di negara duniaku juga. Patung Dewi yang menyanyikan kebebasan!”
“Bagian dewi terdengar tidak menyenangkan, tapi jika itu untuk Naofumi-dono, maka aku yakin orang-orang akan menghormati dan memuji wujudnya selama bertahun-tahun yang akan datang.”
“HENTINKAN IDEMU ITUUU!”

Kenapa mereka harus membuat sesuatu yang menjijikkan seperti itu? Pikiran Sampah melonjak terlalu cepat, dan aku merasa mual!
Dan Motoyasu, jangan ikut-ikutan! Alasan menyedihkan apa yang kau punya untuk memaksa Pak Tua membuat patung raksasa diriku? Mari aku coba tenangkan mereka, dan menggagalkan rencana pembangunan tidak jelas ini.

“Kau sudah cukup dipromosikan, Nak.”
“Tolong hentikan lelucon itu.”
“Haha, fakta dunia ini menjadi damai berarti tokoku akhirnya akan menjadi lebih sepi.”
“... Apa tindakkanku ini menghasilkan hal yang buruk?”

Toko senjata umumnya mendapat untung ketika ada musuh yang ditakuti untuk dilawan. Di masa yang akan datang, masih akan ada monster yang harus dilawan, tapi aku ragu akan ada waktu yang lebih menguntungkan sewaktu gelombang datang.

“Jangan pedulikan itu. Kedamaian harus dinikmati. Dan bukan berarti aku hanya akan menjual senjata, lho.”

Aku setuju dengannya... Aku mendengar Paman Imiya memiliki toko khusus bahan mentah meneral di masa lalu. Di dunia yang damai, mungkin toko senjata akan menjadi seperti itu. Dia orang yang membuat kereta Filo, dan menurutku dia bisa berbisnis sebagai tukang yang biasa menciptakan barang dari logam.

“Ini semua karenamu, Nak. Kurasa ada artinya aku berusaha keras untukmu juga. Untuk sementara, penjualan toko akan stabil.”

Pak Tua mengedipkan mata, dan menunjuk ke belakangnya.

“Seperti yang diharapkan dari toko yang sering dikunjungi Hero Perisai-sama! Tolong buatkan perlengkapan untukku!”
“Tidak, aku dulu--”

Berbagai permintaan mulai membanjiri, dan para bangsawan serta perwakilan negara lain mulai berbisik satu sama lain. Ya, sebagian besar baju besi yang aku pakai saat ini dibuat oleh tokonya. Kemampuannya sangat tinggi, sungguh mengejutkan.

Setelah itu, kami melakukan percakapan sederhana dengan beberapa lelucon yang bercampur. Motoyasu menuntut agar Patung Filo dilestarikan selamanya, dan dia mengajukan permintaan yang mustahil kepada Marin. Pada akhirnya, dengan izin Pak Tua, Kuu mencairkan suasananya.

“Pak, terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan sampai sekarang.”

Raphtalia datang dan mengucapkan terima kasih kepada Pak Tua.

“Oh, ada Nona Muda! Kamu jadi tambah cantik saja bukan? Rasanya orang yang aku temui dulu hanyalah ilusi belaka.”

Kalau dipikir-pikir lagi, perjalanan kami cukup panjang ... Aku dijebak oleh Witch, membeli Raphtalia sebagai budak, membeli senjata dari Pak Tua... banyak hal yang terjadi.

“Nah, nah, hadirin sekalian, berkumpullah. Sudah waktunya pertunjukan akrobatik monster. Ya.”

Ah, Pedagang Budak yang sudah lama tidak kulihat sedang memerintah monsternya untuk mengadakan suatu pertunjukan sirkus. Monster besar mirip harimau melompat melalui lingkaran api, dan monster misterius bernama Egugu mengendarai sepeda. Pertunjukkan itu menjadi tanda ada beberapa monster yang tidak mengetahui bahwa dunia telah diselamatkan.

Dengan senang Taniko menonton pertunjukan. Karena penasaran, dia terus bertanya kepada Pedagang Budak soal monster apa yang akan keluar nanti. Aku mengerti dia menyukai monster, tetapi orang yang dia ajak bicara seorang pengguna budak, dan mempekerjakan monster sampai habis-habisan. Dia orang yang jahat juga. Terlebih lagi, mereka memulai persaingan yang tidak dapat dipahami, dan Taniko membawa monster dari desaku ke atas panggung untuk melakukan pertunjukan. Yang dimodifikasi menjadi Raph, dan Filolial. Trik Gaelion pun membuat penonton bersemangat.

Ah, aku menemukan Elena, mantan teman Motoyasu.
Dia memasang wajah cemberut saat dia berbicara dengan orang tuanya.

“... Ah.”
“Sudah lama tidak bertemu.”
“Tidak, ini belum terlalu lama. Karena aku juga ada di medan perang.”
“Kau ada di sana?”
“Tentu saja. Orang tuaku tidak berhenti mengomel padaku.”

Seingatku ayahnya semacam personel militer di Melromarc.

“Aku berusaha untuk tidak menonjol, mungkin kau tidak lihat ada aku di sana.”
“Ah, begitu.”
“Tak kusangka mantan putri yang dieksekusi itu menjadi dewa penyerang dunia... dia seharusnya tahu kapan harus menyerah. Wanita bodoh.”
“Hei...”

Dia bilang itu dengan nada datar, padahal dia ini salah wanita yang dengan tenang menuruti kebobrokan Witch. Menurutku jika dia punya kekuatan sebesar itu, dia bisa menjalani hidup sesukanya. Dia bisa menikmati kemewahan sebanyak yang dia inginkan. Tapi aku kira jika terus melihat ke atas, tidak ada akhir yang terlihat.

“Yah, menurutku kau sudah bekerja keras. Kerja bagus.”
“Aku sama sekali tidak merasa senang mendengar pujian darimu.”
“Sepertinya benar... Ah, ini menyebalkan. Aku harus segera mendirikan toko di desa Hero Perisai, dan orang tuaku terus mengomel tentang keuntungan membuka toko di sana. Sedangkan  aku hanya ingin hidup santai, mengapa hidupku begitu sulit?”
“Itu salahmu! Bersyukurlah kau belum dieksekusi.”

Dia benar-benar melontarkan kata-kata kasar sebanyak yang dia mau. Sebagai bentuk hukuman, aku akan beri hak istimewa pada tokonya. Di pintu masuk aula terdapat seorang pedagang kokoh yang menjual aksesoris dengan penuh semangat. Untuk memperjelas siapa itu, dia adalah orang yang memiliki department store di Zeltoble. Ada juga penjual penipu yang menjadi jutawan. Dia membentuk aliansi dengan pedagang aksesori untuk mengambil kendali uang orang-orang yang berpesta di Kota Kastil. Tapi itu cerita untuk nanti. Aku yakin desa akan terus berkembang.

“Naofumi-cha~n!”

Sadina yang mabuk menarikku dari belakang.

“Apa yang kau lakukan? Jika bosan, bagaimana kalau menghibur semua orang dengan Onee-san ini?”

Setelah menyelesaikan ceramah Atla, tampaknya Sadina memulai kompetisi minum, dan satu hal mengarah ke hal lain.

“Jadi, Naofumi-chan akan ikut ya~! Semuanya, mari kita adakan kontes antara Onee-san ini dan Naofumi-chan~.”
“Oke semuanya! Hero Perisai dan Hero Harpoon akan melakukan suatu hal besar!”
“Hei! Sadina, hentikan!”
“Ahn, aku mencintaimu, Naofumi-chan~.”

Sadina mulai bersandar padaku.

“Hei, Raphtalia-chan, cepat lakukan hal menyenangkan bersama Naofumi-chan. Selanjutnya giliran Atla-chan, lalu bagianku.”
“Ahaha...”

Raphtalia menyeka keringat.
Seberapa serius dia, wanita ini?

“Jika kau tidak cepat, aku mungkin akan memakannya.”
“Siapa yang dimakan!? Hei, jangan mendekatkan wajahmu terlalu dekatku! Bau alkohol!”
“Tidak, aku orang nomor satu Tuan Naofumi!”

Atla membuat penampilan yang dramatis.

“Rafu~!”
“Ah, sepertinya Goushijin-sama sedang bersenang-senang. Firo dan Mel-chan ingin ikutan juga~! Hayu, Mel-chan, ayo--”
“Aku-aku tidak mau...”

Melty dan Filo mendekati kami. Jika kau tidak ingin, maka larilah. Penduduk desa dan rekan kami yang lain juga berkumpul.

“T-tolong hentikan! Naofumi-sama akan bersamaku!”

Astaga, hiruk-pikuk ini tidak ada habisnya.

Seperti itu, jamuan makan terus berlangsung. Setelah semuanya lelah, aku pergi dan beristirahat di kamar tamu, begitu sampai hanya untuk diberi ucapan selamat sekali lagi. Pada akhirnya, pintu perjamuan tetap terbuka selama seminggu penuh, tapi aku rasa itu tidak terlalu menjadi masalah.




TLBajatsu

0 komentar:

Posting Komentar