Senin, 27 Januari 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 10 : Chapter 18 - Pertandingan Ekshibisi

Volume 10
Chapter 18 - Pertandingan Ekshibisi


Setelah jeda singkat, penonton bersorak-sorai. 

“Kami menang.”

Pertarungan yang menjadi lelucon sangat mencolok, tapi kami masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan setelah ini. Pertama, kami harus melakukan transaksi dengan pedagang tempat Sadeena bekerja. Kalau tidak, ada kemungkinan besar para warga dari desa Raphtalia mungkin akhirnya akan dijual sebagai kompensasi atas hutang Sadeena, sebelum kami mendapatkan hadiah uang itu.

Selain itu... pertarungan berikutnya pasti akan menjadi pertandingan sekali lawan. Aku yakin tidak ada lawan lagi yang sekuat Sadeena.

“Ahh... Kau benar-benar mengejutkanku.”

Sadeena membuat ekspresi kesal yang dibuat-buat. Lagipula, tujuannya dari awal adalah memenangkan pertandingan ini, jadi perasaan kesal seperti itu tidak akan menjadi masalah. Setidaknya itulah yang kupikirkan, tapi tampaknya orang-orang yang menjalankan turnamen ini tidak senang dengan keadaan saat ini. Seorang mendekati Komentator dan memberikan suatu kertas, yang kemudian dibacakan.

“Ahem... Kepada tamu-tamu yang bisa hadir hari ini, kami selaku panitia sangat menghormati kedatangan tamu hadirin sekalian. Dalam kesempatan yang berbahagia ini, kami sangat senang bila hadirin sekalian mengisi survei yang dapat menambah hiburan kita semua.”

Bahkan Komentator membuat pandangan curiga saat membaca pesan. Aku punya gagasan bagus tentang apa yang sedang terjadi, tapi tidak ada gunanya mengeluh. Keributan pecah di antara penonton. Mereka tak menyebutnya sebagai diskualifikasi atau semacamnya, karena Colosseum Gelita pada dasarnya tidak memiliki aturan. Tapi mereka masih bisa mengambil tindakan mengatasnamakan hiburan tambahan. Itu dugaanku. Mereka mungkin ingin melakukan hal yang berbahaya kepada kami secara langsung, namun keterlibatan Pedagang Budak dan Pedagang Aksesoris membuat mereka tidak berdaya. Sehingga mereka memutuskan untuk berurusan dengan kami melalui pertandingan.

“Penanggung jawab atas turnamen kali ini hadir untuk menyampaikan kesannya.”

Setelah Komentator selesai berbicara, di ujung bagian atas Colosseum, dekat area tempat duduk yang disediakan untuk tamu-tamu kehormatan, beberapa pedagang gemuk muncul. Orang yang terlihat cukup kejam dan menjadi wakil mereka mengangkat kedua tangannya ke udara, seolah menunggu tepuk tangan.

“Hadirin sekalian! Kami, panitia turnamen ini, hadir dihadapan kalian dalam upaya untuk memberikan kalian pengalaman yang lebih menyenangkan hari ini.”

Dia berbicara perlahan dengan suara keras untuk memastikan kalau semua orang yang hadir dapat mendengarnya. Pertandingan sudah berakhir, jadi apa yang dia rencanakan?

Tapi sebenarnya, aku pernah merasakan suasana seperti ini sebelumnya. Aku bisa merasakan kalau sesuatu yang sangat buruk bagi kami akan terjadi. Hal tentang juara turnamen yang sudah diputuskan sejak awal membuatku jengkel, dan sekarang mereka mencoba mengacaukan kami. Itu mengingatkanku pada Sampah yang mengharuskanku bertahan dari Gereja Tiga Pahlawan dan rekan-rekannya.

Mereka menggantung semacam spanduk di belakang tempat duduk tamu terhormat.

“Atas pertandingan yang baru saja petarung tadi dapatkan, apakah hadirin sekalian tertarik untuk melihat mereka bertanding lagi dalam Match Ekshibisi?! Serukan pendapat sekalian!”
“Apa?!”

Aku mencoba untuk menyatakan ketidaksetujuanku. Raphtalia, Filo, dan Sadeena jelas merasakan hal yang sama, tapi mereka terdiam kaget.

“Araa…”

Sial! Jadi mereka hanya bisa menghadapi hasil yang tak terduga dengan menghalangi para kontestan dan membuatnya terlihat seperti bagian dari hiburan. Berbeda sekali dengan ekspresi ketidaksetujuan kami, para penonton bertepuk tangan dengan gembira. Ini bahaya. Jika kami mencoba menolak, mereka hanya akan menyatakan kekalahan secara sepihak atau semacamnya.

“LAWAN MEREKA SELANJUTNYA!”

Pedagang itu menjentikkan jarinya dan tiga sosok muncul di pintu masuk arena Pertarungan. Hah? Ada apa dengan mereka? Cara mereka berjalan terlihat tidak... alami? Mereka orang aneh berpakaian seperti badut keluar berjalan bersama dua boneka bertopeng... atau semacamnya. Mereka tampak seperti mannequin. Aku tidak tahu apa itu sebenarnya karena tertutupi topeng.

“Rock-chan, mereka ini masalah sedikit besar.” 
“Kenapa begitu?”
“Petarung gadis itu akhir-akhir ini terkenal karena berkeliling dan mendatangkan malapetaka di semua turnamen di daerah ini. Dia sangat kuat. Aku menduga dia tak akan berpartisipasi dalam turnamen ini, tetapi...”

Jadi mereka membawa orang yang tidak ikut berpartisipasi?
Mungkin mereka menyuapnya? Sepertinya aku ingat Rishia mengatakan sesuatu tentang berhati-hati dengan satu musuh. Bagaimanapun, tentunya kami harus bisa menang dengan seseorang sekuat Sadeena di pihak kami, kan?

“SAMBUTLAH! Murrrdeeerrrr Pierrot!!!”

Jadi itu badut? Nama panggung yang menyeramkan. Tentu saja, apa pun namanya sebenarnya, begitulah terjemahannya sehingga aku mengerti. Deru tepuk tangan meriah terdengar dari para penonton.

“Match Ekshibisi antara Tim Rock Valley and Nadia versus Murder Pierrot! Hasil survei akan dikumpulkan dalam waktu tiga menit! Taruhan yang kalian berikan akan dikumpulkan sepuluh menit setelah pertandingan mereka mulai! Bagaimana pendapat kalian?!”

Para penonton mulai memperikutkannya satu sama lain, tapi cara mereka melihat kami... Mata mereka dipenuhi dengan haus darah keingintahuan. Yah, begitulah. Ada baiknya kami menyerah pada kemungkinan hasil survei bertentangan dengan pertandingan.

“Selanjutnya! Semua taruhan dalam pertandingan Tim Rock Valley versus Nadia akan dikembalikan segera! Semuanya! Bukankah ada baiknya untuk kita semua menggunakan uang dari taruhan tadi untuk bertaruh lagi pada pertandingan yang luar biasa ini?! Baik, ungkapkanlah pendapat kalian! Bagi yang setuju, angkat tangan!” 

Lebih dari setengah penonton di tempat itu mengangkat tangan mereka sebagai tanggapan terhadap pedagang. Bah... Mereka sudah merencanakannya.

“Hei, bagaimana mereka bisa merencanakan sesuatu seperti ini?!”
“Rock-chan, perhatikan baik-baik apa yang tertulis di spanduk di belakang para pedagang...” 
“Kenapa? Apa yang tertulis disana?”

Apa yang ditulis itu ada dalam beberapa bahasa yang berbeda, tapi butuh waktu untuk menemukan satu-satunya bahasa yang kutahu, bahasa Melromarc.

“Dikatakan bahwa, sebagai pengecualian khusus, semua taruhan yang ditempatkan pada Nadia akan tetap berlaku, jika Murder Pierrot menang. Siapapun orangnya, mereka yang bertaruh padaku pasti akan memutuskan untuk lanjut karena tidak terima kekalahanku. Kira-kira ada tidak orang uang bertaruh padamu di pertandingan tadi, Rock-chan?”

Ugh... Aku ingin menang besar, jadi aku memastikan taruhanku ditempatkan secara rahasia. Selain kami, Pedagang Budak, dan Pedagang Aksesori, mungkin tidak ada orang lain.

“Tunggu! Mereka bisa melakukan itu?! Kita semua tahu ini Colosseum Gelita, bagaimana mungkin aturannya bisa berubah begitu saja!”
“Itu sebabnya mereka mengambil suara dari survei ini, maka hasil suara surveilah yang menentukan semuanya.”

Panitia memang bisa membuat aturan seenaknya, tapi tidak ada bedanya dengan penonton turnamen ini! Mereka semua berimprovisasi untuk mendapatkan apa pun yang mereka inginkan, tidak peduli betapa konyolnya itu!

Terlebih, jika aku memikirkannya dari sudut pandang pedagang, aku agak mengerti. Panitia mengirim Sadeena sebagai pembunuh, tapi dia akhirnya dikalahkan secara tak terduga. Mereka harus menebus kekalahan itu entah bagaimana. Tapi mengandalkan otoritas mereka untuk mengganggu lawan akan sulit. Dalam hal itu, satu-satunya pilihan yang tersisa adalah memaksa permainan mereka dengan memenangkan dukungan dari penonton.

Komentator mengalihkan pandangannya. Dia tidak akan bisa membuatnya lebih buruk lagi. Jika mereka melangkah terlalu jauh, para penonton akan menjadi curiga. Ada juga dari mereka tampaknya sudah bingung oleh survei. Itu adalah langkah yang berat, dan jika mereka mengambil langkah lebih jauh dari ini, niat mereka yang sebenarnya akan terungkap. Itu berarti bahwa memenangkan pertandingan ini pada dasarnya akan sama dengan memenangkan kejuaraan!

“Baik! Gunakan waktu ini untuk sihir penyembuhan.”

Kupikir kami harus merawat luka kami dan memulihkan kekuatan sebanyak mungkin, sebelum pertandingan dimulai. Aku mencoba memberikan sihir penyembuhan pada Raphtalia dan Filo.

“Zweite Heal!”

Tapi... Apa yang terjadi? Aku merasakan sihir penyembuhan menghilang tanpa bereaksi, seperti saat Sadeena memblokir sihir kami sebelumnya.

“Rock-chan, ada hal penting yang perlu kau dengarkan.” 
“Ada apa?”
“Panitia memblokir sihir kita di dalam arena.” 
“Itu berarti bukan kau yang memblokir sihir pendukungku?”
“Tidak, waktu itu aku. Tapi kali ini bukan. Saat ini, ada puluhan pengguna sihir yang semuanya bekerja bersama-sama untuk menghalangi sihir kita. Mereka melantunkan counter-magic tanpa henti dari beberapa area di sekitar arena.”

Upaya mereka untuk menyabotase kami semakin menjengkelkan... Yah, jika kami tidak bisa menggunakan sihir maka aku hanya akan menggunakan obat penyembuh yang kubawa. Kami memiliki dua menit tersisa sebelum pertandingan dimulai. Kami hanya harus melakukan apa yang dapat kami lakukan. Selain itu, melihat seberapa kuatnya Sadeena. Jika dia bertarung bersama kami, seharusnya kami bisa menang dengan mudah.

“Masih ada yang lain, Rock-chan.” 
“Apa lagi?”
“Aku menduga ini terjadi saat kita bertanding tadi, panitia menggunakan sihir debuff yang diam-diam mereka lemparkan pada timmu tanpa henti. Selain itu, mereka juga memberiku buff.”
“Apaaahh?!”
“Dengan kata lain, karena sekarang panitia menganggapku musuh, maka kau jangan berharap banyak dariku, oke?”

Sial! Situasi terus memburuk! Mereka sudah melakukan pencegahan sejauh ini agar kami tidak dapat menyembuhkan luka, jadi kami harus melakukan perawatan minimal. Selain itu, buff yang diterapkan pada Sadeena kini sudah beralih ke debuff.

Jika aku membuat keributan besar untuk protes sekarang, apakah mereka akan mendengarkan? Kemungkinan besar, mereka hanya akan berpikir aku membuat alasan dan mengabaikanku. Ini adalah Colosseum Gelita. Mungkin sifat alami tempat itu membuat kesalahan untuk mencoba dan mendapatkan kekayaan cepat dari sana. Aku mulai menyesal membiarkan peluang kompetitif memikatku untuk bertarung.

Ditambah, lawan kami akan mendapatkan buff. Kurasa tujuan dari jeda tiga menit ini adalah untuk menerapkan buff. Aku merasa bahwa tubuhku terasa lebih berat sekarang daripada sebelumnya.

“Kalian bertiga sangat mengesankan. Aku cukup terkejut selama melawan kalian tadi?”
“Ya, sudah seharusnya...”

Aku adalah salah satu dari empat pahlawan suci yang melindungi dunia dari gelombang. Biasanya, kekuatanku berbeda dari orang-orang biasa. Sial! Jika statistikku tidak berkurang oleh kutukan itu, maka sihir debuff kecil tak akan membuat perbedaan besar!

Tunggu... Aku sudah mendapatkan perisai di dunia Kizuna yang mungkin berguna pada saat seperti ini. Itu berasal dari material Byakko. Aku cukup yakin itu memiliki efek khusus pembatalan dukungan, mungkin aku bisa menggunakannya karena makhluk itu masih satu kategori dengan Spirit Tortoise, yaitu Binatang Penjaga. Itu bisa berguna sekarang jika debuff dianggap sebagai sihir pendukung.

Aku mulai merombak perisaiku tapi kemudian terhenti. Aku tak memiliki bahan yang cukup untuk mengaktifkannya secara optimal. Aku mencoba menggunakan apa yang aku miliki dan kemudian memeriksa layar statistik. Hmm... Ini benar-benar aneh. Karena perisai ini hanya mendapat sedikit metode penguatan yang aku terapkan, kegunaannya jauh lebih rendah daripada Demon Dragon Shield, yang sepenuhnya aku terapkan metode penguatan. Perbedaannya cukup besar sampai akan menjadi beban, jika aku mempertimbangkan debuff.

“Ra-Shigaraki.” 
“Ya?”
“Senjata yang terbuat dari material Byakko mungkin bisa meniadakan debuff.”

Kali ini Raphtalia memeriksa layar statistiknya.

“Statistikku tidak cukup tinggi untuk menggunakan katananya, tapi tidak ada efek pembatalan sihir dukungan pada senjata.”

Baiklah. Kami hanya harus terus menggunakan senjata yang sama seperti sebelumnya. 

“Bagaimanapun...”

Sadeena melirik para penonton dan panitia sebelum mengayunkan tombaknya dengan ringan dan kemudian mengedipkan mata.

“Kurasa kita hanya perlu melakukan ini, bukan?” 
“Ya.”
“Iya. Ayo atasi rintangan ini dan kembalikan penduduk desa!”
“Humming tidak akan kalah!”

Raphtalia dan Filo setuju dengan kami. Tepat setelah itu, penghitungan survei selesai, dan secara resmi diputuskan bahwa pertandingan Ekshibisi akan diadakan.

Aslinya, mustahil bagi kami untuk menggunakan sihir. Kami mendapatkan banyak sihir debuff kuat, dan musuh dibuff. Bajingan macam apa yang akan membuat kami bertarung dalam kondisi ini?! Maksudku, aku sudah tahu orang seperti apa mereka, tapi ayolah!

Haruskah aku memerintahkan Pedagang Budak dan Pedagang Aksesori untuk menghancurkan mereka nanti? Mereka bisa melakukan itu, bukan? Jika aku menggunakan pengaruh sebagai seorang pahlawan juga, pasti kami bisa mengakhiri mereka untuk selamanya. Lagi pula, aku harus fokus untuk memenangkan pertarungan sekarang. Aku hanya akan terlihat seperti pecundang yang merengek jika aku mencoba bertengkar dengan mereka setelah dikalahkan.

Sesuatu menggangguku tentang bagaimana pedagang panitia berbalik dan pergi sebelum hasil survei bahkan diumumkan. Kami harus menyelesaikan pertandingan dengan cepat. Aku yakin mereka sedang merencanakan sesuatu yang buruk.

“BAIKLAH! PERTANDINGAN DIMULAIII!!”

Suara gong bergema, dan pertarungan kami dengan orang aneh, Murder Pierrot ini dimulai. Baiklah sekarang, prioritas utama kami adalah dengan cepat mengalahkan... pengendali boneka? Bunyi klik-klak dua boneka di depannya yang berlari ke arah kami dengan cepat benar-benar menyeramkan.

“Mari kita lakukan! Incar pengendali boneka di belakang!”
“Mengerti!”
“Aku mulai!”

Karena kami tidak bisa menggunakan sihir dalam keadaan seperti ini, Sadeena masih dalam bentuk therianthrope dan mencoba menyusul Raphtalia dan Filo. Dia cepat... tapi ya, tidak secepat sebelumnya. Dia cenderung tertinggal satu langkah di belakang Raphtalia dan Filo dengan kecepatannya saat ini. Menyaksikan Raphtalia dan Filo berlari ke depan membuat jelas bagiku kalau dia sudah mendapatkan sihir pendukung sebelumnya.

Pekerjaanku adalah menghentikan dua boneka ini! 

“Ha!”

Aku melompat dan memblokir serangan boneka, yang mengacungkan pedang dan kapak. Aku bisa merasakan tumbukan yang berat menembus perisai dan masuk ke tubuhku. Tetap saja, itu belum cukup untuk melampaui pertahananku.

“...”
“...”

Cara mereka tersentak saat membuat suara klik-klak benar-benar menyeramkan. Murder Pierrot memegangi seutas benang dan sepertinya menggunakannya untuk mengendalikan boneka.

“Aku tidak punya urusan denganmu, tapi karena pertandingan konyol ini harus segera diselesaikan, jangan menahan diri!”
“Kita akan menang!”
“Oneesan yakin masalahku ini sulit untuk dibersihkan, tapi demi kemenangan bersama, jangan menahan diri!”

Sebelum aku bisa memberi tahu mereka, Raphtalia, Filo, dan Sadeena, mereka mengacungkan senjata dan bergegas menyerang. Lawan kami seharusnya kuat, tapi... pastinya mereka tidak cukup kuat untuk menangani kami semua. Kami tiba di sini dengan mengatasi setiap rintangan yang menghalangi kami, tidak peduli seberapa hebatnya mereka! Kalah bukanlah suatu pilihan!

“Spider Net...” 
“Apa—”
“Huuuh?”
“Oh?”

Mereka bertiga sudah mencoba menyerang, tapi senjata mereka terhenti tepat di depan Murder Pierrot. Hah? Apa yang sedang terjadi?!

“Ada yang... menempel pada senjataku... benang?!” 
“Nyangkuuut!”
“Ini cukup menyusahkan?”

Benang yang melilit senjata mereka tiba-tiba muncul. Kemudian, seolah-olah hidup, benang demi benang ditembakkan dan mulai membungkus tubuh mereka juga.

Apa itu serangan pengekang? Apa ada serangan yang bekerja seperti jaring laba-laba?! kami pasti berurusan dengan semacam therianthrope atau semacamnya yang memiliki karakteristik seperti serangga. Atau mungkin itu sebenarnya monster yang menggunakan bentuk manusia seperti yang dilakukan Filo.

Murder Pierrot mengulurkan bola benang keluar. 

“Bind Wire.”

Benang keluar dari boneka yang aku pegang dengan suara mendesis dan langsung menghampiriku.

“Sial! Lepaskan!”

Aku menarik benang dengan kuat saat mencoba untuk membungkusku, dan itu tertarik dengan mudah... tapi itu tidak putus! Aku bisa saja menganggapnya sia-sia, karena aku tidak bisa menyerang secara alami. Tapi terlepas dari itu, ini sangat elastis. Apa-apaan ini?

“Ugh! benang ini!”
“Ewww!”
“Ra-Shigaraki-chan! Humming-chan! Lepaskan senjata kalian!”

Filo dan Sadeena masing-masing melepaskan senjata mereka, tapi Raphtalia seorang pemegang Senjata Vassal, dia tidak bisa melepaskan senjatanya.

“Shigaraki-chan!”
“Aku tahu! Tapi... Terima ini! Instant Blade! Mist!

Raphtalia mencoba untuk memaksa skill memotong benang, tapi itu hanya menghasilkan percikan api. Tidak mungkin! Terbuat dari bahan apa benang ini yang bisa menahan salah satu skill Raphtalia dan masih belum putus?! Atau itu karena jarak antara statistik kami telah dibuat sangat besar sehingga ini semua sia-sia? Jika itu masalahnya, aku mungkin harus membakar semuanya dengan Wrath Shield.

Menggunakan kekuatan kasar, aku mengalahkan benang yang mengikatku dan meletakkan tanganku di perisai.

Terjadi Gangguan – Tidak Dapat Dirubah.

Sebuah pesan muncul di pandanganku. Hah? 

“Aku tidak akan membiarkanmu.”

Benang demi benang melilit perisaiku. Aku sendiri tidak dapat melihat wujud perisai lagi.

“Change Seal Wire.”
“Sialan... Apa-apaan...”

Aku tahu kalau lawan kami seharusnya sangat kuat, tapi meski begitu, ada sesuatu yang tidak benar! Aku tidak bisa membayangkan serangan seperti ini datang dari siapa pun selain pahlawan!

“Fire Paralysis Wire.”

Benang di daerah sekitarku terbakar dan mulai menjangkauku. Sial! Panasnya tidak menggangguku, tapi musuh jelas berusaha untuk mengalahkanku terlebih dahulu, pemimpin tim kami!

“Tuan-Tuan Rock!”
“Cepat dan singkirkan katana-mu! Gunakan katana kedua sebagai senjata utama!”
“Di... mengerti!”

Aku harus membuat jarak di antara kami dengan cepat! Uh... Bagaimana aku bisa melakukannya? Oh! Aku akan menahannya dengan Shooting Star Shield!

“Shooting Star—” 
“Skill Seal.”

Benang itu melilit tenggorokanku. Tapi tidak membuatku tercekik. Tapi... 

“Ap... apa?!”

Aku mencoba untuk menggunakan skill, tapi entah kenapa aku tidak bisa menyebutkan nama skillnya!

“Apa yang sedang terjadi?!”

Ini tidak masuk akal! Murder Pierrot ini menghalangi skillku! Jika yang dia lakukan termasuk sihir, maka itu jelas tidak masuk akal! Dia memberikan status efek aneh padaku, itu berarti... ada kemungkinan kalau itu adalah serangan tipe perangkap. Itu tergantung pada gamenya, tapi kadang-kadang jebakan dapat menerapkan efek status terlepas dari resistensi. Aku tidak dapat menyangkal kalau hal seperti itu mungkin ada, dan dalam semua kemungkinan tersebut, aku pasti sedang mengalaminya sekarang.

“Terima iniiii!”

Filo merunduk ke bawah benang dan bergegas ke arah Murder Pierrot untuk menyerang dengan tangan kosong. Aku tidak tahu dia meremehkan Filo karena dia menyerang dengan tangan kosong, atau hanya berfokus padaku dan Raphtalia, tapi Murder Pierrot melemparkan benang jaring dengan upaya setengah hati untuk terlindung terhadap serangan Filo.

“Tooo!!”

Filo berubah menjadi bentuk Filolialnya dengan dentuman keras dan melompat tinggi ke atas benang, menendang sekuatnya. Murder Pierrot tampak terkejut, menoleh ke arah Filo dan menghamburkan sejumlah benang ke arahnya secara instan.

“Masih belum selesai!”

Murder Pierrot pasti ceroboh setelah melihat betapa beratnya filo dalam bentuk Filolialnya, karena benang yang ia munculkan tidak padat sama sekali. Terlepas dari gangguan sihir, Filo berubah ke bentuk manusianya dengan kecepatan luar biasa yang dia pelajari dari Fitoria, dan terjepit di antara benang. Setelah serangan itu, dia kembali ke bentuk Filolialnya dan memberikan tendangan cepat.

“Ugh!”

Murder Pierrot menerima pukulan penuh dari serangan Filo dan dikirim terbang. Tapi seolah-olah untuk mengurangi dampak serangan, benang menyebar dan melilit Murder Pierrot. Itu membentuk kepompong sesaat dan kemudian terurai sebelum Murder Pierrot mendarat di tanah, tanpa cedera. Benang yang terurai membungkusnya seperti kepompong dan berguling ke sisi arena.

“Kami belum selesai!”

Raphtalia mengacungkan katananya untuk memberikan serangan lanjutan. 

“Spirit Blade! Soul Slice!”
“Tidak berguna...” 
“Oh benarkah?”

Katana Raphtalia melewati benang dan memotong Murder Pierrot.

“-!?”

Murder Pierrot tampaknya mengatakan sesuatu, tapi yang bisa kudengar hanyalah suara statis. Mengapa? Suara apa itu? Bagaimanapun, kami harus terus melawannya. Raphtalia memiliki katana yang dapat digunakan untuk menyerang entitas nonfisik, lawan tak berwujud seperti hantu.

“Oke... Selanjutnya...” sambung Raphtalia. 
“Mind Line.”

Benang ditembak dengan cepat, seolah-olah untuk melindungi terhadap serangan Raphtalia berikutnya. benang baru melilit katana yang sudah melewati benang sebelumnya.

“Masih lanjut jugaaa!”

Filo menindaklanjuti dan mencoba memberikan tendangan lain, tapi benang melintas di seluruh area... Tunggu! Boneka-boneka yang aku pikir ada di dekatku sekarang tiba-tiba muncul di depan Filo. Sial! Aku tidak bisa bergerak!

“Selanjutnya gi—ra-ku. Needle Shot!”

Sekarang ada jarum keluar dari bola benang?! Jarum tersebut memiliki benang yang melekat padanya. Semua serangan ini membuatku merasa seperti sedang menonton video panduan tentang menjahit!

“Rock-chan! Kau baik-baik saja?!”

Sadeena mendekat untuk memeriksa kondisiku. Jika kami tidak memiliki senjata dan tidak bisa menggunakan sihir, kami tidak akan memiliki cara untuk bertarung... bukan?

Tapi tunggu, apa yang terjadi dengan bantuan yang dibeli dan senjata yang dilemparkan ke peserta ketika pertarungan terlalu berat sebelah?! Ketika pikiran itu terlintas di benakku, aku melihat ke atas dan memperhatikan kalau benang sudah dengan teliti mencegat semua senjata yang dilemparkan. Arena sudah berubah menjadi sarang laba-laba dan senjata tidak bisa sampai pada kami.

Mengenai dukungan sihir, aku tidak bisa mengatakan dengan pasti apa yang sedang terjadi dari sini, tapi aku menganggap kalau panitia memblokir segala upaya untuk itu.

Sialan... Jika keadaan terus seperti ini, Raphtalia dan Filo bisa berakhir dalam kesulitan. Aku juga ditarik oleh benang. Itu menempel pada tubuhku dan mencoba memaksaku untuk berjalan. Dilihat dari arahnya, sepertinya Murder Pierrot sedang berusaha menggunakanku sebagai perisai terhadap serangan Raphtalia.

Kupikir Sadeena sama tangguhnya dengan mereka, tapi masih ada langit diatas langit. Itulah yang kurasakan sekarang, dan ini mungkin tidak menjadi masalah bagi kami jika bisa menggunakan sihir dan tidak memiliki efek debuff atau kutukan.

“Oneechan! Mmhem... Mmhem...”

Filo kembali ke bentuk manusia dan mengambil beberapa langkah besar sebelum berdeham beberapa kali. Kemudian... dia malah mulai bernyanyi.

“Kenapa kau bernyanyi di saat seperti ini?!”

Aku berteriak pada Filo. Dia menatapku dan mulai memberi tanda sesuatu padaku dengan tangannya. Umm... dilihat dari gaya rambut dan cara dia berpose menggunakan senjata... dia menggambarkan Kizuna? Dia bernyanyi, oh... apa ada hubungannya dengan skill yang dia dapatkan di dunia Kizuna? Aku tahu dia bisa melakukan itu saat menjadi Humming Fiary, tapi apa benar dia bisa melakukan itu di dunia ini?! Oh, aku baru ingat, aku cukup yakin dia mengatakan sesuatu tentang lagu pengantar tidur sebelumnya!

Terdengar suara dentuman dan benang di sekitar Filo mulai bergetar. Beberapa saat kemudian, benang itu terbakar dan dengan cepat kembali ke gulungan yang dimiliki Murder Pierrot. Sudah kuduga! Benang ini pasti lemah terhadap serangan berbasis sihir.

“Fire Sooong!”

Aku cukup yakin itu hanya nyanyian Filo, tapi lagu itu bergema di seluruh tempat. Jadi itu bukan sihir, kalau begitu? Dalam hal ini, mereka tak akan dapat memblokirnya. Setelah itu, Filo menarik napas dalam-dalam, berubah ke bentuk Filolialnya, dan kemudian mengangkat sayapnya ke mulut seperti megafon dan menjerit.

“Air Block Voice!”

Ada ledakan keras, dan kemudian aku melihat sesuatu seperti gelombang kejut keluar dari mulut Filo menuju Murder Pierrot. Dia memiliki teknik rahasia yang sangat luar biasa. Kenapa dia tidak menggunakannya pada Kyo, saat menjerit dengan keras?! Seperti dugaanku, benang tersebut lemah terhadap serangan sihir.

“Terima kasih, Humming!”

Raphtalia membuat katana lainnya muncul dan menghilang sesuai kebutuhan, sementara dia menyelinap melewati jebakan Murder Pierrot, tampak seperti tarian yang anggun, dan kemudian mendekat untuk menyerang. Kami berhasil unggul langkah dari lawan... tapi berapa lama itu akan bertahan?

Ugh... Sihir debuff menjadi terasa lebih berat. Raphtalia dan Filo juga bergerak lebih lamban.

“Rock-chan.”

Sadeena diikat persis seperti Filo, tapi dia berubah untuk membebaskan diri dan mendatangiku. Benang yang kugulung ini berubah menjadi bola api, tetapi Sadeena mengulurkan tangan dan menyentuhku.

“Ada apa?”
“Tadi aku lupa memberitahukanmu hal ini, ada cara tertentu agar bisa menggunakan sihir dalam kondisi ini.”
“Hah? Bagaimana caranya?”
“Kau tidak belajar sihir?”

Aku teringat kembali waktu aku belajar sihir saat kami berdagang. Counter-magic adalah sesuatu yang hanya bisa digunakan pada lawan individu, tapi memungkinkan bagi banyak orang untuk melakukan counter-magic. Tapi bagaimana jika banyak orang yang dapat menghasilkan mantra tunggal? Aha, jadi jika mantranya dirapalkan bersama, maka itu mungkin berhasil. Mungkin mantra kooperatif bisa  kami gunakan. Aku ingat melihat Filo melakukan itu beberapa kali sebelumnya.

Sadeena mendekatkan mulutnya ke telingaku dan dengan tenang menjelaskan.

“Oleh karena itu, Rock-chan dan aku akan bekerja sama untuk merapalkan mantra bersama-sama.”
“Tapi, jika kita melakukannya bersama pasti akan ketahuan dia, belum lagi mendapat gangguan dari mereka, bukan?” 
“Serahkan bagian itu padaku. Oneesan tidak akan gagal.”

Sadeena mengedipkan matanya padaku dan mulai fokus pada mantra.

“Kau juga fokus, Rock-chan. Aku akan membantumu. Kita akan memberikan sihir dukungan.”

Baik, terserahlah. Aku mulai fokus. Aku merasakan aliran kekuatan sihir yang datang dari Sadeena... Aneh. Itu seperti aliran kekuatan yang aku rasakan ketika melakukan sihir dengan Ost... tapi ada sesuatu yang berbeda. Aku menutup mataku, dan di bidang penglihatanku, sesuatu yang tampak seperti balok persegi muncul. Di sebelahnya ada patung dengan bentuk acak? Tidak, bukan itu. Itu adalah potongan puzzle. Apa yang sedang terjadi?

“Ini pertama kalinya kau melakukan mantra kooperatif? Ya, pada dasarnya kita harus menggambarkan sihir kita untuk mewujudkan bentuk sihirnya.”

Sial. Apa yang dia minta lakukan itu tidaklah mudah.

“Kekuatan dua jiwa! Jadilah kekuatan bagi mereka! Beri kami kekuatan untuk memutar takdir kekalahan kami! Beri kami kekuatan untuk menghubungkan kami pada takdir kemenangan!”

Aku bisa merasakan Sadeena dengan cepat membentuk potongan-potongan teka-teki dan mengubah masing-masing ke dalam bahasa sihir.

“Nah, sekarang bagianmu, Rock-chan. Oneesan bantu.”

Dia mulai membentuk balok yang aku coba bentuk. Meskipun, itu tidak semulus miliknya, karena itu adalah bagian yang biasanya harus kuselesaikan. Namun, apa perasaan ini? Sesuatu yang dilakukan Sadeena terasa sangat mirip dengan apa yang sudah dilakukan Ost. Sama halnya ketika aku membayangkan mantra untuk Aura, gambaran buram dari salah satu pecahan yang ditunjukkan Ost kepadaku muncul sekilas.

“Lupakan semua bagian yang tak pentingnya, jika tidak Raphtalia-chan akan berada dalam masalah.”

Raphtalia dan Filo masih melakukan perlawanan yang bagus, tapi mungkin hanya masalah waktu sebelum itu berubah. Aku bisa melihat Murder Pierrot menggulung senjata yang dilemparkan ke arah kami dan mencoba mengayunkannya dengan benang. Sekarang, aku harus fokus pada sihir ini, setelah itu kami harus mencari cara untuk mengatasi lawan ini, bagaimanapun caranya.

“Dragon Vein! Dengarlah permintaan kami! Sebagai sumber kekuatan, kami memohon kepadamu. Kami membacamu untuk menguraikan hukum alam! Beri kami kekuatan untuk mengatasi rintangan di hadapan kami!”

Sadeena menyelesaikan sihir kooperatif dan mengangkat tangan kirinya ke udara. Awan gelap mulai terbentuk di atas kami, dan suara guntur bergema di seluruh arena.

“Ara? Inikah sihir yang kita dapatkan, huh?”
“Descent of the Thunder God!”

Tanpa mencoba mengucapkannya, nama mantranya tiba-tiba keluar dari mulutku pada saat yang sama. Ikon target muncul di bidang penglihatanku.

“Rock-chan, kau pasti tahu siapa yang akan kita berikan mantra pendukung ini?” 
“Ya...”

Tanpa ragu-ragu, aku memilih Raphtalia. Sadeena pasti setuju, karena dia mengarahkan jarinya ke Raphtalia. Awan petir bergerak ke atas Raphtalia dan kilat jatuh.

“Ahh!”

Raphtalia berteriak kaget. 

“Sekarang…”

Pertahanannya terbuka, benang Murder Pierrot melesat ke arahnya. Tetapi benang itu memantul, tidak mampu membungkusnya. Itu belum semuanya.

“Ugh!”

Dengan suara keras, Murder Pierrot menerima sengatan listrik yang kuat dan sedikit tersungkur.

“Apa ini?”

Raphtalia berdiri di sana dengan ekspresi kaget di wajahnya. Aku juga merasakan hal yang sama. Bagaimanapun, seluruh tubuh Raphtalia dipenuhi dengan listrik.

“Statistikku melesat tinggi!”
“Ra-Shigaraki-chan! Itu adalah mantra pendukung kooperatif dari kami! Jangan disia-siakan!”
“Un... mengerti!” 
“Aku tidak akan kalah.”

Tidak mau kalah, Murder Pierrot menembakkan rentetan jarum, tapi Raphtalia menangkis mereka semua dan mendekati Murder Pierrot dengan kecepatan yang membuat kelesuannya yang sebelumnya tampak seperti mimpi buruk.

“Aku bisa menahan seranganmu!”

Murder Pierrot menembakkan jaring dari bola benangnya dan mencoba menjaga jarak.

“Tidak ada gunanya! Brave Blade! Mist!

Raphtalia menggunakan dua pedang sekarang. Dia menghadapi Murder Pierrot dan melepaskan Skillnya. Bilah Raphtalia mengikuti lintasan berbentuk salib yang memotong jaring benang dan menembus Murder Pierrot.

“Ahhhh!”

Seolah ingin menindaklanjuti serangannya, tembakan kilat dari katana ke Murder Pierrot, yang dikirim terbang. Masih belum siap untuk menyerah, Murder Pierrot menghentikan momentum jatuhnya dan bangkit kembali, siap untuk bertarung.

“Humming tidak mau kalah!”

Filo menarik napas dalam-dalam dan menembakkan Air Block Voice lainnya. 

“Ughhhh...”

Tampaknya tak sekuat tadi, tapi itu masih lebih dari cukup untuk membuat gelombang kejut yang membuat beberapa kerusakan pada lawan kami.

“Rasakan serangan pengakhiran ini! Skill Kombo! Blade of the Thunder Emperor!

Raphtalia mengayunkan salah satu katananya ke bawah dengan keras. Ketika dia melakukannya, bilahnya diselimuti oleh cahaya putih kebiruan yang mencerahkan, dan hujan petir jatuh pada Murder Pierrot. 

“Gaahhh!”

Tumbukan keras mengguncang seluruh arena dengan ledakan keras, meninggalkan kawah besar di arena. Hampir seperti mantra sihir upacara Judgment. Satu-satunya yang tersisa di dalam kawah adalah Raphtalia.

Kami menang... Iya, kan? Sepertinya kami sudah menang, tapi benang Murder Pierrot masih melilitku erat. Raphtalia menyingkirkan darah dari pedangnya dan pergi untuk memeriksa untuk memastikan kalau Murder Pierrot tidak berdaya.

“...?”

Raphtalia memandangi katana-nya dengan cermat dan kemudian menggunakan sarungnya untuk menggulingkan tubuh Murder Pierrot yang jatuh.

“Ini…”

Dia menusuk ringan tubuh Murder Pierrot dengan sarungnya, dan itu membuat suara hampa. Itu terdengar seperti... kayu? Kemudian bola benang yang dimiliki Murder Pierrot mulai berguling di lantai. Tepat sekali. Benda itu berguling ke arah tumpukan senjata yang telah terbungkus benang dan dibuang ke sudut arena. Aku punya firasat buruk tentang ini.

“Scape Doll.”

Sepasang gunting muncul dan memotong kepompong benang yang melilit tumpukan senjata, dan sesuatu keluar merangkak keluar.

“Kekuatannya kira-kira cukup--?”

Ada Murderr Pierrot kedua yang berdiri di hadapan kami. Raphtalia mengangkat katananya dan mempersiapkan diri.

“Kekuatan itu saja ---------------------ku. Kekuatan dasarmu masih kurang.”
“Hah?”

Murder Pierrot berbicara begitu pelan sampai aku hampir tidak bisa mendengar apa yang dia katakan!

“Kekuatan yang kau miliki ------------------- ini. Bila itu tidak terjadi, ma-------- lain --------------kan duniamu. Seharusnya kau cukup kuat untuk melawanku seorang sepertiku.”

Apa yang dikatakan dia ini?

“Ini sudah cukup untuk bayaran aku maju bertanding. Sebenarnya aku ti--------------------------an. Sa--------------gi.”

Apakah hanya aku yang mendengar suara statis lagi? Aku terus mendengar bunyi berderak dan mendesis ketika dia berbicara kepada kami.

“Berjuanglah agar tidak terbunuh oleh mereka.”

Aku mendengar Murder Pierrot jelas kali ini. Kemudian, setelah melambai kepadaku, ada ledakan kecil dan Murder Pierrot menghilang, meninggalkan kepulan asap.

Dia... seorang ninja? Cara menghilangnya persis seperti seorang ninja. Pada saat yang sama, benang yang telah berserakan di seluruh arena menghilang, sama halnya dengan boneka-boneka yang telah dikalahkan Filo.

“Dia itu sebenarnya siapa?!”

Bukan saja aku tidak tahu siapa dia, tetapi cara dia berbicara membuatnya terdengar seperti dia sedang menguji kami. Kemudian dia pergi dan menghilang.

“Murder Pierrot menghilang dari arena! PEMENANGNYA! Tim Rock Valley and Nadiaaaaaaa!”

Awalnya hanya beberapa penonton bertepuk tangan di sana-sini dengan cepat berubah menjadi raungan sorakan dan tepuk tangan. Aku kira mereka tidak benar-benar peduli sisi mana yang menang pada akhirnya.

“Kita berhasil, Rock-chan.” 
“Kita menang!”
“Firo menaaaang!”
“Kau Humming!”

Aku memarahi Filo dan yang dia katakan hanyalah “huh!” Astaga... semua perintah hanya masuk kuping kiri dan keluar di kuping kanan milik burung itu!

“Tapi... Dia itu apa? Murder Pierrot... Kapan dia punya kesempatan untuk bertukar tubuh dengan bonekanya?”
“Mungkin saat kepompong itu melindunginya? Aku merasa ada janggal setelah dia keluar dari sana?”
“Dia itu hebat menyembunyikan dirinya loh? Dia tidak menggunakan sihir juga!”

Aku merasa pendeskripsian dari Sadeena dan Filo benar. Dia sepertinya masih bisa melanjutkan pertandingan tadi, namun dia memutuskan untuk pergi seperti tujuan yang diberikannya sudah selesai. Bukan hanya itu, dia juga memberitahu kami untuk menjadi lebih kuat...

Aku tidak yakin Murder Pierrot adalah musuh atau sekutu kami. Tapi... sekutu rasanya tidak tepat. Ini hanya dugaan, tapi ada sesuatu yang menakutkan tentang ini semua. Kejadian ini terasa sama seperti kami bertemu Glass. Oh senjatanya itu, aku harus menanyakan mengenai senjatanya itu saat kami bertemu dia lagi.

Tapi sekarang, kami harus memprioritaskan keselamatan teman desa Raphtalia. Kami melambai seolah mengumumkan kemenangan kami dan kemudian dengan cepat kembali ke ruang tunggu para peserta.





TL: Ryuusaku
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar