Selasa, 14 April 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 12 : Prolog - Pagi Hari Pahlawan Perisai

Volume 12
Prolog - Pagi Hari Pahlawan Perisai


Ini diluar kebiasaan, tapi pagiku biasanya dimulai lebih awal. Aku bangun dan turun dari tempat tidur bahkan sebelum para budak terbangun. Yah, mungkin tidak ketika aku begadang semalaman meracik obat-obatan atau mengurus segala macam masalah, tapi tetap saja ...

Namaku Naofumi Iwatani. aku aslinya seorang mahasiswa di Jepang saat ini. Suatu hari aku di perpustakaan membaca sebuah buku berjudul The Records of Four Weapons, dan saat itulah aku mendapat kesialan dipanggil ke dunia lain untuk dijadikan sebagai Pahlawan Perisai. Sebuah fenomena yang mereka sebut "gelombang" dapat menghancurkan dunia tempatku dipanggil. aku mengetahui kalau fenomena itu adalah hasil dari dua dunia berbeda yang mulai menyatu, dan misiku sebagai pahlawan adalah untuk menghentikan hal itu terjadi.


Pada awalnya, bayangan dipanggil ke dunia lain seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Tapi kemudian aku terjebak dalam konspirasi yang mengerikan, yang akhirnya membuatku difitnah dan dibuang ke jalan tanpa sepeserpun uang. Mungkin itulah penyebab aku mengembangkan kepribadian yang aneh — ketidakpercayaan pada orang lain yang sangat parah sampai aku tahu itu sudah tidak masuk akal. Tapi aku akhirnya bisa mengungkapkan konspirasi dan membuat orang-orang yang mengaturnya bertanggung jawab, jadi situasinya sekarang lebih baik.

Setelah itu, satu persatu insiden terjadi. Aku mencoba menjalin hubungan persahabatan dengan pahlawan yang lain dan gagal, lalu kemudian ada kekacauan besar Roh Kura-kura. Tapi menyelesaikan kekacauan Roh Kura-kura akhirnya memberikan kami banyak waktu sebelum gelombang berikutnya terjadi. Aku sudah menggunakan waktu ekstra itu untuk membangun pasukan pribadiku sendiri untuk menghadapi gelombang. Itu adalah ide yang ku dapatkan setelah mengamati Kizuna Kazayama dan teman-temannya. Mereka adalah pahlawan dari dunia lain yang kami kunjungi saat berurusan dengan kekacauan Roh Kura-kura.

Untuk melakukannya, aku mulai dengan membangun kembali desa tempat Raphtalia berasal. Raphtalia adalah teman yang paling kupercaya, dan aku seperti ayah pengganti baginya. Rekan-rekan desanya akhirnya menjadi budak, Tapi kami membawa mereka kembali ke desa dan mulai melatih mereka. Tentu saja, masalah lain pun datang dengan sendiri juga. Tapi kami sudah mengurus sebagian besar dari itu, dan pembangunan kembali desa berjalan lancar. 

"Nah, sekarang ..."

Masih lumayan gelap, tapi ... Aku melihat ke luar jendela ke arah matahari terbit. 

"Ho! Ha! To!"

Ren rajin berlatih mengayunkan pedangnya. Oh ya, aku hampir lupa kalau dia sudah tinggal di desa ini.

Ren adalah Pahlawan Pedang, dan dia dipanggil dari Jepang yang berbeda. Jepang dengan VRMMO, teknologi yang memungkinkan orang bepergian ke dunia digital. Ketika kami pertama kali dipanggil di sini, dia sibuk membuat kesan "Keren" Tapi sekarang dia mengerjakan segala hal dengan serius. Aku mungkin akan pergi dan memberinya ceramah panjang jika dia masih di tempat tidur, Tapi sepertinya dia serius ketika dia mengatakan ingin memperbaiki diri kemarin. Aku menuju ke luar untuk berbicara dengannya.

"Sudah berlatih sepagi ini?"

"Oh, hei, Naofumi. Pagi. Ya, aku akan melakukan apa yang diperlukan untuk menjadi lebih kuat."

Ada empat pahlawan suci, termasuk diriku. aku berhasil menyelamatkan tiga pahlawan lainnya setelah mereka dikalahkan oleh Roh Kura-kura, Tapi kemudian mereka lari dan menghilang.

Awalnya aku mencoba untuk menangkap Pahlawan Tombak — Motoyasu — dengan kerja sama mantan rekannya Elena, Tapi itu berakhir dengan kegagalan. Setelah itu, dalam perjalanan kembali ke desa, aku bertemu dengan Ren dan mencoba membujuknya, tapi ... dia melarikan diri juga, setelah dirayu oleh lidah licik Penyihir. Penyihir adalah akar dari semua kejahatan dan orang yang awalnya menjebakku. Sisi baiknya, Motoyasu setuju untuk ikut bersamaku setelah akhirnya menyadari sifat asli penyihir.

Itu semua baik dan bagus, Tapi kemudian Filo mencoba menghibur Motoyasu, karena dia depresi. Akibatnya, Motoyasu mulai bertingkah sangat aneh dan akhirnya menguntit Filo. Bahkan hanya memikirkan apa yang telah terjadi membuat aku mulai merasa bingung. Bisa dibilang Motoyasu sudah sedikit gila. Setelah itu, kami menggunakan portalku untuk lari dari Motoyasu dan kembali ke desa dengan aman.

Aku menikmati serangkaian hari yang sebagian besar bebas dari masalah untuk waktu yang singkat sesudahnya, Tapi kemudian beberapa bandit mulai menimbulkan masalah di wilayahku. Secara alami, aku pergi untuk mengurus mereka, Tapi berubah menjadi rumit. Ren yang sudah ditipu oleh Penyihir, termakan oleh kutukan, dan mendatangkan malapetaka sebagai bos bandit. Setelah itu (aku benar-benar hanya ingin melupakan bagian ini), aku akhirnya menggunakan Motoyasu, untuk memancing Ren keluar.

Pada awalnya, Ren tampak berniat melawan. aku mulai berpikir kalau membawanya kembali itu sudah tidak mungkin, Tapi Eclair berhasil menyadarkannya melalui pertarungan pedang. Setelah itu, Ren menerima misinya yang baru untuk menyelamatkan dunia dan telah dilatih di bawah bimbingannya, sambil tetap berada di wilayahku.

Namun, Motoyasu akhirnya melarikan diri lagi. Sejauh yang aku tahu, dia telah berhasil menerapkan metode peningkatan kekuatan yang ku katakan padanya, jadi aku ingin berpikir kalau dia akan baik-baik saja sampai batas tertentu. Tapi aku yakin pertempuran kami yang akan datang hanya akan semakin sulit.

Dengan pemikiran itu, kupikir aku harus mempelajari gaya Hengen Muso yang memberikan Eclair keterampilan untuk mengalahkan Ren. Aku putuskan untuk belajar di bawah pimpinan yang telah mengajarnya. Gurunya adalah seorang wanita tua yang telah pulih dari penyakit serius dan akhirnya menjadi sangat bersemangat setelah aku memberikan obat saat menjual daganganku. Wanita tua itu mengatakan padaku kalau dia memiliki metode pelatihan yang sempurna untuk diriku, jadi aku berlatih secara terpisah dari Ren dan yang lainnya.

"Kau menggunakan metode pelatihan yang berbeda dariku dan Eclair, kan?" 

"Ya."

"Kau lakukan yang terbaik juga, Naofumi."

“Kenapa aku harus melakukan yang terbaik? Dan mengapa aku juga? Lupakan. Maaf."

Ketika aku mencoba untuk menangkap Ren, dia menggunakan Skill dari seri kutukan serakah. Itu mengharuskan dia membayar harga yang setimpal dengan kemampuan itu. Harga untuk keserakahan adalah penurunan keberuntungan dan ketidakmampuan untuk mengumpulkan segala jenis kekayaan. Itu tampaknya termasuk peralatan, dan armor murah yang telah dia kenakan compang-camping dan benar-benar tidak dapat digunakan.

Konsekuensi untukku menggunakan Blood Sacrifice termasuk menderita sejumlah besar kerusakan dan mengurangi statistik. Itu juga berlaku untuknya, Ren menderita akibat konsekuensinya sendiri dan efek kutukan yang merugikan. Aku cukup yakin harga yang harus dia bayar karena menggunakan Skill Kutukan Gold Rebellion adalah kehilangan kekayaannya. Efek kutukan yang terus-menerus menyebabkan penurunan kualitas apa pun yang disentuhnya, dan juga mengurangi kualitas item drop yang ia dapatkan. Aku akhirnya berhasil menangkap Ren, Tapi dia bergabung dengan tim pada saat dia dalam kondisi yang sangat buruk.

Menjadi jelas dengan segera apa akibatnya bagi kutukan Keserakahan yang muncul saat Ren melawan Eclair. Dia tampaknya berada di level 95 sebelum kalah dari Eclair, tapi itu sekarang turun menjadi 85. Jadi harga untuk memicu kutukan adalah levelnya, atau begitulah kelihatannya. Meskipun sepertinya dia ingin membantu sekarang, aku harus berpikir panjang dan keras untuk membiarkannya bertarung dalam kondisi seperti sekarang.

"Sampai jumpa lagi, kalau begitu."

"Sampai jumpa."

Ren kembali mengayunkan pedangnya. Aku melambai padanya dan berjalan pergi. Setelah itu, aku mampir di kandang monster. Aku mengambil ember makanan dan mulai memberi makan monster. Kemudian aku melakukan sedikit latihan ringan dengan mereka. aku bermain dengan mereka, dengan kata lain. Budak desa bertugas menjaga monster-monster itu, Tapi aku mengambil alih tugas itu untuk merawat mereka di pagi hari.

“Baiklah kalau begitu. Apa yang harus kita lakukan di pagi yang baik ini? "

Semua monster berteriak dengan gembira bersamaan. Kadang-kadang aku akan melemparkan tongkat dan meminta mereka mengambilnya, dan di lain waktu kami akan saling mengejar, seperti bermain kejar-kejaran.

Para budak juga berharap untuk berpartisipasi dalam permainan ini. Mereka bangun lebih awal sehingga mereka bisa bersiap-siap dan menunggu pada saat kami mulai. Tentu saja, itu hanya termasuk budak atau monster yang tidak keluar menjajakan dagangan kita. Monster-monster yang tampak seperti cacing tanah, yang disebut dunes, bertugas untuk mengolah tanah, jadi mereka harus membantu setiap saat. dunes sangat cocok dengan para budak lumo.

"Guk! Guk! Lagi, bubba!"

Keel berlari kembali dengan tongkat yang baru saja aku lempar di mulutnya. Ya, dia hanya seekor anjing sekarang. Secara harfiah.

Keel awalnya adalah budak demi-human yang kehilangan orang tuanya seperti Raphtalia. Dia nampaknya menunjukkan potensi untuk bisa menggunakan bentuk therianthrope, jadi Sadeena mengajarinya. Sekarang dia menghabiskan sebagian besar waktunya berlarian dalam bentuk therianthrope — bentuk binatang, pada dasarnya. Miliknya tampak seperti anak anjing Siberia Husky. Tapi baru-baru ini, aku merasa seperti Keel dengan cepat berubah menjadi anjing yang sebenarnya.

Selain itu, aku membuat sarapan saat aku sedang mood. Semua persiapan sudah di urus hari ini, jadi aku hanya membantu budak divisi masak yang memasak, dan kemudian aku mengurus penduduk desa.

Itu mengingatkanku. Kami memiliki beberapa anak budak baru di desa. Salah satu asisten pedagang budak mampir ketika aku keluar dan menurunkan beberapa budak. Mereka bukan berasal dari desa ini, Tapi aku kekurangan tenaga, mengingat apa yang akan terjadi. Kami telah membentuk kerangka dasar untuk pengoperasian desa dan pembangunan benar-benar mulai berjalan. Sekarang adalah waktu untuk mulai berpikir tentang meningkatkan kemampuan serangan kami sebagai persiapan untuk gelombang yang akan datang, jadi aku perlu mengumpulkan lebih banyak orang tanpa terlalu pilih-pilih.

Setelah menerapkan kutukan budak pada mereka, aku menyerahkannya pada Keel dan yang lainnya untuk berurusan dengan budak baru. Aku tidak perlu mengelolanya secara langsung lagi. Budak-budak veteran memastikan bahwa mereka mempelajari semua aturan dan yang lainnya. Raphtalia memimpin. Keel dan budak-budak putaran pertama yang aku awasi membantunya. Mereka mengurus hampir semua hal, termasuk omelan, yang membuat segalanya lebih mudah bagiku.

"Selamat pagi, Tuan Naofumi." 

"Rafu!"

"Oh, hei, Raphtalia dan Raph-chan! Pagi."

Raphtalia membawa para budak untuk sarapan. Raphtalia adalah sahabat karibku. Dia awalnya adalah seorang budak, Tapi dia menjadi pahlawan setelah dipilih oleh vassal weapon katana di dunia lain. Dia adalah orang pertama yang percaya padaku di dunia ini. Aku seperti ayah pengganti baginya. Setiap kali aku melakukan kesalahan, dia selalu berhati-hati untuk menunjukkannya. Itulah yang kau harapkan dari orangtua dan anak.

"Rafu!"

Raph-chan adalah shikigami, atau yang mereka kenal sebagai familiar di dunia ini. Aku membuatnya dari seikat rambut Raphtalia saat bersiap untuk mencari Raphtalia setelah dia menghilang di dunia lain. Raph-chan adalah makhluk kecil imut yang terlihat seperti tanuki atau rakun. Dia benar-benar pandai bermain bersamaku dalam berbagai situasi. aku selalu menikmati waktu saat aku mengelusnya, Tapi Raphtalia selalu marah jika aku memberinya terlalu banyak perhatian. Raphtalia mengatakan itu membuatnya merasa canggung, untuk alasan apa pun.

"Selamat pagi, Tuan Naofumi."

Atla datang mendekatiku. aku membeli beberapa budak baru baru-baru ini di Zeltoble, dan salah satunya adalah kakak Atla. Kakaknya itu adalah produk yang sebenarnya, dan adik perempuannya yang sakit-sakitan, Atla, pada dasarnya dimasukkan sebagai bagian dari paket — bonus, kurasa bisa dibilang begitu.

Dua kakak-beradik itu adalah demi-human, seperti Raphtalia. Secara khusus, mereka adalah sejenis manusia yang disebut hakuko. Hakuko seharusnya menjadi salah satu jenis demi-human tingkat tertinggi. Mereka cukup terkenal di Siltvelt, yang merupakan negara yang menyembah Pahlawan Perisai.

Meskipun menjadi salah satu dari demi-human hakuko, Atla menderita penyakit bawaan dan pada dasarnya berada di ambang kematian. Tapi ketika aku memberinya Elixir dari Yggdrasil yang telah aku dapatkan, kondisinya mulai membaik secara instan. Tak lama kemudian, dia dapat berjalan untuk pertama kalinya dalam hidupnya.

Dia tertutupi luka dan dibalut perban dari ujung kepala hingga kaki, Tapi obatnya juga merawat luka itu. Sekarang dia adalah salah satu gadis muda paling cantik di desa ini. Dia buta, tidak bisa berjalan, dan di ambang kematian, namun dia berhasil pulihs sepenuhnya. Benar-benar mengesankan.

"Oh, hei, Atla. Di mana Sadeena? "

Sadeena adalah seorang gadis orca yang suka mabuk. Dia memiliki kemampuan untuk berubah, dan biasanya dia menggunakan bentuk therianthrope-nya. Dia memainkan peran sebagai kakak perempuan yang bisa diandalkan untuk anak-anak desa. Dia juga memiliki banyak pengalaman tempur, dan kami benar-benar kesulitan ketika kami bertarung melawannya di turnamen coliseum.

Sadeena rupanya memiliki suatu perasaan khusus untuk pria yang bisa mengalahkannya. Karena secara fisik aku tidak bisa mabuk, dia melecehkanku secara seksual setiap ada kesempatan. Atla dan Sadeena sama-sama menyukaiku, jadi mereka cenderung bergaul bersama.

“Aku sama sekali tidak tahu. Jadi kak, lepaskan tanganku. Pergilah untuk mencari Sadeena.”

"Tidak, Atla! Jika aku melepaskan tanganmu, kau hanya akan lari kepadanya, kan ?! ”

Yang berpegangan tangan dengan Atla untuk memastikan dia tidak datang kepadaku adalah Fohl. Fohl adalah kakaknya Atla. Dia adalah alasan awalku untuk membeli kedua saudara kandung itu, mengingat perlunya aku membutuhkan kemampuan ofensif. Dia memiliki sis-con dan semangat Alpen ... Tidak, tidak apa-apa. Adik perempuannya sangat berarti baginya, Tapi dia juga sepenuhnya bergantung pada belas kasihan wanita itu. Dia adalah salah satu budak yang lebih tua di desa.

"Saudaraku, lihatlah langit di sana." 

"Hah?"

Entah dari mana, Atla menggunakan teknik yang sepenuhnya basi untuk mengalihkan perhatian Fohl. Segera setelah itu, dia menusukkan jarinya ke perut kakaknya.

"Aiya!"

"Guh!"

Terkejut, Fohl memeluk perutnya dengan erat dan terjatuh, menggeliat kesakitan. Di antara mereka berdua, sepertinya Atla benar-benar memiliki potensi tempur yang tinggi. aku cukup yakin itu bukan hanya imajinasiku. Menurut wanita tua Hengen Muso itu, menjadi buta membuat Atla lebih sensitif terhadap hal-hal seperti kekuatan kehidupan di sekitarnya, aliran sihir, dan suara, yang memberinya kemampuan untuk mengidentifikasi titik-titik lemah lawan dengan tepat. Akibatnya, dia menjadi spesialis menusuk.

"Aku masih ... tidak akan melepaskannya!" 

"Jangan terlalu keras kepala, Kak!"

Mereka adalah sepasang saudara yang aneh dalam banyak hal.

"Kalian berdua, berhenti main-main. Setelah selesai makan, keluar dari sini. Atla, perdebatan dilanjutkan lagi setelah kau selesai sarapan. "

"Aku tak sabar untuk itu!"

“Ya, bagus untukmu. Fohl, kau lebih baik keluar sana dan mulai leveling. Kalau tidak, adikmu akan melampauimu. "

"Ugh ... aku tahu itu!"

Fohl memelototiku dan mengangguk.

Baru-baru ini, mereka berdua — yah, sebenarnya hanya Fohl — telah dipengaruhi oleh skill yang digunakan Motoyasu dan mulai menyerang Atla. Adegan itu masih segar di pikiranku. aku katakan "serang," Tapi dia benar-benar hanya memeluknya dan tidak akan melepaskannya. Ngomong-ngomong, jelas bahwa perasaan Fohl untuk Atla melampaui cinta antar saudara.

"..."

Dan kemudian ada Filo. Dia lari untuk bermain dengan Melty dan masih belum kembali. Filo adalah teman keduaku, setelah Raphtalia. Dia adalah monster tipe burung yang disebut filolial yang juga bisa berubah menjadi manusia. Dalam wujud manusia, dia adalah seorang gadis muda (Loli) dengan rambut pirang, mata biru, dan sepasang sayap di punggungnya.

Filolial paling menyukai menarik kereta, dan mereka menunjukkan jenis pengembangan khusus ketika dibesarkan oleh seorang pahlawan. Filo memiliki naluri bertarung yang hebat, dan dia membantuku keluar dari situasi kritis berkali-kali. Dia memiliki kepolosan seperti anak kecil dan nafsu makan yang tak terpuaskan.

Filo mencoba menghibur Motoyasu belum lama ini dan akhirnya menjadi satu-satunya target romantisnya. Seolah itu tidak cukup buruk, kereta berharganya juga dicuri darinya, jadi dia agak gelisah akhir-akhir ini.

“Baiklah, semuanya, setelah kalian selesai makan, mulailah tugasmu untuk hari itu. Itu saja. ”

Ketika aku memberikan perintah, seorang gadis bermata mengantuk datang berjalan bersama dua temannya.

"N ———"

Namanya S'yne. Dia adalah pemegang vassal weapon yang bukan dari dunia ini atau bahkan dunia Glass. Vassal weaponnya adalah perlengkapan menjahit, atau sesuatu seperti itu. Dia bertarung dengan gunting dan seutas benang. Dan untuk alasan apa pun, aku akhirnya menjaganya di sini.

Dia memiliki rambut perak dan tampak berusia sekitar 15 tahun pada pandangan pertama. Dia berada di sisi pendek (Loli?). Aku kira dia mungkin akan dianggap imut, tapi aku tidak benar-benar melihatnya seperti itu. Dunia asalnya telah dihancurkan, dan sekarang orang-orang yang telah menghancurkannya ada di sini di dunia ini, mencoba untuk membunuh para pahlawan suci. Dia pada dasarnya bertingkah seperti pengawalku sekarang.

"Selamat pagi, Tuan Iwatani."

Salah satu boneka boneka yang dimiliki S'yne berbicara mewakilinya. Aku penasaran apakah alasan S'yne tampak begitu lelah adalah karena dia sepanjang malam membuat boneka itu. Rupanya, dia bisa menggunakan boneka sebagai familiarnya.

Mungkin itu karena menjahit adalah keahliannya, Tapi ada beberapa masalah dengan desain boneka yang dibuatnya. Pertama-tama, untuk alasan gila apa pun, dia telah membuat boneka yang mirip Raph-chan dan memberikannya kemampuan untuk berbicara. Raph-chan berkata "rafu!" —Dan tidak ada yang lain — itulah yang membuatnya sangat imut. Ketika boneka itu mulai berbicara bahasa manusia dengan lancar, ia segera kehilangan setengah dari daya pikatnya. S'yne membuatnya berhenti berbicara ketika aku mengatakan hal itu, dan sekarang itu duduk di samping bantal tempat tidurku.

Boneka yang baru dia selesaikan didasarkan pada bentuk therianthrope Keel. aku akan menyebutnya Keel # 2 untuk saat ini.

"Selamat pa ———"

Fungsi terjemahan dari vassal weapon yang digunakan S'yne rusak karena dunianya hancur. Setengah dari apa yang dia katakan akhirnya berubah menjadi suara statis.

"Pagi. kau tahu, bonekamu berbicara jauh lebih jelas sekarang, ” kataku. 
"Perkenankan aku untuk menjelaskan."

Boneka boneka Keel # 2 merespons dan menunjuk ke sebuah aksesori yang tergantung di kerahnya.

“Aksesori ini memiliki kemampuan menerjemahkan. Tuanku menggunakannya padaku setelah melepaskannya dari mayat teman musuh bebuyutannya, yang kau kalahkan. "

Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, ada penjajah dari dunia lain yang mencoba membunuh empat pahlawan suci. Baru-baru ini, beberapa dari mereka menyerang kami. Mereka rupanya mendapat segala macam manfaat setelah menghancurkan dunia lain, dan mereka tidak punya ketertarikan menyelesaikan masalah secara damai, seperti yang kami lakukan dengan Glass dan Kizuna.

Manfaat itu termasuk apa yang biasanya disebut sebagai "kebangkitan" dalam game. Mereka memiliki kemampuan untuk kembali dari kematian. Musuh-musuh juga cukup terampil dalam pertempuran, dan itu adalah pertempuran yang sulit. Beruntung bagi kami, keadaan saat itu telah mencegah mereka bangkit cukup lama untuk menghabisi mereka selamanya.

Jadi peralatan itu adalah sesuatu yang telah diambil S'yne dari mayat salah satu musuh itu.

"Mungkin itu sesuatu yang harus kita coba pelajari," kataku. 

"Kamu bisa memilikinya, jika kau mau."

Bukannya aku ingin memonopoli teknologi, Tapi aku tidak akan dapat berkomunikasi secara efektif dengan S'yne tanpanya. Jika familiar menggunakannya untuk bertindak sebagai perantara seperti ini, itu akan membuat pembicaraan dengan S'yne jauh lebih mudah. Dan kami masih fokus menganalisis aksesoris yang kami dapatkan di dunia Kizuna. Aku yakin akan lebih mudah jika kami menemukan cara kerja fungsi terjemahan, tentu saja. Tapi perisaiku sudah menerjemahkanya untukku, jadi satu-satunya orang yang benar-benar membutuhkan teknologi ini adalah S'yne. Mempelajari hal itu akan berada pada prioritas rendah dalam listku.

"Aku akan memintanya saat aku membutuhkannya, jadi simpan saja sampai saat itu." 

"Dimengerti. aku akan terus menggunakannya, dalam hal ini. "

"Tidak bisakah S'yne menggunakannya secara langsung?"

“Vassal weaponnya mengganggu itu. Kami beruntung bisa menggunakannya. ”

Ugh ... Jadi S'yne tidak bisa menggunakan teknologi itu sendiri. Itu memang tampak nyaman, tapi kurasa itu tidak mudah untuk dieksploitasi. aku mungkin tidak akan bisa menggunakannya juga.

"Aku mengerti. Baiklah. Apakah kau akan makan, S'yne? "

S'yne merespons dengan anggukan cepat dan mengangkat piringnya. aku menaruh beberapa makanan di piringnya dan dia duduk di sebuah meja lalu mulai makan dalam diam.

Desa ini tidak pernah membosankan.




TL: Ryuusaku
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar