Jumat, 08 November 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 9 : Chapter 5 - Bersama Dengan Syarat

Volume 9
Chapter 5 - Bersama Dengan Syarat


“Mari kita pergi ke kastil untuk saat ini.”

“Mari kita penjarakan dia, jadi kita punya penjaga yang mengawasinya.”

Aku merasa statistiknya cukup tinggi untuk keluar dari sel penjara jika dia tidak diawasi. Di duniaku sebelumnya, mereka akan mereset levelmu ketika kau dijebloskan ke penjara. Dari apa yang Aku tahu, Itu tidak diterapkan di dunia ini.

“Kita bisa menyiksanya untuk mendapatkan informasi setelah kita sampai di kastil.” 

“Kau benar-benar terobsesi untuk melakukan itu, bukan? Tapi kurasa kau benar.”

“Yah, kita memiliki perang untuk dimenangkan, bukan? Gadis ini datang menggunakan penemuan yang diciptakan oleh musuh yang ingin kita kalahkan. Ini adalah kesempatan terbaik untuk mengetahui apa yang kita hadapi, bukan?”

“Aku akan menggigit lidahku sendiri sebelum mengatakan apa pun padamu!” Yomogi berteriak, dan mencoba menggigit lidahnya.

“Zweite Heal.” Aku segera menyentuh wajahnya dan menyembuhkannya. 

“Kau akan mencegahku untuk menyakiti diriku sendiri? Kau keparat!” 

“Bisakah kita membuat dia membeberkan informasi sekarang?”

“Tapi aku — maghfm!” Aku memasukkan bola kain ke dalam mulutnya untuk mencegahnya mencoba menggigit lidahnya lagi. Kemudian Aku menyadari bahwa Itu adalah kain debu yang kotor. Penyiksaan sudah dimulai sejak dini. Baiklah.

Yomogi menggeliat tidak nyaman.

“Untung kita memiliki mantra penyembuhan,” kata Kizuna. Dia tidak memperhatikan bahwa Aku menggunakan kain kotor. Raphtalia dan Glass menyadarinya, dan mereka berdua baru saja akan menyebutkannya ...

“Baiklah.”

Saat Itu bala bantuan dari kastil tiba.

“Nona. Kizuna! Nona. Glass! Pahlawan dari dunia lain! Master L’Arc telah mengirim kami untuk meminta bantuan kalian!”

“Apa yang terjadi?”

“Pasukan musuh menyerang kastil dan mereka sangat kuat. L’Arc tidak dapat menahannya sendiri!”

Mereka pasti pembunuh yang dikirim Kyo. Dia juga datang menyerang kita semua. Dia merencanakan semua serangan ini sebelumnya. Dia pasti serius mencoba membunuh kita. Aku memandangi Yomogi — dia tampak kaget. Ha!

Dia datang menyerbu kami seperti babi hutan — bukankah dia tahu bahwa Kyo punya rencana lain? Kyo benar-benar merahasiakan rencananya. Dia tampak seperti orang yang menjalankan orang-orang dengan mulutnya. Dia seperti bos yakuza, mungkin memperlakukan pembunuhnya sebagai benda sekali pakai.

“Lebih baik kita bergegas!”

“Ya... Tapi ada sesuatu menggangguku...”

Glass mengangguk bersamaku, “Aku tahu apa yang kau maksud. Kita sebaiknya hati-hati. Sesuatu memberi tahuku bahwa Kyo memiliki rencana lain yang tidak kita ketahui.”

Kyo pintar. Dia akan berpikir panjang dan keras tentang rencana untuk membunuh kita. Berpikirlah! Serangan seperti apa yang direncanakan untuk melawan kita?

Jika Aku adalah Kyo, Aku akan mencoba menggunakan semua teknologi yang tersedia di negara yang telah kukendalikan. Dia adalah orang yang menciptakan alat untuk mengambil alih Kura-kura Roh. Ambisinya adalah hal yang harus diperhitungkan — tidak diragukan lagi rencana yang sebenarnya akan melampaui apa pun yang Aku pikirkan. Aku hanya menebaknya, tetapi Kupikir dia akan mencoba melakukan sesuatu untuk mengganggu kita, untuk membuat kita terganggu dan bingung.

Jika ada satu hal yang Aku pelajari sejak datang ke dunia ini, adalah bahwa orang- orang di sini selalu datang dengan penemuan untuk mengatasi keterbatasan mereka.

“Kita akan pergi ke kastil tidak peduli apa yang terjadi, kan?” 

“Ya.”

“Dan kita biasanya menggunakan Portal Shield, atau skill transkrip pengembalian Kizuna, kan?”

“Ya.”

Aku mencoba menggunakan Portal Shield untuk berteleportasi ke kastil, hanya untuk menemukan bahwa ada sesuatu yang mengganggunya. Skill gagal.

“Ada yang mengacaukan skill Portal Shieldku. Lebih baik berasumsi bahwa Kyo memiliki rencana yang lebih dalam daripada kelihatannya.”

“Bagaimana kita akan sampai di sana tepat waktu!? Kita harus cepat-cepat!” Kata Kizuna, bingung.

Glass mencoba menenangkannya, “Tenang. Bagaimana kita bisa yakin bahwa ini bukan bagian dari rencananya?”

“Kita tidak bisa terus berpikir. Tapi kita juga tidak bisa terus seperti ini!”

“Kizuna, Glass. Tenang dan pikirkan. Semua negara yang bersekutu dengan Kyo memiliki vassal weapon, bukan?”

Raphtalia telah mengambil vassal weapon katana dari negara pemiliknya, yang telah merampas kekuatan negaranya. Tapi, negara dengan vassal weapon cermin telah jatuh di bawah kendali Kyo. Apakah dia memanfaatkan teknologi di negara-negara itu? Kalau begitu ... 

“Bagaimana jika mereka memanfaatkan jam pasir naga?”

“Hah?”

“Kizuna, aku tahu kau ingat apa yang kita lihat. Orang yang mengejar Raphtalia
— bukankah dia menemukan cara untuk meniru kemampuan teleport jam pasir naga? Bagaimana jika mereka menggunakan Itu untuk menyerang kita?”

Aku tidak tahu bagaimana cara kerjanya, tetapi mereka telah menemukan beberapa cara untuk meniru kemampuan teleportasi Return Dragon Vein. Mereka mungkin menggunakannya untuk menyerang kastil.

Jam pasir ditempatkan di tempat-tempat penting di ibu kota negara. Jika mereka dapat menggunakan teknologi baru ini untuk mengirim tentara sebanyak yang mereka inginkan langsung ke jantung kota, maka kemungkinan kehancuran sangat besar. Mereka tidak perlu bertarung dalam perjalanan kesini, sehingga mereka dapat mendedikasikan semua sumber daya mereka untuk serangan Itu sendiri.

Memang, Aku tidak tahu banyak tentang bagaimana perang bekerja ketika para prajurit memiliki level dan status magic. Tetapi jika mereka bisa diteleportasikan sebanyak mungkin melewati pertahanan kita, maka mereka pada akhirnya akan mengalahkan kita, tidak peduli seberapa tinggi level kita
- pertempuran mungkin sudah berakhir sebelum kusadari.

Ini semua hanya hipotetis pada titik ini, tetapi Aku tidak bisa menyangkal kemungkinan bahwa Kyo sudah memiliki akses ke teknologi yang akan membuat semuanya menjadi mungkin.

“Kizuna, apa yang kau butuhkan untuk menggunakan Return Dragon Vein?”

“Kau harus mengunjungi dan mendaftarkan jam pasir yang ingin kau jadikan tempat berteleportasi, dan Kau harus berada di dekat jam pasir untuk menggunakannya.”

“Untuk mereplikasi itu, Kau perlu bahan khusus, dan Kau membutuhkan sejumlah daya untuk membuatnya bekerja.”

“Kami juga memikirkan itu. Keamanan telah diperketat pada lokasi itu.” Tentu saja, Glass memikirkan itu. Dia tidak bodoh.

Jam pasir naga di negara lain semuanya tertutup untuk umum. Penjaga hanya akan membiarkan pahlawan suci atau pemegang vassal weapon mendekat.

“Jika mereka berhasil menembus pertahanan dan berhasil mendaftarkan jam pasir milik kita, kita akan dalam masalah serius... Itu mungkin sudah terjadi!”

“Crystal human telah membuat sistem khusus untuk mencegah orang yang tidak ditentukan untuk berteleportasi menggunakan jam pasir naga.”

Jadi begitulah cara mereka mencegah kami menggunakan Return Transcript.

“Apa pun masalahnya, aku menduga serangan terhadap kastil adalah pengalihan. Tujuan utama mereka pasti adalah jam pasir naga. Jika L’Arc sibuk melawan mereka di kastil, jam pasir naga mungkin tidak diawasi semestinya.”

“Mari kita gunakan Return Transcript untuk berpindah ke jam pasir dan memeriksanya,” saran Kizuna.

“Ide bagus,” aku setuju. “Bagaimana dengan dia?”

Aku melihat ke arah Yomogi, yang duduk diam dengan ekspresi gembira di wajahnya.

“Apakah kau ikut dengan kami? Jika kau beruntung, Kau bahkan mungkin menemukan kesempatan untuk melarikan diri!”

Dia tidak suka dipermainkan. Dia mencondongkan tubuh ke depan dan berjuang melepaskan ikatan talinya.

“Kita tidak ingin dia menggigit lidahnya sebelum kita bisa mendapatkan informasi darinya.”

“Benar. Tapi, untuk memasukkannya ke dalam teleportasi, aku harus mengundangnya ke partyku. Menyedihkan sekali. Mengapa kita tidak meninggalkannya bersama tentara di sini?”

“Aku rasa hanya itu pilihannya.”

Tapi, aku tetap mengiriminya undangan bergabung ke dalam party, hanya karena itu saja pilihan satu-satunya. 

Hah? Dia menerimanya?

Ya, tentu saja Aku tidak akan membawanya, jadi Aku langsung mengusirnya dari party. Kemudian dia merengek dan mulai menendang dan menggeliat.

“Apa yang terjadi?”

“Tidak ada? Aku mengiriminya undangan party dan dia menerimanya, jadi Aku mengusirnya dari party.”

“Jika kau ingin membuatnya tetap bersama, kita bisa membawanya.”

“Apakah kau serius? Dia mencoba membunuh kita. Kau mengerti itu bukan? Mengapa kita harus membawanya?”

“Aku tahu itu, tapi...” 

“Mugh! Mugguh!”

“Aku ingin tahu apa yang dia katakan. Apa yang harus kita lakukan?”

Kurasa Itu layak didengarkan. Dia tidak bisa berbicara melalui kain tua yang kotor itu.

Jika dia mencoba menggigit lidahnya, atau melantunkan mantra, aku selalu bisa memasukkannya kembali.

Aku menarik kain itu, dan segera, dia menjulurkan lidah ke arahku dan melotot dengan tatapan penuh dendam.

“Apa? Jika kau memiliki sesuatu untuk dikatakan maka kau lebih baik mengatakan semuanya sekarang.”

“Apa yang sedang terjadi ?!”

“Siapa yang tahu? Sepertinya kau bukan satu-satunya pembunuh yang dikirim Kyo malam ini.”

“Itu tidak mungkin! Aku adalah satu-satunya yang terlibat dengan ini!”

“Kurasa dia tidak percaya padamu untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Entah karena itu, atau dia menggunakanmu sebagai penghambat.”

Pedang yang dia miliki akan meledak dan menghilangkan bukti Bersama dirinya. Itu mungkin rencananya sejak awal.

“Biarkan aku mencari tahu apa yang terjadi!”

“Ha! Apakah kau memahami situasimu saat ini?”

Dia mencoba membunuh kita di tengah malam, dan sekarang dia pikir aku akan membawanya begitu saja sehingga dia bisa memuaskan rasa penasarannya?

Namun, dia sepertinya mengatakan semua yang ada di pikirannya, yang merupakan semacam kejujuran. Dia juga serius.

“Kyo tidak akan melakukan itu! Aku tahu dia kadang-kadang memiliki ide-ide yang bertentangan, tetapi dia menyelamatkan banyak orang! Dia orang yang baik!”

“Kita sepertinya tidak berbicara tentang orang yang sama.”

Dia sepertinya benar-benar mengagumi kyo— semacam apa yang Raphtalia lakukan ketika dia memikirkanku. Aku ingin menjadi orang tua seperti yang dia pikirkan.

Tapi Kyo tidak seperti itu. Aku ingat betapa marahnya dia ketika Rishia menceramahi dia. Aku cukup yakin bahwa dia bukan tipe orang yang menurut Yomogi adalah orang yang baik. 

“Apa yang harus kita lakukan, Tuan Naofumi?”

“Hm...”

“Jika dia akan mendengarkan kita, maka kita mungkin bisa memberinya sedikit kebebasan, bukan?”

“Aku rasa. Dan jika dia mencoba sesuatu, kita bisa membunuhnya.”

“Ahh... Meskipun aku kalah dalam pertempuran, aku tidak percaya aku harus menderita setelahnya. Kurasa aku harus bertahan dari hukuman ini.”

Sungguh, Sebenarnya siapa gadis ini?

Kami tidak perlu melakukan apa pun untuknya. Apakah dia tidak mengerti itu?

“Dia berpikir bahwa kita salah tentang Kyo, dan bahwa dia akan datang menyelamatkannya sebelum dia dieksekusi.”

“Kau bisa membaca pikiranku ?! Aku tidak menyadari kau memiliki kekuatan seperti itu!”

Ya Tuhan dia sangat sederhana. Bahkan jika Aku memiliki kemampuan itu, Aku tidak akan menggunakannya untuk membaca pikiran miliknya.

“Kalau begitu mari kita membuat kesepakatan. Kami akan membawamu, sehingga Kau dapat mengetahui apa yang sedang terjadi. Kemudian ketika Kau mengetahui bahwa hal-hal Itu tidak seperti yang kau inginkan, Kau dapat memberi tahu kami apa yang kau ketahui tentang semuanya?”

“Baiklah. Aku seorang prajurit, dan Aku akan menepati janjiku.”

Dia sangat ceroboh. Dia tidak mengerti kesulitan yang akan dia hadapi kedepannya, tapi dia tidak bisa menahan diri untuk berjanji dan bersumpah untuk menepati janji itu.

“Kizuna, Glass, jika dia mencoba melakukan sesuatu, jangan ragu untuk membunuhnya. Aku tidak akan merasa berbelas kasihan.”

“Aku tahu.”

“Namamu Yomogi, kan? Ketika Kau menemukan kebenarannya, jangan pernah kau berani mencoba menghindarinya. Dan jangan berpikir bahwa kau akan melarikan diri. Jika kau melakukannya, kami akan menyiksamu untuk mendapatkan informasi.”

“Aku tidak akan melakukannya!”

Dia mungkin tidak mau. Dia terobsesi dengan kehormatan — dia hidup dalam dongeng.

Jika dia memutuskan untuk membiarkan kita tetap hidup, Itu bisa menjadi masalah. Kalau saja aku bisa menggunakan sihir penyegelan budak dari dunia terakhir!

“Tuan. Naofumi! Tolong jangan melihat Rishia seperti itu,” Raphtalia memarahiku.

Bagaimana tidak? Dia adalah satu-satunya yang bisa kupengaruhi dengan mantra budak. 

“Aku bertaruh kau berpikir betapa membantunya mantra budak dalam situasi ini.” 

Dia membaca pikiranku seperti buku. Tapi Itu akan sangat membantu.

“Oh ya, kau mengatakan sesuatu tentang Itu sebelumnya. Jadi...” Kata Kizuna, berlari untuk mengambil ofuda dari gudang yang hancur sebagian, “Kau dapat menggunakan ofuda kontrol ini. Aku tidak pernah berpikir Aku akan menggunakannya, tetapi beginilah situasinya.”

“Kizuna, apakah kau benar-benar yakin...? ”

“Tidakkah kita membutuhkannya untuk memastikan bahwa Yomogi tetap menaati perjanjian itu?” Yomogi memandangi ofuda di tangan Kizuna dan mengangguk.

“Aku mengerti. Jika Itu akan membantumu mempercayai perjanjian kita, Aku akan tunduk padanya.” Hah? Itu sangat nyaman.

Pasti seperti ofuda yang menempel di Filo di tempat kami menemukannya. 

“Apa itu?”

“Itu ofuda yang menggunakan sihir untuk mengendalikan orang. Mereka memiliki reputasi buruk. Kau mungkin pernah melihatnya di... film zombie Cina?”

Ah... zombie-zombie dengan ofuda yang menggantung di wajah atau topi mereka. Benar.

“Ofuda meminjamkanmu kendali atas alam bawah sadar seseorang. Jika menguasainya dengan baik, Kau bahkan bisa membuat orang itu hanya bisa bergerak ketika diperintahkan.”

“Kedengarannya sangat berbahaya. Bagaimana jika seseorang menggunakannya untuk mengendalikan kita?”

“Ada Kemungkinan untuk melawan kekuatan ofuda, dan untungnya, mereka tidak bekerja pada pahlawan suci atau pemegang vassal weapon. Tapi, mereka bisa sangat berbahaya di tangan pengguna yang kuat.”

Hal-hal tentang ofuda ini mungkin lebih baik daripada mantra budak yang biasa kugunakan.

“Apa yang terjadi ketika seseorang mencoba menolaknya?”

“Mereka harus menggunakan semua energi mereka untuk mencoba dan melepaskannya. Dan sementara mereka melakukannya, Kau memiliki kesempatan untuk membunuh mereka.”

Heh… Itu terdengar seperti sistem yang sempurna.

Jadi Yomogi akan berada di bawah kendaliku, seperti budak, tapi dia bisa melepas ofuda jika dia benar-benar mencoba. Tapi Itu butuh waktu untuk melakukannya, dan aku selalu bisa menghabisinya saat dia berjuang melepaskan itu.

“Mari kita atur sehingga dia tidak bisa lari jauh dari kita,” kata Kizuna, menamparkan ofuda ke dahi Yomogi.

Aku bisa melihat bahwa banyak kekuatan sihir terkandung di dalamnya. Mengeluarkan bunyi derakan listrik, dan perlahan-lahan melekat di dahinya. Kemudian sebuah pola sihir berkedip dan bersinar di sekitar kaki Yomogi.

Glass dan Kizuna melantunkan mantra, dan pola mirip mandala di tanah tampaknya bereaksi terhadapnya. Akhirnya, Kizuna menulis beberapa karakter di atas ofuda dengan darah. Yomogi menggeliat tidak nyaman.
<TLN : Mandala = https://idseducation.com/articles/apa-itu-desain-mandala/>

“Sekarang kita hanya perlu menetapkan aturan dan... semuanya selesai. Itu memang terlalu menarik perhatian jika dilakukan di depan banyak orang, jadi kita harus mencoba untuk tidak menggunakannya di depan umum.”

“Bayangkan jika orang menggunakan benda-benda ini untuk mengendalikan pasukan mereka.”

“Mereka cukup tangguh, tetapi mereka lemah terhadap api dan air. Mereka tidak sekuat yang kau harapkan.”

“Jika ini akan meyakinkanmu untuk membawaku bersamamu, maka aku tidak akan mencoba untuk menghapusnya. Sekarang, ayo pergi!”

Aku tidak yakin apakah Aku bisa mempercayai ofuda untuk beroperasi seefektif mantera yang biasa Aku gunakan. Tapi sekali lagi, kami hanya menggunakannya sebagai jaminan jika Yomogi melakukan pengkhianatan.

“Ayo pergi.”

“Ya, ayo pergi,” kata Kizuna. Dia mulai melantunkan mantra Return Transcript. Sesaat kemudian kami semua berdiri di depan jam pasir naga.
Ada banyak penjaga yang berkeliaran, tetapi Aku tidak melihat tanda-tanda serangan saat ini atau yang akan datang. Para penjaga di sekitar jam pasir telah diperintahkan untuk tetap berhati-hati, jadi meskipun segala sesuatu terjadi di kastil, mereka tidak meninggalkan pos mereka. Mereka bisa diandalkan untuk itu.

Kembali ke tempat asalku, Kau tidak bisa benar-benar mengandalkan penjaga untuk bertahan. Jika seorang penjaga tidak benar-benar menjaga sesuatu, lalu untuk apa mereka ada?

“Semuanya terlihat baik-baik saja, kan?”

“Musuh mungkin ada di dekatnya, mengawasi para penjaga untuk kesempatan menyerang.”

“Apakah kau sedikit paranoid?”

“Itu yang akan Aku lakukan jika Aku berada dalam situasi seperti itu. Seseorang harus tetap di sini untuk berjaga-jaga.”

“Aku bilang, Kyo tidak akan melakukan itu! Dia bukan pengecut!” Yomogi berteriak.

Glass dan Kizuna menyilangkan tangan mereka dan mengerutkan alis mereka sambil berpikir.

“Kau benar. Kita harus meninggalkan seseorang di sini yang bisa kita percayai. Raphtalia, bisakah kau tetap disini?” Aku bertanya pada Raphtalia.

“Tetapi aku…”

“Dia cukup kuat untuk menangani masalah jika Itu muncul. Aku tidak ingin meninggalkannya, tetapi kami bisa mengandalkannya.”

“... Aku akan tinggal disini dan mengawasinya.” 

“Glass ?!”

Glass mengangkat tangannya untuk menjadi relawan bagi pekerjaan itu, dan Kizuna berteriak karena terkejut.

Kami bisa mempercayai Glass dengan pekerjaan Itu dan dia cukup berpengalaman untuk menangani apa pun yang muncul. Selain itu, dia berasal dari dunia ini. Lebih masuk akal untuk membiarkannya dia saja yang melakukannya.

“Aku yakin Naofumi benar. Kyo telah membuat keributan di kastil, tetapi jika dia benar-benar memiliki teknologi seperti yang kau gambarkan, maka dia mungkin mencoba menuju ke jam pasir. Kita harus memastikan keamanannya.”

“Tapi...” Kizuna mencoba memprotes.

Lalu Aku menambahkan, “Jika Kau tidak bisa mengatasinya dan kau membutuhkan bantuanku, katakan pada penjaga untuk menembakkan tiga suar ke udara.”

Kizuna memandangi kastil yang berasap di kejauhan dan mengangguk, “Oke. Glass, kami serahkan tempat ini padamu.”

“Chris, lindungi dia saat aku pergi.” 

“Pen!”

Aku merasa sulit untuk percaya bahwa penguin akan banyak berguna, tetapi dia membungkuk menanggapi Glass yang membungkuk pula dan berjalan untuk berdiri di dekat Kizuna.

“Baiklah, Naofumi. Kita akan meninggalkan Glass di sini, jadi Kau lebih baik cepat bergerak,” Kata Kizuna.

“Aku tahu, dan aku akan melakukannya. Ayo pergi!” 

“Baiklah!” Semua orang berteriak serempak.

Dengan Raph-chan dan Filo di pundakku, aku berlari. Semua orang mengikutiku.

Aku khawatir Rishia akan tersandung dan jatuh, tetapi dia berhasil mengikutinya.

Kami berlari menuju kastil yang berasap. Kota yang kami lewati dalam perjalanan sepertinya tidak rusak. Tapi Itu terlihat seperti ada beberapa penjarahan, yang telah mencoba mengambil keuntungan dari kekacauan, telah ditangkap dan diikat.

Apa yang sedang terjadi?

Kami berlari melalui gerbang kastil dan menemukan L’Arc, Therese, dan sejumlah prajurit yang sedang bertempur. Tapi, apa yang mereka lawan? Mereka adalah monster, tetapi mereka juga tampak seperti manusia. Itu pertempuran yang sengit.

Halaman kastil dipenuhi dengan asap, dan tampaknya ada pertempuran terjadi di mana-mana secara bersamaan.

“Hyaa!”

Therese memberikan sihir dukungan pada L’Arc, dan dia menembakkan skill pada musuh.

Tetapi monster-monster Itu cepat, dan mereka menghindari serangannya. Apakah monster ini lebih cepat dari L’Arc? L’Arc memiliki vassal weapon!

Salah satu dari mereka muncul di belakangnya, mencoba memanfaatkan celah di pertahanannya. Aku dengan cepat menggunakan skill.

“Air Strike Shield!”

Perisai muncul tepat waktu untuk bisa melindungi L’Arc dari cakar monster. Monster Itu terhempas, yang membuatnya mudah untuk diserang — sebuah peluang yang tidak akan dilewatkan oleh L’Arc. Dia mengayunkan sabitnya.

...Tapi monster Itu menghindar lagi! 

“Bocah! Kizuna!”

“Kami sangat senang kau ada di sini!”

L’Arc dan Therese tersenyum. Mereka tampak lega. 

“Shooting Star Shield!”

Penghalang muncul dan melindungi kita semua, melindungi kita dari monster. Ketika penghalang muncul, musuh berhenti menyerang dan menatap lurus ke arahku.

“Pahlawan dari dunia lain! Sungguh luar biasa bisa melihatmu!”

Hah? Apa? Musuh berbalik dan menatap kami dengan mata penuh kebencian. Apakah kita target mereka?

Aku melihat lebih dekat. Itu cukup gelap, jadi Aku belum melihat monster dengan baik. Tapi mereka bukan manusia yang berubah menjadi monster ...

Apa ?! Wajah mereka aneh — setengah binatang, setengah manusia. Tubuh mereka juga tampak terbelah menjadi dua bagian ada bagian manusia dan binatang.

Sepertinya mereka terbuat dari dua hal yang saling menempel. Sejujurnya mereka benar-benar menjijikan.

Pemimpin kelompok Itu tampak seperti setengah harimau putih. Setengah lainnya adalah seorang wanita dengan kuncir kuda. Mata manusianya memandang sangat tajam, dan mata lainnya adalah mata kucing. Dia mengenakan armor ringan, dan Itu robek di beberapa tempat, mungkin akibat dari pertempuran.

Wajah setengah manusia sebenarnya cukup menarik.

Pasukan musuh lainnya serupa, tetapi beberapa dari mereka memiliki bulu dan bagian tubuh seperti burung, yang lain memiliki kulit kura-kura di punggung mereka. Semua dari mereka tampaknya semacam campuran dari manusia-binatang, tangan mereka seperti cakar binatang.

Mereka jelas tidak seperti setengah manusia di dunia tempatku dipanggil. Sesuatu tentang mereka sepertinya... tidak alami. Setengah manusia yang aku kenal tidak seperti itu.

Bagian manusia mereka... wajah mereka... Aku merasa seperti aku pernah melihat mereka sebelumnya — tapi di mana?

“Hei…”

“Raphtalia, Rishia, dan Kizuna menunjuk ke pasukan musuh, tak bisa berkata-kata.”

“Apa yang terjadi denganmu ?!” Kizuna menjerit. Sialan! Aku masih tidak tahu siapa mereka.

“Raphtalia,” kataku, memberi isyarat baginya untuk datang. Aku berbisik di telinganya, “Siapa orang-orang ini?”

“Maksudmu kau tidak ingat?!”

“Kau tidak ingat kami?! Beraninya kau!”

Musuh bereaksi terhadap komentar Raphtalia dan berteriak dengan marah.

Mereka bergegas ke arahku, dengan senjata mereka. Seseorang menusukkan naginata padaku.
<TLN : Naginata semacam gada dari jepang>

“Uh oh!”

Penghalangnya hancur, dan serpihan-serpihan melayang di udara di sekitar kami.

Aku memblokir tusukan naginata dengan perisaiku dan meraih gagangnya. Pasukan musuh lainnya melolong marah dan datang menyerangku.

“Mati! Semuanya! Bantai mereka semua!”

“Benar. Mereka adalah orang-orang yang datang dan menuduhku mencuri katana dari vassal weapon,” jelas Raphtalia.

Aku akhirnya ingat wajah-wajah itu. Itu adalah kelompok wanita yang telah bersama dengan Sampah # 2. Mereka begitu keras kepala sehingga Aku tidak pernah tahu siapa namanya.

Pecahan penghalang yang hancur terbang ke arah teman-teman Sampah # 2.

Orang-orang yang melancarkan serangan tidak dapat menghindari pecahan perisai tersebut. Beberapa dari mereka memblokir pecahan dan terus berlari. Yang lain memiliki perisai seperti kulit kura-kura untuk memblokirnya.

L’Arc dan Therese tidak melewatkan kesempatan mereka. Dia mengayunkan sabitnya dan dia menembakkan mantra sihir. Raphtalia menghunus katananya dan menebas melintasi medan perang.

Tidak jelas apakah Kizuna dapat menghancurkan musuh-musuh setengah manusia ini, jadi dia tetap bersama Yomogi. Aku mencoba mencegah Filo dan Rishia agar tidak terjebak dalam pertarungan. 

“Pergi, Chris!”

Kizuna mengambil Chris dan melemparkannya!

Chris berputar-putar dan meluncur melalui pertempuran, seperti serangan Strike Filo.

Chris melesat melewati monster, tetapi banyak armor dan pakaian mereka robek ketika dia melaluinya, dan darah merembes melalui luka yang timbul.

Heh ... Jadi begitu caranya agar Kizuna bisa menyerang. 

“Rafu?”

Aku melihat Raph-chan. Matanya berbinar penuh pengertian.

Dia ingin mencoba hal yang sama, tetapi dia belum cukup kuat. Dia harus tetap di pundakku untuk saat ini.

“Master! Aku ingin mencobanya!” Teriak Filo.

Dia bukan petarung jarak dekat terbaik hari ini. Aku pikir dia sekarang lebih cocok sebagai pendukung. Aku berharap dia memiliki beberapa lagu burung dengan efek yang bagus.

“Tidak sekarang!”

“Tapi…”

“Aku ingin kau bekerja sama dengan Raph-chan untuk mendukung kita semua dengan sihir.”

“Oke!”

Dengan keduanya di pundakku, Aku terus memblokir dan menghindari serangan pengikut Sampah # 2.

“Shield Prison!”

Dinding perisai memberiku waktu. Aku memandang Raphtalia yang telah saling mengunci dengan pedang milik pemimpin kelompok itu.

“Apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau terlihat seperti ini ?!”

“Bukankah ini luar biasa? Setelah Kau membunuh pemimpin kami, kami dibiarkan tanpa arah, dan tanah kami diambil alih oleh negara lain. Kami pikir Itu adalah akhir bagi kami, tetapi kemudian Kyo, pemegang vassal weapon buku, menyelamatkan kami.”

“Apa ?!”

“Dia tidak ingin memerintah kita, dia ingin memberi kita kesempatan untuk membalas dendam. Dia memberi kami kekuatan ini sehingga kami bisa membunuhmu!”

“Tapi…”

“Sampai sekarang kita tidak akan pernah bisa memenangkan pertempuran melawan vassal weapon, atau melawan salah satu pahlawan suci. Jadi Kyo memberi kita kekuatan ini, kekuatan ini dia ambil dari salinan Empat Simbol, empat binatang suci!”

“Dan Itu sebabnya kau terlihat seperti itu?!” Kizuna berteriak. Seorang wanita mengangguk.

“Kyo akan mengembalikan kita ke bentuk kami sebelumnya setelah kami mengalahkanmu! Ketika kami mengalahkanmu, semua akan dikembalikan seperti seharusnya, itulah yang akan terjadi!”

“Itu sebabnya kau harus mengalahkanku...” mereka semua berteriak serentak, melancarkan serangan tidak manusiawi,

“Matilaah!!!”

Wanita harimau Itu terbungkus angin kencang, yang kemudian mulai menerbangkan senjatanya. Dia mengarahkannya ke kita.

Sayap burung-burung Itu terbakar. Dia mengepakkannya dengan keras, mengirimkan api yang membara ke arah kami.

Wanita kura-kura mengirim batu-batu besar untuk menghujani kita dari atas. Wanita naga Itu... sepertinya tidak ada di sana.

“Air Strike Shield! Second Shield! Dritte Shield!”

Aku mengirim tiga perisai dan segera mengikuti mereka dengan Shooting Star Shield, memblokir semua serangan mereka.

Kemudian Aku fokus sebentar dan melemparkan Zwiete Aura pada semua orang, dimulai dengan Raphtalia.

“Tidak! Kyo tidak akan pernah melakukan sesuatu yang sangat tidak manusiawi!”

Yomogi berteriak di belakangku. Dia mengulurkan tangannya dan meraih bahu Kizuna.

“Pahlawan Berburu, aku punya permintaan. Ijinkan Aku bertarung denganmu. Orang- orang bodoh yang berbicara banyak hal buruk tentang Kyo harus dibungkam!” Dia mengambil pedang yang jatuh di kakinya.

“Jika Kau mencoba menyerang kami, kau akan menyesalinya.” 

“Aku tidak akan melakukan hal seperti itu!”

Kizuna mengangguk, dan Yomogi pergi berlari. Dia melompat ke medan perang, menyerang wanita yang Raphtalia sedang lawan.

“Jangan ikut campur!”

“Ha! Kau pikir Aku tidak bisa menghindari serangan kikukmu?” Kata Yomogi, melompat mundur untuk menghindari serangan wanita Itu dan kemudian maju menyerang lagi dengan Raphtalia.

“Berani-beraninya kau berbohong tentang Kyo! Dia tidak akan pernah melakukan hal seperti itu!”

“Kau menyebutku pembohong?! Teriak wanita monster itu. Dia tampak bingung oleh tuduhan itu.”

“Kita bisa mengembalikan pemimpin kita jika kita membunuhmu! Kau memotongnya menjadi dua! Kyo bisa menghidupkan kembali master kita!”

“Dia bisa menghidupkan orang mati ?!”

“Sejak kapan Kyo memiliki kekuatan seperti itu?”

Itu luar biasa, sungguh. Apakah ada tabu yang lebih dalam dalam semua ciptaan? Kukira kau pernah melihatnya dalam RPG lama dari waktu ke waktu. Tetapi jika dia bisa melakukan itu, mengapa tidak mengirim Sampah # 2 sebagai pembunuhnya?

Ada sesuatu yang lain, beberapa lapisan lain dari rencananya.

“Kyo yang kau bicarakan bukanlah Kyo yang aku tahu!” Yomogi berteriak dan melanjutkan serangannya. Raphtalia tampak bingung.

“Kau bodoh! Kau belum melihat kekuatan sejatiku!” Sisi wanita Itu mulai bersinar, lalu perlahan-lahan mengembang, tumbuh semakin besar dan semakin besar. Aku tidak suka itu.

Aku melakukan semua yang Aku bisa untuk menghentikan rentetan serangan tak berujung yang datang dari wanita lain. Jumlah mereka terlalu banyak, tetapi mereka semua sangat kuat.

Itu seperti pertempuran yang kami hadapi di ruangan inti Roh Kura-kura. Para neoguardian sekuat ini.

“Tsugumi! Ambillah ini!” Salah satu wanita lainnya berkata dan melemparkan tobak kepada pemimpin mereka, yang terkunci dalam pertempuran dengan Yomogi dan Raphtalia. Sekali melihat tombak itu dan aku hampir tidak bisa mempercayai mataku.

“Bukankah itu?!

Tombak Itu terlihat seperti senjata menyeramkan yang dibawa Yomogi ketika dia mencoba menyerang kami, dan sekarang, Itu ada di tangan pemimpin mereka.




TL: Kuaci
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar