Kamis, 30 September 2021

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 255. Titik Permulaan

 Chapter 255. Titik Permulaan



 
“Jadi begitulah keadaan Itsuki sekarang, dia tidak akan membuat masalah. Kita hanya perlu mengawasinya saja, selama Rishia berada disisinya semuanya akan baik-baik saja. Dia tidak bisa lari dan tidak ada niatan untuk melarikan diri juga.”
“Baiklah, aku mengerti. Akan aku serahkan itu padamu.”
“Jika dia akhirnya melarikan diri, aku tidak sungkan untuk membunuhnya.”
“.... Jika memungkinkan, kuharap kau tidak melakukannya.”
“Itu benar. Aku berencana untuk mengirimnya ke pemandian air panas Pulau Cal Mira, untuk perjalanan kesana, kita bisa menggunakan titik teleportasi Motoyasu disana.”
“Kalian hero memang memiliki kemampuan yang berguna. Tolong gunakan sebaik mungkin.”

Sebelum Motoyasu pergi ke Faubrey, aku memintanya untuk mengantar Ren ke Pulau Cal Mira agar dia mendapatkan titik teleportasi disana.
Kami hanya perlu membicarakan ini dengan Earl untuk mendapatkan izin menggunakan pemandian air panas setiap malam.
Dengan begini, kutukannya bisa menghilang dengan cepat.

“... Dalam kejadian ini, kita mengalami banyak kerusakan.”
“Iya.”

Itu juga terjadi di desa.
Kerusakan yang dialami masih bisa diperbaiki, orang-orang desa pasti akan membantu, untuk kebutuhan material bisa dibantu Filolial untuk membawanya, ini bisa berjalan lebih cepat dari yang direncanakan.

Aku memproduksi Camping Plant secara berlebihan, tapi itu sekarang diperlukan. Aku sudah memberikan itu pada orang-orang kota.
Aku juga ingin mereka merasa aman sekarang, setelah itu kita bisa mengatasi ini nanti.
Itu tergantung dari keuangan kerajaan ini.

Oh iya, dalam bangunan yang digunakan Gereja Tiga Hero ada banyak dana disana, itu berasal dari dukungan bangsawan.
Ratu memutuskan untuk menggunakan semua dana itu untuk keperluan rekonstruksi kota.
Bagaimanapun juga, akhirnya keburukan kerajaan ini berhasil dikeluarkan.

“... Astaga, putriku memang bodoh.”

Dengan raut kesal dan penuh pikiran, ratu melihat keluar jendela.
Ya, jika orang tua memiliki anak yang suka memenuhi keegoisannya sampai memanfaatkan banyak orang, pasti akan memasang muka seperti itu.

“Padahal.... aku sudah mengingatkannya berkali-kali untuk memperbaiki sifatnya sejak dia kecil.”
“Memangnya aku peduli.”
“Benar... ini terjadi sebab aku tidak mendidiknya dengan baik.”
“Kau juga tidak mendidik Sampah dengan baik.”
“... Dia orang yang sangat luar biasa, tapi sekarang dia sudah berubah. Itu terjadi semenjak dia memegang kekuasaan.”

Aku melihat keluar jendela lagi, Fohl masih mempertanyakan perlakuan Sampah pada Atla.
Tanpa disadari Sampah berbicara sambil melirik ke arah Witch pergi.

Hmm?
Fohl tiba-tiba terdiam.
Apa yang sebenarnya mereka bicarakan?

“Eksekusi akan dilaksanakan besok, apa yang akan Iwatani-sama lakukan?”
“Aku sudah tahu keputusannya, jadi aku tidak perlu menghadiri pengeksekusian. Aku perlu memikirkan cara menangani Itsuki dan mempersiapkan diri untuk gelombang selanjutnya. Aku tidak bisa membuang banyak waktu.”
“Aku mengerti. Akan aku kabari itu nanti.”

Akhirnya aku bisa fokus pada gelombang.
Ngomong-ngomong, aku merasa baru melewati titik permulaan.

“Kalau begitu, ayo kita segera kembali.”

Setelah berbicara dengan ratu, kami bersiap untuk kembali.

“Ah, kami akan melanjutkan pelatihan sedikit lebih lama.”
“Begitu.”

Aku akan berpisah lagi dengan Raphtalia dan yang lainnya.... aku merasa kesal, tapi itu akan segera berakhir.

“Atla! Atlaaaa!”
“Onii-sama, segera lanjutkan pelatihanmu.”

Benar juga, mereka kemari untuk melakukan Kenaikan Kelas Fohl.
Ini sangat disayangkan, sebab aku pergi kesana bersama Filo tapi dia tidak bisa menjalani Kenaikan Kelas Spesial Filo.
Tidak ada pilihan lain, jadi dia bisa melakukan Kenaikan Kelas jalur Gaelion.
Apa yang membuat ini terjadi?

Dengan ini, jalur Kenaikan Kelas mereka berbeda, Atla menggunakan jalur Ahoge Filo dan Fohl menggunakan jalur Gaelion.
Sekarang aku tidak tahu perbedaan dari keduanya.
Tapi mungkin aku bisa melihat perbedaan itu, sebab ras mereka sama.

“Ya ampun, pelatihan kita jadi terganggu sebabmu, Fohl-san. Jadi kau harus menurut sekarang.” Kata Raphtalia dengan suara muak, kemudian dia secara perlahan menekan ulu hati Fohl.
“Ugh... aku masih bertahan!”
“Baiklah, aku bantu.” Atla memukul bagian belakang kepala Fohl.
“Argh! At-Atlaa...”

Hei!
Kau membantu apa?

“Pelatihan kalian tertunda?”
“Iya. Sebab jika kita lengah sedikit saja, maka dia akan mencoba untuk lari kerumah. Itu sangat menyusahkan.”
“Iya. Master selalu meminta Raphtalia-san untuk mengawasi Fohl-san.” Tambah Rishia.
“Apa itu benar?”

Sialan ini bocah, dasar siscon akut.
Dia malah lari dari pelatihan.

“Itu sudah biasa, sebab aku adalah murid terbaiknya.... aku juga mengerti perasaan sayang dia pada Atla-chan. Tapi aku juga ingin dia berusaha keras untuk menjadi kuat.”
“Oke, ini akan berlangsung sedikit lebih lama, kan?”
“Iya. Nantikan saja kepulangan kami.”
“Iya, akan aku antar sampai gerbang Kota Kastil.”
“Terima kasih.”

Kami menuju kesana untuk melihat kepergian Raphtalia dan yang lainnya.

“Nantikan oleh-oleh yang aku siapkan.”
“Oleh-oleh?”
“Iya. Banyak hal yang telah aku persiapkan.”

Apa dia mendapatkan material pada saat pelatihan? Aku sangat memerlukan itu.
Raphtalia sudah lama mengenalku, jadi dia mengerti mana yang aku inginkan.

“Sampai nanti.”
“Iya, hati-hati,” kataku sambil melambaikan tangan pada Raphtalia dan yang lain.
“Apa kita akan segera kembali?” Tanya Atla.
“Iya. Ren dan Rishia sudah kembali lebih awal, kita juga se—“
“Kereta...” tiba-tiba Filo mempertanyakan itu. Entah mengapa dia terlihat ingin menangis.
“Oh, iya. aku sudah lama tidak bertemu Pak Tua, ayo kita kesana.”

Ya ampun, apa yang membuatnya sekhawatir itu tanpa kereta?
Ya, aku juga merasa khawatir dengan keadaan Pak Tua, ada baiknya untuk pergi kesana.
Walaupun aku sudah berbicara dengannya setelah kejadian ini.

Rupanya sisa Gereja Tiga Hero menyerang toko Pak Tua dan mencoba untuk menusuknya dengan belati keadilan.
Dia menyadari bahwa itu belati yang aneh, jadi dia mengalahkan mereka lalu menutup tokonya dan bersembunyi di rumah kenalannya.
Aku sudah memberitahu kemungkinan ini terjadi.
Setelah kejadian ini semakin memburuk, dia membantu orang-orang untuk evakuasi.
Dia memang orang sangat diandalkan.

Memangnya level Pak Tua itu berapa?
Level dan pengalaman bertarung memang berbeda, mungkin itu bukan hal yang baik untuk dipertanyakan.
Tapi, dari wajahnya saja dia seperti memiliki banyak pengalaman bertarung.

Tapi, dalam kejadian ini, senjata buatannya sangat membantu.
Ternyata ada alasan kenapa dagangannya laku. Bahkan itu digunakan sampai akhir kejadian.
Selagi aku memikirkan itu, kita sampai di toko senjata Pak Tua.

“Oh. Ternyata itu kau, Nak.”
“Bagaimana keadaannya? Semuanya sama?”
“Ada yang dicuri. Tapi uang masih aman.”
“Begitu. Apa kau akan membuka toko dalam waktu dekat?’
“Tokoku bisa buka sekarang. Tapi barangnya tidak lengkap.”
“Setelah semua ini, maukah kau pindah ke desaku?”
“Dibahas lagi ya, Nak. Aku tidak berniat menjawab itu sekarang.”

Ya, Paman Imiya baru saja kembali ke desa, aku tidak perlu memaksa berlebihan.

“Lalu, apa yang membuatmu kemari?”
“Burung peliharaanku sudah tidak sabar menginginkan kereta baru.”
“Ahaha, jadi itu ya. Maaf nona burung, itu belum selesai.”
“Oh... Firo kecewa.”
“Sebagai tambahannya, aku akan menggunakan teknik dari Faubrey, jadi bergembiralah.”
“Teknik baru apa?”
“Itu teknik yang dapat mengurangi guncangan kereta ketika melewati jalan tidak rata.”

... maksudnya suspensi?
Oh, jadi dunia ini memiliki mekanisme seperti itu.
Pak Tua memperlihatkan rancangan itu padaku.
Ternyata itu hanya memasangkan pegas pada roda kereta.

“Kalau begitu—“

Aku menambahkan peredam getaran pada rancangan itu.
Padahal, itu hanya menambahkan pipa, air dan penahannya.
Aku tidak mengetahui ini secara mendetail.
Aku hanya tahu dari perkataan kenalanku yang suka mobil.
Akan tetapi, mata Pak Tua berkilau penuh kebanggaan dan dia mengangguk berkali-kali.

“Nak, kau tahu hal yang menarik juga. Akan aku coba ini.”
“Di duniaku tidak ada mantra sihir. Jadi jika bagian ini ditambahkan mantra, mungkin hasilnya akan lebih baik.”
“Aku mengerti, Nak. Kau tidak perlu memperhitungkan segalanya. Aku hanya sedang mencari ide tambahan.”
“Begitu. Aku tunggu hasilnya.”
“Iyah! Firo sangat menantikannya.”

Setelah membicarakan rancangan mekanisme dengan Pak Tua, kami kembali ke desa.




TLBajatsu
EDITOR: Isekai-Chan

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus