Rabu, 09 Desember 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 186. Kemarahan Sang Naga

 Chapter 186. Kemarahan Sang Naga




Ternyata, ada sebuah rombongan pedagang Demi-Human yang melewati gunung yang dijadikan Gaelion tinggal, dalam perjalanan itu mereka diserang oleh bandit.
Sudah dipastikan, Gaelion tidak akan membiarkan orang-orang yang membuat keributan itu pergi begitu saja.
Namun, ketika dia mau melakukan itu datang seorang wanita Demi-Human dalam keadaan lari menuju gua yang menjadi tempat tinggal Gaelion, wanita itu datang sambil menggendong bayi. Setelah wanita itu sampai, dia terjatuh didepan mulut gua.

“Hmm, apa yang dirimu lakukan didepan guaku. Semua yang terjadi tergantung jawaban dirimu...”

Pada saat itu, pandangan dari wanita Demi-Human itu mulai memudar, dia tidak bisa melihat siapa yang dia ajak bicara, walau dalam keadaan seperti itu dia masih bisa tersenyum dan mengangkat bayi yang digendongnya.

“Syukurlah. Ada seseorang dalam gua ini.... kami telah diserang oleh bandit, aku menuju kemari untuk kabur dari serangan itu..... aku mohon, aku mohon tolong selamatkan nyawa anak ini.”
“Huh....”
“Ini merupakan negara yang kejam terhadap Demi-Human. Aku tahu ini adalah permintaan yang berlebihan.... aku mohon selamatkan dia.”

Dengan tangan yang gemetaran dan pandangan yang memudar, wanita itu mencoba memberikan bayi yang digendongnya.
Dia tidak menyadari bahwa yang dia ajak bicara bukanlah manusia.

“....Baiklah. Aku berjanji atas diriku, anak ini akan hidup.”

Dengan menggunakan cakar besarnya, Gaelion menerima bayi itu sambil mendengar permintaan terakhir wanita itu.

“Terima ka...sih banyak. Nama dari ba,yi itu.... Wyn,dia....”

Setelah menyerahkan bayi yang digendongnya, wanita itu merasa senang lalu dia tidak bergerak.
Satu-satunya alasan yang membuatnya hidup adalah keinginan untuk menyelamatkan nyawa bayi itu.

“Hehe.... ternyata dia melarikan diri kesini.”

Bandit yang menyerang rombongan itu telah berhasil mengejar wanita itu.
Mereka hanyalah orang bodoh yang tidak memikirkan risiko pada jalanan yang mereka lalui.
Pastinya ada sebuah berita yang tersebar mengenai daerah ini.
Sebuah berita yang menyatakan adanya seekor dragon jahat yang tinggal didaerah ini.

“Janji adalah janji. Apa boleh buat.”
“Huh? A----!?”

Sebelum bandit itu berkata, Gaelion sudah menyemburkan serangan nafasnya keluar gua.
Kemudian, para bandit itu menjadi abu dalam waktu singkat.

“Baiklah. Diriku sudah berusaha sebisa mungkin untuk melindungi wilayah ini..... diriku harus berbuat apa.”

Dan begitulah, hari dimana Gaelion memulai pengurusan bayi itu.
Dengan bantuan dari monster dalam perlindungannya, mereka (kekasihnya) mengurus Wyndia bersama-sama, selagi Gaelion menjaga wilayahnya agar tetap aman.
Akibat semua itu, Wyndia menjadi sangat..... mengganggu. Bahkan Taniko sampai berpikiran monster adalah keluarganya.
Rupanya, anak yang Gaelion miliki itu bisa dibilang banyak.
Diantara anaknya itu ada satu anak Demi-Human.

Kemudian Gaelion terus menceritakan hari-hari pengasuhannya jadi aku lewati saja, dan dengan mengutamakan hasilnya saja, aku rasa itu sudah cukup bagus.
Karena dalam kehidupan yang berbeda jauh, Gaelion terus mengasuh Taniko.
Dia cukup memberikan kasih sayang padanya. Namun, pada akhirnya masih ada kekurangan bagi seekor dragon untuk mengasuh anak Demi-Human.

Sejak awal keberadaannya, Melromarc merupakan negara yang lebih mengutamakan manusia dibandingkan makhluk lain, jadi Gaelion tidak bisa membuat Taniko berbaur dengan mereka begitu saja. Padahal Gaelion hanya ingin Taniko merasakan kebahagiaan sebagai makhluk sosial.
Oleh keinginannya, ini lah yang terjadi....

Pada hari itu, Gaelion meninggalkan Taniko yang berada di gua dalam pengurusan monster lainnya, dia keluar untuk mengitari wilayahnya.

“Jadi kau, dragon yang membuat wilayah ini tercemar!”

Datang seseorang dengan membawa pedang yang terlihat memiliki kemampuan sihir, bersama dengan rekannya.
Terkadang, banyak manusia yang datang untuk mengambil harta karun Gaelion yang dia simpan dalam guanya.
Dia mengerti bahasa manusia, tapi untuk apa mendengarkan perkataan pencuri.

“GYAOOOOOOOOOOOOOOO!”

Dengan mengeluarkan raungan mematikannya, Gaelion mulai menyerang mereka.
Namun, musuh yang dihadapi Gaelion sangat kuat.
Satu dari mereka berhasil mendapatkan perlengkapan yang cocok untuk melawan dragon, serangan pedang yang hasilkannya itu membuat Gaelion kesulitan.
Pada saat itu, Gaelion langsung menyadari suatu hal.

Dia merupakan salah satu dari Hero yang dipanggil, dilihat dari senjata yang digunakannya dia adalah Hero Pedang.

Pertarungan mereka berlangsung sekitar 30 menit.
Pedang yang digunakan olehnya membuat Gaelion dalam pertarungan yang tidak seimbang, Gaelion mencoba untuk melarikan diri setelah menyadari itu.
Namun, didalam gua ada Taniko dan monster yang mengurusnya.

Jika dia melarikan diri sekarang, maka.....
Jika mempertimbangkan monster lainnya, maka mereka akan baik-baik saja. Mereka merupakan penghuni wilayah ini. Pastinya mereka tahu jalan aman untuk melarikan diri.
Tetapi, semua itu berbeda dengan Taniko.
Pecahan kecil dari Inti Kaisar Naga turun kemudian menghadapi manusia tanpa ada kemauan untuk melarikan diri.... maka dia akan binasa.

Jika membicarakan kesalahan, maka hidup itu sendiri bisa dibilang sebagai kesalahan.
Namun, dengan melindungi wilayah sendiri dan harta yang dimiliki dapat membuat manusia serakah datang untuk mencuri semua itu.
Karena perbuatan mereka, Gaelion merasakan kebencian yang sangat besar.
Tepat sebelum kehilangan kesadarannya.... Gaelion menatap Hero Pedang.

Yang dilihatnya adalah..... bukan pandangan dari orang yang siap untuk bertarung.
Pandangan itu bermakna sebuah pekerjaan yang harus dilakukan.... dan itulah membuatnya mati.

Benar, Gaelion yang berusaha keras sampai mempertaruhkan nyawanya dalam pertarungan ini, hanya dianggap sebuah tugas saja bagi Hero Pedang.

Karena perasaan emosi yang tidak stabil ini membuatnya merasa gila.

Ekspresi kesulitan dan kesedihan Taniko.
Ekspresi Taniko yang terlihat kesepian pada saat dia pergi.
Ekspresi Taniko yang terlihat senang ketika dia sudah kembali.

Dari semua itu, sudah tidak bisa dia lihat kembali.

Inti dari Kaisar Naga itu abadi.
Tapi, kapan dia akan bangkit kembali? Belum lagi, kemungkinan untuk bertemu kembali dengan Taniko tidak dapat dipastikan.
Jika Intinya diambil dan dimanfaatkan oleh mereka, maka tidak mungkin dia bisa bangkit kembali.

Dengan rasa putus asa yang diiringi rasa amarah, jiwa kehidupan Gaelion berhenti.

Untungnya, Inti yang dimilikinya tidak diambil.
Dalam tubuh yang tidak bisa digerakkan, dia terus menunggu kebangkitannya.
Terus menerus menunggu, Gaelion sudah muak dengan tubuh lamanya yang mulai membusuk.
Akhirnya dia berharap ada Kaisar Naga lain yang mengambil Intinya.
Namun, harapan itu tidak pernah terkabulkan. Mungkin monster yang berada dalam guanya sudah dihabisi oleh mereka.

Akhirnya dia sudah tidak sadarkan diri lagi, karena Inti Kaisar Naga sudah mengendalikannya.
Dia sudah tidak memiliki alasan hidup.
Tubuhnya bergerak tidak sesuai keinginannya.
Dia sudah tidak bisa mengetahui sesuatu yang terjadi diluar, dia sudah tidak bisa berbicara lagi.
Semua yang dilihatnya hanyalah wilayah yang tercemar.

Kemungkinan besar, Taniko dan monster lain akan mati jika tetap disini.
Pada saat dia mendapatkan kesadarannya kembali, satu dari yang dia lihat, yaitu seekor Filolial yang memakan Intinya, yang membuat dia bangkit kembali.

---- Dihina pun tidak apa-apa, harga dirinya dibuang karena itu juga tidak apa-apa.
Hanya sekali serang saja cukup. Dia hanya ingin membalas kembali apa yang telah dilakukan oleh Hero Pedang.


“Setelah itu diriku melihatmu, Hero Perisai. Diriku berdiam diri dalam perisaimu sambil menunggu kesempatan yang tepat.”
“Lalu, dengan penuh kebetulan aku mendapatkan telur dragon yang membuatmu mencoba untuk memindahkan jiwamu pada telur itu.”
“Benar sekali. Diriku tidak pernah menduga Wyndia akan tetap hidup. Keberuntungan bersama diriku.”

Gaelion memalingkan wajahnya pada Filo.
Atla tertidur dengan pulas saat mendengarkan cerita yang sangat panjang ini.
Sudah menjadi kebiasaan jika sedang mendengarkan cerita sambil tiduran kau pasti akan tertidur.

“Tubuh Filolial itu memang sangat luar biasa, karena dirimu bisa mengendalikan tubuhmu dan kekuatan yang diriku miliki. Dirimu itu adalah masalah terbesarnya.”
“Boo--!”

Filo mengeluarkan rasa permusuhannya pada Gaelion dengan menggembungkan pipinya.

“Lalu? Bagaimana caranya Taniko bisa berakhir di desa ini? Aku hanya membelinya dari Pedagang Budak, jadi aku tidak tahu apa yang terjadi padanya.”
“Diriku tahu jawaban itu dari energi yang telah diriku serap dari wilayah tercemar itu. Setelah Hero Pedang membunuh diriku, para penduduk desa mengambil harta yang diriku miliki dengan memasuki gua yang digunakan diriku menyimpan harta. Monster yang berada disana sudah binasa, karena anugerah yang diriku berikan, dan penampilannya yang bagus, mereka menjual Wyndia berserta telur yang ada.”

Oh benar juga, asal dari telur dragon pasti berasal dari sarangnya. Harganya pasti mahal.
Aku merasa aneh dengan keuangan yang dimiliki penduduk desa tersebut, ternyata ini yang membuat itu terjadi.
Intinya, penduduk Desa Timur mendapatkan keuntungan dan kerugiannya secara bersamaan.

Namun, ini hanya berdasarkan sisi pandang dragon saja.
Sebenarnya, manusia itu hanya melihat sesuatu dengan sebelah mata saja, sehingga membuat mereka memutuskan sesuatu sebuah kejahatan tanpa melihat aspek lain.
Aku sendiri mempelajari itu semua dari sini.
Contohnya memburu monster, dari sudut pandang monster itu adalah pembunuhan.

“Aku tidak akan mengasihanimu.”
“Diriku tahu. Dirimu kira sudah berapa lama diriku beradaptasi dalam perisaimu itu. Dunia ini memiliki hukum rimba, yang mana yang lemah akan dimangsa oleh yang kuat, dan diriku sudah melewati tahap itu. Diriku tidak bisa memaafkan orang yang telah membunuh dan membiarkan tubuhku begitu saja sampai membusuk, namun banyak orang yang menderita dari pembalasan yang telah diriku lakukan dalam pekerjaan yang orang itu lakukan.”

Benar sekali, banyak orang Desa Timur yang menjadi korban dalam kejadian itu.
Jika membahas balas dendam, maka ini sudah menjadi pembalasannya.

“Diriku hanya tinggal menunggu kebangkitan saja. Sekarang, diriku sudah diberikan tubuh dan kehidupan kembali.”
“Iya aku mengerti. Jika kau tidak ada kemauan untuk menurut, maka pergilah bersama Taniko. Jika seperti itu, aku akan memaafkan kekacauan yang telah kau perbuat.”
“Bukan berati diriku tidak akan menurutimu, hanya saja pemilik tubuh ini sepertinya menyukaimu.”
“Goushijin-sama adalah milik Firo, tahu!”
“Diam kau, Ratu selanjutnya! Yang mendapatkannya adalah pemenangnya! Kali ini, aku akan mengambil rasa cinta dari Hero yang aku sukai ini, kata pemilik tubuh ini.”
“Mu--!”
“Mengambil rasa cinta....”

Ternyata, para peliharaanku ini suka mempertaruhkanku.
Karena ini sebuah masalah, apa aku harus membuangnya?
Hmm, Filo adalah sebuah lawan yang cocok untuk Atla, jadi aku tidak bisa membuatnya pergi.

“Jadi, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?”
“Diriku ingin mengumpulkan Inti Kaisar Naga lain agar bisa mendapatkan kekuatan dari Kaisar Naga sesungguhnya.”
“Tidak bisa. Itu sangat sulit. Lakukan saja sendiri. Aku tidak punya kewajiban untuk melakukannya.”
“Wow, Naofumi-chan, kau langsung menolaknya.”
“Kemampuan pengambilan keputusan Count sangat hebat. Setelah menjelaskan semua bagian penting dari dragon, dan itulah balasan yang kau berikan....”
“Penjelasan ya? Jika dia sampai menjelaskan ini secara panjang lebar, apa itu cukup untuk membuat buku tentangnya?”
“Jika buku itupun ada, aku rasa tidak ada orang yang akan mempercayainya. Yang aku rasakan ketika membacanya adalah tulisan yang sering muncul dalam koran.”

Gaelion yang terkejut dengan perkataanku, mulai sadar kembali kemudian dia berbicara.

“Walau mendengarnya saja bukan masalah bukan.”
“Itu masalah.”
“Kalau begitu akan diriku katakan saja, diriku ini ingin menjadi kuat. Kemudian wadah yang diriku miliki cocok untuk menjadi lebih kuat. Mungkin wadah yang diriku gunakan ini bisa menjadi lebih kuat dari diriku sebelumnya.”
“Oh begitu ya, kalau begitu itu bukan masalah besar, bukan? Jadi, apa yang membuatmu harus mengumpulkan Inti Kaisar Naga lain?”
“Akibat gelombang malapetaka, pemegang Inti Kaisar Naga berkumpul.”
“Hmm.... berkumpul sebagai monster dalam gelombang?”
“Bukan. Sebagai dunia.....”
“Sebagai dunia?”
“Hanya itu saja yang bisa diriku dapat ketahui dari Inti Kaisar Naga. Namun, mereka berkumpul untuk menyelesaikan suatu masalah yang besar.”
“Baiklah.”
“Jika diriku menang dalam pertarungan antar dragon yang menjadikan Intinya sebagai taruhan, maka diriku bisa menjadi kuat sebagai Kaisar Naga yang hebat. Setelah semua itu terjadi, diriku berjanji akan membantu dirimu.”
“Tentu saja kau harus membantuku. Jika kau tidak mau, maka aku akan membunuhmu sebelum mendapatkan kekuatan itu.”
“Mu.... jadi dengarkan diriku, jika dirimu membantu diriku dalam mengumpulkan Inti Kaisar Naga, maka diriku akan memberitahukan semua informasi yang ada didalamnya.”
“Siapa yang mau mendengar informasi dari dragon yang sudah kalah.....”

Informasinya pasti tidak bisa diandalkan.

“Walaupun itu merupakan informasi mengenai cara menembus level 100 yang sudah lama dilupakan?”




TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan 

0 komentar:

Posting Komentar