Minggu, 22 Maret 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 11 : Chapter 13 - Penyergapan Besar-besaran

Volume 11
Chapter 13 - Penyergapan Besar-besaran


Jadi kami berangkat, awalnya baik-baik saja, tetapi. . . seseorang muncul, tiba-tiba.

"Tidaaaak!"

"Filo-taaaaa—"

Aku mendesah saat menyaksikan Motoyasu terbang ke luar angkasa untuk ketiga kalinya hari ini. Dia pasti menggunakan skill teleportasinya untuk mendahului kita, tapi itu masih cukup mengesankan. Raphtalia dan semua budak menjerit serempak saat pertama kali itu terjadi. Tapi aku rasa menjerit setelah menyaksikan seseorang ditendang ke luar angkasa adalah hal yang wajar.

"Pria dengan tombak itu tersenyum ketika dia menendangnya. Itu sangat aneh."

"Aku mungkin akan mendapat mimpi buruk tentang itu."

"Itu menakutkan. Sangat menakutkan."

Hebat, sekarang Motoyasu juga membuat trauma semua budakku. Mungkin itu salahku karena memerintahkan Filo untuk menendangnya.

"Apa yang dia pikirkan?" tanya Raphtalia.

"Siapa yang tahu?"

Aku sudah berpikir berulang-ulang bagaimana cara kita membawa Motoyasu yang sudah rusak, tetapi jika dia akan terus muncul seperti ini maka kita bisa mencoba untuk berbicara dengan akal sehat di sepanjang perjalanan. Ketika kami berjalan lebih jauh dari tempat tinggal manusia dan lebih dalam ke pegunungan, tiba-tiba aku melihat seseorang berdiri menghalangi jalan kami.

"Apakah itu Motoyasu?" Aku bertanya.

"Bukaaaan!"

Oh? Filo memiliki pengelihatan yang baik. Dia tampak yakin itu bukan Motoyasu, meskipun orang itu cukup jauh.

"Kalau begitu kurasa kau harus mencoba untuk tidak memukulnya."

"Okeeeeee!"

Filo terus berlari dengan kecepatan normal. Aku berencana untuk melewatinya, tetapi orang itu merentangkan tangannya dan menghalangi jalan.

"Apa artinya itu? Apakah mereka ingin kita berhenti?" Aku bertanya dengan keras.

Bisa jadi keadaan darurat atau semacamnya. Filo pasti sudah membaca pikiranku, karena dia berhenti di depan orang itu.

"Ada apa?" Aku bertanya kepada orang itu.

Ada orang-orang yang menghentikan kereta kami seperti ini sesekali ketika kami sedang menjajakan dagangan kami. Biasanya seseorang yang terluka atau bertemu dengan monster dan membutuhkan bantuan.

Orang itu terlihat seperti lelaki. Aku tidak yakin dengan umurnya. Dia agak kecil, tapi dia tampak lebih tua dari penampilannya. Mungkin dia berusia dua puluhan. Sulit dikatakan. Rambutnya cokelat. Wajahnya mengingatkanku pada salah satu komedian yang tidak mungkin untuk dibenci, meskipun sedikit bajingan dan selalu menceritakan lelucon kotor. Aku rasa dia adalah manusia, tetapi sepertinya lebih tepat untuk menggambarkannya sebagai orang yang suka bergairah. Dia mengenakan jubah yang menyembunyikan pakaiannya di bawahnya, dan sepertinya ada semacam cipratan cairan merah di atasnya. Mungkin dia terluka.

"Eeehehe ... Hentikan keretanya!" Kata pria itu.

"Kami berhenti."

Dia benar-benar bajingan kecil yang sombong. Apakah dia tidak menyadari bahwa berdiri di depan kereta dan berusaha menghentikannya adalah tindakan yang sedikit berbahaya?

"Hanya memastikan, Pahlawan Perisai ada di dalam kereta, kan?" Dia bertanya.

Sang ratu telah cukup baik untuk menggantungkan tanda Pahlawan Perisai di kereta. Itu seharusnya menjadi tanda bahwa aku berada di dalam.

"Ya, aku Naofumi Iwatani, Pahlawan Perisai. Apa yang kau butuhkan?"

Menilai dari apa yang terjadi, dia akan meminta bantuan aku. Tetapi tanggapan pria itu sama sekali tidak terduga. Tiba-tiba, berdiri di depan kami. . . musuh baru.

"Oh, benarkah? Eeehehehehe! Kalau begitu ... matilah!"

Pria itu membuka jubahnya dan melemparkan bola sihir kecil ke arahku. Apaa? "Mati"? Apakah dia anggota Gereja Tiga Pahlawan?

"Shooting Star Shield!"

Aku melemparkan penghalang pertahanan yang berpusat padaku dan bersiap untuk bertahan melawan serangan itu. Bukan karena aku ceroboh. Hanya ada segelintir orang di dunia ini yang bisa melukaiku, karena kutukan itu tidak mempengaruhi pertahananku. Itu adalah satu-satunya yang menghiburku. Tetapi bagi seseorang untuk mencoba menyergapku, itu terdengar menggelikan.

Setidaknya itulah yang ingin aku pikirkan, tetapi kemudian Murder Pierrot muncul di benakku. Selalu ada kemungkinan bahwa masih ada seseorang di luar sana tidak seperti orang lain yang pernah aku temui sebelumnya. Untuk berjaga-jaga, aku melompat ke punggung Filo dan menyiapkan perisaiku. Tetapi aku tidak pernah berpikir bahwa ini akan menjadi salah satu dari kasus-kasus itu.

Tepat sebelum bola sihir mencapai Shooting Star Shield ku, itu mulai membesar dan kemudian meledak dengan suara keras.

"Apa?!"

"Whoa!"

Ledakan itu berpusat di perisaiku dan langsung menerbangkan atap kereta di belakangku. Tunggu! Seberapa tinggi kekuatan serangan orang ini ?!

"Kau penuh dengan celah!" dia berteriak.

Pria itu mengayunkan pedang yang tampak seperti shamshir padaku dan Filo.
<TLN : Pedang dari timur tengah yang bentuknya melengkung, cek google>

"Zweite Aura!"

Aku dengan cepat melantunkan mantra untuk meningkatkan statistik Filo.

"Aku dataaaang!"

Dengan diriku masih di punggungnya, Filo melakukan putaran dan menendang pria itu. Tapi pria itu menggunakan pedangnya untuk memblokir tendangannya.

"Ada apa ini ?!"

Raphtalia mengeluarkan katananya dan menebas pria itu.

"Oh! Aku mendengar pahlawan dengan senjata suci menyeret gadis-gadis kecil cantik bersamanya, dan sepertinya rumor itu benar! Eeehehehe! Lagipula kau adalah tipe harem! ”

Bajingan ini benar-benar membuatku kesal dengan tawa menjengkelkannya. Pria itu tampak benar-benar tidak tertekan ketika dia menghunus pedang lain dengan tangannya yang bebas dan memblokir katana Raphtalia. Tidak mungkin! Statistiknya mungkin lebih rendah dari biasanya, tapi aku cukup yakin Raphtalia masih memiliki kekuatan serangan yang sangat besar. Serangannya akan memotong hampir semua pedang dengan mudah.

"- ?!"

Raphtalia tampaknya telah menyadari kelemahan atau semacamnya, karena dia menyiapkan diri untuk menggunakan skill.

“Brave Blade! Crossing Mists! ”

Itu adalah serangan pamungkas yang menggunakan dua katana untuk menghasilkan serangan berbentuk salib. Dia benar-benar hebat jika bisa memblokir serangan itu.

"Oh!"

Sepertinya menghadapi tendangan Filo dan serangan pamungkas Raphtalia pada saat yang bersamaan adalah batas kemampuannya, karena pria itu mundur selangkah. Tidak akan kubiarkan!

"Air Strike Shield!"

Aku menghasilkan perisai di belakangnya untuk menghentikan gerakan mundurnya.

"Oh! Penyelamat! Earthen Wall! ”

Sebuah tembok melesat keluar dari tanah tepat di depan Raphtalia saat dia tengah melancarkan serangannya. Dia mengayunkan katananya ke bawah, menyerang menembus dinding ke arah musuh, tetapi lelaki itu berjongkok dan menghindari serangan itu. Aku bahkan tidak berpikir dapat menghindar seperti itu! Mengeluarkan sembarang perisai jelas tidak ada gunanya. Pertempuran ini hanya berlangsung beberapa saat sejauh ini, tapi aku sudah bisa mengatakan bahwa lelaki itu tahu bagaimana menangani dirinya sendiri dalam pertempuran.

" Magic Shot! Meteorite Mobilization! "

Pria itu dengan cepat membentuk segel tangan dan melemparkan sesuatu yang tampak seperti sihir. Dia cepat! Lagi-lagi, itu tidak benar-benar spesial karena ada orang-orang di luar sana seperti Sampah # 2, yang sangat bangga dengan kemampuannya untuk mengeluarkan sihir tanpa melantunkannya.

"Bubba!"

Keel memanggilku ketika dia dan yang lainnya akhirnya pulih dari keterkejutan mereka, tetapi ini bukan waktunya untuk mengobrol. Sebuah meteor besar muncul di atas langit dan langsung menuju ke arah kami. Dan itu sangat cepat! Sihir macam apa ini? Aku belum pernah melihat yang seperti ini. Ini hanya dugaan, tapi aku punya firasat orang ini dari dunia lain, sama seperti Murder Pierrot. Tetapi aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu saat ini. Aku membawa Keel dan budak-budak lainnya bersamaku, dan orang ini sedang melakukan serangan sihir pada kami.

"Filo! Raphtalia! Tahan dia! "

"Baik!"

"Dimengerti!"

"Second Shield! Dritte Shield! Prison Shield! Dan Zweite Aura! "

Aku menggunakan Perisai Kedua-ku sebagai pijakanku di udara dan kemudian melemparkan Dritte Shield di atas diriku. Aku menggunakan E Float Shield untuk perlindungan ekstra di atasnya dan menyiapkan perisaiku. Aku telah melemparkan Zweite Aura pada Raphtalia untuk mencoba memberi kami sedikit waktu, tetapi. . .

“Disarming Shot! Earth Evasion! ”

Raphtalia memblokir sihir pria itu, tapi. . .

"Kekuatan…ku?!"

Ada penurunan yang terlihat pada kecepatan Raphtalia.

"Eeehehehe! Apakah ini pertama kalinya sihir dukunganmu dibatalkan? Apakah Kau tidak pernah bertarung sungguhan? ”

Aku merasa pria itu masih belum bertarung sungguh-sungguh. Sial . . . Kami dalam posisi sulit yang aku takutkan terjadi.

"Hah?"

Raphtalia memiringkan kepalanya ke samping dengan bingung. Tetapi pada saat itu aku harus mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan meteor yang meluncur ke arah kami! Meteor itu telah menghancurkan Dritte Shield dan Shield Prison di atasku. E Float Shield akhirnya mencapai batasnya dan hancur juga. Sekarang meteor itu datang langsung ke arahku.

"Ughhh. . . "

Aku merasakan dampak besar menghantam perisaiku dan bergema di seluruh tubuhku. Aku hampir tidak bisa menahannya.

"Apa yang kau lakukan pada bubba ?!"

Keel dan yang lainnya mengambil senjata mereka dan mulai berlari ke arah pria itu.

"Tunggu! Kalian semua mundur! ”

Keel dan yang lainnya mengabaikanku dan terus berlari.

"Terlambat! Aku berharap ini akan sedikit lebih menarik. Eeehehehehe! "

"Keel!"

Raphtalia memanggil Keel. Pada saat yang sama, lelaki itu pasti telah menentukan Keel sebagai lawan yang lemah, karena dia berbalik ke arahnya dan mengangkat shamshirnya. Raphtalia melakukan segalanya untuk menuju ke tempat di antara Keel dan serangan itu, tetapi sepertinya dia tidak akan berhasil tepat waktu. Itu mungkin hanya imajinasiku, tapi sepertinya Raphtalia bergerak lebih cepat dari beberapa saat yang lalu. . . tapi sepertinya dia tidak akan berhasil.

Sial! Keel dan yang lainnya masih tidak bisa mengikuti, bahkan dengan statistik mereka yang baru bertambah. Mereka hanyalah beban saat ini. Aku mulai melihat segala sesuatu dalam gerakan lambat, dan tepat ketika shamshir pria itu hendak menembus dada Keel, saat itulah hal tersebut terjadi! Suara hantaman keras terdengar ketika sepasang gunting besar muncul di depan Keel dan menjaganya dari serangan itu.

"Hah?!"

Aku tidak bisa mempercayai mataku. Murder Pierrot berdiri di depan pria itu dengan gunting di tangannya.

"Spider Web!"

"Bah!"

Murder Pierrot membungkus shamshir pria itu dengan benang dan berusaha membatasi gerakannya, tetapi pria itu memotong benang dan melompat pergi.

"Kau tidak apa-apa-?"

Murder Pierrot berbicara kepada Keel, tetapi kata-katanya bercampur dengan suara statis seperti biasanya.

"Y. . . ya!"

Persis ketika Murder Pierrot muncul di depan Keel untuk melindunginya, meteor yang berada di atas kepalaku meledak. Ugh. . . Aku bisa menahan dampaknya, tetapi rasa sakitnya sangat buruk. Armorku rusak di beberapa tempat. Aku melompat turun dari Perisai Kedua, mendarat dengan kuat di tanah, dan berbalik ke arah pria tersebut sambil menyiapkan perisaiku.

"Yah, bukankah itu pemegang vassal weapon dari dunia yang hancur. Kau masih hidup, ya? Eeehehehe!”

Aku rasa mereka saling kenal. Murder Pierrot memelototi pria itu dengan agresif. Dunia yang hancur?

“Yaah, tetapi para pahlawan suci di dunia ini benar-benar lemah. Aku bisa tenang dan menikmati diriku saat ini. Eeehehe! "

Ada apa dengan bajingan ini? Cara dia berbicara menyiratkan bahwa dia berasal dari dunia lain. Tapi . . kesan yang dia berikan tidak seperti kesombongan Kyo, keegoisan Sampah # 2, atau bahkan L 'Arc dan Glass.

"Apakah kau pemegang vassal weapon?" Aku bertanya kepadanya.

"Aku? Itu mungkin akan menyenangkan, tetapi aku tidak suka mengambil jalan pintas. Eeehehe! "

"Si brengsek ini ——— teman para pahlawan yang terpilih ——— dunia lain ———"

Murder Pierrot mencoba menjelaskan. Aku rasa itu berarti bahwa musuh berada dalam posisi seperti Keel atau Filo. Agak seperti Therese, mungkin. Melihat pria itu dengan lebih baik, aku perhatikan dia mengenakan liontin aneh yang tergantung di dadanya. Mungkin itu adalah aksesori untuk menerjemahkan bahasa atau semacamnya.

“Kecewa. Aku berharap untuk menikmatinya sedikit lebih banyak. Eeehehe! "

"Apakah kau mengatakan . . . kita lemah? "

Raphtalia mengarahkan katananya pada pria itu ketika dia menjawab.

"Jujur, kau lebih lemah dari yang aku harapkan. Ini semudah membalikkan telapak tangan. "

"Kita lihat saja nanti!"

Raphtalia bergerak dengan kecepatan yang luar biasa ketika dia masuk ke daerah penjagaan musuh dan bersiap untuk menyerang dengan katananya.

"Astaga! Apa ini? Kau tiba-tiba sangat cepat! ”

Mata pria itu membelalak karena terkejut. Aku juga terkejut. Mengapa Raphtalia bisa bergerak secepat itu?

"Kau membuat kesalahan besar ketika kau menggunakan mantra itu untuk membatalkan sihir dukungan Tuan Naofumi."

Kesalahan? Aku belum melihat ada kesalahan perhitungan dalam serangan pria itu sejauh ini, tapi. . . Tunggu. Jika dia membatalkan sihir pendukungku, itu berarti dia telah menghapus buff yang bermanfaat. Dengan kata lain, sangat memungkinkan bahwa mantranya bisa menghilangkan efek Debuff yang tersisa.

"Mantramu tampaknya telah menghilangkan kutukan yang menjebakku."

"Bah!"

Raphtalia melepaskan serangan demi serangan, dan musuh tidak bisa lagi melakukan apa pun selain bertahan.

"Eeehe! Menakjubkan! Tapi sekarang giliranku! "

Raphtalia mengayunkan katana-nya ke arah musuh ketika dia menggerakkan tangannya ke depan untuk bersiap untuk mengeluarkan sihir. Dia meluncurkan serangan sihirnya nyaris seperti tanpa lantunan mantra, tetapi gagal mengenai Raphtalia. Dia terus mengayun dan menghindar, semakin menyudutkannya. Kurasa dia sebenarnya tidak sekuat itu. Tetapi sesuatu tentang fakta bahwa dia bahkan bukan pemegang vassal weapon sepertinya tidak benar.

"Sial . . . Sepertinya aku mungkin harus mundur sekarang. Eeehehe. "

"Kau pikir kami akan membiarkanmu melakukan itu?" Aku bertanya.

"Memang, kau tidak akan ke mana-mana!"

Raphtalia membentaknya ketika dia terus menyerang. Jelas tidak ingin melewatkan kesempatan ini, Murder Pierrot mengarahkan pandangannya pada pria itu juga.

“Tidak, melarikan diri sangat mudah! Aku akan kembali, jadi persiapkan dirimu! "

Pria itu mengambil liontin dengan tangannya sebelum membentuk bola sihir dan menusukkannya ke tanah. Kilatan cahaya yang terang memenuhi udara dan membutakan kami untuk sesaat. Dengan kemampuan seperti ini, meski tidak menjadi pahlawan. . . Aku rasa dia seperti versi Therese yang lebih kuat atau semacamnya. Sial! Mereka selalu berhasil melarikan diri seperti ini! Tepat saat aku akan mengalahkan—

"Gah!"

Hah? Aku berkedip beberapa kali dan memandang ke tempat pria itu berdiri untuk melihat Murder Pierrot memegang guntingnya yang terkubur di dadanya.

"Aku pikir kau mungkin ——— jadi. . . "

"Ee. . . eehe. Aku ketahuan! Itu tidak akan berhasil lain kali! "

Murder Pierrot menyentakkan gunting dari dadanya. Darah berhamburan keluar dan pria itu jatuh ke tanah. Dia sudah mati. . . kan? Murder Pierrot mencabut guntingnya dengan keras, menoleh ke hadapanku, dan melangkah ke samping, menyiratkan bahwa aku harus memeriksa pria itu.

Aku menatap pria yang dibunuh Murder Pierrot. Itu hanya firasat, tapi kupikir aku bisa belajar sesuatu dengan memeriksa mayatnya, karena dia berasal dari dunia yang berbeda. Saat itu, aku perhatikan ada cahaya redup keluar dari tubuh pria itu. Apa itu tadi? Jangan bilang itu masih belum berakhir! Dan kemudian, tiba-tiba, mayat pria itu menghilang seolah-olah itu hanyalah fatamorgana.

"Hah? Apa?"

"Orang-orang itu-----"

Murder Pierrot mencoba menjelaskan, tetapi suara statis itu mengganggu dan aku tidak tahu apa yang dia katakan. Setelah beberapa saat, Murder Pierrot tampak menyerah untuk menjelaskan dan mengajukan pertanyaan yang lebih sederhana.

"Kau tidak apa-apa--?"

"Ya, tapi. . . Bukankah waktu kemunculanmu terlalu baik? Apakah Kau yakin tidak bersekongkol dengan pria itu? "

"Oh, ayolah, Tuan Naofumi. Apakah Kau tidak terlalu curiga? "

"Dia benar, bubba!"

Raphtalia dan Keel angkat bicara membela Murder Pierrot. Aku mengerti apa yang mereka coba katakan, dan aku juga ingin memercayainya. Tapi waktunya tidak tepat. Aku tidak bisa mengabaikan kemungkinan bahwa mereka telah merencanakan pertemuan ini untuk mendapatkan kepercayaanku. Aku menyadari bahwa aku terlalu skeptis, tetapi ada terlalu banyak hal yang perlu aku lindungi. Membiarkan diriku memercayai orang lain dengan mudah bukan pilihan.

"Itu bukan--"

Murder Pierrot mengulurkan tangannya ke pundakku dan mengambil sesuatu dari armorku. Itu tampak seperti salah satu pin penanda yang digunakan saat menjahit.

"Aku menggunakan ini untuk mengawasi ——— gunakan itu——— mendatangimu kapan saja."

"Apakah itu seperti skill portal?" Aku bertanya.

Skillku hanya bisa berteleportasi ke lokasi yang terikat, tapi kurasa skill Murder Pierrot bisa berteleportasi ke mana pun dia meletakkan pin tersebut.

"Kapan kau. . . "

"- coliseum."

“Aha, jadi kau menempelkannya padaku selama pertarungan kita? Tunggu, itu berarti Kau telah memperhatikan selama ini! "

Murder Pierrot memalingkan muka, tetapi aku bisa melihat butiran keringat terbentuk di dahinya.

"Aku tidak ingin melihat ——— senjata suci terbunuh. Aku ingin membantu---"

Sepertinya Murder Pierrot sedang mencoba mengatakan dia ingin membantuku, tetapi. . .

"Aku mengerti ——— kutukan telah menurunkan statistikmu."

"Iya. Meskipun, itu sudah diurus sekarang. "

Raphtalia menyarungkan katananya saat dia merespons.

"Benar-benar beruntung bahwa mantra yang digunakan musuh untuk membatalkan sihir dukunganku juga menghilangkan efek buruk kutukan," kataku.

Aku ragu kita akan seberuntung itu di lain waktu. Jika ada satu musuh seperti ini, pasti ada yang lain juga. Aku tidak bisa berlarian dengan statistikku yang menurun oleh kutukan ketika ada orang di luar sana yang ingin membunuh para pahlawan suci. Dan juga, aku harus menemukan Ren, Motoyasu, serta Itsuki dengan cepat atau mereka kemungkinan akan terbunuh oleh makhluk mengerikan ini. Aku tidak perlu terlalu khawatir jika para brengsek itu hanya menggunakan metode peningkatan yang aku katakan kepada mereka.

"Tuan. Naofumi, fakta bahwa Murder Pierrot menyelamatkan Keel dan yang lainnya. Tidakkah menurutmu kita setidaknya membiarkan dia ikut? "

"Hmm. . . "

Aku tidak yakin bagaimana perasaanku tentang fakta bahwa Murder Pierrot telah mengamati kita, tetapi mungkin bukan ide yang buruk untuk tetap dekat dengannya, bahkan jika dia berencana membuat jebakan.

"Hei, bubba. Apakah gadis ini kuat? "

"Yah, perkataannya selalu terpotong-potong. Tapi, ya, dia tampaknya berada di sisi yang kuat. "

Sesuatu yang dikatakan musuh membuatku penasaran: vassal weapon dari dunia yang hancur?

"Apa yang maksud musuh ketika dia menyebutkan vassal weapon dari dunia yang hancur?"

Murder Pierrot mengalihkan pandangannya ke bawah. Lalu dia melirik guntingnya.

"Di duniaku ——— terbunuh, dan dunia ———"

Ekspresi penyesalan mendalam muncul di wajahnya saat dia bergumam pelan. Tiba-tiba aku ingat legenda yang kami pelajari di dunia Kizuna. Glass dan yang lainnya telah mencoba untuk membunuh para pahlawan suci dari dunia lain untuk melindungi dunia mereka sendiri. Itu berarti . . . Murder Pierrot pastilah yang selamat dari dunia yang telah dihancurkan oleh pertempuran semacam itu.

Mungkin alasan ucapan Murder Pierrot terputus adalah karena vassal weaponnya mulai tidak berfungsi, karena dunianya telah hancur. Mungkin dia telah menyelinap ke dunia lain dan dunianya sendiri telah hancur saat dia pergi. Dan untuk tetap hidup, dia telah bepergian ke dunia yang berbeda menggunakan gelombang sejak saat itu. Masuk akal. Ketika dia muncul di desa, dia meminta aku untuk membiarkannya tinggal di sana sampai gelombang berikutnya.

Aku menghela nafas.

"Baik. Tetapi ini tidak berarti bahwa aku mempercayaimu. Aku akan tetap mengawasimu. "

"Baik . . . "

“Meski begitu, kau benar-benar menyelamatkan kami tadi. Terima kasih."

"Tentu . . . "

Murder Pierrot mengangguk. Aku mengalihkan pandanganku darinya ke Keel dan yang lainnya.

"Baiklah kalau begitu. Aku ingin melihat seberapa kuat kalian semua setelah kenaikan kelasmu, tetapi sepertinya itu harus menunggu sampai waktu berikutnya. ”

"Itu benar-benar menyebalkan, tapi aku benar-benar mengerti, bubba."

"Baik. Murder Pierrot, siapa nama aslimu? "

Aku tidak bisa membayangkan nama panggungnya adalah nama aslinya. Murder Pierrot tidak terdengar bagus di telinga, jadi aku pikir akan lebih baik untuk mengetahui nama aslinya.

"S'yne Lokk."

Hmm. . . Nama depannya hanya satu huruf berbeda dari alias si Penyihir (Bitch). Semakin sulit untuk mempercayainya. Ngomong-ngomong, nama alias Penyihir saat menjadi petualang awalnya adalah Myne Suphia. Itu telah berubah menjadi Pelacur sekarang.
<TLN : Jadi nama aslinya diganti Bitch, dan nama petualangnya diganti Pelacur>

"Baiklah kalau begitu. Senang bertemu denganmu."

"Aku juga . . . "

Dan ternyata S'yne akhirnya akan tinggal di desa.




TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar