Minggu, 24 November 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 10 : Chapter 1 - Pahlawan Tujuh Bintang

Volume 10
Chapter 1 - Pahlawan Tujuh Bintang


“Ayo, Tuan Iwatani. Orang-orang Melromarc memberikanmu apresiasi. Tolong, melambai pada mereka. "

"Ya, ya. Tentu."

Apresiasi yang dilebih-lebihkan seperti itu memiliki efek sebaliknya. Itu membuat semuanya terasa begitu dibuat-buat.

"Terima kasih, Pahlawan Perisai!" 
"Pahlawan!"

Itu seperti sambutan pahlawan sungguhan, dengan kerumunan melambai kepadaku saat kami menuju kastil menaiki kereta yang disiapkan oleh ratu.

Mereka adalah sekelompok penjilat!

Hal-hal seperti anime dan sejarah telah mengajariku kalau hal semacam ini hanyalah bagian alami dari cara kerja kesadaran kolektif. Aku menghibur mereka dan melambai kembali secukupnya. Tetapi jika itu dua atau tiga bulan sebelumnya, sambutanku mungkin akan dipenuhi sampah yang dibuang ke arahku.

Lagipula aku adalah Shield Demon.

Setelah kami mengalahkan gelombang pertama, ada orang yang memelototiku seakan-akan aku tak pantas berada di sini. Aku tahu aku harus senang bahwa aku akhirnya mendapatkan penghargaan yang pantas, tapi itu masih sangat menggangguku.

Aku penasaran berapa banyak waktu yang telah berlalu di dunia ini sejak kami menyeberang ke dunia lain. 

"Ngomong-ngomong, Ratu ..."
"Iya?"

"Sudah berapa lama sejak aku pergi?"

Aku sudah membuat titik patokan, tapi aku masih ingin memastikannya lagi. Ada kemungkinan kalau waktu sudah berjalan lebih lama, seperti dalam kisah Urashima Taro — Rip Van Winkle Jepang.

"Dua setengah minggu."
 "Oh benarkah?"

Aneh. Rupanya waktu berlalu lebih cepat di dunia Kizuna . kau bisa melihat kejutan di wajah Raphtalia dan Rishia ketika sang ratu mengatakan itu baru dua setengah minggu.

"Memang kenapa?"

"Sekitar satu bulan telah berlalu saat kita mengikuti musuh di dunia lain."
"Aku mengerti. Tak kusangka akan ada perbedaan seperti itu ... "

Aku tidak yakin apakah itu hal yang baik atau buruk, tapi kupikir itu berarti kami sudah menghemat waktu ... mungkin?

Kami akhirnya tiba di kastil dan dibawa ke ruang tahta. 

"Apa yang terjadi dengan pasukan koalisi?"

"Semua anggota bekerja keras untuk membangun kembali negara mereka masing-masing."

Kerusakan yang dilakukan oleh Roh Kura-kura memang mengerikan. aku telah melihat bekas pertempuran yang ditinggalkan. Kami telah berhasil mengalahkan Roh Kura-kura di Melromarc , tapi mayatnya yang besar masih tergeletak di tanah kosong dengan reruntuhan yang membentang di belakangnya.

“Mari kita tinjau situasi saat ini. Saat ini, semua jam pasir naga di seluruh dunia terhenti.”

"Jam pasir merah di layar statusku juga sudah berhenti."

"Tapi jam pasir lainnya menunjukkan waktu sekitar tiga setengah bulan." Ruangan itu terasa suram.
“Tiga setengah bulan itu adalah batas waktu kita. Kita perlu menyelesaikan persiapan untuk pertempuran dengan Phoenix sebelum itu. "

Kami sudah tahu kalau Phoenix akan terbangun kembali.

"Ada lagi. Kami mempelajari sesuatu di dunia tempat kami terakhir setelah mengejar Kyo, musuh yang mencuri energi Roh Kura-kura.”

Aku memberi tahu ratu apa yang kami temukan di dunia Kizuna.

Di dunia Kizuna, legenda mengatakan gelombang sebagai fenomena yang dihasilkan dari penyatuan dua dunia. Dikatakan bahwa jika penyatuan ini selesai maka batas-batas antar dunia akan menghilang dan pada akhirnya mengarah pada kehancuran dunia.

Untuk mencegah hal itu terjadi, para pahlawan yang dikenal sebagai pemegang vassal weapon menyelinap ke dunia lain melalui celah dimensi yang diciptakan oleh gelombang dan berusaha untuk membunuh para pahlawan dunia lain yang memiliki senjata suci, karena para pahlawan itu adalah pilar dunia.

Keributan terjadi di antara para penasihat ratu. 

"Dan apakah semua ini fakta?"
"Jujur, aku pikir itu semua cukup diragukan," aku melanjutkan.

 “Mereka belum benar-benar melakukannya, dan salah satu senjata suci di sana ... salah satu dari empat pahlawan mereka tidak memiliki kemampuan untuk bertarung melawan orang lain. Jika itu benar, tentunya keempat pahlawan itu harus unggul dalam pertempuran melawan orang lain, bukankah begitu?”

Meskipun, itu sebenarnya mungkin benar. Namun untuk beberapa alasan, Kizuna menolak untuk menerimanya.

“Kami memang menemukan sesuatu di dunia itu yang tampaknya memberikan penjelasan berbeda tentang gelombang. Rishia."

"Y ... ya!"

Rishia mengeluarkan naskah yang Kizuna dan yang lainnya telah berikan padanya dan menunjukkannya kepada ratu.

“Kami tak yakin apa arti teks itu, tapi kebanyakan dari gambar itu tampaknya terkait dengan  gelombang. Jika kita bisa mengartikan teksnya, kita mungkin akan mendapatkan sesuatu.”

"Dimengerti. aku akan menugaskan orang-orang yang ahli menguraikan hal-hal seperti itu dari seluruh negara."

“Aku ingin kau menempatkan Rishia dalam tim itu. Dia sudah belajar bahasa dunia itu, dan dia tampaknya sangat pandai dalam hal semacam ini.”

Terus terang, dia sepertinya lebih baik dalam hal itu daripada bertarung. 

"Fehhh ..."

“Glass dan yang lainnya mengandalkanmu. Lakukan yang terbaik.” Aku harus mempersiapkannya untuk dapat menghadapi tantangan apa pun.

“Selain naskah itu, aku juga berbicara dengan salah satu dari empat pahlawan di sana dan kami mendapatkan kesimpulan. Glass dan L'Arc setuju untuk gencatan senjata, meskipun hanya sementara. Jadi bahkan jika kita bertemu mereka lagi, kemungkinan kita bertarung sangat rendah.”

"Dimengerti. Dengan terhentinya gelombang untuk sementara waktu, tampaknya kita bisa menurunkan kewaspadaan dalam situasi saat ini.”

“Kami juga membawa kembali beberapa barang dari dunia lain. aku tak yakin apakah mereka akan berfungsi dengan baik di sini, tapi ada berbagai macam barang menarik.”

Aku menunjukkan kepada ratu sekantong barang yang kami terima dari Kizuna dan yang lainnya. Jika semuanya bekerja, barang-barang itu tidak hanya akan membantu kita menghadapi gelombang, tapi kita juga dapat membuat keuntungan dengan mudah. Ada peralatan yang bisa meniru fungsi drop legendary weapon, serta the Scroll of Return, juga dikenal sebagai Return Transcript, yang setara dengan Skill teleportasi dan bisa menteleport pengguna ke jam pasir naga seperti pada saat Gelombang.

"Nah, ada sesuatu yang penting yang ingin aku bicarakan sebelum hal lain."

Aku mendekat ke arah ratu untuk memberikan saran, atau mungkin sebuah permintaan.

"Selama tiga setengah bulan ke depan, sangat penting bagi kita untuk pulih dari kutukan hasil pertempuran kita."

Tepat sekali. Saat ini statistik Filo, Raphtalia , dan aku telah menurun secara drastis karena efek lanjutan dari All Sacrifice Aura. Yang lebih buruk lagi, pemulihannya memakan waktu yang lama.

"Aku tidak tahu ..."

Sejujurnya, kondisi kami sangat buruk. Kami tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan maksimal sampai sepenuhnya pulih dari kutukan. Bahkan pertempuran normal kemungkinan akan sangat sulit sekarang.

Menurut dokter di dunia Kizuna, pemulihan akan memakan waktu sekitar tiga bulan. aku berencana mencoba berbagai metode untuk memulihkannya, tapi kami masih harus bertahan dengan statistik yang berkurang entah bagaimana caranya sampai kami sepenuhnya pulih.

Tetap saja, itu terlalu buruk, karena aku tahu kalau aku menjadi sangat kuat setelah bertemu dengan para pahlawan lain untuk membahas metode peningkatan kekuatan kami. Untungnya kekuatan pertahananku telah terhindar dari efek kutukan, jadi kita mungkin masih bisa mengatasinya entah bagaimana.

"Dalam tiga setengah bulan, segel Phoenix akan rusak, dan pertempuran yang akan kita hadapi setelah itu mungkin akan semakin sulit juga."

Aku pernah mendengar bahwa monster yang lebih kuat di dunia Kizuna ada hubungannya dengan gelombang. Situasi perlahan semakin memburuk, jadi para pahlawan sangat diperlukan. Tidak mungkin aku bisa menangani semuanya sendiri, dan Raphtalia tidak bisa menghadapi semuanya, bahkan jika dia memang memiliki katana dari vassal weapon sekarang.

Aku telah berbincang dengan Fitoria juga.

Paling tidak, kami membutuhkan lebih banyak solidaritas di antara keempat pahlawan.

“Mempertimbangkan apa yang akan terjadi, kupikir para pahlawan perlu berkumpul dan berdiskusi lagi. Keempat pahlawan dan vassal weapon ... err, pahlawan tujuh bintang, kurasa?"

Aku membayangkan bahwa istilah “pemegang vassal weapon”  mungkin sesuai dengan pahlawan tujuh bintang di dunia ini. aku ingin berbicara dengan mereka dan belajar tentang metode peningkatan kekuatan mereka, jika memungkinkan.

"..."

Sang ratu menutup mulutnya dengan kipas lipatnya setelah mendengar kata-kataku.

“Aku sudah mempertimbangkan kata-katamu, Tuan Iwatani. Dan untuk pertemuan dengan tujuh pahlawan bintang ... aku akan menghubungi Faubrey serta negara-negara lain dan melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya. "

Tanggapan ratu membuatku bingung. Hanya pahlawan tujuh bintang? Bagaimana dengan ketiga orang idiot itu — sisa dari keempat pahlawan itu?

"Tunggu sebentar. Keempat pahlawan ... apa yang terjadi dengan tiga lainnya?"

Ratu mengalihkan pandangannya ketika aku bertanya.

"Hei!"

"Aku ... aku sangat menyesal, tapi ... beberapa hari yang lalu ..."

Selain aku, keempat pahlawan itu terdiri dari Pahlawan Pedang, Pahlawan Tombak, dan Pahlawan Busur — Ren Amaki, Motoyasu Kitamura, dan Itsuki Kawasumi.

Mereka bertiga yakin kalau mereka berada di semacam dunia game dan bertindak sesuka mereka, hanya mengandalkan pengetahuan tentang game dari dunia mereka sendiri. Mereka telah berhadapan dengan Roh Kura-kura dan dikalahkan, setelah itu mereka ditangkap oleh Kyo dan digunakan sebagai sumber kekuatan untuk mengendalikan Roh Kura-kura. aku masih ingat Eclair dan wanita tua Hengen Muso itu membawa mereka sebelum kami pergi ke dunia lain.

Bagaimanapun, inilah yang terjadi menurut ratu.

Para pahlawan belum bangun dan tetap tidak sadar di rumah sakit sampai beberapa hari yang lalu, ketika ada laporan dari rumah sakit bahwa masing-masing dari mereka telah sadar kembali. Menurut dokter penguji, masing-masing pahlawan diberi tahu apa yang telah terjadi dan akhirnya menyadari bahwa mereka telah berhadapan dengan Roh Kura-kura dan dikalahkan.

"Lalu?"

"Pada hari yang sama ketika mereka bangun ... Aku diberitahu bahwa malam itu, semua pahlawan tiba-tiba menghilang ..."

Aku bisa merasakan pipiku berkedut.

Pahlawan bodoh itu! Mereka pasti melarikan diri menggunakan Skill teleportasi mereka! aku tidak tahu mengapa mereka lari. Itu tidak seperti mereka telah melakukan sesuatu yang buruk ... Meskipun itu benar mereka telah membuat diri mereka terlihat sangat buruk.

“Kami telah menahan informasi, tapi masih ada desas-desus kalau kekalahan tiga pahlawan lainnya adalah salah satu alasan meningkatnya kekuatan Roh Kura-kura. Situasi para pahlawan lainnya cukup mengkhawatirkan.”

"Ugh ... Aku tidak tahu ke mana mereka pergi, tapi tolong pastikan bahwa mereka aman, jika memungkinkan."

"Aku akan melakukan yang terbaik. Namun, mungkin saja jika mereka merasa disalahkan atas kehancuran yang terjadi, mereka mungkin akan berperilaku gegabah. aku telah memerintahkan agar mereka ditangani dengan hati-hati.”

Astaga ... Berapa banyak masalah yang mereka butuhkan sebelum mereka puas? Dasar bodoh!

"Kita harus mempertimbangkan kemungkinan kalau negara lain mungkin mencoba untuk mengambil keuntungan dari kerentanan emosional para pahlawan yang dihasilkan dari kekalahan untuk mendapatkan dukungan mereka dan mengamankan posisi negara."

"Ah, jadi ada kelompok yang mungkin mencoba sesuatu seperti itu."

“Tentu saja, tindakan seperti itu akan dikritik dengan keras. Kami tidak akan diam, Faubrey juga tidak, aku yakin. ”

"Umm ... Itu negara besar yang pertama kali mencoba memanggil keempat pahlawan, kan?"

"Iya. Negara ini terlibat erat dengan empat pahlawan. Jika negara lain mencoba melakukan hal seperti itu tanpa persetujuan Faubrey, perang kemungkinan tidak akan terhindari.”

Aku berpikir kalau perang dan semua kekacauan itu kurang menjadi masalah di sini daripada di dunia Kizuna, tapi aku kira hal semacam itu bisa terjadi kapan saja.

Jadi, jika para pahlawan melarikan diri ke negara yang berusaha mendapatkan dukungan mereka, mereka akan berisiko digunakan sebagai instrumen politik. aku telah menolak undangan semacam itu tanpa menyadarinya dan oleh karena itu tidak ada yang mengundangku, tetapi orang-orang itu pasti senang pada sesuatu seperti itu. Mereka memang sekumpulan orang tidak berguna! Tentu saja, aku tidak punya hak untuk berbicara karena aku adalah bagian dari kelompok mereka.

Jadi untuk saat ini, yang bisa kita lakukan adalah memanggil pahlawan tujuh bintang. aku tidak yakin apakah aku harus menganggap mereka teman atau musuh, tapi aku perlu bertemu dan berbicara dengan mereka. Penting bagi kami untuk berbagi metode peningkatan kekuatan kami.

Tentu saja, ada masalah apakah mereka mau bicara atau tidak. Selalu ada seseorang seperti Kyo dari dunia Kizuna, jadi aku tidak yakin apakah pahlawan tujuh bintang itu bisa dianggap sebagai sekutu. Tetap saja, aku harus membuat mereka berbagi metode peningkatan kekuatan mereka entah bagaimana untuk menebus statistikku yang turun karena kutukan.

“Aku mengerti mengenai kondisi para pahlawan. Selain itu, dengan tingkat kerusakan seperti ini... apakah pemulihan dapat dilakukan?”

Setelah mendengar pertanyaanku, ekspresi ratu dan penasihatnya menjadi semakin suram. Jadi kondisinya benar-benar seburuk itu.

"Tentara koalisi sendiri menderita kerugian yang signifikan selama serangan dan pengalihan perhatian Roh Kura-kura."

"Maaf aku tidak bisa melindungi mereka."

Sebagai Pahlawan Perisai, adalah tugasku untuk memikirkan bagaimana mencegah korban dan bertindak sesuai dengan itu. Namun, masih ada banyak kerugian.

"Oh, tidak ... Mereka di sana karena mereka ingin, aku yakin. Setiap orang yang berpartisipasi dalam serangan telah menunjukkan bahwa berkat Pahlawan Perisai, ada di antara mereka yang bisa melarikan diri hidup-hidup.”

"Yah, aku senang mendengarnya."

"Negara-negara tetangga kita juga mengalami pukulan berat dan pemulihan kemungkinan akan membutuhkan waktu."

"Aku mengerti."

"Sejujurnya, memberikan bantuan padamu juga akan sedikit lebih sulit sekarang, Tuan Iwatani."

Aku tidak bisa berdebat dengan itu. Jika mereka dapat terus memberikan bantuan dalam jumlah besar bahkan setelah menderita kerusakan parah seperti itu, aku akan curiga dari mana uang itu berasal.

"Kami akan memberikan bantuan apa yang kami bisa, tapi dibandingkan dengan apa yang kami rencanakan semula ..." 

"Ya, aku mengerti. Jika aku butuh uang, aku akan menyelesaikannya sendiri. ”

Sebaliknya, aku mungkin seharusnya membantu mengumpulkan dana rekonstruksi. aku memutuskan untuk melaksanakan rencana yang telah aku pertimbangkan.

"Hei, bantuan tidak harus berupa uang, kan?"

"Memang. Faktanya, bentuk bantuan lain tentu akan lebih disukai mengingat situasi kita saat ini.”

Ini terkait dengan masalah yang aku sadari saat memimpin pasukan koalisi dan sesuatu yang telah aku pikirkan untuk sementara waktu.

"Kalau begitu, bagaimana kalau kau memberiku wilayah?"

Tepat sekali. Melihat Kizuna dan yang lainnya membuatku berpikir tentang cara penanganan gelombang. Pada saat yang sama, aku pikir itu adalah hal terbaik yang bisa aku lakukan untuk menunjukkan rasa terima kasihku kepada Raphtalia. Jika dunia sudah mencapai kedamaian, aku tidak berencana untuk tetap tinggal disini seperti orang bodoh. aku akan kembali ke duniaku sendiri tanpa ragu-ragu. Tapi bagaimana dengan Raphtalia?

Bagi Raphtalia, dunia ini adalah rumahnya. Dia memercayaiku dan terus bersamaku di saat-saat baik dan buruk, jadi dia layak mendapatkan tempat di mana dia bisa menjalani kehidupan yang bahagia.

"Suatu wilayah? Itu bukan masalah, tapi bolehkah aku bertanya mengapa? Sampai sekarang, kau telah ... Maafkan kekasaranku, tapi kau tampaknya acuh tak acuh tentang hal-hal seperti itu. "

Aku pikir aku harus memberinya alasan resmi.

“Pahlawan di dunia lain telah melatih sekelompok temannya untuk menghadapi gelombang tanpa bantuan para pahlawan. Setelah mempertimbangkan dengan seksama, aku percaya kita perlu melakukan hal serupa.”

Pada akhirnya, kitalah yang mengalahkan Roh Kura-kura, tetapi karena kemampuanku terbatas pada pertahanan, masuk akal bahwa sekutu akan menjadi semakin penting.

"Aku mengerti alasanmu, Tuan Iwatani."

“Tanpa pasukan koalisi, kita akan kalah dari Roh Kura-kura. Itulah faktanya, selamat dari gelombang terbukti sulit dengan pasukan koalisi seperti sekarang. Sejujurnya, mereka lemah. "

"Ugh ..."

Para ksatria yang penuh dengan kebanggan bisa sulit untuk ditangani.

“Aku mengatakan kekuatan militer keseluruhan pasukan lemah. Mengingat hubungan Roh Kura-kura pada gelombang, ada kemungkinan yang sangat tinggi bahwa monster yang lebih kuat akan muncul. Itu sebabnya aku ingin membangun pasukan pribadi yang siap menghadapi gelombang. aku membutuhkan uang juga, dan suatu wilayah akan menjadi dasar untuk semua ini. "

"Itu masuk akal. aku mulai memahami garis pemikiranmu, Tuan Iwatani. Bagaimanapun juga, kami perlu memberi penghargaan padamu, jadi ini adalah kesempatan bagus.”

Sang ratu menutup kipas lipatnya dan mengeluarkan peta.

“Di suatu tempat yang dekat dengan kota benteng mungkin akan menjadi yang terbaik. Apakah kau memiliki tempat yang kau inginkan? "

" Di sini.”

Tanpa ragu, aku menunjuk ke daerah pantai di dekat pelabuhan. Pelabuhan tempat kami berangkat menuju ke pulau Cal Mira. 

"Apa ...?"

Raphtalia ingin mengatakan sesuatu tapi dia menahan diri.

“Hmm ... Area itu ... Ya, di situlah Nona Seaetto saat ini menjabat sebagai gubernur.” 

“Maksudmu Eclair? Dia mendapatkan sesuatu lebih daripada yang aku harapkan.”

"Iya. aku telah merencanakan untuk membantu rekonstruksi di wilayah itu juga, tapi menurut laporan, situasi saat ini ... kedengarannya tidak terlalu menjanjikan. "

"Aku mengerti…"

Aku pernah mendengar kalau daerah itu telah mengalami kerusakan parah saat gelombang pertama, yang terjadi sebelum aku dipanggil. aku sudah melewatinya beberapa kali. Itu adalah daerah terpencil yang dipenuhi dengan bangunan yang ditinggalkan. Aku tidak yakin apakah itu karena gelombang, tapi bahkan tanaman disana layu. Rekonstruksi akan menjadi tugas yang sulit.

Dan juga baru dua setengah minggu sejak bencana terakhir.

“Aku ingin merekomendasikan daerah lain, jika memungkinkan. Daerah itu menderita kerusakan besar dalam gelombang pertama.”

"Aku akan mengembangkan lahan itu. Akan lebih mudah untuk melakukan hal-hal dengan caraku di sana daripada di tempat yang sudah dikembangkan, seperti daerah dekat kastil. Itu lokasi yang sempurna."

"Dimengerti. Sekarang, karena kau akan memiliki wilayah, kau harus diberi peringkat yang sesuai.”

“Aku berencana untuk kembali ke duniaku sendiri setelah gelombang berakhir. aku tidak membutuhkan pengganti. Bahkan, kau harus mengembalikan wilayah itu ke Eclair pada saat itu. Sebenarnya ... Jika dia membiarkan aku melakukan sesuatu dengan caraku sendiri, aku tidak akan keberatan jika dia tetap menjadi gubernur. "

Eclair bukanlah orang asing bagiku, dan aku pikir dia akan setuju, mengingat dia sudah menunjukkan tekad yang sungguh-sungguh untuk berteman dengan demi -human.

“Aku tidak bisa membiarkan itu. Tuan Iwatani, jika kami tidak bisa memberi penghargaan yang sesuai kepadamu, maka itu bisa menjadi alasan negara lain untuk menyerang Melromarc."

Aku sedang diceramahi oleh ratu untuk beberapa alasan. 

"Aku akan memberimu pangkat Count."

"Tunggu sebentar…"

Fakta bahwa perisaiku telah menerjemahkan kata-katanya sebagai Count, bukankah itu adalah pangkat turun menurun?

Aku tahu tentang peringkat dan pangkat bangsawan dari beberapa manga tentang bangsawan yang telah aku baca sejak lama. Manga dibuat pada awal periode modern dan bukan pada Abad Pertengahan, tapi itu masih akurat ...

Duke, Marquess, Count, Viscount, dan Baron.

Ini dikenal sebagai lima pangkat bangsawan dan tersusun dari peringkat tertinggi ke terendah.

Gelar-gelar bangsawan umumnya dibagi menjadi dua kategori: turun temurun dan teritorial. Di duniaku ... Di Eropa, memiliki wilayah biasanya berarti memiliki gelar, dan mereka yang memerintah wilayah secara kolektif disebut sebagai bangsawan ... atau sesuatu seperti itu.

Itu berarti kalau para anggota bangsawan yang memiliki banyak wilayah tentu saja akan memiliki banyak gelar juga. Dan memiliki gelar berarti kau adalah anggota bangsawan yang memiliki setidaknya 10.000 hektar tanah.

Tapi aku tidak yakin apakah semua itu berlaku juga di dunia ini.

“Selalu ada kemungkinan kau akan memiliki anak, Tuan Iwatani. Kita harus mengingatnya. Mungkin, misalnya ... dengan Melty."
<Ryu: CUYY kode keras dari ibunya njirr. Hahaha :v>

"Tidak akan terjadi."

Apakah dia benar-benar ingin aku dan Melty menikah? Gadis itu masih bocah. Tidak mungkin aku akan merasakan hasrat seksual apa pun kepada bocah berusia 10 tahun.

"Mohon tunggu sebentar. Kita harus melakukan upacara pemberian gelar. "

"Sungguh menyebalkan ... "

“Memang, tapi martabat negara kita dipertaruhkan. Formalitas dan imbalannya harus sesuai dengan kinerjamu."

Aku benar-benar tidak bisa memperdebatkannya, jika mereka hanya menyerahkan sejumlah uang kepada pahlawan, yang telah mengalahkan penjahat utama yang menyebabkan begitu banyak kerusakan, tidak akan terlihat terlalu bagus.

"Untuk berpikir kalau Pahlawan Perisai — yang dipuja oleh para demi -human — akan meminta wilayah Seaetto, yang dikenal karena menerima para demi- human bahkan di Melromarc ... Yah, ayah Nona Eclair cukup populer, dan seorang lelaki yang sangat aku percayai."

Ratu telah benar-benar melihat rencanaku. Dia terus melirik Raphtalia. 

“Ini mungkin baik untuk publik juga. Aku mengandalkan mu."
"Jangan terlalu berharap."

Ratu memberiku pedang upacara.
<TLN : Pedang upacara ini pedang khusus yg biasanya digunakan untuk upacara sumpah, kenaikan pangkat, pemberian penghargaan dsb dikerajaan>

Biasanya, itu akan ditolak oleh perisai, tapi itu tidak masalah selama aku tidak punya niat untuk bertarung. Aku mengeluarkan pedang dari sarungnya dan menyerahkannya kepada ratu, yang kemudian akan menepuk bahuku dengan pedang sebagai bukti pemberian gelar. Upacara akan selesai setelah itu.

"Kami dengan ini memulai penganugerahan gelar pada Perisai Pahlawan, Naofumi Iwatani!" 

Para ksatria kastil membunyikan instrumen mirip terompet mereka.

Aku berjalan dengan percaya diri melalui pintu dan masuk ke ruang tahta menuju ratu yang menunggu. Aku kemudian mengambil pose yang sangat gagah dan menundukkan kepalaku sebelum mengeluarkan pedang di sampingku dan menyerahkannya kepada ratu.

"Sesuai dengan adat negara ini, dengan ini aku memberimu pangkat Count sebagai pengakuan atas upaya mulia terakhirmu.” Sang ratu mengembalikan pedang kepadaku.

"Aku menantikan kesuksesanmu yang berkelanjutan."

Aku mengembalikan pedang itu ke sarungnya dan berdiri.

"Dan itu saja. Sejujurnya, aku lebih suka melakukan upacara pada skala yang jauh lebih besar, tapi ..."

"Terlalu banyak masalah."

“Aku sudah menduga itulah tanggapanmu, jadi aku membuatnya sederhana. Bagaimanapun juga, aku berencana untuk membuat ini diketahui masyarakat.”

"Ya, ya."

Aku punya perasaan kalau hari-hariku berkeliaran di jalanan kota kastil sudah berakhir.

Itu mengingatkanku, di mana Sampah? Aku belum pernah melihatnya lagi sampai sekarang. Apakah dia masih ada?

Sampah adalah suami ratu dan telah melayani sebagai Raja secara langsung tanpa kehadirannya. Dia memiliki nama lain, tapi telah diubah menjadi Sampah sebagai hukuman atas tindakannya. Dia adalah salah satu pelaku yang bertanggung jawab karena menyusahkanku atas alasan agama.

Itu dia. Dia memelototiku dengan jijik.

Dia tidak bisa mengatakan apa-apa karena ratu mengawasinya. Atau itulah yang kupikir ... Melihat lebih dekat, aku perhatikan dia mengenakan kerah.

"-!"

Oh Dia menyentuh kerah seolah ingin mengatakan sesuatu. Tampaknya semakin ketat. Ini situasi yang lucu. aku menertawakannya.

"—— !!"

Dia tampak sangat marah sekarang, tapi setiap kali dia mencoba berteriak, kerah itu mengencang dan membungkamnya sebelum dia bisa mengeluarkan suara. Ini hiburan yang berkualitas!

"Tuan. Naofumi ...?”

Raphtalia berteriak seolah-olah ingin menegurku. Rupanya dia tidak memperhatikan kerah sampah.

"Mau bagaimana lagi? Itu sangat lucu! Lihat itu. ”

“Huh… itu sama seperti kau, Tuan Naofumi.” Suara Raphtalia diwarnai dengan ketidaksetujuan.

"Ah iya. Tuan Iwatani, kau menyebutkan bahwa kau ingin berbicara dengan tujuh pahlawan bintang. "

"Hah? Ya itu benar."

Ratu memandang Sampah, seolah menyiratkan sesuatu. Para ksatria di sekitar Sampah menyeretnya ke depanku dan memaksanya berlutut.

"Izinkan aku untuk memberi tahumu tentang salah satu pahlawan tujuh bintang." Mengapa dia mengatakan ini setelah menyeret Sampah ke sini?

“Pahlawan ini adalah karakter luar biasa yang sebelumnya dikenal sebagai Luge. Ketika Siltvelt berusaha mendominasi dunia dua puluhan tahun yang lalu, pahlawan inilah yang menyerang mereka secara langsung, menyelamatkan Melromarc dan banyak negara lain dalam prosesnya.”

"Itu reputasi yang menjanjikan."

Dua puluh tahun yang lalu berarti pahlawan itu seharusnya cukup tua sekarang. Memikirkan orang-orang yang kukenal, mungkin terbatas pada wanita tua, pedagang budak, atau pedagang aksesori. Dua yang terakhir tidak mungkin, tapi aku tidak akan terkejut jika ternyata wanita tua itu adalah salah satunya. Lagipula dia membuat perubahan drastis dan mengamuk setelah aku memberinya obat. Tetap saja, ada sesuatu yang tidak cocok.

"Meskipun menjadi Pahlawan Tongkat, pahlawan ini kemudian dikenal karena kecerdasannya yang tangguh, dan orang-orang menyebutnya sebagai 'Yang Mulia, Orang Bijak' ketika menceritakan kisah-kisah perbuatannya."

“- !!”

Sampah benar-benar mulai meronta-ronta karena suatu alasan.

Hmm ... Yang Mulia, Orang Bijak? Pasti pria yang cukup mengesankan. Jika dia sepintar itu, maka ... Aku menatap Rishia.

"Ayahmu?" 
"Fehhhh!"

Rishia menggelengkan kepalanya dengan tegas. Jadi itu bukan ayahnya.

"Apakah kau tahu siapa yang dia bicarakan, Rishia?"

"Ya, aku tahu. Itu dia. Raja adalah Pahlawan Tongkat Bintang Tujuh. "

" Hah? "

Tercengang, aku mengarahkan jari ke Sampah, yang masih berjuang karena suatu alasan.

"Berkat raja, Melromarc dan negara-negara lain masih ada sampai sekarang."

Sebentar. Dia mengatakan kalau Sampah —orang bodoh yang haus kekuasaan ini — adalah pahlawan tujuh bintang? Tidak mungkin! aku belum pernah melihatnya memegang tongkat apa pun. Dan Yang Mulia, Orang Bijak? Sungguh? Itu lebih seperti Sang Bodoh, Gila!

"Lelucon yang bagus Rishia. Kau hampir membuatku mempercayainya. "
"! "

Sampah mendengus dan memelototiku.

“Itu bukan lelucon. aku yakin ini semua pasti semacam tindakan yang direncanakan secara strategis. Ibu dan ayah selalu mengatakan bahwa Melromarc akan tetap damai dan aman selama ada raja di sini. "

"Dan itulah sebabnya ayah dan ibumu akhirnya kehilangan gelar bangsawan mereka."

 " Fehhh ..."

"Tuan. Naofumi !"

Raphtalia menegurku lagi. Tapi itu mungkin benar.

Jadi dari apa yang dia katakan, jika kita berbicara tentang duniaku, apakah dia seperti semacam ahli strategi militer terkenal? Apakah dia jenis karakter yang tidak bisa diremehkan karena dia selalu beberapa langkah di depan, dan bahkan jika dia bertindak bodoh, itu pasti akan menjadi semacam jebakan? Ya, aku tidak terjerumus hal itu.

"Aku mengerti. Pria itu, sebagai semacam umpan politik, kan?”

Aku menunjuk ke Sampah dengan menantang. Tidak tahan lagi, dia mengepalkan tangan dan menerjangku.

“Aku tidak akan membiarkannya! Icicle Prison! "

"!? "

Sekarang terbungkus dalam sangkar es, Sampah melotot ke arah ratu.

"Atau mungkin Sampah yang asli sudah mati, dan ini semacam penggantinya?" 
"Tidak. Itu semua adalah fakta. Benarkan, Sampah?”

"!"

"Ah iya. kau tidak dapat berbicara karena kerah itu. Pikirkan lagi, Tuan. Iwatani. Mengapa kau pikir aku menjadikan Bitch sebagai budakku tapi tidak melakukan hal yang sama pada Sampah? "

Dia benar. Sampah tampaknya telah menyerah dengan relatif cepat dan aku pikir itu sebabnya dia membiarkannya, tapi sekarang setelah aku piker lagi, mungkin hukumannya agak kurang memuaskan.

"Aku yakin kau sudah tahu ini, Tuan Iwatani, tapi tidak mungkin untuk memperbudak pahlawan suci atau pahlawan tujuh bintang. "

"Ah ... Jadi yang kau maksud adalah kau tidak bisa membuat Sampah jadi budak dan karena itu kau membuatnya diam dengan kerah. Tapi apakah kerah itu benar-benar berfungsi?”

"Iya. Tentu saja, dia dapat dengan mudah menghancurkannya jika dia mau, tetapi dia tidak melakukannya karena dia tahu dia akan dihukum karena melakukannya.”

Segera setelah ratu menyelesaikan kalimatnya, Sampah menghancurkan kerahnya. 

“Aku tidak tahan lagi! Perisai!!"

Dia menyebalkan seperti biasanya.

“Aku akan membiarkannya kali ini. Jadi begitulah. Aultcra —Sampah, maksudku. Beri tahu Tuan Iwatani bagaimana kau memperkuat tongkatmu.”

“Aku tidak akan pernah memberitahunya! aku ... aku menolak untuk menerima ini! Perisai, gelar Count? Benar-benar tidak bisa diterima! "

“Ya ampun, apa yang harus kita lakukan? aku ingin memintamu untuk setidaknya mengampuni nyawanya."

Saat dia mengatakan ini, sang ratu memberikan pukulan berulang ke wajah Sampah. Berbeda dengan perilakunya, aku mulai menikmati adegan ini, tapi secara realistis, akan sulit untuk membuat Sampah berbagi metode peningkatan kekuatannya. Dalam hal itu, membunuhnya, menunggu pahlawan tongkat baru muncul, dan meminta pahlawan baru akan lebih cepat. Tapi ratu itu memintaku untuk menunjukkan keringanan hukuman dan mengabaikan perilakunya. Ini sangat sulit.

"Ratu. Gunakan segala cara penyiksaan yang tersedia untuk membuatnya berbicara. Seorang pahlawan yang tidak memiliki niat memperjuangkan perdamaian dunia tidak layak untuk hidup. "

"Penghinaan! Aku akan-?!"

Ratu memerintahkan Sampah yang ternganga dan terdiam. 

"Dimengerti."

"Batas waktunya---"

Ratu menyela tepat ketika aku akan memutuskan berapa banyak waktu yang akan kuberikan. 

"Putriku Bitch memberikan masalah lain untuk kita."

Oh Apakah ada semacam perkembangan?

Metode pengingkatan memang penting, tapi itu bisa menunggu Bitch. Aku punya perasaan bahwa ratu sengaja mengubah topik pembicaraan, tapi aku selalu bisa membahasnya kembali nanti ketika aku mendapat kesempatan lain.

"Menurut catatan peristiwa yang diberikan oleh Tuan Kitamura setelah sadar, sepertinya sangat memungkinkan dia selamat."

“Itu masalah. kau harus menemukannya dan menangkapnya. "

Menurut Kyo, Motoyasu telah ditinggalkan oleh sisa partynya setelah menghadapi Roh Kura-kura. aku tidak ragu kalau dia selamat.

"Sesuai keinginanmu."

Aku tidak tahu apakah dia akan kembali ke Motoyasu. Lalu mungkin dia harus dieksekusi karena meninggalkannya di hadapan musuh?

“Aku harus berbicara dengannya sebelum hal lain. Bergantung pada hasilnya, kau mungkin akan menyukainya, Tuan Iwatani.”

“Itu akan sangat bagus. Heh heh heh ... "

Aku dan ratu tertawa bersama saat kami dengan diam-diam menyelidiki niat sejati masing-masing. 

"Tuan. Naofumi!"

"Ya, ya. Aku tahu."

Astaga, apakah dia tidak mengizinkanku untuk bersenang-senang sedikit? Raph - chan sepertinya tidak pernah keberatan.

"Rafu fu fu ..."

Berbicara tentang Raph - chan, dia telah meniruku selama beberapa menit terakhir dan ada Seringai menyeramkan di wajahnya.

"Bagaimanapun juga, aku punya banyak pertanyaan untukmu, Tuan Iwatani." 

"Aku tahu, tapi aku punya beberapa hal untuk diurus terlebih dahulu."

Kami baru saja kembali dari dunia lain, dan kami harus memulai persiapan.

“Mulai saat ini, Sampah dunia. Kau akan selamanya dikenal sebagai Sang Bodoh, Gila, Pembingkai Para Pahlawan. Bukankah itu bagus? Kau akan terkenal! "

“- !!!!”

Saat kami berjalan keluar dari ruang singgasana, Sampah menunjuk ke arahku dan berjuang keras dalam upaya untuk menghancurkan sangkar es. Aku tidak ragu dia ingin menyerangku, tapi tentara di sekitarnya tidak akan mengizinkannya. Ratu pasti tahu bagaimana menangani hal-hal seperti itu.

Tapi selain itu, apakah sampah itu benar-benar pahlawan tujuh bintang?




TL: Ryuusaku
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar