Sabtu, 15 Februari 2020

Maou-sama, Retry! Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 2. Maou dan Aku

Chapter 2. Maou dan Aku


Sudah lama tidak ada manusia di hutan ini, tetapi hari ini ada dua manusia.

Salah satunya adalah pria berambut panjang yang mencurigakan, dan yang lainnya adalah seorang anak kecil.

“Namaku.... adalah Kunai. Aku bukan orang yang mencurigakan. Aku tidak ada hubungannya dengan Demon Lord mana pun. Aku memiliki beberapa hal yang ingin ditanyakan kepadamu. Apakah itu tidak masalah?” (Maou)

Pria itu... tidak, “Demon Lord” berbicara sambil menyisir rambutnya yang panjang.

Dia sedikit khawatir tentang sebutan dirinya, tetapi pada akhirnya dia memutuskan Kunai sebagai namanya. Dengan seorang anak sebagai pendengarnya, dia mencoba untuk terdengar seperti orang dewasa, tetapi sepertinya kepura-puraan itu bisa terlihat.

“Y-Ya....”

Dia mencoba senyum terbaik agar anak itu tak merasa terancam, tetapi mata anak itu terbuka lebar dan tubuhnya bergetar hebat.

Itu tidak mengejutkan. Karena bagaimanapun juga, anak itu telah melihat Archdevil di hancurkan tepat di depan matanya.

Mengingat eksistensinya di dunia ini, itu merupakan suatu reaksi yang alami.

Seseorang yang sama sekali tak takut pada Archdevil, itu tak lain dan tak bukan adalah Demon Lord.

Bahkan penampilannya cocok dengan Demon Lord dan itu menakutkan.

“Sebelum itu, aku harus menanyakan namamu. Bisakah kau menyebutkan namamu?” (Kunai)

“N-Namaku adalah ‘aku’....”

Jawaban itu membuat Maou berkata ‘Pfff’ dan dia terbatuk. Yah, itu adalah perasaan yang bisa dimengerti.

‘Maou’ <Demon Lord> dan Aku <Evil>. Lelucon macam apa ini?

“I-Itu nama yang sangat bagus. Jadi apakah kau tahu negara yang bernama Jepang? Atau mungkin New York?” (Maou)

“A-Aku minta maaf... Aku belum pernah mendengar tentang itu...” (Aku-chan)

Maou bergumam sambil menyalakan sebatang rokok. Dia terlalu banyak merokok.

Tak peduli bagaimana dia melihatnya, pakaian yang kukenakan bukanlah pakaian modern. Seolah-olah pakaiannya terbuat dari kain kasar dan hanya ada desain seperti pola biru di atasnya. Itu sama sekali tak modis.

Aku juga mengenakan celana yang panjangnya hampir mencapai lutut dan karena wajahnya yang cantik, itu membuatnya semakin sulit untuk mengatakan jenis kelaminnya.

Rambutnya pendek tetapi poninya yang panjang menutupi sisi kiri wajahnya.

Maou akan bertanya tentang jenis kelaminku, tapi harga dirinya sebagai orang dewasa tak membiarkannya. Dia terlalu malu untuk bertanya ‘Apakah kau seorang lelaki atau seorang perempuan?’ Kepada seorang anak yang baru dia temui.

Jika dia adalah Kunai Hakuto, dia pasti akan menggunakan segala cara untuk menggali informasi yang mereka miliki, Tetapi karena bagian dalam dirinya adalah orang lain, jadi Aku diselamatkan oleh hal itu.

Pertanyaan-pertanyaan Maou belum berakhir.

Apa nama dunia ini? Hutan apa ini? Iblis apa itu tadi?

Jawaban Aku-chan membingungkan dan tak banyak membantu.

Atau lebih tepatnya, sepertinya Aku-chan tidak terlalu banyak memiliki pengetahuan.

Aku-chan sepertinya tahu tentang dunia ini, namun dia tak memiliki informasi umum tentang dunia ini.

Dilihat dari pakaiannya, Aku-chan hanyalah seorang penduduk desa biasa.

Bahkan jika Penduduk A dan Orang A di satukan, tidak ada infromasi berguna yang bisa diperoleh.

“Aku masih punya banyak hal untuk ditanyakan, tapi... sebelum itu, ada sebuah danau di sana. Bagaimana kalau kau pergi mandi dulu?” (Maou)

“A-Apakah itu tidak masalah?!” (Aku-chan)

“Hm? Ya, tak apa-apa kan? Bersihkan juga tubuhmu.” (Maou)

“T-Terima kasih banyak!” (Aku-chan)

Senyuman Aku-chan membuat Maou mengatur napasnya sejenak.

Dia mengatakan itu setelah melihat wajah dan pakaian Aku-chan yang kotor.

Itu benar, dia tidak tahu... betapa pentingnya air di tempat ini.

Di tempat ini air sangat langka sehingga yang bisa mereka gunakan hanyalah untuk minum dan memasak dan apa pun yang lebih dari itu akan dikenakan biaya.

Menggunakan air untuk membersihkan tubuh adalah hak istimewa sejumlah orang.

Di tempat yang terpencil ini, air adalah sumber uang dan laba bagi Tuan Tanah.

☆☆★★★☆☆

(Huft.... Apa yang harus kulakukan....)

Melihat Aku-chan yang sedang berjalan dengan langkah yang ceria ke danau, aku menghela napas.

Kupikir akhirnya aku menemukan sumber informasi, tetapi Aku-chan adalah seorang penduduk desa biasa dan jumlah informasinya terlalu sedikit.

Informasi yang kudapatkan hanyalah tentang negara ini dan desa tempat Aku-chan tinggal.

(Holy Light Country, bukan? Tidak ada negara seperti itu di bumi...)

Sepertinya itu adalah kerajaan yang memuja Cherubim yang dikatakan sebagai penyegel iblis. Di bawah Cherubim ada 3 gadis suci yang melayaninya, Ordo Kesatria Templar, Gereja Suci dan lain-lain. Mendengar kata-kata itu, yang bisa kulakukan hanyalah menertawakannya.

Ini adalah definisi dunia fantasi.

Jika seorang siswa SMA di pindahkan kesini, aku akan mengerti, tetapi apa gunanya membawa orang tua sepertiku kesini?

Ketika aku memikirkan hal itu, perasaan buruk muncul... mungkin bukan aku yang dipanggil....

(Mungkin orang yang dipanggil adalah tubuh ini?)

Dengan banyaknya pengalaman misterius ini, akal sehatku terus hancur. Salah satu pemain yang bernama Dynamite☆Deathland mengatakan ini sambil tertawa “Kau tahu, segala sesuatu sedang ditransfer ke dunia lain.”

Baik itu Karakter Game, Patung Buddha, atau Komandan Perang. Itu sudah menjadi tak aneh lagi di tengah masyarakat.

Jika aku berpikir tentang hal itu, aku setuju mengapa tubuh ini dipanggil ke sini.

Aku tidak tahu tujuan apa yang mereka miliki, tetapi... Kunai Hakuto memiliki banyak kegunaan. Aku kebetulan login ke karakter yang seharusnya dipanggil.

(Itu berarti... Aku diseret!)

Saat aku mencapai kesimpulan ini, kemarahan pun muncul.

Karena lelaki tua ini, aku terlempar ke dunia lain.

Pasti begitu, tak diragukan lagi. Atau lebih tepatnya, jika aku tak berpikiran seperti itu, aku tak akan bisa mengatasinya.

(Aku harus menemukan cara untuk kembali dengan cepat.)

Haruskah aku mengatakan bahwa aku beruntung kali ini? Aku hidup sendirian dan jauh dari orang tua. Tapi tak peduli bagaimana aku mengatakannya, pekerjaanku sedang dalam masalah.

Siapa yang tahu apa yang akan mereka lakukan jika aku absen tanpa pemberitahuan.

(Sekarang, haruskah aku pergi ke suatu kota? Atau haruskah aku mencari petunjuk di hutan ini?)

Perlahan-lahan aku memeriksa sekeliling, tetapi hanya ada keheningan yang mencekam memenuhi hutan.

Ini bukanlah tempat yang ingin kutinggali dalam waktu yang lama.

(Ngomong-ngomong, bukankah Aku-chan sudah terlalu lama?)

☆☆★★★☆☆

(Aku sangat senang bisa hidup!)

Aku-chan saat ini sedang berada di puncak kebahagiaan.

Dia sedang mandi di danau yang jernih, Aku-chan sedang membersihkan tubuh dan pakaiannya sesuka hati. Bahkan kepala desa tak bisa mendapatkan kemewahan seperti ini.

Semua orang hanya bisa mandi dan mencuci pakaian ketika hujan. Dan itu harus hujan deras, bukan hujan gerimis.

Karena iblis telah mengamuk di masa lalu, tanah-tanah menjadi tandus, sebagian sumur diracuni, dan bahkan sulit untuk mendapatkan air.

Terlebih lagi, Aku-chan memiliki tubuh yang kotor. Dia benar-benar tak bisa membiarkan kesempatan ini lewat.

(Bagaimanapun juga, siapa sebenarnya orang itu....?)

Setelah melepas pakaiannya, Aku-chan masuk ke danau sampai lehernya tenggelam dan merenung.

Orang yang berhasil mengalahkan Archdevil dengan sekali serang. Mungkinkah dia Demon Lord yang dikatakan dalam legenda di Holy Capital?

Dari apa yang dilihatnya, penampilannya sama sekali tidak mirip dengan malaikat.

Pertama-tama, fakta bahwa dia sendirian di hutan ini sudah tidak normal. Legenda mengatakan bahwa ada kuil kecil di hutan ini dan itu adalah tempat terlarang.

Dia diberi tahu bahwa ada danau yang indah di hutan ini. Tapi alasan kenapa tak ada orang yang bisa masuk kesini bukan hanya karena legenda, tetapi karena iblis itu ada disini.

(Mungkinkah dia mencoba membersihkan tubuhku dulu sebelum dia memakanku?)

Tubuhnya menggigil.

Dia ingin melarikan diri tetapi pakaiannya basah.

Dia mungkin harus lari telanjang. Tetapi jika ada iblis lain di hutan ini, itu akan menjadi bunuh diri.

“Oi, belum selesai? Cepatlah.” (Maou)

“M-Maafkan Aku! Aku akan segera keluar!” (Aku-chan)

“Tidak, maaf. Aku hanya ingin memeriksamu. Silahkan gunakan waktumu untuk membersihkan tubuhmu.”

Biarpun disuruh ‘gunakan waktumu’.... hanya memikirkan membuat maou-sama menunggu membuat tubuhnya bergetar. Mungkin ada alasan mengapa dia membiarkanku hidup.

Tetapi jika Aku-chan membuatnya kesal, Aku-chan mungkin akan terbunuh.

Sekarang dia mengumamkan sesuatu sambil menggerakkan tangannya.

Apakah dia melakukan semacam ritual?

“Bagus! Aku bisa menggunakan Fungsi Admin!” (Maou)

Apa itu admin? Apakah itu semacam dewa kuno yang jahat?

Ketika dia memikirkan hal itu, kata itu terasa lebih menakutkan. Dan.... pemikirannya benar.

Ruang hitam pekat muncul di depan maou-sama dan dia menjulurkan tangan kanannya tanpa ragu. Hanya membayangkan apa yang keluar dari sana membuat Aku-chan ingin menangis.

Mungkinkah itu sabit kegelapan? Atau senjata Dark Magic? Atau mungkin peralatan memasak untuk memakan diriku?

“Bagus, sudah keluar... ini dia, sabun dan handuk. Gunakan ini.” (Maou)

“Eh? Apakah ini pembersih?!” (Aku-chan)

“P-Pembersih katamu? Yah, terserahlah. Aku akan memeriksa daerah di sekitar sini untuk berjaga-jaga.”

Setelah mengatakan itu, Maou-sama pergi meninggalkan danau.

Ketika dia pergi, dia mengumamkan hal aneh seperti ‘SP-ku berkurang dengan cepat’, apa yang dia bicarakan?

Tidak, yang lebih penting, Pembersih! Item impian yang ingin dia gunakan setidaknya sekali seumur hidup.

Item kelas tinggi yang tidak bisa kau gunakan kecuali kalau kau seorang bangsawan, darimana dia mendapatkan item seperti ini?!

☆☆☆★☆☆☆

“Tidak ada yang tahu apa yang akan berguna....” (Maou)

Sambil melihat panel Admin, aku berpikir.

Beberapa saat yang lalu, hak admin dapat diakses karena peristiwa tertentu.

Dengan menghabiskan SP yang merupakan salah satu sistem dari game, aku sekarang dapat menggunakannya.

SP : Skill Point. Dalam game, itu dapat digunakan untuk hal-hal tertentu seperti pertempuran, serangan balik, dan item.

Dengan menggunakan poin-poin ini, kau dapat mempelajari skill yang kuat dan memperkuat pertahanan. Di sisi lain, kau juga bisa mencurinya dari lawan dan melemahkan mereka.

Sepertinya kau juga bisa mendapatkan ini di dunia ini.

“Tapi, untuk item sampah seperti itu membutuhkan 5P....” (Maou)

Lower grade item creation – 5p
Mid grade item creation – 10p
High grade item creation – 20p
Rare grade item creation – 50p

Karena hak admin telah terbuka, aku membuat beberapa item untuk perayaan, tetapi hal yang kubuat tak berguna. Sabun adalah senjata sampah dan handuk adalah zirah, tapi efeknya hanya +1 dan tak layak dipakai.

“SP-ku tersisa sekitar 30, huh... jika aku menyimpannya, akankah fitur yang lain akan terbuka? Atau ada syarat-syarat yang lain?” (Maou)

Aku tidak tahu seberapa kuat musuh itu, tetapi jika melihat SP yang kudapatkan, aku pikir levelnya cukup tinggi.

Tapi, untuk level tinggi, itu terlalu lemah. Kekuatan musuhnya dan hadiahnya tak sebanding.

“Sepertinya tidak semuanya mirip dengan Game...” (Maou)

Dalam game, untuk membuat segalanya seimbang, jumlah SP yang diterima tergantung dari perbedaan level antara dirimu dan lawanmu. Dengan kata lain, jika level rendah menyerang level tinggi maka dia akan mendapatkan sejumlah besar SP dan sebaliknya, jika anda menyerang level rendah, maka jumlah SP yang diterima hanya sedikit.

“Dengan kata lain.... makhluk itu mungkin monster seperti metal-slime.” (Maou)

Monster populer di game RPG muncul dikepalaku.

Itu lemah namun cepat. Dan ketika berhasil mengalahkannya, kau akan mendapatkan banyak EXP. Jika monster itu masih ada, haruskah aku memburunya sampai habis?

“M-Maou-sama! Maaf membuatmu menunggu!” (Aku-chan)

“Seperti yang kukatakan, aku bukanlah maou.... lupakan saja. Lebih penting lagi, monster lemah yang tadi, apakah masih ada yang tersisa?” (Maou)

“T-Tidak mungkin! Jika ada lebih banyak monster seperti itu, kerajaan akan musnah!” (Aku-chan)

“Eh? Apakah makhluk seperti itu berbahaya?” (Maou)

Aku-chan menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat sebagai penegasan.

Mungkin kemampuan pemahamanku menurun dari biasanya... Tetapi, untuk menggunakan Hak Admin, SP sangat dibutuhkan.

Jika memungkinkan, aku ingin mendapatkan banyak SP sebelum meninggalkan hutan.

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di luar sana.

Yang paling penting, jika aku mendapatkan SP dan membuka semua hak admin, ada kemungkinan kalau aku bisa kembali ke duniaku.

“Aku-chan, apa kau tahu tempat tinggal monster itu? Aku ingin menyelidikinya.” (Maou)

“Aku dengar Demon Lord telah di segel di Kuil Harapan yang ada di hutan ini.” (Aku-chan)

“Maaf, tapi bisakah kau mengantarkanku ke sana?” (Maou)

“A-Aku minta maaf. Aku ingin mengantarmu ke sana tapi kakiku sangat lemah.” (Aku-chan)

Aku melihat dengan seksama, ada luka besar di pergelangan kaki Aku-chan. Sepertinya dia telah menerima luka gores yang sembuh tanpa banyak perawatan. Itu terlihat sangat menyakitkan.

Tidak, itu kesimpulan yang terlalu cepat. Mungkin saja itu adalah penyakit unik di dunia ini.

Sayangnya, aku bukanlah Dokter. Di antara beberapa bawahan Kunai, ada seseorang seperti cheat yang bisa menyembuhkan segala jenis penyakit atau luka, tapi saat ini ia mengharapkan sesuatu yang mustahil.

“Mau bagaimana lagi, aku akan mengendongmu.” (Maou)

“T-Tidak mungkin! Seseorang yang kotor sepertiku menaiki punggung Maou-sama....” (Aku-chan)

“Maaf, tapi aku tak mau membuang waktu. Aku tidak akan mengatakannya dua kali.” (Maou)

“...!”

Aku berjongkok dan membalikkan punggung ke arahnya, tapi tak ada tanda-tanda dia akan naik.

Tidak hanya itu, ekspresinya penuh dengan kebingungan dan dia tampak seperti akan menangis.

Oi oi, apakah kau sangat membenciku sampai-sampai kau ingin menangis? Itu menyakiti perasaanku loh?!

“A-Aku menjadi beban di desaku selama ini. Jadi aku selalu mengumpulkan sampah dan membuangnya, mengumpulkan kotoran lalu membuangnya. Aku melakukan yang terbaik dengan caraku sendiri, tapi....” (Aku-chan)

“Dengan kata lain, pekerjaan kotor seperti menangani sampah, kan? Bukankah itu pekerjaan yang sangat penting.” (Maou)

“Penduduk desa selalu menyebutku kotor dan bau.... Akhirnya, mereka mengirimku sebagai pengorbanan untuk Iblis.” (Aku-chan)

‘Ahaha’, Aku tertawa dengan nada sedih.

Aku tidak terlalu mengerti, tapi itu bukanlah cerita yang bagus. Menyuruh anak kecil melakukan pekerjaan seperti itu dan tidak hanya itu, mereka juga memperlakukannya begitu.

“Semua orang didesaku mengatakan, ‘jika kau menyentuhku, kau akan ternodai’.” (Aku-chan)

Aku merasa seperti mendengarkan bullying pada anak-anak.

Aku diam-diam memegang kaki Aku-chan dan menggendongnya tanpa sepatah kata.

“Tunggu! Tunggu sebentar...!” (Aku-chan)

“Manusia tak akan ternodai karena hal itu. Tubuh manusia bisa kembali menjadi baru hanya dengan mencucinya.” (Maou)

“...!”

“Yang lebih penting lagi, kuil yang kau bicarakan-“ (Maou)

Aku menelan kata-kata yang akan kukatakan.

Karena aku mendengar tangisan dari punggungku.

(Apa? Dia benar-benar menangis! Atau lebih tepatnya, dari sudut pandang orang luar, bukankah aku terlihat seperti penculik?!) (Maou)

Setelah kupikirkan lagi, aku terlihat seperti seseorang yang secara paksa menculik anak kecil yang sedang menangis.

Jika dunia ini memiliki organisasi seperti polisi, aku pasti akan ditangkap. Dipenjara sebagai penculik tepat setelah datang ke dunia lain, bukankah itu cerita yang mengerikan?

“Anda.... apakah tidak masalah jika menyentuhku?” (Aku-chan)

Aku berpikir sebentar bagaimana caranya aku menjawab perkataan yang kudengar dari punggungku.

Dari apa yang kudengar, Aku-chan pasti disebut kotor.

Di zaman modern, itu bahkan bisa berubah menjadi trauma dan depresi. Tidak aneh baginya untuk mencoba bunuh diri.

“Aku-chan, kau memanggilku Maou, kan? Apakah menurutmu Maou itu merupakan makhluk yang lemah sehingga Dia bisa ternoda karena hal itu?” (Maou)

Sial, apakah itu terdengar terlalu sombong?

Jika teman kerjaku mendengar hal itu, aku yakin mereka akan menjadikannya sebagai lelucon, setidaknya selama satu dekade.

“Tidak.... bukan itu masalahnya...” (Aku-chan)

Ketegangan ditubuh Aku-chan menghilang dan rasanya berat dipunggungku semakin meningkat.

Meski begitu, dengan tubuh ini, aku merasa bisa menarik truk sampah dengan satu tangan. Jadi berat seperti ini bukanlah masalah.

“Terima kasih banyak, Maou-sama....” (Aku-chan)

Tubuh lembut aku-chan menempel dipunggungku, dan tubuh itu dibalut dengan wangi sabun.

“Bukankah kau terlalu dekat?” (Maou)

“I-Itu tidak benar!” (Aku-chan)

Sebagian dari data sekarang telah tersedia.

Aku-chan
Race: Human
Age: 13

Barang pribadi : Sabun (Grand Empire Brand)

Sabun di dunia ini terbuat dari metode dan bahan-bahan alami, tetapi karena orang-orang seperti bangsawan, orang kaya, dan pelacur membelinya dengan harga yang tinggi sehingga jarang beredar di masyarakat.
Sebagai produk dari negara yang memerintah sebagian besar dunia, sabunnya dibuat dengan teknik yang luar biasa dan memiliki banyak perbedaan sehingga akan sangat bodoh jika membandingkannya dengan produk yang lain.

Barang pribadi : Handuk mandi (Grand Empire Brand)

Grand Empire menunjukkan tingkat kemampuan pengrajin yang luar biasa dibanyak bidang, dan salah satunya adalah handuk mandi.
Handuk ini memiliki kelembutan yang luar biasa dan daya serapnya tak ada bandingannya.

Armor : Baju Kain Bekas

Tak ada pertahanan.
Namun, karena dia akan dikorbankan untuk Demon Lord, dia dipaksa mengenakan pakaian yang menurut standar desa bisa dikatakan hebat. Ada kasus di mana orang miskin akan memakai bahan-bahan dari daun.

Level 1
Health: 10/10
Vitality: 20
Attack: 1
Defense: 1
Speed: 1
Magic: 1
Magic Defense: 1

Aku-chan memiliki poni yang panjang dan menutupi sisi kanan wajahnya.

Karena Heterochromia-nya, dia bahkan lebih dari target penindasan. Orang tuanya meninggal karena penyakit sewaktu dia masih kecil, dan ini mendorong tindakan bullying dari seluruh penduduk desa.


Note :
Untuk membedakan antara 'aku' dan 'Aku nama orang' jadi mimin kasih imbuhan chan dibelakangnya~


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Sky_
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar