Sabtu, 12 Oktober 2019

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Web Novel Bahasa Indonesia Chapter 17 – Gedung Penelitian Selesai Dibangun

Chapter 17 – Gedung Penelitian Selesai Dibangun


--- Arakawa Kouki POV ---

Sekarang adalah jamnya makan siang di akademi.

Belakangan ini, selain Alice-chan dan Saitou-kun, aku juga makan siang bersama anggota baru kami Aikawa-san.

Seolah dia baru mengingat sesuatu, ia mengatakan.

「Itu mengingatkanku, kapan penyelesaian 『Gedung Penelitian』mu?」 (Aikawa)

Oi, ini pertama kalinya aku mendengar hal itu.

Lagipula, aku hanya mengambil kelas pembelajaran etika di sekolah ini, jadi aku tidak memerlukan gedung penelitian yang dikhususkan untukku. 

Ketika memikirkan hal tersebut, Alice-chan berkata.

「Jika kuingat-ingat dengan benar, kalau nggak salah menurut rumor yang beredar, gedung penilitiannya ditempatkan di basement, kan? Aku juga penasaran.」 (Alice)

Semuanya dengan seksama memperhatikan apa yang dikatakan Alice-chan. 

Apa yang sebenarnya disembunyikan dariku?

Merasa ada yang tidak beres, aku memastikannya pada Saitou-kun.

「Saitou-kun, apa yang kalian maksud dengan gedung penelitianku ini? Aku sama sekali tidak tahu apa yang kalian bicarakan.」 (Kouki)

「Fuhii? Penjelasannya sudah dikirimkan ke terminal semuanya, tapi jika kuingat-ingat ada sebuah bangunan dalam proses pembangunan di belakang gedung penelitian ke-2 yang diperuntukan bagimu guna mengadakan penelitian berbahaya dengan aman.」 (Saitou)

Aku tidak tahu tentang hal itu se-inchi-pun.

Dengan segera ku operasikan terminalku-ku, tapi tak ditemukan satu jengkal-pun jejak pemberitahuan yang kuterima. 

Aku meminta Saitou-kun agar mengirimkanku pemberitahuan tersebut, dan hal yang nampak pada layarku adalah sesuatu yang akan membuat kepalaku sakit tujuh keliling.

Dari sekolah, sebuah pengumuman yang ditujukan bagi semua siswa baru. 

Saat ini, sedang ada sebuah pembangunan gedung baru bertempat di belakang Gedung Penelitian Mutakhir. Dikarenakan besar kemungkinan gedung baru tersebut menyimpan zat berbahaya, informasi tentang interior dan isinya akan dirahasiakan demi kepentingan keamanan. 

Untuk alasan itu, barangsiapa yang mendekati gedung tersebut akan di tahan oleh petugas keamanan. 

Dibawah peraturan tersebut, kami mengharapkan kerjasamanya. Terlebih lagi, setelah penyelesaiannya, gedung tersebut akan digunakan oleh siswa baru 『Arakawa Kouki』.

Eh?

Apa-apaan dengan perlakuan istimewa ini? 

Sekarang jika kupikir-pikir tentang ini, aku sering mendengar rumor kalau plontos sering keluyuran disekitaran tempat pembangunan, mungkinkah hal ini dan itu saling berhubungan?

Tidak, daripada itu, orang yang dipertanyakan kenapa tidak memberi tahuku sama sekali?.......

Aku mengaduk-aduk isi kepalaku, tapi tetap saja jawabannya tidak keluar, jadi aku memutuskan untuk segera menemui Direktur Sekolah dan berkonsultasi padanya. 

「Maaf, aku mau pergi berbicara kepada Direktur Sekolah dulu untuk saat ini. Kemungkinan aku tidak akan kembali, jadi kalian bisa pulang dulu kalau mau.」 (Kouki)

Aku mengatakan itu, lalu dengan tergesa-gesa meluncur ke kantor Direktur Sekolah. 

Di saat aku memasuki kantor, entah kenapa aku melihat wajah yang penuh akan perasaan terteror menatap ke arahku.

Aku tidak ingat telah melakukan sesuatu, tapi untuk saat ini aku hanya perlu bertanya dengan wajah penuh senyum. 

「Tentang gedung penelitianku, apa yang sebenarnya kalian bicarakan? Aku sama sekali belum pernah mendengar tentang hal itu.」 (Kouki)

「Hah? Aku sudah mengirimkannya ke terminal komputer yang ada dirumahmu, bahkan aku juga telah mendapatkan balasan yang tepat.」 (Kaori)

Mengatakan itu, ia menunjukkanku hasil print-nya.

Meski ini adalah edaran yang ditujukan untukku mengenai pengalihan kepemilikan gedung beserta kebutuhannya, aku tidak ingat membaca ataupun membalas surat ini.

Ada sesuatu yang terasa aneh.

Sekarang setelah kupikir-pikir, alamat pengiriman ditulis atas nama 『M-Arakawa』.......

Woy!!! 

Apa-apaan sih yang dilakuin mama tanpa persetujuanku?

Jangan membalas pesan untuk anakmu semaumu sendiri.

Yah, nasi sudah menjadi bubur, saat aku pulang ke rumah nanti aku pastiin bakalan protes pada mama soal 『Perlakuan Khusus』 ini.

Meski kau melakukan sesuatu seperti itu, itu tidak akan membuatku bahagia, yang ada malah siswa-siswa lain benci padaku.

Aku mengutarakan keberatanku pada Direktur, tapi

「Jangan khawatir tentang hal itu, sebenarnya ada alokasi dana khusus yang dikucurkan untuk itu, selain itu, aku tidak mau ada penelitian berbahaya yang dilakukan di sekitar siswa yang lain.」 (Kaori)

- hal tersebutlah yang dikatakannya.

Aku tidak akan pernah melakukan penelitian yang berbahaya.....

Kenapa sih aku selalu disalahpahami begini? 

Aku pikir orang-orang pastinya menganggapku anak yang berbahaya.

Enggak, jika aku mencoba mengatakan hal apapun yang berhubungan dengan hal itu aku takut hatiku tidak akan kuat menahan sakitnya.

Aku memutuskan untuk secepatnya pulang ke rumah dan menemui dalang-dari-semua-hal-ini: Mama.

「Selamat pulang, Kou-chan」(Miki)

Seperti biasa mama menyambutku pulang dengan senyum merekah di wajahnya. 

Biasanya, aku akan membalas dengan ramah, tapi hari ini berbeda. 

「Mama apa-apaan sih? Kenapa mama bales pesan buatku seenaknya sendiri?」 (Kouki)

Mengatakan itu, aku menunjukkan selebaran yang aku dapatkan dari direktur.

「Tapi Kou-chan, kau enggak tahu apa-apa soal standard keamanan dan material penelitian, kan?」 (Miki)

Meski itu benar kalau aku nggak tahu apa-apa soal hal itu, aku pikir tidak perlu untuk menempatkan tempat penelitian isolasi sejauh 30 meter dibawah tanah. 

Bukan hanya itu, selain ada ruang radiasi, bahkan ruang vakum-pun dipersiapkan.

Lagipula, tidak mungkin aku memerlukan gedung penelitian sedalam 3 lantai di bawah tanah.

Saat aku mengatakan itu pada mama dengan amarah terkandung di dalamnya, dia membalas bahkan lebih murka

「Apa yang kau bicarakan! Standard keamanan semacam ini normal tahu. Kou-chan, sebagai seorang peneliti kau harus memikirkan tentang keselamatan orang lain juga loh. Ketika seseorang melakukan penelitian tentang virus, kau tidak mungkin akan bilang 『Aku menguji vaksin-nya pada diriku sendiri, jadi tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja.』, jika suatu kecelakaan terjadi itu normal untuk menutup setiap dan semua sisi gedung! Itulah kenapa aku memastikan gedungnya dibuat dengan standard regulasi.」 (Miki)

Kenapa kau bicara dibawah premis bahwa aku akan melakukan penelitian yang berbahaya?

Bukannya aneh?

Atau melainkan, bukannya mama pernah melakukan penelitian di ruanganmu, kan?

Aku berpikir apakah itu baik-baik saja ataukah tidak.

「Ruanganku itu kedap udara dan memiliki beberapa lapisan pelindung, loh? Di saat sesuatu yang janggal terjadi maka akan secara otomatis tertutup dan menjauh dari orang lain.」 (Miki)

Beneran, nih!?!?

Aku telah hidup di rumah ini selama 15 tahun, tapi ini pertama kalinya aku mendengar hal itu!?

Sial, awalnya aku ingin protes, tapi kelihatannya berakhir dengan aku yang disalahkan karena kurangnya pengetahuan umumku.......

Di dorong oleh naluri kekanak-kanakanku, setidaknya, aku mau melawan balik, adalah apa yang kupikir.

Dan meski hanya satu, aku menemukan counter-argument yang mana mama gak bakalan bisa meng-counter lagi. 

「Soal MCK aku nggak akan ngeluh, tapi buat apa coba dapur dan kamar tidur? Itu cuman bakalan bikin masalah sanitasi doang, Ma.」 (Kouki)
<TLN: MCK singkatan dari Mandi, Cuci, dan Kakus.>

Mengatakan tersebut dengan nada dan wajah kemenangan, Mama malah menunjukkan nada dan wajah yang penuh kemenangan.

「Yah, mungkin saja benar apa yang kau katakan. Tapi Kou-chan, apa kau tahu? Dengan hal-hal itu kau bisa menetap di lab untuk periode waktu yang lama, loh? Dengan kata lain 『Alice-chan』yang setelah semalaman meneliti, sewaktu-waktu bisa mandi menggunakan shower room, aku pikir itu bisa buat dia bahagia. selain itu ada juga dapur untuknya nyiapin makanan. Yah, kalau kau bilang nggak butuh hal itu, mama bakalan nyiapin keperluan lain sebagai gantinya.」 (Miki)

「Tolong maafkan aku Ibundaku tersayang, tidak akan pernah terulang diriku ini membantah ibunda. Karena itu, harap maafkan putramu yang satu ini.」(Kouki)

Dalam rangka mencegah ibuku tuk menghubungi suatu tempat, yang bisa kulakukan hanyalah bersujud dengan melakukan dogeza di hadapannya.

「..... Itulah yang terjadi. Kenapa ya, aku merasa seperti dianggap orang yang berbahaya?」 (Kouki)

「Fuhi!? Cukup berat juga untukmu ya Arakawa-kun.」(Saitou)

Ke esokan harinya, aku masuk sekolah pagi-pagi lalu menuju kafetaria untuk bertemu Saitou-kun dan bilang padanya apa yang terjadi kemarin.

Hanya Saitou-kun lah yang selalu serius menanggapi dan mendengarkanku. 

Aku bersyukur bisa berteman dengan Saitou-kun, begitulah perasaanku yang sedikit-demi-sedikit berkembang dan tiba-tiba aku teringat sesuatu. 

「Saitou-kun, kita sahabat, kan?」 (Kouki)

「Un, itulah yang kurasakan juga.」 (Saitou)

Fumu, jika apa yang dia rasa sama denganku maka, aku pikir tidak apa-apa. 

Dan jika ternyata ditolak, maka aku akan mengeluarkan kartu as-ku yaitu meminta dengan sungguh-sungguh.

「Kalau begitu, apa baik-baik saja jika aku memanggilmu Shingo mulai dari sekarang?」 (Kouki)

「Fuhi!? Apa nggak papa?」 (Saitou=>Shingo)

Ya, tentu saja boleh!

Malah, aku ingin melakukannya sedari dulu tapi aku tak bisa menemukan waktu yang baik.

Setelah semua, dia membantuku dalam mempererat hubunganku dengan Alice-chan, aku pikir akan lebih baik kalau aku memanggil nama depannya. 

「Itu benar, Araka..... maksudku Kouki, setelah kau pulang kemarin, aku dimintai tolong oleh direktur akademi untuk memberikanmu kartu keamanan gedung penelitian. Kedepannya, kau bisa keluar-masuk gedung.」(Shingo)

Shingo mengambil kartu dari tasnya dan memberikannya padaku. 

Selagi aku berpikir tentang betapa menyenangkannya untuk pergi memeriksa bersama teman-teman, Alice-chan dan Aikawa-san tiba. 

「Haruskah kita pergi melihat gedung penelitianku? Aku baru saja mendapatkan kartu keamanannya dari Shingo, dan kita bisa mulai memasukinya hari ini.」 (Kouki)

Ketika aku mengatakan itu, Shingo dan Aikawa-san menyutujuinya, tapi Alice-chan hanya melamun, lalu dia menatap kembali padaku. 

「Aku juga..... Alice saja nggak apa-apa kok.」(Alice)

Apa maksudmu? 

Aku menanyakan itu padanya tanpa sedikitpun mengerti, sambil saling menatap dia bilang. 

「Namaku! Jangan panggil aku lagi 『Alice-chan』, tapi panggil saja aku 『Alice』!」 (Alice)

Oh.... Soal itu toh......

Tertawa, aku memanggil namanya 『Alice』, dan dia terlihat sedikit bahagia.

「Ini gedung penelitian Kouki-kun? Ini luar biasa.」 (Alice)

Meski nampaknya Alice terkejut, bukan hanya dia yang terkejut. 

Aku sama terkejutnya dengan dia.

Apa-apaan ini, tepat dihadapanku berdiri bangunan yang tidak kalah menakjubkannya dengan Laboratorium Penelitian Generasi Selanjutnya yang pernah aku kunjungi sebelumnya. 

Pintu masuknya dilindungi dengan tiga lapis pintu, dan segala ruangan fasilitas hanya bisa dimasuki dengan melakukan scan retina dan nadi.

Tidak mungkin aku bisa menggunakan tempat ini sendirian.....

Ketika kata-kata itu terucap dengan lantangnya, 

「Jika itu masalahnya, kenapa tidak suruh saja anggota-anggota disini menggunakannya.」 (Shingo)

Ide Shingo kedengarannya cukup bagus, bukan? 

Semuanya menyetujuinya.

Benar juga ya, jika aku meminta yang lainnya dan mereka semua menyetujuinya, maka akan mengarah menuju yang terbaik.

Tapi pada saat baru saja aku akan mencoba bertanya pada yang lainnya.

「Baiklah kalau begitu, aku akan mengambil lantai ke-3, ya? Alice-chan, apa kau baik-baik saja dengan lantai 2?」 (Aikawa)

「Ya, dan karena aku akan menggunakan bahan kimia akan lebih baik lagi jika aku mempunyai lemari yang kokoh untuk menyimpannya. Karena pekerjaan Saitou-kun lebih sedikit bahayanya, aku pikir lebih baik memberikannya ruangan di lantai satu.」 (Alice)

Kelompok cewek sudah memulai pengalokasian ruangannya. 

Jadi begitu, mengikuti pola ini aku akan berakhir mendapatkan 『Lantai paling bawah』, kah?

Aku menengok ke arah Shingo dengan wajah yang akan segera menangis, tapi dia mengalihkan tatapannya dengan cepat. 

「Shingou, aku nggak mau pergi ke basement.」 (Kouki)

「Percuma saja, bahkan jika kita mencoba mengatakan sesuatu, Emi-chan nggak akan pernah dengerin kita, loh?」 (Shingo)

Naif! Kau benar-benar naif, Shingo.

Tentu, aku tahu hal itu dari awal, yang aku mau itu 『Mari kita gunakan lantai satunya bersama-sama』.

Ketika itu kukatakan padanya, 

「Aku baik-baik saja soal itu, tapi apakah kau tidak masalah? Aku akan membawa 『Teman-teman』ku dari rumah kemari loh.」 (Shingo)

Dan dengan itu rencananya harus di tata ulang. 

Tidak ada pilihan lain kecuali menyerah soal itu, tidak mungkin aku bisa akrab dengan 『Teman-Teman』 Shingo. 

Selang beberapa saat, pengalokasian ruangan telah ditetapkan. 

Lantai ke-3 dan atap yang memiliki peralatan komunikasi-cepat menjadi wilayah Aikawa-san.

Lantai ke-2 dengan peralatan berhubungan dengan obat akan menjadi wilayah Alice.

Lantai ke-1 dengan peralatan elektronika dan permesinan akan menjadi wilayah Shingo. 

Dan akhirnya laboratorium terisolasi bawah tanah akan menjadi..... wilayahku.

Segala macam fasilitas yang lain termasuk ruang bersama, ruang tidur dan ruang shower akan diurus bersama-sama.

Semuanya memulai persiapan dengan memindahkan barang guna pergunakan di laboratorium, tapi entah kenapa aku tidak dapat membuat semacam ekspresi ceria.

Lagipula, aku satu-satunya yang terpisah menuju 30-meter-kebawah-tanah, area terisolasi yang mana masih belum memiliki tujuan tertentu.

 Di saat aku berpikir diriku menggigit peluru dan menuju ke tempat Shingo, aku memperhatikan Alice bertingkah malu-malu. 

「Jika Kouki-kun menerima area bawah tanah, kita dapat bersama-sama sendirian tanpa takut diganggu siapapun.」(Alice)

Tak terduga, aku mulai berpikir bahwa basement itu luar biasa!

--- Arakawa Miki POV ---

「Ya, aku mengerti. Ya, jika kau bersedia, sampai jumpa.」(Miki)

Aku baru saja menyelesaikan percakapanku dengan Petugas Keamanan Kouki.

Di saat sesuatu terjadi pada Kouki, para pelindung keamanan akan selalu bersiaga di 『Ruangan Rahasia』 di balik tembok gedung penelitian. 

Sebagai tambahan untuk menjaganya tetap aman, mereka disana untuk menghentikannya jika anak itu kehilangan akal dan menciptakan 『Barang paling berbahaya』atau menyelamatkannya dan mengevakuasinya jika 『Suatu kecelakaan terjadi』. Oh ya benar, aku lupa satu hal yang penting lagi. 

Mengingat-ingat peralatan yang dibutuhkan oleh penjaga garnisun, aku membuat panggilan sekali lagi. 

「Aku minta maaf, ada satu keping lagi peralatan diperlukan yang aku lupakan. Pastikan untuk mempunyai 『CBRNE Protective Gear』 bagi semua anggota. Jika tidak cukup untuk dikenakan semua anggota, aku akan menyediakannya sendiri.」(Miki)

Aku dapat mendengar suara meremehkan dari sisi lain komunikasi, tentu saja aku marah dah mulai meneriaki entah siapa yang ada di sisi lain.

「Kelihatannya kalian masih tidak mengetahui pentingnya hal ini, ya. Baiklah, dengarkan ini. Di masa lalu, dia menggunakan senjata kimia di pekarangan rumah kami, apa kalian masih punya keberanian untuk memasuki laboratorium Kouki tanpa mengenakan baju pelindung?」 (Miki)

Setelah kukatakan hal itu, orang yang berada di sisi lain nampaknya mulai memahami situasinya dan dan mengatakan akan mempersiapkannya lalu memutuskan komunikasi secara terburu-buru.

Selanjutnya adalah Direktur Akademi.....

「Apakah ini Yamamoto-san? Saya Arakawa Miki. Terima kasih karena selalu mengurus putra saya.」 (Miki)

Ketika panggilan terkirim, Direktur menjawabnya, nampak kebingungan.

「Jika kuingat dengan benar, anda mempunyai sebuah hubungan yang dalam dengan JSDF, bukan? Tidak, tidak....... Bukannya saya sedang menyalahkan anda atau apa.」(Miki)

Kelihatannya dia telah salah paham dan mengira aku sedang marah soal pengiriman tentara JSDF untuk Kouki, meski aku sedikit marah tentang itu sih, tapi bukan itu tujuan panggilanku ini. 

Bagaimanapun juga, aku ingin kau merasakan duri di perkataanku......

「Bisakah anda meminta JSDF untuk 『Mengatasi permasalahan dengan segenap kekuatannya』apabila terjadi kecelakaan yang tidak terduga di gedung penelitian Kouki?」 (Miki)

Tentunya, aku memastikan untuk menambahkan kondisi mereka bisa melakukannya setelah memastikan keselamatan Kouki dan teman-temannya. 

Meski, sepertinya masih memerlukan beberapa saat berpikir, aku bisa memulai negosiasinya setelah JSDF menyadari apa yang kumaksudkan.

Yosh, dengan ini kita bisa mengatasi apapun yang akan diciptakan Kouki dikemudian hari.

Harusnya akan tetap baik-baik saja selama anak itu tidak menciptakan senjata nuklir.......atau begitulah yang kupikirkan.

Tapi kemungkinannya dia tidak akan melakukan hal seperti itu, tetap saja masih ada kemungkinan anak itu akan mempunyai pikiran 『Aku benar-benar marah, jadi aku memutuskan untuk membuat senjata nuklir.』.......

Tidak, aku sepertinya terlalu memikirkannya. 

Tidak mungkin dia akan melanggar perjanjian internasional.

「Nee, Shuichi-san? bagaimana jika Kouki kemungkinan menciptakan sesuatu seperti senjata nuklir.....」(Miki)

Aku mungkin akan tidak bisa tidur lagi malam ini.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Conscriptra2
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar