Jumat, 15 November 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 9 : Chapter 11 - Sacrifice Aura

Volume 9
Chapter 11 - Sacrifice Aura


Hanya Raphtalia, Filo, Rishia, Raph-chan, dan aku yang tersisa.

Yomogi telah terdaftar di party Kizuna, jadi telah dipanggil ke gelombang bersama dengan Kizuna.

Sialan! Dia berencana untuk memisahkan kita dari awal!

Suara guntur bergema dalam pikiranku — yang membuatku berpikir bahwa gelombang ini juga terjadi di duniaku sebelumnya.

“Aku harap kau senang — Aku menggunakan buku ini untuk mencegah dirimu dipanggil oleh perisaimu ke gelombang. Hm? Pemegang katana vassal weapon tidak terpengaruh? Kukira Itu karena dia terikat dengan orang idiot dari dunia lain.”

Jadi dia bahkan bisa menghentikan teleportasi otomatis yang telah mengikatku pada Gelombang sejak aku di Melromarc.

Setidaknya anggota partyku masih lengkap: Filo, Raphtalia, Rishia, dan Raph- chan. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Kizuna dan yang lainnya pasti sedang berhadapan dengan gelombang sekarang.

“Ahaha! Sekarang Aku memiliki Pahlawan Perisai yang bodoh untuk dimainkan! Ini pasti menyenangkan!” Kyo terkikik. Dia bertingkah seolah segalanya berjalan sesuai keinginannya, tetapi medan gravitasi di ruangan Itu telah tumbuh semakin lemah.

Stats perlahan mengisi sudut pengelihatanku. 

Lv 76 + 75?

L ’Arc pernah mengatakan sesuatu tentang mendapatkan level total dari kedua dunia. 

Apakah Itu alasan aku bisa tetap berdiri di medan gravitasi Kyo?

Sayangnya, efeknya sepertinya bekerja pada Kyo juga. Dan dia juga memiliki serangan berbasis statistik itu. Serangannya memang memiliki kelemahan karena tidak mampu memberi serangan fatal, tetapi itu masih menjadi ancaman yang serius.

Dan kami tidak memiliki Kizuna untuk membantu.

Kami tidak punya pilihan selain melanjutkan pertempuran di bawah kondisi baru ini, tetapi Aku tidak suka situasi ini.

Setidaknya Aku bisa menggunakan semua perisai yang Aku peroleh diantara kedua dunia.

Tetapi, Aku masih menggunakan Spirit Tortoise Heart Shield yang tertutupi dengan halaman-halaman dari buku Kyo di seluruh bagiannya, jadi Aku tidak dapat mengubahnya menjadi perisai lain.

Menilai dari apa yang dia katakan, Kupikir Aku adalah target dari rencana barunya. Mungkin dia telah mengatur ini sehingga dia bisa memblokir skillku yang memanfaatkan energi Roh Kura-kura. Kemudian, ketika Aku kalah, dia memiliki seratus persen energi Roh Kura-kura yang dia inginkan.

Dia secara buatan memanggil gelombang sehingga dia bisa mendapatkan energi Spirit Tortoise yang tersisa.

Apa yang harus Kulakukan? Bagaimana Aku bisa bertarung dalam situasi seperti ini?

Aku juga tidak bisa menggunakan Portal Shield — salinan dari empat binatang buas yang berkeliaran di sekitar membuat skill Itu tidak dapat diakses.

Kita harus menemukan cara untuk mengalahkannya sendiri. 

“Ahahaha! Lihat seberapa cocoknya ini padaku!”

Ruangan Itu dipenuhi dengan energi Roh Kura-kura. Itu berputar di sekitar ruangan dan menuju ke arah Kyo.

“Ha! Terima ini!”

Familiars Spirit Tortoise (tipe neo-guardian) bangkit berdiri dan mengejar kami. Mereka memegang senjata yang terlihat seperti senjata suci yang dipegang oleh ketiga pahlawan lain di dunia sebelumnya.

Pertarungan ini mulai terlihat sangat mirip seperti pertarungan terakhir, ketika kita bertemu di ruang inti Roh kura-kura.

...Kecuali hanya ada lebih sedikit orang di sisiku sekarang. 

“Raphtalia, apakah kau siap?”

“Iya.”

“Aku juga siap, master!”

Aku belum memerintahkannya, tetapi Filo dalam bentuk manusianya sekarang, berdiri dengan kakinya, dan siap untuk bertempur.

Dia mengenakan piyama, tapi aku bisa melihat Karma Dog Claws mencuat dari kakinya. Kukira Itu adalah efek senjata tersembunyi.

Setidaknya Aku tidak sendirian. Saatnya melihat apa yang bisa kita lakukan.

Halaman-halaman buku yang terselip di seluruh perisaiku entah bagaimana menguras energiku. Rasanya mengerikan. Aku tidak bisa terus menggunakan Spirit Tortoise Heart Shield lebih lama.

“Uh oh! Sudahkah kau memahaminya? Itu benar, Aku akan mengambil energi apa pun yang kau dapatkan di perisaimu yang menjijikkan itu! Untuk menyedotnya hingga tetes terakhir, Aku harus membunuhmu pertama kali! Kau mengerti, itulah sebabnya Aku membutuhkan gelombang untuk menerobosnya.”

Jadi ini semua bagian dari rencana Kyo. Untuk mendapatkan energi yang masih tersimpan di perisaiku. Untuk mendapatkannya, dia harus memanggil gelombang. Jika keempat pahlawan suci Itu ada untuk melindungi dunia dari Gelombang, maka dia pasti telah menemukan cara untuk melanggar aturan dan dengan secara sengaja memanggil gelombang. Para pahlawan adalah bagian dari perlindungan, sama seperti binatang buas. Dia menemukan jalan keluar, dan sekarang rencananya berjalan sesuai keinginannya.

Dengan gelombang yang terjadi di dunia lain, energi di perisaiku mungkin dipanggil kembali ke lokasi gelombang, dan Itu adalah kesempatan dia untuk mengambilnya.

Itu rencana yang hebat. Bagaimana dia bisa memikirkannya?

Perisai terkuat yang Aku miliki saat ini adalah Demon Dragon Shield. Duniaku tidak akan mempengaruhi itu.
Tetapi Aku harus berjuang dengan apa yang Aku miliki sekarang.

“Jika kau berpikir kita tidak sanggup untuk bertempur, kau akan menyesalinya!” Raphtalia berteriak, mengubah katananya menjadi White Tiger Katana.

Tepat sekali. Sekarang kita bisa menggunakan senjata yang level dan statistiknya telah mencegah kita menggunakan itu sebelumnya.

Aku tidak tahu efek seperti apa yang dihasilkan dari itu, tetapi White Tiger Katana dibuat dari bahan yang lebih baik daripada Demon Dragon Shield, jadi Itu mungkin kekuatan yang harus diperhitungkan. Raphtalia hampir tidak bisa mengangkatnya sebelumnya, tetapi segalanya berbeda sekarang!

“Aku datang!” Teriak Filo. Dia mulai mengumpulkan kekuatan sihir dengan dirinya, bersenandung dan bernyanyi sepanjang waktu.

Sekarang kami terhubung kembali ke dunia lama kami, Filo seharusnya dapat menggunakan lebih banyak kekuatan filolialnya. Itu berarti dia sekarang memiliki akses ke kombinasi serangan dan skill dukungan yang ideal.

Kami kehilangan Kizuna dan yang lainnya, dan Kyo menghalangiku menggunakan energi Roh Kura-kura, tapi kami tidak akan kalah hanya karena Itu.

“Heh. Kau idiot! Apakah kau tidak melupakan sesuatu?” Kyo berteriak, menunjuk ke arah kami.

Dia mungkin akan menggunakan serangan berbasis statistik untuk menyebabkan beberapa damage serius.

Dia telah ditingkatkan sama seperti kita semua, jadi mudah untuk membayangkan dia memiliki beberapa trik tersembunyi yang lebih mematikan.

Begitu dia menurunkan pertahananku, dia akan menyerangku dengan serangan khusus yang tidak akan bisa untuk kutangkis... atau itulah yang kupikir. Dia melirik Rishia.

“Kurasa aku akan berurusan dengan Pahlawan Perisai yang bodoh nanti. Aku akan meghadapi wanita yang terobsesi dengan keadilan ini dulu,” Katanya sambil menujuk pada Rishia.

Tapi sebelum dia bisa melakukan apapun, sebelum dia bisa melantunkan mantra, Rishia terbang melintasi ruangan seolah-olah dia menggunakan high quick. Dia berputar dan menjatuhkan neoguardian dengan satu pukulan.

“?!”

“Kenapa kau begitu terkejut? Kau sepertinya menganggapku bodoh, dan terus merendahkanku dengan ejekan kecilmu! Sekarang kau akan melihat betapa salahnya dirimu!” 

Apakah dia tahu apa yang terjadi?

Aku dengan cepat memeriksa statistiknya dan hampir tidak bisa mempercayai mataku.

Aku memang berharap statistiknya lebih tinggi dari sebelumnya, tetapi itu hampir mirip denganku.

Semua statistiknya telah meningkat secara drastis — bahkan melampaui Filo! Mereka lebih tinggi dari Filo, bahkan ketika memperhitungkan penyesuaian pertumbuhan dari perisaiku!

Jika ini adalah kondisi saat Rishia terbangun, dia adalah kekuatan yang harus diperhitungkan!

“Apa Itu tadi? Neo-guardian ini memiliki kekuatan kedua dunia! Bagaimana kau mengalahkannya dengan mudah ?! Kau bodoh!”

“Siapa yang bodoh di sini?”

Rishia sangat kuat sekarang, dia mungkin bisa mengalahkan seorang pahlawan. Mereka mengatakan bahwa talenta hebat membutuhkan waktu yang tepat.

Mungkin Rishia adalah tipe yang tumbuh sangat kuat setelah melewati batas tertentu. Maksudku, tentu saja, itulah yang Aku harapkan selama ini. Itu sebabnya Aku menghabiskan begitu banyak waktu dan energi untuknya.

Begitu dia mencapai garis itu, dia adalah sesuatu yang baru, sesuatu yang sama sekali berbeda dari dirinya yang dulu.

Dunia tempatku di panggil memiliki batas pada level 100. Rupanya, ada batasan yang serupa di dunia Kizuna. Jika peningkatan kekuatan Rishia keluar setelah melewati level 100, maka bakatnya tidak dapat diakses selamanya.

Wanita tua hengen muso Itu berkata dia punya bakat, dan ini pasti yang dia maksud. Glass mengatakan hal yang sama ketika dia melihat Rishia dalam pertempuran terakhir dengan Kyo.

Tetapi seperti apa Rishia ketika dia sepenuhnya bangkit — ketika dia bisa menggunakan semua bakat tersembunyinya?

Serangan Kyo setidaknya sekuat sebelumnya, tetapi sekarang dia lebih kuat, lebih cepat, untuk menghindarinya.

“ARRGHGH! Kau sangat menyebalkan! Mengganggu! Mengganggu !!!” Kyo berteriak, menarik rambutnya.

Ketika dia memanggil gelombang, kita kehilangan setengah dari sekutu kita, tapi Itu mulai terlihat seperti kita sebenarnya lebih baik sekarang. Itu tidak berarti kemenangan sudah terjamin, tetapi triknya dengan gelombang mungkin salah perhitungan.

“Kau mulai menggangguku!”

“Kau yang melakukan ini, jadi untuk apa yang kau merengek? Sekarang kami hanya perlu menghabisimu.”

“Ya,” kata Raphtalia, mengembalikan pedang ke sarungnya dan mengisi kekuatannya.

Aku tidak tahu bagaimana pedang akan bereaksi terhadap level baru Raphtalia, tetapi batu permata yang Aku atur di sarungnya sedang mengisi daya untuk high quick dengan sangat cepat.

“Aku juga!” Teriak Filo. Dia sudah siap menyerang. 

Raph-chan duduk di pundakku, bersiap untuk bertempur.

“Cukup. Aku memang ingin bermain denganmu sedikit, tetapi ini sudah cukup. Tidak ada gunanya bermain-main dengan orang-orang seperti kalian,” Kyo menghela napas, menyisir rambut dengan jari-jarinya. “Ya, ya, kalian semua naik level— bagus. Tapi kau melupakan satu hal, jadi kurasa aku harus memberitahumu sendiri.”

“Ya? Apa itu?”

“Senjata suci dan vassal weapon di dunia ini bisa ditingkatkan dengan cara yang sama. Kau menghabiskan seluruh waktu disini, jadi kau seharusnya tahu itu.”

“... Benar.”

Aku sudah tahu apa yang dia maksud, dan jujur, Aku khawatir. Aku merasakan keringat dingin menusuk dahiku.

Kizuna dan yang lainnya telah menemukan berbagai cara untuk meningkatkan vassal weapon dan senjata suci mereka, jadi tentu saja mereka berbagi semua informasi itu. Itu jelas hal yang harus dilakukan. Aku bahkan mengadakan pertemuan dengan tiga pahlawan lainnya di duniaku sebelumnya untuk berbagi apa yang kami ketahui tentang peningkatan kemampuan.

Tetapi ketika Raphtalia dipilih untuk menggunakan katana, yang lain lebih kuat dari pada dia.

“Sejujurnya, aku cukup berhati-hati tentang serangan berbasis statistik itu, jadi tentu saja, aku punya cara untuk menghadapinya. Tapi bagaimana dengan kau ?!”

Untuk beberapa saat, Kupikir hanya L’Arc dan yang lainnya yang akan menyerangku dengan defense rating attack, jadi Aku tidak pernah memikirkannya. White Tiger Shield memiliki serangan penangkis yang akan mengurangi beberapa risiko. Beralih ke perisai Itu akan menjadi ide yang bagus.

Tetapi Aku tidak ingin kehilangan efek dukunganku. Pasti ada alasan dia tidak menggunakan serangan Itu terhadap Raphtalia dan yang lainnya juga.

“Jadi, inilah masalah sebenarnya. Aku memperhatikan informasi dengan cermat, kau tahu? Jadi, apakah Kau pikir Aku tidak tahu metode peningkatan yang kau dan temanmu gunakan pada senjata kalian? Menurutmu siapa yang mengalahkan Albert, pemegang vassal weapon cermin, sejak awal?” Katanya, membuka bukunya dan menunjukkan satu halaman darinya.

“Aku baru belajar tentang metode peningkatan Pahlawan Berburu. Aku harus menambahkannya ke daftar.”

Aku tahu apa yang dia katakan.

Kyo tahu metode peningkatan yang digunakan oleh Kizuna, Glass, L’Arc, Ethnobalt, dan Raphtalia. Dia tahu bagaimana mereka meningkatkan senjata mereka. Dia memiliki vassal weapon itu sendiri, dan dia tahu bagaimana Albert melakukannya juga.

Glass mengatakan bahwa peningkatan senjata bekerja paling baik pada senjata suci.

Vassal weapon tidak merespon dengan cukup baik, tetapi tetap saja, jika dia telah menggabungkan pengetahuan tentang senjata suci dan metode peningkatan enam vassal weapon, aku bahkan tidak bisa menebak berapa banyak kekuatan yang akan dia gunakan.

Tapi bagaimana kita berhasil menyudutkannya seperti ini?

Satu-satunya hal yang dapat Aku pikirkan adalah…, dan Itu hanya dugaan, tetapi berdasarkan reaksi Glass dan yang lainnya...

“Berhenti menggertak. Vassal weapon membencimu. Kau pikir kau bisa menguasai kekuatannya?” Aku berteriak, menunjuk kepadanya.

Dia mengertakkan gigi dan berkata, “Terserah apa yang kau pikirkan! Ayo serang aku!”

Aku benar — Aku tahu itu. Buku yang merupakan vassal weapon membenci orang yang memegangnya.

Aku tidak tahu bagaimana dia bisa mempertahankan kontrolnya mengingat keadaan ini, tetapi sepertinya dia tidak memiliki kontrol sempurna atas semua kekuatannya. Sekarang dia berusaha membuat kita berpikir bahwa dia telah menahan diri sampai saat ini. Jadi bagaimana dia bisa tiba-tiba menjadi lebih kuat? Dia harus menemukan cara untuk meningkatkan kekuatannya dengan semacam input eksternal. Dan jika Itu rencananya, dia akan mencoba mengisi dirinya dengan energi Roh Kura-kura.

“Rishia,”

“Iya! Apa Itu ?!”

Dia masih sedikit gugup, tetapi dia dipenuhi dengan keinginan yang membara akan keadilan dan siap untuk bertarung.

“Bisakah kau melakukan serangan yang diajarkan wanita tua Itu kepadamu?”

Wanita tua Itu bisa menggunakan defense-rating attacks tanpa masalah. Aku punya firasat Itu akan berhasil.

“Aku akan melakukan yang terbaik!” 

“Raphtalia, bagaimana denganmu?” 

“Siap menggunakan skill!”

“Bagaimana dengan akuuuu?” Filo berkicau.

“Bersiaplah untuk menyerang. Kau lebih kuat daripada biasanya.”

“Okeeeeeee!” Teriak Filo. Dia terus menyenandungkan lagu yang meningkatkan semua skill kami. Sekarang dia adalah seorang filolial dan peri senandung, dia sekarang lebih sering bertindak sebagai pendukung pertempuran.

Kami juga punya banyak kejutan.

Aku tidak bisa menggunakan Spirit Tortoise Heart Shield saat ini, dan gerakan kami sedikit terhambat dengan medan gravitasi yang Kyo gunakan. Tapi, kami menerima kenaikan level yang besar, jadi kami setidaknya bisa bergerak sedikit. Sekarang kami harus menemukan cara untuk mengalahkan Kyo, yang pandai menggunakan energi Roh Kura-kura dan tahu tentang setiap metode peningkatan yang pernah kami gunakan.

Kami kehabisan waktu.

“Matilah!”

“Air Strike Shield!”

Kyo menyerang dengan serangan berbasis statistik, tapi aku memblokirnya dengan Air Strike Shield. Perisai Itu hancur karena beratnya serangan, tetapi Itu berhasil menghentikannya. Setidaknya perisai Itu cukup kuat untuk menghentikan serangan.

“Sialan! Blok yang bagus. Dasar bodoh!” 

“Ayo serang!”

“Iya!”

Raphtalia menarik kedua pedangnya sekaligus.

Gerakan high quick yang diaktifkan dua kali lebih kuat dari biasanya, dan dia berlari mengelilingi ruangan dengan kecepatan yang menyilaukan. Halaman-halaman dari buku Kyo berkibar di sekitar ruangan untuk memblokir serangannya, tetapi Raphtalia menyelinap di antara mereka dengan mudah dan berlari ke depan untuk menyerangnya.

“Attack Support!”

Aku tahu bahwa Aku tidak akan berhasil tepat waktu, tetapi Aku melemparkan anak panah Itu secepat mungkin. Rishia berlari setelahnya, merobek setiap halaman buku yang menghalangi dengan rating-based attacks.

“High Quick!”

Filo menyerang di belakang Rishia.

“Menyedihkan! Lemah!” Kyo mengulurkan tangannya di depannya, dan halaman bukunya mengepak penuh dengan amarah.

Apa yang dia lakukan ?!

“Kau sudah jatuh ke perangkapku! Libraria!” Dia berteriak dan ruangan menjadi hitam dan putih, dan suara buku yang tertutup terdengar di telingaku. 

“Ahahaha! kau suka dengan ruangan penahan skill ini!” 

Kyo menghilang dari pandangan kami.

Tapi ada yang aneh tentang itu.

Kami telah berada di laboratorium bawah tanahnya selama ini, tetapi sekarang kami tampaknya berada di ruangan putih.

Skill Kyo telah menghasilkan serangan yang berputar-putar di sekeliling kita. Burung-burung yang terbuat dari api, kilat, tornado, batu-batu besar, dan sinar partikel seperti yang digunakan oleh Kura-kura Roh.

“Ahaha! Terima itu! Bisakah kau memblokir semuanya sekaligus? Salah satu dari mereka akan membunuhmu! Lebih baik menghindari apa yang kau bisa!”

Sial. Skillnya menjebak kami di ruang terbatas dan membombardir kami dengan serangan. Apa yang seharusnya kita lakukan?

“Shooting Star Shield!”

Penghalang menghentikan beberapa serangan, lalu hancur, tetapi potongan- potongannya tetap mengambang di udara.

Targetnya, kurasa, adalah seluruh ruangan.

Sambil menunggu fragmen penghalang untuk melesat menyerang, Aku memblokir serangan dengan perisaiku, menghindari segalanya.

Sangat sulit untuk dilakukan di ruang tertutup seperti itu, tetapi Itu bukanlah sesuatu yang tidak bisa kutangani.

Aku mengambil bioplant dari perisaiku dan memaksanya tumbuh.

Itu tumbuh luar biasa cepat, dan segera akan menghancurkan ruang Itu sendiri.

“Seolah aku membiarkan Itu terjadi ?!” Kyo mengirim skill yang menyerang bioplant, menghancurkannya secara instan. “Kau tahu, aku penasaran bagaimana kau bisa keluar dari labirin. Sekarang Aku tahu jawabannya. Terima kasih.”

Sial. Jika Aku tidak menemukan jalan keluar, kami akan tersiksa hingga mati oleh serangan Kyo.

“Hya!”

“Ho!”

“Rafuuu!”

Rishia, Filo, dan Raph-chan mencoba menyerang dinding, tetapi mereka hanya mampu membuat retakan kecil, yang langsung memperbaiki diri.

Skill dan serangan menghujani kita sepanjang waktu.

Aku terus menggunakan urutan Air Strike Shield, Second Shield, Dritte Shield, Prison Shield, dan Shooting Star Shield. Itu bekerja, tetapi Aku tidak bisa mempertahankannya selamanya.

Pasti ada batasan seberapa lama ruang Itu sendiri dapat bertahan. Jika kita bisa menerobosnya, kita bisa melarikan diri.

Masalahnya adalah bahwa Kyo terus memperbaiki tembok dan mengirimkan rentetan serangan kepada kami sepanjang waktu. Bagiku, halaman-halaman buku menghasilkan serangan, dan dinding-dinding ruangan Itu pasti setara dengan bidang pengelihatan Kyo. 

“Raph-chan! Tutupi tembok Itu dengan tirai asap!”

“Rafuuu!”

Dia tahu apa yang Aku maksud, dan dia menggunakan ilusi sihirnya untuk menutupi ruangan dalam asap. Kemudian dia juga menyelipkan halusinasi ke tengah-tengah dinding asap.

“Kau pikir bisa bersembunyi? Pikirkan lagi!”

Angin menderu meniup ruangan itu dan membuat semua asap pergi dengan angin itu, tetapi halusinasi yang diselipkan Raph-chan dibalik asap berhasil, dan untuk sesaat, semua skill menghujani di tempat yang salah.

“Sialan! Aku belum selesai”, pura-pura terluka, Aku memberi isyarat kepada Raphtalia dan Rishia dengan tanganku.

Aku menutup mulut Filo dengan tanganku untuk membuatnya tetap diam.

Aku menunjuk ke perisaiku, dan kemudian Aku menulis “wrath” di udara dengan jariku.

Mata Raphtalia menjadi lebar. Rishia sangat terkejut sampai dia terdengar tersentak.

Aku akan membakar seluruh tempat ini dengan Dark Curse Burning S, serangan terkuat yang Aku miliki, yang memiliki efek samping kutukan dan membuat pemulihan menjadi sulit.

Aku harus mencobanya.

Raphtalia menggelengkan kepalanya — dia tahu betapa berbahayanya itu. Tetapi Aku telah selamat beberapa kali sebelumnya.

Jika Aku membungkus semua orang di Shield Prison, Aku berharap kita semua bisa selamat. Hanya untuk mencegah kemungkinan terburuk, Aku mungkin harus menggunakan skill perlindungan pada Raphtalia juga.

Menyadari bahwa Aku telah mengambil keputusan, Raphtalia menyerah dan memberi isyarat kepada Filo, Rishia, dan Raph-chan untuk mengikutinya dan menjaga jarak sejauh mungkin dariku.

Memang kenapa? Aku sudah sering melakukan ini. Sama seperti dulu, Aku hanya perlu bertahan dari seranganku sendiri.

“...”

Berapa kali Aku membiarkan diriku menggunakan serangan ini?

Itu adalah perisai terkutuk yang terpaksa aku andalkan di saat-saat terendahku — dan aku akan mengandalkan kekuatannya lagi.

Aku mengeratkan tanganku pada perisai, menutup mataku, menenangkan napasku dan mengganti perisai.

Karena meningkatnya jumlah batu inti dragon, perisai Itu menjadi lebih kuat!


Shield of Wrath IV (awakened) +7 50/70 SR 

Kemampuan terbuka : equip bonus: skill Change Shield (attack), Iron Maiden, Blood Sacrifice, Megiddo Burst, 

special effect : Dark Curse Burning S, Strength Up, Dragon Rage, Roar, Vassal Berserk, Magic Power Share, Robe of Rage (large), Demon Dragon magic power. 

Mastery level 0


Aku ragu-ragu untuk menggunakan perisai ini, tetapi Aku tidak berharap Itu menjadi begitu kuat!

Penampilan perisai telah berubah juga, yang entah bagaimana bahkan terlihat lebih tidak menyenangkan dan brutal. Itu sangat besar sehingga hampir tidak mungkin untuk mengangkatnya dengan satu tangan. Aku pikir perisai seperti ini disebut tower shield.
<TLN : http://darksouls2.wikidot.com/tower-shield>

Hatiku dipenuhi dengan amarah yang kuat dan kebencian, jauh lebih dari sebelumnya. Namun hubunganku dengan teman-temanku, kepercayaanku pada mereka, keinginanku untuk melindungi mereka dari bahaya ... emosi Itu telah tumbuh lebih kuat juga. Mereka cukup kuat untuk mencegahku kehilangan kendali atas diriku sendiri.

Aku tidak tahu tentang efek khusus dari dua efek terakhir, tetapi Aku yakin itu merujuk pada jenis kekuatan yang belum pernah kulihat — sesuatu yang mungkin juga lebih berbahaya daripada apa pun yang pernah kulihat.

Sedangkan untuk Megiddo Burst, Aku bahkan tidak ingin mencobanya. Aku tidak yakin Aku bisa bertahan hidup meski hanya sekali pakai.

“Ugh...” Filo mengerang. Lengan dan kakinya diliputi api hitam. Dia melakukan semua yang dia bisa untuk mengendalikan dirinya.

Tapi kebencian yang berputar di dalam diriku terlalu kuat. Itu sangat kuat sehingga Aku akan kehilangan kesadaran!

“Rafuuu!”

Raph-chan melompat ke atas kepala Filo dan mulai menggigit ahoge-nya. Lalu, api hitam meledak dari ekornya yang membengkak.

“Aku juga!” Raphtalia menempatkan tangannya pada Raph-chan dan Filo, dan memejamkan matanya penuh dengan konsentrasi.

Aku merasakan kebencian dan amarah berkurang sedikit. Mereka menerima sebagian dari bebanku. Tepat ketika Aku mengira api akan melahapku, mereka seperti menyirami air dalam hatiku.

Rasanya luar biasa. Seperti air jernih merembes ke tenggorokan yang kering. Ya, Aku bisa melanjutkan pertempuran ini.

“Ayo lakukan! Shield Prison!”

Shield Prison muncul di udara di sekeliling Raphtalia dan yang lainnya, melindungi mereka dari hujan skill Kyo.

Perisai Itu tiba-tiba sangat membebaniku, seperti ukurannya menjadi dua kali lipat. Sebuah cahaya terpancar dari permukaannya.

“Arrrhhhhhh!” 

“Apa ?!”

Api terkutuk menderu dan melompat dari perisai, membakar segala sesuatu yang terlihat dan langsung menghancurkan ruang tempat Kyo menjebak kami. Terdengar ledakan dan desisan, lalu kami kembali ke laboratorium bawah tanah.

Aku menoleh dan senang melihat bahwa Shield Prison selamat tanpa cedera. 

“Kau berhasil menembus skillku. Aku terkesan.”

“Tentu saja. Kami menipumu.”

Kami punya waktu untuk melakukan serangan karena dia telah ditipu untuk menyerang halusinasi yang dibuat Raph-chan.

“Kau belum pernah melihat serangan terhebatku!”

Haruskah aku menggunakan Blood Sacrifice padanya?

Tidak. Jika Aku gagal dalam tahap persiapannya, Itu semua akan sia-sia.

Bukan waktunya untuk itu. Tidak, belum.

Kyo melepaskan serangan lain dan Shield Prison hancur. Raphtalia dan yang lainnya melompat keluar dan mengarahkan senjata mereka kepada Kyo, berlari maju untuk menyerang.

“Brave Blade! Mist!”

Dengan menggunakan kedua pedangnya, dia membuat tanda ‘x’ di udara dan menembakkannya hingga ke seberang ruangan, merobek-robek halaman buku yang berputar-putar yang dikirim Kyo untuk menghentikannya.

“Ha!”

Rishia dengan marah melepaskan defense-rating attacks yang dia pelajari dari wanita tua itu.

“Ha!” Bentak Filo, melesat melintasi ruangan dengan tendangan spiral.

“Serangan itu? Lagi? Kau tidak pernah belajar, bukan? Constriction: Composition Four!”

Buku Kyo terbuka lebar dan sebuah kandang muncul dari halaman-halamannya yang mengurung Raphtalia dan yang lainnya.

Dia bisa menggunakan skillnya begitu cepat! 

“Continuation! False Ceiling!”

Jarum-jarum keluar dari langit-langit kandang dan menghujani semua orang di dalamnya.

“Tidak secepat itu! Air Strike Shield! Second Shield! Dritte Shield!”

Tiga perisai muncul di atas kepala mereka untuk melindunginya dari hujan jarum.

“Haaa!” Teriak Raphtalia, dengan cepat menarik pedangnya dan mengiris kandang yang mengurungnya. Dia melompat bebas lagi dan berlari kearah Kyo.

Benar. Kami lebih kuat dari sebelumnya.

Kita bisa mengalahkan Kyo. Bahkan tanpa Kizuna!

“Kau pikir Itu akan berhasil? Kau sudah memperlihatkan gerakanmu ini sebelumnya!”

Kyo telah meningkatkan kemampuannya juga, dan Raphtalia tidak cukup cepat untuk mengenainya sebelum dia bisa menghindari serangannya.

Kami tidak cukup cepat. Kata-kata “Serangan tidak berguna jika itu tidak saling terhubung” terus mengalir dalam pikiranku.

Jika teman-temanku dapat menyesuaikan serangan dengan kecepatan mereka, kami mungkin bisa mengejar dia. Tetapi, jika mereka melakukan itu, saat mereka mecoba melakukannya, dia akan punya waktu untuk mengurung kami di ruangan Itu lagi.

Tentu saja, jika dia melakukannya, Aku mungkin bisa mengeluarkan kita dengan menggunakan api terkutuk lagi, tapi Itu bukan jenis rencana yang akan bekerja selamanya. Hanya untuk membuat kondisinya semakin menyebalkan, kita sesekali harus menangkis salinan monster. Dan, neoguardian yang kami kalahkan sedang beregenerasi dan bangkit kembali.

“Terima ini! Composition Eight: Divine Punishment!”

Halaman bukunya mengepak dengan liar ketika dia melantunkan nama skill itu. Kemudian tembakan kliat langsung menuju ke arah kami.

Itu tetap mengejar ketika kami mencoba menghindarinya! Itu mirip seperti peluru kendali! Itu tampak seperti serangan yang bisa diakhiri dengan sihir, yang membuatku berpikir, apakah ada aspek lain yang belum kita lihat?

“Air Strike Shield!” 

“Hah!”

Petir dengan cepat mengubah arah dan menghindari perisai yang muncul di depannya. Sial! Apa yang harus Aku lakukan terhadap serangan yang tidak dapat Aku blokir?

“Shooting Star Shield!”

Raphtalia dan yang lainnya melakukan semua yang mereka bisa untuk menghindari serangan kilat. Jadi Aku cepat-cepat mengerahkan Shooting Star Shield untuk melindungi mereka dan menghentikan petir yang berderak. Karena Wrath Shield IV sangat kuat, penghalang Itu bisa menghentikan serangan tanpa pecah.

Itu tidak hancur, tetapi hanya retak, dan mulai bersinar. Apa... Apa yang sedang terjadi?
Penghalang Itu sendiri tiba-tiba menembakkan bola api berwarna gelap. Mereka menghantam halaman-halaman buku yang berkibar dari buku Kyo, membakar mereka menjadi abu secara instan.

Aku sangat senang melihat serangan Kyo gagal satu per satu.

Bola-bola Itu memantul, membakar semua yang mereka sentuh. Tubuh-tubuh dari salinan binatang suci yang jatuh, homonculus, tubuh Sampah #2 dan Albert, semuanya berubah menjadi tumpukan abu.

“Kau sangat menjengkelkan! Aku sudah cukup! Terima ini!”

Dia membalik-balik bukunya dan sesuatu muncul di udara di depan kami. Sesuatu yang tampak seperti kepala Roh Kura-kura.

“Sayang sekali butuh banyak waktu! Tapi kau lebih baik bersyukur! Tidak banyak orang bisa melihat serangan ini!”

Dia serius — Itu pasti serangan pamungkasnya.

Bisakah Aku memblokirnya dan bertahan? Sejujurnya aku tidak tahu. 

“Kurasa tidak!” Raphtalia berteriak.

Dia berlari ke arah Kyo dengan Filo dan Raph-chan di sisinya, tetapi dia dengan cepat mengerahkan lapisan demi lapisan penghalang untuk melindungi dirinya sendiri.

Serangan defense-rating attacks Rishia dan Raphtalia menghancurkan penghalang dengan sangat cepat, tetapi Itu tidak cukup untuk membuka jalan.

Dan medan gravitasi Itu masih memperlambat kita. Bagaimana kami memecahkan masalah ini terakhir kali, ketika Ost bersama kami?

Bisakah Aku melakukannya? Bisakah Aku melakukannya?

Tidak ada alasan bagiku untuk berdiri di sana seperti tongkat dalam lumpur. Aku bisa mencobanya. Aku harus menggunakannya.

Tentu, Aku sendirian. Dan tentu saja, Aku tidak benar-benar tahu bagaimana cara menggunakannya, tetapi Aku dengan paksa memanggil mantra Way of the Dragon Vein.

Aku berkonsentrasi sebaik mungkin, dan mencoba mengingat seperti apa rasanya.

Therese telah menunjukkan kepadaku bagaimana cara membimbing kekuatanku, jadi Aku berusaha melakukan yang terbaik. Perisai adalah medium dan kekuatan adalah milikku. Aku meminta energi Roh Kura-kura, di sekelilingku, untuk membantuku.

... Tapi Itu tidak berhasil.

Aku merasakan perisai merespons, sedikit saja. Aku bisa merasakan energi Roh Kura- kura di ruangan berkumpul di dalamnya.

Mungkin tidak ada kekuatan yang cukup, tetapi Aku harus mencoba. Aku memanggil mantra untuk All Liberation Aura.

Sebelum Aku mengucapkan kata-kata itu, Aku merasakan sentakan kuat naik ke tulang belakangku — sesuatu yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Itu seperti suara yang kadang kudengar ketika menggunakan Shield of Wrath, tetapi ini berbeda. Aku tidak tahu apa itu. Tapi aku tahu ada sesuatu di dalam diriku — sesuatu yang menakutkan.


—Kau mencoba menggunakan sihir kuno, bukan?

—Kematianmu di sini akan sangat merepotkanku. Kukira Aku harus membantumu.


Suara Itu melingkari hatiku, mencekiknya dengan kuat. Aku tidak bisa menolaknya. Lalu tiba- tiba puzzle yang sama yang ditunjukkan Ost kepadaku muncul di depan mataku, dan mulai berkumpul dengan sendirinya.


—Itu sudah cukup.

—Tapi penggunaan kekuatanku juga memiliki harga mahal yang perlu dibayar. Bersiaplah untuk menanggungnya.

—Apakah kau mengerti?


Aku tidak tahu siapa yang berbicara kepadaku, tetapi Aku bisa mendengar suaranya dengan jelas.

Aku tidak tahu berapa harganya dan Aku tidak tahu nasib apa yang menungguku, tetapi Aku tahu apa yang harus Aku lakukan di sini dan Aku tidak bisa mundur. Kyo harus membayar atas kejahatannya!

Aku tidak ragu. Aku sudah siap untuk mengaktifkan mantra.

Tapi sebelum aku memulai, ikon pemilihan target muncul. Apa? Itu biasanya tidak terjadi sampai mantra dilemparkan.

Ada tiga ikon, jadi Aku hanya bisa memilih tiga target. Itu diatur untuk melemparkan pada diriku sendiri.

Aku akan menggunakan All Liberation Aura.

Siapa yang paling diuntungkan dari peningkatan statistik dan skill?

Aku bisa mengandalkan Raphtalia, tetapi Rishia juga membutuhkan peningkatan skill.

Aku dengan cepat mengatur mantra untuk fokus pada Rishia. Tiba-tiba, bidang pandangku beralih merah.

Aku mendapatkan firasat buruk tentang ini. Perasaan bahwa aku seharusnya tidak menggunakan mantra itu.

Bagaimana jika Aku bukan orang yang membayar harganya? Bagaimana jika kita semua harus membayar?


—Tsk, Tsk. Apakah kau pikir kemenangan datang kepada para pengecut?

—Pahlawan Pemburu tahu risikonya dan tetap menggunakannya.


Sial! Bahkan jika Itu benar, Aku tidak bisa meminta Raphtalia dan yang lainnya untuk menderita bersamaku. 

“Master! Aku akan melakukannya! Aku akan membalas wanita kura-kura itu! Aku akan membantumu, one-chan dan semua orang!” Filo?

Bisakah dia mendengar apa yang Aku dengar? Bagaimana dia tahu apa yang terjadi? Kurasa Itu tidak mengejutkan. Dia selalu dipengaruhi oleh Shield of Wrath.
Dia benar. Jika Aku menahan diri, maka kita mungkin kalah dalam pertarungan yang bisa kita menangkan.

Aku mengubah mantra untuk terfokus pada Filo, bukan Rishia. Dan tidak ada yang terjadi — tidak ada yang berkedip merah.
Itu seperti... seperti sesuatu di dalam diriku yang telah memperingatkanku untuk tidak menetapkan Rishia sebagai target. Seperti jantungku dipompa hingga meledak.

Sudah waktunya!

“Aku, Pahlawan Perisai, meminjam kekuatan Demon Dragon dan kekuatan amarah untuk memerintah langit, memerintahkan bumi, menentang semua alasan, bergabung, dan menumpahkan darah. Oh, kekuatan besar para dragon, bergabunglah dengan kekuatan para pahlawan dengan sihir, kekuatan kehidupan, dan pengorbanan. Sumber kekuatan yaitu Pahlawan Perisai memerintahkanmu. Baca dan pahami semua yang ada di bawah matahari, dan tunjukkan kekuatanmu padaku! Aku perintahkan kau— berikan semuanya!”

“All Sacrifice Aura!”




TL: Kuaci
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar