Sabtu, 15 Februari 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 95. Penyakit Keadilan

Chapter 95. Penyakit Keadilan


Perutku mulai lapar, jadi aku pergi mencari makan, tapi...

“Rishia! Waktunya lunch.”
<TLN : Ini emang ngomong pakai bahasa inggris>
“I-Iya!”

Si Zirah memerintah si kecil Rishia untuk membawakan makan siang untuk mereka.
Ia bertindak seperti orang penting. Dan kenapa menggunakan bahasa Inggris?
Ya, tentunya perisaiku melakukan tugasnya sebagai penerjemah, Aku tidak perlu memperhatikan perkataannya.

“.... Ambil saja sendiri.”
“Apa kau bilang? Kau itu orang baru, di party ini. Tugas Rishia adalah membawakan barang.”
“Ha..!?”

Apa? Orang baru?
Eh?
Pengaturan anggota party hero mungkin seperti karyawan perusahaan, tapi ini sedikit berbeda, bukan?

Rishia sedang membagikan makanan untuk party-nya.
Dia berhenti di setiap orang yang dilewatinya, lalu menunduk, dan menyebutkan nama mereka. Sepertinya juga terdapat hirarki (kedudukan) yang harus dia ikuti saat membagikan makanannya secara berurutan.
Orang pertama yang dia lewati adalah Si Zirah. Ia mendapatkan daging terbesar beserta tulangnya yang masih menempel, dan juga sepotong sandwich berukuran besar.
Orang kedua yang dia lewati terlihat seperti prajurit biasa. Ia mendapatkan sepotong sandwich dan juga satu ekor ikan bakar.
Lalu orang yang ketiga...
Dan itu terus berlanjut sampai orang terakhir.
Dan yang tersisa dari kantung makan siang itu, hanyalah beberapa buah, dan Rishia mulai memakannya.

Apa-apaan ini, bisakah mereka membagi makanan dengan adil?
Ini agak...

“Hierarki macam apa yang kalian jalankan?”

Setelah mendengar pertanyakanku, mereka tetap melanjutkan makan siang mereka seperti itu adalah hal normal.

“Tentu saja, posisi kami diputuskan dengan seberapa percaya Itsuki-sama kepada kami dan jumlah kontribusi pada party kami. Itu ide bagus, kan? Apa Hero Perisai-san ingin mendengar kehebatan Itsuki-sama yang lain?”
“Tidak, Aku tidak membutuhkannya.”
“Jangan berkata begitu. Setelah kami bertemu dengan Itsuki-sama, untuk pertama kalinya kami terbangunkan oleh suara keadilan—“

Lalu rekan Itsuki si Zirah melanjutkan cerita panjang tentang pencapaian Hero Busur, dan ia memujinya setiap kali.
Aku tidak mengingat semua isi ceritanya, dan Aku tidak membutuhkannya juga.
Inti ceritanya tentang Itsuki yang bersembunyi dari mata publik sambil memusnahkan penjahat.
Dan cara mereka melewati masalah itu. Itsuki meyakinkan party-nya kalau ia hero yang akan menyelamatkan dunia.

Ini sudah seperti aliran sesat…
Ia sudah seperti Dajjal bagi mereka.

Pada intinya, inilah analisisku.
Yang dilakukan oleh Itsuki pastinya memberi hukuman kepada penjahat dengan mengatakan mereka itu berpihak pada keadilan.
Kemudian bagi orang yang menentang mereka maka orang itu akan langsung dianggap penjahat. Perlakuan mereka sudah membimbing mereka kepada kejahatan.

Hmm... Aku yakin ada sebutan untuk orang seperti itu.
Hampir sama dengan film jadul, ada seorang polisi luar negeri yang terus menerus menumpas kejahatan. Apakah dia berdelusi mencoba menumpas seluruh kejahatan?
Kepolisian akan dalam masalah besar bila ada orang seperti itu.
Aku tidak bisa mengingat judul film itu. Aku yakin judulnya sangat terkenal....

Dengan mengatakan ‘Penjahat itu tidak mempunyai hak untuk hidup’, sebuah kasus terjadi dan polisi yang memiliki jiwa keadilan tinggi menginginkan pelakunya dijatuhi hukuman mati, padahal pelakunya tidak melakukan kejahatan yang besar.
Mereka akan membunuhnya dengan alasan ‘Pelakunya memberontak’.
Film polisi yang sesungguhnya tidak akan melakukan hal seperti itu, tapi hanya akan memberikan gambaran dari hasil deduksinya.
Aku merasakan hal yang sama.

“Aku lelah...”

Bahkan setelah kita selesai berburu, dan sampai kembali di penginapan rekannya Itsuki masih terus melanjutkan cerita pencapaiannya.
Aku tidak menaikkan level dengan baik.
Seranganku menjadi tumpul setelah mengetahui kelakuan hierarki mereka.
Ini menjadi hasil yang buruk ya.
Walau dalam kamar mandi mereka terus melanjutkan ceritanya. Aku mulai muak dengannya.

“Fu...”

Setelah selesai mandi, Aku pergi keluar untuk mencari udara segar.
Sepertinya Aku tidak bisa bertahan mendengar cerita mereka lagi.
Ini tempatnya cukup bagus. Aku rasa Aku akan bersembunyi sampai mereka selesai.
Itulah yang Aku pikirkan ketika Aku mendengar suara kaki dari belakangku. Aku melihat kebelakang.
Lalu Aku melihat si kecil Rishia kembali dari toko pulau sambil membawa kantung.

“Ah, Hero Perisai-sama.”
“Ya, sedang apa kau?”
“Um... Aku disuruh untuk membeli sesuatu.”
“Begitu ya...”

Apa karena dia berada di posisi terbawah?
Aku terkejut dengan mentalnya yang bisa bertahan di lingkungan yang penuh dengan intimidasi.
Dia diperlakukan layaknya pembantu. Dia juga tidak diberikan waktu untuk memperkenalkan dirinya.
Ini seperti Itsuki sebagai presdir di perusahaannya, dan gadis ini menjadi bawahan terendahnya.
Aku sudah melewati banyak hal, jadi Aku bisa memahaminya. Aku juga sedikit tertarik.

“Hey.”
“Iya?”
“Kenapa kau masih bertahan di party seperti itu?”

Mungkin saja disana tidak nyaman, dan party-nya akan melakukan apapun untuk menegakkan keadilan mereka. Kalau Aku sudah tidak mungkin bisa bertahan di party itu.
Aku tidak akan meninta dia untuk bergabung dengan party-ku, menurutku party-nya Motoyasu dan Ren masih lebih baik dari ini.

“Sudah tidak ada yang bisa Aku lakukan.... maksudku Aku baru saja sampai sini.”
“Yang Aku maksud itu mengapa kau tetap bertahan meskipun mereka memperlakukanmu seenaknya saja?”
“Ah, kalau itu karena Itsuki-sama sudah menyelamatkanku.”
“Jadi karena itu?”
“Iya...”

Rishia mulai menceritakan keadaan yang membuatnya bergabung di party-nya Itsuki.

Agar lebih singkat, Rishia merupakan putri dari bangsawan yang gagal.
Keluarganya memiliki uang yang sedikit dan untuk kehidupan sehari-hari pun tidak cukup.
Desa yang di atur oleh suatu keluarga bangsawan mengambil keuangan mereka melalui cara kotor dan kedua orang tua Rishia mencoba untuk mengungkapkannya.
Namun, semua harta mereka berhasil diambil oleh bangsawan itu. Dan semua penduduk yang menentang keputusannya, akan di diamkan olehnya.
Lalu... keluarga Rishia yang telah gagal mengungkapkan rencana mereka, dan mereka menyandera Rishia sebagai penganti uang pajak. Bangsawan itu mengancam kalau mereka akan membunuh kedua orang tuanya jika tidak menuruti keinginan mereka.

Sepertinya Itsuki akan segera muncul disana.
Di malam harinya, Itsuki berserta rekannya menyelinap ke kediaman bangsawan keji itu dan menggunakan wewenang seorang hero untuk mengakhiri permasalahan mereka dan menyelamatkan Rishia juga.
Sepertinya Rishia sangat bersyukur dan merasa berhutang kepada penyelamatnya, dan dia memutuskan untuk bergabung ke party-nya Itsuki.
Ini seperti kisah cinta dalam novel atau komik.

“Aku.... sangat ingin membalas budi kepadanya.”

Dari sudut pandangku, semua yang dilakukan Itsuki sangat tidak berguna, akan tetapi, dari sudut pandang Rishia, ia pasti terlihat sebagai pahlawan sejati.
Dari cerita itu, Aku dengan jelas melihat rasa syukur Rishia kepada Itsuki.
Dia memiliki tujuan yang lebih banyak daripada anggota party lainnya yang hanya ingin memuaskan ego mereka dengan berlaku sebagai pahlawan.

“Jadi begitu.... kau sangat kesulitan ya.”
“Iya, ini tidak berjalan dengan baik.”
“Sejauh ini, menurutku kau lebih cocok menjadi penjaga belakang.”

Dia terlihat sangat ahli dalam mantra sihir, tapi ketika berada dibelakang dibilang mengganggu, dan ketika maju kedepan akan disuruh untuk mundur.
Rekannya juga bermasalah. Jika dia bisa menggunakan pedang, membacakan mantra dan melakukan penyembuhan, bukankah seharusnya dia diperlakukan lebih baik?
Ini mungkin dikarenakan oleh anggota party yang terlalu banyak. Itu menyebabkan tidak ada yang menyadari kehebatan masing-masing orang.

“Sejujurnya Aku tidak berbakat, Aku mudah takut dan juga ceroboh.... Jika Aku harus memilih, maka Aku akan memilih mantra sihir, tapi Itsuki-sama menginginkan anggota yang bisa menjadi penyerang didepan, jadi Aku memilih hal yang berhubungan dengan itu ketika Kenaikan Kelas.”
“Oh...”

Jadi itu karena dia menghiraukan kekuatannya dan mengutamakan kelemahannya dan itu membuat dia tidak bisa berkembang dengan baik.
Memang benar cara Itsuki bertarung melibatkan semua orang untuk menyerang didepan, tapi jika kau melemparkan seorang amatir kedepan, maka itu tidak berguna.

“Cobalah menjadi ‘ahli dalam segala hal’, bukan hanya ‘bisa dalam segala hal’.”
“Baiklah.”

Meskipun tubuhnya kecil tapi dia berhati besar, dia pasti akan baik-baik saja.
Aku sudah terjatuh ke dasar jurang, dan Aku harus mendaki dengan kekuatanku sendiri agar bisa kembali di tempat yang seharusnya menjadi milikku.
Jika Rishia bekerja keras, maka dia pasti akan menjadi anggota party yang sangat berguna.

“Maaf ya. Membuatmu menceritakan banyak hal. Aku akan kembali bersamamu agar mereka tidak memarahimu.”
“Terima kasih.”

Ternyata, sekarang sudah tengah malam.
Sudah kuduga, Si Zirah dan yang lainnya memarahi Rishia. Tapi Aku memperingati mereka untuk berhenti memarahinya. Dan hari itu berakhir dengan tenang.

Sakit kepalaku bertambah panjang di hari berikutnya.
Banyak petualang yang menyukai itu. Penjual aksesoris palsu telah dalam menanamkan cerita palsu pada aksesoris-nya dan itu telah menyebabkan rumor beredar dengan cepat. Dan mereka mulai mempermasalahkan ini.
Padahal, Aku sudah memberitahu mereka kalau pedagang aksesoris palsu itu sudah Aku atasi. Jadi masalahnya sudah selesai. Setidaknya Aku bisa tenang.
Aku ragu mereka akan mempercayai perkataanku, tapi karena Shadow membantuku, jadi kurasa itu berhasil.
Aku menjelaskan kepada mereka kalau pedagang itu baru memulai bisnisnya. Cukup lama untuk mereka mengerti penjelasanku, tapi akhirnya mereka menerimanya.

“Ya ampun....”

Dalam pulau bagian tengah, kita sedang mengalahkan Karma Rabbit Familiar dengan susah payah.
Mereka ini tidak begitu kuat, tapi mereka juga tidak lemah.
Aku terus menahan serangannya, jadi mengalahkannya pasti akan mudah..... tapi serangan party ini sangat dibawah ekspektasiku.
Party ini terlihat seperti tembok berjalan yang sangat cocok untuk Itsuki menyerang dari kejauhan, jadi penyerang mereka tidak begitu berarti.
Jika Aku bersama dengan Raphtalia dan Filo maka monster ini akan terkalahkan dalam beberapa menit.

Persyaratan untuk Karma Rabbit Familiar Shield telah terbuka.

Karma Rabbit Familiar Shield
Abilities(Tersegel) ... Bonus Penggunaan: Pendeteksi Sekitar (Dekat)

Mungkin karena cara bertarungku yang aneh dan itu membuatnya muak, Si Zirah meninggalkan party-ku.
Jika Raphtalia dan Filo memiliki masalah, menurutku mereka tidak akan melakukan hal yang sama. Tapi orang itu memang sangat bermasalah.
Setelah SI Zirah pergi, orang ber-zirah lain mulai berlaku sombong dan seenaknya, setelah Aku ingatkan ia malah ikut pergi juga.
Dan pada akhirnya semuanya pergi kecuali Rishia.
Tentu saja, ini membuat Rishia dapat menunjukkan potensi bertarungnya. Ketika tengah hari tiba, kita menaiki perahu dan menyelesaikan perburuan kita dengan selamat. Dan kita kembali menuju pulau utama.

Aku sudah tidak peduli itu lagi, tapi Si Zirah dan rekannya juga menaiki perahu yang sama.
Aku kurang yakin jika mereka tidak akan kena marah Itsuki, tapi sepertinya mereka tidak ingin kembali ke penginapan juga.
Akan sangat sulit untuk berbicara dengan mereka. Jadi Aku melihat indahnya lautan sambil menenangkan hatiku.

Dua hari terakhir ini sangat buruk sekali
Bahkan Aku tidak mendapatkan informasi apapun tentang Itsuki dan Aku tidak bisa mengajak siapapun dari mereka juga.
Tapi akhirnya pertukaran anggota party sampah ini berakhir......
Karena Aku sedang melihat laut, Aku mengingat kembali kejadian pagi ini.

Benar sekali.... tadi pagi si kecil Rishia memberiku sebuah bijih permata.
Dia bilang itu sebuah tanda terima kasih kepadaku yang telah mendengarkan ceritanya kemarin malam.
Terlintas dibenaku,’ sudah kuduga, walau seorang bangsawan gagal, pasti mereka akan mengurus gadis dengan baik’, akan tetapi, ketika Aku melihatnya sekarang, tingkahnya agak sedikit aneh.

“Itsuki-sama selalu mengumpulkan permata, Aku tidak tahu kenapa ia melakukan itu. Tapi gunakan ini dengan baik.”

Itulah yang dia katakan.
Awalnya Aku mengira itu digunakan untuk perhiasan, tapi jika ia selalu mengumpulkannya, itu berarti ia selalu menggunakannya.
Ketika Aku kembali, Aku harus bertemu dengan hero lainnya.
Kurasa aku akan bertanya kepada Motoyasu dan Ren juga.



Author Note :
Jadi, nama dari yang dipikirkan oleh Naofumi adalah Dirty Harry Syndrome.
Aku tidak menulisnya diatas karena itu nama sebuah film.


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar