Kamis, 04 November 2021

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 83. Karisma Raja Iblis

 Chapter 83. Karisma Raja Iblis



Saint Jeanne sedang duduk di atas mayat Raja iblis Decarbia.

Rupanya, dia membuat kursi yang nyaman.

Dia tampak sangat heroik dan mistis saat dia duduk di sana.

Adegan itu terlihat seperti lukisan religius. Tapi kemudian aku mulai bertanya-tanya apakah si rakus Jeanne belum memakan bagian tubuh Decarbia.

Dia tidak senang ketika aku bertanya kepadanya tentang ini.

"Kau mengolok-olokku, Raja Iblis. Bahkan jika dia terlihat seperti bintang laut, aku tidak akan memakan iblis. Jangan kelompokkan diriku dengan orang-orang seperti itu. "

Jawab Jeanne. Kongming sepertinya tidak cukup peduli untuk membalasnya. Sebaliknya, dia berkata, 

"Yah, itu pasti mayat Decarbia."

Tapi kemudian dia melanjutkan.

"Tepatnya, itu akan segera menjadi mayatnya."

"Dia masih hidup?"

Aku meminta Jeanne untuk pindah.

"Dimengerti."

Dan ketika dia turun, Decarbia mengeluarkan erangan.

"Ah. Jadi dia masih hidup. Haruskah aku melepaskan kesengsaraannya? "

Jeanne bertanya ketika dia meletakkan tangannya ke gagang pedangnya. Aku menghentikannya.

Dia nyaris tidak bernafas. Jelas bahwa tidak ada yang bisa dia lakukan pada saat ini.

Dan aku benar.

Dia sedang menghembuskan napas terakhirnya. Dan kemudian dia berkata,

"... Kekeke ... aku memujimu, Raja iblis Ashtaroth."

"Ku juga cukup keras kepala."

"Aku hanya sekeras kepala ini karena kau adalah musuh yang layak diperjuangkan."

"Memang."

"Yah, kau belum melihat seberapa keras kepalanya diriku."

"Apa maksudmu?"

"Aku mungkin mati di sini, tetapi aku akan meninggalkanmu sebuah hadiah."

"Betapa perhatiannya dirimu. Dimana itu?"

"Ah, kau akan segera mendapatkannya. Itu pasti. "

"Aku tidak akan tahu apakah itu hadiah darimu, oleh karena itu, kau perlu memberiku petunjuk."

"... Hekeke. Baiklah. Ada seorang Raja iblis bernama Zagam, yang tinggal di wilayah sebelah."

"Aku sudah mendengar namanya."

"Aku mengiriminya suvenir. Hadiah."

"Itu sangat sesuai dengan gayamu."

"Kurasa tidak. Dia adalah musuh. Kami telah bertarung untuk mendapatkan hak wilayah ini selama beberapa dekade. "

"Tapi kau bekerja sama dengannya sekarang?"

"Seperti yang orang-orang katakan,'musuh musuhku adalah temanku'. "

"Jadi begitu."

"Ini cukup sederhana. Kau mengalahkanku. Itu tidak cocok dengan gayaku. Jadi aku mengiriminya hadiah untuk menguatkannya. Dan kemudian dia akan membunuhmu. "

"Jadi begitu. Seperti yang kuharapkan dari seorang Raja iblis. "

"Terima kasih."

"Ini bukan pujian. Sekarang, kata-kata terakhirmu? Ini semakin membosankan bagiku. "

Decarbia mengatakan dia punya satu hal terakhir yang ingin ia katakan.

Jadi aku membiarkannya berbicara.

"Kau mungkin bersukacita untuk memperoleh ahli strategi legendaris. Tetapi pria itu tidak akan berguna bagimu. Aku memanggilnya, tetapi dia menolak untuk bekerja untukku. Tapi itu bukan hanya karena dia tidak menyukai karakterku. Dia bukan dirinya yang dulu lagi. Dia tidak berguna. "

"Apa yang membuatmu mengatakan hal itu?"

Tanyaku. 

"Dia tidak bisa berdiri di medan perang lagi. Jika dia melakukannya, lengan dan kakinya bergetar dan dia tidak bisa berpikir. Ini adalah efek samping. Dia adalah salah satu perdana menteri negara Sichuan, tetapi saat dia melawan seorang pria bernama Sima Yi, dia mengerti ketidakberdayaannya sendiri. Dia tidak berguna sejak itu. "

Aku sudah tahu sejarah itu.

Kongming adalah seorang ahli taktis Genius, ia berusaha untuk menyerang negara Wei lima kali dan seluruh usahanya gagal.

Walaupun ada beberapa kemenangan kecil, dia tidak pernah bisa menang melawan kekuatan luar biasa dari negara yang hebat itu. Jadi, mungkinkah dia trauma karena hal itu?

Itu mungkin.

Aku melirik ke Kongming. Dia tampak tenang. Tapi sepertinya alisnya sedikit menurun.

Aku bertanya kepadanya kebenaran tentang masalah ini, dan dia membuka mulutnya.

"Sama seperti kata Decarbia. Saya bukan lagi ahli strategi. Saya hanya seorang petapa tua yang keras kepala. "

Decarbia mendengar ini dan tertawa.

"Ha ha ha! Dengar itu!"

Tapi aku menghiraukan kata-katanya.

Aku tidak peduli tentang apa yang dikatakan Decarbia.

Aku  tidak peduli jika Kongming tidak bisa lagi berdiri di medan perang.

Aku dari awal tidak menginginkannya sebagai ahli strategi. 

Targetku adalah keahliannya sebagai penguasa dan pelindung atas kota yang telah kutaklukan. 

Kataku kepadanya.

"Jadi, anda ingin keahlian saya sebagai penguasa wilayah, bukan sebagai ahli strategi?"

"Ya. Aku selalu percaya bahwa kau adalah salah satu yang terbaik."

Jawabku. Kemudian aku melanjutkan.

"Kongming, kau tahu Xiao He, bukan?

"Tentu saja."

Dia mengangguk.

"Liu Bang dari Han memberi Xiao He medal kehormatan tertinggi daripada Han Xin yang tak terkalahkan, atau Master of Tactics, Zhang Liang, karena ia terus-menerus mengirim persediaan ke garis depan."
<TLN: Highest distinction a.k.a medal kehormatan tertinggi jika anda penasaran : https://wargaming.com/en/news/highest_military_honors_1/ >

"Anda ingin saya menjadi Xiao He?"

"Iya, benar sekali."

Kongming menutup matanya.

Dia sepertinya sedang berpikir mendalam. 

Setelah sekitar lima menit, dia akhirnya berkata,

"Anda mengingatkanku kepada Liu Bei. Anda memiliki karisma. Saya senang bisa bertemu seseorang seperti dia di dunia ini. "

Toshizou Hijikata bercanda,

"Yah, dalam hal menipu orang, dia melebihi Liu Bei dan Toyotomi Hideyoshi. Serius, berapa banyak lagi orang yang ingin kau rekrut? "

Jeanne sepertinya berpendapat yang sama.

"Yah, setidaknya yang satu ini laki-laki. Itu adalah satu hal yang baik tentang semua ini. "

Maka mereka semua terkekeh.


PREVIOUS CHAPTER       TOC        NEXT CHAPTER


TL: Arklame Aster
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar