Selasa, 10 Maret 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 11 : Chapter 10 - Kebangkitan Baru

Volume 11
Chapter 10 - Kebangkitan Baru


Mereka tidak menyajikan makanan di penginapan ini, jadi kami mengajak Motoyasu dan pergi ke kedai untuk mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Begitu kami memasuki kedai minuman, Motoyasu duduk di bar dan memesan minuman. Dia menyeruput minuman dan menatap meja. Aku rasa itulah yang terjadi ketika seseorang yang hanya memikirkan wanita akhirnya kehilangan wanita itu.

Seorang gadis yang tampak murahan mendekati Motoyasu.

"Mau bergabung denganku untuk minum?"

"Maaf, tapi aku lebih suka minum sendirian. Tolong tinggalkan aku."

Ya, dia rusak. Tidakkah dia menyadari bahwa Penyihir memang seperti itu sejak awal? Apakah dia benar-benar begitu percaya padanya?

Raphtalia, Filo, dan aku memesan beberapa makanan untuk makan malam. Porsinya sangat banyak, dan itu makanan yang cukup lezat untuk harga murah. Dari kelihatannya, banyak hidangan menggunakan buah yang tampak seperti tomat merah dari desa itu hingga ke barat daya. Filo bersemangat sekali setelah makan malam, dan dia mulai bernyanyi bersama dengan pemusik di bar.

"Nyanyikan satu lagi untuk kita, nona kecil!" seseorang memanggil.

"Tentu! Tidaak masalah!"

Filo mulai serius dan menunjukkan kemampuannya. Dia memang memiliki suara yang bagus. Filo dan pemusik bar benar-benar serasi dan mulai menyanyikan beberapa lagu aneh yang terdengar seperti lagu anime atau semacamnya. Aku penasaran apakah mungkin itu adalah lagu yang dia pelajari di dunia Kizuna.

Mungkin aku hanya membayangkannya saja. . . ada sesuatu yang aneh dengan ekspresi wajah orang-orang di depan panggung. Sebenarnya. . .

"Master Naofumi, aku pernah mendengar tentang jenis monster yang menyanyikan lagu-lagu untuk menipu pelaut, menyebabkan mereka menghancurkan kapal mereka sendiri."

"Kebetulan. Aku memikirkan monster yang sama. Mungkin ini semacam lagu aneh yang dia pelajari ketika dia menjadi peri senandung."

Dia memberi kita sesuatu yang mirip dengan sensasi ini selama pertarungan kami di coliseum Zeltoble. Filo tahu semua jenis lagu, dan dia tampaknya bisa menggabungkannya dengan irama pemusik untuk menciptakan sesuatu yang baru. Ngomong-ngomong, harpies, siren, dan monster serupa lainnya menggunakan suara mereka yang indah untuk menipu orang lain. Pandangan kosong orang-orang yang tampak terhanyut dalam nyanyiannya mengingatkanku pada monster-monster itu.

Tak lama, Filo selesai bernyanyi dan ruangan dipenuhi dengan sorakan. Penonton meminta ia bernyanyi kembali, tetapi Filo pasti sudah merasa puas karena dia berteriak "tidaaaak!" dan lari dari panggung. Orang-orang memberinya karangan bunga untuk menghargai penampilannya. Seseorang memberinya sejenis sayuran yang tampak seperti wortel juga. Ketika Filo bereaksi lebih baik terhadap barang yang bisa dimakan, semua orang mulai memberinya makanan. Dengan tangannya yang penuh hadiah, Filo pergi dan duduk di sebelah Motoyasu untuk alasan yang gila.

"Ada apa? Kau biasanya jauh lebih energik. Ini tidak sepertimu."

Itu mengingatkanku. Dari sisi penampilan, Filo adalah tipe Motoyasu, rupanya. Dia telah mengejar-ngejarnya sepanjang waktu, sebelum dia menghilang. Aku ingat dia mengatakan sesuatu tentang Filo yang mirip dengan malaikat juga. Aku yakin itu ada hubungannya dengan beberapa karakter dalam game yang ia khayalkan atau semacamnya. Meskipun, dia adalah tipe pria yang cenderung menganggap wanita sebagai malaikat.

“. . .”

Dia tampak sangat kesal ketika dia melirik Filo sebelum melihat kembali ke meja. Jadi dia juga mengabaikan Filo. . . meskipun Filo mendekatinya? Ya, dia sudah rusak.

“Itu juga terjadi padaku ketika aku lapar. Aku mulai merasa lelah. Aku akan menyanyikan lagu untukmu yang bisa membuatmu merasa lebih baik. "

Filo bangkit kembali di atas panggung dan mulai bernyanyi. Apa yang terjadi padanya? Bukankah dia tidak ingin bernyanyi lagi? Lagu itu memiliki ritme yang bagus. Tapi itu membuatku berpikir. . .

“Filo memang tahu banyak lagu. Apakah hanya perasaanku, atau daftar lagunya memang sudah banyak sebelum ia menjadi peri senandung? ”

"Itu karena kita telah bepergian ke banyak kota di seluruh Melromarc. Dia selalu suka bernyanyi, kupikir. Setiap kali kita pergi ke kedai minuman, dia selalu mendengarkan lagu yang dimainkan pemusik dengan penuh perhatian dan mempelajari lagu-lagu mereka. ”

Sekarang setelah aku memikirkannya, Filo selalu bernyanyi ketika suasana hatinya sedang baik.

“Anak-anak di desa juga menikmati nyanyiannya. Dia menyanyikan lagu pengantar tidur baru-baru ini. "

"Oh ya. Aku ingat dia bernyanyi di desa ketika dia tidak menginap bersama Melty. "

Filo menghadap Motoyasu dan menari sambil bernyanyi. Menontonnya bahkan membuatku mulai merasa lebih baik. Tetapi mengapa musiknya mengingatkanku pada anime sci-fi tentang perubahan bentuk pesawat tempur? Hah? Siapa yang mengajari Filo lagu ini? Apakah itu Kizuna? Kizuna adalah seorang gamer, dan dia tampak seperti tipe orang yang akan menonton anime juga, meskipun terobsesi dengan memancing.

Ketika dia selesai bernyanyi, Filo kembali ke Motoyasu.

“Aaah, tinggalkan aku sendiri, oke? Aku benci wanita sekarang. ”

"Okaaay!"

Filo mulai melahap sayuran dan bunga yang diberikan padanya.

"Makan ini! Ini akan membantumu ceria seperti dirimu yang biasanya! "

Sepertinya dia bermain-main dengan Motoyasu saat dia menawarinya sayuran yang tampak seperti wortel. Namun kurasa dia hanya berniat menghiburnya. Motoyasu hampir tidak pernah putus asa seperti ini, jadi melihatnya seperti itu mungkin memicu minatnya. Anak-anak desa juga menunjukkan kurangnya ambisi yang sama pada awalnya. Aku hanya berasumsi Filo tidak sengaja mendengarku mengeluh karena harus membawa Motoyasu ke sana, jadi sekarang dia berusaha membantu dengan caranya sendiri.

Setidaknya, itulah yang aku pikirkan ketika Motoyasu memandangi Filo dan mulai bergetar.

"Waaahhhhhhh!"

Motoyasu tiba-tiba memeluk Filo dan mulai menangis.

"Ahhhhh!"

Filo mengeluarkan jeritan yang memekakkan telinga. Dia mulai berusaha keluar dari pelukan Motoyasu, tetapi Motoyasu pasti lebih kuat dari yang dia kira karena dia tidak bisa melarikan diri.

"Wahhh! Waaahhhhh! ”

Motoyasu sedang menangis.

“Maaaster! Toloooong! "

Filo tampak seperti akan menangis juga, ketika dia melihat ke arahku dan meminta bantuan. Bagaimana semuanya berakhir seperti ini?

"Apa yang kau pikirkan . . . " Aku bertanya padanya.

Aku mulai berjalan untuk membantu Filo, yang berjuang untuk melepaskan Motoyasu yang menempelkan wajahnya ke dadanya sambil nangis terisak. Aku kira jika Witch tidak lagi menjadi pilihan dia hanya akan menerima Filo. Tetapi sekali lagi, dia secara terbuka mengakui bahwa dia menyukai penampilan Filo dalam bentuk manusianya sejak lama.

"Jika kau kembali ke bentuk filolialmu, mungkin itu akan mengejutkannya dan dia akan melepaskanmu," usulku.

"O. . . oke!"

Bagaimanapun, Motoyasu trauma dengan bentuk filolialnya. Dia tidak akan mendekati Filo ketika dia dalam bentuk monsternya. Seperti yang aku sarankan, Filo berubah ke bentuk monsternya. Tapi . .

 Mengendus! endus!

"Ini aroma Filo-chan!"

Motoyasu masih memegangi Filo dalam bentuk filolialnya dan sekarang dia mengendusnya. Wah! Dia menjijikan!

"Dia tidak melepaskankuu! Maaaster! Dia tidak akan membiarkanku pergiiiii! "

Kita sedang membicarakan Motoyasu di sini. Dia tidak melepaskan Filo dalam bentuk filolialnya ?! Apa yang sedang terjadi?! Namun, aku punya dugaan yang bagus. Kupikir aku akan memberitahunya.

"Kau membisikkan hal-hal manis ke telinganya ketika dia tertekan, jadi apa yang kau harapkan? Sekarang terima konsekuensinya dan urus dia! ”

“Tunggu sebentar. Dengan logika itu, bukankah Kau akan memperlakukanku dengan cara yang sama, Master Naofumi? "

"Apa yang sebenarnya kau bicarakan, Raphtalia ?!"

Raphtalia juga jelas sangat bingung. Tapi sekali lagi, pada dasarnya aku secara tidak langsung memerintahkan Filo untuk menghibur Motoyasu, jadi menyerahkan tanggung jawabku padanya benar-benar tidak adil. Sebenarnya, aku juga mencoba menyanjung Ren, tetapi itu tidak berhasil. Fakta bahwa Penyihir berhasil membuatku jengkel. Kurasa itu kesalahanku juga.

"Stooop!"

“Filo-tan! Filo-tan! "

Motoyasu mulai menggosok pipinya ke wajah Filo. Filo mencoba menggunakan kekuatan manusia supernya untuk melepaskan diri dari Motoyasu, tetapi dia memeluknya dengan sekuat tenaga dan tetap menempel padanya seperti gurita. Bulunya tampak seperti akan segera tercabut dari tubuhnya. Rasa sakit itu pasti mencegahnya menggunakan kekuatan penuhnya. Bagaimanapun, Filo memiliki toleransi rasa sakit yang sangat rendah.

"Toloooong!"

Sekarang Filo menangis dan berteriak minta tolong. Aku tidak begitu yakin apa yang harus aku lakukan.

"Umm. . . Motoyasu. . . "

"Filo-tan!"

Itu tidak baik. Dia tidak mendengarkan. Dia jelas juga tidak mendengarkan Filo. Motoyasu akhirnya rusak. Atau mungkin dia baru saja menemukan jimat baru. Aku rasa dia tidak masalah dengan Filo dalam bentuk filolialnya sekarang. Apa yang terjadi pada trauma tendangan ‘biji’-nya?

"Maaasteeer!"

Kami seharusnya membawa Motoyasu bersama kami, tapi sepertinya itu bukan lagi pilihan.

"Jika kau tidak dapat bertanggung jawab, maka tutup mulutnya dan singkirkan dia di suatu tempat."

"Baik!"

"Itu kejam! Dia bukan monster peliharaan yang bisa kau buang begitu saja, "bentak Raphtalia.

"Motoyasu, jika kau merasa lebih baik, maka itu sudah cukup untuk saat ini. Percayalah pada metode peningkatan kekuatan yang kukatan dan lakukan yang terbaik untuk meningkatkan senjatamu! ”

"Mengerti! Filo-tan! "

Filo berlari keluar dari kedai dengan Motoyasu masih terpaku padanya.

"Wha. . . "

Suara Raphtalia menyampaikan rasa kebingungan yang merayapiku.

"Jadi, ya. . . kita akan mengurus Motoyasu di lain waktu. Tapi, dia benar-benar pulih dengan cepat dari kesedihannya.”

Motoyasu si gigolo. Dia dibuang oleh Penyihir dan yang lainnya, tetapi segera kembali ke pelana dan mengejar Filo. . . Filo seperti kuda. . . jadi pelana itu cukup tepat, kan? Kan? Ya, itu mengerikan.

"Aku punya perasaan dia melewati penderitaan menuju tingkat keputusasaan yang baru," jawab Raphtalia.

"Aku hanya akan membuat Filo bertindak seperti bitch dan aku yakin dia akan kembali normal. Setelah dia menjadi sedikit lebih rasional, Filo bisa memberitahunya bahwa dia hanya mendekatinya karena dia pikir dia mungkin mendapatkan makanan atau semacamnya. "

"Apakah kau benar-benar berpikir Filo dapat melakukan akting seperti itu?"

Siapa yang tahu? Aku pikir itu memungkinkan jika aku mengatakan kepadanya apa yang harus dikatakan, tetapi. . . Aku masih ragu. Aku duduk terdiam sejenak, berpikir, sebelum akhirnya sampai pada suatu kesimpulan.

"Aku yakin ini akan berhasil," kataku.

"Aku ragu . . . "

"Itu. . . masih kemungkinan."

Aku tidak bisa menyingkirkan firasat buruk tentang itu, tetapi aku akan merasa bersalah jika aku tidak mengatakan pada diri sendiri bahwa itu akan baik-baik saja. Motoyasu dalam semangat yang baik sekarang. Dia baik-baik saja. Aku yakin dia akan kembali mengejar beberapa wanita besok.

Ngomong-ngomong, Filo membawa Motoyasu dan melemparkannya ke sisi tebing sebelum kembali kemari. Dia tak kenal ampun. Bulunya juga ada beberapa yang hilang. Aku rasa dia benar-benar mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyingkirkannya. Kupikir ini adalah akhir dari tragedi itu. . . sampai keesokan paginya.


“Baiklah, kita berhasil menahan Motoyasu untuk saat ini. Ayo beri kabar terbaru ini kepada ratu dan kembali ke desa. "

Itu adalah pagi yang cerah tanpa serangan pelecehan seksual seperti di desa. Tingkat stresku turun, dan aku merasa tidur sangat nyenyak tadi. Tapi ada banyak yang harus kami lakukan hari ini, jadi kami harus mulai bekerja.

"Kedengarannya bagus," jawab Raphtalia.

"Master, aku ingin cepat-cepat pulang. . . "

Filo memohon padaku dengan tatapan ketakutan di matanya. Aku rasa dia trauma dengan Motoyasu. Yah, dia sebenarnya membencinya, jadi kurasa itu hanya memperparahnya. Jika dia sangat membencinya, mengapa dia bisa terlibat?

“Kenapa kau mencoba menghiburnya? Maksudku, kurasa kau mencoba untuk membantu, tapi tetap saja. . . "

"Dia kelihatan murung, jadi aku berusaha menghiburnya seperti yang kulakukan dengan anak-anak desa."

Huuuh. . . Itu bekerja sangat baik dalam kasus Motoyasu. Dia akan benar-benar merepotkan.

"Lain kali kita melihat dia, kau harus mengatakan apa yang kukatakan dan berikan tatapan dingin padanya."

"Okaaay!"

"Baiklah, aku masih harus membuat sarapan jadi mari kita bergegas kembali. Filo, kita akan menggunakan portalku untuk kembali. Kau tarik kereta dan temui kami di sana. "

"Tidaaaak! Orang tombak itu akan muncuuul! ”

"Jangan konyol. Motoyasu tidak akan— ”

Aku membuka pintu kamar.


"Selamat pagi, Ayah."


Aku segera menutup pintu dengan cepat. Mengapa Motoyasu berdiri di depan kamar kami? Dan dia mengatakan hal gila diatas semua itu. Kenapa dia memanggilku ayah tiba-tiba? Aku cukup yakin tidak memiliki anak yang lebih tua dariku. Selain itu, ini adalah Motoyasu. Tidak mungkin aku bisa menjadi ayahnya. Aku melihat ke bawah dan memegangi dahiku.

"Apa yang baru saja terjadi?" Aku bertanya.

"Apa yang salah?" jawab Raphtalia.

"Umm. . . "

Aku baru saja bangun dan otakku masih setengah tidur. Aku tidak ingin menjelaskannya kepada Raphtalia, jadi aku melangkah ke samping dan memberi isyarat baginya untuk membuka pintu. Raphtalia memiringkan kepalanya ke samping dengan bingung dan membuka pintu.

“Apa yang dilakukan babi tanuki di kamar Filo-tan ?! Tidak bisa diterima! "

 Jleb!

"Ugh!"

Raphtalia dengan cepat mendorong gagang katana-nya ke perut Motoyasu dan menutup pintu. Babi tanuki? Itu jelas bukan kata-kata yang kuharapkan di pagi hari. Itu adalah pelecehan verbal.

“Umm . . .”

Raphtalia menirukan poseku dan mengangguk.

"Sekarang aku mengerti. Apa yang harus kita lakukan?"

"Sudah berapa lama dia di luar sana?" Aku bertanya dengan keras.

"Kupikir aku mendengar seseorang ribut di luar sebelumnya, tetapi aku tidak pernah membayangkan akan ada di luar sana menunggu selama ini," jawabnya.

“Aku juga mendengarnya, tapi kupikir itu adalah para petualang yang berjalan di koridor. Jadi itu adalah Motoyasu. . . "

Dia tampak baik-baik saja untuk seseorang yang terlempar dari tebing.

"Filo."

"Tidaaaak!"

"Jika kau tidak memberitahunya apa yang aku katakan, dia akan mengejarmu selamanya. Pergi suruh dia untuk menguatkan senjatanya dengan benar dan bersiap untuk gelombang. "

"Boo. . . "

Filo mengerutkan alisnya dengan tidak puas dan membuka pintu.

"Oh! Filo-tan! "

Motoyasu mencoba untuk melompat ke arah Filo, tetapi Raphtalia mencengkeram telinganya dan menahannya.

“Lepaskan aku, babi tanuki! Aku harus memberi Filo-tan pelukan penuh cinta! "

“. . . "

Raphtalia tersenyum, tapi dia memancarkan aura gelap dan mengancam. Dia memberi isyarat kepada Filo dengan matanya. Kenapa Motoyasu berkata seperti itu?

"Umm. . . Aku mendekatimu karena karena kupikir aku bisa mendapatkan makanan. Jadi kurasa Kau salah paham.”

“Cinta dimulai dengan kesalahpahaman, Filo-tan! Jangan khawatir, aku bersedia menerima motif egoismu! "

"Tidaaaak!"

Dia tidak mau mengalah. Rencana kami gagal. Ketika aku berdiri di sana tidak yakin bagaimana menanggapi absurdnya situasi ini, Motoyasu berbalik ke arahku dan menatapku dengan ekspresi serius di wajahnya.

"Ayah, aku ingin meminta restu untuk bersama putrimu."

"Aku bukan ayah siapa pun!"

Meskipun mungkin benar bahwa aku membesarkan Filo, aku tidak ingat pernah menjadi ayah seorang anak perempuan yang berubah menjadi burung besar.

“Ayah, putrimu menyelamatkanku. Dia membuka mataku untuk cinta sejati. Aku berjanji akan membuatnya bahagia, apa pun yang terjadi. Tolong! Berikan aku restumu! "

"Kubilang aku bukan ayahnya! Aku mungkin telah membesarkannya, tetapi mengapa aku harus memberimu restu?! ”

"Tidaaaak! Masteeer! Toloooong! Mel-chaaan! "

Sekarang Filo juga ikut campur! Sayangnya, Melty tidak ada di sini bersama kami.

“Jangan konyol! Dia adalah putrimu! Apa yang Kau katakan adalah kejahatan, Ayah! "

"Apakah kau bahkan mendengarku ?!"

"Kau bisa mencoba mengabaikannya sesukamu, tapi hubungan semacam itu antara ayah dan anak perempuan sangatlah menjijikan, Ayah!"

"Oh, diamlah!"

Raphtalia melemparkan Motoyasu keluar dari kamar dan menutup pintu. Dia dalam kondisi lebih buruk daripada yang aku bayangkan. Dia sudah rusak, tapi aku punya perasaan kita sudah terlalu berlebihan dan membuatnya tidak bisa diperbaiki lagi.

“Biarkan aku masuk, dasar babi tanuki! Bebaskan Ayah dan Filo-tan! "

"Kendalikan dirimu!" Aku berteriak.

Motoyasu menggedor pintu. Kepalaku pusing. . . Hampir tidak mungkin untuk melakukan percakapan dengan Motoyasu sebelumnya, tapi sepertinya sekarang ada sesuatu yang rusak di otaknya. Motoyasu telah beralih ke mode penguntit. Sekarang apa yang harus kita lakukan?

Untuk penyebabnya. . . tidak diragukan lagi karena Filo baik padanya. Ketika orang dipojokkan ke sudut, itu lebih mudah daripada yang Kau bayangkan bagi mereka untuk terobsesi dengan sesuatu atau seseorang. Itu berlaku bagiku dan Ren, juga. Aku tidak tahu mengapa kejadian kemarin mempengaruhi Motoyasu seperti itu, tetapi hasil akhirnya Filo menyelamatkannya dari patah hati.

Sekarang setelah aku memikirkannya, Motoyasu selalu menjadi tipe orang yang selalu bersemangat tentang cinta dan romance. Tapi tunggu, menilai dari cara dia bertindak sekarang, apakah itu berarti dia adalah tipe pria yang suka mengejar gadis-gadis daripada dikejar? Sebenarnya. . . Aku tidak terlalu peduli. Memikirkan itu akan membuang-buang waktu.

"Kau benar-benar berisik!"

Aku mendengar suara beberapa petualang perempuan yang mungkin mencoba untuk beristirahat di sebelah.

“Berhentilah berteriak, babi! Enyahlah!"

“B. . . babi?! Apa masalahmu haah?!"

Motoyasu, gigolo itu, menghina seorang wanita. Dia pasti sangat jelek. Aku penasaran, jadi aku membuka pintu dan mengintip ke luar.

Motoyasu berdiri di sana berdebat dengan seorang wanita yang cukup cantik. Aku cukup yakin dia penari dari kedai minuman. Aku tidak pernah bisa membayangkan Motoyasu yang aku tahu melakukan sesuatu seperti ini. Apa yang sedang terjadi di kepalanya? Aku penasaran apa yang dia lihat sekarang ketika dia melihat Raphtalia atau wanita itu. Rasa ingin tahuku terusik. Mungkin dia telah terkena semacam kutukan.

"Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak bisa pergi jika dia ada di sana seperti itu, "kata Raphtalia.

"Filo. Bertanggung jawablah dan seret Motoyasu— ”

"Tidaaaak!"

Aku bingung apa yang harus kita lakukan. Motoyasu sepertinya tidak akan mudah menyerah.

“Ayo keluar dari jendela sekarang. Kita akan menjelaskan situasinya kepada pemilik penginapan dan kemudian lari. Untuk masalah kereta. . . "

"D. . . dimengerti. "

Jika kami mencoba pergi ke gudang tempat kereta itu diparkir, aku punya firasat Motoyasu akan mengetahuinya dan sampai di sana sebelum kami bisa melarikan diri.

“Keretaaa ku. . . "

Filo pasti mengerti itu, karena dirinya terlihat khawatir. Motoyasu pasti memiliki semacam kekurangan mental. Mengapa semuanya berakhir seperti ini? Itu tidak masuk akal. Kenapa kita lari dari Motoyasu? Bukankah sebaliknya kemarin?

“Motoyasu akan menyadarinya jika kita membuat terlalu banyak suara, jadi lupakan saja tentang kereta untuk saat ini. Kita akan kembali ketika situasinya sudah aman! "

"Baik . . . "

Kekecewaan Filo tampak jelas, tetapi dia mengangguk dengan ragu. Jadi dia benar-benar memilih menjauh dari Motoyasu daripada keretanya? Dia pasti sangat tidak menyukainya.

Jadi, begitulah, kami melarikan diri dari penginapan.


Kami menggunakan portalku dan berjalan ke kastil. Aku ingin memberi Ratu kabar terbaru mengenai Penyihir. Filo masih melihat sekeliling dengan curiga.

"Aku yakin kau tahu kalau Motoyasu tidak ada di sini. Kau bereaksi berlebihan. "

"Aku tahu, tapi tetap saja. . . sepertinya aku bisa merasakan dia ada didekat sini! Yuck! ”

Aku tidak berpikir dia bisa membencinya lebih dari ini. Motoyasu akan gagal dan hanya membuat segalanya lebih buruk.

Tetap saja, Motoyasu tidak akan muncul di kastil. . . mungkin. Orang-orang akan mengenalinya jika dia memasuki kota benteng, jadi tidak mungkin untuknya bersembunyi. Dia selalu mengandalkan bola kristal dan tidak pernah benar-benar belajar sihir, jadi aku cukup yakin dia tidak memiliki trik baru di balik lengan bajunya. Aku ragu dia bisa menggunakan sihir untuk menyembunyikan diri seperti Raphtalia. Bahkan jika dia bisa, Raphtalia akan bisa merasakannya.

Jika dia memiliki skill yang memungkinkannya untuk menyembunyikan diri, maka kita tidak akan dapat melakukan apa pun tentang itu. Tetapi menilai dari bagaimana dia bertindak sejauh ini, aku tidak ragu dia akan mendekati Filo seperti orang bodoh. Selain itu, dia mungkin masih berjaga-jaga di dekat kereta.

"Jangan khawatir tentang itu."

"Boo. . . "

Kami menuju ke ruang tahta, tempat sang ratu sedang mengurus dokumen negara. Aku memberi tahu ratu tentang apa yang terjadi kemarin.

"Tidak bisakah kau melakukan sesuatu dengan putri penyihirmu itu? Aku ingin membunuhnya segera setelah aku melihatnya. "

Aku yakin Penyihir tidak ada gunanya, jadi mungkin yang terbaik adalah memberikan sayembara hadiah untuk kepalanya dan membunuhnya.

"Walaupun begitu . . . Aku ingin dia dibawa hidup-hidup, jika memungkinkan, ”jawab ratu.

Dibawa hidup-hidup setelah semua ini? Itu tidak cocok untuk seseorang dengan hadiah sayembara di kepalanya.

“Aku ingin tahu bagaimana anak itu berhasil melintasi perbatasan. Teman-teman Pahlawan Tombak lainnya ditemani oleh orang tua mereka, jadi aku bisa mengerti bagaimana mereka berhasil, tetapi dia. . . "

"Mengingat apa yang Elena dan Motoyasu katakan kepada kita, tidak diragukan lagi dia baru saja menyeberang dari negara lain."

Aku yakin seseorang akan mengenali Penyihir jika dia mencoba menyeberang di pos pemeriksaan perbatasan. Bagaimanapun, dia adalah mantan putri Melromarc. Untuk menyiasatinya, dia harus melakukannya. . . menyeberangi pegunungan, kurasa. Tapi Penyihir? Dia bukan tipe orang yang melakukan apa pun yang membuatnya menderita. Aku tidak bisa membayangkan dia kembali ke Melromarc dengan metode kasar seperti itu. Mungkin dia menyelundupkan dirinya. Dia bisa saja bersembunyi di antara beberapa barang. Yang satu itu tampaknya memungkinkan, setidaknya.

"Tidak bisakah kau menggunakan kutukan budak untuk mengetahui posisinya?"

"Aku tidak yakin bagaimana dia bisa melawan kutukan, tapi. . . Aku belum bisa. Ada masalah lain juga. "

"Apa lagi sekarang?"

“Area yang berfungsi sebagai penjara negara dirusak oleh serangan Roh Kura-kura. Aku telah diberi tahu bahwa sebagian besar penjahat terbunuh oleh serangan itu, tetapi. . . "

"Tapi apa?"

"Mungkin saja ada yang selamat."

"Hmm. . . "

Itu berarti ada kemungkinan para penjahat masih hidup dan sedang dalam pelarian. Kurasa itu terdengar seperti masalah.

"Ini hanya intuisiku, tetapi aku merasa ada koneksi dengan tindakan anak itu. Banyak pejabat pemerintah yang memiliki hubungan dengan Gereja Tiga Pahlawan dikirim ke sana setelah diberhentikan selama insidenmu. "

Tunggu. Itu berarti orang-orang itu dalam pelarian, bukan? Itu masalah besar. Dan sekarang sampah itu bersembunyi di Melromarc, ya? Aku harus mencari tahu tentang hal itu sebelum sesuatu yang besar terjadi. Sepertinya aku selalu tiba-tiba terjebak dalam omong kosong tanpa peringatan, yang menyulitkanku untuk mengatasinya. Sangat menyenangkan mendengar sesuatu sebelum hal tersebut terjadi.

Tapi, hampir dipastikan ada hubungan antara itu dan Penyihir. Gereja Tiga Pahlawan mungkin terlibat untuk membantunya melintasi perbatasan.

"Bisakah kita bunuh saja wanita itu?"

"Aku ingin menghindari itu, jika memungkinkan. . . "

Sang ratu pasti membuat hubungan yang sama dengan yang aku lakukan.

"Jika kita membawanya hidup-hidup, kita bisa memaksanya untuk mengekspos hubungannya dengan sisa-sisa gereja," sarannya.

"Aku mengerti . . . Kalau begitu dapatkan informasi sebanyak mungkin agar kami dapat menangkapnya.”

"Tentu saja."

"Apakah para penjahat itu tidak diberi kutukan budak?"

"Memang, tapi penjaga yang memiliki kepemilikan mereka meninggal dalam serangan Roh Kura-kura."

Ah, itu masuk akal. Orang yang memiliki wewenang untuk menghukum mereka tidak lagi hidup. Berantakan sekali.

"Ada alasan lain mengapa aku ingin anak itu ditangkap hidup-hidup, pada awalnya."

"Apa itu?"

“Secara khusus, aku bermaksud menggunakannya sebagai sarana untuk menghindari perang. Katakan saja itu melibatkan menahan air mataku dan menawarkannya sebagai pengorbanan. "

Pengorbanan, ya? Kurasa itu sebabnya Penyihir tidak muncul di kastil. Tapi tidak . . . ratu itu tidak jahat. Jika Penyihir tidak menyebabkan begitu banyak masalah, aku yakin semuanya bisa diselesaikan dengan lebih baik. Itu jelas dari cara ratu selalu menertawakanku.

“Tetapi menyerah pada nasib seperti itu adalah sesuatu yang dibenci oleh anak itu dari dasar hatinya. Memang, untuk menghindarinya, dia akan berlomba-lomba menolak, memohon padaku, dan bahkan melarikan diri tanpa melihat ke belakang. Berkelompok dengan salah satu pahlawan membebaskannya dari hukuman itu. "

"Oh? Dengan kata lain, dia sebenarnya sudah menghindari hal itu. "

Sangat bodoh. Dia seharusnya tetap diam dan tetap menancapkan taringnya ke Motoyasu.

“Detailnya akan membuat wanita bangsawan mana pun ingin bunuh diri. Dengan kata lain, itu adalah hukuman yang lebih buruk daripada kematian. "

Hmm. . . Aku agak ingin tahu apa hukumannya, tetapi pada saat yang sama aku merasa mungkin lebih baik tidak tahu.

“Ini adalah ancaman paling efektif yang harus aku gunakan untuk melawan anak itu. Sepertinya itu tidak lagi hanya menjadi ancaman sekarang. ”

"Masa bodo. Baik, mari kita buat sayembara untuknya 'hidup atau mati,' tetapi Kau dapat menuliskan 'bawa hidup-hidup jika memungkinkan' dan memberikan hadiah lebih besar jika mereka berhasil. "

“Aku rasa tidak ada pilihan lain. Terserah dirimu, Tuan. Iwatani. Setidaknya itu yang bisa aku lakukan sebagai seorang ibu. Kita akan menghentikannya sebelum dia menyebabkan masalah lagi. "

Sang ratu mengangguk dan kemudian memberi perintah kepada salah satu bawahannya. Dan sekarang Penyihir menjadi penjahat yang diburu, baik hidup atau mati. Masalahnya adalah dia bersama Ren sekarang. Aku hanya berharap dia tidak mengamuk dan akhirnya menjadi pemimpin dari kejahatan atau semacamnya.




TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar