Rabu, 24 Maret 2021

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 208. Jalan Pintas

 Chapter 208. Jalan Pintas


 
"Hiya-!"

Dengan tendangan keras dari Filo, sekarang kereta terbang ke sisi lain tebing. Orang-orang yang ada di dalam, kami, langsung terhantam dinding kereta. Mulai sekarang masing-masing dari kami akan memiliki trauma naik kereta.

"Hap-!"

Filo langsung berlari memanjat tebing melalui jembatan yang putus. Dia langsung bergegas menarik kereta lagi. Aku tahu kalau melewati jembatan akan menjadi jalan pintas yang berbahaya, tapi kemampuannya barusan itu di luar akal sehat manusia.
...Yaa, lagi pula Filo kan monster.

"Uu... Kupikir aku akan mati tadi."
"Kebetulan sekali. Aku juga memikirkan hal yang sama."
"Jika kau berpikir demikian, maka sebaiknya pilihlah jalur yang lebih aman!"
"Kita harus melewati jalan ini jika ingin menang."

Sebaiknya aku memberikan alasan seperti itu saja.
Sejujurnya, aku tidak peduli apakah kita akan menang atau tidak. Tapi, ini adalah jalan pintas yang sempurna. Sekarang kami hampir mendahului kereta Motoyasu. Aku mengeluarkan peta untuk memeriksa rutenya lagi. Mari kita lihat... Jika garis finish nya adalah obor disana, maka dia sebentar lagi akan sampai.

"Selanjutnya ada lima belokan mematikan. Berhati-hatilah."

Hanya dengan satu kesalahan maka kita semua akan berakhir di dasar jurang. Benar-benar sesuai dengan namanya.
...Sejak kapan pemikiranku jadi masuk ke dunia balapan?

"Baik!"

Filo berbelok dengan sempurna. Ini mungkin tidak mungkin dilakukan jika menaiki mobil. Kereta bergetar ke atas dan ke bawah, kemudian bergoyang ke kanan dan kiri.

"Uge... Aga..."
"Fue... Muwa..."
"Ini keren sekali."

Kenapa Atla merasa senang saat keadaan kita sedang seperti ini? Sebenarnya, aku juga merasa biasa saja. Apakah ini karena aliran sihir atau Kii? Tidak, keadaan Rishia sekarang parah sekali. Jadi kemungkinan bukan karena itu.

"Uu... Aku akan mati. Saat ini kurasa kita semua akan mati."

Jarang sekali Melty bertingkah seperti anak kecil. Tadi kaulah satu-satunya yang ingin memenangkan balapan ini, sekarang bertanggung jawablah. Seharusnya kau berterima kasih karena banyak hal-hal aneh yang tidak akan langsung membunuhmu.

"Fuee..."
"Jika kau tidak kuat, maka kau relakan saja Filo menjadi milik Motoyasu."
"Tidak..."
"Kau akan menjadi Ratu yang hebat bila lebih mementingkan pertemanan dibandingkan dengan nyawamu sendiri."
"Itu tidak membuatku senang sama sekali. Jika kau mengatakannya sekarang, itu sama sekali tidak membuatku senang..."

Sekarang aku seperti sedang dikelilingi oleh mayat. Mungkin sebaiknya tadi aku mengajak Taniko dan Gaelion. Mereka mungkin dapat membawa orang-orang ini pergi dari sini...

"Kalau begitu, kenapa kau tidak turun saja?"
"Bagaimana caraku melakukannya!?"
"Gunakanlah sihirmu."
"Tidak mungkin aku dapat merapal mantra pada situasi seperti ini!
"Aku tidak melihat hambatan apapun. Benar, kan? Bukankah kau bisa menggunakan sihir air dan menggunakannya untuk terbang?"
"Berhentilah bercanda!"

Pilihan lainnya adalah mengirim mereka pergi menggunakan Portal Shield. Tapi, jika aku melakukannya maka aku tidak bisa kembali lagi kemari.

"Tidak bisakah kau bersikap lebih semangat sedikit?"
"Tidak jika Motoyasu adalah musuhku."
"Aku dapat mengerti perasaanmu, Naofumi. Tapi apa kau tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada Filo-chan!?"

Ehehe. Goushijin-sama.
...Kurasa Filo sudah membantuku cukup banyak. Dan aku tidak bisa mengabaikan perlakuannya kepadaku.

Tapi aku tidak bisa melupakan bagaimana dia menatapku seakan aku adalah mangsanya pagi ini. Kemungkinan isi kepalanya hanyalah berbagai cara untuk menyerangku... Dan makanan. Jika aku memikirkan hal tersebut, pikiranku terasa lebih baik.

"Apa? Bahkan jika Filo menjadi milik Motoyasu. Kita masih akan tetap berteman dengan Filo seperti biasa."
"Setelah berpikir sangat lama, dan itulah isi dari pemikiranmu!? Apa kau sangat tidak suka melakukannya dengan Filo-chan?"
"Bukankah itu sudah jelas? Aku memang peduli kepada Filo, tapi aku tidak punya waktu untuk melakukan hal seperti itu."
"Ah... Aku tidak pernah menduga bahwa akan tiba waktunya, bahwa aku lebih berharap Naofumi yang jahat ada disini."
"Fuee, kepalaku mulai berputar. Kurasa aku akan mulai menjadi gila..."
"Kau mengatakan hal yang seperti itu disini, Rishia. Kau mesum."
"Kenapa kau hanya mengomentari perkataannya!?"

Meskipun keadaan kita seperti ini, kita hampir mendekati mereka. Memang saat ini kami sudah cukup dekat dengan garis finishnya, tapi jika kecepatannya tetap seperti ini kami akan kalah.
Ah, cahaya dari garis finish nya sudah mulai terlihat, dan Motoyasu sudah hampir sampai disana. Masih ada beberapa belokan sebelum kita dapat menyusulnya. Jika kami mampu melompati belokan-belokan didepan, mungkin kami akan menang. Tapi aku tidak tahu apakah mungkin untuk melakukannya.

"Filo, apa kau bisa melihat cahaya di atas gunung itu? itu adalah garis finish nya. Jika kita tetap seperti ini, maka kita akan kalah."
"Tidak!"

Filo keluar dari jalanan!

"Jurang! Filo, disana ada jurang! Kita tidak bisa terbang! Kita akan jatuhhhhhhhhhhhhh-!"
"Fueeeeeeeeee!"

Ini telah berakhir. Semuanya telah selesai. Apa aku sudah puas dengan kehidupanku yang pendek ini? mungkin akan menyenangkan jika kita masih selamat.
Hm? Mungkin masih ada yang dapat kami lakukan... Tapi, aku tidak tahu apakah waktunya cukup.

"Hiya-!"

Filo memegang atap kereta dengan kakinya dan mulai mengepakkan sayapnya. Angin berhembus dengan kencang. Apakah Filo akan terbang? Aku jadi mengingat kembali saat dia mencoba untuk mengalahkan Gaelion. Apa dia selama ini berlatih untuk menjadi tunggangan terbangku?

Aku sampai melupakan fakta bahwa Filo adalah seekor burung. Jika dia mengerahkan tenaganya, maka dia bisa terbang. Oh? Sepertinya kami sedang berselancar di udara.

"Wauuuuuu..."

Ini sudah seperti di suatu Island saja.
Dia mungkin cocok untuk menjadi karakter yang gendut dan rakus.
<EDN: Ada yang masih ingat Turtle Island? Entah kenapa mimin keinget cartoon itu pas baca ini.>
Tapi apa dia akan mengambil jalan pintas itu?

Aku masih belum yakin dengan ini. Rencana ini memiliki risiko gagal yang tinggi. Dan sekarang kami sudah mulai kehilangan altitude. Tubuh Filo tidak didesain untuk terbang dalam waktu yang lama. Apakah karena berat badannya? Aku awalnya terkejut Gaelion bisa terbang dengan tubuhnya yang besar. Apa karena hukum fisika bekerja dengan berbeda di dunia ini? Lalu bagaimana dengan para Filolial yang kurus?
...Aku sebaiknya mulai membantunya.

“Air Strike Shield! Second Shield!”

Aku mengeluarkan perisai-perisai itu di ujung jurang yang dapat digunakan. Dan selanjutnya...

“Change Shield!”

Aku memilih untuk mengganti perisai menjadi Rope Shield. Ini bisa digunakan seperti Grappling Hook. Ini adalah kemampuan baru yang telah dibuka setelah aku memperkuatnya sampai Awakening. Dengan menggunakan Rope Shield, aku dapat menggunakannya untuk menembakkan tali ke arah Perisai yang melayang dan menarik kereta ini untuk mendekatinya.

Chimera Viper Shield juga memiliki efek yang sama, tapi dia memiliki jarak yang lebih pendek. Dengan begini keretanya akan berayun. Setelah itu aku langsung memasangkan tali ke perisai selanjutnya.

“Shield Prison!”

Aku memasang Shield Prison dibawah kereta.

"Filo!"
"Baik!"

Saat kami sudah cukup dekat, aku langsung melepaskan Rope Shield dan Filo langsung menendang kereta dengan sekuat tenaga. Kami tiba dengan selamat di sisi lain tebing. Dan Filo yang sebelumnya menggunakan Shield Prison sebagai pijakan langsung ikut melompat bersama kami. Sekali lagi kami melanjutkan balapan ke garis finish.

"Kukira tadi aku akan mati..."

Melty langsung terjatuh di lantai kereta karena kelelahan. Aku juga merasakan hal yang sama. Aku tidak akan pernah mau balapan lagi bersama Filo. Lain kali, saat akan terjadi balapan. Aku akan langsung meninggalkannya menggunakan Portal Shield. Tapi, kurasa tidak akan ada lagi balapan dalam waktu dekat.

"Aku sekarat. Kurasa aku akan benar-benar mati."
"Aku pernah menahan serangan dari Reiki. Dan sekarang aku ada disini bersamamu."
"Apakah kau bermaksud untuk membuatku merasa lebih baik?

Apa yang sebenarnya mengganggunya? Yang terburuk sudah lewat. Setidaknya aku sudah dapat menggunakan berbagai teknik untuk menyelamatkan kita dari jatuh ke dasar jurang. 
Oh iya, kami berhasil mengambil jalan pintas yang sangat jauh. Seharusnya sekarang Motoyasu berada di belakang kita. Kami berjalan melewati obor yang sebagai penanda garis finis, dan berhenti.

"Menang."

Kupikir kita akan kalah karena kalah start. Tapi seperti harapanku kepada Filo, kita dapat memenangkan pertandingan. Dengan begini Ahoge yang diberikan Fitoria tidak sia-sia.
Motoyasu memiliki tiga Filolial yang dapat berubah ke wujud manusia, apakah itu artinya mereka adalah Filolial Queen juga? Tapi mereka tidak memiliki Ahoge seperti Filo.

"Uuuu..."
"Fuee..."
"Firo menang!"

Saat terkejut dengan kemenangannya, Filo langsung naik ke atap kereta dan mulai bernyanyi. Ritual macam apa ini? Dia benar-benar bersemangat. Apa dia telah melupakan dendamnya terhadapku?

Tapi sepertinya keretaku akan hancur sebentar lagi. Rodanya mungkin sudah tidak pantas dipanggil roda, dan dindingnya banyak lubang. Aku harus membeli yang baru.

Buang-buang uang saja...
Apa Aku harus memintanya kepada Motoyasu?
Tidak... Aku tidak mau menggunakan kereta bekas dirinya...

"Firo menang! Firo juara satu. Firo adalah yang tercepat. Firo tidak akan dikalahkan oleh Gaelion!"

Dia semakin kencang bernyanyi. Aku memiliki perasaan sebentar lagi dia akan menatapku seakan aku adalah mangsanya.

"Firo adalah kendaraan satu-satunya Goushijin-sama! Yang satu-satunya akan Goushijin-sama kendarai adalah Firoooooooooooooooo!”

Aku dapat mentoleransi lirik pertamanya, tapi aku tidak dapat mengabaikan lirik selanjutnya itu. Dia bahkan melakukan itu sambil joged.
Sambil menunggu Motoyasu tiba, Filo terus melanjutkan nyanyiannya. Apa sebegitunya dia membenci Gaelion?

Beberapa saat kemudian Motoyasu dan ketiga Filo Rialnya tiba.

"A-Aku kalah..."

Motoyasu mengakui kekalahannya sambil berlutut dan meletakkan tangannya di tanah.

Catatan Penulis

Ngomong-ngomong, salah satu Filolial milik Motoyasu adalah pejantan.




TLChopin
EDITOR: Bajatsu
Proofreader: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar