Kamis, 14 November 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 9 : Chapter 10 - Ketika Kepercayaan Menghilang

Volume 9
Chapter 10 - Ketika Kepercayaan Menghilang


“Kalian masuk ke labku dan menghancurkan barang-barangku! Kalian seperti ular.” 

“Itu berarti banyak yang datang mencarimu.”

“Ha! Kau memang selalu bodoh, bukan? Sangat menyebalkan.”

“Lagi-lagi, kau hanya mengambil kata-kata yang keluar dari mulutku.”

Dia kesal? Aku yang seharusnya kesal. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hidupku untuk orang ini!

“Sepertinya kau tidak mengerti seberapa banyak masalah yang kau buat. Aku datang untuk memastikan kau mendapatkan balasannya!”

“Ha! kau dan teman-temanmu dari dunia yang akan hancur terlepas dari apa pun yang terjadi! Aku hanya memanfaatkannya sebelum itu terbuang sia-sia. Kau harusnya berterima kasih!”

“Tidak. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menghancurkan dunia Naofumi, tidak saat Aku masih hidup. Kembalikan apa yang telah kau curi,” Kata Kizuna, melangkah maju.

“Yah, baiklah. bukankah itu pahlawan suci kita yang telah lama hilang!”

“Ya, Glass dan— Baiklah, bukankah kita semua akan berada dalam masalah jika kita kehilangan para pahlawan suci, atau vassal weapon? Siapa yang akan melindungi dunia kita dari Gelombang? Jika kau benar-benar berpikir bahwa kau sedang berjuang untuk dunia kita, maka kau tidak akan menyakiti kami.”

Jika teori semua orang benar, maka dunia tidak bisa kehilangan pahlawannya. Itu tidak berarti bahwa dia tidak bisa menyakiti kita.

“Masih akan ada tiga pahlawan suci yang tersisa setelah aku menyingkirkanmu. Kami akan baik-baik saja. Pikirkan semua penelitian yang telah Aku lakukan atas nama dunia ini. Setelah kau memahami Gelombang, itu bukanlah hal tidak terlalu buruk. Itu hanya sebuah pembaruan — pembaruan!”

Apa yang orang ini bicarakan?! Aku selalu mendengar bahwa kami tidak bisa membiarkan para pahlawan mati. Para pahlawan di dunia Kizuna bekerja dengan cara yang sama, atau begitulah yang Aku katakan. Apakah kita salah?

“Kyo!” Yomogi berteriak dan melangkah maju.

“Apakah benar bahwa kau mengambil kendali atas binatang pelindung dunia lain dan menggunakannya untuk menghancurkan dunia?” Kyo menyalak, memelototi Yomogi.

“Dan apakah kau mencuri energi binatang Itu dan kembali ke sini? Apakah kau melakukan ini pada pemegang vassal weapon? Apakah kau yang mengubah teman- temannya menjadi monster ?!”

“Sudah cukup! Hentikanlah, oke? ” 

“Kyo!?”

“Jangan mencoba dan mengajariku! Aku selalu mengatakan bahwa kau tidak pernah tahu kapan harus tutup mulut, bukan? Apakah kau pikir kau ibuku? Hanya karena kita sudah saling kenal untuk sementara waktu bukan berarti kau adalah istriku!” Kyo berteriak pada Yomogi, seperti bendungan yang pecah.

Warna kehidupan hilang dari wajahnya ketika Yomogi mendengar Kyo mencaci makinya.

“Kau selalu sangat menyebalkan! Kupikir memberimu senjata yang meledak Itu dan mengirimmu pada misi pembunuhan akan mengakhiri semuanya, tetapi sekarang kau telah membawa orang-orang ini langsung ke labku! Kau benar-benar menyebalkan!”

“Kau... tapi... jadi wanita-wanita ini, teman-teman pria yang memegang vassal weapon... atau ilmuwan Itu dari negeri lain... mengapa kau mengubahnya menjadi monster? Mengapa…”

“Apa yang harus Aku lakukan dengan barang bekas pria lain? Tentu, jika beberapa dari mereka ingin datang ke sisiku, aku hanya akan mengabaikannya.”

Barang bekas? Aku hampir tidak bisa mempercayai telingaku. Dia tidak bisa menyukai wanita yang telah bersama orang lain?

“Tapi senang melihat wajahmu lagi, Yomogi, jangan khawatir. Saat mereka membunuhmu, aku pasti akan membalas dendam! Semuanya akan baik-baik saja!”

Yomogi bergetar penuh amarah. Dia sudah lama percaya padanya, mendengar dia mengatakan hal-hal ini pasti sangat menghancurkan dirinya.

“Sepertinya aku salah tentang dirimu. Seharusnya aku tidak pernah mempercayaimu.”

“Hah? Sekarang kau akan membunuhku, hanya karena Aku tidak mengatakan apa yang ingin kau dengar? Kau gila! Aku bukanlah orang seperti yang kau inginkan!”

Semakin dia berbicara, semakin aku membencinya. Dia benar-benar tahu bagaimana membuatmu dalam suasana hati yang buruk.

Yomogi benar-benar peduli padanya, mengkhawatirkannya, mencoba memperbaiki jalannya ketika dia keluar jalur — dan sekarang dia memanggilnya Bitch?

Jika dia adalah Bitch, maka pria ini benar-benar akan hancur.

Dia adalah sampah, lebih buruk dari sampah - sampah dunia. Dia adalah versi laki-laki dari musuhku, Bitch.

Potongan sampah ini telah membunuh Ost dan menghancurkan misinya. Aku dipenuhi dengan amarah sehingga aku tidak bisa berpikir jernih.

Yomogi menghunuskan katananya dan mengarahkannya ke Kyo.

“Kau pikir kau benar-benar punya peluang untuk melawanku? Aku jenius!”

“Ini bukan tentang menang atau kalah. Aku harus menebus kesalahanku, karena mempercayai kebohongan dan meragukan kebenaran. Aku harus melakukannya sendiri. Aku harus melihatmu dihukum!” Yomogi berbalik untuk menghadap kami semua. “Kizuna dan teman-temanmu, dan kalian dari dunia lain, tolong, beri aku kekuatanmu. Kita harus menghentikan Kyo!”

“Kau tidak perlu bertanya padaku dua kali! Itu sebabnya kami datang,” Kata Kizuna.

“Benar sekali. Cukup bicaranya! Mari kita selesaikan ini dengan Kemenangan yang diwarnai penyesalan atas kesalahan langkah kita di masa lalu — cara apa yang lebih baik untuk mengalahkan si brengsek ini?”

Tentu, ada orang-orang seperti dia— orang-orang yang memujimu setiap kali mereka membuka mulut. Kapan pun kau memberi mereka kesempatan untuk berbicara, kau akan menyesalinya. Di satu sisi, dia mengingatkanku pada tiga pahlawan lainnya. Mengapa semua musuhku memiliki sifat yang sama seperti ini? Itu masih merupakan misteri bagiku.

Tapi aku tahu satu hal: tidak ada alasan untuk membiarkan orang brengsek ini pergi. Hanya ada satu hal yang harus kita lakukan. Buat dia bertanggung jawab!

“Apa? Ya, Kau akan segera melihatnya sendiri. Ini adalah akhir dari kalian semua!” Kyo mengulurkan tangannya, dan semua homonculus, bersama dengan Albert dan Sampah #2, bergegas untuk menyerang kami. Pada saat yang sama, buku di tangannya mulai terbuka, dan halaman-halamannya mengepak dan terbang di sekitar ruangan.

“Serang yang dibelakang!” Kyo berteriak, menunjuk pada Rishia.

“Semakin banyak kau berbicara, Aku semakin kehilangan kesabaran. Aku tidak bisa mentolerirmu lebih lama lagi!” Rishia berteriak.

Ada apa sekarang? Seperti ada sesuatu yang terbangun dari dalam dirinya. Suaranya menggelegar di dalam ruangan yang kacau, seperti pahlawan sebuah dari sebuah cerita, jika memang ada. Aku akan mulai memanggilnya “protagonis.”

Kalau saja dia bisa memikirkan bagaimana bersikap seperti ini setiap saat.

Ketika Rishia bersemangat seperti ini, dia sebenarnya cukup berguna dalam pertempuran. Maksudku, dia tidak punya vassal weapon, tapi dia benar-benar membuatku terkesan selama pertempuran terakhir dengan Kyo.

“Shooting Star Shield!”

“Apakah Itu satu-satunya skillmu?” Kyo tertawa keras. 

“Ini cukup bagus.”

“Benda tipis Itu tidak akan banyak membantumu. Semoga kau memiliki rencana yang lebih baik dari itu!”

“Bagaimana dengan ini?”



Albert, Sampah #2, dan homonculus Itu menghancurkan penghalang, tetapi potongan- potongannya tetap mengambang di udara.

“Raphtalia!”

“Ya!” Teriaknya, menghunuskan katana-nya.

“Oh! kau mungkin cepat, tetapi seberapa jauh menurutmu kau bisa melakukannya?” 

“Apa yang membuatmu berpikir dia perlu pergi mendekatimu?”

Raphtalia mengerti apa yang Aku maksud tanpa harus mendengarnya. Ketika high quick diaktifkan, dia segera menggunakan kecepatannya untuk melantunkan mantra.

Itu benar — dia bisa menggunakan kecepatan untuk hal-hal selain serangan pedang.

“Drifa Light!” Teriaknya, melemparkan mantra pada pecahan penghalang yang mengambang.

“Rafu!”

Oh Raph-chan melantunkan mantra juga, dan dia melakukannya pada waktu yang tepat.

Cahaya melintas di atas pecahan penghalang yang menjadi fokus semua orang, dan sangat terang sehingga Sampah #2, Albert, dan homonculus dibutakan.

“Heh. Hanya itu?” 

“Tunggu saja.”

Fragmen yang bersinar berputar di sekitar ruangan saat aku mengangkat perisaiku. Itu menjadi awalan yang sempurna untuk timku.
Mereka mengatakan awal dari pertempuran adalah bagian terpenting, bukan?

Kizuna dan Glass adalah yang pertama kali memanfaatkan serangan awal Raphtalia dan aku.

“Double Lure Hook!”

Kizuna memukul Albert dengan skillnya yang menggandakan damage dari serangan berikutnya, dan Glass meminum soul-healing water sebelum menggunakan skillnya sendiri. Dia menggunakan serangan berbasis api yang kuat.

“Circle Dance Empty Formation: Moon Break!”

Kipasnya terbelah dua, dan dia memegang masing-masing kipas tersebut di kedua tangannya. Membawanya bersama-sama di atas kepalanya, dan membuat bentuk seperti bulan purnama, lalu dengan keras mengayunkan kipasnya ke bawah.

“Moon… Verse!” Teriak Albert, seolah tidak mau kalah. Tapi Glass jauh lebih cepat.
Serangannya mengenainya, merobeknya, dan terus melukainya. Hingga merobek bahunya sampai tak bersisa.

“Berhati-hatilah! Aku masih punya rencana untuk orang ini!”

Beberapa halaman buku terbang dari buku Kyo dan melayang ke arah Albert, menempel di bahunya dan menariknya ke badannya. Dihubungkan kembali, dia dimandikan dalam cahaya hijau.

Itu pasti semacam mantra penyembuhan.

“Aku tidak akan kalah oleh bocah dan Kizuna! Therese, ayo pergi!” 

“Oke!”

Sabit L’Arc melintas dan berubah menjadi energi murni, sementara Therese mengaktifkan mantra dukungan.

“Shining Stones! Exploding Thunder Rain!” 

Itu adalah salah satu mantra terbaiknya. 

Apa? Rishia mengangkat pedang pendeknya dan mengisinya dengan sihir.

“Combo Skill! Electric Disc!”

“Hyaaaa!”

Beresonansi dengan serangan L’Arc, Rishia dengan cepat mengayunkan pedangnya secara horizontal dan memasukkannya kembali dengan elegan ke sarungnya.

Cakram besar berisikan energi listrik yang ditembakkan dari sabit energi L’Arc, dan serangan Rishia mengikuti di belakangnya, terserap dalam serangan energi L’Arc dan... tidak, Itu menambahkan energi ke cakram yang berputar ketika menghantam kerumunan homonculus didepan Kyo.

Serangan Itu begitu kuat sehingga menghancurkan anggota tubuh mereka. 

“Giliranku!” Teriak Filo.

“Tunggu — kau bertugas memberi sihir dukungan. Gunakan lagu-lagu peri senandungmu untuk mendukung kami. Apakah kau memiliki lagu yang dapat mempercepat waktu pemakaian sihir? ”

“Um... Aku akan mencoba lagu yang aku tahu!” Katanya, berubah menjadi bentuk peri senandung dan terbang di atas pundakku.

Aku pikir Kyo akan memberikan komentar yang pedas kepada kami, tetapi sebaliknya dia menyadari bahwa Filo merencanakan sesuatu, dan dia menatap kami penuh dengan kebencian.

Aku menggunakan Zweite Aura berulang-ulang.

Aku merasa semakin mudah untuk menggunakan mantera tanpa berpikir terlalu keras.

Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya dalam istilah game, tetapi rasanya seperti tenggorokanku lebih terbuka, seperti lantunan mantra dapat keluar dengan mudah dari mulutku.

“Gahhh!”

Raphtalia menebas kerumunan homunculus monster. Dan setiap kali Kizuna atau Glass meninggalkan celah untuk serangan lanjutan, Yomogi bergegas masuk untuk mengambil keuntungan.

Aku terkesan dengan koordinasi mereka.

“Kalian semua idiot hingga harus bekerja bersama, ya? Karena kau terlalu lemah untuk melakukan apapun sendiri!”

“Kau suka bertarung karena kau tidak punya teman untuk bekerja bersama.” 

“Tutup mulutmu!”

“Kau duluan! Jika aku menyakiti perasaanmu, mengapa tidak memanggil beberapa wanita monstermu?”

Kami seperti anak-anak yang berkelahi. Oh baiklah, Hal-hal seperti ini sering terjadi dalam perkelahian. Namun, kami bertarung untuk hidup kami — ini bukan sekedar baku hantam.

“Oh Itu benar. Kau tidak ingin membawa wanita-wanita Itu ke sana karena kau takut mereka akan mengincar hidupmu begitu mereka tahu seperti apa kau sebenarnya. Sama seperti Yomogi.”

“Diam!”

Namun, Aku senang para wanita tidak ada di sini. Mereka hanya akan membuat lebih banyak masalah dan lebih banyak korban — keduanya lebih baik Aku hindari.

Kami punya banyak hal yang perlu dikhawatirkan. Jika jumlah musuh terlalu besar, dan jika mereka bertindak dengan banyak koordinasi, mereka mungkin bisa menyerang dengan cara yang tidak bisa kami tangani. Kemudian, para wanita mungkin bisa memikirkan banyak strategi dan memberi kekuatan pada Kyo dipertengahan pertempuran, mungkin juga itulah alasanya mengapa dia tidak melibatkan mereka dalam hal ini.

Mungkin mereka tidak cukup kuat— meskipun dengan senjata-senjata gila itu, mereka mungkin menjadi ancaman.

Mungkin dia sedang berusaha agar mereka tidak terluka, dan dia benar-benar seorang feminis seperti Motoyasu.

Diragukan, mengingat bahwa dia menyebut mereka barang bekas hanya karena mereka telah bersama orang lain. Kukira dia hanya peduli pada wanita miliknya sendiri.

“Oke, jadi bagaimana kalau aku tunjukkan kepadamu beberapa serangan yang kau lihat di ruang inti Roh Kura-kura? Atau, sebenarnya, banyak yang telah terjadi sejak itu, jadi Aku memiliki beberapa variasi baru untuk ditunjukan. Mari kita lihat berapa lama kau bisa bertahan hidup!”

“Bertahan? Ha! Kau itu sebodoh apa? Apakah kau lupa bahwa kami sudah mengalahkanmu sekali ?!”

Kyo membuka bukunya dan mulai membaca mantra. Pola seperti mandala muncul di sekitarnya.

Tiba-tiba, Aku merasakan tekanan yang sangat besar dan tidak terlihat, memaksa kami untuk tertunduk ke tanah.

Aku pernah melihat ini sebelumnya, terakhir kali kami melawan Kyo — obstruction attack.

“Kau tidak punya banyak cara untuk mengatasi ini, kan?!”

Dia benar tentang itu. Setelah melintasi antar dunia, kami sedikit lebih lemah dari pertarungan terakhir kami dengannya. Menahan serangan gravitasi ini seperti mengambil semua kekuatan yang Aku miliki. Aku tidak berpikir Demon Dragon Shield akan cukup kuat melawannya.

“Serangan yang sama, lagi? Kami lemah ketika kami bertemu denganmu terakhir kali, tetapi kau tahu bahwa kami kembali dengan kekuatan penuh sekarang, kan?”

“Agak berat, tetapi tidak cukup untuk menghentikanku bergerak. Apakah kau benar-benar berpikir Itu cukup untuk menghentikan kita?” Kata Kizuna.

Glass dan Kizuna terus mendekati Kyo, menyerang apa pun yang menghalangi mereka. Tentu saja, Kizuna hanya mendukung serangan.

Ketika mereka sampai di dekat homunculus, dia akan memukulnya dengan Double Lure Hook. Kemudian Glass akan mengiris monster itu menjadi dua.

Aku terkesan. Mantra Kyo tampaknya tidak memengaruhi mereka seperti yang terjadi pada pertempuran di dalam Roh Kura-kura. Itu sangat membebani mereka pada saat itu, tetapi kurasa Itu karena Glass dan yang lainnya melemah setelah menyeberang ke dunia kita.

Namun, kemenangan di masa lalu tidak memastikan bahwa kami akan keluar di puncak saat ini.

“Aku tahu kau akan mengatakan itu!”

Pembohong! Apakah dia pikir aku tidak akan menydari betapa terkejutnya dia? Pola di lantai di sekitarnya tumbuh lebih besar dan lebih terang.
Hm... Aku bisa merasakan kekuatan di dalam ruangan, seperti Itu dipenuhi dengan energi Roh Kura-kura.

“Ugh...”

Aku melemparkan Shooting Star Shield, dan penghalang Itu langsung pecah. Potongan-potongan yang hancur terbang ke Kyo, tetapi mereka jatuh ke lantai sebelum mencapainya.

Seberapa kuat medan gravitasi miliknya ini? Apakah Itu akan menghancurkan kita sampai mati?

Sekarang Glass dan Kizuna dipaksa untuk berlutut.

“Aha! Pahlawan dan pemegang vassal weapon dunia ini, Aku lupa tentang kalian semua. Kalian semua sangat lemah, Aku tidak bisa membedakan kalian.”

Semua orang di pihak kami dipaksa tertunduk ke tanah. Kami meletakkan kedua tangan di lantai dan berusaha keras untuk bangkit.

“Ughhh!”

Bahkan Filo jatuh dari pundakku dan berjuang untuk berdiri melawan medan gravitasi.

Homonculus tampaknya tidak terpengaruh sama sekali, yang membuatku berpikir Kyo mampu mengendalikan siapa yang terpengaruh oleh mantranya. Apakah ini bisa semakin memburuk?

“Ugh... aku tidak bisa bergerak.”

Kyo berbalik untuk fokus pada Kizuna dan Glass.

“Sepertinya ini akan berakhir lebih cepat dari yang Kukira. Apakah kau benar-benar akan kalah sekarang?! Dengan serangan pertamaku? Ha!”

Jika ada waktu untuk melantunkan mantra, sekaranglah saatnya. Aku bisa menggunakan satu atau dua skill saat melantunkan mantra.

“Air Strike, Second, Dritte Shield!”

Aku segera memanggil penghalang untuk melindungi kami dari serangan liar homonculus, Albert, dan Sampah #2.

Di bawah beban serangan gravitasi, mereka tidak akan tinggal diam begitu saja terlalu lama. Pertahanan penghalang itu lebih tinggi dari penghalang Shooting Star Shield, jadi itu akan menahan mereka— setidaknya untuk sementara waktu.

“Perjuanganmu tidak berguna!”

“Kau yakin tentang itu? Change Shield!”

Penghalang sudah mulai dihancurkan, jadi hanya ada satu hal yang tersisa untuk kulakukan. Aku akan mengubahnya menjadi perisai yang Aku miliki saat ini — Demon Dragon Shield. Itu memiliki efek yang disebut C Demon Bullet.

C adalah kependekan dari “Counter Attack (Serangan Balik),” jadi Aku menganggap bahwa perisai ini akan menembakkan peluru sihir setiap kali diserang.

Perisai langsung berubah, terkena serangan, dan mulai menembakkan sihir Demon Bullet pada musuh.

“?!”

Peluru terbuat dari sihir, sehingga medan gravitasi tidak memengaruhi mereka. Mereka terbang ke segala arah, mengarah ke musuh dan pola mandala di tanah.
Pola Mandala Itu berkedip, dan pengaruhnya pada medan gravitasi di ruangan Itu melemah — Itu adalah kesempatan kami!

“Heh, aku terkesan. Aku harus membuat catatan tentang itu.” 

“Jangan terlalu sombong! Chain Shield!”

Rantai ditembakkan dari perisai, menghubungkan semua perisai bersama. Kemudian mereka berputar di sekitar ruangan, menjerat Sampah #2 dan homonculus.

“Sekarang!” 

“Iya!”

Raphtalia menghunskan katana miliknya, mengaktifkan high quick dan menggunakannya untuk skill.

“Kait Lure Ganda!”

Kizuna tidak membiarkan kesempatan hilang begitu saja — dia mengenai musuh dengan Double Lure Hook, yang akan menggandakan kerusakan dari serangan berikutnya.

“Kerja bagus, Bocak! Ayo lakukan, Therese!” 

“Iya!”

Kilatan listrik mulai muncul disabitnya lagi. 

“Combo Skill! Electric Disc!”

L’Arc dan Therese bekerja sama dan menggunakan skill kombo untuk mengikuti serangan Kizuna.

Disk Itu melesat ke medan perang, dan Raphtalia berlari untuk mengikutinya. Tepat sebelum disk bertabrakan dengan musuh, dia meneriakkan nama skill.

“Instant Blade! Mist!”

Itu adalah serangan Raphtalia yang paling kuat, yang membunuh Trash #2 pertama kali.

Disk L’Arc berderak dengan energi tambahan — Itu adalah skill kombo terkuat mereka.

“Gahhh!”

Trash #2 dan homonculus diiris berkeping-keping dan disetrum pada saat bersamaan.

Seandainya saja serangan tersebut terpisah, mereka mungkin masih dapat beregenerasi, tetapi Itu sudah cukup untuk mengakhirinya.

“Bukan Itu saja! Ruby Flame!”

Tergesa-gesa untuk menyelesaikannya, Therese mengeluarkan sihir bola api dari aksesoris yang Aku buat dan menembakkannya ke arah mayat monster.

“Naofumi! Lindungi yang lain!” 

“Aku tahu! Shooting Star Shield!”

Tepat ketika penghalang muncul untuk menyelimuti kami, Glass mengayunkan kipasnya dan mulai menari. Dia memegang tangan Kizuna — mereka menari bersama.

“Circle Dance Zero Formation: Reverse Snow Moon Flower!”

Angin berhembus dengan membawa bunga sakura dan meniupnya ke arah musuh. Sihir Therese membakarnya. Mereka membakar dan menebas musuh yang berjatuhan.

Snow Moon Flower adalah serangan dengan efek area, tapi dia bisa mencegahnya agar tidak menyakiti sekutu dengan berpegangan tangan pada mereka.

Setelah semua serangan terselesaikan, tidak ada jejak musuh yang tersisa. 

“Tidak buruk,” gumam Kyo.

Kyo masih bertahan, bersama dengan neo-guardians dan Albert, pria dengan vassal weapon cerminnya. Sisanya sudah menghilang.

Glass menghadap Albert, siap untuk melawannya. Dia mungkin bisa menanganinya sendiri. Kizuna tidak bisa menyerang manusia, jadi dia hanya bisa mendukung Glass untuk saat ini.

“Sepertinya kita mengalahkan pasukan eksperimen homonculus kecilmu, eh? Apa yang akan kau lakukan sekarang?”

“Eksperimen? Ha! Aku tidak membuatnya. Aku hanya melakukan beberapa perbaikan pada mereka, tetapi kau baru saja membunuh orang yang membuatnya.” 

Dia pasti mencuri mereka dari Sampah #2.

“Dia sedang melakukan penelitian sendiri, kau tahu. Hal-hal yang Aku buat jauh lebih mengesankan.”

“Aku bertaruh,” desahku. Aku tidak ingin bertemu lagi dengan penemuannya.

Tapi bukankah aneh kalau mereka bertiga meneliti homunculus? Apa yang sedang terjadi? Terlalu banyak kebetulan.

“Kau harus bangga pada dirimu sendiri karena selamat dari serangan gravitasiku, ha! kau tidak tahu apa-apa — kau akan segera memahaminya!”

“Kyo! Menyerah! Kau sudah tamat!” Yomogi berteriak.

“Diam! Aku akan membunuhmu bersama yang lain! Penelitianku hampir selesai — dan Kalian semua menghalanginya!” Bentak Kyo, melangkah maju dan mengangkat bukunya.

Bagaimana kita bisa melawan Kyo jika dia mencoba menggunakan semua energi Roh Kura-kura?

Kami lebih lemah dari terakhir kali bertarung dengan Kyo, tetapi di sisi lain, Glass dan L’Arc lebih kuat. Kami punya kesempatan. Kita bisa melakukannya.

“Aku akan menghabisi kalian semua sekaligus. Lihatlah kemampuanku!”

Halaman-halaman buku terbang dari bukunya dan memenuhi ruangan itu, berkibar- kibar di sekitar kepala kami sebelum berubah menjadi lembaran energi yang bersinar.

“Kalian pecundang yang tidak bisa menggunakan skill kombo tanpa kerja sama dari sekutumu? Menyedihkan!” 

Orang ini tidak bisa mengatakan apa pun tanpa mengubahnya menjadi semacam hal yang sombong.

Aku benar-benar sudah bosan mendengarnya.

Sampah #2 juga sama. Orang-orang ini cukup membuatku gila.

“Lihatlah!” Kyo berteriak, menunjuk pada Kizuna. “Flame Formation: Magic Explosion!”

Kizuna dengan cepat bertahan. Sepersekian detik kemudian, Aku menyadari alasannya.

Api muncul di sekitar Kizuna dan... tidak — api keluar dari dirinya.

“Arrghh! Sihirku!?” Kizuna berteriak. Dia berlutut, menatap tangannya. Dia tampak seperti akan jatuh. Glass berlari untuk menolongnya, mengangkatnya berdiri.

“Itu juga menyedot kekuatan jiwaku?!”

“Ahahaha! Ini adalah pertama kalinya Aku menggunakannya pada pahlawan suci, tetapi Aku terkesan dengan kinerjanya!”

Aku baru akan melantunkan mantra penyembuhan pada Kizuna ketika Kyo mengarahkan jarinya ke arahku dan melolong, “Jangan repot-repot melakukan itu! Rot Formation: Magic Explosion!”

“Ugh... ah...”

Angin spiral berputar di sekelilingku, gelap dan tebal, dipenuhi kekuatan sihir. Aku bisa merasakan bahwa dia menyerap sihirku.

Tapi... Tapi hanya Itu yang dilakukannya.

“Sialan. Kau adalah tipe tanpa sihir serangan. Kau seorang bajingan kecil yang menjengkelkan!”

“Ya benar...” Aku berteriak. Aku mengambil sebotol magic water dari perisaiku dan meminumnya, lalu segera melemparkan Zweite Heal pada Kizuna untuk menyembuhkan lukanya.

Aku telah memberi Kizuna sebotol magic water sebelum pertempuran, dan dia meminumnya, menyadari Itu akan mengisi kembali apa yang hilang dari serangan Kyo.

“Ah, begitu. skillmu mencuri kekuatan sihir lawan, lalu menggunakannya untuk menghasilkan mantra yang menyakiti pemiliknya,” aku mengatakan kebenarannya. Itu pintar — dan sulit dilawan. Semakin kuat kekuatan sihirmu, semakin banyak skill tersebut akan melukaimu.

Tapi Itu punya kelemahan. Itu tidak akan bekerja dengan baik pada orang-orang tanpa sihir serangan. Itulah mengapa skill tersebut tidak melukaiku sama sekali.

“Apa yang kau pikirkan? Mengapa kau bisa menebaknya! Mari kita lihat apa pengaruhnya bagi spirit human bodoh yang meminum soul healing water!”

“Glass!”

Kizuna berlari untuk melindungi Glass. 

“Kizuna! Ahhhhh!”

Kizuna tertangkap tepat di jalur serangan. Dia terluka di sekujur tubuhnya. Dia mengalami luka parah. Lebih buruk dari Itu, dia tidak bisa melindungi Glass dari serangan yang terberat, dan Glass juga mengalami luka. Serangan Itu pasti memiliki efek pada suatu area.

Untungnya, Glass tidak menerima banyak luka sehingga dia harus tersingkir dari pertarungan, tetapi serangan Kyo Itu akan menjadi masalah jika kita tidak mencari cara untuk menghadapinya.

Tampaknya memiliki waktu cooldown yang sangat singkat. Jika dia menggunakannya secara terus menerus pada kita, kita akhirnya akan menerima banyak damage.

Itu mirip dengan defense rating attacks yang pernah Aku tangani sebelumnya. Namun ini dalam bentuk sihir.

“Kau pikir kita duduk terdiam dan melihatnya saja? Ha! Bocah, mari kita lakukan ini!”

“Tunggu, L’Arc! Dia sudah menyerang kita dengan kekuatan sihir dan serangan SP! Dia bisa saja memiliki yang lain...”

“Strength Form Explosion!”

Sihir pedang cahaya meledak keluar L’Arc dan berputar di sekitarnya, menebasnya dengan kejam. Luka muncul di sekujur tubuhnya. Darah menyembur keluar dari lukanya.

“Gahhhhhh!” 

“L... L’Arc!”

“Aku baik-baik saja! Ini bukan seauatu yang tidak bisa Aku tangani — ARGH!” Dia berteriak, mengayunkan sabitnya.

Ujung sabitnya berayun kearah wajah Kyo, yang nyaris saja akan mengenainya.

“Oh, lihat dirimu! Itu tidak cukup!” Kyo melompat mundur dan mengirim lembaran halaman buku yang terbang ke arah L’Arc. Mereka menghantam dan melemparkan L’Arc ke belakang, tetapi Therese berlari dan menangkapnya sebelum dia jatuh ke tanah.

“Whooeee — Energi Roh Kura-kura adalah hal yang hebat. Aku bisa melakukan apa saja dengan itu! Aku bisa menggunakan kekuatanmu sendiri untuk melawanmu!” Yang harus dia lakukan hanyalah menunjuk pada kami.

Dan berdasarkan seberapa cepat dia menggunakannya, Itu pasti tidak perlu banyak mempengaruhi dirinya.

Kekuatan yang kami butuhkan untuk mengalahkannya memperkuat serangannya. Dia bisa menggunakannya untuk melawan kita!

Untungnya, serangan Itu tidak tampak fatal — belum.

Kekuatan serangannya pasti didasarkan pada semacam perhitungan yang berbeda dari hanya mengambil kekuatan serangan target.

Yang paling terpengaruh oleh serangan seperti ini adalah orang yang memiliki kekuatan serangan khusus yang mengabaikan seluruh pertahanan. Tidak ada orang seperti itu di party kami.

Aku mungkin yang paling mendekati, sebenarnya.

Bagian terburuk adalah bahwa serangan Kyo benar-benar menggunakan skill target. Tidak hanya target akan mendapatkan damage, tetapi juga akan kehilangan skill yang dimiliki oleh target. Itu kombinasi yang sangat buruk bagi kami.

Jika dia menyerangku dengan Itu dan mengambil keuntungan dari tingkat pertahananku, Itu akan membuatku tidak dapat bertahan untuk sementara waktu.

“Cukup eksperimennya untuk saat ini.” dia berkata. Halaman-halaman dari bukunya menekuk dan berbalik ke arah kami.

Dia tidak akan mengirim semua serangan Itu sekaligus, kan? 

“Terima ini!”

Aku merasakan benturan keras di perutku, diikuti oleh rasa sakit yang menusuk perutku. Aku mendengar diriku mengerang kesakitan. Aku hampir tidak bisa berdiri. Aku dengan cepat memeriksa statistikku.

Itu seperti yang Aku takutkan. Aku mengalami kerusakan parah. Tetapi lebih buruk dari itu, Aku dibiarkan tanpa pertahanan.

Penghalang Shooting Star Shield telah menyerap banyak kerusakan langsung dari serangan itu. 

Seandainya hal itu tidak ada di sana, Aku mungkin sudah terbunuh. Tapi, mengingat tingkat pertahananku, penghalang Itu seharusnya tidak cukup untuk membuatku tetap hidup. Kerusakan pasti telah dihitung dengan cara lain, atau aku pasti telah memblokirnya dengan skill lain... mungkin sesuatu yang aku peroleh melalui sihir dukungan, atau salah satu efek perlengkapanku.

Itu bukan serangan yang bisa kita gunakan, jadi sulit untuk menentukan cara kerjanya. Dugaanku adalah bahwa skill Itu benar-benar dimaksudkan sebagai debuff, dan skill serangan ini adalah semacam efek samping.

“Aduh! Owwie!”

Filo dan Raphtalia telah mengalami luka parah. Filo berguling-guling di tanah kesakitan.

Aku bisa melindungi Raph-chan, jadi dia baik-baik saja.

Hanya ada satu orang yang berhasil tetap berdiri. Seseorang dengan statistik sangat rendah yang bahkan serangan Kyo tidak berdampak apa pun padanya.

Semakin baik statistikmu, semakin banyak kerusakan yang ditimbulkan serangan itu. Tapi, Itu tidak bisa mengakibatkan kerusakan fatal, dan itulah kelemahannya. Tapi Itu punya kelemahan lain — Itu tidak berpengaruh terhadap orang-orang dengan statistik rendah, terhadap seseorang yang kekuatan sebenarnya tidak tercermin dalam angka.

“Ri... shia...”

Rishia sepertinya tidak terluka sama sekali.

Menilai dari itu, serangan Itu pasti hanya bekerja pada statistik dasar, yang dinaikkan atau diturunkan untuk melukai target.

Itu tidak bekerja pada efek sihir dukungan, atau pada jenis kekuatan lain yang lebih khusus.

Sekilas, memang terlihat tak terkalahkan, tetapi itu pasti memiliki kelemahan — dan sekarang kami mengetahuinya.

Sedangkan untuk senjata, Aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Itu sedikit berbeda dari defense rating dan defense ignoring attack yang digunakan oleh Glass dan L’Arc. Statistik Glass naik ketika energinya meningkat, itulah sebabnya serangan Kyo mungkin bisa membunuhnya. Kizuna melindunginya dari efek terberat serangan itu.

Rishia melangkah ke depan Raphtalia, Filo, dan aku, dan menatap Kyo. Dia akan melindungi kita.

“Kau! Bagaimana kau bisa tetap berdiri?” 

“Karena seranganmu tidak berguna untukku.”

“Kurasa Itu berarti kau yang terlemah dari kelompok itu! Ha!” Kyo tertawa terbahak-bahak sementara Albert mengangkat cerminnya, bersiap untuk menghabisinya dengan serangan terakhir.

Dan satu-satunya orang bertahan melawan mereka adalah... Rishia?

“Apakah rasanya enak? Melumpuhkan musuhmu sehingga kau bisa menertawakan mereka? Apa Itu membuatmu merasa kuat?” Rishia menyentak, memelototi Kyo. Dia menghunuskan pedangnya dan mengarahkannya padanya. Dia bergerak begitu mudah seolah-olah dia sama sekali tidak terpengaruh oleh medan gravitasi.

“Memanfaatkan kelemahan musuh dan membunuhnya, Itu semacam aturan pertama dalam pertempuran. Apakah kau tidak mengetahuinya?”

“Itu bukan pertempuran. Itu hanya menginjak-injak yang lemah.” 

“Ya Tuhan, kau tak tertahankan! Matilah!”

Halaman-halaman muncul dari bukunya dan dilipat menjadi bentuk burung yang terbakar.

“Jangan berpikir kau bisa membunuh kita dengan mudah.”

Bergerak seperti ninja, Rishia berlari ke kiri dan ke kanan, menebas burung yang terbakar tersebut dengan pedang pendeknya. Burung-burung berjatuhan ke tanah.

“Apa apaan itu? Kau benar-benar membuatku jengkel!”

yA! Sepertinya inilah saat yang ditunggu Rishia — peran yang telah ditakdirkan untuknya. Dia telah lama kesulitan untuk membantu kami semua, tetapi sekarang ia adalah petarung terbaik di party ini.

“Kau sangat menyebalkan! Aku tidak tahan lagi! Menggonggong tentang keadilan, Kau sama buruknya dengan Yomogi!” Kyo berteriak seperti anak manja.

Ha! Dasar bocah!

Aku mulai berdiri dan melantunkan mantra penyembuhan.

“Aku memang belum dewasa. Aku tidak bisa melakukan semua hal, dan Aku selalu butuh bantuan. Tapi... tapi aku...”

Dia mencengkeram gagang pedang pendeknya dan memposisikan pedang tersebut di depannya. Dia bergerak persis seperti Eclair ketika dia menggunakan skillnya.

Dia belum belajar dan berlatih begitu banyak. Dia hanya mencoba menyalin apa yang dilihatnya.

“Jika ada yang namanya takdir, maka aku percaya ini adalah takdir milikku untuk menghentikan ambisimu!” Teriaknya, bergegas melesat ke depan, ujung pedangnya berkilau dilapisi cahaya.



Aku memberikan skill dukungan tepat waktu untuk membantunya.

Kemudian Aku melihat bahwa Kizuna memiliki ide yang sama, dan skillnya mendarat pada saat yang sama denganku.

“Attack Support!” 

“Double Lure Hook!”

Skill itu mengarah ke Kyo, mereka akan terhubung sebelum pedang mengenainya. Aku berharap skillku sampai sebelum skill Double Lure Hook. Jika tidak, serangan Rishia hanya akan cukup kuat untuk mengganggunya.

“Ugh!”

Kyo dengan cepat meraih Albert dan mendorongnya di antara dirinya dan pedang Rishia.

Skillku mengenainya, diikuti oleh Double Lure Hook Kizuna. Akhirnya tusukan Rishia mengikuti, dan pedangnya menghantam cermin Albert.

Aku merasakan dampak kekuatannya dari seberang ruangan.

Vassal weapon, seperti senjata suci, tidak mungkin dihancurkan. Jika dia menggunakan cermin seperti perisai, dia mungkin bisa menangkis serangannya. Tetapi jika serangannya cukup kuat, Itu akan menembus menembus cermin Itu sendiri dan menusuk Albert.

Glass pernah melakukannya padaku, ketika dia menggunakan Moon Break setelah meminum soul-healing water.

“Ugh... ga... gagagaga...”

Bilahnya menembus cermin dan menusuk jauh ke dadanya. 

“Ah…”

Rishia terpana melihat darah, dan melangkah mundur beberapa kaki, tak mampu berkata-kata.

Darah menyembur dari dada Albert, membasahi Rishia dan Kyo. Mata Albert berputar-putar, lalu pingsan.
Sebuah bola cahaya bersinar, keluar dari mayatnya dan kemudian perlahan mengelilingi ruangan. Kemudian tampak seolah-olah ada sesuatu yang terpisah darinya sebelum bola cahaya melayang dan meninggalkan tempat ini.

Apakah Itu... vassal weapon cermin?

Rasanya seperti memeriksa untuk memastikan bahwa orang yang memegangnya benar-benar mati sebelum pergi untuk selamanya.

“Luar biasa! Aku seharusnya percaya bahwa gadis kecil yang lemah ini baru saja membunuh pemegang vassal weapon?!” Kyo membentak, memelototi Rishia. Dia melirik ke arah Kizuna dan aku.

Aku ingin tahu apakah skill Support Attack yang aku gunakan adalah...

“Sepertinya kau bisa menggunakan skill seperti Double Lure Hook, Naofumi,” kata Kizuna.

“Aku rasa begitu. Dan jika kita dapat menggunakan kedua skill itu, maka kita dapat menghasilkan damage yang besar.”

Benar. Jika Itu bekerja seperti yang terlihat, maka kita bisa menggunakan dua skill penggandaan damage pada saat yang sama, pada dasarnya empat kali lipat jumlah damage yang bisa kita berikan. Sangat mengesankan.

Ketika Rishia berada dalam kondisi seperti ini, serangannya juga cukup kuat.

“Rishia, aku tahu masih ada neo-guardians di sekitar, tetapi fokuslah pada seranganmu ke arah Kyo.”

Kizuna dan aku menunggu waktu cooldown dari skill penggandaan serangan kami habis, kemudian bersiap untuk menggunakannya lagi.

Kyo terdiam, seolah dia benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang baru saja dilihatnya. Dia memelototi kami dengan mata merah. Dia tampak sangat marah.

Ya ampun, aku sudah menunggu begitu lama untuk melihat raut wajahnya! Ha! 

“Ini belum berakhir! Belum! Kau akan melihat apa yang masih aku sembunyikan!”

Sekali lagi, halaman-halaman buku terbang dari bukunya dan memenuhi ruangan. Pola Mandala muncul di sekitarnya lagi, dan gravitasi di ruangan mulai tumbuh semakin kuat.

Tapi Kyo terengah-engah, dan Itu terlihat jelas. Dia berusaha sangat keras. Pertarungan ini menjadi tidak mudah baginya lagi.

Aku menyadari banyak energi yang mengalir di sekitar ruangan. Dia mengumpulkan semakin banyak energi Roh Kura-kura di sekitar dirinya.

Tetapi banyak energi mengalir ke perisaiku. Ikon muncul di bidang tampilanku.

“Maaf untuk mengatakannya, tapi aku tidak berpikir Itu akan berhasil,” aku berteriak pada Kyo.

Aku memegang tanganku di perisaiku dan membayangkan perisai yang Aku inginkan.

Aku belum memenuhi syarat untuk membukanya, tetapi Aku harus percaya bahwa Itu telah menunggu waktu yang tepat untuk muncul kembali.

Kyo memelototiku — menatap perisai di tanganku.

Dia pernah melihatnya sebelumnya. Itu benar — Itu adalah perisai yang aku gunakan untuk mengalahkannya terakhir kali!

Spirit Tortoise Heart Shield.

Itu adalah perisai yang Aku terima dari makhluk yang dia siksa dan kendalikan, makhluk yang energinya dia curi —Roh Kura-kura. Ost

Mari kita lihat apakah dia mengenalinya — perbedaan sesungguhnya dalam kekuatan kita!



Spirit Tortoise Heart Shield (awakened) 80/80 AT 

Kemampuan terbuka: equip bonus: dragon vein protection

Efek pemakaian: gravity field, C soul recovery, C magic snatch, C gravity shot, life force up, magic defense (large), lighting resistance, SP drain nullification, magic support, spell support. special effect: 20%; mastery level 100



Kelelahan yang kurasakan lenyap seketika.

“Sepertinya mengganti senjata akan menangani nullification attack milik Kyo.”

“Ahhh. Itu berita yang sangat bagus,” Kizuna mengangguk, senang dengan penemuan baruku. Dia beralih ke senjata baru.

Jika kita terus menggunakan sihir penyembuhan, kita akan dapat menghindari kekalahan karena kemampuan itu.

Tapi ada masalah yang lebih besar.

Sepertinya Aku tidak bisa menggunakan Energy Blast. Dua puluh persen bukan jumlah yang sangat besar.

Aku tidak yakin apa yang harus Aku lakukan untuk meningkatkan jumlah itu, tetapi tampaknya cukup jelas bahwa Aku tidak dapat menggunakan serangan Itu.

Tapi ada masalah lain yang jauh lebih besar.

Aku khawatir tentang medan gravitasi yang tercantum di bawah efek perlengkapannya.

Ketika Aku fokus, Aku bisa melihat ikon gravitasi di bidang pandangku. Ini menunjukkan bahwa level gravitasi saat ini sangat tinggi. Aku berpikir keras untuk menurunkan level gravitasinya, dan tiba-tiba, semua orang mulai bisa bergerak.

“Aku merasa sangat ringan!”

“Apa yang sedang terjadi? Apakah kau yang melakukan ini, Bocah?”

“Ya. Sepertinya aku bisa mengendalikan gravitasi dengan perisai ini. ” 

“Wow! Itu cukup nyaman!”

Memang. Itu akan menangani salah satu serangan Kyo yang paling menjengkelkan — serangan yang jelas-jelas dicurinya dari Roh Kura-kura.

“Lihat? Apa yang kau pikirkan? Kau lebih baik terus menghasilkan medan gravitasi Itu jika kau ingin membuat kami tetap diam.”

“Kau bodoh! Jangan merendahkanku!” Kyo berteriak, matanya dipenuhi dengan amarah.

“Berapa lama aku harus terus menghibur kalian yang lemah ?!”

“Oh, tenang. Kau seperti anak kecil yang berteriak ketika mereka tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.”

Dia masih tetap beranggapan bahwa ini masih sesuai dengan rencananya —dia senang memiliki kendali diatas semua orang. Dengan kata lain, dia mudah marah. Berapa umur pria ini?

Kyo mencoba menggunakan skill berbasis status kemampuannya lagi. Tetapi Aku menyadari bahwa Itu relatif mudah dihindari. Hanya dengan Air Strike Shield yang digunakan dengan cepat, itu bisa memblokirnya.

Aku telah menemukan cara untuk menghadapi kedua serangan terburuknya, jadi kecuali dia memiliki sesuatu yang lebih mengesankan, sepertinya kemenangan menjadi semakin besar kemungkinannya.

Aku tidak ingin bermain-main sekarang, tapi Aku merasa sudah waktunya untuk satu atau dua ejekan. “Baiklah kalau begitu, apakah kau ingin mendengar tentang semua caraku untuk membuatmu bertanggung jawab atas kesalahanmu?”

Aku menggunakan Attack Support untuk memanggil panah kecil ke tanganku, dan berbalik menghadap Kyo.

“Kizuna dan aku akan menyerangmu dengan pengganda serangan ini. Setelah kami mengkonfirmasi bahwa kedua serangan itu mengenaimu, sisanya mudah. Tidak masalah siapa yang akan memberikan serangan — siapa pun yang menyerangmu berikutnya dan... boom! Itu dia. Mungkin Glass atau L’Arc. Itu akan ideal. Mereka bisa menggunakan serangan berbasis statistik sepertimu!”

Misalnya, kita bisa memberikan cukup banyak damage sehingga dia perlu menggunakan banyak sihir untuk menyembuhkannya, lalu, kita bisa membuatnya sehingga sihir Itu sendiri akan membunuhnya.

“Benar-benar elegan, itulah cara menghukummu karena mengumpulkan semua kekuatan ini.”

“Kau... kau bajingan!” 

“Kyo! Jika kau menyerah ...”

Itu kata Yomogi. Apa yang sedang dia lakukan sekarang? Aku tidak ingin dia menyerah!

Apakah dia pikir aku akan membiarkannya hidup jika dia melakukannya? Jika Itu yang dia pikirkan, aku akan meminta Kizuna menyingkirkannya dari pertempuran bersamanya.

“Aku akan membuat kematianmu mudah.”

Aku hampir salah menebak. Aku suka cara berpikirnya, tapi dia benar- benar seperti babi hutan.

Membandingkannya dengan Glass dan Tsugumi, dia benar-benar menonjol — dia berbeda dari yang lain.

Kyo terus mencoba untuk menyerang Rishia dengan skill khusus dan serangan berbasis statistik, tetapi Itu tidak berjalan dengan baik.

Halaman-halaman dari bukunya terbang ke arahnya, tetapi dia memotong semuanya di udara sebelum mereka bisa mengenainya, bahkan ketika mereka mendekat dari belakang.

Sepertinya dia mendapatkan skill khusus untuk menghancurkan Kyo.

Skill dan kelemahannya begitu sempurna sehingga sulit untuk tidak melihat unsur nasib di dalamnya.

“Kau pikir kau begitu istimewa! kau bukan apa-apa selain manusia rendahan!” 

“Kalau begitu, pantatmu akan ditendang oleh manusia rendahan ini!” Aku berteriak.

Kyo menjejakkan kakinya dengan marah, “Diam! Aku akan membunuhmu! Beraninya kau berbicara seperti Itu padaku!”

Selama ini Aku berpikir bahwa dia telah tumbuh sangat kuat karena energi Roh Kura- kura, tapi mungkin kekuatan yang dia miliki terakhir kali bersifat sementara. Tetap saja, Aku tidak bisa mengerti tetapi aku merasa seperti dia masih menahan diri.

“Aku belum selesai!” Pekiknya, meraih benda aneh dan menyeramkan dari pinggangnya. Itu tampak seperti pembatas buku. Saat jari-jarinya menyentuhnya, dia tersenyum.

“Kau sangat bangga pada dirimu sendiri karena kau menemukan aksesoris kecil yang membuatmu lebih kuat. Itu bukan kekuatan yang sesungguhnya! Aku akan menunjukkan kepadamu apa itu kekuatan yang sebenarnya!”

Dia memasukkan pembatas buku ke buku vassal weaponnya. Yang menyelinap di antara halaman, Aku merasa gravitasi semakin berat.

Sial. Aku seharusnya bisa mengendalikan medan gravitasi dengan Spirit Tortoise Heart Shield, tapi...

“Tidak secepat itu!” Kyo menyalak, dan ratusan halaman buku terpampang di seluruh permukaan perisaiku.

Hanya Itu yang terjadi, tetapi segera tanda 'X' muncul di atas ikon penyesuaian medan gravitasi. Dia menguncinya!?

Lebih buruk lagi, Aku bisa merasakan halaman-halaman buku mengeluarkan energi dari perisai.

Sial! Kalau terus begini, aku terpaksa beralih ke perisai lain. 

“Terima ini!”

“Feh! Tidak secepat itu!” Rishia berteriak. Gerakannya jelas diperlambat oleh medan gravitasi yang meningkat. Kyo menghindari serangannya dan diikuti dengan rentetan halaman buku yang menghempaskannya.

“Sialan! Serangga ini memiliki begitu banyak trik tersembunyi!” Dia tampaknya memiliki beragam cara untuk membela diri.

“Ahaha! Apakah kau tidak akan menyerangku dengan skill pengganda kecilmu? Aku di sini!” Kyo tertawa.

Aku ingin melemparkan attack support padanya, tetapi Aku bahkan tidak bisa mengangkat tanganku.

“Yah, kau pahlawan dengan senjata sucimu, dan kau yang merayap dengan vassal weaponmu, telah memberi sedikit lebih banyak masalah daripada yang aku harapkan. Waktunya untuk mengurusnya!” Kyo tertawa, menarik pembatas buku lain dari sakunya dan memasukkannya ke dalam bukunya. “Kupikir sesuatu seperti ini mungkin terjadi, jadi kurasa pilihan tepat untuk mengacaukan jam pasir nagamu terlebih dahulu.”

“Apa yang kau bicarakan ?!”

Dia sudah melakukan sesuatu pada jam pasir naga? Bagaimana bisa?

“Aku tidak bisa menghancurkan penghalang pertahanan dragon vein, tetapi efeknya bekerja di luar gedung ini. Bagaimana menurutmu aku bisa melihat apa yang terjadi di luar sana?” Dia mengawasi kami melalui jam pasir naga? Berapa banyak teknologi rahasia yang dia miliki ?!

“Sayangnya saat Aku menggunakannya, Kalian semua akan mendapatkan sedikit peningkatan kekuatan juga. Tetapi jika Aku tidak menggunakannya, Aku tidak bisa mencuri kekuatanmu— jadi kurasa Aku tidak punya pilihan!” Apa yang dia bicarakan? Apa yang sedang terjadi?

Sebuah tangki berisi cairan muncul dari lantai di belakang Kyo. Apa itu? Apa yang dia lakukan?
Bibirnya bergerak cepat, dia membisikkan semacam mantra pada dirinya sendiri. Apa yang terjadi Aku punya firasat buruk tentang ini.
Mantra Itu sendiri sangat pendek. Dia mengulurkan tangan dan mengusap tangki dengan ujung jarinya, dan sebagai tanggapan, cairan dalam tangki berputar dan menghilang, seolah-olah dia sedang menyerapnya.

Apakah Itu magic water? Atau mungkinkah... soul-healing water? 

Sepertinya skill Itu cukup mahal.



“Dunia yang berbeda, alasan yang berbeda. Hancurkan dinding penghalang, dan panggil fenomena besar ini!”

“Waves of Destruction! Dimension Wave!” 

Crack!

Segera setelah Kyo menyelesaikan mantra, suara mengerikan terdengar. 

“Ap... Skill yang menyebabkan gelombang dimensi?! Apa?!”

“Bagaimana bisa…”

“Tidak mungkin! Apa yang kau pikirkan ?!” “

Kyo! Kaulah dalang dibalik semua ini...”

Sebelum dia bisa selesai berteriak kaget, Kizuna dan yang lainnya menghilang dari ruangan itu.




TL: Kuaci
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar