Selasa, 26 November 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 10 : Chapter 2 - Keberadaan Budak

Volume 10
Chapter 2 - Keberadaan Budak


Aku berbaring di kamar kastil dan beristirahat. Ya, aku benar-benar lelah. Berbaring membuatnya lebih jelas. Efek kutukan itu sangat berat, dan aku bisa merasakan mereka menjadikanku korbannya. Pada akhirnya, aku menghabiskan sepanjang hari mendiskusikan rencana dimasa depan dengan ratu dan penasihatnya.

"Itu mengingatkanku…"

Aku ragu-ragu memeriksa status peralatanku. Benar saja, nama armorku tidak bisa dikenali.  Barbaroi Armor sudah berhenti berfungsi.

“Raphtalia? Rishia? Filo? Periksa peralatan kalian."

“Ah, ya, benar. Nama yang tercantum rusak, dan efeknya nol. "

Raphtalia sudah menganti armornya menjadi armor lamanya. Sial! Dia berganti begitu cepat!

"Kenapa kau terlihat kecewa?" 
"Begitukah?"

Karena itu terlihat sangat bagus untukmu! Karena itu terlihat jauh lebih baik daripada armor lamamu!

Raphtalia menatapku dengan curiga saat respon kekanak-kanakan membanjiri kepalaku. 

"Oh! Nama breastplateku juga tidak bisa dikenali sekarang.”
"Apakah kau ingin memakai kigurumi lagi?"

Aku sepertinya ingat ada Pekkul Kigurumi yang tertinggal di suatu tempat. Di mana aku meletakkannya? Apakah aku meninggalkannya di gudang kastil?

" Fehhh ..."

“Sudah, sudah, Tuan Naofumi . Aku yakin Rishia sudah melewati fase kigurumi-nya . ”

"Heeey, Master! Dimana Mel chan? Dia tidak ada di kamarnya. "

Filo membuka piyamanya ketika dia bertanya tentang Melty, jadi aku juga memeriksanya. Oh Rupanya Piyama Filo masih dapat digunakan.

"Melty? Aku cukup yakin ratu menyuruh dia pergi untuk membantu Eclair." 
"Oh, benarkah? Bisakah kita bertemu dengannya besok? "
"Mungkin."

Lagipula kami berencana untuk menuju ke sana. 
"Selain itu, Tuan Naofumi ..."
Tiba- tiba Raphtalia mendekat ke tempatku berbaring di kasur. 

“Sebuah wilayah! Dan kau seorang Count! Kau benar-benar terkenal sekarang!”

“Aku sudah jadi pahlawan, kau tahu. Tidak terasa banyak perubahan. "

" Apa yang kau cari, Tuan Naofumi?"

Raphtalia menatapku dengan penuh tanda tanya di matanya. Itu mengingatkanku, dia hampir mengatakan sesuatu ketika aku memberi tahu ratu wilayah mana yang aku inginkan.

"Apa kau berbicara tentang wilayah? Seperti yang aku katakan. Mempertimbangkan bahwa pertempuran akan mulai menjadi berat, aku pikir akan lebih baik untuk membangun pasukan pribadi seperti yang dilakukan Kizuna, Glass, dan L'Arc . ”

"Tapi mengapa kau memilih area yang rusak oleh gelombang pertama sebagai wilayahmu?"

Aku tidak yakin apakah aku harus jujur padanya atau apakah itu ide yang buruk. aku merasa itu akan seperti menasehatinya, jadi aku memutuskan untuk mengabaikan masalah ini sekarang.

“Ini adalah area yang sudah aku kenal dan aku bisa melakukan berbagai macam hal sesukaku. Daerah ini memiliki ikatan yang kuat dengan ayah Eclair, dan tidak mungkin ada orang yang keberatan jika aku terlibat di sana."

Raphtalia dan aku duduk dalam diam selama beberapa saat. Akhirnya, dia menghela nafas pasrah.

"Dimengerti. Baiklah kalau begitu.”

“kita akan mengumpulkan beberapa budak mulai dari yang kau kenal, Raphtalia. Akan lebih mudah untuk bertarung dengan orang yang sudah kau kenal. Setelah itu, kita akan beralih ke budak biasa lainnya. Setelah kita mempunyai kekuatan tempur yang bagus di sana, kita dapat mempertimbangkan untuk melatih prajurit kastil atau semacamnya.”

Aku ingin melatih para budak dan mengembangkan kekuatan tempur yang cukup sehingga kami dapat dengan mudah mengalahkan Glass dan yang lainnya jika itu terjadi.

"Pada saat yang sama ... muhahaha ..."

Ini berarti teman - teman Raphtalia harus bergabung dengan pasukan pribadiku jika mereka ingin kembali ke desa mereka yang berharga. Aku pada dasarnya menyandera wilayah tersebut.

"Kau mencoba untuk bertindak buruk lagi. Biarkan kutebak - sesuatu tentang sandera?" Ya Tuhan. Dia telah sepenuhnya membaca niat ku.

"Hehe ... Kalian berdua seperti pasangan yang sudah menikah."

Rishia menjatuhkan bom. Meskipun, memang benar kalau aku sudah menghabiskan lebih banyak waktu dengan Raphtalia daripada orang lain di dunia ini, jadi dia mungkin memang memahamiku lebih baik daripada siapa pun. Namun kami tidak terlihat seperti pasangan yang sudah menikah.

“Ap ... Ap ... apa artinya itu ?!”


Wajah Raphtalia memerah karena malu ketika dia berteriak pada Rishia. Seperti yang kukira, pembicaraan tentang cinta atau romansa benar-benar mengacak-acak bulu Raphtalia. Rishia sudah menginjak ranjau darat.

Raphtalia mungkin memulai nasibnya dari anak-anak hingga menjadi budak, tapi dia memiliki hati yang sangat baik dan selalu memperhatikan orang lain. Dia kehilangan keluarganya dan desanya telah diambil darinya, jadi mudah untuk membayangkan kesedihan yang mungkin dia rasakan. Itulah sebabnya dia bertarung — untuk memastikan kalau tak ada orang lain yang harus berakhir dalam situasi seperti dirinya.

Didorong oleh tujuan mulia seperti itu, Raphtalia pasti tidak tertarik pada hal-hal seperti cinta dan romansa. Belum lagi, meskipun dia mungkin terlihat seperti orang dewasa, dia masih anak-anak dalam hal usia. Dia bahkan belum cukup umur untuk tertarik pada anak laki-laki. Kurasa karena Rishia jatuh cinta pada Itsuki, entah baik atau buruk, pikiran wanitanya akan peka terhadap hal-hal seperti itu.

“Itu benar, Rishia. Raphtalia tak suka lelucon semacam itu. Sebaiknya berhati-hati. "

"T ... Tuan Naofumi ... "

Wajah Raphtalia kembali normal ketika dia mulai mendapatkan kembali ketenangannya. Itu jauh lebih baik. aku tidak ingin Raphtalia terlalu marah.

"Oh baiklah…"

Rishia memiringkan kepalanya ke samping dalam kebingungan sambil menatap Raphtalia dan aku.

 "Jadi! Besok akan menjadi hari yang sibuk. "

Aku ingin mengakhiri percakapan dengan itu, tapi memikirkan apa yang akan terjadi mengingatkanku pada sesuatu.

“Itu mengingatkanku Rishia. kita berbicara tentang apakah kau harus mereset ulang levelmu atau tidak, kan?”

"Iya."

"Aku ingin kau mempertimbangkan untuk tidak mereset ulang levelmu." 

" Ke ... kenapa begitu?"

"Tapi Tuan Naofumi, bukankah kau mengatakan kalau memulai dari level satu akan meningkatkan kemampuannya?"

“Aku sudah memikirkan itu. aku mengamati kinerja Rishia sampai batas tertentu saat kita berada di dunia Kizuna. Kau tahu juga, kan?”

"Iya."

Aku memastikan untuk mengawasi bagaimana Rishia berkembang saat kami berada di sana.

“Jujur, tidak ada banyak perbedaan antara kemampuannya saat ini dan seperti apa mereka di dunia Kizuna. Nol.”

"Benarkah?"

"Maksudku, ada perbedaan kecil, tapi dibandingkan dengan Raphtalia atau Filo ..." 

" Fehhh ..."

“Jadi, Rishia, aku perkirakan kemampuanmu kemungkinan akan meningkat pesat. Tapi kenaikan kelasmu bisa jadi masalah.”

Raphtalia dan Filo keduanya meningkat secara drastis setelah kenaikan kelas mereka. Bulu Fitoria memungkinkan Filo untuk memiliki kelas khusus yang membuka jalan bagi banyak kemampuannya untuk benar-benar berkembang. Tergantung pada orang dan kemampuan mereka, kelas-atas bisa memiliki efek jangka panjang. Rishia adalah jack-of-all-trade dan master of nothing, tapi dari sepengetahuanku, kelas yang tepat mungkin membuatnya lebih mahir dalam jenis sihir tertentu atau semacamnya.
<Ryu: jack-of-all-trade dan master of nothing itu kelas nya Rishia ya..:v> 

"Oh ... huh ?! Ah, aku kira kau benar. Tapi ... Itsuki memilih jalan ini untukku. Itu adalah sesuatu yang aku lindungi dan tidak ingin kuubah. "

"Aku mengerti.”

Dia mungkin telah dibuang oleh Itsuki, tapi hatinya tidak berubah. Itu semua menjadi alasan untuk membuatnya menyesal. Itu terdengar bagus untukku.

Kami terus berbicara sebentar, lalu beristirahat untuk hari yang akan datang.


"Baiklah kalau begitu."

Setelah makan sarapan di kastil, kami berbicara dengan ratu sebentar sebelum bersiap untuk pergi.

“Kemana kita akan pergi?” 

“Menuju pedagang budak.” 
“Tuan Iwatani. "

Ratu mengangkat tangannya seolah-olah ada sesuatu yang ingin dia katakan.

"Mungkin kau ingin pergi ke sana untuk membeli budak dari desa yang sama dengan Raph ... Nona Raphtalia berasal?"

"Ya mengapa?"

“Mengenai itu, kita mungkin memiliki masalah yang sedikit rumit. aku harus minta maaf sebelumnya. "

" ... "

Apa artinya itu? aku punya firasat buruk tentang ini. Pipiku mulai bergerak. Sebenarnya, aku bahkan tidak ingin tahu apa artinya itu. Tapi tidak ada jalan lain untuk bertanya.

"Maksudmu apa?"

"Yah ... Setelah insiden Spirit Tortoise, aku mengembalikan status Nona Seaetto sebagai bangsawan dan mengeluarkan proklamasi yang memerintahkan semua warga Melromarc — termasuk bangsawan — untuk segera melepaskan budak demi- human dari wilayah Seaetto segera."

"Aku mengerti…"

"Karena itu akan mencakup yang lainnya dari desa Nona Raphtalia, aku berharap proklamasi akan memungkinkan kita dengan cepat menemukan orang yang selamat."

Aku sudah tahu apa yang ratu coba katakan, tapi aku tidak ingin mendengar kata-kata itu, jujur. Bahkan Raphtalia menjadi pucat.

“Investigasi kami menunjukkan kalau hasilnya kurang menguntungkan. Tampaknya sebelum proklamasi emansipasi bahkan dibuat, para budak dijual dan keberadaan mereka sebagian besar tetap menjadi misteri. "

Sialan! Apakah kekotoran negara ini akan berhenti menyeretku ?! Maksudku, bukannya aku tidak bisa memahami motivasi mereka. Jika aku menemukan item yang akan diturunkan dalam game online, aku akan menjualnya dalam sekejap. Tapi ayolah! Ugh ... ini benar-benar menyebalkan.

"Investigasi kami terus berlanjut, dan ... pelatih monster ... yang kau lindungi saat ini sedang mencari teman - teman Nona Raphtalia."

Dengan kata lain, mereka belum menemukan mereka. Itu sebabnya mereka masih mencari. Aku menenangkan Raphtalia, yang mulai terlihat seperti akan jatuh kapan saja. Dan fakta bahwa rencanaku telah menabrak dinding bata sejak awal sudah mulai meresap.

"Untungnya, Keel dan tiga demi-human lainnya sudah kembali ke wilayah Seaetto ."

Jadi ada empat, termasuk Keel. Hanya itu? Mengingat perbaikan dalam rencanaku, kami akan membutuhkan lebih banyak dari itu. aku tidak punya pilihan lain.

"Untuk saat ini, sepertinya kita hanya perlu mengumpulkan beberapa budak demi- human dan tidak boleh terlalu pilih-pilih."

"Tuan. Naofumi!"

“kita tidak bisa membangun wilayah dengan empat orang. kita membutuhkan lebih banyak orang.”

Ada banyak hal yang perlu dilakukan.

“Itu intinya. Kita akan memulai dengan membeli beberapa budak yang murah tapi bisa digunakan."

"Di... mengerti. "

"Aku yakin mereka mungkin saja masih anak-anak."

Selain itu, Budak yang lebih muda akan memiliki lebih banyak ruang untuk pertumbuhan. aku terus merenungkan situasi saat kami berpisah dengan ratu dan menuju tenda pedagang budak.

Kami mengenakan jubah dan berjalan melalui lorong-lorong belakang menuju tenda yang begitu kukenali untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama.

"Oh?"

Di sana duduk seorang pedagang budak — seorang lelaki yang aku putuskan untuk tidak bergaul dengannya — tampak bosan, menunggu pelanggan berikutnya. Bukankah dia seharusnya mencari budak dari desa Raphtalia? Aku membuka tudung untuk menunjukkan wajahku dan memberinya beberapa ucapan selamat.

"Yah, bukankah itu Pahlawan Perisai! Sudah lama. aku sudah mendengar berita tentang kesuksesanmu baru-baru ini. "

"Lama tidak bertemu."

"Kupikir kau mungkin sudah melupakanku." 

"Aku ragu ada yang bisa melupakan orang sepertimu."

Bagaimana aku mengatakannya? Pria itu memiliki hawa unik yang akan membuatnya sulit untuk dilupakan. Dia tampak jauh lebih mahir dalam berdagang daripada pedagang biasa. Bisnis semacam ini adalah tentang memastikan pelangganmu mengingat dirimu.

Kalau dipikir-pikir, kami belum kembali sejak kami datang untuk membeli cakar Filo. Tidak sejak saat kami belum bisa naik kelas di jam pasir naga. Pedagang budak telah mengarahkan kami menuju Siltvelt atau Shieldfreeden saat itu.

Tunggu sebentar ... Menilai dari komentarnya sebelumnya, mungkinkah ia memiliki ikatan rahasia dengan ratu?

“Kau juga memainkan peran kecilmu sendiri, bukan? Mengira kau memiliki ikatan rahasia dengan raja ... "

“Aku tak berbohong ketika aku bilang aku menyukaimu sejak aku melihatmu.” 

“Ya, ya. terserahlah.”

"Dan apa yang bisa aku lakukan untukmu hari ini?"

"Aku di sini ingin berurusan dengan pekerjaanmu yang sebenarnya."

"Oh!"

Mata pedagang budak itu berbinar-binar. Aku tak yakin apa yang membuatnya begitu bergairah, tapi aku tak akan membiarkan segalanya berjalan sesuai keinginannya. aku bisa membayangkan dia mungkin diam-diam senang atas kenyataan kalau aku masih membeli budak bahkan setelah aku terkenal.

“Aku mencari budak demi- human yang lebih murah untuk saat ini. Semakin rendah level mereka, semakin baik. "

"Anggaran yang kau punya?"

Aku memiliki 5.000 keping perak yang diberikan ratu kepadaku sebelum insiden Spirit Tortoise.

“Sekitar 5.000 perak. Termasuk budak yang saat ini kau cari juga, tentu saja.”

"Aku kira ini investasi untuk proyek baru?"

"Aku sudah memberitahumu sebelumnya — jangan tanya aku pertanyaan yang sudah kau ketahui jawabannya."

Berapa banyak yang diketahui pria ini? Aku punya perasaan aku mungkin bisa percaya jika dia bilang bahwa dia bisa melihat masa depan atau semacamnya.

"Kesini."

Pedagang budak itu menggerakkan kami ke bagian terdalam tendanya. Kami mulai mengikuti di belakangnya, tapi Filo berhenti.

"Apa itu?"

"Aku tidak mau pergi ..."

Dia pasti merasakan suasana suram dan bau khas yang terbentang di dalam. aku sudah terbiasa dengan itu, tapi tentu saja itu tidak menyenangkan.

"Kalau begitu, bagaimana kalau kau tunggu disini saja."

"Baik!"

Filo mengangguk ketika dia mengendus lotere telur monster. Apakah dia menyadari kalau di situlah awal kita bertemu? aku memperingatkannya untuk tidak memakan telur dan kemudian mengejar pedagang budak. Setelah berhasil mengejarnya, kami mendekati kurungan tempat aku bertemu Raphtalia.

"Ini adalah tempat di mana nasibku berubah selamanya," gumam Raphtalia.

Bukannya aku tidak bisa memahami perasaannya, tapi ... memikirkannya sekarang, itu benar-benar waktu yang singkat, meskipun rasanya begitu lama. Bahkan belum enam bulan.

"Aku akan membuat kesepakatan khusus hari ini." 

"Sungguh baiknya dirimu."

“Aku sangat senang dengan proyek kecil yang kau mulai ini. kau akan menjadi pelanggan tetap bukan? "

"Ya, kurasa begitu."

"Bisnisku berjalan dengan baik, terima kasih kepada Pahlawan Perisai!" 

"Apa artinya itu?"

"Aku yakin kau akan mengerti jika kau hanya menganggapnya sebagai fenomena yang sama yang terjadi dengan dewa burung."

Ah ... Raphtalia telah memainkan peran besar dalam kesuksesan kami. aku yakin tentara koalisi juga menghormatinya. Jika orang tahu bahwa budak seperti itu telah dibeli dari orang ini, bisnisnya pasti akan meningkat pesat.

“Tapi itu tidak ada gunanya jika kau tidak memiliki budak dari desa Raphtalia.” 

“Oh, tidak. Itu masalah yang berbeda. Ya."

"Mari kita mulai dengan ..."

Aku pikir aku hanya akan memilih beberapa budak yang menarik perhatianku.

“Yang ini, yang ini, dan yang itu. Juga, yang di sana, yang di bawah selimut, dan yang itu juga. "

Aku memilih dua anak lelaki yang terlihat relatif sehat, sepasang budak yang gemetar sambil berpegangan tangan, sepertinya mereka adalah teman, yang lain terbungkus dengan selimut dan gemetar di bagian belakang kurungan, dan yang terakhir berdiri di dekat pintu kurungan, menatap Filo. Eclair sudah memiliki empat budak di wilayah itu, sehingga totalnya menjadi sepuluh. Itu sepertinya cukup untuk memulai sesuatu.

"Oh ya. aku akan menerapkan kutukan budak di wilayahku, jadi kami harus membawa seseorang yang dapat melakukan upacara bersama kami. Penting untuk meningkatkan kemampuan mereka.”

“Pilihan yang acak sepertinya, namun kau pilihanmu begitu bagus — pahlawan perisai memiliki mata yang jeli! Aku sangat mengagumimu! Ya!"

" Fehhh ..."

"Tuan. Naofumi? Mungkin kau harus memilih sedikit lebih hati-hati? "

“Aku hanya memilih antara yang tampak sehat dan yang terlihat bermasalah. Hei, kau yang memakai selimut — kemarilah.”

Aku yakin yang ini akan lemah dan tak berguna. Aku tahu dia juga gemetar ketakutan. Pedagang budak memberi perintah dan seorang pria berotot membuka kandang dan menarik selimut dari anak itu.

"Tidak ... jangan!"

"Oh?"

Dengan selimutnya yang menghilang, aku bisa melihat budak itu menyerupai tikus tanah.

“Itu adalah lumo, sejenis therianthrope yang dikenal karena tangannya yang lincah. Mata mereka peka terhadap cahaya, yang membuat mereka menjadi pilihan yang baik untuk bertugas menjaga keamanan dimalam hari. Yang ini anak kecil, tentu saja.”

"Ahh !"

Budak lumo meringkuk dalam ketakutan di sudut. Raphtalia tampak khawatir.

Melihat lebih dekat wajah anak lumo. Jika aku harus menggambarkannya dalam satu kata, aku pasti akan menyebutnya "tikus tanah." 
Dia seperti versi tikus tanah dari manusia serigala atau semacamnya. Dan dia pendek — hanya setinggi pinggangku. Apakah itu karena dia masih kecil?

Jadi mereka dikenal karena kemampuannya untuk melakukan pekerjaan yang detail, ya? aku memiliki semua jenis pekerjaan yang dapat mereka lakukan, jadi itu tidak masalah.

"Berbicara tentang pekerjaan yang mendetail, tipe racoon - seperti rekanmu di sini - juga cukup lincah, kau tahu."

Aku melihat Raphtalia. Sekarang setelah aku memikirkannya, aku tidak pernah mengajarinya melakukan pekerjaan seperti itu. Aku minta bantuannya untuk menyembunyikan beberapa monster, tapi hanya itu saja. Mungkin fakta kalau dia tidak menyatakan minat untuk melakukan hal semacam itu berarti dia secara alami ceroboh.

"Kau sedang memikirkan sesuatu yang kasar, bukan?" 

"Tidak juga ..."

“Tapi ya, jenis lumo cenderung cocok untuk pekerjaan rumit yang membutuhkan tangan yang lincah. Mereka juga cenderung agak pendiam. Pilihan yang bagus. Ya."

Aku melihat lagi pada budak lumo yang gemetaran.

"Apakah hanya firasatku atau apakah negara ini memiliki banyak sampah yang suka pelecehan secara fisik?" Setiap budak yang kulihat tertutupi oleh bekas luka karena cambukan.

“Negara ini memiliki sejarah panjang berperang dengan demi -human, jadi wajar saja. Ya."

"Berarti orang-orang seperti bangsawan yang berperang dalam perang itu menggunakan kekerasan fisik untuk membuat mereka merasa lebih baik tentang masa lalu?"

Bangsawan tempat Raphtalia tinggal, telah melakukan hal itu.

“Kami bahkan memiliki opsi harga rendah khusus untuk meminjam budak hanya untuk sedikit menyalahgunakannya sebelum mengembalikannya. Ya. Kami mengharuskan budak dibeli secara langsung dengan jumlah besar ketika tidak dikembalikan dalam bentuk yang masih dapat dimanfaatkan. "

Keburukan negara ini sangat mengerikan. Melihat diriku merekonstruksi desa demi-human mungkin akan meninggalkan rasa pahit di mulut bangsawan.

“Pelecehan fisik bisa dihukum, tentu saja. Ya."

“Jadi itu ilegal? Tetapi itu tampak legal bagiku.”

Mau tak mau aku merasa toko ini juga terlibat dengan dunia gelap. 

“Dan itulah sebabnya bisnisku berkembang pesat. Ya."

Berkembang, huh? Cara pedagang budak memamerkannya dengan bangga membuatnya tampak sangat hebat. Katakan padaku, mengapa dia menjual budak yang telah dilecehkan secara fisik?

"Sekarang setelah kau menyebutkannya, dia memang terlihat lebih baik daripada kebanyakan pedangang budak, kurasa." Respon Raphtalia dalam bisikan.

Apakah dia benar-benar lebih baik daripada yang lain? Aku melihat luka di punggung budak lumo itu. Tampak sangat dalam. Itu adalah bercak-bercak bekas luka dari dicambuk berulang kali.

" Zweite Heal!"

Aku menggunakan beberapa sihir penyembuhan dan luka budak lumo  mulai menutup. Tetap saja, luka-luka itu sangat dalam dan jauh dari kesembuhan sepenuhnya.

"Hah?"

"Kudengar kau punya tangan yang handal." 
"Aku tak tahu."

Budak lumo membuang muka ketika ia menjawab. Itu tentu respon yang lebih baik daripada mengklaim dia bisa melakukan sesuatu yang dia tidak bisa.

"Apakah kau akan menggunakannya jika aku mengajarimu?"

"Jika itu perintah maka aku akan melakukannya. Jadi tolong, jangan memukulku.”

Budak lumo menunduk, suaranya tegang seolah-olah ia akan menangis. Aku kira aku tidak bisa menyalahkannya, dia menjalani kehidupan budak yang sulit.

“Aku tidak tertarik dengan hal semacam itu. Jika itu yang kau inginkan, maka tanyakan pada orang lain. "

"Hah?"

Oke, sekarang dia mulai membuatku jengkel.

“Aku akan memberikanmu obat, jadi rawat luka mereka. Setelah itu, tolong urus pendaftaran budak."

“Aku berharap melihat bagaimana Pahlawan Perisai memanfaatkan para budak. Sangat mengasyikkan! Ya!"

“Sudah cukup! aku harus mengurus beberapa persiapan lain, aku akan kembali. Jangan mengecewakanku."

" Heh heh heh ... Aku tidak sabar menanti apa yang akan terjadi di masa depan. Ya."

Aku menyerahkan sisanya di tangan pedagang budak dan kembali ke pintu masuk tenda dengan Raphtalia di belakangnya. Filo melihatku dan berlari mendekat.

" Sudah selesai?"

"Ya. Masih ada beberapa formalitas yang perlu dilakukan, tetapi kita memiliki hal-hal lain untuk dilakukan sekarang.”

Aku melangkah keluar dari tenda. Lagipula, aku masih punya banyak tempat yang harus kukunjungi.




TL: Ryuusaku
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar