Rabu, 20 April 2022

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 85. Kembali ke Kastil Ashtaroth

 Chapter 85. Kembali ke Kastil Ashtaroth



Setelah semua itu, aku meninggalkan Kastil Decarbia, meninggalkan pejabat iblis yang andal dan tentara bayaran manusia.

Basis utamaku adalah Kastil Ashtaroth. Sementara Gottlieb mengurusnya sekarang, aku tidak bisa pergi lebih lama dari ini. 
 
Saat kami melewati jalan menuju kota, kastilku yang indah mulai terlihat.

Kastil tua Eligos berada di utara, dan kastil tua Decarbia berada di selatan. Artinya, aku hanya perlu merebut wilayah timur dan barat untuk membuat Kastil Ashtaroth aman.
<TLN : hello, how about serangan dari udara, teleport etc? We have magic dude>

Tentu saja, semua itu tidak akan mudah. Selain itu, aku perlu berurusan dengan Raja Iblis Zagam sekarang.

Tetapi sebelum aku menghadapinya, aku ingin memperbaiki urusan dalam negeri dan mengumpulkan beberapa informasi.

Maka aku memanggil Fuma Kotaro dan meregangkan tubuhku di kursi kantor sambil menunggu kedatangannya.

Aku telah pergi dari kastil ini begitu lama.

Kami melakukan perjalanan jauh dan berperang. Aku lelah.

Kupikir bersantai di kursi tua familiar ini akan membantu menghilangkan rasa lelah. Tapi ada sesuatu yang hilang. Ada sesuatu yang janggal. 

Ada yang tak terpisahkan saat bersantai di kursi ini.

Tapi apa itu? 
<TLN : porn ofc>

Saat aku merenungkan ini, Eve datang dengan jawabannya.

Dia mendorong kereta makanan berwarna perak dengan nampan scone dan teh di atasnya. Kemudian dia tersenyum seperti malaikat dan menuangkan secangkir untukku.

Ya, aroma ini.
<TLN : aroma teh yang dituang ke ketecc kemudian ke cangkir>

Kantorku selalu dipenuhi dengan aroma teh hitam.

Aku akan selalu minum teh mengagumkan ini yang dituangkan oleh pelayanku, dan menenangkan pikiranku setiap hari.

Karena aku tidak membawanya bersamaku saat mengunjungi Kongming, aku sudah lama tidak minum teh ini.

Pada titik ini, itu bukanlah hal yang mewah bagiku, tetapi semacam kebutuhan seperti udara atau air. Aku tidak bisa hidup tanpanya.
<TLN : Yuusha, kau bisa membunuhnya dengan memusnahkan seluruh daun teh yang ada di dunia ini. Good plan isn't it?>

Faktanya, wanita cantik yang menemani kami membuatkan teh untukku sekali, meskipun aku berhati-hati untuk tidak mempertanyakan keahliannya. Dia tidak mengukur jumlah daun teh atau menyeduhnya, dia juga tidak peduli dengan suhu. Juga, dia menggunakan hard water bukan soft water. Jadi itu sangat mengerikan.
<TLN : ttg hard water & soft water, 

Untuk menjaga kehormatannya, aku hanya akan memanggilnya Saint J. Dia adalah seorang ahli pedang dan lebih rendah dari seorang pemula dalam hal menyeduh teh.

Jadi aku membuat teh sendiri saat di jalan. Dan itu sangat layak dibandingkan dengan upaya Jeanne.
<TLN : hey, 1 paragraf dan kau sudah lupa utk menjaga kehormatan saint J>

Aku diingatkan lagi betapa pentingnya peran Eve, dan dialah yang sekarang menyapaku. 

"Master. Tuan Gottlieb telah mengelola kastil ini dengan sangat mengagumkan saat anda tidak ada. Namun, ada satu masalah.”

"Masalah?"

Tanyaku. Eve mengangguk.

“Rupanya, terjadi perkelahian di kota selama kepergian anda. Dan beberapa tidak senang dengan penilaiannya.”

"Begitu. Perkelahian macam apa ini?”

“Saya akan menjelaskannya padamu.”

Maka Eve dengan bangga menceritakan semuanya kepadaku. 

Gottlieb adalah kepala dwarf yang mendukungku dari belakang saat aku pergi untuk melawan Raja Iblis Decarbia.

Dia telah mengirim banyak monster dan manusia dari kastil ini setelah melatih mereka.

Bala bantuan ini sangat membantu, dan Kastil Decarbia jatuh. Namun, para prajurit tidak senang dengan cara mereka diberi penghargaan berdasarkan prestasi mereka.

Gottlieb menganggap bahwa werewolf corp hanya yang terbaik kedua ketika mereka tampaknya melakukan yang paling banyak.

"Jadi begitu. Dan siapa yang mendapat kredit tertinggi?”

"Itulah masalahnya…"

Eve tampak sangat tenang saat dia melanjutkan.

Gottlieb memutuskan bahwa itu bukan werewolf corp, tetapi manusia.

Bukan hanya itu, daripada memberikannya kepada tentara bayaran atau prajurit, dia memberikannya kepada tim medis.

Dia memuji mereka karena telah menyelamatkan banyak nyawa dan mengatakan bahwa mereka memberikan kontribusi terbesar.

Setelah mendengar ini, aku agak terkesan dengan Gottlieb. Tapi Eve tidak setuju.

“Sungguh, pekerjaan para dokter dan pendeta itu patut diacungi jempol. Tapi ini adalah perang, jadi para petarunglah yang harus menerima pujian tertinggi.”

“Yah, kau tidak salah. Tapi pertempuran melawan Decarbia skalanya cukup kecil, dan bala bantuan yang datang juga tidak perlu banyak bekerja. Sementara werewolf memainkan peran besar dalam pertempuran, begitu pula orang lain. Kupikir ini adalah waktu yang tepat untuk mengakui kontribusi mereka yang bekerja dalam bayang-bayang setiap hari ; Tim medis.”

Eve akhirnya terbujuk. ‘Hebat sekali, Master. Saya tidak berpikir seperti itu.'

“Yah, Gottlieb yang memikirkannya. Dan aku mendukung keputusannya.”

“Namun, para werewolf barbar ini tidak akan setuju. Mereka mengancam akan 'menganiaya orang tua itu.'”

“Masyarakat harus lebih menghormati orang yang lebih tua. Lagipula, Gottlieb adalah hantu. Mereka tidak bisa memukulnya. Tapi, aku masih perlu memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini. ”

Aku meletakkan tangan di daguku dan berpikir.

Eve memperhatikanku sambil tertawa kecil dan mulai menuangkan secangkir teh lagi untukku.

Aku bertanya padanya apa yang begitu lucu.

“… Baru saja terpikir oleh saya bahwa anda selalu tenggelam dalam pikiran anda. Baik di kastil ataupun di medan perang.”

"Kau mungkin benar. Aku tidak punya waktu untuk istirahat.”

"Saya kira raja strategis harus berpikir setiap saat."

"Memang. Aku dapat membawa Kongming baru-baru ini, tetapi aku ingin memiliki lebih banyak lagi. Seseorang seperti Sima Yi…mungkin tidak akan cocok dengan Kongming. Ada juga Kuroda Yoshitaka, Takenaka Shigeharu, Yamamoto Kansuke, Jiang Ziya, dan Yelu Chucai. Tapi mungkin aku terlalu fokus ke timur. Yah, di barat, tidak ada garis yang jelas antara seorang pejabat militer dan seorang pejabat sipil.”
<TLN : bawa hitler, putin, ma stalin kek>
<EDN: yg ada mereka menggulingkan tahta kekuasaan =-=>

Aku bergumam sendiri. Pada saat yang sama, sebuah ide datang kepadaku mengenai masalah yang dihadapi.

Eve mendengarkan dan berkata,

"Anda sangat hebat. Master, saya ragu anda bahkan membutuhkan ahli strategi lain. ”

Aku menghargai kepercayaannya, tetapi aku tidak ingin menjadi raja yang harus memutar otaknya sepanjang waktu.


PREVIOUS CHAPTER       TOC        NEXT CHAPTER


TL: Arklame Aster
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar