Minggu, 20 Oktober 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 8 : Chapter 12 - Peri Senandung

Volume 8
Chapter 12 - Peri Senandung


Kami berjalan sepanjang malam, membuat jarak yang jauh antara kota dan kami. Saat pagi tiba, kami sudah mencapai kota selanjutnya di ujung jalan.

“Para penjahat ini dicari karena kejahatan yang dilakukan di daerah itu. Jika melihatnya, segera laporkan kepada pihak berwenang! ” membaca poster buronan yang ditempelkan ke papan di kota baru ini. Ada sketsa kasar dari kami, tampaknya diambil dari laporan saksi mata.

Untung mereka cuma melihat kami saat gelap. Hanya sedikit detail yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi kami dalam poster itu. Saat aku melihatnya ... Poster itu menyertakan sketsa Raph-chan. Itu membuat kami sedikit khawatir, jadi kita harus menyembunyikannya.

“Raph-chan. Maaf, tapi jika ada yang melihatmu mereka akan tahu kalau kitalah yang membebaskan Filo. "

"Rafu!" Teriaknya. Dengan kepulan asap, dia berubah menjadi ofuda yang pas di tanganku. Desain pada selembar kertas bergerak bolak-balik. kukira aku bisa memanggil Raph-chan kapan saja.

Kizuna melakukan hal yang sama dengan Chris.

Sedangkan untuk Filo ... Sayangnya dia menghabiskan lebih banyak waktu di pertunjukan, jadi gambarnya sangat akurat. Tetapi bagaimanapun tidak ada yang akan mengira dia — adalah gadis muda dengan sayap di punggungnya. Kizuna membaca poster itu dan mengatakan kalau itu termasuk informasi tentang bagaimana cara kami mencuri Filo.

"Pii!"

Filo berubah menjadi sosok peri yang bersenandung dan bersembunyi di dalam armorku.

"Mereka mengatakan kalau beritanya menyebar cepat, tapi agak menakjubkan kalau berita itu tahu bahwa kita ada di sini." 

"Mereka membuat itu dengan sangat cepat, bukan?"

Kita mungkin bisa melarikan diri tanpa mengalami banyak kesulitan, tapi berapa lama kita bisa mempertahankannya?

"Apa yang mereka lakukan?" aku dengar komentar pejalan kaki di depan poster. Aku putuskan untuk mendengarkan gosip.

"Mereka menculik gadis malaikat itu dari kota sebelah — yang bisa kau bayar untuk melihatnya."

"Apakah kau yakin malaikat sungguhan tidak datang dan membawanya? Kudengar dia menghilang.” Mereka membuatnya terdengar seperti Kaguya-Hime.

Mempertimbangkan bagaimana penampilan Jepang di negara itu, kukira cerita seperti itu cocok dengan pemandangannya.

Tapi mungkin tidak ada maksud tertentu, gosip warga kota itu cukup dekat dengan faktanya.

Lebih baik kita terus bergerak.

"Apa yang harus kita lakukan untuk menaikkan levelnya?" Filo berada di level 1, sama seperti aku sebelumnya.
Sial ... Bagaimana jika kami semua kembali ke level 1 saat kami pulang?

“Dia seperti Rishia. Jika aku bersama Kizuna maka kita tidak akan naik level, tapi Rishia dan Filo seharusnya mendapatkan Exp, jadi tidak ada masalah. Setidaknya kita berhasil melewati rintangan pertama. ”

Levelku sendiri sudah berkembang dengan baik, dan aku sudah berhasil meningkatkan senjataku juga.

Tapi...

“Pertanyaan sebenarnya adalah apa yang terjadi pada Filo. Kenapa dia tidak berbentuk filolial lagi?"

Benar. Filo berubah menjadi sesuatu yang disebut peri senandung.

Dia masih bisa berubah menjadi wujud manusianya, tapi itu akan membuat kita diperhatikan oleh pihak berwenang.

"Filo, aku yakin kau sudah tahu ini, tapi jangan berubah menjadi bentuk manusia. Mereka akan menangkapmu lagi jika kau melakukannya. ”

"Pii!" Dia berkicau dari celah di antara armor baju zirahku. Dia sepertinya tidak terlalu khawatir.

“Aku berharap kita bisa menggunakan Filo untuk menarik kereta kita. Bagaimana kita bisa berkeliling sekarang?” Jika kita memiliki Filo dalam bentuk filolial untuk membantu, kita bisa menempuh jarak yang jauh dengan sangat cepat. Aku sudah mengandalkan itu, tapi bukan itu yang kami dapatkan. Sebaliknya dia terjebak sebagai monster lain, sesuatu dari dunia ini.

“Kita bisa meminta kereta bertenaga manusia. Kita punya cukup uang untuk itu. Apa yang kau pikirkan?"

"... Siapa yang akan menariknya?"

“Mengingat apa yang harus kita kerjakan, mungkin kau, Naofumi. Kau mungkin punya beberapa Skill yang akan membuatnya lebih mudah, bukan? "

"Ha! Jangan buat aku tertawa! ”

Betapa mengerikannya itu? Rishia, Kizuna, dan Filo semua duduk di dalam sementara aku menarik kereta? Tapi untuk Filo, aku bisa membuat dia menariknya dalam bentuk manusianya. Kita bisa melakukan perjalanan, ditarik oleh seorang gadis kecil.

Kedengarannya gila, tapi Filo benar-benar sudah menarik kereta sementara dia dalam bentuk manusia sebelumnya. Tapi itu tidak akan terlihat bagus — tidak akan terlihat bagus sama sekali. Ditambah, kami benar-benar menonjol di tengah orang banyak.

“Filo, apakah kau ingin menarik kereta?”

“Pii!” Dia menggelengkan kepalanya.

Aku tidak tahu makhluk seperti apa peri senandung itu, tapi sepertinya mereka tidak suka menarik kereta.

Untuk saat ini, kami perlu fokus menjaga momentum kami. Kami tidak membutuhkan apa pun di kota, jadi kami hanya berjalan melewatinya dan terus berjalan. Begitu kami berada di luar kota, aku mengeluarkan Filo dari sakuku.

Dia dengan cepat berubah menjadi bentuk manusia dan melompat di depanku. 

"Wah!"
"Lebih baik kita tidak membiarkan siapa pun melihatmu dalam bentuk manusia, setidaknya sampai kita berhasil keluar dari negara ini."

"Itu sangat menakutkan!"

"Aku yakin begitu. Kau terdengar sangat ketakutan. ”

"Terima kasih, Master!" Perutnya menggerutu keras. "Master, aku lapar!"

"Ya, aku yakin begitu," kataku, mengulurkan beberapa buah kering yang kami beli di pasar. Dia dengan rakus menjejalkannya ke pipinya.

"Aku ingin..."

"Jangan bicara dengan mulut yang penuh." 

"Aku ingin lagi!"

Perutnya benar-benar gemuruh saat dia makan. Itu adalah prestasi yang cukup mengesankan. Aku penasaran apakah itu ada hubungannya dengan fakta kalau wujud monsternya masih kecil. Mungkin dia masih tumbuh.

Saat dia dalam wujud manusia, dia menggunakan sihir untuk merubah wujudnya. Tapi mungkin ketika dia menyeberang ke dunia ini, wujud monsternya dikembalikan ke usia bayi. Aku harus bertanya pada yang mengetahui hal ini secara langsung.

"Kizuna dan aku tidak bisa mendapatkan Exp darinya, tapi kita mungkin harus mengambil jalan yang akan membawa kita ke lebih banyak monster."

"Kita juga bisa memancing!" Kata Kizuna, meraih pancingnya dan tersenyum. Apa? Apakah dia benar-benar suka memancing sebanyak itu?
"Memancing ya ... Jika kau bisa mendapatkan makanan untuk Filo, kita bisa melakukannya— asalkan tidak butuh waktu lama."

"Aku bisa menangkap lebih banyak ikan di sini daripada di Jepang, tapi butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan gigitan."

“Kalau begitu jangan memancing. Entah apa itu atau melanggar aturan dan menangkapnya dengan tanganmu atau sesuatu. "

"Aku tidak akan pernah melakukannya! Ada kode kehormatan di antara kita para nelayan! Aku tak bisa melanggarnya! ”

Kizuna bahkan lebih suka memancing daripada yang aku kira. Tapi pasti ada cara “ilegal” untuk menangkap ikan di dunia seperti ini. Mungkin dia bisa menggunakan thunder magic untuk dilemparkan ke sungai dengan sambaran petir, dan kemudian semua ikan akan mengambang ke permukaan. Tampak seperti ide yang bagus untuk ku.

Kenapa dia harus begitu ketat dengan peraturan itu? Apakah itu yang membuatnya memenuhi syarat untuk menjadi pahlawan?

. . . Ya benar.

“Yah, berburu itu cukup mudah, jadi aku selalu bisa melakukan itu. kau juga memiliki lebih banyak teman di sisimu. Jangan lupa untuk apa kita datang ke sini. ”

"Bagaimana aku bisa? Aku di sini untuk menemukan Raphtalia,” kataku, menyentuh ofuda Raph-chan. Aku benar-benar tidak bisa bersantai tanpa Raphtalia di dekatku. Aku hampir bersyukur kepada Raph-chan karena berada di sana, karena dia adalah yang terdekat denganku untuk Raphtalia saat ini.

Memiliki dia membuatku merasa sedikit lebih baik. 

"Hei, Master?"

"Apa?"

"Siapa wanita ini?"

Filo menunggu cukup lama untuk bertanya tentang Kizuna ... Mereka sudah menghabiskan sepanjang malam bersama.

“Aku Kizuna Kazayama. Naofumi dan aku sudah bepergian bersama. aku salah satu dari empat pahlawan suci dari dunia ini.”

"Oh wow! Senang bertemu denganmu, wanita pemancing! "

Filo memiliki kecenderungan untuk merujuk orang-orang dengan apa pun yang mereka pegang. 

"Maaf, Filo, tapi senjata Kizuna sebenarnya bukan hanya pancingan itu."
"Itu benar," kata Kizuna, mengubah senjatanya menjadi segala macam hal di depan mata Filo yang berkilau.

"Apa? Apa? Apa? Wow! ” Teriak Filo sambil mengikuti senjata yang berubah cepat dengan matanya.

"Jadi, Filo, menurutmu aku ini apa?"

"Um ..." Untuk pertama kalinya, Filo sepertinya tidak tahu harus berkata apa. Kizuna tampak seperti dia benar-benar menikmatinya.
"Meskipun aku harus mengatakannya, aku tidak keberatan dipanggil 'wanita pemancing. aku agak memikirkan diriku seperti itu. ”

"Kalau begitu berhenti bermain dengan Filo."

"Aku hanya bersenang-senang."

"Oke, aku akan memanggilmu ... Kizuna Nee-chan." Apa? Filo benar-benar mempelajari namanya?

Tapi "Nee-chan"? Itu terasa agak aneh, mengingat Kizuna terlihat seperti gadis loli yang hampir tidak legal.
<TLN : Yolooooo>
<Isekai-Chan : WOOOO, LOLI DEKITAAA>

“Naofumi, kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang jahat.” Dia menyadarinya! aku memalingkan muka.

"Kenapa kau memalingkan muka?"
"Kau peduli?"

"Mungkin sedikit."

"Aku hanya berpikir itu lucu bahwa dia memanggilmu ne-chan, meskipun kau terlihat seperti gadis loli di bawah umur."

"Hei kau!" Bentak Kizuna.

Filo mengabaikan pembicaraan kami dan menyela, 
“Aku seharusnya tidak memanggilmu Kizuna ne-chan?” 

“Tidak, tidak apa-apa. Senang bertemu denganmu, Filo-chan. "

"Yay!"

"Bukankah kau seharusnya Kizuna-chan?" 
"Naofumi."
Aku memalingkan muka lagi.

Kizuna dan Filo berjabat tangan, dan kemudian Kizuna mengganti topik pembicaraan. "Oke, jadi bagaimana kalau kita mencari Glass sambil melakukan perburuan monster untuk membantu Filo-chan naik level?"

"Ide bagus. Aku khawatir tentang levelnya, tapi kami bisa fokus pada mereka begitu kami mendapatkan tempat yang aman.”

Kami harus fokus menemukan Raphtalia untuk saat ini.

Aku mengaktifkan sihir budak lagi untuk melihat apakah itu berhasil. Sama seperti terakhir kali, tidak. Kami harus bergantung pada Raph-chan untuk menemukannya.

Bagaimana jika dia ditangkap dan dianiaya seperti Filo? Aku bahkan tidak tahu apa yang akan kulakukan jika itu terjadi.

Jika Filo adalah Kaguya-Hime*, maka Raphtalia ... Raph-chan ... adalah Bunbuku Chagama*. Aku hanya berharap itu bukan Kachi-Kachi Yama.*
<Poo: Jadi itu adalah 3 karakter yang berbeda dan dari 3 cerita yang berbeda pula, intinya si Kaguya-Hime dan Bunbuku Chagama itu orang Yang baik dengan Sesama makhluk hidup berbeda dengan Kachi-kachi Yama yang dikenal sebagai Penyiksa dari Neraka, gitu :’D>

“Kita akan berhenti di kota-kota yang kita lewati, kan?” 
“Apa perlu? Kita punya shikigami yang menunjukkan jalannya pada kita”
Aku kira itu benar. Tapi kita harus tetap berusaha mengumpulkan informasi apa pun yang kita bisa. Siapa yang tahu kapan kita membutuhkannya?

"Para manusia di dunia ini kebanyakan adalah elf dan dwarves, bukan? Orang dengan telinga dan ekor binatang buas agak langka, bukan? ”

"Ya, aku tidak terlalu sering melihatnya."

Itu bukan pertanda baik bagi Raphtalia. Seseorang mungkin mencoba menangkapnya.

Aku harap dia baik-baik saja, tapi aku mulai khawatir kalau dia sudah ditangkap seperti Filo. Mudah-mudahan, dia masih bersama Glass dan yang lainnya. Glass mungkin bisa melindunginya — dia cukup kuat untuk mengalahkan ketiga pahlawan lainnya tanpa berkeringat.

Kami terus bergerak, membantu Rishia dan Filo menaikkan beberapa level di sepanjang jalan.




TL: Ryuusaku
EDITOR: Poo

0 komentar:

Posting Komentar