Rabu, 15 September 2021

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 252. Pengampunan untuk Hidup

 Chapter 252. Pengampunan untuk Hidup


 
“Mereka akan mendukung secara penuh dengan teknik pengobatan yang ada, Witch pasti bisa melewati malamnya dengan mudah.” Sebut ratu dengan nada datar.

Witch berusaha keras untuk menutup kedua telinganya, tetapi pakaian sihir yang dikenakan tidak memungkinkan itu terjadi.

Tanpa sengaja aku tersenyum.
Untuk kali ini, Raphtalia tidak mengingatkan kesalahanku.
Mungkin dia hanya terkejut dengan keadaan saat ini.

“Sudah dipastikan, hukuman ini lebih kejam dari eksekusi. Seorang wanita yang hidupnya selalu menipu pria akan mati ditangan pria.”
“Iya, tetapi....”

Dari penjelasan yang aku dengar, ia memang pria yang busuk, tapi aku masih merasa janggal jika dia pria.
Apa yang akan terjadi jika pria ini bisa ditipu olehnya.
Satu-satu kepintarannya adalah menipu orang.

Dia mungkin saja memanfaatkan penampilannya yang bagus untuk mengatur pergerakan raja Faubrey.
Jika itu sampai terjadi, masalah yang dihasilkan bisa lebih besar dari sekarang.

“Bagaimana jika Witch dapat pengecualian dari raja Faubrey?”
“Aku tidak bisa menganggap kemungkinan itu nol, tapi sampai saat ini, banyak kerajaan lain yang mencoba hal seperti itu. Karena dia penguasa kerajaan terbesar, membuat dia menjadi sekutumu sudah seperti mengusai dunia. Akan tetapi, aku tidak pernah dengar dia mau mendengarkan perkataan wanita.”

Kalimat mudahnya, dia seperti Motoyasu pada saat ini.
Motoyasu saat ini sudah tidak seperti si busuk waktu itu, sekarang dia adalah orang gila yang terkena gangguan mental.
Jika dipikirkan baik-baik, dia adalah produk dari dunia lain juga. Dia mungkin memiliki sifat seperti Motoyasu.
Tapi, Motoyasu pria idaman.

“Aku yakin Witch bisa membedakan mana orang yang bisa diajak bicara dan tidak. Itu benar, kan? Jika kuingat kembali, dia langsung pingsan ketika mendengar raja itu jatuh hati padanya. Sepertinya semenjak masa pembelajaran disana, takdir ini sudah ditentukan.”
“Mama! Aku mohon! Aku memohon untuk terakhir kalinya! Kumohon! Kumohon tolong ubah keputusanmu!”
“Hmm.... itu bisa saja terjadi. Sebab hatiku merasa sesak melihat ini. Jika kau dinyatakan dicuci otak, mata publik pasti tidak memaafkanmu..... baiklah begini saja. Bagaimana jika aku berikan keputusannya ditangan para hero?”
“Apa!?”

Ratu menutup kipasnya lalu tersenyum pada kami.
Apa yang dia rencanakan? Pasti bukan rencana bagus.

“Jika satu dari hero yang hadir disini mau menjadikan Witch sebagai rekannya, keputusan ini akan aku ubah.”
“Henti—“

Sebelum aku menyelesaikan ucapanku, Witch menggunakan semua kekuatannya untuk melepaskan diri dari cengkeraman prajurit dan bersujud dihadapanku.

“Hero Perisai-sama! Akan kulakukan apapun! Kumohon, kumohon jadikan aku rekanmu lagi.”
“....”

Dia benar-benar serius.
Dia benar-benar menundukkan kepalanya sambil meneteskan air mata dihadapan semua orang.
Aku menginjak kepalanya perlahan.

“Terima kasih banyak! Injaklah aku sesuka hatimu! Akan kupenuhi keinginanmu, aku akan menjadi babi jika kau menginginkannya, meskipun itu berlangsung selama hidupku.!”

Perilakunya ini membuatku senang sekaligus mengingatkanku lagi betapa busuknya diriku.
Raphtalia melihatku dengan pandangan aneh.
Tapi, aku tidak akan berhenti.

“Matilah ditangan babi pemerkosa!”

Aku menendangnya sejauh mungkin.
Dia menatap sinis aku lagi, tapi dia menyadari waktunya tidak banyak, sehingga dia menuju Ren.

“Hero Pedang-sama—“
“Matilah di neraka sana!”

Tatapan Ren seperti ikan mati!
Dia tidak akan memaafkan Witch.
Jika dia memaafkannya, maka dia akan mati ditanganku.

“Hero Tombak-sama! Mohon pengampunanmu!”
“Filo-tan, setelah ini ayo kita berkendara bersama?”
“Tidak mau~!”

Witch akhirnya meminta ampunan pada Motoyasu, tapi dia sedang sibuk menggoda Filo jadi perkataan Witch tidak dia perhatikan.
Filo sangat ketakutan melihatmu.
Memangnya kau mengajak dia berkendara sampai mana?
Apa menunggangi Filolial termasuk berkendara bersama?

Motoyasu tidak menanggapi perkataan Witch sedikit pun. Sebab Witch adalah wanita.
Tapi Witch tidak mau menyerah.
Dia berusaha sebesar mungkin untuk menarik perhatian Motoyasu.
Mereka sudah saling kenal dalam waktu lama, jadi dia adalah hero yang paling mungkin menyelamatkannya.
.... jika dia adalah Motoyasu yang sebelumnya.

“Apa yang diinginkan babi pink ini? Filo-tan sedang ada dihadapanku, kau menghalanginya. Menyingkirlah babi.”
“Motoyasu, jika kau tidak mengusirnya sekarang, dia akan terus mengikutimu.”
“Pergi dari hadapanku!”

Motoyasu langsung mendorong jatuh Witch.
Luar biasa. Dia benar-benar melupakan orang terkasihnya ketika ia memohon sambil meneteskan air mata.
Manusia memang bisa berubah.
Itsuki tidak ada disini.

“Mama! Hero Busur-sama tidak hadir disini! Ini tidak adil.”
“Beraninya kau mengatakan itu!”
“Benar! Memangnya siapa yang membuat Itsuki menjadi seperti itu!?”

Ren mengatakan itu dengan lantang.
Itsuki tidak hadir disini sebabmu!
Jika ternyata itu salah..... akan aku ceritakan ini padanya nanti, setelah dia sudah baikkan, pasti dia akan menolakmu!

“Sial! Jika aku harus pergi ke Faubrey! Maka aku memilih mati disini!”

Terdengar suara yang keras.
Witch menggigit lidahnya sekuat mungkin.
Banyak darah yang mengalir dari mulutnya.
Dia bunuh diri? Apa hukuman itu sangat buruk!?

“Jangan biarkan dia mati! Pastikan dia sampai dalam keadaan hidup!”

Perkataan macam apa yang barusan aku ucapkan?
Prajurit disekitar langsung mendekati Witch, perawat juga datang dan langsung memberikan mantra penyembuhan pada Witch.
Kain dimasukan ke dalam mulutnya, nyawanya terselamatkan.

“Jadi itulah keputusannya, bagaimana pendapatmu mengenai hukuman kejam ini?”
“Meskipun belum dilaksanakan, aku merasa sudah puas.... namun, aku masih belum yakin.”

Aku baru pertama kali melihat Witch seputus asa itu sampai menundukkan kepalanya padaku, aku merasa sedikit tenang sekarang.
Ren mungkin merasakan hal yang sama. Dia menunjukkan senyuman dinginnya.
Ren sudah membulatkan tekadnya untuk mengorbankan dirinya jika diperlukan demi menyelamatkan rekannya, itu dia yang sekarang.
Motoyasu..... berhentilah menggoda Filo.

“Baiklah, sebelum dikirim ke Faubrey, kami akan mereset level Witch kembali menjadi 1. Aku merasa khawatir jika prajurit kerajaan yang mengantarnya ke sana..... apakah Iwatani-sama akan mengantarnya secara langsung?”
“Tidak perlu. Justru yang ada aku merasa kesal jika terus bersamanya dalam waktu lama.”

Tapi, perkataan ratu ada benarnya.
Jika menyerahkan ini pada prajurit kerajaan, kemungkinan buruk akan terjadi.
Jika aku harus pergi, maka aku terpaksa menyampingkan masalah desa dan Itsuki.
Aku memang bisa menggunakan Portal Shield, untuk pergi kesana kemari. Tetap saja itu menyusahkan......

.... Oh benar juga ya.

“Hmm.... kita masih belum tahu apakah rekan Witch lainnya akan menyelamatkannya nanti, tapi aku ingin menugaskan Motoyasu untuk mengawalnya, apa itu diperbolehkan?”
“Serahkan saja padaku!”

Sebelum ratu menjawab, Motoyasu sudah mengatakan itu dengan lantang.

“Baiklah, akan aku serahkan itu padanya.”

Tapi, perkataan ratu tidak sampai di telinganya.
Motoyasu tidak bisa mendengar perkataan wanita.

“Motoyasu, jika dalam perjalanan babi itu mencoba untuk melarikan diri, langsung bunuh saja dia. Lalu, pastikan kau melihat dia diperkosa oleh raja Faubrey, kembalilah setelah merekam semua itu dengan bola kristal sihir.”
“Siap! Dimengerti!”

Dengan begini tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.
Ya, jika Motoyasu dikalahkan dalam perjalanan tersebut, itu berarti masalah besar muncul.
Jika perkataan ratu tidak benar, aku bisa meminta Motoyasu untuk membunuh Witch.

“Cara berkendara Filolial di tempatku sudah seperti neraka, dia pasti sudah menderita sebelum sampai Faubrey. Membuka gerbang neraka selanjutnya.”

Hahahahaha..... Aku melihat Witch pingsan di atas lantai sambil menertawainya.

Setelah itu, aku mengantar Witch sampai jam pasir naga untuk mereset levelnya, dia sudah disembuhkan oleh perawat sebelum menuju kesini. Kemudian aku menyerahkan sisanya pada Motoyasu dan Filolial.
Untuk mencegah Witch bunuh diri, mulutnya dipenuhi kain. Dalam keadaan terikat Witch memperhatikan kami dari jendela kereta.
Kali ini, matanya dipenuhi keputusasaan dan air mata.
Jika dia mencoba melakukan sesuatu, dia tidak bisa melakukan apapun sebab masih level 1.

“Mu!”
“Nikmatilah perjalanan terakhirmu.”

Dengan ini, Witch turun menuju neraka.
Dia pantas mendapatkan ini.


Oke, akan aku jelaskan sedikit.
Bola kristal yang Motoyasu gunakan sebagai bukti, sebenarnya itu semacam kamera yang sebelumnya digunakan untuk memperlihatkan poster pencarianku. Aku menerima rekaman Witch diperkosa oleh babi.... bukan, oleh raja Faubrey.
Rekaman ini terdapat audionya juga.

Jujur saja, ini adalah hal yang paling menjijikkan, tapi aku perlu melihat hari terakhir Witch.
Ternyata raja Faubrey dengan senang hati membiarkan ini direkam.
Itu benar-benar membuat Witch lebih putus asa.... dia memang busuk.

Aku sangat ingin menghindari bertemu dengannya, tapi raja Faubrey secara pribadi mengundangku untuk mengambil rekaman itu dan menanyakan pendapatku.
Tolong menjauhlah dariku.....
Banyak hal yang bisa aku jelaskan, tapi menolak itu dengan berbagai urusan dan secara baik-baik aku tolak.

Ngomong-ngomong, jarang sekali raja Faubrey mengundang seseorang secara pribadi.
Ratu sendiri terkejut melihat isi pesannya.

Sudah dua minggu berlalu sejak pengantarannya bersama Motoyasu, lalu kami mendengar berita kematiannya.
Tubuhnya dikirim kesini sebagai bukti, itu dikirimkan dalam bentuk balok es.
Itu pemandangan buruk untuk dilihat.

Lalu, tanpa disangka raja Faubrey ketagihan menggunakan bola kristal. Dia mengirimkan banyak sekali bola kristal.
Aku tidak menonton semuanya, yang aku lihat hanyalah sesaat sebelum kematian Witch saja.
Apa dia pikir bisa mendapat rasa pertemanan dariku?
Jangan kirim rekaman selain Witch.....

Aku masih lemah, lemah untuk melihat sisi gelap dari dunia ini.
Aku ingin menjauhi itu sebisa mungkin.
Aku menguatkan tekadku dalam hati.


Demikianlah, perjalanan panjangku dengan Witch berakhir.... ini sangat tidak masuk akal dan singkat, semuanya terasa tidak nyata.


PREVIOUS CHAPTER    ToC    NEXT CHAPTER


TLBajatsu
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar