Rabu, 17 April 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 6 : Chapter 2 - Seorang Gadis yang Tidak Bahagia

Chapter 2 - Seorang Gadis yang Tidak Bahagia


Aku berbelok ke persimpangan dalam perjalanan menuju kamarku, tetapi aku bertabrakan dengan seseorang di jalan.

"Oh, um. . . Feeeeeeh ... "

Dia membawa sejumlah tas, tampaknya dalam perjalanan pulang dari berbelanja. Dia mengenakan kostum tupai dan topi Santa.

Aku mengenalinya. Itu adalah Rishia, anggota party Itsuki.

"Hei, kau baik-baik saja?"

Aku berbicara dengannya tanpa memikirkannya. Dia berjalan perlahan dan menapakkan kakinya ketanah dengan hati-hati, sepertinya dia akan terjatuh kapan saja.

"Feh?"

Aku mengulurkan tangan dan mengambil salah satu tas yang sepertinya akan jatuh, kemudian aku meletakkannya kembali di tumpukan tas belanja, sambil berhati-hati untuk menjaga keseimbangannya agar stabil.

"Kau Pahlawan Perisai, kan?"

"Mereka menyuruhmu untuk membawa ini semua?"

"Ti. . . Tidak! Aku baru saja berbelanja untuk tim, tetapi aku . . . hah. . . hah ... "
Dia tampak kelelahan. Dia membawa banyak sekali tas belanja.


Dia hanya seorang gadis muda, dan dengan dia berjalan-jalan memakai Kostum tupai membuatnya tampak seperti dia dihukum atau dibully.

“Mau bantuan? Kau sepertinya akan menjatuhkan sesuatu."

Beberapa waktu lalu semua pahlawan telah memperkenalkan anggota party mereka kepada orang lain, jadi aku pernah bertemu dengannya sekali atau dua kali sebelumnya. Jadi ini tidak seperti Aku tidak mengenalnya. Selain itu, dia sangat membantu selama pertempuran dengan L'Arc.

Kami selamat, sebagian, berkat dia. Paling tidak yang bisa kulakukan adalah membantu membawa tas belanjaannya.

"Feh. . . Tap. . . tapi ... "

"Kau bisa istirahat dan menyerahkan semua belanjaan itu padaku kalau kau mau."

"Aku benar-benar tidak bisa!"

"Kalau begitu biarkan aku membantumu."

"Oh baiklah."

Aku bisa mengambil tas itu dan membantunya membawanya kembali, tetapi aku tidak tahu bagaimana reaksi Itsuki jika aku muncul bersamanya. Dia (Itsuki) seharusnya meminta bantuan beberapa prajurit. Kenapa dia harus membuat gadis ini melakukan segalanya?

Aku membantunya membawa tas dan merasa sedikit mencolok ketika aku berjalan di sebelahnya.

"Feh ..."

Aku terkejut dia (Rishia) tetap bertahan dengan mereka selama ini. Dari apa yang kulihat sejauh ini, itu tampak seperti lingkungan yang cukup bermusuhan.

Mereka hanya menggunakan dia sebagai pesuruh mereka. Mereka bahkan terlihat enggan memperkenalkannya ketika kami semua bertemu.

Itsuki telah menyusun party kecilnya dengan dirinya sendiri di puncak.
Itu berarti harus ada seseorang di bawah, dan seseorang itu adalah Rishia.

Aku diperlakukan seperti sampah sejak pertama kali tiba di dunia ini, jadi aku merasa berempati dengannya. Aku ingin tahu lebih banyak tentang dia.

"Mari ngobrol dalam perjalanan kembali ke kamar Itsuki. Apakah kau keberatan jika aku mengajukan beberapa pertanyaan?"

"Aku? Yah, aku tidak tahu apakah aku bisa menjawabnya atau tidak, tapi baiklah."

"Lalu aku akan mulai dengan yang agak pribadi. Mengapa kau bergabung dengan party Itsuki? "

Tidak mungkin dia merasa nyaman di lingkungan seperti itu.

Siapa yang bisa nyaman dengan pria seperti Itsuki, dengan pria yang tidak akan berhenti untuk melihat idenya tentang keadilan terwujud? Aku tidak akan memintanya untuk bergabung dengan partyku, tetapi setidaknya dia akan lebih senang bepergian dengan Ren.

"Tentu saja seperti ini, aku baru saja bergabung dengan party."

“Bukan itu yang kumaksud. Maksudku, jika mereka memperlakukanmu dengan sangat buruk, mengapa kau tidak pergi? "

"Karena Tuan Itsuki menyelamatkanku."

"Dia melakukannya?"

"Iya."

"Apakah kau keberatan jika aku bertanya apa yang terjadi?"

"Feh ?! Mengapa kau ingin mendengar cerita tentang seseorang sepertiku?
Mari kita bicarakan hal lain saja!"

"Memangnya kau menganggap dirimu orang seperti apa?! Ayolah katakan saja padaku!”

"Oh baiklah ..."

Jadi Rishia mulai menjelaskan peristiwa dan keadaan yang menyebabkan dia bergabung dengan Itsuki.

Singkatnya, Rishia datang dari keluarga bangsawan yang hancur.

Uang mereka sangat sedikit dan terpaksa hidup berhemat.

Sebuah kota tetangga diperintah oleh seorang bangsawan yang kaya dan busuk. Untuk melindungi diri mereka sendiri, desa Rishia terpaksa menghabiskan lebih banyak pendapatan mereka untuk meningkatkan pertahanan kota.

Hal itu menghabiskan semua sisa uang yang mereka miliki. Mereka dihina oleh sesama penduduk desa dan didatangi oleh kota tetangga.
Dia menangis sampai tidur di malam hari.

Suatu hari, sebuah rencana mengerikan dilaksanakan. Karena tidak dapat menyumbangkan dana tambahan untuk pertahanan kota, diputuskan bahwa Rishia akan ditawarkan kepada bangsawan biadab di kota tetangga. Pada akhirnya, dia diambil secara paksa.

Itu adalah situasi yang tidak bisa Itsuki abaikan.

Sisanya berjalan seperti yang kau pikirkan. Itsuki menyerbu masuk dan mengerahkan semua kekuatan Pahlawan Busur, mengalahkan bangsawan jahat dan menyelamatkan Rishia dari cengkeraman mereka.

Rishia merasa sangat berhutang budi padanya, jadi dia meninggalkan keluarganya dan desanya untuk bergabung dengan partynya.

Itu adalah kisah cinta klasik.

Tapi ada apa dengan semua "feh" itu? Aku merasa seperti aku pernah mendengarnya di suatu tempat sebelumnya.

Dimana ya itu? Oh! Aku baru ingat.

"Bukankah kota itu mengalami masalah karena gubernur yang buruk telah menaikkan pajak begitu banyak?"

"Iya. Para bangsawan yang dikalahkan Tuan Itsuki memberlakukan kebijakan seperti itu.”

Yup, itu dia. Dia berbicara tentang kota yang kulewati ketika aku pertama kali mendengar tentang kegiatan rahasia Itsuki.

Itu berarti Rishia telah bepergian bersamanya sejak itu.

Tapi aku melihat Itsuki di kedai kota itu, dan dia belum bersamanya.

Namun tidak lama setelah itu, aku melihat seorang gadis muda yang cantik berterima kasih kepada Itsuki di jalan. Itu pasti dia.

"Apakah kau berbicara di jalan? Kau berbicara sangat keras."

"Bagaimana kamu tahu itu? Aku ingat adegan itu seolah-olah itu terjadi kemarin."

"Kamu bilang 'ini rahasia!' Bukan?"

"Bagaimana kamu tahu itu?"

"Aku akan menguji ingatanmu. Ketika kau berbicara di jalan, apakah kau ingat sebuah filolial merah muda raksasa lewat? Itu adalah Filo!"

"Fehhh?"

Rishia mengangguk pada dirinya sendiri.

“Fehhhhhh! Aku ingat! Dia menarik kereta! ”

“Kau memiliki memori yang luar biasa. Aku tidak percaya kau bisa mengingat itu."

Mungkin dia hanya berpikir dia mengingatnya, karena aku yang melukis adegan itu untuknya.

"Kau ada di sana?!"

"Baiklah baiklah. Tenanglah. Aku kebetulan lewat. ”

Dia panik karena hal-hal terkecil. Matanya selalu melesat ke sana ke mari, bersiap untuk panik atas apa pun yang terjadi.

Dia terlihat sangat cemas, tapi agak sulit untuk mengatakan apa yang dia pikirkan di balik kostum itu.

"Oh baiklah. Aku hmm . . . Aku merasa perlu membayar hutangku kepadanya.”

Dari apa yang bisa kukatakan, semua yang dilakukan Itsuki hanya demi egonya sendiri. Tetapi bagi Rishia, itu tampak seperti dia berperilaku tepat seperti yang diharapkan oleh seorang pahlawan. Dari cara dia (Rishia) berbicara tentang Itsuki, sangat jelas menunjukkan bahwa dia (Rishia) benar-benar merasa berhutang budi kepadanya (Itsuki).

Paling tidak, dia bisa bertahan dari bualan dan omong kosong anggota party Itsuki yang lainnya dan tidak menjadi gila — itu pasti berarti sesuatu.

"Begitu ya... Sepertinya kau ada di tempat yang sulit."

"Iya. Aku tidak tahu seberapa baik keadaannya."

"Dari apa yang kulihat, sepertinya kau cocok untuk bertarung dari garis belakang."

“Aku tidak pernah sangat berbakat atau terampil dengan senjata. Kalaupun ada yang kukuasai, hal itu palingan adalah magic. Tetapi Tuan Itsuki mengatakan bahwa dia membutuhkan pejuang garis depan, jadi ketika tiba saatnya untuk naik kelas, aku mengubah statusku untuk meningkatkan skillku dalam pertarungan jarak dekat."

"Kenapa dia ...?"

Dia mengabaikan kekuatannya dan memaksanya untuk fokus pada kelemahannya?
Memang sih, Itsuki menggunakan busur dalam pertempuran, jadi dia akan membutuhkan lebih banyak pejuang garis depan. Tetapi jika dia tidak memilih orang yang tepat untuk posisi itu, maka dia hanya akan membuat hidup semua orang lebih sulit. Jika dia berada di partyku, aku akan memintanya untuk fokus pada apa yang sudah dia kuasai.

“Yah, semoga sukses dengan semuanya. Jika kau terus melakukannya, tidak ada yang akan mengatakan bahwa kau tidak berbakat. Kau akan mengesankan mereka semua, kau akan lihat nanti."

"Terima kasih!"

Dia gugup, tetapi jauh di lubuk hatinya dia tampak memiliki hati yang cukup kuat. Dia akan baik-baik saja.

Aku sendiri sudah jatuh cukup rendah sebelumnya. Tapi akhirnya, aku menemukan cara untuk membuatnya bekerja, dan lihat di mana aku sekarang.

Jika Rishia terus berusaha, aku yakin dia membuktikan dirinya penting bagi party Itsuki.

“Maaf tentang semua pertanyaannya. Apa aku membuatmu lelah? ”

"Tidak juga kok. Aku baik-baik saja!"

"Baguslah ..."

Tepat saat percakapan terhenti, kami berbelok, dan ruangan Itsuki terlihat.

"Sampai jumpa."

"Feh. Terima kasih."

Aku menyerahkan tas yang telah kubawa ke Rishia, berbalik, dan kembali ke jalan yang tadi kulewati. Menuju ke kamarku sendiri.

"Selamat datang kembali, Tuan Naofumi."

"Terima kasih, Raphtalia."

Ketika aku kembali ke kamar, aku menemukan Raphtalia menungguku.

"Bagaimana pertemuan dengan para pahlawan lainnya?"

"Tidak terlalu panas. Mereka berpikir aku curang untuk menjadi kuat. Mereka tidak akan percaya apa pun yang kukatakan kepada mereka."

"Bagaimana kau akan membuat mereka untuk bertarung bersama?"

"Entahlah. Aku sudah mencoba semua yang kubisa, tetapi mereka sepertinya tidak mau mendengarkan."

Aku adalah protagonis dari gameku sendiri! Itulah yang mereka pikirkan.

Mereka tidak ingin percaya bahwa seseorang yang mereka pikir lebih lemah daripada mereka, entah bagaimana, bisa naik level untuk kemudian mengalahkan mereka. Itu akan melanggar aturan fantasi mereka! Sang protagonis tidak pernah kalah!

Selain itu, mereka datang ke dunia ini dengan banyak pengetahuan tentang hal itu dari game yang mereka mainkan. Bagaimana itu tidak curang? Itu semua terdengar seperti  sour grapes untukku. 
<TLN : sour grapes= sesuatu yang di cela karena tidak bisa didapatkan>

Pada akhirnya, kami semua mungkin berpikir tentang dunia ini seolah-olah itu adalah game.

Sistem power-up senjata dan leveling jelas memperkuat ide itu.
Tapi itu hanya jenis dunia tempat kita berada. Bagi orang Jepang modern seperti kami, tentu saja itu seperti sebuah game.

Pada akhirnya, tidak masalah apakah itu game atau bukan; kami harus bertahan hidup.

Ketiganya seperti anak-anak. Mereka akan melakukan apa pun untuk menang. Mereka akan menipu dan mencuri untuk menang, tetapi mereka selalu mengacungkan jari dan menuduh orang lain tidak adil.

Jika aku tidak memahami psikologi mereka, aku tidak akan pernah bisa mengendalikan mereka.

Jujur, selama mereka cukup kuat untuk bertarung melewati gelombang tanpa sekarat, aku tidak peduli apa yang mereka lakukan setelah itu.

Jika kita semua bertarung bersama, maka aku mungkin akan selamat dari semua cobaan ini.

Mengapa? Aku memberi tahu mereka cara power-up dan mendemonstrasikannya tepat di depan mereka. Jadi kenapa? Mengapa mereka tidak percaya padaku?

Karena sebenarnya yang mereka inginkan adalah menang, mereka ingin menjadi istimewa.

Aku mungkin akan memikirkan hal yang sama, seandainya aku dipindahkan ke dunia yang mirip dengan permainan yang sudah kukenal.

"Pahlawan lain terlalu lemah untuk dipercaya, jadi sepertinya kita akan dikirim ke negara lain untuk bertempur di gelombang berikutnya yang muncul di sana."

"Sepertinya kita akan sangat sibuk."

"Kurasa begitu ..."

"Aku kembaaalliii!"

Filo tiba di kamar.

Apakah dia sudah lelah berenang?

"Ada apa, Master?"

"Kurasa aku akan memberitahumu tentang itu. Ingat bagaimana Fitoria mengatakan bahwa kita perlu bergaul dengan para pahlawan lainnya? Nah, untuk membuat mereka sedikit lebih kuat, sepertinya kita harus melakukan beberapa pekerjaan serius."

Aku tidak berpikir bahwa Filo akan mengerti apa yang harus kukatakan, tetapi aku berusaha menjelaskan apa yang telah kami diskusikan selama pertemuan itu.

"Jadi ketika kita berlatih dengan para pahlawan lain, kau harus jujur dengan mereka tentang bagaimana semuanya bekerja."

"Hah?"

Tentu saja dia tidak mengerti. Yah seperti itulah Filo.

"Ngomong-ngomong, sepertinya kita harus pergi ke negara lain dan bertarung dalam pertempuran gelombang di sana."

Itu terjadi tepat ketika aku mengatakannya: jambul Filo mulai bergerak-gerak. Filo tampak agak bingung.

"Hah? Oh . . um ... Maksudmu kamu akan pergi untukku?"

"Apa itu tadi?"

“Oh, Fitoria mengawasi pembicaraan kita. Dia bisa melihat apa yang kita lakukan melalui rambutku!”

"Dia memata-matai kita?"

Sepertinya dia perlu mengawasi bagaimana situasinya berkembang. Seharusnya aku tahu lebih baik daripada berpikir dia akan membiarkan kita pergi dengan persetujuan lisan.

Fitoria adalah ratu legendaris para filolial.

Dia memiliki pemahaman yang mendalam tentang gelombang dan sepertinya tahu banyak tentang segalanya.

Dialah yang mengatakan kepadaku bahwa pertikaian para pahlawan tidak bisa ditolerir. Dia adalah orang yang telah memberi Filo jambul-nya.

"Dan dia mengatakan bahwa jika para pahlawan yang lemah akan berperang melawan gelombang, dia bisa menawarkan bantuan."

"Maksudnya kita tidak harus pergi? Dan dia akan melakukannya untuk kita?"

Filo mengangguk.

"Dia bilang itu bukan masalah, selama kita mencoba bergaul dengan para pahlawan lain dan tumbuh lebih kuat."

"Itu sangat membantu. Sejujurnya, para pahlawan lainnya tidak akan mendengarkan apa pun yang kukatakan. Ini adalah perjuangan yang nyata. Dan kami harus bertanggung jawab atas segalanya. ”

"Ya, itu sebabnya dia bilang dia akan membantu!"

Jambul itu terbukti nyaman, bahkan jika itu telah ikut campur dalam upacara kenaikan kelas Filo.

“Hei Fitoria. Apakah kau tahu sesuatu tentang L'Arc dan yang lainnya?"

"Dia um. . . dia berpikir! Ok, dia mengatakan bahwa kadang-kadang orang seperti itu keluar dari gelombang, tetapi dia tidak tahu apa itu. "

Betul. Dia mengatakan bahwa dia telah lupa banyak tentang masa lalu. Jadi aku tidak bisa berharap dia tahu segalanya.

Tapi apakah itu berarti dia sendiri berperang melawan mereka?

"Jadi dia bertarung melawan Glass dan yang lainnya sebelumnya?"

"Tidak. Dia bilang itu orang lain. ”

Tetapi itu berarti bahwa ini pernah terjadi sebelumnya. Itu berarti bahwa orang hidup di sisi lain dari celah dimensional. Apa artinya semua itu?

"Apakah mungkin seperti pahlawan lainnya? Pahlawan selain dari empat pahlawan suci?"

"Aku juga berpikir begitu, tapi kurasa bukan seperti itu."

“Fitoria mengatakan bahwa dia juga tidak benar-benar memahaminya. Dia hanya mengatakan bahwa hal-hal seperti ini kadang-kadang terjadi selama gelombang."

"Oh ya?"

Tapi apakah sebenarnya gelombang ini?

"Sebuah ide? Hm ... Dia mengatakan bahwa mungkin ada petunjuk dalam kisah empat prajurit suci."

"Itu bagus. Aku akan memberi tahu ratu tentang hal itu dan melihat apa yang akan dia katakan."

Secara pribadi, aku tidak tahu banyak tentang apa yang dikatakan legenda para pahlawan. Yang aku tahu hanyalah apa yang saya baca di Records of the Four Holy Weapons. Tetapi mungkin ratu, atau penasihatnya, akan dapat menemukan petunjuk.

Fitoria akan menjadi saksi sejarah jika mereka membutuhkannya. Jika dia mengingatnya, maka pasti ada suatu petunjuk disitu.

"Tapi. . . Fitoria mengatakan bahwa dia ingin kau mengurus gelombang yang terjadi di negara tempat keempat pahlawan saat ini berada.”

"Baiklah. Aku sudah menganggapnya beban tersendiri di pundakku. Aku bisa menanganinya."

Masalah terbesarnya adalah berhadapan dengan Glass sebelum kami memahami sifat keberadaannya. Setidaknya kami punya waktu untuk memikirkannya. Meskipun aku tidak terlalu yakin kami akan menemukan solusinya.

"Sejujurnya, aku pikir kami semua akan lebih baik jika kaulah yang melawan Glass."

"Dia mengatakan bahwa dia akan mengalahkan mereka jika dia bertemu mereka (secara kebetulan)!"

Jambul Filo berhenti berkedut, menunjukkan bahwa percakapan kami sudah berakhir untuk saat ini.

"Pokoknya, aku akan memberi tahu ratu tentang semua ini. Setidaknya, dia (Fitoria) akan menangani sebagian besar pekerjaan kita, dan itu sangat membantu."

"Betapa indahnya. Aku senang Nona Fitoria ingin membantu kita. "

"Aku berharap dia mengurus semuanya."

"Tuan Naofumi, Aku tidak berpikir begitu ... "

"iya aku tahu."

Jika filolial legendaris dapat menenangkan gelombangnya sendiri, ia pastinya sangat kuat.

Suasana hatiku terasa sedikit lebih ringan setelah pembicaraan itu, seperti beban telah diangkat dari pundakku. Namun, aku masih tidak tahu tentang sifat gelombang sebenarnya.

Aku duduk di dekat jendela dan mulai berpikir ketika aku melihat matahari terbenam di atas lautan.

Kami harus membuat para pahlawan lain untuk memahami sistem power-up. Kemudian kita harus mencari cara untuk menyiasati defense rating attack dan defense ignoring attack yang dimiliki Glass dan yang lainnya.

Begitu para pahlawan lainnya berhasil power-up, mereka akan mengandalkan pertahananku untuk mengoordinasikan serangan mereka.

Aku juga ingin mampir ke toko senjata di Melromarc untuk bertemu orang tua itu dan mengisi ulang beberapa barang untuk persiapan menghadapi gelombang berikutnya.

Senjata yang digunakan Raphtalia dan Filo, Karma Rabbit Sword dan Karma Dog Claws, adalah barang baru. Senjata-senjata itu tidak dilindungi blood clean coating, yang berarti mereka pada akhirnya akan menjadi kotor dan tumpul. Aku harus terus mengasah mereka.

Jika ada senjata yang lebih kuat dan lebih tahan lama yang bisa kita ganti, itu mungkin akan menjadi pilihan yang lebih baik bagi kita dalam jangka panjang. Aku yakin ratu akan bersedia memberi kami bahan apa pun yang kami butuhkan untuk membuat senjata baru. Atau jika kita punya cukup waktu, kita bisa mencari bahannya sendiri, naik level pada monster yang kita temui di sepanjang jalan.

Akhirnya, aku harus memastikan perisaiku sekuat mungkin.
Aku masih merasa ada banyak bagian yang perlu diperbaiki.
Selain itu, aku masih ingin melihat perisai seperti apa yang bisa kubuka dengan bahan yang kudapatkan dari Inter-Dimensional Whale.




TL: Kuaci
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar