Rabu, 05 Juni 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 16. Persiapan Untuk Gelombang

Chapter 16. Persiapan Untuk Gelombang


[Perisai Tali telah terbuka]
[Perisai Pikyu Pikyu telah terbuka]
[Perisai Kayu telah terbuka]
[Perisai batu telah terbuka]
[Perisai Kupu-kupu telah terbuka]
[Perisai pipa telah terbuka]
[Dan Lainnya]

[Perisai Tali]
[Bonus Pemakaian : Skill - [Air Strike Shield] <Belum dikuasai>]

[Perisai Pikyu Pikyu]
[Bonus Pemakaian : Teknik memperbaiki senjata tingkat pemula 1 <Belum dikuasai>]

[Perisai Kayu]
[Bonus Pemakaian : Teknik Memproses Kayu 1 <Belum dikuasai>]

[Perisai Kupu-kupu]
[Bonus Pemakaian : Ketahanan Kelumpuhan (Rendah) <Belum dikuasai>]

[Perisai Pipa]
[Bonus Pemakaian : Skill - [Shield Prison] <Belum dikuasai>]

Dan lainnya


8 Hari telah berlalu.
Setelah berpisah dengan pak tua, kita melakukan perjalanan ke desa baru.
Desa itu bernama Riyuuto. Sepertinya tempat itu merupakan tempat singgah yang bagus untuk para petualang. Namun karena hanya ada satu penginapan, biaya penginapan untuk satu malam adalah 1 silver.
Pedagang keliling mendatangi desa ini hanya sekali dalam 2 hari.
Karena tidak ada apotek, aku menjual obat murah milikku langsung ke penduduk desa dengan tujuan untuk bersaing dengan obat yang diimport dari kota.
Untuk mengimbangi harganya, obat yang aku jual merupakan obat berkualitas rendah.
Ngomong-ngomong, kabar buruk ku sudah menyebar hingga kesini. Ketika aku pertama kali datang, aku harus menghajar mereka dengan teknik ‘mengeluarkan balon’ ku yang tidak terkenal.
Dan itulah intinya.
Berkat monster yang berada disekitar kota, obat-obatan, dan kayu. Aku dapat menyerap itu semua dan membuka banyak perisai baru. Aku juga mempelajari banyak skill dan teknik.
Ada beberapa status yang bertambah juga, tapi aku tidak akan membahasnya karena itu akan merepotkan.

“Tunggu--”

Raphtalia mulai mengejar monster mirip landak yang telah menyadari ketidak-untungannya, dan melarikan diri dari pertarungan.
Level Raphtalia telah naik sangat banyak. Sekarang aku berada pada Lv 20 sedangkan dia berada pada Lv 25.
Pertumbuhannya sangatlah cepat.
… Ngomong-ngomong, aku masih bertarung dengan bajuku yang biasa.
Dan karena aku belum pernah menerima damage, semua monster sepertinya lemah dan tidak memiliki serangan yang kuat. Hingga sekarang, hal ini menjadi hal yang membingungkan ketika aku memikirkannya.
Belum lagi pengalaman buruk yang aku alami.
Karena menganggap remeh serangan musuh, aku melakukan pertarungan menggunakan perisai lemah, dan ketika aku terkena serangan rasanya sangat sakit sekali.
Hebatnya, aku menerima luka kecil dari serangan landak itu.

“Ouch, itu sedikit sakit. sudah lama sekali ketika terakhir kali aku merasakan ini.”

Dengan segera aku mengoleskan luka itu dengan ‘pil penyembuh’ untuk menghentikan pendarahan.
Duri itu sangat menyengat ketika aku mendapatkan serangan itu.
Aku sudah lupa dengan sensasi itu sejak aku datang ke dunia ini dan menerima perlindungan dari perisai.

“Sudah kubilang, sakit kan? Naofumi-sama menyerahlah dan belilah perlengkapan.”
“Tidak… itu tadi karena aku menggunakan perisai yang lemah.”

Sejak kapan Raphtalia memanggilku Naofumi-sama dari pada Goshujin-sama?
Yah terserah, itu bukanlah masalah, dan itu terdengar bagus.

Bagaimanapun, perisaiku dapat menutupi seluruh tubuhku. Jadi akan terasa aneh jika aku menggunakan perlengkapan untuk melindungi satu per satu bagian tubuhku.
Untuk jaga jaga, aku selalu bertahan dengan bagian terkuat dari perisaiku, dan aku belum pernah menerima damage hingga sekarang.
Jadi ini adalah pengalaman pertamaku menerima damage. Itu semua ada untuk hal ini.
Aku memperhatikan perisai batu asahan yang sedang melakukan ‘otomatis mengasah’. Ini adalah perisai yang sangat memudahkan, salah satu dari yang sering aku gunakan.
Lama mengasah adalah 8 jam. Jika aku mengambil senjata itu sebelum waktu habis, maka tidak akan efeknya. Satu-satunya kekurangannya adalah, SP-ku tidak pulih saat menggunakannya, karena SP-ku selalu berkurang secara konstan.
Ah, berbicara tentang skill, sepertinya aku harus mencoba untuk memanfaatkan kemampuan perisai lainnya.

“Air Strike Shield”

Ini adalah skill pertama yang aku pelajari. Ini mengeluarkan perisai dalam jangkauan sekitar 5 meter.
Tapi ini tidak akan ada gunanya jika aku sendirian.
Ini terasa bahwa semuanya telah diatur agar memiliki peran khusus.
Aku memfokuskan pikiranku, membayangkan lokasi yang aku inginkan untuk mengeluarkan Air Strike Shield; pelindung misterius yang akan lenyap ketika durasinya habis.
Baiklah, sedikit lagi.
Landak itu tersandung dan jatuh karena terkejut dengan kemunculan perisaiku yang tiba-tiba.
Namun, dia segera bangkit dan lanjut melarikan diri.
Kuh… dan aku kira 5 meter adalah jarak yang cukup untuk menangkapnya; dia dalam hal kabur sangatlah cepat.
Sepertinya aku perlu menggunakan ini.

“Shield Prison!”

Skill yang membuatku bisa memunculkan kurungan dimana saja dalam jarak 6 meter.
Kali ini aku akan meletakannya langsung ke target yaitu landak itu.
Walaupun skill ini awalnya berguna untuk perlindungan, ini juga bisa digunakan untuk menangkap sesuatu.
Tepat sekali, ini adalah skill menyerang dan bertahan.

“Kii”

Tidak bisa lagi melarikan diri, landak itu mulai mengamuk dalam ‘Shield Prison’
Durasinya adalah 15 detik.
Dalam kurun waktu itu, Raphtalia dengan cepat mendekati Shield Prison. dan tepat ketika efeknya menghilang, dia menusuk landak itu dengan pedangnya.

“Kii?”
“Aku berhasil”

Raphtalia kembali dengan rasa senang sambil membawa landak.

“Bagus!”


[Exp 48]


Panen yang cukup menyenangkan.
Kita menghabisi seluruh monster, dengan hati-hati membedahnya, dan menyerapnya kedalam perisai sehingga perisai akan bertransformasi. Aku baru menyadarinya minggu ini, sepertinya balon, jamur, dan telur terklasifikasi sebagai ‘material’. Yah, walaupun saat itu tidak ada bedanya jika aku menyadarinya atau tidak.

Sesegera mungkin aku memotong landak dan memisahkannya menjadi bagian duri, daging, dan kulit. Ternyata cukup mudah ketika sudah mengetahui triknya.
Semua itu adalah material yang berharga dan perlu ditangani dengan hati-hati.
Aku menyerap semua sisanya ke dalam perisai.
Tulang akan masuk kedalam kategori tulang, bersama dengan tulang-tulang dari monster yang lain, Kulit akan masuk kedalam kategori kulit kemudian akan mendapatkan status tambahan melalui bonus pemakaian. Tentu saja, ada saat dimana aku tidak cukup level atau tidak memiliki bahan untuk membuka perisai.
Daging masuk ke dalam kategori masakan. Hal yang menarik bagiku, aku berpikir apa yang akan aku lakukan dengan duri ini. Karena duri ini adalah tanda landak.


[Perisai Duri Hewan telah terbuka]


Jadi ini adalah perisai yang terbuat dari duri hewan. Perisai Duri… Aku penasaran dengan efek yang akan terbuka.


[Perisai Duri Hewan]
[Bonus Pemakaian : Kekuatan Bertarung +1 <Belum Dikuasai>]
[Efek Khusus : Perisai Duri (rendah)]


Akhirnya! satu point untuk kekuatan Bertaruuuuuunnnggg!!!!

Ya, aku tahu. ini hanya bertambah 1.
Meskipun aku tidak mengerti apa yang bisa dilakukan ‘Efek Khusus : Perisai Duri (rendah)’, Yang penting, aku bisa mendapatkan kemampuan perisai untuk menyerang.
Ini adalah awal. Mulai dari sekarang aku juga akan bisa menyerang jika aku terus menyerap bahan yang berhubungan dengan kategori perisai ini.
Kemampuan bertahan sedikit lebih rendah dari yang memiliki kategori mineral, namun itu bukan masalah.

“Bagaimana?”
“Haha, sepertinya perisai ini menambah kekuatan bertarungku.”
“Jadi akhirnya kau mendapatkannya. Namun bagaimana dengan kemampuan bertahannya?”

Raphtalia menunjuk ke arah luka ku dengan tatapan curiga.

“Sepertinya, sama saja.”
“Begitu… Um, aku ingin bertanya apakah pedangku juga bisa di asah namun…”
“Baiklah, ayo kita akhiri perburuan kita kali ini dan kembali ke hutan.”
“Baik!”

Aku mengenakan ‘perisai batu asahan’ dan memasukan pedang Raphtalia kedalam salah satu lubang.
Saat ini sedang diasah.
Sekarang, level kami naik sangat banyak setelah satu minggu penuh dengan mencari uang, dan kita telah mendapatkan 230 Silver.
Sejumlah besar obat terjual, dan bisnis perkayuan dan pertambangan berada di atas angin, semua ini berkat skill perisaiku.
Ada beberapa alasan yang jelas mengenai ini, sepertinya, teknik bermain game online ku dulu, bermanfaat disini.
Yah, dulu. aku hanya memikirkan suatu metode dimana aku dapat hidup dengan layak.
Dan aku tidak menyia-nyiakan waktu untuk aksi yang tidak berguna yang tidak membuatku kuat. Jadi tidak ada cara lain selain cara ini agar bisa bertahan di sini.

“Baiklah, kita harus segera kembali dan meng-upgrade perlengkapanmu Raphtalia.”
“... Naofumi-sama?”

Huh? entah mengapa, Raphtalia tersenyum kepadaku. Namun aku merasakan perasaan yang aneh, ada hawa dingin dari pandangannya.

“Meskipun, aku sangat senang dengan membeli perlengkapan baru, namun bisakah kau memikirkan dirimu dan penampilanmu?”
“Apa aku terlihat aneh?”
“Kau terlihat seperti penduduk desa biasa tanpa perisai itu”
“Ya-… yah, itu tidak perlu… Namun sedikit perubahan dalam pakaian tidak apa kan?”

Gashi!*
Raphtalia menggenggam pundak ku dengan senyuman mengancam.

“Bukankah kau tadi terluka?”
“Seperti yang sudah aku katakan, aku sengaja menggunakan perisai yang lemah… Jadi masih tidak apa kan? Senjatamu lebih penting dari ku untuk sekarang, jadi sekarang lebih baik untuk fokus pada-- “
“Naofumi-sama? Apa kau paham jika kau terus seperti ini, kau bisa mati?”
“Mati!?”

Dengan pedang cadangan di tangannya, Raphtalia menodongkan pedangnya ke arahku.
Meskipun, aku tidak akan bisa dilukai olehnya karena segel budak.

“... Untuk saat ini, bukankah kau harus khawatir dengan perlengkapanmu sendiri? Batas waktunya sebentar lagi kan?”
“... haha”

Jika dipikir lagi, dia ada benarnya. hanya ada beberapa hari lagi sebelum gelombang muncul.
Aku perlu bertambah kuat sebelum itu.
Walaupun aku sudah merasa cemas tentang pakaian ku yang seperti penduduk biasa.
Akhir dan apa yang dimaksud benar benar berbeda.

“Haa….”

Meskipun begitu aku ingin meningkatkan kekuatan menyerangku sedikit lagi…

“Dari pada aku, ayo cepat temukan perlengkapan untuk Naofumi-sama”
“Baiklah, Kita akan membeli perlengkapan ku. namun kita akan menggunakan sebagian uangnya untuk mendapatkan senjatamu.”
“Baik”

Meskipun aku sudah terbiasa, dia semakin lama semakin susah diatur....
Tindak kekerasannya meningkat seiring dengan keras kepalanya. Aku penasaran, mengapa rasanya posisi kita telah bertukar.
Dia menjadi budak yang suka mengatur jika aku ibaratkan.




TL: LoliLover
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar