Selasa, 05 November 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 9 : Chapter 2 - Mundur Dengan Cepat

Volume 9
Chapter 2 - Mundur Dengan Cepat


Beberapa saat kemudian, Alto mengatakan bahwa dia memiliki sesuatu yang ingin dia diskusikan dengan L'Arc, jadi dia meninggalkan kami dan pergi sendirian.

“Bagaimana kemajuannya?”

Kami pergi ke halaman kastil di mana... oke, sepertinya mereka melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan di Melromarc — pelatihan.

Kami berada di dunia yang baru, tetapi kami masih berlatih sekeras dulu. Tidak ada waktu untuk istirahat. Ketika Rishia punya waktu, dia bergabung dengan Raphtalia dan yang lainnya.

“Kurasa sudah berjalan dengan baik,” 

“Sepertinya kau cukup percaya diri.” 

“Begitulah.”

Setelah Raphtalia dipilih oleh katana yang merupakan vassal weaponnya, ia terpaksa melarikan diri dari pengejarnya dengan L'Arc dan Glass. Mereka telah membantunya berlatih saat itu. Selama periode yang sama, Aku menghabiskan seluruh waktuku untuk menghasilkan uang dan meningkatkan levelku. Aku belum melakukan pelatihan sungguhan seperti yang dibicarakan. Aku harap dia tidak terlalu hebat hingga membuatku merasa malu.

“Aku baru saja menunjukkan kepada Rishia semua yang telah aku pelajari tentang cara mengendalikan energi.” Ya, aku cukup yakin dia lebih menguasainya dari pada diriku.

“Aku hanya ingin memastikan kita berada di halaman yang sama. Kau berbicara tentang hal yang sama dengan yang dibicarakan wanita tua Hengen Muso itu, kan?”

“Iya. Haruskah Aku menghindari topik itu?” 

“Bukan itu maksudku.”

“Ngomong-ngomong, Rishia dan Filo...” 

“Feh?!”

Ketika aku berbalik dan menatap Rishia, dia melompat seolah aku telah mengejutkannya. Matanya melirik gelisah menatap sekitar halaman. Apakah aku mengatakan sesuatu yang pantas mendapat reaksi seperti itu? Mungkin dia hanya takut padaku. Apa pun alasannya, Aku tidak berpikir Aku pernah melihatnya tenang dan santai.

“Bagaimana kabar Filo?”

“Pertanyaan yang sangat bagus, Tuan Naofumi. Filo tampaknya benar-benar menguasai kontrol energi.”

“Apa maksudmu?” Tanyaku. Raphtalia melirik Filo. 

“Filo.”

“Apa?”

“Tunjukkan pada kami bagaimana kau mengendalikan kekuatan yang Fitoria ajarkan padamu.”

“Aku tidak mau! Aku lelah…”

Filo tampaknya telah kehilangan banyak stamina yang sebelumnya tampak mengesankan ketika kami menyeberang ke dunia baru ini. Namun sekarang dia cepat lelah.

Dia kelelahan, tetapi sekarang dia bisa terbang. Itu bukan hal yang buruk, tapi dia berfokus pada sihir selama pertempuran saat ini.

“Tunjukkan sedikit pada kami. Tuan Naofumi akan sangat terkesan!” 

“Baik!”

Filo meminta perhatian dan mulai memfokuskan kekuatannya.

Aku ingin melihatnya, tetapi Aku tidak pernah setuju untuk terkesan atau memujinya. Ah, terserahlah.

Setelah Fitoria mengajari Filo cara bertarung, dia menjadi sangat cepat. Serangannya juga lebih tajam.

“Wah. Aku terlalu lelah, jadi Aku harus mendapatkan kekuatan terlebih dahulu.”

Dia mulai mengumpulkan kekuatan sihir di sekitar dirinya. Itu tampak seperti teknik yang dia gunakan selama pertempuran kami dengan Jantung Roh Kura-kura.

“Glass juga mengetahui teknik yang menggunakan energi dengan cara yang sama, jadi kami berbagi ide satu sama lain,” jelas Raphtalia.

“Ya, teknik ini mengingatkanku pada pelatihan prana, teknik yang kami gunakan untuk mengumpulkan, meningkatkan, dan menyimpan energi.”

Tekniknya terdengar mirip. Tapi, Aku tidak yakin sampai sejauh mana teknik Itu akan sejalan dengan teori energi yang diajarkan wanita tua Itu kepada kita. Kurasa kita akan mencari tahu hal itu.

“Namun, Aku belum pernah melihat hal tersebut dapat dilakukan secara efektif. Oleh karena itu, Aku juga harus banyak belajar tentang topik ini, jadi, Aku telah berlatih dengan Nona Raphtalia selama beberapa hari terakhir,” kata Glass kepadaku.

Jika Itu berarti bahwa Glass akan menjadi lebih kuat daripada dia yang sebelumnya, namun rasanya aku tidak terlalu ingin mengajarkan apa pun padanya. Dia bahkan mengatakan bahwa setelah pelatihan dengan Raphtalia, dia telah mengembangkan kemampuan untuk benar-benar bisa melihat energi. Dia adalah kekuatan yang harus diperhitungkan. Dia mengajari Filo dan menganalisis tekniknya.

“Gadis muda ini memiliki potensi luar biasa.” 

“Jadi dia menggunakan energi yang sama?”

Aku meminta Filo membantu Rishia dengan pelatihannya untuk sementara waktu sekarang, tetapi sekarang setelah Aku memikirkannya kembali, Aku tidak pernah menyerahkan sepenuhnya pelatihan Filo dengan wanita tua itu. Sebenarnya, Kupikir wanita tua Itu mengatakan bahwa Filo tidak perlu pelatihan.

Aku mulai mengerti mengapa dia mengatakan itu.

“Kemungkinan besar kita menggunakan energi yang sama, meskipun mungkin ada beberapa perbedaan. Dengan lebih banyak pelatihan, Aku yakin kita semua bisa meningkat.”

“Itu terdengar bagus. Kau dengar itu, Filo? ” 

“Ya!”

Aku melirik Rishia dan berkata, “Raphtalia, Glass, bagaimana kabar Rishia?” 

“Jujur, dia tidak terlalu baik.”

Aku seharusnya sudah menduganya. Dari apa yang Aku tahu, dia melakukan pelatihan bersama, tetapi pelatihan Itu tampaknya tidak banyak berpengaruh.

“Wanita tua Itu mengatakan bahwa dia memiliki potensi — bahwa kekuatan besar tertidur di dalam dirinya. Aku pernah melihatnya. “Aku menoleh ke Rishia,” Aku sendiri pernah melihatnya sekilas. Aku masih berharap banyak darimu.”

“Feh...”

Aku berharap Glass akan mengajarinya sesuatu.

“Dia memiliki... bakat? Benarkah?” Glass memandangnya dengan tak percaya. “Dia bisa menggunakan energi? Dalam penglihatanku, dia tampaknya memiliki lebih sedikit prana dari biasanya.”

“Jadi, Kau mengatakan dia tidak memiliki kemampuan?”

“Tuan. Naofumi, bisakah kau mengatakannya dengan sedikit lebih ramah?”

Rishia memiliki banyak kegunaan di luar pertempuran. Dan selain itu, Aku melihat dia bertarung seolah kemampuannya tiba-tiba terbangun. Aku belum siap untuk menyerah padanya.

“Bukan Itu yang Aku maksud, hanya saja sulit dijelaskan. Sejauh menyangkut kemampuan, atau potensi, Kupikir kau benar bahwa dia mungkin memiliki potensi.”

“Aku bingung.”

“Aku juga,” kata Kizuna. “Maksudmu apa?”

Glass memegang dagunya dan mencoba menjelaskan. “Ini membingungkan bagiku juga, tetapi Aku juga melihat kilatan cahaya dalam dirinya. Kilatan pendek yang dengan cepat menghilang. ”

“Hm...”

“Untuk lebih spesifiknya, ini agak seperti apa yang baru saja dilakukan Filo, di mana dia menambah prana miliknya sendiri dengan mengumpulkan dari lingkungan sekitar. Sejauh yang Aku pahami tentang dirinya...”

Glass terus mengoceh untuk sementara waktu. Dia menggunakan banyak kosakata khusus yang belum pernah Aku dengar sebelumnya, jadi sebagian besar langsung keluar dari kepalaku.

Inti dari hal Itu adalah bahwa Rishia memiliki prana yang jauh lebih sedikit daripada kebanyakan orang, tetapi dia memiliki bakat luar biasa untuk mengumpulkan dan menyerap prana dari lingkungannya. Itu masuk akal bagiku, karena saat melihat apa yang terjadi ketika dia menggunakan sebotol life-force water untuk dirinya sendiri di Melromarc. Dia menjadi sangat kuat dan kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Glass telah melihat kemampuan pertempuran Rishia meningkat selama pertarungan dengan Kyo. Teorinya adalah bahwa fenomena ini terjadi ketika Rishia menjadi lebih emosional, dan kemudian dia dapat mengendalikan kekuatannya dengan lebih baik.

“Jadi semakin kuat dirinya, semakin banyak usaha yang harus dikeluarkan?” 

”Dalam arti tertentu, ya.”

“Kau bisa saja mengatakan itu. Aku tidak perlu mendengar seluruh pidatomu.” 

“Jangan katakan itu,” kata Kizuna. “Itu kejam.”

Aku penasaran apakah Kizuna melihat wajah Glass mengerut ketika dia membelanya.

Lagi pula, jika Glass setuju bahwa Rishia memiliki semacam potensi yang belum direalisasi, maka Itu pasti benar. Aku masih berharap dia membuktikan dirinya berguna dengan pengetahuan kutu buku nya.

“Aku cukup cemburu,” kata Ethnobalt, memasuki percakapan.

Apa sekarang? Kenapa dia ikut bergabung dalam percakapan ini?

Ethnobalt selalu mendukung kita semua dalam pertempuran. Meskipun ia memiliki vassal weapon, ia tampaknya tidak sekuat Itu — mungkin Itu sebabnya ia cemburu.

Dia hanya bergumam pelan pada dirinya sendiri, tetapi Kizuna dan Glass tampak sedih setelah mendengarnya.

“Mengapa? Apa yang salah?”

“Oh, benar,” kata Kizuna. “Kau tidak tahu mengapa Ethnobalt harus menghindari garis depan, kan, Naofumi?”

“Tidak.”

Ketika Aku memikirkannya, Aku menyadari bahwa dia selalu mendukung kami dari kejauhan, dan dia tidak ikut dengan kami ketika kami pergi mencari Glass dan yang lainnya.

Aku hanya berasumsi bahwa dia adalah tipe intelektual, yang menggunakan sihir, dan bahwa dia menggunakan vassal weapon kapal untuk berkeliling. Tapi, mungkin semuanya lebih rumit dari itu. Karena Aku tidak berpikir dia benar-benar telah melakukan apa pun selama pertempuran ketika gelombang muncul.

Kupikir mungkin dia hanya bersantai, tetapi sepertinya tidak demikian.

Vassal weapon biasanya memberikan tugas dalam pertempuran pada mereka yang memegangnya. Aku tidak yakin Aku pernah benar-benar melihat Ethnobalt bertarung. Dia selalu pergi menjauh untuk menghindari pertempuran, dan tidak ada yang pernah bertanya kepadanya tentang hal itu. Pasti ada penjelasan untuk semua ini.

Mungkin vassal weapon kapal memiliki keterbatasan, seperti perisaiku, atau alat berburu Kizuna.

“Anggota rasku umumnya tidak mendapatkan kekuatan ketika levelnya meningkat.” Apa?

Aku menatapnya dalam diam. Lalu aku memandangi Rishia, tetapi tidak ada yang memperhatikan.

“Benar. Kembali ketika Aku pertama kali tiba di sini, Ethnobalt biasa pergi bertualang dengan diriku seperti yang lainnya. Dia juga naik level, tapi...”

“Aku kaget dengan betapa cepatnya statistik Kizuna melampaui milikku. Tidak masalah berapa banyak level yang Aku dapatkan, statistikku hanya tumbuh dengan jumlah yang tidak signifikan. Perbedaan kekuatan antara kami tumbuh dengan perbedaan yang signifikan.”

“Bisakah kau mengejarnya dengan menyalakan ketrampilan senjatamu?” 

“Sedikit. Tapi Itu tidak cukup, bahkan tidak cukup singnifikan.”

Dia pasti selamat dari bonus status yang diberikan ketika kemampuan baru terbuka.

Tapi Itu tidak cukup — dia tidak cukup kuat untuk bertarung di dunia ini. Harus diakui, monster, manusia, dan gelombang di dunia ini sangat kuat dibanding standar Melromarc. Bonus status kecil hanya bisa membawanya sejauh ini.

“Aku telah mempelajari berbagai macam mantra sihir, tetapi kekuatanku tidak tumbuh, dan Itu sampai ke titik di mana aku jelas menjadi beban bagi semua orang.” Dia mengatakan bahwa dia bahkan tidak pandai mendukung orang lain dalam pertempuran.

Tidak diragukan lagi, dia mengingatkanku pada Rishia.

“Semua orang berusaha melindungiku. Jika Aku berada di garis depan, Aku mungkin akan terbunuh. Itu membuat orang lain hanya bisa melindungiku. Tapi Aku pemegang vassal weapon! Jadi Aku tidak ingin menjadi beban yang lain.”

Itu sebabnya dia cemburu. Dia ingin melindungi orang lain, bukan untuk dilindungi oleh mereka.

“Semua Itu terdengar bagus, tetapi Aku tidak berpikir tindakanmu sama mengesankannya dengan niatmu.”

“Tuan. Naofumi, tidak bisakah kau mengatakan sesuatu yang lebih baik dari itu?” Tapi Itu benar.

Dia tidak menyukaiku. Aku tidak ingin bertarung sama sekali, tetapi Aku terpaksa melindungi orang lain. Dia punya pilihan dalam hal ini. Dia bisa menyerang monster dan orang-orang jika dia mau. Dia hanya belum menemukan cara untuk membuatnya bekerja.

Lagipula dia punya vassal weapon kapal. Ketika kami menggunakannya untuk terbang di langit, Aku perhatikan bahwa Itu dilengkapi dengan meriam. Jika dia bisa menembakkan semua meriam Itu sekaligus, maka dia mungkin bisa bertarung jika dia mau. Kecuali kalau damage meriam Itu tergantung pada statistiknya, yang kurasa sebenarnya adalah sebuah kemungkinan.

Tetapi jika dia yakin bahwa semuanya bergantung pada statistiknya, maka dia harus berhenti meminta simpati dan menjadi sangat bergantung pada mereka!

“Lihatlah Rishia! Statistiknya sangat rendah, hingga sudah tampak tidak lucu lagi! Dan Kau memiliki vassal weapon kapal! Buat apa kau mengeluh?”

“Fehhh?!” Rishia berteriak.

“Naofumi, bukankah Itu sedikit kasar? Bukan hanya untuk Ethnobalt, tetapi juga untuk Rishia?”

“Tidak, kurasa tidak. Aku berbicara untuk memotivasi mereka, tentang upaya mereka.”

Aku melambaikan tangan Kizuna dan membisikkan statistik Rishia di telinganya, dimulai dengan yang terbaik.

Rishia secara teknis menjadi budakku untuk mendapatkan manfaat dari skill penyesuaian budakku. Itu sebabnya Aku tahu statistiknya. Semakin banyak statistik yang Aku beritahukan kepadanya, semakin nampak pucat pula wajah Kizuna.

“Tidak mungkin! Statistik dia benar-benar serendah itu?”

“Ya, biasanya. Selain pada pertempuran dengan Kyo, seperti itulah statistiknya.” 

“A... Apa maksudmu?“ Glass bertanya pada Kizuna, bingung.

Kemudian Glass berlutut di depan Rishia dan membungkuk sampai kepalanya berada di lantai.

“Maafkan aku. Aku tidak menyadari bahwa Kau sangat tidak cocok untuk bertarung. Seharusnya aku tidak membuatmu dalam bahaya dengan membawamu ke pertempuran melawan Gelombang.”

“Fehh?!”

“Kupikir kau tidak perlu menunduk padanya...”

Kizuna kemudian berbalik padaku, “Naofumi! Kami telah membawa Rishia ke pertempuran tanpa berpikir dua kali, tetapi mengetahui apa yang Aku ketahui sekarang, kita seharusnya tidak melakukan itu! Kami menempatkannya dalam bahaya!” Dia berteriak dengan marah. Apakah seburuk itu?

Ketika Kau benar-benar memikirkannya, bukankah reaksi mereka lebih buruk dari apa yang telah Aku lakukan? Raphtalia tampak bermasalah, seolah dia tidak yakin bagaimana harus merespons.

“Yah, Rishia selalu mengatakan bahwa dia ingin menjadi lebih kuat, jadi tidak apa-apa jika dia bergabung dengan kita dalam pertempuran? Aku tidak melihat masalah dengannya.”

“Raphtalia, ada perbedaan antara keberanian dan kecerobohan! Dengan statistik seperti itu, Rishia akan membuat dirinya sendiri terbunuh!”

Apa yang sedang terjadi? Pembicaraan ini jelas melenceng. Yang ingin Aku katakan kepada Ethnobalt adalah bahwa dia tidak punya hak untuk iri pada Rishia, jika dia tidak mencoba melakukan upaya yang sesungguhnya. Mengapa semua orang marah padaku?

“Aku mengerti apa yang sedang kau singgung. Aku tidak memiliki ketegasan, atau keberanian, seperti yang dimiliki Nona Rishia. Begitukah?” Ethnobalt berkata setelah menyadari betapa membantunya rishia dalam pertempuran, terlepas dari statistik dan kemampuannya.

“Tidak ada cara untuk mengetahui kapan bakat akan muncul dengan sendirinya, ataupun kapan kekuatan sejatimu akan terungkap. Kau pikir kau bisa menunggu hingga memiliki level cukup tinggi untuk bisa melakukannya? Kau tidak bisa menyerah dan hanya berharap bahwa segalanya akan berubah suatu hari nanti,” Karena dia juga memegang vassal weapon.

Aku mengerti betapa mengecewakannya ketika kau tampak tidak membuat kemajuan apa pun. Tapi, jika Ethnobalt punya cukup waktu luang untuk duduk meratapi betapa lemahnya dia dibandingkan dengan orang lain, maka dia harus mencurahkan waktu Itu untuk pelatihan dan peningkatan diri. Itulah yang Rishia lakukan.

“Jika kau puas dengan memainkan peran cadangan, maka Itu tidak masalah. Tetapi jika kau ingin menjadi lebih kuat, maka kau harus bekerja. Ada lebih banyak kekuatan daripada hanya sebuah statistic, kau tahu? Jika kau berpikir tidak ada yang dapat kau lakukan, Maka kau salah besar.”

“Tuan. Naofumi...”

“Kau terdengar sangat keren, Naofumi. Kau berbicara banyak, terutama mengingat bahwa kau tunduk pada batasan yang sama dalam pertempuran sepertiku,” Kata Kizuna.

“Diam.”

Aku akan menyerang jika Aku bisa, Aku akan melakukannya. Tapi Aku dikutuk dengan perisai bodoh ini, menjadi petarung ofensif bukanlah pilihan — tapi Aku tidak menyerah.

Jika senjata Ethnobalt memungkinkannya untuk menyerang, maka masih ada harapan baginya.

Dan semua orang terus mengatakan bahwa Rishia memiliki potensi. Aku juga percaya, mengingat apa yang dia lakukan dalam pertempuran dengan Kyo. Dia akan membuktikan dirinya sendiri pada akhirnya, dan dia pasti sampai di sana karena dia tidak pernah berhenti berusaha.

Lebih baik untuk menyesal mencoba dan gagal daripada menyesal karena tidak mencoba sama sekali.

Sejauh yang Aku ketahui, Ethnobalt tidak memiliki hak untuk mengeluh sampai dia benar-benar berusaha.

“Aku mengerti. Baiklah, Glass, bolehkah Aku berpartisipasi dalam latihan ini? ” 

“Apakah... Apakah kau yakin?”

“Iya. Aku ingin melindungi kalian semua, jadi Aku harus bekerja sekeras yang Aku bisa untuk sampai ke titik itu, seperti Nona Rishia.”

“Kita bisa melakukannya!” Rishia berkicau. Mereka benar-benar saling mengerti. 

Glass memandangi mereka dan tersenyum, “Aku adalah guru yang keras!”

Glass tampak dipenuhi dengan tekad baru. Dia tampak lebih tangguh, lebih dari biasanya. “Kita akan mulai dengan melatih tubuh! Mari kita pergi!”

“Baik!” 

“Dimengerti!”

Mereka bertiga pergi berlari. Kemudian Ethnobalt dan Rishia tersandung lalu terjatuh. Mereka memiliki banyak kesamaan, keduanya. Mereka berdua sangat canggung. 

“Lalu, Tuan Naofumi. Mengapa kau datang menemui kami hari ini?”

“Itu benar, aku hampir lupa.”

Aku begitu sibuk membicarakan statistik dan kekuatan Rishia sehingga Aku mengabaikan alasanku datang kemari. Aku mengeluarkan sarung katana yang Aku buat dan memberikannya kepada Raphtalia.

“Terima kasih banyak!” Dia tersenyum hangat. Itulah wajah yang ingin kulihat.

Aku telah memasukkan pedang murah ke sarungnya untuk saat ini, tetapi dengan katana yang sebenarnya di dalamnya, desainnya sangat cocok. Itu membuat katana terlihat lebih indah. Ketika dia menyelipkan pedangnya, Itu disegel dengan bunyi klak yang memuaskan.

Ketika bilahnya masuk, Kupikir Aku melihat batu permata Itu berkedip.

Aku menoleh ke Kizuna, “Kau mengatakan bahwa efek khusus dapat dipicu ketika vassal weapon, atau salah satu dari empat senjata suci, dilengkapi dengan aksesoris, kan?”

“Ya, tapi aku tidak tahu apa efeknya.”

“Aku meminta aksesori untuk di tanamkan efek yang akan meningkatkan kelincahan Raphtalia, sehingga dia bisa bergerak di sekitar medan pertempuran dengan lebih mudah.”

Itulah yang Aku minta pada spesialis pemberi sihir. Ketika asesoris Itu selesai, Aku memeriksanya, dan dari apa yang Aku tahu, mereka tampaknya berhasil memasukkan efek yang kuminta.

Kurasa ada kemungkinan bahwa mereka telah menyelipkan sesuatu yang menyusahkan didalamnya, tetapi berhasil memberikan efek untuk vassal weapon saja sudah cukup sulit, jadi Aku sangat ragu mereka bisa melakukannya.

“Apakah Itu berhasil?” Tanya Raphtalia.

“Bukankah batu permatanya bersinar tadi?” 

“Ya. Ini benar-benar terlihat seperti perlahan terisi dengan cahaya.” 

“Hmm... Aku ingin tahu apa yang akan terjadi ketika sudah penuh?” 

“Kurasa kita harus menunggu dan melihatnya nanti.”

“Aku bahkan tidak tahu apa yang akan dilakukan sarungnya, apalagi batu permata itu hanya bersinar.”

“Aku juga.”

“Mungkin kau harus mencoba menghunuskan katana dan melihat apa yang terjadi?” Tanya Kizuna.

Dia benar. Sebuah efek mungkin terpicu ketika kondisi tertentu terpenuhi. Aksesori yang Aku dapatkan dari pak tua di toko senjata di Melromarc juga seperti itu. Efeknya mungkin dipicu karena Aku telah memblokir begitu banyak serangan secara bersamaan. Sesuatu telah memicunya, dan Itu membuat penghalang defensif seperti skill shooting star shield yang Aku miliki. Itu mungkin bahkan lebih baik daripada shooting star shield, karena Itu sebenarnya melukai musuh yang menyentuhnya.

Aku berharap bahwa aksesori yang Aku buat akan berfungsi dengan cara yang sama. Intinya... Aku terganggu. Kembali ke topik yang sedang dibahas.

“Ide bagus. Raphtalia, cobalah untuk menghunuskan pedangnya.” 

“Baik.”

Dia mengeluarkan katana dari sarungnya, dan cahaya menghilang dari batu permata. 

“Cahayanya padam.”

“Mungkin kita tidak akan mengetahuinya hanya dengan menghunuskan pedangnya tanpa menunggu sampai cahayanya terisi penuh?”

“Mungkin itu benar,” kata Raphtalia, memasukkan kembali pedangnya. Kami menunggu sampai batu permata Itu dipenuhi cahaya.

“Mungkin kau harus bertarung dengan katana yang masih ada di sarungnya? Atau aku harus menarik sedikit katana dari sarungnya?”

“Lalu apa kegunaan dari sarungnya?”

“Itu masalahnya. Kita harus mencoba menggunakannya dengan segala macam cara.” 

“Butuh beberapa saat untuk mengisi batu permata, bukan?”

“Mungkin kau harus membawa pedang lain untuk digunakan saat pedang ini sedang diisi.”

“Aku cukup yakin bahwa kipas Glass dapat terbagi menjadi dua kipas yang terpisah. Dia seperti menari bersama mereka, tapi Itu mirip dengan bertarung dengan dua pedang.”

“Jadi menurutmu jika dia mempelajari teknik atau keterampilan, dia akan bisa menggunakan lebih dari satu pedang?”

“Mungkin.”

“Um... Bisakah kau berhenti menatap pedangku dan menganalisisku?” Raphtalia bergumam dengan tidak nyaman.

Bukan salahku bahwa aksesorinya selesai terlebih dahulu. Kami harus mencari cara bagaimana hal itu bekerja.

“Ini sangat mengkilap dan cantik!” 

“Rafu!”

Filo berubah menjadi bentuk peri senandung dan bertengger di pundakku sementara aku memeriksa sarung katana.

Itu berubah menjadi pemandangan yang sangat aneh.

Bagaimanapun, rasanya sekitar tiga menit telah berlalu pada saat batu permata Itu terisi penuh. Cahaya terang muncul, dan ada suara seperti menjatuhkan koin ke celengan. Sepertinya tidak salah lagi.

“Baiklah. Raphtalia, cobalah menghunuskan katana-nya lagi.” 

“Baiklah.”

Dia memegang sarung di tangan kirinya, dan menggunakan tangan kanannya untuk perlahan-lahan menarik bilahnya.

Hm? Apakah Aku melihat ada dua Raphtalia yang berdiri di depanku?.

Kizuna memiringkan kepalanya dan mengedipkan mata. Dia pasti melihat hal yang sama denganku.

Sulit untuk menjelaskan seperti apa itu. Jika aku berusaha sangat keras untuk bisa mengikutinya dengan mataku, tapi sepertinya dia bergerak lebih cepat daripada yang bisa diimbangi tubuhnya. Itu tampak seperti serangan high quick Filo, sebenarnya. Seperti dia hanya bergerak sangat cepat sehingga dia nampak buram.

Aku terkesan bahwa Kizuna dan Aku bisa tetap melacaknya.

Lupakan Therese, yang berdiri di samping dan melihat dengan kilauan bintang di matanya.

Beberapa detik berlalu dan kemudian kecepatan Raphtalia kembali normal. 

“Hah? Tuan Naofumi?”

“Apa yang terjadi?”

“Ketika aku menghunuskan katana, kalian semua mulai bergerak lambat.”

“Aku rasa. Kau mulai bergerak begitu cepat sehingga Aku hampir tidak tahu di mana kau berada. Itu seperti high quick Filo.”

“Jika kau menyerang kami dengan kecepatan itu, aku tidak berpikir aku akan bisa memblokirnya.”

“Ya, aku juga tidak.”

Aku harus benar-benar beruntung untuk memblokir serangan secepat itu.

“Tampaknya jika kau menjaga katana tetap di dalam sarungnya sampai batu permata terisi penuh, Itu akan mengaktifkan high quick saat menghunuskan katananya.”

“Itu luar biasa. Kau dapat membunuh monster saat kau menarik pedang! Itu sangat keren!”

“Aku pernah melihatmu membunuh monster dengan satu tebsan pisau tuna, jadi kau seharusnya mengerti yang kau bicarakan. Aku setuju bahwa Itu sangat keren.”

Aku harus menyebutkan itu, karena bahkan jika Raphtalia bisa mengalahkan monster dengan satu tebasan, Kizuna bisa melakukan hal yang sama. Fakta itu tidak berubah. Sebenarnya, serangan Kizuna mungkin lebih baik, karena keterampilan Raphtalia hanya diaktifkan saat pertama kali dia menghunuskan pedangnya. Jika dia melewatkan kesempatan itu, dia harus menunggu tiga menit atau lebih tanpa menyerang untuk mendapatkan kesempatan lain.

Dia mungkin bisa meladeni musuh dengan tangan kosongnya, tetapi dia tidak akan bisa menggunakan pedangnya untuk bertarung, karena jika digunakan, batu permatanya tidak akan terisi. Mungkin waktunya bisa dikurangi dengan sihir dukungan, tetapi sepertinya tidak baik untuk merencanakan strategi pertempuran kita dengan serangan miliknya.

Ngomong-ngomong, meski Itu memiliki keterbatasan, tentu aku senang dia mendapatkan kemampuan itu.

“Sekali lagi, aku benar-benar berharap kau berhenti melihatku seperti itu...”

“Jika dia bisa belajar bertarung dengan dua pedang, seperti teknik yang digunakan Glass, maka mungkin dia bisa bertarung dengan satu pedang sementara yang satunya mengisi kekuatannya.”

“Tetapi mungkin ada batasan, dia hanya bisa menggunakan satu senjata saja.” 

“Mungkin. Tetapi itu masih cukup bagus.”

“Apakah kau mendengarkanku?”

“Oh, benar — maaf. Ketika Kizuna dan Aku berbicara, sulit untuk berhenti,” Raphtalia tampak kesal dengan komentar tanpa henti kami.

Mungkin dia... cemburu?

Aku semacam figur ayah baginya, jadi mungkin dia tidak suka Aku terlalu banyak berbicara dengan wanita lain. Mungkin dia merasa seperti akan kehilangan orang tuanya.

“Aku merasa aneh denganmu menatapku seperti itu!”

“Baiklah cukup. Ngomong-ngomong, kemampuan Itu pasti akan berguna ketika kita berburu monster.”

“Poin yang bagus. Kita mungkin bisa mengakhiri banyak pertempuran sebelum dimulai.” Mendapatkan serangan pertama selalu merupakan keuntungan.

Filo juga bisa bergerak dengan cepat, tapi Itu jelas ketika dia melancarkan serangan seperti itu, hanya akan membuat musuh menjadi ekstra hati- hati. Tetapi katana Raphtalia akan mempertahankan elemen kejutan, sehingga musuh akan jatuh sebelum mereka tahu apa yang menimpa mereka.

Dengan sedikit keberuntungan, serangan baru ini akan terbukti sangat berguna.

“Aku ingin tahu apakah ada cara agar batu Itu dapat mempertahankan kekuatannya. Sayang sekali kehilangan semua kemampuan Itu hanya karena kau harus menghunuskan pedang.”

“Aku akan bertanya kepada spesialis yang mengisinya tentang hal itu. Mereka akan tahu lebih banyak tentang hal-hal seperti itu.”

“Poin yang bagus. Mari kita lihat apa yang bisa kita temukan.”

Raphtalia mengerutkan kening, “Sudah cukup! Sekarang Kau sudah mencoba mengubah senjataku tanpa bertanya kepadaku? Bagaimana dengan aksesorismu, Tuan Naofumi?”

“Belum selesai.”

Aku mengerjakannya dengan ide yang kuat tentang bagaimana bentuk yang aku inginkan, tetapi Aku tidak begitu yakin bahwa Aku akan berhasil.

“Bagaimana dengan milikmu, Kizuna?”

“Terima kasih untuk bertanya! Coba lihat! Ta-da!” Kizuna tersenyum dan mengeluarkan umpan mencolok yang kubuat untuknya.

Ketika dia melihat seperti apa rupanya, Raphtalia menatapku dengan kecewa. 

“Itu yang dia inginkan.”

“Aku akan membawanya kepada spesialis pemberi sihir untuk melihat apa yang bisa mereka lakukan, dan kemudian, aku akan menggunakannya untuk pergi memancing malam ini!”

“Kau benar-benar suka memancing, bukan Kizuna,” kata Raphtalia. 

“Tentu saja aku menikmatinya! Ini hobi favoritku.”

Kurasa itu bukanlah sesuatu yang harus kau banggakan. Itu mengingatkan Aku, satu atau dua hari yang lalu Glass mengeluh tentang sesuatu yang berhubungan dengan ini. Ketika kami kembali ke rumah Kizuna, kami menemukan dinding yang tertutupi oleh cetakan ikan gyotaku.

Ada begitu banyak dari mereka sehingga sulit untuk percaya bahwa Kizuna benar- benar menangkap mereka semua.

Beberapa dari mereka adalah makhluk yang tampak aneh — Aku bahkan tidak yakin apakah mereka harus dianggap sebagai ikan.

“Aku akan meminta Ethnobalt membawaku memancing di kapalnya!” 

“Kami akan pergi di pagi hari, jadi jangan sampai terlambat.”

“Ya, ya!”

Dia mungkin keluar sampai lewat tengah malam. 

“Kita akan pergi ke suatu tempat di pagi hari?”

“Ya, kita akan melalui beberapa latihan berburu monster dengan L'Arc. Cobalah untuk bisa tidur cepat malam ini. oke?”

“Tentu saja.”

Aku merasa senang sarungnya bekerja. Raphtalia pasti akan mendapat manfaat dari serangan baru itu.

“Hei! Rishiaaa!” Aku berteriak padanya saat dia berlari. Aku benar-benar lupa sesuatu yang penting.

“Apa itu?”

“Buku ini seharusnya mengatakan sesuatu tentang Gelombang.” Rishia mulai membolak-balik buku yang aku berikan padanya.

“Kupikir kau mungkin bisa mendapatkan beberapa informasi dari sini, karena kau sangat mahir dalam bahasa. Apakah kau mau mempelajarinya untukku?”

“Kenapa aku ?!”

“Karena kau mahir soal buku dan belajar.”

“Aku suka membaca, tetapi Aku tidak tahu apakah Aku bisa mengerti semuanya.”

Kerendahan hati adalah hal yang baik, tetapi Rishia mulai membuatku jengkel. Dia secara alami berbakat ketika berhubungan dengan buku dan belajar, jadi agak sedih bahwa dia ingin menjadi prajurit atletik.

“Ambillah sebagai permintaanku, dan lakukan yang terbaik untuk melihat apa yang bisa kau dapatkan darinya. Semakin kita mencari tahu, semakin banyak beban yang bisa kita lepas dari pundak Itsuki.”

Buku Itu mungkin berisikan rahasia gelombang. Rishia biasanya tidak banyak membantu sama sekali, tetapi ini bisa menjadi peluang besar baginya untuk berkontribusi.

“Aku akan melihat apa yang bisa kulakukan!” Rishia memasukkan buku Itu ke dalam tasnya dan berlari kembali.

“Naofumi, apa yang harus kita lakukan dengan latihan sihir hari ini?” Tanya Therese. Dia terdiam selama ini, mungkin karena sangat senang dengan aksesorisnya atau semacamnya.

Aku lupa menyebutkan bahwa Therese memberiku pelajaran tentang penggunaan sihir ketika Aku tidak sibuk membuat aksesoris.

Aku belajar teknik baru dari Ost ketika Aku mendapat Spirit Tortoise Heart Shield. Itu disebut sebagai Jalan Menuju Dragon Vein. Tampaknya ini cara baru untuk menggunakan sihir, tapi aku tidak memahaminya dengan baik.

Semenjak saat Itu dia telah menuntunku melalui semacam teka-teki sihir, tetapi sekarang Aku bahkan tidak tahu cara mengaksesnya. Seharusnya Itu adalah sejenis sihir yang membiarkanku meminjam kekuatan dari sesuatu di luar diriku.

Aku tidak punya ide, dan Aku pernah melihat Therese melakukan hal yang sama, jadi Aku hanya mencoba bertanya kepadanya. Dia berkata bahwa dia mengetahuinya walau sistem yang berbeda, dan mengatakan bahwa tekniknya mungkin bekerja untuk diriku juga. Jadi dia mulai mengajariku cara menggunakan sihir.

Aku belajar banyak darinya selama beberapa hari terakhir, tapi jujur Itu cukup sulit. Banyak yang terlintas di kepalaku.

“Ayo kita lakukan. Aku ingin belajar sihir dukungan itu juga. ”

Berkat bantuan Ost, Aku dapat memberikan mantra sihir dukungan yang sangat kuat “All Liberation Aura.” Ini secara substansial meningkatkan statistik semua orang.

Kami akan membutuhkannya untuk bertahan hidup dari apa yang akan datang. Selain itu, Aku punya tanggung jawab kepada Ost. Aku harus belajar untuk menggunakan kekuatan yang dia percayakan kepadaku. Tidak ada waktu untuk bersantai atau bermalas-malasan.

Jadi, sebagai imbalan atas bantuannya selama pelatihan sihir, Aku setuju untuk membiarkan Therese mengawasiku kapan saja Aku membuat aksesoris. Perjanjian ini telah berlaku selama beberapa hari sampai sekarang.

Untuk belajar dari Therese, kami membutuhkan batu permata untuk bisa melakukannya, jadi Aku juga menggunakan itu. Therese adalah Crystal human, jadi dia sebenarnya tidak perlu menggunakan batu permata yang kubuat. Aku membutuhkanmya sehingga Aku bisa meminjam kekuatan dari batu permata tersebut selama pelatihan kami.

“Kalau begitu mari kita mulai pelatihan kita untuk hari ini?” 

“Baiklah.”

Aku berdiri di halaman kastil dengan batu permata di satu tangan, dan sesi pelatihan kami dimulai.

“Lakukan yang terbaik, Tuan Naofumi! Aku akan berlatih dengan Glass!” Raphtalia berteriak.

“Terima kasih, semoga sukses, Raphtalia. Aku ingin belajar bagaimana menggunakan energi juga, jadi Aku akan bergabung dengan sesi pelatihanmu nanti.”

Aku harus fokus pada sihir terlebih dahulu. Aku perlu menemukan cara untuk bertarung melawan musuh yang mampu menggunakan teknik mengerikan yang disebut “Defense rating attacks.” Tapi diatas semua itu, aku ingin belajar bagaimana menggunakan kekuatan yang diberikan Ost kepadaku.




TL: Kuaci
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar