Selasa, 21 Januari 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 89. Kelahiran Perlombaan Olahraga Pulau Cal Mira

Chapter 89. Kelahiran Perlombaan Olahraga Pulau Cal Mira


Setelah mendengarkan cerita Raphtalia, itu memakan waktu hingga sore hari, dan waktu untuk pergi keluar telah terlewatkan.

Jika kita pergi sekarang, itu akan menjadi pertarungan malam hari di suatu pulau.
Aku memilih untuk tidak bertarung di malam hari secara berlebihan,  padahal waktu itu sangat berharga. Tapi itu cukup berbahaya...
Berbelanja di pasar akan menjadi pilihan, tapi... kemarin Aku sudah pergi kesana.
Dari awal Aku selalu membuat obat dan aksesoris, atau mempelajari mantra sihir, tapi aku sudah kehabisan bahan. Setelah kembali Aku akan diajari oleh seseorang yang telah disiapkan oleh ratu.
Kita memiliki waktu luang dan sedang bosan.

Oleh karena itu kita memutuskan untuk bermain dipantai sampai senja tiba.

“Wahoi~!”

Filo sedang bermain di laut.
Dia bersenang-senang di air dan mencoba menyelam di lautan seperti burung air.
Kurasa bukan seperti itu.
Aku rasa dia sedang latihan renang.
Sekilas dia terlihat tenggelam.
Maksudku, bisakah kau menenggelamkan diri?... mengambang selagi kedua kakinya berada diatas permukaan air. Kelakuannya itu sangat konyol.
Gayanya mengingatkanku pada orang yang terbunuh disuatu tempat dengan posisi yang sama. Apaan namanya?
Desa yang dihuni oleh anjing, Aku tidak bisa mengingatnya dengan detail.
Sudah 4 bulan terpisah dari pengetahuan otaku, dan dari awal aku hanya bisa mereferensikannya dari anime yang bergenre misteri.



“Level kita tidak naik sedikitpun. Itu salahmu Raphtalia.”
“Ehh... Mau bagaimana lagi. Jika pergi dimalam hari... itu juga menyusahkan karena kita harus kembali ketika pagi tiba.”
“Pertukaran anggota party itu yang bermasalah.”
“Itu benar... Aku harap waktu bergerak lebih cepat dari biasanya, mungkin sekarang bisa lebih menyenangkan.”
“Benar juga.”

Agar kita bisa bermain di pantai kita meminjam baju renang dari penginapan.
Yang bisa Aku bilang, pantai negeri tropis itu indah.
Sungguh, Aku baru pertama kali melihat ini, rasanya seperti datang ke Hawaii atau Guam.

“Kalau diperhatikan, banyak orang-orang yang bermain di pantai sama seperti kita.”
“Iya, Benar...”
“Raphtalia, apa kau membawa bola?”
“Aku menyimpannya dikamar penginapan...”
“Begitu ya.... seharusnya ada tempat yang meminjamkan bola.”

Entah kenapa walaupun Aku melihat sekitar, tidak ada toko yang menyediakan barang rekreasi.
Ada tempat beristirahat yang sering digunakan dipinggir pantai, tapi tidak ada mainan yang bisa dimainkan di pantai.
Karena disini panas, ada toko yang menjual makanan dan minuman dingin.
Tetapi, tidak ada toko yang menjual barang permainan.
.... Tidak ada papan selancar juga.
Untuk orang seperti Motoyasu, berselancar bukan hanya menjadi hobi mereka. Itu dia.
Selagi berpikir dan melihat sekitar, Aku melihat Motoyasu.
Sepertinya ia sudah baikkan, dan sekarang ia sedang menemani Bitch.
Ia tidak mempelajari kesalahannya. Ini akan sangat menyebalkan untuk berbicara dengannya karena ada Bitch disebelahnya, Aku tidak merasa nyaman.

“Apa yang sedang kau pikirkan?”
“Setelah melewati penderitaan akhirnya kita bermain di pantai. Aku rasa bermain bola voli di pantai akan sangat menyenangkan.”
“Di pantai ada latihan untuk tubuh bagian bawah dan kita harus mempertahankan bola untuk terus melayang di udara! Akan ku ambil dulu ya!”

Setelah mendengar saranku Raphtalia lari dengan sendirinya.
... Sepertinya Aku terlalu membesarkan otak ototnya.
Ini tidak bukan salah pelatihan juga sih...
Pondasi kehidupan Raphtalia itu sudah salah... Mungkin itu kesalahanku.

“Apa yang dilakukan Onee-chan?”
“Dia pergi untuk mengambil bola.”
“Hmm. Main bola?”
“Sepertinya begitu.”
“Firo sedang bosan. Jadi mau main lagi.”
“Oh. Berjuanglah.”
“Iyaa!”

Sambil menggambar garis lapang bola voli.... Raphtalia datang membawa bola.
Bola itu dibuat untuk anak-anak yang terbuat dari balloon, dan Raphtalia menjaga bola itu dari dulu.
Pelatihan di pantai untuk memperkuat tubuh bagian bawah, yah....

“Raphtalia, bisa kesini sebentar?”
“Apa? Baiklah.”

Aku memperhatikan tangan atas Raphtalia dengan seksama.
Dia sudah sering latihan, dan statusnya bertambah sedikit demi sedikit, tapi kenapa ototnya tidak terlihat begitu jelas.

“Ada apa?”
“Raphtalia, apa kau menggunakan sihir untuk menyembunyikan wujud aslimu?”

Raphtalia itu setengah rakun, hebat dalam mantra ilusi, dan berbakat dalam sihir cahaya dan kegelapan.
Itu berarti, ada kemungkinan dia memalsukan penampilannya.

“Kenapa aku harus melakukan hal yang tidak berguna seperti itu?”
“.... Raphtalia, tetap menjadi dirimu yang sesungguhnya.”
“Apa....? Aku mengerti.”

Raphtalia memiliki motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya.

Setelah itu, Aku menjelaskan dasar peraturan bermain bola voli.
Aku tidak menjelaskan secara keseluruhan, Aku hanya menjelaskan, untuk tidak menjatuhkan bola, cara memegang bola dengan benar, dan cara mengoper bola ke rekan satu tim.

“Baiklah Aku mulai! Tei!”
“Apa itu--!”

Raphtalia dan Filo memulai pertandingan bola voli di pantai dengan sengit.
Dari awal pertandingan mereka sudah mulai rush dan spike (smash), dan itu sudah melampaui pertandingan biasa dan menjadi pertarungan yang luar biasa.
Gerakan mereka berdua sangat cepat. Seperti sedang melihat wire action.
Ketika Aku melihat sekitar, Aku melihat orang-orang mulai berkumpul dan meniru gerakan mereka dengan senang.
Ya, itu karena tidak banyak orang bermain dengan bola, ada yang menggantikan bola dengan menggulung pakaian juga....
Mereka yang meniru penyerangan dan pertahanan Raphtalia dan Filo seperti sedang bermain bola voli juga.

“Apa Naofumi-sama tidak mau mencobanya.”

Raphtalia yang sedang melakukan smash menanyakan itu kepadaku.

“Tidak... Aku tidak bisa melakukannya.”
“?”

Apa Aku mengatakan hal yang aneh? Sepertinya Raphtalia dan Filo bermain bola voli itu dengan sangat santai.
Permainan tingkat dunia.
Aku tidak bisa mengikuti kekuatan fisik mereka.

“Melihatnya saja sudah membuatku senang.”
“Benarkah? Ini akan lebih menyenangkan bila Goshujin-sama ikut bermain.”
“Ini lebih mendekati pertarungan daripada permainan.”

Inikah efek dari Kenaikan Kelas, mereka menjadi manusia super.
Jika Aku menemani mereka maka Aku harus serius, dan itu sangat melelahkan. Dan Aku sedang dalam masa penyembuhan.

“Oh benar juga. Kalian coba main tangkap bendera dengan orang sekitar kalian.”

Ketika Aku mengatakan itu, mata Filo langsung bersinar. Permainan bola voli di pantai telah terganggu, dia langsung lari kepadaku.

“Apa itu? Bagaimana cara bermainnya!?”

Uh....

“Intinya, pertama-tama tusukkan tongkat kedalam tanah.”
“Ya!”

Aku mengambil tongkat dan menancapkannya di tanah.

“Kemudian.”

Berjalan sekitar 20 meter dari tongkat itu dan berbalik.

“Baiklah, Raphtalia dan Filo, cepat kemari.”
“Iya.”
“Iya~!”

Mereka berdua dengan cepat berjalan kepadaku.

“Jadi, kalian berdua saling membelakangi tongkat tadi dan berbaring di tanah.”
“Seperti ini?”
“Kaya gini?”

Mereka berdua berbaring sesuai dengan instruksiku.

“Jika Aku bilang Siap, dan Don! Maka setelah Aku mengatakan itu, cepat bangun dan lari ambil tongkat yang Aku tancapkan di tanah, orang yang mengambil tongkat itu akan menjadi pemenangnya. Tetapi, kau tidak boleh mengganggu lawanmu.”
“Itu terdengar menyenangkan.”
“Iya!”
“Sekarang kita latihan dulu.”

Para penonton berkumpul. Sepertinya para petualang sangat senang untuk melihat pertandingan ini.
Mungkin karena ini dunia lain? Disini tidak ada banyak permainan yang bisa dilakukan beramai-ramai.

“Siap....”

Mereka berdua menunggu Aku mengucapkan itu.

“Don! Mulai------!”

Dengan singkat, Aku terkubur oleh butiran pasir, yang tak lama kemudian menjadi gunungan pasir.
Raphtalia dan Filo adalah pelakunya. Dengan serentak mereka menendangi pasir pantai, hanya untuk mengamankan kemenangan mereka.
Ngomong-ngomong, sepertinya yang menang itu Filo.
Aku tidak yakin karena Aku terkubur oleh pasir pantai.

“Ini kemenangan Firo!”
“Selanjutnya Aku tidak akan kalah!”
“Sekuat apa kalian menendangi pasir pantai! harus ada batasannya!”

Setelah apa yang sedang kita mainkan waktu itu... telah dilanjutkan dan menjadi pertandingan utama.
Dengan demikian, Aku tidak tahu apa ini semacam prototipe dunia ini.

Raphtalia dan Filo bermain di pantai sampai hari itu berakhir.
Ada beberapa petualang yang ikut bermain juga, bola voli di pantai dan tangkap bendera pantai berakhir dengan sukses.
Ya, itu bagus untuk menghabiskan waktu.
Tampaknya Raphtalia puas dengan hasil latihan fisiknya.




TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar