Selasa, 08 Oktober 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 8 : Chapter 9 - Shikigami

Volume 8
Chapter 9 - Shikigami


Saat sore berikutnya.

Aku memasak ikan hering yang ditangkap Kizuna malam sebelumnya, dan kami sarapan dulu sebelum kembali ke kastil untuk bertemu orang yang seharusnya akan membantu kami mencari Raphtalia.

"Mereka segera datang."
"Kau yakin?"

Rishia berdiri di sana bergumam pada dirinya sendiri saat dia membaca sesuatu di selembar kertas. Aku sudah bosan menunggu.

Tapi aku tak harus menunggu lama. Kizuna berteriak kepada orang-orang di kastil, 

“Ah, mereka sudah datang! Ayo pergi."
"Akhirnya. kau mendengarnya, Rishia. Ayo pergi. "
" Baiklah. "

Bersungguh-sungguh memang bagus, tapi apa yang dia baca? yang ku tahu, dia hanya mengulangi frasa sederhana seperti "selamat pagi, selamat pagi," berulang-ulang.

Rishia dan aku mengikuti Kizuna ke ruang singgasana dan menemukan seseorang di sana berpakaian seperti penyihir hitam dengan lingkaran di kepalanya.

Dia tampak seperti anak muda berjubah tebal, dan dia memegang tongkat yang dihias di tangannya. Rambutnya tipis, bercampur dengan perak. Kulitnya bersih, dan matanya yang tajam meninggalkan kesan yang kuat. Warnanya merah atau mungkin hitam. Sulit dikatakan.



Dia sedang menunggu kita, dan dia tampak ... melayang.

Kupikir aku melihat seseorang yang mirip dengannya di salah satu foto Kizuna. Itu mungkin orang yang sama.

“Sudah lama, Kizuna. Aku terus mencarimu selama ini. Maafkan aku tidak pernah bisa menemukanmu. "

“Yang lalu biarlah berlalu. Aku tak khawatir tentang itu. "

“Yang ini kesepian tanpamu. Tolong bawa dia. "

"Terima kasih. kau menjaganya demi aku kan Ethnobalt? ”

"Iya. Awalnya, Glass yang merawatnya, tapi dia mulai sibuk dan harus melakukan perjalanan ke tanah yang berbahaya. Karena itu, kami memutuskan yang terbaik sehingga aku yang mengambil alih.”

Kizuna berhenti mengobrol dengan bocah itu, dan dia memberikannya sesuatu yang tampak seperti kayu ofuda. Dia mengguncangnya dengan ringan, dan sebatang asap muncul dari sana. Ketika asap mengepul, seekor penguin berdiri di depannya.

Itu setinggi pinggangku.

Aku menyebutnya penguin, tapi itu bukan penguin. Itu memiliki wajah yang sangat ekspresif, dan terlihat sangat senang hingga melompat-lompat.

Itu sedikit mengingatkanku pada Filo saat dia baru saja keluar dari cangkang telurnya, sebelum dia mulai berbicara.

Apa itu?

"Pen!"

"Sudah lama. Aku senang melihatmu juga. "

" Pen! "

Penguin itu melompat ke arah Kizuna dan mulai menggosok pipinya. Filo juga melakukan hal yang sama.

"Itu mengingatkanku. Si kecil ini mulai ribut sekitar enam hari yang lalu. Jika aku lebih peka, mungkin aku bisa menemukanmu lebih cepat. "

“Kami berada di belakang garis musuh. Tidak aman bagimu untuk datang. Butuh waktu selama ini untuk menemukanku. ”

"Sangat menyenangkan kalau kalian berdua bernostalgia di sini, tetapi adakah yang akan menjelaskan apa yang terjadi?"

Tak ada yang suka duduk-duduk mendengarkan orang berbicara tentang hal-hal yang tak dimengerti dan tak bisa bergabung.

"Oh, benar. Maaf. Dia adalah Ethnobalt. Dan orang ini adalah shikigamiku, Chris. ”

“Kau menyebutkan itu sebelumnya. Bagaimana mereka berbeda dari monster lain? ”

"Shikigami, yah ... Kau mendapatkannya dari orang lain atau barang, dan mereka bukan monster. Dia pada dasarnya adalah pengawalku. Karena aku tidak bisa, kau tahu, bertarung dengan orang.”

“Aku masih tidak mengerti. Lanjutkan."

Apakah itu seperti sesuatu yang ku kenal? Aku tahu ada game online di mana kau bisa merekrut monster untuk bertarung untukmu. Tapi itu lebih sederhana dari apa yang dia gambarkan. Dalam Game itu, kau bisa mengirim monster apa pun yang kau tangkap untuk membantumu dalam pertempuran.

Hubunganku dengan Filo mirip seperti itu.

Ada sistem serupa lainnya, itu seperti summon, atau jenis serangan mencurigakan yang dapat kau gunakan saat bekerja dengan pemain lain.

Setiap permainan berbeda, jadi batas dan kategori tidak selalu sama. Mungkin yang terbaik adalah tidak membuat terlalu banyak asumsi.

“Aku sangat senang bertemu denganmu, pemegang senjata suci dari dunia lain. Aku adalah pemegang boat dari vassal weapons. Namaku Ethnobalt. aku yakin kita akan akur. "
"Aku Naofumi Iwatani, Pahlawan Perisai. Gadis di belakangku adalah Rishia. ”

Itu hanya perkenalan biasa.
Dari wajahnya, bocah itu terlihat seolah dia mengerti segalanya, dan ... Yah, sebenarnya, jika aku membiarkan wajahnya menggangguku, maka kami tak pernah mendapatkan sesuatu berguna dari percakapan ini.

“Yang artinya kau seperti Glass, dan kau memiliki vessel weapon? Di mana boat ini yang kau sebutkan? ”

"Ada di sini," kata Ethnobalt, menarik jubahnya untuk menunjukkan kakinya.

Dia berdiri di atas semacam benda bulat, dan itu melayang beberapa inci dari tanah.

Itu terlihat seperti UFO atau sesuatu yang aneh. 

"Aku senang berkenalan denganmu."

Dia tampak seperti setengah manusia atau tipe orang yang unik di dunia ini.

“Apa ada sesuatu yang aneh tentang orang ini? Apa hanya imajinasiku? "

Pria Ethnobalt ini tampak berbeda dari semua orang yang pernah kulihat sejak tiba di dunia ini.

"Kupikir kau mungkin menyadarinya. Ethnobalt diturunkan dari ras monster besar yang telah melindungi dunia selama beberapa generasi. ”

"Benarkah..."

Lalu aku menyadari dia mengingatkanku pada siapa. Cara bagaimana dia menempatkan dirinya ... Itu adalah Fitoria. Sulit untuk menjelaskan bagaimana dia mengingatkan ku padanya, tapi dia memang mirip.

Dia terlihat seperti sangat ahli dalam sihir, tapi mungkin dia sebenarnya seorang petarung jarak dekat. Dia memberi Kizuna seekor penguin, jadi mungkin dia sebenarnya ... seekor penguin? Jika itu masalahnya, mungkin semua dunia ini diawasi oleh monster burung ...

"Wujud aslinya adalah kelinci yang imut."

“Kizuna, tolong jangan menyebutku 'imut.'” 
“Kelinci? Dia bukan penguin? ”
"Kenapa dia harus begitu?"

"Aku tidak tahu. shikigamimu adalah seekor penguin, jadi aku hanya ... "
" Pena? "

Ada apa dengan penguin ini? Dia mengingatkan ku tentang legenda yang ku temui di pulau Cal Mira: mengenai Pekkul. Aku ingin meletakkan topi Santa merah di kepalanya — maka dia akan terlihat seperti itu.

"Oh begitu. Itu masuk akal. Aku tidak tahu kenapa, tapi saat Glass dan aku membentuk kontrak shikigami, seperti inilah penampilannya. ”

"Hm ..."

Yah, itu tidak masalah. Lagipula aku tidak ingin melihat wujudnya yang sebenarnya.

Ethnobalt menggosok dagunya untuk sementara waktu, tampaknya tenggelam dalam pikirannya, dan kemudian, setelah mengambil keputusan, dia berubah dengan kepulan asap.

Aku melihat seekor kelinci yang berdiri dengan kaki belakangnya.

Pandangannya sekali lagi mengingatkan ku pada pulau-pulau — tentang kelinci karma yang kami ketahui. Kalau bukan karena tongkatnya dan pandangan cerdas di matanya, aku akan salah mengira dia itu monster.

Tapi semakin aku melihatnya, semakin aku yakin bahwa dia adalah Fitoria versi dunia ini. Aku cukup yakin akan hal itu.

"Apakah kau lebih suka diriku memakai bentuk ini ketika kita berbicara?"

"Benar-benar jarang! Aku hampir tidak pernah melihatmu sebagai kelinci, ”kata Kizuna.

“Demi Tuan Naofumi di sini ... Aku tidak ingin dia meragukan kata-kataku yang tidak perlu. Aku ingin dia nyaman. "

"Oh? Naofumi, kau suka binatang? ”

Aku ingat bagaimana Filo akan selalu memelukku, tapi sekali lagi, aku mungkin hanya terlihat sebagai orang tuanya dari usia mudanya.

"Baiklah. Jadi Aku dengar kau pintar mencari orang? ”

"Mungkin, meskipun aku tidak dapat menemukan Kizuna ketika dia dipenjara di labirin."

"Syukurlah kau orang yang rendah hati, tapi beri aku ide yang lebih baik tentang apa yang bisa kau lakukan, bukan? Kami sudah menunggumu selama ini. ”

Aku tidak ingin mendengar kalau dia sebenarnya tidak bisa membantu kami — tapi sekali lagi, jika dia seperti Fitoria, maka dia akan sangat kuat. Dari apa yang dia katakan sejauh ini, aman untuk berasumsi bahwa dia bisa mengetahui apakah Kizuna ada di dunia ini atau tidak. Labirin yang tidak berujung pastilah dunia yang sepenuhnya terpisah.

Terserah. aku tak mengenalnya, jadi aku tak senang jika harus bergantung padanya untuk bantuan. kupikir dia mungkin seperti Fitoria, tapi sepertinya dia tidak.
“Ada banyak metode rumit. Aku juga ingin tahu mana yang terbaik, ”kata Ethnobalt, sambil mengeluarkan item demi item dari balik jubahnya.
Mereka tampak seperti hal-hal yang akan digunakan peramal. Ada tongkat kecil, bola kristal, dan ... ofuda? Kemudian datang setumpuk kartu ... Itu pasti kartu tarot.
<EDN : Ofuda itu semacam jimat dari jepang>

Aku mulai mempercayai kelinci ini. Dia terlihat kurang memiliki reputasi dari menit ke menit.

Dia mungkin adalah pahlawan dari vassal weapon boat, tapi aku tak merasa bisa mempercayainya.

"Ethnobalt, kupikir kau bisa memberi Naofumi shikigami."

"Itu ide yang bagus. Seorang shikigami mungkin terbukti menjadi keuntungan dari upaya pencarianmu. "

" Kenapa begitu? Apa yang bisa dilakukan sebuah shikigami? ”

“Selain membantu pencarian, shikigami pahlawan dapat melakukan banyak hal menarik. Mereka tentu saja menjadi pengawal yang baik. ”

"Pen?"

Aku menunjuk ke penguin di lengan Kizuna, dan dia memiringkan kepalanya sebagai responnya. Benar. Aku bicara kepadamu.
Apakah itu benar-benar pengawal Kizuna? Sepertinya itu tidak akan banyak membantu dalam pertempuran. 
"Tapi kau tidak bisa membiarkan mereka mati dalam pertempuran."
"Oh ..." aku menghela nafas. Jika kau harus sangat berhati-hati dengan mereka, apa gunanya mereka sebagai pengawal?

Aku mulai mengerti. Shikigami ini seperti "familiar" di dunia tempatku berasal. Ku pikir aku sudah melihat sesuatu tentang mereka yang ditulis dalam salah satu buku magic. Dikatakan kalau item tertentu diperlukan untuk memanggil familiarmu dan jika kau kehilangan item itu kau tidak akan bisa memanggilnya.

Aku tidak terlalu memperhatikan karena aku tidak memiliki familiar, tapi jika aku memikirkannya sekarang, sepertinya familiar yang bisa melindungiku dalam pertempuran akan menjadi hal yang mudah untuk dimiliki.

Tapi aku punya Raphtalia dan Filo, jadi aku tidak pernah merasa perlu untuk itu.

"Aku berharap dengan pria kecil ini membantuku, aku akan dapat menemukanmu dengan cepat ..."

"Tapi karena aku terlempar ke labirin, kau harus menyerah, kan?" Kizuna menghela nafas.

 “Glass dan aku membuat shikigami ini bersama-sama, jadi kupikir itu akan membantu kita menemukan keberadaannya saat ini. Tapi itu mungkin belum tentu membawa kami ke teman-temanmu, Naofumi. Itu akan terjadi jika mereka semua bersama-sama, tapi tidak ada jaminan kalau mereka ada, kan? ”

"... Tidak."

Aku tidak tahu di mana Raphtalia berada. Mantra budak tidak bisa memberitahuku apa-apa kecuali kita berada di daerah yang sama. Aku harus mempersiapkan diri untuk pencarian yang sulit.

“Kalau begitu mari kita melakukan upacara shikigami. Ini sangat mudah jika dilakukan di jam pasir naga, jadi aku sarankan kita pergi ke sana, ”
kata Ethnobalt. Dengan kepulan asap, dia berubah kembali ke bentuk manusia dan melayang keluar ruangan.

Kami semua pergi ke gedung mirip guild yang menampung jam pasir naga.

Ethnobalt mengayunkan tongkatnya dan kemudian mengetuknya dengan keras di lantai. Ketika dia melakukannya, pola magic geometris muncul di lantai sekitarnya. Itu terbentuk dari cahaya seperti hantu transparan.

Karena sihir itu dilakukan oleh kelinci raksasa, itu membuat upacara itu terasa lebih seperti dunia lain daripada upacara kenaikan kelas di Melromarc.

"Pertama-tama kita akan membutuhkan media yang cocok, serta sedikit darah dari orang yang akan berfungsi sebagai tuan shikigami."

"Media? Maksudmu seperti ofuda atau batu permata atau semacamnya? ”

"Ya, kau akan membutuhkan sesuatu seperti itu untuk membuat familiar ... Ketika aku membuat kontrak dengan Chris, aku menggunakan segala macam bagian monster untuk upacara. Glass dan aku memutuskan bahannya karena kami ingin membuat shikigami yang bisa menjadi penjaga yang kuat. ”

Hm ... Kedengarannya proses yang rumit. Terkadang aku bisa mendapatkan pencerahan saat mengerjakan proyek yang kompleks. Aku kenal orang lain seperti itu juga — tipe orang seperti itu akan berhenti sebentar ketika memulai game baru atau saat mereka diberi banyak poin untuk di masukan saat membuat karakter. Beberapa orang tidak berhasil memulai permainan, karena mereka menghabiskan seluruh waktu mereka mengkhawatirkan cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya untuk karakter mereka. Jujur, aku punya kecenderungan itu sendiri.

Dari semua barang dan bahan yang kumiliki, mana yang menghasilkan hasil terbaik? Bahan dari Spirit Tortoise atau familiarnya? Selama pertempuran, aku berhasil mengambil beberapa material. Lalu, aku mungkin akan berakhir dengan kura-kura jika aku menggunakannya.

Tentu saja, Ost telah menjadi salah satu familiar dengan Spirit Tortoise, tapi tidak peduli apa pun yang kukenal, mungkin akan lebih fokus pada pertahanan daripada damage. Sebagai Pahlawan Perisai, aku memiliki dasar pertahanan yang cukup baik, jadi aku tidak ingin shikigami pertahanan.

“Setelah kau membuatnya, kau selalu bisa menyesuaikannya nanti, jadi kau tidak perlu terlalu khawatir tentang itu. Untuk saat ini, gunakan saja media apa pun yang kau gunakan untuk menyesuaikan diri. ”

"Apakah tidak masalah dengan benda apapun yang aku pilih?"

“Biasanya memang begitu, tapi aturannya sedikit berbeda untuk para pahlawan seperti kita. Aku kira ada kemungkinan itu akan bekerja secara berbeda untukmu, karena kau dari dunia lain. "

Jadi para pahlawan diatur oleh aturan yang berbeda? Baiklah. Aku kira tak perlu khawatir tentang itu.

Entah bagaimana ini membuatnya jadi membosankan. Tetap saja, aku senang — aku butuh waktu seharian untuk membuat keputusan.

“Aku pikir mungkin lebih baik menggunakan sesuatu milik gadis yang kau cari. Dengan begitu shikigami akan dapat membantu membimbingmu kembali ke pemilik item. "

Itu ide yang bagus. Aku bisa membuatnya khusus untuk Raphtalia — tapi apa aku punya sesuatu miliknya? Aku biasanya berusaha menyimpan barang-barang ku untuk diriku sendiri dan membiarkan Raphtalia dan Filo melakukan hal yang sama.

Aku sudah memberinya berbagai peralatan yang berbeda di masa lalu, tapi aku rasa dia tak pernah mengembalikan salah satu dari mereka.

“Jangan lupa kalau kau juga bisa menggunakan jam pasir naga. Kau dapat menggunakannya untuk menghasilkan drop item yang kau simpan di perisai. Apa kau memiliki sesuatu yang mungkin berhasil? "
Ethnobalt mengayunkan tongkatnya, dan sebuah ikon yang menunjukkan perisai ku melayang di udara. Kemudian daftar panjang item yang terdapat di dalamnya muncul. Mata ku tertuju pada satu hal.

"Ini..."

Raphtalia adalah makhluk demi-human tipe rakun.

Aku melihat barang yang ku terima dari Raphtalia yang tersimpan di dalam perisai, tapi itu adalah bahan aneh yang tidak bisa kugunakan untuk membuka kunci perisai baru.

Itu benar ... Aku memiliki beberapa rambut Raphtalia sejak aku memotong rambutnya setelah aku membelinya dari pedagang budak. Itu sempurna. Aku tak tahu apa aku bisa mengeluarkannya dari perisai, tapi aku mencoba percaya kalau aku bisa dan memilih opsi hapus yang muncul. Perisai itu memancarkan cahaya lembut, dan lalu rambut Raphtalia ada di tanganku.

"Ayo coba ini."

"Sangat baik. Nah, sekarang, aku akan membutuhkan sedikit darahmu, ”kata Ethnobalt, menggunakan sihir untuk melayangkan rambut Raphtalia di hadapan kami. Kemudian dia menggunakan pisau kecil untuk menusuk ujung jariku dan meneteskan sedikit darah ku ke piring.

Kenangan tentang hari-hari pertamaku dengan Raphtalia datang membanjiri pikiranku. Saat aku membelinya dari pedagang budak, kami telah melakukan hal serupa.

"Sekarang, aku akan memulai upacara pembentukan shikigami," kata Ethnobalt, menaburkan bubuk ajaib di atas campuran rambut Raphtalia dan darahku.

Perahu (boat) tempat dia berdiri mulai bersinar redup, seolah-olah itu memberikan kekuatan selain sihir Ethnobalt sendiri.

Udara ruangan di sekitar kami mulai bercahaya dengan titik-titik kecil cahaya, seolah-olah kami dikelilingi oleh kunang-kunang. Itu indah — dan aneh.

Setelah aku punya shikigami ... Apa itu benar-benar dapat membantu kami menemukan Raphtalia? Kami menggunakan rambutnya untuk membuatnya. Jika benda itu akan membantu kami menemukannya, maka aku tak bisa memikirkan bahan yang lebih baik untuk digunakan dalam pembuatannya.

“Kami mengajukan petisi bagi orang yang akan melindungi — siapa yang akan melayani. Seorang pengikut terbentuk dari bagian dirinya. Seorang pelayan dilahirkan ... "

Cahaya yang berputar-putar di sekitar kami berkumpul di sekitar rambut Raphtalia dan menelannya sepenuhnya.

Itu pemandangan yang menakjubkan. Sangat mengesankan untuk dilihat, aku benar-benar akan kehilangan itu jika upacara berakhir dengan kegagalan.
Seorang shikigami ... Aku menoleh untuk melihat shikigami Kizuna, dan dia sedang memeluknya. Aku berharap kalau aku akan sedikit lebih rileks dan tidak terlalu lengket.

Apakah ini berarti Aku akan memiliki anggota party lain?

Aku tak yakin bagaimana aku menggunakannya. Apa ini bisa mendapatkan level seperti yang dilakukan orang lain? Atau apakah itu tumbuh melalui sistem alternatif?

Jika itu berhasil, itu akan berfungsi sebagai pelindungku, jadi Aku harus mencurahkan beberapa pemikiran dan energi serius untuk pertumbuhannya.

"Ini ..." gumam Ethnobalt, hampir tidak bisa bicara. 
"Apa? Apakah kita gagal? "
"Tidak ... Itu hanya terbentuk lebih cepat dari yang kuharapkan. Siapa pemilik item ini? ”

Cahaya di ruangan itu semakin kuat. Itu berkedip. Aku tidak bisa melihat apa-apa, jadi aku reflek mengangkat perisaiku untuk melindungi diri. Lalu perisai di tanganku mulai berderak — itu merespons cahayanya!

"Feh ..."

"Tenang! Ethnobalt? Apa semuanya baik-baik saja?"

"Um ... Tidak. Tidak! Aku tidak bisa mengendalikannya! Semua orang! Lari! ”
Dia berteriak, menjatuhkan tongkatnya dan dengan cepat mundur.

Perisaiku masih terangkat untuk melindungi Rishia dari apa pun yang terjadi. Melihat ke sana, Aku melihat sesuatu mengambang di ruang di depan kami.

Shikigami ...


Shikigami Shield kondisi terpenuhi!

Shikigami Shield

Kemampuan terkunci; shikigami servant: shikigami power-up 


Kepulan asap besar muncul dengan kilatan, memenuhi ruangan dengan cahaya putih menyilaukan. 

"khook! khook!"

Aku mengayunkan tangan untuk mencoba membersihkan kepulan asap dari wajah ku, tapi tak bergerak. Aku tak punya pilihan selain menggertakkan gigi dan menghirupnya saat aku melihat ke tanah untuk menemukan sumber ledakan.

"Rafu!"

Sesuatu datang langsung ke arahku dari asap. 
"Ap ... Apa ...?"
Aku menangkap apa pun itu dalam sekejap. Aku melihat ke bawah dan melihat makhluk kecil yang tampak seperti campuran antara rakun dan tanuki.
 <TLN: eto.. aku tak tau apa bedanya tanuki sama rakun. Yang kutau itu sama loh. Ini TLN inggrisnya ; that looked like a mix between a raccoon and a tanuki>


Sulit untuk menggambarkannya lebih detail dari itu. Itu seperti karakter rakun imut dari anime yang pernah kulihat dahulu kala — hanya sedikit berbeda.

Itu seperti tanuki — berwarna coklat dengan ekor berbulu dan berjalan dengan empat kaki kecil seperti anjing kecil yang gemuk. Namun, telinganya jelas tidak seperti anjing. Akhirnya, itu memiliki wajah kecil yang aneh yang tidak benar-benar terlihat seperti tanuki atau rakun.*
<TLN : gambarnya ada di cover  yak:v>

Ekornya setidaknya sama gemuk dan besar dengan bagian tubuhnya yang lain, dan itu tampak seperti ... Yah, seperti jenis karakter maskot yang membuat anak-anak kecil bersemangat. Namun, aku belum pernah melihat maskot yang meniru tanuki.

Makhluk tanuki yang seperti maskot, seperti rakun berdiri di sana dengan tangan bersilang. Kemudian dia mengangkat satu tangan, menunjukkan padaku cakar kecilnya yang bengkak, mengerjapkan matanya dengan lembut, dan menggonggong, 

"Rafu!"

"Apa aman untuk menganggap kalau benda ini adalah shikigami-ku?"

Aku mengubah perisaiku menjadi Perisai Shikigami yang baru saja dibuka, dan seperti saat aku pertama kali mendaftarkan budakku, opsi baru telah muncul di menu.

Itu membuatnya jelas. Benda ini pastinya adalah shikigami.

Tampaknya tidak memiliki level seperti kita semua. Statistiknya juga tidak terlalu tinggi.

Aku memilih efek peningkatan shikigami, dan sebuah menu muncul yang memungkinkan ku untuk memanipulasi statistik shikigami menggunakan berbagai item. Sepertinya ada banyak efek yang berbeda.

Itu mengingatkanku pada pilihan yang ku miliki saat mendesain bioplant. Tapi selain dari pilihan itu, sepertinya shikigami bisa dihidupkan dengan barang-barang yang aku miliki.

"Rafu!" Bentaknya, mengibas-ngibaskan ekornya yang membengkak dan menatapku dengan cinta di matanya.

Itu menyentuhku. Rasanya tidak begitu buruk. Bulunya agak kaku, tapi itu tidak menggangguku. Itu hangat.

"Feh ..." Rishia merintih, mencuri pandang pada kami. Apakah dia benar-benar takut pada hal kecil ini?

"Pen!"

"Untuk sesaat, aku tidak yakin itu akan berhasil. Namun, sepertinya upacara itu berhasil! "Kata Ethnobalt, mendesah lega dan kembali kearah kami.

"Ini shikigami?" 
"Rafu!"

Shikigami melompati tamengku, berdiri dengan kaki belakangnya, dan mengangkat kedua cakarnya di udara. Itu hampir tampak seperti pamer.

"Ya itu. Apakah senjatamu mengatakan sesuatu tentang memiliki item untuk menguatkan shikigami? "

"Ya. Ada opsi untuk peningkatan kekuatan shikigami. ”

"Itu dia. Ku pikir kau mungkin akan menikmati bermain dengan itu. "

"Kupikir kau juga akan menjadi tipe orang yang menyukai hal-hal itu."
 “Bagaimana kau bisa tahu?Terkadang aku sedikit terobsesi. ”
"Hm. Kukira kita memiliki kesamaan dalam hal itu. "
"Heh heh. "
"Heh heh ..."

"Feh ... aku merasa seperti roda ketiga ..." Rishia merengek, kesal karena Kizuna dan aku berbagi tawa. Apakah ada sesuatu yang tidak membuatnya merasa terancam? Yang kami lakukan hanyalah saling menyetujui, dan bahkan itu tampaknya membuat Rishia takut.

“Yah, bagaimanapun, aku percaya kalau shikigami ini akan bisa membantumu menemukan temanmu yang hilang. Ayo pergi dengan Kizuna untuk mencari temanmu dan Glass. ”

"Kedengarannya bagus, bukan?" 
Aku berkata kepada shikigami. 

"Rafu!" Balasnya, bersemangat mengangguk.
Si kecil itu keluar dari jalannya untuk membuat ku menyukainya ... dan itu agak berhasil.

Suaranya bahkan mengingatkanku pada Raphtalia  saat muda. Hanya sedikit. 
"Naofumi, bukankah kau akan memberi nama makhluk kecil ini?"
"Sebuah nama? ku kira kau benar. Aku seharusnya tidak terus memanggilnya shikigami. ”
“Rafu! ”si kecil itu membenarkan, dengan bangga membusungkan dadanya.
Kukira itu satu-satunya suara yang bisa dihasilkannya. Suatu hal yang aneh untuk dikatakan ...

Itu membuat ku merasa melakukan sesuatu yang kasar, sesuatu yang tidak sopan, kepada Raphtalia — bukan karena aku punya pilihan lain.

Aku memilih nama Filo karena dia seorang filolial, jadi kurasa masuk akal untuk menamai benda ini dengan nama Raphtalia.

"Baiklah, bagaimana dengan Raph-chan?"
"Rafu!"
“Kau menamainya Raph-chan karena caranya berbicara? Bukankah itu terlalu simpel? "

"Kenapa kau menyebut penguin 'Chris'? "
Chris terdengar seperti karakter langsung dari fantasi Barat. Jelas itu bukan nama yang tepat untuk seekor penguin.

"Karena, ketika kita membuat orang ini, aku menghitung mundur sejak hari aku dipanggil ke dunia ini dan menyadari kalau hari itu adalah Hari Natal."

"Ah ... jadi di situlah kau mendapatkan 'Chris'." Aku masih tidak berpikir itu nama yang bagus. Tapi kau salah mengapa aku menamainya Raph-chan. Itu bukan karena terus mengatakan 'rafu.' Itu karena aku membuatnya dengan rambut Raphtalia.”

"... Itu tidak jauh berbeda."

Aku tidak akan berdebat. Selain itu, rasanya agak terlalu berlebihan Kalau si kecil terus mengatakan 'rafu' untuk memulai.

"Rafu!"

"Baiklah baiklah. Baik. Kau ingin nama yang Lain? "

"Rafu? "
Raph-chan (nama sementara) terlihat bingung dan kemudian menggelengkan kepalanya. "Rafuuu." Kurasa dia menyukai nama itu. Jika dia menyukainya, lalu siapakah yang harus ku perdebatkan?
“Dia sepertinya memiliki rasa percaya diri yang besar, bukan? Biasanya dibutuhkan sedikit lebih lama bagi tubuh dan pikiran mereka untuk berkembang sebanyak ini.”

“Mungkin itu karena bahannya berasal dari dunia lain. Bisakah itu memengaruhi hasil seperti ini? "

Raphtalia tidak dari dunia ini, jadi mungkin itu adalah kasus khusus. Belum lagi dia telah matang secara berbeda dengan demi-human normal, karena dia dibesarkan oleh seorang pahlawan — aku. Dia matang dengan sangat cepat, jadi mungkin shikigami ini sama.

“Baiklah, Raph-chan. Bisa kau memberi tahu kami di mana Raphtalia berada?”
Aku bertanya.

Raph-chan menutup matanya dan membusungkan ekornya, tampaknya melakukan ... sesuatu. Apakah dia menggunakan sihir atau semacam kemampuan shikigami khusus?
Kizuna menoleh ke Chris dan memanggilnya, 
"Bisa kau memberi tahu kami dimana Glass berada?" 
"Rafu!"
"Pen!"

Kedua shikigami menggonggong dan menunjuk ke arah yang sama.

“Maaf menyela. Mungkin kau bisa menunjukkan lokasi di peta ini? "

Kata Ethnobalt, mengeluarkan peta dunia dan membukanya di depan shikigami. Keduanya langsung menunjuk ke tempat yang sama.

Jika mereka berdua menunjuk ke tempat yang sama, maka mungkin baik untuk berasumsi kalau Raphtalia dan Glass bepergian bersama, kan?

Kizuna dan Ethnobalt menghela nafas dan tampak kesal.

"Apa? Apakah ada yang salah?"
“Mereka menunjuk ke negara dimana kita melarikan diri — tanah musuh. Sebenarnya negara asal ilmuwan genius itu berasal. ”

"Kau benar-benar memiliki banyak musuh."

"Aku tahu. Bagaimanapun, ini adalah masa-masa sulit. Semua politik itu pada dasarnya membuatku terlempar ke labirin. Apa yang harus kita lakukan ... "Gumam Kizuna, tampak prihatin.

Aku kira kau harus berurusan dengan perang tidak peduli dunia apa yang kau tuju.

Bahkan tetap saja, dunia ini tampaknya kurang stabil dari pada dunia asalku.

Melromarc dan Siltvelt sering berperang satu sama lain, tapi bahkan mereka berhasil bergabung ketika dunia itu sendiri berada di bawah ancaman gelombang. Negara-negara lain yang pernah Aku dengar juga berpartisipasi dalam pembicaraan internasional tentang gelombang.

Dunia ini, di sisi lain, tampaknya tidak begitu kooperatif. Semuanya tampak berperang dengan yang lainnya.

Mungkin dunia terakhir relatif damai karena ratu Melromarc sangat pandai dalam diplomasi.

"Tapi Glass dan teman-temannya benar-benar kuat di dunia ini, kan? Maksudku, mereka dipilih untuk memegang vassal weapon, bukan?”

"Itu benar, tapi ... fakta kalau mereka belum menggunakan jam pasir naga untuk berteleportasi kembali ke sini membuatku berpikir kalau mereka pasti mengalami masalah."

Jika Glass mengalami masalah, bagaimana kami bisa membantu? Dari apa yang kulihat, dia sangat kuat sehingga hampir tidak bisa dipercaya.

Perasaan gelap dan suram telah menguasai ruangan.

Kizuna dan aku mengalami kesulitan untuk sampai kesini, tapi itu hanya karena Batasan senjata kami. Tanpa batasan khusus itu, aku yakin kami sebenarnya sangat kuat dan tidak punya masalah. Glass dan yang lainnya tidak memiliki batasan yang sama dengan yang kami miliki, jadi jika mereka mengalami kesulitan, maka semuanya pasti sangat berat.

"Dari sanalah pria dengan buku vassal weapon itu berasal?"

“Tidak, tapi mereka adalah sekutu. Ada kemungkinan kalau Glass dan yang lainnya telah ditangkap dan diserahkan kepadanya. "

"Kalau begitu, kita lebih baik pergi."

"Setuju — lebih baik daripada berdiri di sekitar sambil meremas-remas tangan kita. Ayo pergi. "
"Itu sudah cukup. "
Tidak ada yang tahu seberapa besar bantuan Kizuna jika kita bertemu musuh manusia, tapi kita tidak punya pilihan. Kami harus segera pergi.

"Kizuna, tidakkah kau akan membawa beberapa teman bersamamu?"

Dia tampak siap untuk pergi, tapi dia tidak mengatakan apa-apa tentang membawa siapa pun bersama kami.

“Ethnobalt tidak suka pertempuran. Kukira ada beberapa orang yang bisa kujangkau, jika aku harus ... " Dia memandang Ethnobalt, yang dengan canggung berdeham.

“Butuh beberapa hari untuk menyatukan para sahabat Kizuna. Mereka semua tersebar di seluruh negeri, terlibat dalam berbagai kegiatan.”

“Sesuatu bisa saja terjadi pada Glass sementara kita menunggu mereka sampai di sini. Kita harus pergi tanpa mereka.”

Aku tidak setuju dengan alasannya. Membangun party yang kuat tidak akan ada gunanya sama sekali jika Glass dan yang lainnya ditangkap saat kami menunggu.

Dan sepertinya Raphtalia ada bersamanya. Jika mereka diserahkan kepada Kyo sebelum kami bisa sampai di sana, dia akan berada dalam masalah besar — dan aku harus melindunginya.

Kami selalu berada di tepi bencana.

Aku menghela nafas. "Apakah tidak ada cara lain setidaknya beberapa prajurit yang bisa kita bawa?"

“Ada tentara, tapi mereka tidak diizinkan meninggalkan negara. Mereka harus ada di sini untuk melindungi negara ini. "

Bagus sekali. Semua orang kekurangan personel.

Aku selalu merasa tidak punya cukup orang di partyku, tapi sepertinya Kizuna memiliki masalah yang sama denganku.

"Ayo pergi. Bisakah kita menggunakan jam pasir naga untuk berteleportasi ke sana? "
" Tidak, tapi Ethnobalt seharusnya bisa memindahkan kita ke sana. "
“Kau benar, Kizuna. Aku bisa menggunakan kekuatan perahuku untuk memindahkanmu ke sana— tapi bagaimana kau akan kembali? "

"Kita bisa menggunakan skill Portal Shieldku."

"Itu ide yang bagus. Mari kita tentukan waktu dan tempat untuk bertemu setelah misi. Ethnobalt, kau bertemu kami di sana, oke? Jika kita tidak berhasil ... "

"Dimengerti. Bawalah ofuda untuk berkomunikasi denganmu. Dengan sedikit keberuntungan, kita seharusnya bisa tetap berhubungan melalui mereka. ”

Itu adalah barang yang nyaman untuk dimiliki. Aku hampir cemburu, tapi kemudian aku ingat kalau kami memiliki sesuatu yang serupa di dunia tempat ku berasal. Ada mesin di guild (aku tidak tahu bagaimana mereka bekerja) tapi mereka bisa saling mengirim pesan secara instan.

Ethnobalt membawa kami keluar dari gedung dan turun dari benda terapung yang telah dinaikinya. Benda bundar kecil kemudian berubah menjadi perahu.

"Semuanya, tolong naik ke kapal supaya aku bisa memulai proses teleportasi."

"Benda ini ... Ini mengingatkanku pada banyak senjata yang pernah kulihat," kataku. Aku sedang berbicara tentang kereta Fitoria.

Skill seperti Teleport Shield hanya akan bekerja untuk orang-orang yang ada di partymu. Tapi kapal Ethnobalt dan kereta Fitoria bisa memindahkan siapa saja yang kebetulan menaiki atau berada didalamnya.

Bagaimana cara kerjanya? Apa mereka membentuk portal? Aku tak tahu bagaimana orang bisa hidup di dunia baru ini. Aku memiliki banyak pertanyaan yang muncul di kepala ku, tapi mereka harus menunggu.

Kami pergi untuk memulai pencarian kami untuk Raphtalia dan Glass.




TL: Ryuusaku
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar