Selasa, 21 April 2020

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter 17-SS-1. Memperingati Akhir [Kenang-kenangan]

Chapter 17-SS-1. Memperingati Akhir [Kenang-kenangan]


"Ayo beri Master hadiah untuk memperingati perdamaian dunia!"

Aku mengumpulkan semua orang di sini sebelum membuat pernyataan itu.

"Ada apa tiba-tiba begini, Arisa?"

Bahkan wajahnya yang bingung terlihat cantik, kecantikan Lulu terus bertambah kuat.

"Ini bukan tiba-tiba. Aku sudah memikirkannya selama ini! Master telah memberi kita segalanya, namun kita belum pernah memberikan apa pun sebagai balasannya. Jadi, aku berpikir untuk menyiapkan hadiah untuk memperingati perdamaian dunia. . "

Aku memberikan alasanku kepada Lulu dan para gadis lainnya.

"Itu ide yang bagus, Arisa-chan!"
"Ya, aku pikir itu bagus!"

Dimulai dengan Hikaru-tan dan Zena-tan, semua orang akhirnya setuju.

"Tapi hadiah apa yang harus kita berikan pada Master?"

Tangan lulu bersandar di wajah cantiknya sambil memiringkan kepalanya. Adik perempuanku ini sangat imut seperti biasanya.
Sementara semua orang merenungkannya, Pochi mengangkat tangannya dengan penuh semangat, "Aku!"

"Ya, Pochi-kun."
"Pochi akan menulis sebuah cerita nodesu. Sebuah cerita tentang semua yang telah dilakukan Master nanodesuyo!"

Setelah aku memanggil nama Pochi seperti seorang guru, dia dengan riang berdiri dan mengatakan idenya.
Oh, itu bagus. Menulisnya mungkin akan memakan waktu tujuh tahun dan 3,14 juta karakter, jadi apakah kau tidak ingin membatasinya, Pochi?

"Tama ingin melukis gambar ~?"

Di sebelah Pochi, Tama berdiri dan mengumumkan idenya.

"Sesuatu seperti lukisan?"
"Iya."

Tama mengangguk lalu mulai menggambar draft kasar, "Seperti ini ~"
Dia ahli. Master yang duduk di hamparan bunga sambil mengelus Tama yang sedang tidur di pangkuannya, itu sangat menenteramkan hati.
Kau bahkan bisa menambahkan Arisa-chan di sana, Kau tahu?

"Bagaimana denganmu, Liza-san?"
"Satu-satunya hal yang mampu kulakukan adalah mengayunkan tombakku ..."
"Itu tidak benar sama sekali."
"Dia benar, Liza-san. Bukankah Liza-san yang mengajariku memasak."

Lulu mendukung argumenku.
Dia mengajarinya ketika kami pertama kali berangkat dari Kota Seryu, ya.

"Lulu, jadi kau akan membuat makanan?"
"Un, karena aku selalu membuat makanan kita, kupikir aku akan membuat hidangan yang tidak akan terlupakan kali ini."

Hidangan apa yang tak terlupakan?
Kupikir itu adalah hidangan sate daging dan jeroan ayam yang Master berikan kepada kita setelah pertemuan pertama kita, dan juga ikan asin buatannya yang super lezat?

"Kalau begitu, aku juga bisa membuatnya. Ada hidangan yang kami makan bersama di dungeon pula."
"Steak daging katak ~?"
"Ya, aku terkejut kau tidak melupakannya."
"Pochi ingat itu juga nodesu! Master bilang itu juga lezat nodesuyo!"

Master benar-benar memakan beberapa hal yang ‘berat’ selama masa-masa awalnya di dunia paralel ini.

"Dan kau Mia?"
"Musik."
"Sudah kuduga."

Kau akan berpikir musik ketika menyangkut tentang Mia, Kau akan berpikir Mia ketika Kau memikirkan tentang musik.

"Bukan itu! Aku ingin memainkan cerita Satou seperti Pochi bersama dengan para spirit. Aku akan mempersembahkan musik yang membuatmu dapat membayangkannya hanya dengan mendengarnya yang diajarkan Aze dan Syiah kepadaku. Itu benar, Kau tahu?"
"Kedengarannya bagus. Apakah kau keberatan jika aku menyanyikan lagu itu juga?"

Tepat saat Mia berbicara dengan kalimat yang panjang, Aze-tan muncul.

"Ooh, dia datang. Sang Istri sah!"

Sekarang high elf lainnya bergiliran melakukan tugasnya, dia sering datang ke sini untuk bermain sekarang.

"I-I-Istri sah, a-awawa."

Aze-tan panik sambil mengeluarkan ‘awawawa’.
Ini mungkin terlihat licik, tetapi sebenarnya itu sifat aslinya.
Aku penasaran apakah ini yang menggelitik hati sanubari Master?
Aku mengangkat bahu dan kembali ke topik.

"Nana?"
"Aku akan melahirkan organisme muda Master sebagai hadiah dan--
"Oh, tidak, tidak."

Karena proporsi tubuh Nana pas dengan selera Master, dia akan benar-benar melakukanya jika diminta.

"Sayang sekali aku informasikan. Kalau begitu aku akan membuat boneka buatan tangan."
"Itu bagus."

Boneka-bonekanya menjadi populer di kalangan anak-anak panti asuhan belakangan ini.

"Aku ingin tahu apa yang bisa kulakukan ... aku tidak bisa membuat barang-barang buatan tangan dengan betapa kikuknya aku."

Karina-tan melipat tangannya, seolah-olah menopang payudaranya yang terlihat berat.
Master mungkin akan pergi ke surga jika dia memberikan puff puff super besar itu kepadanya, tapi aku tidak akan pernah memberitahunya. Pasti tidak.
Seseorang berbicara seolah mengabaikan suara hatiku.

"Aku yakin dia akan senang jika kau memberinya Tiket Oppai, kau tahu?"
"Mii-chan!"

Mii-chan alias Kagura berbicara sesuatu yang tidak masuk akal.

"Tiket Oppai? Tiket macam apa itu?"

Karina-tan yang polos bertanya balik pada Mii-chan dengan ekspresi bingung di wajahnya.
Dia mungkin berpikir Mii-chan mengartikan hal lain untuk [Oppai], atau dia salah dengar.

"Tiket yang memungkinkan dia meremas payudaramu."
"A-apa! Kau tidak bisa melakukan itu sebelum menikah!"

Mendengar jawaban langsung Mii-chan, Karina-tan memerah dengan matanya berputar-putar.

"Itu memang layak dipertimbangkan."

Si mesum tertutup, mantan miko Sera mengatakan idenya yang absurd dengan keras.
Sulit untuk melihat bentuk tubuhnya karena pakaiannya, tetapi Sera memiliki bentuk tubuh yang ideal, tubuhnya cukup sexy untuk seorang gadis seusianya.

"Jangan lupa pakaian dalam keberuntunganmu."
"Ya, aku selalu siap mengantisipasi segala kesempatan."

Sera kadang-kadang dibalut cahaya hijau saat dia berbicara pada dirinya sendiri.
Aku pikir dewa Tenion memberikan nasihatnya atau semacamnya. Bagaimanapun juga, dewa itu menyukai segala sesuatu tentang cinta, belum lagi cara memberi Ramalan telah dipermudah sekarang.

"Hal-hal mesum dilarang!"
Aku mengabaikan diriku yang biasa dan berteriak.

"Ya ampun? Melahirkan penerus adalah salah satu tugas bangsawan, kau tahu?"
"Ini terbatas pada『 objek 』! Kali ini hadiahnya terbatas pada『 objek 』!"

Tidak apa-apa jika hanya di level sentuhan, tapi kita hanya akan menyusahkan Master jika kita melakukannya sungguhan.

"Aku tidak percaya diri dalam membuat sesuatu dengan tanganku."
"Itu tidak harus buatan tangan sendiri, bukan? Yang penting adalah perasaan dan pemikiran yang kau curahkan untuk hadiah Satou."

Mii-chan memberikan saran serius kepada Karina-tan yang tampak cemas.

"Un, lalu bagaimana dengan yang seperti ini?"

Hikaru-tan mengeluarkan buku dari [Inventory] miliknya.

"I-itu! Kisah Pahlawan Pendiri-sama!"
"Buku Siluman yang bahkan tidak ada di Perpustakaan Saga Empire?"

Karina-tan terkejut, Putri Sistina - Tina-sama memberikan penjelasan tentang betapa langka itu [Kisah Pahlawan Pendiri]

"H-Hikaru-sama, bisakah kau membiarkan aku melihatnya sebentar?"
"Tentu saja. Ini adalah sesuatu yang dipaksakan kepadaku selama pelatihan pencucian otak setelah aku dipanggil oleh Saga Empire. Kau bahkan dapat menyalin seluruh buku nanti jika kau mau."

Oh benar, Hikaru-tan mengalami hari-hari yang sulit di awal, diperlakukan sebagai pahlawan yang gagal oleh Saga Empire dan sebagainya.

"Aku akan memilih buku juga kalau begitu. Aku baru saja mendapatkan buku sihir yang bahkan tidak dimiliki oleh Arsip Terlarang."
"Aku penasaran!"

Aku mendekati Tina-sama dengan kata 'ingin' tertulis di mataku.
Tentu saja dia tidak mengerti referensinya, tetapi dia setuju untuk membiarkanku melihat sekilas buku sihir sebelum memberikannya pada master. Aku bisa meminjamnya dari Master nanti jika aku ingin membacanya sepenuhnya.

"Karina-tan, kau juga akan menghadiahi buku? Keluarga Muno punya koleksi pahlawan yang benar-benar luar biasa, bukan?"
"Ya, koleksi buku kami yang berhubungan dengan pahlawan adalah nomor satu di Shiga Kingdom."

Cahaya kembali menyala di mata Karina-tan.

"Pendragon."

Mia memberi petunjuk.

"Pendragon - itu desuwa! Aku akan memberikan 『Tujuh Ujian Pahlawan Orion』 kepada Satou! "

Sebuah kisah asal usul nama keluarga Master, itu hadiah yang bagus.

"U-um!"

Sementara aku berpikir keras tentang hadiahku sendiri, Zena-tan berbicara dengan keras.

"Ada apa, Zena-tan?"
"Aku pikir semua hadiah itu terdengar indah, tapi karena ini adalah peringatan untuk Satou-san, aku pikir akan lebih baik jika itu adalah sesuatu yang kita semua buat bersama."
"""Ah."""

Uuh, kita terlalu fokus pada bagian hadiah saat ini. Aku lupa kita sedang berbicara tentang [Peringatan Perdamaian Dunia]. Itu nyaris saja.

"Kurasa itu seharusnya bukan sesuatu yang bisa habis seperti makanan kalau begitu?"
"Kita mungkin harus menghindari hal-hal yang tidak bertahan lama."

Semua orang yang bekerja bersama untuk memasak hidangan akan bagus untuk dibuat menjadi cd drama, tapi itu tidak terasa tepat untuh hadiah [Peringatan].

Beberapa menyarankan pertunjukan teater atau pertunjukan musik, tetapi itu semua ditolak karena alasan yang sama dengan makanan.
Semua orang menyuarakan pandangan mereka satu demi satu.

"Bagaimana dengan surat terima kasih?"
"Kedengarannya bagus, tapi itu tidak menyelesaikan permasalahan [Semua Orang]."

Kita tidak akan pernah selesai.

"Bagaimana jika kita semua menulis kata-kata kita sendiri untuk Satou-san di papan tanda tangan dan memberikannya padanya?"
"Seperti papan tanda tangan artis?"
"Benar, benar. Seperti sesuatu yang kau lihat dalam upacara kelulusan."

Yah, mungkin itu hadiah terbaik untuk Master sekarang setelah dia menjadi dewa dan melampaui batasan sebagai seorang manusia.
Melampaui binatang buas dan manusia, dan - kalimat dari gabungan robot terlintas di pikiranku, tapi aku tidak mengatakan itu keras-keras karena aku tidak yakin bagaimana Hikaru-tan akan membalasnya.
<TLN : Ehm, mimin sama sekali gak paham ini referensi dari mana>

"Merepresentasikan kata-kata, itu ide yang bagus!"
"Agak memalukan, tapi aku akan menaruh perasaanku pada Satou dengan kata-kata desuwa."
"Ehehe, menyampaikan kata-kata kepada Master, itu seperti surat cinta."
"Jangan ragu untuk menulis surat cinta. Aku memberimu izin noja."

Semua orang bereaksi lebih baik dari yang diharapkan, mungkin karena tidak ada budaya mengumpulkan tanda tangan di sini.

"Yah, karena semua orang sepertinya setuju, mari kita berikan kumpulan tanda tangan kalau begitu."
"Uy uy, dan untuk papannya -"
"Ini dia, apakah cukup?"

Mii-chan menghasilkan papan tanda tangan besar entah dari mana.
Nama Jepang pembuatnya tertulis di belakangnya, tetapi karena menanyakan hal ini kepadanya sepertinya akan butuh waktu lama, aku mengabaikannya seperti Master biasanya.

"Karena ini adalah papan tanda tangan, kita semua hanya bisa menuliskan 64 karakter per orang."
"Perasaan penuh gairah Pochi tidak bisa diungkapkan dengan kalimat sependek itu nodesu!"
"Tunjukkan bagaimana cara memuat perasaanmu dalam beberapa kata jika kau benar-benar ingin menjadi seorang novelis!"
"... Ya nanodesu. Pochi akan melakukan yang terbaik, nodesuyo?"

Ini akan sulit bagi seseorang pecinta kalimat panjang seperti Pochi, tapi tolong berikan semua kemampuanmu.

"Apakah gambar tidak masalah ~?"
"Tidak apa-apa, tapi kau tidak bisa menggambar sesuatu yang terlalu besar."
"Iya."

Membiarkan semua orang menulis di papan tanda tangan seperti itu kemungkinan besar akan menjadi bencana, jadi aku membuatnya sehingga semua orang punya lembar mereka sendiri untuk diletakkan di atas kertas. Aku meminta Mii-chan untuk mengambilkan kertas untuk semua orang.
Hikaru-tan mendapat kehormatan menulis [Memperingati Perdamaian Dunia, untuk Satou-san] menggunakan kaligrafi. Dia punya tulisan tangan yang tak terduga rapi.

"Aku sudah melampaui batas kata lagi. Ini sulit."
"Unyunyu, kata-kata itu bebas, furidamu nanodesu."

Perasaan Liza-san dan Pochi yang meluap-luap sepertinya tidak bisa diungkapkan dalam batasan kata.

"Dengan batasan kata ini, aku sudah menggunakan setengahnya hanya untuk kalimat pembuka."
"Yah, ini merepotkan."

Karena pendidikan mereka, Tina-sama dan Sera-tan juga akan menyia-nyiakan batasan kata seperti halnya menulis surat biasa.
Dengan aku dan Hikaru memberi saran, kami entah bagaimana berhasil menyelesaikan semua kata-kata kami sebelum hari berganti.
Gambar Tama adalah ilustrasi semua orang dengan Master di tengahnya. Ini seperti sesuatu yang Kau lihat dalam peringatan akhir dari anime.

"Arisa, kau yang terakhir."

Area terakhir yang tersisa nyaris tidak muat.

"BAIK."

Aku melakukan yang terbaik untuk menuliskan perasaanku di paruh pertama batasan karakter.
Aku telah memutuskan apa yang akan kutulis untuk kalimat terakhir.

『Jaga kita baik-baik selamanya, Master!』


Note :
Uuh, mimin kanget nge-translate ini novel :'v perlukah mimin re-re-re-re- re read lagi? 
Yayaya, pdfnya masih bakal tetep dibuat kok :v sabar ya~


PREVIOUS CHAPTER      TOC      NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar